DBMS

-1-

BAGIAN I PENDAHULUAN 1. DATA • Rekaman mengenai fenomena/fakta yang ada atau yang terjadi. • Fakta tentang sesuatu di dunia nyata yang dapat direkam dan disimpan pada media komputer. Contoh :
Suplier Name Catherine Anderson Mark David Catherine Anderson Mark David Mark Wilson Catherine Anderson Mark David Phone 2345-3456 8900-7777 2345-3456 8900-7777 4545-5656 2345-3456 8900-7777 City New York Los Angeles New York Los Angeles Manchester New York Los Angeles Flower Id 2 7 3 6 5 3 7 Flower Name Adenium Cathelya Princess Jasmine Begonia Cathelya Color Red Violet White Yellow Violet Price $12 $17 $23 $11 $10 $23 $17 Quantity 3 5 6 10 6 6 10

Blue Diamond Purple

Blue Diamond Purple

Daftar Bunga di Golden Nursery 2. META DATA • Data (berupa defenisi data, struktur data, aturan serta batasan) yang menjelaskan data yang lainnya. Contoh : Field Name Suplier Name Phone City Flower Id Flower Name Flower Color Price Data Field Text Number Text Number Text Text Number 30 40 Byte 50 15 Long Integer Field Size

DBMS

-2-

Meta Data Bunga Golden Nursery 3. DATABASE • Sebuah sistem komputerisasi yang tujuan keseluruhannya adalah menyimpan data dan mengijinkan pemakai untuk mengambil kembali dan memperbaharui data tersebut atas permintaan. • Kumpulan terorganisasi dari data-data yang berhubungan sedemikian rupa sehingga mudah disimpan, dimanipulasi, serta dipanggil oleh pengguna. • Sekumpulan data yang disimpan dengan aturan. Pengisian data membutuhkan dengan keteraturan karena dibutuhkan mudah kemudahan pengaksesan sehingga pengaksesan. Semakin teratur (kadang, teraturan berbanding lurus kesulitan) penyimpanan data semakin yang dilakukan. • Merupakan kumpulan distrukturkan memungkinkan kemudahan dalam pemrosesan untuk menghasilkan suatu informasi. 4. DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS) • Software yang digunakan untuk mengelola database, dimulai dari pendefenisisan database, pengelolaan data, maintenance data, sampai dengan pengaturan siapa saja yang dapat mengkases dan menggunakan database tersebut. 5. TUJUAN DBMS a. b. Menyediakan lingkungan yang nyaman dan efisien untuk penyimpanan dan pengambilan data dan database. Menerima permintaan alokasi dan menerjemahkan permintaan ini keperintah baca atau tulis pada file database. 6. KEUNGGULAN DBMS a. b. Menghindari redudansi dan inkonsistensi data Menghindari kesulitan pengaksesan data

d. Data disimpan dalam daftar. terutama karena keunggulannya yang tidak menjustifikasi biaya menkonversi miliaran byte data organisasi ke format baru. Memodifikasi data yang tersimpan (update). c. e. Model data hierarkis yang terkemuka adalah DL/I. Model data network yang terkemuka adalah model CODASYL. Produk ini hanya meraih kesuksesan yang kecil secara komersial. Karakteristik pemrosesan ditentukan oleh penggunaan umum media pita magnetik Era pemrosesan database non relasional. Borland membuat paradox. OPERASI DASAR TERHADAP DATABASE 8. yaitu versi pertama DBMS IBM yang disebut IMS. vendor lainnya mengikuti dengan memodifikasi produk DBMS nya atau dengan menciptakan produk baru. Menghapus data tertentu (delete). KOMPONEN SISTEM DATABASE Aplikasi Database User Database Management System (DBMS) Database 9. menambah data / informasi (create). diusulkan OODBMS. Oracle mencapai puncaknya. d. Menghindari masalah-masalah keamanan dan integritas.1980 Teknologi Pemrosesan File Hierarkis dan model network Remark Pendahulu pemroses database. 7. Saat ini masih dalam tahap pengembangan. mulai diaplikasikan secara komersil tahun 1980. Microrim menciptakan R-Base. Dengan ditemukannya pemrograman berorientasi objek.DBMS -3- c. Menghindari isolasi data. 1980 – hingga kini Model Data Relasional Produk DBMS mikro komputer pertama Berkepentinga n dalam pengembangan DBMS (OOSBMS) yang berorientasi objek 1982 1985 . b. IBM menyebutnya dengan DB-2. a. SQL menjadi bahasa relasional standar Ashton-Tate mengembangkan produk dBase. Menghindari terjadinya anomali pengaksesan konkuren. mengekstrak (membaca / menampilkan) data / informasi (read). SEJARAH PEMROSESAN DATABASE TimeFram e Sebelum 1968 1968 . Dipublikasikan pertama kali pada tahun 1970.

Secara bertahap menggantikan semua produk DBMS personal lainnya Database menjadi komponen kunci dari aplikasi internet. Vendor utama mulai mengintegrasikan XML ke dalam produk DBMS 1995 1997 .DBMS -4- 1991 Microsoft Ships Access Aplikasi pertama database internet Penerapan XML pada pemrosesan database DBMS personal diciptakan sebagai unsur windows. Penggunaan XML memecahkan masalah pemahaman database jangka panjang. Popularitas internet meningkatkan kebutuhan dan permintaan akan keahlian database.

DBMS -5- 10. Database dideskripsikan dengan struktur yang relatif sederhana. Pengguna Canggih Berinteraksi dengan sistem tanpa menulis program. disimpan dalam media penyimpanan fisik seperti hard disk dan sebagainya. Contoh : teller Bank. PENGGUNA Tiga kelas besar dari pengguna : a. Basisdata Administrator (Data Base Administrator/DBA) . Mereka mengakses database dengan menggunakan Query. CARA PANDANG DATA Bertujuan a. interaksi pengguna dengan sistem database dapat disederhanakan. b. c. b. • • Pemakai akhir (End User). Pembuat program / aplikasi yang akan digunakan oleh pemakai akhir untuk berinteraksi dengan database. Peringkat Logika Mendiskripsikan data apa yang disimpan di basisdata dan hubungan apa yang ada antara data-data tersebut. Programer aplikasi (Application Programmer). menyederhanakan. Naïve User Pengguna yang paling tidak mahir. Peringkat Pengguna Dengan menggunakan perangkat lunak aplikasi database. Peringkat Fisik Mendeskripsikan secara rinci bagaimana data dan struktur data yang digunakan. Merupakan peringkat terendah. c. • Pengguna Terspesialisasi Pengguna canggih yang menulis aplikasi database khusus yang tidak termasuk pada pemrosesan data tradisional. untuk menyederhanakan interaksi pengguna dengan sistem yang memiliki kompleksitas tinggi. 11.

12. metode aksesnya yang paling efisien. menghendaki pengguna untuk (query). . Melakukan pemeliharaan rutin. DML Prosedural. Data Manipulation Language / DML Bahasa yang memungkinkan pengguna untuk mengakses atau memanipulasi data dalam sistem database yang bertipe relasional.DBMS -6- Orang yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap sistem database. Data Defenition Language / DDL Bahasa yang khusus untuk mendefenisikan skema database dengan sekumpulan defenisi. dimana tugas-tugasnya meliputi : • • • • • Defenisi Skema Mendefenisikan : Menciptakan skema database dengan struktur tempat penyimpanan dan mengeksekusi pernyataan-pernyataan DDL. Penghapusan informasi yang tidak diperlukan lagi pada Modifikasi informasi yang ada pada database. b. Manipulasi data pada database meliputi hal-hal : • • • • • Pemanggilan informasi yang tersimpan pada database Penambahan informasi baru pada database. Memodifikasi skema dan organisasi secara fisik. Pernyataan terhadap DDL menciptakan kamus data ( data dictionary / data directory / DD) yaitu suatu himpunan dari meta data. BAHASA DATABASE a. database. Memberi hak akses tertentu pada pengguna database. Jenis-jenis DML : menspesifikasi data apa yang diperlukan dan bagaimana cara mendapatkan data itu.

batasan integritas menggunakan yang jawab dqalam proses penyimpanan (storing). Manajer penyimpanan bertanggung pada database.DBMS -7- • DML Deklaratif (DML Non Prosedural). STRUKTUR SISTEM DATABASE Komponen fungsional sistem database : a. dan pembaharuan (updating) data . 13. pemanggilan kembali (retrieving). Manajer Penyimpanan (Storage Manager) Modul-modul program yang menyediakan antarmuka antara data peringkat rendah yang tersimpan di database dan program-program aplikasi serta query yang dikirimkan ke sistem. Manajer penyangga memungkinkan database menangani ukuran data yang lebih besar dari ukuran memori utama. • Manajer Transaksi : memastikan database tetap pada kondisi yang konsisten saat terjadi kegagalan sistem serta memastikan transaksi yang terjadi secara konkuren di eksekusi tanpa terjadi konflik-konflik. menghendaki pengguna untuk menspesifikasi data apa yang diperlukan tanpa harus menspesifikasi bagaimana cara mendapatkan data itu. • Manajer Berkas : mengelola alokasi ruang pada tempat penyimpanan dan mengelola struktur data yang digunakan untuk menyimpan informasi di harddisk. • Manejer Penyangga (Buffer Manager) : melakukan pemanggilan data dari harddisk ke memori serta memutuskan data mana yang tetap disimpan di memori utama untuk kecepatan akses. Komponen Manajer Penyimpanan meliputi : • Manajer Otoritas dan Integritas : menguji serta memeriksa keabsahan pengguna database.

DBMS -8- Struktur data dalam manejer penyimpanan : • Berkas data. menafsirkan pernyataan DDL dan merekam definisi-definisinya di kamus data. melakukan eksekusi instruksi-instruksi peringkat rendah yang dihasilkan oleh DML Compiler. menerjemahkan pernyataan DML dalam query k e rencana evaluasi yang mengandung instruksi-instruksi peringkat rendah dengan algoritma-algoritma tertentu. menyediakan akses cepat ke data. sehingga pengguna sistem tidak secara langsung mengetahui rincian implementasi fisik dari sistem. • Kamus data (Data Dictionary). menyimpan metadata tentang struktur database. . • Query Evaluation Engine (mesin pengevaluasi Query. • Indeks. yang dimengerti oleh mesin pengevaluasi query. b. Query Processor Membantu sistem database untuk meyederhanakan dan memfasilitasi akses pada data. • DML Compiler. yang menyimpan database itu sendiri. Komponen Query Processor : • Penterjemah DDL.

Silberschatz. Sudharshan. KOrth.m Concept.DBMS -9- Naïve User Pemrogram Aplikasi Analisis System Administrator Database Antarmuka Aplikasi Program Aplikasi Tool Query Tool Administrasi Kompiler & Linker Kode Program Aplikasi DML Query DML Interpreter DML Compiler & Organizer Query Evaluation Engine Query Processor Buffer Manager File Manager Manager Otorisasi & Integritas Manager Transaksi Storage Manager Indeks Data Kamus Data Data Statistik Struktur Sistem Database (Sumber : Database Syste. 2002) .

Model Hirarki (Hierarchical Model) Contoh Hierarki : Organisasi Universitas Universitas Fakultas Sastra Dan seterusnya . Info Catatan : Setiap node memiliki paling banyak satu node induk b.. relatif sederhana untuk dipahami dan digunakan oleh yang tidak akrab dengan teori yang mendasarinya. Sist.. MODEL DATA Kumpulan a. keterhubungan (relationship) antar data. 15. Model Jaringan (Network Model) Database Java Visual Fred Wu Mary Johnson Marty Lopez Catatan : Node-node dapat memiliki beberapa node induk c. Akuntansi Dept.. Pemakai hanya memandang database sebagai kumpulan tabel (relasi). Keuangan Fakultas Teknik Dan seterusnya . SKEMA PENGEMBANGAN MODEL DATA . Fakultas Bisnis Dept.. Dept. cara / tool untuk mendeskripsikan data-data. serta batasan konsistensi data.10 - 14. Model Relasional (Relational Model) Menggambarkan data dalam bentuk tabel-tabel.DBMS .

b. Sasaran utama dari pembagian skema ini adalah memberikan ketidakbergantungan data.11 - Skema a. Skema Konseptual Mendefenisikan keseluruhan database (semua data dan hubungannya) tanpa mempertimbangkan bagaimana data kelak akan disimpan di tempat penyimpanan komputer. Ia hanya dapat mengakses bagian tertentu dari database. Pada dasarnya setiap pengguna tidak menggunakan daatabase secara utuh. Skema Eksternal / pandangan Mendefenisikan suatu bagian untuk suatu kelompok pemakai tertentu.DBMS . yaitu kemampuan memodifikasi skema dari satu tingkat tidak mempengaruhi defenisi skema di tingkat yang lain. Sistem dapat menyediakan banyak pandangan berbeda pada database yang sama. Mendeskripsikan dengan rinci cara penyimpanan fisik data. Skema Eksternal Skema Eksternal Skema Konseptual Skema Internal Skema Eksternal Database . c. Pengembangan database dikaitkan dengan arsitektur ANSI/SPARC : Skema Internal / fisik Merupakan level terendah.

MEMBUAT DATABASE Fase Pengembangan Database Membangun model data Menetapkan item data Mendefenisikan batasan aturan Tabel Hubungan Indeks Batasan Prosedur tersimpan dan integer Menciptakan tabel Menciptakan hubungan Menciptakan batasan Menulis prosedur tersimpan dan trigger Mengisi database Menguji Aplikasi Requirements dan Menentukan Requirements aplikasi Desain Forms Reports Queries Kode aplikasi Implementasi Membuat forms Membuat reports Menciptakan queries Menulis kode aplikasi Menguji .DBMS .12 - 16.

• MODEL RELASIONAL Relasi Terdiri digunakan • Atribut Adalah kolom yang memiliki nama di relasi. Dua domain dapat bertipe sama. Atribut-atribut dapat muncul dalam sembarang urutan dimana relasi masih relasi yang sama • bagaimanapun urutan kemunculan atribut-atribut didalamnnya. • Kardinalitas Relasi Adalah jumlah tupel yang dikandung dalam sebuah relasi. Kardinalitas relasi berubah begitu tupel ditambah dan dihapus. Domain Adalah himpunan nilai yang diijinkan pada suatu atribut. dari tabel dua dimensi dengan kolom-kolom untuk menyimpan informasi objek-objek yang yang a. Istilah-istilah pada Model Relasional bernama dan sembarang jumlah baris yang tak bernama.13 - BAGIAN II ANALISIS DATABASE 1. yang sering juga disebut dengan elemen relasi. Setiap atribut di database relasional didefenisikan pada suatu domain. Relasi direpresentasikan di database. Nilai kardinalitas adalah suatu saat di dalam tabel. . • Tupel Adalah baris dari suatu relasi.DBMS . namun merupakan dua domain yang berbeda.

d. Setiap kolom mempunyai nama kolom yang berbeda yang unik. Urutan data dalam kolom tidak penting. Notasi Penulisan Relasional Dua cara penulisan relasional : 1. Semua nilai dalam kolom diidentifikasi dengan nama atribut. City) c. Superkey mungkin masih mengandung atribut-atribut yang sebenarnya tidak diperlukan untuk identifikasi satu tupel secara unik. Setiap masukan ke relasi adalah masukan bernilai tunggal (atomic). Penulisan sebagai tabel. Suplier Name. Urutan baris tidak penting.DBMS . penulisan sebagai tupel. . Contoh : Suplier(SuplierID. Phone.14 - b. Ciri-ciri Database Relasional • • • • • • • Nama relasi harus berbeda dengan relasi-relasi lain di satu database. adalah atribut atau himpunan atribut yang secara unik dapat mengidentifikasi satu tupel di relasi. Contoh : Relasi Suplier Suplier ID 1 2 3 Suplier Name Catherine Anderson Mark Wilson Mark David Phone 2345-3456 4545-5656 8900-7777 City New York Manchester Los Angeles 2. Setiap baris merupakan item yang berbeda dan unik. Kunci Relasional • Superkey.

DBMS . Komponen Model Relasional • Struktur Data Data data diorganisasi dalam bentuk tupel dengan baris-baris dan kolom-kolom. f. Batasan Integritas • Integritas Entitas Dirancang untuk memastikan setiap relasi sudah memiliki kunci primer. Relasi adalah satu-satunya struktur data di model relasional. kunci relasi dapat terbuat dari lebih dari satu atribut untuk mengidentifikasi baris-baris unik. • Foreign Key. Atribut kunci tidak dapat bernilai null. adalah atribut yang dipilih untuk mengidentifikasi tupel secara unik pada suatu relasi.15 - • Primary Key. • Integritas Referensial . Dalam banyak kasus. • Manipulasi Data Operasi • yang sangat berdaya guna (menggunakan SQL) digunakan untuk memanipulasi data yang disimpan direlasi-relasi. Aturan integritas entitas menyatakan bahwa semua atribut yang merupan kunci primer tidak diijinkan memiliki nilai null. Integritas Data Fasilitas-fasilitas untuk menspesifikasi aturan bisnis yang memelihara integritas data saat mereka dimanipulasi. adalah himpunan atribut pada satu relasi dimana himpunan atribut itu bukan kunci relasi itu tapi merupakan kunci relasi di relasi lain. Nilai kunci primer suatu selasi mengidentifikasi satu baris unik di suatu relasi. e. dan memastikan bahwa nilai-nilai data untuk kunci primer adalah sah/valid.

Anomali Adalah kesalahan akibat terjadinya redudansi pada tabel saat pengguna berusaha memperbaharui data-data pada tabel. Batasan integritas referensial adlah aturan yang memelihara konsistensi antara baris-baris pada 2 relasi. Jika ada kunci tamu di suatu relasi tertentu. i.16 - Pada model data relasional. asosiasi antar tabel didefinisikan lewat penggunaan kunci tamu (foreign Key). Relasi yang Terstruktur Baik Adalah relasi yang mengandung redudansi (pengulangan data yang tidak perlu) dalam jumlah minimal dan mengijinkan pengguna untuk menyisipkan modifikasi. Diagram Skema Relasional Skema database yang menyatakan kebergantungan kunci utama dan foreign key dapat digambarkan dengan diagram skema relasi. serta menghapus baris-baris tanpa menimbulkan kesalahan atau inkonsistensi data. Integritas referensial ini adalah garis yang menghubungkan antara kunci tamu disuatu tabel dengan kunci primer ditabel uang lainnya.DBMS . g. • • • Anomali penyisipan Anomali penghapusan Anomali modifikasi . secara grafis dengan Flowers IDFlower Flower Name Flower Color Price Sub Orders IDOrder IDFlower Quantity Orders IDOrder Date Costumer h. maka kunci tamu itu harus sesuai dengan nilai kunci primer di relasi yang lain.

Relationship. konstrain-konstrain ketentuan . a. memodelkan koneksi / hubungan di antara entitasentitas. sementara model relasional di level di bawahnya. Model ER adalah mandiri. tempat. Entitas (Entity) Adalah orang. • Tipe Entitas Koleksi dari entitas-entitas (himpunan entitas) yang berbagi properti serta karakteristik yang sama. memodelkan properti-properti dari entitas dan relationship Konstrain-konstrain validitas b. atau konsep dalam lingkup pengguna yang dipelihara datanya. ENTITAS RELATIONAL Adalah deskripsi data yang dibangun berdasarkan evaluasi informasi yang dikumpulkan selama analisis kebutuhan. turunan atau generalisasi dari model data relasional. Model ER dipergunakan untuk memodelkan oarganisasi di level konsep. • Instansiasi Entitas Adalah bentuk nyata tunggal dari tipe entitas. ER merupakan model data konseptual tingkat tinggi untuk perancangan database. Beberapa instansiasi mungkin ditampilkan dalam bentuk data yang tersimpan di database. Komponen Pokok • • • • Entitas (Entity). • Entitas Kuat (Strong Entity) integritas. kejadian.DBMS . Model ER digambarkan dengan diagram ER.17 - 2. objek. Model ER bukan relatif. Tipe entitas dideskripsikan hanya sekali (menggunakan meta data) dalam database. Atribut-atribut (properti-properti). memodelkan objek-objek yang berada di lingkungannya.

Atribut Turunan. Entitas lemah tidak diharapkan kehadirannya dalam diagram E-R tanpa kehadiran entotas dimana mereka bergantung. d.DBMS . Atribut Sederhana. Entitas Lemah (Weak Entity) Entitas yang keberadaannya sangat bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya.18 - Entitas yang mandiri. Atribut Properti atau karakteristik yang dimiliki oleh suatu entitas dimana peoperti atau karakteristik itu bermakna / berarti bagi organisasi. adalah atribut yang nilainya bisa didapat dari atribut yang lainnya. adalah atribut yang dapat dipecah menjadi atribut-atribut yang lainnya. Instansiasi entitas kuat memiliki atribut • katakteristik tunggal yang yang unik secara yang biasa dapat disebut dengan digunakan untuk identifier atau atribut pengidentifikasi yang merupakan sebuah unik membedakannya dari entitas kuat yang lainnya. Entitas dimana entitas lemah bergantung dinamakan identifying owner / pemilik. Atribut Bernilai Banyak. adalah atribut yang memiliki nilai lebih dari satu untuk tiap entitas. adalah atribut yang tidak bisa / tidak perlu dipecah lebih lanjut. yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas yang lainnya. Kunci Merupakan suatu atribut yang unik yang dapat digunakan untuk membedakan suatu entitas dengan entitas yang lainnya dalam suatu . • • • • Atribut Komposit. c.

• • Relasi merupakan perekat yang menyatukan komponenkomponen yang berbeda dalam diagram E-R. f. Binary Relationship Adalah relasi berderajat 2. Instansiasi Relasi. adalah asosiasi satu atau lebih relasi.19 - himpunan entitas. i. Notasi Diagram E-R Dasar • Simbol Dasar . yaitu relasi tunggal yang menghubungkan 3 entitas yang berbeda. yaitu Relasi yang melibatkan 2 entitas. h. g. Unary Relationship Adalah relasi berderajat 1. Entitas yang tidak memiliki kunci utama adalah entitas lemah.DBMS . Ternary Relationship Adalah relasi berderajat 3. adalah jumlah entitas yang berpartisipasi dalam suatu relasi. Derajad Relasi. sering juga dinamakan relasi rekursif. e. Relasi / Keterhubungan (Relationship) Adalah asosiasi dari satu atau lebih entitas yang bermakna bagi organisasi. yaitu relasi dimana entitas yang terlibat hanya 1.

20 - Simbol Dasar Entitas Kuat Entitas Lemah Entitas Asosiatif Relasi Atribut Atribut Bernilai Relasi Pengidentik Atribut Turunan • Derajad Relasi Derajad Relasi Unary Biner Ternari • Kordinalitas Relasi Kordinalitas Relasi Mandatory One Mandatory Many Optional One Optional Many j. Batasan Kardinalitas Menspesifikasi jumlah instansiasi pada pada entitas ‘B’ yang dapat yang dapat berasosiasi dengan setiap instansiasi entitas ‘A’. • Kardinalitas Minimum .DBMS .

21 - Jumlah minimum instansiasi entitas ‘B’ yanag berasosiasi dengan setiap instansiasi entitas ‘A’.DBMS . • Kardinalitas Maximum Jumlah maximum instansiasi entitas dengan setiap instansiasi entitas ‘A’. ‘B’ yanag berasosiasi .

Relasi normal dilakukan untuk memperoleh fitur-fitur terbaik dari database relasional. BAGIAN 4 IMPLEMENTASI 1. sql 2.DBMS . Sistesis Relasional d144 Proses normalisasi dilakukan untuk memperoleh relasi normal. . normalisasi 2. 3.22 - BAGIAN 3 PERANCANGAN / DESAIN 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful