Bahan Ajar Kimia Fisika

BAB IV
SEL ELEKTROKIMIA
Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan elektron – elektron bebas dari
suatu logam kepada komponen di dalam larutan. Kesetimbangan reaksi
elektrokimia penting dalam sel galvani (yang menghasilkan arus listrik) dan sel
elektrolisis (yang menggunakan arus listrik). Pengukuran daya gerak listrik (DGL)
suatu sel elektrokimia dalam jangkauan suhu tertentu dapat digunakan untuk
menentukan nilai – nilai termodinamika reaksi yang berlangsung serta koefisien
aktifitas dari elektrolit yang terlibat.
4.1. Hukum Coulomb, Medan Listrik, dan Potensial Listrik
Di antara empat macam antaraksi fisika yang dikenal (antaraksi inti yang
kuat, antaraksi lemah, antaraksi elektromagnetik, dan gravitasi), hanya antaraksi
elektromagnetik yang penting dalam bidang kimia. Dasar antaraksi ini adalah
adanya gaya tarik atau gaya tolak antara dua muatan, yaitu Q
1
dan Q
2
. Gaya ini
merupakan besaran vektor yag dirumuskan sebagai Hukum Coulomb.
2
2 1
0
4
1
r
Q Q
f
r
ε π ε
·
r ........................................... (4.1)
dimana r = jarak antar muatan (unit vektor yang bergantung arah gaya)
ε
0
= permitivitas ruang hampa (8,854.10
12
C
2
N
-1
m
-2
)
ε
r
= permitivitas relatif / konstanta dielektrik
Jika arah gaya tidak diperhatikan, maka
2
0
2 1
4 r
Q Q
f
r
ε π ε
·
.................................................. (4.2)
Kekuatan medan listrik pada titik tertentu (E) diartikan sebagai gaya listrik
per muatan unit. Jika pada percobaan muatan Q
1
sangat kecil, maka
2
0
2
1
4 r
Q
Q
f
E
π ε
· ·
.............................................. (4.3)
Bahan Ajar Kimia Fisika
Medan listrik dinyatakan dalam satuan SI Vm
-1
. Pada pembahasan selanjutnya,
simbol E akan digunakan untuk menyatakan daya gerak listrik (DGL), yaitu
perbedaan potensial listrik antara dua titik dan dinyatakan dalam satuan Volt (V).
Besarnya medan listrik yang ada di sekitar partikel bermuatan adalah
turunan dari besaran skalar yang disebut potensial listrik. Potensial listrik (Φ)
didefinisikan sebagai kerja yang dibutuhkan untuk membawa suatu unit muatan
positif dari titik awal ke titik tertentu.
dr
r
Q
r
r


− · Φ
2
0
2
4 ε π ε


r
Q
r
ε πε
0
2
4
·
..................................................... (4.4)
4.2. Elektroda dan Potensial Elektroda Standar (E
o
)
Pembahasan sel elektrokimia dimulai dengan menggambarkan elektroda
yang menyusun sel elektrokimia. Elektroda tersusun dari elektroda itu sendiri dan
bahan kimia (reagents) yang terlibat. Sel elektrokimia umumnya tersusun atas dua
elektroda. Setiap elektroda disebut sebagai setengah sel (half cell). Reaksi yang
terjadi pada tiap elektroda disebut reaksi setengah sel atau reaksi elektroda.
Berdasarkan jenisnya, elektroda dapat digolongkan menjadi :
1. Elektroda logam – ion logam
Yaitu elektroda yang berisi logam yang berada dalam kesetimbangan
dengan larutan ionnya, contohnya elektroda Cu | Cu
2+
.
2. Elektroda amalgam
Amalgam adalah larutan logam dalam Hg cair. Pada elektroda ini,
amalgam logam M akan berada dalam kesetimbangan dengan ionnya
(M
2+
). Logam – logam aktif seperti Na dan Ca dapat digunakan sebagai
elektroda amalgam.
3. Elektroda redoks
Yaitu elektroda yang melibatkan reaksi reduksi – oksidasi di dalamnya,
contohnya elektroda Pt | Fe
3+
, Fe
2+
.
Bahan Ajar Kimia Fisika
4. Elektroda logam – garam tak larut
Elektroda ini berisi logam M yang berada dalam kesetimbangan dengan
garam sangat sedikit larutnya M
υ+
X
υ
-

dan larutan yang jenuh dengan
M
υ+
X
υ
- serta mengandung garam atau asam terlarut dengan anion X
z-
.
Contoh : elektroda Ag – AgCl yang terdiri dari logam Ag, padatan AgCl,
dan larutan yang mengandung ion Cl
-
dari KCl atau HCl.
5. Elektroda gas
Yaitu elektroda yang berisi gas yang berda dalam kesetimbangan dengan
ion – ion dalam larutan, misalnya elektroda Pt | H
2(g)
| H
+
(aq)
.
6. Elektroda non logam non gas
Yaitu elektroda yang berisi unsur selain logam dan gas, misalnya elektroda
brom (Pt | Br
2(l)
| Br
-
(aq)
) dan yodium (Pt | I
2(s)
| I
-
(aq)
).
7. Elektroda membran
Yaitu elektroda yang mengandung membran semi permiabel.
Untuk menggerakkan muatan dari satu titik ke titik lain diperlukan beda potensial
listrik antara kedua muatan. Beda potensial diukur antara dua elektroda yaitu
elektroda pengukur dan elektroda pembanding. Sebagai elektroda pembanding
umumnya digunakan elektroda hidrogen (H
+
| H
2
| Pt) atau elektroda kalomel (Cl
-
|
Hg
2
Cl
2(s)
| Hg). Beda potensial inilah yang dinyatakan sebagai daya gerak listrik
(DGL). Untuk menghitung DGL sel, digunakan potensial elektroda standar (E
o
)
yang nilainya dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1. Potensial elektroda standar pada 25
o
C
Elektroda E
o
(V) Reaksi Setengah Sel
F
-
| F
2(g)
| Pt 2,87 ½ F
2(g)
+ e
-
= F
-
Au
3+
| Au 1,50 ⅓ Au
3+
+ e
-
= Au
3+
Pb
2+
| PbO
2
| Pb 1,455 ½ PbO
2
+ 2H
+
+ e
-
= ½ Pb
2+
+ H
2
O
Cl
-
| Cl
2(g)
| Pt 1,3604 ½ Cl
2(g)
+ e
-
= Cl
-
H
+
| O
2
| Pt 1,2288 H
+
+ ¼ O
2
+ e
-
= ½ H
2
O
Ag
+
| Ag 0,7992 Ag
+
+ e
-
= Ag
Fe
3+
,
Fe
2+
| Pt 0,771 Fe
3+
+ e
-
= Fe
2+
I
-
| I
2(s)
| Pt 0,5355 ½ I
2
+ e
-
= I
-
Cu
+
| Cu 0,521 Cu
+
+ e
-
= Cu
+
OH
-
| O
2
| Pt 0,4009 ¼ O
2
+ ½ H
2
O + e
-
= OH
-
Cu
2+
| Cu 0,339 ½ Cu
2+
+ e
-
= ½ Cu
Cl
-
| Hg
2
Cl
2(s)
| Hg 0,268 ½ Hg
2
Cl
2
+ e
-
= Hg + Cl
-
Bahan Ajar Kimia Fisika
Cl
-
| AgCl
(s)
| Ag 0,2224 AgCl + e
-
= Ag + Cl
-
Cu
2+
,
Cu
+
| Pt 0,153 Cu
2+
+ e
-
= Cu
+
Br
-
| AgBr
(s)
| Ag 0,0732 AgBr + e
-
= Ag + Br
-
H
+
| H
2
| Pt 0,0000 H
+
+ e
-
= ½ H
2
D
+
| D
2
| Pt -0,0034 D
+
+ e
-
= ½ D
2
Pb
2+
| Pb -0,126 ½ Pb
2+
+ e
-
= ½ Pb
Sn
2+
| Sn -0,140 ½ Sn
2+
+ e
-
= ½ Sn
Ni
2+
| Ni -0,250 ½ Ni
2+
+ e
-
= ½ Ni
Cd
2+
| Cd -0,4022 ½ Cd
2+
+ e
-
= ½ Cd
Fe
2+
| Fe -0,440 ½ Fe
2+
+ e
-
= ½ Fe
Zn
2+
| Zn -0,763 ½ Zn
2+
+ e
-
= ½ Zn
OH
-
| H
2
| Pt -0,8279 H
2
O + e
-
= ½ H
2
+ OH
-
Mg
2+
| Mg -2,37 ½ Mg
2+
+ e
-
= ½ Mg
Na
+
| Na -2,714 Na
+
+ e
-
= Na
Li
+
| Li -3,045 Li
+
+ e
-
= Li
Pada tabel 4.1. terlihat bahwa elektroda hidrogen (H
+
| H
2
| Pt) merupakan batas
pembanding dengan nilai potensial 0,0000 V. Bila elektroda pengukur
mempunyai nilai lebih besar dari elektroda hidrogen (bernilai positif), maka
elektroda tersebut mempunyai kecenderungan untuk tereduksi (bersifat oksidator).
Sedangkan bila elektroda pengukur mempunyai nilai lebih kecil dari elektroda
hidrogen (bernilai negatif), maka elektroda tersebut mempunyai kecenderungan
untuk teroksidasi (bersifat reduktor). Karena reaksi setengah sel pada elektroda
ditulis dalam bentuk reduksi, maka nilai potensial elektroda standar juga dapat
disebut potensial reduksi standar.
4.3. Sel Elektrokimia
Sel elektrokimia tersusun atas dua elektroda, yaitu anoda dan katoda. Pada
anoda terjadi reaksi oksidasi, sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi. Secara
garis besar, sel elektrokimia dapat digolongkan menjadi :
a. Sel Galvani
Yaitu sel yang menghasilkan arus listrik. Pada sel galvani, anoda
berfungsi sebagai elektroda bermuatan negatif dan katoda bermuatan
positif. Arus listrik mengalir dari katoda menuju anoda .Reaksi kimia
Bahan Ajar Kimia Fisika
yang terjadi pada sel galvani berlangsung secara spontan. Salah satu
aplikasi sel galvani adalah penggunaan sel Zn/Ag
2
O
3
untuk batere jam.
b. Sel Elektrolisis
Yaitu sel yang menggunakan arus listrik. Pada sel elektrolisis, reaksi
kimia tidak terjadi secara spontan tetapi melalui perbedaan potensial
yang dipicu dari luar sistem. Anoda berfungsi sebagai elektroda
bermuatan positif dan katoda bermuatan negatif, sehingga arus listrik
mengalir dari anoda ke katoda. Sel elektrolisis banyak digunakan
untuk produksi alumunium atau pemurnian tembaga.
Gambar 4.1. Sel Galvani dan Sel Elektrolisis
Untuk menyatakan sel elektrokimia, digunakan notasi sel sebagai berikut
Zn │ Zn
2+
║ Cu
2+
│ Cu
Zn │ Zn
2+
┇┇ Cu
2+
│ Cu
Sisi kiri notasi sel biasanya menyatakan reaksi oksidasi, sedangkan sisi kanan
notasi sel biasanya menyatakan reaksi reduksi. Garis tunggal pada notasi sel
menyatakan perbedaan fasa, sedangkan garis ganda menyatakan perbedaan
elektroda. Garis putus – putus menyatakan adanya jembatan garam pada sel
elektrokimia. Jembatan garam adalah larutan kalium klorida atau amonium nitrat
pekat. Jembatan garam diperlukan bila larutan pada anoda dan katoda dapat saling
bereaksi.
Bahan Ajar Kimia Fisika
Gambar 4.2. Sel elektrokimia tanpa jembatan garam (a) dan dengan jembatan garam (b)
4.3.1. Penentuan DGL Standar Sel (E
o
sel
)
Nilai E
o
sel
ditentukan dengan rumus
E
o
sel
= E
o
reduksi
– E
o
oksidasi
.................................... (4.5)
E
o
reduksi
adalah nilai potensial elektroda standar pada elektroda yang mengalami
reduksi dan E
o
oksidasi
adalah nilai potensial elektroda standar dari elektroda yang
mengalami oksidasi.
Contoh : Hitung E
o
sel
pada 25
o
C untuk Cd │ Cd
2+
║ Cu
2+
│ Cu !
Reduksi : ½ Cu
2+
+ e
-
= ½ Cu E
o
= 0,339 V
Oksidasi : ½ Cd = ½ Cd
2+
+ e
-
E
o
= -0,4022 V
Total : Cu
2+
+ Cd = Cu + Cd
2+
E
o
sel
= 0,7412 V
4.3.2. Penentuan DGL Sel (E
sel
) dan Perubahan Energi Bebas Gibbs (ΔG)
Beda potensial antara elektroda kanan (reduksi) dan elektroda kiri
(oksidasi) ditentukan dengan perhitungan DGL sel (E
sel
). Secara umum,
sel
nFE G − · ∆
dan
o
sel
o
nFE G − · ∆
............................
(4.6)
Bahan Ajar Kimia Fisika
Bila nilai DGL sel positif, maka ΔG negatif dan reaksi berlangsung secara
spontan. Sedangkan bila DGL sel negatif, ΔG positif dan reaksi berlangsung tidak
spontan. Menurut kesetimbangan kimia,
Q RT G G
o
ln + ∆ · ∆ ......................................... (4.7)
Bila perubahan energi Gibbs dinyatakan sebagai potensial kimia, maka persamaan
4.7 dapat ditulis menjadi
i
o
i i
a RT ln + · µ µ ............................................. (4.8)
Jika nilai μ
i
disubstitusi dengan persamaan 4.6, maka
i
i
i
o
sel sel
a RT nFE nFE
ν
Π + − · − ln
.................................... (4.9)
K
nF
RT
E E
o
sel sel
ln − ·
.....................................................
(4.10)
Hubungan antara E
sel
dan E
o
sel
ini disebut persamaan Nernst, dimana K adalah
tetapan kesetimbangan yang nilainya sama dengan perbandingan aktifitas spesi
teroksidasi terhadap spesi tereduksi.
] [
] [
reduksi
oksidasi
a
a
K ·
..........................................
(4.11)
Pada kesetimbangan, nilai E
sel
adalah nol sehingga
K
nF
RT
E
o
sel
ln ·
.......................................
(4.12)
RT
nFE
o
sel
e K ·
..............................................
(4.13)
Dengan menggunakan persamaan 4.13, nilai K pada kesetimbangan dapat
ditentukan.
4.4. Keaktifan Elektrolit
Bahan Ajar Kimia Fisika
Pada campuran non elektrolit, potensial kimia dapat dinyatakan sebagai
i i
o
l i l i
x RT γ µ µ ln
) ( ) (
+ ·
...................................... (4.14)
dimana γ
i
adalah koefisien keaktifan zat i dan x
i
adalah fraksi mol zat i. Aktifitas
zat non elektrolit adalah
i i i
x a γ ·
................................................. (4.15)
sehingga
i
o
l i l i
a RT ln
) ( ) (
+ · µ µ
......................................... (4.16)
Pendekatan nilai aktifitas yang sama tidak dapat digunakan untuk larutan
elektrolit, karena zat elektrolit mengalami dissosiasi (penguraian). Walaupun
begitu, ion – ion elektrolit tidak dapat dipelajari secara terpisah karena pada
larutan dapat terjadi penetralan listrik. Untuk larutan elektrolit, digunakan besaran
molalitas untuk menggantikan fraksi mol. Pemilihan skala mol dilakukan karena
dibandingkan dengan fraksi mol, molalitas suatu zat tidak akan berubah apabila
dalam larutan ditambahkan zat terlarut yang lain. Sehingga untuk zat elektrolit
o
i i
i
m
m
a
γ
· ............................................... (4.17)
dimana m
o
adalah nilai standar molalitas ( 1 mol / kg pelarut) dan
1 lim
0
·

i
m
i
γ
...............................................
(4.18)
Untuk larutan elektrolit yang mengandung anion dan kation, nilai potensial kimia
masing – masing ion adalah
+ + + +
+ · m RT
o
γ µ µ ln .........................................
(4.19)
− − − −
+ · m RT
o
γ µ µ ln .........................................
(4.20)
μ
o
+
dan μ
o
-
adalah potensial kimia standar dari kation dan anion, sedangkan γ
+
dan
γ
-
adalah koefisien aktifitas katin dan anion. Potensial kimia total dari zat
elektrolit adalah
− − + +
+ · µ ν µ ν µ
................................................
(4.21)
Bahan Ajar Kimia Fisika
dimana υ
+
dan υ
-
adalah jumlah kation dan anion. Substitusi persamaan 4.19 dan
4.20 pada persamaan 4.21 menghasilkan
− + − +
− + − + − − + +
+ + ·
ν ν ν ν
γ γ µ ν µ ν µ m m RT
o o
ln ) ( ..................................
(4.22)
Jika m
±
adalah molalitas ionik rata – rata dan γ
±
adalah koefisien aktifitas ionik
rata – rata dimana
t − + t − +
− + − + t
· ·
ν ν ν ν ν ν
ν ν
1 1
) ( ) ( m m m m
................................ (4.23)
t − +
− + t
·
ν ν ν
γ γ γ
1
) (
............................................................ (4.24)
dan
− + t
+ · ν ν ν
................................................................... (4.25)
Dengan menggunakan ketiga persamaan di atas, persamaan 4.22 menjadi

m RT
o
t t
+ · γ ν µ µ ln ......................................
(4.26)
Dari persamaan 4.26, nilai aktifitas elektrolit dinyatakan sebagai
t
+
t t

·
ν
ν
γ
ν
) ( m a
B A
) (
− + t t
− + t
·
ν ν ν ν
ν ν γ m ...................................
(4.27)
4.5. Kekuatan Ion
Elektrolit yang mempunyai ion bermuatan lebih dari satu mempunyai
pengaruh yang lebih besar terhadap koefisien aktifitas dibandingkan elektrolit
yang hanya mempunyai ion bermuatan satu. G. N. Lewis menyimpulkan hal
tersebut sebagai kekuatan ion (I)
...) ( 2 / 1 2 / 1
2
2 2
2
1 1
2
+ + · ·

z m z m z m I
i
i i
.......................
(4.28)
dimana z
i
adalah muatan ion – ion pada zat elektrolit. Pada pengenceran tak
terhingga, distribusi ion pada larutan elektrolit dapat dianggap sangat acak. Pada
konsentrasi yang lebih tinggi, gaya tarik dan gaya tolak menjadi penting karena
letak ion – ion yang berdekatan. Karena adanya gaya tarik antar ion dan antara ion
Bahan Ajar Kimia Fisika
dengan lingkungan atmosfer ionik, koefisien aktifitas elektrolit mengalami
penurunan. Pengaruh ini terjadi lebih besar pada ion – ion bermuatan tinggi dan
pada pelarut dengan konstanta dielektrik lebih rendah dimana interaksi
elektrostatik menjadi lebih kuat.
Debye dan Hückel menyatakan bahwa pada larutan encer, koefisien
aktifitas γ
i
dari spesi ion i dengan muatan z
i
adalah
2 / 1 2
log I Az
i i
− · γ
...................................
(4.29)
dengan
2 / 3
0
2
2 / 1
4
2
303 , 2
1

,
`

.
|

,
`

.
|
·
kT
e
V
m N
A
r
pelarut A
ε π ε
π
.................
(4.30)
dimana m
pelarut
adalah massa pelarut, V adalah volume dan ε
r
adalah permitivitas
relatif. Jika persamaan 4.24 ditulis dalam bentuk logaritma
) log log (
1
log
− − + +
− +
t
+
+
· γ ν γ ν
ν ν
γ
......................... (4.31)
Jika γ
+
dan γ
-
disubstitusi dengan persamaan 4.29, maka
2 / 1
2 2
log I
z z
A

,
`

.
|
+
+
− ·
− +
− − + +
t
ν ν
ν ν
γ
..........................
(4.32)
Bila berlaku υ
+
z
+
= -υ
-
z
-
, maka
2 / 1
log I z Az
− + t
· γ .................................
(4.33)
Teori Debye – Hückel berlaku pada larutan dengan kekuatan ionik rendah. Pada
larutan dengan kekuatan ion tinggi, koefisien aktifitas elektrolit biasanya naik
dengan bertambahnya kekuatan ion.
4.6. Penentuan pH
Konsentrasi ion H
+
pada larutan aqueous dapat bervariasi mulai 1 mol/L
dalam 1 mol/L HCL sampai dengan 10
-14
dalam 1 mol/L NaOH. Karena
jangkauan nilai yang luas ini, Sorenson (1909) mendefinisikan pH sebagai
Bahan Ajar Kimia Fisika
pH = - log [H
+
] ....................................... (4.34)
Saat ini, pH dapat didekati sebagai minus logaritma dari aktifitas ion hidrogen
pH = - log a
H+
......................................... (4.35)
pH dapat diukur dengan menggunakan elektroda hidrogen (sebagai elektroda
pengukur) dan elektroda kalomel (sebagai elektroda pembanding). Kedua
elektroda dihubungkan oleh jembatan garam, dengan notasi sel Pt | H
2(g)
| H
+
(a
H+
)
┇┇ Cl
-
| Hg
2
Cl
2
| Hg. Reaksi setengah sel yang terjadi pada kedua elektroda adalah
½ Hg
2
Cl
2
+ e
-
= Hg + Cl
-
à E
o
= 0,2802 V
H
+
+ e
-
= ½ H
2(g)
à E
o
= 0,0000 V
Nilai DGL untuk sel ini adalah
E
sel
= E
o
sel
– 0,0591
] [
] [
log
reduksi
oksidasi
………………….....
(4.36)
E
sel
= E
o
sel
– 0,0591
]
]
]

+
o
H
H
P
P
a
2
] [
log
.................................. (4.37)
Jika P
H2
= P
o
E
sel
= E
o
sel
– 0,0591 log [a
H+
]
= 0,2802 V – 0,0591 log [a
H+
]
E
sel
- 0,2802 = - 0,0591 log [a
H+
]
E
sel
- 0,2802 = 0,0591 pH
0591 , 0
2802 , 0 −
·
sel
E
pH
...........................................
(4.38)
Pengukuran pH biasanya tidak dilakukan dengan elektroda hidrogen,
tetapi menggunakan elektroda kaca. Hal ini dilakukan untuk menghindari
keterlibatan ion hidrogen dari elektroda (yang dapat mempengaruhi pengukuran)
serta kemungkinan masuknya racun dari platina yang terdapat pada elektroda
tersebut.
Bahan Ajar Kimia Fisika
Gambar 4.3. Elektroda kaca dan elektroda kalomel dalam pHmeter
Elektroda kaca terdiri dari elektroda kalomel atau elektroda Ag – AgCl dalam
larutan dengan pH tetap dalam membran tipis yang terbuat dari kaca khusus.
Notasi sel untuk elektroda ini adalah Ag | AgCl | Cl
-
, H
+
| membran kaca | larutan
┇┇ elektroda kalomel.

Sel elektrokimia umumnya tersusun atas dua elektroda.. Elektroda amalgam Amalgam adalah larutan logam dalam Hg cair.... yaitu perbedaan potensial listrik antara dua titik dan dinyatakan dalam satuan Volt (V)......... Besarnya medan listrik yang ada di sekitar partikel bermuatan adalah turunan dari besaran skalar yang disebut potensial listrik. Pada elektroda ini.2. Logam – logam aktif seperti Na dan Ca dapat digunakan sebagai elektroda amalgam. elektroda dapat digolongkan menjadi : 1. amalgam logam M akan berada dalam kesetimbangan dengan ionnya (M2+).. Potensial listrik (Φ) didefinisikan sebagai kerja yang dibutuhkan untuk membawa suatu unit muatan positif dari titik awal ke titik tertentu. 4... contohnya elektroda Cu | Cu2+. Pada pembahasan selanjutnya....... . Elektroda redoks Yaitu elektroda yang melibatkan reaksi reduksi – oksidasi di dalamnya... 2.. 3........... Fe2+.......... Φ = −∫ ∞ r Q2 4π ε ε r r 2 0 Q2 dr (4. Elektroda dan Potensial Elektroda Standar (Eo) Pembahasan sel elektrokimia dimulai dengan menggambarkan elektroda yang menyusun sel elektrokimia.Bahan Ajar Kimia Fisika Medan listrik dinyatakan dalam satuan SI Vm-1...... Elektroda tersusun dari elektroda itu sendiri dan bahan kimia (reagents) yang terlibat. contohnya elektroda Pt | Fe3+. Elektroda logam – ion logam Yaitu elektroda yang berisi logam yang berada dalam kesetimbangan dengan larutan ionnya. Reaksi yang terjadi pada tiap elektroda disebut reaksi setengah sel atau reaksi elektroda... simbol E akan digunakan untuk menyatakan daya gerak listrik (DGL). Setiap elektroda disebut sebagai setengah sel (half cell)..4) = 4πε0 ε r r .. Berdasarkan jenisnya.

| F2(g) | Pt Au3+ | Au Pb2+ | PbO2 | Pb Cl.dari KCl atau HCl.= Fe2+ ½ I2 + e. Beda potensial diukur antara dua elektroda yaitu elektroda pengukur dan elektroda pembanding. Elektroda non logam non gas Yaitu elektroda yang berisi unsur selain logam dan gas. Beda potensial inilah yang dinyatakan sebagai daya gerak listrik (DGL). 7.= ½ Cu ½ Hg2Cl2 + e.| I2(s) | Pt Cu+ | Cu OH.521 0.87 1. Tabel 4.771 0.= ICu+ + e. Sebagai elektroda pembanding umumnya digunakan elektroda hidrogen (H+ | H2 | Pt) atau elektroda kalomel (Cl.= OH½ Cu2+ + e.= Ag Fe3+ + e.50 1.455 1.| O2 | Pt Cu2+ | Cu Cl.= ½ H2O Ag+ + e. Elektroda logam – garam tak larut Elektroda ini berisi logam M yang berada dalam kesetimbangan dengan garam sangat sedikit larutnya Mυ+Xυ.339 0.= Cu+ ¼ O2 + ½ H2O + e. 5. Potensial elektroda standar pada 25oC Elektroda F.1. misalnya elektroda brom (Pt | Br2(l) | Br-(aq)) dan yodium (Pt | I2(s) | I-(aq)).| Cl2(g) | Pt H+ | O2 | Pt Ag+ | Ag Fe3+.1.| Hg2Cl2(s) | Hg Eo (V) 2.2288 0.7992 0. Contoh : elektroda Ag – AgCl yang terdiri dari logam Ag.268 Reaksi Setengah Sel ½ F2(g) + e. Untuk menggerakkan muatan dari satu titik ke titik lain diperlukan beda potensial listrik antara kedua muatan.= Au3+ ½ PbO2 + 2H+ + e. Fe2+ | Pt I.= F⅓ Au3+ + e.= ClH+ + ¼ O2 + e. digunakan potensial elektroda standar (Eo) yang nilainya dapat dilihat pada tabel 4.3604 1. dan larutan yang mengandung ion Cl.serta mengandung garam atau asam terlarut dengan anion Xz-.= ½ Pb2+ + H2O ½ Cl2(g) + e.dan larutan yang jenuh dengan Mυ+Xυ. Untuk menghitung DGL sel. 6.Bahan Ajar Kimia Fisika 4. Elektroda gas Yaitu elektroda yang berisi gas yang berda dalam kesetimbangan dengan ion – ion dalam larutan.4009 0. Elektroda membran Yaitu elektroda yang mengandung membran semi permiabel.5355 0. padatan AgCl.= Hg + Cl- .| Hg2Cl2(s) | Hg). misalnya elektroda Pt | H2(g) | H+(aq).

4022 -0. Arus listrik mengalir dari katoda menuju anoda .0000 -0. Pada anoda terjadi reaksi oksidasi.8279 -2.= ½ Pb ½ Sn2+ + e.= Li Pada tabel 4.Reaksi kimia . terlihat bahwa elektroda hidrogen (H+ | H2 | Pt) merupakan batas pembanding dengan nilai potensial 0.= ½ D2 ½ Pb2+ + e.| AgCl(s) | Ag Cu2+.0732 0.= ½ Sn ½ Ni2+ + e. maka elektroda tersebut mempunyai kecenderungan untuk tereduksi (bersifat oksidator).= Cu+ AgBr + e.= ½ Cd ½ Fe2+ + e.0034 -0. anoda berfungsi sebagai elektroda bermuatan negatif dan katoda bermuatan positif.= Ag + ClCu2+ + e. Sedangkan bila elektroda pengukur mempunyai nilai lebih kecil dari elektroda hidrogen (bernilai negatif). Bila elektroda pengukur mempunyai nilai lebih besar dari elektroda hidrogen (bernilai positif).= ½ Mg Na+ + e.714 -3.045 AgCl + e. maka elektroda tersebut mempunyai kecenderungan untuk teroksidasi (bersifat reduktor). Karena reaksi setengah sel pada elektroda ditulis dalam bentuk reduksi.= Na Li+ + e. Secara garis besar.250 -0. Pada sel galvani.= ½ H2 + OH½ Mg2+ + e. maka nilai potensial elektroda standar juga dapat disebut potensial reduksi standar.37 -2.= Ag + BrH+ + e .153 0. Sel Elektrokimia Sel elektrokimia tersusun atas dua elektroda.440 -0.126 -0. Sel Galvani Yaitu sel yang menghasilkan arus listrik. 4.= ½ Fe ½ Zn2+ + e.= ½ Zn H2O + e.0000 V.= ½ Ni ½ Cd2+ + e.= ½ H2 D+ + e .1.2224 0. yaitu anoda dan katoda.763 -0. sedangkan pada katoda terjadi reaksi reduksi.| AgBr(s) | Ag H+ | H2 | Pt D+ | D2 | Pt Pb2+ | Pb Sn2+ | Sn Ni2+ | Ni Cd2+ | Cd Fe2+ | Fe Zn2+ | Zn OH. Cu+ | Pt Br.3.| H2 | Pt Mg2+ | Mg Na+ | Na Li+ | Li 0.Bahan Ajar Kimia Fisika Cl.140 -0. sel elektrokimia dapat digolongkan menjadi : a.

Pada sel elektrolisis. reaksi kimia tidak terjadi secara spontan tetapi melalui perbedaan potensial yang dipicu dari luar sistem. Sel elektrolisis banyak digunakan untuk produksi alumunium atau pemurnian tembaga. Salah satu aplikasi sel galvani adalah penggunaan sel Zn/Ag2O3 untuk batere jam. Sel Elektrolisis Yaitu sel yang menggunakan arus listrik. sehingga arus listrik mengalir dari anoda ke katoda. Anoda berfungsi sebagai elektroda bermuatan positif dan katoda bermuatan negatif. Garis tunggal pada notasi sel menyatakan perbedaan fasa. Garis putus – putus menyatakan adanya jembatan garam pada sel elektrokimia. Sel Galvani dan Sel Elektrolisis Untuk menyatakan sel elektrokimia.Bahan Ajar Kimia Fisika yang terjadi pada sel galvani berlangsung secara spontan. sedangkan sisi kanan notasi sel biasanya menyatakan reaksi reduksi. Gambar 4. .1. b. Jembatan garam diperlukan bila larutan pada anoda dan katoda dapat saling bereaksi. Jembatan garam adalah larutan kalium klorida atau amonium nitrat pekat. digunakan notasi sel sebagai berikut Zn │ Zn2+ ║ Cu2+ │ Cu Zn │ Zn2+ ┇┇ Cu2+ │ Cu Sisi kiri notasi sel biasanya menyatakan reaksi oksidasi. sedangkan garis ganda menyatakan perbedaan elektroda.

Penentuan DGL Standar Sel (Eosel) Nilai Eosel ditentukan dengan rumus Eosel = Eoreduksi – Eooksidasi ...5) Eoreduksi adalah nilai potensial elektroda standar pada elektroda yang mengalami reduksi dan Eooksidasi adalah nilai potensial elektroda standar dari elektroda yang mengalami oksidasi. Contoh : Hitung Eosel pada 25oC untuk Cd │ Cd2+ ║ Cu2+ │ Cu ! Reduksi : ½ Cu2+ + e..... Secara umum... (4.1..3...3.....6) .........7412 V 4...... Sel elektrokimia tanpa jembatan garam (a) dan dengan jembatan garam (b) 4.339 V Eo = -0.Bahan Ajar Kimia Fisika Gambar 4... ∆G = −nFE sel o ∆G o = −nFE sel dan ..4022 V Eosel = 0............ (4..........2.. Penentuan DGL Sel (Esel) dan Perubahan Energi Bebas Gibbs (ΔG) Beda potensial antara elektroda kanan (reduksi) dan elektroda kiri (oksidasi) ditentukan dengan perhitungan DGL sel (Esel)..2....= ½ Cu Oksidasi : ½ Cd = ½ Cd2+ + eTotal : Cu2+ + Cd = Cu + Cd2+ Eo = 0.......

....... maka o − nFEsel = − nFEsel + RT ln Π aν i .........8) Jika nilai μi disubstitusi dengan persamaan 4............ i i o E sel = E sel − (4............13) o nFEsel RT . maka persamaan 4.....7 dapat ditulis menjadi µ i = µ i + RT ln a i ... maka ΔG negatif dan reaksi berlangsung secara spontan......... o (4......9) RT ln K nF ......... (4.....6. Menurut kesetimbangan kimia........... 4......Bahan Ajar Kimia Fisika Bila nilai DGL sel positif.................... nilai Esel adalah nol sehingga o E sel = RT ln K nF . dimana K adalah tetapan kesetimbangan yang nilainya sama dengan perbandingan aktifitas spesi teroksidasi terhadap spesi tereduksi................................10) Hubungan antara Esel dan Eosel ini disebut persamaan Nernst...........................4.......... (4.... ΔG positif dan reaksi berlangsung tidak spontan................................ (4............. ∆G = ∆G o + RT ln Q ................................12) K =e (4............ (4.13. nilai K pada kesetimbangan dapat ditentukan........11) Pada kesetimbangan... Keaktifan Elektrolit ....7) Bila perubahan energi Gibbs dinyatakan sebagai potensial kimia.... Sedangkan bila DGL sel negatif........ K = [ a oksidasi ] [ a reduksi ] ........... Dengan menggunakan persamaan 4........

...............Bahan Ajar Kimia Fisika Pada campuran non elektrolit..... molalitas suatu zat tidak akan berubah apabila dalam larutan ditambahkan zat terlarut yang lain.......... (4. Sehingga untuk zat elektrolit ai = γ i mi mo ............ Potensial kimia total dari zat elektrolit adalah µ = ν + µ+ +ν − µ− ............. Aktifitas zat non elektrolit adalah a i = γ i xi ..... Walaupun begitu.................... nilai potensial kimia masing – masing ion adalah o µ + = µ + + RT ln γ + m+ ................15) (4.. Untuk larutan elektrolit............... karena zat elektrolit mengalami dissosiasi (penguraian)...........20) μo+ dan μo.. (4....................... ..18) Untuk larutan elektrolit yang mengandung anion dan kation................21) ..... (4..adalah potensial kimia standar dari kation dan anion............. potensial kimia dapat dinyatakan sebagai µi ( l ) = µio( l ) + RT ln γ i xi . (4......... ion – ion elektrolit tidak dapat dipelajari secara terpisah karena pada larutan dapat terjadi penetralan listrik..................... Pemilihan skala mol dilakukan karena dibandingkan dengan fraksi mol..................... (4............................ (4.. sedangkan γ+ dan γ.......... digunakan besaran molalitas untuk menggantikan fraksi mol.... (4........16) sehingga µi ( l ) = µio( l ) + RT ln a i Pendekatan nilai aktifitas yang sama tidak dapat digunakan untuk larutan elektrolit..................14) dimana γi adalah koefisien keaktifan zat i dan xi adalah fraksi mol zat i.......adalah koefisien aktifitas katin dan anion.........17) dimana mo adalah nilai standar molalitas ( 1 mol / kg pelarut) dan mi →0 lim γ i = 1 ................................................19) o µ − = µ − + RT ln γ − m− ..

... Pada pengenceran tak terhingga..... persamaan 4...............Bahan Ajar Kimia Fisika dimana υ+ dan υ.... Elektrolit yang mempunyai ion bermuatan lebih dari satu mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap koefisien aktifitas dibandingkan elektrolit yang hanya mempunyai ion bermuatan satu............................................................. gaya tarik dan gaya tolak menjadi penting karena letak ion – ion yang berdekatan..... (4.......................... Dari persamaan 4...................................19 dan 4. Jika m± adalah molalitas ionik rata – rata dan γ± adalah koefisien aktifitas ionik rata – rata dimana 1 ν± 1 ν± m± = (mν+ + mν− − ) = m(ν ν+ + ν ν − ) − ..adalah jumlah kation dan anion.......... Pada konsentrasi yang lebih tinggi............... Karena adanya gaya tarik antar ion dan antara ion ......27) 4.. (4....21 menghasilkan µ = (ν + µ +o + ν − µ −o ) + RTln γ ν + γ ν − mν + mν − + − + − (4..5....... Kekuatan Ion .. N..............26) ... distribusi ion pada larutan elektrolit dapat dianggap sangat acak. nilai aktifitas elektrolit dinyatakan sebagai a Aν + Bν − = (γ ± m± )ν ± = γ ν ± mν ± (ν ν +ν ν − ) ± + − (4.23) (4..... Lewis menyimpulkan hal tersebut sebagai kekuatan ion (I) 2 I = 1 / 2∑ mi z i2 = 1 / 2(m1 z12 + m 2 z 2 + ....24) (4..................22 menjadi µ = µ o + ν ± RT ln γ ± m (4..... G....25) γ ± = (γ ν+ + γ ν− − ) dan 1 ν± .. Substitusi persamaan 4..........................20 pada persamaan 4......28) dimana zi adalah muatan ion – ion pada zat elektrolit....) i .. ν ± = ν + +ν − ... Dengan menggunakan ketiga persamaan di atas......26...22) .......

. Sorenson (1909) mendefinisikan pH sebagai ....... Pengaruh ini terjadi lebih besar pada ion – ion bermuatan tinggi dan pada pelarut dengan konstanta dielektrik lebih rendah dimana interaksi elektrostatik menjadi lebih kuat..... Pada larutan dengan kekuatan ion tinggi....33) Teori Debye – Hückel berlaku pada larutan dengan kekuatan ionik rendah............ Debye dan Hückel menyatakan bahwa pada larutan encer....303  V      1/ 2   e2   4π ε ε kT   0 r   3/ 2 ...... Karena jangkauan nilai yang luas ini........ Jika persamaan 4...... (4.... koefisien aktifitas elektrolit biasanya naik dengan bertambahnya kekuatan ion.... koefisien aktifitas elektrolit mengalami penurunan...... maka 2 ν z 2 + ν − z − log γ ± = − A + +  ν +ν + −   1/ 2 I   ....... koefisien aktifitas γi dari spesi ion i dengan muatan zi adalah log γ i = − Az i2 I 1 / 2 .....32) Bila berlaku υ+z+ = -υ-z-...31) Jika γ+ dan γ.....................6.24 ditulis dalam bentuk logaritma log γ ± = 1 (ν + log γ + +ν − log γ − ) . (4.......... V adalah volume dan εr adalah permitivitas relatif..........disubstitusi dengan persamaan 4..... (4...29.....Bahan Ajar Kimia Fisika dengan lingkungan atmosfer ionik. 4... ν + +ν − 1  2πN A m pelarut  A= 2.......29) dengan (4. (4..... maka log γ ± = Az + z − I 1 / 2 .30) dimana mpelarut adalah massa pelarut... Penentuan pH Konsentrasi ion H+ pada larutan aqueous dapat bervariasi mulai 1 mol/L dalam 1 mol/L HCL sampai dengan 10-14 dalam 1 mol/L NaOH..

.......... Reaksi setengah sel yang terjadi pada kedua elektroda adalah ½ Hg2Cl2 + e.... (4.0591 log (4....0...log [H+] ...0591 log [aH+] = 0......35) Saat ini.......38) Pengukuran pH biasanya tidak dilakukan dengan elektroda hidrogen...= Hg + Cl.......  Po    (4.......36) Esel = Eosel – 0..Bahan Ajar Kimia Fisika pH = ..37) ..0.. Kedua elektroda dihubungkan oleh jembatan garam...0591 log [aH+] Esel .........0..0591 pH pH = E sel − 0.....log aH+ ....... pH dapat didekati sebagai minus logaritma dari aktifitas ion hidrogen pH dapat diukur dengan menggunakan elektroda hidrogen (sebagai elektroda pengukur) dan elektroda kalomel (sebagai elektroda pembanding)........ log [a H + ]  PH 2  ............. ..2802 = 0......34) (4....... Hal ini dilakukan untuk menghindari keterlibatan ion hidrogen dari elektroda (yang dapat mempengaruhi pengukuran) serta kemungkinan masuknya racun dari platina yang terdapat pada elektroda tersebut... dengan notasi sel Pt | H2(g) | H+(aH+) ┇┇ Cl....2802 0.| Hg2Cl2 | Hg......à Eo = 0..2802 = ...0591 Jika PH2 = Po Esel = Eosel – 0.. tetapi menggunakan elektroda kaca.......0591 [oksidasi ] [ reduksi ] à Eo = 0...0000 V ………………….....2802 V H+ + e....... (4........0591 log [aH+] Esel ......= ½ H2(g) Nilai DGL untuk sel ini adalah Esel = Eosel – 0............2802 V – 0. pH = ..

Notasi sel untuk elektroda ini adalah Ag | AgCl | Cl-. H+ | membran kaca | larutan ┇┇ elektroda kalomel. .3.Bahan Ajar Kimia Fisika Gambar 4. Elektroda kaca dan elektroda kalomel dalam pHmeter Elektroda kaca terdiri dari elektroda kalomel atau elektroda Ag – AgCl dalam larutan dengan pH tetap dalam membran tipis yang terbuat dari kaca khusus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful