BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Batubara hidrokarbon. merupakan Rantai senyawa yang

karbon

menyusun Batubara memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar Batubara inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi Batubara dihasilkan dari pengolahan Batubara. Pengetahuan tentang Batubara sangat penting untuk kita ketahui, mengingat Batubara adalah suatu sumber energi yang tidak dapat diperbaharui, sedangkan penggunaan sumber energi ini dalam kehidupan kita sehari-hari cakupannya sangat luas dan cukup memegang peranan penting atau menguasai hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh Batubara digunakan sebagai sumber energi yang banyak digunakan untuk industri, kedua bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa tumbuhan. Sisa-sisa tumbuhan itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa tumbuhan sehingga menjadi batubara. itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi jenis produk yang

1

1.2 Tujuan Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah: • Untuk mendalami pengetahuan penulis terkait Batubara • Untuk mengetahui proses pembentukan Batubara • Untuk mengetahui Analisis proximat pada batubara.

1.3 Manfaat Manfaat Pembuatan Makalah batubara ini adalah : • Dapat mengetahui serta mendalami pengetahuan penulis terkait Batubara • Dapat mengetahui proses pembentukan Batubara • Dapat mengetahui Analisis proximat pada Batubara

2

Karena itulah. Beberapa ahli sejarah yakin bahwa batubara pertama kali digunakan secara komersial di Cina. (1983). (2006a) mengatakan bahwa batu bara adalah mineral organik yang dapat terbakar. Raharjo. Bahkan petunjuk paling awal tentang batubara ternyata berasal dari filsuf dan ilmuwan Yunani yaitu Aristoteles. dan oksigen dalam kombinasi kimia dengan sedikit kandungan unsur sulfur dan nitrogen. Teichmuller and Teichmuller (1968) dalam Murchissen (1968) berpendapat bahwa litotipe dan mikrolitotipe batubara berhubungan erat dengan lingkungan pengendapannya. yang terdapat di dalam lapisan kulit bumi yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami metamorphosis dalam kurun waktu yang lama. hidrogen. Abu batu bara yang ditemukan di reruntuhan bangunan bangsa Romawi di Inggris juga menunjukkan bahwa batubara telah digunakan oleh bangsa Romawi pada tahun 400 SM. Tosch (1960) dalam Bustin dkk. Batubara adalah benda padat yang mengandung karbon.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Batubara merupakan salah satu sumber energi primer yang memiliki riwayat pemanfaatan yang sangat panjang. 3 . terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. batu bara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. yang menyebutkan adanya arang seperti batu. Ada laporan yang menyatakan bahwa suatu tambang di timur laut Cina menyediakan batu bara untuk mencairkan tembaga dan untuk mencetak uang logam sekitar tahun 1000 SM.

ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi) tumbuhan. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification). Oleh karena itu. terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. Proses Terbentuknya Batubara (Sumber: Kuri-n ni Riyou Sareru Sekitan. Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasi tempat tumbuh dan berkembangnya. 2004) Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) –dikenal sebagai zaman batu bara pertama– yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.1 Pembentukan Batubara Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. Oleh karena itu. Gambar 1. Kualitas dari 4 . akan menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsung kemudian.BAB III PEMBAHASAN 3. batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. karakteristik batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) dan lapisannya (coal seam).

yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). endapan tumbuhan berubah menjadi gambut (peat). Dalam kondisi yang tepat. Berikut ini ditunjukkan contoh analisis dari masing –masing unsur yang terdapat dalam setiap tahapan pembatubaraan. Proses awalnya. peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit. Batubara muda adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah. Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite). Dalam proses pembatubaraan. Tabel 1. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun. maka batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous). maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk batubara. yang disebut sebagai ‘maturitas organik’. Contoh Analisis Batubara (daf based) (Sumber: Sekitan no Kisou Chishiki) 5 .setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan.

Data-data di atas apabila ditampilkan dalam bentuk grafik hasilnya adalah sebagai berikut: Gambar 2. serta warnanya akan semakin hitam mengkilat. sehingga kandungan energinya juga semakin besar Proses sedimentasi.maka kadar karbon akan meningkat. umumnya akan semakin keras dan kompak. maupun transportasi yang dialami oleh material dasar pembentuk sedimen sehingga menjadi batuan sedimen berjalan selama vang mencakup proses : jutaan tahun. kompaksi. Selain itu. Karena tingkat pembatubaraan secara umum dapat diasosiasikan dengan mutu atau kualitas batubara. sedangkan hidrogen dan oksigen akan berkurang. kelembabannya pun akan berkurang sedangkan kadar karbonnya akan meningkat. Semakin tinggi mutu batubara. Kedua konsep tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan batubara 6 . sehingga kandungan energinya juga rendah. memiliki tingkat kelembaban (moisture) yang tinggi dan kadar karbon yang rendah. maka batubara dengan tingkat pembatubaraan rendah –disebut pula batubara bermutu rendah– seperti lignite dan sub-bituminus biasanya lebih lembut dengan materi yang rapuh dan berwarna suram seperti tanah. Hubungan Tingkat Pembatubaraan – Kadar Unsur Utama Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pembatubaraan.

yang akan mengubah batubara low grade menjadi high grade. yakni proses dimana tumbuhan mengalami tahap pembusukan (decay) akibat adanya aktifitas dari bakteri anaerob. dan pati. maka zona batubara yang terbentuk dapat berubah dari lingkungan berair ke lingkungan darat. dan abu (A) dalam batubara.2 Analisis proximat Analisis Proximate Adalah analisis batubara yang paling sederhana dan menghasilkan fraksi massa karbon tetap (FC). yaitu proses dimana lapisan gambut tersebut di atas akan mengalami perubahan berdasarkan proses biokimia yang berakibat keluarnya air (H20) clan sebagian akan menghilang dalam bentuk karbondioksida (C02). Kualitas batubara dapat dinyatakan dengan parameter yang ditunjukkan pada saat memberi perlakuan panas terhadap batubara yang biasanya dilakukan dengan analisis proksimat. karbonmonoksida (CO). Perlapisan batubara inilah yang dieksploitasi pada saat ini.1) Pembusukan. protoplasma. misalnya rawa-rawa. dimana lapisan batubara yang telah mengalami gaya tektonik berupa pengangkatan kemudian di erosi sehingga permukaan batubara yang ada menjadi terkupas pada permukaannnya. 7 . yakni proses dimana material halus hasil pembusukan terakumulasi dan mengendap membentuk lapisan gambut. bahan dapat menguap (VM). 3) Dekomposisi. clan metana (CH4). _Selain itu gaya tektonik aktif dapat menimbulkan adanya intrusi/terobosan magma. Dengan adanya tektonik setting tertentu. kebasahan (M). Bakteri ini bekerja dalam suasana tanpa oksigen dan menghancurkan bagian yang lunak dari tumbuhan seperti selulosa. dimana lapisan gambut yang ada akan terkompaksi oleh gaya tektonik dan kemudian pada fase selanjutnya akan mengalami perlipatan dan patahan. Proses ini biasanya terjadi pada lingkungan berair. 3. 2) Pengendapan. 4) Geotektonik. 5) Erosi.

Lengas Permukaan (Free/Surface Moisture) Lengas ini berada pada permukaan partikel batubara akibat pengaruh dari luar seperti cuaca / iklim (hujan). Lengas ini tidak tergantung pada tipe batubara namun dipengaruhi ukuran partikel. analisis terhadap batubara didasarkan pada keadaan. Air yang ditambahkan Permukaan (Free/Surface Moisture). Air Dried Base (adb). a. Metode ini bisa digunakan untuk menetapkan rank batubara.Analisis proksimat batubara bertujuan untuk menentukan kadar Moisture (air dalam batubara) kadar moisture ini mencakup pula nilai free moisture serta total moisture. dan fixed carbon (karbon tertambat). untuk menunjukkan rasio combustion ke incombustion. Bry Base (db). misalnya air drying. Dalam pengujian kualitas batubara. karena kadar lengas meningkat dengan makin besarnya luas permukaan luar. ash (debu).1 Parameter – parameter Dalam Analisis Proksimat Adapun parameter – parameter yang terukur dalam analisis proksimat. antara lain: 1) Lengas (Moisture) Bentuk air dalam batubara dapat dibedakan menjadi Lengas Moisture). atau Dry Mineral Matter Free (dmmf)”. “As Received (ar). volatile matters (zat terbang). Lengas Tertambat (Inherent Moisture) dan Lengas Total (Total 8 . 3. penyemprotan di Stockpile pada saat penambangan atau transportasi tergantung dari kondisi penambangan serta keadaan udara pada saat penyimpanan dan dapat hilang dengan penguapan. sebagai dasar pembelian dan penjualan.2. dan untuk evaluasi keuntungan ataupun untuk tujuan lain. Dry Ash Free (daf).

ukuran butiran. sedimentasi dan proses pembatubaraan. Lengas Total Lengas ini adalah banyaknya air yang terkandung dalam batubara sesuai dengan kondisi diterima. Abu hasil dari pembakaran batubara ini. bercampur selama proses transportasi. 2) Abu (Ash) Komposisi batubara bersifat heterogen. terdiri dari unsur organik dan senyawa anorganik. b. Lengas Tertambat Lengas ini adalah lengas yang terikat secara kimiawi dan fisika di dalam batubara pada saat pembentukan batubara. Lengas ini banyak pengaruhnya pada pengangkutan. Pada umumnya kadar lengas terikat semakin tinggi dengan semakin rendahnya peringkat batubara. kalsium oksida (CaO). Lengas bebas biasanya akan terlepas ke udara apabila batubara dibiarkan didalam ruang pada suhu kamar sampai menjadi kesetimbangan dengan kondisi udara disekitarnya. c. penggerusan. penanganan. maupun proses penambangan. maupun pada pembakaran batubara. karbonat. yang dikenal sebagai ash content. yang merupakan hasil rombakan batuan yang ada di sekitarnya.melalui penyemprotan untuk menekan debu dan mengurangi abu juga termasuk sebagai lengas permukaan. Abu merupakan kandungan residu noncombustible yang umumnya terdiri dari senyawa-senyawa silika oksida (SiO2). baik yang terikat secara kimiawi maupun akibat pengaruh kondisi luar seperti iklim. dan 9 .

sedangkan unsur seperti As. P2O. K2O. TiO3. Na. Mg. K dalam bentuk silikat. Al. Terjadinya abu dalam batubara dapat sebagai inherent mineral matter atau extraneous mineral matter.mineral-mineral lainnya. oksida. dan oksida unsur lain. sulfida. SO3. CaO. Zn dan uranium terdapat sangat sedikit sekali yang disebut trace element. Clay atau Limestone. Mn3O4. Shale. Pb. Bahan sisa dalam bentuk padatan ini antara lain senyawa SiO2. Mn. Fe dan sedikit Ti. Fe2O3. Kadar abu dalam batubara berpengaruh terhadap nilai kalorinya. MgO. Mineral matter atau abu dalam batubara terutama terdiri dari senyawa Si. • Extraneous mineral matter berasal dari tanah penutup atau lapisan–lapisan yang terdapat diantara lapisan batubara. 3) Zat Terbang (Volatile Matter) Zat terbang adalah kandungan batubara yang terbebaskan pada temperatur tinggi sekitar 9500C tanpa keberadaan oksigen 10 . mineral matter ini tidak dapat dihilangkan atau dicuci dari batubara. • Inherent mineral matter berhubungan dengan tumbuhan asal pembentukan batubara. Cu. Al2O3. Mineral matter ini dapat dikurangi pada saat pencucian batubara. Makin banyak mineral yang terdapat didalam batubara maka kadar abunya juga makin tinggi. Ni. Sandstone. Kadar abu batubara secara sederhana didefinisikan sebagai residu anorganik yang terjadi setelah batubara dibakar sempurna. biasanya terdiri dari Slate. makin tinggi kadar abu maka nilai kalornya berkurang. sulfat dan pospat. Na2O.

CO. H2. metan dan uap – uap yang mengembun seperti gas CO2 dan H2O.(misalnya CxHy. Makin kecil kadar zat terbang. abu dan zat terbang. kandungan zat terbang yang tinggi akan lebih mempercepat pembakaran karbon padatnya dan sebaliknya zat terbang yang lebih rendah mempersulit proses pembakaran. Jumlahnya ditentukan oleh kadar air. 4) Karbon Tetap / Tertambat (Fixed Carbon) Karbon tetap adalah karbon yang terdapat pada batubara berupa zat padat. dan sebagainya). sehingga makin tinggi kadar karbon padat maka makin tinggi peringkat batubara serta mutunya. Zat terbang terdiri dari gas – gas yang mudah terbakar seperti H2. Zat terbang sangat erat hubungannya dengan peringkat batubara. Pengeluaran zat terbang dan kandungan air. SOx. maka makin tinggi peringkat batubara. Batubara dengan kadar volatile matter yang tinggi akan menghasilkan nyala yang panjang diatas grate fire dan batubara dengan kadar volatile matter yang rendah akan menghasilkan nyala yang pendek. 11 . Kandungan bahan yang mudah menguap yang tinggi menunjukan mudahnya penyalaan bahan bakar Pada pembakaran batubara. menyebabkan kenaikan karbon tetap.

6) 7) 8) Menghitung kadar lengas bebas (% kehilangan berat). 5) Melakukan pembagian contoh dengan cara conning dan quartering atau dengan menggunakan splitter atau mechanical devider.1% setiap jamnya (hitung % kehilangan berat = L). 3) Menghancurkan sampel sampai lolos ayakan No. perbedaan 0. Perhitungan Kadar Lengas Bebas: 12 . Menggerus sampel hingga diperoleh sampel lolos ayakan 60 mesh.• Penentuan Kadar Lengas a) Penentuan kadar lengas bebas Prinsipnya: Lengas bebas dari sampel batubara dapat dihitung dari selisih berat sampel batubara asal dengan sampel batubara yang telah dikeringkan pada suhu kamar. 2) Mengeringkan pada suhu kamar atau dalam oven pengeringan dengan suhu maksimum 40oC sampai berat tetap. Caranya: 1) Menimbang seluruh sampel batubara yang diterima dalam loyang (pan) pengering yang telah diketahui beratnya.8. cambur sampai merata. Melakukan penimbangan berat. 4) Mengeringkan kembali sampel seperti diatas sampai berat tetap (hitung % kehilangan berat = L’).

13 . Perhitungan Kadar Lengas Tertambat: R= (W − H ) + 100% W Dimana: W = berat sampel asal H = berat sampel setelah dipanaskan c) Penentuan kadar lengas total Prinsipnya: Lengas total dapat dihitung dengan menjumlahkan kadar lengas bebas dan kadar lengas sisa pada kondisi sampel asal. Caranya: 1) Menimbang sampel batubara yang diterima secepatnya dalam pan pengering.A= [ L (100 − L)] + L ' 100 Dimana: L’= % kehilangan berat pada pengeringan sample ukuran No.8 mesh L = % kehilangan berat pada pengeringan sample asal b) Penentuan kadar lengas tertambat Prinsipnya: lengas tertambat dari sampel batubara dapat dihitung dari selisih berat sampel asal dengan berat sampel setelah pemanasan pada suhu 1100C. Caranya: Sampel batubara sebanyak 1 gram berukuran -60 mesh dipanaskan dalam oven pada suhu 105 ± 50C selama 1 jam.

7) Memisahkan sampel untuk penetapan kadar lengas sisa sebanyak minimal 500gr. dengan menambahkan 500gr sampel batubara apabila diperlukan untuk penetapan kadar lengas sisa. campur sampai merata (homogen). 6) Melakukan pembagian sampel dengan cara conning dan quartering atau dengan menggunakan splitter atau mechanical devider sesuai Tabel. Selanjutnya batubara tersebut didinginkan dan ditimbang.5. Menggerus sampel sampai lolos ayakan No. perbedaan 0.1% setiap jamnya (% kehilangan berat = L). sampai beratnya tetap.1% setiap jamnya (% kehilangan berat = L’).2) Mengeringkan pada suhu kamar atau dalam oven pengeringan Menimbang sampel setiap jam sekali sampai beratnya tetap. 14 .3. Perhitungan Kadar Lengas Total: TM = [ R(100 − A)] + A 100 Dimana : TM = Kadar lengas total A = Kadar lengas bebas R = kadar lengas tertambat • Penentuan Kadar Abu Sampel batubara dibakar sempurna dalam cawan peleburan didalam furnace pada suhu 815 ± 100C selama kurang lebih 3 jam. kemudian Mengeringkan kembali pada suhu kamar. kemudian timbang pada suhu 15-20oC di atas suhu kamar (maksimum 40oC).8. 3) 4) 5) perbedaan 0. Perbandingan berat sebelum dan setelah pembakaran adalah kadar abu dari batubara tersebut.

Setelah pemanasan akan tertinggal residu padat yang sebagian besar terdiri dari karbon dan mineral – mineral yang telah berubah bentuk.2. Kehilangan berat dari sampel yang kemudian dikoreksi terhadap kadar lengas tertambat adalah kadar zat terbang.2 Basis pelaporan Analisis Proksimat yang umum: Basis (dasar) pelaporan analisis proximate yang umumnya dipakai adalah sebagai berikut : • • • • • As Received Air dried base Dry base Dry ash free Dry mineral metter free (ar) (adb) (db) (daf) (dmmf) 15 . • Penentuan Kadar Karbon Tertambat Karbon tertambat dihitung dari 100% dikurangi jumlah nilai kadar lengas. Dalam bentuk persamaan karbon tertambat dihitung menggunakan persamaan berikut: FC = 100 % − ( M + A + VM )% Dimana: FC = Fixed Carbon M = Moisture (kadar lengas) A = Ash (kadar abu) VM = Volatile Matter (zat terbang) 3. kadar abu dan zat terbang.• Penentuan Kadar Zat Terbang Sampel dipanaskan tanpa oksidasi pada suhu 900 ± 100C selama 7 menit.

kadar lengasnya secara perlahanlahan mencapai kesetimbangan dengan kelembapan udara. Kadar abu dan kadar lengas tlah diketahui. analisis dilakukan dengan mengabaikan kadar abu dan kadar lengas yang ada dalam sampal. Pada basis Dry Ash Free. analisis ini diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai komposisi organic murni. perhitungan ini menjadi sederhana. Kadar abu dapat dihitung dengan mudah. artinya kadar abu dan kadar lengasnya adalah nol.Mad 100 ------------ 100 -----------100 – Mad . analisis lainnya dapat dihitung dengan mudah.Aad 100 ----------------- 16 . Hal ini mungkin dilakukan jika batu bara dalamkeadaan sangat basah. Pada basis Air dried. Pada basis dry. Rumus perhitungan untuk berbagai basis ditampilkan pada tabel 7. Jika kadar lengas dari sampel ini akan kemudian ditetukan.Mar As Determined 100 – Mad As -------------------------------100 – Mad 100 --------100 . tetapi perhitungan dengan mineral metter menemukan metode yang lebihsulit dan memakan waktu. Analisis dengan basis Dry Ash Free berkaitandenga adanya material arganik yang murni pada basis Dry Material Matter Free. artinya dalam keadaan kering maka kadar lengasnya adalah nol. saampel batubara akan dianalisis ditempatkan diudara terbuka.Pada basis As received. maka diperoleh kadar lengas pada basis Air dried. berarti semua analisis dihitung mundur dengan memasukan kadar lengas total dari sampel. Tabel 7 Rumus perhitungan untuk berbagai basis Data Tersedia As determined (ad) As received (ar) Dry Base (db) Dry.Ash Free (dab) 100 .

1 % Analisis proksimat pada basis ar adalah sebagai berikut : Totol lengas = 11.Ad ---------100 100 – Mad .6 (Mad) Abu = 8.9 % = 53.2 % 17 .Mar ---------100 100 – Mad -Aad -----------------100 100 .4 % = 11.Mar 100 . A= abu(%berat) Berikut ini diberiokan contoh pengaruh basis pelaporan yang berbeda pada suatu hasil analisis batubara.1 % = 35.Mar ----100 .Mad ------------100 100 – Mad -Aad --100 .1 = 7.Aad 100 ---------100 – Ad Dry Ash free .determined Dry Base 100 . Contoh : Analisis proksimat (adb) suatu batubara adalah sebagai berikut: Lengas terikat Abu Zat terbang Karbon tertambat Lengas bebas = 2.6 % (Mad) = 8.1 + 2. ------------------100 ----- Keterangan : M = lengas (% berat).

A= 18%. Jawab: Analisis proximate 18 .9% Karbon tertambat = 53.Zat terbang = 35.5 % ------------------------------100 % Contoh Soal : Buat perhitungan analisi proximate dengan basis begitu di terima. Fc= 50.3%.9 = 31. Dengan data batubara sebagai berikut : M= 22%.7%. VM= 49.4 = 47.

bahan dapat menguap (VM).BAB IV KESIMPULAN 4. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification). terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. dan abu (A) dalam batubara. 2) Analisis Proximate Adalah analisis batubara yang paling sederhana dan menghasilkan fraksi massa karbon tetap (FC). 3) Parameter – parameter Dalam Analisis Proksimat: o Lengas (Moisture) o Kadar Abu (Ash) 19 . Kualitas batubara dapat dinyatakan dengan parameter yang ditunjukkan pada saat memberi perlakuan panas terhadap batubara yang biasanya dilakukan dengan analisis proksimat. kebasahan (M). Oleh karena itu.1 KESIMPULAN 1) Pembentukan Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar.

2010. Modul Pemanfaatan Batubara.o Zat terbang (volatile matter) o Karbon tetap (Fixed Carbon) DAFTAR PUSTAKA Anonim. dkk.wikipedia. 2010. www. Batubara. Palembang : POLSRI 20 .com Fatria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful