LUKA

Definisi
Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan, dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Ketika luka timbul, beberapa efek akan muncul : 1. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ 2. Respon stres simpatis 3. Perdarahan dan pembekuan darah 4. Kontaminasi bakteri 5. Kematian sel

Klasifikasi Berdasarkan Mekanisme Terjadinya Luka :
1. Luka insisi (Incised wounds), terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. Misal yang terjadi akibat pembedahan. Luka bersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura seterah seluruh pembuluh darah yang luka diikat (Ligasi) 2. Luka memar (Contusion Wound), terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak, perdarahan dan bengkak. 3. Luka lecet (Abraded Wound), terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam. 4. Luka tusuk (Punctured Wound), terjadi akibat adanya benda, seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil. 5. Luka gores (Lacerated Wound), terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat. 6. Luka tembus (Penetrating Wound), yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar. 7. Luka Bakar (Combustio),

Klasifikasi Berdasarkan Terhadap Luka :

Tingkat

Kontaminasi

a. Clean Wounds (Luka bersih), yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan, pencernaan, genital dan urinari tidak terjadi. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup; jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup (misal; Jackson ± Pratt). Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% - 5%. b. Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi), merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi, pencernaan, genital atau perkemihan dalam kondi i s terkontrol, kontaminasi tidak selalu terjadi, kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% 11%. c. Contamined Wounds (Luka terkontaminasi), termasuk luka terbuka, fresh, luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna; pada kategori ini juga termasuk insisi akut, inflamasi nonpurulen. Kemungkinan infeksi luka 10% - 17%. d. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi), yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka.

Klasifikasi Berdasarkan Kedalaman dan Luasnya Luka :
Stadium I : Luka Superfisial (³Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit. Stadium II : Luka ³Partial Thickness´ : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi, blister atau lubang yang dangkal. Stadium III : Luka ³Full Thickness´ : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis, dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya. Stadium IV : Luka ³Full Thickness´ yang telah mencapai lapisan otot, tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas.

Klasifikasi Berdasarkan Waktu Penyembuhan Luka Dibagi Menjadi :
1. Luka akut : yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati.

yang dikarakteristikkan dengan lima tanda utama: bengkak (swelling). local reflex action dan adanya substansi vasodilator (histamin. sehingga cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah luka dan secara klinis terjadi oedema jaringan dan keadaan lingkungan tersebut menjadi asidosis.2. Fase Proliferatif Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses reonstruksi jaringan. hangat pada kulit. Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan). bradikinin. Sejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam didalam jaringan baru tersebut disebut sebagai jaringan ³granulasi´. pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya bersembunyi di matriks jaringan penunjang. elastin. Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk. Histamin juga menyebabkan peningkatan permeabilitas vena.Fase Inflamasi (peradangan) Fase inflamasi adalah adanya respon vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. fibronectin dan proteoglycans) yang berperan dalam membangun (rekontruksi) jaringan baru. Sesudah terjadi luka. terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth faktor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet. fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan sekitar luka ke dalam daerah luka. Selanjutnya terjadi penempelan endotel yang akan menutup pembuluh darah. Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga mengeluarkan ³substansi vasokonstriksi´ yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi. Proses penyembuhannya mencakup beberapa fase : 1. kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. PROSES PENYEMBUHAN LUKA Tubuh secara normal akan berespon terhadap cedera dengan jalan ³proses peradangan´. 2. serotonin dan sitokin). pembuluh darah baru dan juga fibroblas sebagai kesatuan unit dapat memasuki kawasan luka. kemerahan (redness). sel sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Pada awal fase ini kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi sebagai hemostasis. dapat karena faktor eksogen dan endogen. hyaluronic acid. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing. panas (heat). Nyeri (pain) dan kerusakan fungsi (impaired function). memberikan pertanda bahwa makrofag. oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4. . Secara klinis fase inflamasi ini ditandai dengan : eritema. Fungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membentuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matrix) dan dengan dikeluarkannya substrat oleh fibroblas. Periode ini berlangsung 510 menit dan setelah itu akan terjadi vasodilatasi kapiler akibat stimulasi saraf sensoris (Local sensory nerve endding).

Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke -10 setelah perlukaan. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi. Usia 2. menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka. Faktor Yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka : 1. lokasi serta luasnya luka. Benda asing 6. tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular. Penderita muda dan sehat akan mencapai proses yang cepat dibandingkan dengan kurang gizi. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup. Iskemia 7. diserta penyakit sistemik (diabetes mielitus). Diabetes 8. Hematoma 5. warna kemerahan dari jaringa mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Meskipun proses penyembuhanluka sama bagi setiap penderita. Infeksi 3. Fase Maturasi Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. . Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar.3. Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktifitas normal. Tujuan dari fase maturasi adalah . Untuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dengan yang dipecahkan. Hipovolemia 4. namun outcome atau hasil yang dicapai sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu. Pengobatan y y y Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik.

jaringan nekrotik. Keloid Merupakan jaringan ikat yang tumbuh secara berlebihan. Hal ini dapat diatasi dengan istirahat dan antibiotik. merupakan infeksi bakteri terlokalisasi yang ditandai oleh : terkumpulnya pus (bakteri. yaitu infeksi lanjutan dari selulitis atau abses yang menuju ke sistem limphatik. b. sehingga balutan dapat diinspeksi terhadap perdarahan dalam interval 24 jam pertama setelah pembedahan. Proses peradangan biasanya muncul dalam 36 ± 48 jam. denyut nadi dan temperatur tubuh pasien biasanya meningkat. Hematoma (Hemorrhage) Perawat harus mengetahui lokasi insisi pada pasien. Infeksi (Wounds Sepsis) Merupakan infeksi luka yang sering timbul akibat infeksi nosokomial di rumah sakit.KOMPLIKASI DARI LUKA a. Keloid ini biasanya muncul tidak terduga dan tidak pada setiap orang . luka biasanya menjadi bengkak. hangat dan nyeri. c. Jenis infeksi yang mungkin timbul antara lain : · Cellulitis merupakan infeksi bakteri pada jaringan · Abses. Dehiscence dan Eviscerasi Dehiscence adalah rusaknya luka bedah Eviscerasi merupakan keluarnya isi dari dalam luka d. Sel Darah Putih). · Lymphangitis. sel darah putih meningkat.

. Terminologi luka yang dihubungkan dengan waktu penyembuhan dapat dibagi menjadi: 1. Luka mengenai otot. 2. Deskripsi Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks karena berbagai kegiatan bioseluler. tidak mengenai otot. luka dapat dibagi menjadi: 1. Luka superfisial. tetapi juga sangat dipengaruhi oleh faktor endogen (seperti: umur. Berdasarkan kedalaman dan luasnya. Proses penyembuhan tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal. Setiap kejadian luka. luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. Luka ³partial thickness´. Penggabungan respons vaskuler. hilangnya jaringan kulit pada lapisan epidermis dan lapisan bagian atas dermis. bio-kimia terjadi berkisanambungan. Luka akut. 2. nutrisi. terbatas pada lapisan dermis. dan fasia. 4. dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Luka kornis. aktivitas seluler dan terbentuknya bahan kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. tendon dan tulang. Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan. kondisi metabolik). mekanisme tubuh akan mengupayakan mengembalikan komponenkomponen jaringan yang rusak tersebut dengan membentuk struktur baru dan fungsional sama dengan keadaan sebelumnya. Besarnya perbedaan mengenai penelitian dasar mekanisme penyembuhan luka dan aplikasi klinik saat ini telah dapat diperkecil dengan pemahaman dan penelitian yang berhubungan dengan proses penyembuhan luka dan pemakaian bahan pengobatan yang telah berhasil memberikan kesembuhan. jaringan kulit yang hilang pada lapisan epidermis.Proses Penyembuhan Luka A. imunologi. Luka ³full thickness´. dapat karena faktor eksogen atau endogen. 3. pemakaian obat-obatan. dermis.

Fase Inflamasi Fase inflamasi adalah adanya respons vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. Periode ini hanya berlangsung 5-10 menit. Fase proliferasi/granulasi. dan setelah itu akan terjadi vasodilatasi kapiler stimulasi saraf sensoris (local sensoris nerve ending). Setiap proses penyembuhan luka akan terjadi melalui 3 tahapan yang dinamis. 3. sali g n terkait dan berkesinambungan serta tergantung pada tipe/jenis dan derajat luka. Tahap-Tahap Penyembuhan Luka 1. Sehubungan dengan adanya perubahan morfologik. pembentukan jaringan granulasi untuk menutup defek atau cedera pada jaringan yang luka. B. Pada awal fase ini. 2. menghentikan perdahan dan mempersiapkan tempat luka menjadi bersih dari benda asing atau kuman sebelum dimulai proses penyembuhan. kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi hemostasis. sehingga cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah . local reflex action. Histamin kecuali menyebabkan vasodilatasi juga mengakibatkan meningkatnya permeabilitas vena. dan adanya substansi vasodilator: histamin.Pada dasarnya proses penyembuhan ditandai dengan terjadinya proses pemecahan atau katabolik dan proses pembentukan atau anabolik. memoles jaringan penyembuhan yang telah terbentuk menjadi lebih matang dan fungsional. selanjutnya terjadi penempelan endotel yang yang akan menutup pembuluh darah. tahapan penyembuhan luka terdiri dari: 1. Fase maturasi/deferensiasi. Dari penelitian diketahui bahwa proses anabolik telah dimulai sesaat setelah terjadi perlukaan dan akan terus berlanjut pada keadaan dimana dominasi proses katabolisme selesai. serotonin dan sitokins. Fase inflamasi. sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga mengeluarkan substansi ³vasokonstriksi´ yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing. Eksudasi.

kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen. Fungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membnetuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matrix) dan dengan dikeluarkannnya subtrat oleh fibroblast. fibronectin dan profeoglycans) yang berperan dalam membangun (rekonstruksi) jaringan baru. Eksudasi ini jugamengakibatkan migrasi sel lekosit (terutama netrofil) ke ekstra vaskuler. hangat pada kulit. yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses rekonstruksi jaringan. Sesudah terjaid luka. Pembentukan pembuluh kapiler baru atau angiogenesis Dengan berhasilnya dicapai luka yang bersih. Sintesa kolagen b. Pembentukan jaringan granulasi bersama-sama dengan fibroblas c.luka dan secara klinis terjadi edema jaringan dan keadaan lokal lingkungan tersebut asidosis. Fungsi makrofag disamping fagositosis adalah: a. . elastin. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan. Fungsi netrofil adalah melakukan fagositosis benda asing dan bakteri di daerah luka selama 3 hari dan kemudian akan digantikan oleh sel makrofag yang berperan lebih besar jika dibanding dengan netrofil pada proses penyembuhan luka. Memproduksi growth factor yang berperan pada re-epitelisasi d. edema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4. keadaan ini dapat dipakai sebagai pedoman/parameter bahwa fase inflamasi ditandai dengan adanya: eritema. tidak terdapat infeksi atau kuman serta terbentuknya makrofag dan fibroblas. 2. hyaluronic acid. Fase Proliferasi Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan). fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan sekitar luka ke dalam daerah luka. pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya bersembunyi di matriks jaringan penunjang.

mempunyai arti penting pada tahap proleferaswi proses penyembuhan luka. Jaringan vaskuler yang melakukan invasi kedalam luka merupakan suatu respons untuk memberikan oksigen dan nutrisi yang cukup di daerah luka karena biasanya pada daerah luka terdapat keadaan hipoksik dan turunnya tekanan oksigen. Proses selanjutnya adalah epitelisasi. Fungsi kontraksi akan lebih menonjol pada luka dengan defek luas dibandingkan dengan defek luka minimal.memberikan tanda bahwa makrofag. Kontraksi luka Angiogenesis suatu proses pembentukan pembuluh kapiler baru didalam luka. pembuluh darah baru dan juga fibroblas sebagai satu kesatuan unit dapat memasuki kawasan luka. dimana fibroblas mengeluarkan ³keratinocyte growth factor (KGF) yang berperan dalam stimulasi mitosis sel epidermal. Keratinisasi akan dimulai dari pinggir luka dan akhirnya membentuk barrier yang menutupi permukaan luka. fibroblas akan merubah strukturnya menjadi myofibroblast yang mempunyai kapasitas melakukan kontraksi pada jaringan. Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen te lah terbentuk. pengobatan (radiasi) atau obat (preparat steroid) mengakibatkan lambatnya proses sembuh karena terbentuknya ulkus yang kronis. . Respons yang dilakukan fibroblas terhadap proses fibroplasia adalah: a. Migrasi c. Deposit jaringan matriks d. Proliferasi b. Pada fase ini fibroplasia dan angiogenesis merupakan proses terintegrasi dan dipengaruhi oleh substansi yang dikeluarkan oleh platelet dan makrofag (grwth factors). Untuk membantu jaringan baru tersebut menutup luka. terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth factor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet. sedangkan proses proliferasi fibroblas dengan aktifitas sintetiknya disebut fibroblasia. pembentukan lapisan dermis ini akan disempurnakan kualitasnya dengan mengatur keseimbangan jaringan granulasi dan dermis. Kegagalan vaskuler akibat penyakit (diabetes). Dengan sintesa kolagen oleh fibroblas. Sejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam di dalam jaringan baru tersebut disebut sebagai jaringan granulasi.

Konsep Baru Studi tentang lingkungan yang optimal dan berperan dalam proses penyembuhan luka telah dimulai 30 tahun yang lalu oleh Winter. Tujuan dari fase maturasi adalah menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka. C. disertai dengan penyakit sistemik (diabetes melitus). Kolagen muda ( gelatinous collagen) yang terbentuk pada fase proliferasi akan berubah menjadi kolagen yang lebih matang. Fase Maturasi Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. Untuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dengan yang dipecahkan. Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita. . Sintesa kolagen yang telah dimulai sejak fase proliferasi akan dilanjutkan pada fase matu rasi. Penelitian dasar klinik mengenai perawatan luka berbasis suasana lembab (moist) telah memberikan pandangan yang berbeda diantara para pakar. yaitu lebih kuat dan struktur yang lebih baik (proses re-modelling).3. . Saat ini perawatan luka tertutup untuk dapat tercapai keadaan yang lembab telah dapat diterima secara universal sebagai standar baku untuk berbagai tipe luka. Penderita muda dan sehat akan mencapai proses yang cepat dibandingkan dengan kurang gizi. Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar. namun outcome atau hasil yang dicapai sangat tergantung dari kondisi biologik masing-masing individu. lokasi serta luasnya luka. Kekuatan dari ajringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 setelah perlukaan. warna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kecuali pembentukan kolagen juga akan terjadi pemecahan kolagen oleh enzim kolagenase. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan garunalasi. Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan ajringan kulit mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktivitas yang normal.

1 %) 4. Kesimpulan 1. Angiogenesis Keadaan hipoksi pada perawatan tertutup akan lebih merangsang lebih cepat angiogenesis dan mutu pembuluh kapiler. Fibrinolisis Fibrin yang terbentuk pada luka kronis dapat dengan cepat dihilangkan (fibrinolitik) oleh netrofil dans el endotel dalam suasana lembab.6% vs 7. D. 2. . Epidemi grwoth factor/EGF. 2.Alasan yang rasional teori perawatan luka dalam suasana lembab adalah: 1. Kejadian infeksi Lebih rendah dibandingkan dnegan perawatan kering (2. Platelet-derived growth factor/PDGF dan transforming growth factor-beta/TGF-beta yang dibentuk oleh platelet berfungsi pada proliferasi fibroblas. Tenaga kesehatan diharapkan memahami konsep penyembuhan luka serta aplikasi perawatan luka yang dihubungkan dengan jenis luka serta bahan yang diperlukan. dan limfosit ke daerah luka berfungsi lebih dini. fibroblast growth factor/FGF dan Interleukin 1/Inter-1 adalah substansi yang dikeluarkan oleh makrofag yang berperan pada angiogenesis dan pembentukan stratum korneum. Pembentukan growth factor Yang berperan pada proses penyembuhan dipercepat pada suasana lembab. Angiogenesis akan bertambah dengan terbentuknya heparin dan tumor necrosis factor-alpha ( TNF-alpha). Perawatan luka dengan suasana lembab (occlusive dressing) perlu dikembangkan implementasinya di klinik dalam meningkatkan angka kesembuhan secara kuantitatif maupun kualitatif. Percepatan pembentukan sel aktif Invasi netrofil yang diikuti oleh makrofag. 5. monosit. 3.

luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna. kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% ± 11%. Respon stres simpatis 3. genital dan urinari tidak terjadi. proliferasi. perubahan suhu. pencernaan. Perdarahan dan pembekuan darah 4. pada kategori ini juga termasuk insisi akut. Kematian sel Proses yang kemudian terjadi pada jaringan yang rusak ini ialah penyembuhan luka yang dapat dibagi dalam tiga fase yaitu fase inflamasi. yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka. b) Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi). yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul. jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup. genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup. merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi. c) Contamined Wounds (Luka terkontaminasi). sengatan listrik. termasuk luka terbuka. dan penyudah yang an merupakan perupaan kembali (remodeling) jaringan. Ketika luka timbul. Kemungkinan infeksi luka 10% ± 17%. JENIS LUKA Luka sering digambarkan berdasarkan bagaimana cara mendapatkan luka itu dan menunjukkan derajat luka. Berdasarkan tingkat kontaminasi a) Clean Wounds (Luka bersih). kontaminasi tidak selalu terjadi. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% ± 5%. d) Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi). 1. zat kimia. beberapa efek akan muncul : 1. Kontaminasi bakteri 5. inflamasi nonpurulen. pencernaan. . ledakan. Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ 2. fresh.PENYEMBUHAN LUKA (WOUND HEALING) DEFINISI Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. atau gigitan hewan.

Luka Akut 2. . Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya. Lukanya sampai pada lapisan epidermis. tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas. Gambar 1. Gambar 2. blister atau lubang yang dangkal. dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi. Luka akut: yaitu luka dengan masa penyembuhan sesuai dengan konsep penyembuhan yang telah disepakati. Luka kronis yaitu luka yang mengalami kegagalan dalam proses penyembuhan. d) Stadium IV : Luka ³Full Thickness´ yang telah mencapai lapisan otot. c) Stadium III : Luka ³Full Thickness´ : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi t dak i melewati jaringan yang mendasarinya. Berdasarkan waktu penyembuhan luka 1. dapat karena faktor eksogen dan endogen. b) Stadium II : Luka ³Partial Thickness´ : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Tingkat Kedalaman Luka 3.2. Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka a) Stadium I : Luka Superfisial (³Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit.

e) Luka gores (Lacerated Wound). pengerutan ujung pembuluh yang putus . Luka Kronis MEKANISME TERJADINYA LUKA a) Luka insisi (Incised Wound). terjadi karena teriris oleh instrument yang tajam. membersihkan sel dan benda asing dan perkembangan awal seluler bagian dari proses penyembuhan. Peningkatan aliran darah ke daerah yang rusak. terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam. f) Luka tembus (Penetrating Wound). matahari.Gambar 3. melindungi area yang luka bebas dari kotoran dengan menjaga kebersihan membantu untuk meningkatkan penyembuhan jaringan. seperti pisau yang masuk ke dalam kulit dengan diameter yang kecil. terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak. Missal yang terjadi akibat pembedahan. terjadi akibat adanya benda. d) Luka tusuk (Punctured Wound). b) Luka memar (Contusion Wound). pembuluh darah yang terputus pada luka akan menyebabkan perdarahan dan tubuh akan berusaha menghentikannya dengan vasokonstriksi. listrik. Sebagai contoh. Proses penyembuhan terjadi secara normal tanpa bantuan. Fase Inflamasi Fase inflamasi berlangsung sejak terjadinya luka sampai kira ± kira hari kelima. FASE PENYEMBUHAN LUKA Tubuh yang sehat mempunyai kemampuan alami untuk melindungi dan memulihkan dirinya. perdarahan dan bengkak. yaitu luka akibat terkena suhu panas seperti api. maupun bahan kimia. g) Luka bakar (Combustio).. c) Luka lecet (Abraded Wound). walaupun beberapa bahan perawatan dapat membantu untuk mendukung proses penyembuhan. terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat. yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar.

Hemostasis terjadi karena trombosit yang keluar dari pembuluh darah saling melengket. dan bersama dengan jala fibrin yang terbentuk membekukan darah yang keluar dari pembuluh darah. Pada fase ini serat dibentuk dan dihancurkan kembali untuk penyesuaian diri dengan tegangan pada luka yang cenderung mengerut. menyebabkan tarikan pada tepi luka. Fibroblast berasal dari sel mesenkim yang belum berdiferensiasi. dan reaksi hemostasis. bersama dengan sifat kontraktil miofibroblast. penyebukan sel radang. fibroblast. Dengan . Sementara itu terjadi reaksi inflamasi. Pada akhir fase ini kekuatan regangan luka mencapai 25% jaringan normal. Nantinya. dan prolin yang merupakan bahan dasar kolagen serat yang akan mempertautkan tepi luka. dan pembengkakan (tumor). rasa nyeri (dolor). Fase ini berlangsung dari akhir fase inflamasi sampai kira ± kira akhir minggu ketiga. Pada fase fibroplasia ini. Sel mast dalam jaringan ikat menghasilkan serotonin dan histamine yang meningkatkan permeabilitas kapiler sehingga terjadi eksudasi cairan. sebab epitel tak dapat bermigrasi ke arah yang lebih tinggi. suhu hangat (kalor). Proses ini baru berhenti setelah epitel saling menyentuh dan menutup seluruh permukaan luka. Fase Inflamasi Fase Proliferasi Fase proliferasi disebut juga fase fibroplasia karena yang menonjol adalah proses proliferasi fibroblast. disertai vasodilatasi setempat yang menyebabkan udem dan pembengkakan. dalam proses penyudahan kekuatan serat kolagen bertambah karena ikatan intramolekul dan antar molekul. Sifat ini. Epitel tepi luka yang terdiri dari sel basal terlepas dari dasarnya dan berpindah mengisi permukaan luka. Fase ini disebut juga fase lamban karena reaksi pembentukan kolagen baru sedikit dan luka hanya dipertautkan oleh fibrin yang amat lemah. luka dipenuhi sel radang. Limfosit dan monosit yang kemudian muncul ikut menghancurkan dan memakan kotoran luka dan bakteri (fagositosis). Proses migrasi hanya bisa terjadi ke arah yang lebih rendah atau datar. Gambar 4. Tempatnya kemudian diisi oleh sel baru yang terbentuk dari proses mitosis. Aktifitas seluler yang terjadi adalah pergerakan leukosit menembus dinding pembuluh darah (diapedesis) menuju luka karena daya kemotaksis.(retraksi). menghasilkan mukopolisakarida. Leukosit mengeluarkan enzim hidrolitik yang membantu mencerna bakteri dan kotoran luka. dan kolagen. Tanda dan gejala klinik reaksi radang menjadi jelas berupa warna kemerahan karena kapiler melebar (rubor). membentuk jaringan berwarna kemerahan dengan permukaan yang berbenjol halus yang disebut jaringan granulasi. asama aminoglisin.

kapiler baru menutup dan diserap kembali. Parutan yang terjadi biasanya lebih halus dan kecil. Tubuh berusaha menormalkan kembali semua yang menjadi abnormal karena proses penyembuhan. Fase ini dapat berlangsung berbulan ± bulan dan dinyatakan berkahir kalau semua tanda radang sudah lenyap. proses fibroplasia dengan pembentukan jaringan granulasi juga akan berhenti dan mulailah proses pematangan dalam fase penyudahan. sel muda menjadi matang. seperti yang telah diterangkan tadi. Gambar 6. Luka akan terisi jaringan granulasi dan kemudian ditutup jaringan epitel. tipis. Gambar 5. berjalan secara alami. biasanya dengan bantuan jahitan. Terlihat pengerutan maksimal pada luka. perupaan luka kulit mampu menahan regangan kira ± kira 80% kemampuan kulit normal. Pada akhir fase ini. Jenis penyembuhan yang lain adalah penyembuhan primer atau sanatio per primam intentionem. . kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut sesuai dengan regangan yang ada. dan akhirnya perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. intendere = cara menuju kepada). secundus = kedua. dan lemas serta mudah digerakkan dari dasar. terutama kalau lukanya menganga lebar. Fase Remodelling KLASIFIKASI PENYEMBUHAN Penyembuhan luka kulit tanpa pertolongan dari luar. Hal ini tercapai kira ± kira 3-6 bulan setelah penyembuhan. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat. Udem dan sel radang diserap. per = melalui. Cara ini biasanya makan waktu cukup lama dan meninggalkan parut yang kurang baik. yang terjadi bila luka segera diusahakan bertaut.tertutupnya permukaan luka. Fase Proliferasi Fase Penyudahan (Remodelling) Pada fase ini terjadi proses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih. pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi. Penyembuhan ini disebut penyembuhan sekunder atau sanatio per secundam intentionem (Latin: sanatio = penyembuhan.

misalnya. Keadaan ini diperkirakan akan menyebabkan infeksi bila luka langsung dijahit. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis. 5. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar. penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuan darah. hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh. 4. Cara ini umumnya disebut penyembuhan primer tertunda. vitamin C dan A. dan mineral seperti Fe. Pasien kurang nutrisi memerlukan waktu untuk memperbaiki status nutrisi mereka setelah pembedahan jika mungkin. Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka. Adanya sejumlah besar lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit pembuluh darah). Nutrisi Penyembuhan menempatkan penambahan pemakaian pada tubuh. Luka yang compang-camping atau luka tembak. dapat diharapkan penyembuhan primer. 3. Luka yang demikian akan dibersihkan dan dieksisi (debridement) dahulu dan kemudian dibiarkan selama 4-7 hari. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA 1. Hematoma Hematoma merupakan bekuan darah. lebih mudah infeksi. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Baru selanjutnya dijahit dan dibiarkan sembuh secara primer. sering meninggalkan jaringan yang tidak dapat hidup yang pada pemeriksaan pertama sukar dikenal. penjahitan luka tidak dapat langsung dilakukan pada luka yang terkontaminasi berat dan /atau tidak berbatas tegas. 2. Klien yang gemuk meningkatkan resiko infeksi luka dan penyembuhan lama karena supply darah jaringan adipose tidak adekuat. Pada orang-orang yang gemuk penyembuhan luka lambat karena jaringan lemak lebih sulit menyatu. Oksigenasi jaringan menurun pada orang yang menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik pada perokok. setelah dilakukan debridement. Zn. . Usia Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua. lemak. hipertensi atau diabetes millitus. Infeksi Infeksi luka menghambat penyembuhan. Jika.Namun. dan lama untuk sembuh. karbohidrat. luka langsung dijahit. Klien memerlukan diit kaya protein. sehingga menghambat proses penyembuhan luka. Bakteri sumber penyebab infeksi. Aliran darah dapat terganggu pada orang dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah perifer. Sirkulasi (hipovolemia) dan Oksigenasi Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka.

6. Gejala dari infeksi sering muncul dalam 2 ± 7 hari setelah pembedahan. a. 10. . Keadaan Luka Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas penyembuhan luka. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan c. KOMPLIKASI Komplikasi Dini : 1. Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. fibrin. yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah (pus). Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup. nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Penggunaan antibiotik yang lama dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi luka. Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri. Iskemia Iskemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Diabetes Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah. jaringan sel mati dan lekosit (sel darah merah). b. Obat Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin). 9. heparin dan anti neoplasmik mempengaruhi penyembuhan luka. Benda asing Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular. selama pembedahan atau setelah pembedahan. 7. 8. Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu. Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera. Abses ini timbul dari serum. Infeksi Invasi bakteri pada luka dapat terjadi pada saat trauma. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh.

leher. Eviscerasi adalah keluarnya pembuluh melalui daerah irisan. peningkatan suhu. Serat kolagen disini teranyam teratur. 2. Pemberian cairan dan intervensi pembedahan mungkin diperlukan. toraks terutama di muka sternum. Hipovolemia mungkin tidak cepat ada tanda.Jika perdarahan berlebihan terjadi. wajah. muntah. penambahan tekanan balutan luka steril mungkin diperlukan. Klien disiapkan untuk segera dilakukan perbaikan pada daerah luka. sebelumnya menimbulkan gatal dan cenderung kambuh bila dilakukan intervensi bedah. infeksi. Biasanya dilakukan penyuntikan kortikosteroid intrakeloid. sedangkan keloid tidak. nodular. pinggang. . dan peningkatan jumlah sel darah putih. dan dahi. cuping hidung. kompres dengan normal saline. kegemukan. Dehiscence adalah terbukanya lapisan luka partial atau total. Pengobatan keloid pada umumnya tidak memuaskan. dan dehidrasi. . dan kemerahan. yang menimbulkan rasa gatal dan kadang ± kadang nyeri. atau mulut. Parut hipertrofik hanya berupa parut luka yang menonjol. Dehiscence dan Eviscerasi Dehiscence dan eviscerasi adalah komplikasi operasi yang paling serius. Ketika dehiscence dan eviscerasi terjadi luka harus segera ditutup dengan balutan steril yang lebar. gagal untuk menyatu. kurang nutrisi. Untuk mencegah terjadinya keloid. telinga. Keloid dapat ditemukan di seluruh permukaan tubuh. nyeri. Keloid agak jarang dilihat di bagian sentral wajah pada mata. sebaiknya pembedahan dilakukan secara halus. diberikan bebat tekan dan dihindari kemungkinan timbulnya komplikasi pada proses penyembuhan luka. Keloid yang tumbuh berlebihan melampaui batas luka. batuk yang berlebihan. peningkatan drainase. bebat tekan. Parut hipertrofik akan menyusut pada fase akhir penyembuhan luka setelah sekitar satu tahun. Sejumlah faktor meliputi. Perdarahan Perdarahan dapat menunjukkan suatu pelepasan jahitan. Dehiscence luka dapat terjadi 4 ± 5 hari setelah operasi sebelum kollagen meluas di daerah luka. mempertinggi resiko klien mengalami dehiscence luka. atau erosi dari pembuluh darah oleh benda asing (seperti drain). sulit membeku pada garis jahitan. Tempat predileksi merupakan kulit.Gejalanya berupa infeksi termasuk adanya purulent. Komplikasi Lanjut : Keloid dan jaringan parut hipertrofik timbul karena reaksi serat kolagen yang berlebihan dalam proses penyembuhan luka. radiasi ringan dan salep madekasol (2 kali sehari selama 3-6 bulan).multiple trauma. 3. Sehingga balutan (dan luka di bawah balutan) jika mungkin harus sering dilihat selama 48 jam pertama setelah pembedahan dan tiap 8 jam setelah itu. daerah rahang bawah. kemerahan dan bengkak di sekeliling luka.

Kematian sel Mekanisme terjadinya luka : 1. Misal yang terjadi akibat pembedahan. seperti peluru atau pisau yang masuk kedalam kulit dengan diameter yang kecil. terjadi akibat adanya benda. terjadi karena teriris oleh instrumen yang tajam. Luka memar (Contusion Wound). beberapa efek akan muncul : 1. Respon stres simpatis 3. Luka tusuk (Punctured Wound). Luka bersih (aseptik) biasanya tertutup oleh sutura seterah seluruh pembuluh darah yang luka diikat (Ligasi) 2.Pengertian Luka (wound) dan (wound healing) Proses Penyembuhan Luka gambar luka DEFINISI Luka adalah rusaknya kesatuan/komponen jaringan. . dimana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau hilang. Luka insisi (Incised wounds). Hilangnya seluruh atau sebagian fungsi organ 2. Kontaminasi bakteri 5. perdarahan dan bengkak. terjadi akibat benturan oleh suatu tekanan dan dikarakteristikkan oleh cedera pada jaringan lunak. Luka lecet (Abraded Wound). Perdarahan dan pembekuan darah 4. Ketika luka timbul. 3. 4. terjadi akibat kulit bergesekan dengan benda lain yang biasanya dengan benda yang tidak tajam.

5. jika diperlukan dimasukkan drainase tertutup (misal. dibagi menjadi : y Stadium I : Luka Superfisial ( Non-Blanching Erithema) : yaitu luka yang terjadi pada lapisan epidermis kulit. y y y PROSES PENYEMBUHAN LUKA Tubuh secara normal akan berespon terhadap cedera dengan jalan ³proses peradangan´. luka akibat kecelakaan dan operasi dengan kerusakan besar dengan teknik aseptik atau kontaminasi dari saluran cerna. Jackson Pratt). Stadium IV : Luka Full Thickness yang telah mencapai lapisan otot. yaitu terdapatnya mikroorganisme pada luka. 4. Kemungkinan terjadinya infeksi luka sekitar 1% 5%. pencernaan. blister atau lubang yang dangkal. tendon dan tulang dengan adanya destruksi/kerusakan yang luas. genital dan urinari tidak terjadi. inflamasi nonpurulen. Luka Bakar (Combustio) Menurut tingkat Kontaminasi terhadap luka : 1. Luka gores (Lacerated Wound). 6. genital atau perkemihan dalam kondisi terkontrol. panas (heat). Berdasarkan kedalaman dan luasnya luka. Stadium III : Luka Full Thickness : yaitu hilangnya kulit keseluruhan meliputi kerusakan atau nekrosis jaringan subkutan yang dapat meluas sampai bawah tetapi tidak melewati jaringan yang mendasarinya. 7. kontaminasi tidak selalu terjadi. yaitu luka bedah takterinfeksi yang mana tidak terjadi proses peradangan (inflamasi) dan infeksi pada sistem pernafasan. Clean Wounds (Luka bersih). Proses penyembuhannya mencakup beberapa fase : . kemerahan (redness). Contamined Wounds (Luka terkontaminasi). Stadium II : Luka Partial Thickness : yaitu hilangnya lapisan kulit pada lapisan epidermis dan bagian atas dari dermis. Merupakan luka superficial dan adanya tanda klinis seperti abrasi. terjadi akibat benda yang tajam seperti oleh kaca atau oleh kawat. Luka tembus (Penetrating Wound). Clean-contamined Wounds (Luka bersih terkontaminasi). kemungkinan timbulnya infeksi luka adalah 3% 11%. 2. pada kategori ini juga termasuk insisi akut. 3. pencernaan. fresh. yang dikarakteristikkan dengan lima tanda utama: bengkak (swelling). yaitu luka yang menembus organ tubuh biasanya pada bagian awal luka masuk diameternya kecil tetapi pada bagian ujung biasanya lukanya akan melebar. Kemungkinan infeksi luka 10% 17%. Luka timbul secara klinis sebagai suatu lubang yang dalam dengan atau tanpa merusak jaringan sekitarnya. dermis dan fasia tetapi tidak mengenai otot. merupakan luka pembedahan dimana saluran respirasi. Luka bersih biasanya menghasilkan luka yang tertutup. Dirty or Infected Wounds (Luka kotor atau infeksi). termasuk luka terbuka. Lukanya sampai pada lapisan epidermis. Nyeri (pain) dan kerusakan fungsi (impaired function).

Fungsi kolagen yang lebih spesifik adalah membentuk cikal bakal jaringan baru (connective tissue matrix) dan dengan dikeluarkannya substrat oleh fibroblas. Selanjutnya terjadi penempelan endotel yang akan menutup pembuluh darah. Fase Inflamasi Fase inflamasi adalah adanya respon vaskuler dan seluler yang terjadi akibat perlukaan yang terjadi pada jaringan lunak. Platelet akan menutupi vaskuler yang terbuka (clot) dan juga mengeluarkan ³substansi vasokonstriksi´ yang mengakibatkan pembuluh darah kapiler vasokonstriksi. Periode ini berlangsung 5-10 menit dan setelah itu akan terjadi vasodilatasi kapiler akibat stimulasi saraf sensoris (Local sensory nerve endding). serotonin dan sitokin). menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. fibronectin dan proteoglycans) yang berperan dalam membangun (rekontruksi) jaringan baru. pembuluh darah baru dan juga fibroblas sebagai kesatuan unit dapat memasuki kawasan luka.1. warna kemerahan dari jaringa mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Pada awal fase ini kerusakan pembuluh darah akan menyebabkan keluarnya platelet yang berfungsi sebagai hemostasis. pemaparan sel fibroblas sangat jarang dan biasanya bersembunyi di matriks jaringan penunjang. sehingga cairan plasma darah keluar dari pembuluh darah dan masuk ke daerah luka dan secara klinis terjadi oedema jaringan dan keadaan lingkungan tersebut menjadi asidosis. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghentikan perdarahan dan membersihkan area luka dari benda asing. Sesudah terjadi luka. oedema dan rasa sakit yang berlangsung sampai hari ke-3 atau hari ke-4. Fase Maturasi Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. Histamin juga menyebabkan peningkatan permeabilitas vena. Fase Proliferatif Proses kegiatan seluler yang penting pada fase ini adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Secara klinis fase inflamasi ini ditandai dengan : eritema. Sejumlah sel dan pembuluh darah baru yang tertanam didalam jaringan baru tersebut disebut sebagai jaringan ³granulasi´. fibroblas akan aktif bergerak dari jaringan sekitar luka ke dalam daerah luka. sel-sel mati dan bakteri untuk mempersiapkan dimulainya proses penyembuhan. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi. kemudian akan berkembang (proliferasi) serta mengeluarkan beberapa substansi (kolagen. terlihat proses kontraksi dan akan dipercepat oleh berbagai growth faktor yang dibentuk oleh makrofag dan platelet. hangat pada kulit. . 2. elastin. bradikinin. Fase proliferasi akan berakhir jika epitel dermis dan lapisan kolagen telah terbentuk. Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke-10 setelah perlukaan. memberikan pertanda bahwa makrofag. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses reonstruksi jaringan. hyaluronic acid. Pada jaringan lunak yang normal (tanpa perlukaan). Tujuan dari fase maturasi adalah . 3. local reflex action dan adanya substansi vasodilator (histamin.

Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan. yang membentuk suatu cairan yang kental yang disebut dengan nanah ( Pus ). Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar. Pengobatan. sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka. Benda asing seperti pasir atau mikroorganisme akan menyebabkan terbentuknya suatu abses sebelum benda tersebut diangkat. Abses ini timbul dari serum. Benda asing. Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka. Iskemi merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. diserta penyakit sistemik (diabetes mielitus). 7. Hematoma merupakan bekuan darah. Hematoma. baik panjang maupun kedalaman luka. Hipovolemia. 8. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup. Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh t rhadap e cedera. 3. tidak akan efektif akibat koagulasi intrav askular. 4. namun outcome atau hasil yang dicapai sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu. Iskemia. Penderita muda dan sehat akan mencapai proses yang cepat dibandingkan dengan kurang gizi. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Usia. fibrin. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh. lokasi serta luasnya luka. Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktifitas normal. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA 1. Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. 6. 5. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. sehingga menghambat proses penyembuhan luka. Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah. . Infeksi. Diabetes. nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. sehingga akan menambah ukuran dari luka itu sendiri. Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri. Semakin tua seseorang maka akan menurunkan kemampuan penyembuhan jaringan 2. Meskipun proses penyembuhanluka sama bagi setiap penderita.Untuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang diproduksi dengan yang dipecahkan. jaringan sel mati dan lekosit (sel darah merah). Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel penunjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful