Kurikulum

AZAS-AZAS KURIKULUM

ASAS-ASAS KURIKULUM
1. Latar Belakang
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam pendidikan. Tanpa kurikulum, proses pendidikan tidak akan berjalan mulus. Kurikulum diperlukan sebagai salah satu komponen untuk menentukan tercapainya tujuan pendidikan. Di dalam kurikulum terangkum berbagai kegiatan dan pola pengajaran yang dapat menentukan arah proses pembelajaran. Itulah sebabnya, menelaah dan mengkaji kurikulum merupakan suatu kewajiban bagi guru . Berbagai pendapat mengenai kurikulum telah dikemukakan oleh para ahli pendidikan. Dalam PP No. 19 tahun 2005 tentang SNP dijelaskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang diguna kan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (2007:3) Senada dengan pengertian di atas, Oemar Hamalik (1990:32) menyatakan bahwa kurikulum adalah suatu alat yang amat penting dalam rangka merealisasi d mencapai tujuan pendidikan an sekolah. Dalam arti luas kurikulum dapat diartikan sesuatu yang dapat mempengaruhi siswa, baik dalam lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Namun, kurikulum haruslah

direncanakan agar pengaruhnya terhadap siswa benar-benar dapat diamati dan diukur hasilnya. Adapun hasil hasil belajar tersebut haruslah sesuai dengan tujuan pendidikan yang diinginkan, sejalan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat, relevan dengan kebutuhan sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat, sesuai dengan tuntutan minat, kebutuhan dan kemampuan para siswa sendiri, serta sejalan dengan dengan proses belajar para siswa yang menempuh kegiatankegiatan kurikulum. Sementara itu ,Oliver dalam Oliva (1982: 7-8) menyamakan kurikulum dengan program pendidikan, dan membaginya ke dalam empat elemen dasar, yaitu: (1) program studi, (2) program pengalaman, (3) program pelayanan, dan (4) kurikulum tersembunyi. Kurikulum tersebunyi menurut

diorganisasikan untuk ditaati para siswa untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah diterapkan untuk suatu lembaga pendidikan. karakteristik sekolah. dan karakteristik peserta didik.Oliver adalah nilai-nilai yang diajukan sekolah. dan karakteristik peserta didik. Sebaik apa pun kurikulum. Misalnya kurikulum 1975. sosial budaya masyarakat setempat. diorganisasikan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Kurikulum merupakan keseluruhan hasil belajar yang direncanakan dan di bawah tanggung jawab sekolah. Mulyasa. kurikulum sudah mengalami perubahan beberapa kali. tetapi menyangkut pula bagaimana sebuah mata pelajaran diajarkan. 1984. Kurikulum di Indonesia diberi nama sesuai dengan tahun mulai berlakunya. Asas-asas Kurikulum . potensi sekolah/daerah.Kurikulum tidak sekadar mempersoalkan sesuatu yang diajarkan. Implementasi KTSP sangat dipengaruhi oleh guru sebagai ujung tombak pelaksana kurikulum. Kurikulum ini dikembangkan berdasarkan Standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Adapun asasasas kurikulum akan dijelaskan pada bagian berikut. Di Indonesia. tidak akan dapat dilaksanakan tanpa adanya kemampuan guru dalam memahami dan menerapkannya dalam pembelajaran di kelas. kara kteristik sekolah/daerah. Oleh karena itu. dalam mengembangkan KTSP. Kurikulum mengalami perubahan sesuai dengan berkembangnya zaman. 2. guru harus memperhatikan asas -asas kurikulum agar KTSP sesuai dengan asas-asas yang dijadikan dasar dalam pengembangan kurikulum secara umum. (2007: 8) mengatakan bahwa KTSP adalah kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Di samping itu. perhatian dari guru. 2004. tingkat antusiasme para guru. 1994. dan yang termutakhir adalah kurikulum 2006 yang juga disebut KTSP. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi merupakan penyempurnaan dari SK dan KD dalam KBK. sosial budaya masyarakat setempat. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. guru harus mampu mengembangkan KTSP dengan mempertimbangkan potensi sekolah. dan iklim fisik serta sosial di sekolah. Soedijarto mengemukakan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan. Dari beberapa pendapat di atas disimpulkan bahwa kurikulum merupakan seperangkat pelajaran yang harus diberikan kepada siswa dengan metode tertentu dan pengalaman belajar yang relevan dengan tujuan pembelajaran di bawah tanggung jawab sekolah.

Mengapa filsafat sangat diperlukan dalam dunia pendidikan? Menurut Nasution (2008: 28). Faktor ´baikµ tidak hanya ditentukan oleh nilai-nilai. asas filosofis berkenaan dengan tujuan pendidikan yang sesuai dengan filsafat negara. masyarakat. . Di Indonesia. Jadi. Perbedaan filsafat suatu negara menimbulkan implikasi yang berbeda di dalam merumuskan tujuan pendidikan. yakni: . Keempat asas tersebut adalah: a. sehingga tidak lepas-lepas. Nasution (2008:11-14) menjelaskan bahwa ada empat asas yang mendasari pengembangan kurikulum. . serta menentukan cara-cara evaluasi yang ditempuh. .dengan adanya tujuan pendidikan ada gambaran yang jelas tentang hasil pendidikan yang harus dicapai. perlu memahami kurikulum dan asas-asas yang mendasarinya. . atau filsafat yang dianut sebuah negara. Kurikulum yang dikembangkan harus mampu menjamin terwujudnya tujuan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Jadi. cita-cita. pengembangan. Asas Filosofis Sekolah bertujuan mendidik anak agar menjadi manusia yang ´baikµ. . tujuan pendidikan akan berubah sama sekali. bahkan dunia. menentukan bahan pelajaran dan tata cara mengajarkan. orang tua. tetapi juga oleh guru. manusia yang bagaimana yang harus dibentuk. Apabila pemerintah bertukar.filsafat memberikan kebulatan kepada usaha pendidikan. penyusunan.filsafat pendidikan menentukan arah ke mana anak-anak harus dibimbing. Kurikulum mempunyai hubungan yang erat dengan filsafat suatu bangsa. Sekolah ialah suatu lembaga yang didirikan oleh masyarakat untuk mendidik anak menjadi manusia dan warga negara yang dicita-citakan oleh masyarakat itu. filsafat menentukan tujuan pendidikan.tujuan pendidikan memberikan petunjuk apa yang harus dinilai dan hingga mana tujuan itu telah tercapai. terutama dalam menentukan manusia yang dicita-citakan sebagai tujuan yang harus dicapai melalui pendidikan formal.Guru.filsafat juga menentukan cara dan proses yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan itu. Undang-Undang Dasar 1945. sebagai pengembang kurikulum dalam skala mikro. dan pelaksanaan kurikulum harus memperhatikan Pancasila. dan Garis-Garis Besar Haluan Negara sebagai landasan filosofis negara. Dengan demikian terdapat kontinuitas dalam perkembangan anak. filsafat besar manfaatnya bagi kurikulum.

maka kurikulum dapat direncanakan dan dilaksanakan dengan cara seefektifefektifnya. Soal yang penting ialah: bagaimana anak itu belajar? Kalau kita tahu betul bagaimana proses belajar berlangsung. dalam keadaan yang bagaimana belajar itu memberikan hasil sebaikbaiknya. untuk kepentingan anak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dlam pengembangan kurikulum adalah: y Anak bukan miniatur orang dewasa y Fungsi sekolah di antaranya mengembangkan pribadi anak seutuhnya. Anak-anak dapat belajar. Selama berabad-abad. anak tidak dipandang sebagai manusia yang lain daripada orang dewasa. . Hal ini tampak dari kurikulum yang mengutamakan bahan. menerima norma-norma. Asas Psikologi Anak dan Psikologi Belajar 1) Psikologi Anak Sekolah didirikan untuk anak. banyak pula persamaan di antara mereka. mengubah sikapnya. lain dari yang lain.. Kurikulum hendaknya mempertimbangkan keunikan anak agar ia sedapat mungkin berkembang sesuai dengan bakatnya. Kemudian muncullah aliran progresif. sedangkan anak ´dipaksaµ menyesuaikan diri dengan bahan tersebut dengan segala kesulitannya. menguasai sejumlah keterampilan. y Walaupun tiap anak berbeda dari yang lain.tujuan pendidikan memberi motivasi dalam proses belajar-mengajar. Padahal anak mempunyai kebutuhan sendiri sesuai dengan perkembangannya. dapat menguasai sejumlah pengetahuan. y Tiap anak unik. Maka sebagian dari kurikulum dapat sama bagi semua. Pada permulaan abad ke -20. yakni menciptakan situasi-situasi yang memungkinkan anak dapat belajar mengembangkan bakatnya. yakni kurikulum yang semata-mata didasarkan atas minat dan perkembangan anak (child centered curiculum). 2) Psikologi Belajar Pendidikan di sekolah diberikan dnegan kepercayaan dan keyakinan bahwa anak-anak dapat dididik. b. dpat dipengaruhi kelakuannya. Kurikulum ini dapat diapandang sebagai reaksi terhadap kurikulum yang diperlukan orang dewasa tanpa menghiraukan kebutuhan anak. y Faktor anak harus benar-benar diperhatikan dalam pengembangan kurikulum y Anak harus menjadi pusat pendidikan/sebagai subjek belajar dan bukan objek belajar. mempunyai ciri-ciri tersendiri. bila jelas diketahui apa yang ingin dicapai. anak kian mendapat perhatian menjadi salah satu asas dalam pengembangan kurikulum.

lalu dinyatakannya dalam kelakuan. timbullah berbagai teori belajar yang menunjukkan ketidaksesuaian satu sama lain.menentukan kegiatan belajar mengajar yang paling serasi . sedangkan penganut ilmu jiwa gestalt akan cenderung memilih kurikulum terpadu. Tiap masyarakat berlainan corak nilai-nilai yang dianutnya. Dengan demikian. Selain itu. Simpulan . 2008:57) 3.seleksi dan organisasi bahan pelajaran . (Nasution. Perbedaan ini harus dipertimbangkan dalam kurikulum. IPS. adat kebiasaan yang harus dikenal dan diwujudkan anak dalam pribadinya. Bahasa. Akan tetapi tidak memberikan gambaran tentang keseluruhan prooses belajar. Penganut ilmu jiwa asosiasi akan memilih bentuk organisasi kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran. dan lain-lain. Pentingnya penguasaan psikologi belajar dalam pengembangan kurikulum antara lain diperlukan dalam hal: . Pada umumnya tiap teori mengandung kebenaran. d. Ataukah diusahakan hubungan secara lebih mendalam dengan menghapuskan segala batas-batas mata pelajaran (dalam bentuk kurikulum terpadu).merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai. Karena masyarakat merupakan faktor penting dalam pengembangan kurikulum.Oleh sebab belajar itu ternyata suatu proses yang pelik dan kompleks. Ia selalu hidup dalam suatu masyarakat. Di situ. Asas Organisatoris Asas ini berkenaan dengan masalah bagaimana bahan pelajaran akan disajikan. ataukah diusahakan adanya hubungan antara pelajaran yang diberikan. Jadi. masyarakat dijadikan salah satu asas. Tiap anak akan berbeda latar belakang kebudayaanya. teori belajar dijadikan dasar pertimbangan dalam pengembangan kurikulum. Apakah dalam bentuk mata pelajaran yang terpisah-pisah. Asas Sosiologis Anak tidak hidup sendiri terisolasi dari manusia lain. ia harus memenuhi tugas-tugas yang harus dilakukannya dengan penuh tanggung jawab. baik sebagai anak maupun sebagai orang dewasa kelak. yang mencakup segala gejala belajar dari yang sederhana sampai yang paling pelik. 3. perubahan masyarakat akibat perkembangan iptek merupakan faktor yang benar-benar harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum. Ia banyak menerima jasa dari masyarakat dan ia sebaliknya harus menyumbangkan baktinya bagi kemajuan masyarakat. misalnya dalam bentuk broad field atau bidang studi seperti IPA. Tiap masyarakat mempunyai norma-norma.

Namun demi-kian.Dari uraian di atas. Nasution. 2008. Panduan Lengkap KTSP. ditarik bebrapa simpulan. maka pada masa itu didirikan pula lembaga-lembaga pendidikan umum nasional seperti Muhamma-diyah. Bandung: Remaja Rosda Karya. Jogjakarta: Pustaka Yustisia. DAFTAR PUSTAKA Mulyasa. meskipun hakikat dan tujuannya pada dasarnya tetap sama. Pada masa sesudah proklamasi kemerdekaan. dan asas organisatoris. E. PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA 1 . perjuangan ke arah kemerdekaan per1u dilakukan melalui jalur pendidikan. yaitu mencerdaskan serta meningkatkan kua1itas kemampuan bangsa. asas sosiologis. SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL REALISASl. yaitu: a. b. arah pendidikan kita men-jadi lebih jelas. yang meliputi asas filosofis. S. Kurikulum selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Pendahul uan Mar 31. para pejuang serta perintis kemerdekaan telah menyadari bahwa pendidikan meru-pakan faktor yang sangat vital dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta membebaskannya dari belenggu penjajahan. Tim Pustaka Yustisia. upaya pendidikan pada masa sesudah prok1amasi kemerdekaan barangkali memiliki . Taman Siswa dan lembaga-lembaga pendidikan swasta lainnya. 2007. diskriminatif dan diorientasikan pada ke-pentingan pemerintah penjajahan. Jakarta: Bumi Aksara. asas psikologis. maka sistem pendidikan rakyat yang sudah ada perlu dibina dan dikembangkan untuk menjangkau kepentingan rakyat secara lebih luas. perlu diperhatikan asas-asas kurikulum. Di dalam mengembangkan kurikulum. Disamping mengembangkan lembaga-lembaga pendidikan rakyat tradisional yang pada umumnya berorientasi keagamaan. Asas-asas Kurikulum. KurikulumTingkat Satuan Pendidikan. 2007. Mengingat bahwa sistem pendidikan pemerintah kolonial pada masa itu tidak demokratis karena bersifat elit. '08 4:06 AM untuk Sesungguhnya semenjak jaman perjuangan kemerdekaan dahulu. me-reka berpendapat bahwa disamping melalui organisasi po1itik. Oleh karena itu.

realisasi serta praktek pelaksanaannya di lapangan juga dibahas serta persoalan -persoalannya di identifikasikan pemecahannya . Oleh karena itu. Hanya saja. pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya insani merupakan suatu usaha besar dan vital yang sela1u diupayakan serta menjadi pusat perhatian se-tiap negara yang ingin memajukan bangsanya. konsep pendidikan na-sional. Konsep Sistem Pendidikan Nasional a. Konsep sistem pendidikan nasional akan tergantung pada konsep tentang sistem. maupun konsep sistem pendidikan nasional. dalam kata pembukanya da1am usaha untuk menemu kan kemungkinan-kemungkinan . konsep tentang pendidikan dan konsep tentang pendidikan nasional. serta strategi atau upaya-upaya nyata yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Undang-undang Pendidikan dan peraturan-peraturan lain mengenai pendidikan dan pengajaran. Kita semua menyadari bahwa pada masa-masa yang akan datang kema-juan dan kejayaan suatu negara tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kekayaan sumberdaya alam. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1950 yang merupakan produk perta-ma undang-undang pendidikan dan pengajaran sesudah masa kemerdekaan tidak memberikan definisi tentang konsep pendidikan. Definisi Tidak begitu mudah untuk memberikan suatu definisi yang memadai mengenai sistem pendidikan nasional. Proses dan hasi1 pendidikan harus mampu menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhan bangsa akan sumberdaya manusia yang trampil dalam berbagai jenjang pendidikan serta dalam berbagai jenis keterampilan yang bervariasi. Maka1ah ini dimaksudkan untuk membahas sistem pendidikan nasional sebagai upaya untuk membangun struktur dan strategi pendidikan dalam rangka peningkatan kualitas sumberdaya manusia Indonesia.dimensi yang 1ebih 1uas dan lebih komplek. melainkan harus dilihat dari segi konsepsi atau ide dasar yang me-landasinya seperti yang biasanya tersurat dan juga tersirat dalam ketetapan-ketetapan Undang-undang Dasar. Di samping itu. Usaha dan perjuangan suatu ne-gara dalam meningkatkan kecerdasan serta kemampuan bangsanya dapat dilihat dalam sistem pendidikannya. prinsip-prinsip yang melandasinya. karena menyangkut ke-mampuan survival bangsa dalam mepertahankan dan mengisi kemerdek aan. melainkan lebih banyak ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki oleh negara tersebut. terutama dilihat dari segi konsepsi serta tujuan yang ingin dikejar. Perlu pula disadari bahwa konsep me-ngenai pendidikan dan sistem pendidikan nasional tidak bisa semata-mata disimpulkan dari praktek pelaksanaan pendidikan yang terjadi sehari-hari di lapangan. 2.

Di samping itu. dikemukakan bahwa pendidikan nasi onal merupakan landasan pembangunan masyarakat nasional. ayat 1 ). Penga-jaran dan Kebudayaan pada waktu itu. Kalau pendidikan nasional kita benar-benar merupakan suatu sistem. Sistem dibangun dari komponen-komponen dan kom-ponen- . komponenkomponen sistem tersebut harus berhubungan dan berinteraksi secara terpadu. kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (pasal 1 ayat .masyarakat. bangsa dan negara´ ( Pasal 1. Unsur-unsur Pokok Sistem Pendidikan nasional Kazik (1969:1) mendefinisikan sistem sebagai "organisme yang diran-cang dan dibangun strukturnya secara sengaja. 2 ). Jadi dengan demikian. Oleh karena itu. Menteri Pendidikan. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. (2) isi atau komponen. Muhd. Suatu sistem (termasuk sistem pendidikan) dibangun dengan maksud untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu. Yamin. Memang dapat dimak1umi. akhlak mulia. kepribadian. yaitu masya -rakat yang berkesusilaan nasional. Suatu sistem memiliki tiga unsur pokok: (1) tujuan. sistem (pendidikan nasiona1 dapat dianggap sebagai jaringan satuan-satuan pendidikan yang dihimpun secara terpadu dan dikerahkan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan nasional didefinisikan sebagai "pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem pendidikan nasional adalah "keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional´ (pasal 1 ayat 3 ). sistem pendidikan dan pe-ngajaran lama secara berangsurangsur harus digantikan dengan sistem pendi-dikan dan pengajaran nasional yang demokratis. dan (3) proses. bahwa pada masa-masa itu konsep dan gagasan pendidikan nasional meru-pakan reaksi dari sistim pendidikan kolonial yang bersifat diskriminatif dan elitis. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan didefinisikan potensi Nasional. yang terdiri dari komponen-kumponen yang berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang harus berfungsi sebagai suatu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan sebelumnya".yang ditulis oleh Mr. maka ia setidak-tidaknya memiliki tiga unsur pokok tersebut. b. kecerdasan. pendidikan na-siona1 dan sistem pendidikan nasiona1 dapat dijumpai dalam Undang-undang No. Pengertian yang 1ebih jelas mengenai pendidikan. sebagai untuk "Usaha memiliki Dalam sadar dan undang-undang terencana un -tuk ini pendidikan mengembangkan mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secaraaktif dirinya kekuatanspiritual keagamaan. pengendalian diri.

Menteri Pendidikan. Dengan keluarnya Undang-undang No. Mekanisme dan prosedur beroperasinya serta berfungsinya komponen-komponen suatu sistem dalam upaya mewujudkan tujuan sistem merupakan proses sistem tersebut. 145 tahun 1965 tujuan pendidikan nasional dirumuskan sebagai berikut : . 4 Tahun 1950 diberla-kukan untuk seluruh wilayah Republik Indonesia sebagai Undang-undang no. karena pendidikan pada masa penjajahan secara formal tidak berakar pada kebudayaan nasional dan tidak berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. pada masa permulaan kemerdekaan. 0. Pada tahun 1965. Melalui Keputusan Presiden Repu1ik Indonesia No. karena pada masa itu negara ingin menghasilkan patriot bangsa yang rela berkorban untuk negara dan bangsa. Dengan semangat tersebut diharapkan kemerdekaan bisa dipertahankan dan dengan semangat itu pula kemerdekaan akan diisi. mengikuti perubahan situasi politik yang terjadi pada masa-masa tersebut misalnya. maka pendidikan nasional dan sistem pendidikan nasional akan terbatas pengertiannya pada pendidikan dan sistem pendidikan pada masa sesudah proklamasi kemerdekaan. rumusan tujuan pendidikan dan pengajaran mengalami perubahan. tujuan pendidikan terutama berorientasi pada usaha "menanamkan jiwa patriotisme" (S. 104/Bhg. Kalau pendidikan nasional didefinisikan sebagai pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta berakar pada nilai-nilai agama dan kebudayaan nasional. Sejak proklamasi kemerdekaan. Tekanan tampaknya diletakkan pada pembentukan warga negara yang demokratis dan warga negara yang bertanggung jawab sebagai antitesa warga masyarakat terjajah. rumusan-rumusan mengenai tujuan pendidikan nasional harus dicari dari dokumen-dokumen pada masa sesudah proklamasi kemerdekaan. Pasal 3 undang-undang tersebut menetapkan bahwa "tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air".komponen bagian yang semuanya itu membentuk isi suatu sistem sebagai piranti untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. 12 tahun 1954.K. Pengajaran dan Kebudayaan No. 1) Tujuan Pendidikan Nasional Apa tujuan yang ingin diwujudkan oleh pendidikan nasional?. tanggal 1 Maret 1946}. Sebagai konsekuensinya. 4 Tahun 1950. pada saat Indonesia berada di bawah gelora Manipol/Usdek. rumusan pendidikan nasional disesuaikan dengan situasi politik pada masa itu. Tujuan pendidikan ini tidak mengalami perubahan sampai pada saat undanq-undang No. tujuan pendidikan telah mengalami beberapa kali perubahan.

Sesudah terjadinya peristiwa G30S/PKI. dari Pendidikan Prasekolah sampai Pendidikan Tinggi. Pasal 4 undang-undang tersebut menyatakan bahwa : Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. (d) Kerakyatan. Pada tahun 1973. 2 Tahun 1989. dapat mengembangkan kreativitas dan tanggung jawab. Pembangunan di bidang pendidikan didasarkan atas Falsafah Negara Pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangunan yang berPancasila dan untuk membentuk Manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya. (e) Keadilan Sosial seperti dijelaskan dalam Manipol/Usdek". adi1 dan makmur baik spirituil dan materiil dan yang berjiwa Pancasila. yaitu: (a) Ke-Tuhanan yang Maha Esa. masa tidak Pada masa ini tujuan pendidikan tampaknya diti-tikberatkan pada pembentukan Pancasilais itu barangkali banyak ditemukan manusia Pancasilais palsu sepenuhnya berpegang pada Pancasila dan UUD 1945 yang murni. . IV/MPH/1973 yang dikenal dengan nama Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).³Tujuan Pendidikan Nasional kita baik yang dise1enggarakan oleh pihak Pemerintah maupun Swasta. XXVII/MPRS /1966. Berdasarkan ketetapan Majelis Permu-syawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia No. (c) Kebangsaan. yang bertanggung jawab atas terse1eng-garanya masyarakat Sosialis Indonesia. MPR hasil pemilihan umum menge1uarkan ketetapan No. agar pendidikan dapat dimiliki o1eh se1uruh rakyat sesuai dengan kemampuan masing-masing individu. Dalam ketetapan tersebut dirumuskan pula tujuan nasional pendidikan yang baru berbunyi sebagai berikut : Pendidikan pada hakikatnya ada1ah usaha sadar untuk mengem-bangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa. maka pendidikan ada1ah tanggung jawab keluarga. tujuan pendidikan dirumuskan sebagai berikut: "Membentuk manusia Pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki oleh Pembukaan Undang-undang Dasar manusia 1945 dan isi sejati. memi1iki pengetahuan dan keterampilan. dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur. (b) Prikemanusiaan yang adil dan beradab. masyarakat dan Pemerintah. kembali rumusan tujuan pendidikan mengalami perubahan. men-cintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang temaktub dalam dalam Undang-undang Dasar 1945". memiliki pengetahuan dan keterampi1an . Undang-undang karena Dasar pada yung 1945". kesehatan jasmani dan rohani. supaya melahirkan warga negara Sosialis Indonesia yang susila. Rumusan tujuan pendidikan nasional dalam Undang-undang No. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan yang berbudi pekerti luhur. 0leh karenanya.

berakhlak mulia. Komponen-komponen sistem pendidikan nasional tersebut dapat dibagi dalam dua go1ongan besar yaitu: (1) Satuan Pendidikan Sekolah dan (2) Satuan Pendidikan Luar Sekolah. kemampuan sosial kemasyarakatan. kreatif. berjenjang dan berkesinambungan. Sementara itu. sehat. 20 tahun 2003 Bab II pasal 3 yang menegaskan bahwa : ³Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b) Tujuan pendidikan yang dirumuskan pada umumnya sangat idea1istis. Pendidikan Dasar. dan tampaknya kurang memperhatikan kemungkinan-kemungkinan kesulitan dalam pelaksanaannya di1apangan. . 2) Komponen-Komponen Sistem Pendidikan Nasional Lepas dari sega1a variasi rumusan tujuan pendidikan yang telah dikemukakan di atas.kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. pendidikan nasional merupakan suatu proses yang di maksudkan untuk membentuk sejumlah kemampuan manusia Indonesia dari berbagai tingkat usia dan golongan yang meliputi: kemampaun kepribadian dan moralitas. kemampuan vokasional. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab´. pendidikan kedinasan. pendidikan luar biasa. kemampuan inte1ektua1. Mempelajari rumusan-rumusan tujuan pendidikan yang dikemukakan di atas beberapa kesimpulan dapat ditarik: a) Tujuan pendidikan nasional cukup sering berubah mengikuti perubahan situasi politik yang terjadi pada suatu masa. pendidikan kejuruan. rumusan tujuan pendidikan nasional yang terbaru dapat dibaca dalam UU No. Satuan Pendidikan Sekolah merupakan bagian dari sistem pendi-dikan yang bersifat formal. pendidikan sekolah dapat diklasifikasikan lagi menjadi pendidikan umum. Dilihat dari sifatnya. pendjdikan keagamaan. berilmu. mandiri. Untuk mewujudkan tujuan yang beraneka ragam tersebut diperlukan satuan-satuan dan jalur-jalur pendidikan yang merupakan komponen-komponen sistem pendidikan nasional. Dilihat dari jenjangnya. cakap. pendidikan sekolah dapat dibagi menjadi Pendidikan Prasekolah. c) Perubahan tujuan tampaknya tidak secara maksimal diikuti dengan perubahan strategi dan piranti yang memungkinkan tujuan tersebut dapat diwujudkan. Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. kemampuan jasmani dan kemampuan-kemampuan lainnya. pendidikan akademik dan pendidikan profesional.

Padaha1 Iandasan yang ditanamkan dalam keluarga sangat besar penga-ruhnya bagi proses pendidikan anak se1anjutnya. potensi daerah. dan peserta didik. sumberdaya pendidikan dan pengelolaan . mencari tahu serta bentuk-bentuk pendidikan informal lain yang dipero1eh dari berbagai media massa dan sumber belajar 1ainnya. memper-hatikan.kecerdasan. tenaga kependidikan. pendidikan melalui kelompok-kelompok belajar. dan satuan-satuan pendidikan lain yang sejenis. Kuriku1um pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. kursus-kursus.Satuan pendidikan luar sekolah meliputi: pendidikan dalam keluar-ga. Jenis pendidikan tersebut adalah pendidikan oleh dan untuk diri sendiri atau pendidikan yang diperoleh secara otodidak melalui membaca. peningkatan potensi. di negara kita pendidikan dalam keluarga belum memainkan peranan yang berarti. Pendidikan pada satuan pendidikan ini bisa bersifat informal. Begitu juga. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : peningkatan iman dan taqwa. Dalam usaha untuk menyediakan kesempatan belajar yang se1uas-1uasnya bagi setiap warga negara serta mendorong terwujudnya masya-rakat belajar melalui proses belajar yang berlangsung seumur hidup. potensi. dan minat peserta didik. Beberapa di antara sarana penunjang dalam sistem pendidikan kita ada1ah: kurikulum. bertanya. 0leh karena itu partisipasi keluarga dalam proses pendidikan per1u ditingkatkan . maupun formal. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. formal. Sebenarnya masih ada lagi jenis pendidikan lain yang mempunyai potensi untuk meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia. Misalnya. semua satuan pendidikan harus bekerja secara seimbang dan berinteraksi satu sama lain dalam suatu kesatuan sistenm yang merupakan suatu kebulatan. peningkatan akhlak mulia. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 19 ). isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu ( UU No. maka semua komponen atau satuan pendidikan harus tersedia dan terbuka bagi semua warganegara yang memerlukan dan siap memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Keberhasilan komponen-komponen sistem pendidikan dalam menunaikan fungsinya juga tergantung pada adanya beberapa sarana penunjang yang ikut membantu berfungsinya komponen-kornponen atau satuan-satuan pendidikan tersebut. Kurikulum disusun sebagai alat untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasiona1. keragaman potensi .

banyaknya pertemuan dalam satu minggu. dan seni. Meskipun pengelolaan pendidikan nasional berada di bawah tang-gung jawab Menteri Pendidikan Nasional. pustakawan. aturan. Aturan-aturan tersebut meliputi aturan-aturan mengenai persyaratan masuk ke dalam suatu jenjang dan/atau jenis pendidikan. mata ajaran yang dipelajari dan untuk berapa lama dipelajari. sebagian tanggung jawab pengelolaan perlu diserahkan kepada pejabat yang langsung berhadapan dengan penyelenggaraan proses pendidikan. 3) Proses Sistem Pendidikan Nasional Yang dimaksud proses dalam sistem pendidikan nasional adalah mekanisme kerja dalam bentuk berbagai ketentuan. penilik. instruksi dari pejabat pendidikan pada berbagai tingkatan dan ketentuan-ketentuan yang dikembangkan sendiri oleh suatu satuan pendidikan baik yang dinyatakan secara tertulis maupun tidak tertulis. perkembangan ilmu pengetahuan. Kerapkali komponen-komponen sistem pendidikan yang ada tidak mampu menunaikan . Tenaga kependidikan merupakan ujung tombak usaha perwujudan tujuan pendidikan. buku-buku yang dipergunakan. meneliti. (UU No. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. mengembangkan. serta sejumlah aturan lain yang menyangkut pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Tugas pokok mereka adalah menyelenggarakan ke-giatan mengajar. prosedur dan tata cara penyelenggaraan pengajaran termasuk metode mengajar dan sistem evaluasi yang dipergunakan. Peraturan-peraturan Pemerintah. agama. Sebagian dari aturan-aturan ini ditetapkan dalam bentuk Undang-undang. dinamika perkembangan global. dan/atau memberikan pe1ayanan teknis dalam bidang pendidikan. pengelola satuan pendidikan.daerah dan lingkungan. penga-was. maupun prosedur yang memungkinkan seluruh komponen sistem pendidikan (pendidikan luar sekolah dan pendidikan. sumber belajar seperti buku-buku dan alat-alat bantu mengajar dan dana yang memadai. Mereka terdiri dari tenaga-tenaga pendidik. teknologi. tuntutan dunia kerja. Mereka seharusnya merupakan orang-orang yang profesional yang menguasai tugasnya dan memiliki dedikasi dalam melaksanakan tugasnya. peneliti dan pengembang dalam bidang pendidikan. dan teknisi sumber belajar. 20 thn 2003 pasal 36). mengelola. laboran. sekolah untuk berbagai jenis dan jenjang) bekerja dan menunaikan fungsi untuk mencapai tujuan yang te1ah ditetapkan. Berhasilnya suatu satuan pendidikan dalam menunaikan fungsinya perlu ditunjang dengan penyediaan sumberdaya pendidikan yang meliputi: gedung dan perlengkapannya. melatih.

fungsinya dengan baik karena tidak ada aturan yang menuntun proses kerjanya. Realisasi Si. dan mem-berikan prinsip-prinsip dasar untuk menuju arah tersebut. 3. Oleh karena itu. kepala sekolah dan tenaga-tenaga kependidikan lainnya. Realitas pe1aksanan pendidikan di lapangan akan banyak ditentukan oleh petugas yang berada di barisan paling depan. atau karena aturan-aturan yang ada kurang memadai atau seringkali berubah-ubah. mungkin masih terlalu dini untuk menilai realisasi serta pelaksanaannya di lapangan. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat halhal yang diatur dalam undang ini menjadi suatu kenyataan. Perlu disadari bahwa UU No. Ada kesan bahwa semua persoalan pendidikan akan bisa diselesaikan . 20 Tahun 2003 yang kita anggap sebagai sumber utama gagasan sistem pendidikan nasional belum genap berusia 1 tahun. Setelah ketentuan-ketentuan dalam peraturan-peraturan pemerintah itu disusun barulah dapat dirancang kegiatan-kegiatan pelaksanaannya. Realisasi Sistem Pendidikan Nasional Undang-undang No. aturan-aturan yang bersifat fundamental perlu ditetapkan dalam bentuk ketetapan yang lebih permanen sifatnya seperti undang-undang atau peraturun-peraturan pemerintah. Berdasarkan gambaran di atas. b. yaitu guru. Undang-undang pendidikan nasional hanya mampu memberikan arah. dapat diperkirakan bahwa realisasi pelaksanaan undang-undang mengenai sistem pendidikan nasional secara utuh akan masih memerlukan wak tu.setelah undang-undang ini diberlakukan. Oleh karena itu. serta mengatur prosedurnya secara umum. Peraturan-peraturan pemerintah yang membe-rikan pedoman pelaksanaannya belum disusun. karena fungsi utama undang-undang ini pada dasarnya adalah sebagai sumber acuan untuk memulai langkah-langkah pembenahan dalam upaya pendidikan. Tidak semua aturan yang menuntun proses penyelenggaraan pendidikan harus diatur melalui undang-undang atau peraturan pemerintah. Aturanaturan yang bersifat lebih dinamis dan mudah berubah sebaiknya ditetapkan dalam bentuk ketentuan-ketentuan yang dapat diubah dengan cepat. Harapan semacam itu mungkin agak berlebihan.stem Pendidikan Nasional dan Permasalahannya a. 20 Tahun 2003 tidak mungkin dapat mengatur semua kegiatan pendidikan yang terjadi di lapangan. Masyarakat mungkin menaruh harapan yang besar akan kemampuan undang undang ini dalam menangani masalah-masalah pendidikan. Masalah-Masalah Pendidikan Yang Ada Sekarang .setidak-tidaknya akan lebih mudah diselesaikan .

Admi-nistrasi serta sistem pengelolaan pendidikan kita pada hakikatnya masih bersifat sentra1istis yang sarat dengan beban birokrasi . efisien dan taqwa. terbuka. di Jawa dan di luar Jawa. internalisasi nilai-nilai dan sikap. 1986). Pendidikan kita mungkin baru berhasil meningkatkan kemam-puan peserta didik yang merupakan bibit unggul. kreatif. Persentase atau banyaknya lulusan lebih diutamakan daripada apa yang dikuasai atau bisa dilakukan oleh lulusan tersebut. manusia Indonesia barus bisa ditingkatkan kualitasnya. haruslah sanggup bekerja agar keras. 1) Secara umum pendidikan kita sekarang ini tampaknya lebih menekankan pada akumulasi pengetahuan yang bersifat verbal dari pada penguasaan keterampilan. 4) Pendidikan kita sekarang. bertanggung jawab.Pendidikan kita sekarang ini setidak-tidaknya sedang dihadapkan pada empat masalah besar: masalah mutu. di samping kendala administrasi dan pengelolaan. khususnya kendala yang berkaitan dengan sarana/prasarana. 2) Pola motivasi sebagian besar peserta didik lebih bersifat maladaptif daripada adaptif. . Di samping berpengetahuan luas. Pola motivasi maladaptif lebih berorientasi pada penampilan (performance) daripada pencapaian suatu prestasi (achie -vement) (Dweck. Pendidikan kita sekarang ini masih belum berhasil meningkatkan kualitas hasil belajar sebagian besar peserta didik yang pada umumnya berkemampuan sedang atau kurang. melainkan juga manusia yang dan itu. masalah pemerataan. masalah motivasi. 3) Kualitas proses dan hasil pendidikan belum merata di seluruh tanah air. Di samping itu kuantitas tampaknya lebih diutamakan dari pada kualitas. suatu bentuk motivasi yang lebih mengutamakan kulit luar daripada isi. juga masih dihadapkan pada berbagai kendala. Masih ada kesenjangan yang cukup besar dalam proses dan hasil pendidikan di kota dan di luar kota. Manusia yang berkualitas hendaknya tidak diartikan sebagai manusia yang sekedar terampil. punya kesadaran nilai dan moral. Ijazah atau gelar lebih dipentingkan daripada substansi dalam bentuk sesuatu yang benar-benar dikuasai dan mampu dikerjakan. Apabila kondisi pendidikan seperti ini berlangsung terus dan tidak bisa diubah. sumberdana dan sumberdaya. disangsikan apakah bangsa kita dapat bersaing dengan bangsa lain pada masa-masa yang akan datang . ulet. di samping tentu saja beriman diupayakan sebagian besar Sebagai suatu manusia Indonesia dapat memiliki sifat-sifat tersebut. Dalam menghadapi persa-ingan dalam mengejar keunggulan. khususnya keunggulan dalam bidang ekonomi. O1eh karena itu persoa1an-persoa1an pendidikan masih sulit untuk ditangani secara cepat. efektif. efektif dan efisien. serta pembentukan ke-pribadian. dan masalah keterbatasan sumberdaya dan sumberdana pendidikan.

1) menyebutkan 8 faktor yang paling sering disebutsebut sebagai faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan. ci-ri-ciri keefektifan. Mangieri (1985. sumberdaya pendidikan. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Na-sional tidak secara eksplisit hanya mengatur masalah mutu pendidikan. c. tenaga kependidikan. peserta didik. 1989 ). mengajar siswa . Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 telah meletakkan landasan bagi pembangunan sistem pendidikan nasional yang dapat dijadikan sebagai titik acuan dalam pengembangan pendidikan 1ebih lanjut. guru yang kompeten. evaluasi. keberhasilan pendidikan Jepang terletak pada kesanggupannya meningkatkan kemampuan sebagian besar anak didik mereka dengan cara mendorong dan mengajar mereka bekerja keras sejak aval untuk mencapai prestasi yang maksimal dan tidak semata-mata mengandalkankan pada bakat dan kemampuan alamiah.perbandingan. maka sistem pendidikan nasional harus diupayakan agar dapat memecahkan masalah serta mengatasi kendala-kendala yang disebutkan di atas. penge-lolaan dan pengawasan. Perjuangan dalam me-ningkatkan mutu pendidikan menuntut adanya kerja keras dari semua tenaga kependidikan serta kerjasama antara sesama satuan pendidikan. keterlibatan orang tua dan dukungan masyarakat. hlm. disiplin yang kuat. kurikulum yang ketat. maka tugas utama dalam pelaksahaan sistem pendidikan nasional kita adalah bagai mana meningkatkan kualitas proses pendidikan sehingga dapat menghasilkan tenaga kerja berkualitas yang kompetitif untuk bersaing setidak-tidaknya dengan tenaga kerja lain di kawasan Asia Tenggara. pendidikan Amerika lebih mengandalkan hasil pendidikannya dari anakanak yang memiliki kemampuan tinggi ( Gordon. 1987. kurikulum. Sidabalok. Sebaliknya. pendanaan yang memadai. Usaha-usaha ke arah pemecahan masalah Sesuai dengan masalah-masalah yang telah dikemukakan di atas. Apabila kita percaya bahwa kemampuan survival bangsa kita dimasa-masa yang akan datang ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya. penilaian. yang terkenal berjudul A dalam Nation at risk merekomendasikan diwujudkan Komisi nasional mengenai keunggulan dalam bidang pen-didikan Amerika dalam laporannya bahwa keunggulan (exelence) bidang pendidikan dapat me1a1ui cara-cara berikut: menambah banyaknya pekerjaan rumah. seperti: tujuan pendidikan. melainkan menyebutkan faktor-faktor yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi mutu pendidikan. Undang-undang No. dan keterikatan pada ni1ai-ni1ai tradisiona1. Kede-lapan faktor tersebut adalah. begitu juga apabila kita percaya bahwa pendidikan merupakan cara terbaik untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

Kewajiban belajar merupakan upaya lain untuk mendemokratiskan kesempatan memperoleh pendidikan. kualifikasi guru yang memenuhi syarat dengan sistem insentif yang mendorong kegairahan kerja. Persoa1an kedua ada1ah bagaimana mendemokratiskan sistem pen-didikan dalam arti yang sesungguhnya.sejak permu1aan keterampi1an belajar dan bekerja. semua anakIndonesia akan mempe-roleh kesempatan untuk rnengikuti pendidikan sampai pada usia atau tingkat pendidikan tertentu. Karena kualitas ditentukan oleh biaya. Semua lembaga pendidikan yang sejenis. sehingga waktu sekolah bisa dimanfaatkan semaksima1 mungkin. karena mutu pendidikan di daerah mereka setara atau malahan lebih tinggi dibandingkan dengan mutu pendidikan di Jawa. Melalui kewajiban belajar usaha untuk menaikkan tingkat pendidikan sebagian besar warga-negara dapat dilakukan secara lebih cepat. kesempatan tersebut baru terbatas pada kesempatan yang sama dalam mempero1eh pendidikan . Namun dalam praktek. dan 6 UU No. Sementara itu ayat 2 menegaskan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajb belajar i . 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa setiap warganegara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar. menerapkan aturan yang tegas mengenai tingkah laku di sekolah dan mengurangi beban administrasi guru. perlengkapan serta peralatan belajar yang mencukupi. melakukan pengelolaan kelas yang lebih baik. 20 Tahun 2003 mengatur agar sistem pendidikan nasiona1 kita memberikan ke -sempatan yang sama kepada semua warga negara untuk mempero1eh pen-didikan secara demokratis. pendidikan yang berkualitas baru bisa diriikmati oleh sebahagian kecil warganegara yang memiliki kelebihan da1am kemampuan intelektua1 maupun kemampuan ekonomis.5.yang cukup banyak diantaranya masih berkua1itas rendah . Standarisasi fasilitas dan kondisi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan standarisasi mutu. Dengan cara ini pada saatnya nanti . Pendidikan yang rendah kualitasnya tidak banyak artinya dalam kehidupan. Melalui kewajiban belajar yang diselenggarakan dan dibiayai oleh negara. apakah lembaga pendidikan tersebut berada di Jawa atau di luar Jawa perlu diusahakan agar memiliki fasilitas pendidikan yang setara dan seimbang: antara lain dalam bentuk gedung yang memadai. dan satuan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan nyata.be1um kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tinggi. Pasal 34 ayat 1 UU No. Usaha untuk mendemokratiskan serta memeratakan kesempatan mem -peroleh pendidikan yang berkualitas antara lain dapat dilakukan dengan menstandardisasikan fasilitas lembaga penyelenggara pendidikan dan menye-1enggarakan kewajiban belajar. Semua pasal 4. anak-anak yang berdomisili di luar Jawa tidak banyak lagi yang menginginkan bersekolah di Jawa.

Dengan perkataan lain.minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. maka peraturan pemerintah yang akan mengatur pelaksanaanya perlu segera dikeluarkan. ada bukti-bukti yang menunjukkan bahwa prestasi belajar anak-anak sekarang ini untuk beberapa bidang studi tertentu cukup memprihatinkan. Mereka pada umumnya kurang tekun. serta terbatasnya sarana pendukung dalam proses pelaksanaannya. 0leh karena itu penanganan masa1ah pendidikan harus dilakukan secara bersistem. Melihat luasnya tujuan yang ingin dicapai. agar semua usaha tersebut dapat mencapai tujuannya secara rnaksimal. karena tidak pernah akan tuntas kalau di1aksanakan oleh lembaga -1embaga pendidikan secara individual melalui cara-cara yang bersifat monolitik. . Namun demikian. banyaknya komponen yang terlibat. Sistem pendidikan nasional mempunyai peranan yang strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sum-berdaya manusia Indonesia dimasa yang akan datang. Oleh karena itu. cepat menyerah kalau menghadapi kesulitan. Soalnya kondisi kehidupan pada masa sekarang ini jauh lebih baik dari masa sebelumnya. usaha-usaha tersebut perlu diatur melaiui suatu strategi nasional yang memiliki landasan yang kuat. realisasi sistem pendidikan nasional tentu saja akan dihadapkan pada berbagai kendala. sekolah. Mengingat demikian vitalnya peranan kewajiban belajar dalam upaya peningkatan kemampuan warganegara. Namun demikian. Satu-satunya alasan yang bisa dipergunakan untuk menerangkan gejala ini adalah bahwa mereka kurang memiliki motivasi untuk belajar. akan tetapi mempunyai fungsi yang sangat vital. Namun demikian. Upaya pembangunan sistem pendidikan nasional yang dapat diandalkan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia yang seutuhnya merupakan suatu usaha besar yang cukup rumit pengaturan maupun pe-1aksanaannya. media massa ) harus berperan serta. landasan sistem pendidikan nasional telah diletakkan sebagai titik acuan dalam usaha melakukan pembenahan lebih lanjut. adalah merupakan tanggung jawab semua lembaga pendidikan untuk mena-namkan kesadaran kepada peserta didiknya akan pentingnya usaha dan kerja keras dalam belajar 4. dan lebih me-nyukai pelajaran yang mudah daripada pelajaran yang sukar. Ringkasan dan Kesimpulan Konsep dasar pendidikan nasional dan sistem pendidikan nasional te1ah dikemukakan. Bahkan pada ayat 3 mengatakan bahwa wajib belajar itu merupakan tanggung jawab negara. Demikian pula konteks sejarahnya. Sulit diterima kalau ada orang yang mengatakan bahwa anak-anak yang hidup pada masa sekarang ini kurang cerdas bila dibandingkan dengan anak-anak dari generasi sebelumnya. semua komponen sistem pendidikan (keluarga. masyarakat. sebagaimana yang dicantumkan dalam pasal 4 pasal 34.

T. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Penjelasannya.E. CV Aneka Ilmu. 23 Februari . naskah tidak dipublikasikan. Undang-undang Republik Indonesia. Kompas. Mangieri . The National Commission on the Excellence in Education.--------- Sebelumnya: INDUSTRIALISASI:ANTARA PERAN DAN ALTERNATIF KEGIATAN Selanjutnya : Kepemimpinan .Jakarta. 41(10). 1040-1048. Forth Worth. Kebijakan pemerintah dalam strategi pendidikan nasional. ( 1980 ). { 1990 ). Ardhana. cet.DAFTAR KEPUSTAKAAN Ardhana. dalam Mangieri. 1989. Bonnie (1987). Education and equality in Japan. Wayan (1990). 22 . LP3ES. The challenge of attaining excellence. D. Bebby. 48 (1). The fundamental of educational planning: Lecture-discus-sion series No. William K. Cummings. Pidato pengukuhan Guru Besar. Students need challenge.New Jersey. 1 tahun 2003 . --------Simon (1989). serta kaitannya dengan motivasi berprestasi. Educational Researcher.9.Unesco: International Institute for Educational Planning. (1969). Cultural Comparison of schooling. Makalah dalam Seminar Televisi Perididikan Indonesia di Surabaya. Razik.S.A. (1986). Educational Leadership. Carol S. l9 Nopember. Sidabalok. Hakikat kewajiban belajar dalam menyongsong rintisan kewajiban belajar SLTP. Pendidikan di Indonesia: Penilaian dan pedoman perencanaan. not easy success. semu: Kedudukannya Undang-undang Republik Indonesia. System analysis and educational design. chair ( 1983 ). IKIP Malang. Pen. August . ( 1985 ). Princeton University Press. Wayan (1991). John N. A. Texas Christian University Press. Motivational processes affecting learning. Wayan (1990).34. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Repub1ik Indonesia. C. Atribusi terhadap sebab-sebah keberhasi1an dan kegagalan. Ardhana.negara kaya yang semakin terancam. Paris. Gordon. 4-7.C. No. A nation at risk: The imperative of educational reform. 45.September. hlm. Clifford. Patricia ( 1990 ). Dweck.Binarupa Aksara. Sepuluh arah baru untuk tahun 1990-In: Megatrends 200. (1982). Princeton. John & Aburdene. Naisbett. Washington. John N. . David P. ( Editor )Excellence in Education. Garder. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Penjelasannya. Margaret M. Jakarta.No. American Psychologist.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful