Sukarno dan Indonesia

Sukarno adalah pribadi yang kompleks. Dia dilahirkan di bawah bintang Gemini yang menurut pendapatnya sendiri memberi corak yang beraneka warna

Pada masa puncak-puncak kekuasaannya Sukarno digelari Pemimpin Besar Revolusi, Penyambung lidah Rakyat, Amirul Amri, Panglima tertinggi.

Dan di masa Orde Baru tiba tiba semua gelar di copot, Jasa dan Peranannya ditiadakan

.Sukarno di Mata Publik Rakyat pengagum SUkarno Bilang "Sukarno sebagai satu satunya penyebab Revolusi Indonesia" " Kaum Reaksioner Belanda Bilang "SUkarno sebenarnya seorang Indo atau mempunyai darah Belanda sebab tanpa ini tentu tidak bisa melakukan kerja raksasanya.

pemimpin tradisional dalam bentuk modern " Sukarno tidak lain daripada seorang tokoh dalam tradisi Ratu Adil di Indonesia yang untuk sementara menghipnotisir masyarakat" .Di Mata Para Sarjana Barat "Sukarno sebagai Ratu Jawa yang berpeci.

dan bagaimana peranannya dalam gerakan Kemerdekaan Indonesia.Lantas Siapakah SUkarno yang sebenarnya . .

Sukarno Muda 1901 .1927 .

dewasa dan menjelang Akhir hayatnya .Terlebih dahulu kita akan bahas tentang Asal Usul Sukarno dan perkembangan pemikirannya ketika muda .

Ayahnya seorang guru. . Sukarno berasal dari keluarga priyayi menengah ke bawah. kedudukan sosial ekonomis keluarganya hanya agak sedikit lebih baik daripada golongan marhaen yang nanti nasibnya akan diperjuangkan Sukarno.

Selama masa HBS Sukarno tinggal di rumah HOS Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam yang kharismatis. Dengan mudah Sukarno yang cerdas diperkenalkan kepada kalangan Nasionalis, anggota Jong Java, anggota SI.

Tamat HBS tahun 1921, Sukarno meneruskan studinya ke

Technische Hoge School (THS) yang baru setahun dibuka

Pendidikan Sukarno pada saat lulus HBS lalu ke THS menempatkannya dalam kalangan atas masyarakat Indonesia

Di saat Sukarno telah memulai karir politik yang sesungguhnya tahun 1927, hanya ada 78 orang Indonesia yang mempunyai ijazah HBS (Sekolah Menengah Belanda).

Ini berarti satu di antara 7 juta manusia Indonesia memiliki ijazah tersebut.

agama. berhubungan erat. . Mereka saling mengenal. merasa setingkat dan agak sinis terhadap satu sama lain.Tanpa memperhatikan ras. namun bersatu karena adanya perasaan senasib sebagai bagian dari rakyat yang kebanyakan buta huruf dan dicengkeram keterbelakangan. orang-orang Indonesia yang berpendidikan tinggi merupakan suatu elite tersendiri. asal dan suku bangsa.

mereka dapat mengatur menurut cita-cita serta peranan yang mereka idamkan. Hatta. . Tan Malaka dan Syahrir adalah bahwa semasa mudanya. saat umur 16 tahun. Sukarno umur 25 Tahun ikut mendirikan Algemene Studie Club Bandung.Hatta Bendahara Jong Sumatranen Bond di Padang. Syahrir sebelum berumur 20 tahun sudah menjadi tokoh di Perhimpunan Indonesia. Tan Malaka sebelum umur 30 tahun menjadi calon CPN (Partai Komunis Nederland) untuk Tweede Kamer Ciri Pemimpin Indonesia seperti Sukarno.

Dengan kekuatan Islam Insya'Allah itu segera dilaksanakan .Sukarno menulis di Oetoesan Hindia Tahun 1911 Hancurkan segera Kapitalisme yang dibantu oleh budaknya Imperialisme.

bagian dari Budi utomo.Dalam suatu pertemuan Jong Java. .. SUkarno mengagetkan semua hadirin dengan penolakannya untuk mempergunakan bahasa Jawa kromo.

Jong Ambon. .Populisme Sukarno terlihat juga pada tulisannya pada tahun 1921. para intelektuil harus memikirkan nasib rakyat. ketika perkumpulan-perkumpulan seperti Jong Java. Jong Sumatra dan lain-lain merencanakan persatuan Untuk apa mengejar citacita yang muluk-muluk.

Tema Sukarno Selalu mengatakan "Pikirkanlah nasib rakyat" .

Ada 3 unsur pokok pemikiran SUkarno Muda Anti Imperialisme Anti Elistisme Anti Kolonialisme .

Dalam kuliah di THS hal-hal tersebut sama sekali tidak di ajarkan.Masa belajar di THS digunakan Sukarno seluruhnya untuk menelan buku-buku mengenai nasionalisme. marxisme. . persoalan-persoalan internasional dan sejarah.

Beberapa karyanya diakui sebagai tonggak penemuan masa lampau peradaban di Indonesia. Veth. sejarawan Belanda sangat gandrung kepada hal yang berhubungan dengan letak geografis Indonesia. terbit tahun 1869. P. Veth Prof. . Woorden Boek van Nederlandsch Indie’.Pengetahuannya mengenai Indonesia Sukarno menyandarkan diri sepenuhnya pada tingkat kesarjanaan Belanda pada waktu itu Pertama adalah P.J. Daerah penelitiannya mencakup kepulauan Sumatera sampai ke kepulauan Timor.J. kumpulan karangan Veth disatukan menjadi satu buku yang berjudul ‘ Aardrijkskundig en Statistisch.

.Yang Kedua adalah Snouck Hourgronje Snouk Hurgronje (1857-1936) Pengajar di Leiden.Pada 1889. Dan Merupakan penasehat utama Belanda untuk urusan penaklukan pribumi di Nusantara.

Alberds yang di tahun 1930 menjadi pembicara utama partai sosialis dalam Parlemen Belanda.H. Troelstra. seorang anggota parlemen Belanda yang pernah mengunjungi Indonesia dan J. Roland Holst pengarang wanita Belanda yang sangat imaginatif Dua pemuka sosialis lain yang kurang penting yaitu H. Pendiri partai Sosialis Belanda H. Van Kol.J.Kesadaran akan nasib Indonesia diperoleh melalui pemikir-pemikir Marxis Barat yang tergolong dalam sosial Demokrasi.W. P. .

N. Brailsford dari sayap kiri partai buruh Inggris .Namun dalam perkembangannya untuk Sukarno tidak membatasi pengetahuan analisanya pada tokoh sosialis Belanda saja Otto Bauer Pemimpin Partai berhaluan Sosial Demokrat dari Austria H.

Analisa serupa sesuai untuk meneropong hubungan IndonesiaNederland. Karl Kautsky Jean Jaures . Dua tokoh lain rupanya sangat cocok dengan Sukarno yaitu Karl Kautsky dari Jerman dan Jean Jaures dari Perancis.

.Bagi Sukarno Pemikiran pemikiran Tokoh tokoh tersebut diatas memang hanya kegunaannya yang difikirkan atau kecocokan dengan keadaan di Indonesia.

.Sosialisme Sukarno tidak tumbuh di kalangan pemikirpemikir yang sefaham seperti lazimnya timbul dalam partaipartai sosialis atau marxis lainnya. Hal ini agak berbeda dengan pertumbuhan Hatta dan Syahrir yang berpengalaman di Luar Negeri dan hadir dalam kongres-kongres sosialis internasional.

Bagi HAtta dan Syahrir ideologi Sukarno terlalu bersifat Sukarnois. .

. Sebaliknya bagi Sukarno persoalan ekonomi yang dibicarakan Hatta bukan persoalan ekonomi sosialis.Hal ini terutama karena keengganan Sukarno yang terkenal terhadap soal soal ekonomi. Ia terlalu detail.

Menurut Sukarno tekanan kebebasan manusia dalam ajaran-ajaran sosial-demokrasi justru mengarah ke elitisme .

. Dan malah cenderung untuk berfikir dalam garis besar.Sukarno memang hanya memikirkan pokok-pokok. Sebaliknya kesatuan ingin digalangkan dengan menanam suatu tujuan yang ideal. Program program yang mendetail mengenai masyarakat sosialis atau organisasi partai dianggap Sukarno sebagai sesuatu yang dapat memecah belah saja.

Tetapi pada dasarnya Dasar Pemikiran Sukarno adalah Anti Kapitalisme dan Anti Imperialisme. .

.." .Kapitalisme berarah ke pemiskinan...Kapitalisme menurut Sukarno "suatu pergaulan hidup yang timbul dari cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat alat produksi..

.Dalam pidato-pidatonya kemudian Sukarno selalu menyebut penolakannya terhadap sistem masyarakat di mana manusia mengeksploitir sesamanya.

Bahasa Sukarno yang imaginatif menunjukkan kebenciannya terhadap imperialisme yang baginya identik dengan kolonialisme: Imperialisme juga suatu faham. imperialisme juga suatu pengertian .

.. bukan penguasa..Ia bukan ambtenaar BB. suatu sistem menguasai atau mempengaruhi ekonomi bangsa lain atau negeri. Sukarno melihat imperialisme ini sebagai sebab dari segala kesengsaraan bangsanya. Ia adalah suatu nafsu. kemiskinan.. bukan pemerintah. tidak adanya kebebasan maupun pembangunan..

dan baginya imperialisme adalah obsesi hidupnya. hal inilah yang membuat Sukarno akan serahkan dirinya.Karena Sukarno sendiri terlahir dalam keadaan Imperialisme sedang mencengkram tanah airnya. .

Awal Karir Politik Sukarno 1927 .1930 .

Pada waktu itu pergerakan Indonesia dalam keadaan suram. Sejak bangkitnya pergerakan kira-kira tiga puluh tahun yang lalu perpecahan di dalam dan tekanan dari luar telah merusaknya. . Pekerjaan sebagai asisten di THS di tolaknya.Tahun 1926-27 Sukarno pun mulai tampil sepenuhnya di Di dunia Politik. Sukarno malahan mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia).

agama-agama. aliran-aliran ismeismenya serta konflik-konflik sosial menggoncangkan pergerakan ini . sukuisme.Keaneka-ragaman masyarakat indonesia.

. yaitu Sarekat ISlam. Dalam Waktu singkat Sarekat Islam dapat menarik ratusan ribu anggotaanggota yang penuh semangat.Tapi dari semua itu ada satu gerakan yang ternyata bisa menyatukan.

Kritik terhadap Kapitalisme di dasarkan atas agama dan bukan karena struktur sosial. dan menentang kapitalisme.Tujuan-tujuan Sarekat Islam ini tidak selalu jelas. Kalangan pimpinan SI misalnya mengatakan bahwa agama Islam menghalalkan bunga dan bukankah sifat pokok kapitalisme adalah penganakan modal dan pemetikan bunga. baru kemudian umpamanya Sarekat Islam menolak kerjasama dengan Belanda. .

Jadi Islam menentang kapitalisme dan para pemimpin SI menelorkan istilah "Kapitalisme yang berdosa". . Akan tetapi mengenai struktur dan akibatakibat buruk kapitalisme sendiri pimpinan SI tidak mengeluarkan suara.

Dalam keadaan demikian pengaruh Pimpinan SI akan mudah tergeser oleh pimpinan yang lebih radikal dan lebih mempunyai fikiran yang jelas. .

Sarekat ISlam pun pecah menjadi Sarekat Hijau dan Sarekat Merah yang kemudian tumbuh menjadi PKI. .

Pemerintah Belanda menunjukkan tangan besi untuk menghancurkan PKI serta melarangnya. Ratusan orang dibuang ke Digul di Papua. .PKI kemudian mengorganisir pemberontakan 1926 terhadap Belanda akan tetapi pemberontakan ini gagal.

Karena itu tahun 1926 SUkarno menerbitkan tulisan pertamanya yang matang dalam Indonesia Muda: "Nasionalisme.DAya tarik Sarekat Islam dan kemampuan PKI untuk mengorganisir pemberontakan pertama dalam skala nasional ternyata meninggalkan kesan yang kuat membekas pada Sukarno. Islam dan Marxisme .

Pokok Pikiran di sini adalah Nasionalismenya. . Dengan cermat SUkarno melihat bahwa suatu ide nasionalisme yang lebih dipertajam dengan tujuan-tujuan yang jelas akan dapat diterima semua dalam keadaan pergerakan pada waktu itu dan dengan itu mengorganisir kembali pergerakan.

Tulisannya terutama ditujukan kepada elite pergerakan dan bukan kepada rakyat. . Tercantum dalam konsepsi Sukarno seruan kepada para cendikiawan dan orang-orang Indonesia yang berpendidikan karena mereka biasanya memiliki kecurigaan terhadap rakyat yang buta huruf.

puas dengan menonton peristiwa-peristiwa sejarah dan hanya mengabdi pada tuan-tuannya.Golongan-golongan konservatif. menganggap rakyat kecil puas dengan nasibnya. .

Kepuasaan ini telah hilang dan bersama itu hilang pula kepercayaan rakyat kepada para penguasa. Rakyat tidak lagi menerima begitu saja pembagian masyarakat antara kaya dan miskin seperti dalam keadaan masyarakat tradisional .

kesatuan Indonesia dan persaudaraan di antara berbagai gerakan . ini bisa dimaklumi karena pertumbuhan intelektuil Sukarno sendiri yang demikian dipengaruhi oleh Marxisme.Dalam tulisan ini juga terlihat keberpihakan SUkarno terhadap Marxisme. saya tidak memihak! Saya hanya menghendaki kesatuan. Namun Sukarno hanya akan membatasi analisa marxisnya pada fenomena Imperialisme. Saya bukan orang Komunis.. Nasionalisme maupun Islam dirasakan sebagai faham-faham yang kurang tajam untuk menganalisa keadaan.

Tokoh Revolusi zaman Sukarno Muda Mencapai tujuannya melalui disiplin sebagian masyarakat yaitu golongan Proletar Mencapai revolusi dengan konsepsi rakyat. Menurut Sukarno kaum Proletar di Indonesia lemah.Sukarno berbeda dengan Lenin . Tidak ada atau belum ada karena sistem eksploitasi Belanda yang terlalu banyak memeras dan memerlukan Indonesia sebagai tempat buruh murah .

Tampilnya Sukarno dengan Konsep Nasionalismenya pada saat di mana pergerakan mendapat pukulan dan hambatan dan ditengahtengah kekacauan tujuan. . membuka suatu babak baru dalam perkembangan nasionalisme Indonesia.

.Dengan aksi dan programnya SUkarno bertindak seolah-olah telah berdiri suatu negara di dalam negara kolonial. Salah seorang pendengar pidato Sukarno mengatakan bahwa pada saat itu dia seperti percaya bahwa Indonesia telah merdeka.

Dengan susah payah Sukarno akhirnya berhasil mendirikan PPPKI (Permoefakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia) di mana PNI mendapat peranan penting .

imperialisme. Sukarno lalu mengucapkan tuduhan klasiknya terhadap Kolonialisme baru . Di depan pengadilan. .Tahun 1930 diadakan razia terhadap PNI dan Sukarno ditangkap. Sukarno dihukum dua tahun dan sekeluarnya dari penjara dia terjun lagi ke kancah Politik.

Lahirnya Marhenisme 1930 .

Sukarno : "Siapa yang memiliki alat-alat pertanian itu?" Marhaen : "Milik saya". Panen adalah panennya sendiri.Pada tahun 1930 inilah Sukarno mendefinisikan konsepsi rakyatnya dengan melahirkan Marhaenisme." katanya lagi. . Pada suatu waktu Sukarno berjalan-jalan di desa dan bertemu dengan seorang tani yang bernama Marhaen si petani tidak menjual tenaganya pada majikan sebagai seorang proletar. Akan tetapi petani Marhaen ini tetap miskin. Usahanya hanya sekedar untuk melangsungkan hidup dari harta miliknya. Sukarno :” Siapa yang memiliki tanah ini ?” Marhaen : "Milik saya." Sukarno : "Siapa yang memiliki pacul itu?" Marhaen: "Milik saya. Si petani memiliki alat-alat produksi.

Rakyat Indonesia menurut Sukarno adalah jutaan Marhaen-Marhaen seperti itu atau sebagian besar seperti itu. Kemiskinan mereka ini adalah karena kolonialisme. Marhaen ini tidak akan berubah menjadi pelopor dan kekuatan revolusi kalau kesadaran mereka tidak dibangkitkan. .

Yang menarik di sini adalah bahwa fokus Sukarno mengenai rakyat adalah sebenarnya "entrepreneur kecil". Persoalan hubungan-hubungan di dalam masyarakat ini tidak dilihatnya. .

pamong desa. atau marhaen-marhaen yang mempunyai milik lebih besar ataupun tengkulak dan juragan-juragan batik yang kaya.Sukarno mengabaikan golongan-golongan seperti Lurah. .

karena mengemukakan hal-hal ini hanya akan berarti memecah belah.Pun tidak dipersoalkan Sukarno jutaan rakyat yang tidak memiliki tanah tetapi kerja sebagai penggarap atau buruh tani. .

Di sini rupanya Sukarno mempersoalkan strategi pergerakan yang harus membangkitkan marhaen dengan memperhatikan nasib mereka juga. Buruh tani dan lain-lain rupanya diperkirakan akan terlalu apatis untuk dapat menghadapi dunia luar. .

Namun bagi Sukarno yang menjadi pertimbangan utama untuk melancarkan konsepsi Marhaen adalah buat meyakinkan elite Indonesia yang terdidik untuk menghilangkan konsepsi-konsepsi mereka sendiri mengenai rakyat. MARHAEN .

"orang dusun" dan seterusnya.Konsepsi-konsepsi tradisionil kaum elite ini adalah tercantum dalam katakata "rakyat bodoh". . "kampungan". Konsepsi tradisionil elite ini didobrak dan diganti dengan istilah Marhaen sebab istilah Proletar tidak cocok malahan akan lebih mengagetkan elite.

1933 .Sukarno. Hatta dan Syahrir 1930 .

Sering dipakai kata revolusi.Salah satu sebab mengapa Sukarno di tangkap pada tahun 1930 adalah pemakaian bahasanya yang keras. Di depan pengadilan kolonial Sukarno menjelaskan pemakai kata-kata tersebut. atau istilah-istilah lain yang radikal. .

Bahasa radikal bagi SUkarno adalah alat seorang politikus untuk menggelorakan semangat rakyat dengan mana diisi keberanian serta kepercayaan akan hari depan. .

Jaures dan Kautsky .Bahasa Radikal pun sering digunakan kaum sosial-demokrat seperti Troelstra.

. Hatta dan Syahrir menekankan pembentukan kader dan kursus-kursus politik. yaitu antara Sukarno di satu pihak dan Hatta serta Syahrir di pihak lain.Gaya kepemimpinan Sukarno ini akhirnya menyebabkan keretakan dalam kalangan pergerakan nasional. SUkarno kurang memperhatikan bidang ini.

Sebab langsung dari perpecahan dalam pergerakan adalah karena Mr Sartono membubarkan PNI tanpa konsultasi dengan ribuan anggotanya ketika SUkarno di tangkap. .

Kemudian Partai Indonesia (Partindo) dibentuk. Sedangkan Hatta dan Syahrir mendirikan PNI (Pendidikan Nasional Indonesia) atau PNI-baru. Sekeluarnya SUkarno dari penjara dia menggabungkan diri dengan Partindo.

Keretakan antara SUkarno dan Hatta-Syahrir semakin mendalam. Tindakan sewenang-wenang Sartono dilihat sebagai hasil gaya kepemimpinan Sukarno yang menyebabkan struktur partai kurang demokratis.

Syahrir mengatakan bahwa gaya kepemimpinan SUkarno ini seperti orang yang memberikan jimat-jimat kepada rakyat dan membangkitkan perang jihad.

Kritik mereka adalah bahwa cara penggalangan kekuatan akan menjebloskan pemimpinan pergerakan ke dalam penjara sebelum kekuatan yang sesungguhnya terwujud.

Tidak ada seorang lain kecuali dia (Sukarno) yang membawa PARTINDO ..... ke arah agitasi dan demonstrasi dan sekarang seluruh pergerakan kiri menderita di bawahnya karena itu.....

"Kemauan" yang datang dari visi harus ditumbuhkan dengan segera di kalangan rakyat. .Pihak Sukarno sebaliknya melihat bahaya pembentukan kader-kader yang ketat. Sejarah pemukulan terhadap PKI menyadarkan akan ini.

. Sebaliknya pihak Hatta mengejek karena SUkarno meminta keringanan ketika dalam pembuangan. .Bagaimanapun juga keretakan antara tiga tokoh pergerakan tersebut kemudian berubah menjadi saling tuduh menuduh melepaskan prinsip prinsip perjuangannya. Sukarno menuduh Hatta pernah meninggalkan prinsip-prinsip Non-koperasi karena Hatta pernah dicalonkan menjadi anggota Tweede Kamer.

.Tahun 1933 Sukarno pun dibuang di Endeh (Flores) dan Hatta. Syahrir dibuang ke Boeven Digul (Papua).

.Lantas apa yang menyebabkan perbedaan antara ketiga pemimpin ini ? INi karena pengalaman mereka berbeda.

Sukarno tidak pernah berada di Luar Negeri Sukarno tidak pernah dikelilingi oleh orang-orang setara dalam pertumbuhannya dan dalam peran politiknya. Dia bertumbuh sendiri dan beraksi sendiri. .

Dan mereka dikelilingi kawankawan seperjuangan yang setingkat sejak permulaan. .Sedangkan Hatta dan Syahrir melihat dan mempelajari struktur partai-partai di Belanda.

Ciri khas Sukarno adalah bahwa dia selalu berdiri sendiri. .Sukarno di kelilingi rekan-rekan Indonesia yang tidak memperhatikan politik atau orang-orang yang jauh lebih rendah pendidikannya.

Strategi yang diambil Sukarno adalah dengan cara mengertak memperoleh kemerdekaan. .

bersama-sama kita akan ganyang segala kesulitan itu Setiap pemuda yang bersemangat harus melihat ke Barat . Bersama-sama rakyat Indonesia. kita akan pecahkan segala kesulitan itu.SUkarno percaya pada rakyat sedangkan Syahrir melihat bahwa rakyat berada dalam cengkeraman feodalisme.

Bagi Sukarno. Bagi Sukarno. Ini berarti pergerakan tanpa memperhitungkan rakyat.Sukarno melihat bahwa dalam kebudayaan Indonesia sendiri ada motor-motor yang membangun. . pembentukan kader-kader hanya akan menimbulkan elitisme saja.

1942 .Tahanan Politik Belanda 1933 .

Dalam tahun 1933. suatu tahun yang suram. Kita tidak lain daripada menjiplak saja. belum mampu... Kepada seorang teman lain dia mengatakan bahwa bila dia melihat kegunaan dari koperasi (kerjasama) Ia akan bersedia .. Masih akan lama sekali sebelum pergerakan nasional akan berarti sesuatu. dia menulis kepada seorang teman : .Namun pada Sukarno pun sering timbul keraguan mengenai rakyatnya.. untuk membuat hal-hal yang asli kita tidak mampu.

Kepercayaan Sukarno akan Rakyatnya menyebabkan dia memakai cara-cara persuasi dan mencoba menyakinkan orang. semangat Sukarno kelihatan masih tetap bergelora.Dalam pembuangan di Flores. Yang menjadi sasarannya kali ini adalah Islam. .

.SUkarno melihat bahwa pranata-pranata Islam di Indonesia kolot dan orangorangnya tidak mengenal sejarah.

.Sukarno sadar bahwa semua negara Islam dalam keadaan mundur dan berada di bawah penguasaan asing.

Sukarno menyerang status tinggi yang diberikan pada para Sajid Tidak ada agama yang lebih menekankan persamaan daripada Islam .

ajaranajaran salah dan anti-rasionalisme. Sehingga ajaran Islam dikelumuti oleh ketidak-tahuan.. sedang agama adalah lebih sederhana dan rasionil daripada ajarannya .. tahyul...Sukarno melihat bahwa banyak hadit-hadis salah yang masuk dalam ajaran ISlam yang tidak ada hubungannya dengan agama . kekolotan.

.Tahun 1938 SUkarno dipindahkan ke Bengkulu. Dengan perbuatan dan pidatopidatonya dia mencoba memodernisir Islam di sana. .

Masa Pendudukan Jepang dan Masa Kemerdekaan Indonesia 1942 .1950 .

Tahun 1941 perang Pasifik pun pecah Dengan mudahnya Jepang menduduki Hindia Belanda tanpa seorang pemimpin Indonesiapun yang mengulurkan tangan untuk menolongnya secara sungguh-sungguh. .

Hindia Belanda lenyap tanpa kemampuan membangkitkan pendukung-pendukungnya yang berarti baginya.

Para Pemimpin Pergerakan Nasionalis Indonesia yang menjadi tahanan Politik pun mulai dibebaskan. SUkarno dan Hatta pun mulai kembali bersatu

Syahrir memilih tidak bekerja sama dengan Jepang, dan ikut dalam gerakan Bawah Tanah

SUkarno dan Hatta memilih bekerja sama dengan Pemerintah Pendudukan Jepang

Tahun 1945 Jepang pun akhirnya kalah perang terhadap Amerika

.Dengan begitu status Indonesia sebagai daerah pendudukan Jepang dalam kondisi tanpa pemerintahan.

yang diwakili oleh Adam Malik. . Chaerul Saleh.Hal ini mendorong kondisi elit politik Jakarta terbagi dalam dua golongan.M. B. Wikana dan lain-lain. SUkarno-Hatta di satu pihak dan kaum pemuda di pihak lain. Diah.

. Kaum pemuda ingin merebut kekuasaan dari Jepang dengan kekerasan.Dua Golongan sangat berbeda pendapat soal cara meraih kemerdekaan SUkarno-Hatta menunjukkan bahwa persoalannya bukan lagi Jepang yang sudah menyerah tetapi Belanda.

Hatta terletak pada nama mereka dan kemampuan mereka untuk berunding dengan Jepang. Kekuatan tokoh politik Sukarno . sekutu dan akhirnya Belanda.Bagi Sukarno Hatta Untuk apa menjatuhkan korban-korban dan pertumpahan darah yang sia-sia. .

Pada akhirnya tanggal 17 Agustus 1945 Republik Indonesia pun di proklamirkan oleh Sukarno-Hatta,

Sukarno menjadi Presiden dan Hatta menjadi Wakil Presiden, di kenal sebagai Dwi Tunggal Revolusi

Dan segera Sukarno mengadakan perjalanan, tour ke seluruh Jawa. Tidak pernah dia tinggal diam dan di mana mana berpidato.

Dan kharismanya menangkap jutaan manusia yang sekarang hanya memiliki satu harapan yaitu Kemerdekaan.

Secara rasionil Sukarno setuju dengan politik hati-hati yang dilakukan kabinet, maka dalam hatinya dia paham bahwa di mana kekuasaan administratif pemerintahan sedang dalam keruntuhan, maka makna gambaran-gambaran dan janji-janji akan bertumbuh.

Dan dalam zaman kekacauan dan pembebasan akan merupakan tata-susunan yang riil. .

Hatta dan tokohtokoh Politik lain adalah orangorang sipil selama karirnya. . Karena itu tak heran kesalahan-kesalahan pun mulai dibuat.Namun Sukarno. tiba-tiba sekarang mereka ditempatkan dalam kedudukan sebagai kepala negara dengan pemerintah yang mereka idam-idamkan.

. PETA (Pembela Tanah AIR) di bubarkan pada hari-hari pertama sesudah proklamasi. sedangkan PETA merupakan satusatunya organisasi tentara dengan hirarki yang ketat.Atas desakan Jepang. .

. Namun terlambat. Sehingga pemerintah kehilangan kesempatan selama beberapa tahun untuk mengontrol tentara.Atas dorongan pemuda-pemuda. Sukarno masih mencoba menghindarkan pembubarannya.

Perwira-perwira PETA kembali ke kampung-kampung mereka dan mengorganisir barisan perjuangan.Malahan tentara sekarang tumbuh sendirian. . dan tidak terorganisir.

. kalau bukannya diliputi kecurigaan.Antara laskar laskar perjuangan-perjuangan dan Sukarno tidak selalu ada hubungan mesra yang sungguh-sungguh.

.Hal ini sendiri mungkin mempengaruhi politik-politik Sukarno terhadap TNI selanjutnya.

.SUkarno sebagai Pimpinan revolusi Indonesia tidak pernah mengembangkan strategi militer. Persoalan militer memang merupakan bagian terasing bagi Sukarno seumur hidup. Bahkan campur tangan sajapun tidak.

Sukarno pun tidak menghasilkan anak buah yang sungguh-sungguh dapat dipercaya di kalangan militer untuk memberikan seluruh loyalitas kepadanya. .

Akan tetapi sebaliknya mungkin karena itu pengaruh politik dan ideologi SUkarno sedikit di kalangan militer. . Proses perkembangan ini adalah tragedi revolusi Indonesia. dan diambil alih oleh para Jendral Perintis TNI.

Mao Tse-tung di Tiongkok Ho Chi Minh di Vietnam Revolusi mereka memakai militer sebagai alat revolusi dan mencampuri strategi militer kalau tidak melahirkan strateginya sendiri. .Berlainan dengan revolusi Indonesia.

Tokoh-tokoh revolusi di Tiongkok dan Vietnam mempunyai anak buah militer seperti Jenderal Giap dan lain-lain Deng Xiaping dan Tentara Jendral Giap dan Tentara .

Dibandingkan dengan tokoh-tokoh tersebut tidak ada satu katapun mengenai militer maupun mengenai gerilya dalam tulisan-tulisan Sukarno. .

Dalam zaman revolusi Sukarno sejak permulaan dikelilingi oleh suatu pemerintahan lengkap dengan birokrasinya dan partai-partai politik yang beraneka ragam. .

.Pada permulaan memang ada rencana untuk membentuk partai pelopor (Staatspartei) Namun rencana ini ditinggalkan demi menghapuskan segala sesuatu yang berbau Jepang atau fasisme untuk bisa berunding dengan Belanda.

Sukarno tidak menunjukkan banyak pengaruhnya karena Sukarno tidak suka duduk di tengah-tengah meja perundingan untuk tawar menawar.Juga dalam soal diplomasi. .

.Diplomasi diserahkan pada Syahrir dan tokoh-tokoh yang lebih dekat dengan Hatta.

Namun selama tahun 1945-1950 antara SUkarno dan Hatta tidak ada persaingan atau perpecahan.Hatta sebenarnya lebih banyak mencampuri soal diplomasi dan perundingan dengan Belanda. .

.Sukarno menyokong segala politik kabinet Hatta. juga dalam menghadapi persoalanpersoalan dalam negeri seperti pemberontakan Madiun. dan lain-lain.

meski mungkin peranan Sukarno kurang dalam pemerintahan sehari-hari.Sebaliknya. . namun gaya dan pidato-pidatonya akan menjadi identik dengan revolusi.

. pemuda. sipil serta yang penting sekali dunia luar. tokoh politik. militer.. Simbolik SUkarno menyebabkan semua lapisan masyarakat Indonesia. percaya akan realitas revolusi Indonesia.Kharismanya dipakai untuk menguasai massa rakyat.

1959 .Militansi Presiden Sukarno 1950 .

yaitu presiden konstitusionil. SUkarno menjadi presiden dari pemerintahan parlementer. .Tahun 1950 Kemerdekaan Indonesia dicapai. Dari republik Indonesia Serikat menjadi Republik Indonesia.

Perusahaan Belanda masih berkuasa.Namun dalam batinnya sendiri Sukarno merasa dia adalah presiden bekas Hindia Belanda. .. Papua Barat masih di tangan Belanda. Dan Indonesia adalah Uni dengan kerajaan Belanda.

Hal ini tercermin juga dari Militansi Sukarno dan pidato-pidatonya yang berkobar-kobar terhadap Belanda Majulah terus. maju terus. demikianlah kukatakan dalam pidato 17 Agustus 1957. jangan mundur. kita tak bisa dan tak boleh berbalik lagi. bongkar. mandek-amblek. mundur-hancur. kita telah mencapai point of no return! .

Jika dalam masa revolusi kemerdekaan hal semacam ini demikian berguna. . sekarang dianggap sebagai ancaman bagi kestabilan negara baru.

Banyak Elite Republik Indonesia melihat peranan Sukarno sebagai suatu ancaman. hak hanya dapat diperoleh dengan perjuangan. Namun dia adalah Presiden! . Sukarno tak henti-hentinya menuntut Papua Barat dikembalikan. bubarkan Uni. nasionalisir perusahaan-perusahaan Belanda.Hak tak dapat diperoleh dengan mengemis.

! Hatta mundur dengan alasan tidak bisa bekerja sama lagi dengan Presiden .Militansi Sukarno pada akhirnya memicu Perpecahan di kalangan elite Indonesia Ini di tandai oleh perpecahan antara Sukarno dan Hatta..

.Dan hasil yang dicapai PKI semakin menambah runyam keadaan. Sukarno hendak memberikan tempat kepada PKI. Hasil pemilihan Umum 1955 menambah kegawatan karena banyaknya partai.

Islam dan Marxisme.Nasionalisme. Buah Pikirannya semasa muda Akan di realisirnya sekarang menjadi NasAKom (Nasionalis Agama Komunis) .

Keadaan sosial dan ekonomis yang masih kacau. Semua pihak mengharapkan suatu penerobosan keadaan.Tetapi di sisi lain Kondisi saat itu adalah cita-cita kemerdekaan yang belum di penuhi. .

Kup-Kup militer telah mengancam keadaan. Percobaan-percobaan pembunuhan terjadi. .

.. Cuma saya ketahui bahwa tiap-tiap manusia. Setiap pemimpin revolusi yang hidupnya berada dalam ancaman akan segera menyadari bahwa dia terkurung dalam kurun umurnya yang terbatas di dunia ini..…….Dan saya tidak mengetahui Allah SWT akan memberi umur berapa lama lagi kepada saya. bahkan tiap-tiap mahluk hidup di dunia ini akhirnya akan dipanggil kembali oleh Allah SWT.

Parlemen di Bubarkan dan kembali pada UUD 1945 Dan ini jadi dasar terbentuknya kerangka Demokrasi Terpimpin.Karena itu Sukarno segera bertindak. . Dekrit Presiden di keluarkan.

Perebutan Irian Barat dan Konfrontasi Malaysia 1960 .1965 .

Sehubungan dengan ditunda-tunda Penyerahan Papua Barat kepada Indonesia Sukarno Tahun 1961 Mulai melakukan persiapan perang merebut Papua Barat .

Konflik yang makin memanas ini berakibat PBB turun tangan menjadi penengah Konflik tersebut Hingga berujung Bergabungnya wilayah Papua kedalam Negara Republik Indonesia .

establishment ini mempunyai harapanharapan tinggi kepada masa depan. . 1963.Di Puncak masa kekuasaan Sukarno.

Deklarasi Ekonomi (Dekon) diumumkan sebagai niat baik para pemimpin Indonesia. .Papua Barat sudah menjadi bagian Indonesia.

.Dan tahap pembangunan ekonomi akan segera dimulai.

di mana mereka telah kenyang dengan visi dan kini ingin bekerja tenang.Justru pada saat rising hopes. .

Yoo... Ganjang.. Ganjang..ayoo...... kita. Malajsia Ganjang.... Malajsia Bulatkan tekad Semangat kita badja Peluru kita banjak Njawa kita banjak Bila perlu satoe-satoe! Sukarno malah melancarkan politik konfrontasinya dengan Malaysia .

Malaysia tidak saja dilihat sebagai suatu ancaman imperialisme dari luar akan tetapi dilihat sebagai persoalan dalam negeri.Sukarno punya pertimbangan lain kenapa melakukan konfrontasi dengan Malaysia. .

. sistem moneter yang terikat dengan mata uang luar negeri.Malaysia dijadikan simbol negara neo-kolonialisme di mana investasi modal asing merajalela. politik luar negeri yang memihak Barat.

. .Konfrontasi dengan Malaysia menjadi penegasan ideologis bagi Sukarno sehingga konfrontasi ini menjadi miliknya.

. Malaysia jauh lebih kuat dan kokoh daripada yang di kira Sukarno dan orang-orang di sekelilingnya.Akan tetapi. Sukarno keliru menganalisa keadaan.

Lebih berbahaya lagi baginya. karena Sukarno tidak menyelami suasana Indonesia pada saat konfrontasi dengan Malaysia. .

Dalam tahun-tahun 50-an ketika Sukarno melancarkan konfrontasi dengan Belanda mengenai Papua. Saat itu memang penuh dengan kekuatiran akan macetnya Revolusi. . .

.Akan tetapi Indonesia dalam tahun 1963 penuh dengan harapan. .

. . Dalam masa rising hopes. establishment tidak lagi membutuhkan Sukarno.Saat rising fears adalah saat yang cocok bagi Sukarno.

1970 .Demokrasi Terpimpin dan Jatuhnya Sukarno 1965 .

Sejak Keluarnya Dekrit Presiden yang membubarkan Parlemen Mulailah Era Demokrasi Terpimpin Sistem Demokrasi Terpimpin didasarkan pada aliansi antara partai-partai (termasuk PKI). tentara dan presiden sebagai pihak ketiga. .

Biarpun tindakan-tindakan ini serta Demokrasi Terpimpin menjamin demokrasi dan pimpinannya diterima secara populer. namun semuanya mengandung kelemahan-kelemahan dalam dirinya.. .

Sebab akhirnya segala sesuatu akan tergantung dari Presiden yang mempraktekkan politik perimbangan. .

Sedangkan seorang presiden adalah manusia yang terkungkung dalam batasan umur. .

Selama presiden masih diperkirakan mampu melanjutkan hayatnya dan masih lama menguasai keadaan maka sistemnya diharapkan tetap kokoh. .

sistem Sukarno pun mulai goncang. .Akan tetapi sekali tanda-tanda penyakit timbul.

Hal ini mungkin bisa menjelaskan ketidak-tenteraman Sukarno sejak tahun-tahun 1960-an. .

berpesta pora.Dia mondar-mandir melakukan perjalanan ke luar negeri. Dan Sukarno bergerak terus. .

. penuh kesegaran hidup dan semangat lebih pemuda dari para pemuda.Segalanya diperbuat untuk menunjukkan bahwa dia belum mendekati akhir hayatnya dan masih sehat.

.Akan tetapi makin lama makin banyak orang melihat tanda-tanda ketuaan pada Sukarno yang semakin berumur. Kekuatan-kekuatan di luarnya mulai dipersatukan.

Semuanya berproses terus dan akhirnya menjadi sebab langsung kejatuhannya. .Dan semuanya bersiap-siap untuk bertindak kalau-kalau akan terjadi sesuatu dengan pimpinan revolusi dan pimpinan negara.

yang dikenal dengan nama Peristiwa Gerakan 30 September (G30S). Terjadi Peristiwa penculikan sejumlah jenderal Angkatan Darat pada tanggal 30 September 1965 tengah malam. .Balon persatuan pecah berkeping-keping dalam tahun 1965.

.. Sukarno sendiri insaf bahwa dia hanya seorang diri.Apa yang bisa saya buat? Dari permulaan saya dikelilingi suatu pemerintahan ... Setelah bulan September 1965 Presiden Sukarno dalam satu pidatonya mengatakan ........

Elite baru Indonesia oleh Sukarno sendiri sering disebutnya sebagai orang-orang yang berlaku seperti pemegang saham dalam sebuah perseroan terbatas yang namanya Republik Indonesia. .

dan Turunnya Sukarno sebagai Presiden . Dan berakhir dengan Diangkatnya Jendral Suharto sebagai Pajabat Presiden.Peristiwa G30S/PKI merupakan turning point (titik balik) dalam perjalanan hidup Sukarno sebagai Presiden.

Sukarno pun Resmi menjadi Tahanan Politik Hingga Wafat Tahun 1970 dan di makamkan Di Blitar .

Posisi Sukarno Dalam Sejarah Indonesia .

Adalah kurang tepat untuk mengukur Sukarno dari sudut sejarah Indonesia. . Ukuran yang sebaiknya dipakai bagi Sukarno adalah dari sudut ideologi Kiri.

.Dan mungkin ini juga lebih dipentingkan Sukarno sendiri daripada pertimbanganpertimbangan lain.

.Sebab pada akhirnya Sukarno adalah pembuat Sejarah dan bukan Sejarawan.

Jadi mengapa Sukarno dapat kita sebut seorang Kiri. seorang revolusioner ? .

.Pertama adalah Sukarno sangat menentang Kolonialisme dan Imperialisme yang dianggap sebagai kekuatan penindas pada zamannya.

Kedua adalah Penekanan Sukarno pada mobilisasi kekuatan Rakyat. . konsep Mobilisasi Rakyat inilah yang baru dalam konsepsi-konsepsi tradisional Indonesia sepanjang abad.

Konsepsi tradisionil adalah berkisar pada seorang raja. wahyu atau kekuatan spiritual/supernatural .

Pembentukan kekuatan dengan rakyat merupakan sesuatu yang dapat mengancam kepemimpinan dan kaum elite.Massa dan rakyat justru tabu dalam perhitungan-perhitungan kekuatan politik. .

.Bila pendekatan Sukarno terhadap rakyat ini menjadi unsur pokok dari pandangan-pandangan revolusionernya maka konsepsinya mengenai negara yang di proklamirkannya sendiri dari mana Sukarno adalah presidennya yang pertama mengungkapkan sifat kiri pemikiran nya.

. Memang revolusi tidak mungkin dilembagakan terutama tidak dalam bentuk negara.Sukarno menganggap "revolusi belum selesai".

ketentraman ataupun tata tertib yang biasanya menjadi dasar suatu negara. . .Konsepsi "Revolusi belum selesai" menolak konsepsi-konsep mengenai kestabilan.

.Sukarno menekankan perubahan dan bukan kontinuitas.

Kepemimpinannya sendiri pada akhirnya memberikan kesan tidak ada sesuatu yang dibuat untuk abadi. .

. lembaga-lembaga baru ditumbuhkan.Semboyan-semboyan berganti-ganti. diperlemahkan dan didirikan yang baru.

Tidak ada yang keramat kecuali pimpinan revolusi sendiri. .

Konsepsi Revolusi Sukarno mungkin dapat dibandingkan dengan "revolusi kebudayaan" Mao Tse-tung. . Akan tetapi kalau Mao dan partainya berhasil mendirikan negaranya dengan kader-kadernya.

.Sukarno mendasarkan kekuatan-kekuatan yang bertentangan dan dikelilingi oleh negara bukan buatan sendiri.

VS Akhirnya konsepsi Sukarno bertentangan dengan establishment Indonesia yang ingin mengabadikan hasil-hasil revolusi dan tidak berkepentingan terhadap revolusi demi revolusi. .

Lantas. Kenapa bisa bertentangan demikian ? Establishment Republik Indonesia muncul dari masa pergerakan dan revolusi. .

Para pemimpin Republik Indonesia adalah orang-orang yang telah terseleksi mewakili 100 juta orang Indonesia. .

.Mereka terpilih karena sepakat akan cita cita Indonesia Merdeka. berperanan dalam pergerakan dan revolusi atau paling sedikit tidak menentang tercapainya Indonesia Merdeka.

.Namun salah satu ukuran yang paling menonjol dalam penyeleksian ini adalah dasar pendidikan.

.Pendidikan rupanya menjadi ukuran untuk memperoleh tempat penting selama pergerakan maupun pada masa revolusi dan sesudahnya.

rasa nasionalisme yang lain. . .Hal ini jauh lebih penting daripada semangat.

.Hal ini membatasi dan memberikan ciri-ciri pada pimpinan revolusi dan politik Indonesia.. Orang-orang yang berpendidikan tinggi biasanya berasal dari kalangan yang sudah berstatus sosial tinggi.

.Sukarno merupakan bagian dari elite ini dan juga merupakan tokoh unik di dalamnya.

Yang demikian menyolok mengenai Sukarno adalah bahwa dia berdiri sendiri dan tidak dikelilingi oleh kawan-kawan seperjuangan yang sebanding. .

Subandrio pun bukan pengganti yang sebenarnya. Untuk itu Sukarno sudah terlalu lanjut usianya. . Sukarno tidak memiliki tangan kanan dan . tangan kiri yang terpercaya.

teman atau pengikut serta para pengagum dan bukannya partner.Pada akhirnya Sukarno hanya memiliki sekutu-sekutu. . fraksi-fraksi.

Rencana partai pelopor pada masa kekuasaannya juga sudah terlambat untuk direalisir. .

.Seperti pada awal karir politiknya. Sukarno berdiri lagi. maka dalam detik-detik terakhir kekuasaan dan hidupnya. . Sendirian.

.Ada semacam keagungan melihat tokoh revolusi ini mencoba memberikan arah kepada jalannya revolusi.

Sekali lagi sendirian.Tetapi di sana dia berdiri. Biarlah Sejarah yang menilainya sendiri . Sedang segala arus menentangnya.