A.

sedangkan di daerah lain

Zaman mendapat pengaruh dari zaman

Hindu “Malaio

Agama Hindu hanya mempunyai pengaruh di pulau Jawa, Sumatera dan Bali, polynesia”, yaitu : Suatu zaman dimana nenek moyang kita masih memegang adat istiadat asli yang dipengaruhi oleh alam yang serba kesaktian. Pada zaman Hindu tumbuh beberapa kerajaan yang dipengaruhi oleh hukum agama Hindu serta hukum agama Budha yang dibawa oleh para pedagang (khususnya ~ Pusat dari Cina). – Kerajaan-kerajaan Syailendra : tersebut (abad antara 7 agama lain : 9) Budha Sriwijaya Raja s/d

pemerintahan

hukum

~ Pedalaman : hukum adat Malaio Polynesia

Purwadhigama.

Medang

(Mataram)

Masa raja “Dharmawangsa” dikeluarkan suatu UU “Iwacasana – Jawa Kuno – Untuk mengabadikan berbagai peristiwa penting dalam bidang peradilan, telah dibuat Prasasti Prasasti beberapa prasasti Bulai Kurunan antara (860 (885 lain : M) M)

- Prasasti Guntur (907 M)

Setelah runtuhnya kerajaan Mataram, Jawa dipimpin oleh “Airlangga” yang membagi - Kerajaan Kediri (Panjalu) wilayah Kerajaan kerajaan atas : Jonggala

pencurian.Zaman Singosari (Tumapel) – didirikan oleh Ken Arok (Rajasa) Raja yang terkenal “Prabu Kertaqnegara” yang menghina utusan Cina (Men Gici).Zaman raja-raja “Airlangga”. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Jayakatwang berhasil dibunuh. tidak dikenal hukuman siksa badan. Adanya meterai raja yang bergambar kepala 2. denda. kecuali kejahatan . Macam-macam pajak dan penghasilan yang harus dibayar kepada raja : garuda. yaitu : tanah yang disediakan untuk membiayai bangunan suci yang statusnya dilepaskan dari kekuasaan Thanibala atau kekuasaan sipil (masyarakat) dengan ganti rugi.Membagi bidang-bidang tugas pemerintahan dan keamanan negara. perampokan 3. . hukum adat mendapat perhatian berkat usaha Mahapatih soal Gajah Mada. peralihan Usaha kekuasaan. ketentaraan negara. Hukuman yang berlaku Adanya balai dan kebanyakan hukuman pertemuan umum.Keputusan pengadilan pada masa itu disebut : Jayasong (Jayapatra). 2. . yaitu : “Kitab Hukum Gajah Mada” . usaha-usaha yang dilakukan terhadap hukum adat 1. Zaman raja “Jayabaya” usaha-usaha yang dilakukan terhadap hukum adat: 1. Bidang kehakiman. yang dilakukan : . Gajahmada mengeluarkan suatu kitab UU. Usaha yang dilakukan terhadap hukum adat : Mendirikan prasasti “Sarwadharma” yang melukiskan tentang adanya “Tanah Punpunan”.Zaman Majapahit – didirikan oleh Jayakatong (Jayakatwang) Dengan adanya pemberontakan yang dilakukan oleh Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana). Misal : perkawinan.

: Toba Karo Dairi Simalungun Angkola menghormati Pepatah adat : Hukum adat bersendi alur dan patut.Kesimpulan : Secara zaman ini di mana kerajaan-kerajaan yang ada dipengaruhi oleh agama Hindu dan sebagian kecil agama Budha. Sejak saat itu kekuasaan di Jawa B. Hal ini terlihat adanya pembagian-pembagian kasta dalam bidang pemerintahan dan peradilan. Islam Perlak) Sebab-sebab Pengaruh hukum Islam cukup kuat terhadap hukum adat. dalam hal ini bersendi Di Masing-masing suku tetap pada hukum adat. kekuasaan. karena Batak yang terdiri terlihat dalam kitab dari berbagai suku bidang perkawinan. Allah. Zaman ini berakhir dengan wafatnya Mahapatih Gajah Mada dan Raja Hayam Wuruk dengan raja terakhir Kertabumi (1478). Batak Minangkabau Hukum adat pada dasarnya besar tetap bertahan dalam kehidupan seharihari. hukum agama/syara Sisingamangaraja. Aceh diambil Perpecahan Perang saudara alih runtuhnya oleh kerajaan diantara dan Zaman (Kerajaan Pasai dan perebutan Kerajaan Majapahit Demak. tetapi berkat Ompu Nommensen. : pemimpinnya. terlihat dari setiap tempat pemukiman dipimpin oleh seorang cendekiawan agama yang bertindak sebagai imam dan bergelar dan “Teuku/Tengku”. sedang hukum Islam berperan dalam kehidupan keagamaan. agam Kristen juga ikut .

berpengaruh (jalan damai). hukum adat dibukukan dalam bahasa Arab Melayu – UU Simbur Cahaya. : Datuk seperti Perpatih : Nan Khatib Sabatang Bilal. sebagainya. Di samping itu juga berlaku adat “kawin Semendo”. yaitu : Sitem kewaisan mayorat (Mayorat Erprecht). Sumatera agama (Palembang/Kukang) berasal dan Malaka dari dan : Cina Banten : Minangkabau dan adat Pedagang/mubaligh Pedagang/mubaligh terhadap Pedagang/mubaligh Cirebon Perkembangan Pada masa “Ratu Senuhun Seding”. Sedangkan anak lelaki tertua disebut “payung jurai” yang bertugas harta pengurusan harta tersebut. dipakai. (jadi menempatkan kedudukan wanita sebagai penguasa harta kekayaan dari kerabatnya). telah membawa pengaruh terhadap sistem kewarisan yang dipakai. Di dalamnya memuat istilah-istilah yang berasal dari hukum Minang Islam. dari Berdasarkan Lebong Tambo Minangkabau pernah mengusahakan tambang emas di daerha Rejang (Bengkulu). perkawinan. : agama mengurus hanya dan sebagai penyerta dan saja acara pemerintahan menyelenggarakan perceraian Selatan Islam dari dari dari hukum Aceh Aceh. agama Islam dan Kristen di Batak hanya dalam hal kerohanian saja. tetapi tetap dalam struktur kemasyarakatan hukum adat tetap Kedudukan misalnya Masuknya ~ ~ ~ Barat Utara Selatan : : : pejabat desa. dimana anak wanita tertua sebagai “tunggu tubang” atas harta kerabat yang tidak terbagi. Masuknya para mubaligh yang berasal dari Minangkabau membawa pula pengaruh terhadap hukum adat dengan gari matrilineal – daerah Semendo. Di daerah Semendo dengan dianutnya garis keturunan matrilineal. dalam agama. dimana suami setelah . Secara umum.

~ Jawa Timur : pelabuhan Gresik dan Jawa Tuban Penduduknya : Kota pantai – orang pendatang (Arab. Jogo.kawin - menetap di pihak istri. adanya makam Maulana Malik Ibrahim. Lampung Masuknya Islam disini pada masa “Ratu Pugung” dimana puterinya yang bernama “Sinar Alam” melangsungkan perkawinan dengan “Syarif Hidayat Fatahillah/sunan Gunung Jati”. Penduduk asli : agama Hindu. Pakistan) dengan agama Islam. Banten. Menurut I Gusti Ketut Sutha. ~ BerdIrinya raden Fatah kerajaan yang terkenal Cirebon Barat – kerajaan Pajajaran laut Kalapa Kelapa (Sunda – Jawa Demak – Raden – Raden Sa’id/Sunan dan didirikan “Ratu Kali Tengah Patah. Susunan kekerabatan yang dianut adalah garis keturunan laki-laki (patrilineal). SH bahwa hubungan . Di mana laki-laki tertua (disebut “pun” – yang dihargai) – Kewarisan Mayorat. masyarakat masih tetap mempertahankan adat istiadat dari agama Hindu. purana” : Banten Kelapa) Jayakarta. Cina. setelah jatuhnya Sunda Kelapa ke tangan Islam. Bali Dimana Masjid – menjadi pusat perjuangan dan pemerintahan pembantu Pada masa “Pangeran Trenggana” dengan bantuan Fatahillah berhasil menduduki ~ Sunda Jawa Pelabuhan Tahun 1552 Fatahillah memimpin Armada Demak dan menduduki pelabuhan Pengaruh Islam sangat kecil. Ia berhak dan berkewajiban melanjutkan orang tua.

~ Masyarakat daerah pedalaman masih berdasarkan kepercayaan dari zaman Malaio Polynesia – kepercayaan kaharingan. Pengaruh Islam hanya sebagai pengisi rohani. C. tidak merubah/mendesak adat masyarakat. juga ada bagian tertentu dari jumlah warisan yang diperuntukkan untuk tujuan keagamaan. Bahwa pengertian adat di Bali dengan desa dan krama adatnya adalah Artinya : pelaksanaan agama dengan segala aspeknya terwujud dalam Panca Yodnya yang merupakan wadah konkrit dan tatwa (Filsafah) dan susila (etika) agama. Hal ini diperkuat oleh penegasan Pemda Bali yang menyatakan berbeda dengan pengertian adat secara : umum. karena seluruh kehidupan masyarakat Bali terjali erat berdasarkan Contoh : dalam hal pembagian atas warisan erat keagamaan. Kalimantan ~ Agama Islam hanya berhasil mempengaruhi masyarakat di daerah pantai. - Sulawesi Dimulai berdirinya kerajaan “Goa” oleh Datuk Ri Bandang. . hubungannya dengan pengabenan atau upacara pembakaran mayat yang hakekatnya adalah pengaruh agama Hindu. Zaman VOC (1596 – 1608 / 1600 – 1800) Tanggal 20 Maret 1602 didirikan VOC yang merupakan gabungan dari maskapai dagang Belanda. : Cisadane Wilayah VOC meliputi daerah di antara laut Jawa dan Samudera Indonesia. Tahun 1619 VOC di bawah pimpinan Jenderal Jan Pieter dengan Sebelah barat Zoon Coen menduduki batas-batas : sungai Jakarta (Batavia).antara adat/hukum adat dengan agama (khususnya agama Hindu) di Bali merupakan pengecualian.

Ada hukum yang berlaku di dalam pusat pemerintahan VOC. Ada hukum yang berlaku di luar pusat pemerintahan VOC. tapi ada . 2. Sebab Sebagai jalan : kecuali kesulitan kurangnya keluarnya. Sebelah VOC Sebagai Sebagai timur : pada pengusaha penguasa sungai waktu Citarum itu perniagaan pemerintahan Kedudukan Guna menjaga kepentingan VOC di Hindia Belanda. sebab : 1. Adapun hukum yang diteapkan pada waktu itu adalah hukum VOC. yaitu di luar Menurut Utrecht : Hukum yang berlaku untuk penduduk asli adalah hukum Sebagian Priangan (barat. Betawi/Jakarta. pemerintah. : Romawi Kuno Betawi dikodifikasikan.1. Belanda memberikan kuasa kepada pengurus VOC di Banten (Gubernur Jenderal dan Dewan Hindia/Raad Van Indie) untuk membentuk terdiri kumpulan plakat-palakat Asas-asas dari Hukum hukum Statuta dan pengumuman yang Belanda hukum unsur-unsur sendiri. peraturan yang diambil oleh VOC dalam bidang kota kota adat. Betawi/Jakarta waktu itu. 21-12-1708 2. yaitu dalam Betawi/Batavia. tahun 1609 Staten General (Perwakilan Rakyat). maka untuk sarana daerah transportasi alat dikeluarkan resolutie hukum tersebut tidak dapat dijalankan. Perhatian terhadap hukum adat pada masa ini sedikit sekali. yang Statuta Betawi dibuat oleh Gubernur Jenderal Van Diemen yang berisikan Menurut Van Vollenhoven : Kebijakan yang diambil oleh VOC dalam bidang hukum tersebut disebutnya “Cara mempersatukan hukum yang sederhana” Dalam praktek/kenyataannya. tengah dan timur) diadili oleh Bupati dengan ombol-ombolnya dalam perkara perdata dan pidana menurut hukum adat.

2. Confendium (karangan diantaranya Memuat tentang peraturan hukum Islam mengenai waris. Menurut Daendels derajat hukum Eropa lebih tinggi dari hukum adat. pemerintahan.W. 4. . Penerapannya Hukum adat bersifat opportunitas lebih (tergantung dari Zaman kebutuhan) Eropa. Sari : bunga yang harum baunya Penilaian 1. b. P. Hukum VOC adat terhadap identik hukum dengan adat hukum : agama 2. tulisan-tulisan baik perorangan singkat) maupun dari karena D. Candra Tirta Cakra : : : bulan air yang dewa hukum yang menyinari membersihkan yang adat segala segala tempat tempat yang yang : gelap kotor mengawasi berlakunya keadaan d. Meskipun demikian Daendels mempunyai pengertian tentang desa sebagai persekutuan. Hasselar (residen Cirebon). kedudukannya Hukum rendah hukum Kedudukan Adat Daendels Hukum adat pada zaman Daendels. tidak diperhatikan dan tidak ada peraturan-peraturan yang lahir. dan lain-lain. Membuat suatu kitab hukum yang bernama “pepakem Cirebon” yang diterbitkan oleh Hazeu. 3. Dalam Pepakem Cirebon. Akan tetapi hukum adat keseluruhan menurut Daendels terdiri atas hukum Islam. Hukum adat terdapat dalam tulisan-tulisan yang berbentuk kitab hukum. tugas : Freijer Cirebon. c.beberapa 1. Selain itu Daendels juga mengenal sistem panjer. Daendels berpendapat bahwa hukum adat di Jaea terdiri atas hukum Islam.C. Jaya Lengkaran. nikah dan talak. dimuat gambaran seorang hakim yang dikehendaki oleh a. Isinya merupakan kumpulan dari hukum adat Jawa yang bersumber dari kitab kuno antara lain : UU Mataram. D. Pepakem Dibuat oleh Mr. Kutaramanawa.

tetapi tugas ini gagal. Kolonial Pada tahun 1838 di negeri Belanda dilakukan kodifikasi terhadap semua aturan perundangan terutama hukum perdata dan hukum dagang.L.O. Hageman. Pada tahun 1848. dagang. B. akan tetapi tidak patut Politik jika diberlakukan Hukum atas orang Eropa. A.W. Unifikasi hukum ini ditentang oleh Van der Vinne yang mengatakan : Suatu kejanggalan untuk memberlakukan hukum Belanda di Hindia Belanda yang sebagian besar penduduknya beragama Islam dan memegang teguh adat istiadat mereka. (Reglement op de Rechterlijke Organisatie en het Beleid der Justitie) mengenai peraturan susunan dan kekuasaan badan-badan peradilan. Kedudukan Hukum Adat zaman Raffles Raffles beranggapan bahwa hukum adat sama dengan hukum islam. di Belanda timbul juga pemikiran untuk diberlakukan unifikasi hukum di Hindia Belanda. .B. Tugas utamanya adalah mengadakan unifikasi hukum. (Algemene Bepalingen van Wetgering) mengenai ketentuan umum 4. Dan ini merupakan perundang-undangan 2. perdata. lalu diganti lagi oleh Mr. karena pemerintahan Belanda tidak mengetahui keadaan hukum di Hindia Belanda. Wichers. Saat itu di Hindia Belanda berlaku hukum adat bagi golongan bumiputera yang selama ini hukum adat belum pernah mendapat perhatian. Wetbock (Burgelijk van Krophandel hasil di Wetbock) (WUK) kerja Hindia mengenai mengenai hukum hukum dari : Belanda. 1. Tugas tersebut diganti oleh scholten. Dengan adanya kodifikasi hukum. Hukum adat dianggap hanya baik untuk bangsa Indonesia. hal ini sesuai dengan asas konkordansi. H. Hukum adat menurut Raffles tidak mempunyai derajat setinggi hukum Eropa.E. hasil unifikasi dan kodifikasi terhadap hukum perdata dan hukum dagang di Belanda telah selesai. 3. R. Tugas ini diserahkan kepada Mr.

tetapi termasuk kepentingan bangsa Indonesia. yang sekarang dikonversi menjadi hak 4. Lahir atas desakan pengusaha swasta yang dikenal dengan Cultuur Stelsel.Sedangkan perdata pidana pidana hasil untuk untuk kerja dari Mr. RV/BRV (Reglement op de Rechtsvordering). dan Madura. Kegagalan ini mengakibatkan hukum adat semakin terdesak dan ada pemikiran untuk menghilangkan hukum adat. 2. Agrarische Besluit (stb 1870-1877). H. Dalam bidang hukum tanah. dilakukan unifikasi hukum diantaranya : 1. Sedangkan milik. 2. Mengenai hukum adat timbul pemikiran untuk melakukan unifikasi sesuai kepentingan ekonomi dan kepentingan keamanan dari pemerintah Belanda. Agrarische Zigendum (stb 1872-1877). Hak Guna Usaha Verbrod hukum adat dan hak (stb belum Guna Bangunan.L. Mengenai hukum acara 3. Vervremding untuk Saat itu yang dikodifikasi hanya hukum perdata berat dan hukum dagang. Mengenai hukum acara golongan golongan bumiputera Eropa Eropa di Indonesia. Kegagalan untuk mengganti . Witchers di di Jawa antara lain : 1. Agrarische Wet (stb. mengenai Domein Verklarine. Tahun 1904 pemerintah Belanda (kabinet Kuyper) mengusulkan suatu rencana Undang-Undang untuk mengganti hukum adat dengan hukum Eropa dan mengharapkan agar Bumiputera tunduk hukum Eropa. Mengenai hukum acara pidana dan hukum acara perdata untuk golongan Bumiputera di luar Jawa dan Madura. selama ini usaha itu gagal. 3. 1850-1855). RSV (Reglement of de Rechtstraftvordering). RBG (Rechtreglement Buitentewesten). 1875-1879) diperhatikan. Indonesia. karena hukum adat tidak mungkin diunifikasi dan dikodifikasi. HIR (Herzien Inland Reglement) mengenai hukum acara perdata dan acara untuk golongan 4.

Dasar hukum yang berlaku pada saat itu adalah pasal II AB yang isisnya : Bagi golongan pribumi. bahwa memaksakan b) Selalu berkembangnya pengertian akan pentingnya hukum adat dalam Politik hukum semenjak tahun 1927 adalah konsepsi Van Vollenhoven mengenai hukum adat. Awalnya hukum adat tidak dikenal. tidak mungkin bangsa Indonesia dimasukkan dalam golongan Eropa di dalam lapangan hukum privat. sehingga sulit diarahakan pada keseragaman hukum. Indonesia Tujuannya adalah untuk memajukan hukum dan untuk membantu hakim a) Pengalaman yang pahit bertahun-tahun lamanya. Maka tahun 1906 DPR Belanda mempertahankan hukum adat dengan memberlakukan pasal 131 ayat 2 b IS .hukum terbesar adat dari dengan hukum tunduk Eropa. mulai melaksanakan konsepsi Van Vollenhoven yang isisnya menganjurkan diadakan pencatatan yang sistematis dari hukum adat yang didahului yang Konsepsi hukum lingkungan harus van barat dengan mengadili Vollenhoven dari bangsa atas menurut didukung selalu hukum oleh penelitian. golongan Timur Asing berlaku peraturan-peraturan hukum yang didasarkan atas agama-agama dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Tahun 1927 pemerintah Belanda mulai menolak untuk mengadakan unifikasi hukum adat. bangsa Indonesia yang merupakan bagian penduduk Indonesia disesuaikan dengan orang-orang Eropa. adat. pada hukum karena Eropa : yang Dalam kenyataan tidak mungkin. Lembaga Rakyat dan kebiasaan. sedangkan bangsa Eropa hanya sebagian kecil saja. istilah yang dikenal adalah istilah Undang-Undang Keagamaan. dikarenakan keanekaragaman penduduk Indonesia. : gagal. Sebelum menggunakan konsepsi Van Vollenhoven digunakan pasal II AB sebagai dasar hukum berlakunya hukum adat. Kegagalan mengadakan unifikasi dan kodifikasi terhadap hukum adat.

Membela hukum adat terhadap usaha yang ingin menghilangkan hukum adat.Menghilangkan kesalahpahaman hukum adat identik dengan hukum Islam .yang berlaku 1 Januari 1926. Pasal didasarkan Pasal Pasal 131 atas II 131 ayat agama-agama AB IS 2 dan b isinya : mereka. Membagi dari wilayah Van Indonesia dalam tentang 19 lingkup hukum adat.Het Adatrech van Nederlandsc Indie (1901-1933). buku adat untuk seluruh Indonesia. Kedudukan Hukum Adat pada Masa Pemerintahan Jepang . . dimana hukum Indonesia asli akan ditentukan kemudian setelah dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kebutuhan hukum mereka dan untuk sementara dipakai hukum adat. : dilakukan adalah . pengantar hukum adat Belanda. 1928 Tahun Merupakan tahun titik balik. F. orang Indonesia dan tanahnya. Sarjana Belanda yang banyak memperjuangkan hukum adat adalan Usaha Van Vollenhoven yang disebut juga Bapak Hukum Adat. : Karya Hindia Vollenhoven hukum adat adalah . Timur Asing. penemuan hukum adat. . karena belum bisa ditinggalkan. . Indonesia Bagi golongan Bumiputera.De Indonesienen Zinj Grond (1919).Een adat Wetboektje Voor Hele Indie (1910). berlaku peraturan hukum yang kebiasaan-kebiasaan pada kepada – Hakim pembuat Dengan demikian dasar hukum berlakunya hukum adat masa Hindia Belanda ditujukan ditujukan 1927 ordonansi.De Ontdekring van Het Adatrecht (1829).

Masa itu berlaku hukum militer. G. Di Konstitusi dalam Pasal Pasal 144 RIS (1) 145 (27 RIS Desember mengenai hakim (2) 1949 adat – 17 adat dan Agustus antara hakim 1950) lain : agama adat konstitusi hukum tentang tentang pengadilan . Ketentuan ini diatur pada UU No.Segala badan negara dan peraturan yang ada masih berlaku. Masa UUD 1945 (17 Agustus 1945 – 27 Desember 1945) Secara tegas hukum adat tidak ditentukan dalam satu pasal pun.Pokok-pokok pikiran yang menjiwai perwujudan cita-cita hukum dan dasar negara adalah Pancasila yang merupakan kepribadian bangsa Indonesia.UUDS 1950 (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959) . Peraturan pada masa pemeintahan Belanda tetap berlaku selama tidak bertentangan dengan hukum militer.UUD merupakan hukum dasar yang tertulis. Peralihan . Kedudukan Hukum Adat Sesudah Kemerdekaan 1. sedangkan hukum perundangan dan hukum adat tidak mendapat perhatian saat itu. 1 Balatentara Jepang 1942 pasal 3 isinya : Semua badan-badan pemerintah dan kekuasaan. hukum dan UndangUndang dari pemerintah yang dahulu. sedangkan hukum adat merupakan b) hukum Pasal dasar II yang Aturan tidak tertulis. . tetapi termuat a) Pembukaan UUD dalam 1945 alinea : IV . tetap diakui sah untuk sementara waktu. (dasar hukum adat masa Jepang). selama belum diadakan yang baru menurut UUD ini. 2. asal tidak bertentangan dengan aturan pemerintah militer.Pasal 146 (1) tentang aturan hukum adat yang menjadi dasar hukuman 3.

Keppress RI No. supaya . rakyat. II/1074 (Repelita Kedua 1974/1975 – 1978/1979) sebagai landasan. 19/1964 jo UU No. 1 : “Segala putusan pengadilan harus memuat alasan dan dasar putusan baik yang berasal dari suatu peraturan atau sumber yang tidak tertulis yang dijadikan 2 ~ ~ unsur Sumber Pengarahan dasar pokok tertib hukum kebutuhan dalam RI yaitu hukum untuk Pembangunan Pancasila sesuai keadaan mengadili” Hukum hukum : . wajib menggali. 14/1970 tentang Ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman.5 tahun hidup Dekrit Presiden No. hukum dalam agama. adat. masyarakat. 1960 5 Juli 1959) 1945 Pasal Peralihan UUD II/MPRS/1960 adat. mengikuti masyarakat”. dan kenyataan diperhatikan UU UUD 1945 Tap (berdasarkan II Aturan MPRS berlandaskan yang faktor-faktor No.UU No. 4. 5 (a) Asas pembinaan hukum nasional supaya sesuai dengan Haluan Negara (b) Dalam usaha homogenitas di bidang hukum supaya diperhatikan (c) Dalam penyempurnaan UU Hukum Perkawinan dan waris. 1 : “Hakim sebagai penegak hukum dan keadilan. pasal dll.Pasal Dimana 104 istilah ayat hukum adat 1 UUDS digunakan 1950 dengan jelas isinya untuk : dapat dipergunakan sebagai dasar menjatuhkan hukuman oleh pengadilan di dalam keputusan-keputusannya. “Semua putusan Pengadilan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum : sifatnya ~ dan ~ Pasal memahami Pasal 27 nilai-nilai 23 yang ayat hidup ayat dalam terang/visual”. .

Apakah kita akan menghancurkan nilai-nilai/tradisi yang kita junjung tinggi 2. Apakah modernisasi dilakukan di atas dan melalui nilai-nilai tersebut ? adalah kenyataan-kenyataan perkembangan yang hidup adil bangsa Hukum di dan : Indonesia. 14/1970 23 5 hukum Juli 1959. Indonesia. 1. Nasional (a) Pembangunan hukum harus diarahkan pada homogenitas dengan (b) Harus sesuai dengan Haluan Negara dan berlandaskan hukum adat yang menghambat masyarakat Hukum adat dijadikan dasar bagi hukum nasional. Apakah modernisasi dihentikan saja demi nilai-nilai yang kita junjung 3. UU Dekrit dasar Presiden Pasal Pasal No. makmur. tentang Kehakiman Indonesia Kedudukan Hukum Adat dalam Hukum Adat dijadikan dasar bagi terbentuknya hukum nasional dalam rangka pembangunan hukum.Jadi H. : ? ? Artinya : mengubah dan memperbaharui tata hukum berdasarkan kebutuhan syarat-syarat mungkin modernisasi Proses untuk memodernkan masyarakat disebut modernisasi (hukum). 11/MPRS/1960 dimana asas yang harus diperhatikan dalam pembangunan hukum memperhatikan tidak yang Peranan Baru Sebab nasional Masalah demi tinggi : kemerdekaan sesuai yang dengan hanya merupakan hidup timbul jembatan. karena merupakan hukum mencerminkan Hukum Adat kepribadian/jiwa dalam Pembangunan Tanggal 17 Agustus 1945 : Indonesia merdeka : UUD 1945 : Politik Hukum . 24 ayat Ketentuan adat (pasal 1 Pokok Tata UUD sekarang peralihan UUD Kekuasaan Hukum UUD : 1945) 1945 1945. modern. Hal ini dapat dilihat dalam Tap MPRS No.

Dalam pembinaan hukum harta kekayaan nasional. Tugas : melaksanakan pembinaan hukum nasional sesuai dengan TAP MPRS /MPRS/1960 TAP TAP TAP (berdasarkan MPR MPR MPR No. hukum 107 adat tahun ? 19… adat) 1. Pengambilan dalam bahan-bahan dari pembinaan hukum adat hukum. Menggunakan konsepsi-konsepsi dan asas-asas hukum adat untuk dirumuskan dalam norma-norma hukum yang memenuhi kebutuhan hukum masyarakat. 4. hukum : Indonesia LPHN dengan terhadap No. sedangkan dalam hukum kekeluargaan dan hukum waris merupakan intinya. b. hukum adat merupakan salah satu unsur. nasional. 2. II/MPRS/1960 tentang “Pembinaan Hukum Nasional”. No. Sesuai dengan pendapat Eugene Erlich (sociological yurisprudence) tentang . berarti : a.Politik Dibentuk No. Menggunakan lembaga-lembaga hukum adat untuk dimodernisasikan sesuai kebutuhan zaman tanpa menghilangkan ciri-ciri dan sifat kepribadian Indonesia. TAP MPRS No. hukum IV/MPR/1973 II/MPR/1978 II/MPR/1997 Tahun 1975 diadakan seminar tentang “Hukum Adat dan Pembinaan Hukum Nasional” antara FH-UGM dan BPHN. Hukum adat merupakan salah satu sumber yang penting untuk memperoleh bahan-bahan bagi pembangunan hukum nasional yang menuju unifikasi dengan tidak mengabaikan berkembangnya hukum kebiasaan pengadilan 2. c. No. Konsep-konsep hukum adat dimasukkan dalam lembaga-lembaga hukum baru. hasil kesimpulan seminar : 1. 3. ukum asing dipergunakan untuk memperkaya dan mengembangkan hukum 3.

living law (hukum yang hidup/hukum positif yang baik) : bahwa dalam membuat UU hendaknya diperhatikan apa yang hidup dalam masyarakat. 2.05 0 komentar Beranda Langgan: Entri (Atom) Home • Deva's Comp Pengikut Arsip Blog • ▼ 2009 (1) o ▼ Mei (1)  SEJARAH HUKUM ADAT Mengenai Saya . Memang 1. Akibat : timbul pro dan kontra dimasukkannya hukum adat sebagai unsur hukum nasional Diposkan oleh Defli di 22. Sifat harus diakui kelemahan-kelemahan Bersifat majemuk masyarakat hukum adat sendiri : lokal Indonesia 3. Kompleksnya masalah-masalah antara yang satu dengan yang lainnya.

Jasa Pengetikan di wilayah Cibubur .Defli Thn. 2003 .2009 wiraswasta di bidang Rental Komputer.Jakarta Timur Lihat profil lengkapku .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful