1

MODEL KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN UNTUK PENDIDIKAN KHUSUS

SDLB - SMPLB – SMALB

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN NASIONAL PUSAT KURIKULUM

KTSP Pendidikan Khusus – Januari

1

2 KATA PENGANTAR

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35, mengenai standar nasional pendidikan. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bentuk nyata dari desentralisasi pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan. Sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu pada standar nasional pendidikan: standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Salah satu tugas Pusat Kurikulum adalah mengembangkan model-model kurikulum berdiversifikasi sebagai bahan pertimbangan bagi BSNP untuk dapat menetapkan model-model kurikulum. Model-model tersebut adalah sebagai berikut ini. 1. Model Pengembangan Silabus Mata Pelajaran. 2. Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar. 3. Model Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal. 4. Model Pengembangan Diri. 5. Model Pembelajaran Terpadu IPA SMP. 6. Model Pembelajaran Terpadu IPS SMP. 7. Model Integrasi Pendidikan Kecakapan Hidup SMP dan SMA. 8. Model Penilaian Kelas. 9. Model KTSP SD 10. Model KTSP SMP 11. Model KTSP SMA 12. Model KTSP SMK 13. Model KTSP Pendidikan Khusus
KTSP Pendidikan Khusus – Januari

2

3 Model-model ini bersama sumber-sumber lain dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah dalam mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga pengembangan kurikulum pada satuan pendidikan dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Salah satu model diatas adalah Model KTSP untuk Pendidikan Khusus. Model ini memberi contoh bagi sekolah bagaimana menyusun KTSP Pendidikan Khusus. Pusat Kurikulum menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada banyak pakar yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi, Direktorat di lingkungan Depdiknas, kepala sekolah, pengawas, guru, dan praktisi pendidikan, serta Depag. Berkat bantuan dan kerja sama yang baik dari mereka, contoh-contoh KTSP dan model-model ini dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Kepala Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas,

Diah Harianti

KTSP Pendidikan Khusus – Januari

3

Misi. Rasional B. JAKARTA PUSAT (BINA DIRI) Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMPLB TUNAGRAHITA CEMPAKA PUTIH.4 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan SMPLB Cempaka Putih. Visi. JAKARTA PUSAT (BINA DIRI) Lampiran 7 SILABUS SMPLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH. Visi. JAKARTA PUSAT (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) Lampiran 8 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SMPLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH. JAKARTA PUSAT (ILMU PENGETAHUAN SOSIAL) KTSP Pendidikan Khusus – Januari 4 . Muatan Kurikulum 1 1 1 2 2 4 4 6 BAB III KALENDER PENDIDIKAN SEKOLAH LUAR BIASA 11 TUNARUNGU DAN TUNAGRAHITA CEMPAKA PUTIH TAHUN PELAJARAN 2006-2007 13 15 23 25 27 28 32 33 LAMPIRAN . Misi. JAKARTA PUSAT (MATEMATIKA) Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SDLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH. Tujuan SDLB Cempaka Putih. Struktur Kurikulum B. JAKARTA PUSAT (SAINS) Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SDLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH.LAMPIRAN Lampiran 1 SILABUS SDLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH. JAKARTA PUSAT (SAINS) Lampiran 5 SILABUS SMPLB TUNAGRAHITA CEMPAKA PUTIH. Pengertian BAB II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Jakarta Pusat C. Jakarta Pusat D. JAKARTA PUSAT (MATEMATIKA) Lampiran 3 SILABUS SDLB TUNARUNGU CEMPAKA PUTIH.

dan keterampilan yang sesuai kebutuhan. mainat. dan kondisi daerah setempat. Yayasan Pendidikan Cempaka Putih yang mengelola satuan pendidikan sekolah dasar luar biasa(SDLB) tunarungu. Rasional Berkembangnya demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan diikuti dengan perubahan pengelolaan pendidikan dari pengelolaan sentralistik menjadi desentralistik. kondisi sekolah dan daerah. 3) Menanamkan konsep diri yang positif agar beradaptasi dan diterima dalam bersosialisasi di masyarakat. B. Misi 1) Meningkatkan ketakwaan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini tidak terlepas dari Undang-undang Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah dan dilanjutkan denga pelaksanaan otonomi daerah memberikan peluang yang cukup luas pada daerah untuk menentukan kebijakan-kebijakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerah masingmasing termasuk penyelenggaraan pendidikan. mandiri. Dengan pengembangan tersebut diharapkan sekolah dapat membekali peserta didik berupa pengalaman. Visi. dan bertakwa. sekolah menengah pertama luar biasa(SMPLB) tunarungu. dan psikomotor peserta didik melalui layanan formal di sekolah. pengetahuan. Hal ini mengacu pada standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikeluarkan oleh badan standar nasional pendidikan (BSNP). Berdasarkan pembekalan tersebut. keadaan sekolah. maka apa yang diperoleh peserta didik di sekolah dapat bermanfaat bagi kehidupan diri maupun masyarakat. sikap. dan SMPLB tunagrahita juga berupaya mengembangkan KTSP dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan siswa. 2) Mengembangkan pengetahuan. dan Tujuan SDLB Cempaka Putih. sebagaimana diketahui bahwa kurikulum merupakan substansi pendidikan yang sangat penting. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 5 . Dengan desentralisasi kurikulum terutama pada pengembangan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang didukung oleh manajemen berbasis sekolah memungkinkan tiap-tiap sekolah untuk merancang dan mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa. bakat. Misi. Jakarta Pusat Visi Mengembangkan sisa kemampuan peserta didik agar menjadi insan yang terampil. SDLB tunagrahita. Hasil pengembangan tersebut akan menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan(KTSP) yang akan diselenggarakan pada sekolah-sekolah masingmasing. Implikasi dari kebijakan tersebut berdampak pada desentralisasi kurikulum. dan kondisi daerah masing-masing.5 BAB I PENDAHULUAN A.

mampu beradaptasi dan berpartisipasi aktif di masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. 3) Mempersiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. dan bertanggung jawab. D. C. Misi. 2) Meningkatkan pemahaman terhadap self dini sehingga mampu mandiri dan berpartisipasi di masyarakat. berilmu. Tujuan 1) Menyiapkan peserta didik agar mampu memilih suatu profesi sesuai dengan bakat dan minat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. 2) Menyiapkan peserta didik agar memiliki skill yang mampu berkompetisi di masyarakat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. sehat. Jakarta Pusat Visi Mengembangkan peserta didik agar menjadi insan yang berakhlak mulia. isi. kalender pendidikan. Misi 1) Memberikan pelayanan anak tunarungu dan tunagrahita sesuai dengan kebutuhannya. dan silabus. demokratis. 3) Membekali peserta didik untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih lanjut. 3) Menjadikan peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. kreatif. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan.6 Tujuan 1) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi secara vertikal dan horisontal. Visi. Tujuan SMPLB Cempaka Putih. dunia kerja dan kesempatan kerja. 2) Mengembangkan kemampuan peserta didik sesuai dengan minat dan bakat. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 6 . bertakwa. Pengertian Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. cakap. 4) Menjadikan insan yang mampu memecahkan masalah sendiri dan bekerja mandiri sesuai dengan bidangnya. mandiri.

materi pokok/pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan proses pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kompetensi dasar. materi ajar.7 Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi . sumber belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran. metode pengajaran. alokasi waktu. dan penilaian hasil belajar. dan sumber/bahan/alat belajar. kegiatan pembelajaran. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 7 . indikator. penilaian. kegiatan pembelajaran.

persepsi bunyi. tunagrahita sedang. tunarungu. dan tunalaras. bina diri untuk peserta didik tunagrahita ringan dan tunagrahita sedang. termasuk keunggulan daerah. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 8 . tunarungu. Program khusus berisi kegiatan yang bervariasi sesuai dengan jenis ketunaannya. tunagrahita ringan. tunagrahita sedang. yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. di samping dimanfaatkan mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi. kelas I s. tunadaksa ringan. dan pengembangan diri.d III SMPLB dan SMALB. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah.8 BAB II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Pembelajaran pada kelas I s. dan tunaganda. dilaksanakan melalui pendekatan tematik. muatan lokal. yaitu program orientasi dan mobilitas untuk peserta didik tunanetra. kelas I s. Mengingat perbedaan individu sudah barang tentu keluasan dan kedalamannya akan berpengaruh terhadap peserta didik pada setiap satuan pendidikan.d III SMPLB dan SMALB. sedangkan kelas IV s. siswa tunarungu akan mengalami kesulitan dalam pendengaran. kelas I s. tunaganda. tunadaksa ringan. dan sekolah menengah atas luar biasa(SMALB) dan terdiri atas delapan jenis kelainan. Pendidikan khusus meliputi sekolah dasar luar biasa(SDLB).d VI SDLB. dan irama untuk peserta didik tunarungu. Oleh karena itu. Contoh: untuk SDLB Tunarungu. Namun demikian. tunarungu. dan tunalaras dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran Kurikulum Pendidikan khusus terdiri atas delapan sampai dengan 10 mata pelajaran. tunadaksa ringan. yakni tunanetra. bina komunikasi. bina diri dan bina gerak untuk peserta didik tundaksa ringan dan tunadaksa sedang. tunadaksa sedang.d VI SDLB. tunanetra.d. tambahan maksimum empat jam pelajaran dapat dioptimalkan untuk membantu mengatasi kesulitan dalam proses pembelajaran maupun dalam berkomunikasi. III SDLB. Struktur Kurikulum Pada struktur kurikulum pendidikan dasar dan menengah berisi sejumlah mata pelajaran yang harus disampaikan kepada peserta didik. tunanetra. tunalaras. program khusus. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan khusus.satuan pendidikan diperkenankan mengadakan penyesuaian-penyesuaian. tunagrahita ringan. Dengan adanya tambahan waktu. sekolah menengah pertama luar biasa(SMPLB). serta bina pribadi dan sosial untuk peserta didik tuna laras. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. setiap satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. tunadaksa sedang.

tunadaksa ringan. tunarungu. dan tunalaras. Kurikulum untuk peserta didik berkelainan yang disertai dengan intelelektual di bawah rata-rata. 1. tunarungu. tunagrahita sedang. kurikulum dirancang untuk peserta didik yang tidak memungkinkan dan/atau tidak berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. tunagrahita sedang. dan tunalaras. dan kurikulum SMALB: tunanetra. tunarungu.9 Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. tunarungu. tunarungu. dan tunaganda. dan tunalaras. menggunakan menggunakan sebutan kurikulum SDLB: tunanetra. dan tunalaras. atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam kegiatan ekstrakurikuler. tunadaksa ringan. dan tunalaras terdiri atas 40%-50% aspek akademik dan 60%-50% aspek keterampilan vokasional. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan. kurikulum SMPLB: tunanetra. sedangkan bagi mereka yang tidak memungkinkan dan/atau tidak berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. tunagrahita sedang. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. dan tunalaras. tunarungu. 2. Bagi siswa di SDLB yang lulus. tunadaksa sedang. dan tunaganda. sedini mungkin didorong untuk dapat mengikuti pendidikan secara inklusif pada SD reguler. bakat. Peserta didik berkelainan tanpa disertai dengan kemampuan intelektual di bawah rata-rata. Kegiatan ini difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor. 4. Pada satuan pendidikan SMPLB: tunanetra. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 9 . yang berkeinginan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. dan bersifat tematik untuk mendorong kemandirian dalam hidup sehari-hari. dalam batas tertentu masuh dimungkinkan dapat mengikuti kurikulum standar meskipun harus dengan penyesuaian-penyesuaian. terdiri atas 60%-70% aspek akademik dan 30%-40% berisi aspek keterampilan vokasional. Peserta didik berkelainan yang disertai dengan kemampuan intelektual di bawah ratarata. Kurikulum satuan pendidikan SDLB tunarungu. dan tunaganda. Proporsi muatan isi kurikulum satuan pendidikan SMPLB: tunanetra. tunadaksa ringan. Peserta didik berkelainan tanpa disertai kemampuan intelektual di bawah ratarata. guru. 3. struktur kurikulum pendidikan khusus dikembangkan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: Kurikulum untuk peserta didik berkelainan yang tanpa disertai dengan intelelektual di bawah rata-rata. Muatan isi kurikulum satuan pendidikan SMALB: tunanetra. tunadaksa ringan. tunadaksa ringan. sederhana. didorong untuk dapat melanjutkan ke SMP reguler. tunadaksa sedang. menggunakan sebutan kurikulum SDLB: tunagrahita ringan. setelah menyelesaikan pada SDLB dapat melanjutkan ke SMPLB dan SMALB. tunarungu. tunadaksa ringan. kurikulum SMPLB: tunagrahita ringan. dan tunalaras. dan tunalaras relatif sama dengan SD reguler. dan SMALB: tunanetra. dan kurikulum SMALB: tunagrahita ringan. kemampuan. tunadaksa ringan. tunadaksa sedang. tunadaksa ringan. diperlukan kurikulum spesifik.

kurikulum satuan pendidikan SMPLB: tunagrahita ringan. tunagrahita sedang. dan tunaganda. tunarungu. dan tunaganda. tunarungu. tunarungu. tunadaksa sedang. tunadaksa ringan. tunadaksa sedang. tunadaksa ringan. B. Kurikulum satuan pendidikan SDLB: tunagrahita ringan. tunadaksa sedang. tunadaksa sedang. dan kurikulum SMALB: tunagrahita ringan. tunagrahita sedang. 8. dan kurikulum SMALB: tunanetra. maka diperlukan modifikasi dan atau penyesuaian secara terbatas 2. dan tunaganda diserahkan kepada satuan pendidikan khusus yang bersangkutan dengan memperhatikan tingkat dan jenis satuan pendidikan. tunagrahita sedang.10 5. tunadaksa ringan dan tunalaras pada dasarnya sama dengan SD reguler. dan kurikulum satuan pendidikan SMALB: tunagrahita ringan. dan tunalaras mengacu kepada sekolah reguler yang dikembangkan oleh BSNP disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan khusus peserta didik. sedangkan SK dan KD untuk mata pelajaran program khusus. dan tunalaras. program keterampilan vokasional dikembangkan oleh satuan pendidikan khusus dengan memperhatikan jenjang dan jenis satuan pendidikan. Untuk SMALB. Muatan isi pada setiap mata pelajaran diatur sebagai berikut: 1. tunadaksa ringan. tunadaksa ringan. tunadaksa sedang. kurikulum SMPLB: tunanetra. tunagrahita sedang. program khusus bersifat kasuistik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik tertentu dan tidak dihitung sebagai beban belajar. Struktur kurikulum pada SDLB dan SMPLB mengacu pada struktur kurikulum SD dan SMP dengan penambahan program khusus sesuai dengan jenis kelainan . tunagrahita sedang. 7. Muatan isi mata pelajaran program khusus disusun sendiri oleh satuan pendidikan khusus 3. kurikulum SMPLB: tunagrahita ringan. Muatan isi setiap mata pelajaran pada SDLB: tunanetra. tunagrahita sedang. dan tunaganda. dan tunaganda dirancang sangat sederhana sesuai dengan batas-batas kemampuan peserta didik dan sifatnya lebih individual serta pembelajarannya menggunakan tematik. tunarungu. 6. Standar Kompetensi(SK) dan Kompetensi Dasar(KD) mata pelajaran umum SDLB: tunanetra. dan tunalaras. tunadaksa sedang. tetapi karena kelainan dan kebutuhan khususnya. Muatan isi mata pelajaran SMPLB: tunanetra. dan tunalaras bidang akademik mengalami modifikasi dan KTSP Pendidikan Khusus – Januari 10 . dan tunaganda. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Khusus meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Pengembangan SK dan KD untuk semua mata pelajaran pada SDLB: tunagrahita ringan. Di samping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum. dengan alokasi waktu 2 jam/minggu. tunarungu.

SDLB Mata pelajaran : . dan tunaganda lebih ditekankan pada kemampuan menolong diri sendiri dan keterampilan sederhana yang memungkinkan untuk menunjang kemandirian peserta didik. Matematika. a. 1. Muatan isi mata pelajaran keterampilan vokasional meliputi tingkat dasar. tunadaksa sedang. dan tunaganda. Seni Budaya dan Keterampilan. dan kurikulum SMALB: tunagrahita ringan. Sisanya sekitar 60%-40% muatan isi kurikulum ditekankan pada bidang keterampilan vokasional Muatan kurikulum SDLB: tunagrahita ringan. Jenis keterampilan yang akan dikembangkan. tingkat terampil. Bahasa Indonesia. dan kebutuhan peserta didik serta kondisi satuan pendidikan. tunagrahita sedang. Muatan lokal Program khusus: (berlaku untuk SDLB dan SMPLB) • Orientasi dan Mobilitas untuk peserta didik Tunanetra KTSP Pendidikan Khusus – Januari 11 . potensi. SMPLB.11 penyesuaian dari SMP reguler sehingga menjadi sekitar 60%-70%. Olahraga. dan tingkat mahir. 7. Muatan isi mata pelajaran SMALB: tunanetra. tunadaksa sedang. tunadaksa ringan.Pendidikan Agama. Beban belajar pada mata pelajaran ditentukan oleh keluasan dan kedalaman pada masing-masing tingkat satuan pendidikan. dan SMALB. dan tunaganda. Substansi kajian pengembangan diri untuk satuan pendidikan khusus. mengacu pada program pengembangan diri pada satuan pendidikan reguler dengan menekankan pada peningkatan kecakapan hidup dan kemandirian sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. diserahkan kepada satuan pendidikan sesuai dengan minat. dan tunalaras bidang akademik mengalami modifikasi dan penyesuaian dari SMA reguler sehingga menjadi sekitar 40%-50%.Oleh karena itu. proporsi muatan keterampilan vokasional lebih diutamakan. Sejumlah mata pelajaran tersebut terdiri dari mata pelajaran wajib dan pilihan pada setiap satuan pendidikan SDLB. tunadaksa sedang. IPA. Pendidikan Jasmani. Sisanya sekitar 40%-30% muatan isi kurikulum ditekankan pada bidang keterampilan vokasional 4. tunagrahita sedang. Metode dan pendekatan pada mata pelajaran bergantung pada ciri khas dan karakteristik masing-masing mata pelajaran dengan menyesuaikan pada kondisi yang tersedia di sekolah. dan Kesehatan. Mata pelajaran Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. tunarungu. Pendidikan Kewarganegaraan. tunagrahita sedang. IPS. 5. kemampuan. kurikulum SMPLB: tunagrahita ringan. 6.

Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. a. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. SMPLB baik kategori standar maupun mandiri. di samping dimanfaatkan untuk mata KTSP Pendidikan Khusus – Januari 12 . IPA.dan Keterampilan Vokasional/Teknologi informasi dan Komunikasi. Pendidikan Jasmani. Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) dapat digunakan oleh SMPLB kategori mandiri. SMALB kategori standar. Pengembangan Diri b. b. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. dan oleh SMALB kategori standar. Bahasa Indonesia. dan Kesehatan. Pendidikan Kewarganegaraan. Adapun pengaturan beban belajar pada kedua sistem tersebut sebagai berikut. Beban belajar dalam sistem paket digunakan oleh tingkat satuan pendidikan SDLB. IPS. Bahasa Inggris.Pendidikan Agama. Muatan lokal Program khusus Pengembangan diri . SMPLB Mata pelajaran : . Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. Sistem tersebut terdiri dari sistem paket dan sistem kredit semester (SKS). Pengaturan Beban Belajar Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan sistem pengelolaan program pendidikan yang berlaku di sekolah. Olahraga. Matematika.12 • Bina Komunikasi Persepsi Bunyi dan Irama untuk peserta didik Tunarungu • Bina Diri untuk peserta didik Tunagrahita ringan dan Tunagrahita sedang • Bina Diri dan Bina Gerak untuk peserta didik Tunadaksa ringan • Bina Pribadi dan Sosial untuk peserta didik Tunalaras • Bina Diri dan Bina Gerak untuk peserta didik Tunadaksa Sedang dan Tunagrahita Sedang. Beban belajar dalam sistem kredit semester (SKS) digunakan oleh SMALB kategori mandiri. Seni Budaya.

13 pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum di dalam Standar Isi.60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1). kelompok kewarganegaraan dan kepribadian. dan kesehatan. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria ideal ketuntasan untuk masing-masing indikator 75%. Kriteria kenaikan kelas diatur oleh masing-masing direktorat teknis terkait. c. 25 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. SMPLB 0% 50% dan SMALB 0% . Alokasi waktu untuk tatap muka. (1) Satu SKS pada SMP/MTs terdiri atas: 40 menit tatap muka. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. dan kegiatan mandiri tidak terstruktur untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK yang menggunakan sistem SKS mengikuti aturan sebagai berikut. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi. 6. dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan satu jam tatap muka. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran. d. 20 menit kegiatan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 13 . Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk SDLB 0% . (2) Satu SKS pada SMA/MA/SMK/MAK terdiri atas: 45 menit tatap muka. b. kelompok mata pelajaran estetika. 5. e. olahraga.40%. Ketuntasan Belajar Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0100%. Alokasi waktu untuk praktik. dan kelompok mata pelajaran jasmani. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka. penugasan terstruktur.

lulus Ujian Nasional. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. dan d. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 14 .14 c.

15 17 .23 Keterangan Masa orientasi siswa(MOS) Awal semester I Hari efektif = 10 hari 20 hari Hari Kemerdekaan RI Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad S.W.31 Hari efektif 15 dan 16 21 Hari efektif 25. 26. 18. dan 27 Hari efektif 9 .29 Hari efektif 7-8 14 .23 25 26 – 29 30 1 2 .15 BAB III KALENDER PENDIDIKAN SLB BC CEMPAKA PUTIH TAHUN PELAJARAN 2006-2007 Bulan Juli 2006 Tanggal 17.19 21 .13 15 20 Hari efektif Hari efektif 3-8 10 .31 Hari efektif Hari efektif 9 . 19 20 20 s.21 23 .14 16 . 23 hari Libur permulaan bulan puasa 10 hari Midsemester Pekan orientasi Libur Idul Fitri 26 hari 14 hari Ulangan semester I Libur Natal Pengolahan nilai Pembagian raport Libur tahun baru Libur semester I Mulai awal semester II Libur 1 Muharram 26 hari 27 hari Midsemester Pekan orientasi/karya wisata Perkiraan ujian praktek SMPLB/SMALB 17 hari Perkiraan ujian SMPLB/SMALB Perkiraan ujian praktek SDLB UN SMPLB/SMALB Agustus 2006 September 2006 Oktober 2006 November 2006 Desember 2006 Januari 2007 Februari 2007 Maret 2007 April 2007 Mei 2007 KTSP Pendidikan Khusus – Januari 15 .d.A.

16 18 .23 23 – 29 30 Ujian SDLB Ulangan umum semester II Pengolahan nilai Perbaikan dan pengayaan Pembagian raport Lampiran I : Silabus SDLB Tunarungu (B) Cempaka Putih SDLB Tunarungu (B) Cempaka Putih Lampiran II : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lampiran III : Contoh Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP Pendidikan Khusus – Januari 16 .16 Juni 2007 4-9 11 .

d. Menghitung benda dengan bantuan gambar F. Menunjukkan gambar yang sesuai dengan bilangan yang ada K. dsb) V. Mengurutkan banyak benda yang ada M. Pengalaman Belajar D. Menghitung banyak benda E. Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak. Menggunakan bilangan dalam pemecahan masalah Materi Pokok Operasi hitung bilangan Hasil Belajar D. Mengamati benda sekitar kelas/sekolah E. Membilang loncat (loncat 1 atau 2. Mengurutkan banyak benda H. III. 20 I. Membaca atau mengisandokan lambang bilangan G. IV. Menyebutkan nama benda yang diamati H. Mengamati gambar di buku/papan tulis J. Indikator D. Pembahasan hasil kerja L. 20 dengan menjiplak menurut arah panah J. Mengamati/manatap lambang bilangan yang ditunjukkan/diucapkan guru KTSP Pendidikan Khusus – Januari 17 . Melaporkan hasil pengamatan G. Menyebutkan nama benda E. Mengamati gambar F.d. Menuliskan lambang bilangan II.17 Lampiran 1 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Tahun Pelajaran : : : : SDLB Tunarungu (B) Cempaka Putih Matematika I/1 2006/2007 Standar Kompetensi : Mampu menggunakan bilangan dalam pemecahan soal I. Mengenal bilangan sampai 20 E. Menuliskan lambang bilangan 1 s. Mengurutkan sekelompok bilangan dari yang terkecil atau terbesar M. 20 K. Menghitung benda dengan bantuan gambar I. Kompetensi Dasar D. Mengurutkan banyak benda F. Menunjukkan gambar yang sesuai dengan bilangan yang ada G.d. lebih sedikit. Menuliskan angka yang sesuai dengan banyak benda dari 1 s. atau sama banyak L. Membaca lambang bilangan 1 s.

Penilaian Terulis : Menulis lambang bilangan Membandingkan benda Lisan :  Menyebutkan nama benda  Menghitung banyak benda  Membaca lambang bilangan Perbuatan : Mengurutkan pias angka Mengamati benda sekitar kelas/sekolah Memberi tanda Membilang loncat       KTSP Pendidikan Khusus – Januari 18 . Alokasi Waktu 6 X Pertemuan ( @ 2 X 30 menit ) VIII. demonstrasi.18 N.1996  Pengembangan guru  Benda sekitar kelas/sekolah  Buku cerita bergambar IX. Media. Media : D. Sumber Belajar Alat. tugas. P. Gambar benda asli E. Pias angka Sumber Belajar:  Buku Matematika 1a  Mari Berhitung. diskusi. Lambang bilangan F. Menirukan ucapan guru tentang lambang bilangan Menjiplak lambang bilangan menurut arah panah Visualisasi lambang bilangan Pembahasan hasil Mengamati kumpulan benda VI. dan tanya jawab VII. Q. R. Depdikbud. Metode Eksploitasi. O. Alat.

 D.d. 20  Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak. Strategi Pembelajaran/Kegiatan Pembelajaran 1. Indikator Menyebutkan nama benda  Menghitung benda dengan bantuan gambar  Menunjukkan gambar yang sesuai dengan bilangan yang ada  Mengurutkan banyak benda  Membaca lambang bilangan 1 s. Pertemuan 1 – 2 a. 20 dengan menjiplak menurut arah panah  Menuliskan angka yang sesuai dengan banyak benda dari 1 s. : : : : : : SLB B Cempaka Putih SDLB Tunarungu Matematika D1/B/I 6 X Pertemuan 2006/2007 Standar Kompetensi Menggunakan bilangan dalam pemecahan masalah Kompetensi Dasar  Mengenal bilangan sampai 20  Menggunakan bilangan dalam pemecahan masalah  Menggunakan lambang bilangan dalam pemecahan masalah Materi Pokok Operasi hitung bilangan Keterampilan yang dilatih:  Menyebutkan nama benda  Menghitung banyak benda  Mengurutkan banyak benda  Membaca/mengisandokan lambang bilangan  Menuliskan lambang bilangan C. atau sama banyak  Mengurutkan sekelompok bilangan dari yang terkecil atau terbesar  Membilang loncat (loncat 1 atau 2. 20  Menuliskan lambang bilangan 1 s. Kegiatan awal KTSP Pendidikan Khusus – Januari 19 .d. dsb) E. lebih sedikit. B.d.19 Lampiran 2 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Jenjang/Semeter Alokasi Waktu Tahun Pelajaran A.

20   Mengkondisikan siswa Apersepsi menyanyikan ”lagu Sayang Ibu” dengan bantuan SIBI Contoh : Satu-satu aku sayang ibu Dua-dua aku sayang ayah. Kegiatan inti  Siswa mengamati benda-benda yang ada di kelas dan luar kelas secara kelompok  Siswa mengamati gambar dan mencocokkan dengan benda aslinya secara kelompok  Siswa mengisi LKS  Siswa melaporkan hasil kerja  Siswa menyebutkan nama benda yang diamati  Siswa menghitung benda yang diamati dengan bantuan gambar  Siswa mengamati gambar yang ada di buku/papan tulis  Siswa menunjukkan gambar yang sesuai dengan bilangan yang ada  Siswa dan guru membahas hasil kerja siswa  Siswa dengan bantuan guru mengurutkan banyaknya benda  Siswa mengurutkan banyaknya benda  Siswa merangkum materi bersama dengan guru  Siswa mengerjakan evaluasi Kegiatan akhir    Memberi tugas kepada siswa Tindak lajut Berdoa c.d. dan sebagainya b. 20 dengan bantuan gambar  Siswa dibantu guru membetulkan ucapan yang salah  Siswa menjiplak angka menurut arah anak panah  Siswa menulis lambang bilangan 1 s.d. Pertemuan 3 – 4 a. Kegiatan awal  Guru mempersiapkan alat  Absensi  Apersepsi ” mari menyanyikan lagu mata saya” karangan Pak Kasur b. Kegiatan inti  Siswa mengamati gambar benda dan lambangnya  Siswa membaca lambang bilangan 1 s. 2. 20 sesuai dengan contoh guru  Siswa menulis lambang bilangan yang sesuai dengan banyaknya benda  Pembahasan hasil kerja  Siswa bersma guru merangkum materi pelajaran KTSP Pendidikan Khusus – Januari 20 .

Pertemuan 5 – 6 a. diskusi. F. Metode. dan demonstrasi  Sumber:  Buku Matematika 1a Mari berhitung Depdikbud 1996  Pengembangan guru  Benda di sekitar kelas/sekolah  Buku cerita bergambar  Alat/Media:  Gambar benda asli/tiruan  Lambang bilangan  Pias angka Penilaian  Jenis tes: Tes tertulis. Sumber. sambil menghitung langkah kakinya” b.sama merangkum materi  Siswa mengerjakan evaluasi Kegiatan akhir  Siswa mencatat pekerjaan rumah(PR)  Siswa dan guru mengakhiri pelajaran c. dan Media  Metode: Eksploitasi. Kegiatan awal  Menyiapkan alat pelajaran  Apersepsi: ”Siswa berjalan naik tangga. tugas. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 21 .21  Siswa mengerjakan evaluasi   c. Kegiatan inti  Siswa membandingkan bilangnan berbagai kegiatan  Siswa mengamati dua kumpulan benda  Siswa menjiplak gambar-gambar yang ditunjukkan guru  Siswa memasangkan benda dengan menarik garis lurus dari kiri ke kanan  Siswa memasangkan benda untuk mencari lebih banyak. dan perbuatan G. lisan. tanya jawab. Kegiatan akhir Siswa mencatat tugas dari guru Tindak lanjut 3. atau sama banyak  Siswa menghubungkan titik dengan urut  Siswa mengurutkan lambang bilangan dari yang terkecil  Siswa mengurutkan lambang bilangan dari yang terbesar  Siswa membilang loncat (loncat 1 atau 2)  Siswa bersama guru membahas hasil kerja  Bersama . lebih sedikit.

c. c. 3. g. Berapakah jumlah benda di bawah ini? a. f.22   Bentuk tes: Obyektif Prosedur tes: Pre tes dan pos tes Soal lisan 1. 2. i. h. Amatilah! d. Satu Dua Tiga dst KTSP Pendidikan Khusus – Januari 22 . d. b. Apakah nama benda di bawah ini? a. b. e.

10... Urutkan sehingga banyaknya sesuai dengan urutan yang ada! 2.. Nama Benda Buku Pensil Ikan Penggaris Baju Bola Balon Pisang Payung Cangkir Ada Tidak KTSP Pendidikan Khusus – Januari 23 . dsb....... 3 4. 9 = . 5 6. 3... 8 = .. Berilah tanda ’V’ pada jawaban yang kau anggap benar! Di bawah ini benda-benda di lingkungan kelas/sekolah Lembar Kerja Siswa No.. Bacalah lambang bilangan di bawah ini! 1 = Satu 4 = .. 7 = . 10 = . 3 = Tiga 6 = ..... 2. 8 9... 1. 2 = Dua 5 = . 7..23 Satu Dua dst Angka berapa? Gambar apa yang banyaknya sesuai dengan bilangan yang ada? Tes Perbuatan 1.

........... .. . .. KTSP Pendidikan Khusus – Januari .. . ... Jiplaklah menurut arah panah! 1 2 3 2... .. . .............. Tirukan di buku tulismu! 4 ... .... ......... . 24 . 20 Dan seterusnya Skor maksimum = 20 Skor yang diperoleh Standar penilaian  Setiap jawaban yang salah mendapat skor 0  Setiap jawaban yang benar mendapat skot 1  Skor minimum = 0  Skor maksimum = 20 Skor Perolehan Nilai akhir = ------------------------------10 Skor Maksimum Tes Tertulis 1... ... ......... ..24 ..... . ... . .. 5 ... ... .......

. Pasangkan benda-benda berikut dengan angka yang sesuai! 1 2 3 4 Dst.. .... .. . ..... . 5.... 3... Pasangkan untuk mencari yang banyak! Manakah yang banyak? KTSP Pendidikan Khusus – Januari 25 . ........ Tulis lambang bilangannya! 4.25 6 7 .... . .......

. Isilah dengan angka yang benar! a..... KTSP Pendidikan Khusus – Januari 26 ... 5 ….26 6. __________________ NIP.. 11 ….. c.. Jakarta. 5 4 …. 1 b.2006 Mengetahui.. …3. …... . 6 …. Berilah tanda ’V’ untuk yang banyak! 7. 8 …. ….. Kepala SLB Cempaka Putih Guru Kelas ________________________ NIP.. 8 ….

beridir. dan cara tidur  Mencari informasi tentang penyakit yang berkaitan dengan rangka  Mengidentifikasi alat indera manusia berdasarkan pengamatan  Menjelaskan kegunaan alat indera  Mencari informasi kelainan alat indera yang disebabkan oleh kebiasaan buruk. II. 27 . dan pemeliharaannya  Mengidentifikasi jenis-jenis makanan manusia  Mengidentifikasikan bagian-bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri Indikator  Menjelaskan kegunaan rangka  Mempraktekkan sikap tubuh untuk menjaga bentuk rangka.27 Lampiran 3 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Tahun Pelajaran : : : : : SDLB B Cempaka Putih Sains IV/1 16 Jam Pelajaran 2006/2007 Standar Kompetensi Siswa mampu memahami hubungan antara bagian alat tubuh makhluk hidup dengan fungsinya dan memahami bahwa beragam makhluk hidup memiliki daur hidup ysng berbeda. fungsi. dan pemakan segala(omnivora)  Mengidentifikasi bagian tubuh tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri KTSP Pendidikan Khusus – Januari III. cara duduk. pemakan daging(karnivora). Hasil Belajar  Mendeskripsikan kerangka manusia. Kompetensi Dasar Mencari hubungan antara bagian alat tubuh dengan fungsinya padaluk hidup. misalnya membaca ditempat yang kurang terang  Memberi contoh cara merawat alat indera  Membuat daftar berbagai makanan hewan  Menggolongkan hewan-hewan yang termasuk pemakan tumbuhan (herbivora). fungnsi dan pemeliharaannya  Mendeskripsikan alat indra manusia. I.

hewan. tertulis. Media. batang. berdiri.28  IV. bunga. fungsi. dan daun Penilaian Penilaian kinerja secara lisan. dan tidur yang baik  Membuat daftar/membaca tentang penyakit yang berkaitan dengan rangka  Mengamati dan menunjukkan yang termasuk alat indera manusia  Mendiskusikan tentang kegunaan alat indera  Memberikan komentar/menjelaskan yang dirasakan secara langsung saat membaca di tempat yang kurang terang atau minum air panas  Mendemonstrasikan cara merawat alat indera  Mengamati keadaan hewan di lingkungan sekitar dan mencatat jenis makanannya  Membuat daftar jenis-jenis hewan yang termasuk pemakan tumbuham. Membandingkan bagian-bagian tumbuhan seperti perakaran. dan pemeliharaannya Alat indera manusia. VII. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 28 . fungsi. dan anggota gerak  Mendemonstrasikan cara duduk . dan pemeliharaannya Jenis makanan hewan Bagian-bagian tumbuhan Pengalaman Belajar  Mengamati rangka manusia yang terdiri dari rangka kepala. dan daun Materi Pokok Rangka manusia. dan praktek VI. badan.     V. Alat. dan segala  Mengamati tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar serta mencatat bagian-bagiannya  Mendiskusikan tentang bagian-bagian tumbuhan. dan Sumber Belajar  Model rangka manusia  Buku IPA kelas IV kurikulum 2004  Gambar  Benda nyata alat indera manusia  Air panas  Binatang yang ada di lingkungan sekitar  Contoh bagian tumbuhan seperti: akar.

: : : : : SLB B Cempaka Putih Sains D1/I 4 Jam Pelajaran 2006/2007 Hasil Belajar Mendripsikan rangka manusia. Menyimpulkan dan membuat daftar tentang penyakit yang berkaitan dengan rangka Kegiatan Akhir KTSP Pendidikan Khusus – Januari C.29 Lampiran 4 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Tahun Pelajaran I. II. berdiri. B. Mendemonstrasikan cara duduk. 29 . Langkah Pembelajaran Kegiatan Awal 1. Mendiskusikan hasil demonstrasi 4. fungsi. Mendiskusikan tentang penyakit yang berkaitan dengan rangka 5. Tanya jawab tentang tubuh manusia yang terdiri dari rangka sebagai penyangga Menggali pengalaman siswa Kegiatan Inti Menjelaskan bagian-bagian rangka manusia serta kegunaannya 2. dan tidur yang baik sebagai cara untuk memelihara rangka 3. 2. dan pemeliharaannya A. 1.

...... Penyakit apa saja yang dapat menyerang rangka manusia? Lembar Kerja Siswa Tugas pengamatan: Lakukan sikap duduk... .... ......................................................................... Berdiri 3........................................ Pemberian tugas pengamatan cara posisi duduk....30 1............ 2......... ............................... ........................................ 2.................................................................................................................................... Tidur KTSP Pendidikan Khusus – Januari 30 ................................ 3................ dan tidur dengan cara berpasangan dan amati/tulis hasil pengamatan pada kolom yang tersedia............... 1................ . 3... ..................... Sebutkan bagian-bagian rangka manusia! 2............. 4...... Bagaimana posisi duduk dan berdiri yang baik? 4........................ . dan tidur yang baik A.................................................. Alat B.... Gambar-gambar Sumber Buku IPA Kelas IV kurikulum 2004 Tes Lisan Soal 1........................ III. 1....... ............ 1.............................. 2.................. Bagaimana cara memelihara rangka? 5..................................... Posisi/Sikap Duduk Hasil Pengamatan 1.. No........................... Sebutkan kegunaan rangka manusia! 3. ......... 3... Alat dan Sumber 1............. .................................................................................................. 4................................... 2.......................... berdiri....... berdiri........................... Tes lisan unjuk kerja 2............................. Model rangka manusia 2........................

....................... : : : : SMPLB C Cempaka Putih Program khusus Bina Diri VII/1 Tunagrahita Standar Kompetensi Mengembangkan pengetahuan praktis dan memiliki keterampilan dasar menolong diri sendiri melalui latihan terus menerus Kompetensi Dasar Mampu menggunakan pengetahuannya tentang jenis makanan yang dikemas Indikator 1. 3............ ....... 4........ Materi pokok Makanan yang dikemas Pengalaman Belajar Mengenal makanan yang dikemas dan tidak dikemas 2...... V...... III.... Mengajukan pertanyaan kapan memasak makanan yang dikemas 5.... Mengajukan pertanyaan tentang makanan yang dikemas 4.... Kesimpulan: Lampiran 5 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Jenis Kelainan I......31 4. 1. Membedakan jenis makanan yang dikemas dan tidak dikemas Memilih alat yang digunakan Memasak makanan yang dikemas Membersihkan dan merapikan alat II. 2... Mengamati dan menanyakan alat yang digunakan KTSP Pendidikan Khusus – Januari 31 .... IV............ Memilih makanan yang dikemas 3.

garpu mangkok. IX.32 VI. air. : : : : : Program khusus Bina Diri SMPLB Tunarungu VII/1 2 X 35 menit (1x pertemuan) 2006/2007 Standar Kompetensi Mampu mengembangkan pengetahuan praktis dan memilih keterampilan dasar menolong diri sendiri melalui latihan terus menerus Kompetensi dasar Mampu menggunakan pengetahuannya tentang jenis makanan dan minuman Materi Ajar Memasak makanan yang dikemas (mie instan/super mie rebus) Indikator  Membedakan jenis makanan yang dikemas dan tidak dikemas  Menentukan alat untuk memasak  Memasak makanan yang dikemas  Membersihkan dan merapikan alat B. sayuran Alat: panci. dan pemberian tugas. E. kompor. gelas. D. Kegiatan Awal Apersepsi Guru bertanya kepada siswa KTSP Pendidikan Khusus – Januari 32 . C. sendok. Penilaian Jenis tes: Tes perbuatan Teknik: Lisan dan praktek Bentuk instrumen: Analisis tugas VIII. - Strategi Pembelajaran 1. demonstrasi. tanya jawab. Metode Ceramah. Lampiran 6 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran Satuan Pendidikan Kelas/Semeter Alokasi Waktu Tahun Pelajaran A. Alokasi Waktu 2 X 35 menit(1x pertemuan) Sarana/Sumber belajar Bahan: mie instan. VII.

m. n. 2. e. i. k.33     Siapa belum makan Siapa yang suka makan mie Mie apa yang paling disukai Kalau belum masak makanan. demonstrasi. b. Memilih alat Memilih bahan Merenung bahan Aspek yang dinilai 1 Skor 2 3 4 KTSP Pendidikan Khusus – Januari 33 . dan gelas Bahan: mie. 1. Penutup Menanyakan kepada siswa  Bagaimana rasa mie yang sudah dimasak ?  Siapa yang bisa masak sendiri b. Kegiatan Inti Pilihlah alat untuk memasak mie! Pilihalah bahan! Tuanngkan dua gelas air ke dalam panci! Nyalakan kompor! Taruhlah panci di atas kompor! Tunggulah air sampai mendidih! Bukalah bungkus mie! Masukkan mie ke dalam panci! Bukalah bumbu dan masukkan! Masukkan sayur yang telah dipotong! Tunggulah tiga menit! Matikan kompor ! Tuanglah mie ke dalam mangkok! Bersihkan alat! 3. dan sayuran Metode Tanya jawab. dan penilaian tugas Penilaian Jenis tes: tes perbuatan Bentuk tes: lisan dan praktek Instrumen: Analisis tugas G. a. air. Disarankan memasak mie sendiri di rumah F. h. g. Soal: Lakukanlah memasak super mie Memasak Super Mie No. d. f. c. j. mari kita ke dapur memasak mie 2. ceramah. l. 3. Sarana/Sumber belajar Alat: kompor. panci. H.

7. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 34 .X 10 Skor maksimum 30 Contoh: Na = -----. Kepala Sekolah Guru Kelas Soedarini NIP Kriteria penilaian A. 12. Aspek yang dinilai Memilih alat  Memilih alat yang sesuai  Memilih 2 alat  Memilih 1 alat  Tidak memilih Memilih bahan  Memilih bahan yang sesuai  Memilih 2 bahan Skor 3 2 1 0 3 2 b. 14. 13.34 4.25 48 ___________________ NIP Deskripsi: Anak masih banyak perlu latihan Tindak lanjut: Untuk mencapai nilai baik diteruskan latihan memasak di rumah/di sekolah Kriteria Penilaian Memasak mie instan No. 80 – 100 = Baik B. 9.79 = Cukup C. Menyalakan kompor Menaruh panci di atas kompor Menunggu air mendidih Membuka bungkus mie Memasukkan mie ke dalam panci Membuka dan memasukkan bumbu ke dalam panci Memasuukan sayuran yang sudah dipotong Menunggu tiga menit Mematikan kompor Menuang mie ke dalam mangkok Membersihkan dan merapikan alat Jumlah Skor Mengetahui. 11. 10. 8. 60 . a. 5. 50 – 59 = Kurang Skor Perolehan Nilai akhir (Na) = -------------------.X 10 = 6. 6.

h. KTSP Pendidikan Khusus – Januari 35 . e.35  Memilih kurang dari 2 bahan  Tidak memilih Menuang air ke dalam panci Menuang 2 gelas dengan benar Menuang 2 gelas dengan tumpah sedikit Menuang kurang dari 2 gelas Menuang tumpah banyak Menyalakan kompor  1 kali putar nyala  2 kali putar nyala  3 kali putar nyala  4 kali putar nyala Menaruh panci di atas kompor Menaruh tepat di atas kompor Menaruh miring sedikit Menaruh miring dan tumpah airnya Menaruh dan gagang panci tidak tepat dan miring Menunggu air mendidih  Air sampai mendidih  Air sudah panas belum mendidih  Air baru hangat  Air belum mendidih Membuka bungkus mie  Membuka bungkus dengan benar  Membuka bungkus berantakan  Membuka bungkus mie hancur  Membuka dengan bantuan Memasukkan mie ke dalam panci Memasukkan dengan benar Memasukkan dilempar Memasukkan dilempar. d. j. i. air tumpah Mie tidak dimasukkan semua Membuka bumbu mie dan dimasukkan dalam panci  Membuka dan memasukkan bumbu ke panci semua  Membuka dan memasukkan bumbu sebagian  Membuka dan memasukkan bumbu berceceran  Membuka dan memasukkan bumbu tidak sempurna Memasukkan sayuran yang sudah dipotong ke dalam panci  Memasukkan semua sayuran  Memasukkan sayuran sebagian  Memasukkan sayuran berceceran  Tidak memasukkan sayuran Menunggu 3 menit Menunggu tepat 3 menit Menunggu 2 menit Menunggu lebih 3 menit Menunggu sampai mie menjadi bubur 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 c. k. f g.

: SMPLB B Cempaka Putih : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII/1 Standar Kompetensi Kemampuan memahami proses pembentukan kepribadian manusia Kompetensi Dasar A. 36 .36 l. Mematikan kompor  1 kali putar langsung mati  2 kali putar mati  3 kali putar mati  4 kali putar belum mati Menuang mie ke dalam mangkok Menuang mie tepat ke mangkok Menuang mie ke mangkok tumpah sedikit Menuang mie ke mangkok tumpah banyak Takut menuang Membersihkan dan merapikan alat  Alat dicuci bersih dan merapikan  Alat dicuci bersih. Kemampuan memahami proses sosial budaya dalam pembentukan kepribadian B. dan berantakan  Alat dicuci masih bau dan merapikan  Alat dicuci bau dan berantakan 3 2 1 0 3 2 1 0 3 2 1 0 m n. IV. Mengidentifikasikan fungsi enkulturasi dalam keluarga C. Lampiran 7 SILABUS Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester I. Mendiskripsikan fungsi sosialisasi dalam keluarga dan masyarakat Materi Pokok: Proses sosial budaya Kegiatan Pembelajaran • Mengidentifikasikan contoh-contoh cara pengasuhan anak dalam keluarga • Mengidentifikasikan berbagai fungsi enkulturasi dalam keluarga • Mencari informasi tentang contoh-contoh nilai-nilai sosial di masyarakat • Mencari berbagai informasi tentang nilai sosial sebagai orientasi tindakan dalam perilaku sosial KTSP Pendidikan Khusus – Januari III. II.

siswa dapat menyebutkan fungsi enkulturasi dalam keluarga. Indikator • Memberi contoh cara mengasuh anak dalam keluarga • Menyebutkan fungsi enkulturasi dalam keluarga • Memberi contoh nilai-nilai sosial masyarakat • Memberi contoh tentang nilai fungsi sosial sebagai orientasi tindakan dan perilaku sosial • Memberi contoh norma-norma sosial masyarakat • Mengidentifikasi fungsi norma sosial yang mengatur tindakan dan perilaku sosial Penilaian A. siswa dapat menyebutkan contoh cara mengasuh anak dalam keluarga dengan benar B. Mengidentifikasi fungsi enkulturasi dalam keluarga Tujuan Pembelajaran(Indikator) A. Kemampuan memahami proses sosial budaya dalam pembentukan kepribadian B. Tes tertulis pilihan ganda dan essay B. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semeter Pertemuan ke Waktu Hari/tanggal I. Melalui penggalian dari berbagai sumber informasi. Portofolio Alokasi Waktu: 4 X 40 menit Sumber Belajar • Buku Teks IPS kelas VI • Perpustakaan • Majalah • Nara sumber Lampiran 8 VI. 37 . III. VIII. Materi Ajar KTSP Pendidikan Khusus – Januari II.37 • • V. Melalui pengkajian dari berbagai informasi. Mengidentifikasi norma-norma sosial di masyarakat Mencari berbagai informasi tentang fungsi norma sosial dalam mengatur tindakan dan perilaku sosial. : : : : : SMPLB B Cempaka Putih Ilmu Pengetahuan Sosial VII/1 1 2 X 40 menit Kompetensi Dasar A. VII.

celana...a... 131694462 KTSP Pendidikan Khusus – Januari 38 .Gambar/foto orang memberi makan/minum pada anak-anak b. Memberikan makan/minum b. Dan lain-lain.. Soedarini..38 Enkulturasi dalam keluarga. . foto. Gambar/foto orang menggendong anak d.. Tes tertulis Sebutkan 3 contoh cara mengasuh anak dalam keluarga! 2. Penilaian Hasil Belajar A.. Metode Inkuiri dengan mencari berbagai informasi melalui gambar.Pd. Tes tertulis B. Gambar/foto orang yang mengawasi anak dalam bermain e. gambar.a... Penilaian portofolio Kumpulkan minimal 3 gambar/foto kegiatan mengasuh anakk dalam keluarga.. Sumber: Buku paket kelas VII..Pd.. VI.. NIP 130685491 Rubimin.Memandikan c. buku. Menggendong d. majalah. S.. e. atau pengalaman langsung terhadap suatu kegiatan. S. Dan lain-lain Mengetahui Kepala Sekolah Jakarta. majalah. Gambar/foto orang memandikan anak c. 2. dan sepatu. serta berikan penjelasan masing-masing gambar/foto tersebut! Kunci Jawaban 1. dan nara sumber.Melatih memakai baju.2006 Guru Bidang Studi V. foto. yang antara lain mencakup: • Cara-cara mengasuh anak dalam keluarga • Fungsi enkulturasi dalam keluarga IV. Penilaian portofolio Butir Soal 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful