HAKIKAT MANUSIA

Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Psikologi Pendidikan Dosen Pengampu : Drs. Baidi, M.Pd

Disusun Oleh : Nur Haji Syahid Nur Hastuti Qonaah Nur Laili Rahmatulloh SP (26.09.3.1.192) (26.09.3.1.193) (26.09.3.1.207) (26.09.3.1.209)

JURUSAN TARBIYAH PROGRAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) 2010

BAB II PEMBAHASAN A. Manusia sebagai makhluk hidup Manusia selain makhluk biologis yang sama dengan makhluk hidup lainnya, juga makhluk yang mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan dari makhluk hidup lainnya. Kita tidak dapat menjadikan manusia hanya sebagai obyek seperti pandangan kaum materialis, tetapi kita juga tidak dapat mempelajari manusia hanya dari kesadarannya saja seperti pandangan kaum idealis. Manusia adalah obyek yang sekaligus juga sebagai subyek. Menurut E. Cassirer, Manusia adalah Makhluk simbolis. Menurut plato, manusia harus dipelajari bukan dalam kehidupan pribadinya, tetapi dalam kehidupan sosial dan kehidupan politiknya. Sedangkan menurut faham filsafat Eksistensialisme, manusia adalah eksistensi. Manusia tidak semata-mata tunduk pada kodratnya dan secara pasif menerima keadaannya, tetapi manusia secara sadar dan aktif menjadikan dirinya sesuatu. Proses perkembangan manusia sebagian ditentukan oleh kehendaknya sendiri, berbeda dengan makhluk lainnya yang sepenuhnya tergantung pada alam. Ilmu yang menyelidiki dan memandang manusia dari segi fisik Antropologi Fisik. Manusia dari sudut pandang Antropologi Budaya. Sedangkan yang memandang manusia dari segi ada atau dari segi hakikat disebut Antropologi Filsafat.1 Berbicara mengenai apa manusia itu, ada 4 aliran yaitu : 1. Aliran serba Zat

1

Sarwono, wirawan, sarlito. Pengantar Umum Psikologi. Jakarta: PT. Bulan

Bintang. 1996.

yang keduanya berinteraksi membentuk yang disebut manusia. Jadi badan tidak berasal dari ruh. sedangkan badan adalah penjelmaan atau bayangannya saja. maka pertumbuhannya berproses dari materi juga. nyawa. atau penjelmaan dari ruh. Alam adalah zat atau materi. sehingga tidak dapat disentuh atau dilihat oleh panca indra. semangat. dilukiskan. sukma. dan . 4. Masing-masing merupakan unsur asal yang tidak tergantung satu sama lain. Sel telur dari sang ibu bergabung dengan sperma sang ayah. dan manusia adalah unsur dari alam. Materi hanyalah penjelmaan ruh. Dalam perwujudannya. Aliran dualisme (gabungan dari aliran zat dan aliran ruh). Adapun zat itu adalah manifestasi dari ruh di dunia. sebaliknya ruh tidak berasal dari badan. Zat atau materi itulah hakikat dari sesuatu. tumbuh menjadi janin yang akhirnya ke dunia sebagai manusia. perupaan. Aliran Eksistensialisme. Bahwa manusia terdiri dari 2 substansi yaitu jasmani dan rohani (badan dan ruh).Bahwa yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah zat atau materi. Manusia sebagai makhluk materi. Ficthe berkata bahwa segala sesuatu yang lain (selain dari ruh) yang ada dan hidup hanyalah suatu jenis. manusia itu serba dua. jasad dan ruh. Sebab. dan sebagainya. Aliran serba Ruh Bahwa segala hakikat sesuatu yang ada di sunia ini ialah Ruh. Istilah-istilah lain dari ruh yang hampir sama ialah jiwa. 2. hanya perilaku yang tampak yang dapat diukur. Ruh adalah sesuatu yang tidak menempati ruang. Maka darsi itu hakikat manusia adalah zat atau materi. Manusia menurut Aliran Behaviorisme Behaviorisme menganalisis manusia hanya dari segi perilakunya yang tampak. 3. Menurut aliran eksistensialisme manusia dibagi: 1. Ailiran ini menganggap bahwa ruh adalah hakikat. perubahan.

psikologi adalah sains.dijelaskan. seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Dari aliran ini muncul konsep manusia adalah Skema perilaku dan pengetahuan ala Behaviorisme Perilaku Melahirkan Pengalaman Yang membawa Belajar Yang memungkinkan adanya Pengetahuan . Teori yang paling menonjol dalam aliran behaviorisme mengenai manusia adalah teori belajar. Aliran ini hanya menganalisis bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh lingkungannya. Menurutnya. sedangkan sains hanya berhubungan dengan apa saja yang dapat diamati secara kasat mata. Menurut Behaviorisme. kecuali instinknya. makhluk mesin.

Pikiran dan perasaan manusia bukan penyebab perilaku. Demikian pandangan aliran Behaviorisme terhadap manusia. Warna mental yang dimiliki oleh manusia dalam hidupnya merupakan hasil pengalaman. 2. kepribadiannya dan tempramennya. Empirisme menyatakan bahwa pada saat lahir.Yang berperan utama Dalam penentuan Perilaku Behaviorisme merupakan aliran psikologi yng berinduk kepada empirisme. terhadap kesadaran manusia. adalah aliran ilmu jiwa yang tidak peduli dengan jiwa. behaviorisme mengalami beberapa kekurangan. Behaviorisme menurut Jalaluddin Rakhmat (1996). Secara psikologis. Behaviorisme gagal menjelaskan dimensi perilaku manusia yang lebih kompleks. Manusia dibentuk oleh pelaziman atau pengalaman2 Akibat ketidakpedulian 1. manusia tidak memiliki warna mental. Behaviorisme tidak peduli dengan terhadap kesadaran manusia. kesadaran manusia adalah perkara nonindrawi yang berada diluar area psikologi sebagai sains. Sebab. pengalaman indrawi menurut empirisme menentukan perilaku manusia. 2 ibid . Pengalaman adalah satu-satunya jalan memiliki pengetahuan. yaitu: Behaviorisme gagal memasukkan data dari pengalaman subjektif individu yang sangat berarti bagi dirinya. Pandangan ini sangat kontras dengan aliran plato yang menyatakan bahwa ide menghasilkan pengetahuan bukan pengalaman.

Stimulus adalah segala sesuatu objek yang bersumber dari lingkungan. Id bersifat egois. bukan pada peristiwa hipotesis yang terjadi dalam diri individu. seperti observasi. testing. Ia merupakan seorang ahli neurologi. Oleh karena itu. Aliran ini pertama dikembangkan tahun 1890-an oleh Sigmund Freud. Ego . Psikologi harus menggunakan metode empiris. conditioning. penganut aliran behaviorisme menolak adanya aspek-aspek kesadaran atau mentalitas dalam individu. Ini adalah tabiat hewani manusia. tidak bermoral. Watson (1913) yang menganggap psikologi sebagai bagian dari ilmu kealaman yang eksperimental dan objektif. 2. sedangkan respons adalah segala aktivitas sebagai jawaban terhadap stimulus. bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan ingin segera memenuhi kebutuhannya. yaitu aliran psikologi yang mencari sebab-sebab perilaku manusia pada alam tak sadarnya. Behaviorisme merupakan salah satu aliran psikologi yang menyakini bahwa pengkajian perilaku individu harus dilakukan terhadap setiap aktivitas individu yang dapat diamati. Psikoanalisis dikenal juga dengan depth psychology. yaitu konsep stimulus dan respons dalam psikologi. Kelahiran behaviorisme sebagai aliran psikologi formal diawali oleh J. Psikoanalisis memerhatikan struktur jiwa manusia.3. Teori utama dari Watson. 2. Manusia menurut Aliran Psikoanalisis Psikoanalisis disebut-sebut sebagai kekuatan pertama dalam aliran psikologi.B. Freud menjelaskan bahwa perilaku manusia adalah hasil interaksi tiga subsistem struktur mental manusia. dan tidak mau tahu dengan kenyataan. dan verbal reports. Id Menurut Freud. yaitu: 1. Behaviorisme gagal menjelaskan nilai dan makna dalam eksistensi manusia dan cara manusia berhubungan dengan sesama.

Ego berfungsi menjembatani tuntutan id dengan realitas dunia luar. mendistorsi. Superego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang didesak oleh id. Superego sebagai komponen sosialnya. Asal-usul psikologi kognitif terlacak sampai pada aliran rasionalisme dalam filsafat. bukan piranti-piranti indrawi. Jiwalah yang menafsirkan secara aktif pengalaman indrawi. Ego adalah mediator hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. menurut Psikoanalisis. mengolah. Manusia menurut Aliran Kognitif Psikologi kognitif merupakan modifikasian dari behaviorisme yang tidak dapat menjawab seluruh hal ihwal manusia. 3. Jelasnya. . 3. Rene Descartes. menafsirkan. Ego sebagai komponen psikologisnya. sebagi nenek moyang aliran kognitif menyimpulkan bahwa jiwalah yang menjadi alat utama pengetahuan. dan mencari makna. dan menggunakan informasi. Kant. Superego merupakan hati nurani yang membentuk dari norma-norma sosial dan kultural masyarakat. Manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk yang bereaksi secara pasif pada lingkungan. Immanuel Kant. bahkan Plato. disebut-sebut para pioner psikologi ini. Jiwalah yang menafsirkan. Manusia adalah makhluk yang berusaha memahami lingkungan. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud yang rasional. Superego Superego merupakan reservoir kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap oleh individu dari lingkungannya. Secara aktif. ia dapat memperhatikan. Ia adalah pengolah informasi dan pemecah masalah. Manusia tidak lagi seperti mesin. seluruh perilaku manusia merupakan hasil interaksi antara Id sebagai komponen biologisnya. Psikologi kognitif memandang manusia bukan sekedar makhluk pasif yang tunduk sepenuhnya pada lingkungan.Ego merupakan pengawas realitas.

sedangkan psikoanalisis memosisikan manusia sebagai makhluk yang hanya dipengaruhi oleh naluri primitifnya. Lewin menyebut seluruh gaya psikologis yang mempengaruhi manusia dengan istilah ruang hidup (life space). Behaviorisme memosisikan manusia sebagai robot tanpa jiwa. aktualisasi diri. seperti cinta. Kedua aliran psikologi ini tidak menganggap manusia sebagai makhluk yang memiliki kelebihan. 4. cinta. Manusia menurut Aliran Humanistik Psikologi humanistik muncul pada pertengahan abad ke-20 sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Ruang hidup terdiri dari tujuan dan kebutuhan individu. kesehatan. Pada akhir 1950-an. nilai. Keduannya dianggap telah mereduksi manusia sebagai mesin atau makhluk yang rendah. kreatifitas. semua faktor yang disadarinya. para ahli psikologi. harapan. Revolusi pertama dan kedua adalah psikoanalisis dan behaviorisme. makna. dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. individualitas. . Keduannya tidak bisa menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positif dan menentu. Psikoanalisis dan behaviorisme tidak memosisikan manusia sebagai manusia. seperti self (diri). dan kesadaran diri.Aliran kognitif lebih berwarna ketika dikembangkan oleh seorang psikologi Jerman bernama Kurt Lewin. seperti Abraham Maslow. Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an. Kekosongan inilah yang diisi oleh psikologi humanistik. dan pertumbuhan pribadi. Lewin menyebutkan bahwa perilaku manusia harus dilihat konteksnya.. Carl Rogers. Psikologi humanistik dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi. hakikat. dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi professional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia. Lewin merumuskan secara pasti perilaku manusia merupakan hasil interaksi antara dirinya dengan ruang psikologisnya.

otonomi. 2. psikologi humanistik sangat memerhatikan dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitikberatkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya. dan pemaknaan. 2) Pemikiran Abraham Maslow (1950). yaitu: 1) Snyggs dan Coms (1949) dari kelompok fenomenologi mengkaji tentang persepsi. yang menfokuskan pada kebutuhan psikologis tentang potensi-potensi yang dimiliki manusia. melainkan dari persepsinya terhadap suatu kejadian. 4.Dalam mengembangkan teorinyam. Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain. Manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna. Mereka percaya bahwa seseorang akan berperilaku sejalan dengan apa yang dipersepsinya. telah membantu kita dalam memahami motivasi dan aktualitas diri seseorang. tanggung jawab personal. yang merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan humanistik. 5. nilai-nilai. Beberapa ahli psikologi telah memberikan sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan psikologi humanistik. Manusia memiliki keunikan tersendiri dalam hubungan dengan manusia lainnya. Dalam hal ini James Bugental (1964) mengemukakan lima dalil utama psikologi humanistik. Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihanpilihannya. nilai. Menurut mereka. Ia menyebutkan pula bahwa setiap manusia dapat memikirkan perasaan- . 3. Keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen. realitas bukanlah sesuatu yang melekat dari kejadian itu sendiri. yaitu: 1. dan kreatifitas. tujuan. 3) Morris (1954) meyakini bahwa manusia dapat memikirkan proses berfikirnya sendiri kemudian mempertanyakan dan mengoreksinya.

serta menekankan pentingnya sikap tulus. dan ketrampilan. Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. dan tanpa pransangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Hasil pemikiran psikologi humanistik banyak dimanfaattkan untuk kepentingan konseling dan terapi. 5. 4) Carl Rogers berjasa besar dalam mengantarkan psikologi humanistik untuk diaplikasikan dalam pendidikan. Ia memfokuskan pada hubungan emosional antara guru dan siswa. Pengembangan aspek emosional. psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education).. manusia dapat berusaha menjadi lebih baik. Manusia menurut Psikologi Islam . mental. Ia mengembangkan satu filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan pemaknaan personal selama berlangsungnya proses pembelajaran melalui upaya menciptakan iklim emosional yang kondusif untuk membentuk pemaknaan personal tersebut. Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi. yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya. Berkenaan dengan epistemologinya.perasaannya dan memiliki kesadaran akan dirinya. teori-teori humanistik dikembangkan lebih berdasarkan pada metode penelitian kualitatif yang menitikberatkan pada pengalaman hidup manusia secara nyata. Salah satunya yang sangat populer dari Carl Rogers dengan client-centered therapy. Dengan kesadaran dirinya. Rogers meyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. saling menghargai. sosial.

. yaitu: 1. Filsafat Pendidikan Islam. Jiwa adalah bagian daalam manusia yang termulia. Jiwa Tumbuh-tumbuhan Jiwa tumbuhan merupakan kesempurnaan awal bagi tubuh yang bersifat alamiah dan mekanistik. Daya generatif adalah daya yang mengolah potensi-potensi reproduksi yang telah tersedia secara lengkap dalam tubuh manusia. Dra. Jiwa tumbuh-tumbuhan manusia memiliki tiga daya. a. Manusia adalah kesatuan jiwa dan raga. makanan yang masuk ke dalam tubuh manusia dijadikan sebagai pembaharu unsur tubuh rusak.1994. daya nutrisi adalah daya yang mengubah makanan menjadi bentuk tubuh. seperti Al-Muhasibi. Bukan sekedar kumpulan tulang dan daging yang dibungkus oleh kulit. Jakarta : Bumi Aksara. c. Para Psikologi Islam. 2.3 Ibn Sina menyebutkan bahwa dalam diri manusia terdapat tiga unsur jiwa. Melalui daya ini. dan Al-Ghazali memandang manusia adalah makhluk bermakna yang memiliki potensi fisik dan metafisik. manusia adalah makhluk yang dimuliakan aloh penciptanya. Secara asli. Jiwa Hewani 3 Zuhairini. dan menempatkan sebuah informasi. Jiwa yang ada dalam diri manusia bersifat suci bukan materi. Jiwa adalah titipan Illahi yang suatu saat akan diambil. Abu Thalib Al-Makki. b. Daya penumbuh adalah daya yang menambah kesesuaian seluruh bagian tubuh yang diubah karena makanan. Jiwa inilah yang dapat menangkap pengetahuan. sedangkan raga adalah sisi hewani yang digerakkan oleh jiwa tersebut.Psikologi Islam lebih terwakili oleh sufi yang ahli dalam menelisik sisi nonragawi manusia. dkk. Jiwa dapat mendistorsi. memilih. At-Tustari.

Ahli mantic (logika) menyatakan bahwa manusia adalah “Hayawan Natiq” (manusia adalah hewan berpikir). Hakikat Manusia dalam Pandangan “Psikologi” Memahami makhluk Tuhan yang bernam manusia sungguh sangat sukar. bersikap dan bertindak serta bergerak4 4 Zakcy Syata. Berbagai macam pandangan para tokoh mengenai manusia. Jiwa ini dapat menangkap berbagai parsialitas dan bergerak karena keinginan. Disebut juga perilaku moral. merasa. humanisme dan kebahagiaan pada pihak-pihak lain. menangis. yaitu daya motorik dan daya sensorik. atau makhluk yang selalu atau sewajarnya melahirkan rasa senang. Jiwa rasional dibagi pada dua daya. Daya akal teoretis Daya yang terdiri dari perkara-perkara universal yang nonindrawi.Potensi kesempurnaan bagi manusia yang bersifat mekanistik. Filsafat Manusia (Terbit Terang : Surabaya). Daya akal Praktis Cenderung mendorong manusia memuaskan perbuatan yang pantas dilakukan atau ditinggalkan. berjalan.9 . seorang ahli filsafat yaitu Ibnu Khaldun menyatakan bahwa manusia itu madaniyyun bi al-thaba atau manusia adalah makhluk yang bergantung kepada tabiatnya. Jiwa ini mempunyai dua daya. Mengenai sifat makhluk yang bernama manusia itu sendiri yakni bahwa makhluk itu memiliki potensi lupa atau memiliki kemampuan bergerak yang melahirkan dinamisme. berbicara. B. b. Jiwa Rasional Daya yang mengartikulasikan berbagai objek dan pesan. 3. Sedangkan Aristoteles berpendapat bahwa manusia adalah “zoon political” atau “political animal (manusia adalah hewan yang berpolitik). Ini merupakan potensi alamiah yang dapat memersepsi potret-potret universal nonmaterial (termasuk pengetahuan). Dan juga manusia itu pada hakikatnya merupakan makhluk yang berfikir.hal. yaitu : a.

Mengenai manusia ada beberapa filosof yang berbeda pendapat 2. Thomas Aquinas Ia berpendapat bahwa yang disebut manusia sebagai pribadi adalah makhluk individual. 3. tetapi badan itu disamping berguna sekaligus juga memberati usaha jiwa untuk mencapai kesempurnaan. Immanuel Kant . Beliau berpegang teguh bahwa pengetahuan ilmiah hanya dapat dicapaidengan titik tolak pengalaman indrawi yaitu penglihatan. David Hcme Berbicara mengenai pribadi dalah idntitas diri yaitu kesamaan jati diri manusia dalam kaitannya dengan waktu. kalau hidup. Sedangkan yang dimaksud pribadi adalah masing-masing manusia individual : manusia yang konkret dan yang riil dan juga mempunyai kodrat yang rasional. Plato Menurut Plato. 5. perabaan. jadi manusia mempunyai Praeksistensi yaitu sudah ada sebelum dipersatukan dengan badan dan jatuh kedunia ini. jiwa tidak berada lebih dulu sebelum manusia atau pribadi adalah jiwa sendiri. penciuman. Manusia adalah suatu substansi yag komplit terdiri dari badan (material) dan jiwa (forma). ialah makhluk yang merupakan kesatuan antara jiwa dan badan. yaitu kembali kepada dunia “ide”. Sedangkan badan oleh Plato yang disebut sebagai alat yang berguna sewaktu masih hidup didunia ini. pencicipan dan pendengaran. 4. Sedangkan jiwa berada sebelum bersatu dengan badan. karena kegagalan jiwa untuk memusatkan perhatianya kepada dunia “ide”.A. martabat manusia sebagai pribadi tidak terbatas pada mulainya jiwa bersatu dengan raga. Persatuan jiwa dengan badan merupakan hukuman.

Jiwa Manusia Jiwa manusia sering dimengerti sebagai suatu benda halus atau suatu makhluk halus yang merasuki. kemampuan abstraksi disisni berfungsi rasiio atau budi ssebagai yang menjalankan pemerintah atas keseluruhan ataupun bagian-bagian didalam manusia. didalam manusia mengandaikan dukungan dari taraf-taraf yang lebih rendah. Didalam manusia terdapat 2 sumber bagi munculnya kebaruan yang satu merupakan hasil dari koordinasi yang ketat dari tubuh manusia sebagaimana juga 5 Hardono Hadi. yaitu taraf anarganik (benda mati) taraf vegetatif (tumbuhan) dan taraf sensitive (binatang).Memahami pribadi yaitu sesuatu yang sadar akan identitas numeric mengenai dirinya sendiri pada waktu yang berbeda-beda beliau percaya bahwa identitas diripun tidak dapat dipergunakan untuk menyanggah keyakinan bahwa segala sesuatu didunia ini selalu mengalir berganti. Kemampuan itu disebut kemampuan abstraksi.. John Dewey “pribadi” berarti seseorang bertindak sebagai wakil dari suatu group atau masyarakat. Jati Diri Manusia (Kanisius : Yogyakarta.5 1. Taraf tertinggi yaitu rasional. Dalam taraf rasional atau manusia pembaharuan merupakan peristiwa yang terus menerus terjadi. karena didalam diri manusia terdapat kesadaran intelektual yang mempunyai kemampuan sangat efektif untuk menyederhanakan pengalaman dan memberi tekanan kepada segi yang dianggap pentingsambil menyingkirkan yang dianggap tidak relevan.32-37 . Terkadang pula jiwa manusia digambarkan atau dibayangkan persis seperti tubuhnya hanya saja tidak bissa diraba atau ditangkap sifat dari jiwa juga tergantung pada tarafnya. 6. Seorang individu hanya bisa disebut pribadi kalau ia mengemban dan menampilkan nilai-nilai social masyarakat tertentu. meresapi serta menggunakan badan untuk mewujudkan cita-cita jiwawi. hal. Pembaharuan menjadi begitu efektif didalam sejarah kehidupan manusia. 1996).

Masalah-masalah tesebut dibagi 2 kategori.terdapat pada binatanng.6 Mengenai kedudukan manusia yang palinng menarik adalah sendiri dalam lngkungan yang diselidiki pula. masalah yang kemballi kepada keperluan-keperluan pribadi yang mendesak dan masalah 6 7 Ibid. hal. ketakutan. 88-93 Poejdja Wijatna. Manusia dengan Alamnya (Bina Aksara : Jakarta. dan yang lain dari identitas yang hebat dari fungsi intelektual. hidup adalah aktivitas. Masalahmasalah termaksud harus dipecahkan dengan berhasil untuk menjadikan manusia itu sesuatu yang sukses. pengalaman mental mempunyai dasarnya didalam pengalamn fisik. Jiwa manusia adalah kesatuan kompleks dari kegiatan mental. jiwa manusia adalah keseluruhan kompleks kegiatan mental dari taraf yang paling rendah sampai yang palling tinggi emosi. dari yang paling rendah ke yang bersifat intelektual. penyesalan. penilaian dari macam-macam pengalaman mental innilah yang merupakan unsure-unsur pembentukan “jiwa manusia”. dan jiwa manusia itu ditandai dengan mental.7 Bicara masalah hidup manusia itu memang unik. 50 . 1983). kenikmatan. yaitu masalah immediate problem dan masalah asasi(utimmate problems) Immediate problems ialah masalah-maslah praktis sehari-hari . Badan juga berfungsi sebagai bidang ekspresi manusia. hal. kehawatiran dan ketakutan penyesalan penilaian terhadap macam-macam alternatif serta macam-macam keputusan. dan segala aktivitas membawa besertanya masalah-masalh tertentu. harapan. Taraf pengalaman mental manusia terdiri dari penngalaman-pengalamn mental yang begitu kompleks. Perlu disadari bahwa budi tidak identik dengan jiwa. rasa senang (enjoyment). harapan. kegiatan mental yang kompleks ini merupakan kesatuan dari emosi. Ternyata penyelidikan mengenai lingkungan ini lebih (dianggap) memuaskan dari pada penylidikan tentang manusia itu sendiri. budi meskipun menduduki posisi tertinggi dan memegang dominasi atas bagian-bagian lain. hanyalah bagian dari jiwa.

Dengan adanya pengetahuan yang dimilikinya manusia bisa memahami dirinya sendiri dan keberadaanya. Seputar Manusia Kita menyadari diri kita meskipun sebagai satu kesatuan yang utuh. Setelah dia merasakan desakan beban dan liku-liku hidup. Manusia Sebuah Misteri (Gramedia Utama : Jakarta. produksi. Dia adalah suatu ketentuan yang memperkaya eksistensi subyek. atau sejenis itu. kemampuan dan gaya serta perkembanganya sendiri. 30 Lois Leahy. Sebab kodrat manusia telah rusak berat dan tidak tersembuhkan karena telah dicederai oleh dosa asal. 1993). 8 9 Endang Syaifuddin Anshari. maka setiap manusia yang memperhatikan hidup dengan serius akan mendapatkan drinya berhadapan muka dengan masalah-masalah asasi tersebut.9 3. Manusia Mempunyai Pengetahuan Pengetahuan merupakan bagi makhluk yang mempunnyainya apakah dia manusia. terdiri dari badan dan jiwa yang masing-masing kegiatan. Ilmu Filsafat dan Agama (Bina Ilmu : Surabaya. tidak tetap dan tidak dapat diramalkan secara logis. Sedangkan para pendukung revolusioner. Aktifitas itu tidak berupa penyitaan atau pemilikan benda-benda sebaliknya berupa keterbukaan terhadap mereka. malaikat atau banatang suatu kekayaan dan kesempurnaan. yang biasanya disebut kaum liberal berpendapat bahwa manusia pada hakikatnya baik dan bisa mencapai kesempurnaan. Para pendukung fanatik tradisi. kurang lebiih berpegang pada keyakinan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah.8 2. hal. konsumsi dan distribusi. hal. namun diri kita jelas terdiri dari bagian-bagian dan aspek-aspek yang begitu kaya. Pengetahuan lebiih merupakan suatu cara berada dari pada suatau cara mempunyai. Kemudian masalah asai manusia . yang boleh disebut kaum konservatif.seperti :administrasi negara.77 . Jadi pengetahuan adalah suatu kegiatan mempengaruhi subjek yang mengetahui dalam dirinya. 1987).

merupakan kehidupan bersama dan tingkah laku manusia. Jati Diri Manusia (Kanisius : Yogyakarta. tidak berubah dan menjadi bahan bagi kutub fisik dari pengada-pengada baru. tetapi segala bentuk ekspresi yang bisa diamati pada manusia yang telah selesai berproses setiap saatnya.Mengenai badan manusia dan strukturnya didalam ini berproses secara sederhana biasa dkatakan bahwa kutub fisi berfungsi secara husus pada wal proses. Kutub fisiklah yang menangkap atau menerima bahan atau penelolaan yang telah disajikan oleh dunia. Dengan singkat boleh dikatakan bahwa manusia adalah anak masyarakat. Contohnya : bila masyarakat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memandang rendah sikap menonjolkan diri. hidup manusia.12 C.117 . berjalan. 96 12 Ibid. hal. yaitu sebagai hasil dari seluruh proses yang bersifat obyektif. didalam strukturnya yang asasi. sifat ini akan mempengaruhi. Faktor-Faktor Personal yang Mempengaruhi Perilaku Manusia 10 11 Hardono Hadi. lari. hal.11 Pada dasarnya atau pada hakikatnya hidup manusia adalah pengalaman bersama.10 Kegiatan dari macam-macam kegiatan mental disebut jiwa manusia sedangkan kegiatan mental dari unsure tertinggi membentuk budi atau rasio manusia. duduk. bagaimana seorang tertawa. 1996). bahkan didalam unsure-unsurnya yag paling individual. sedangkan kutub mental berkegiatan untuk mengelola bahan tersebut sampai pada tahap kepenuhan diri. yang selalu menunjukkan kepada pribadi. hal. menangis. Didalam pengertian yang digunakan disi. tidur dan seterusnya untuk saat ini kita memusatkan perhatian kita pada tubuh manusia.84 Ibid. badan bukan hanya terbatas pada tubuh. anak-anaknya untuk bertindak berfikir dengan cara yang sama. Dengan demikian menjadi jelas bahwa badan harus dimengerti secara luas. misalnya saja termasuk didalamnya.

merupakan komponen intelektual manusia. Komponen-komponen dalam diri manusia yang biasa terbentuk oleh proses social . Gen merupakan unit dasar hereditas yang merupakan unit informasi biokimia. merupakan komponen emosional manusia. c. Gen terdiri dari unsure pembentuk dasar semua makhluk hidup yang disebut deoxyribonucleic acid dengan singkatan populernya DNA. sikap dan emosi. menyebutkan 4 fungsi emosi: 1. Motif ingin tahu Motif Kompetensi Motif cinta Motif harga diri Komponen Kognitif. Komponen Afektif. Menurut Coleman dan Hammen. anda tidak sadar atau mati. bereaksi dan bertindak. Secara sederhana. Motif sosiogenis disebut sebagai motif sekunder yang membentuk perilaku sosial. Emosi adalah Pembangkit energi. sebagaimana disebutkan oleh Jalaluddin Rakhmat. yaitu: a. Tanpa emosi. Faktor Biologis Faktor biologis manusia terlibat dalam seluruh kegiatan manusia. Terdiri dari motif sosiogenis. Komponen Konatif adalah aspek volisional yang terkait dengan kebiasaan dan kemauan bertindak. terpadu dengan factor-faktor sosiopsikologis. mengalami. motifmotif sosiogenis dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) b. Gen orangtua dapat berpengaruh terhadap gen orang yang bersangkutan. warisan biologis moyang seseorang menentukan perilakunya. hidup adalah merasa. Secara mendasar. 7. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi. Artinya. Marah social membentuk karakteristik manusia sbagai pelakunya. Bahkan. Faktor Sosiopsikologis Proses ada tiga.1.

1. Keadaan diri seseorang diketahui melalui emosi. Kepekaan sosial berarti kemampuan untuk menyesuaikan tingkahlaku dengan harapan dan pandangan orang lain. C. Faktor Ekologis 2. Edward G. 4. 2. Faktor Situasional yang Memengaruhi Perilaku Manusia Banyak faktor situasional yang dapat memengaruhi perilaku seseorang. Sampson (Rakhmat. Kepekaan Sosial. cinta menggerakkan anda untuk mendekat dan bermesraan. 3. Seperti : 1. Faktor Temporal 4. Emosi adalah pembawa informasi. Emosi adalah sumber informasi tentang keberhasilan anda. 1996 : 44) merangkum seluruh faktor situasional. Emosi adalah Pembawa Pesan. Manusia bukan saja merupakan makhluk social. Seorang pengajar yang menyertakan seluruh emosinya dalam mengajar menurut beberapa peneliti lebih dinamis dan meyakinkan.menggerakkan untuk menyerang. D. Faktor Rancangan dan Arsitektural 3. Teknologi 5. 2. anda akan mengetahui saat anda merasakan kenikmatan estetis dalam jiwa anda. Tetapi lebih daripada itu manusia mempunyai kepekaan sosial. Lingkungan Psikososial. takut menggerakkan anda untuk lari. yaitu makhluk yang harus hidup dengan sesamanya dan selalu membutuhkan kerjasama dengan sesamanya. Ketika mencari keindahan. Kelangsungan Tingkahlaku . Ciri-ciri Tingkahlaku Manusia yang Membedakannya dari Makhluk lainnya.

Tingkahlaku atau perbuatan manusia tidak terjadi secara sporadic (timbul dan hilang disaat-saat tertentu). 4. Tetapi usaha dan perjuangan pada manusia berbeda. karena yang diperjuangkan adalah sesuatu yang ditentukannya sendiri. 3. Orientasi pada Tugas Tiap tingkahlaku manusia selalu mengarah pada suatu tugas tertentu. Hal ini nampak jelas pada perbuatan-perbuatan seperti belajar dan bekerja. yang dipilihnya sendiri. . tetapi selalu ada kelangsungan (kontinuitas) antara satu perbuatan dengan perbuatan berikutnya. Usaha dan perjuangan Usaha dan perjuangan memang terdapat juga pada makhluk lain selain manusia.

BAB III PENUTUP .

Terdapat empat aliran tentang "apa manusia itu ? ": 1. dan Lingkungan Psikososial. Aliran serba ruh 3. Motif harga diri Faktor situasional yang mempengaruhi perilaku manusia. Motif Kompetensi c. Motif ingin tahu b. Aliran Humanistik yang memandang bahwa manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya. Motif cinta d. Aliran eksistensialisme Aliran Psikoanalisis menyatakan manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh keinginan-keinginan yang terpendam. Faktor Biologis dan Sosiopsikologi yang mempengaruhi perilaku manusia. Factor Ekologi. Aliran Behaviorisme menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang digerakkan semuanya oleh lingkungan. Yang memandang manusia dari sudut pandang budaya "Antropologi Budaya". teknologi. .Kesimpulan Berbagai sudut pandang ilmu yang menyelidiki dan memandang manusia dari segi fisik "Antropologi Fisik". Komponen efektif terdiri dari motif sosiogenis. sikap dan emosi. Yang memandang manusia dari segi "ada" nya atau dari segi hakikatnya disebut "Antropologi Filsafat". Faktor Rancangan dan Arsitektual. factor temporal. Macam macam motif sosiogenis a. Psikologi kognitif memandang bahwa manusia sebagi makhluk aktif tang mengorganisasikan dan mengolah stimulus yang diterima. Aliran dualisme 4. Aliran serba zat 2. Motif sosiogenis sering dianggap sebagai motif sekunder yang membentuk perilaku manusia.

wirawan. Filsafat Pendidikan Islam. dkk. Jakarta: PT. sarlito.DAFTAR PUSTAKA Sarwono.1994. Mahmud. Dra. Pustaka Setia. H. Psikologi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. 1996. Pengantar Umum Psikologi. Dr.. . Zuhairini. Bulan Bintang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful