ANGGARAN

MATA KULIAH : KEEFEKTIFAN PENDIDIKAN DOSEN PENGAMPU : Dr. ERNY, M.Pd.

OLEH : ELY MASNAWATI (NIM. 097 550 22) DWI INDAH SRI ASTUTIK (NIM. 097 550 10 )

PROGRAM PASCA SARJANA PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA JUNI 2010

prioritas alokasi pembiayaan pendidikan seyogyanya diorientasikan untuk mengatasi permasalahan dalam hal aksebilitas dan daya tampung. Menurut Adam Smith.” Hal ini membuktikan adanya langkah pemerataan pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia. dalam mengukur efektifitas pembiayaan pendidikan. Kondisi inilah kemudian mendorong dimasukkannya klausal tentang pendidikan dalam amandemen UUD 1945. Perolehan ketrampilan dan kemampuan akan menghasilkan tingkat balik Rate of Return yang sangat tinggi terhadap penghasilan seseorang. Manusia sebagai modal dasar yang di infestasikan akan menghasilkan manusia terdidik yang produktif dan . Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat menghasilkan manfaat berupa peningkatan kualitas SDM. dalam pelaksanaanya pemerintah belum punya kapasitas finansial yang memadai. terdapat sejumlah prasyarat yang perlu dipenuhi agar alokasi anggaran yang tersedia dapat terarah penggunaannya. dalam UUD 1945 pasal 31 “Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. belajar sendiri. Namun. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ketentuan ini memberikan jaminan bahwa ada alokasi dana yang secara pasti digunakan untuk penyelenggaraan pendidikan. belajar sambil bekerja memerlukan biaya yang dikeluarkan oleh yang bersangkutan. sehingga alokasi dana tersebut dicicil dengan komitmen peningkatan alokasi tiap tahunnya. Konstitusi mengamanatkan kewajiban pemerintah untuk mengalokasikan biaya pendidikan 20% dari APBN maupun APBD agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan pendidikan. Human Capital yang berupa kemampuan dan kecakapan yang diperoleh melalui Pendidikan.ANGGARAN A. Disisi lain. dikarenakan berbagai faktor termasuk mahalnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan. Kenyataannya. Karena itu. tidak semua orang dapat memperoleh pendidikan yang selayaknya. Berdasarkan pendekatan Human Kapital ada hubungan linear antara Investment Pendidikan dengan Higher Productivity dan Higher Earning.

… Untuk dapat tercapai tujuan pendidikan yang optimal. Biaya Pendidikan . partisipasi. BEBERAPA PENGERTIAN a. perlu dibangun rasa saling percaya. Administrasi pembiayaan minimal mencakup perencanaan.kata kunci untuk mewujutkan efektifitas pembiayaan pendidikan. mutu.dengan demikian manusia yang memperoleh penghasilan lebih besar dia akan membayar pajak dalam jumlah yang besar dengan demikian dengan sendirinya dapat meningkatkan pendapatan negara. relevansi. akuntabilitas dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari perencanaan. Beberapa pengertian tentang biaya pendidikan. Topik-topik tersebut yaitu : 1. 2. Dalam upaya mengembangkan suatu sistem pendidikan nasional yang berporos pada pemerataan. tujuan dan cita-cita pendidikan kita. dan efektivitas dikaitkan dengan dalam kenyataannya perlu direnungkan. PEMBAHASAN 1. baik internal pemerintah maupun antara pemerintah dengan masyarakat dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri . dibahas. B. Dalam kesempatan diskusi kali ini akan dibahas beberapa topik tentang pembiayaan pendidikan yang akan membantu konsep-konsep rujukan efektivitas pendidikan. baik dari segi pemikiran teoritis maupun pengamatan empirik. Peningkatan ketrampilan yang dapat mengahasilkan tenaga kerja yang produktivitasnya tinggi dapat dilakukan melalui pendidikan yang dalam pembiayaannya menggunakan efesiensi internal dan eksternal. pelaksanaan dan pengawasan menjadi kata. pelaksanaan. maka salah satu hal paling penting adalah mengelola biaya dengan baik sesuai dengan kebutuhan dana yang diperlukan. Penyaluran anggaran perlu dilakukan secara strategis dan integratif antara stakeholder. efisiensi. Dasar Kebijakan Pembiayaan Pendidikan 3. Keterbukaan. Agar terwujud kondisi ini.meningkatnya penghasilan sebagai akibat dari kualitas kerja yang ditampilkan oleh manusia terdidik tersebut. dan pengawasan. dikaji.

Effektifness “characterized by qualitative outcomes”. Efektivitas biaya suatu kegiatan yang menurut pasar yang berlaku dapat menyelesaikan program sesuai rencana. Pembiayaan dikatakan efisien manakala pencapaian sasaran atau target diperoleh dengan pengorbanan yang lebih kecil atau dengan biaya yang minimum. Pada tataran konsep pembiayaan secara umum.Efisiensi berkaitan dengan kuantitas hasil suatu kegiatan. Konsep efisiensi selalu dikaitkan dengan efektivitas. Efektivitas biaya adalah kemampuan mencapai sasaran dan target sesuai dengan yang direncanakan. Efektivitas Pembiayaan Pendidikan Efektif adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. c. maka suatu pendidikan yang efisien dan efektif cenderung ditandai dengan pola penyebaran dan pendayagunaan sumber-sumber pendidikan yang sudah ditata secara efisien dengan pengelolaan yang efektif.Biaya pendidikan adalah nilai ekonomi (dalam bentuk uang) dari Input atau sumber-sumber pendidikan tertentu yang digunakan untuk pembelajaran guna menghasilkan output pendidikan dari suatu program pendidikan tingkat tertentu. Efisiensi Pembiayaan Pendidikan Efisiensi adalah kemampuan menggunakan biaya dengan baik dan tepat. karena efektivitas tidak berhenti sampai tujuan tercapai tetapi sampai pada kualitatif hasil yang dikaitkan dengan pencapaian visi. Efektivitas merupakan bagian dari konsep efisiensi karena tingkat efektivitas berkaitan erat dengan pencapaian tujuan relative terhadap harganya. Garner(2004) mendefinisikan efektivitas lebih dalam lagi. biaya dapat berupa pengeluaran sejumlahuang tertentu atau pengorbanan tertentu yang bukan berbentuk uang namun dapat dinilai dengan uang. Manajemen pembiayaan dikatakan memenuhi prinsip efektif apabila kegiatan yang dilakukan dapat mengatur biaya aktivitas dalam rangka memcapai tujuan kualitatif outcomes sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Dalam dunia pendidikan. b. Efisiensi adalah . Program pendidikan yang efektif dan efisien adalah mampu menciptakan keseimbangan antara penyediaan dan kebutuhan akan sumber-sumber pendidikan tercapai tujuan yang tidak mengalami hambatan. Efficiency “characterized by quantitif uotputs” .

pikiran. sebelum berlakunya UU No. Substansinya antara lain: 1.perbandingan yang terbaik antara masukan (input) dan kuadran (out put) atau antara daya dan hasil.dan biaya sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah. Namun. Tenaga. dan masyarakat . Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan prinsi keadilan. dalam UU No. biaya. Perspektif politik. dan keberlanjutan.Pendanaan Pendidikan sudah diatur secara khusus dalam Bab XIII. Sumber pendanaan pendidikan ditentukan berdasarkan prinsip keadilan. Pasal 46 Undang-Undang No. masih mengalami hambatan. dan Masyarakat.Dampak rendahnya anggaran pendidikan di Indonesia adalah tidak meratanya kesempatan belajar bagi anak-anak Indonesia. 2. padahal dalam ayat 31 ayat 4 UUD 1945. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.kecukupan.20 Tahun 2003. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pemerintah Daerah. 3. khususnya anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu. 20 tahun 2003. . transparansi. Daya yang dimaksud meliputi tenaga. waktu. pemerintah daerah. menyatakan pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat. perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal: Dilihat Dari Segi Penggunaan Waktu. menunjukan bahwa pembiayaan pendidikan disuatu Negara terbukti memberikan pengaruh sangat positif dan signifikan terhadap kinerja pendidikan nasional .Terhadap pencapaian Human Development Index (HDI) yang dikeluarkan UNDP. 2. secara jelas pemerintah mempunyai suatu kewajiban konstitusi untuk memprioritaskan anggaran pendidikan yang 20% dari APBN dan APBD itu untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan. efisiensi. Dan Biaya. penyediaan sumber-sumber pendidikan khususnya anggaran pendidikan. dan akuntabilitas publik. DASAR KEBIJAKAN ANGGARAN PENDIDIKAN Kenyataan yang terjadi di Indonesia. tenaga. Alokasi dana pendidikan di Indonesia termasuk rendah dibandingkan dengan Negara lain di Asia Tenggara Anggaran pendidikan selama ini hanya dialokasikan dibawah 10% dari APBN.Kegiatan ini dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu. sistem pendidikan nasional men gacu pada UU No. dimana pendanaan tidak diatur secara khusus.

Pengendalian yang baik terhadap administrasi manajemen keuangan pendidikan akan memberikan pertanggungjawaban sosial yang baik kepada berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholder) Untuk itu. dibutuhkan informasi tentang sumber-sumber pembiayaan pendidikan agar biaya yang ada dapat digunakan secara efisien dan efektif dalam pengelolaan biaya pendidikan di Indonesia.Permasalahan pengalokasian dana pendidikan di Indonesia adalah pemerataan. bagi pengambilan keputusan keuangan yang dalam pencapaian tujuan organisasi pendidikan yang transparan. dipandang kurang mendorong terjadinya demokratisasi pengelolaan pendidikan. relevansi. mutu. dan manajemen pendidikan yang semuanya terkendala pada penggunaan anggaran atau biaya yang dikeluarkan dan yang dilaksanakan setengah sentralistik dan setengah otonomi . akuntabel danefektif. Rendahnya biaya atau anggaran pendidikan mempengaruhi profesionalitas guru. tujuan manajemen keuangan pendidikan adalahmembantu pengelolaan sumber keuangan organisasi pendidikan serta menciptakan mekanisme pengendalian yang tepat. Kebutuhan dana untuk kegiatan operasional secara rutin dan pengembangan program pendidikan secara berkelanjutan sangat dirasakan setiap pengelola lembaga pendidikan. 2. penyedia infrastruktur pendidikan. Dalam perspektif administrasi publik. Untuk itu kreativitas setiap pengelola pendidikan dalam menggali dana dari berbagai sumber akan sangat membantu kelancaran pelaksanaan program pendidikan baik rutin maupun pengembangan di lembaga yang bersangkutan. peserta didik dan pengelola pendidikan. semakin banyak kegiatan yang dilakukan maka semakin banyak dana yang dibutuhkan. Sumber-sumber pembiayaan pendidikan (penerimaan): Manajemen Keuangan Pendidikan yang . efektivitas manajemen. serta kemampuan daya saing SDM di tingkat global. 3. Sumber-Sumber Biaya Pendidikan Sumber pembiayaan merupakan ketersedian sejumlah uang atau barang dan jasa yang dinyatakan dalam bentuk uang bagi penyelenggara pendidikan. sekolah. Dalam hal ini akan diimplementasikan kepeda pengelolaan memilikim tujuan sebagai berikut: 1. terutama dalam kebutuhan pembiayaan pendidikan di daerah.

yayasan lainya Sumber pembiayaan pendidikan yang melimpah tidak menjadi jaminan bagi peningkatan mutu. penyandang modal. BUMD. hasil kelautan. Foundation lainnya). Sumber daya alam Eksplorasi atau tambang emas. Sumber Dari Masyarakat. kendaraan bermotor. akuntabilitas rendah. c. 3. salah sasaran. pemberian grant/hibah dari UNESCO. batu bara.Pajak bumi dan bangunan. Swisscontact Fundation.dll. sehingga tidak ada efek jera dan moral yang rendah. industry pariwisata. dana BOS dan BlockGrant. gas. pendapatan penjualan. Pajak . Bantuan dalam negeri Berbentuk Yayasan dan swadana Yayasan dana bakti social (ASTRA). . kekayaan. 1. dll. 2. b. Sumber Dari Pemerintah Sumber dari pemerintah yang dimaksud adalah pengalokasian anggaran pendidikan yang berasal dan pengalokasikan dari pemerintah baik pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupa APBN dan APBD melalui DAU dan DAK. hasil hutan. lembaga. Hasil industry/ perusahaanBUMN. kelompok pengusaha. minyak. salah pengelolaan. Sumber-sumber pendapatan dana: 1. dan alas an lainnya dalam pengelolaan biaya pendidikan. iuran komite dan biaya pengembangan peserta didik secara pribadi. BANK DUNIA. dll.a. UNICEF. sanksi yang tidak tegas yang diberikan bagi penyeleweng. 2. Sumber-Sumber Lainya.dll. jika tidak direncanakan. Orang tua peserta didik Berupa SPP. tidak ada pengawasan. Berupa sumbangan dari perorangan. Bantuan luar negeri Pinjaman (loan/kredit). penghasilan perorangan. Masyarakat peduli pendidikan.

4. b. yang didasarkan pada jumlah siswa yang harus dididik.Dalam program yang sama. Model Landasan Perencanaan (Foundation Plan Model) Negara tanpa mempertimbangkan kekayaan & pajak daerah memberikan dana kepada daerah yang miskin lebih banyak untuk setiap siswanya dibandingkan dengan daerah yang makmur. Bantuan negara menjadi berbeda antara apa yang diterima daerah per siswa dengan jaminan negara per siswa. Model Persamaan Persentase (Persentage Equalizing Model) Model ini dikembangkan tahun 1920-an. dan rendah di sekolah distrik yang kaya / sejahtera. Model Dana Bantuan Murni (Flat Grant Model) Merupakan uang bantuan negara yang dibagikan pada sekolah di daerah tanpa memperhitungkan pertimbangan kemampuan pembayaran pajak daerah setempat. atau bagian lain yang di butuhkan. lebih banyak memberikan sumbangan yang dibutuhkan pada tiap murid & guru ke daerah-daerah yang kurang makmur. d. tiap guru. Model Pembiayaan Pendidikan a. e. Jumlah yang diperlukan berubah-ubah tiap bagian sesuai keperluan. Pembagian presentasenya sangat tinggi di sekolah distrik yang miskin. Model Perencanaan Persamaan Kemampuan (Power Equalizing Plan) . c. Model Perencanaan Pokok Jaminan Pajak (Guaranted Tax Base Plan) Model ini dibatasi dengan menentukan penafsiran penilaian per siswa yang menjadi jaminan negara diperuntukkan bagi wilayah sekolah setempat. Tujuannya adalah untuk menjaga sekolah dari kehancuran lebih parah (pada daerah yang miskin). jumlah pembayaran yang disetujui dihitung bagi setiap siswa.

serta pembiayaan pendidikan berdasarkan tingkat kekayaan yang dimiliki. Pendanaan sekolah akan dikumpulkan ditingkat negara dan diberikan ke sekolah distrik dengan dasar yang sama. Model Rencana Bobot Siswa (Weight Student Plan) . Asas keadilan tentang perlakuan terhadap siswa dan pembayar pajak. Untuk menghindari banyaknya anak pada masyarakat miskin meninggalkan pendidikan sehingga muncul masalah pengangguran dan kesejahteraan bagi generasi penerusnya. f. Model Pendanaan Negara Sepenuhnya (Full State Funding Model) Model ini merupakan rencana yang dirancang untuk mengeliminir perbedaan local dalam hal pembelanjaan dan perpajakan. Selanjutnya negara menggunakan uang dari sekolah distrik yang kaya itu untuk meningkatkan bantuan sekolah pada distrik yang lebih miskin. Model Sumber Pembiayaan (The Resources Cost Model) Model ini dikembangkan Hambers dan Parrish yang menyediakan suatu proses penentuan pembiayaan pendidikan yang mencerminkan kebutuhan berbeda dari kondisi ekonomi di setiap daerah. g. h. Mereka diberikan surat bukti penerimaan dana untuk bersekolah melalui sistem voucher yang mencerminkan subsidi langsung kepada pihak yang membutuhkan yaitu murid i. Model Surat Bukti / Penerimaan (Models of Choice and Voucher Plans) Model ini memberikan dana untuk pendidikan langsung kepada individu atau institusi rumah tangga berdasarkan permintaan pendidikan.Model ini menghendaki distrik yang kaya membayar pajak sekolah yang dikumpulkan kembali ke negara. Model ini menurut Sergivanni tidak bersangkutan dengan pendapatan pajak maupun kekayaan suatu daerah.

Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana. k.Adalah model yang mempertimbangkan siswa-siswa berdasarkan proporsinya. b. Model Berdasarkan Usulan (Bidding Model) Model ini sekolah mengajukan usulan pada sumber dana dengan berbagai acuan. j. l. Biaya personal Incrementalism. pengembangan sumberdaya manusia. kemudian sumber dana meneliti usulan yang masuk. biaya operasi. dan modal kerja tetap. dimana biaya yang diterima satu sekolah mengacu pada penerimaan tahun yang lalu. Pokok – pokok Pembiayaan Pendidikan Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi. siswa program kejuruan atau siswa yang pandai dua bahasa. Contoh siswa yang cacat. 5. dan biaya personal. Model Berdasarkan Kebijaksanaan (Descretion Model) Model ini penyandang dana melakukan studi terlebih dahulu untuk mengetahui komponen-komponen apa yang perlu dibantuberdasarkan prioritas pada suatu tempat dari hasil eksplorasinya. Model Berdasarkan Pengalaman (Historic Funding) Model ini sering disebut penyesuaian. dan menyesuaikan dengan criteria. a. dengan hanya .

orang tua. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat pelajaran. Macam-Macam Jenis Biaya Beberapa jenis dan golongan biaya pendidikan yang dapat kami share pada paparkan berikut ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai konsep pembiayaan pendidikan. 6. biaya transportasi. Biaya Langsung dan Tidak langsung (Direct and Indirect Cost) Biaya langsung (direct cost) diartikan sebagai pengeluaran uang yang secara langsung membiayai penyelenggaraan pendidikan. asuransi. Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya. Contohnya biaya untuk gaji guru. pemeliharaan sarana dan prasarana. air. 2. jasa telekomunikasi. konsumsi. . dan pengadaan fasilitas belajar mengajar Gaffar (1991:57). Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai. uang lembur. pajak. c. dan lain sebagainya. sarana belajar. transportasi. maupun siswa sendiri Fattah (2000:23). a. Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. pengajaran. Biaya yang secara langsung menyentuh aspek dan proses pendidikan. 3.sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan. gaji guru baik yang dikeluarkan oleh pemerintah. penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Anwar (1991:30). Biaya operasional satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi: 1.

Biaya rutin (recurrent cost) adalah biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan operasional pendidikan selama satu tahun anggaran.Biaya ini digunakan untuk menunjang pelaksanan program pengajaran. perpustakaan. Biaya pembangunan (capital cost) adalah biaya yang digunakan untuk pembelian tanah. lapangan olah raga. Menurut Gaffar (1987:165) Biaya pembangunan dihitung atas dasar "per student place". murid proporsi gaji guru terhadap keseluruhan biaya rutin. bebasnya beban pajak karena sifat sekolah yang tidak mencari laba (cost of tux exemption). c. pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana. Menurutnya dalam menghitung biaya pembangunan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. yaitu: .b. biaya penggantian dan perbaikan. administrasi kantor. ratio guru. pengadaan perlengkapan mobelair. yaitu: rata-rata gaji guru per tahun. pembayaran gaji guru dan personil sekolah. Biaya Rutin dan Biaya Pembangunan (Recurrent and Capital Cost) Biaya rutin dan pembangunan merupakan bagian dari biaya langsung (direct cost). Menurutnya biaya rutin dipengaruhi oleh tiga faktor utama. Menurut Gaffar (1987:162) Biaya rutin dihitung berdasarkan "per student enrolled". pembangunan ruang kelas. Biaya tidak langsung (indirect cost) Diartikan sebagai biaya yang umum nya meliputi hilangnya pendapatan peserta didik karena sedang mengikuti pendidikan (earning foregone by students). bebas nya sewa perangkat sekolah yang tidak dipakai secara langsung dalam proses pendidikan serta penyusutan sebagai cermin pemakaian perangkat sekolah yang sudah lama dipergunakan (implicit rent and depreciation) Fattah (2000:24). konstruksi bangunan.

Pengeluaran pendidikan di Indonesia masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia. biaya lokasi atau tapak (site). misalnya materi. Hal ini sebagaimana dipertegas oleh Anwar (1991:31) bahwa "Hampir segala pengeluaran yang bersangkutan dengan penyelenggaraan pendidikan dianggap sebagai biaya". Sedangkan Non monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran yang tidak dalam bentuk uang.tempat yang menyenangkan untuk murid belajar. Berdasarkan uraian mengenai klasifikasi biaya pendidikan. d. Monetary Cost dan Non Monetery Cost Monetery cost adalah semua bentuk pengeluaran dalam bentuk uang baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. fees and other expenses paid for by individuals". Jones (1985:5) mengatakan "In the context of education these include tuitions. meskipun dapat dinilai ke dalam bentuk uang. waktu. Dalam kaitan ini Jones (1985:5) mengatakan "Sometimes called public cost. Maka diperlukan kebijaksanaan dalam melakukan klasifikasi biaya pendidikan untuk mencapai tujuan yang dituju semua pihak yaitu kesuksesan pelaksanaan pendidikan. Dengan kata lain biaya masyarakat adalah biaya sekolah yang dibayar oleh masyarakat. baik langsung maupun tidak langsung yang dikeluarkan untuk kegiatan pendidikan. tenaga. Biaya Pribadi dan Biaya Masyarakat (Private and Social Cost) Biaya pribadi (private cost) adalah biaya yang dikeluarkan keluarga untuk membiayai sekolah anak nya dan termasuk di dalamnya forgone opportunities. dan lain-lain. maka jelaslah bahwa biaya pendidikan memiliki pengertian yang luas. e. the include cost of educations financed through taxation. Most public school expenses are examples of sosial costs". Biaya masyarakat (social cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk membiayai sekolah (di dalamnya termasuk biaya pribadi). dan biaya perabot dan peralatan. . Dengan kata lain biaya pribadi adalah biaya sekolah yang dibayar oleh keluarga atau individu.

Tesis Pascasarjana . Key Indicators of Asian Developing Countries. http.Arsyad. 2005. Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Pendapatan (Kajian Antar Propinsi di Indonesia Periode 1994-2003). Ekonomi Pembangunan.//www. Nur.org/statistic Asri. Lincolin. 1992. 2005.adb. Yogjakarta Asean Development Bank (ADB). Bagian Penerbitan STIE YKPN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful