Kebijakan Moneter dan Instrumen Kebijakan Moneter

Paper ini diajukan sebagai tugas individu mata kuliah Makro Islam, mengkaji buku Makro Islami Bapak Adiwarman Karim

Dosen Pembimbing: Yuke Rahmawati, MA

Disusun oleh:

Pelangi Pitriyani
10904620017

PROGRAM STUDI MUAMALAT KONSENTRASI ASURANSI SYARIAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2010

1

menaikkan persyaratan cadangan minimum (reserve requirement). Agar ekonomi tumbih lebih cepat. yang harus dibayar oleh bank jika hendak meminjam dari bank sentral. bank sentral bisa memberikan lebih banyak kredit kepada sistem perbankan melalui sistem operasi pasar terbuka. Akan tetapi. Sebaliknya jika jumlah uang yang beredar dikurangi.A. menarik uang dari sistem perbankan. maka bank sentral dapat melakukan operasi pasar terbuka (open market operations). Definisi dan Konsep Kebijakan Moneter Jumlah uang yang beredar tidak boleh terlalu berlebihan atau kurang. Melalui kebijakan moneter. kebijakan ini dilakukan oleh bank sentral. apabila ekonomi tumbuh terlalu cepat dan inflasi menjadi masalah yang semakin besar. pertumbuhan ekonomi yang baik. Peran kebijakan moneter terhadap stabilitas harga sangat penting untuk menekan tingkat inflasi. Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar. pengendalian jumlah uang beredar perlu dilakukan untuk menciptakan stabilitas harga. maka pemerintah menempuh kebijakan moneter ekspansif. sehingga dengan demikian akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. atau bank sentral menurunkan persyaratan cadangan dari bank-bank atau menurunkan tingkat diskonto. pemerintah dapat mempertahankan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh sekaligus mengendalikan inflasi. atau menaikkan tingkat diskonto (discount rate). 2 . pemerintah menepuh kebijakan kontraktif atau bisa pula dikenal sebagai kebijakn uang ketat. Kebijakan yang digunakan pemerintah untuk mengatur jumlah uang yang beredar dinamakan kebijakan moneter. Selain itu kebijakan moneter dapat pula berarti sebagai peraturan dan ketentuan yang dikeluarkan dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang yang beredar.

Dalam paradigma ini suku bunga jangka pendek dan nilai tukar dijadikan sebagai sasaran antara (intermediate objective) yang pada gilirannya akan mempengaruhi perkembangan besaran permintaan. kita sebaiknya memahami terlebih dahulu proses yang terjadi di kebijakan moneter. Pada dasarnya. a. kesenjangan output dan ekspektasi inflasi 3 . uang adalah variabel endogen. Manajamen Moneter Konvensional dan Islam 1. Asumsi yang digunakan dalam paradigma endogenous konvensional ini adalah: y Jumlah uang beredar adalah dependen (tergantung) terhadap tingkat suku bunga. yakni paradigma uang pasif dan paradigma uang aktif. kesenjangan output dan ekspektasi inflasi. hal ini dikarenakan ketidakteraturan variabel ekonomi yang menyebabkan sulitnya mengidentifikasi alur suatu kebijakan moneter untuk menapai tujuannya. Manajamen Moneter Konvensional Banyak orang yang menganggap kebijakan moneter tak ubahnya kotak hitam. y Instrumen moneter dijadikan sasaran operasional bank bukanlah jumlah uang beredar melainkan suku bunga Sasaran pokok yang ingin dicapai oleh paradigma ini adalah tercapainya target inflasi yang telah ditetapkan sebelumnya dengan menggunakan sasaran suku bunga jangka pendek sebagai instrumen moneternya. ada dua paradigma dalam memahami mekanisme transmisi moneter. Dengan demikian. Dalam paradigma uang pasif ini uang dinyatakan dengan variabel endogen dimana otoritas moneter tidak mempunyai kemampuan secara penuh untuk mengatur jumlah uang beredar. Uang Pasif Paradigma uang pasif percaya bahwa kesenjangan output merupakan kausal utama dalam mekanisme transmisi. > Chart Paradigma Uang Pasif Instrumen moneter (suku bunga) dan suku bunga jangka pendek dan nilai tukar inflasi agregat demand.B.

jadi semakin tinggi permintaan uang untuk investasi di sektor riil atau kebutuhan akan persediaan dana untuk investasi semakin besar. suku bunga dianggap sebagai variabel biasa terjadi dalam mekanisme transmisi moneter. setiap instrumen yang akan mengarahkan kepada instabilitas dan pengalokasian sumber data yang tidak produktif akan ditinggalkan. tidak ada 4 . Uang Aktif Paradigma uang aktif percaya bahwa likuiditas merupakan penyebab utama dalam mekanisme transmisi moneter. maka tingkat keuntungan harapan yang akan diberikan akan relatif meniurun. Sasaran pokok yang ingin dicapai dari kebijakan dengan paradigma ini adalah terkendalinya tingkat inflasi dengan menggunkan besaran moneter (jumlah uang beredar) sebagai sasaran operasional. Penggunaan bunga sebagai opportunity cost tidak akan memberikan jaminan terhadap penggunaan dana yang tersedia. Chart Paradigma Uang Aktif Instrumen moneter (besaran jumlah uang beredar) target antara target inflasi inflasi target operasional C. Sehingga. Dalam paradigam ini. Manajemen Moneter Islam Dasar pemikiran dari manajemen moneter dalam konsep islam adalah terciptanya stabilitas permintaan uang dan mengarahkan permintaan uang tersebut kepada tujuan yang penting dan produktif. Paradigma uang aktif dalam teori konvensioanla menganggap bahwa uang sebagai variabel exogen yang bentuk kurva penawarannya bersifat inelastis sempurna. Karena besarnya tingkat actual return ini tidak berfluktuasi seperti halnya suku bunga maka akan menjadikan permintaan uang akan lebih stabil. Penghapusan suku bunga dan adanya kewajiban pembayaran pajak atas biaya produktif yang mengganggur dalam manajemen moneter Islam akan menghilangkan insentif orang untuk memegang uang yang menganggur (idle fund) sehingga mendorong orang untuk melakukan:    Qard (meminjamkan harta kepada orang lain) Penjualan muajjal Mudharabah Para pemilik dana akan menginvestasikan dananya pada kegiatan yang memberikan keuntungan aktual terbesar (actual return).b. Jadi.

5 . Dalam strategi moneter Islam. Adanya mekanisme sistem bagi hasil dalam transaksi syirkah akan memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat untuk secara bersama-sama ikut serta dalam kegiatan ekonomi. Terciptanya kepastian berusaha yang didukung dengan tidak adanya suku bunga yang dientukan di muka dalam transaksi pinjam-meminjam dengan perhitungan keuntungan dan risiko bagi hasil (profit sharing ratio). b. yaitu: a. yang pada akhirnya terjadi pemerataan kesempatan kerja dan distribusi pendapatan dapat tercapai. dan bukan berdasarkan pendapatan ekspektasi seperti pada bunga. Strategi dasar dalam manajemen moneter Islam menurut mazhab ketiga. b. Dan apabila itu terjadi kebijakan yang akan ditempuh pemerintah adalah meningkat biaya atas aset atau dana yang tidak digunkan (dues of idle fund). Ms juga merupakan fungsi dari Permintaan Agregatif (AD). Tidak adanya suku bunga sebagai biaya dari modal (cost of capital) dan dikenakannya pajak bagi aset produktif yang dibiarkan menganggur atau tidak digunakan (dues on idle fund). Besarnya profit sharing ratio tidak berfluktuatif seperti halnya suku bunga maka dunia usaha akan relatif stabil. maka hal ini akan direspon oleh para pemegang dana untuk mengurangi investasinya dan cendrung lebih senang memegang uang kas riil. Bahwa penentuan besarnya Ms yang merupakan refleksi dari Md ditentukan melalui shuratic process (proses musyawarah) yang melibatkan para pelaku ekonomi di sektor riil. Strategi dasar dalam manajemen moneter Islam menurut mazhab kedua (mazhab mainstrean) adalah: a. hal ini bertujuan untuk mendorong pemilik modal untuk menginvestasikan sejumlah kekayaan pada sektor riil yang produktif. ketika ada penurunan actual return dari investasi sektor riil. Kebijakan ini akan memposisiskan pemilik dana menanggung sejumlah biaya dari pengangguran uang. Bahwa penawaran uang (Ms) mengikuti besarnya permintaan uang (Md). atau dengan kata lain keseimbangan Ms=Md selalu terjaga. Karena profit sharing ratio dibagi berdasarkan pendapatan aktual yang doterima oleh peminjam dana. Dengan kata lain. Sedangkan Md merupakan fungsi dari Permintaan Agregatif (AD).mekanisme kontrol dari suku bunga dalam mengalokasikan untuk apa dana pinjaman tersebut digunakan. Akibatnya mereka akan menginvestasikan uangnya dan menurunkan permintaan uang kas rii. c.

Tingkat diskonto (discount rate) atau fasilitas diskonto yang mempengaruhi biaya uang. Operasi pasar terbuka (open market operation) atau OMO yang mempengaruhi jumlah uang beredar. Shuratic process akan efektif bila masyarakat mempunyai pengetahuan merata (include knowledge). Bank Indonesia mengembangkan instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen. maka emerintah mengambil kembali surat-surat berharga terseut (open market buying). dan nilai tukaruang suatu negara. melakukan hal tersebut melalui kemampuannya dalam mengendalikan peanwaran uang dan kredit bank. Kemampuan Bank Sentral untuk mengendalikan jumlah uang maksimum suku bunga yang dapt dibayarkan terhadap jumlah simpanan tertentu kepada bank-bank dan menentukan proporsi saham yang dapat dibeli melalui kredit. walaupun secara tak langsung terhadap arah tingkat bunga. Otoritas moneter. Jika ingin menambah jumlah uang beredar. Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar. b. arus kredit dan perkembangan sektor finansial pada sebuah perekonomian. a. Instrumen Moneter Konvensional dan Islam 1.c. atau Bank Sentral. maka pemerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). Ada empat instrumen Bank sentral untuk mengimplementasikan kebijakannya. serta melalui pengaruhnya terhadap tingkat suku bunga. D. Instrumen Moneter Konvensional Suatu otoritas moneter mempunyai pengaruh yang penting. d. sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. output. 6 . Himbauan moral (moral suasion) yang mempengaruhi tindak-tanduk para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial dalam kegiatan operasional keseharian bisnisnya agar searah dengan kepentingan publik/pemerintah. Open Market Operation Definisi open market operation (OMO) atau operasi pasar terbuka adalah pembelian dan penjualan surat-surat berharga milik pemerintah (goverment securities) yang dilakukan oleh Bank Sentral. c. yaitu: a. Ketentuan cadangan minimum (reserve requirement) atau RR yang mempengaruhi jumlah kewajiban minimum dana pihak ketiga yang harus disimpan (tidak boleh disalurkan sebagai kredit) oleh bank. Dengan demikian uang yang ada dalammasyarakat mengalir ke otoritas moneter.

Terdapat suatu efek yang dinamakan ´announcement effectµ dari kegiatan operasi pasar terbuka yang dilakukan oleh Bank Sentral. Melalui penjualan SBI dan SBPU uang yang ada dalam masyarakat ditarik. Pada saat bank sentral melakukan kegiatan jual beli sekuritas pemerintah tersebut. perekonomian akan terpengaruh tiga hal yaitu: 1. b) Pembelian dibawah perjanjian pembelian kembali (REPO) dan penjualan yang sesuai di bawah perjanjian kembali (reserve REPO atau matched 7 . bagi pembeli tidak ada kewajiban menjualnya kembali kepada Bank Sentral. dan juga pada kehidupan keseharian mereka sendiri. maka SBI dan SBPU yang telah dijual dibeli kembali. Peningkatan pembelian obligasi akan mengakibatkan peningkatan harga obligasi yang akan mengakibatkan sejumlah penurunan dari hasil obligasi tersebut. Begitu juga sebaliknya. Dalam pelaksanaannya. 3. Melalui pembelian tersebut pemerintah mengeluarkan uang sehingga menambah jumlah uang yang beredar. operasi pasar terbuka dilakukan dengan menjual atau membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Di Indonesia. Kemudian jika jumlah uang yang berdar perlu ditambah. pemerintah menjual SBI dan atau SBPU. operasi pasar terbuka terdiri dari dua jenis transaksi yaitu: a) Pembelian dan penjualan lengkap dimana jika Bank Sentral menjual sekuritas. sehingga jumlah uang beredar berkurang. sebaliknya penurunan pembelian obligasi akan menyebabkan turunnya harga obligasi tersebut. Perubahan harga dan hasil (yield) dari sekuritas apabila terjadi perubahan harga obligasi. 2.sehingga saat ini dikenal Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) repo. Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar. menelaah dan kemudian membuat suatu prediksi tetntang bagaiman pengaruh dari operasi pasar terbuka yang akan terjadi terhadap variabel-variabel ekonomi seperti tingkat suku bunga. Perubahan jumlah giro cadangan (reserve) institusi finansial. maka akan terjadi perubahan dari hasil yield dari obligasi tersebut. Perubahahn perkiraan (expectation) dari keseluruhan perekonomian. Para ekonom dan analis moneter yang bekerja di Bank Sentral akan mengamati. maka tidak ada kewajiban bagi Bank Sentral membelinya kembali. tingkat inflasi.

Dapat dikatakn bahwa transaksi tersebut adalah pinjaman kepada dealer dan tingkat suku bunga ditentukan melalui pelelangan di antara dealer. b. maka dapat dikatakan bahwa dengan instrumen tigkat diskonto ini bank sentral dapat mengendalikan tingkat bunga jangka pendek secara langsung. Ketersediaan ini membebaskan bank-bank untuk memegang portofolio aset likuid yang mudah dijual untuk memenuhi kebutuhan pinjaman musiman. bank sentral membeli sekuritas dari dealer dan dealer sepakat untuk membeli kembali sekuritas tersebut dengan haraga dan waktu tertentu. Pinjaman tersebut berupa direct advance atau over-draft yang disekuritisasi dengan aset-aset tertentu (sekuritas pemerintah) pada saat sekarang. Reserve Requirement Ketentuan Cadangan Minimum (Reserve Requirement) atau RR yang biasanya ditetapkan berdasarkan suatu undang-undang perbankan yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Kredit yang diberikan bank sentral terdiri dari tiga kategori. Dalam hal ini. Akibatnya bank-bank tersebut dpat menggunakan bagian yang lebih besar dana yang dapat diserapnya dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan danan kredit oleh masyarakat dalam basis tahunan.transaction). tidak semua dana simpanan tersebut dicadangkan karena bagi bank sendiri sebenarnya RR ini merugikan karena idle cash yang diatur RR tersebut tidak menghasilkan pendapatan bagi bank. Discount Rate Instrumen ini berkaitan dengan fasilitas yang dimiliki oleh bank-bank untuk meminjam uang secra langsung kepada bank sentral. kredit musiman dan kredit perpanjangan. Fasilitas diskonto ini juga membuat bank-bank yang kesulitan dapat memenuhi kekurangan cadangan musimannya tanpa harus mengurangi portofolio peminjaman atau melakukan penyesuaian-penyesuaian lainnya. Biaya pinjaman itulah yang disebut discount rate atau fasilitas diskonto. RR 8 . Peraturan RR dirancang untuk menjamin pemilik uang atau nasabah penyimpanan uangnya di bank akan mendapatkan uangnya jika ia menarik simpanannya (deposit). Jika bank sentral mampu dan bersedia untuk menyediakan kredit dengan tingkay sukku bunga tertentu dan dalam jumlah berapapun. c. Walaupun demikian. yaitu kredit penyesuaian.

Aplikasi Instrumen Moneter Konvensioanal di Indonesia Bank Indonesia sebagai bank sentral dan pemegang otoritas moneter di Indonesia.berubah-ubah besaran persentasenya untuk mengakomodasi dan memfasilitasi peraturan moneter yang berlaku serta untuk mencapai tujuan atau sasaran bank sentral. 3. bank sentral dapat menyarankan pada institusi-institusi finansial agar mengurangi pemberian pinjaman (kredit) yang sekaligus juga bersifat mendinginkan perekonomian yang sedang panas. e. Sistem pengawasan perbankan yang memakai sistem forward looking risk-based supervision yang mengacu kepada standar internasional. BPMK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) yang ditujukan untuk membatasi pemberian kredit kepada individu atau kelompok usaha sendiri. Rasio Kecukupan atau Capital Adequency Ratio (CAR) yang ditentukan oleh Bank Indonesia (sebesar 8% pada saatr ini). Seperti pada saat inflasi. Operasi pasar terbuka melalui jual beli Sertifikat Bank Indonesai (SBI) di pasar uang. 5. Penawaran Reserve Requirement atau cadangan minimum pada bank baik bank konvensional maupun bank syariah. 4. diantaranya: 1. Moral Suasion Bank sentral menggunakan kekuatan himbauan moral untuk mendorong institusi finansial agar cendrung berpihak kepada kepentingan publik. Dibanyak negara ketentuan RR ini oleh bank sentralnya diharuskan agar dihitung dalam jangka waktu mingguan dan menjadi kewajiaban bagi bank-bank untuk memenuhinya. 7. Uji kepatutan dan kelayakan yang ditujukan kepada orang-orang yang akan menduduki posisi penting di lembaga keuangan di mana orang-orang tersebut harus lulus tes sebelum menduduki jabatan tersebut. mempunyai beberapa instrumen. Plafon kredit untuk sektor-sektor prioritas tertentu seperti sektor usaha kecil dan menegah di daerah pedesaan. d. Bank sentral biasanya menggunakan himbauan moral untuk meyakinkan para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial agar lebih memperhatikan kepentingan jangka panjang daripada kepentingan jangka pendek institusinya. 2. 6. 9 .

b. Mazhab Pertama (Iqtishaduna) Menurut mazhab iqtishaduna tidak diperlukan suatu kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya penggunaan uang. Masyarakat diarahkan untuk mengalokasikan dananya kepada sektor produktif agar dapat memicu pertumbuhan ekonomi semakin tinggi. Sisitem yang diterapkan oleh pemerintah yang berhubungan dengan konsumsi. Jadi keputusankeputusan kebijakn moneter yang dituang dalam bentuk instrumen moneter biasanya adalah harmonisasi dengan kebijakn-kebijakan di sektor riil. 10 . Kebijakn di sektor moneter adalah derivasi dari sektor riil dan harmonisasi dengan sektor riil. sehingga keseimbangan umum yang baru akan berada pada tingkat pendapatan nasional yang lebih tinggi. Mazhab Kedua (mainstream) Instrumen yang digunakan mazhab kedua untuk mempengaruhi Permintaan Agregat adalah dengan dikenakannya biaya atau pajak atas dana atau aset produktif yang menganggur (dues of idle fund). tabungan dan investasi telah menciptakan instrumen otomatis untuk pelaksanaan kebijakn moneter. Peningkatan dues of idle fund akan mengalihkan permintaan uang yang sedianya ditujukan untuk penimbunan uang/aset yang produktif kepada tujuan uang yang akan meningkatkan produktivitas uang tersebut di sektor riil sehingga investasi meningkat. c.2. Hal ini agar tidak ada kesenjangna antara sektor riil dan sektor moneter. Secara manajemen moneter Islam yang dianjurkan oleh mazhab ketig aini adalah besarnya jumlah penawaran uang mengikuti permintaan uang dari masyarakat. Selain itu kredit tidak mempunyai peran dalam penciptaan uang. Jadi tidak ada alasan yang memadai untuk melakukan perubahan-perubahan dalam penawaran uang (Ms). Peningkatan investasi berdampak kepada peningkatan Permintaan Agregat. karena kredit hanya digunkan di antara pedagang saja serta peraturan pemerintah tentang surat pinjaman dan instrumen negosiasi yang dirancang sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan sistem kredit dapat menciptakan uang. Instrumen Moneter Islam a. Mazhab Ketiga (Alternatif) Sistem kebijakan moneter yang dianjurkan oleh mazhab alternatif adalah syuratiq process yaitu dimana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil.

4. Serufikat Wadiah Bank Indonesia ² SWBI (sekarang menjadi Sertifikat Bank Indonesia Syariah ² SBIS). Sebagai fasilitas bagi bank syariah yang membutuhkan dana di pasar uang. Aplikasi Instrumen Moneter Islam di Indonesia Bank Indonesia sebagai bank sentral dan pemegang otoritas moneter di Indonesia. SWBI adalah instrumen yang sesuai dengan syariah Islam yang digunkan dalam OMO. Pasar Uang Antae Bank Syariah (PUAS). Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank Syariah (Sertifikat IMA). 2. Sertifikat IMA adalah suatu instrumen yang digunkan oleh bank-bank sayriah yang berkelebihan dana untuk mendapatkan keuntungan dan di lain pihak sebagai sarasa penyedia dana jangka pendek bagi bank-bank syariah yang kekurangan dana.d. Giro Wajib Minimum. SWBI ini juga dapat digunakan oleh bank-bank syariah yang mempunyai kelebihan likuiditas sebgai saran penitipan dana jangka pendek. Selain itu. 3. mempunyai beberapa instrumen moneter Islam. Dalam pelaksanaanya GWM adalah 5% dari pihak ketiga yang berbentuk rupiah dan 3% yang berbentuk mata uang asing. 11 . diantaranya: 1. sehingga mereka dapat saling mengadakan perjanjian antar bank syariah.

Sedangkan dalam kebijakan moneter Islam ada 3 instrumen. 12 . yaitu mazhab iqtishaduna dimana tidak diperlukan suatu kebijakan moneter dikarenakan hampir tidak adanya sistem perbankan dan minimnya penggunaan uang. himbauan moral (moral suasion) yang mempengaruhi tindak-tanduk para bankir dan manajer senior institusi-institusi finansial dalam kegiatan operasional keseharian bisnisnya agar searah dengan kepentingan publik/pemerintah. yaitu Operasi pasar terbuka (open market operation) atau OMO yang mempengaruhi jumlah uang beredar. Melalui kebijakan moneter. pemerintah dapat mempertahankan menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi untuk terus tumbuh sekaligus mengendalikan inflasi.KESIMPULAN Kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang beredar. dan mazhab alternatif yang dianjurkan oleh mazhab alternatif adalah syuratiq process yaitu dimana suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter berdasarkan musyawarah sebelumnya dengan otoritas sektor riil. Dalam kebijakan moneter konvensional. tingkat diskonto (discount rate) atau fasilitas diskonto yang mempengaruhi biaya uang. ketentuan cadangan minimum (reserve requirement) atau RR yang mempengaruhi jumlah kewajiban minimum dana pihak ketiga yang harus disimpan (tidak boleh disalurkan sebagai kredit) oleh bank. mazhab mainstream dimana untuk mempengaruhi Permintaan Agregat adalah dengan dikenakannya biaya atau pajak atas dana atau aset produktif yang menganggur (dues of idle fund). untuk mngimplementasikan kebijakan moneter bank sentral memiliki empat instrumen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful