Prestasi Belajar Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi.

Untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan suatu evaluasi, tujuannya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Adapaun prestasi dapat diartikan hasil diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Namun banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu dan menuntut ilmu. Ada lagi yang lebih khusus mengartikan bahwa belajar adalah menyerap oengetahuan. Belajar adalah perubahan yang terjadi dalam tingkah laku manusia. Proses tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada suatu yang mendorong pribadi yang bersangkutan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri. Untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai dengan pandangan yang mereka anut. Namun dari pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Sehubungan dengan prestasi belajar, Poerwanto (1986:28) memberikan pengertian prestasi belajar yaitu “hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam raport.” Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya.” Sedangkan menurut S. Nasution (1996:17) prestasi belajar adalah: “Kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat. Prestasi belajar dikatakan sempurna apabila memenuhi tiga aspek yakni: kognitif, affektif dan psikomotor, sebaliknya dikatakan prestasi kurang memuaskan jika seseorang belum mampu memenuhi target dalam ketiga kriteria tersebut.” Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil dari evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya. 1. Faktor Intern Faktor intern adalah faktor yang timbul dari dalam diri individu itu sendiri, adapun yang dapat digolongkan ke dalam faktor intern yaitu kecedersan/intelegensi, bakat, minat dan motivasi.

Kecerdasan/intelegensi Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kemampuan ini sangat ditentukan oleh tinggi rendahnya intelegensi yang normal selalu menunjukkan kecakapan sesuai dengan tingkat perkembangan sebaya. Adakalany perkembangan ini ditandai oleh kemajuan-kemajuan yang berbeda antara satu anak dengan anak yang lainnya, sehingga seseorang anak pada usia tertentu sudah memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawan sebayanya. Oleh karena itu jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan dalam kegiatan belajar mengajar. Menurut Kartono (1995:1) kecerdasan merupakan “salah satu aspek yang penting, dan sangat menentukan berhasil tidaknya studi seseorang. Kalau seorang murid mempunyai tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka secara potensi ia dapat mencapai prestasi yang tinggi.” Slameto (1995:56) mengatakan bahwa “tingkat intelegensi yang tinggi akan lebih berhasil daripada yang mempunyai tingkat intelegensi yang rendah.” Muhibbin (1999:135) berpendapat bahwa intelegensi adalah “semakin tinggi kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin besar peluangnya untuk meraih sukses. Sebaliknya, semakin rendah kemampuan intelegensi seseorang siswa maka semakin kecil peluangnya untuk meraih sukses.” Dari pendapat di atas jelaslah bahwa intelegensi yang baik atau kecerdasan yang tinggi merupakan faktor yang sangat penting bagi seorang anak dalam usaha belajar. Bakat Bakat adalah kemampuan tertentu yang telah dimiliki seseorang sebagai kecakapan pembawaan. Ungkapan ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Ngalim Purwanto (1986:28) bahwa “bakat dalam hal ini lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan, yaitu mengenai kesanggupan-kesanggupan tertentu.” Kartono (1995:2) menyatakan bahwa “bakat adalah potensi atau kemampuan kalau diberikan kesempatan untuk dikembangkan melalui belajar akan menjadi kecakapan yang nyata.” Menurut Syah Muhibbin (1999:136) mengatakan “bakat diartikan sebagai kemampuan indivedu untuk melakukan tugas tanpa banyak bergantung pada upaya pendidikan dan latihan.” Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya sehubungan dengan bakat ini dapat mempunyai tinggi rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar terutama belajat keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. Apalagi seorang guru atau orang tua memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan bakatnya maka akan merusak keinginan anak tersebut. Minat Minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenai beberapa kegiatan. Kegiatan yang dimiliki seseorang diperhatikan terus menerus yang disertai dengan rasa sayang. Menurut Winkel (1996:24) minat adalah “kecenderungan yang menetap dalam subjek untuk merasa tertarik pada bidang/hal tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu.” Selanjutnya Slameto (1995:57) mengemukakan bahwa minat adalah “kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan, kegiatan yang diminati seseorang, diperhatikan terus yang disertai dengan rasa sayang.”

Keluarga yanng sehat besar artinya untuk pendidikan kecil. Nasution (1995:73) mengatakan motivasi adalah “segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. Dalam memberikan motivasi seorang guru harus berusaha dengan segala kemampuan yang ada untuk mengarahkan perhatian siswa kepada sasaran tertentu. negara dan dunia. keadaan keluarga. Untuk menambah minat seorang siswa di dalam menerima pelajaran di sekolah siswa diharapkan dapat mengembangkan minat untuk melakukannya sendiri. Untuk membangkitkan motivasi kepada mereka. Bahkan pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. 2. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. Persoalan mengenai motivasi dalam belajar adalah bagaimana cara mengatur agar motivasi dapat ditingkatkan. Motivasi Motivasi dalam belajar adalah faktor yang penting karena hal tersebut merupakan keadaan yang mendorong keadaan siswa untuk melakukan belajar. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Slameto bahwa: “Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. yaitu beberapa pengalaman-pengalaman. Sedangkan motivasi ekstrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang datangnya dari luar diri seseorang siswa yang menyebabkan siswa tersebut melakukan kegiatan belajar. tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa.” Berdasarkan pendapat di atas. jelaslah bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan. Apabila seseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu hal maka akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai sesuai dengan keinginannya. Faktor Ekstern Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar yang sifatnya di luar diri siswa. Keadaan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan.” Dalam perkembangannya motivasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu (a) motivasi instrinsik dan (b) motivasi ekstrinsik.Kemudian Sardiman (1992:76) mengemukakan minat adalah “suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atai arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginankeinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.” Sedangkan Sardiman (1992:77) mengatakan bahwa “motivasi adalah menggerakkan siswa untuk melakukan sesuatu atau ingin melakukan sesuatu. Demikian pula dalam kegiatan belajar mengajar sorang anak didik akan berhasil jika mempunyai motivasi untuk belajar. lingkungan sekitarnya dan sebagainya. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. supaya dapat melakukan kegiatan belajar dengan kehendak sendiri dan belajar secara aktif. Dengan adanya dorongan ini dalam diri siswa akan timbul inisiatif dengan alasan mengapa ia menekuni pelajaran. Motivasi instrinsik dimaksudkan dengan motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang yang atas dasarnya kesadaran sendiri untuk melakukan sesuatu pekerjaan belajar.” .” a.

apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. alat-alat pelajaran dan kurikulum.” Oleh karena itu orang tua hendaknya menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga. Keadaan Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar.” Oleh sebab itu. hubungan guru dengan siswa. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya.Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. terutama anak-anak yang sebayanya. Dalam hal ini Hasbullah (1994:46) mengatakan: “Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama. b. sedangkan tugas utama dalam keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan. Lingkungan Masyarakat di samping orang tua. Jalan kerjasama yang perlu ditingkatkan. dimana orang tua harus menaruh perhatian yang serius tentang cara belajar anak di rumah. Perhatian orang tua dapat memberikan dorongan dan motivasi sehingga anak dapat belajar dengan tekun. Dalam hal ini Kartono (1995:5) berpendapat: Lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak. . Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif. karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. tempat dan keadaan yang baik untuk belajar. maka anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran. Apabila anak-anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar. Peralihan pendidikan informal ke lembagalembaga formal memerlukan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru sebagai pendidik dalam usaha meningkatkan hasil belajar anak. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Sedangkan sekolah merupakan pendidikan lanjutan. dan memiliki tingkah laku yang tepat dalam mengajar. guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan. Sebaliknya bila anak-anak di sekitarnya merupakan kumpulan anak-anak nakal yang berkeliaran tiada menentukan anakpun dapat terpengaruh pula. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaankebiasaan lingkungannya. dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar. Oleh karena itu. Dengan demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk kepribadian anak. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena anak memerlukan waktu. c. Menurut Kartono (1995:6) mengemukakan “guru dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan. sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.

semakin sering kamu menggunakan Facebook. foto-foto pesta teman-teman dekat kamu. kamu mungkin terpicu untuk menulis hal-hal tak penting. . Faktanya. Yang menarik. Namun yang terpengaruh adalah nilai ujian. dan pertanyaan-pertanyaan yang berharap mendapatkan komentar karena kamu ingin memastikan seseorang di jaringan pertemanan kamu sedang membaca tulisan kamu memang sangat menggoda hati dan juga menyita waktu kamu. dan juga berpikir secara tak cerdas. kemungkinan besar kamu selalu ingin mengetahui status yang dikabarkan oleh teman-teman kamu. Untunglah bukan itu yang dilaporkan oleh peneliti Ohio State University. 79 persen dari pengguna Facebook merasa bahwa menggunakan laman tersebut tidak mempengaruhi kualitas pekerjaan mereka. peneliti Ohio State yang menanyai 219 mahasiswa untuk penelitiannya.’’ kata Aryn Karpinski. Namun disebutkan bahwa 65 persen mahasiswa setiap hari mengakses Facebook minimal satu kali dan menghabiskan setidaknya satu jam di laman tersebut.Pengguna Facebook yang masih sekolah berhati-hatilah! Menurut studi yang dilakukan oleh Ohio State University. laporannya hanya memperlihatkan kemungkinan hubungan antara penggunaan Facebook dan menurunnya nilai-nilai yang kamu peroleh di sekolah. jika kamu pengguna Facebook. Kenikmatan semangkuk baso. membaca hal-hal sepele. asyiknya irama jazz. Akhirnya.‘’Ini ibarat perbedaan antara dapat nilai A dan B. semakin sedikit waktu kamu belajar dan semakin buruklah nilai-nilai mata pelajaran kamu. Namun penulis laporan mengatakan. Begitu tertulis dalam laporan studi yang mengambil sampel 219 mahasiswa Ohio State University tersebut.

Tidak dapat dipungkiri hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung mempunyai dampak bagi masyarakat. Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Jejaring sosial merupakan suatu layanan dari sebuah cakupan sistem software internet yang memungkinkan penggunanya dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna yang lain dalam skala yang besar. Dampak terburuk dalam dunia pendidikan yang mungkin dihasilkan dari situs jejaring sosial adalah mulai menurunnya motivasi dan prestasi belajar siswa. namun pengaruhnya mulai dirasakan dalam dunia pendidikan. Situs jejaring sosial di internet bermacam-macam jenis dan bentuknya. Internet adalah singkatan dari Interconnected Networking yang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian jaringan. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat. Tidak hanya kehidupan umum saja yang terkena dampak dari situs jejaring sosial. Motivasi adalah salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh siswa demi mencapai prestasi belajar yang diingingkan. Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook). dan penggunaan situs jejaring sosial (facebook) sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. My Space dan twitter. penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat dan mudah. baik itu berdampak positif ataupun negatif.DAMPAK NEGATIF SITUS JEJARING SOSIAL TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PENDAHULUAN Latar Belakang Di era globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih. namun yang paling dikenal dan banyak digandrungi remaja jaman sekarang adalah facebook. namun telah meluas ke semua kalangan baik kalangan terpelajar maupun bukan kalangan terpelajar. bagaimana prestasi belajar yang baik dapat dicapai? Hal inilah yang melatarbelakangi kami sebagai penulis untuk memberikan sebuah gagasan mengenai “Dampak Negatif Situs Jejaring Sosial Terhadap Motivasi Dan Prestasi Belajar . apakah situs jejaring sosial ini mendatangkan manfaat atau mendatangkan masalah baru dalam kehidupan? Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Fungsi internet bermacam-macam. Dampaknya pun tidak terbatas terhadap kalangan tertentu saja. Jika motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran telah menurun. Lalu. yakni untuk memperluas hubungan sosial. friendster. dan salah satunya adalah sebagai tempat komunitas jejaring sosial dunia maya.

karena sebagian besar pengguna jejaring sosial adalah dari kalangan remaja pada usia sekolah. dan berinteraksi secara pasif di dalamnya.Siswa”. masih banyak lagi masalah-masalah yang ditimbulkan dari situs pertemanan sosial. Manfaat Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah agar pembaca tahu bahaya situs jejaring sosial. teman. Keadaan ini sungguh sangat ironis dengan tujuan utama situs jejaring sosial itu dibuat.A. Akibatnya pengguna dalam hal ini peserta didik (siswa) bisa lupa waktu karena terlalu asyik dengan kegiatannya di dunia maya tersebut. GAGASAN Kondisi yang Relevan dengan Gagasan Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai. Akhir-akhir ini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial. Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Dampak situs jejaring sosial mungkin lebih banyak dirasakan oleh kalangan remaja. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J. Selain kedua hal tersebut. serta bagaimana cara untuk menanggulanginya. Beberapa berita yang paling hangat adalah kasus seorang anak remaja laki-laki yang membawa kabur seorang anak remaja perempuan yang dikenal lewat situs jejaring sosial (facebook). ide. dan lain sebagainya. dapat mencegah serta menanggulangi dampak negatif dari situs jejaring sosial tersebut. Karena sangat mudah menjadi anggota dari situs jejaring sosial. Tujuan Melalui penulisan karya tulis ini tujuan yang ingin dicapai oleh penulis yaitu agar pembaca tahu mengenai dampak-dampak negatif dari situs jejaring sosial dalam bidang pendidikan. Barnes di tahun 1954. menekankan pada sisi sosial atau eksternal. visi. yakni untuk memperluas hubungan sosial.com). maka tidak heran jika banyak orang baik sengaja ataupun hanya coba-coba mendaftarkan dirinya menjadi pengguna situs jejaring sosial tersebut. mulai dari mereka yang dikenal seharihari sampai dengan keluarga. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas. Metode penelitian yang kami gunakan adalah metode observasi dan telaah pustaka. untuk kebutuhan konsumen atau pemakai. serta lebih diutamakan sisi emosionalnya (dalam Pengaruh Jejaring Sosial Dalam Masyarakat. Selain itu penyalahgunaan situs jejaring sosial (facebook) juga digunakan sebagai ajang prostitusi di kalangan remaja. SatriaKusumaIndustriesBlog. Adapun tujuan kami melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa dan seberapa besar pengaruh situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Tidak butuh waktu lama akan menjadi kebiasaan untuk mengakses dan membuka situssitus jejaring sosial tersebut. . keturunan.

sementara sebanyak 19 persen mengakses via telepon seluler. Hal ini semakin menambah banyak kasus penyalahgunaan situs jejaring sosial untuk hal yang tidak sesuai dengan aturan. Rata-rata para siswa pengguna jejaring sosial kehilangan waktu antara 1 – 5 jam sampai 11 – 15 jam waktu belajarnya per minggu untuk bermain jejaring sosial di internet. Buktinya pada penelitian yang dilakukan oleh Aryn Karpinski yang sudah ditulis di bagian atas. Untuk itulah motivasi belajar siswa perlu dipertahankan dan jangan sampai motivasi tersebut menurun akibat dari penggunaan sius jejaring sosial yang semakin menghawatirkan. Motivasi dan prestasi belajar siswa dapat menurun karena situs jejaring sosial. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet melalui warung internet (warnet).pengaruh facebook. Motivasi sangat memegang pengaruh yang penting terhadap siswa. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2009 menyebutkan. Jadi siswa tidak perlu lagi ke warnet untuk mengakses situs pertemanan. Sementara pada periode tahun yang sama. sebesar 64 persen. Sebuah penelitian terbaru dari Aryn Karpinski. Menurut Karpinski. peneliti dari Ohio State University. para mahasiswapun tidak luput dari dampak situs jejaring sosial ini. Hal ini mungkin karena motivasi belajar siswa tersebut juga menjadi berkurang karena lebih mementingkan jejaring sosialnya daripada prestasi belajarnya sendiri. memang tidak ada korelasi secara langsung antara jejaring sosial seperti facebook yang menyebabkan nilai para mahasiswa atau pelajar menjadi jeblok. Solusi Penyelesaian Masalah . 148 mahasiswa pengguna situs facebook ternyata memiliki nilai yang lebih rendah daripada mahasiswa non pengguna. Riset Nielsen juga mengungkapkan. Namun diduga jejaring sosial telah menyebabkan waktu belajar para siswa atau mahasiswa tersita oleh keasyikan berselancar di situs jejaring sosial tersebut.000 responden. Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama dengan Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009. pengguna Twitter tahun 2009 meningkat 3. Dari 219 mahasiswa yang diriset oleh Karpinski. menunjukkan bahwa para mahasiswa pengguna aktif jejaring sosial seperti facebook ternyata mempunyai nilai yang lebih rendah daripada para mahasiswa yang tidak menggunakan situs jejaring sosial facebook. Pertumbuhannya setiap tahun rata-rata 25 persen.Yang paling menghawatirkan adalah bahwa pada era teknologi dan globalisasi seperti sekarang ini. kini dapat digunakan untuk mengakses internet dan situs jejaring sosial. Riset itu dilakukan melalui survei terhadap 2. karena dengan motivasi siswa tersebut dapat menyadari betapa pentingnya belajar untuk kehidupan yang akan datang. melainkan dapat mengaksesnya langsung di telepon seluler mereka. telepon seluler yang dulunya hanya berfungsi sebagai alat penerima dan pemanggil jarak jauh. Hal ini menunjukkan bahwa memang benar adanya pengguna situs jejaring sosial adalah dari kalangan remaja usia sekolah. (dalam www. pengguna internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta. pengguna terbesar internet adalah usia 15-19 tahun. Sebagai gambaran. Tidak hanya siswa. Prestasi belajar dalam hal ini nilai siwa menurun akibat terlalu sering membuka situs jejaring sosial di internet.com). Para pengguna jejaring sosial mengakui waktu belajar mereka memang telah tersita.700 persen. Sebagian besar pengguna berusia 15-39 tahun. pengguna Facebook pada 2009 di Indonesia meningkat 700 persen dibanding pada tahun 2008. Motivasi juga berpengaruh terhadap pencapaian cita-cita siswa yang mungkin telah tertanam sejak siswa itu memiliki cita-cita.

prestasi belajarnyapun menurun. apa hanya sampai di situkah pengawasan yang dilakukan? Setidaknya ada beberapa dampak negatif dari situs jejaring sosial: Membuat Seseorang Menjadi Penyendiri dan Susah Bergaul Situs jejaring sosial di internet membuat penggunanya memiliki dunia sendiri. terlebih dampak nyatanya pada dunia pendidikan. Kurangnya waktu belajar juga meruoakan implikasi dampak negatif dari situs jejaring sosial. Tapi.Banyak masalah yang ditimbulkan jejaring sosial di kehidupan nyata. sehingga tidak sedikit dari mereka tidak peduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitarnya.000 orang di antaranya berumur 13 tahun.6 juta pemilik akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia. Namun tetap saja harus dihindari. selain harus waspada. Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie. orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. Mereka yang seharusnya belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya bersama teman teman di komunitas jejaring sosialnya. . Seseorang yang telah kecanduan situs jejaring sosial sering mengalami hal ini. Masih banyak games lain yang menarik dan bisa dimainkan tanpa harus jadi anggota facebook. dan 360. Menghamburkan Uang Akses internet untuk membuka situs jejaring sosial jelas berpengaruh terhadap kondisi keuangan siswa (terlebih kalau akses dari warnet). karena dengan mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu.” kata Nukman. Tidak jarang siswa menggunakan uang SPP mereka untuk pergi ke warnet sekedar untuk membuka situs jejaring sosial saja. sehingga yang dikerjakannya hanyalah itu-itu saja. Akibatnya kemampuan interaksi siswa menurun. ditemukan fakta bahwa dari 17. Ini dapat dikategorikan sebagai pemborosan. karena menggunakan uang secara tidak produktif. Memang banyak games menarik di facebook yang bisa menggoda anak-anak. Berdasar penelusurannya. Berkurangnya Waktu Belajar Siswa Hal ini sudah jelas. Kurangnya Sosialisasi dengan Lingkungan Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi perkembangan kehidupan sosial peserta didik (siswa). yang rata-rata membahas sesuatu yang tidak penting. dan minat siswa untuk mengikuti pelajaran juga mulai mengalami penurunan. Motivasi siswa kini menurun. Yang mengakibatkan dirinya tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya lagi. “Bagi orang tua. Masalah-masalah tersebut dapat saja diatasi dengan jalan melarang siswa atau anak didik untuk tidak menjadi pengguna jejaring sosial. saya sarankan untuk segera menghindarkan anak-anaknya yang belum berumur 13 tahun dari facebook atau jejaring sosial sejenis.

Hal ini cukup membuat dampak dari jejaring sosial sangat dirasakan dikalangan siswa. di antaranya adalah sebagai berikut: Pertama. sebisanya dampingi anak saat berselancar di dunia maya. Motivasi belajar sangat erat kaitannya dengan prestasi siswa. mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial kini dapat dilakukan dengan telepon seluler. berupaya belajar tentang internet serta situs jejaring sosial yang ada di internet tersebut. dan mengerti batasan-batasannya. Ketiga. Hal ini perlu dilakukan agar setidaknya para orang tua mengetahui seperti apa teknologi sekarang ini. dan bisa mengawasi anaknya pada saat berselancar di internet. Bahkan beberapa merek telepon seluler ternama berlomba-lomba mengeluarkan produk yang memiliki kecanggihan dan kemampuan akses internet. usahakanlah untuk tidak memberikan telepon seluler kepada anak usia dini. terlebih pada saat anak tersebut membuka situs jejaring sosial. maka akan . beritahukan tentang bahaya yang mengintai dalam penggunaan situs jejaring sosial. adapun langkah strategis yang dapat dilakukan untuk pengimplementasian gagasan yaitu sebagai berikut: Memberikan Pemahaman kepada Siswa Tentang Bahaya Situs Jejaring Sosial Langkah ini perlu dilakukan agar para siswa tahu bahaya dari penggunaan situs jejaring sosial. Kedua. Hal ini dapat menyebabkan siswa kecanduan mengakses situs jejaring sosial dengan telepon seluler mereka. Selain itu langkah ini juga dapat menimbulkan rasa waspada kepada siswa sehingga dalam menggunakan situs jejaring sosial mereka lebih berhati-hati. Keempat. Dari paparan dampak situs jejaring sosial di atas.Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua sebagai langkah untuk menjaga anak-anak mereka dari dampak negatif situs jejaring sosial. Maka dari itu sebagai orang tua. dan dapat menggunakannya secara lebih bijak. Akibatnya para siswa tidak serius mengikuti pelajaran yang berlangsung. Jika motivasi atau keinginan siswa untuk belajar rendah maka yang terjadi adalah prestasi mereka juga akan mengalami penurunan. Melihat keadaan ini. lambat laun motivasi belajar mereka juga akan mengalami penurunan. sehingga konsentrasi mereka hanya pada jejaring sosial yang mereka akses melalui telepon genggam. karena kebanyakan anak usia dini belum dapat memanfaatkan internet dengan baik. Usahakan Untuk Tidak Memberikan Telepon Seluler yang Dapat Mengakses Internet (situs jejaring sosial) Kecanggihan alat komunikasi sekarang ini telah memungkinkan telepon seluler untuk mengakses internet. tidak memberikan telepon seluler yang dapat mengakses internet pada anak yang belum cukup umur. yang memungkinkan penggunanya mengakses situs jejaring sosial dengan sangat mudah. Hal inilah yang sangat menghawatirkan dalam dunia pendidikan. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring sosial tersebut. Langkah-langkah Strategis Pengimplementasian Gagasan Dalam perkembangannya di jaman sekarang ini. Masalahnya adalah banyak siswa yang mengakses situs jejaring sosial tersebut dari telepon seluler mereka pada saat proses pembelajaran berlangsung.

baik sebelum terjadi atau sesudah dampak itu terjadi. dan usaha kita untuk menyelamatkan anak untuk tidak menggunakan akses internet secara berlebihan akan sia-sia dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. agar siswa dapat lebih memahami penggunaan situs jejaring sosial dan menggunakannya dengan baik. kami mencoba untuk memberikan pengarahan kepada siswa tentang dampak dan akibat negatif dari situs jejaring sosial tersebut. diharapkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan oleh situs jejaring sosial dapat ditanggulangi. Pergaulan anak yang bebas dan pengaruh dari teman-teman juga dapat memudahkan anak untuk mengakses situs jejaring sosial dengan mudah. karena jika siswa tidak diawasi mereka akan dengan mudah mengakses situs jejaring sosial tersebut dan menggunakannya kea rah yang tidak baik. Karena tujuan utama telepon seluler adalah untuk alat komunikasi saja. sehingga prestasi siswa dapat meningkat. alangkah lebih baik jika menggunakan situs jejaring sosial dengan lebih bijaksana dan sesuai dengan aturan. Maka dari itu mereka perlu diawasi untuk tidak mengakses internet dengan bebas. sesuai dengan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai peserta didik. agar dampak negatif yang ditimbulkan menjadi lebih berkurang. . Adapun dampak dari karya gagasan ini yaitu memberikan porsi solusi dan pemecahan masalah yang beragam terhadap dampak negatif jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. sebagai seorang siswa yang mempunyai nalar dan pikiran kritis terhadap persoalan yang ada. Pergaulan mereka akan mudah melawan perkataan orang tua. Teknik Implementasi yang Dilakukan Mengenai teknik implementasi. Mengawasi Siswa dalam Berinternet atau Berjejaring Sosial Pengawasan terhadap pergaulan siswa dalam jejaring sosial dunia maya sangat diperlukan. Manfaat dan Dampak Manfaat dari karya tulis ini yaitu memberikan solusi mengenai dampak negatif dari situs jejaring sosial terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa. Agar nantinya dampak tersebut dapat diminimalisir adanya. Namun untuk lebih meminimalkan dampak negatif yang dihasilkan dari situs jejaring sosial. KESIMPULAN Gagasan yang Diajukan Adapun gagasan yang dapat kami ajukan adalah. Sehingga motivasi belajar siswa tetap terjaga dan prestasi belajar mereka dapat ditingkatkan lagi. Dengan mengimplementasikan gagasan di atas. alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan internet dan jejaring sosial dengan bijak. Selain itu siswa juga perlu diberi kesadaran akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang pelajar untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajarnya.berakibat pada prestasi mereka disekolah karena terlalu sering mengakses internet atau jejaring sosial.

22 Pebruari 2010.blogspot.html.com/2009/12/dampak-negatif-dan-positif-jaringan. http://merdeka-panthom.blogspot.blogspot. Di akses pada Senin. .kompas. Diakses pada Minggu. Diakses pada Senin.html. http://rayandimas.com/Berjejaring Sosial Itu Butuh Kedewasaan. 22 Pebruari 2010.com/2010/02/dampak-dari-jejaringan-sosial. 21 Pebruari 2010.DAFTAR RUJUKAN http://anugerawan. 21 Pebruari 2010. Diakses pada Minggu. http://www.com/10 dampak negatif facebook bagi pelajar dan remaja.

Hal – hal yang dapat mempengaruhi motivasi belajar pada diri siswa dapat timbul dari dirinya sendiri. Adanya motivasi belajar yang kuat membuat siswa belajar dengan tekun yang pada akhirnya terwujud dalam hasil belajar siswa tersebut. Oleh karena itulah sekolah hendaknya mengkondisikan lingkungannya sedemikian rupa dengan demikian siswa akan termotivasi untuk belajar. siswa akan mempunyai bekal menjalani kehidupannya di kemudian hari. . Oleh karena itulah motivasi belajar hendaknya ditanamkan pada diri siswa agar dengan demikian ia akan dengan senang hati akan mengikuti materi pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah. lingkungan sekolah maupun dari lingkungan keluarga. maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa. SMK Al-Hidayah I Jakarta. salah satu factor penting yang dapat mempengaruhi tingkat hasil belajar siswa adalah motivasi belajar yang ada pada diri siswa. Dari lingkungan sekolah misalnya guru di samping mengajar juga hendaknya menanamkan motivasi belajar kepada siswa yang diajarnya. Banyak siswa yang tidak termotivasi belajar mengakibatkan hasil belajarnya menurun.Latar Belakang Masalah Lembaga pendidikan (sekolah) merupakan wadah para siswa dalam menggali ilmu pengetahuan. Perlu ditanamkan pada diri siswa bahwa dengan belajarlah akan mendapatkan pengetahuan yang baik. E. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah serta pembatasan masalah yang telah diuraikan sebelumnya. D. Tujuan Penelitian 1.

Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri guna meningkatkan profesionalisme di bidang penelitian BAB II LANDASAN TEORITIK. Kegunaaan Penelitian Dengan penelitian yang telah dilakukan. Landasan Teoritik 1. serta ingin mengetahui apakah metode pendekatan yang di pergunakan dalam rangka peningkatan hasil belajar siswa. khususnya dalam memecahkan masalah – masalah yang ada hubungannya dengan motivasi belajar dengan hasil belajar dan meningkatkan motivasi siswa belajar walaupun di luar lingkungan sekolah. penulis berharap penelitian ini mempunyai banyak kegunaan yang di peroleh antara lain: a. b. KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. . Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan yang positif bagi pelaksanaan proses pembelajaran. Untuk mengembangkan cakrawala wawasan berpikir.Tujuan penelitian ini di tujukan untuk mengetahui sejauh mana hubungan motivasi belajar siswa dengan hasil belajar siswa di SMK Al-Hidayah I Jakarta. 2. F.

dan Wardani dikemukakan model ARCS (Attention. aneh. Relevance. Confidance. Hakim berpendapat bahwa yang dimaksud dengan motivasi : “Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. lain dengan yang sudah ada. Relevan Relevan menunjukkan adanya hubungan antara materi pelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Suciati. b. Namun yang perlu diperhatikan stimulir tersebut jangan terlalu berlebihan. bahkan lebih lama lagi.Pengertian Motivasi Belajar Dalam bukunya yang berjudul: Belajar Secara Efektif. sebab akan menjadikan hal yang biasaan dan kurang keefektifannya. Oleh sebab itu rasa ingin tahu ini perlu mendapat rangsangan sehingga siswa akan memberikan perhatian.” 2 Banyak ragam teori motivasi yang akan diutarakan dalam bab ini. and Satisfaction). Apabila elemen-elemen seperti itu dimasukan dalam rancangan pembelajaran. 3 a. hal itu akan menstimulir rasa ingin tahu siswa. Menurut Keller seperti yang di kutip oleh Prasetya. dan perhatian tersebut terpelihara selama proses beljar mengajar. Istilah motivasi adalah kata yang berasal dari bahasa latin yaitu “movere yang berarti menggerakkan. Motivasi akan terpelihara apabila mereka menganggap apa yang dipelajari memnuhi kebutuhan pribadi. Namun terlebuih dahulu akan di tampilkan suatu model yang bisa merangsang tumbuhnya motivasi siswa di dalam pembelajarannya. di mana kalau sesuatu yang diinginkan itu dapat tercapai maka ia akan merasa berhasil dan juga akan merasa puas. Makin kuat dorongan tersebut maka makin optimal pula ia berupaya agar sesuatu yang dituju dapat tercapai. Rasa ingin tahu ini dapat dirangsang atau dipancing melalui elemenelemen yang baru. Perhatian Perhatian siswa didorong oleh rasa ingin tahu. atau nbermanfaat .” 1 Pendapat di atas menunjukkan bahwa seseorang melaksanakan sesuatu karena ada dorongan dalam dirinya untuk mencapai sesuatu.

seseorang di dalam melakukan sesuatu tindakan pasti mempunyai suatu alasan yang dijadikan dasar. Kepuasan karena mencapai tujuan dipengaruhi oleh konsekuensi yang diterima. Kopnsep tersewbut berhubunhgan dengan keyakinan pribadi siswa bahwa dirinya memiliki untuk melakukan suatu tugas yang menjadi syarat keberhasilan. Hal ini seringkali dipengaruhi oleh pengalaman sukses dimasa yang lampau. c. Freemont dan James. d. Hali ini menunjukkan bahwa kebutuhan merupakan awal timbulnya suatu perilaku. seperti yang diterjemahkan oleh Hasyim Ali menyatakan : “Motivasi adalah apa yang menggerakkan seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu atau sekurang-kurangnya mengembangkan sesuatu kecenderungan perilaku tertentu. Prinsip yang berlaku dalam hal ini adalah bahwa motivasi akan meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. diperlukan adanya suatu dorongan (motivasi) yang mampu menggerakkan atau mengarahkan perilaku tersebut. motif instuental. Kepercayaan Diri Merasa diri kompeten atau atau mampu merupakan potensi untuk dapat berinteraksi secara positif dengan linkungan. Setiap . Motivasi dapat menghasilkan ketekunan yang membawa keberhasilan (prestasi). Senada dengan pengertian tersebut di atas. dan selanjutnya pengalaman sukses tersebut akan memotivasi siswa untuk mengerjakan tugas berikutnya. dan siswa akan termotivasi untuk terus berusaha mencapai tujuan serupa. Pengertian motif tidak bias dipisahkan dengan kebutuhan. dan motif cultural. Dengan demikian ada hubungan spiral antara pengalaman sukses dengan motivasi. Berkaitan dengan hal tersebut di atas sudah sangat jelas sekali bahwa. atau yang lahir dari dalam diri orang itu se ndiri. Kepuasan Keberhasilan dalam mencapai siatu tujuan akan menghasilakan kepuasan. Untuk memelihara dan meningkatkan motivasi siswa. berusaha untuk mewujudkannya. atas sebab apa dia melakukan tindakan tersebut. yang dapat dipicu oleh rangsangan luar. baik yang berasal dari dalam maupun dari luar diri siswa. Seseorang yang melakukan suatu tindakan pasti ada tujuan yang ingin dicapai.dan sesuai dengan nilai yang dipegang. kesempatan dan lain-lain. Kebutuhan pribadi dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu motivasi pribadi. duru dapat menggunakan pemberian penguatan berupa pujian.” 4 Setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan yang secara sadar maupun tidak.

yakni dorongan yang berasal dari luar pekerjaan yang sedang dilakukan. 6 Dari berbagai teori dan penanganan mengenai motivasi yang dikemukakan diatas. Sedangkan motivasi yang tumbuh di luar diri seseorang disebut motivasi eksternal yang harus diciptakan dan diarahkan supaya dapat membantu tumbuhnya motivasi internal. Keinginan untuk bekerja dalam hal ini disebut motivasi. yang dilakukan motif ekstrinsik.” 5 Motivasi yang tumbuh dalam diri seseorang. kita kenal sebagai motivasi internal yang tumbuh karena adanya kebutuhan dan keinginan. dorongan dan kebutuhannya untuk bekaerja. Motivasi dalam belajar adalah merupakan suatu proses. Menurut Sardiman A. 7 . yaitu dorongan yang terdapat didalam pekerjaan. 2. perbedaan itu selain pada kemampuannya dalam bekerja juga tergantung pada keinginannya untuk bekerja atau tergantung kepada keinginan. dan bila ia tidak suka.M Motivasi adalah : Motivasi dapat juga dikatakan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu. yang mana proses tersebut dapat: a. Jenis-Jenis Motivasi dalam Belajar Menurut Salnadi Sutadipura yang memberikan pendapat mengenai motivasi dalam praktek belajar. dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu kondisi internal yang mampu menimbulkan dorongan dalam diri manusia yang menggerakkan dan mengarahkan untuk melakukan perilaku dan aktifitas tertentu guna mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. maka berusaha untuk meniadakan atau mengelakan perasaan tidak suka tersebut. Sedangkan menurut Hadari Nawawi membedakan motif menjadi dua yaitu : Motif intrinsik. sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu.manusia berbeda antara satu dengan lainnya. Jadi motivasi itu dapat dirangkai oleh factor dari luar tetapi motivasi adalah tumbuh di dalam diri seseorang.

Membimbing anak didik kita ke arah pengalaman-pengalaman. Munadir medefinisikan : Belajar sebagai perubahan dalam disposisi atau kapabilitas manusia selama periode waktu tertentu yang disebabkan oleh proses perubahan. aktivitas dan kewaspadaan yang memadai c. Hakikat Hasil Belajar Soedijanto mendefinisikan. 8 Berdasarkan analisis teori-teori motivasi yang telah dipaparkan dimuka dalam penelitian ini. Pemenuhan kebutuhan tersebut merupakan wujud tingkah laku nyata motivasi yang dimiliki setiap manusia. tentang hasil belajar adalah sebagai berikut : Hasil belajar adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh belajar dalam mengikuti program belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. motif praktis. 3. motif pembentukan kepribadian. Memberikan kepada anak didik kita itu kekuatan. Menurut Pasaribu dan B. dapat disimulkan bahwa motivasi merupakan suatu kondisi internal yang mampu menimbulkan dorongan dalam diri manusia yang menggerakkan dan mengarahkan untuk melakukan suatu perilaku atau aktivitas tertentu guna mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan. dan perubahan itu dapat diamati dalam bentuk perubahan tingkah laku yang dapat bertahan selama beberapa periode waktu. 10 . b. motif kesusilaan. Simanjuntak motif yang menggerakkan anak sehingga mau belajar adalah : Motif psikologis. motif sosial dan motif ketuhanan. 9 Senada dengan definisi tersebut. Pada suatu saat mengarahkan perhatian mereka terhadap suatu tujuan. dimana kegiatan belajar itu dapat berlangsung.

Ha : Diduga motivasi belajar ada hubungannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SMK Al – Hidayah I Jakarta. hal.8 LL. 36 C. Bandung : Tarsito. Menuju Pendidikan Yang Relevan dan Bermutu.S. Psikologi Pengajaran. BAB III METODOLOGI PENELITIAN . 1996. Teori Kepribadian.hal.Pasaribu dan B. 1997. 1996. maka selanjutya dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut : Ho :Diduga motivasi belajar tidak ada hubungannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SMK Al – Hidayah I Jakarta. Jakarta: Grasindo. Simanjuntak. 49 10 Winkel W. Hipotesis Penelitian Berdasarkan pada landasan teori dan kerangka konseptual di atas. Jakarta : Balai Pustaka. hal. 54 9 Soedijarto.

2. Sampel Penelitian Sampel penelitian ini ditentukan sebanyak 35 orang yang ditarik secara acak sederhana ( simple random sampling ) melalui undian." 1 Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I SMK Al-Hidayah 1 Jakarta. Metode ini digunakan karena peneliti berusaha mengetahui variable terikat (Prestasi Belajar) pada Siswa SMK Al-Hidayah 1 Jakarta. Populasi dan Sampel Penelitian 1. . D. C. kejadian atau objek yang telah dirumuskan secara jelas. Populasi Penelitian Populasi adalah “semua anggota kelompok orang. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian dengan expo facto dengan pendekatan korelasional. Angket digunakan untuk menjaring data tentang pemberian motivasi (X) sedangkan data prestasi belajar (Y) diambil dari nilai rapor kelas I pada semester I tahun ajaran 2007-2008.B. Tehnik Pengumpulan Data Data penelitian ini dikumpulkan dengan cara menggunakan angket dan data yang ada.

Instrumen Penelitian 1. yang jawabannya dikelompokkan menjadi 5 peringkat jawaban dengan mengacu pada skala likert sebagai berikut : Tabel 1 Skor Jawaban Angket Jawaban Skor SS S R TS STS = Sangat Setuju = Setuju . Untuk pengumpulan data tentang variabel X digunakan angket yang terdiri dari 20 butir pernyataan.E.

= Ragu ragu = Tidak Setuju = Sangat Tidak Setuju 5 4 3 2 1 2. Tabel 2 Kisi-Kisi Angket Variabel Indikator Jumlah Item . Untuk pengumpulan data tentang variabel Y digunakan studi dokumentasi yaitu dengan mencatat nilai rata-rata report responden.

Ketertarikan pada tugas 2 . Aktivitas dalam belajar . Kreativitas 4 . Memiliki ketekunan 3 .Nomor Item Motivasi Belajar Siswa 1 .

16.5 . 5. Disiplin 4 4 5 4 3 1. 13. 20 1 4. 17 10. 19 . 3 4. 11. 9. 2. 15 6. 18. 12. 8. 7.

559. Pengujian Persyaratan Statistik Dari hasil perhitungan korelasi X dengan Y. Uji Coba Instrumen Setelah instrumen penelitian disusun maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap instrumen penelitian tersebut.966 dan standar deviasi = 6. varians = 47.F. B. (Lihat lampiran 6).313 dan standar deviasi = 0.4. Variabel X (Motivasi Belajar Siswa) Berdasarkan pada hasil angket yang disampaikan kepada 35 orang responden (sampel penelitian) dengan melakukan tabulasi data maka diperoleh skor tertinggi = 92. Deskripsi Data Hasil Penelitian 1. Variabel Y (Hasil Belajar Siswa) Untuk variabel Y diperoleh skor tertinggi = 7.4. diperoleh r = 0. Uji coba ini dilakukan sebelum BAB IV HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA A.48 (lihat lampiran 8) dan selanjutnya dilakukan pengujian keberartian koefisien korelasi. varians = 0. (Lihat lampiran 5). nilai rata-rata = 6. nilai rata-rata = 83. skor terendah = 5.4857. dimana t hitung lebih besar dari pada t . 2. skor terendah = 74.3.9.

Data Variabel X 2. Data Variabel Y Korelasi antara variabel X dengan variabel Y  2222 . Pengujian Hipotesis 1. jika siswa termotivasi belajar maka akan dapat meningkatkan hasil belajarnya.()()()() nXYXYrnXXnYY  .. Dan dalam hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai KD = 23% (lihat lampiran 10). Dengan demikian besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap peningkatan hasil belajar siswa adalah siswa adalah 23%. Akan tetapi masih ada faktor-faktor lain sebesar 100% .23% = 77% yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa tersebut.1 dan t tabel = 1. Artinya. Dengan demikian dapa disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di SMP Negeri 193 Jakarta. C.tabel (t hitung = 3.684). (Lihat lampiran 9).

3. Dimana : r = Korelasi X dengan Y n = Jumlah responden X = Motivasi belajar siswa Y = Hasil belajar siswa Uji keberartian korelasi dengan kriteria sebagai berikut : 1. Catatan : 2 21 hitung rntr  Dimana : t = Uji signifikasi korelasi X dengan Y r = Korelasi X dengan Y n = Jumlah responden Koefisien Determinasi Untuk mengetahui besarnya pengaruh X terhadap Y digunakan rumus koefisien determinasi sebagai berikut : KD = r . Jika t hitung >t tabel Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar siswa. Jika t hitung <t tabel Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan hasil belajar siswa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.2 x 100% Dimana : KD = Koefisien determinasi r = Korelasi X dengan Y D. Dalam perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai KD = 23% yang artinya : Besar pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa adalah 23%.1 dan t tabel = 1.684). dimana berdasarkan pada analisis data yang diperoleh ditarik kesimpulan sebagai berikut: Motivasi belajar berperan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa sesuai dengan hasil pengujian hipotesis di mana t hitung lebih besar dari pada t tabel (t hitung = 3. Interpretasi Hasil Penelitian Berdasarkan hasil perhitungan. . sebaliknya semakin rendah pemberian motivasi maka semakin rendah pula tingkat prestasi belajarnya. semakin tinggi pemberian motivasi kepada siswa maka semakin tinggi pula tingkat prestasi belajarnya. Kesimpulan Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa di SMK Al-Hidayah 1 Jakarta. maka hasil penelitian dapat diinterpretasikan bahwa pemberian motivasi mempengaruhi prestasi belajar.

. Saran Dengan memperhatikan pada kesimpulan tersebut di atas maka penulis mengajukan saran sebagai berikut : Oleh karena motivasi belajar berperan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.23% = 77% hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktorfaktor lain. Dan khusus untuk guru. B.Dan yang 100% . Demikian juga halnya dengan para siswa akan menjadi generasi muda yang tangguh dan mampu bersaing dalam menjalani hidupnya kelak di kemudian hari. maka pihak sekolah hendaknya menanamkan motivasi belajar kepada siswa. di samping melaksanakan tugas-tugas mengajarnya hendaknya juga memberikan motivasi belajar terhadap siswa yang diajarnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful