Rasyid Ridha

April 24, 2008 in Pemikiran By Yamin, Muchlis, Nanik

PENDAHULUAN
Dewasa ini, muncul begitu banyak tantangan yang mesti dihadapi oleh umat Islam. Adanya keterbelakangan dan kegelapan dalam ilmu pengetahuan modern, serta ada dan melekatnya paham fatalisme serta pemahaman yang keliru terhadap Islam, yang secara tidak langsung turut andil dalam usaha penghambatan kemajuan tersebut. Islam senantiasa memberikan respon terhadap berbagai problematika yang muncul. Respon Islam tersebut, tidaklah lepas dari peran yang diberikan oleh tokoh yang mengerahkan segenap kemampuan intelektualnya untuk terus melakukan pembaruan terhadap berbagai paham yang ada dalam Islam.
Rasyid Ridha, adalah satu dari sekian banyak pembaru, yang telah banyak menelurkan serta menyumbangkan banyak ide dan pemikirannya bagi kemajuan umat. Dan pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit mengulas mengenai Rasyid Ridha serta beberapa hal yang berkaitan dengannya. Makalah ini terbagi dalam beberapa bagian, yang tersusun dengan sistematika sebagai berikut: bagian pertama, sedikit mengetengahkan tentang jati diri Ridha, serta beberapa hal yang sekiranya mempengaruhi pembentukan ide dan pemikirannya. Bagian kedua, mengetengahkan mengenai pemikiran-pemikiran yang dihasilkannya, baik dalam bidang agama, pendidikan, maupun politik.

SEULAS MENGENAI KEHIDUPAN RASYID RIDHA Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Muhammad Syama Al bin alKalamuny, dilahirkan ditengah-tengah sebuah keluarga yang memiliki sedikit kedudukan dengan tradisi pendidikan dan kesalehan, pada tahun 1865 di alQalamun, suatu desa di Libanon yang letaknya tidak jauh dari kota Tripoli (Suria).

Semasa kecil ia dimasukkan ke madrasah tradisional di al-Qalamun untuk belajar menulis, berhitung dan membaca al-Qur¶an. Di tahun 1882, ia meneruskan pelajaran di alMadrasah al-Wathaniyah al-Islamiyah (sekolah Nasional Islam) milik Syaikh Husain al-Jisr, yang terletak di Tripoli. Di madrasah ini, selain bahasa Arab, diajarkan pula bahasa Turki dan Perancis, dan juga, selain pengetahuan-pengetahuan agama, juga diajarkan pengetahuanpengetahuan modern. Setelah itu, Rasyid Ridha meneruskan pelajarannya di salah satu sekolah agama yang berada di Tripoli, walaupun demikian, hubunganya dengan Syaikh Husain al-Jisr tetap berjalan, dan guru inilah yang menjadi pembimbing baginya di masa muda. Selanjutnya, ia banyak dipengaruhi oleh ide-ide Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh, yaitu melalui majalah al-Urwah al-Wutsqo. Ia berniat untuk menggabungkan diri dengan al-Afghani, tetapi niat itu tak terwujud, dan semenjak pertemuannya dengan Muhammad Abduh, pengaruh Afghani pun mulai meredup dan tergantikan oleh pengaruh Muhammad Abduh. Dengan demikian, pemikiran-pemikiran pembaru yang diperolehnya dari syaikh al-Jisr dan yang kemudian diperluas dengan ide-ide yang ia peroleh dari Afghani dan Abduh, menjadi sebuah pondasi yang kuat dan tertanam dalam jiwanya. Tidak seperti gurunya, Muhammad Abduh, yang lebih bisa disebut sebagai seorang yang liberal, Rasyid Ridha mendekatkan dirinya pada ajaran Ibnu Taimiyah dan praktik-praktik Wahabiyyah, salah satu faktor yang menuntunya pada ajaran tersebut, adalah karena kecurigaannya terhadap tasawuf.

Setelah menebarkan kiprah dirinya dalam banyak bidang, pada bulan Agustus tahun 1935, sekembalinya dari Suez setelah mengantarkan Pangeran Su¶ud, ia meninggal dunia dan meninggalkan banyak ide-ide pembaruan, yang cukup memberikan pengaruh terhadap generasi selanjutnya.

BUAH-BUAH PEMIKIRANNYA

Sebenarnya. adalah seperti yang disebarluaskan oleh Afghani dan Muhammad Abduh. ia akan membawa pada kesuksesan dunia dan akhirat kelak. Menurut Rasyid Ridha. apabila orangorang muslim bersedia kembali pada al-Qur¶an dan perintah-perintah moral yang terkandung di . Secara umum. ajarannya berpaham salaf yang bertujuan mengembalikan ajaran Islam kepada al-Qur¶an dan hadits. serta meningkatkan mutu pendidikan dan membela umat Islam dari permainan-permainan politik negara-negara Barat. Ia juga berpendapat bahwasanya umat Islam mundur karena tidak lagi menganut ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. ia mulai menerbitkan majalah yang cukup ternama. Perbuatan-perbuatan mereka telah menyeleweng dari ajaran-ajaran islam yang sebenarnya. tetapi usaha-usahanya tersebut mendapat tantangan dari pihak kerajaan Usmani. Muhammad Abduh. pemikiran-pemikiran pembaruan yang diajukan Rasyid Ridha. Penyebab ketertinggalan ini adalah dikarenakan muslim telah kehilangan kebenaran sejati agamanya. sehingga jika dipahami dengan benar dan dipatuhi sepenuhnya. Umat Islam adalah jantung dari peradaban dunia selama ia benar-benar Islami. pandangan Islam yang dipegang oleh Rasyid ridha. ia memutuskan untuk hijrah ke Mesir. kejayaan Islam masa lalu dapat tercipta kembali. yaitu antara lain adalah mengadakan pembaruan dalam bidang agama. Oleh karena itu. Pandangan ini dimulai dari pertanyaan tentang mengapa dunia Islam mengalami ketertinggalan dalam semua aspek peradaban. yaitu alManar. Dan. memberantas takhayul dan bid¶ah-bid¶ah yang masuk ke dalam tubuh Islam. tidaklah banyak berbeda dengan ide-ide yang disampaikan oleh Afghani dan Muhammad Abduh.Pada dasarnya. menghilangkan faham fatalisme yang terdapat dalam kalangan umat Islam serta faham-faham salah yang dibawa tarekat-tarekat tasawuf. Beberapa bulan kemudian. dekat dengan gurunya. Di dalam nomor pertama dijelaskan bahwa tujuan al-Manar adalah sama dengan tujuan al-Urwah al-Wutsqa. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya penguasa-penguasa politik yang buruk. jawaban mendasar mengenai hal tersebut adalah ajaran-ajaran dan perintah-perintah Islam yang pada dasarnya serba mencakup. Sebagai tokoh pembaruan yang masih condong pada ajaran-ajaran ibnu Taimiyah dan sekaligus sebagai penyokong aliran Wahabi. sosial dan ekonomi. ia telah mulai menjalankan ide-ide pembaruannya semenjak ia masih berada di Suria.

Tafsiran iu mengandung arti bahwa balasan yang akan diterima bersifat rohani. namun. Abduh tidak mau terikat pada salah satu aliran atau mazhab yang ada dalam Islam. Berbeda dengan Rasyid ridha. mereka akan dengan mudah dapat meraih keterampilan teknis. Muhammad Abduh. dan penguasaan atasnya tergantung pada kebiasaan-kebiasaan moral dan prinsip-prinsip intelektual tertentu. kelihatanya. Tahta Tuhan masih mengandung arti sebagai tahta. Meskipun pada dasrnya ide-ide dan pemikiran yang dihasilkan oleh Rasyid Ridha memiliki banyak kesamaan dengan ide-ide dan pemikiran sang Guru. ia melepaskan diri dari aliran dan mazhab yang pernah dianutnya. meskipun Tahta Tuhan tidaklah sama dengan tahta pada manusia. melainkan terikat pada ikatan-ikatan baru. yaitu tafsir al-Manar. Bagi Abduh. dan lain sebagainya. dan kebiasaan-kebiasaan serta prinsip-prinsip semacam itu sesungguhnya telah terkandung di dalam Islam. bersifat lebih liberal dibandingkan Rasyid Ridha. Selain itu. Muhammad Abduh. Sedangkan keterampilan teknis secara potensial adalah universal. Ia juga sangat mendukung gerakan yang dipelopori oleh Muhammad ibn Abdul Wahab. harus diberi interpretasi. ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mempunyai Wajah.dalamnya. Muhammad Abduh menekankan terhadap makna filosofis. Kursi. Salah satunya adalah. Tangan. . alasannya adalah karena ia ingin bebas dalam menelurkan ide-ide dan pemikirannya. perbedaan antara keduanya juga terlihat dari cara mereka menafsirkan ayatayat al-Qur¶an. dan yang dimaksud dengan Tahta Tuhan adalah Kekuasaan-Nya. juga terlihat dalam karya mereka. ia masih memegang mazhab dan masih terikat pada pendapat-pendapat Ibn Hambal dan Ibn Taimiyah. dan bukan dalam bentuk rohani. Dengan demikian. Pindah dari satu aliran ke aliran lain bukanlah kebebasan. karena ia semazhab dengannya. Bagi Rasyid Ridha. dalam arti harus dimengerti makna yang tersirat di dalammnya. yang dimaksud dengan Kursi Tuhan adalah Pengetahuan Tuhan. Perbedaan-perbedaan tersebut. Rasyid Ridha dalam komentarnya lebih menekankan balasan dalam bentuk jasmani. diantara keduanya juga terdapat perbedaan. misalnya ketika Rasyid Ridha memberikan komentar terhadap uraian Abduh dalam menyoal permasalahan mengenai balasan di akhirat yang disebutkan dalam ayat ke-25 surat al-Baqarah. Jika orang-orang muslim memilikinya.

Ijtihad juga tidak diperlukan terhadap ayat dan hadits yang mengandung arti tegas. akan dibahas pada kalimat demi kalimat berikutnya. namun hanya terhadap ayat dan hadits yang tidak mengandung arti tegas. akal dapat dipakai dalam hal yang berkenaan dengan hidup bermasyarakat. dan bersedia berkorban untuk mencapai tujuan perjuangan. karena paham tersebut menyebabkan manusia tidak memiliki etos kerja dan cenderung tidak mau berpacu atau pasrah dengan keadaan. . dan sekaligus juga memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat. jihad dalan arti berusaha keras. tawakkal yang berlebihan. Dinamika dan sifat aktif itu terkandung dalam kata jihad. sifat dinamis tersebut pada dasarnya telah dimiliki oleh Islam. Menurutnya. diantara bid¶ah-bid¶ah yang dimaksudkan itu ialah pendapat bahwa dalam Islam terdapat ajaran kekuatan batin yang membuat pemiliknya dapat memperoleh segala yang dikehendakinya. dan tidak terhadap hal-hal yang berkenaan dengan ibadah. salah satu penyebab kemajuan Eropa adalah paham dinamika. Ijtihad hanya diperlukan dalam menghadapi persoalan-persoalan bermasyarakat. serta kepatuhan yang berlebihan terhadap syekh dan wali. diantaranya adalah bidang agama. menghargai akal manusia. Rasyid Ridha. Ijtihad tidaklah diperelukan dalam persoalan ibadah. serta terhadap persoalan-persoalan yang tidak disebutkan dalam al-Qur¶an dan hadits. BIDANG AGAMA Rasyid ridha berpendapat bahwa faktor utama yang menyebabkan umat islam lemah. Disinilah letak dinamika Islam dalam pandangan Rasyid Ridha. Selain itu. karena itu Islam harus bersikap aktif dan memberikan penghargaan terhadap akal. bid¶ah lain yang juga mendapat tantangan keras dari Rasyid Ridha. Islam telah banyak diselimuti oleh faktor bid¶ah yang menghambat perkembangan dan kemajuan umat. adalah karena tidak lagi mengamalkan ajaran islam yang sebenarnya. Meskipun. Menurutnya. Dalam pandangannya. Ia berpendapat bahwa salah satu penyebab mundurnya umat Islam lainnya adalah paham fatalisme. Faham jihad serupa inilah yan menyebabkan umat islam di zaman klasik dapat menguasai dunia. bidang pendidikan. penghargaannya terhadap akal tidak setinggi penghargaan yang diberikan oleh Muhammad Abduh. sebagaimana Muhammad Abduh. Baginya. yang secara sedikit lebih terperincinya. dan bidang politik.Ide-ide pembaruan Rasyid Ridha meliputi berbagai bidang. ialah ajaran syekh-syekh tarekat tentang tidak pentingnya kehidupan duniawi.

terdapat perbedaan faham. yaitu penafsiran yang sesuai dengan ide-ide yang dicetuskan oleh gurunya. apalagi persoalan-persoalan yang tidak terkandung dalam al-qur¶an dan hadits. diberikan kemerdekaan bagi tiap orang untuk menjalankan mana yang disetujuinya. telah ditambahkan hal-hal yang bukan wajib. atau bersifat dhanny. dan selanjutnya. persamaan.Umat islam harus menggali kembali teks al-Qur¶an tanpa harus terikat pada pendapat para ulama terdahulu. juga dalam muamalahnya. murni dari segala bid¶ah yang ada. menurutnya hanyalah mengenai hal-hal mendasar saja (misalnya mengenai masalah ke-Tuhan-an). Untuk mengatasi sikap fanatik terhadap pendapat para ulama terdahulu. serta pemerintahan. Ketika Muhammad Abduh memberikan kuliah mengenai tafsir al-Qur¶an di al-azhar. karangan itu ia siarkan dalam al-Manar. Ibadah terlihat berat dan ruwet karena ke dalam hal-hal yang wajib dalam ibadah tersebut. Dan dalam pemahamannya. tetapi sebenarnya hanya sunnah. sedangkan dalam hal perincian dan bukan dalam hal yang mendasar. umatlah yang menentukan. dan kemudian disusun dalam bentuk karangan teratur dan diperiksa kembali oleh Abduh. didasarkan kepada al-Qur¶an dan Hadits. hukum-hukum fiqh mengenai hidup kemasyarakatan. mengenai hal-hal yang sunnah ini. Namun. namun demikian . Muhammad Abduh hanya sempat menyelesaikan penafsiran hingga ayat ke-125 dari surat an-Nisa (jilid III dari tafsir al-Manar). Dalam soal muamalah. Rasyid Ridha menganjurkan terhadap adanya toleransi bermazhab. selanjutnya. Rasyid Ridha melihat perlunya diadakan penafsiran modern terhadap al-Qur¶an. dan timbullah kekacauan. menjadi titik awal tersusunnya tafsir al-Manar. akal dapat memberikan interpretasi atau pemahaman ulang terhadap teks-teks al-qur¶an dan hadist yang tidak mengandung arti tegas. Islam yang murni itu sangatlah sederhana. diteruskan oleh Rasyid Ridha sesuai dengan jiwa dan ide yang dicetuskan oleh sang guru. Sedangkan. sederhana dalam ibadah. Sedangkan. Yang perlu dipertahankan dalam kesamaan faham umat. Yang dikemudian hari. ia menuliskan keterangan-keterangan yang diberikan oleh gurunya tersebut. dasar-dasar seperti keadilan. Menurut Rasyid Ridha. umat harus dibawa kembali kepada ajaran islam yang sebenarnya. sebab. perincian dan pelaksanaannya.

masjid tidak besar nilainya apabila mereka yang shalat di dalamnya hanyalah orang-orang bodoh. Hukum-hukum itu timbul sesuai dengan suasan tempat dan zaman ia timbul. dan lain-lainnya yang biasa diberikan di madrasah-madrasah tradisional. Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. karena terpaksa harus ditutup pada tahun 1914. sebagai presiden kongres Suriah tahun 1920. Hadits. Menurutnya. akan dapat menghapuskan kebodohan. Dengan begitu. Sejarah. ia berhasil mendirikan sekolah yang dimaksud. Ilmu Bumi. yaitu ketika pecahnya perang dunia I. mengadakan negosiasi-negosiasi dengan inggris pada masa perang. sebagai anggota delegasi Suriah-Palestina di Jenewa pada 1921. Serta.ayat-ayat al-Qur¶an dan hadits tidak boleh dianggap absolut dan seakan tidak dapat dirubah. ia menerima banyak keluhan mengenai aktivitas missi Kristen di negara-negara Islam. BIDANG PENDIDIKAN Menurut Rasyid Ridha. Ilmu Hitung. dan untuk menandingi aktivitas tersebut. pada tahun 1912. . Akan tetapi dengan membangun sarana dan prasarana pendidikan. dengan nama al-Da¶wah wa al-Irsyad. Sosiologi. sekolah missi tersebut tidaklah berumur panjang. Ekonomi. BIDANG POLITIK Ia memainkan peran yang cukup besar dalam politik Suriah. Pada tahun 1909. pekerjaan duniawi dan ukhrawi akan menjadi baik dan teratasi. Tafsir. berpandangan bahwasanya untuk mengarahkan dan membawa umat Islam pada kemajuan. kuncinya terletak pada upaya memperbarui pendidikan dengan segenap komponen yang ada di dalamya. Pendidikan Moral. Namun sayangnya. Ia juga mengadakan berubahan kurikulum dengan melakukan penambahan materi-materi seperti Teologi. Ilmu Kesehatan. diarahkan kepada upaya melahirkan manusia yang memiliki keunggulan dalam bidang ilmu agama dan umum. Bahasa-Bahasa Asing dan Ilmu Mengatur Rumah Tangga (kesejahteraan keluarga) yaitu di samping ilmu-ilmu seperti Fiqh. membangun sarana pendidikan adalah lebih baik dibandingkan membangun masjid. Akhirnya. dan komite politik di Kairo selama Revolusi Suriah 1925-1926. ia melihat perlunya diadakan dan dibangun sebuah sekolah missi Islam.

tanah air maupun bangsa. Oleh karena itu. ia tuangkan dalam karyanya yang berjudul alKhilafah. Sebagaimana halnya Afghani. Sedangkan. khalifah tidak boleh bersifat absolut. Idenya mengenai kekhalifahan tersebut. Akan tetapi. Setelah gurunya meninggal. Khalifah adalah mujtahid besar dan di bawah kekhalifahan lah. Khalifah. Kesatuan yang dimaksudkan bukanlah kesatuan yang didasarkan atas kesatuan bahasa ataupun bangsa. dalam persaudaraan Islam. ia menjauhi lapangan politik. Di dalam majalah al-Manar ia mulai menulis dan memuat karangan-karanga yang menentang pemerintahan absolut kerajaan Usmani. Selanjutnya. barulah ia memulai bermain kembali dalam lapangan politik. karena mempunya kekuasaan legislatif. kemajuan dapat dicapai dan kesatuan umat dapat diwujudkan. Tetapi. harus mempunyai sifat mujtahid. Rasyid Ridha juga melihat perlunya dihidupkan kembali kesatuan umat Islam.Seperti telah tertera di atas. Menurut Rasyid Ridha. tetapi kesatuan atas dasar keyakinan yang sama. Ulama merupakan pembantu-pembantunya yang utama dalam soal memerintah umat. salah satu sebab lain bagi kemunduran umat islam ialah adanya perpecahan yang terjadi di kalangan umat. ia juga memuat tentang tulisantulisan yang menentang politik Inggris dan Prancis untuk membagi-bagi dunia Arab di bawah kekuasaan mereka masing-masing. karena menurutnya. bahwasanya Rasyid Ridha telah memulai kiprahnya di dunia politik semenjak masih berada di tanah airnya. kesatuan umat memerlukan suatu bentuk negara. Ia beranggapan bahwasanya faham nasionalisme bertentangan dengan ajaran persaudaraan seluruh umat dalam Islam. atas nasehat Muhammad Abduh. Karena. hukum dan undang-undang tidak dapat dijalankan tanpa kekuasaan dari pemerintah. tidaklah dikenal adanya perbedaan bahasa. ia tidak setuju dengan gerakan nasionalisme. DAFTAR PUSTAKA . kedaulatan umat tetap berada di tangan umat dan berdasarkan prinsip musyawarah. dan setelah pindah ke Mesir ia juga ingin meneruskan kegiatan politiknya. Negara yang dianjurkan olehnya adalah negara dalam bentuk kekhalifahan. Kepala negara ialah khalifah. Oleh karena itu.

di mana kebanyakan filsafat yang mendapat inspirasinya dari Yunani selama berabad-abad tidak diajarkan karena dianggap menyimpang dari Islam. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. Buku-buku karya Ibn Sina dan di kemudian hari karya filosof Iran diajarkan di sekolah keagamaan. Ahmad dkk. Jamaluddin Al-Afghani Tuesday. Afghani memicu kecenderungan menolak tradisionalisme murni dan westernisme murni. yang merupakan ragam Syi¶ah yang sangat filosofis pada abad kedelapan belas dan kesembilan belas. Jakarta: PT Bulan Bintang. Bandung: PT Mizan Pustaka. 2004 Black. Harun. Dan pikirannya juga memiliki afinitas dengan berbagai kecenderungan di dunia Muslim. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.. orang Mesir yang menjadi muridnya. Sejarah Pemikiran dan Tokoh modernisme Islam. di Iran tradisi filsafat terus berlangsung. . Pemikiran Liberal di Dunia Arab. Meski Afghani di kemudian hari ±dan sejak meninggalnya± dikaitkan khususnya dengan pan-Islam. Pada masa mudanya ia dididik di Iran. yang pengaruhnya dirasakan di beberapa negara. Tak seperti dunia Arab dan Turki. 2005 Hourani.. Mariana Ariestyawati. 1975 Taufik. Suparno dkk. terj. Ini meliputi liberalisme Islam yang diserukan khususnya oleh Muhammad µAbduh. Abdullah Ali. terj. 2006. Sebagai modernis Islam pertama. Albert. Antony. 8 March 2005 · 0 comments in Tokoh Sayyid Jamaluddin Al-Afghani (1838/9-1897) merupakan salah satu tokoh yang pertama kali menyatakan kembali tradisi Muslim dengan cara yang sesuai untuk menjawab berbagai problem penting yang muncul akibat Barat semakin mengusik Timur Tengah di abad kesembilanbelas. Pemikiran Politik Islam (Dari Masa Nabi Hingga Masa Kini). Dalam hidupnya dia mempromosikan berbagai sudut pandang yang sering bertentangan.Nasution. tulisan panIslamnya hanya menjadi bagian dari dasawarsa penting 1880-an. dan juga di kota-kota suci Syi¶ah di Irak dia piawai dalam filsafat Islam dan juga dalam Syi¶ah mazhab Syaikhi.

sekitar 20 tahun. Afghani merupakan figur besar dalam dunia Muslim. Di Paris Afghani bersama dengan Muhammad µAbduh. Kairo. Afghani diangkat menjadi menjadi Dewan Pendidikan µUtsmaniah resmi yang reformis. dan kemudian ke Afghanistan lewat Iran. Karena ikatannya dengan berbagai ahli pendidikan terkemuka. lalu ke Istanbul pada 1869. di bawah Pemerintahan yang Pro Inggeris. Dari India Afghani ke London. Setelah itu Afghani pergi ke Kairo. Taufiq. karena jatuhnya A¶zham Khan dan naik tahtanya Shir¶Ali yang pro Inggris. Akibatnya Afghani diusir dari Istanbul. Afghani sempat juga pergi ke Rusia. dan kemudian pada 1883 ke Paris. Setelah tinggal di India. Penekanannya bahwa Islam merupakan kekuatan yang sangat penting untuk menangkal Barat dan untuk meningkatkan solidaritas kaum Muslim. Al-¶Urwah Al-Wutaqa yang mendapat subsidi dari para pengagum. Pada 1870.Ketika Afghani ke Istanbul. Afghani sudah pergi ke India dan berjuang untuk mengusir pemerintahan Ingeris dari bumi Muslim di India. Sebelum meninggal pada tahun 1987 di Iran. Perjuangannya yang anti Inggeris ini menyebabkan Afghani harus keluar dari Afghanistan pada Desember 1868. dia mengemukakan gagasan yang bersal dari filosof Islam. Pada usia yang masih muda. dia mengajar murid-murid mudanya terutama tentang filosof-filosof Iran ini. Dan ketika ke Mesir pada 1870-an. Eropa dan Irak. karena dianggap menyimpang dari agama. : Syafii-Asyariyah : TAFSIR Daftar Karya Tafsir . Afghani pergi haji ke Makkah. Kemudian dia ke Bombai. mereka menerbitkan koran berbahasa Arab. semuanya merupakan tema-tema yang diperjuangkannya. Kemudian Afghani pergi ke Hyderabad di India Selatan. lalu ke kota-kota suci Syi¶ah. Seiring dengan perubahan kekuasaan di Mesir. MUHAMMAD ABDUH Tahun Lahir Tahun Wafat Mazhab Kategori : 1850 M. Afghani akhirnya diusir dari Mesir karena sikapnya yang anti Inggeris. serta serangannya terhadap mereka yang memihak imperialisme Barat atau yang memecah-belah umat Muslim. dia diundang untuk menyampaikan kuliah umum. pada tahun 1869-70. : 1905 M. Di Kairo ini mendirikan Koran yang membahas isu-isu politik. Namun kuliah umum ini menimbulkan reaksi yang keras dari para ulama. Perjalanan yang panjang dalam hidup Afghani dilalui dengan berdakwah di banyak negara. seruannya agar ada pembaruan dan perubahan di dalam sistem politik despotis yang berbendera Islam.

dan lain sebagainya. ayahnya tetap memaksanya untuk kembali belajar. Pada periode ini. Setelah dua tahun berjalan di sana. Muhammad Abduh sangat dipengaruhi oleh cara dan paham sufi yang ditanamkan oleh sang paman.Syekh Muhamad Abduh bernama lengkap Muhammad bin Abduh bin Hasan Khairullah. Pendidikan Muhammad Abduh dimulai dari Masjid al-Ahmadi Thantha (sekitar 80 Km. saat ia baru berusia 16 tahun. Muhammad Abduh hidup dalam lingkungan keluarga petani di pedesaan. kemudian menuju ke Kairo untuk belajar di al-Azhar. Pilihan ini bisa jadi hanya suatu kebetulan atau mungkin juga karena ia sangat dicintai oleh ayah dan ibunya. pada tahun 1864 ia memutuskan untuk kembali ke desanya dan bertani seperti saudara-saudara dan kerabatnya. Walaupun sudah kawin. bukan melalui . baru dua minggu sejak kepergiannya. salah seorang pamannya yang mempunyai pengetahuan mengenai al-Qur'an dan menganut paham tasawuf asySyadziliah. yaitu pada bulan Februari. Syaikh Hasan ath-Thawi yang mengajarkan kitab-kitab filsafat karangan Ibnu Sina. di antaranya: Pertama. Semua saudaranya membantu ayahnya mengelola usaha pertanian. dari Kairo) untuk mempelajari tajwid Al-Qur'an. seorang ilmuan yang banyak mencurahkan perhatian dalam bidang sastra bahasa. Maka ia lari ke desa Syibral Khit í tempat di mana banyak paman dari pihak ayahnya yang bertempat tinggal. Kedua. Waktu kembali ke desa inilah ia dikawinkan. Di perguruan ini ia sempat berkenalan dengan sekian banyak dosen yang dikaguminya. Namun Muhammad Abduh sudah bertekad untuk tidak kembali. Mesir pada 1850 M/1266 H. Padahal. kecuali Muhammad Abduh yang oleh ayahnya ditugaskan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Beliau sempat kembali ke Masjid al-Ahmadi Thantha. Namun demikian. Beliau dikawinkan dalam usia yang sangat muda yaitu pada tahun 1865. ayahnya dikenal sebagai orang terhormat yang suka memberi pertolongan. Ia berhasil merubah pandangan pemuda ini dari seorang yang membenci ilmu pengetahuan menjadi menggemarinya. berasal dari keluarga yang tidak tergolong kaya dan bukan pula keturunan bangsawan. ibunya sudah datang menjenguk. logika karangan Aristoteles. 1866. kitab-kitab tersebut tidak diajarkan di al-Azhar pada waktu itu. Hal tersebut terbukti dengan sikap ibunya yang tidak sabar ketika ditinggal oleh Muhammad Abduh ke desa lain. Muhammad al-Basyuni. Di kota inilah ia bertemu dengan Syaikh Darwisy Khidr. Beliau dilahirkan di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah.

Kairo. ilmu kalam (teologi). di mana ketika beliau menduduki jabatan "Syaikh al-Azhar". Abduh yang ketika itu baru berumur 26 tahun telah menulis dengan mendalam tentang aliran-aliran filsafat. berbarengan dengan terjadinya pengusiran terhadap Jamaluddin al-Afghani oleh pemerintah Mesir . Hubungan ini mengalihkan kecenderungan Muhammad Abduh dari tasawuf dalam arti yang sempit. ia diangkat sebagai Pengajar Sejarah pada sekolah Dar al-'Ulum (yang kemudian menjadi fakultas) dan ilmu-ilmu bahasa Arab pada Madrasah Al-Idarah Wal Alsun (Sekolah Administrasi dan Bahasa-bahasa). serta mengkritik pendapatpendapat yang dianggapnya salah. dan membela ajaran-ajaran Islam. Pada tahun 1879. Ketika Jamaluddin al-Afghani tiba di Mesir. Dalam karangannya ini. kehadirannya disambut oleh Muhammad Abduh dengan menghadiri pertemuan-pertemuan ilmiah yang diadakan olehnya. sedangkan di rumahnya ia mengajar pula kitab Tahdzib al-Akhlaq karangan Ibnu Maskawaih dan Sejarah Peradaban Kerajaan-kerajaan Eropa. Muhammad Abduh dinyatakan lulus dengan mencapai tingkat tertinggi di al-Azhar. sebagai bentuk tata cara berpakaian dan zikir. yaitu perjuangan untuk melakukan perbaikan keadaan masyarakat. Mahallat Nashr (Mesir). Setelah lulus dari tingkat Alamiyah (sekarang Lc. kepada tasawuf dalam arti yang lain. ia mengabdikan diri pada al-Azhar dengan mengajar Manthiq (Logika) dan Ilmu Kalam (Teologi).). tahun 1871. membimbing mereka untuk maju. Melalui media ini gema tulisan tersebut sampai ke telinga para pengajar di alAzhar yang sebagian di antaranya menimbulkan kontroversi serta pembelaan dari Syaikh Muhammad al-Mahdi al-Abbasi. Setelah dua tahun sejak pertemuannya dengan Jamaluddin al-Afghani. Pada tahun 1878. terjadilah perubahan yang sangat berarti pada kepribadian Abduh dan mulailah ia menulis kitabkitab karangannya seperti Risalah al-'Aridat (1837). dan tasawwuf. Muhammad Abduh diberhentikan dari dua sekolah yang disebut terakhir dan diasingkan ke tempat kelahirannya. Abduh juga menulis artikel-artikel pembaruan di surat kabar Al-Ahram. disusul kemudian dengan Hasyiah Syarah al-Jalal ad-Diwani Lil µAqaid adh-Adhudhiyah (1875). Di samping itu. dalam usia 28 tahun (1877 M).pengajaran tata bahasa melainkan melalui kehalusan rasa dan kemampuan mempraktekkannya.

Jamaluddin Al-Afghani. Di sana mereka berdua menerbitkan surat kabar Al-'Urwah al-Wutsqa. dengan terjadinya perubahan Kabinet pada 1880. 2. khususnya Inggris. Tahun 1885 Muhammad Abduh meninggalkan Paris menuju ke Beirut (Libanon) dan mengajar di sana sambil mengarang beberapa kitab. dan ia memilih Suriah. tetapi bersama beberapa tokoh agama lain mendirikan sebuah organisasi yang bertujuan menggalang kerukunan antar umat beragama. Organisasi ini telah . dan 4. Tahun 1884 Muhammad Abduh diutus oleh surat kabar tersebut ke Inggris untuk menemui tokoh-tokoh negara itu yang bersimpati kepada rakyat Mesir. Di Negara ini Muhammad Abduh menetap selama setahun. 3. yang ketika itu berada di Paris. Di Beirut.atas hasutan Inggris yang ketika itu sangat berpengaruh di Mesir. Al-Waqa'i al-Mishriyah. Ar-Raddu 'Ala ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap orang yang tidak mempercayai wujud Tuhan). dijadikan media untuk mengkritik pemerintah dan aparat-aparatnya yang menyeleweng atau bertindak sewenang-wenang. Setelah Revolusi Urabi tahun 1882 (yang berakhir dengan kegagalan). Syarah Maqamat Badi' az-Zaman al-Hamazani (kitab yang menyangkut bahasa dan sastra Arab). Muhammad Abduh yang ketika itu masih memimpin surat kabar Al-Waqa'i. aktivitas Muhammad Abduh tidak terbatas pada mengarang dan mengajar saja. sehingga pemerintah Mesir memutuskan untuk mengasingkannya selama tiga tahun dengan memberi hak kepadanya memilih tempat pengasingan. Menerjemahkan karangan Jamaluddin al-Afghani dari bahasa Persia. Risalah at-Tauhid (dalam bidang teologi). beliau dibebaskan kembali dan diserahi tugas memimpin surat kabar resmi pemerintah. Surat kabar ini. Kemudian ia menyusul gurunya. Akan tetapi. dituduh terlibat dalam revolusi tersebut. oleh Muhammad Abduh dan kawan-kawan bekas murid Al-Afghani. yang bertujuan mendirikan PanIslam dan menentang penjajahan Barat. antara lain: 1. Syarah Nahjul Balaghah (Komentar menyangkut kumpulan pidato dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib).

kemudian dirampungkan oleh Rasyid Ridha). ia ditugaskan di Pengadilan Abidin. . seksi perundang-undangan. Namun. terbukti dengan dimuatnya artikel-artikel yang mengangkat ajaran Islam secara objektif pada media massa di Inggris. universitas yang dicita-citakan ini baru berdiri setelah Muhammad Abduh berpulang ke Rahmatullah dan universitas inilah yang kemudian menjadi "Universitas Kairo". Mesir. sehingga penguasa tersebut mengusulkan kepada pemerintah Mesir untuk mencabut hukuman pengasingan Muhammad Abduh dan diminta segera kembali ke Mesir. Namun sayang. Ide ini mendapat respon yang begitu antusias dari pemerintah maupun masyarakat.membuahkan hasil-hasil positif. Pada tanggal 11 Juli 1905. namun pemerintah Mesir agaknya sengaja merintangi. agar pikiran-pikirannya yang mungkin bertentangan dengan kebijaksanaan pemerintah ketika itu tidak dapat diteruskan kepada putera-puteri Mesir. 2. Muhammad Abduh mencetuskan ide pembentukan Universitas Mesir. Kemudian. Pada tahun 1905. Walaupun ketika itu Muhammad Abduh sangat berminat untuk mengajar. Pada 1888. yaitu: 1. tetapi ikut pula berduka di antaranya sekian banyak tokoh non-Muslim. Terakhir. padahal ketika itu jarang sekali dijumpai hal serupa di media Barat. saat masa puncak aktivitasnya membina umat. Selain yang telah disebutkan di atas. selama hidupnya beliau juga melahirkan beberapa karya lain. Tafsir al-Qur¶an al-Hakim (belum sempurna. terbukti dengan disediakannya sebidang tanah untuk maksud tersebut. pada 1899 ia diangkat menjadi Mufti Kerajaan Mesir dan pada tahun yang sama Muhammad Abduh juga menjabat sebagai anggota Majelis Syura Kerajaan Mesir. organisasi ini dan aktivitas anggota-anggotanya dinilai oleh penguasa Turki di Beirut mempunyai tujuan-tujuan politik. Kairo. Muhammad Abduh meninggal dunia di Kairo. Muhammad Abduh kembali ke tanah airnya dan oleh pemerintah Mesir ia diberi tugas sebagai hakim di Pengadilan Daerah Banha. Khasyiah µAla Syarh ad-Diwani li al-µAqaid adh-µAdhudhiyat. Yang menangisi kepergiannya bukan hanya umat Islam.

PENDAHULUAN Ciri pemikiran teologi modern salah satunya adalah rasional. membebaskan umat dari taqlid dengan berupaya memahami agama langsung dari sumbernya ± alQur¶an dan Sunnah ± sebagaimana dipahami oleh ulama salaf sebelum berselisih (generasi Sahabat dan Tabi¶in). yang dipenuhi oleh kaidah-kaidah kebahasaan yang sulit dimengerti. Risalah al-Tauhid adalah karya terbesarnya yang membahas tentang konsep teologinya itu. Salah satu dari sekian banyak pemikir rasional itu adalah Muhammad Abduh. Kebangkitan dan reformasi dipusatkan pada gerakan kebangkitan. A. tulisan Syekh Muhammad Abduh & Karya Tafsirnya (Pengantar ³Tafsir Juz µAmma Muhamad µAbduh´) karya M.3. dan pemahaman Islam secara komprehensif. kesadaran. Ia memegangi teks-teks agama tapi dalam hal ini ia juga menghargai akal. Pertama. Kedua fokus tersebut ditemukan dengan sangat jelas dalam karya-karya Abduh di bidang tafsir. Banyak tokoh Islam yang mencoba melakukan pemikiran rasional. Quraish Shihab. Muhammad Bagir). Ia terkenal sebagai bapak peletak aliran modern dalam Islam karena kemauannya yang keras untuk melaksanakan pembaruan dalam Islam dan menempatkan Islam secara harmonis dengan tuntutan zaman modern dengan cara kembali kepada kemurnian Islam. kitab µUlum al-Qur¶an karya Ahmad Von Denffer. terj. (Keterangan ini merujuk pada kitab Al-Mufassirun Hayatuhum wa Manhajuhum karya Sayyid Muhammad Ali Iyazi. memperbaiki gaya bahasa Arab yang sangat bertele-tele. serta penyembuhan agama dari berbagai problem yang muncul di tengah-tengah masyarakat modern. Kedua. Syekh Muhammad Abduh menggerakkan dan mempelopori kebangkitan intelektual pada paruh kedua abad ke±9. . Al-Islam wa an-Nashraniyat ma¶a al-µIlm wa al-Madaniyat. kitab Tarikh Al-Ustadz Al-Imam Muhammad Abduh karya Sayyid Muhammad Rasyid Ridha. Ada dua fokus utama pemikiran tokoh pembaharu Mesir ini. tetapi tidak menghambakan diri pada teks-teks agama. Dia adalah seorang tokoh salaf.

. maka ia selalu membujuk pemuda itu supaya membaca buku bersama-sama. Selepas dari Tanta. Kemudian. Ibunya berasal ari bangsa Arab yang silsilahnya meningkat sampai ke suku bangsa Umar ibn al-Khattab. Muhammad Abduh di suruh belajar menulis dan membaca setelah mahir. ia merasa tidak mengerti apa-apa karena disana menggunakan metode menghafal. tapi bukan ke Tanta. ia dipaksa untuk kembali belajar ke Tanta. PEMBAHASAN 1. Dia bersembunyi di rumah salah seorang pamannya. karena ibu bapaknya adalah orang desa biasa yang tidak mementingkan tanggal dan tempat lahir anak-anaknya. Iapun pergi. Syekh Darwisy tahu keengganan Abduh untuk belajar. Baru empat puluh hari menikah. Di sanalah ia bertemu dengan Jamaluddin al-Afghani yang kemudian menjadi muridnya yang paling setia. diperkirakan di Mahallat Nasr. Setelah itu. Syekh Darwisy Khadr. Abduhpun berubah sikapnya sehingga kemudian ia pergi ke Tanta untuk meneruskan pelajarannya. teologi dan tasawuf.B. Biografi Muhammad Abduh Kapan dan di mana Muhammad Abduh lahir tidak diketahui secara pasti. Tahun 1849 M / 1265 H adalah tahun yang umum dipakai sebagai tanggal lahirnya. ia melanjutkan studi di al-Azhar dari tahun 1869-1877 dan ia mendapat predikat ³¶alim´. setelah dua tahun belajar. Bapak Muhammad Abduh bernama Abduh Hasan Khairulah. Hanya dalam masa dua tahun. ia diserahkan kepada satu guru untuk dilatih menghafal al-Qur'an. Ia akhirnya lari meninggalkan pelajarannya dan pulang ke kampungnya dan berniat bekerja sebagai petani. berasal dari Turki yang telah lama tinggal di Mesir. Tahun 1865 (usia 16 tahun) iapun menikah. ia dikirim ke Tanta untuk belajar agama di Masjid Syekh Ahmad di tahun 1862. Filsafat. Dari al-Afghani yang kemudian belajar logika. ia dapat menghafal al-Qur'an secara keseluruhan. Ia lahir di suatu desa di Mesir Hilir.

di akhir tahun 1888. Pelajaran tauhid yang diberikannya di Madrasah Sultaniah tersebut menjadi dasar dari Risalah al-Tauhid-nya. Di sela-sela kesibukannya sebagai hakim ia berusaha memperbaiki pendidikan di al-Azhar. Tapi kali ini dibuang ke luar negeri dan ia memutuskan pergi ke Beirut. suatu jabatan resmi penting di Mesir dalam menafsirkan hukum . di Kota ini. Setelah itu. Baru setahun di Beirut. Sedangkan ia sendiri kembali ke Beirut pada tahun 1885 M. Banyak tantangan dari para ulama¶ yang berpegang pada tradisi lama. ide-ide pembaharuan yang dibawa al-Afghani banyak mempengaruhi Abduh. tahun 1880 ia boleh kembali dan kemudian diangkat menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah Mesir ³ ´. Abduh dibuang keluar kota Kairo karena dituduh turut berperan dalam mengadakan gerakan Khadowi Taufik. Majalah tersebut hanya bertahan delapan bulan dengan 18 kali terbit. ia berpisah dengan gurunya. Ia ingin membawa ilmu-ilmu modern yang sedang berkembang di Eropa ke al-Azhar. dia diundang al-Afghani supaya datang ke Paris guna membentuk gerakan al-Urwah al-Wasqa. alAfghani lebih menekankan pembaharuan di bidang politik. Tahun 1899. Ia mengajar di Madrasah Sultaniah dan di rumahnya sendiri. Ia lagi-lagi dibuang. ia mulai aktivitasnya. sedangkan tulisan yang mengungkapkan pemikiran itu dilakukan oleh Abduh. ia diangkat menjadi Mufti Mesir. Alasan pembuangan ini adalah keterlibatan Abduh dalam pemberontakan Urabi Pasya. Usahanya tidak berjalan mulus bahkan usahanya kandas. sedangkan Abduh dibidang pendidikan. Tahun 1879. Bedanya. Di akhir tahun 1882. Tujuan gerakan ini adalah membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk menentang ekspansi Eropa di dunia Islam. Sekembalinya dari pembuangan.Pengaruh pemikiran al-Afghani terhadap Abduh begitu besar. Karirnya dimulai dari menjadi hakim Pengadilan Negeri kemudian menjadi penasehat Mahkamah Tinggi. ia pusatkan perhatiannya pada ilmu dan pendidikan. Hanya setahun ia dibuang. Terbitlah majalah al-Uswah al-Wutsqa. Gurunya menuju Persia ± ada juga yang mengatakan ke Rusia. Ide pemikiran berasal dari alAfghani.

syari¶at untuk seluruh Mesir. pada 11 Juli 1905. Hasyi¶ah µala Syarh al-µAqa¶id al-Adudiyah. Buku itu merupakan kumpulan materi kuliah yang dia berikan di madrasah Sultaniah. Tafsir al-Manar. yang berisi tentang ajaran tauhid. Beberapa karyanya antara lain : a. . di usia yang belum begitu tua yaitu sekitar 56 tahun. begitupun Abduh. j. Risalah al-Tauhid. disusun pada tahun 1897. 1874 b. 1876 c. Al-Islam wa al-Nashraniyah ma¶a al-Ilm wa al-Madaniyah. diterjemahkan tahun 1886 e. 1889 g. 1888 f. Akhirnya. Di tahun yang sama. Taqrir fi Ishlah al-mahakim al-Syar¶iati. Al-Radd µala al-Dahriyiyin. 2. Syarh Kitab al-Basyair al-Nashraniyah fi al-Ilmi al-Mantiq. 1900 h. Abduh tidak bisa menjalankan ibadah haji hingga akhir hayatnya karena faktor politik. Maqamat Badi¶ al-Zaman al-Hamdani. Abduh dipanggil ke hadirat Allah setelah agak lama ia menderita kanker hati. Seseorang akan tetap eksis jika ia mempunyai karya. Risalah al-Waridat. Risalah al-tauhid adalah contoh kecilnya. ia juga diangkat menjadi anggota majlis syura. 1885 d. 1903 i. Najh al-Balaghah. Karya-karya Muhammad Abduh Abduh mempunyai banyak karya.

. Keharusan manusia untuk menggunakan akalnya. menurut Abduh. tidak hanya disebabkan oleh perbedaan pendidikan. ia membagi manusia ke dalam dua golongan : khawas dan awam. Perbedaan itu. Akan tetapi. Akal dapat mengetahui adanya Tuhan dan adanya kehidupan dibalik kehidupan dunia ini. memerintahkan kita untuk berfikir dan melarang kita memakai sikap taklid. lembaga-lembaga pendidikan. dan sebagainya menjadi terhambat. akal mempunyai daya yang kuat. teologi disamping hal-hal di atas juga memuat hubungan Tuhan dengan makhluk-Nya. Dengan akal. taklid adalah salah satu penyebab kemunduran umat Islam abad 19 dan 20. Wahyu menolong akal untuk mengetahui akhirat dan keadaan hidup manusia di sana. bukan hanya merupakan ilham yang terdapat dalam dirinya.3. tapi juga merupakan ajaran al-Qur¶an kitab suci ini. Menurutnya. suatu hal yang terletak di luar kehendak manusia. daya akal tiap manusia itu berbeda. manusia dapat mengetahui kewajiban berterima kasih kepada Tuhan. Abduh sangat menentang taklid. Kata kunci dalam pembahasan teologi adalah akal dan wahyu Bagi Muhammad Abduh. Mengenai wahyu. tapi juga perbedaan pembawaan alami. dia mempunyai fungsi sebagai berikut : a. dan masalah kenabian. Oleh karena itu. Perkembangan dalam bahasa. oleh karena itu. teologi adalah ilmu yang membahas wujud Allah. sifat-sifat-Nya. Wahyu memberi keyakinan kepada manusia bahwa jiwanya akan terus ada setelah tubuh mati. Konsep Teologi Muhammad Abduh Menurut Muhammad Abduh. definisi yang diberikan Abduh tersebut kurang lengkap. kebaikan adalah dasar kebahagiaan dan kejahatan adalah dasar kesengsaraan di akhirat. Alam ini adalah ciptaan Tuhan. Ia amat menyesalkan sikap taklid yang mencakup tiap aspek kehidupan. organisasi sosial. Menurut Harun Nasution. hukum.

d. Kesimpulan Muhammad Abduh memberi penghargaan yang tinggi pada kekuatan akal. Dengan demikian. Akal dan wahyu mempunyai hubungan yang sangat erat. Wahyu menolong akal agar dapat mengetahui cara beribadah.b. karena akal memerlukan wahyu. C. dan berterimakasih pada Allah. . maka Muhammad Abduh memberi kebebasan pada akal untuk memberi interpretasi agar wahyu itu sesuai dengan pendapat akal dan tidak berlawanan dengan akal. tapi wahyu itu tidak mungkin berlawanan dengan akal. Secara garis besar. wahyu mempunyai ³dwi fungsi´. dia menentang keras terhadap taklid. ia tetap memandang penting fungsi wahyu bagi akal. sehingga baginya wahyu itu sangat diperlukan untuk menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh melalui akal. c. sistem pemikiran teologi Abduh. Salah satu buktinya. hubungan antara wahyu dan akal dapat terjalin harmonis. yaitu memberi konfirmasi dan informasi. Konsep teologi yang demikian itu berakibat pada keyakinannya bahwa manusia itu mempunyai kebebasan berfikir dan berbuat. Wahyu menolong akal dalam mengatur masyarakat atas dasar prinsip-prinsip umum yang dibawanya sebagai sumber ketenteraman hidup dalam masyarakat. Jika nampak pada lahirnya wahyu itu berlawanan dengan akal. Wahyu mempunyai fungsi konfirmasi untuk menggunakan pendapat akal melalui sifat kesucian dan kemutlakan yang terdapat dalam wahyu yang bisa membuat orang manfaat. Meski begitu.

Makalah. Muhammad Abduh dan teologi Rasional Mu¶tazilah. Harun Nasution. DAFTAR PUSTAKA Bakir Yusuf Barmawi. . 1987. Jakarta : Raja Grafindo Persada. Pembaharuan dalam Islam. 1993. tp.Ia mempunyai ide-ide brilian dibidang pendidikan. Donohue dan John L. Ia menginginkan adanya perubahan iklim pendidikan demi kemajuan umat Islam. Jakarta : Bulan Bintang. cet. 1995. _____________. John J. cet. Jakarta : UI Press. Aliran dan teori Filsafat Islam. 1987. Usaha kerasnya untuk merealisasikan idenya itu. cet. Esposito (penyunting).th. t.k. Ibrahim Madkour. Sistem Pemikiran Teologi Muhammad Abduh. Islam Pembaharuan dan Ensiklopedi Masalah-Masalah. tak jarang menemui tantangan dari umat Islam sendiri. t.1..1. cet. Jakarta : Bumi Aksara. Sikap rasional yang digagas Muhammad Abduh sangat diperlukan untuk kemajuan Islam seperti di masa lampau. 5.3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful