Bab III.

Pengenalan Program SPSS
3.1 Proses Membuka File Apabila ingin melakukan pengolahan/penghitungan data statistik dengan menggunakan software SPSS, maka pertama kali yang harus dilakakan adalah membuka file data. SPSS memiliki fasilitas membuka data yang berasal dari beberapa jenis data diantaranya SPSS, SAS, Systat, Excel, Dbase, TXT, dan lotus dengan cara sebagai berikut:  Aktifkan program SPSS  Pilih menu SPSS File Open Data (gambar 3.1)  Setelah itu pilih file/data yang sesuai dengan jenis datanya (lihat tanda panah pada gambar 3.1).

Gambar 3.1. Proses membuka file data  Kemudian dilanjutkan dengan memilih lokasi tempat penyimpanan data dan file datanya, seperti terlihat pada gambar 3.2 berikut:

Gambar 3.2. Memilih file lokasi data
Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

33

 Kemudian lakukan pemilihan file of type data atau jenis data yang ingin dibuka seperti pada gambar 3.3 berikut.

Gambar 3.3. Memilih jenis file data Maka proses membuka data sudah selesai dan tampilan data sudah dalam format data SPSS. Untuk memudahkan proses membuka file data tersebut kembali, disarankan untuk disimpan dalam format data SPSS.

3.2

Identifikasi Value Label dan Variabel Label Apabila membuka data dari file data selain SPSS, maka data tersebut biasanya tidak dilengkapi dengan informasi struktur datanya mengenai nama variabel dan nama nilai variabel, struktur data lainnya sudah ada seperti variable, type, width, decimal, value, missing, colums, Align, Measure, yang belum tersedia adalah nama variabel dan nama dari nilai variabel. Untuk memudahkan proses pengolahan data dan tabel maka terlebih dahulu melakukan proses memberikan nama variabel dan nama nilai variabel tersebut untuk melengkapi informasi struktur datanya. Proses pemberian nama variabel dan nama nilai variabel dapat digunakan dengan dua cara, yang pertama pemberian nama dapat langsung diberikan pada layar ”variabel view” dan cara kedua dengan menggunakan syntax program SPSS. Cara langsung dapat digunakan dengan membuka variabel view, kemudian arahkan kursor ke baris label yang masih kosong, lalu ketik nama variabel, dalam contoh “Jenis Kelamin” pada gambar 3.4.

34

Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS

5. kemudian jenis type String yaitu type variabel yang memuat data karakter seperti nama anggota rumah tangga.5. Mengindentifikasi type variabel JK 35 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . nama provinsi dan lain sebagainya. Pengisian nama variabel Untuk menetapkan type jenis variabel dapat dipilih sesuai dengan jenis datanya. dapat di lihat pada gambar 3. Gambar 3.Gambar 3. Pada umumnya variabel yang digunakan menggunakan type jenis Numeric dengan angka desimal atau Numeric tanpa angka desimal.4.

Setelah menetapkan jenis type variabel. seperti pada gambar 3.6 Memberikan nama nilai variabel JK Cara kedua untuk pemberian nama variabel dan nama nilai variabel dapat dilakukan dengan menuliskan pada syntax program. lalu lanjutkan menekan tombol Add.4). Lakukan hal yang sama untuk nilai variabel berikutnya sampai semua nilai variabel terisi nama nilai varibelnya. selanjutnya memberikan penamaan variabel (lihat gambar 3.6.7 Mengaktifkan fasilitas pembuatan syntax program SPSS 36 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . langkah pertama buka terlebih dahulu tempat kerja penulisan program dengan menjalankan perintah File Open Syntax Enter. dan dilanjutkan pemberian nama nilai variabel dengan memasukkan terlebih dahulu nilai variabel kemudian dituliskan nama nilai variabel tersebut. Gambar 3. Lihat pada gambar 3.7. Gambar 3.

VARIABLE LABELS B1R1 /B1R2 /B1R3 /B1R4 /B1R5 /B1R7 /B1R8 /B4AK1 /B4AK2 /B4AK3 /B4AK4 /B4AK5 /KWN /MNART /JAHAT /FREK /SKL /JENIS /ART /NAMA /NO_IBU /INFO /B5R1A /B5R1B /B5R1C /B5R1D /B5R1E /B5R1F /B5R1G /B5R1H /B5R2 ”Propinsi” ”Kab/kota” ”Kecamatan” ”Kelurahan” ”Desa” ”Nomor kode sampel” ”Nomor urut rt” ”Nomor” ”Nama art” ”Hubungan kepala rumah tangga” ”Jenis kelamin” ”Umur” ”Status perkawinan” ”Nomor urut anggota rt” “Apakah menjadi korban kejahatan” “Frekuensi” “Apakah pernah mengikuti pendidkan pra sekolah” ”Jenis pendidikan” ”Banyak art” ”Nama KRT” ”Nomor urut ibu kandung” “Art pemberi informasi?“ “Panas“ “Batuk“ “Pilek“ “Asma/napas sesak/cepat“ “Diare/buang air“ “Sakit kepala berulang“ “Sakit gigi“ “Lainnya“ “Apakah menyebabkan terganggu pekerjaan. dicontohkan untuk B1R1. * INDIVIDU KOR2007.sekolah“. B1R2. Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 37 . diharuskan memberikan garis miring / dan dilanjutkan menulis variabel berikutnya. Baris selanjutnya dimulai dengan Variable labels tanpa tanda titik langsung dilanjutkan kode variabel B1R1 dan diberikan nama variabelnya didalam tanda apostrop ” .Mulailah mengetik VARIABLE LABELS kemudian mulai dengan memberikan nama variabel. dan seterusnya sampai dengan variabel terakhir dituliskan lengkap. Pada baris atas dimulai dengan tanda * kemudian ditulis kalimat INDIVIDU KOR2007 dan diakhiri dengan titik. maka perintah tersebut belum berakhir dan program dinyatakan salah. maka kalimat diantara kedua tanda tersebut oleh SPSS tidak dinyatakan sebagai perintah program akan tetapi diterjemahkan sebagai kalimat catatan. Untuk membedakan nama variabel pertama dan kedua dan seterusnya. Berikanlah tanda titik sebagai akhir dari perintah pemberian nama variabel. seperti contoh ”Propinsi” dan dilanjutkan ke variabel berikutnya B1R2 dengan hal yang sama. karena apabila tidak diberikan titik.

Proses selanjutnya menjalankan perintah program tersebut dengan menjalankan proses dengan memilih menu RUN dan ALL. seperti pada gambar 3. adapun cara penulisannya menggunakan prinsip yang sama dan dapat disatukan perintah penulisan bersama dengan pemberian nama variabel. dimulai dengan menuliskan kalimat VALUE LABELS yang dilanjutkan dengan menuliskan kode variabel B1R5 dan di ikuti dengan nilai variabel 1 “Perkotaan” dan 2 “Pedesaan”. Berikanlah tanda titik sebagai akhir dari perintah pemberian nama nilai variabel pada bagian terakhirnya.Pemberian nama nilai variabel ditujukan pada variabel yang memiliki nilai variabel. Gambar 3. maka akan menjalankan proses perintah tersebut seperti seluruhnya. Menjalankan program syntax pemberian nama variabel 38 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . VALUE LABELS B1R5 1 “Perkotaan” 2 “Pedesaan” /B4AK3 1 “Kepala rumah tangga” 2 “Istri/suami” 3 “Anak” 4 “Menantu” 5 “Cucu” 6 “Orang tua/mertua” 7 “Famili lain” 8 “Pembantu rt” 9 “Lainnya” /B4AK4 1 ”Laki-laki” 2 ”Perempuan” /B4AK6 1 ”Belum kawin” 2 “Kawin” 3 “Cerai hidup” 4 “Cerai mati”. Untuk memberikan nama nilai variabel berikutnya diberikan garis miring / sebagai perintah lanjutan.8.8.

pada type & label di klik akan muncul tampilan compute variable: Type and label. misal kodwil yang merupakan singkatan dari kode wilayah. Proses Numeric Expression  Setelah itu pada ”target variabel” isikan variabel yang diinginkan. Gambar 3. Adapun tahapan pekerjaannya sebagai berikut:  Pertama kali membuka file yang terdapat kedua variabel tersebut  Dari menu utama SPSS pilih ”Transform” kemudian ”Compute” maka akan muncul seperti Gambar 3.3. Apabila ingin menghasilkan tabel yang berasal dari combinasi dari beberapa variabel maka perlu dibangun/dibuat terlebih dahulu variabel tersebut dengan memanfaatkan fasilitas compute. Contoh: akan dilakukan pembuatan kode wilayah yang unik hanya sampai kabupaten sehingga menghasilkan empat digit.3 Memahami Proses Compute Proses compute digunakan untuk proses pengolahan lebih lanjut dengan cara melakukan manipulasi nilai variabel.9.9. Maka untuk membuat kombinasi dari kedua variabel tersebut menjadi variabel baru dengan cara memanipulasi variabel yaitu dengan melakukan proses compute. maka isikan pada label kode wilayah. Perlu diketahui bahwa variabel-variabel yang ada pada struktur data yang dimiliki yaitu variabel provinsi (B1R1) dan kab/kota (B1R2) masing-masing sebanyak dua digit. lalu tekan tombol Continue. dan type tetap Numeric. (Gambar berikut ini) Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 39 .

COMPUTE kodwil = (B1R1 * 100) + B1R2 . cara pertama bisa langsung dituliskan seperti berikut ini. Agar supaya proses tersebut tidak terhapus maka sebelum dipilih “ok” terlebih dahulu pilih “paste” dan hasilnya seperti dibawah ini. (B1R1*100)+B1R2. Gambar 3. Memberikan nama variabel dan type Kemudian pada kotak ”numeric expression” isikan rumusan yang diingikan.11.Gambar 3. VARIABEL LABELS kodwil ’Kode wilayah’ . Untuk menghasilkan Syntax program Compute tekan Paste 40 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . EXECUTE . Jika ingin menyimpan proses pendifinisian variabel baru tersebut dan apabila diperlukan untuk mengecek proses pembuatan variabel baru tersebut sudah benar atau tidak.10. maka disarankan untuk menyimpan proses tersebut dalam file syntax. kemudian pindahkan ke jendela sebelah kanan dengan menekan lambang dan seterusnya sehingga menjadi (B1R1*100)+B1R2 setelah itu pilih ok. atau dengan cara memilih tanda () kemudian pilih variabel B1R1 dari jendela sebelah kiri.

13. Lakukan perintah RUN dan pilih ALL. selain itu juga dapat dilihat pada sheet ”Variabel View” baris terakhir.  Untuk melihat hasilnya dapat dilihat pada sheet ”Data view” variabel yang paling belakang atau paling ujung. Hasil Proses Compute Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 41 . Kemudian jalankan perintah tersebut dengan membuka file syntax pada menu window SPSS. Menjalankan perintah compute dengan program syntax  Disarankan untuk semua prosedure compute atau perintah lainnya disimpan dalam file syntax. Gambar 3. dan proses ini menjadi bagian dari pengawasan untuk mengecek kebenaran program. pada variabel yang baru (kodwil) tidak ada angka desimal atau desimalnya nol sehingga hasilnya seperti pada gambar 3. Simpanlah file syntax ini dengan memilih menu File kemudian save as.13. akan ada tampilan seperti pada gambar 3. Pada variabel view lakukan pendefinisian variabel.12. berikan nama file untuk syntax program tersebut. Gambar 3.12.

Proses penggunaan if 42 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .Compute dengan fasilitas IF Proses compute dengan menggunakan fasilitas IF apabila terdapat beberapa persyaratan-persyaratan kondisi-kondisi yang harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan.15) Gambar 3.14.14 kemudian pilih include if case satisfies condition (lihat tanda panah) dan isikan kondisi tersebut dengan cara memindahkan variable-variable dengan kondisi yang diingikan. misal Jenis kelamin (B4K4) = 1 dan (&) Statust perkawinan (B4K6) = 1 setelah diisi selanjutnya pilih Continue maka muncu gambar 3.14 dan isikan pada Numeric Expression dengan variable yang diinginkan missal umur (B4K5). Tahapannya adalah sebagai berikut:  Tahapan yang dilakukan adalah sama dengan melakukan proses compute tetapi ditambah dengan memilih kodisi yaitu “IF”. kemudian kondisi tersebut disesuaikan dengan persyaratan. Sebagai contoh akan dilakukan penghitungan dengan proses compute dengan membangun variabel bernama Usia belum menikah untuk jenis kelamin laki-laki. o Untuk melihat hasilnya maka pilih Ok (Gambar 3. tahapannya sebagai berikut: o Pertama buka file o Dari menu SPSS pilih Transform Compute if maka muncul seperti gambar 3.

15.Gambar 3.16. Proses Numeric Expression Gambar 3. Hasil akhir o Apabila ingin melihat syntax dari tahapan proses tersebut diatas.. 43 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . EXECUTE . maka sebelum memilih Ok terlebih dahulu pilih Paste dan hasilnya seperti dibawah ini IF (B4K4=1 & B4K6 = 1) USIA_BLM_KWN_LK = B4K5 .

17) Gambar 3.18).17.4 Memahami Proses Recode Apabila ingin membuat nilai baru dari variabel yang ada baik menambah variabel ataupun pada variabel yang sama. misal variabel umur (B4K5)  Pindahkan variabel B4K5 ke Input variable output variable dengan cara mengklik tanda . Gambar 3. Proses recode variabel baru 44 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . setelah variabel pindah kemudian isikan Name dan Label pada output variable sesuai yang diingikan.18.3. Memilih Into Different Variables  Pilih variabel. dalam hal ini pilih Into Different Variables atau Into Same Variables (Gambar 3. Misal: Name: ”Kel_umur” dan Label: ”Kelompok Umur” (Gambar 3. tahapannya adalah sebagai berikut:  Pertama kali buka file yang memiliki variabel untuk di manipulasi  Dari menu utama SPSS pilih Transform Recode  Dari pilihan Recode ada dua pilihan.

kelompok 5: umur 20–24 tahun.19) Gambar 3. Kelompok umur lainnya kerap kali dibutuhkan misalnya untuk wanita usia subur 15-49. yaitu 0 through 4 karena range umur antara 0 – 4 tahun sedangkan untuk kelompoknya yaitu kelompok 1.20. kelopok 8: umur 35–39 tahun. maka pilih Change (Gambar 3. kelompok 2: umur 5–9 tahun. Untuk kelompok umur yang lainnya dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti kelompok 1 (Gambar 3. kelompok 6: umur 25–29 tahun. kelompok 7: umur 30–34 tahun. kelompok 4: umur 15– 19 tahun.19 Perubahan Nama Variabel  Kemudian pilih Old and New Values Range dan isikan range tersebut.sesuai yang diinginkan. masing-masing: kelompok 1: umur 0–4 tahun. dan 50 +. dan seterusnya. kelompok 9: umur 40–44 tahun.20) Gambar 3. dan 16–18. Proses pembuatan kelompok 45 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . Setelah output variable terisi. 13–15. misal umur (B4K5) dikelompokkan. Biasanya umur tunggal ini dilakukan pembuatan variabel kelompok umur lebih dari satu kelompok. kelompok 3: umur 10–14 tahun. serta kelompok umur balita (0-5 tahun) dan batita (0-3 tahun). karena dapat dibuat misalnya menjadi kelompok umur pendidikan 5–12.  Pada contoh pengisian Old Value pilih Range kemudian isikan intervalnya. maka isikan angka 1 ke Value yang ada di New Value setelah itu pilih/klik Add.

untuk melihat hasilnya dapat dilihat pada variabel yang terakhir.22. EXECUTE .21 Proses lanjutan pengelompokan  Terakhir pilih/klik OK atau Paste. Proses Hasil Akhir  Jika ingin melihat syntax dari proses recode. sebelum memilih OK terlebih dahulu pilih/klik Paste dan hasilnya seperti dibawah ini Syntax Proses Recode: RECODE B4K5 (0 thru 4=1) (5 thru 9=2) (10 thru 14=3) (15 thru 19=4) (20 thru 24=5) (25 thru 29=6) (30 thru 34=7) (35 thru 39=8) (40 thru 44=9) INTO Kel_umur . pilih/klik Continue maka akan mucul gambar sebagai berikut: Gambar 3. 46 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .Setelah selesai membuat pengelompokan umur. seperti gambar 3. VARIABLE LABELS Kel_umur ’Kelompok Umur’.22 Gambar 3.

24.24). Pemilihan variabel Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 47 .23)  Pilih variabel yang digunakan sebagai pembobot kemudian pindahkan ke Frequency Variable dengan cara memilih/ mengklik (lihat panah pada Gambar 3. maka proses selesai Gambar 3. Untuk contoh ini sudah tersedia variabel penimbang yaitu KOR08_IND untuk data kor 2008 data individu.23.  Pilih/klik OK. dalam hal ini file ”KOR08_IND”  Dari menu utama SPSS. proses mengaktifkan caranya adalah sebagai berikut:  Buka file.3.5 Proses Mengaktifkan Penimbang (weigthing) Salah satu usaha untuk menghasilkan hitungan yang tidak terlalu jauh melenceng dari populasinya adalah dengan melakukan pembobotan atau penimbang. Proses pembobotan Gambar 3. pilih Data Weight Cases (Gambar 3.

sav) dengan Susenas KOR08 Rumah Tangga Provinsi Sulawesi Barat (KOR08_RT76. Kalau digambarkan dalam bentuk diagram maka pola kedua file tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: Individu . namun variabelnya berbeda. dan yang diharapkan dari hasil penggabungan kedua file tersebut menjadi 11 kasus Adapun proses penggabungannya adalah sebagai berikut:  Buka file. yaitu menggabung file yang mempunyai kasus yang sama atau identitas yang sama. sedangkan file individu terdapat 11 kasus (anggota rumah tangga).6 Proses Penggabungan File (Merger) Proses ini digunakan untuk menggabung (merger) file yang satu dengan file yang lain atau file yang sekarang ada dengan file baru.25. Penggabungan file dapat dilakukan dengan dua cara: 1. atau dengan kesehatan anggota rumah tangga. miasalnya golongan pengeluaran rumah tangga di tabelkan dengan tingkat pendidikan yang ditamatkan. Kegiatan menggabungkan kedua data tersebut ditujukan untuk mendapatkan tabulasi silang antara variabel yang ada dalam file rumah tangga dengan file individu. atau dengan lapangan pekerjaan. file rt terdiri dari 4 kasus (rumah tangga).sav). Add variables. Gabung variabel 11 12 21 22 23 31 32 33 34 41 42 Pengabungan ini adalah type menambah variabel dengan catatan jumlah kasus antara ke dua file jumlahnya berbeda akan tetapi identitasnya untuk kedua file tersebut sama. RT 1● 2● 3● 4● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● ● Gambar 3. yaitu menggabung file yang mempunyai susunan variabel yang sama namun kasus atau lokasinya berbeda. misal yang pertama KOR08_ID76 48 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . Contoh: Akan dilakukan penggabungan file Susenas KOR08 Individu Provinsi Sulawesi Barat (KOR08_IND76. Karena identitas masing-masing kasus individu dan rumah tangga sama maka dapat digabungkan kedua file tersebut sehingga menghasilkan gabungan variabel data dari kedua file tersebut. 2. Apabila diperhatikan dari contoh penggabungan dua buah file tersebut.3. Add cases.

Gambar 3.sav. Usahakan kunci untuk sort adalah yang unik. sav.sav. caranya sama dengan diatas. Setelah itu. Dari menu utama pilih Data Sort Cases kemudian pilih variabel-variabel sebagai kunci untuk sort.27 Proses merge Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 49 .  Setelah file dibuka. simpan file tersebut dengan nama file yang sama atau berbeda.26. yaitu file KOR_RT76.  Setelah file sudah disort. dalam hal ini kunci yang unik adalah dari variabel B1R1 (Provinsi) sampai dengan B1R8 (Nomor urut rumah tangga sampel) dengan cara memindahkan variabel-variabel sebut ke tempat Sort by kemudian pilih Sort Ordernya. file disimpan dengan nama KOR_IND76_sort. maka buka file yang terlebih dahulu disort yaitu KOR_ IND76_sort.sav  Lakukan sort file tersebut. Usahakan variabel-variabel yang disort sama dengan variabel-variabel yang disort pada file KOR_IND76_sort.26 Proses memilih variabel  Buka file yang akan digabung.27) Gambar 3. pilih/klik Data Merge File Add Variable (Gambar 3. yaitu Ascending kemudian pilih/klik OK seperti Gambar 3.

Gambar 3.28) Gambar 3. yang terkait dengan rencana tabel dan kebutuhan tabel untuk indikator. basic tables. tables offrequencies.sav setelah dipilih maka akan muncul gambar seperti dibawah ini (Gambar 3.29 setelah semua variabel dipindahkan. general tables. maka pilih Ok maka file akan tergabung.29 Memiindahkan variabel kunci 3.7 Proses Pembuatan Tabel Ada beberapa macam fasilitas pembuatan tabel di dalam program SPSS. B1R3. B1R2.28 File yang akan digabung  Pilih variabel-variabel sebagai kunci penggabungan file. 50 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . file tersebut adalah KOR_IND76_sort. Dalam hal ini yang akan dibahas hanya beberapa proses pembuatan tabel. B1R4. yaitu B1R1. Pilih file yang akan digabung. multiple response sets. multiple response tables. B1R5. diantaranya adalah custome tables. B1R7 sebelum memindahkan variabel-variabel tersebut terlebih dahulu pilih/klik Match Cases on Key Variables in Sorted Files kemudian pindahkan variabel-variabel tersebut ke Key Variables (Gambar 3. yaitu basic tables dan general tables.

pilih Analyze Tables Basic Tables maka akan muncul gambar 3. variabel jenis kelamin dipindahkan ke down. cara memindahkan variabel adalah dengan cara mengklik arah panah (Gambar 3.31 Proses pemindahan variabel 51 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .a. Basic Tables Tujuan dari pembuatan basic tables adalah memberikan gambaran dari data yang diperoleh baik dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif. varians dan lain sebagainya.30 Gambar 3. Adapun tahapan-tahapan dalam pembuatan basic tables adalah:  Buka file yang akan dilakukan proses pembuatan tabel  Dari menu utama SPSS. misal pilih variabel umur lalu dipindahkan ke summaries.30 Proses Basic Tables  Pilih variabel-variabel yang akan digunakan untuk penghitungan nila rata-rata atau jumlah. Untuk menghasilkan tabel dengan output berupa jumlah nilai variabel (sum) atau nilai rata-rata (means). dan variabel status perkawinan dipindahkan ke across. standart deviasi. maka fasilitas basic tables dapat digunakan.31) Gambar 3. seperti rata-rata.

tahapannya adalah sebagai berikut:  Caranya sama dengan cara basic tables diatas. Summaries dipilih variabel umur.’) /OBSERVATION B4K5 /TABLES B4K4 > B4K5 BY B4K6 > (STATISTICS) /STATISTICS mean( ). untuk melihat hasilnya pilih OK. Down dipilih variabel bekerja. TABLES /FORMAT BLANK MISSING(‘.32 Proses separate tables  Untuk melihat hasilnya pilih/klik OK 52 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .32 dibawah ini. dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. Separate Tables dipilih variabel jenis kelamin.32. apabila ingin melihat syntaxnya maka sebelum pilih OK terlebih dahulu pilih Paste dan hasilnya seperti dibawah ini. Hasil dari proses tabulasi seperti dibawah ini Status Perkawinan Belum Kawin Mean Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Umur Umur 11 11 Kawin Mean 41 36 Cerai Hidup Mean 44 44 Cerai Mati Mean 66 60 Untuk memisahkan hasil hitungan antara laki-laki dengan perempuan dapat dilakukan dengan menambah pilihan pada separate tablesnya. Across dipilih variabel status perkawinan. hanya disini ditambahkan memilih variabel yang digunakan untuk membuat perbedaannya. * Basic Tables. Untuk penggunaan formula statistik yang dipakai misalnya untuk tabel rata-rata. caranya sama seperti diatas hanya dengan memilih variabel yang digunakan untuk memisahkan yaitu memindahkan variabel pemisah ke separate. maka caranya dengan memiilih/klik Statistic lalu kemudian Mean Add Continue akan kembali pada gambar 3.

33 Proses general tables  Setelah memilih General Tables.Untuk melihat hasil hitungan pada jenis kelamin perempuan dapat dilakukan dengan mengklik dua kali pada tabel tersebut sehingga akan terlihat jenis kelamin perempuan. Sebagai contoh ingin melihat kepemilikan akte kelahiran dengan hubungan kepala rumahtangga 53 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .’) /OBSERVATION UMUR /TABLES B5R21A1 > UMUR BY B4K6 > (STATISTICS) BY JK /STATISTICS mean( ). TABLES /FORMAT BLANK MISSING(‘. Syntax dari tahapan tersebut dapat dilihat dengan memilih Paste sebelum memilih OK Hasilnya sebagai berikut: * Basic Tables. Tahapan penghitungan dengan menggunakan general tables sebagai berikut:  Pertama buka file yang akan diolah  Pada menu utama SPSS pilih Analyze Tables General Tables Gambar 3. kemudian isikan variabel-variabel yang akan digunakan untuk penghitungan. namun pada general tables ditambah fungsi untuk pengolahan multiple response set. A b.33. perbedaannya adalah general tables tidak mempunyai besaran statistik yang lengkap. General Tables Penggunaan general tables pada umumnya sama dengan basic tables. maka muncul gambar 3.

TABLES /FORMAT ZERO MISSING(‘.’) /GBASE=CASES /TABLE=LAHIR BY B4K3 > (STATISTICS) BY B4K4 . Namun untuk melihat syntax dari hitungan.menurut jenis kelamin. Maka yang harus diisikan ke Row adalah variabel mempunyai akte kelahiran. 54 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS . Perlu diketahui bahwa fungsi dari layer adalah sama dengan separate tables (lihat Gambar 3. 3. Semua variabel dipindahkan.8 Memahami Proses Select Cases Proses select cases digunakan untuk memilih kelompok data yang sesuai dengan kebutuhan. menjadi indikator dengan nilai persentase.31). maka sebelum memilih OK terlebih dahulu pilih/klik Paste.34 Proses pemindahan variabel  Hasil hitungan dengan general Hubungan kepala rumah tangga Anak Mempunyai akte kelahiran Ya. dan jenis kelamin dipindahkan ke layer. tidak dapat ditunjukkan Tidak punya Tidak tahu 30 11 206 1 Cucu 4 1 24 1 Famili Lain 0 0 5 0 * General Tables. Gambar 3. Perlu dipahami. Untuk mengurangi tingkat kesalahan. dan untuk melihat hasil hitungan maka dipilih/klik OK. variabel hubungan kepala rumahtangga dipindahkan ke column. misalnya berupa bilangan angka pembilang dan angka penyebut yang dikalikan dengan nilai 100. bahwa proses pembuatan indikator sangat dipengaruhi sekali oleh konsep dan difinisi yang diterjemahkan dalam formulasi matematis. dapat ditunjukkan Ya. tentunya dengan mengikuti manajemen data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka perlu dipersiapkan terlebih dahulu file datanya.

lalu lanjutkan dengan menekan tombol continiu. Pada contoh ini dituliskan variabel umur < 5 tahun.35 Proses Select Cases dari menu Data Proses select mempunyai beberapa pilihan opsi.36 memilih menu IF Maka tampilan berikutnya seperti pada gambar 3.36. dan kasus berdasarkan kondisi tertentu (if condition is satisfied).38. Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS 55 . Gambar 3. Maka selanjutnya tampilan kembali seperti gambar 3. lihat gambar 3. Pilihlah menu IF untuk (if condition is satisfied) seperti pada gambar 3.37.36. untuk seluruh kasus (All cases). Mulai dengan membuka data yang terdapat kelompok umur balita tergabung didalamnya (Gab_ind. seperti pada tampilan gambar 3. Gambar 3.35.Dicontohkan membentuk file data kelompok balita dengan menggunakan proses select cases. Pada umumnya penggunaan select cases hanya 2 opsi pertama saja yaitu. Pilihlah opsi untuk file data tersebut hasilnya hanya ditandai saja (filtered) atau yang tidak terpilih di buang (deleted) sehingga hanya data yang diinginkan saja yang terdapat pada layar monitor. kemudian jalankan menu utama Data Select Cases. Lakukan pengisian pada jendela select cases if nama variabel dan kondisinya.dat).

EXECUTE . USE ALL. SELECT IF(UMUR < 5).38. Apabila penggunaan perintah deleted dan disimpan dengan nama yang sama akan berakibat data yang lama (aslinya) akan hilang tertimpa dengan data yang baru sesuai dengan persyaratannya. Disarankan untuk menyimpan data setelah proses select cases dengan menggunakan perintah deleted dengan menggunakan nama file yang berbeda. Memasukkan variabel umur < 5 sebagai penentu Gambar 3. Memilih hapus data yang tidak dibutuhkan (deleted) Proses selanjutnya OK atau Paste untk mendapatkan syntax program SPSS yang otomatis terdapat dalam file syntax. 56 Pedoman Pengolahan Menggunakan Software SPSS .37.Gambar 3. Adapun format syntax program tersebut adalah sebagai berikut: FILTER OFF.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful