Sekretariat Negara Republik Indonesia

Kebijakan Pangan, Peran Perum Bulog, dan Kesejahteraan Petani
Selasa, 25 Maret 2008

Mustafa Abubakar

Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog.

Posisi dan peran Bulog sebagai salah satu operator dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan meningkatkan kesejahteraan petani, menghadapi berbagai kendala. Dalam membahas ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani, banyak pertanyaan yang muncul, antara lain (1) mengapa perlu memperkuat ketahanan pangan dan bagaimana cara memperkuatnya, baik pada tingkat rumah tangga maupun tingkat nasional? (2) apa kaitan antara produksi pangan dalam negeri dengan kesejahteraan petani? (3) bagaimana perubahan lingkungan strategis akan mempengaruhi ketahanan pangan? (4) apa peran Perum Bulog dalam memperkuat ketahanan pangan? (4) mengapa Bulog perlu berubah serta kemana arah perubahan tersebut?

Beras dan Ketahanan Pangan Pangan merupakan kebutuhan dasar utama bagi manusia yang harus dipenuhi setiap saat. Hak untuk memperoleh pangan merupakan salah satu hak asasi manusia, sebagaimana tersebut dalam pasal 27 UUD 1945 maupun dalam Deklarasi Roma (1996). Pertimbangan tersebut mendasari terbitnya UU No. 7/1996 tentang Pangan. Sebagai kebutuhan dasar dan hak asasi manusia, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketahanan pangan terganggu. Kondisi kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilisasi nasional yang dapat meruntuhkan Pemerintah yang sedang berkuasa.

Bagi Indonesia, pangan diidentikkan dengan beras karena jenis pangan ini merupakan makanan pokok utama. Pengalaman telah membuktikan kepada kita bahwa gangguan pada ketahanan pangan seperti meroketnya kenaikan harga beras pada waktu krisis ekonomi 1997/1998, yang berkembang menjadi krisis multidimensi, telah memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas nasional. Nilai strategis beras juga disebabkan karena beras adalah makanan pokok paling penting. Beras memiliki pengaruh yang besar dalam bidang ekonomi (penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan dan dinamika ekonomi pedesaan), lingkungan (menjaga tata guna air dan udara bersih) dan sosial politik (perekat bangsa, ketertiban dan keamanan). Beras juga merupakan sumber utama pemenuhan gizi yang meliputi kalori, protein, lemak, dan vitamin.

Dengan pertimbangan pentingnya beras tersebut, Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangannya dari produksi dalam negeri. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena jumlah penduduknya semakin membesar dengan sebaran populasi yang luas dan cakupan geografis yang luas dan tersebar. Indonesia memerlukan ketersediaan
http://www.setneg.go.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June, 2009, 09:32

Sekretariat Negara Republik Indonesia

pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kriteria kecukupan konsumsi maupun persyaratan operasional logistik. Kegiatan pengelolaan pangan oleh Pemerintah seringkali mendapat kritik karena adanya ketidak-sempurnaan kegiatan-kegiatan intervensi itu sendiri baik yang disebabkan oleh kelemahan dalam proses penyusunan kebijakannya maupun karena akibatnya yang akan menimbulkan distorsi pasar. Intervensi akan dianggap reasonable kalau dilakukan dalam keadaan defisit pangan atau jika terjadi surplus produksi yang berlebihan, dan jika infrastruktur pemasaran dan kelembagaan tidak cukup berkembang dan kompetitif untuk melindungi kepentingan produsen dan konsumen. Kemudahan mewujudkan ketersediaan pangan, stok pangan dunia yang tersedia dalam jumlah besar serta kemungkinan alternatif baru bentuk program stabilisasi harga, mendorong berbagai pihak untuk selalu mengevaluasi kembali kebijakan pangan Pemerintah.

Indonesia, seperti negara berkembang yang lain, sejak lama telah menetapkan bahwa ketahanan pangan sebagai salah satu tujuan pembangunan nasional. Sampai sekarang pun, tujuan itu masih dilanjutkan seperti yang tertuang dalam RPPK (Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan 2005) dan RPJM (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional: 2004-09).

Produksi Beras dan Kesejahteraan Petani Karakteristik produksi pangan (beras) mempunyai ketimpangan antartempat dan waktu serta diproduksi oleh jutaan produsen yang sebagian besar adalah petani kecil, petani tanpa tanah atau buruh tani. Produksi padi dihasilkan oleh jutaan petani dengan luas lahan sempit yang dikelola secara tradisional dan subsistem secara turun menurun. Dari aspek tempat, sebagian besar produksi padi dihasilkan di pulau Jawa. Sedangkan dari aspek antarwaktu, 60% produksi beras dihasilkan pada periode Januari-Mei, 30% pada periode Juni-Agustus dan 10% pada periode September-Desember.

Selama sepuluh tahun terakhir, produksi Gabah Kering Giling (GKG) mengalami peningkatan dengan laju peningkatan sebesar 1,12% per tahun. Kenaikan ini lebih disebabkan oleh kenaikan produktivitas, yaitu dari 44,32 kuintal per hektar pada tahun 1997 menjadi 46,89 kuintal per hektar pada 2007. Di Jawa laju kenaikan produksi tidak sebesar laju kenaikan produksi nasional, yaitu 0,67% per tahun dengan kenaikan produktivitas dari 51,81 kuintal per hektar pada tahun 1997 menjadi 53,72 kuintal per hektar pada 2007. Namun peningkatan produktivitas tersebut tidak seimbang dengan peningkatan konsumsi akibat peningkatan jumlah penduduk.Â

Upaya peningkatan produksi padi memperoleh kendala serius. Laju konversi lahan sawah ke non-pertanian cukup besar, yaitu sekitar 110 ribu ha/tahun. Selama 10 tahun terakhir tidak terjadi peningkatan luas panen yang signifikan karena pencetakan sawah baru hanya sekitar 30-52 ribu ha/tahun. Mengembangkan areal sawah di luar Jawa juga tidak gampang. Sementara sebagian besar lahan sawah yang sudah ada mengalami kejenuhan dan keletihan (soil fatique).Â

Permintaan pangan (beras) bersifat in-elastis, yang mengimplikasikan bahwa fluktuasi harga tidak akan mengakibatkan perubahan yang besar pada permintaan. Permintaan cenderung konstan antarwaktu. Dalam jangka panjang, permintaan meningkat, terutama karena pertumbuhan populasi. Sementara itu, ketersediaan pangan penuh dengan ketidakpastian. Hal ini mendorong Pemerintah melakukan intervensi dengan
http://www.setneg.go.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June, 2009, 09:32

benih unggul).setneg. tidak terpenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. kebijakan bias akan mengurangi kesempatan petani untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kesejahteraan.Sekretariat Negara Republik Indonesia mewujudkan kebijakan ketahanan pangan. Miskin biasanya merupakan predikat yang diberikan kepada mereka yang berpendapatan rendah. termasuk hak http://www. Secara lebih sederhana. dan tersedianya pupuk dengan harga terjangkau. Tantangan kita ke depan adalah perlu terwujud pertumbuhan ekonomi yang lebih besar lagi berpihak kepada upaya penanggulangan kemiskinan (pro-poor growth). perbaikan dan pengembangan sistem irigasi. penguatan kelembagaan ekonomi petani dan sebagainya berdampak sangat nyata pada pertumbuhan ekonomi dengan dampak pemerataan lebih besar. Di samping upaya peningkatan produksi padi. Sementara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebutkan bahwa kemiskinan adalah ketiadaan kemampuan yang mendasar untuk hidup layak. pengembangan lembaga ekonomi petani yang tangguh akan sangat berarti dalam memperbaiki posisi tawar petani padi yang secara individual biasanya sangat lemah.go. petani padi harus mampu mengurangi biaya produksi per kuintal gabah sehingga pendapatannya meningkat. antara lain oleh World Bank yang menyebutkan bahwa kemiskinan adalah ketidakmampuan seseorang untuk memenuhi standar hidup minimal dan merupakan kesenjangan dari hidup sederhana. seperti perbaikan kualitas lahan. kemiskinan dapat diartikan sebagai kekurangan pangan atau papan yang dibutuhkan untuk mempertahankan hidup. perlu terus dilanjutkan kebijakan yang tidak terlalu bias untuk komoditi-komoditi. Peningkatan efisiensi dengan penggunaan input produksi yang lebih rasional dan pengurangan susut pasca panen merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Beberapa definisi kemiskinan disebutkan oleh beberapa pihak. Di Indonesia. Kenaikan produktifitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan produksi. kelaparan merupakan aspek yang paling menggambarkan kemiskinan. Dengan harga gabah dan beras yang menarik dan stabil. Pengembangan pendapatan di luar usaha tani (off farm income) juga akan sangat membantu peningkatan kesejahteraan petani karena terbatasnya potensi pengembangan usaha tani.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan sektor pertanian akan mampu menurunkan angka kemiskinan. namun tambahan pendapatan petani dari luar sektor pertanian akan memberikan kemudahan bagi petani untuk keluar dari kondisi miskinnya. Sedangkan dalam Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan. Penelitian usaha tani yang dilakukan menunjukkan bahwa potensi kenaikan keuntungan usaha tani terutama berasal dari pengadopsian teknologi baru (misalnya. perbaikan proses dan fasilitas pasca panen. Selanjutnya. definisi kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau sekelompok orang. Mengingat sebagian besar rumah tangga miskin tergantung pada sektor pertanian dan tinggal di pedesaan maka investasi pada berbagai infrastruktur pertanian. laki-laki dan perempuan. 2009. petani perlu didorong untuk mengembangkan berbagai kemungkinan komoditi pertanian lain (atau diversifikasi usaha tani) yang secara ekonomis menguntungkan jika lahan pertaniannya memungkinkan. Dengan pertimbangan kecilnya penguasaan lahan petani. dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani padi. Untuk meningkatkan pendapatan petani. Lingkungan Strategis Permasalahan Kemiskinan dan Ketenagakerjaan Seseorang mengalami kekurangan pangan atau kelaparan karena tidak adanya kemampuan untuk mempunyai cukup pangan. 09:32 .

Kondisi pada tahun 2001 menunjukkan bahwa mereka masih mencari pekerjaan di sektor pertanian yang masih menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar yaitu 44% dari keseluruhan angkatan kerja. Kemiskinan terjadi karena adanya kesenjangan pendapatan dengan pendapatan minimum untuk hidup secara layak. Hilangnya kesenjangan tersebut menggambarkan terangkatnya tingkat kesejahteraan keluarga lepas dari status miskin. Beras merupakan salah satu komponen penting dalam pengukuran kemiskinan. Dalam program penanggulangan kemiskinan. Dengan pertimbangan 24% dari 2.56% di perkotaan. 09:32 . Tekanan pada pasar tenaga kerja telah meningkat sebagai dampak krisis ekonomi yang menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan. sementara di sisi lain.go. yang disebut sebagai poverty gap atau kesenjangan kemiskinan. Namun biasanya orang miskin memiliki keterbatasan dalam hal kepemilikan dan akses sumber daya. keluarga miskin memerlukan bantuan pihak lain untuk mampu meraih akses berbagai sumber daya untuk tumbuh sebagai keluarga mandiri. Faktor demografis mempengaruhi jumlah dan komposisi angkatan kerja. kebutuhan rupiah untuk membeli beras juga akan bertambah sehingga Garis Kemiskinan akan bergeser ke atas. Komoditi yang penting bagi penduduk miskin adalah beras. Badan Pusat Statistik (Mei. Indonesia cukup berhasil dalam menurunkan angka kelahiran dan kematian secara berkesinambungan. Hal ini justru berdampak pada pertumbuhan penduduk usia kerja yang jauh lebih cepat dari pada http://www. Hingga saat ini kemiskinan tetap bertahan tinggi karena Indonesia belum mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup.setneg. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Mengingat rumah tangga miskin merupakan rumah tangga dengan pendapatan tetap (fixed income earners) maka jumlah RTM yang berada di bawah Garis Kemiskinan akan bertambah banyak. karena menyangkut jutaan jiwa. modal. Pada bulan Maret 2007. Yang menjadi kendala adalah bahwa upah riil dalam sektor pertanian bertahan pada level rendah. kesenjangan inilah yang harus dikurangi atau dihilangkan. dibandingkan dengan 19% untuk sektor industri dan 30% untuk bidang jasa.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. sumbangan pengeluaran beras terhadap garis kemiskinan adalah sebesar 28.100 kkal tersebut berasal dari beras maka jika harga beras naik. Besar. Besarnya sumbangan harga beras dalam garis kemiskinan akan mengakibatkan jumlah individu yang sebelumnya di atas garis kemiskinan menjadi berada di bawah garis kemiskinan apabila terjadi kenaikan harga beras yang cukup tinggi. sangat besar dan kompleks. dan kelembagaan. terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan komoditi bukan makanan.Sekretariat Negara Republik Indonesia untuk memperoleh akses terhadap barang dan jasa. pengetahuan. Dasar perhitungan garis kemiskinan adalah kebutuhan dasar kalori minimal 2. Salah satu kunci mengakhiri kemiskinan—yang juga disebut kemelaratan—adalah dengan melibatkan dan memberi peran kepada keluarga miskin dalam pembangunan.100 kkal. karena masalahnya mempengaruhi sekaligus dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berinteraksi. dan kompleks.64% di pedesaan dan 18. 2009. Mereka hanya memiliki aset yang sifatnya marjinal dan biasanya hidup di daerah terpencil atau di wilayah dengan fasilitas umum terbatas. mencari pekerjaan yang berupah baik menjadi semakin sulit. 2007) menyebutkan dari komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non-makanan. infrastruktur. Dengan keterbatasan tersebut.

diantaranya yang penting adalah terbatasnya modal asing. petani rawa atau pasang surut serta tanaman pangan dan nelayan kecil/perikanan laut yang berada di wilayah pantai. Masalah lain. Yang masuk dalam kelompok ini adalah individu/rumah tangga yang tidak mempunyai kapasitas atau kemampuan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan seperti orang cacat. sekitar 36 juta orang atau hampir 17% dari total penduduk berada di bawah garis kemiskinan. kelompok miskin kronis yaitu kemiskinan yang sulit disembuhkan dan selalu kambuh atau chronic poverty. Selain itu. bantaran sungai/di tepi rel KA. orang sakit dalam waktu lama. Jumlah orang miskin Indonesia masih lebih banyak dari total penduduk 3 negara di ASEAN. 09:32 . walaupun secara relatif semakin mengecil. inflasi tinggi dan harga pangan melonjak naik.setneg. Umumnya mereka bertempat tinggal di wilayah kumuh. Pada dasarnya. pasar global. Demikian juga. Fakta ini menunjukkan tekanan kuat dalam sisi penyediaan tenaga kerja. Kelompok lainnya yang masuk dalam kategori ini adalah rumah tangga yang memperoleh pendapatan dari sumber daya yang marginal—rendah produktivitas serta tidak stabil produksinya karena sumberdayanya rapuh—seperti petani lahan kering yang didominasi oleh tanaman palawija dan ternak. Salah satu sebabnya adalah karena krisis ekonomi seperti PHK. 2009. berumah kardus/plastik. orang miskin ini dapat dikelompokkan menjadi dua. kemiskinan transisi juga disebabkan oleh pengaruh musim misalnya kekeringan yang panjang El Nino atau banjir La Nina. pertumbuhan ekonomi. dan Laos. kelompok miskin transisi (transient poverty) yaitu kemiskinan yang terjadi hanya sementara waktu atau orang miskin baru. termasuk kemiskinan. Tidak ada manusia yang bercita-cita untuk itu. Beberapa faktor yang mempengaruhi masalah ketenagakerjaan di Indonesia.Sekretariat Negara Republik Indonesia pertumbuhan penduduk secara keseluruhan. urbanisasi. Orang miskin mengalami banyak kesulitan dan ketidaknyamanan dalam menjalankan kehidupan http://www. dan stabilitas politik. Kemiskinan sementara juga terjadi di wilayah yang terkena bencana alam dan konflik sosial. Pertama. Mereka yang terkena adalah penduduk yang berada di wilayah perdesaan. sehingga produksi pertanian merosot atau gagal. Pada tahun 2004 misalnya.go. dan orang tua. Fenomena ini pada umumnya banyak dijumpai di perkotaan. ketidakmerataan pendapatan. para buruh di kota yang memperoleh pendapatan dari pekerjaan tidak tetap dan tidak menentu seperti buruh informal. Sebagian besar atau 25 juta diantaranya berada di wilayah pedesaan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia masih banyak. Brunei. serta tekanan kenaikan upah di tengah dunia usaha yang masih lesu.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. yang kemudian diikuti oleh pengungsian massal. iklim investasi. seperti Malaysia. Penderitaan Keluarga Miskin Menjadi orang miskin amat tidak menyenangkan. yang tak kalah pentingnya adalah pelaksanaan otonomi daerah yang dalam banyak hal seringkali tidak mendukung penciptaan lapangan kerja atau “tidak ramah��? terhadap tenaga kerja. berbagai regulasi dan perilaku birokrasi yang kurang kondusif bagi pengembangan usaha. Kedua. kecuali tahun krisis moneter 1998 dan 1999. perilaku proteksionis sejumlah negara-negara maju dalam menerima ekspor negara-negara berkembang. Masalah ketenagakerjaan secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan masalah-masalah lainnya.

keguguran dan kematian bayi. Kedua.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. 2009. Balita akan mudah terkena penyakit infeksi seperti diare dan penyakit saluran pernapasan.Sekretariat Negara Republik Indonesia sebagai manusia. Pertama. sedangkan kekurangan gizi makro umumnya mudah dikenali. Tingginya proporsi balita yang kekurangan vitamin A menjadi penyebab penurunan tingkat http://www. kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan paling mendasar buat pembangunan manusia.8% pada 1996/98. Tampaknya. sanitasi buruk. mengungkapkan telah terjadi peningkatan jumlah kabupaten endemik GAKY. meningkatnya angka penyakit dan kematian balita. Karena rendahnya pendapatan. 09:32 . sulit memperoleh air bersih dan buang kotoran tidak pada tempat yang nyaman. Prevalensi anemia anak di bawah usia 2 tahun adalah paling tinggi yaitu mencapai 60%. Tempat tinggal sempit dan kumuh. Ibu hamil yang kekurangan zat besi akan berisiko tinggi kematian pada waktu melahirkan. Penelitian 2003. Kekurangan gizi jenis ini diperkirakan mencapai 40-60% wanita dan anak balita. yang akhirnya angka kematian balita meningkat. kekurangan zat besi atau anemia gizi besi (AGB). penanganan anemia secara nasional belum terfokus pada balita. yodium dan vitamin A. Kelompok miskin kerap menderita kekurangan gizi makro seperti energi dan protein. Para ahli gizi dan ahli kesehatan mengungkapkan 4 masalah utama tentang gizi. Pada tahun 2001. prevalensi anemia meningkat menjadi 48% dibandingkan dengan tahun 1995 hanya 40%. Kemiskinan pendapatan (income poverty) dianggap sebagai sumber utama terjadinya kerawanan pangan (food insecurity). makanan kurang teratur serta kurang enak. Masing-masing memiliki dampaknya di Indonesia terhadap kemiskinan. terutama untuk penderita kurang energi dan protein (KEP) berat. dikenal dengan penyakit kurang darah atau anemia. pakaian jarang diganti.setneg. beralih dari endemik ringan ke endemik sedang dan berat. Sekitar 70% balita di Indonesia meninggal pada umur di bawah satu tahun. karena kekurangan vitamin A. kekurangan vitamin A (KVA) yang dapat menimbulkan kerusakan mata. Itu sekedar contoh dari banyak ketidaknyamanan hidup mereka sebagai manusia. maka itu berpengaruh terhadap penurunan tingkat kecerdasan. hanya 9. kalau sakit terpaksa ditahan. menimbulkan penyakit kelenjar gondok. mereka juga tidak mampu mengakses fasilitas kesehatan dan pendidikan. Kekurangan gizi mikro sering dijuluki sebagai kelaparan yang tersembunyi (hidden hunger). Prevalensi Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY) pada anak sedikit meningkat yaitu menjadi 11% pada 2003. bahkan hubungan seks pun tidak nyaman karena kondisi rumah yang serba kotor dan pengap. serta kekurangan gizi mikro terutama zat besi. diperkirakan sekitar 42 juta penduduk Indonesia kekurangan zat yodium. Ketiga. Apabila manusia kekurangan yodium. toko atau pasar yang berada di sekitar mereka. satu kamar untuk sekeluarga. Penduduk miskin tidak mampu mengakses pangan. walau pangan tersedia di warung. masih diprioritaskan pada ibu hamil. Pangan. Penyakit gondok tersebut menjadi penyebab anak-anak dan orang dewasa menjadi kerdil (kretin) serta cacat mental.go. Kekurangan zat besi berdampak pada kerusakan otak permanen.

di kios. Sedangkan kekurangan gizi jenis ini pada orang dewasa. berat badan balita menurun. hampir seluruh masyarakat Indonesia miskin.go. Adalah lebih baik untuk mengeluarkan dana yang layak untuk mengatasi kekurangan gizi. Menurut UNICEF (1997). maupun di pasar. Indonesia mengalami kerugian akibat kekurangan gizi http://www. 2009. Masalah kerawanan pangan dan gizi umumnya karena suatu kelompok masyarakat tidak mampu mengakses pangan. Dampak dari kekurangan energi dan protein adalah merosotnya tingkat kecerdasan atau kehilangan 5-10 IQ. rendahnya mutu manusia. Sedangkan impor pangan terkendala oleh keterbatasan devisa dan tingginya harga beras serta tidak stabil harga di pasar internasional. semakin sering media massa meliput anak-anak. berbeda dengan kerawanan pangan yang dialami Indonesia pada 1950-an dan 1960-an. namun mereka tidak mampu mengaksesnya. yang nantinya akan menghambat pertumbuhan anak balita. dua hal berlangsung bersamaan yaitu kekurangan akses dan kurangnya ketersediaan pangan di dalam negeri. dan pangan tambahan untuk anak sekolah adalah penting dalam usaha untuk mengatasi berbagai dampak buruk terhadap kesehatan dan pembangunan manusia di kemudian hari1. penduduk miskin tidak mampu membeli pangan yang bergizi dan mencukupi agar dapat hidup sehat dan produktif. ibu hamil dan ibu menyusui. Dilaporkan jumlah orang busung lapar yang terus meningkat. terutama beras tidak mencukupi. kekurangan energi dan protein (KEP) dan kekurangan energi kronis (KEK) yang dijumpai pada wanita usia subur 15-49 tahun. Padahal. Dalam periode susah itu. akan menurunkan produktivitas kerja dan mudah terserang berbagai penyakit infeksi. KEP atau KEK dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kesehatan.Sekretariat Negara Republik Indonesia kekebalan tubuh. seperti di toko. Sebagian diantaranya berada di wilayah surplus pangan. Keempat. tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah gizi mikro.setneg. Karena pendapatannya yang kurang. serta mudah terserang penyakit. di warung. Konig (1995) dari hasil penelitiannya pada 1991 melaporkan bahwa potensi produktivitas Indonesia dapat mencapai US$ 11. bertambahnya jumlah anak yang pertumbuhannya di bawah normal (pertumbuhan lambat). Ketersediaan pangan dalam negeri. Kekurangan pangan tentu tidak hanya pada urusan gizi makro. Proporsi wanita usia subur yang berisiko KEK tinggi pada usia muda 15-19 tahun. Wanita menderita KEK cenderung akan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR). serta kemerosotan produktivitas tenaga kerja. Dalam beberapa tahun terakhir. kekurangan energi kronis. terutama balita yang kekurangan gizi dan busung lapar. Demikian juga meningkatnya ibu hamil yang kekurangan vitamin A dan zat besi.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. bantuan gizi tambahan untuk balita. akan melahirkan bayi di bawah berat normal dan tidak akan tumbuh secara wajar. daripada harus menanggung beban dan ongkos yang harus dipikul akibat dari buruknya kesehatan. Pada waktu itu. Kerawanan pangan sekarang ini. bukan kerena ketidaktersediaan pangan. pangan banyak tersedia di sekitar mereka. 09:32 . Memecahkan masalah gizi mikro dan makro dengan berbagai program seperti transfer pangan untuk pekerja (food for work).135.

dan Tanzania (17%). yang bersangkutan dapat hidup secara layak. Brazil salah satu negara maju di Amerika Latin. Peningkatan daya saing ini akan dapat menggeser beras dari posisi swasembada (self–sufficiency) menjadi kemandirian pangan (self-reliance) yang dilengkapi dengan impor apabila lebih menguntungkan. Kehilangan PDB ditaksir sebesar 6%.871 juta/tahun. dengan pendapatan per kapita mencapai hampir US$3. Bulog berubah menjadi Perusahaan Umum.setneg. Terbukanya pasar perberasan Indonesia ditandai dengan ratifikasi Indonesia pada perjanjian GATT (General Agreement on Tariffs and Trade). Hal inilah yang menjadi dilema dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Peningkatan pendapatan akan mengakibatkan diversifikasi pangan dengan meningkatnya permintaan pangan lain termasuk sayuran. bukan sebagai alat pembangunan. Sebagai salah satu lembaga pangan yang diberikan mandat untuk melaksanakan stabilisasi harga bahan pangan pokok khususnya beras. Dalam jangka panjang. Dengan demikian. termasuk pasar beras. dengan kehilangan PDB mencapai 6%. dan menyerahkan kepada swasta. Namun apapun bentuk dan struktur lembaganya. fungsi utama yang tidak berubah dan tetap melekat pada institusi ini adalah sebagai penjaga ketahanan pangan. dapat turut serta dalam berbagai kegiatan budaya. Kenya (16%). produktif. 2009. Persentase kehilangan PDB yang dikaitkan dengan kekurangan gizi juga ditemui di negara berkembang yang lain. Tekanan Pihak Internasional Terjadi tekanan pihak internasional pada saat krisis moneter. akan terjadi kompetisi permintaan antara beras dengan produk pertanian dan non-pertanian. salah satunya adalah untuk membuka pasar Indonesia. Ketahanan Pangan dan Tantangan Yang Dihadapi Para ahli semakin menyadari bahwa pembangunan manusia adalah hal yang terpenting dan paling mendasar. Thailand (10%). yang terpenting adalah sehat dan berumur panjang. dan harus mengeluarkan biaya kesehatan ditaksir sebesar US$ 2. Bagi negara yang saat ini telah berswasembada beras. seperti Filipina (kehilangan 10%). berilmu pengetahuan dan mempunyai akses terhadap sumber daya yang dibutuhkan. mengingat karakteristik petani Indonesia dan nilai strategis beras dalam perekonomian Indonesia yang masih memerlukan perlindungan. sosial. Dengan karakteristik tersebut. Tekanan eksternal tersebut juga dirasakan Bulog.Sekretariat Negara Republik Indonesia yang ditaksir mencapai US$ 7. Pembangunan haruslah berpusat pada manusia.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June.148 juta/tahun. 7 Tahun 2003. Di antara pilihan tersebut. juga mengalami kerugian karena kekurangan gizi masyarakatnya yang ditaksir mencapai US$ 28.187 juta/tahun. masih perlu dikhawatirkan. Keterbukaan pasar tersebut. GATT diharapkan akan dapat mendorong peningkatan pendapatan dengan mempertinggi daya saing produk baik pertanian maupun non-pertanian. dan politik. daging. susu dan produk turunannya serta produk non-pertanian. dan perlu mengeluarkan biaya untuk kesehatan mencapai US$ 19.156 juta/tahun.000. dan menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan. Melalui Peraturan Pemerintah No.go. Pembangunan manusia merupakan suatu proses untuk memperbanyak pilihan. khususnya dalam stabilisasi harga dan pemupukan stok beras hingga tersedia dalam jumlah yang cukup dan aman di semua wilayah. 09:32 . http://www. dengan adanya GATT kemungkinan akan lebih menguntungkan jika mengimpor beras sesuai dengan kebutuhan pada tingkat nilai tukarnya dan sekaligus memperkuat produksi komoditas lain yang memiliki daya saing lebih menguntungkan. Bulog telah menjalankan fungsinya selama lebih dari 30 tahun.

peluang ekonomi yang sempit serta perampasan hak-hak sosial. kesehatan. Kemiskinan manusia tentu berbeda dengan kemiskinan pendapatan.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. tidak akan berlangsung dengan baik karena dana tersebut akan digunakan untuk menutupi konsumsi pangan yang tidak dapat ditunda. 09:32 . pengertian pembangunan manusia tidak dapat dipersempit menjadi bentuk pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto). Transfer Pangan Pola pengeluaran keluarga untuk pangan dan http://www.go.Sekretariat Negara Republik Indonesia Pandangan tersebut sejalan dengan pendapat Armatya Sen. karena banyak penduduk miskin yang tidak dapat berpartisipasi dalam program tersebut. Program pemberdayaan kelompok miskin melalui kredit mikro misalnya.setneg. Kemiskinan adalah musuh utama dalam pembangunan manusia. Oleh karena itu. Program transfer pangan menjadi program komplementer penting program pemberdayaan masyarakat miskin. Program ini sekaligus berperan ganda dalam penyelamatan dan peningkatan produktivitas program-progarm pemberdayaan. program transfer pangan dapat digunakan sebagai salah satu solusi jangka pendek atau menengah untuk mengefektifkan program-program pemberdayaan. Adalah keliru jika program transfer pangan dianggap sebagai program substitusi terhadap program-program pemberdayaan untuk kelompok miskin. Dalam jangka pendek atau menengah diperlukan juga upaya untuk mengatasi kerawanan pangan. yang berpendapat bahwa pembangunan memerlukan penghapusan sumber-sumber utama ketidakbebasan (unfreedom). yang merampas kebebasan manusia untuk keluar dari kelaparan. maka program pengentasan kemiskinan tidak akan berhasil. Kurangnya pembebasan yang substantif berhubungan langsung dengan kemiskinan ekonomi (economic poverty). Transfer beras tidak dirancang untuk memecahkan semua masalah yang terkait dengan gizi dan kelaparan. seorang pemenang hadiah Nobel Pembangunan Ekonomi. juga harus dikaitkan dengan tingkat pendidikan. Masalah kemiskinan terkait erat dengan masalah gizi dan kelaparan. seperti kemiskinan dan tirani. Program pemberdayaan tidak dapat dipisahkan dari usaha pengentasan kemiskinan yang abadi. pengukuran tentang kemiskinan dapat berbeda tergantung dari faktor apa saja yang dipertimbangkan. 2009. sehingga tidak digunakan sebagai modal untuk menggerakkan ekonomi rumah tangga miskin. atau “kesejahteraan��? yang hanya dinilai dari segi penerima dan tidak dipandang sebagai agen dari perubahan dalam pembangunan. Oleh karena itu. yaitu memecahkan masalah pemenuhan gizi makro. serta negara yang bersifat represif. Kemiskinan manusia tidak hanya dilihat dari tingkat pendapatan yang rendah. atau manusia diperlakukan sebagai salah satu unsur dalam proses produksi. atau hidup dalam lingkungan yang tidak aman sehingga berkurangnya kesempatan untuk memperluas kemampuan dan potensinya. memenuhi nutrisi yang cukup atau memperoleh pengobatan bagi suatu penyakit. pengabaian fasilitas publik maupun ketidaktoleransian. atau menikmati fasilitas air bersih dan sanitasi. Yang ingin dipecahkan adalah sebagian dari masalah gizi masyarakat. Oleh karena itu. Tanpa hal tersebut. sebagai bagian dari pembangunan manusia itu sendiri.

09:32 . Transfer pangan menjadi amat cocok dalam situasi emergensi seperti bencana alam dan bencana yang dibuat manusia.go. Pengeluaran untuk padi-padian—yang didominasi oleh beras tentunya—mencapai hampir 11% dari total pengeluaran rumah tangga. 2009. untuk menutupinya. rekreasi. Proporsi pengeluaran untuk pangan ternyata lebih tinggi pada rumah tangga pedesaan (65%) dibandingkan dengan perkotaan (51%). dan transportasi amat sulit serta ongkosnya mahal dan berisiko.setneg. Kelompok pendapatan terendah pada 2004 misalnya. hampir 16% untuk rumah tangga pedesaan dan kurang separuhnya untuk rumah tangga perkotaan. merosotnya nilai tukar Rp terhadap dollar. bandingkan dengan kelompok terkaya hanya 8%. Sehingga transfer pangan dapat mengurangi dampak buruk terhadap gizi. serta terjadi kerusuhan dan penjarahan. dengan rataan untuk semua kelompok sebesar 17%. Alasannya. semakin besar proporsi pendapatannya yang dipergunakan untuk pangan. yang kemudian merambat ke penjarahan pangan sehingga transfer beras menjadi amat bermanfaat dan unggul dalam meredam keresahan sosial dibandingkan dengan transfer bentuk lainnya. sedangkan lainnya seperti kesehatan dan pendidikan juga perlu ditutupi dari pengeluaran publik. Ini juga menunjukan bahwa masyarakat pedesaan masih banyak yang berpendapatan rendah atau miskin. yang mendorong terjadinya pengungsian. juga dapat menghambat keterpurukan dalam pendidikan serta kesehatan. pasar pangan tidak/kurang berfungsi. rataan pengeluaran untuk pangan mencapai 57%.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. dll. sehingga kebocorannya menjadi amat rendah. karena transfer pangan dapat dipakai untuk menutupi sebagian dari celah kemiskinan (poverty gap). Semakin rendah pendapatan seseorang atau rumah tangga. Kelompok miskin yang berada di desa maupun di kota mengalokasikan sebagian besar pendapatannya untuk pangan. Dalam periode 2002-2004 misalnya. Pada waktu OPK diperkenalkan sebagai program emergensi 1998. Hal ini dapat berdampak serius tidak hanya pada gizi. Apabila akses pangan menurun. tetapi juga kesehatan dan pendidikan anak-anak. Menutupi sebagian gap tersebut melalui transfer pangan yang juga dianggap sebagai program penyelamatan. konsumsi BBM/listrik. ternyata tidak banyak berubah selama hampir 15 tahun terakhir. Yang diselamatkan adalah kehidupan manusia dengan cara memenuhi kecukupan konsumsi gizi. Dalam situasi itu. Apabila dirinci lagi di dalam kelompok pangan itu sendiri. mereka akan mengurangi pengeluaran untuk non-pangan seperti pendidikan dan kesehatan. transfer pangan dirancang langsung tertuju ke kelompok miskin (self targeting to the poor). karena kupon yang diberikan terkait dengan pangan tertentu dan penukarannya di tempat yang telah ditentukan dan penggunaannya pun dibatasi. Hanya sebagian kecil bagian pendapatan mereka yang dipakai untuk konsumsi barang-barang bukan pangan seperti barang tahan lama. harga pangan terutama beras bergejolak tinggi karena inflasi. seperti konflik sosial. distribusi barang terhambat. Di http://www. Proporsi pengeluaran rumah tangga untuk pangan secara rata-rata nasional.Sekretariat Negara Republik Indonesia non-pangan dapat dipakai untuk memahami ciri kelompok miskin. Idealnya. 74% pendapatan mereka dibelanjakan untuk pangan. maka hampir 40% digunakan untuk padi-padian. bandingkan dengan kelompok pendapatan tertinggi hanya 36%. perang antar suku. sehingga kurang diminati oleh orang mampu. Misalnya. stok pangan masyarakat terganggu. malah meningkat dalam periode krisis 1998-2000.

sehingga berbagai kekurangan segera dapat diperbaiki atau dicegah. misalnya World Bank (2003) menyarankan agar Indonesia mentransfer beras berkualitas rendah untuk keluarga miskin. 09:32 . mentransfer pangan dalam bentuk tepung gandum kasar dan berwarna gelap untuk kelompok miskin. Di samping itu. sehingga tidak diminati oleh kelompok mampu yang umum mengkonsumsi tepung gandum halus dan warna putih. maka keluarga menerimanya cenderung tidak utuh. khususnya beras. mengalokasikan beras bermutu rendah untuk keluarga miskin. Apabila dalam bentuk uang kas dan disampaikan melalui suami. terutama dryers. Transfer pangan menjadi lebih unggul untuk negara yang masih sarat dengan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme). mudah sekali dimonitor dan dinilai oleh masyarakat luas. Kalau sebagian besar pengadaan Bulog2 berupa gabah/beras rendah kualitasnya dengan alasan penyaluran Raskin. berangsur-angsur berubah menjadi logistik pangan yang mempertimbangkan efisiensi dan biaya. sehingga kebocoran penggunaan keluar keluarga relatif lebih kecil. Manajemen logistik yang awalnya merupakan pendekatan militer. pangan yang dibantu haruslah terkait dengan pangan produksi dalam negeri. Manakala harga RASKIN melebihi Rp 1. Bulog adalah salah satu lembaga penting untuk mempercepat terujudnya tujuan tersebut. Pemerintah Mesir dan Maroko. Juga tidak layak tampaknya. pembangunan desa.setneg. Kelemahan dan kebocoran program OPK/RASKIN beras misalnya. Perubahan Peran Perum Bulog dan Tantangannya Dinamika Perubahan Bulog telah lama dilibatkan dalam logistik pangan. Mula-mula sebagai lembaga logistik LPND yang rancu sehingga bentuk lembaga perlu http://www. karena akan memecahkan secara serentak masalah lapangan kerja. Apapun alasannya.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June.Sekretariat Negara Republik Indonesia Bangladesh disalurkan tepung sorgum bukan tepung terigu dan beras. 2009. Saran ini harus dikaji dengan baik karena Pemerintah terus mendorong perbaikan kualitas beras. maka hal itu telah menjadi berita di berbagai media massa3. maka peningkatan HPP tidak mendorong petani atau penggilingan padi untuk memperbaiki kualitas.000/kg misalnya. serta jadwal penyampaiannya yang tertunda-tunda. dan keterjangkauan pangan. Tugas lembaga ini berkisar pada penyediaan pangan dengan harga terjangkau di seluruh wilayah Indonesia. tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa (Tabor dan Sawit 2001. transfer beras umumnya disampaikan kepada para ibu rumah tangga. untuk memperkecil kebocoran Raskin. atau volumenya tidak mencukupi dengan 20 kg/bulan. sesuai dengan tuntutan pasar. atau kualitas beras yang tidak sesuai dengan tingkat harga yang disubsidi Pemerintah. Sejumlah peneliti dan lembaga penelitian. karena kedua jenis pangan terakhir umum dikonsumsi oleh kelompok menengah ke atas. sulit mendorong berkembangnya industri pascapanen. manakala pemerintah membayarnya pada harga yang tinggi atau dikenal dengan Harga Pokok Beras Bulog (HPB). dan sebagainya. Tabor 2000). karena terbuka peluang untuk dimanfaatkan buat membeli rokok. sehingga pengadaannya haruslah memenuhi standar kualitas.go. minuman keras. serta mengendalikan harga pangan di tingkat konsumen maupun produsen. pengentasan kemiskinan.

Perubahan ini didorong oleh banyak hal tetapi yang terpenting adalah: Pertama.setneg. Kerancuan itu meliputi Bulog sebagai LPND tidak seharusnya mendapat fasilitas kredit bank (KLBI). peran dan tugas Bulog berubah secara drastis. dengan tugas pokok untuk menyediakan pangan untuk memperkuat Pemerintah Orde Baru. sehingga risikonya menjadi amat tinggi. dan berbeda dalam pertanggungjawaban keuangan. Ketiga. Itu tidak saja terhadap keberadaan lembaga tetapi juga terhadap pegawai sehingga telah berpengaruh negatif terhadap kegairahan kerja. 09:32 . serta pengaruh lembaga internasional khususnya IMF sebagai prasyarat tentang Bulog dalam LOI (letter of inted) yang dibuat sejak 1997 sampai dengan 2000. karena tidak dibiayai oleh APBN. Sejak Krismon 1997. Sampai 1995. Konflik ini tidak meluas ke kelaparan. dan UU No. dan pangan harus dipakai sebagai sarana perekat nasional bukan sebaliknya.5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli. Semua bentuk NTB (Non-Tariff Barrier) seperti monopoli. khususnya UU No. Hampir tidak mungkin di daerah Maluku atau NAD yang terlibat konflik misalnya. terjadi begitu banyak perubahan lingkungan strategis baik yang datangnya dari dalam negeri. Kemudian dirubah pada 1978. http://www. perubahan ekonomi global khususnya adanya WTO. dapat mengatasi persoalan pangan apabila tidak adanya lembaga pusat di daerah seperti sekarang ini. Perkembangan dan perjalanan Bulog mengalami banyak perubahan. sehingga kontrol masyarakat atas Bulog menjadi lebih besar.22/1999 tentang Otonomi Daerah. Awalnya. karena adanya dukungan pangan khususnya beras dari pemerintah pusat. berlakunya berbagai UU baru. penghapusan monopoli impor atau hak-hak khusus impor sebagai STE (state trading enterprise) seperti yang tertuang dalam berbagai Keppres dan SK Menperindag sejak 1998. transparan dan mampu melayani kepentingan publik secara memuaskan. perubahan kebijakan pangan Pemerintah dan perubahan mandat Bulog sehingga hanya diperbolehkan menangani komoditas beras.Sekretariat Negara Republik Indonesia dikoreksi. Pada umumnya. Kedua. Semakin terbukanya kebebasan pers dan meningkatnya demokrasi. bebas dari pengaruh partai politik. serta struktur organisasi. 2009. Keempat. Di era reformasi yang dimulai sejak 1998. masyarakat menghendaki agar Bulog menjadi lembaga yang efisien. lembaga ini yang dibentuk pada 1967 berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet. maupun dari luar negeri serta tuntutan publik sehingga mendorong Bulog harus berubah secara menyeluruh. tanggung jawab Bulog diperluas yaitu sebagai koordinator pembangunan pangan dan peningkatan mutu gizi. Sejumlah ahli berpendapat bahwa stok pangan nasional harus dilaksanakan secara terpusat. WTO mengharuskan penghapusan berbagai hambatan perdagangan. Pada 1993. serta perlunya membuka pasar dalam negeri. larangan perdagangan. waktu Kepala Bulog dirangkap oleh Menteri Negara Urusan Pangan. seiring dengan komitmen Pemerintah dengan IMF yang tertuang dalam berbagai LOI. masyarakat luas menghendaki agar Bulog terbebas dari unsur-unsur yang bertentangan dengan tuntutan reformasi. untuk mendukung pembangunan pangan multikomoditas. pegawai Bulog diperlakukan sebagai pegawai swasta. Isi Keppres yang terkait dengan tugas Bulog berubah secara cepat seiring dengan seringnya penggantian pemerintahan.go.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. dirubah menjadi TB (Tariff Barrier).

melindungi (protect) dan memenuhi (fulfill). Bulog telah melakukan berbagai kajian tentang perlunya perubahan lembaga yang disesuaikan dengan perkembangan zaman dan tuntutan global. Terakhir. Seperti HAM bidang lainnya. menjadi salah satu usaha untuk melindungi dan memenuhi hak atas pangan untuk masyarakat yang rawan pangan. political will. Di samping itu lembaga tersebut dapat melaksanakan fungsi lainnya yang tidak bertentangan dengan hukum serta sejalan dengan misi baru lembaga. Malaysia. penyimpanan. Hanya dengan bentuk lembaga Perum. bukan Perjan atau BHMN (Badan Hukum Milik Negara) atau PT (Persero). hampir tidak mungkin agenda tersebut dapat dilaksanakan dan akan berhasil. UU No. sehingga efisiensi dan transparansi akan lebih mudah diwujudkan. Ada tiga prasyarat awal yang diperlukan sehingga hak untuk pangan dapat diimplementasikan. serta desentralisasi keputusan. Tanpa kemauan politik. seperti Raskin. perlunya mengalokasikan dan menggunakan sumber daya untuk memenuhi agenda hak untuk pangan. Korsel. yaitu menghargai (respect). kesemua hal itu terkait amat erat dengan ketahanan pangan (food security). Pengertian hak untuk pangan sekarang ini telah diperkuat oleh Deklarasi Roma tentang World Food Security and World Food Summit (1996). Perum Perumnas. 09:32 . Pemerintah atau negara berkewajiban (obligation) dalam tiga aspek. akan mampu menampung aktivitas publik dan bisnis. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan sebuah gagasan agar Bulog menjadi Holding Company pada acara ulang tahun Bulog ke-26 pada 1993. Landasan Perubahan Sebagai LPND yang menjalankan tugas logistiknya terutama dalam bidang pengadaan. maka diputuskan perubahan Bulog menjadi Perum Bulog. dan penyaluran beras sebagai salah satu komoditas pangan yang bersifat pokok. Pemerintah tetap memberi perhatian khusus pada ketahanan pangan. terutama beras dengan berbagai macam intervensi Pemerintah. Sejumlah negara di Asia yang maju seperti Jepang.Sekretariat Negara Republik Indonesia Jauh sebelum era reformasi ini. Pada periode 1991-1992 tim Bulog telah mengkaji dan menyarankan manajemen baru guna menghadapi perubahan lingkungan strategis. 7/1996 tentang Pangan.go. 2009. Perusahaan Umum Sebagai Lembaga Baru Berdasarkan berbagai hasil kajian tersebut serta dukungan politik DPR RI. untuk melaksanakan kemauan politik tersebut. Keberhasilan sejumlah Perum seperti Perum Pegadaian. sesuai dengan amanat UU No. Dengan bentuk lembaga demikian. telah memberi rasa optimis akan keberhasilan Perum Bulog di masa mendatang. Pertama.setneg. http://www. Apabila hal ini ditempuh maka akan berakibat buruk pada kelompok miskin yang jumlahnya masih dominan serta keberadaan mereka terpencar dengan infrastruktur yang masih buruk. negara harus punya organisasi dan kapasitas manajerial di tiap tingkatan pemerintahan. maka lembaga tersebut akan mampu melaksanakan tugas dan fungsi seperti yang dilakukan sekarang ini. Hal ini dapat diartikan bahwa ketahanan pangan tidaklah sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar seperti yang dilakukan oleh sebagian negara maju dan liberal.7/1996 tentang Pangan mengamanatkan bahwa Pemerintah bersama masyarakat bertanggungjawab untuk mewujudkan ketahanan pangan.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. Kedua. Program pangan terarah.

dengan merancang berbagai kerjasama operasional (joint venture)/penyertaan modal dalam badan usaha lain. Hal ini tentunya terkait erat dengan ketersediaan pangan dari produksi DN. Ruang gerak lembaga akan lebih fleksibel. misalnya. Keenam. sehingga akan menumbuhkembangkan insentif buat pegawai untuk bekerja secara professional. maka ketidakstabilan harga pangan akan berpengaruh terhadap pendapatan riil masyarakat.Sekretariat Negara Republik Indonesia Kekuatan Bulog beralih sebagai lembaga Perum terutama adalah: Pertama.go. dan (iv) Cadangan/Stok Pangan Nasional. Kedua. Pada saat panen raya yang serempak. Wujud dan Tugas Publik Perum Setidak-tidaknya ada 4 tugas publik yang tetap akan diemban oleh Bulog. maka permintaan gabah amat inelastis. Pemerintah akan melakukan intervensi manakala harga pangan khususnya beras telah meningkat http://www. (iii) Raskin. yaitu: (i) Jaminan Harga Dasar Pembelian Pemerintah untuk Gabah (HDPP). sehingga lembaga baru ini dapat berperan untuk membantu dan meringankan beban Pemerintah. serta masih lemahnya industri penggilingan padi. kekeringan/kebanjiran sehingga dapat mengganggu instabilitas harga pangan antartahun. sehingga suplai beras yang berasal dari produksi dalam negeri akan lebih terjamin. 2009. CBP juga terkait dengan pengadaan LN. (ii) Stabilisasi Harga. mengingat semakin terbatasnya dana Pemerintah di masa mendatang. yang kemudian dipakai untuk memperkuat CBP dalam rangka atasi instabilitas harga maupun intervensi pada situasi emerjensi--bencana alam maupun bencana ciptaan manusia-dimana pasar lumpuh dan tidak berfungsi. Keempat pilar itu. Dengan kondisi ini gerak lembaga Bulog akan lebih fleksibel dan hasil dari aktivitas usaha sebagian dapat digunakan untuk mendukung tugas publik. hasil dari aktivitas bisnis sebagiannya dapat mendukung tugas publik. Ketiga. di samping itu. 09:32 . Kelima. HPP terkait dengan pengadaan DN. Bulog dapat memberikan kontribusi operasionalnya kepada masyarakat sebagai salah satu pelaku ekonomi dengan melaksanakan fungsi usaha yang tidak bertentangan dengan hukum dan kaedah transparansi. dapat juga melaksanakan fungsi bisnis yang tidak bertentangan dengan hukum dan kaidah transparansi. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap dana Pemerintah. akibat dari gangguan hama/penyakit. manakala suplai pangan dari produksi dalam negeri tidak mencukupi. dan kemandirian pangan akan lebih besar. Sejak 1998 pemanfaatan aset dan SDM menjadi kurang optimal (idle capacity). Oleh karena itu. reward and punishment (penghargaan dan hukuman) akan lebih mudah diterapkan. karena terkendala oleh berbagai peraturan operasional dan pendanaan yang melekat di LPND. serta pendapatan jutaan petani kecil yang tersebar di berbagai tempat di tanah air.setneg. Keempat. maka jaminan HPP dapat memperkecil risiko dalam berusaha tani padi. tetap dapat melaksanakan tugas publik yang dibebankan. optimalisasi pemanfaatan semua aset yang kini dikuasai termasuk di dalamnya SDM. dan mengurangi daya jangkau terhadap pangan. saling terkait dan memperkuat satu dengan yang lain. keterbatasan gudang swasta dan iklim yang kurang bersahabat. Pada saat pengeluaran rumah tangga masih dominan terhadap pangan.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June.

Stok pangan daerah apabila ada maka merupakan komplemen dari stok pangan nasional bukan sebagai penggantinya. sedangkan peran komersial amat kecil dengan memanfaatkan idle capacity dari aset maupun SDM Perum Bulog. dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga. maka mampu membuat menjadi perekat bangsa. pada umumnya terkonsentrasi pada usaha penguatan tugas publik. pengembangan UPGB (unit pengolahan gabah/beras) yang akan diarahkan ke processing modern. optimalisasi penggunaan aset serta pelaksanaan tugas yang dibebankan Pemerintah. Dengan manajemen stok yang tersentralisir dan dibiayai oleh Pemerintah pusat. umumnya mereka beresiko tinggi terhadap food insecurity. Bagaimana melakukan transformasi SDM yang masih berpola PNS ke SDM profesional untuk mendukung kerja PSO yang efisien. survey dan pemeliharaan kualitas. serta rendahnya produktivitas SDM dan kematian akibat penyakit infeksi karena lemahnya daya tahan tubuh.setneg. sehingga dapat melindungi rumah tangga rawan pangan dari malnutrition terutama energi dan protein. Perum Bulog tetap menguasai beras secara optimal (dirancang 1 juta ton beras) sebagai pipe line stock guna mengatasi hal-hal yang disebutkan di atas. tetapi juga pangan pokok lainnya. Oleh karena itu. maka akan memudahkan mengelola penyimpangan serta penyalurannya. Bulog dapat memanfaatkan peluang terhadap perubahan konsumsi pangan di masa mendatang. bukan sebaliknya. Kegiatan komersial diusahakan tidak jauh dari itu dan diupayakan terkait erat dengan pengembangan pangan suatu daerah. sebagai usaha untuk mengatasi bila terjadinya keadaan darurat seperti bencana alam. 2009. Khusus tentang kegiatan komersial. Raskin membuka akses secara ekonomi terhadap pangan. Bulog dapat ikut serta membangun sektor industri pangan. Kegiatan komersial Perum Bulog. serta merancang aktivitas komersial yang mampu memperkuat ketahanan pangan di daerah. Hal ini menjadi penting buat negara berkembang seperti Indonesia yang menghadapi persoalan masih dominannya masyarakat yang kekurangan energi dan protein. Selanjutnya adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan publik terhadap Bulog? Fokus utama Perum Bulog adalah tetap pelayanan publik. Itu terkait dengan manajemen di dalam lembaga Bulog.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. 09:32 . stok pangan yang dikelola secara terpusat. sehingga telah berakibat buruk terhadap kecerdasan anak-anak. sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Misalnya. Terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah Pemerintah menguasai stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog. dll. http://www. Raskin adalah program perlindungan sosial (social protection program) yang ditujukan buat rumah tangga miskin (targeted food subsidy).Sekretariat Negara Republik Indonesia melebihi tingkat yang wajar. bencana yang dibuat manusia seperti pengungsian.go. serta memodernisasi pengolahan dan pascapanen. Tugas publik tersebut tentu tidak terbatas hanya pada komoditas padi/beras. Tantangan yang Dihadapi Perum Bulog Setidak-tidaknya ada 3 tantangan besar yang dihadapi Bulog di masa menengah ini. serta bersinerji pula dengan tugas PSO.

efisiensi. 09:32 . optimalisasi penggadaan dalam negeri serta pemindahan stok. Sedangkan tantangan di dalam organisasi Perum Bulog meningkatkan profesionalisme antara lain: Bagaimana menempatkan para pejabat berdasarkan pada pertimbangan keahlian sesuai dengan rekomendasi dari lembaga penilai independen untuk menghindari http://www. membangun profesionalitas SDM serta mengoptimumkan sumber daya serta infrastruktur yang ada. Dengan berkembangnya peranan Perum Bulog. 2009. diharapkan akan meningkatkan kinerja pelayanan publik. dan pemeliharaan stok? Bagaimana menerapkan perencanaan modern dalam perusahaan. Tantangan dalam peningkatkan efisiensi meliputi antara lain: Bagaimana memperbaiki manajemen dan menerapkan manajemen modern dengan memberi perhatian lebih kepada peningkatan efisiensi pengelolaan melalui pengendalian volume stok. sehingga lembaga Perum dapat berjalan secara sehat dan efisien? Bagaimana merancang pembangunan industri pangan dan modernisasi industri pengolahan sehingga mampu meningkatkan nilai tambah yang dapat dinikmati tidak hanya oleh perusahaan tetapi juga masyarakat luas sekitarnya? Hal itu akan memperkokoh ketahanan pangan serta pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. dan profesionalisme. serta terbebas dari pengaruh partai politik.go. biaya perawatan. dan monitoring serta evaluasi secara reguler sebagai salah satu cara pengendalian perusahaan/tugas publik? Bagaimana kebijakan Pemerintah dalam penyediaan dana atas tugas-tugas PSO yang dibebankan ke Bulog.Sekretariat Negara Republik Indonesia Oleh karena itu. transparan.setneg. sehingga akan menurunkan beban bunga bank. Berbagai strategi dirancang untuk memperkuat dan memperkokoh industri pangan seperti peningkatan efisiensi. peran Bulog ke depan diarahkan untuk memperkokoh industri pangan yang mampu mendorong pembangunan perdesaan.

karena dampak pemanasan global dan lebih seringnya terjadi El Niño. Kita belum lagi mempunyai terobosan teknologi yang mampu mempercepat laju peningkatan produksi di tingkat petani. susut masih tetap tinggi. Kebijakan harga ini merupakan salah satu faktor yang menentukan peningkatan produksi. Tanah yang subur berkurang karena konversi lahan ke penggunaan nonpertanian cukup besar. Sementara itu.setneg. khususnya petani padi. salah satu susut pascapanen yang tertinggi di Asia. Data kependudukan menunjukkan bahwa tiga dari lima orang Indonesia masih tinggal di pedesaan dengan usaha tani sebagai sumber penghasilan.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. potensi produksi maksimal sudah tercapai di sebagian besar wilayah. telah menjadi kepedulian kita semua sejak lama. maka akan membuat petani percaya diri untuk melakukan investasi yang diperlukan dalam rangka meningkatkan produksi. Pada pascapanennya. Hampir seluruhnya usaha tani padi mereka lakukan secara subsisten dan turun menurun. tanpa pilih kasih? Bagaimana mendorong dan merancang agar mampu mengembangkan SDM profesionalisme dan mendorong pemanfaatan IPTEK dalam perusahaan? Peningkatan kesejahteraan petani. Respon terhadap penggunaan pupuk juga tidak sebesar dekade 1970-an pada saat terjadi Revolusi Hijau. Petani akan membeli benih yang berkualitas dan pupuk berimbang.Sekretariat Negara Republik Indonesia penilaian subyektif? Bagaimana menerapkan reward and punishment secara ketat dan terukur. Dari aspek harga. 2009. tantangan yang kita hadapi tidaklah sederhana dan mudah. Tantangannya berat karena sebagian besar petani padi Indonesia adalah petani berskala kecil. Padi adalah tanaman yang membutuhkan air cukup besar namun ketersediaan air pada musim kemarau semakin terbatas. Demikianlah tantangan berat yang kita hadapi dalam rangka mendorong produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam hal ini Perum Bulog memberikan kontribusi nyata bagi upaya peningkatan kesejahteraan petani padi dengan memberikan jaminan harga yang layak bagi petani. Tidak sederhana dan tidak mudah. Kita menyadari bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 09:32 . Penurunan tren produktifitas telah mengakibatkan kelambatan pertumbuhan produksi sejak dekade 1990-an. Di masa depan. jika harga gabah dan beras cukup menarik dan stabil.go. http://www. Mereka juga akan merawat tanaman sebaik-baiknya dengan harapan akan dapat diperoleh hasil yang menguntungkan. petani tanpa lahan dan buruh tani. Dengan keseluruhan areal panen padi kurang dari 12 juta hektar. sumber daya yang tersedia untuk usaha tani padi tidak lagi sebesar dua atau tiga dekade yang lalu. kemungkinan besar produksi akan lebih berfluktuasi. Upah buruh usaha tani juga cenderung meningkat.

kebijakan harga harus ditetapkan dengan hati-hati. Di dalam sektor pertanian. Jumlah dana yang mengalir ke pedesaan selama periode pengadaan tersebut sekitar Rp. Pemerintah.setneg. Sedangkan petani net producer adalah petani dengan jumlah produksi yang lebih besar daripada konsumsinya. baik untuk beras maupun gabah. Harga beras yang tinggi akan berdampak positif bagi petani padi yang net producer.Sekretariat Negara Republik Indonesia Dengan program pengadaan dalam negeri yang mengacu pada ketentuan harga pembelian Pemerintah.go. Sebaliknya. Sebagian besar beras Raskin ini didistribusikan di wilayah pedesaan yang sebagian besar penduduknya petani miskin. Dengan demikian. yaitu apakah rumah tangganya sebagai net consumer atau net producer beras. harga beras akan mempengaruhi keputusan petani untuk menentukan jenis tanaman dan pola tanaman yang paling menguntungkan. baik di dalam sektor pertanian maupun terhadap ekonomi. diperkirakan hanya 1/3 petani produsen skala besar yang memperoleh manfaat jika terjadi kenaikan harga beras yang tinggi. mereka akan selalu tergantung kepada kestabilan akses ekonomis dan fisik terhadap beras. Aliran uang ini akan mendorong roda pembangunan pedesaan dengan melalui dampak gandanya dalam bentuk penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan. Program Raskin sebagai program pendistribusian beras untuk masyarakat miskin secara langsung pada kelompok sasaran merupakan upaya yang terbaik untuk mengatasi masalah rawan pangan. dampak gejolak kenaikan harga terhadap pendapatan riil petani net consumer dapat dihindari sebesar mungkin. 6-7 trilyun. Rumah tangga petani yang berstatus net consumer adalah petani dengan jumlah produksi selama setahun lebih kecil daripada jumlah konsumsi per tahun. harga beras memainkan peranan yang sangat penting dalam transformasi struktural. 2009. 09:32 . Sebagai rumah tangga miskin. bagi petani dengan status net consumer. Perum Bulog melakukan penyerapan surplus petani kurang lebih 2 juta ton selama periode pengadaan Maret hingga Juni. Diharapkan dengan adanya program ini. Bagi 2/3 petani yang net consumer. Dalam situasi tidak terjadi krisis ekonomi. Kebijakan harga dan penyerapan surplus produksi tersebut juga tidak akan banyak berarti jika tanpa dilengkapi dengan kebijakan nonharga. beras merupakan komoditi pangan paling penting. http://www. Pengaruh harga beras terhadap kesejahteraan rumah tangga petani secara individual akan tergantung pada statusnya. harga beras sangat menentukan tinggi rendahnya pendapatan riil mereka. khususnya selama periode di luar panen. Program ini bersifat targeted dimana beras bersubsidi ini hanya diberikan kepada rumah tangga miskin yang berhak. harga beras yang terlalu tinggi akan memberikan dampak negatif saat petani tersebut harus membeli beras dari pasar.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. Dengan demikian. Dengan demikian. Lebih jauh lagi. rumah tangga miskin mengeluarkan 20-25 persen dari pengeluaran rumah tangga untuk membeli beras. akan membuat pendapatan riil mereka berkurang dan membuka kemungkinan mereka menjadi lebih miskin. Mengingat demikian rentannya rumah tangga miskin terhadap gejolak harga beras. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa diperkirakan kurang lebih 2/3 petani di Jawa adalah net consumer. Harga yang ditetapkan Pemerintah juga tidak boleh terlalu tinggi sehingga merugikan konsumen berpendapatan rendah. Untuk konsumen berpendapatan rendah tersebut. harga yang tinggi. melalui Perum Bulog melaksanakan program pemberian beras bersubsidi untuk rumah tangga miskin (atau Program Raskin).

bahwa kalau petani kecil hanya terfokus pada beras. 2009. misalnya hanya dengan swasembada beras. Perlu menjadi perhatian bersama.  Penutup Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kerawanan pangan dan gizi tidak bisa dipecahkan dari sisi suplai semata.id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. bukanlah diwakili oleh kebijakan beras. dsb. Dalam hal ini. Demikian juga. tetapi lebih luas dari itu. kita harus mengadopsi kebijakan yang pro poor growth. Cina. hal ini tidak akan menjamin peningkatan pendapatan maupun ketahanan pangan RT petani yang bersangkutan. kerawanan pangan dan gizi bukanlah terletak pada beras saja. terutama konsumen berpendapatan rendah. tapi juga negara-negara lain di Asia. yaitu (1) pada tingkat harga berapa yang tetap dapat melindungi kepentingan konsumen namun tetap menjaga dan memberi insentif yang cukup bagi petani untuk tetap berproduksi. Selama ini baru terbatas pada kebijakan perberasan. untuk mensinergikan dan membuat prioritas terhadap berbagai kebijakan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan gizi. dan melupakan pangan lain adalah sama kelirunya dengan memberi perhatian pada pangan nonberas. (2) dan bagaimana bisa memperoleh kepastian http://www. Hal ini akan mencegah kebijakan yang terpilah-pilah dan berjalan sendiri-sendiri. namun mengabaikan beras. Operasi Pasar ini bersifat general subsidy. kebijakan pangan. Berbeda dengan Raskin. Oleh karena itu. atau Menko Perekonomian. India. Indonesia perlu menyusun road map tentang kebijakan pangan yang komprehensif. sehingga menyulitkan untuk mengantisipasi hambatannya serta merancang solusinya. Beras tetap sebagai komoditas penting dan strategis. Perum Bulog juga melaksanakan Operasi Pasar. tidak saja di Indonesia. Evaluasi sering dirancang secara ad hoc dan amat sektoral.setneg. Memberikan perhatian berlebih pada satu komoditas pangan yaitu beras. Kenaikan pendapatan di sektor pertanian penting untuk mengurangi kemiskinan terutama di pedesaan. meninggalkan beras bukan pula solusi untuk peningkatan pendapatan dan ketahanan pangan. 09:32 . Kegiatan ini dilakukan untuk mengendalikan lonjakan harga sehingga harga di pasar konsumen berada pada tingkat yang wajar dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.Sekretariat Negara Republik Indonesia Di samping Program Raskin. sementara kenaikan pendapatan nonpertanian di pedesaan sangat penting untuk keluar dari kondisi kemiskinan. well balanced dan cocok serta mampu meningkatan ketahanan pangan. pemerintah harus mengambil dua kebijakan yang penting. Diharapkan konsumen berpendapatan rendah dapat terhindar dari dampak kenaikan harga yang akan mempengaruhi pendapatan riil mereka. Dengan road map tersebut akan memudahkan lembaga Pemerintah yang ada seperti DKP (Dewan Ketahanan Pangan). Dengan kata lain. Bappenas. Kebijakan ketahanan pangan. dalam rangka melindungi konsumen dari dampak negatif lonjakan harga selama periode paceklik. seperti Malaysia.go. Filipina. Dan sebaliknya. jangan direduksi menjadi hanya kebijakan beras. Kelemahan lainnya adalah berbagai kebijakan yang terkait dengan ketahanan pangan jarang dievaluasi dan dimonitor oleh lembaga independen.

id Sekretariat Negara Republik Indonesia 9 June. MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) berupa bubur bagi bayi berusia 12-24 bulan. akan tetapi lebih disebabkan oleh karena masyarakat tidak dapat melakukan pengawasannya secara fisik. Sebagai operator. 2009. pemberian kapsul yodium di daerah endemik berat dan sedang. 2  Sebagai perusahaan terbesar dalam industri perberasan nasional. membuka perdagangan seratus persen sama kelirunya dengan menutup seratus persen. bukan karena semuanya berjalan baik tanpa penyimpangan. pada awalnya begitu heboh diberitakan di media massa. karena uang tersebut dikirim langsung melalui sekolah atau ke rumah tangga sasaran. Kita perlu menciptakan kondisi yang dekat dengan self sufficiency. kebijakan Perum Bulog akan diikuti oleh perusahaan lain. tetapi tetap dalam batas-batas yang dapat dipertanggungjawabkan jumlah dan waktunya. tanggal 1 September 2007. Bulog berharap kepada Pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatannya sehingga program Bulog dapat meningkatkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Berbagai kelemahan dan kekurangannya luput dari pengamatan karena masyarakat luas tidak bisa mengamati proses pelaksanaannya secara fisik. http://www. Misalnya. Demikian juga BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang dirancang akhir 2005. 09:32 . Kita tidak bisa menutup perdagangan beras seratus persen. 3    Program bantuan uang kas untuk pendidikan misalnya. 1  Berbagai program telah dan terus disempurnakan seperti penajaman sasaran dan jenis pangan yang diberikan.setneg. 2004). Kita akan butuh ongkos yang mahal dan tidak reasonable dalam kondisi saat ini yang penuh dengan tekanan dari internasional maupun dalam negeri. tidak mudah dalam mengontrol jumlah.Sekretariat Negara Republik Indonesia bahwa harga yang stabil akan mampu memenuhi tujuan harga pangan yang wajar untuk RTM dan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan petani. dan makanan tambahan seperti pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi untuk balita. ______________________________ Transkripsi Orasi Ilmiah Direktur Utama Perum Bulog pada Sidang Terbuka Institut Pertanian Bogor dalam rangka Dies Natalis ke-44. ketepatan sasaran.go. dimana impor beras tidaklah tabu. Program ini paling sedikit diberitakan di media massa. Dan sebaliknya. dan waktu penyampaian. dan upaya mendorong konsumsi garam beryodium (Azwar. Kita perlu meminimalkan biaya sosial dan politik kalau harga beras terlalu tinggi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful