Deskripsi singkat tentang kurikulum apa saja yang pernah dikembangkan dalam program pendidikan di negeri tercinta Indonesia

. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah ³melakukan perubahan´, tentu yang kita harapkan adalah perubahan untuk menuju keperbaikan dan sebuah perubahan selalu di sertai dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah selayaknya di pertimbangkan agar tumbuh kebijakan bijaksana. Ini adalah perkembangan Kurikulum Pendidikan Kita: RENCANA PELAJARAN 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Dalam bahasa Belanda, artinya rencana pelajaran, lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya, plus garis-garis besar pengajaran. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian seharihari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952 Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. ³Silabus mata pelajarannya jelas sekali. seorang guru mengajar satu mata pelajaran,´ kata Djauzak Ahmad, Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Ketika itu, di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang, Riau. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Fokusnya pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral (Pancawardhana). Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. KURIKULUM 1968 Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Jumlah pelajarannya 9. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. ³Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,´ katanya. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.

KURIKULUM 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan, agar pendidikan lebih efisien dan efektif. ³Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen, yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu,´ kata Drs. Mudjito, Ak, MSi, Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Metode, materi, dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Zaman ini dikenal istilah ³satuan pelajaran´, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum, tujuan instruksional khusus (TIK), materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar-mengajar, dan evaluasi. Kurikulum 1975 banyak dikritik. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. KURIKULUM 1984 Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Meski mengutamakan pendekatan proses, tapi faktor tujuan tetap penting. Kurikulum ini juga sering disebut ³Kurikulum 1975 yang disempurnakan´. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar. Dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Conny R. Semiawan, Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta ² sekarang Universitas Negeri Jakarta ² periode 1984-1992. Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan, mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Sayangnya, banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi, di sana-sini ada tempelan gambar, dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. Penolakan CBSA bermunculan. KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999 Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. ³Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984, antara pendekatan proses,´ kata Mudjito menjelaskan. Sayang, perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. Kritik bertebaran, lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Dari muatan nasional hingga lokal. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, misalnya bahasa daerah kesenian, keterampilan daerah, dan lain-lain. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. Walhasil, Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998, diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi.

KURIKULUM 2004 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa. Sayangnya, kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa, yakni ujian. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. Bila target kompetensi yang ingin dicapai, evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa. Meski baru diujicobakan, toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa, dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. Hasilnya tak memuaskan. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. (sumber: depdiknas.go.id) KTSP 2006 Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. (TIAR)

Kurikulum pada hakekatnya adalah alat pendidikan yang disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum akan searah dengan tujuan pendidikan, dan tujuan pendidikan searah dengan perkembangan tuntutan dan kebutuhan masyarakat (Sanjaya, 2007). Jika kita bicara dengan arah pembangunan masyarakat, maka disini sudah melibatkan sisi politis pendidikan. Karena kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan politis tertentu, maka sangat wajar jika ada istilah ganti menteri ganti kurikulum, ganti rezim ganti kurikulum, bahkan Bush Jr. mengucurkan dana miliyaran dollar untuk membujuk pesantrren-pesantren di Indonesia agar tidak berpresepsi buruk terhadap orang Kafir dan mengkerdilkan Jihad, lewat perubahan kurikulum pesantren atau yang disebut moderenisasi kurikulum pesantren. Melalui paparan berikut ini, kita akan membuktikan bahwa pengembangan kurikulum sebagai alat pendidikan sangat dipengaruhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat dan rezim yang berkuasa. PENDIDIKAN SEBELUM MASA KOLONIALISME Pada saat zaman hindu budha, pendidikan hanya dinikmati oleh kelas Brahmana, yang merupakan kelas teratas dalam kasta Hindu. Mereka umumnya belajar teologi, sastra, bahasa, ilmu pasti, dan ilmu seni bangunan. Sejarah mencatat, kerajaan-kerajaan Hindu seperti Kalingga, Kediri, Singosari, dan Majapahit, melahirkan para empu, punjangga, karya sastra, dan seni yang hebat. Padepokan adalah model pendidikan zaman hindu yang dikelola oleh seorang guru/bengawan dan murid/cantrik mempelajari ilmu bersifat umum, religius, dan juga kesaktian. Murid di Padepokan bisa keluar masuk bila merasa cukup atau tidak puas dengan pengajaran guru. Pada zaman penyebaran Islam, pola pendidikan bernapaskan islam menyebar dan mewarnai penyelenggaraan pendidikan. Pusat-pusat pendidikan tesebar di langgar, surau, meunasah (madrasah), masjid, dan pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan formal tertua di Indonesia. Pesantren diajar oleh seorang kyai, dan santri/murid tinggal di pondok/asrama di sekitar pesantren. Jumlah pondok pesantren cukup banyak tersebar di Jawa, Aceh, dan sumatera selatan. Sampai saat ini pondok pesantran masih eksis, menurut data DEPAG pada tahun 20052006 jumlah pesantren yang asa di 33 propinsi di Indonesia adalah 16.015 buah, dengan jumlah santri sebanyak 3.190.394 orang, dengan proposi laki-laki 53,2% dan perempuan 46,8%. Bagaimana perkembangan pendidikan islam dari sebelum merdeka hingga kini, bisa dibaca dihalaman madrasah pada blog ini. PENDIDIKAN MASA KOLONIALISME Pada masa penjajahan Portugis didirikan sekolah-sekolah misionaris. Portugis mendirikan sekolah seminari di Ambon, Maluku, dan sebagian Nusa Tenggara Timur. Belanda pada awal kedatangannya pun melakukan hal yang sama dengan Portugis. Pendidikan banyak ditangani oleh kalangan gereja kristen dengan bendera Nederlands Zendelingen Gennootschap (NZG). Pasca politik etis, Belanda mengucurkan dana pendidikan yang banyak dan bertambah setiap tahunnya, tetapi tujuannya untuk melestrarikan penjajahan di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, setidaknya ada tiga sistem pendidikan dan pengajaran yang berkembang saat itu. Pertama, sistem pendidikan Islam yang diselenggarakan perantren. Kedua, sistem pendidikan Belanda. Sistem pendidikan Belanda diatur dengan prosedur yang ketat dari mulai aturan siswa, pengajar, sistem pengajaran, dan kurikulum. Sistem prosedural seperti ini sangat berbeda dengan sistem prosedural pada sistem pendidikan islam yang telah dikenal sebelumnya. Sistem pendidikan belanda pun bersifat diskriminatif. Sekolah-sekolah dibentuk dengan membedakan pendidikan antara anak Belanda, anak timur asing, dan anak pribumi. Golongan pribumi ini masih dipecah lagi menjadi masyarakat kelas bawah dan priyayi. Susunan

persekolahan zaman kolinial adalah sebagai berikut (Sanjaya, 2007:207): a. Persekolahan anak-anak pribumi untuk golongan non priyayi menggunakan pengantar bahasa daerah, namanya Sekolah Desa 3 tahun. Mereka yang berhasil menamatkannya boleh melajutkan ke Sekolah Sambungan (Vervolg School) selama 2 tahun. Dari sini mereka bisa melanjutkan ke Sekolah Guru atau Mulo Pribumi selama 4 tahun, inilah sekolah paling atas untuk bangsa pribumi biasa. Untuk golongan pribumi masyarakat bangsawan bisa memasuki His Inlandsche School selama 7 tahun, Mulo selama 3 tahun, dan Algemene Middlebare School (AMS) selama 3 tahun. b. Untuk orang timur asing disediakan sekolah seperti Sekolah Cina 5 tahun dengan pengantar bahasa Cina, Hollandch Chinese School (HCS) yang berbahasa Belanda selama 7 tahun. Siswa HCS dapat melanjutkan ke Mulo. c. Sedangkan untuk orang Belanda disediakan sekolah rendah sampai perguruan tinggi, yaitu Eropese Legere School 7 tahun, sekolah lanjutan HBS 3 dan 5 tahun Lyceum 6 tahun, Maddelbare Meisjeschool 5 tahun, Recht Hoge School 5 tahun, Sekolah kedokteran tinggi 8,5 tahun, dan kedokteran gigi 5 tahun. Pemerintah kolonial sebenarnya tidak berniat mendirikan universitas tetapi akhirnya mereka mendirikan universitas untuk kebutuhan mereka sendiri seperti Rechts Hogeschool (RH) dan Geneeskundige Hogeschool di Jakarta. Di Bandung, pemerintah kolonial mendirikan Technische Hogeschool (TH). Kebanyakan dosen TH adalah orang Belanda. Menurut Soenarta (2005) kaum inlanders atau pribumi agak sulit untuk masuk ke sekolah-sekolah tinggi itu. Ketika almarhum Prof Roosseno lulus TH, jumlah lulusan yang bukan orang Belanda hanya tiga orang, yaitu Roosseno dan dua orang lagi vreemde oosterling alias keturunan Tionghoa. Bila demikian, lantas berapa orang yang lulus bersama almarhum Ir Soekarno (presiden pertama RI) dan Ir Putuhena? Di zaman pendudukan Jepang, pernah dicari 100 orang insinyur yang dibutuhkan. Padahal saat itu belum ada 90 orang insinyur lulusan TH Bandung. Agar tidak banyak bangsa Indonesia yang melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi, maka biaya kuliah pun dibuat sangat besar. Menurut Soenarta (2005) biaya kuliah untuk satu tahun di salah satu sekolah tinggi itu besarnya fl (gulden) 300. Saat itu, harga satu kilogram (kg) beras sama dengan 0,025 gulden. Maka, besar uang kuliah sama dengan 12.000 kg beras. Bila ukuran dan perbandingan itu diterapkan sebagai biaya kuliah di universitas sekarang, sedangkan harga beras sekarang rata-rata Rp 3.000 per kg, maka untuk kuliah di universitas biayanya sebesar Rp 36 juta per mahasiswa per tahun. Biaya di MULO, setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama, adalah sebesar 5,60 gulden per siswa per bulan, setara dengan 224 kg beras. Bila dihitung dengan harga beras sekarang, akan menjadi Rp 672.000 per siswa per bulan. Akibatnya banyak anak Indonesia yang lebih memilih masuk Ambachtschool atau Technische School, karena biayanya agak murah sedikit. Berbekal keterampilan yang diperoleh di Ambachtschool atau Technische School, siswa bisa langsung bekerja setelah lulus. Kurikulum pendidikan Belanda dideisain untuk melestarikan penjajahan di Indonesia, maka pada kurikulum pun dikenalkan kebudayaan Belanda, juga penekan hanya pada menulis dengan rapi, membaca, dan berhitung, yang keterampilan ini sangat bermanfaat untuk diperbantukan pada Pemerintah Belanda dengan gaji yang sangat rendah. Anak-anak Indonesia pada zaman itu tidak diperkenalkan dengan budayanya sendiri dan potensi bangsanya. Ketiga, sekolah yang dikembangkan tokoh pendidikan nasional seperti KH Ahmad Dahlan dan Ki Hajar Dewantara. K.H Achmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang menggunakan sistem pendidikan barat dengan menambanhkan pelajaran agama islam. Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa dengan membuat sistem pendidikan yang berakar pada budaya dan

dan Sekolah Mengengah Tinggi (Koto Chu Gakko). Kebersihan dan Kesehatan. Lembaga ini melahirkan rumusan pertama sistem pendidikan nasional. Ilmu Bumi. ketika proklamasi dikumandangkan. Ilmu Alam. dan Madura diberikan bahasa daerah. kesadaran bernegara. Oleh karena itu Rencana Pelajaran 1947 sering juga disebut kurikulum 1950. dan bermasyarakat. Gerak Badan. hanya memuat dua hal pokok. yakni pendidikan bertujuan menekankan pada semangat dan jiwa patriotisme. Pada masa Jepang. pendidikan diarahkan untuk menyediakan prajurit yang siap berperang di perang Asia Timur Raya. Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari. Sekolah Rendah diganti nama menjadi Sekolah Rakyat (Kokumin Gakko). yang kemudian dianggap sebagai sistem pengajaran dan pendidikan nasional. Berhitung. Pekerjaan Tangan. dan Sekolah Teknik Tinggi di Bandung. Proses penyunsunan singkat dan tentu saja tanpa disertai data empiris. Ketika itu penyebutannya lebih populer menggunakan leer plan (rencana pelajaran) ketimbang istilah curriculum dalam bahasa Inggris. Situasi perpolitikan dengan gejolak perang revolusi. serta garis-garis besar pengajarannya.filosofi hidup Jawa. Rencana Pelajaran 1947 lebih mengutamakan pendidikan watak. Garis-garis besar pengajaran pada saat itu menekankan pada cara guru mengajar dab cara murid . Seni Suara. yang tidak mau lagi melihat dunia pendidikan masih menerapkan kurikulum Belanda. pendidikan menengah pertama. Peggolongan sekolah berdasarkan status soaial yang dibangun Belanda dihapuskan. pembaharuan kurikulum (1968 dan 1975). Didikan Budi Pekerti. yaitu daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya. Bahasa Daerah. dan pendidikan menegah tinggi yang masing-masing tiga tahun. Pekerjaan Keputrian. Hampir semua pendidikan tinggi yang ada pada zaman Belanda ditutup. daripada pendidikan pikiran. Penetapan isi kurikulum di masa permulaan kemerdekaan itu berdasarkan asumsi belaka. KURIKULUM SEDERHANA (1947-1964) Rencana Pelajaran 1947 Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan namanya Rencana Pelajaran 1947. dan Pendidikan Agama. Sunda. Menulis. perhatian terhadap kesenian. namun sejak 1951 agama juga diajarkan sejak kelas 1. Mata pelajaran untuk tingkat Sekolah Rakyat ada 16. maka Rencana Pelajaran 1947. Kurikulum sekolah dasar lebih mengutamakan pendekatan filosofis-ideologis. Kemudian disusun punla pembaruan kurikulum pendidikan dan pengajaran. dan kurikulum berbasis kompetensi (2004 dan 2006). Pendidikan hanya digolongkan pada pendidikan dasar 6 tahun. Pada masa peralihan dari Jepang ke Sekutu. dibentuklah Panitia Penyelidik Pengajaran RI yang dipimpin oleh Ki Hajar Dewantara. Pada awalnya pelajaran agama diberikan mulai kelas IV. ENDIDIKAN SETELAH INDONESIA MERDEKA DARI BELANDA CS (SEKUTU) Setelah Indonesia merdeka dalam pendidikan dikenal beberapa masa pemberlakuan kurikulum yaitu kurikulum sederhana (1947-1964). Menggambar. yang orientasi pendidikan dan pengajarannya ditujukan untuk kepentingan kolonialis Belanda. khusus di Jawa. Susunan Rencana Pelajaran 1947 sangat sederhana. Sejarah. Rencana Pelajaran 1947 bersifat politis. baru diterapkan pada tahun 1950. Sekolah Menengah Pertama (Shoto Chu Gakko). Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. kecuali Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Ilmu Hayat. dan pendidikan jasmani. Daftar pelajarannya adalah Bahasa Indonesia. serta pendidikan tinggi. kurikulum berbasis keterampilan proses (1984 dan 1994).

.. Daerah 10 10 6 4 4 4 3. Menulis 4 4 3 3 . Pada perkembangannya. Sejarah . dan jasmaniah. Menggambar . Seni Suara 2 2 2 2 2 2 11. yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana.. Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang studi. Cara belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin. Rencana Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta. Tujuannya agar anak tak mampu sekolah ke jenjang SMP.. ³Silabus mata pelajarannya jelas sekali.mempelajari. Kurikulum 1964 adalah . Kelas masyarakat mengajarkan keterampilan. dan permainan. Ilmu Bumi . Pada masa itu juga dibentuk Kelas Masyarakat..2 2 9. yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Gerak Badan 3 3 3 3 3 3 14. timbangan. dan moral. Struktur program Sekolah Rakyat (SD) menurut Rencana Pelajaran 1947 adalah sebagai berikut: No Mata Pelajaran Kelas 123456 1. Ilmu Alam mengajarkan bagaimana proses kejadian sehari-hari. Pekerjaan kepurtian . Ilmu Alam . kecerdasan. yaitu kelompok perkembangan moral. Konsep pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving). bisa langsung bekerja... kurikulum pendidikan yang lalu diubah menjadi Rencana Pendidikan 1964. Berhitung 6 6 7 7 7 7 4.1 2 2 13. misalnya mengapa lokomotif diisi air dan kayu. pada hari Sabtu.2 2 2 6.. B. Pendidikan agama . emosional/artisitk. Pada saat itu pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. rencana pelajaran lebih dirinci lagi setiap pelajarannya. Maksudnya.8 8 8 8 2. pertukangan..10.1 1 2 2 7. keprigelan (keterampilan). seperti pertanian. Ilmu Hayat .1 2 2 8.. Selain itu pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. dan perikanan. dan menulis. dan bagaimana menyambung kabel listrik. siswa diberi kebebasan berlatih kegitan di bidang kebudayaan..2 2 2 JUMLAH 28 28 35 38 40 41 Kurikulum 1964 Pada akhir era kekuasaan Soekarno.. Isu yang berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang bersifat aktif. mengapa nelayan melaut pada malam hari. manfaat bes berani). yang dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952. Kebersihan dan kesehatan 1 1 1 1 1 1 15. B.. Indonesia .1 1 5. karya. bagaimana mempergunakan berbagai perkakas sederhana 9pompa. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran´. yaitu sekolah khusus bagi lulusan SR 6 tahun yang tidak melanjutkan ke SMP.. olah raga.. kesenian. dan produktif. membaca. sesuai minat siswa. Misalnya. dan menyelidiki berbagai peristiwa sehari-hari. pelajaran bahasa mengajarkan bagaimana cara bercakap-cakap. kreatif. Didikan budi pekerti 1 1 2 2 2 3 16. rasa.. karsa. Pekerjaan Tangan 1 1 2 2 2 2 12.

Pendidikan keprigelan 2 2 4 4 4 4 V Pengembangan jasmani 9. Bidang studi pada kurikum ini dikelompokkan pada tiga kelompok besar: pembinaan pancasila. Kurikulum 1964 bersifat separate subject curriculum. Kurikulum 1968 bersifat correlated subject curriculum. Sedangkan bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10 ± 100.6 5 8 8 5. Pengetahuan alamiah 1 1 2 2 2 2 III Pengembangan emosional/artistik 7. pendidikan pada masa ini lebih ditekankan untuk membentuk manusia pancasila sejati. Struktur program berdasarkan kurikulum ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: No Mata Pelajaran Kelas 123456 I Pengembangan Moral 1. Metode pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pendidikan dan psikologi pada akhir tahun 1960-an. tak lagi mengkaitkannya dengan permasalahan faktual di lingkungan sekitar. Tujuan pendidikan pada kurikulum 1964 yang bertujuan menciptakan masyarakat sosialis Indonesia diberangus. dengan sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tanun 1960. artinya materi pelajaran pada tingkat bawah mempunyai korelasi dengan kurikulum sekolah lanjutan.alat untuk membentuk manusia pacasialis yang sosialis Indonesia. Jumlah mata pelajarannya 9. Pendidikan agama 2 2 3 4 4 4 2. Muatan materi pelajarannya sendiri hanya teoritis. Begitu juga pada mata pelajaran lain. B. dan D. Pendidikan agama/budi pekerti 1 2 2 2 2 2 II Perkembangan kecerdasan 3. dan kecakapan khusus. Pendidikan kewarganegaraan 2 2 4 4 4 4 . yang memuat hanya mata pelajaran pokok saja. yang memisahkan mata pelajaran berdasarkan lima kelompok bidang studi (Pancawardhana). ³anak belajar melalui unsurunsurnya dulu´. Pendidikan kemasyarakatan 1 2 3 3 3 3 2. pengetahuan dasar. Struktur kurikulum 1968 dapat dilihat pada tabel berikut ini: No Mata Pelajaran Kelas 123456 I Pembinaan Jiwa Pancasila 1. Contoh penerapan metode pembelajarn ini adalah metode eja ketika pembelajaran membaca. Pendidikan jasmani/Kesehatan 3 3 4 4 4 4 Jumlah 25 26 36 36 36 36 PEMBAHARUAN KURIKULUM 1968 dan 1975 Kurikulum 1968 Kurikulum 1968 lahir dengan pertimbangan politik ideologis. Salah satunya adalah teori psikologi unsur. C. Berhitung 6 6 6 6 6 6 6. Penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum 1964 mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan II yang asalnya berupa skor 10 ± 100 menjadi huruf A. Bahasa Daerah 9 8 5 3 3 3 4.. Pendidikan kesenian 2 2 4 4 4 4 IV Pengembangan keprigelan 8. Bahasa Indonesia .

. GBPP. ³ilmu-ilmu dasar yang diserap siswa SD pada masa itu menjadi semakin berkembang´.6 6 6 6 4. sedangkan substansi materi uang akan diajarkan kurang didalami. Pendidikan kejuruan 2 2 5 5 5 5 Jumlah 28 28 40 40 40 40 Kurikulum 1975 Dibandingkan kurikulum sebelumnya. dan tujuan pengajarannya tertuang secara gambalang dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). pelajaran teoritis IPA juga dipertajam. pada kurikulum selanjutnya tetap dipertahankan. IPA 2 2 4 4 4 4 8. Pendidikan kesejahteraan keluarga 1 1 2 2 2 2 III Pembinaan kecakapan khusus 10. TIK. B. Pendekatan kurikulum 1975 menekankan pada tujuan. alat pelajaran. Melalui kurikulum 1968 tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran yang terkandung pada kurikulum 1968 lebih dipertegas lagi. Berhitung 7 7 7 6 6 6 7. IPA 2 2 3 4 4 4 . Tujuh unsur pokok tersebut adalah dasar. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 3 4 4 4 3. Sisi positif kurikulum ini adalah. Bahasa Indonesia . Pada kurikulum SD 7 unsur pokok yang disajikan dalam 3 buku. Struktur program pada kurikulum 1975 di sekolah dasar adalah sebagai berikut: No Mata Pelajaran Kelas 123456 1. Kurikulum 1975 didasari konsep SAS (Structural. yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Bahasa Daerah 8 8 2 2 2 2 5. jika dilihat dari pedoman yang dikembangkan dalam kurikulum tersebut. analysis.2 2 2 2 5. materi pelajaran. sistem bimbingan dan penyuluhan.. sistem penilaian. Selain memperkuat matematika. Pendidikan olahraga 2 2 3 3 3 3 II Pengembangan pengetahuan dasar 6. agar pendidikan lebih efektif dan efesien. Kurikulum 1975 juga dimaksudkan untuk menyerap perkembangan ilmu era 1970-an. kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi dampak dari kurikulum 1975 adalah banyak guru menghabiskan waktunya untuk mengerjakan tugas administrasi. pedoman supervisi dan administrasi. Pelajaran IPA menjadi gabungan dari Ilmu Hayat dan Ilmu Alam. Pendidikan agama 2 2 2 2 2 2 2. materi. Pembuatan buku pedoman. Anak menjadi pintar karena paham dan mampu menganalisis sesuatu yang dihubungkan dengan mata pelajaran di sekolah. Melalui PPSI kemudian lahir satuan pelajaran. dan prinsip. Jam pelajaran yang tadinya 41 jam per minggu. tujuan instruksional khusus (TIK). yaitu MBO (Management by Objective). menjadi 43 jam. Indonesia 8 8 8 8 8 8 4. Setiap satuan bahsasb memiliki unsur-unsur: petunjuk umum. yang mempengaruhinya adalah konsep di bidang manajemen. kurikulum ini lebih lengkap. Matematika 6 6 6 6 6 6 6. tujun. dan evaluasi. struktur program kurikulum. Pendidikan kesenian 2 2 2 2 2 2 9. IPS .3. sintesis). dan lain-lain. seperti membuat TIU. sistem penyajian. Metode.

Dari hal-hal yang bersifat mengamati. B. Tetapi antara potensi dan aktualisasi terdapat daerah abu-abu (grey area). bermutu. Olah raga dan kesehatan 2 2 3 3 3 3 9. Pendidikan agama 2 2 2 2 3 3 2. yang didasarkan pada pandangan Sikortsky. Kurikulum 1984 tidak mengubah semua hal dalam. Olah raga dan kesehatan 2 2 3 3 3 3 8. Caranya dengan belajar kelompok. Posisi Siswa dalam kurikulum 1984 diposisikan sebagai subyek belajar. kessehatan jasmani dan rohani. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 3. menjadi bagian penting proses belajar mengajar. Keterampilan khusus 2 2 4 4 4 4 11. kurikulum 1974.. mendiskusikan. Daerah 2 2 2 2 2 JUMLAH 26 26 33 36 36 36 Kurikulum 1994 Lahirnya UU No 2 tahun 1989 tentang pendidikan nasional. meski mengutamakan proses tapi faktor tujuan tetap dianggap penting.2 3 2 2 6. yang menelorkan Zone of Proximality Development. guru berkewajiban menjadikan daerah abu-abu ini dapat teraktualisasi. Struktur kurikulum pada tingkat sekolah dasar dapat dilihat pada tabel berikut ini: No Mata Pelajaran Kelas 123456 1.7. PSPB 1 1 1 1 1 1 4. Matematika 6 6 6 6 6 6 7. Kesenian 2 2 3 4 4 4 10. pendidikan nasional bertujuan untuk mencerdasakan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. dan efisien bekerja. mengelompokkan. IPS . yang senada dengan tuntukan GBHN 1983 bahwa pendidikan harus mampu mencetak tenaga terdidik yang kreatif. hingga melaporkan. merupakan pemicu lahirnya kurikulum 1994. kecuali ditambahkannya pembelajaran PSPB. yaitu manisia beriman dan bertakwa kepada tuhan yang mahaesa. Teori yang mengatakan bahwa setiap manusia mempunyai potensi dan potensi itu dapat teraktualisasi melalui ketuntasan belajar tertentu. Oleh karena itu kurikulum 1984 disebut kurikulum 1975 yang disempurnakan. CBSA didasarkan pada disertasi Conny R. Kesenian 2 2 3 4 4 4 9. IPA 2 2 3 4 4 4 8. berbudi luhur. Keterampilan khusus 2 2 4 4 4 4 JUMLAH 26 26 33 36 36 36 KURIKULUM KETERAMPILAN PROSES Kurikulum 1984 Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Dari sisi konten tidak banyak perubahan pada kurikulum ini. Semiawan. inilah yang disebut konsep Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). memeliki keterampilan dan pengetahuan. Menurut UU tersebut. B. serta rasa . kepribadian yang mantap dan mandiri. Indonesia 8 8 8 8 8 8 5.

tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. attitude. value. skill. dan interest. Berdasarkan struktur kulikulum. Kompetensi mengandung beberapa aspek. Adapun kompentensi sendiri diklasifikasikan menjadi: kompetensi lulusan (dimilik setelah lulus). Matematika 10 10 10 8 8 8 6. dan bertindak. diantaranya UU No 2 1999 tentang pemerintahan daerah. nilai. kurikulum 1994 berusaha menyatukan kurikulum sebelumnya. yaitu kurikulum 1975 dengan pendekatan tujuan dan kurikulum 1984 dengan tujuan pendekatan proses. Pada kurikulum 1994. Walaupun ada suplemen 1999 seiring dengan tuntutan reformasi. pendidikan dasar dipatok menjadi sembilan tahun (SD dan SMP). dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir. Pendidikan Moral Pancasila 2 2 2 2 2 2 3. Indonesia 10 10 10 8 8 8 4. UU No 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom. Muatan lokal 2 2 2 2 2 2 JUMLAH 30 30 38 40 42 42 KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI Kurikulum 2004 Kurikulum 2004 lebih populer dengan sebutan KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi).3 5 5 5 5. jika dilihat dari beberapa aspek berikut ini: Beberapa keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 adalah: 1994 KBK Yang dikedepankan Penguasaan materi Hasil dan kompetenasi Paradigma pembelajaran versi UNESCO: learning to know. yang terpenting pada tingkatan tertentu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari materi-materi yang telah dipelajarinya. Seseorang telah memiliki kompetensi dalam bidang tersebut yang tercermin dalam pola perilaku sehari-hari. Pendidikan agama 2 2 2 2 2 2 2. karena ada muatan nasional dan lokal. yaitu knowledge. dan kompetensi temporal (memanfaatkan kemampuan dasar yang dimiliki siswa. kompetensi akademik (pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan). B. kompetensi okupasional (kesiapan dan kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja). Dengan mengembangkan aspek-aspek ini diharapkan siswa memahami. yang berfungsi mengembangkan kemampuan siswa yang dianggap perlu oleh daerahnya. keterampilan. kompetensi standar (dimiliki setelah mempelajari satu mata pelajaran). IPS .. kompetensi kultural (adaptasi terhadap lingkungan dan budaya masyarakat Indonesia). dam Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan pendidikan nasional. Struktur kurikulum 1994 adalah sebagai berikut: No Mata Pelajaran Kelas 123456 1. kompetensi dasar (dimiliki setelah menyelesaikan satu topik/konsep). IPA 3 6 6 6 7. Lahir sebagai respon dari tuntutan reformasi. proses pembelajaran dipandang merupakan wilayah otoritas guru. mengusai. KBK tidak lagi mempersoalkan proses belajar. Kerajinan tangan dan kesenian 2 2 2 2 2 2 9. understanding. KBK dinilai lebih unggul daripada kurikulum 1994. learning to do. Pada kurikulum ini beban belajar siswa dinilai terlalu berat. Kompetensi dimaknai sebagai perpaduan pengetahuan. Pada kurikulum ini pun dimasukan muatan lokal. learning to live . Olah raga dan kesehatan 3 5 5 5 8. namun perubahan tidak total.

produk. dan afektif. karena ada pengurangan beban belajar sebanyak 20%. terutama pasal 36 ayat 1 dan 2. tetapi jumlah mata pelajaran belum bissa dikurangi Metode pembelajaran Keterampilan proses Lahir metode pembelajaran PAKEM dan CTL Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif Penilaian memadukan keseimbangan kognitif. 2006). Pendidikan jasmani 4 pembiasaan 8. Berpusat pada potensi.together. Dibandingkan kurikulum 1994. bahan ajar yang dianggap memberatkan siswa pun akan dikurangi. kebutuhan. jam pelajaran yang dikurangi antara 100-200 jam per tahun. KTSP sendiri lahir sebagai respon dari UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. kurikulum KTSP lebih sederhana. Pendidikan kewarganegaraan dan pengetahuan sosial 5 3. dan learning to be Silabus Silabus ditentukan secara seragam Peran serta guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Kegiatan yang mendorong/mendukung pembiasaan 2 Mulok 9. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah. yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB). dengan penekanan penilaian berbasis kelas KBK memiliki empat komponen. melalui beberapa sekolah yang menjadi pilot project.Indonesia. bahkan sebagai penegas KBK (Jalal. Prinsip pengembangan KTSP adalah: 1. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna atau pemahaman. KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa dapat belajar secara penuh dan optimal. silabus menjadi kewenagan guru. dan pencil test. Struktur kurikulum KBK adalah sebagai berikut No Mata Pelajaran Kelas 123456 Matapelajaran 1. dan kepentingan peserta didik. dan . penilaian berbasis kelas (PBK). IPA 4 6. KTSP bertujuan memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan. Menurut Jalal (2006) KBK tidak resmi. hanya uji coba yang diterapkan di sekitar 3. pengembangan. kegiatan belajar mengajar (KBM). Kerajinan tangan dan kesenian 4 7. Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu 32 jam perminggu. dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (PKBS). Kurikulum 2006 adalah penyempurnaan dari KBK yang telah diuji coba kelayakannya secara publik. kurikulum ini lebih menekankan pada pengembangan kompetensi siswa dari pada apa yang harus dilakukan guru. Mata pelajaran/kegiatan Jumlah 27 32 Kurikulum 2006 Kurikulum 2006 atau KTSP tidak mengubah KBK. Bahasa Indonesia 5 4. guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar. yang berupa portofolio. PKBS memuat berbagai pola pemberdayaan tenaga kependidikan dan sumberdaya lain untuk meningkatkan mutu hasil belajar. Matematika 5 5. Pendidikan agama tematik 3 2.000 sekolah se. dengan menggunakan instrumen tes dan non tes. kinerja. psikomotorik.

penilaian. siswa dinyatakan lulus apabila: menyelesaikan seluruh program pembelajaran. alokasi waktu. indikator. Adapun . akhlak mulia. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Komponen dalam KTSP adalah: 1. Matematika 5 5. IPA 4 6. teknologi. konsisten. Struktur dan muatan KTSP pada jenjang pendidikan dasar No Mata Pelajaran Kelas 123456 Matapelajaran 1. kegiatan pembelajaran. PENGEMBANGAN SILABUS Pada KTSP menuntut satuan pendidikan untuk mengembangkan silabus. memadai.lingkungannya. kepribadian. Pendidikan kewarganegaraan 2 3. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. IPS 3 7. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester. atau beberapa sekolah. dan lulus ujian nasional. atau berkelompok dalam sebuah sekolah. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompentensi. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lanjut. 3. pertahun. dan suber/alat/bahan belajar. kompetensi dasar. kelompok MGMP atau PKG. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. 2. Kerajinan tangan dan kesenian 4 8. kegiatan pembelajaran. dan alokasi waktu untuk mata pelajaran lain yang sekelompok. relevan. Beragam dan terpadu 3. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. 2. Implementasi per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. Kenaikan kelas dan kelulusan berdasarkan PP 19/2005 pasal 72 ayat 1. dan menyeluruh. Pendidikan agama tematik 3 2. pengetahuan. dan dinas pendidikan. memperoleh nilai minimal. Berdasarkan unit waktu: 1. Silabus dikembangkan dengan menekankan pada prinsip ilmiah. materi pokok/pembelajaran. Pendidikan jasmani 4 9. Pengembangan silabus dilakukan oleh para guru secara mandiri. Bahasa Indonesia 5 4. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. lulus ujian sekolah. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Seni budaya dan keterampilan 4 Mulok 2 Pengembangan diri 2 Jumlah 26 27 28 32 3. fleksibel. Belajar sepanjang hayat 7. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. aktual dan kontekstual. Tujuan pada pendidikan dasar: meletakkan dasar kecerdasan. dan seni 4. sistematis. 2.

Boleh mengutip tulisan ini atau menyadurnya. 113-148 Pikiran Rakyat. 7. Kegiatan pembelajaran menekankan pada proses pengembangan mental dan fisik melalui interaksi antara semua yang terlibat. (2008). Penentuan jenis penilaian berdasarkan indikator baik dalam bentuk tes maupun non tes.kompas. 3. [on line] http://www. (2007) Kajian Kurikulum dan Pembelajaran.langkah-langkah pengembangan silabus adalah sebagai berikut: 1. lingkungan fisik. all rights reserved. W.com/kompascetak/0408/05/pddkn/1190238. Kurikulum 2006 Pangkas 100-200 Jam Pelajaran. 2006. Merumuskan indikator pencapaian kompetensi sebagai penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur mencakup pengetahuan.am. pengukuran sikap penilaian hasil karya.htm Copyright ©yherlanti 2008. Biaya Pendidikan di Indonesia: Perbandingan pada Zaman Kolonial Belanda dan NKRI. Solo: Wajatri. baik siswa. dan lain-lain.com 1 komentar: . dan sumber belajar lainnya. 5. 4.com/cetak/2006/032006/08/0701. narasumber. kebermanfaatan. Sekolah Dasar Pergulatan Mengejar Ketertinggalan. a.wordpress. dan keterampilan. (2005). Dari uraian di atas. Memanfaatkan sumber belajar sebagai rujukan baik berupa cetak. yaitu Herlanti. Y. [on line] yherlanti. dan budaya. tertulis maupun lisan. Bandung: Sekolah Pasca Sarjana UPI. N. Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang potensi peserta didik. contoh format silabus adalah sebagai berikut: SILABUS NAMA SEKOLAH: MATA PELAJARAN: KELAS/SEMESTER: STANDAR KOMPETENSI (LIHAT STANDAR ISI) KOMPETENSI DASAR (LIHAT STANDAR ISI) ALOKASI WAKTU: Materi pokok pembelajaran Kegiatan pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar Sumber Rujukan: Anam. pengamatan kinerja. relevansi dengan karakteristik daerah. Mengemban kegiatan pembelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan pencapaian kompetensi. struktur ilmu. tingkat perkembangan. h. Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar seperti yang ada pada standar isi 2. Penentuan alokasi waktu pada setiap kompentensi dasar yang didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu. [on line] http://www. sosial. Kurikulum Pendidikan Indonesia dari Zaman ke Zaman. asal menyebytkan sumbernya. Soenarta. guru. dan lain-lain. elektronik. lingkungan. S.htm Sanjaya. 6. sikap.pikiran-rakyat. 2006.

. ato satu lagi HIS ....... hapalan dan hapalan selalu. holland inlandse schuul...57 Poskan Komentar masukkan komentar anda . hahahahhaha. saiia jd inget sama guru sejarah saiia sewaktu msh di sma dulu. gag tau ddeee tuu gmn tulisannya :) mantep nii artikelnya.. bapak seorang guru?!?!? 8 Agustus 2009 04.... meer uitgebeidd leider onderwidgjt.genial mengatakan.. maaf.... MULO..

Hubungan Kebutuhan masyarakat. Hal ini menuntut manusia agar selalu berpikir semakin canggih pula yaitu dengan belajar terus menerus. Dengan kurikulum yang bagus. kerjasama antara peserta didik dan guru yang kompak dan ditunjang fasilitas yang memadai maka akan menghasilkan peserta didik dengan kualitas yang tinggi. kebutuhan subyek didik dengan dinamika kurikulum Kebutuhan masyarakat semakin hari semakin meningkat. Kebutuhan teknologi pun semakin canggih. Peserta didik yang berkualitas dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu. untuk kepentingan memberikan bantuan guna memperlancar pelaksanaan program pendidikan yang membutuhkan kerjasama dengan pihak masyarakat.Fungsi kurikulum bagi masyarakat Masyarakat dapat mengacu pada kurikulum yang di tetapkan lembaga pendidikan. Salah satu pembelajarn yang efektif adalah di sekolah. kurikulum harus selalu diubah sesuai dengan perubahan jaman. Masyarakat dapat memberikan kritik dan saran yang konstruktif dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan kerja. Kebutuhan subyek didik pun dapat terpenuhi dengan adanya kurikulum yang bagus. Peserta didik dapat mendapatkan pengajaran sesuai dengan perkembangan jaman. mulai dari kebutuhan sandang. Masyarakat pun diminta untuk memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah agar lebih serasi dengan kebutuhan masyarakat dan kerja. pangan. papan maupun yang lainnya. Untuk mendapatkan kurikulum yamg cocok dengan perkembangan jaman maka pemerintah harusnya menyesuaikan dengan situasi peserta didik dengan terjun secara langsung di sekolah-sekolah. .

Dalam tahap pelaksanaan ini akan terdapat masalah yang . Selanjutnya mereka menentukan pilihan kegiatan atau usaha yang akan dilakukan bersama. dengan atau tanpa bimbingan fihak lain. pengembangan sosial atau pembangunan masyarakat tersebut menunjukkan suatu upaya yang disengaja dan diorganisasi untuk memajukan manusia dalam seluruh aspek kehidupannya yang dilakukan di dalam satu kesatuan Wilayah. pengembangan sosial atau pembangunan masyarakat sebagai istilah-istilah yang dimaksud dalam pembahasan ini mengandung arti yang bersamaan. oleh karena itu pelibatan masyarakat dalam mengembangkan pendidikan nonformal dapat menjadi suatu yang memberi makna besar bagi kelancaran pembangunan. khususnya masyarakat desa merupakan suatu fondasi penting yang dapat memperkuat dan mendorong makin meningkatnya pembangunan bangsa. Agar pembangunan itu berhasil. Kemudian mereka mendiskusikan kebutuhan-kebutuhan mereka. Kesatuan wilayah itu bisa terdiri dari daerah pedesaan atau daerah perkotaan. kemudian merencanakan dan melaksanakan secara bersama usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka itu (Batten. TR Batten menjelaskan bahwa pengembangan masyarakat ialah proses yang dilakukan oleh masyarakat dengan usaha untuk pertama-tama mendiskusikan dan menentukan kebutuhan atau keinginan mereka.Dalam upaya mendorong pada terwujudnya pendidikan nonformal berbasis masyarakat. Rasa pemilikan bersama itu menjadi prasarat timbulnya rasa tanggung jawab bersama untuk keberhasilan usaha itu. sehingga memerlukan upaya yang lebih keras untuk mencoba lebih seimbang diantara keduanya. mereka menjajagi kemungkinan-kemungkinan usaha atau kegiatan yang dapat mereka lakukan. untuk memenuhi kebutuhan itu. masyarakat melakukan identifikasi masalah. Ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa memiliki dikalangan masyarakat. 1961). yaitu program yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tahap ketiga. kebutuhan. keinginan dan potensi-potensi yang mereka miliki. Tahap pertama. Tahap keempat ialah melaksanakan kegiatan. Di samping itu komunikasi antara pelaksana terus dibina. Dalam identifikasi kebutuhan itu didiskusikan pula kebutuhan perorangan. Dalam hal ini diperlukan pemahaman yang tepat akan kondisi dan kebutuhan masyarakat. bila dibandingkan dengan daerah perkotaan jelas menunjukan suatu ketimpangan. kegiatan dan tujuan pengembangan masyarakat akan erat kaitannya dengan pembangunan nasional. pengembangan masyarakat. maka pembangunan haruslah menjadi jawaban yang wajar terhadap kebutuhan perorangan. mereka menentukan rencana kegiatan. masyarakat dan Pemerintah baik di tingkat desa. Dalam tahap keempat ini motivasi perlu dilakukan. maka diperlukan upaya untuk menjadikan pendidikan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat. Pengembangan masyarakat. apakah sesuai dengan sumber-sumber yang ada dan dengan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan hambatan yang akan dihadapi dalam kegiatan itu. Dalam proses tersebut maka keterlibatan masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut. daerah ataupun di tingkat nasional. Pembangunan/pengembangan masyarakat. Tahap kedua. Mereka menyusun urutan prioritas kebutuhan itu sesuai dengan sumber dan potensi yang terdapat di daerah mereka. terutama di daerah pedesaan. Pengembangan masyarakat. kebutuhan masyarakat dan kebutuhan Pemerintah di daerah itu. menginventarisasi kebutuhankebutuhan itu berdasarkan tingkat keperluan. kepentingan dan mendesak tidaknya usaha pemenuhan kebutuhan. Dengan demikian maka isi. Upaya pembangunan ini bertujuan untuk terjadinya perubahan kualitas kehidupan manusia dan kualitas wilayahnya atau lingkungannya ke arah yang lebih baik.

dan melalui kegiatan pendidikan. dan tenaga (Anwas Iskandar. Perubahan itu berhubungan dengan peningkatan taraf hidup warga masyarakat dan keterlibatannya dalam pembangunan. Tujuan-tujuan itu dapat digolongkan kepada tujuan umum dan tujuan khusus. Prinsip keterpaduan memberi tekanan bahwa kegiatan pengembangan masyarakat didasarkan pada program-program yang disusun oleh masyarakat dengan bimbingan dari lembaga-lembaga yang mempunyai hubungan tugas dalam pembangunan masyarakat. Prinsip berkelanjutan memberi arti bahwa kegiatan pembangunan masyarakat itu tidak dilakukan sekali tuntas tetapi kegiatannya terus menerus menuju ke arah yang lebih sempurna. Perubahan tingkah laku ini pada dasarnya merupakan hasil edukasi dalam makna yang wajar dan luas. 1975). 1971). harta benda. penilaian terhadap proses pelaksanaan kegiatan. yaitu adanya perubahan pengetahuan. dinamisasi dan modernisasi (Suryadi. Semua tahapan kegiatan itu dilakukan oleh masyarakat secara partisipatif. Dengan kata lain tujuan khusus itu menegaskan adanya perubahan yang dicapai setelah dilakukan kegiatan bersama. yaitu berupa perubahan tingkah laku warga masyarakat. Prinsip-prinsip di atas memperjelas makna bahwa program-program pendidikan nonformal berbasis masyarakat harus dapat mendorong dan menumbuhkan semangat pengembangan masyarakat. dan kaderisasi. Partisipasi dalam pembangunan masyarakat itu bisa terdiri dari partisipasi buah fikiran. Untuk kegiatan yang berkelanjutan. hasil evaluasi itu dijadikan salah satu masukan untuk tindak lanjut kegiatan atau untuk bahan penyusunan program kegiatan baru. Perubahan itu menyangkut segi kualitas kehidupan masyarakat itu sendiri setelah melalui program pengembangan masyarakat. termasuk keterampilan apa yang harus dijadikan substansi pembelajaran dalam pendidikan nonformal. kemampuan sendiri (swadaya dan gotong royong). Tujuan umum dengan sendirinya mengarah dan bermuara pada tujuan nasional. sikap dan aspirasi warga masyarakat serta adanya penerapan tingkah laku itu untuk peningkatan kehidupan mereka dan untuk peningkatan partisipasi dalam pembangunan masyarakat. Pengembangan masyarakat yang bertumpu pada kebutuhan dan tujuan pembangunan nasional itu memiliki dua jenis tujuan. Prinsip kemampuan sendiri berarti dalam melaksanakan kegiatan dasar yang menjadi acuan adalah kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat sendiri.menuntut pemecahan. Pemecahan masalah itu dilakukan setelah dirundingkan bersama oleh masyarakat dan para pelaksana. Prinsip-prinsip pengembangan masyarakat yang dikemukakan di sini ialah keterpaduan. khususnya pendidikan nonformal diharapkan dapat tumbuh suatu semangat yang tinggi untuk membangun masyarakat desanya sendiri sabagai suatu kontribusi bagi pembangunan bangsa pada umumnya . Tahap kelima. Prinsip keserasian diterapkan pada program-program pembangunan masyarakat yang memperhatikan kepentingan masyarakat dan kepentingan Pemerintah. ketrampilan. Oleh karena itu. sedangkan tujuan khusus yaitu perubahan-perubahan yang dapat diukur yang terjadi pada masyarakat. berkelanjutan. Dalam makna yang lebih luas maka tujuan pengembangan masyarakat pada dasarnya adalah pengembangan demokratisasi. keserasian. upaya untuk menjadikan pendidikan nonformal sebagai bagian dari kegiatan masyarakat memerlukan upaya-upaya yang serius agar hasil dari pendidikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam upaya peningkatan kualitas hidup mereka Dalam hal ini perlu disadiri bahwa pengembangan masyarakat itu akan lancar apabila di masyarakat itu telah berkembang motivasi untuk membangun serta telah tumbuh kesadaran dan semangat mengembangkan diri ditambah kemampuan serta ketrampilan tertentu yang dapat menopangnya. terhadap hasil kegiatan dan terhadap pengaruh kegiatan itu.

Menurut Kliebard (1982) berarti jurusan pengkajian yang diikuti sekolah. Dalam bahasa Inggris. Lebih lanjut Harsono (2005) berpendapat. kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Kurikulum merupakan perencanaan umum dari sebuah proses pendidikan. PEMBAHASAN A. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang. Kata ini bermaksud laluan atau jejak . salah satu prasyaratnya adalah adanya kurikulum dan alat-alat pendidikan. Pengertian Kurikulum Kurikulum dalam bahasa Latin mempunyai kata akar curere . . kurikulum berarti track atau jalur pacu. PENDAHULUAN Kurikulum dan alat-alat pendidikan merupakan instrumen-instrumen penting dalam pelaksanaan proses pendidikan.KURIKULUM DAN ALAT PENDIDIKAN SERTA DAMPAK PENGGUNAANNYA TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN 21. Berbedanya hasil dari suatu proses pendidikan disebabkan oleh berbedanya ketersediaan dan kualitas dari kurikulum dan alat-alat pendidikan yang menunjang proses pendidikan tersebut.43 Diposkan oleh Subhan Shabri KURIKULUM DAN ALAT PENDIDIKAN SERTA DAMPAK PENGGUNAANNYA TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN Oleh: SUBHAN SHABRI 2009 I. II. Terlaksananya sebuah proses pendidikan. berarti proses pelaksanaan pendidikan di sekolah tersebut tidak akan berjalan dengan baik atau paling tidak akan berjalan tanpa arah dan target yang baik dan terarah. Dalam arti kata. tidak adanya kurikulum dan alat pendidikan di suatu sekolah. kurikulum mengandung pengertian metamorfosis (jelmaan). susah untuk diprediksikan target-target yang akan dapat dicapai sesuai dengan apa yang telah ditetapkan dan diatur dalam kurikulum yang telah disepakati. Kurikulum berfungsi sebagai acuan dasar bagi pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam bahasa latin. Tanpa adanya alat-alat pendidikan. Disitu akan dijelaskan targettarget yang akan dicapai dalam proses pendidikan. Alat pendidikan akan menunjang pelaksanaan yang telah direncanakan dalam kurikulum yang telah disusun. sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.

Pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah. Bila kurikulumnya didesain dengan sistematis dan komprehensif serta integral dengan segala kebutuhan pengembangan dan pembelajaran anak didik untuk mempersiapkan diri mengahadapi kehidupannya. Untuk mendapatkan rumusan tentang pengertian kurikulum. Dalam pandangan modern. Menurut Frank Bobbit (1918) kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman. Berhasil atau tidaknya suatu pendidikan. pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan. Beauchamp (1986) mengemukakan bahwa : A Curriculun is a written document which may contain many ingredients. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school . isi. itulah kurikulum. kegagalan demi kegagalan akan terus menerus membayangi dunia pendidikan. mampu tidaknya seorang anak didik dan pendidik dalam menyerap dan memberikan pengajaran. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tetapi jika tidak. karena memang masyarakat berubah berdasarkan kebutuhan itu sendiri. Kurikulum dipandang sebagai program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam mencapai tujuan pendidikan. seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (1935) yang mengatakan bahwa kurikulum to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. George A. Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman untuk menggunakan aktivitas belajar mengajar. para ahli mengemukakan pandangan yang beragam. Dalam pandangan klasik.John Dewey (1902:5) mengartikan kurikulum sebagai sebuah pengkajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini yang pembentukannya menekankan pada kepentingan dan keperluan masyarakat. kebutuhan anak didikpun akan dinamis sehingga tidak tersaing dalam masyarakat. Hamid Hasan (1988) mengemukakan bahwa . Konsep tersebut menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkan oleh sekolah. Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional tahun 2003. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C. yang tak terarah dan terarah. yang bertujuan untuk perkembangan kemampuan individu atau satu seri latihan pengalaman langsung secara sadar digunakan oleh sekolah untuk melengkap dan menyempurnakan pemahamannya. Doll (1974) yang mengatakan bahwa : the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school. Apabila masyarakat dinamis. Kurikulum juga sebagai pedoman mendasar dalam proses belajar mengajar di dunia pendidikan. dan sukses tidaknya suatu tujuan. lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah. kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. tentu hasil (out-put) pendidikanpun akan mampu mewujudkan harapan. Untuk mengakomodasi perbedaan pandangan tersebut.

kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. Dari pendapat Marimba ini.konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi. Ahmad D. khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. isi. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional sebagaimana dapat dilihat dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. dalam bentuk praktek pembelajaran. 3. yang didalamnya memuat tentang tujuan. 4. alat sebagai pembantu untuk mempermudah usaha dalam mencapai tujuan. alat sebagai tujuan untuk mencapai tujuan selanjutnya. Marimba memandang alat pendidikan dari aspek fungsinya. yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. alat-alat. kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum 3. Alat-alat pendidikan dapat dibedakan kedalam dua golongan yaitu alat pendidikan preventif dan alat pendidikan represif. dan waktu. kurikulum sebagai ide 2. dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. Pengertian alat pendidikan disini adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan berupa usaha dan perbuatan yang dilaksanakan secara konkrit dan tegas guna menjaga agar proses pendidikan berjalan dengan lancar dan berhasil. alat pendidikan bisa berupa usaha/ perbuatan atau berupa benda/ perlengkapan yang bisa memperlancar atau mempermudah pencapaian tujuan pendidikan. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. kurikulum sebagai suatu ide. sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. B. Pengertian Alat-alat Pendidikan Dalam praktek pendidikan. yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian. walaupun sebenarnya pengertian alat lebih luas dari media. Sementara itu. kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas 5. istilah alat pendidikan sering diidentikan dengan media pendidikan. kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik 6. yaitu alat sebagai perlengkapan. 2. . 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. Purwadi (2003) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian: 1. kurikulum sebagai suatu kegiatan. kegiatan. bahan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu . kurikulum menurut persepsi pengajar 4. yaitu: 1.

seperti Amerika Serikat. Karena pada kurikulum ini. anjuran dan perintah. teguran. Seperti pernyataan Sukorini. Kata kunci yang menarik untuk diperhatikan dari rumusan tujuan pendidikan diatas adalah mengembangkan diri . Dengan less is more siswa tidak diburu waktu sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk berpikir kritis dan berefleksi. walaupun peran orang tua dalam kegiatan persekolahan tersebut masih sedikit terbatas. sehingga tidak begitu membebani belajar siswa. Indriati Sukorini (2009) mengatakan. Alat pendidikan represif disebut juga alat pendidikan korektif yaitu alat pendidikan yang bersifat memperbaiki. Pada kurikulum 2004 ini materi kurikulum sudah agak longgar. Contoh alat pendidikan prefentif adalah tata tertib. Karena jika kita lihat mutu pendidikan di negara kita masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain. serta meningkatkan kemampuan timbal-balik dengan lingkungan sosial. hukuman dan ganjaran. Tujuan alat pendidikan ini adalah untuk menyadarkan kembali peserta didik yang telah melakukan pelanggaran terhadap alat pendidikan prefentif yang telah dibuat.Alat pendidikan prefentif ialah alat pendidikan yang bersifat pencegahan. Melihat uraian diatas ternyata kurikulum 2004 pun belum mempunyai peranan yang utama dalam mutu pendidikan kita. Pada kurikulum ini siswa dituntut untuk bisa mengembangkan potensinya sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. Oleh karena itu pemerintah mengambil sikap untuk membenahi kurikulum pada tahun tersebut. Di Amerika Serikat telah dikembangkan less is more yaitu jumlah bahan dikurangi supaya siswa dapat meniliti secara mendalam. Contoh alat pendidikan ini adalah pemberitahuan. dan 1994 justru membebani belajar siswa karena materi kurikulum yang terlalu padat. teknologi dan kesenian. Dampak Penggunaan Kurikulum dan Alat Pendidikan Terhadap Pendidikan. orang tua diberi kesempatan dalam kegiatan persekolahan tersebut. akhirnya lahirlah kurikulum 2004 yang terkenal dengan lahirnya KBK. maka peranan kurikulum pada tahun tersebut dirasa kurang berhasil dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Sehingga siswa tidak bisa mengembangkan dirinya sesuai kemampuan siswa masing-masing. peranan KTSP pada mutu pendidikan di negara kita juga belum ada pengaruhnya. . Betulkah kurikulum dalam praksisnya telah mengembangkan diri para peserta didik? Atau justru membebani para peserta didik? Kritik pada kurikulum pendidikan di negara kita pada tahun 1975. Tujuannya adalah untuk mencegah peserta didik sebelum berbuat sesuatu yang tidak baik yang bisa mengganggu atau menghambat proses pendidikannya. larangan dan paksaan. budaya dan sekitarnya. Karena peringkat Indonesia masih dibawah jauh dari negara-negara seperti Korea. 1984. C. Apalagi kalau banyak kesempatan yang diberikan kepada orang tua untuk selalu aktif berperan dalam kegiatan sekolah atau proses pembelajaran mungkin kompetensi masing-masing anak bisa lebih berkembang. ditinjau dari tujuan pendidikan disetiap jenjang adalah meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

India. Pada posisi pertama berhubungan dengan fleksibilitas sebagai suatu pemikiran kependidikan bagi diklat. walaupun sudah diadakan reformasi kurikulum pendidikan di negara kita. Kurikulum bisa dikatakan konservative. Dampak kurikulum terhadap perkembangan proses pendidikan dapat juga dilihat dari peranan kurikulum dalm proses pendidikan tersebut. Terdapatnya posisi pengembang ini karena adanya perubahan pada pemikiran kependidikan atau pelatihan. Selain itu juga kurang tanggung jawabnya seorang guru pada mata pelajaran yang mereka berikan. Pengertian kedua yaitu sebagai kaidah pengembang kurikulum. Salah satu penyebabnya adalah kurang berperannya guru didalam mengembangkan KTSP ini dengan baik. Masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah sehingga cara berfikir anak serasa mati. Sehingga sampai saat ini pun mutu pendidikan di negara kita masih sangat rendah dan terpuruk. Jepang. Penguasaan Bahasa Inggris yang baik dalam diri siswa atau guru akan dapat mengembangkan pengetahuan lewat informasi dari buku-buku asing.Singapura. Menurut Hasan (1992) kurikulum bersifat fleksibilitas mengandung dua posisi. China. . yaitu: 1) Peranan konservatif. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tuntutan adanya kurikulum yang sesuai dengan zamannya menjadi relevan. Keterampilan menggunakan komputer dan internet perlu ditingkatkan pada setiap guru dan siswa sehingga siswa terbantu untuk secara mandiri mengambil informasi dan pengetahuan dari negara-negara lain. Penguasaan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia mestinya mendapatkan perhatian yang lebih. Dengan demikian. Paling tidak ditentukan tiga jenis peranan kurikulum. sehingga siswa dapat mengenal peralatan mutakhir tersebut dan dapat menggunakannya sebagai salah satu cara untuk meningkatkan cara belajar siswa sesuai kemajuan teknologi dan komunikasi. Taiwan. karena mentransmisikan dan menafsirkan warisan sosial kepada anak didik atau generasi muda. Sehingga tidak relevan dengan tujuan KTSP itu sendiri dimana guru harus mampu mengembangkan KTSP yang bisa menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang kuat. Sebagian besar guru masih ada yang hanya memikirkan materi yang menjadi tanggung jawabnya itu selesai tepat waktu sesuai dengan silabus dan program semester tetapi tidak memikirkan apakah materi yang mereka sampaikan itu bisa difahami dan diserap oleh siswa dengan baik atau tidak. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa reformasi kurikulum pendidikan yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah kita belum mampu mengubah mutu pendidikan yang lebih baik dan berhasil guna. Pengajaran bahasa yang lebih berorientasi pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi akan membantu siswa belajar menkomunikasikan pemikiran dan pengaetahuannya secara sistematis. Sekolah perlu memfasilitasi peralatan dan pengajaran komputer. Disamping itu pihak pemangku kepentingan dalam meningkatkan mutu pendidikan juga tidak bisa berperan aktif. pada posisi teoritik yang harus dikembangkan dalam kurikulum sebagai rencana. Malaysia dan masih banyak negara lain yang peringkatnya ada diatas negara kita.

Maksudnya kurikulum selain mewariskan atau menstranmisikan nilai-nilai kepada generasi muda juga sebagai alat untuk mengevaluasi kebudayaan yang ada. sehingga mereka menjadi generasi yang siap dan terampil dalam segala hal . Dengan demikian kurikulum dapat memenuhi tuntutan waktu dan keadaan untuk membantu peserta didik menuju kebudayaan yang akan datang. sehingga tercipta keharmonisan diantara ketiganya. Ketiga peran diatas harus dilaksanakan secara seimbang. 3) Peranan kreatif Kurikulum melakukan kegiatan kreatif dan konstruktif.2) Peranan kritis dan evaluatif. dalam arti menciptakan dan menyusun sesuatu yang baru sesuai dengan kebutuhan masa sekarang dan masa mendatang dalam masyarakat.

curriculum as implemented. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. dan teori yang sejalan atau bahkan mereka yang tidak memiliki ketiga kualitas itu tetapi ahli dalam masalah konten yang akan dikembangkan sebagai konten kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum. Sayangnya. serta unsur-unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. penerapan dan evaluasi. visi. dan kemampuan ekonomi memberikan tekanan yang sama. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Tim yang direkrut adalah tim yang diketahui memiliki filosofi.A. aspirasi politik. Ketika perbedaan filosofi. visi. Posisi sebagai objek ini tidak menguntungkan karena ia seringkali diabaikan oleh para otoritas pengembang kurikulum. Perbedaan filosofi. pengusaha. dan kemampuan ekonomi adalah suatu realita masyarakat dan bangsa Indonesia. Pendahuluan Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. keragaman itu menjadi suatu variabel bebas yang memiliki kontribusi sangat signifikan terhadap keberhasilan kurikulum baik sebagai proses (curriculum as observed. visi. kalau tidak dapat dikatakan lebih kuat dibandingkan perbedaan filosofi. kedudukannya yang menjadi objek berubah menjadi subjek dan penentu dalam implementasi kurikulum tetapi tetap tidak dijadikan landasan ketika guru mengembangkan kurikulum. Keragaman sosial. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. 2008) mengemukan posisi keragaman sebagai variabel bebas memang berada pada tataran sekolah dan masyarakat di mana suatu kurikulum dikembangkan dan diharapkan menjadi pengubah yang tangguh sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dapat . Keragaman sosial. budaya. Realita tersebut memang berposisi sebagai objek periferal dalam proses pengembangan kurikulum nasional. seperti: politikus. budaya. orang tua peserta didik. dan teori para pengambil keputusan seringkali dapat diselesaikan melalui jenjang otoritas yang dimiliki seseorang walaupun dilakukan dalam suatu proses deliberasi yang paling demokratis sekali pun. curriculum as experienced. visi. Artinya. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. aspirasi politik. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. didalamnya mencakup: perencanaan. curriculum as reality) tetapi juga kurikulum sebagai hasil. dan kemampuan siswa dalam berproses dalam belajar serta mengolah informasi menjadi sesuatu yang dapat diterjemahkan sebagai hasil belajar. dan teori yang dianut para pengambil keputusan mengenai kurikulum. Padahal keragaman itu berpengaruh langsung terhadap kemampuan guru dalam melaksanakan kurikulum. Waring (dalam cienurani. kemampuan sekolah dalam menyediakan pengalaman belajar. dan teori itu terselesaikan maka proses pengembangan dokumen kurikulum dapat dilakukan dengan mudah.

pengertian kurikulum lebih dianggap sebagai suatu pengalaman atau sesuatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan. George A. dalam bentuk praktek pembelajaran. pengaruh tersebut berada pada tataran yang tak boleh diabaikan sama sekali di mana studi kurikulum memperlihatkan kerentanan. makalah ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. Oleh karena itu. Untuk mengakomodasi perbedaan pandangan tersebut. Dengan perkataan lain. 2008) mengemukakan bahwa : ³A Curriculun is a written document which may contain many ingredients. Hamid Hasan (dalam Sudrajat. itulah kurikulum. yang didalamnya memuat tentang tujuan. dan aspirasi politik harus menjadi faktor yang diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam sosialisasi kurikulum. Purwadi (dalam Sudrajat. 2008) mengemukakan bahwa konsep kurikulum dapat ditinjau dalam empat dimensi. but basically it is a plan for the education of pupils during their enrollment in given school´. sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai suatu ide. 2008) yang mengatakan bahwa : ³ «the curriculum has changed from content of courses study and list of subject and courses to all experiences which are offered to learners under the auspices or direction of school. 2008) yang mengatakan bahwa kurikulum « to be composed of all the experiences children have under the guidance of teachers. seperti dikemukakan oleh Caswel dan Campbell (dalam Sudrajat. Dipertegas lagi oleh pemikiran Ronald C.diperkirakan (perceived needs of a society). kurikulum sebagai suatu hasil yang merupakan konsekwensi dari kurikulum sebagai suatu kegiatan. Pelajaran-pelajaran dan materi apa yang harus ditempuh di sekolah. dan pelaksanaan kurikulum Berdasarkan uraian tersebut. maka timbul suatu permasalahan: faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengembangan kurikulum? Oleh karena itu. keragaman sosial. Sementara itu. yaitu : y kurikulum sebagai ide . Dalam pandangan modern. kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. lebih menekankan kurikulum dipandang sebagai rencana pelajaran di suatu sekolah. bahan. yaitu: y y y y kurikulum sebagai suatu ide. Secara nyata pengaruh tersebut berada pada diri guru yang bertanggungjawab terhadap pengembangan kurikulum dan pada siswa yang menjalani kurikulum. budaya. kurikulum sebagai suatu kegiatan. kegiatan. B. 2008) memilah pengertian kurikulum menjadi enam bagian. dan kemungkinan besar kurikulum berubah atau bahkan berbeda sama sekali dengan apa yang telah direncanakan dan diputuskan. dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum yakni tercapainya perubahan perilaku atau kemampuan tertentu dari para peserta didik. ekonomi. dan waktu. Pengertian Kurikulum Dalam pandangan klasik. Beauchamp (dalam Sudrajat. khususnya dalam bidang kurikulum dan pendidikan. yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis. yang dihasilkan melalui teori-teori dan penelitian. Doll (dalam Sudrajat. alat-alat.

20 Tahun 2003 menyatakan bahwa: ³Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Pergururan Tinggi Perguruan tinggi setidaknya memberikan dua pengaruh terhadap kurikulum sekolah. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu´ C. Kedua. ada tiga faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. Dalam perspektif kebijakan pendidikab nasional sebagaimana dapat dilihat dalam UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional No. yaitu program diploma dan sarjana. Pertama. STKIP). terutama melalui penguasaan ilmu dan kemampuan keguruan dari guru-guru yang dihasilkannya. . FKIP. tetapi secara berangsur-angsur mereka mengikuti peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru melalui program diploma dan sarjana. seperti IKIP. baik ilmu pendidikan maupun ilmu bidang studi serta kemampuan mengajar dari guru-guru akan sangat mempengaruhi pengembangan dan implementasi kurikulum di sekolah. Jenis pengetahuan yang dikembangkan di perguruan tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yang akan dikembangkan dalam kurikulum. Pengetahuan dan teknologi banyak memberikan sumbangan bagi isi kurikulum serta proses pembelajaran.y y y y y kurikulum formal berupa dokumen yang dijadikan sebagai pedoman dan panduan dalam melaksanakan kurikulum kurikulum menurut persepsi pengajar kurikulum operasional yang dilaksanakan atau dioprasional kan oleh pengajar di kelas kurikulum experience yakni kurikulum yang dialami oleh peserta didik kurikulum yang diperoleh dari penerapan kurikulum. Guru-guru yang mengajar pada berbagai jenjang dan jenis sekolah yang ada dewasa ni. dari segi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan diperguruan tinggi umum. Pada Sekolah Dasar masih banyak guru berlatar belakang pendidikan SPG dan SGO. umumnya disiapkan oleh LPTK melalui berbagai program. Kurikulum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan juga mempengaruhi pengembangan kurikulum. dari segi pengembangan ilmu pendidikan dan keguruan serta penyiapan guru-guru Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK. isi. Perkembangan teknologi selain menjadi isi kurikulum juga mendukung pengembangan alat bantu dan media pendidikan. Pengusaan keilmuan. yaitu : y y y Perguruan Tinggi Masyarakat Sistem nilai 1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pegembangan Kurikulum Dalam Sukmadinata (2006 : 158).

politk. bukan hanya 3 (tiga) faktor yang dikemukan oleh Sukmadinata (2006) saja.2. baik nilai moral. Hal ini karena sekolah tidak hanya sekedar mempersiapkan anak untuk selesai sekolah. Landasan pengembangan kurikulum sangat mempengaruhi pengembangan kurikulum karena bila landasannya berupa maka akan mempengaruhi pengembangan kurikulum. Sistem Nilai Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat sistem nilai. Perkembangan dunia usaha yang ada di masyarkat akan mempengaruhi pengembangan kurikulum. bekerja. yang merupakan faktor-faktoe yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. sosial. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengakomodasi pebagai nilai yang tumbuh di masyarakat dalam kurikulum sekolah. ekonomi. Aspek-aspek tersebut sering juga mengandung nilai-nilai yang berbeda. Sekolah berkewajiban menyerap dan melayani aspirasi-aspirasi yang ada di masyarakat. dan berusaha. etika. dan kelompok spritual keagamaan. diantaranya : y y y y y Mengetahui dan memperhatikan semua nilai yang ada dalam masyarakat Berpegang pada prinsip demokratis. dan moral Berusaha menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut ditiru Menghargai nlai-nilai kelompok lain Memahami dan menerima keragaman budaya yang ada Berdasarkan analisis kami. 3. Sekolah sebagai lembaga masyarakat juga bertangung jawab dalam pemeliharaan dan pewarisan nilai-nilai positif yang tumbuh di masyarakat. sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat di tempat sekolah tersebut berada. estetika. kelompok vokasional. Masyarakat Sekolah merupakan bagian dari masyarakat. Persoalannya bagi pengembang kurikulum ialah nilai yang ada di masyarakat itu tidak hanya satu. keagamaan. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan kondisi masyarakat penggunanya serta upaya memenuhi kebutuhan dan tuntutan mereka. yang diantaranya bertugas mempersiapkan anak didik untuk dapat hidup secara bermatabat di masyarakat. Masyarakat umumnya heterogen. . fisik. Masyarakat yang ada di sekitar sekolah mungkin merupakan masyarakat yang homogen atau heterogen. Sebagai bagian dan agen masyarakat. Salah satu kekuatan yang ada dalam masyarakat adalah dunia usaha. religius. Salah satunya landasan pengembangan kurikulum itu sendiri. Jenis pekerjaan yang ada di masyarakat berimplikasi pada kurikulum yang dikembangkan dan digunakan sekolah. tetapi masih ada faktor lain yang dapat mempengaruhi pengembangan kurikulum. etis. tetapi juga untuk dapat hidup. terdiri dari berbagai kelompok etnis. kelompok sosial. yang masingmasing kelompok itu memiliki nilai khas dan tidak sama. Sistem nilai yang akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. budaya maupun nilai politis. dan sebagainya. kelompok intelek. Dalam masyarakat juga terdapat aspekaspek sosial.

rekonstruktivisme lebih jauh menekankan tentang pemecahan masalah. kebenaran universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. dan rekonstruktivisme. seperti: perenialisme. Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Progresivisme merupakan landasan bagi pengembangan belajar peserta didik aktif. Sementara. Dengan merujuk kepada pemikiran Ella Yulaelawati (dalam Sudrajat. Progresivisme menekankan pada pentingnya melayani perbedaan individual. 2. Essensialisme. Sedangkan. Pada rekonstruktivisme. kaitannya dengan pengembangan kurikulum. 1. 5. Rekonstruktivisme merupakan elaborasi lanjut dari aliran progresivisme. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional. Untuk memahami kehidupan seseorang mesti memahami dirinya sendiri. kebenaran dan keindahan dari pada warisan budaya dan dampak sosial tertentu. Perenialisme lebih menekankan pada keabadian. Sama halnya seperti dalam Filsafat Pendidikan. 3. Matematika. Filosofis Filsafat memegang peranan penting dalam pengembangan kuikulum. Sama halnya dengan perenialisme. Aliran Filsafat Perenialisme. Eksistensialisme menekankan pada individu sebagai sumber pengetahuan tentang hidup dan makna. eksistesialisme. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. essensialisme. diantaranya : y y y y y y · Filosofis · Psikologis · Sosial budaya · Politik · Pembangunan negara dan perkembangan dunia · Ilmu dan teknologi (IPTEK) 1. variasi pengalaman belajar dan proses. Di samping menekankan tentang perbedaan individual seperti pada progresivisme. progresivisme. 4. maka faktor-faktor lain yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. keidealan. kita dikenalkan pada berbagai aliran filsafat. Aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu. di bawah ini diuraikan tentang isi dari masing-masing aliran filsafat. Dalam pengembangan kurikulum pun senantiasa berpijak pada aliran ± aliran filsafat tertentu. berfikir kritis dan sejenisnya. Pendidikan yang menganut faham ini menekankan pada kebenaran absolut .Berdasarkan analisis kami. sains dan mata pelajaran lainnya dianggap sebagai dasar-dasar substansi kurikulum yang berharga untuk hidup di masyarakat. sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Essensialisme menekankan pentingnya pewarisan budaya dan pemberian pengetahuan dan keterampilan pada peserta didik agar dapat menjadi anggota masyarakat yang berguna. essesialisme juga lebih berorientasi pada masa lalu. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. peradaban manusia masa depan sangat ditekankan. berpusat pada peserta didik. 2008). .

aspek-aspek perkembangan. 2. Keterampilan dan pengetahuan cenderung lebih tampak pada permukaan ciri-ciri seseorang. Dalam konteks Kurikulum Berbasis Kompetensi. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara selektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. Ini merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengembangan kurikulum (dari teacher center menjadi student center). serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu. yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme. Mulyasa (dalam Sudrajat: 2008) menyoroti tentang aspek perbedaan dan karakteristik peserta didik. Pengetahuan.Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan. E. Selanjutnya. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. dikemukakan pula tentang 5 tipe kompetensi. 2. Konsep diri. 5. Kelima kompetensi tersebut mempunyai implikasi praktis terhadap perencanaan sumber daya manusia atau pendidikan. Meskipun demikian saat ini. Sebaliknya. Keterampilan. bawaan dan motif lebih tersembunyi dan lebih mendalam serta merupakan pusat kepribadian seseorang. yaitu : (1) perbedaan tingkat kecerdasan. sesuatu yang dimiliki seseorang untuk berfikir secara konsisten atau keinginan untuk melakukan suatu aksi. dalam praktek pengembangan kurikulum. tampaknya mulai terjadi pergeseran landasan dalam pengembangan kurikulum. 3. Dikemukakannya. pentahapan perkembangan. yaitu : 1. Oleh karena itu. 4. kompetensi bawaan dan motif jauh lebih sulit untuk dikenali dan dikembangkan. yaitu karakteristik fisik yang merespons secara konsisten berbagai situasi atau informasi. Motif. yaitu kemampuan melakukan tugas secara fisik maupun mental. yaitu informasi khusus yang dimiliki seseorang. yaitu tingkah laku. serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar. sedangkan konsep diri. Kompetensi permukaan (pengetahuan dan keterampilan) lebih mudah dikembangkan. Bawaan. tugas-tugas perkembangan individu. Psikologis Sukmadinata (2006: 46) mengemukakan bahwa minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu (1) psikologi perkembangan dan (2) psikologi belajar. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan. yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Pelatihan merupakan hal tepat untuk menjamin kemampuan ini. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia. nilai atau image seseorang. bahwa sedikitnya terdapat lima perbedaan dan karakteristik peserta didik yang perlu diperhatikan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi. (2) perbedaan .

Sosial-Budaya Kurikulum dapat dipandang sebagai suatu rancangan pendidikan. baik dalam konteks lokal. dengan segala karakteristik dan kekayaan budayanya menjadi landasan dan sekaligus acuan bagi pendidikan. Dengan demikian.kreativitas. 3. (4) kebutuhan peserta didik. turut serta dalam peradaban sekarang dan membuat peradaban masa yang akan datang. politik atau segi-segi kehidupan lainnya. Setiap lingkungan masyarakat masing-masing memiliki sistem-sosial budaya tersendiri yang mengatur pola kehidupan dan pola hubungan antar anggota masyarakat. Nilai-nilai tersebut dapat bersumber dari agama. namun memberikan bekal pengetahuan. 2008) dalam bukunya `Curriculum Development: A Guide to Practice¶ turut menjelaskan pengaruh politik dalam pembentukan dan pengembangan kurikulum. Oleh karena itu. bekerja dan mencapai perkembangan lebih lanjut di masyarakat. Pendidikan bukan hanya untuk pendidikan semata. nasional maupun global. merespons dan berlandaskan pada perkembangan sosial ± budaya dalam suatu masyarakat. Salah satu aspek penting dalam sistem sosial budaya adalah tatanan nilai-nilai yang mengatur cara berkehidupan dan berperilaku para warga masyarakat. Peserta didik berasal dari masyarakat. budaya. 4. karakteristik. Sebagai suatu rancangan. kita tidak mengharapkan muncul manusia ± manusia yang menjadi terasing dari lingkungan masyarakatnya. keterampilan serta nilai-nilai untuk hidup. (3) perbedaan cacat fisik. Kehidupan masyarakat. Israel Scheffer (dalam Sukmadinata. tujuan. Politik Wiles Bondi (dalam Sudrajat. Kita maklumi bahwa pendidikan merupakan usaha mempersiapkan peserta didik untuk terjun ke lingkungan masyarakat. kekayaan dan perkembangan yang ada di masyakarakat. tetapi justru melalui pendidikan diharapkan dapat lebih mengerti dan mampu membangun kehidupan masyakatnya. kondisi. 2006: 60) mengemukakan bahwa melalui pendidikan manusia mengenal peradaban masa lalu. kurikulum yang dikembangkan sudah seharusnya mempertimbangkan. isi. . Dengan pendidikan. maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan. dan (5) pertumbuhan dan perkembangan kognitif. mendapatkan pendidikan baik formal maupun informal dalam lingkungan masyarakat dan diarahkan bagi kehidupan masyarakat pula. kurikulum menentukan pelaksanaan dan hasil pendidikan. Sejalan dengan perkembangan masyarakat maka nilai-nilai yang ada dalam masyarakat juga turut berkembang sehingga menuntut setiap warga masyarakat untuk melakukan perubahan dan penyesuaian terhadap tuntutan perkembangan yang terjadi di sekitar masyarakat.

terutama dalam bidang transportasi dan komunikasi telah mampu merubah tatanan kehidupan manusia. Kemajuan cepat dunia dalam bidang informasi dan teknologi dalam dua dasa warsa terakhir telah berpengaruh pada peradaban manusia melebihi jangkauan pemikiran manusia sebelumnya. Perkembangan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pada jaman dahulu kala. tetapi berkat kemajuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada pertengahan abad ke-20. Berbagai penemuan teoriteori baru terus berlangsung hingga saat ini dan dipastikan kedepannya akan terus semakin berkembang Akal manusia telah mampu menjangkau hal-hal yang sebelumnya merupakan sesuatu yang tidak mungkin.Hal ini jelas menunjukkkan bahwa pengembangan kurikulum dipengaruhi oleh proses politik. Oleh karena itu kurikulum harus diubah sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan sains dan teknologi. Sifat pengetahuan dan keterampilan yang harus dikuasai masyarakat sangat beragam dan canggih. . Selain itu. 6. Ilmu dan Teknologi (IPTEK) Pada awalnya. Pembangunan Negara dan Perkembangan Dunia Pengembangan kurikulum juga dipengaruhi oleh faktor pembangunan negara dan perkembangan dunia. Kandungan kurikulum pendidikan perlu menitikberatkan pada mata pelajaran sains dan kemahiran teknik atau vokasional kerana tenaga kerja yang mahir diperlukan dalam zaman yang berteknologi dan canggih ini. mungkin orang akan menganggap mustahil kalau manusia bisa menginjakkan kaki di bulan. Oleh karena itu. Kenyataan tersebut jelas menunjukkan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan yang pesat pada kehidupan manusia di muka bumi ini. pesawat Apollo berhasil mendarat di Bulan dan Neil Amstrong merupakan orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan. sehingga diperlukan kurikulum yang disertai dengan kemampuan meta-kognisi dan kompetensi untuk berfikir dan belajar bagaimana belajar (learning to learn) dalam mengakses. serta mengatasi situasi yang ambigu dan antisipatif terhadap ketidakpastian. kerana setiap kali tampuk pimpinan sesebuah negara itu bertukar. Negara yang ingin maju dan membangun tidak seharusnya mempunyai kurikulum yang statis. dalam abad pengetahuan sekarang ini. memilih dan menilai pengetahuan. Oleh karena itu pengembangan kurikulum haruslah sejajar dengan pembangunan negara dan dunia. Pengaruh ini terlihat pada pergeseran tatanan sosial. ekonomi dan politik yang memerlukan keseimbangan baru antara nilai-nilai. diperlukan masyarakat yang berpengetahuan melalui belajar sepanjang hayat dengan standar mutu yang tinggi. pemikiran dan cara-cara kehidupan yang berlaku pada konteks global dan lokal. namun sejak abad pertengahan mengalami perkembangan yang pesat. ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia masih relatif sederhana. maka setiap kali itulah kurikulum pendidikan berubah. 5.

Hasrat terhadap perubahan kurikulum itu menggambarkan keperluan pendidikan yang menjadi wadah penerus kemajuan bangsa dan negara itu sendiri. karena keberhasilan pendidikan. melalui institusi persekolahan yang akan meneruskan kebudayaan. Kurangnya partisipasi guru 2. Masalah biaya. ketetapan kurikulum yang dugunakan membutuhkan bantuan. y y y Kurang waktu Kekurang sesuaian pendapat (baik antara sesama guru dengan kepala sekolah dan administrator) Karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan perkembangan kurikulum adalah elemen yang saling berkait antara satu sama lain. Dapat dikatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum itu sendiri mencerminkan idealisme dan perubahan keperluan masyarakat dan negara. yaitu meliputi: y y y y y y y y y Pergururan Tinggi Masyarakat · Sistem Nilai · Filosofis · Psikologis · Sosial-Budaya Politik Pembangunan Negara Dan Perkembangan Dunia Ilmu dan Teknologi (IPTEK) . Datang dari masyarakat. E.kurikulum seyogyanya dapat mengakomodir dan mengantisipasi laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat merupakan sumber input dari sekolah. Hambatan-hambatan yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat beberapa hambatan-hambatan antara lain: 1. D. Penutup Proses perkembangan kurikulum sebagai sifatnya yang sentiasa berubah turut dipengaruhi oleh faktor-faktor persekitaran yang merangsang reaksi manusia yang terlibat dalam kepentingannya. 1. sehingga peserta didik dapat mengimbangi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan dan kelangsungan hidup manusia. serta input fakta dari mayarakat.

com/2008/10/27/pengembangan-kurikulum/ diakses pada tanggal 20 Nopember 2008). dkk. Revisi Kurkulum.com/ diakses pada tanggal 20 Nopember 2008). 2006. 2008. Nana Syaodih. 2008. 2008. Pengembangan Kurikulum (http://istpi. Pengembangan Kurikulum SD. harus menimaliskan faktor yang bersifat negatif. Sukmadinata. Lisa. Akhmad. Pengembangan Kurikum. Cienurani. oooo 0000 oooo .wordpress . ²²²-. Bandung: Remaja Rosdakarya. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sudrajat. 2008. oooo 0000 oooo REFERENSI Chamisijatin. Pengertian Kurikulum. Teori dan Praktek.blog. (http://cienurani.Faktor-foaktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum.com/2008/07/08/pengertian-kurikulum/ diakses pada tanggal 20 Nopember 2008). Oleh karena itu bagi pengembang kurikulum diharapkan dapat bekerjasama dengan kelompok lain dan adanya ujicoba agar faktor negatif dapat diminimaliskan. (http://akhmadsudrajat. wordpress.

sehingga dapat memberikan kompetensi yang cukup bagi peserta didik untuk mengembangkan dirinya. UUD dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu pendidikan di Indonesia. . Adapun pembahasan mengenai isi KTSP ini akan dibahas lebih lanjut pada Bab II. adalah : 1. Tanggung jawab melaksanakan inovasi diantaranya terletak pada penyelenggaraan pendidikan di sekolah. kurikulum dalam pendidikan harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan IPTEK. Perubahan-perubahan kurikulum dalam setiap mata pelajaran. Perubahan yang terjadi pada kurikulum diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik lagi. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.BAB I PENDAHULUAN 1. berdasarkan format observasi. 1. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari laporan ini. Pembelajaran PKn diterapkan mulai dari dasar pendidikan formal yaitu SD kelas 1. Hal ini sangat berbengaruh besar terutama dalam dunia pendidikan yang menuntut adanya inovasi baru yang dapat menimbulkan perubahan. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan dimana IPTEK sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan.2. dimana guru memegang peranan utama dan bertanggung jawab menyebarluaskan gagasan baru.1. namun tidak menyimpang dari peraturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. baik terhadap siswa maupun masyarakat melalui proses pengajaran dalam kelas. Kurikulum yang diberlakukan sekarang yaitu kurikulum 2006 (KTSP). secara kualitatif yang berbeda dengan sebelumnya. diharapkan dapat berjalan secara operasional. Analisis isi KTSP yang meliputi kelebihan dan kelemahan KTSP. maka secara otomatis pola pikir masyarakat berkembang dalam setiap aspek. Analisis proses belajar mengajar pada pembelajaran Pkn di kelas I SD. Oleh karena itu. 2. khususnya mata pelajaran PKn yang dalam KTSP ini merupakan suatu mata pelajaran yang bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berlandaskan pada Pancasila.

KTSP juga dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik serta kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 5. . dan antar golongan (SARA). Oleh karena itu kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan IPTEK dan Seni. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Dinamika perkembangan global Pendidikan harus menciptakan kemandirian baik pada individu maupun bangsa yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pengembangan KTSP berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki potensi sentral untuk mengembangkan potensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Peningkatan potensi. dimana antara kepentingan nasional dan daerah harus saling mengisi serta jenis pendidikan dengan tanpa membedakan suku. status sosial. KTSP untuk jenjang pendidikan dasar dikembangkan oleh sekolah komite sekolah dengan berpedoman pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang diterbitkan oleh BSNP.1 Analisis Isi Kurikulum 2006 (KTSP) Kurikulum merupakan seperangkat perencanaan dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pengajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyediaan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Oleh karena itu. ekonomi dan gender. psikomotor) berkembang secara optimal. Sehingga sejalan dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. kognitif. kecerdasan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemempuan peserta didik Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistic yang memungkinkan potensi diri (afektif. Hal ini selaras dengan tujuan mata pelajaran PKn. 3. terutama pada mata pelajaran agama dan PKn. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan KTSP adalah sebagai berikut : 1.BAB II ANALISIS PEMBELAJARAN PKn BERDASARKAN KTSP 2. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diberlakukan Departemen Pendidikan Nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak yang mulia. Perkembangan IPTEK dan Seni Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan. sesungguhnya dimaksudkan untuk mempertegas pelaksanaan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) artinya kurikulum baru initetap memberikan tekanan pada pengembangan kompetensi siswa. 2. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. berbangsa dan bernegara. 4. adat istiadat. agama.

KTSP sangat memungkinkan bagi tiap sekolah untuk mengembangkan mata pelajaran tertentu bagi kebutuhan siswa. Kelemahan kurikulum 2006 (KTSP) Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia disamping memiliki Kelebihan juga memiliki . Dengan semangat otonomi itu. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus lebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. KTSP mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat dan memberatkan kurang lebih 20 persen. KTSP menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling membutuhkan siswanya. 2. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum damasa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum diseluruh Indonesia. Mendorong guru. A. 5. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam pendidikan. B. mengembangkan. Dengan berpijak pada panduan KTSP sekolah diberi kebebasan untuk merancang. 4. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurkulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. kondisi dan potensi keunggulan local yang bisa dimunculkan oleh sekolah. Alasan diadakannya pengurangan jam pelajaran ini karena menurut pakar pendidikan anak bahwa jam pelajaran di sekolah-sekolah selama ini terlalu banyak. Dengan diberlakukannya KTSP beban belajar siswa berkurang karena KTSP lebih sederhana. Sehingga suasana yang tercipta pun terkesan sangat formal. Hal-hal tersebut diatas mempunyai prinsip dan tujuan yang sama dengan mata pelajaran PKn di sekolah dasar karena secara ideal PKn membentuk warga negara yang memiliki wawasan berbangsa dan berneagara serta nasionalisme yang tinggi. Untuk itulah kehadiran KTSP diharapkan dapat memberikan jawaban yang konkrit terhadap mutu dunia pendidikan di Indonesia. dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. Kelebihan kurikulum 2006 (KTSP) Setiap kurikulum yang diberlakukan di Indonesia memiliki kelebihan masing-masing tergantung pada situasi dan kondisi pada saat kurikulum diberlakukan. Akibat yang lebih jauh lagi dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Hal ini dirasakan oleh siswa SD yang masih anak-anak dan mereka membutuhkan waktu bermain yang cukup untuk mengembangkan kepribadiannya secara alami. dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi. tidak melihat situasi riil dilapangan. Kelebihan-kelebihan KTSP ini antara lain : 1.6. Tetapi tetap memberikan tekanan bagi perkembangan siswa. 3. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhannya. Sebagai contoh sekolah yang berada dalam kawasan pariwisata dapat lebih menfokuskan pada mata pelajaran bahasa Inggris atau mata pelajaran di bidang kepariwisataan lainnya. kepala sekolah dan pihak manajemen untuk semakin meningkatkan kreatifitasnya dalam penyelenggaraan program pendidikan. sekolah bersama dengan komite sekolah dapat secara bersama-sama merumuskan kurikulum sesuai dengan kebutuhan situasi dan kondisi lingkungan.

Pola penerapan KTSP terbentur pada masih minimnya kualitas guru. Selain itu format penilaian hasil pembelajaran tidak tercantum dalam RPP.kelemahan. kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP. kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. laboratorium serta fasilitas penunjang lainnya. namun masih terdapat beberapa kekurangan yang harus diperbaiki lagi. Sementara kondisi di lapangan menunjukan masih banyak satuan pendidikan yang minim alat peraga. yang pada dasarnya bahwa tahap perkembangan anak di kelas I masih menggunakan benda-benda yang kongkrit untuk dapat menerima materi pembelajaran dengan baik. Masih rendahnya kuantitas guru yang diharapkan mampu memahami dan menguasai KTSP dapat disebabkan karena pelaksanaan sosialisasi masih belum terlaksana secara menyeluruh. Analisis Pembelajaran PKn berdasarkan Format Berdasarkan hasil format observasi pada pembelajaran PKn di kelas I SDN Johar Baru 11 Pagi cukup baik. penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran berdampak pada pendapatan guru. 3. Kelemahan-kelemahan KTSP antara lain : 1. Kekurangan tersebut salah satunya penggunaan alat peraga yang kurang maksimal pada proses pembelajaran PKn. khususnya pada mata pelajaran PKn. maupun praktek pelaksaannya di lapangan. Sebagian guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan KTSP. b. Sedangkan alat peraga merupakan hal penting dalam proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran terutama di kelas I. penyusunannya. Selain itu juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreatifitas guru. 4. 2. masih banyaknya guru yang belum memahami KTSP secara komprehensip baik konsepnya. Ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap merupakan salah satu syarat yang paling penting bagi pelaksaan KTSP. .

Saran-saran tersebut antara lain : 1.2 SARAN Dari kesimpulan diatas maka penulis berusaha memberikan saran yang diharapkan dapat membantu program pelaksanaan KTSP dengan baik. maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. mendorong guru dan pihak manajemen sekolah untuk meningkatkan kreatifitas dalam program pendidikan. namun penggunaan alat peraga yang kurang maksimal dan format penilaian yang belum lengkap. Lebih ditingkatkan lagi sosialisasi KTSP sehingga dapat meningkatkan SDM guru dan kepala sekolah sesuai dengan perkembangan IPTEK 2.1 KESIMPULAN Dari hasil analisis KTSP dan proses pembelajaran PKn di kelas I SD. masih banyak guru yang belum memahami KTSP. Penyediaan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan program KTSP. Kelebihan dari kurikulum 2006 (KTSP) yaitu mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. BAB III PENUTUP 3. Kurikulum 2006 (KTSP) dalam pembelajaran PKn mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk melahirkan peserta didik sebagai ilmuan professional sekaligus warga negara Indonesia yang taat terhadap peraturan dan norma yang berlaku di masyarakat serta cinta tanah air (Nasionalisme) yang tinggi. Proses belajar mengajar pada pembelajaran PKn cukup baik. 3. Adapun aktualisasi dari PKn tersebut adalah melahirkan peserta didik sebagai ilmuan professional sekaligus Warga Negara Indonesia yang memiliki rasa kebanggan dan cinta tanah air (Nasionalisme) yang tinggi. Perubahan kurikulum yang terjadi dalam dunia pendidikan sejalan dengan IPTEK yang terus berkembang. 2. menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu bagi kebutuhan peserta didik. 3.Secara ideal mata pelajaran PKn disekolah memegang peranan penting untuk mengembangkan potensi peserta didik sebagai Warga Negara Indonesia yang berkepribadian mantap serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Perlu ditingkatkannya proses belajar mengajar yang menggunakan alat peraga dalam setiap pembelajaran khususnya mata pelajaran PKn di kelas I tingkat SD. Kelemahan dari kurikulum 2006 (KTSP) yaitu kurangnya SDM. 5. pengurangan jam pelajaran yang berdampak pada berkurangnya pendapatan guru. dan memberikan peluang yang lebih luas untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. 3. . kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana. 4.

Graha Ilmu. Koentowibisono. Siswomiharjo. Penyusun: Heni Nurhaeni . dkk. Edisi Pertama. Usman.DAFTAR PUSTAKA Haryati. Jakarta. Makalah. Pancasila Sebagai Dasar Etika Kehidupan Bermasyarakat. Wahid. Panduan Lengkap KTSP. Suscados PKn Dirjen Dikti Depdiknas. Aliaras. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Gaung Persada Press Jakarta.com Mulyadi. Jakarta. dkk. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. 2005. Edisi Pertama. 2007. Jakarta Barat. 2007. Berbangsa dan Bernegara. Mimin. Jakarta mahaniv@yahoo. Bina Aksara. Edisi Pertama. 1988. Model dan Teknik Penilaian Pada Tingkat Satuan Pendidikan.

Riau. rasa. keprigelan (keterampilan). materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian seharihari. karsa.´ kata Djauzak Ahmad. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral. dan jasmaniah. tentu yang kita harapkan adalah perubahan untuk menuju keperbaikan dan sebuah perubahan selalu di sertai dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah selayaknya di pertimbangkan agar tumbuh kebijakan bijaksana. kecerdasan. RENCANA PELAJARAN TERURAI 1952 Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. emosional/artistik. Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. Ini adalah perkembangan Kurikulum Pendidikan Kita: RENCANA PELAJARAN 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan. Yang diutamakan pendidikan watak. Pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. Dalam bahasa Belanda. kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Ketika itu. Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah ³melakukan perubahan´. Fokusnya pada pengembangan daya cipta. dan moral (Pancawardhana). seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Bentuknya memuat dua hal pokok: daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya. muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. ³Silabus mata pelajarannya jelas sekali. plus garis-garis besar pengajaran. karya.Deskripsi singkat tentang kurikulum apa saja yang pernah dikembangkan dalam program pendidikan di negeri tercinta Indonesia. KURIKULUM 1968 . di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. artinya rencana pelajaran. Di penghujung era Presiden Soekarno. lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional.

dan tujuan pengajaran dirinci dalam Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Penolakan CBSA bermunculan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan. Sayangnya. Guru dibikin sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran. Direktur Pembinaan TK dan SD Depdiknas. Kepala Pusat Kurikulum Depdiknas periode 1980-1986 yang juga Rektor IKIP Jakarta ² sekarang Universitas Negeri Jakarta ² periode 1984-1992. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. banyak sekolah kurang mampu menafsirkan CBSA. mengalami banyak deviasi dan reduksi saat diterapkan secara nasional. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. Conny R.´ kata Mudjito menjelaskan.´ kata Drs. KURIKULUM 1994 dan SUPLEMEN KURIKULUM 1999 Kurikulum 1994 bergulir lebih pada upaya memadukan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Mudjito. Jumlah pelajarannya 9. antara pendekatan proses. kegiatan belajar-mengajar. Zaman ini dikenal istilah ³satuan pelajaran´. Semiawan. dan yang menyolok guru tak lagi mengajar model berceramah. tujuan instruksional khusus (TIK). Konsep CBSA yang elok secara teoritis dan bagus hasilnya di sekolah-sekolah yang diujicobakan. KURIKULUM 1984 Kurikulum 1984 mengusung process skill approach. Kurikulum ini juga sering disebut ³Kurikulum 1975 yang disempurnakan´. mendiskusikan. ³Jiwanya ingin mengkombinasikan antara Kurikulum 1975 dan Kurikulum 1984. tapi faktor tujuan tetap penting. yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Metode. MSi. Yang terlihat adalah suasana gaduh di ruang kelas lantaran siswa berdiskusi.´ katanya. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) atau Student Active Leaming (SAL). Tokoh penting dibalik lahirnya Kurikulum 1984 adalah Profesor Dr. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila. materi. mengelompokkan. Kurikulum 1975 banyak dikritik. pengetahuan dasar. Meski mengutamakan pendekatan proses. Setiap satuan pelajaran dirinci lagi: petunjuk umum. . tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. dan kecakapan khusus. Ak. alat pelajaran. di sana-sini ada tempelan gambar. hingga melaporkan. ³Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. Dari mengamati sesuatu. materi pelajaran. agar pendidikan lebih efisien dan efektif. KURIKULUM 1975 Kurikulum 1975 menekankan pada tujuan. Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar.Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis. ³Yang melatarbelakangi adalah pengaruh konsep di bidang manejemen. dan evaluasi. yaitu MBO (management by objective) yang terkenal saat itu.

Hasilnya tak memuaskan. (TIAR) Source: http://kesadaransejarah. diikuti kehadiran Suplemen Kurikulum 1999. yakni ujian. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran. Dari muatan nasional hingga lokal. dan kota besar di luar Pulau Jawa telah menerapkan KBK. seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota. Sayangnya. lantaran beban belajar siswa dinilai terlalu berat. perpaduan tujuan dan proses belum berhasil. standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Hal ini disebabkan karangka dasar (KD). Kurikulum 1994 menjelma menjadi kurikulum super padat.go. Guru-guru pun tak paham betul apa sebenarnya kompetensi yang diinginkan pembuat kurikulum. Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing. Tinjauan dari segi isi dan proses pencapaian target kompetensi pelajaran oleh siswa hingga teknis evaluasi tidaklah banyak perbedaan dengan Kurikulum 2004. Tapi perubahannya lebih pada menambal sejumlah materi. KURIKULUM 2004 Bahasa kerennya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). keterampilan daerah. Perbedaan yang paling menonjol adalah guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah berada. Kejatuhan rezim Soeharto pada 1998. evaluasinya tentu lebih banyak pada praktik atau soal uraian yang mampu mengukur seberapa besar pemahaman dan kompetensi siswa. standar kompetensi lulusan (SKL). Meski baru diujicobakan. Ujian akhir sekolah maupun nasional masih berupa soal pilihan ganda. kerancuan muncul bila dikaitkan dengan alat ukur kompetensi siswa. toh di sejumlah sekolah kota-kota di Pulau Jawa. Kritik bertebaran. Bila target kompetensi yang ingin dicapai. Berbagai kepentingan kelompok-kelompok masyarakat juga mendesakkan agar isu-isu tertentu masuk dalam kurikulum. misalnya bahasa daerah kesenian. Muncullah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Pelajaran KTSP masih tersendat.Sayang. Walhasil. dan lain-lain. Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi apakah yang mesti dicapai siswa.id) KTSP 2006 Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan.com/2007/11/kurikulum-pendidikan-kita. (sumber: depdiknas.blogspot.html .

Ujian . sementara publik justru menganggapnya sebagai µpetaka baru¶. Sekolahlah sebagai penentu pendidikan. Kurikulum 1994. di beberapa sekolah masih ada yang melaksanakan Kurikulum 1994. Kita khawatir kurikulum baru itu pun akan sama nasibnya dengan kurikulum-kurikulum lainnya. oleh para guru. Ia merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004. Kurikulum 2004). prasyarat lain seperti gedung dan komitmen pemerintah juga akan menjadi kendala yang serius. Ada yang optimistis dan juga sebaliknya.KURIKULUM pendidikan Indonesia rupanya terus ditakdirkan berada dalam dunia yang berbeda. Dari sudut pandang pemerintah. ujung dari seluruh proses itu juga harus lewat ujian negara. dalam kurikulum baru itu. meski KTSP benar-benar memberikan otonomi kepada sekolah untuk mengembangkan pendidikan. melainkan ada pada guru sendiri. Selama ini para guru lebih banyak menampakkan wajahnya sebagai perpanjangan wajah birokrasi. benar-benar digerakkan agar menjadi manusia profesional. Kurikulum sering dinilai tidak hanya menjadi momok. Guru. Sementara itu. Kurikulum 1975. Sumber kelemahannya bukan berada di mana-mana. Kurikulum 1984. Yang optimistis berkeyakinan KTSP akan mampu mengatasi mandulnya kreativitas guru karena kurikulum itu dibuat oleh sekolah. Seperti juga sekarang telah muncul Kurikulum 2006 atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Bahkan. yang pesimistis mengolok-olok KTSP sebagai (K)urikulum (T)idak (S)iap (P)akai karena lahir terlalu prematur. Dunia ideal untuk memperbaiki mutu pendidikan dan tataran praksis yang justru menghasilkan kenyataan sebaliknya. Ia terlampau patuh pada apa yang disebut petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. Kini sekolah dan komite sekolah harus bermitra mengembangkan kurikulum sendiri. Ia dipaksa untuk meninggalkan cara-cara konservatif dan menggantinya dengan cara kerja yang kreatif. bukan pemerintah pusat. munculnya kurikulum baru itu juga disambut kontroversi. Kurikulum yang sesungguhnya belum sepenuhnya dilaksanakan. (Sekadar catatan kurikulum yang pernah berlaku: Kurikulum 1968. Seberapa banyak guru yang kreatif dan siap dalam spirit perubahan zaman yang disyaratkan KTSP? Bukankah pendidikan keguruan di negeri ini memang tidak membekali guru sebagai penyusun kurikulum? Selain persoalan guru. tetapi juga mengganggu dunia pendidikan. Seperti yang sudah-sudah. kurikulum sering dianggap seperti µmantra baru¶. Ironisnya lagi. Pendidikan kita seperti disandera oleh sistem kurikulum yang tak kunjung menghasilkan apa yang ada dalam cita-cita ideal kita.

1968. Oleh karena itu. Di dalam proses pengendalian mutu. pengetahuan dan metode belajar semakin lama semakin maju pesat. prioritas kebijakan nasional ikut berubah. salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulum pendidikannya. 1994. Departemen Pendidikan Nasional juga secara teratur melakukan evaluasi terhadap peraturan yang berkait dengan kurikulum. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama. kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan. sosial budaya. ekonomi. 1975. PERJALANAN KURIKULUM DI INDONESIA Dion Eprijum Ginanto Dalam dunia pendidikan. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945. yaitu pada tahun 1947. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang begitu pesat. dan pada akhirnya lupa mengembangkan kreativitas sekolah. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik. Kita khawatir niat suci pemerintah untuk memberikan otonomi seluas-luasnya kepada sekolah dan guru. Semua itu ikut memberikan dorongan bagi penyelenggara pendidikan untuk selalu melakukan proses perbaikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi. 1984. dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. 2004 dan 2006. 1952. perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar. Sebab. dan evaluasi pada kurikulum yang digunakan. yaitu Pancasila dan UUD 1945. tidak mungkin dalam suati instansi pendidikan tetap mempertahankan kurukulum lama. kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Sebab. Begitu pun pola pembiayaan pendidikan serta kondisi sosial. 1964. Sementara di sisi lain. termasuk perubahan pada tuntutan profesi serta kebutuhan dan keinginan pelanggan. kurikulum merupakan perangkat yang sangat penting karena menjadi dasar untuk menjamin kompetensi keluaran dari proses pendidikan. hal ini dikhwatirkan akan mengakibatkan suatu instansi sekolah tidak dapat sejajar dengan sekolah-sekolah yang lain. Kita khawatir KTSP tidak menjadi jawaban yang tepat atas dunia pendidikan kita yang masih terhuyung-huyung untuk menghadapi persaingan global yang keras. modifikasi. justru menjadi belenggu. pemerintah sendiri belum menyiapkan guru-guru untuk menyusun dan melaksanakan kurikulum berbasis sekolah tersebut. .negara akan membuat guru sibuk bagaimana agar seluruh siswa lulus. Kurikulum harus selalu diubah secara periodik untuk menyesuaikan dengan dinamika kebutuhan pengguna dari waktu ke waktu. Karena pentingnya maka setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi untuk kemudian disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Dari segi tujuan pendidikan. emosional/artistik. Kurikulum 1968 (Rencana Pendidikan 1968) Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. yaitu pengembangan moral. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani. Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964) Usai tahun 1952. keprigelan. dan sehat jasmani.1. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. kecerdasan. 2004). kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Pada saat itu. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. 4. . . 5. dan kecakapan khusus. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. moral. dan jasmani. Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatanpendekatan di antaranya sebagai berikut. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. 2. pengetahuan dasar. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. dan keyakinan beragama. kuat. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan.Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Kurikulum Tahun 1947 (Rentjana Pelajaran 1947) Awalnya pada tahun 1947. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran 1947) Setelah Rentjana Pelajaran 1947. 3. budi pekerti. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya.Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. menjelang tahun 1964. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Berorientasi pada tujuan : .

Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) . Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian. Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)) . Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar . . baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti.Dari pola pengajaran berorientasi TEORI belajar mengajar menjadi beroreintasi pada MUATAN (Isi) . Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. . 6.Bersifa populis yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia.Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA) Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA adalah . Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya 7.Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada anak didik.Perubahan dari semester ke Caturwulan (Cawu) .Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).Berorientasi pada tujuan instruksional .Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) . dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). baik secara mental. fisik. Kurikulum 1994 Ciri-Ciri Umum Kurikulum 1994: . 8.. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. dan sosial.Materi pelajaran menggunakan pendekatan spiral. semakin tinggi tingkat kelas semakin banyak materi pelajaran yang di bebankan pada peserta didik. divergen (terbuka.Dalam pelaksanaan kegiatan. Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. dan penyelidikan. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984.

Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004). 9. yaitu: . kalender pendidikan.Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. sehingga dapat lebih menimbulkan kearifan dalam proses belajar-mengajar.Menekankan pd ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal. .Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi. .Sumber belajar bukan hanya guru. kesiapan pemerintah dan kesiapan stake holder pendidikan. struktur dan muatan kurikulum. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif . . beban belajar. esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter). . . .Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu pada standar-standar yang telah ditetapkan.Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: . (Dari berbagai sumber . Kurikulum 2006 (KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Secara substansial. kesiapan sekolah. Semoga tulisan ini dapat sedikit memberikan pencerahan tentang kurikulum di Indonesia. mulai dari tujuan. tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif.Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. hingga pengembangan silabusnya Pergantian kurikulum adalah suatu keniscayaan yang harus diberlakukan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku dan metode pngajaran yang setiap saat terus berkembang.Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada. 19/2005.Sumber belajar bukan hanya guru. Untuk menyikapi pergantian kurikulum maka yang harus disiapkan adalah: Kesiapan dari guru itu sendiri (apapun kurikulumya apabila guru memahami akan esensi dari kurikulum maka tidak akan terjadi permasalahan).Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. Akan tetapi. yaitu PP No. visi ± misi. .

Standar Kompetensi Lulusan (SKL). justru kian meruyaknya kasus korupsi. 23. sekolah (SD. Globalisasi telah mendorong terciptanya rekonfigurasi geografis. secara mendadak Mendiknas meluncurkan Peraturan Nomor 22. Indonesia mustahil mampu menghindar dari dampak dan imbas globalisasi. dan sosial? Jawaban terhadap semua pertanyaan itu agaknya membuat kita sedikit gerah.Dunia pendidikan kita sudah berkali-kali mengalami perubahan kurikulum. Yang kita saksikan. Namun. jarak teritorial. sehingga ruang-sosial tidak lagi semata dipetakan oleh kawasan teritorial. Namun. apakah KTSP mampu mengantisipasi perubahan dan gerak dinamika zaman ketika semua negara di dunia sudah menjadi sebuah perkampungan global? Apakah KTSP mampu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas? Mitos Globalisasi Sebagai bagian dari masyarakat dunia. Di tengah-tengah keprihatinan semacam itu. nyaris tak terhayati dan teraplikasikan dalam panggung kehidupan nyata. Persoalannya sekarang. apa dampaknya terhadap kemajuan peradaban bangsa? Sudahkah pendidikan di negeri ini mampu melahirkan anak-anak bangsa yang visioner. SMP/MTs. sering dijadikan sebagai indikator bahwa dunia pendidikan kita telah ³gagal´ melahirkan tenaga-tenaga ahli yang memiliki kompetensi untuk bersaing di pasar kerja. nilai kesalehan. dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi (SI). baik individu maupun sosial. Satuan pendidikan (baca: sekolah) dapat menerapkan Permendiknas tersebut mulai tahun ajaran 2006/2007 dan paling lambat pada tahun ajaran 2006/2007 semua sekolah harus sudah mulai menerapkannya. disadari atau tidak. kejahatan krah putih. 1975. tetapi juga cerdas secara emosional. yakni Kurikulum 1962. dan batas-batas . manipulasi. kenyataan yang kita rasakan. Setidaknya sudah enam kali perubahan kurikulum tercatat dalam sejarah. Melalui ketiga Permendiknas tersebut. Yang lebih memprihatinkan. atau perilaku anomali sosial lain yang dilakukan oleh orang-orang yang notabene sangat kenyang ³makan sekolahan´. 1994. yang mampu membawa bangsa ini berdiri sejajar dan terhormat dengan negara lain di kancah global? Sudahkah ³rahim´ dunia pendidikan kita melahirkan generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Kenyataan empiris semacam itu. dan pelaksanaannya pada awal tahun ajaran 2006/2007 lalu. dan KBK. 1984. Jutaan generasi datang silih-berganti memasuki tembok sekolah. negeri kita dinilai hanya mampu menjadi bangsa ³penjual´ tenaga kerja murah di negeri orang. SMA/SMK/MA) harus menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). kolusi. meskipun berkali-kali terjadi perubahan kurikulum. 1968. spiritual.

´ ujar Naisbitt. Ini artinya. ³berfikir lokal. Kemajuan teknologi komunikasi memang telah membuat batas-batas dan jarak menjadi hilang dan tidak berguna. intensitas. Tuntutan untuk berkompetisi dan tekanan institusi global. anggapan atau jalan pikiran semacam itu tidak sepenuhnya benar. Pemanfataan multimedia yang portable dan menarik sudah menjadi pemandangan yang biasa dalam praktik pembelajaran di dunia persekolahan kita.teritorial. globalisasi akan mendorong delokalisasi dan perubahan teknologi dan orientasi pendidikan. Dunia pendidikan pun tak luput dari imbas dan pengaruh yang dihembuskan oleh globalisasi. ada tiga perubahan mendasar yang akan terjadi dalam dunia pendidikan kita. Globalisasi mampu memaksa liberalisasi berbagai sektor yang dulunya non-komersial menjadi komoditas dalam pasar yang baru. membuat dunia politik dan pembuat kebijakan harus berkompromi untuk melakukan perubahan. proses . Naisbitt mengatakan bahwa semakin besar dan semakin terbuka ekonomi dunia. Tidak heran apabila sekolah masih membenani orang tua murid dengan sejumlah anggaran berlabel uang komite atau uang sumbangan pengembangan institusi meskipun pemerintah sudah menyediakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). bersifat global. dan sebaliknya. Pertama. Paling tidak. Lahirnya UUD 1945 yang telah diamandemen. A. Meskipun demikian. Ketiga. diperlukan kearifan dalam memahami pengaruh dan dampak globalisasi terhadap dunia pendidikan kita. Naisbitt pun memperlihatkan hal yang justru bersifat paradoks dari fenomena globalisasi. Kebudayaan lokal dan etnis akan ditelan oleh kekuatan budaya besar atau kekuatan budaya global. perusahaan-perusahaan kecil dan sedang akan semakin mendominasi. misalnya. Kemajuan Iptek telah membuat surutnya peranan kekuasaan ideologi dan kekuasaan negara. seperti IMF dan World Bank. Dalam konteks ini. ³Semakin kita menjadi universal. globalisasi juga dipahami sebagai sebuah proses (atau serangkaian proses) yang melahirkan sebuah transformasi dalam spatial organization dari hubungan sosial dan transaksi ±ditinjau dari segi ekstensitas. dunia pendidikan akan menjadi objek komoditas dan komersil seiring dengan kuatnya hembusan paham neo-liberalisme yang melanda dunia. mulai longgarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara. UU Sisdiknas. Dalam pandangan Mursal Esten. tindakan kita semakin bersifat kesukuan´. Kedua. Dalam buku Global Paradox. Mitos yang berkembang selama ini tentang globalisasi adalah bahwa proses globalisasi akan membuat dunia seragam. Paradigma dalam dunia komersial adalah usaha mencari pasar baru dan memperluas bentuk-bentuk usaha secara kontinyu. mau atau tidak. seperti komputer dan internet. dan PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) setidaknya telah membawa perubahan paradigma pendidikan dari corak sentralistis menjadi desentralistis. telah membawa perubahan yang sangat revolusioner dalam dunia pendidikan yang tradisional. kecepatan dan dampaknya± yang memutar mobilitas antar-benua atau antar-regional serta jejaringan aktivitas. Pemanfaatan teknologi baru. Giddens (1990) mendefinisikan globalisasi sebagai intensifikasi hubungan sosial global yang menghubungkan komunitas lokal sedemikian rupa sehingga peristiwa yang terjadi di kawasan yang jauh bisa dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi di suatu tempat yang jauh pula. Di dalam bidang ekonomi. Proses globalisasi akan menghapus identitas dan jati diri.

dokumen tertulis. pakar. kecerdasan. tak pernah mampu dijawab oleh kurikulum pendidikan kita. selama ini pemerintah sibuk mengurusi dan membenahi dokumen tertulisnya saja. guru besar Universitas Negeri Padang (2006). perlu ada penekanan dan perhatian yang lebih serius dari tim pengembang KTSP di sekolah untuk ³membumikan´ unsur-unsur kearifan dan kebudayaan lokal ke dalam kurikulum. Peran Keluarga Yang tidak kalah penting. Kurikulum di Indonesia sebenarnya memiliki empat dimensi dasar. implementasi KTSP saat ini tidak lagi terjebak ke dalam praktik semu di mana perubahan kurikulum hanya sekadar jadi momentum ³adu konsep´. Namun. atau penggiat Bahasa dan Sastra Jawa. yakni konsep dasar kurikulum. dan hasil belajar siswa. Dalam konteks demikian. Dengan cara demikian. Secara lahiriah menggunakan label kurikulum baru. akhlak mulia. Implementasi KTSP dalam dunia persekolahan kita juga perlu diikuti dengan perubahan sistem pembelajaran yang benar-benar memberikan ruang gerak kepada siswa didik untuk mengembangkan potensi dirinya agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan. Menurut Idris dan Jamal (1992). sekolah harus menjadi ³benteng´ terakhir pengembangan unsur-unsur kearifan dan kebudayaan lokal ketika atmosfer sosial-budaya yang berkembang di tengah-tengah masyarakat demikian liar dan masif dalam mengadopsi kultur global dengan berbagai ikon modernitasnya. tanpa mau memperbaiki proses pelaksanaannya di tingkat sekolah. Menurutnya. Berbagai kajian empiris membuktikan bahwa peranan keluarga dan orang tua berkaitan memiliki pengaruh yang signfikan terhadap prestasi belajar anak. Jangan sampai terjadi. misalnya. termasuk di SMA/SMK/MA. perubahan kurikulum di negara kita kebanyakan menitikberatkan pada perubahan konsep tertulis. sedangkan dimensi proses dan hasil-hasilnya sama sekali tak terurus. implementasi KTSP harus diimbangi dengan intensifnya peran pendidikan dalam lingkungan keluarga. peranan orang tua dalam mendidik anak adalah . Bahkan. dunia persekolahan kita hanya menjadi ladang ³kelinci percobaan´ yang pada akhirnya hanya akan melahirkan generasigenerasi ³setengah jadi´ yang gagap menyelesaikan persoalan-persoalan riil yang sedang dihadapinya. perlu dikembangkan lebih lanjut melalui kegiatan pengembangan diri secara terprogram dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dengan merangkul para pemerhati. pengendalian diri. masyarakat. sekolah benar-benar akan mampu menjalankan fungsinya sebagai ³agen peradaban´ yang menggambarkan masyarakat mini ±lengkap dengan segala atribut. Aleks Maryunis. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. Bahasa dan Sastra Jawa.globalisasi tetap menempatkan masalah lokal ataupun masalah etnis sebagai masalah yang penting yang harus dipertimbangkan. harus menjadi muatan lokal yang ³wajib´ dikembangkan di sekolah. Persoalan proses dan hasilnya. tetapi sejatinya masih menggunakan ³roh´ kurikulum yang lama. perubahan kurikulum selama ini hanya sebatas papan nama. Dalam pandangan Prof. dan negara. Dengan kata lain. dan jatidirinya secara utuh± di tengah-tengah perkampungan global yang gencar menawarkan perubahan gaya hidup dan kultur modern lainnya. diakui atau tidak. bangsa. identitas. Di Indonesia yang kerap mengalami perubahan hanya dimensi dokumen tertulis berupa buku-buku pelajaran dan silabus saja yang sudah dilaksanakan. kepribadian. Kita berharap. pelaksanaan.

Keluarga harus kembali kepada ³fitrah´-nya sebagai institusi yang menyenangkan. hubungan yang hakiki. sopan-santun. sedangkan anak yang luput mendapatkan perhatian dan kasih sayang sering kali menghabiskan waktunya dengan cara mereka sendiri. dan hedonis ke dalam ruang keluarga seringkali menimbulkan dampak memudarnya komunikasi antaranggota keluarga. Dengan cara demikian. Anak-anak tetap berperan aktif dalam lingkungan global. estetika. Orang tua sibuk di luar rumah. matang. berimtaq tinggi. mereka akan memiliki motivasi berprestasi yang lebih tinggi karena perpaduan antara kecerdasan intelektual. disadari atau tidak. Sedangkan. kasih sayang. dari ranah keluarga. spiritual.info/2007/07/15/perubahan-kurikulum-di-tengah- . dan nilai-nilai luhur lainnya. kreatif. sekolah tidak lagi mampu berperan sebagai in loco parentis yang akan mengambil alih peran orang tua secara utuh. serta menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan disiplin. tetapi pendidikan dalam keluarga memberinya kekebalan terhadap pengaruh-pengaruh negatif dari globalisasi. Hubungan anak dan orang tua pun hanya semata-mata bersifat biologis. berakhlak mulia. Seiring dengan dinamika globalisasi yang terus merambah ke segenap lapis dan lini kehidupan. Sebagus apa pun konsep perubahan kurikulum. Dalam upaya menghadapi ³penjajahan´ kultur yang dominan sebagai imbas globalisasi. cakap. kasih sayang. Harus ada sinergi antara pendidikan yang berlangsung di lingkungan keluarga dan di sekolah. tempat menaburkan dan membumikan nilai-nilai akhlakul karimah. berilmu. dan sosial sudah mulai terformat dengan baik. afektif. Dengan kata lain. dasar-dasar mematuhi peraturan. hal itu tidak akan banyak membawa dampak positif bagi kemajuan peradaban bangsa. peran sekolah dalam mengoptimalkan pengembangan potensi kognitif. akankah perubahan kurikulum di awal tahun ajaran ini mampu menjadi momentum bangkitnya kemajuan dunia pendidikan di negeri kita? Kita tunggu saja! *** Sumber: Catatan Sawali Tuhusetya http://sawali. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. materistis. mandiri. emosional. etika.memberikan dasar pendidikan. Globalisasi. idealnya keluarga harus menjadi ³barikade´ yang mampu menciptakan ³imunisasi´ terhadap anasir-anasir negatif globalisasi. rasa aman. anak-anak bangsa negeri ini perlu diarahkan secara optimal untuk meraih manfaat dan nilai positif dari segala macam bentuk pengaruh globalisasi yang demikian liar membombardir keutuhan keluarga. kesuntukan membangun komunikasi dan interaksi secara utuh ± lahir dan batin²luput dari perhatian. juga telah membawa perubahan dan pergeseran gaya hidup dalam lingkungan keluarga. sikap dan watak. Orang tua sudah merasa cukup jika sanggup memenuhi kebutuhan hidup materiil sampai kelak sang anak bisa hidup berumah tangga. tanpa diimbangi dengan optimalnya peran stakeholder pendidikan. Jika dasar-dasar karakter anak sudah terbentuk. Nah. dan ketrampilan dasar seperti pendidikan agama. sehat. Kuatnya gerusan gaya hidup konsumtif. dan dewasa. Sudah terlalu lama bangsa ini merindukan lahirnya generasi bangsa yang ³utuh dan paripurna´. budi pekerti. Hanya potret generasi semacam ini yang akan mampu membawa bangsa ini sanggup bersaing di tengah kancah peradaban global yang demikian kompetitif secara arif. dan motorik anak akan bisa berlangsung dengan baik.

mitos-globalisasi/#ixzz12ftrjCbJ Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful