PERATURAN DAERAH KHUSUS 6

DAERAH JAKARTA

IBUKOTA TAHUN

NOMOR

1999

TENTANG

RENCANA TATA DAERAH KHUSUS

RUANG W I L A Y A H IBUKOTA JAKARTA

DAFTAR

ISI

BAB BABU

I

KETENTUAN RUANG ASAS, Bagian Bagian

UMUM

LINGKUP VISI DAN MISI, Asas Visi, I 2 DAN Visi Misi dan dan Misi Tujuan P e m b a n g u n a n DKI Ruang TATA Ruang 14 Tata Tata Ruang Ruang Propinsi 15 15 16 RUANG Jakarta SERTA TUJUAN 12 12 n

B A B III

Pertama Kedua Paragraf Paragraf

Tujuan

Penataan

BAB

IV

KEBIJAKAN Bagian Bagian Bagian Pertama Kedua Ketiga Paragraf Paragraf

STRATEGI Kebijakan Wilayah Strategi

PENGEMBANGAN Pengembangan Pengembangan Tala

Pengembangan Pengembangan Stratey;i

I 2

Strategi Misi dan

Pengembangan

Tata R u a n a

Kotamadya BAB V STRUKTUR Bagian DAN POLA Struktur Umum Persebaran Kawasan Kawasan Kawasan Sistem Sistem Penduduk Hijau Permukiman Ekonomi Pusat Prospektif PEMANFAATAN Pemanfaatan RUANG Wilayah Propinsi 19 19 20 20 2i 22 23 25 31 Tata Ruang Wilayah Katamaciya 32 Penduduk Kawasan Kawasan Kawasan Hijau Pennukiman Bangunan • 32 33 36 40

Pertama Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 5 6 7 8

Ruang

Kegiatan Wilayah

Prasarana Ruang Struktur

Intensitas Rencana

Bagian

Kedua Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 5

Umum Persebaran Rencana Rencana Rencana Umum

Pengembangan Pengembangan Pengembangan

Paragraf

6

Rencana

Pengembangan

Kawasan

Industri

oan

45

Pergudangan Paragraf 7 Rencana Pengembangan Sistem Pusat Kegictan 47

Kotamadya Bagian Ketiga Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf I 2 3 4 Pola Umum Arahan Arahan Arahan Pengelolaan Pemanfaatan Pemanfaatan Kawasan Hijau Lindung Hijau Binaan Pemanfaatan Ruang Wilayah Propinsi
59 J9

Ruang Kawasan Ruang Kawasan

60 61

Peuinuknlian

Paragraf Paragraf

5 6

Arahan Arahan Kegiatan

Pemanfaatan Pemanfaatan

Ruang Ruang

Ekonomi Kawasan

Prospektif Pusat

62 63

Paragraf Paragraf Paragraf

7 8 9

Arahan Arahan Arahan Laut, Bawah

Pengembangan Pengembangan Kebijakan Tata Guna Tata

Sistem

Prasarana

Wilayah

63 68 69

Kawasan G u n a Air, dan

Prioritas Tata Guna Guna Ruang

Udara,

Tata

Tanah Ruang Wilay-ah Kotamadya 73 Kawasan Ruang Ruang Ruang Hijau Lindung Hijau Binaan 73 74 77 KDB 78

Bagian

Keempat Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf Paragraf 1 2 3 4 5

Pemanfaatan Umum Pengelolaan Pemanfaatan Pemanfaatan Pemanfaatan Rendah

Kawasan Kawasan Kawasan

Permukiman Permukiman

Paragraf Paragraf

6 7

Pemanfaatan Pemanfaatan Rendah

Ruang Ruang

Kawasan Kawasan

Bangunan Bangunan

Umum Umum

79 80

Paragraf Paragraf

8 9

Pemanfaatan Pemanfaatan Pergudangan

Ruajig Ruang

Kawasan Kawasan

Campuran Industri dan

81 82

Paragraf Paragraf Paragraf BAB VI

10 11 12

Pemanfaatan Ruang Pengembangan Pengembangan

Sistem

Pusat Kegiatan

83 85 96

Sistem

Prasarana Wilayah Prioritas

Kawasan

PENGENDALIAN Bagian Bagian Bagian Bagian Pertama Kedua Ketiga Keempat

PEMANFAATAN Pedoman Pengawasan Penertiban Pengendalian Pemanfaatan Pemanfaatan

RUANG 98 Ruang Ruang Perizinan MASYARAKAT 99 100 101 Masyarakat Dalam 102 98 99 99

Pendayagunaan DAN

Mekanisme SERTA

BAB

Vll

HAK, Bagian Bagian Bagian Bagian

KEWAJIBAN Pertama Kedua Ketiga Keempat Hak

PERAN Masyarakat

Kewajiban Peran Tata Penataan Serta Cara

Masyarakat Masyarakat Peran Ruang Peran Serta Masyarakat Serta

Bagian BAB BAB BAB BAB BAB BAB Vlll IX X XI XII XIII SANKSI

Kelima

Pemberday>aan

103 104

KETENTUAN PENYIDIKAN KETENTUAN KETENTUAN KETENTUAN

PIDANA

104 105

LAIN-LAIN PERALIHAN PENUTUP

105 107 107

mewujudkan dan arahan secara keterpaduan maka yang dalam terpadu pembangunan Rencana Tata mang masyarakat. RAHMAT TUHAN YANG MAHA IBUKOTA ESA JAKARTA di Daerah wilayah berhasil Khusus secara guna. b. dan memanfaatkan berdaya dalam mang guna. berkelanjutan berbudaya kesejahteraan keamanan. masyarakat. DAERAH untuk KHUSUS mengarahkan dengan pembangunan Jakarta selaras. wilayah Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta . merupakan oleh pemanfaatan kepentingan dilak:sanakan d a n / a t a u ^ dunia Pemerintah. Tahun tentang dan perlu Ruan^ Wilayah dalam Rencana Nasional. bahwa 1992 Nomor mang Tata meniagkatkan pertahanan . bahwa antar Ruang bagi secara usaha . c. semua Wilayah bersama rangka daerah. masyarakat disusun yang Rencana berkeadilan Tata R u a n g dam perlu Wilayah dalam sektor. dengan tentang 47 maka berlakunya Penataan 1997 strategi nasional Undang-Undang Ruang dan arahan Rencana dijabarkan Nomor Tata ke 24 Tahun Peraturan kebijakan Pernermtah pemanfaatan . rangka seimbang. DAERAH KHUSUS IBUKOT A KEPALA bahwa ibukota serasi.LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN : 1999 NOMOR : 23 PERATURAN DAERAH DAERAH 6 KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR TAHUN 1999 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYA H JAKARTA DENGAN GUBERNUR Menimbang a.

1990 Tambahan tentang 1985 tentang 75. Nomor Alam 1990 Tahun dan 49. 6. c dan Wilayah Peraturan Propinsi Daerah. tentang Negara KetentuanTahun 1967 2. Ibukota Jakarta Mengingat 1-. Undang-Undang Dasar Nomor Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan 1960 Pokok-pokok 104. telah Tahun 3234).LD T a h u n 1999 N o . bahwa huruf dengan tingkat perkembangan . Undang-Undang Sumber Negara Nomor Daya Tahun 3419). Undang-Undang Ketentuan Nomor 8. masyarakat dari t i n g k a t n a s i o n a l d e n g a n hal menetapkan Khusus sehubungan d. 2 3 2 d. 11 Tahun 1974 . Undang-Undang (Lembaran Nomor Negara Tahim 3046) 13 Lembaran Negara Nomor 4. Pokok Kehutanan (Lembaran Tambahan Lembaran Negara Nomor 2823). Ruang dengan b. Pengairan Tambahan 3. Undang-Undang (Lembaran Nomor Negara Tahun Nomor Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3 1 86) 5. Undang-Undang ketentuan Negara Nomor Pokok Nomor 20 Tahun Pertahanan Nomor Keamanan 5 1. 1990 tentang Kepariwisataan 78. Undang-Undang Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor 9 Tahun 3427) . Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3368) 16 Tahun 1990 . Undang-Undang Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor Rumah Susun Tahun 3318) 5 Hayati Nomor Nomor Tambahan 7. Konservasi (Lembaran Negara Ekosistemnya Lembaran 8. 1982 Tambahan dimbah Lembaran dengan sebagaimana 1 Tahun Undang Nomor N o m o r 3. Jalan 1974 Nomor tentang 65. 1982 tentang Negara Ketentuan(Lembaran Negara Undang1988 1980 tentang 83. Tahun 1980 . perlu Daerah tersebut pada Rencana Tata huruf a. 1988 ( L e m b a r a n Negara Tahun . bahwa Jakarta Daerah Rencana Umum Tata Ruang Daerah dalam 5 Khusus Ibukota Daerah perlu dan sebagaimana Khusus Ibukota ditetapkan Jakarta Peraturan Tahun 1984 Nomor disesuaikan rujukan baru e. Tambahan Tahun 1990 Nomor . Agraria (Lembaran Negara 1967 Negara Tahun Tambahan Nomor Lembaran 5 Tahun Nomor 2043).

Susunan Republik Ibukota Tahun 3430) Jakarta (Lembaran Negara Nomor 84. Undang-Undang Pemerintahan Indonesia Tambahan Nomor Daerah 11 Khusus Tahun 1990 teniang Negara 1990 . Penamahan Nomor dan 23. tentang 74.U n d a n g N o m o r 4 Permukiman Tambahan (Lembaran 1992 tentang 1992 . teniang Nomor Perlindungan Nomor 42. Usaha Kecil Negara Tahun Nomor Tambahan L e m b a r a n N e g a r a N o m o r 3611) 17.LDTah^. U n d a n g . Lembaran Negara Nomor Nomor 8 Tahun 3699) 1999 18. U n d a n g . U n d a n g . Tahun 3469) 1992 1992 Lembaran Negara Nomor 5 Tahun Tahun .U n d a n g dan 49. Hidup (Lembaran Tahun . tentang Tahun 3480). (Lembaran Negara Tahun 3821) 1999 1999 Lembaran Negara Nomor N o m o r 22 Negara Nomor Tahun Tahun 3839).U n d a n g Konsumen Tambahan tentang 1999 . Lembaran Negara Nomor Tahun Negara 10. tentang 115. Cagar (Lembaran Negara Tambahan Lembaran Negara Nomor 12.U n d a n g Ruang Nomor 24 Penataan Tambahan (Lembaran Negara Tahun 5301) 9 Nomor Lembaran Negara Nomor 16. U n d a n g . (Lembaran Lembaran Tahun 3475) 1992 Nomor Negara Nomor 14 Tahun 13. 2 3 3 9. U n d a n g . 1995 14.U n d a n g Lingkungan Tambahan Nomor 23 Tahun Negara 1997 tentang 1997 Pengelolaan Nomor 68. Kependudukan Negara Pembanguaan 1992 . U n d a n g . U n d a n g .U n d a n g (Lembaran Lembaran 1992 Nomor Nomor 1992 Pelayaran Tambahan Negara Negara Tahun Republik 15. tentang 98. 34Q3).U n d a n g Budaya Nomor tentang Nomor Benda 27. Tambahan (Lembaran Negara Lembaran .U n d a n g Perkembangan Sejahtera Tambahan Nomor 3469) Tahun 1992 tentang Keluarga 35.U n d a n g (Lembaran Nomor Tahun 1995 . U n d a n g . Angkutan Tambahan Nomor Jalan Lalu 1992 Lintas Nomor (Lembaran Negara Lembaran Negara Nomor Nomor 21 Tahun 1992 Indonesia Tahun 1992 .U n d a n g Daerah Pemerintahan 60. U n d a n g . U n d a n g .- 1999 N o . 19. 10 dan 11.

Peraturan Mengenai Pemerintah Nomor Dampak 27 Tahun 1999 tentang Negara Analisis Tahun . N o m o r 96. Peraturan (Lembaran Lembaran Pemenntah Negara Negara Nomor Tahun 8 Tahun 1990 1990 Nomor tentang 12. 1986 Nomor Tambahan Lembaran PeratTiran Koordinasi Negara Nomor Pemerintah Kegiatan 1988 Tahun di 1988 tentang (Lembaran Negara Instansi Nomor Vertikal 10. Sungai 25. {Lembaran Negara Nomor Tahun Tambahan Lembaran 2 1 . Peraturan Pemerintah Negara Negara Nomor Tahun 1991 3445). Peraturan Penyediaan Sekitar 75. 69 serta Tahun Bentuk 1996 dan tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Negara Nomor 27. Tambahan Lembaran Negara Nomor 68 Tahun 1998 3721) tentang Peraturan Pemerintah N o m o r Suaka Negara 3776). Nomor Tambahan Nomor Pemerintah Hak dan Nomor Kewajiban. Alam Tambahan Negara 29. Tambahan Lembaran 24. Peraturan Tata Serta Masyarakat Penataan Tambahan Ruang (Lembaran Negara Tahun 3660). 2 3 4 20. 1982 1982 tentang Nomor lata 37. Peraturan Pengaturan Pemerintah Air Nomor 22 Negara Nomor 26 1985 . 28. Daerah Tahun 3373). Jalan Tol Tambahan Nomor 3405). Peraturan (Lembaran Lembaran 26.U) T a h u n 1999 N o . 23 Pemermtah dan 3239) Nomor 50 Tanah Tahun serta 1986 Ruang tentang Udara di Penggunaan Bandar Udara (Lembaran Negara Nomor Negara Nomor 6 Tahun 3343). Lingkungan (Lembaran 1999 N o m o r 5 9 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838) . 1996 N o m o r Lembaran Pemermtah Wilayah N o m o r 47 Nasional Tahun (Lembaran 1997 tentang Rencana 1997 Ruang Negara Tahun . lahun Tahun 3225) Tahun . Peraturan (Lembaran Pemerintah . dalam 104.Negara 1985 tentang 37. 35 Tahun 1991 tentang 44. Jalan Nomor Tambahan Lembaran Negara Nomor 22. Alam Tahun dan 1998 Kawasan (Lembaran Nomor Kawasan Nomor Pelestarian 132.

Daerah 1992 Daerah Khusus Ibukota dan . Kepulusan Pengendalian Bandar Udara Presiden Nomor Tanah Jakarta 64 dan lahun Ruang -- 1986 Udara Hatta 1990 di . 1976 Tangerang. Keputusan Pengelolaan Nomor Lindung Nomor . Menteri Pedoman Negeri Nomor Peraturan Daerah 134 Tahun 1998 tentang 1 II dan : 4 di Penyusunan Wilayah Daerah Tingkat Tinskat Tata Ruang Propinsi Kabupaten R e n c a n a Tata R u a n g W i l a y a h 34. Peraturan Tahun Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Daerah Khusus Ibukota Nomor 7 1991 tentang : Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta 37. . Dengan DEWAN DAERAH persetujuan RAKYAT DAFRAM PERWAKILAN KHUSUS IBUKOTA JAKARTA M E M U T U S K A N : Menetapkan PERATURAN JAKARTA DAERAH DAERAH DAERAH TATA KHUSUS RUANG IBUKOTA WILAYAH TENTANG KHUSUS RENCANA IBUKOTA JAKARTA. Instruksi Presiden 13 Tahun Bogor.LD T a h u n . tentang sekitar Penggunaan Internasional Presiden Kawasan Soekamo 32 3 1. 3 di tentang Penyidik Daerah Lingkungan 36. J N o . 23 5 30. Bangunan Bertingkat Ibukota Jakarta Daerah Peraturan Tahun Daerah 1986 Khusus Ibukota Pegawai Jakarta Negeri Nomor Sipil . Jakarta i^'omor ! 1 tentang Penataan Pengelolaan ICepulauan K o t a m a d y a Jakarta Utara Daerah Daerah Peraturan Tahun Tala Khusus Ibukoia Jakarta dan Nomor 8 1995 Ruang teniang penyelenggaraan Kawasan Pantai Utara Reklamasi Rencana Jakarta. Keputusan tentang Rencana Kawasan . Dalam Jakarta. Tahun tentang 32. Daerah 1975 Khusus Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor tentang Ketentuan . Peraturan Tahun Seribu 38. tentang Bekasi Pengembangan (JABOTABEK) 33. Peraturan Tahun Daerah 35.

9. sumber buatan. )'ang I I UMUM dimaksud dengan-: Ibukota Jakarta. fungsional 11. 23 6 BAB KETENTUAN Pasal Dalam 1. perencanaan pemanfaatan tata ruang. geografis batas dan dan atau Tata Ruang perencanaan tala adalah segenap ruang unsur merupakan padanya aspek kesatuan yang ditentukan berdasarkan adminsitrasi fungsional. Dewan Jakarta. dan pola pemanfaatan 6. dengan dan kawasan ditetapkan dasar utama sumber dibudidayakan alam. . Tata ruang. Gubernur Khusus Ibukota adalah Ibukota adalah Jakarta. adalah segenap ruang unsur yang terkail berdasarkan merupakan padanya aspek kesatuan yang geografis batas dan serta Kawasan beserta sistemnya memiliki ditentukan ciri tertentu. pemanfaatan 8. kondisi dan sumber daya manusia.LD T a h u n 1999 N o . manusia serta dan r u a n g dan sebagai lainnya satu k e s a t u a n hidup dan makhluk melakukan memelihara Ruang baik kelangsungan wujud hidupnya. ruang. Ruang lautan. Kawasan fungsi potensi daya sumber daya Budi Daya untuk daya alam adalah sumber daya yang atas buatan. Dewan Khusus 5. Peraturan Daerah ini. Kawasan fungsi Lindung adalah kawasan kelestarian dan yang ditetapkan hidup dengan yang utama melindungi lingkungan mencakup 12. Penata Ruang ruang. Pemerintah Daerah Khusus Daerah adalah Daerah Daerah Khusus adalah Pemerintah Ibukota Jakarta. wadah udara yang meliputi ruang daratan. Kepala Daerah adalah Gubemur Kepala Daerah 3. ruang tempat kegiatan Penvakilan Rakyat Daerah Daerah 4. 2. direncanakan adalah dan maupun proses 7. adalah struktural tidak. pengendalian adalah yang terkait hasil ruang. Rencana Wilayah beserta sistemnya aspek 10. wilayah.

15. Visi arah ke depan yang menggambarkan menyatukan pembangunan mjuan selumh dicapai serta akan koniitmen kota. suatu pandangan yang mgin pemerintahan. Tujuan daiam berkaitan 17.LD T a h u n 1999 N o . Kawasan kegiatan kawasan dan dan Perkotaan utama sebagai bukan tempat adalah kawasan dengan yang mempunyai fungsi pertanian susunan permukiman perkotaan. Ruang kawasan tumbuhan tertentu. dan kawasan hijau Lindung karaktensnk bagian yang memiliki tujuan alamiah habitat yang perlu dilestarikan untuk perlindungan wilayah setempat luas. Hijau atau pertanian. vegetasi diperlukan pengembangan. pelayanan 14. Strategi ruang dan pembangunan telah Propinsi. Kawasan yang untuk tujuan 20. jaringan 19. pemusatan sosial. adalah nilai-nilai dan kinerja Propinsi yang dan telah mesti dicapai pembangunan Wilayah Kotamadya ditetapkan. penataan untuk dan d a i a m k e r a n g k a visi Pengembangan pengelolaan visi dan misi dan m i s i y a n g adalah kota yang langkah-langkah perlu dilakukan Propinsi mencapai Kotamadya 18. yang selanjurnya tanah fungsi Wilayah yang telah Hijau Terbuka atau yang dan atau disebut yang RTH adalah oleh habitat areal permukaan untuk didominasi dibina sarana dan perlindungan dan atau kota/lingkungan. pembangunan ditetapkan. 2 3 7 13. distribusi kegiatan adalah dan pelayanan jasa ekonomi. . Misi dan adalah pihak yang terlibat dalam komitmen dan panduan Propinsi yang arah dan bagi pembangunan untuk di pengelolaan visi Wilayah Kotamadya ditetapkan mencapai peringkat 16. dari maupun perlindungan Hijau lebih bagian Kawasan luar dibina maupun Binaan adalah kawasan hijau di kawasan melalui hijau lindung untuk mjuan penghijauan yang penanaman. yang baik diperlukan untuk didukung pemeliharaan dan sarana didukung ekologis sesuai pemulihan yang fasilitasnya maupun keperluan sarana untuk sosial fungsi kota y a n g dapat penghijauan fasilitas tersebut. budidaya adalah pengaman prasarana.

adalah kegiatan dengan industri Jakarta hemat yang kriteria kota tidak Selektif pemilihannya jasa. Kawasan Rendah 25 pasal Bangunan adalah ini Umum Koefisien Dasar Bangunan pada huruf Dasar kawasan yang sebagaimana dimaksud secara 20%. keberlangsungan pengolahan 22. sebagaimana keseluruhan dimaksud Koefisien pada yang Dasar Bangunannya maksimum 24. yakni disesuaikan industri kondisi lahan. menjadi adalah Bangunan kegiatan barang ekonomi yang dan mengolah atau bahan baku. sebagai air. Kawasan mempunyai 25. Kawasan air seperti waduk. barang setengah jadi nilai yang barang jadi untuk dan dengan termasuk lebih rancang tinggi bangun penggvmaannya. adalah kawasan yang diarahkan atau dan Permukiman bagi beserta dipenmtukkan tinggal/hunian terstmkmr 20%. 23. Kawasan Ekonomi nilai Prospektif bagi adalah kawasan ekonomi yang kota. perdagangan. bahan dengan Dasar dengan Koefisien 28. Dasar Bangunan l e b i h b e s a r dari 26. atau binaan areal yang alamiah terhadap kanal. pengembangan dan fasilitas dengan perkotaan. 23 8 2 L Kawasan mempunyai Tangkapan pengaruh badan limbah Air secara air dan adalah kawasan atau situ. adalah keseluruhan Koefisien Bangunannya 27. sungai. . Kawasan maksimum Campuran bagi kawasan yang diarahkan dan dipemntukkan bangunan umum pengembangan permukiman lebih kegiatan beserta besar dari campuran fasilitasnya 20%. dan strategis pengembangan adalah yang Bangunan bagi Umum diarahkan diperunmkkan jasa.LD T a h u n 1999 N o . yang hemat berpolusi. sosial beserta pemerintahan umum/fasilitas Koefisien fasilitas penunjangnya 20%. perekayasaan 29. Kawasan adalah mi pengembangan prasarana dan permukiman sarana tempat yang dari lingkungan lebih besar dengan Koefisien Dasar Bangunan Permukiman Koefisien Dasar Bangunan huruf Rendah 22 pasal kawasan secara 20%. Industri kegiatan industri. Industn mentah. lain-lain. dan menggunakan teknologi tinggi.

penelitian. Kawasan yang industri dengan Industri dan dan atau Pergudangan bagi adalah kawasan diarahkan dan atau dipemntukkan beserta pengembangan penunjangnya pergudangan Dasar Bangunan fasilitas Koefisien Sistem bagi yang berbagai serta maksimal adalah 5 0%. strategis kegiatan pemerintahan. pelayanan utama dan kota yang sistem ekonomi. Kawasan ditujukan (mixed Lantai kawasan 37. hirarkhi kota. dan lokal. Wisata Lingkungan adalah kawasan bagian kota wisata wisata Kawasan yang yang flora diarahkan mencakup dan fauna. Ruang adalah besaran Dasar bagian mang untuk dan fungsi tertentu Lantai ditentukan tiap berdasarkan pengaturan Bangunan kota sesuai kota. Kawasan kegiatan pusat 33. Budaya yang penting adalah nilai unmk kawasan budaya dan dikembangkan pendidikan. kota yang untuk menampung tinggi berbagai memiliki peruntuk^an organisasi campuran Koefisien pengelolaan berorientasi komersial Bangunan tersendiri. dan atau bangunan-bangunan dilestarikan dokumentasi 36. kawasan yang 31. kepentingan kepariwisataan. internasional penunjang Sentra yang Primer adalah kawasan dalam sistem dalam pusat sistem menurut hirarkhmya termasuk utama. kepariwisataan. untuk pengembangan seperti berbagai wisata kegiatan serta Imgkungan agro. K o e fisien dengan Koefisien kawasan dalam Ketinggian kedudukan pembangunan . 34. kegiatan pusat menurut berskala pusat terdiri sistem kegiatan regional yang nasional berskala 32.LD T a h u n 1999 N o . 2 3 9 30. Kawasan Wisata Sejarah yang adalah nilai kawasan sejarah dan dan atau bangunan-bangunan lain yang memiliki penting kepentingan nilai-nilai dan dianggap untuk dan Wisata dianggap untuk dan Super untuk dilindungi dikembangkan dokumentasi 35. Kawasan lain yang pendidikan. Intensitas yang Bangunan. Bangunan dan fungsinya use) memiliki nilai-nilai dan/atau penelitian. memiliki fungsi sosial. kawasan dan bagian . Blok adalah bisnis . Kawasan diarahkan maupun menarik budaya dari Pusat pemusatan Kegiatan berbagai kegiatan campuran dalam dan spesifik.

Lantai perencanaan Koefisiensi adalah jumlah tata luas Bangunan yang lantai yang selanjutnya dari angka terhadap disebut laus KLB tanah besaran ruang seluruh dihitung yang perbandingan rencana bangunan perpetakan/daerah ruang kota. lingkungan. yang daerah perencanaan dikuasai 42. Tipologi karakter mang. Lingkungan untuk dan dan p e r a l i h a n . KLB KLB KLB rata-rata adalah besaran ruang yang dihitung dari nilai nilai rata-rata pada suaOi kawasan ruang berdasarkan sejenis. Koefisiensi adalah luas Dasar Bangunan yang selanjutnya disebut KDB angka lantai prosentase dasar berdasarkan bangunan yang perbandingan luas sesuai jumlah tanah rencana terhadap dikuasai perpetakan/daerah tata 39. 2 3 -10- 38. adalah tujuan guna memperbaiki pola hngkungan yang dimungkinkan melakukan fisik pembongkaran penyempurnaan prasarana . sesuai yang kawasan. terdiri 46. perencanaan dikuasai sesuai 40. ada. adalah rangka dan dihitung Kawasan kawasan yang diprioritaskan kota pembangunannya ke arah yang yang mendorong atau pertumbuhan direncanakan mendesak. rencana Koefisiensi adalah luas lahan Daerah terbuka air yang Hijau untuk selanjurnya disebut KDH jumlah angka prosentase terhadap dikuasai berdasarkan penanaman luas sesuai tanah dengan perbandingan tanaman rencana disebut mulai kota. pengembangan stmktur kawasan yang telah Perbaikan dengan telah terbatas ada. KB dari dan/atau peresapan perencanaan 43. ketetapan menurut pemanfaatan Tapak yang 41. ruang kota. pemanfaatan prasarana dari kawasan mantap. Kawasan dan kualitas penyediaan penggolongan dan dmamis.LD Tahun 1999 N o . pola sarana kawasan lingkungan. lantai sampai perpetakan/daerah Bangunan penuh lantai Prioritas dalam yang selanjutnya adalah lantai suatu b a n g u n a n tertinggi. Koefisiensi adalah dan tanah angka Besmen luas yang tapak selanjutnya bangunan di disebut yang KTB prosentase dinding luas dihitung proyeksi terhadap sesuai terluar bangunan / bawah permukaan yang perpetakan tata r u a n g . adalah menanggulangi masalah- masalah 45. Ketinggian jumlah dasar 44.

Pemugaran kawasan nilai yang mengamankan sejarah melestarikan. Pemeliharaan kawasan kualitas dengan yang lingkungan Lingkungan tujuan sudah untuk baik adalah agar tidak pola pengembangan kualitas suatu penumnaii mempertahankan mengalami lingkungan. Kotamadya sesuai perundang-undangan . strategi pemanfaatan lautan. pembangunan merupakan peruntukan fasilitas kawasan Rancang pembia)aan penjabaran BAB RDANC Pasal {1) Ruang Khusus wilayah ruang Lingkup Ibukota ruang dan Rencana Jakarta wilayah sampai ruang yang il LINGKUP 2 Tata Ruang dan batas Wilayah dan kelinia mang dengan Daerah struktur bagian daratan. pembangunan fisik sarana utilitas lingkungan. dan-'atau keindahan/estetika. Panduan panduan teknis yang yang dan Kota (Urban Design yang Ouide/Incsj memuat standar suatu bangunan adalah uraian kualitas kawasan prasarana perencanaan terinci tentang kawasan kriteria. pola kosong pengembangan dan atau belum kawasan pernah pembangunan Rancang bagi 51. memberikan ditetapkan fasilitas umum. bagi Kota perencanaan kawasan ketentuan-ketentuan pemanfaatan diperlukan. 'dan yang yang Kota.LDTa 1999 N o . Lingkungan dengan dalam tujuan rangka mengadakan struktur 50. Lingkungan ditujukan budaya untuk dan lingkungan adalah atau pola bangunan pengembangan memelihara yang serta memiliki 48. peraturan mencakup propinsi dengan udara berlaku. maupun dimensi. persyaratan-persyaratan. tata cara sistem lanjut 52 Pedoman Guidelines) memuat komposisi kebutuhan pembangunan pengelolaan dari Panduan uraian Pembangunan adalah panduan krieria. Peremajaan kawasan penyeluruh fungsi. 23 II 47. adalah pembaharuan pola pengembangan pembongkaran tisik dan 49. Pembangunan pada areal tanah dilakukan Baru yang adalah masih fisik. (Urban yang ruang sena dan lebih Development yang mengatur kawasan. secara ketentuan-ketentuan. arahan mengenai standar bagi fungsi.

keadilan Bagian Visi. 3 dimaksud dalam Pasal sebagaimana 2 disusun berasaskan a. BAB ASAS. berbudaya b. ruang b. Wilayah sebagaimana dimaksud ayat (1) p a s a l ini b e r i s i a. keterbukaan. . asas. Pasal Untuk maka mewujudkan arahan visi 5 dimaksud akan dalam Pasai 4. seimbang. masyarakat yang kehidupan yang dalam lingkungan berkelanjutan. 2 3 - 12- (2) Rencana Tata Ruang : misi . visi dan pembangunan.LD T a h u n 1999 N o . secara berhasil terpadu. d. VISI DAN Bagian 111 SERTA TUJUAN MISI. e. s t r u k t u r dan pengendalian hak. c. . Misi Kedua dan I Khusus Ibukota Jakarta Tujuan Paragraf Visi dan Misi Pembangunan Daerah 4 Pasal Pembangunan Jakarta dengan sejahtera sebagai kota-kota dan Kota Jakarta diarahkan dengan visi mewujudkan }ang sejajar Ibukota Negara Republik dihuni Indonesia oleh besar negara berbudaya maju. pemanfaatan serasi. pola p e m a n f a a t a n pemanfaatan dan peran ruang kewajiban serta m a s y a r a k a t . kepentingan guna. y a i t u . Pertama Asas Pasal Rencana Tata Ruang Wilayah : bagi semua : dan perlindungan hukum. guna. serta tujuan penataan Kota Jakarta dan kebijakan strategi p e n g e m b a n g a n tata r u a n g ruang . dan ruang selaras. berdaya berkelanjutan persamaan. sebagaimana ruang penataan wilayah : ditujukan untuk melaksanakan 3 (tiga) misi u t a m a .

selatan barat. Jakarta sebagai kota j a s a skala nasional dan Paragraf Tujuan Penataan Pasal Tujuan a. ruang pada kawasan dan k a w a s a n BAB KEBIJAKAN DAN IV PENGEMBANGAN STRATEGI RUANG Pertama TATA Bagian Kebijakan Pengembangan Pasal 7 adalah Tata Ruang Kebijakan a. : kota jasa skala memantapkan n a s i o n a l dan Jakarta sebagai internasional arah b. memprioritaskan timur. b. dan b e r k e a d i l a n b. lingkungan kehidupan c.LD Tahu. perkotaan yang mengembangkan berkelanjutan . pengembangan fungsi tata r u a n g kota . mengembangkan internasional. penggunaan da\a buatan manusia dengan memperhatikan sebesar- sumberdaya d. kebijakan pembangunan nasional terwujudnya alam dan besam>'a keterpaduan sumber daya dalam . yang sejahtera. 23 13- a. pengembangan dan membatasi kota ke arah ke koridor ai-ah utara pengembangan . terselenggaranya berkelanjutan dengan serta c. agar tercapai keseimbangan ekosistem . i999 No. lingkungan pemanfaatan berwawasan daya kemampuan mang lingkungan dan dan masyarakat dukung w ila> a h hidup da\a dan daerah. sumber yang sesuai tampunu dan hidup. penataan ruang adalah masyarakat 6 2 Ruang terwujudnya kehidupan . berbudaya. kemampuan pemerintah.. membangun Jakarta yang berbasis pada nias\arakai. terselenggaranya lindung pengaturan budi pemanfaatan daya.

mengembangkan berintegrasi internasional. Pantai Lama : dan . pelabuhan (WP) pariwisata. pengembangan meningkatkan masyarakat pemanfaatan ekosistem 2. terutama pariwisata. daya dukung tampung d. perniagaan. : kebijakan Wilayah Pengembangan 1. utnuk dan jasa Pusat yang dengan pusat serta pengembangan pusat kegiatan diarahkan pemerintahan. prasarana sistem dan regional. WP Kepulauan Seribu yang kegiatan (WP-KS). WP a) nelayan sumber melalui daya konservasi terumbu karang Pantai Utara ( W P . ini. dengan kebijakan meliputi : 1) M e n i n g k a t k a n Jakarta Utara 2) 3) b) melestarikan kualitas lingkungan Mempertahankan Mengembangkan Baru : pennukiman fungsi nelayan dan . melestarikan penataan daya fungsi dan keserasian lingkungan hidup di dalam dan ruang dengan lingkungan sistem mengoptimalkan hidup. 23 . tercantum dengan Peraturan kebijakan (WP) pembangunan sebagai masing-masing Pengembangan berikut: : kebijakan untuk kehidupan laut dan W i l a y a h P e n g e m b a n g a n ( W P ) U t a r a t e r d i r i atas 1.LD T a h u n 1999 N o . WP Tengah T e n g a h terdiri dari (WP-TP). (WP) il Jakarta utama Wila}ah pada Gambar Pengembangan 01 Lampiran untuk sebagaimana Daerah Wilayah a.14 c. sarana kota yang dan dengan nasional Bagian Wilayah Kedua Pengembangan Pasal Sesuai dibagi dengan atas 3 karkateristik (liga) fisik 8 dan perkembangannya. intensitas tinggi . peningkatan perikanan dan hutan dengan diarahkan kualitas budidaya dengan mangrove.P U ) . b) perdagangan sena berskala internasional. yang pelabuhan Pantai terpisah melalui fisik dari pengembangan pantai lama reklamasi dengan secara dan kegiatan utama jasa perumahan. pennukiman perdagangan .

LD T a h u n . mengembangkan modal angkutan angkutan antar massal kegiatan cian sebagai antar pusat-pusai bagian-bagian . fasilitas fasilitas sebagai . WP lengah Barat untuk Sentra (WP-TB). dengan secara Bangunan kawasan kebijakan terbatas rendah resapan untuk dengan untuk air. mengembangkan pola dan penggunaan sistem pusal pemanfaatan campuaran k e g i a t a n kota Senira-Sentra dengan kawasan ekonomi prospektif b. kebijakan dengan pengembangan sedang 2. Merdeka dan untuk bangunan . pengembangan penerapan permukiman Dasar Koefisien mempertahankan fungsinya sebagai Bagian Strategi Ketiga Tata Ruang Pengembangan Paragraf 1 Strategi Pengembangan Pasal Tata 9 Ruang Propinsi Untuk strategi a. mengembangkan niaga terpadu kawasan pantai utara skala i n t e r n a s i o n a l sistem utama kota. pemukiman yang Barat dengan kebijakan dengan pengembangan pengembangan 3. mengembangkan dan U t a r a : kawasan Primer Baru di Timur. pusat kebijakan serta Sentra pengembangan permukiman Primer c. S e l a t a n t e r d i r i atas dengan : untuk Wilayah P e n g e m b a n g a n (WP) 1. c. di masa depan umum e. Baru industri^pergudangan dengan pengembangan yang ditunjang Timur. sosial kawasan d. WP Selatan Utara (WP-SU). pusat pemerintahan. Barat. adalah terpadu : maka pengembangan Tata Ruang yang ruang di . menata umum Taman Medan umum. WP Tengah ditunjaiiti : dengan P r i m e r Baru Timur untuk (WP-TT). Vv'P sampai Selatan kawasan tinggi: Selatan permukiman intensitas (WP-SS). mewujudkan visi dan misi pembanguann ditempuh secara Daerah. 23 - 15- 2.

perdagangan : dan j a s a . mempertahankan Kotamadya keseimbangan h. Kotamadya : kota jasa adalah Pusat pusat fisik terpadu dengan mendorong . terpadu industri berskala niaga internasional c. Jakarta bahari Utara sebagai kota pantai dan dengan menjaga kelestarian lingkungannya 2. Jakarta sebagai pemerintahan. baik mengembangkan sebagai kota . . Pantura. M e n g e m b a n g k a n kawasan wisata . Sentra kota tua. Kotamadya Jakarta L Mewujudkan pembangunan 2.16 f. mengembangkan aliran 13 air dan mengoptimalkan situ. dan tangkapan dengan orientasi pengembangan (WP) kawasan tempat fungsi Pengembangan badan tersebut berlokasi g. Paragraf Misi dan Strategi Pengembangan Pasal Untuk mewujudkan dimaksud visi dalam dan Pasal 10 2 Tata Ruang Kotamadya misi 4 pembangunan dan Pasal : 5. sena Barat pengembangan kegiaian Primer Baru wilayah. Kotamadya 1. 23 . kepadatan sedang wilayah pusat bagian 2. secara vertikal Pusat dan t e r k e n d a l i pusat Meningkatkan perkantoran. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. sarana RTH kota di setiap maupun wilayah untuk ekologi dan mengembangkan berdasarkan tipologi mengoptimalkan penataan ruang kawasan. waduk. b. Mendukung selektif di pengembangan bagian di limur bagian Barat: kawasan dan tengah kawasan pusat pelabuhan. penataan banjir kanal ruang dan daerah lokasi sesuai air sungai. sebagai Wilayah . Mewujudkan melanjutkan sebagai pusat wisata budaya-sejarah.LD T a h u n 1999 N o . Propinsi maka misi sebagaimana p e n g e m b a n g a n tata r u a n g a. Jakana Mengembangkan dan tinggi di permukiman barat.

revitalisasi guna kota sarana di tua sebagai dan objek pusat dengan baru meningkatkan mendorong prasarana pendukungnya pengembangan bertaraf internasional kawasan kawasan r e k l a m a s i . Waduk Kemayoran. Mempertahankan dan p u l a u . temtama Melati. dengan p e n g e m b a n g a n reklamasi 3. sarana/fasilitas sistem transportasi angkutan yang umum pengembangan 3. Mengembangkan mendukung massal. k a w a s a n hijau Mengembangkan melanjutkan Pulo Gebang sebagai kawasan pusat Pasal industn Sentra kegiatan 11 Kotamadya Kotamadya Primer wilayah. Mewujudkan pusat niaga wilayah terpadu. Pasal strategi pengembangan ditempuh di Jakarta Kotamadya 1. Tengsin. kawasan perairan . lama secara terpadu Menata kembah pantai . Kotamadya Jakarta Timur: kawasan sebagai permukiman resapan air.17 d. Mendorong sungai kawasan penataan kawasan sekitar daerah aliran 13 ruang dengan tersebut. Selatan : bagian selatan Jakarta Selatan Mempertahankan sebagai daerah wilayah air. Thamrin-Sudirman. 2. 23 . selektif Baru Timur dan di dan mempertahan¬ 1.p u l a u di kelestarian Kepulauan lingkungan Senbu . bagian utara Jakarta Selatan sebagai e. Pusat: kawasan pada sekitar strategis kawasan Medan Karet skala ekonomi Merdeka. Mendorong Nasional prospektif dan dan pengembangan Internasional di kawasan Senayan.LD T a h u n 1999 N o . pengembangan Untuk mewujudkan dalam misi pembangunan 10. pembangunan terbuka : kawasan peremajaan berat rumah dengan susun lingkungan peremajaan murah dan permukiman ruang penyediaan b. K o t a m a d y a Jakarta 1. M e n g e m b a n g k a n kan 2. Mengembangkan kawasan terbatas imtuk program kumuh hijau. maka masing-masing sebagaimana Tata : adalah dimaksud Ruang yang a. mengoptimalkan pemanfaatan 4. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. M e n d o r o n g wisata niaga 2. resapan 2.

Mengembangkan sungai dengan di Imgkungan hijau pada yang daerah Jakara wisata . untuk sekitarnya jaringan transportasi dan darat dan angkutan dengan Barat: penumpang angkutan makro. aliran Selatan 13 wisata serta hijau bagian mendukung selatan atraksi memanfaatkan badan air u n t u k . Memberikan Baru jasa 3.LD T a h u n 1999 N o . serta n-ansportasi umum janngan mendorong penataan pengembangan termmal . Blok M Mengakomodasikan sedang pada wilayah permukiman bagian utara dengan Jakarta kepadatan Selatan dan mempertahankan kepadatan Selatan. . air lainnya pengendali penduduk sistem penyediaan p e r m u k i m a n bagi 5. K o t a m a d y a Jakarta 1. Kebayoran pengembangan internasional kawasan penataan Segitiga kawasan Kunmgan. 2. . pembangunan jalan lingkar luar dan sistem terminal Buaya Barat kemudahan sebagai untuk terwujudnya Sentra Primer dan pusat perkantoran. Menata sebagai kawasan upaya hilir sungai dengan banjir badan dengan . dan serta pembangunan di penumpang angkutan barang pengembangan Rawa terintegrasi api. Kotamadya 1. Mendorong nasional prospektif Manggarai Baru 2. kawasan pola wilayah Blok angkutan sistem Selatan-Utara 4. 3. perdagangan Mendukung jaringan angkutan yang kereta jalan Barat-Timur. dengan sistem angkutan d. Mengembangkan laut secara c. Mendukimg dan rendah pengembangan pada wilayah permukiman bagian selatan dengan Jakarta pembangunan jalan lingkar luar ke arah barat yang massal jalan mengembangkan sarana/fasilitas sistem M. dan di dan Selatan : kawasan pada strategis kawasan skala ekonomi Casablanca. 2 3 4. barang terpadu Jakarta sistem transportasi Mendorong wisata revitalisasi kawasan kota sarana tua sebagai dan objek dengan meningkatkan prasarana pendukungnya.

K o l a m a d y a Jakarta 1. daya pertambahan dan daya serta lingkungan . Mendorong dengan pembangunan Primer jalan Baru aaeri Timur dan menyelesaikan : pembangunan pendukungnya 2. kawasan dan industri seiekiil" per¬ . Mendukung jaringan yang 4. sebagaimana dimaksud berdasarkan intensitas kebijakan komponen persebaran utama pengembangan pembentuk ruang.LD T a h u n >9 N o . Mengoptimalkan di Pulo Gadung. ruang. penduduk dijabarkan jumlah tempat sebagaimana ke dalam kerja dimaksud besaran pada Kebijakan ayat (1) persebaran pasal dan daya ini jumlah ber¬ penduduk dasarkan angka maupun besaran tampung tenaga kerja baik dukung formal dengan memperhatikan alami tampung pertambahan migrasi hidup. 13 rawa jalan pembangunan simpul dan sebagai menunjang pengembangan kawasan banjir. : Sentra tanaman penelitian dan perikanan agro dan pengembangan wisata rimur e. Pekayon membatasi arteri kembangan 3. pengendalian BAB STRUKTUR DAN POLA Bagian Struktur Pemanfaatan V PEMANFAATAN Pertama RUANG Ruang 1 Wilayah Propinsi Paragraf U m u m Pasal (1) Rencana diwujudkan arahan serta (2) arahan struktur 12 pemanfaatan dalam ruang Pasal 2 wilayah ayat (2) Propinsi huruf b penduduk. penduduk. penumpang kegiatan industri jalan serta pada j alan-j alan lingkar titik luar pembangunan Timur-Barat barang dan dan bagian sistem terminal timur . iiijau pelabuhan pada industri aliran dan Mengembangkan sungai untuk dan daerah situ melestarikan kawasan hijau. 23 - 19- 5. baru pengembangan Ciracas. Mengembangkan serta pengembangan pusat p e m b i b i t a n kegiatan agro.

4% Barat. 3 Hijau 14 Hijau y a n g terdiri dari Paragraf Kawasan Pasal (1) Kawasan Kawasan hijau hijau adalah Ruang Terbuka l i n d u n g d a n hijau binaan. 12. yang 02 Gambar sistem Lampiran sistem ini.200.6% di tahun 2010 dibatasi Pasal struktur 12 2 Penduduk 13 ruang wilayah kebijakan sebagaimana kcpendudukan ditetapkan Jumlah sebanyak-banyaknya b. Persebarannya Jakarta Pusat.LD T a h u n 1999 N o . .000 j i w a . dimaksud kawasan pusat 11 pasal kawasan meliputi ekonomi pada prospektif. Paragraf Persebaran Pasal Untuk dimaksud sebagai a.20 (3) Komponen pada ayat permukiman kegiatan. pemanfaatan prasarana digambarkan tercantum (4) Dalam ruang rangka kawasan-kawasan pada a)'at (3) pembentuk pasal ini untuk yang sebagaimana kawasan dimaksud prioritas ditetapkan mempercepat direncanakan.6% di Kotamadya Selatan.8% Jakarta di Jakarta 11 di Litara. sebagaimana Peraturan ulama (1) dan Daerah pembentuk ini ruang sebagaimana kawasan hijau. di Kotamadya Timur Jakarta Kotamadya Lampiran yang sebagaimana : t e r c a n t u m pada G a m b a r 03 c.500. (5) Arahan daya serta sebagai tata upaya ruang terwujudnya struktur intensitas dan ruang daya dilakukan tampung >'ang berdasarkan lingkungan sudah ada pertimbangan hidup kawasan atau akan dukung kapasitas prasarana dan terpasang. dan Jakarta 22. 23 . Jumlah 2010 tenaga kerja fonnal P e r a t u r a n D a e r a h ini ditampung pada dapat tahun sebanyak-banyaknya 8. mewujudkan dalam berikut: penduduk Jakarta sampai pada : 10. Kotamad)'a 23.6% diaralikan 17.000 jiwa sebanyak Kotamadya 25.

c. permukiman dan kawasan pennukiman (2) rendah. skala pada tingkat propinsi 04 direncanakan Lampiran 11 sebagaimana Peraturan Gambar Daerah Paragraf Kawasan Pasal (1) Kawasan dengan peimukiman kepadatan dengan terdiri tinggi kepadatan 4 Permukiman 15 atas dan kawasan sedang. dan/atau hijau binaan tidak dapai lindung dan peruntukannya. RTH penyangga. peneduh.LD T a h u n . sebagaimana tercantum l a b e l 01 (5) Kawasan dirubah (6) Lampiran I hijau fungsi P e r a t u r a n D a e r a h ini. serta dan hutan bakau pantai di Jakarta.94% Jakarta. Taman Nasional Kepulauan hijau Seribu. sebagaimana dimaksud pada ayal (1) (3) Kawasan pasal a. bertahap yang diarahkan layak untuk untuk tiap Pengembangan mencapai keluarga. hijau berbentuk luas Prosentase binaan luas keseluruhan tahun Kota 2010 kawasan ditetapkan lindung dan hijau dari pada sampai wilayah sebanyak 13. (4) RTH atau k e i n d a h a n hijau budida\'a lingkungan pertanian. 2 3 -21 (2) Kawasan pasal di Laut ini hijau lindung sebagaimana lindung. areal dengan fungsi sebagai fasilitas RTII umum b. norma permukiman 1 (satu) secara unit rumah (3) Setiap dengan kawasan sarana permukiman lingkungan secara yang bertahap dan dilengkapi jumlahnya setempat jenis disesuaikan berdasarkan dengan standar kebutuhan fasilitas masyarakat sosiaL umum/fasiltas . barat dimaksud pada ayat (1) meliputi hutan lama bagian cagar alam. untuk kawalan hijau binaan dan kawasan Pemanfaatan hijau ruang lindung untuk tercantum ini. ini binaan meliputi: berbeniuk : berbentuk jalur dan untuk fungsi pengaman. ./99 [No.

mendorong Meningkatkan prospektif jasa serta kapasitas ekonomi dan sekaligus terhadap campuran kegiatan-kegiatan perumahan secara perdagangan untuk m e n i n g k a t k a n kualitas ruang kota . b. . Pelayanan Fasilitas Bina Sosial Fasilitas Fasilitas Perbelanjaan/Niaga Transportasi. tangga terdiri dari perumahan atau industri dengan rumah perdagangan. Paragraf Kawasan Ekonomi Pasal (1) Kawasan ekonomi 16 5 Prospektif p r o s p e k t i f terdiri perdagangan industri atas dan kawasan jasa.22 (4) Fasihtas Umum/Fasilitas : . . dan kawasan dan pergudangan pelabuhan. . campuran antara pada bangunan campuran industri beserta kawasan pennukiman jasa. secara terbalas kecil dan fasilitasnya. Sosial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) m e l i p u t i a. h.LD T a h u n 1999 N o . d. kawasan ekonomi ini prospektif untuk : dalam globalisasi sebagaimana Pengembangan d i m a k s u d p a d a ayat (i) pasal a. kawasan (2) perkantoran. . Memantapkan untuk dan c. dengan kawasan serta pemanfaatan campuran. b. bertujuan kota kemampuan peluang yang Jakarta oleh ditawarkan kawasan-kawasan dampak sebagai tampung yang diprioritaskan ekonomi mengakomodasikan Kota Jakarta globalisasi kota j a s a kawasan vertikal : . e. f. Meningkatkan memanfaatkan ekonomi. g. (5) Fasilitas Fasilitas Pendidikan Kesehatan Fasilitas P e r i b a d a t a n Fasilitas Fasilitas Olah Raga/Kesenian/Rekreasi: Pemerintah . c. 23 .

didukung memadai. perwakilan dan b u d a y a . : kawasan ekonomi prospektif dilakukan Mengembangkan an berintensitas Baru pelayanan Primer Baru kegiatan tinggi dan di Sentra perdagangan/jasa WP Tengah Pusat di Baru dan kawasan Timur. dan b a g i a n t e n g a h k a w a s a n kawasan yang industri yang Pantura b. /99 N o .LD T a h u i . Meningkatkan golongan aktifitas usaha pengembangan alokasi skala sektor . campur¬ skala Sentra Bandar . diarahkan ke Hatta pada jalan dan c. . pelayanan. (2) Sistem pasal pusat pusat ini. Primer Kemayoran. ekonomi. 23 23 d. Bandara Pelabuhan (5) Pengembangan 2010 pasal mi ekonomi pada im. hanya dan air. ayat (1) dibedakan struktur kawasan sebagai sebagai pasat pembentuk kegiatan mang kawasan pemerintahan. 6 prospektif ayat (4) tercantum sampai huruf a tahun dan b 05 sebagaimana ditetapkan II dmiaksud sebagaimana pada Gambar Lampiran Peraturan Daerah Paragraf Sistem Pusat Pasal Kegiatan 17 untuk pusat menunjang kegiatan serta Jakarta pemerin¬ kegiatan (1) Sistem sebagai tahan. Mengembangkan untuk jenis tidak industri dibatasi lahan hemat penggunaan teknologi yang berpolusi dan menggunakan perakitan tinggi. internasional. Mengembangkan prospektif di negeri kelima k o n d u k s i f untuk maupun dan prasarana menata kota bagi asing. untuk nasional Barat. ditetapkan memeratakan ekonomi. dilakukan sebagai bagian (3) Penataan integral kawasan dari penataan (4) Pengembangan melalui a. kawasan menjadi penanam yang rnodal ekonomi lokasi yang dalam dengan wilayah berinvestasi pemodal sarana yang pelabuhan mang kota. sosial. kota j a s a kegiatan budaya. Mengembangkan daerah arteri industri di mdustri yang memiliki akses langsung Soekarno kawasan Tanjung kawasan sekitar Priok. . ruang kecil foimal bagi secara besar sektor dari unformal berbagai dan jenis terintegrasi dengan perekonomian dan e. pusat kegiatan dan sosial. kegiatan sebagaimana berdasarkan dan pusat dimaksud kegiatan fungsi negara pada khusus asing.

Taman Taman Kepulauan Bumi . elektro¬ di Primer Timur kotamadya. Pusat Niaga perkantoran. Pusat sebagai pusat perkantoran Mangga Niaga Terpadu pakaian Terpadu dan jadi. Casablanca g. Pusat Olahraga Pusat Senayan di Kesehatan dan . jasa d. Pusat Niaga Bandar Bam Kemayoran sebagai pusat eksibisi (5) Sistem kan a. Pusat Kegiatan Utama menurut fungsi kawasan dimaksud pembentuk dan struktur ini. Dr. Terpadu perdagangan sebagai Pantura dan niaga bidang perdagangan. Sentra nik . Baru perdagangan sebagai dan j a s a pusat dan j a s a pusat Primer Barat kotamadya. dan j a s a keuangan dan . Nasional dan Propinsi di kawasan Medan Merdeka b. bam . Tanjung Priok. Cipinang. g. c. . Pusat mformasi Utama bisnis. Pusat P e r w a k i l a n Jalan M H .LD T a h u n 1999 N o . b. Pasar Distribusi Bahan Barang di Minyak Plumpang. di dan Perkemahan Cibubur. Asing di kawasan Kuningan dan Thamrin . Taman Ancol. Sentra (3) p a s a l Baru ditetapkan sebagai sebagai berikut: pusat pemenntahabn . Niaga Terpadu Primer Tanah Primer Glodok lembaga keuangan pusat perdagangan sebagai Abang sebagai pusat perdagangan Kuningan. Rekreasi Jaya Mini Indonesia Indah. Sudirman. Dua sebagai pusat perdagangan h. Pusat Pusat Bahan Kesenian Distribusi Bakar Rumah Taman Ismail di Marzuki. Pusat Impian Negara . e. c. 2 3 -24 - (3) Sistem pasal pusat ini. dan Induk Pangan di K i a m a t Jati. Angkatan Tjipto Darat Mangunkusumo Gatot Subroto f. Rawa Buaya. Margasatwa d. pemerintahan . ruang sebagaimana p a d a a y a t (2) a. menurut fungsi khusus ditetap¬ Kegiatan berikut: sebagai Pusat Pemerintahan . Sentra tekstil f Pusat . Sentra perkantoran. kegiatan terdiri dan sebagaimana Pusat dimaksud pada ayat dan (2) Kegiatan Utama Pusat Kegiatan (4) Sistem sebagai Penunjang. Ragunan. Rumah Sakit Sakit Pusat Seribu. e.

sebagai tersusunnya efisiensi dan efektif. 23 . Paragraf Sistem Prasarana Pasal 18 dalam air 7 Wilayah Sistem meliputi prasarana sebagaimana dimaksud transportasi. di pada tingkat propinsi 06 sebagaimana G ambar Peraturan Daerah Kegiatan (7) Sistem sebagai Kegiatan Pusal Penunjang ruang menurut dan mcnumt fungsi fungsi Sistem kawasan khusus Pusal pembentuk pada struktur Rencana ditetapkan Pengembangan Kotamadya. prasarana telekomunikasi. irigasi. laut pejalan angkutan dan kaki dan yang dikembangkan bennoior. meningkatnya kelancaran terselenggaranya nyaman. udara dan keterpaduan darat disiplin antara sistem angkutan darat. pengendalian persampahan. sistem berikut: suatu jaringan sistem transportasi yang transportasi diarahkan untuk mencapai Pengembangan tujuan a. c. terselenggaranya dengan angkutan barang dan yang sesuai perkembangan angkutan sarana .25 (6) Persebaran ditetapkan Lampiran I! lokasi pusal kegiatan tercantum ini. yang l a n c a r dan efisien pclaN'anan d. angkutan angkutan dan pelayanan nasional (2) terpadu lalu internasional. kendaraan danau udara dan yang untuk angkutan sungai. . b. 19 melipLiti prasarana kcrcia Pasal (1) Prasarana transportasi untuk api. pelayanan angkutan . barang meningkamya laut. air limbah. meningkamya pengguna masyarakat pengguna angkutan. penyeberangan. angkutan sebagai regional. dikembangkan lintas lokal. dan energi dan banjir drainase. lalu lintas dan angkutan aman. dan maupun antar m o d a angkutan jaian f. . tenib. teratur.LD T a h u n 1999 N o . Pasal dnn 12 air ayat (3) prasarana sumber bcisili. baik angkutan teknologi transportasi e.

tercantum L a m p i r a n II Peraturan Daerah . 11 pengembangan jaringan rel dan layang. Seribu ke ekspor/impor.LD T a h u n !999 N o . stasiun 07 pada Lampiran Daerah Mengembangkan pengembangan hirarkhi jalan dalam kota. api. tertentu Peraturan penerapan satu manajemen arah. penum¬ perikanan di Muara Kelapa. dan dan pada penggunaannya angkutan diarahkan serta primer. dengan lintas termasuk lampu pada di lalu sistem pengaturan lalu dan kebijakan pembatasan pada daerah II sebagaimana tercantum Daerah ini. Muara perikanan nusantara di tradisional pelayaran dari rakyat dan ke Sunda serta p e l a b u h a n p e n y e b e r a n g a n di Muara Angke Seribu 10 dan di Kepulauan khusus pelabuhan/den-naga Marina Ancol wisata Kepulauan pada Gambar sebagaimana ini. Gambar 09 Lampiran (7) Membangun pusat-pusat jalan secara gedung-gedung kegiatan bertahap. dan (9) Lokasi terminal truk barang pada lokasi dengan kawasan yang fasilitasn>a pelabuhan ditetapkan pangkalan industri/pergudangan jaringan jalan 10) arteri Mengembangkan sebagai pang dan berikut barang di : laut dan dermaga penyeberangan angkutan Baru. Priok dan Kali samudera Angke. fasilitas untuk dan atau taman parkir parkir pada pada badan menghilangkan (8) Mengembangkan memperhitungkan pejalan kaki bagi yang pcn\ memadai andang dengan cacat. II sistem jaringan jalan bis angkutan sesuai antar jalan dengan melalui fungsi terminal Gambar dan bis 08 serta tenninal kota dan sebagaimana Peraturan Daerah angkutan tercanmm ini. lalu lintas. umum yang pada Lampiran (5) Menata hirarkhi (6) pelayanan jalan. pelabuhan kegiatan di Tanjung Baru. 23 -26 (3) Mengembangkan kereta api melalui sistem jaringan dan kereta kapasitas api api angkutan pada tanah. bawah kereta permukaan maupun kereta sistem Gambar Pengembangan jaringan sebagaimana Peraturan (4) tercantum ini. disesuaikan dengan Melaksanakan dalamnya lintas.

bersih.'. daya pemakaian air tanah air dan tanah air dan terpeliharanya sebagai air permukaan b.egra^i api dan dengan jaringan pengembangan angkutan (12) jalan. dan konservasi penurunan muka air bawah tanah untuk muka air tanah. 23 -27- (11) Mengembangkan dimaksud pada ayat pelabuhan-pelabuhan (9) pasal ini secara kereia sebagaimana lerii. Instalasi air 11 (3) Pembagian jaringan Pengolahan direncanakan Lampiran 11 pelayanan air dan pengaliran Air (iPA). prioritas pelayanan. Pasal (1) Pengembangan d i s e r a h k a n untuk a. untuk negara memenuhi dan pelayanan (1) Pengembangan untuk a. sumber air dan sumber seluruh air bersih (2) Pengembangan dilakukan sebesar konsumsi untuk 38.00 memenuhi m3/detik sebesar pada kebutuhan tahun penduduk tingkat 2010 dengan maksimal zona 175 air liierorang/hari. Menciptakan genangan air.LD Tahun lvv9 No. jaringan angkutan Mengembangkan untuk Negara lainnya mendukung Republik temiasuk Pelabuhan fungsi Indonesia pelayanan Pasal Udara Kota dan tamu 20 air Halim Jakarta Perdana sebagai Kusuma Ibukota pelayanan haji. penurunan kerusakan prasarana struktur tanah. prasarana : lingkungan 21 banjir dan drainase pengendalian kota yang bebas banjir dan . mencapai prasarana tujuan : sumber dan air b e r s i h diarahkan berkurangnya sumber baku . baku. terlaksananya masyarakat. lokasi-lokasi pusat pada lokasi-lokasi tercantum distribusi Gambar sebagaimana P e r a t u r a n D a e r a h ini. distribusi air bersih untuk seluruh lapisan c. terlaksananya pengendalian tanah.

prasarana ini d i l a k u k a n m e l a l u i 13 N o n n a l i s a s i aliran Penyempumaan Cengkareng Drain sungai . dalam tampungan (waduk/situ) (2) Pengembangan untuk 100 aliran (3) pengelolaan sistem kawasan. peningkatan lokasi tempat dan pengembangan air fungsi terutama situdi (5) Pembangunan. waduk seluas tercantum 4. Drain. Penyempumaan Sunter. wilayah air y a n g dan saluran. b. Menata sebagai daerah bagian aliran atau koridor dari 13 unsur sungai kota . (4). sub memadukan mikro. dan banjir (5) sebagaimana tercantum pada Pengembangan dimaksud Gambar pada 12 L a m p i r a n P e r a t u r a n D a e r a h ini.92% pada Jakarta. Timur Sungai untuk Barat dan sistem untuk bagian sistem aliran c. aliran barat Kanal . diarahkan umum. dan fungsi j a r i n g a n lokasi saluran air makro. 2 3 -28- b. situ bagian sebagai hulu badan situ. sempadan fijngsinya simgai yaitu sejalan dengan pengendali penataan banjir. kembali menurut dan sebagai penggelontor. Kota 1 penampungan atau palung dan daerah cekungan mencakup tahun secara terbatas. sungai. (4) Penataan sungai drainase.LD T a h u n 1999 N o . utama dengan penting menjadikannya c. prasarana ayat (2). bagian dan timur. II pengendali (3). sebagaimana Lampiran (7) P e r a t u r a n D a e r a h ini. dari Tabel banjir luas 02 (6) Rasio kanal. 2010 kali. sebagaimana : dimaksud pada a\at Pengembangan (1) p a s a l a. banjir ditujukan banjir prasarana pengendalian prasarana meningkatkan tahunan mantap dengan beserta kapasitas tetap pengendalian debit mempertimbangkan minimal kualitasnya. sebagai dan orientasi kawasan Mengoptimalkan makro. Cakung Kanal pembangunan Banjir d. sebagai saluran air hujan (8) Pengembangan yang merupakan drainase saluran . Penyempurnaan pada bagian dan penambahan sistem polder terutama utara.

23 -29- (9) Badan waduk air b e r u p a tidak dapat saluran. Pasal Pengembangan a. Barat Barat Laut Selatan Jakarta b. (2) Memperluas perpipaan kawasan dan pela>anan melalui pengelolaan air limbah sistem sistem di tertutup pengembangan pusat bisnis. sistem terpusat permukaan. proses Tempat dari j u m l a h dilakukan sumbernya. situ dan peruntukannya. sungai. Mengintensifkan pertanian. di pengangkutannya Pembuangan Akhir pengelolaannya . prasarana penanganan baik maupun (TPA). diubah kali.LDTahL m No. banjir k a n a l . fungsi pencemaran sanitasi kota meningkatkan melalui pengaturan drainase. prasarana irigasi air 22 untuk : \ ang terdapat serta diarahkan bagi lahan Menunjang penyediaan di kawasan T i m u r dan . pengolahan pada air Gambar limbah 13 zona pelayanan direncanakan Lampiran II sebagaimana Peraturan Daerah tercantum ini. kegiatan dan hasil pertanian pada lokasi Pasal (1) Pengembangan meminimalkan serta prasarana tingkat air 23 limbah pada diarahkan badan air dan untuk tanah. pertanian dan Timur Laut. Pasal (1) Pengembangan meminimalkan pengolahan lingkungan (2) prasarana volume sampah hidup. serta yang kawasan kawasan modular industri dengan pelabuhan terbaik pengembangan dapat teknologi (3) Pembagian diterapkan. 24 persampahan dan diarahkan untuk prasarana sampah dengan pengemhan^zan yang teknologi berwawasan Pengembangan mencapai yang target persampahan 90% pada ditujukan total untuk sampah.

keandalannya menunjang sebagai Pasal 27 Pengembangan sebagaimana bertahap terpadu. WP perdagangan. T e n g a h dan distribusi untuk perumahan : saluran d i p r i o r i t a s k a n di b. c. untuk antar untuk telekomunikasi terjamin kota j a s a .LD T a h u n 1999 N o . WP Pantai listrik kawasan Utara Pengembangan jaringan kabel bawah tanah industri melalui perkantoran. 23 -30- (3) Pengelolaan tepat guna prasarana untuk sampah dilakukan dengan efisiensi teknologi dan meningkatkan prasarana sampah mengoptimalkan (4) Pengembangan beracun teknologi (B3) yang pemanfaatan prasarana serta tepat. gas 25. diarahkan jaringan perpipaan . prasarana dilakukan Pengembangan kawasan pelayanan melalui jaringan jasa. Memperluas dan p e r u m a h a n induk dan baru gardu pengadaan gardu Pasal 26 Pengembangan mencapai kota dan tujuan antar Kota prasarana mewujudkan negara Jakarta telekomunikasi sistem dan diarahkan lokal. perdagangan/jasa. berbahaya dilakukan dan dengan bahan pengelolaannya Pasal 25 (1) Pengembangan terlaksananya tangga terjamin dan prasarana pemanfaatan energi energi dan diarahkan gas bagi untuk tujuan mmah yang kebutuhan tenaga listrik transportasi. . dan dan air 26 bersih secara (ducting) 20. 23. sistem jaringaji dimaksud pada pada listrik. distribusi. Pasal sistem telepon. dan tersedian>'a keandalan kesinambungan energi gas penyediaannya. . sampah. dan industri. melalui: pipa untuk (2) Pengembangan a.

LD T a h u n 1999 N o . yang dan kawasan nilai KLB diwujudkan komponen besaran lainnya ruang ruang . (2) Kawasan-kawasan KLB lantai. sebagaimana Tabel 04. Intensitas pasal sebagaimana komponen dimaksud KLB. Penetapan kawasan dukung dalam intensitas didasarkan dan daya ruang pada tampung pada di pola tiap sitrat lokasi dan/atau da\a lingkungan. nilai KDB dan nilai nilai dalam KLB P e r a t u r a n D a e r a h ini komponen yang intensitas ditetapkan ruang pada mengikuti alokasi / maksimal besaran dan nilai KTB KDH maksimal minimal tidak tidak dilampaui dikurangi. melalui pembangunan p e n e t a p a n pola intensitas ruang dengan ketentuan a. huruf KB. dan T a b e l 05 L a m p i r a n I d. tengah Sentra diprioritaskan. Penetapan penetapan komponen intensitas ruang cdimulai n ilai dari KLR. serta pusat Kawasan Primer Sentra Primer Baru Barat Baru Timur. pada KDB. . ^ 10 dan yang diperkenankan bangunan kawasan yaitu dibangun lebih tinggi dengan dari 97 ketinggian pada dibatasi hanya ekonomi kawasan bisnis prospektif yang Bandar pada Baru bagian dan pembangunajinya Kemayoran. 23 -31 Paragraf Intensitas Pasal 8 Ruang 28 (1) Untuk meningkatkan fisik kota efisiensi didorong penggunaan secara vertikal : lahan. a ini m e n g g u n a k a n : nilai KDH dan KTB c. Batasan dapat dapat . Kawasan Pantura Semanggi. besaran tercantum ruang pada menurut Tabel 03. Besaran ketetapan kawasan e. intensitas b. .

sebanyak-banyaknya kerja formal .950. dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal .000 dapat ditampung 1. pembangunan propinsi. rencana pengembangan sejalan intensitas wilayah ruang. Jakarta yang 1.200.000jiwa penduduk Kotamadya Utara pada tahun Jiwa. dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal . yang 2.800.000 dapat ditampung K400.000 j i w a penduduk Kotamadya Barat pada tahun jiwa. Jumlah 2010 dengan sebanyak penduduk sebagai penduduk dibatasi tenaga dan berikut: di tenaga masing-masing Kotamadya Jakarta Pusat pada tahun jiwa. rencana p e n g e m b a n g a n sistem dengan prasarana. visi dan kegiatan. Jumlah 2010 dengan sebanyak b. 2 3 02 Bagian Rencana Struktur Tata Kedua Ruang 1 Wilayah Kotamadya Paragraf Umum Pasal Struktur kt dalam pemanfaatan struktur persebaran ruang 29 wilayah ruang tingkat propinsi yang dijabarkan meliputi kawasan rencana pemanfaatan penduduk. penduduk ditetapkan di sebagaimana kebijakan maka kerja persebaran Kotamadya a. Jakarta yang 2. Kotamadya kebijakan hijau. Paragraf Persebaran Pasal 2 Penduduk 30 (1) Untuk dimaksud mewujudkan dalam pasal persebaran 13.LD T a h u n 1999 N o . pengembangan permukiman.000 dapat ditampung L800.350. Jumlah 2010 dengan sebanyak c. rencana rencana pengembangan kawasan dan bangunan pengembangan kawasan pusat rencana pengembangan sistem dan misi industri pergudangan.000jiwa . rencana kawasan umum.

600. Paragraf Rencana Pengembangan Pasal (1) Pengembangan pembinaan Hutan Kamal Angke Muara di kawasan 31 3 Kawasan Hijau hijau lindung dilakukan lindung. dan Angke Pulau melalui : Hutan kebun sebagai dan Zona Laul Penjaliraii kawasan sesuai dengan fungsinya. L K o t a m a d y a Jakarta Pusat m e h p u l i : Mengembangkan Tanah Abang dan sepanjang j a l a n .600. 2. Pulau K e c a m a t a n Penjaringan Penjaliran lainnya yang sebagai Rambut dalam Bokor. G a m b a r 18 p a d a L a m p i r a n U P e r a i u r a n Da^^rah ini. dan Taman Hutan Barat Muara taman pembibitan cagar alam Pulau Tinmr Inti mangrove. yang Selaian dapal p a d a tahun jiua. j a l u r berbunga serta p r o d u k t i f di p e k a r a n g a n . di hijau Senayan. dilanipung 1. 3. J u m l a h p e n d u d u k K o t a m a d y a Jakarta 2010 dengan sebanyak dibatasi tenaga sebanyak-han\aknya kerja formal . Mempertahankan lahan pemakaman dan lapangan olah raga yajig ada : .m a s i n g K o t a m a d y a sebagai berikut : a.000 j i w a c. alam Pulau meliputi K a p u k sebagai sebagai dan k a w a s a n hutan wisata . dilampun*. J u m l a h p e n d u d u k K o t a m a d y a Jakaila 2010 dengan sebanyak dibatasi tenaga sebanyak-banyaknya kerja formal yang l'imur p a d a 2. jalur sungai hijau dan di kcrcia kawasan hijau api Gambir.p u l a u Seribu.LD T a h u n 1999 N o . dan G a m b a r sebagaimana t e r c a n t u m pada G a m b a r 15. hijau binaan termasuk Pelindung Nas ional Kepulauan (2) Kanasan dijabarkan di mas i n g . dan Zona serta p u l a u .800-O00 dapal tahun jiwa.00 j i w a .000 1. 23 . dan k e p a d a t a n p e n d u d u k m e n u r u t Kotamadya 14.33 d.200. G a m b a r diaralikan Kecamatan di (2) Persebaran masing-masing 17. G a m b a r I 6.

berfungsi Johar Baru. ditargetkan sebesar 3. ada kota dan taman Sunter Utara lahan . yang warga ruang padat terbuka seperti dan j a l u r di hijau di daerah Tanah Kecamatan dan sarana Cempaka sekaligus Putih. Mendorong pada penanaman rumah. Prosentase Kotamadya dari terbuka Jakarta Pusat . Mendorong pada penanaman rumah. Mendorong hias. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. . lingkungan pohon-pohon ruas jalan. Menata pada jalan . Cakung C i l i n c i n g dan tol p e l a b u h a n 5.94% dari luas k o t a J a k a r t a 7. dan program . Menata bagian luas hilir m u a r a ruang daerah aliran hijau sungai. tahun 2010 di Prosentase Kotamadya terbuka Jakarta Utara . besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama b. Melestarikan permukiman program beberapa khusus di taman-taman serta lingkungan RTH di umum kawasan melalui di baru pengadaan perbaikan Kecamatan B a n d a r Baru lingkungan. peremajaan. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama padat. hijau tahun 2010. jalur hijau pemakaman Mengembangkan garis pantai . RTH pengembangan dan pada ruang budi daya tanaman sebagai pertanian sementara luas perikanan lahan \ang berfungsi tidur. padat. di 6. 23 -34- 3. Mempertahankan olah r a g a y a n g 3. : kota : dan lapangan di sekitar Waduk K o t a m a d y a Jakarta Utara meliputi 1. 6. tol Scdiatmo. Meniagkatkan pennukiman Abang. Menata hutan P l u i t dan W a d u k 2.LD T a h u n 1999 N o . ditargetkan sebesar 0. pembangunan Kemayoran areal 5.66% luas k o t a J a k a r t a 7. Kemayoran sosialisasi sebagai 4. RTH terbuka dengan di sepanjang budi daya yang dipadukan perikanan 4.

Menata pengembangan kegiatan . Soekarno daya pertanian lahan . padat. kegiatan di dan Kecamatan pusat-pusal kawasan . Universitas Prosentase Jakarta Blok pemakaman dan lapangan kota di Taman Baru. 2. Barat . budi daya tanaman hias di k a w a s a n 6. 23 -3 5 c. Menbienibaniikan Ragunan. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama lingkungan padat. Mempertahankan o l a h r a g a y a n g ada J.68% di dari Kotamadya luas kota ditargetkan sebesar Mendorong pada penanaman rumah. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama d. Jakarta Barat RTH meliputi: di sekitar kawasan Keselamatan Hatta Mengamankan Operasi terpadu Penerbangan dengan budi Bandar Udara .LD T a h u n 1999 N o . ditargetkan sebesar 2. . dengan Selatan meliputi resapan dan air ka\\asan Cilandak Jagakarsa kegiatan budi pengembangan . : di Kecamatan secara daya. luas Rawa Belong RTH tahun 2010 1. Kotamadya 1.94*% kota Jakarta Mendorong pada penanaman rumah. Pasar terpadu tanaman Kotamadya Jakarta 1. penghijauan kota tua. Mengembangkan Kembangan. Kebayoran Indonesia luas sekitar situ-situ tahun 2010 di lainnya RTH Kotamad)'a dari luas Selatan . Mengembangkan tempat rekreasi kota Srengseng sebagai 5. hutan alam . Margasatwa Kampus . Mempertahankan olah raga y a n g ada pemakaman dan lapangan 3. Menata Minggu. pohon-pohon ruas jalan. hutan P dan h i a s dan p e r t a n i a n 2. lainnya 4. Prosentase Jakarta Jakarta 7. lahan .

j a l a n tahun 2010 di 5. 23 -36- e.LD T a h u n 1999 N o . Prosentase Jakarta Kotamadya dari luas Timur . Mempertahankan mantap .m a s i n g K o t a m a d \ a adalah Kotamadya Jakarta Pusat: 1. Paragraf Rencana Pengembangan Pasal Rencana pengembangan 15 kawasan 4 Kawasan 32 permukiman sebagaimana : Permukiman d i m a k s u d dalam pasal a. Melanjutkan melalui 3. Mendorong pada penanaman rumah. Kusuma. Halim Perdana Primer . lingkungan kumuh berat pembangunan vertikal. Perkemahan Cibubur. Pulo Cilangkap. T i m u r dan Kawasan di Industri sepanjang Menata jalur Bogor. Mengembangkan kawasan temiasuk pola perbaikan kumuh lingkungan berat dan pada sedang sungai permukiman pada . besar/pelindung pinggir sungai halaman pada terutama padat. dan Gambir.72% kota Jakarta 6. peiumahan . peremajaan kawasan sepanjang bantaran dan k e r e t a api 2. Mabes Sentra Gadung tol arteri TN! Situ di Kopasus Cijantung. lingkungan pohon-pohon ruas jalan. hijau jalan Jakarta-Cikanipek. Kotamadya Jakarta Timur meliputi 1. Bumi pemakaman dan lapangan Menata hutan kota di Rawa Dongkol. kawasan Membatasi khusus bersejarah di pemanfaatan kawasan Menteng. di selatan j a l a n kegiatan lingkar budi terpadu dengan pengembangan : daya t a n a m a n hias dan p e r t a n i a n 2. di m a s i n g . Mempertahankan o l a h r a g a y a n g ada 3lahan . luas RTH serta j a l a n . fungsi pada pemugaran 4. pelestarian dan Sawah pada dan lingkungan bangunan Besar. M e n a t a luar kawasan resapan air . Jakarta. ditargetkan sebesar 4. Baru 4.

LD Tahun (999 No. permukiman peremajaan kumuh berat. Melengkapi permukiman . K o t a m a d y a Jakarta Utara . Mempertahankan mantap . fungsi perumahan padci kawasan 9. nienengah- atas p a d a areal r e k l a m a s i 4. Melengkapi Prosentase fasilitas luas dari umum kawasan luas di kawasan pennukiman premukiman : ditargetkan sebesar 2 . Mengembangkan di 5. Mengembangkan kawasan 2. P r o s e n t a s e sebesar KDB luas dari permukiman Jakarta dan ditargetkan pennukiman luas Kota 7. dan meniadai 3. 23 -37- 5. kawasan permukinian untuk lingkungan pada Mendorong secara pengembangan dan vertikal memperkecil golongan sarana perpetakan penyediaan yang perumahan dengan menengah-bawah prasarana yang dilengkapi .lapa s e k a l i g u s m e l e s t a r i k a n 6. 6.98% Kota rendah ditargetkan sebesar 0 . M e n g e m b a n g k a n kawasan lama kawasan luas . . Mengembangkan pemukiman pantai masyarakat utara . 9 5 % b. fasilitas umum di kawasan kawasan 10. pemukiman KCDB rendah pada kawasan pantai 11. 1. . Meningkatkan permukiman Seribu 7. kualitas kumuh ringan lingkungannya pada di lingkungan dan sedang kawasan Kepulauan Mengembangkan bernuansa di di kawasan Kepulauan wisata Pantai Seribu dan permukiman berwawasan dan nelayan lingkungan yang yang hidup dihuni Uama . 4 3 % dari Jakarta. pulau-pulau 8. Kota Jakarta. Kecamatan kawasan permukiman baru : terutama C i l i n c i n g dan P e n j a r i n g a n fungsi kawasan dan Membatasi kawasan perubahan Kota permukiman Pelabuhan : di Tua^ersejarah Sunda K''.

.LD T a h u n 1999 N o . baru terutama Kembangan. Prosentase luas budidaya pertanian kawasan luas Kota permukiman Jakarta 0. dan K e b o n 3. Mendorong secara vertikal : kawasan pennukiman untuk pengembangan dan memperkecil golongan sarana dan perpetakan penyediaan yang perumahan dengan menengah-bawah prasarana yang dilengkapi memadai. Angke. Angke.26% ditargetkan sebesar 9 . Mengembangkan permukiman sekitar lingkungan dan pada kawasan terutama Duri dan kumuh sedang Stasiun kawasan Stasiun kereta api. Mengarahkan KDB rendah pengembangan di sekitar K a w a s a n kawasan pennukiman Operasi upaya Keselamatan dengan dan Penerbangan Bandara Soekamo-Hatta tanaman hias mengembangkan produktif. Tambora. Kali 5. sepanjang j a l u r 4. Mendorong KDB rendah pengembangan beserta baru . 23 -3 8- c. terutama Kapuk. Mendorong pada pengembangan permukiman di Rawa Kali peremajaan kumuh Angke. Anyar. Melengkapi pennukiman . 2. 6. Kotamadya Jakarta Barat !. Kedaung kawasan terbatas. perbaikan ringan Cengkareng. kawasan pennukiman terutama pada fasilitasn3'a pembangunan 8. fasilitas umum di kawasan kawasan 7. Mengembangkan di Kecamatan Jeruk kawasan permukiman Kalidercs. 6 2 % KDB rendah dari dan p e n n u k i m a n dari luas Kota ditargetkan sebesar Jakarta. Kali lingkungan berat Duri secara Utara. . Buaya. 9. ilmgsi perumahan pada kawasan Mempertahankan mantap .

Kampung dan Duren Pondok kawasan permukiman Sawit. Cakung. Cilandak Mempertahankan mantap . 5. Kotamadya Jakarta Timur . kawasan peremajaan berat. M e m p e r t a h a n k a n teratur Ambon. K r a m a t Jati pennukiman . perumahan pada kawasan 6. seperti Pondok di lingkungan Kawasan Kelapa. 1999 N o . kumuh Mengembangkan pennukiman lingkungan ringan . luas % unmk rendah di sebelah utara Minggu. M e m p e r t a h a n k a n K e b a y o r a n baru 2. Kotamadya Jakarta 1. Prosentase sebesar 0. Mengembangkan Cakung. Mempertahankan y a n g ada Cilandak. permukiman Rawamangun. Mengembangkan di K e c a m a t a n 3.67 kawasan untuk kawasan 0. 9. Mengembangkan vertikal melalui Selatan : kawasan pemiuknnan di pelestarian . 2 3 -39 d. . Kopi yang 1. resapan luas 7. Mengembangkan di daerah sebelah kawasan pemiukiman KIDB . 2. KDB rendah s e l a t a n j a l a n I m g k a r luar kawasan permukiman 8. pada kawasan kumuh s e d a n g dan 4.LDTah. Mengembangkan di Kecamatan dan kawasan Jagakarsa.85 % permukiman non air untuk dari ditargetkan air dan Kota rendah non air dari luas KDB kawasan kawasan resapan % resapan sedangkan sebesar 2.93 % Jakarta. Melengkapi permukiman . Sawit. air dan kawasan permukiman ditargetkan Kota untuk kawasan resapan e. bam Mengembangkan permukiman perbaikan lingkungan rmgan kawasan kumuh s e d a n g dan kawasan 4. bam terutama . lingkar luar k h u s u s Kebayoran Lama. Pesanggrahan di daerah Pasar . Lama. fasilitas umum di kawasan-kawasan 7. di dan P u l o G e b a n g .43 Jakarta. Duren dan C i p a y u n g p^da . fungsi permukiman baru terutama Kebayoran Pesanggrahan. perbaikan permukiman terutama pada lokasi secara yang kondisinya 3..

Mempertahankan mantap. Pengembangan Kawasan a) Mengembangkan untuk pasar Bangunan Umum : temtama dan fasilitas perdagangan sesuai tradisional . untuk k a w a s a n resapan air d a r i 5 Kota Paragraf Rencana Pengembangan Kawasan 33 Bangunan Umum Pasal a.20% luas kawasan dari luas KDB non secara vertikal permukiman Kota rendah resapan luas Jakarta. 23 -4 0 5. 7. Makasar. 9. ditargetkan sedangkan sebear 0. c) pelayanarmya pengembangan internasional kawasan di multifungsi Tanah . P a s a r R e b o . dan C i p a y u n g kawasan 10. KDB luar .06% permukiman untuk kawasan ditargetkan air dan Jakarta. M e n d o r o n g KDB rendah pengembangan beserta pemiukiman temtama . pengembangan dengan bangunan umum yang sekitar penataan kawasan .LD T a h u n 1999 N o . Mengembangkan terbatas pada peremajaan kawasan hngkungan kumuh . 8. P r o s e n t a s e sebesar kawasan 2. Melengkapi fasilitas rumah fungsi pemmahan pada kawasan umum di kawasan pemiukiman KDB luar. umum yang bertaraf Gambir. Senen dan K e m a y o r a n bangunan umum Mengarahkan yang dengan memadai. L K o t a m a d y a Jakarta Pusat. Mempertahankan yang di ada di kawasan sebelah permukiman Utara rendah khusus . Mengembangkan pada daerah kawasan permukiman lingkar rendah bagian selatan jalan 9. daerah hngkar K r a m a t Jati.44% pada fasilitasnya kawasan p e m b a n g u n a n bam 11. lebih pengembangan nyaman dan fasi litas berwawasan lingkungan menyediakan d) Mendorong terintegrasi sungai. Sawah Besar. kebutuhan jangkauan b) Mendorong yang Abang. secara berat permukiman susun murah melalui p e m b a n g u n a n 6.

c) Mengembangkan berpolusi tidak dan b e r w a w a s a n d) Mengembangkan jalan arteri dan bangunan kolektor. a) P e n g e m b a n g a n Kawasan Bangunan L'mum Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai . 23 -4 1 e) Prosentase ditargetkan luas sebesar kawasan 1. Kawasan Bangunan Urnium Membatasi u m u m di pengembangan kawasan . c) Menala fungsi kawasan kegiatan . yang hidup . b. umum luas KDB Kota ditargetkan dari 3. Jakarta. Pengembangan rendah a) . . 7 3 % . j a s a dan p a r i w i s a t a . perdagangan. bangunan S e n a y a n dan C e m p a k a P u t i h luas kawasan sebesar bangunan 0. luas M a s M a n s y u r secara t e r b a t a s kawasan campuran dari luas KDB Kota Prosentase ditargetkan sebesar 0 . b) Tanah Mengembangkan kawasan Kebon pariwisata sekitarnya mmahan lingkungan multi-strata . Raya ~ campuran meliputi Senen dan sepanjang Jalan sepanjang . KDB 2. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. e) Kramat Cideng . kota lua/bersej ^rah untuk mendukung perkantoran. Pengembangan a) Kawasan Campuran : yang lebili lahan Senen.18% b) Prosentase rendah Jakarta. rendah Matraman Jl. Utara di : temtama dan tradisional kebutuhan jangkauan b) pelayanamiya Pantai pola dengan Mengembangkan tengah Super dengan Blok sub-kawasan nnultifungsi/ yaag bertaraf pengembangan fasihtasnya internasional.98% dan bangunan luas Kota umum Jakarta.KH. i999 N o . di Mengembangkan nyaman pada dengan berbagai Johar kawasan lokasi di campuran mengefektifkan B a m dan lokasi Sirih dan industn penggunaan Kecamatan Abang Kemayoran.LD T a h u i .

kawasan 1. 2 3 -44 a) Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai terutama dan tradisional . bangunan 0. secara kawasan terpadu multifungsi di kawasan Niaga bertaraf ekonomi Terpadu dan meliputi Kawasan Kawasan Segitiga Kuningan.90% dari ditargetkan 3. luas kawasan selatan campuran dari Jalan d) Prosentase ditargetkan resapan kawasan 0.69% dari bangunan luas umum d) Prosentase ditargetkan Kota Jakarta. Sudirman.1%) air d a n untuk kawasan . Kawasan bangunan a) Mengembangkan rendah sebelah b) secara umum KDB rendah bangunan terutama Selatan : umum pada . kebutuhan jangkauan b) pelayanannya Mengembangkan intennasional prospektif. Casablanca . c) Membatasi perdagangan. Pengembangan a) kawasan campuran kawasan da\a : campuran tampung pada : yang tidak hidup untuk penduduk beberapa Mengembangkan membantu yang peningkatan dikembangkan sekitar Jalan secara vertikal lokasi di b) L i n g k a r Selatan rumahan Mengembangkan berpolusi sesuai dan industri benva\\"asan lingkungan . 2.LD T a h u n 1999 N o . umum luas KDB Kota KDB daerah kawasan terbatas selatan Jalan L i n g k a r luas kawasan sebesar Prosentase rendah Jakarta. sebesar 0. kawasan pengembangan dan j a s a sepanjang jalan perkantoran. dengan ketentuan yang berlaku perkembangan daerah sebelah c) Mengendalikan terutama Lingkar pada Luar.52%o campuran untuk KDB kawasan resapan rendah non air. arteri di luar ekonomi luas sebesar prospektif.

. Perdanakusuma. 23 . diproyeksikan untuk penduduk Mengembangkan membantu peningkatan yang dikembangkan b) Prosentase luas secara vertikal kawasan campuran s e b e s a r 0.55% dari bangunan luas umum Primer Baru Timur yang Mengembangkan bertaraf internasional e) Prosentase ditergetkan 2. ekonomi wilayah kebutuhan jangkauan b) Menata kawasan prospektif sebagai pusat pengembangan c) Mengembangkan jalan arteri timur. umum di di luar sepanjang kawasan bangunan terbatas secara ekonomi d) prospektif. kawasan 1.72 % umum dari luas K[)B kota Prosentase rendah Jakarta. bangunan 1. L Kotamadya Jakarta Timur: : terutama dan Pengembangan kawasan bangunan umum a) Mengembangkan untuk pasar fasilitas perdagangan sesuai tradisional pelayanannya.49%o dari Paragraf Rencana Pengembangan dan luas K o t a J a k a r t a . kawasan sebesar ditargetkan 3. dan pergudangan di Rencana pengembangan kawasan adalah : masing-masing Kotamadya a. K o t a m a d y a Jakarta Pusat Merelokasi industri menengah dan b e s a r dari p u s a t kota. Mabes b) TNI Indonesia Cilangkap luas Cibubur.4 5 e. umum KDB kawasan bangunan Mengembangkan terbatas pada bangunan kawasan Taman dan umum Pulo Mini KDB Mas. Pengembangan rendah a) : luas sebesar Kota Jakarta. rendah I lalim Indah. Pengembangan a) kawasan campuran kawasan daya : campuran tampung . 6 Kawasan Industri Pergudangan Pasal 34 industri . Sentra .LD T a h u n 1999 N o .

Merelokasi industri menengah . d. 5. Marunda dan sudah ada Membatasi di Penjaringan. dan besar ke luar wilasah Jakarta 3. Merelokasi Prosentase k a w a s a n p e r g u d a n g a n dari luas kawasan 3. Mengarahkan dan bukan 4. lingkungan . . persyaratan yang berlaku industri berteknologi hidup Mengarahkan mengganggu tinggi dengan yang tidak lingkungan bangunan bertingkat di k a w a s a n industri Pulo Gadung : . M e n g a r a h k a n C e n g k a r e n g dan 2. Kotamadya luas Selatan secara b e r t a h a p industri luas kawasan s e l e k t i f dan pergudangan s e b e s a r 0. sebesar Kota Jakarta. di dapat menunjang kegiatan 3. kegiatan industri pada p e r u n t u k a n n y a kawasan luas Merelokasi Prosentase ditargetkan pergudangan kawasan dari dari kawasan dan kota tua . K o t a m a d y a Jakaita Barat 1. Prosentase ditargetkan e.75% . industri luas Kota pergudangan s e b e s a r 0. Cakung. Kotamadya 1. industri Ciracas tinggi. industri selektif 3. 5. Mengarahkan pengembangan Kalideres kawasan industri . Jakarta Utara kegiatan : industri pada kawasan yang Cilincing di . M e n g e m b a n g k a n Gadung. menunjang kegiatan perdagangan kawasan dan 4. di kawasan industri Pulo Pekayon untuk j e n i s hemat hidup industri dan yang berteknologi hemat air serta berpolusi. Jakarta. industri selektif di pergudangan dan yang . K o t a m a d y a Jakarta 1. Mengembangkan Cilincing. 2 3 -46- b. Mengembangkan mengantisipasi dan kawasan perkembangan industri.01 % d a n Timur : besar dan tidak Kota Jakarta.86%o Selatan . Kalideres perdagangan jasa industri pengembangan untuk kawasan Kapuk yang menampung . industri dari luas kota tua pergudangan diproyeksikan c. lahan berwawasan dengan memenuhi 2. pergudangan pelabuhan Tanjung dan j a s a untuk Priok . Jakana 1. Mengembangkan berwawasan industri kecil : yang tidak berpolusi dan lingkungan kegiatan hidup 2.LD Tahun 1999 N o . Kelapa G a d i n g dan 2.

digambarkan struktur masing-masing 19. 2 3 47 3. polutif terutama . Mengarahkan menunjang terutama Luar. rencana disebut kawasan 35 hijau sebagaimana kawasan rencana p^da dan disebut pada pengembangan pada Pasal 32. pada Gambar Lampiran dan G a m b a r 23 Daerah Paragraf Rencana Pengembangan Sistem Pasal (1) Rencana menurut menurut Kotamadya dan (3) pengembangan kegiatan kegiatan sebagai 7 Pusat 36 Pusat Kegiatan struktur berfungsi Pasal 1 dan Penunjang i'uang khusus 7 ayat dan di (2) Kegiatan Kotamadya Sistem pembentuk yang pelayanan sebagaimana dimaksud dengan dalam ditetapkan di bawah besaran kegiatan utama. II G a m b a r 20. sebagaimana tercantum G a m b a r 22. jalan Lingkar C a k u n g dan luas Gadung 5. dan sebagaimana kawasan rencana bangunan umum sebagaimana kawasan Pasal ruang disebut industri pengembangan disebut pada tata pergudangan ke dalam sebagaimana rencana 34. jangkauan pelayanan (2) Rencana pusat kegiatan Sistem pada pengembangan dimaksud : Pusat (1). Prosentase ditargetkan kawasan industri luas dan pergudangan s e b e s a r 2 . Mcnf'arahkan pemiukiman tidak kcuiatan haii^a industri vaue berlokasi industri Duren di kecil Sawit dekat dan dan untuk di jenis-jenis Penggilingan. kawasan kegiatan pergudangan dan yang perdagangan dapat jasa industri Cakung : sepanjang jalan Pulo Cilincing. Kegiatan di Penunjang sebagaimana ayat masing-masing K o t a m a d y a adalah . Pasal Rencana Pasal pengembangan 3 i. Peraturan Kotamadya C j a m b a r 2 i.LD T a h u n 1999 N o . permukiman pengembangan pasal 33. 0 3 % dari Kota Jakarta. ini. Kramaljati 4.

Manggarai. Rumah Raga Pulo Pulo UKL Olah berdasarkan ditetapkan Pasar Gadung. ayat Walikota. Koiamadva \. Lapangan Rawamangun (3) Rencana Kotamadya Gambar Lampiran 25. Pasar Minggu 2. Rumah Situ Olah Walikota. transportasi di masing- Kotamadva . lokasi Kebayoran Tebet. Kebayoran Mayestik Kegiatan . dan Pusat pada Penunjang khusus. Peraturan Daerah Paragraf Rencana 8 Prasarana Pengembangan Pasal 37 (1) Rencana masins pengembangan adalah prasarana . Rumah dan Pasar C a k u n g pusat berfungsi Bunga Kantor berdasarkan ditetapkan Pacuan Rumah Rekreasi Kuda Sakit terutama Taman Islam. 27. berdasarkan ditetapkan Baru. 2 3 49- d. Kegiatan di pada dan Peimnjang 24. II pengembangan dimaksud Gambar sebagaimana Pusat (2). Blok M Pasar Lama. Sistem pelayanan lokasi dan Sakit Rumah laman Sakit Haji. Sistem kegiatan terutama Pasar Jakarta Pusal sebagai pada Selatan: Kegiatan pembentuk Pasar Penunjang struktur ruang. Sistem kegiatan terutama Pusat sebagai pada Kegiatan pembentuk lokasi Pasar Penunjang struktur ruang. Pasar Pasar Pulo . dan K o t a m a d y a Jakarta Timur : 1. Sistem kegiatan terutama Indah Mangga Bulusr e. Sistem pada 26. Ra\\amangun. Jatinegara. Persahabatan. Pertamina.LD T a h u n 1999 N o . Kelender. P r a m u k a dan penunjang khusus. 28 sebagaimana masing-masing Gambar Gambar tercantum Gambar ini. kegiatan pada Mas Mas. Rekreasi Lapangan lauuawati. Sakit Halim. Pasar B u m n g 2. Pasar Cilandak. Sakit Pondok Situ Lebak pelayanan lokasi Rumah Bolong berfungsi Kantor Sakit MMC. Cibubur. Pasar Mampang Pasar dan Prapatan. berdasarkan ditetapkan Rumah Sakit Raga Babakan.

Koja. K.olaniadva Jakarta Pusal 1 . Pusat Kegiatan pelayanan pada lokasi berfungsi Kantor Olah St. Sistem kegiatan terutama Senayan. berdasarkan ditetapkan Parman. dan berfungsi Kantor Belong. Pusal sebagai pada Kegiatan pembentuk Pasar Hilir. Pasar lokasi Bendungan Cempaka P u t i h dan Pai M e r a h 2. ruang. i . Pasar Pasar . Pasar Sabang.LD Tahun 1999 N o . c. dan Tanjung Duren. Rumah Husada. Kotamadya 1. Sistem kegiatan terutama Pasar Jakarta Pusat sebagai pada Barat: Kegiatan pembentuk Pasar Pasar Kali Penunjang struktur Asem ruang. Sistem kegiatan terutama Cikini. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Walikota. Penunjang khusus. Sistem kegiatan terutama Gading. berdasarkan ditetapkan Baru. Lapangan Rumah Raga Rawasari Cikini. berdasarkan ditetapkan Taman Ria Penunjang struktur Senen. Pasar Cilincing Kegiatan Pusat Penunjang khusus. Pasar lokasi Reges. Pusat Kegiatan pelayanan pada Hias Rawa Waras lokasi Rawa Buaya. Pasar Sakit berdasarkan ditetapkan Pasar Induk Harapan Bunga Bahan Kita. berdasarkan ditetapkan Kelapa Mandara Kegiatan pembentuk lokasi Cakung. Walikota. Sakit C a r o l u s dan P G I b. Pluit. Pasar Pasar P e r m a i dan 2. dan R o \ i . : Penunjang khusus. Roxi. Pusat sebagai pada Pasar : Penunjang struktur ruang. Walikota dan Pasar berdasarkan ditetapkan Rumah Ikan Sakit Muara pelayanan pada lokasi dan berfungsi Kantor Atma Jaya Cilincing Karang. Sistem kegiatan temtama Koja. 2 3 -48- a. S. Cengkareng 2. Menteng. Sistem kegiatan terutama Tanaman Pangan Sumber Deres. Grogol.

Di Kotamadya Jakarta rel Pusat. prasarana sumber air dan air b e r s i h . G a m b a r 32 L a m p i r a n II e. pada Daerah pengembangan pengendalian sampah. d. lokasi angkutan Gambar jalan dan lokasi kolektor. dan prasarana energi. bus p a d a G a m b a r 30 c.LD T a h u n 1999 N o . arteri KA. 23 -50 a. jaringan tenninal bus KA. KA. jaringan tenninal bus direncanakan sebagaimana tercantum ini . di prasarana banjir. jaringan KA. pelabuhan pelabuhan direncanakan U sebagaimana Daerah arteri lokasi ini dan tercantum . lokasi stasiun KA arteri dan dan lokasi pada kolektor. tenninal dan jaringan bus. sanitasi dan prasarana Kotamadya pada masing-masing pengembangan wilayah prasarana dimaksud propinsi. terminal laut angkutan barang. jaringan dan KA. G a m b a r 29 L a m p i r a n II P e r a t u r a n D a e r a h b. Di pada G a m b a r 31 Lampiran Peraturan Kotamadya Jakarta rel Selatan. kolektor. j a r i n g a n stasiun barang KA. Di Kotamadya Jakarta rel Utara. arteri KA. jaringan -stasiun jalan KA arteri dan dan lokasi pada kolektor. jaringan jalan lokasi stasiun dan lokasi udara kolektor. terminal tenninal angkutan direncakan II sebagaimana Daerah tercantum ini. jaringan jalan KA. tenninal jaringan bus dan stasiun barang 33 terminal direncanakan Lampiran II sebagaimana Peraturan (2) Rencana prasarana pengolahan telekomunikasi mengikuti tingkat arahan tercantum ini. Paragraf Rencana 9 Ruang Intensitas Pasal 38 (1) Rencana intensitas dalam adalah rencana sebagai ruang tingkat propinsi ruang di yang dijabarkan ke intensitas berikut: masing-masing Kotamadya . Di Kotamadya Jakarta rel Peraturan Daerah Timur. lokasi direncanakan sebagaimana tercantum ini . Di Kotamadya rel Lampiran Jakarta lokasi Peraturan Barat.

0 d i a r a h k a n p a d a : di rata-rata kawasan Cempaka Sawah pennukiman Putih. Senen. Cempaka Kemayoran b) c) kawasan kawasan bangunan umum bangunan Tanah di seluruh KDB Kecamatan rendah . di : Tanah Abang. umum Putih. Tanah Putih. ^ 9 9 No. Senen. .r a t a 4. Kecamatan d) 3. Besar. dan Kemayoran b) kawasan Abang. KDB Menteng rendah dan di Cempaka d) kawasan Sawah campuran Besar. campuran Sawah B e s a r dan 4. di Kecamatan Gambir. kawasan campuran di selumh Kecamatan . bangunan Menteng.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Senen.5! a. : Tanah . Sawah KLB a) r a t a .r a t a 2. dan Gambir. bangunan Tanah umum Abang. di umum Abang. dan kawasan Menteng. Besar. dan Kecamatan Cempaka Senen. unnnn di kawasan Cempaka Besar. Rencana hitensitas 5 Ruang di Kotamadya . Johar Bam. Kemayoran Gambir. Abang. 23 .r a t a 3. KLB a) r a t a .0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Sawah di kawasan Menteng.LD T a h u n . Cempaka b) kawasan Putih. Kecamatan Putih. : Kecamatan Kemayoran.0 d i a r a h k a n p a d a bangunan Putih. Gambir. bangunan Cempaka Johar Kecamatan Baru. di Kecamatan Kemayoran dan 2. Menteng. KLB a) r a t a . Jakana Pusat dibagi dalam L KLB a) (lima) tingkatan K L B yaitu 1. di Kecamatan dan Tanah Sawah Kemayoran c) kawasan Kecamatan Putih . Kecamatan B e s a r dan umum Kemayoran di b) kawasan Abang.

KLB aj . KDB rendah di dan K c m a } oaran C e m p a k a Putih d) kawasan Menteng.0 diarahkan pada di . 5. dan Koja. Padcmangan. Rencana Intensitas Ruang di Kotamadya : Jakarta Utara dibagi dalam 5 1. Tanjung Kelapa dan C i l i n c i n g campuran . di Kecamatan Gading. di Penjaringan. KLB lebih besar campuran Kecamatan Kemayoran dan dari 5.r a t a 2.0 d i a r a h k a n p a d a di : rata-rata kawasan Tanjung Cilincing : pennukiman Priok.0 diarahkan pada kawasan b. 2 3 - 52- c) kawasan Kecamatan bangunan Tanah . K l . B a) ( l i m a ) t i n g k a t a n K L B yaitij 1. dan 2. Koja.0 Bandar sampai Baru dengan Kemayoran. 10. b) kawasan di Kecamatan Penjaringan dan C i l i n c i n g c) kawasan Penjaringan. K e l a p a G a d i n g dan bangunan umum b) kawasan Priok : Kecamatan lanjung c) kawasan Kecamatan bangunan Koja. Cilincing d) kawasan Kecamatan Gading. dan bangunan umum KDB rendah Priok. . Gading. di umum Abang. r a t a . .D Tahun 1999 \ o . pennukiman . di umum KDB rendah di d) kawasan campuran Kecamatan Padcmangan : . permukiman Kecamatan Cilincing di . Kecamatan Kelapa Penjaringan. Kelapa Cilincing. bangunan Tanjung umum Priok. di Kelapa Kecamatan Gading. kawasan Koja. e) kawasan Cilincing O kawasan Penjaringan. di Kecamatan Penjaringan dan industri/pergudangan Tanjung Priok.

KLB a) Tanjung industri/pergudangan Pademangan. Pademangan.0 Penjaringan. r a t a . dan 4. Koja : Penjaimgan. KLB a) rata-rata 3. umum Tanjung c) kawasan Kecamatan Gading .0 utama KLB diarahkan Pantura.0 d i a r a h k a n p a d a di kawasan permukiman Tanjung Kecamatan Koja. Pademangan f) kawasan Penjaringan. 2 3 -53 e) kawasan Penjaringan industri/pergudangan dan Cilincing. Koja. kawasan Koja Kecamatan dan P a d e m a n g a n bangunan b) kawasan Penjaringan. di Kecamatan Priok. kawasan campuran besar di dari Kecamatan 5. Penjaringan. bangunan KDB Koja rendah dan di Pademangan. di Penjaringan. Kelapa d) 5. Rencana Intensitas Ruang di Koumadya : Jakarta Barat dibagi d a l a m 5 (lima) t m g k a t a n K L B yaitu . banguan Cilincing umum Pademangan. umum di Kecamatan Priok. Kecamatan Priok. Tanjung K e l a p a G a d i n g dan campuran dan di kawasan Kecamatan Priok . dan K e p a l a Pademangan. Penja¬ Kelapa rendah di Kecamatan kawasan P a d e m a n g a n dan c) kawasan ringan. Gading Pademangan. permukiman KDB . Cilincing . dengan 10. dan b) Priok. lebih sampai pada kawasan pusat kegiatan c.0 d i a r a h k a n p a d a pemiukiman di .r a t a 4. Koja Tanjung Cilincing. e) bangunan umum KDB rendah di Penjaringan. : di Kecamatan 3. : Tanjung G a d i n g dan C i l i n c i n g d) kawasan Kecamatan Priok.LD T a h u n 1999 N o . Gading . Kelapa Cilincing.

Pai dan Grogol Petamburan Kebon e) kawasan campuran Kecamatan Grogol Sari . f) kawasan Cengkareng Cengkareng. KLB a) r a t a . KDB di : Kebon Tambora Jemk. rendah Kecamatan C e n g k a r e n g dan K a l i d e r e s g) kawasan Kebon pemukiman Jemk. Grogol Kembangan. T a m a n Sari b) kawasan Grogol c) d) permukiman Petamburan dan rendah . dan kawasan Kalideres. di Kecamatan Pai M e r a h di kawasan bangunan kawasan Kecamatan Cengkareng. Taman Petamburan. Kecamatan Kalideres. Merah. Pai M e r a h e) kawasan . Grogol kawasan permukiman Kecamatan Kembangan. f) kawasan Cengkareng. Kalideres. b) kawasan Kebon Grogol c) kawasan Jemk. Kebon Grogol Kembangan. Grogol Kembangan. industri/pergudangan dan Kalideres.D T a h u n 1999 N o . Pai Cengkareng. Petamburan. 2 3 -54 1. campuran di Kecamatan Kalideres. Kebon dan Jeruk.0 d i a r a h k a n p a d a di : Kebon Jemk. di Kembangan. Merah . Petamburan. Cengkareng. di bangunan Kebon Kalideres di umum Kembangan. T a m b o r a dan industri/pergudangan . Kecamatan Petamburan. bangunan Kebon umum KDB rendah di Jemk. Pai Cengkareng. P e t a m b u r a n d a n Pai bangunan umum Kecamatan Kalideres. K L B a) rata-rata 1. di M e r a h dan T a m b o r a KDB rendah permukiman Jeruk.r a t a 2. di Kecamatan 2. P e t a m b u r a n dan d) kawasan Kecamatan Cengkareng. Jemk. umum selumh Kecamatan KDB Jemk. . Kembangan. Petamburan dan Kalideres. rendah . KDB di Kecamatan . Merah di .0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Grogol . .

KLB diarahkan d. Rencana lebih pada besar dari 5. b) kawasan Kebon c) K a l d i e r e s dan T a m a n KDB rendah pemiukiman . bangunan Pancoran. Petamburan. Cengkareng Petamburan di d) kawasan campuran Grogol Kecamatan ICebon Pai Merah Jeruk. Petamburan.0 d i a r a l i k a n p a d a di .0 d i a r a h k a n p a d a : selumh KLB rata-rata a) b) k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan permukiman Kecamatan di .0 Sentra di dengan Barat.LD T a h u n 1999 N o . . Kecamatan kawasan Kecamatan Sari di Cengkareng. Kembangan. umum KDB di Tebet. 23 . . Kecamatan selumh Kecamatan bangunan kecuali . KLB a) r a t a . rendah di seluruh Prapatan Kecamatan Kecamatan Mamj>ang dan Setiabudi e) kawasan campuran di selumh Kecamatan.0 kawasan Ruang Primer B a m Intensitas Kotamadya : Jakarta Selatan dibagi dalam 5 1. . dan Kecamatan Jagakarsa. dan Kembangan. Pesanggrahan. r a t a . KDB T a m b o r a dan Taman c) kawasan Kecamatan d) kawasan bangunan umum . Kembangan. umum Tebet. Jeruk kawasan Kecamatan dan Grogol bangunan Kebon umum KDB rendah di Jemk. KLB a) b) San.55 3. bangunan Grogol Kecamatan umum di Kecamatan Pa! Merah. rendah di Kembangan campuran di Kecamatan Sari sampai . KDB rendah Minggu.r a t a 4. Sari . Tambora : kawasan permukiman kawasan Kembangan. Taman 4. Mampang c) kawasan kecuali d) kawasan Pasar Prapatan. G r o g o l P e t a m b u r a n dan T a m a n 5. 10. (lima) t i n g k a t a n K L B yaitu 1.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman di : Kembangan.r a t a 3.

dan KDB rendah di Kecamatan Pasar Kebayoran Minggu. dan umum Pancoran.r a t a 3.D T a h u n 1999 N o . KLB a) Cilandak. Tebet. Kebayoran Pasar Minggu.r a t a 2. Setia Budi. Kebayoran b) kawasan Kebayoran Setia Budi bangunan Lama. permukiman Pesanggrahan.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Bam di dan : Kecamatan Setia Budi. campuran di Budi. Pesanggrahan. . Bam. Kecamatan Setiabudi. Kebayoran kawasan Lama. Pancoran. Budi. Prapatan. dan Setia 4. Mampang 3.. Kecamatan Cilandak. dan J a g a k a r s a di selumh dan bangunan Kecamatan bangunan umum Pasar M m g g u umum KDB Kebayoran dan J a g a k a r s a campuran di . e) kawasan Cilandak Pesanggrahan. dan r a t a . 23 . KLB a) r a t a . Lama. Kebayoran dan Setia b) kawasan permukiman Lama. J a g a k a r s a dan Kecamatan Pesanggrahan. c) kawasan kecuali d) kawasan Kecamatan Cilandak. Jagakarsa. c) kawasan kecuali d) kawasan Kecamatan Cilandak. kawasan Lama. Kebayoran Cilandak.0 diarahkan pada di Pasar kawasan Lama. Kebayoran Tebet. Pesanggrahan. Pesanggrahan. : Kecamatan Minggu. Cilandak.5 6 2.0 d i a r a h k a n p a d a permukiman Pesanggrahan.r a t a 4. dan di : Kecamatan Kebayoran Jagakarsa. di Kecamatan Bam. rendah di Kecamatan b) kawasan permukiman Pesanggrahan. e) kawasan Lama. KLB a) r a t a . umum di selumh . Kebayoran Jagakarsa. KDB rendah di . rendah di Kecamatan bangunan Kecamatan bangunan Pasar Minggu umum KDB Lama.

M a k a s a r dan c) kawasan Rebo. dan C a k u n g O kawasan Rebo.0 d i a r a h k a n p a d a a) Kawasan Kiamat Pulo b) permukiman Jati. campuran Setia B u d i . Sawit. KDB Kecamatan c) kawasan bangunan Kramat Jati. rendah di Sawit.5 7 c) kawasan Kecamatan Setia B u d i bangunan Mampang . Kecamatan Matraman. Matraman. Cakung di Kecamatan Duren . di Kecamatan Duren Cipayung.L D T a u u n 1 9 9 9 N o .0 d i a r a h k a n p a d a bangunan Setia umum di : Kebayoran kawasan Bam e. Makasar. Cipayung. d) kawasan Lama dan di Kecamatan Kebayoran 5. Matraman. KLB l e b i h b e s a r dari 5. : di Kecamatan Pasar Ciracas K L B r a t a . Sav/it . Rebo. Ciracas. Pulo di Gadung Duren dan Cakung campuran Duren . KDB rendah Kecamatan Kramat Jali. Pulau Jatinegara. d) kawasan Kecamatan Makasar.0 d i a r a h k a n p a d a : KLB rata-rata a) b) k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan Pasar permukiman selumh Kecamatan di . 23 . industri/pergudangan dan Cakung. . e) kawasan Jatinegara.r a t a 2. Pulo Makasar. G a d u n g dan C a k u n g umum . Cipayung. di Jati. 2. rendah Kramat Pasar Sawit. Ciracas. Pulo K r a m a t Jati. Cipayung. Gadung Sawit. G a d u n g dan kawasan Cipayung permukiman . Jatinegara. Cakung . Ruang di Kotamadya : Jakarta Timur Intensitas dibagi dalam 5 L (lima) tingkatan KLB yaitu 1. bangunan umum di Kecamatan Duren . Rencana dan Kecamatan Budi. G a d u n g dan C a k u n g umum KDB bangunan Ciracas. umum KDB rendah Pancoran di dan Prapatan.

umum di Jati. 23 -5 8 d) kawasan bangunan umum Pulo di KDB dan rendah Cakung Kramat Matraman . 5. campuran Jatinegara. Kecamatan Pulo Jatinegara. 5. : di Kecamatan Pulo dan 3. bangunan Kecamatan di umum Kecamatan Cakung dan Jatinegara. industn/pergudangan di Kecamatan K L B r a t a .0 Sentra sampai Primer dengan Bam Timur. e) kawasan Duren Cakung. Pasar Duren Kramat Pulo Matraman. G a d u n g dan Cakung kawasan Cakung .0 d i a r a h k a n p a d a a) kawasan Pulo b) permukiman di Kecamatan . bangunan Ciracas.0 a) b) diarahkan pada : Cakung . KLB lebih bangunan umum Pulo KDB Gadung . Kramat Pulo k a w a s a n p e r m u k i m a n di kawasan Jati. Cakung . Gadung . Kecamatan Jatinegara. Cakung O . K r a m a t Jati.0 diarahkan pada kawasan .LD T a h u n 1999 N o . Gadung dan Matraman. Mati aman. f) kawasan Cakung. dan Duren kawasan gadung industri/pergudangan Cakung. di Kecamatan Cipayung e) kawasan Makasar.r a t a 3. M a k a s a r dan P u l o di campuran Sawit. Sawit. Ciracas. 4. K L B r a t a . rendah Duren Sawit.r a t a 4. permukiman KDB di Kecamatan c) kawasan Rebo. G a d u n g dan umum KDB d) kawasan Kecamatan bangunan Pasar rendah di Rebo. rendah di M a k a s a r dan can^uran dan Pulo besar dari di Kecamatan Gadung. Jatinegara. Gadung. 10. Cipayung. Gadung Kecamatan Sawit. Jati. c) kawasan Kecamatan d) kawasan Matraman.

. dan intensitas pada ruang di masing-masing Gambar Kotamadya 36. ini. lebih lanjut Gambar G a m b a r 34. Bagian Pola Pemanfaatan Ketiga Wilayah I Propinsi Ruang Paragraf Umum Pasal Untuk mewujudkan dimaksud struktur dalam Pasal 39 pemanfaatan 12. Lampiran ruang Rinci Gambar 35. dilaksanakan berdasarkan pengelolaan pemanfaatan pemanfaatan pemanfaatan pemanfaatan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan arahan ruang k a w a s a n hijau ruang kawasan ruang ruang kawasan kawasan lindung hijau binaan : . Paragraf Arahan Pengelolaan 2 Hijau Lindung Kawasan 40 Pasal (1) Pemanfaatan tennasuk Nasional kegiatan nutfah'. ruang pemanfaatan berikut : wilavah ruang sebagaimana wilayah a. ruang Zona di pulau-pulau Inti dan Zona Seribu dan perairan laut yang Taman untuk dalam Laut Pelindung dibatasi satwa dalam hanya dan Kepulauan habitat. penelitian. U G a m b a r 38 intensitas Rencana Peraturan Daerah dijabarkan Wilayah (3) Rencana ke dalam Kotamadya Tata Ruang Kecamatan. pemeliharaan kegiatan tumbuhan. plasma pendidikan dan . d. h. b. pola sebagai . .LDI. udara. pusat k e g i a t a n pengembangan pengembangan kebijakan bawah tata prasarana wilayah prioritas tata guna . 23 - 59- (2) Rencana tercantum 37. ruang kawasan sistem kawasan guna air. c. e. permukiman ekonomi prospektif . f g. }n 1999 N o . dan tata guna tanah.

pengadaan baru RTH keras dengan berkanopi penggunaan tanaman dan pengadaan . penelitian. serta e. alam di dan luar pada yang Zona ini di sebagaimana Kepulauan dan dan dimaksud Seribu penelitian pasal untuk Kecamatan dibatasi serta pulau kegiatan pendidikan lingkungaii pembinaan tersebut. d. olah yang raga. sempadan sungai.LD T a h u n 1999 N o . listrik jalur kereta hijau api dan bawah jaringan tinggi. b. penggunaannya rekreasi. sebagai Pulau cagar Bokor. 23 -60- (2) Pemanfaatan pulau-pulau Zona ayat hanya Inti (1) ruang lain dan di Pulau ditetapkan Pelindung Rambut. RTH hutan kota baru di setiap Kotamadya fungsi Pengembalian Pengembangan sepanjang jalan tegangan yang telah pada di terkonversi. pemeliharaan kegiatan dan habitat. secara kegiatan nutfah. RTH dilingkungan sarana . dan ruang untuk di Hutan Lindung Angke/Kapuk tumbuhan. Pengembangan dapat taman sekaligus sebagai lingkungan perumahan . dan plasma pendidikan wisata bibit mangrove kegiatan alam Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal 3 Kawasan 41 Hijau Binaan (1) Pemanfaatan berdasarkan sesuai ruang penetapan pada kawasan dari hijau setiap binaan kawasan Pasal hijau 14. diatur RTH fungsi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam dan kuantitas kawasan (2) Peningkatan kualitas : dan binaan dilakukan melalui a. Pemeliharaan pengembangan besar. kelestarian fungsi alami (3) Pemanfaatan diarahkan satwa kebun terbatas. Pemeliharaan wilayah c.

dilakukan program pembangunan perumahan kondisi pada bagian sendiri melalui yang disesuaikan a. dengan baru k a w a s a n . pembangunan yang maupun b. peremajaan sedang dan terhadap berat kawasan dengan perumahan membangun kumcih Rumah kategori Susun Murah/Sederhana. 23 -61 f. perbaikan lingkungan ringan .. Pengadaan terbangun . memiliki serta terhadap perumahan kawasan jaringan jalan yang terletak pada kawasan di dalam berdekatan atau berada ekonomi prospektif. murah/sederhana kawasan diprioritaskan dalam \an^ dikaitkan kumuh yang di peremajaan sedang di dan perumahan pada k a w a s a n yang tinggi sekitar jalan luar arteri lingkar serta akses berada lingkar yang tersebut. . perumahan terhadap kawasan mantap d. {2) Pembangunan dengan kategori terletak bagian rumah susun pada berat. RTH baru pada peremajaan kawasan-kawasan g. bangun siap baik bangun merupakan yang berdiri kawasan pemugaran perumahan terhadap bersejarah atau bangunan berciri dan lingkungan tertentu : khas budaya c. yaitu siap lingkungan dari . Meningkatkan pemeliharaan peran dan serta aktif masyarakat dalam pengembangan pada kawasan RTH. terhadap kawasan perumahan kumuh kategori e.iiun 1999 No. buah-buahan sebagai Condei (3) Pemanfaatan diarahkan ruang cagar untuk khas pengembangan setempat wisata acro. pemeliharaan yang sudah lingkungan . potcnsin)a rangka penghasil buah-buahan seba"ai dalam pengembangannya kawasan Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal (1) Pemanfaatan dengan ruang untuk 42 4 Ka\>asan Permukiman kawasan pennukiman berbagai .

ruang nilai pada kawasan-kawasan budaya Kchn\ serta memiliki kawasan sejarah. atau rendah resapan dibatasi upaya m e m p e n a h a n k a n di sebelah fungsi mantap. dan perdagangan dan jasa yang dari memperhitungkan untuk menyediakan dampak kawasan yang fasilitas timbul dibutuhkan aktifitas (2) yang mengatasi pada berlangsung fasilitas tersebut. . selatan j a l a n pemanfaatan dan resapan khususnya l i n g k a r luar. (5) Pembangunan kawasan disertai kawasan (6) Perubahan yang telah perumahan air pada kawasan dengan fungsi konservasi kepadatan air. (4) Pemanfaatan bangunan proporsi dari ekonomi untuk dan prospektif dibarengi golongan usaha skala ruang-ruang rektor informal ruang-ruang terbuka ruang pada kawasan berbentuk campuran pita atau pemmahan superblok dan umum ruang dapat untuk dengan 65% perumahan ruang yang berkisar 3 5% sampai sesuai total pola besaran sifat dibangun dengan kategori lingkungan setempat. 5 Ekonomi Prospektif Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal (1) Pengembangan wajib kawasan 43 perkantoran. antar usaha usaha kebutuhan semua bagi termasuk pengetiibangan (3) Pembentukan kompleks golongan areal usaha penghubung daiam rangka bangunan dan/atau integrasi dengan kecil bersifat bangunan kawasan meningkatkan pembangunan penyediaan tennasuk umum.LD T a h u n 1999 N n . dan UJsitektur.okasi dimaksud pcngenil^angan pada aj-ai (I) kawasan diarahkan II perudiahan sebagaimana tercantum sebagaimana Daerah ini pada G a m b a r 39 (4) Urutan diarahkan prioritas Lampiran Peraturan pembangunan tercantum rumah pada susun Gambar 40 sederhana lampiran sebagaimana 11 P e r a t u r a n D a e r a h ini. dilaksanakan yang ditata Pembangunan dengan secara memenuhi adil perdagangan'jasa sarana tempat golongan kecil. khas. 23 62 (3) I. sopcili secara Mctucng baru dikendalikan khusus.

dan pusat Pusat Kegiatan khususnya sebagai diarahkan berikut. 23 -6 3- (5) Kawasan sarana industri dan pergudangan wajib dilengkapi dengan pengolahan kawasan dari limbah. Paragraf Arahan Pengembangan 7 Prasarana Wilayah Sistem 45 Pasal Pengembangan prasarana transportasi diarahkan melalui : . kawasan (estate pengelolaan f. pembiayaan. Dapat kegiatan dengan . maupun per vertikal persil Pembangunan Rancang Kota dilakukan berdasarkan Kota Panduan dengan dan dan Pedoman Pembangunan antara manfaat memperhitungkan kewajiban d. penyediaan fasilitas umum Pengembangan Pengembangan tnanu^cmcnlj . dilakukan sebadai bagian (6) Penataan integral penataan Paragraf Arahan Pemanfaatan Ruang Pasal Pemanfaatan perdagangan perbelanjaan a. pelaksanaan pembangunan. dan dalam perencanaan. pelabuhan r u a n g kota. prasarana sistem pejalan kaki. perumahan.LD" in 1999 N o . ruang dan jasa pada sistem 6 Kawasan 44 pusat pada kegiatan pusal bisnis perkantoran. e. perdagangan horizontal c. keseimbangan p r a s a r a n a dan untuk ruang . campuran antara baik kegiatan secara Rancang Kota dan Dilaksanakan Pedoman berdasarkan Kota Pembangunan diisi dengan dan jasa b. Panduan . dan swasta. Pengembangan masyarakat kemitraan antara pemerintah.

Peningkatan upaya angkutan perbaikan dilakukan dan dengan optimalisasi. Kota serta dan lintasan Duri : diprioritaskan Fatmawati tanah lintas Kemayoran d. Pengembangan peningkatan lingkar baru angkutan pelayanan umum yang kereta sudah api ada dimulai yaitu dari jalur jaringan (loop line) dan j a l u r t e n g a h pada jalur (central - line). serta pengawasan kendaraan. sistem pembangunan p r a s a r a n a baru c. pipa yang baru untuk m e m p e r l u a s p e l a y a n a n kemampuan jangkauan air b e r s i h instalasi . Peningkaian dengan fasiltias layanan moda integrasi angkutan antara darat nioda angkutan laut dan udara dilakukan sehingga .64 a. kualitas upaya fisik dan . . 23 . prasarana sumber : dan 46 air dan air bersih bagi diarahkan melalui kuantitas melalui: Peningkatan jaringan 1. fisik dengan dapat menyediakan diperoleh jasa penghubung (inierface). Peningkatan melalui perbaikan dengan j a r i n g a n kelancaran bawah lalu secara p r o p o r s i o n a l kendaraan arus dilakukan jalan. umum. keselamatan Pasal Pengembangan masyarakat a. Pembangunan menumbuhkan perjalanan f yang fasilitas buda} a jalan berjalan . mendukung pembangunan berlalu fasi litas-t asi litas lintas.• 2. optimalisasi pembangunan pemanfaatan prasarana baru ruang serta lingkungan hidup e.LD T a h u n 1999 N o . Peningkatan penjernihan air g u n a m e n j a m i n k u a l i t a s . angkutan yang terpadu pelayanan b. pipa kualitas pelayanan air bersih Pembangunan distribusi instalasi. produksi dan jaringan . kaki kaki >'ang memadai untuk untuk jarak terutama relatif p e n d e k ketertiban dan Peningkatan dilakukan keselamatan disiplin lalu berlalu bagi lintas seluruh melalui peningkatan peningkatan lintas kelaikan yang pengguna jalan.

100 dan tahunan daya untuk tampung Banjir prasarana Kanal barat Peningkatan pengendalian menjadi 500 peningkatan daya t a m p u n g Cengkareng . yang sudah terlayani j a r i n g a n pipa d i s t r i b u s i h. Meningkatkan manajemen dan pengelolaan air air bersih. Pencegahan penanggulangan pencemaran terhadap s u m b e r air b a k u 5. dari kemungkinan perusakan lingkungan 47 Pasal Pengembangan diarahkan a. kawasan Pembangunan yang namun hidrant umum terminal dan pada air berkepadatan belum penduduk tinggi pipa rawan bersih terlayani j a r i n g a n air distribusi. efisiensi . Pengendalian resapan i. . Perlindungan waduk kualitas dan r e s e r v o i r alam rehabilitasi dengan air . . penggunaan airtanah kaw^asan air b e r s i h airtanah. Rehabilitasi mengurangi seluruh kebocoran dan . sumber : resevoir air berupa dan air bersih c. airtanah pada dan merintis pengisian r e s e r v o i r air b a w a h t a n a h g. Perluasan pemanfaatan hujan dan sebagai buatan alternatif melalui d.6 5 3. 23 . Penyeimbangan membangun airtanah yang reservoirnya kebutuhan penyediaan pada airtanah dengan pengguna melalui pengisian banyak. Pengurangan penggunaan kawasan .LD hun 1999 N o . resapan terutama cii kawasan air dan r a w a n terhadap dan Perlindungan pencemaran air hidup. jaringan pipa distribusi untuk 4. prasarana pengendalian banjir dan drainase melalui: kapasitas banjir m3/deiik. airtanah baik secara kawasan maupun alamiah penggunaan teknologi f Perluasan pembangunan sumur resapan . b. dan di dan terhadap situ-situ memperhatikan hulu serta kuantitas sumber-sumber kapasitas tampung dan b a n g u n a n e.

yang belum memper¬ P e n g e m b a n g a n p r a s a r a n a irigasi a. kembali dan polder pada kawasan sempadan sebagai sungai bagian kawasan menjadikan . sungai halaman (front yard) Peningkatan mikro dan kapasitas lokasi saluran makro. kapasitas utama . dengan diterapkan. k u a l i t a s dan b. Perluasan melalui dengan b.LD T a h u n 1999 Na 23 . Kerjasama pembangunan banjir dan masyarakat dalam prasarana/sarana dalam hal pengendalian pembiayaan penataan dan terutama pembangunan pemanfaatan Pasal hasilnya. Perlindungan bangunan diarahkan jaringan irigasi h a t i k a n k u a n t i t a s . ada saluran melalui penampungan . Pembangunan memenuhi dan kontinuitas saluran pemeliharaan standar teknis. optimalisasi sistem nonnalisasi sungai rendah bebas dari serta p e n g e m b a n g a n b. dari dimulainya 370 pelaksanaan dengan 13 m3/detik. c. instalasi Pengembangan pengolahan fungsi sebagai air l i m b a h air limbah . situ-situ dan waduk lokasi t e m p a t p e n a m p u n g a n antar dan pemerintah pengelolaan sungai e. air sub yang makro. secara b e r k a l a dan Pembangunan sebagai pengembalian fungsi air dan . Pengelolaan sistem daur ulang menyeluruh di K a w a s a n P a n t u r a . pengerukan d. pembangunan dengan Kanal kapasitas Timur saluran 220 peng- Suntcr-Cakung Banjir dan mS/detik.66 Drain hubung menjadi sungai 510 m3/delik. Penataan bangunan depan c. Pasal 49 diarahkan melalui sewerage terpusat terbaik : tertutup) modular Pengembangan prasarana a. 48 melalui : dengan aliran irigasi . pelayanan air l i m b a h sistem sistem (perpipaan dan yang sistem dapat lokasi pengembangan menggunakan teknologi waduk .

Pengembangan bagian dari dalam proses pengangkutan lokasi pengumpulan sampah sampah 83 sebagai sarana p e n g e l o l a a n serta n i e n i n g k a t k a n sampah B3 . Pengembalian fungsi drainase sebagai air saluran limbah. air h u j a n secara b e r t a h a p y a n g disertai pengelolaan Pasal 50 Pengembangan a. sementara pencemaran kesadaran masyarakat terhadap j. Pemanfaatan b a w a h tanah : areal R FH u n t u k instalasi pengolahan air limbah c. Pengembangan volume e. di : Pengembangan lokasi baru bagi kegiatan bagian sanitar\ selatan landfill andfill y a n g melayani wilayah b. Perluasan sampah). y a n g akan d i a n g k u t k e g. mengurangi sampah yang d i a n g k u t ke penggunaan lainnya WP dalam teknik Perluasan teknologi sebagian komposling sampah dan allernalif pada pengolahan WP khususnya : S e l a t a n .LL .U t a r a dan recycle plant Selatan-Selatan f Pembangunan untuk m e n g u r a n g i WP volume leiigah r^ampah Pusat . Pencegahan (TPS) sungai. m a u p u n di B3 baik TPA di : penggunaan sumber sampah. di lokasi-lokasi pinggir sungai pemahaman tempat untuk penampungan menghindari . prasarana persampahan diarahkan melalui 1 . penggunaan TPA incinerator TPA .6 7- d. metode pemilahan sampah. i. 23 . b a g i a n b a r a t dan teknik pengembangan dengan sanitary laut yang bagian reklamasi untuk melayani wila)ah Pengembangan teknologi transfer stalion lokasi untuk : untuk meningkatkan k a p a s i t a s daya angkut s a m p a h ke d. Penjajagan terpadu utara .hun 1999 N o . Peningkatan persampahan ulang) peran melalui TPA k h u s u s n y a di masyarakat serta dalam konsep penanggulangan Rcc> eling dan (daur pelaksanaan Reused (penggunaan kembali) Reduced (pengurangan h.

dan k o m e r s i a l energi t e r u t a m a di bahan bakar WT T e n g a h minyak pela^'anan bagi : kabel industri. dan : umum k o r i d o r frekuensi c. b. Pembangunan baru. maupun dengan sistem bawah bagi gelombang mikro jaringan tanah. Pasal Pengembangan a. 2 3 -68 Pasal Pengembangan a. pompa perkantoran.' ( .LD T a h u n 1999 N o . Peningkatan kabel b. prasarana telekomunikasi penggunaan sistem diarahkan baik . melalui Pengembangan jaringan bawah industri tanah terutama distribusi untuk kawasan . dan p e n n u k i m a n b a m stasiun-stasiun untuk d. telepon seluruh wilayah Paragraf Arahan Pengembangan Pasal (1) Pengembangan ditetapkan yang kota Jakarta diberikan kawasan dalam 8 Kawasan 53 Prioritas prioritas besar dan di kota tingkat untuk propinsi kontribusi berdasarkan sebagai strategisnya pembangunan kota j a s a mewujudkan internasional. bahan bakar gas Bus. industri. p e n n u k i m a n . komersial tenaga dan t r a n s p o r t a s i listrik. Pengembangan kawasan c. Pengembangan tenaga listrik pengadaan PLTU energi listrik dan melalui Tanjung pembangkit Priok ke Muara Karang -- sistem j a r i n g a n intcr k o n e k s i Jawa 52 Bali. Perluasan ke t e t a p dan distribusi warung telekomunikasi kota. (SPBG) minibus melayani angkutan umum e. prasarana energi pelayanan tanah 51 melalui : jaringan dan diarahkan gas serta Pengembangan pipa gas dengan dengan penambahan bawah memperbaiki ada di meningkatkan pemeliharaan jaringan yang kawasan . melalui dengan : sistem digital. p e n n u k i m a n . pelanggan sentral sistem Pengembangan jaringan kabel telepon telepon fasilitas dan fiber bergerak umum optik. dan terutama taksi. komersial.

seluas ± perairan Penataan koridor 1) Penataan sungai. Tanah Tata Tata Guna 54 air Pasal (1) .69 (2) Kawasan berdasarkan Prioritas untuk wilayah terhadap KotamadNa upaya yang ditetapkan misi kontribusi wilayah pencapaian bersangkutan. kembali orientasi b a n t a r a n kali Banjir kawasan pinggir dan suneai lingkungan dengan dan bangunan bebas dari bangunan. Tata dan Guna Tata Ruang Guna Bawah Li»u(. d i t e t a p k a n untuk 1. . Ma. air m i n u m usaha perkotaan wisata dan transportasi. Pembangunan Diupayakan prasarana Kanal Timur: selain juga fungsi untuk sebagai pemanfaatannya pengendali . banjir. 23 . penatagunaan peruntukan penetapan sungai. meliputi: Kawasan Pantura 1) P e r b a i k a n k u a l i t a s 2) Reklamasi 2. Umum 9 Air. pengembangan perikanan. 3. Koridor Sistem Angkutan Massal. . s u m b e r air b a k u 2. pertanian dan peternakan. 4. 13 lingkungan laut Pantai Teluk Lama Jakarta .700 b. pembangunan (3) Kawasan a. Lampiran Peraturan Daerah 2) Menata merubah saluran c. sungai : dan ruang Gambar koridor 41 13 pada kembali dimensi sebagaimana tercantum ini . kepentingan t r a n p o r t a s i dan r e k r e a s i d.LL hun 1999 N o . kegiatan keperluan : . Paragraf Arahan Guna Kebijakan Udara. permukaan dilakukan dan waduk Pengembangan melalui meliputi: a. situ Air sungai.Arahan tala (2) kebijakan tata guna dan meliputi kebijakan terhadap g u n a air p e r m u k a a n tata g u n a aiiair aiilanah. Kotamadya tingkat propinsi. .

penatagunaan air permukaan adalah pengembangan : sebagai beriktu a. terpadu kualitas dan debit daerah air sungai dilakukan (DAS) sungai mencakup aliran sungai air berpedoman kepada peruntukan b. banjir dan pengendalian pengolahan (3) Arahan limbah.LD Tahun 1999 N o . sumber berpedoman kepada peruntukan air k e b u t u h a n Kota Kota J a k a n a yang Jakana. Meningkatkan secara dengan tersebut. Situ-situ Waduk ditetapkan ditetapkan air untuk untuk perikanan dan rekreasi. Stasiun pemantauan di kualitas lokasi-loaksi dan yang debit air sungai dengan ditempatkan peruntukannya. selatan kota Jakarta limbah cair ke e. kebijakan berada yang di luar administrasi melakukan ditempuh pihak- koordinasi serta ikut dengan berupaya instansi memelihara dan yang terkait air. c. c. di kondisi adalah : ainanah dangkal a. kelestarian sumber-sumber (5) Arahan untuk pengembangan memelihara dan dan pemeliharaan yang ditempuh permukaan memperbaiki ainanah dalam ketat pada dalam ketat tanah . Pengawasan airtanah b. Peningkatan dilakukan sesuai kualitas secara dan volume air situ daerah dan waduk terpadu mencakup tangkapan air situ dan airnya dengan atau (4) Untuk wilayah adalah pihak waduk. . Mengawasi t e r u t a m a di kewajiban pembuatan . Mencegah merembesnya dalam tanah. resapan zona rawan realisasi bagian bagian tengah Kota Jakana sumur d. 2 3 -70- b. Melakukan U t a r a dan injeksi air t a n a h d a l a m di zona kritis di bagian . dewaicring langsung dan t e r u t a m a a i n a n a h secara ruang bawah Mengendalikan pembangunan dalam c. maupun secara pengambilan .

LL )iun 1999 N o . udara adalah sebagai pengembangan guna pemanfaatan dilakukan hutan ruang kota . jalur bawah pipa laut. laut kualitas penggunaan mendayagunakan pengembangan bagi tata guna adalah hijau sebagai lindung Pantai berikut: sesuai Teluk konservasi kawasan-kawasan di wilayah . (2) Arahan berikut. lindung. bangunan : pemanfaatan transportasi. bangunan untuk atmosphere listrik. 23 -71 Pasal (1) Arahan kebijakan lata hijau air ruang guna 55 laut meliputi rehabilitasi. lautan. Rehabilitasi telah khususnya pesisir Kepulauan untuk Seribu memulihkan kerusakan pesisir tatanan dan ekosistem atau yang mengalami wilayah Seribu . Pantai Teluk Mempertahankan mutu besena untuk kualitas air laut yang memenuhi terumbu baku karang pelestarian . dan konservasi mem¬ kawasan-kawasan pertahankan pemanfaatan (2) Arahan a. ekosistemnya Jakarta dan b. a. transponasi keselamatan dilakukan operasi pengamanan penerbangan sekitar b a n d a r udara . bangunan ruang pandang. bawah laut rekreasi serta k a b e l telekomunikasi 56 udara Pasal (1) Arahan ruang kebijakan udara tata guna meliputi kehidupan. Arahan kehidupan transmisi atas tinggi. laut. atas t a n a h . besarnya beban emisi iklim m i k r o ruang Pemanfaatan dengan untuk jalur . udara dan udara dengan program gas untuk atmosphere kota atau meny «bimbangkan penghijauan bakar dan hasil pengembangan dengan perubahan b. Mendayagunakan secara terpadu pemanfaatan untuk da\a dan penggunaan ruang lautan dengan seperti min)ak berbaga. pencemaran Jakarta dan khususnya Kepulauan c. sum b e r d a y a ekosistemn>a d. dukung olah kepentingan -lingkungannya raga. mempertimbangkan perhubungan. air dan tata telekomunikasi.

. Pemanfaatan lain ruang udara listrik untuk transmisi tinggi listrik antara untuk j a r i n g a n listrik . tanah kereta dan j e m b a t a n ruang pen\eberangan udara atas untuk sungai. Pemanfaatan bentang kawasan. bangunan gudang besena pemanfaatannya komersil fasilitas (4) Arahan lahan a. Pemanfaatan transportasi Angkutan . atas susun. pengembangan areal kepemilikan untuk yang Umum tata ruang bawah tanah di baw-ah umum adalah sebagai berikut: prasarana Sistim . pengembangan untuk sistim diarahkan Massal pengembangan beserta fasilitas penunjangnya . 23 -11- c. Pemanfaaian lain untuk ruang frekuensi udara radio. dan terutama ruang untuk kepentingan militer penunjangnya. bangunan simpang orang . tala guna ruang bawah tanah di (3) Arahan bawah pengembangan lahan areal kepemilikan dan pribadi dilakukan berdasarkan vanu ruang ruang ketentuan bangunan batasan untuk intensitas parkir. lain ruang untuk udara jalan berlaku untuk layang. tanah meliputi pribadi dan Pengembangan pengembangan areal bawah areal lahan kepemilikan kepemrlikan umum.LD T a h u n 1999 N o . Pemanfaatan pclaksanananya udara untuk sesuai bangunan dengan tinggi peraturan diatur perundang-undangan yang f Pemanfaatan antara layang g. ruang tegangan dan j a r i n g a n distribusi e. d. untuk buatan Pemanfaatan bangunan lain u n t u k j e m b a t a n h. untuk telekomunikasi micro wave antara dan gelombang sellular . alam ruang atau a n j u n g a n dan c o t t a g e ruang yang pandang dijadikan udara unsur terhadap orientasi Pasal (!) Arahan kebijakan ruang tata guna 57 ruang bawah tanah meliputi dan fungsi pemanfaatan perkotaan (2) untuk prasarana secara jaringan beserta fasilitasnya tata ruang di bawah terpadu. atas air antara .

antar geohidrologi m a u p u n ngunan bawah b a n g u n a n (6) Pengaturan akan yang lebih rinci tentang b a n g u n a n b a w a h tanah diatur tersendiri. . KDB Rendah .o t a m a d y a Kepulauan Seribu dan Kecamatan Penjaringan. b. h. Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Kawasan Sistem Hijau Hijau Lindung Binaan . pengembangan jaringan utilitas dan (5) Pembangunan struktur ba geologi mang dan tanah bawah tanah hams serta di memperhatikan keterpaduan atasnya. Paragraf Pengelolaan Kawasan Pasal (1) Kawasan Jakarta Hijau Utara Lindung di 59 2 Hijau Lindung terdapat pada wilayah K . Bagian Pemanfaatan Ruang Empat Wilayah 1 Kotamadya Paragraf Umum Pasal Rencana dengan Struktur Tata Ruang di 58 Wilayah Kotamadya diwujudkan yang pemanfaatan ruang masing-masing Kotamadya t e r d i r i atas : a. e. Permukiman Pemiukiman Bangunan Umum Bangunan Umum Campuran Industri dan . c. Pemanfaatan sanitasi. . KDB .LL Jiun 1 9 9 9 N o . : .73 b. 23 . r g. penunjangnya untuk c. . j. Pusat Kegiatan Sistem Prasarana W i l a y a h K a w a s a n Prioritas. Pemanfaaian transportasi fasilitas unmk kendaraan jalur penghubung dan pejalan dalam kaki sislini besena umum . d. k. Pergudangan . Rendah . i.

pariw isala b. tanaman berbunga sesuai api . Pelestarian rehabilitasi mangrove bakau dengan .^) PcngeU)laan kawasan bagian a. 2 3 74 (2) Pengelolaan Penjaringan a. dengan jenis dengan wilayahnya .LD T a h u n 1999 N o . pengelolaan kegiatan sekitar hutan dan e. Kemayoran. Penyelamatan baik daya nya : potensi keutuhan fisik keanekaragaman (habitat). ruang adalah : kawasan hijau binaan di masing-masing K o t a m a d y a Jakarta Pusat m e l i p u t i : 1. Paragraf Pemanfaatan Ruang 3 Hijau Binaan Kawasan 60 Pasal Pemanfaatan Kotamadya a. Penghijauan habitat burung dengan di tanaman yang berbiji pada koridor Monas. Peningkatan Nasional Laut efektifitas Taman pembangunan daerah penyangganya. pantura terutama pada sekitar hutan b a k a u vegetasi tanaman efisiensi dan d. Senayan sungai lapangan . hijau lindung hutan bakau mangrove : : di (. b. Pembatasan daerah yang kegiatan fisik dan kegiatan pelayaran sekitar dilindungi. T h a m r i n dan Penghijauan jalur jalan. darat K e c a m a t a n Penjaringan air laul fisik dilakukan dengan PencegaJian pencemaran Pembalasan dapat bakau sekitar hutan b a k a u terutama air laul yang pembangunan langsung hutan menimbulkan . Sudirman 2. Pengendalian kawasan kegiatan reklamasi . dan kereta Banteng. kawasan dilakukan hijau dengan lindung : di Kepulauan Seribu dan Meieslariakan bakauAnangrove ekosistem sebagai terumbu b a g i a n dari potensi karang kegiatan dan hutan . sumber genetik¬ wilayahnya serta kehidupan keanekaragaman c. pencemaran sekitar c. potensi sumber hayati.

ahun

1999 N o . 23

-7 5

3.

Penaiaan

areal

pemakaman sebagai

dan

penanaman ; pada 30

polion

p e l i n d u n g >'ang b e r f u n g s i 4. Melaksanakan seluas >. ±

peneduh (aman

refungsionalisasi

lokasi

9 lia ; lahan yang untuk padat ruang terbuka hijau di di Johar kawasan Karang Baru.

Pengadaan permukiman Anyar, Duri Galur,

penduduk, Pctojo

terutama Selatan,

Kebon

Kosong,

Pulo,

Tanah

Tinggi dan K a m p u n g R a w a ; untuk budi daya mengikuti ; pantai dan pelestarian ikan h i a s ;

6. 7. b.

Pengadaan Penanaman

r u a n g t e r b u k a hijau pohon pelindung

sempadan

sungai.

K o t a m d a y a Jakarta Utara meliputi 1. Penanaman hutan bakau : kota Waduk ; pelindung peneduh ; di

kawasan

h u t a n b a k a u di 2. Pembangunan produktif Waduk 3. di

Angke taman sekitar

dengan Pluit.

penanaman Waduk Sunter

pohon dan

Kemayoran pohon

Penanaman berfungsi

di

areal

pemakaman

\ang

sebagai pohon

4.

Penanaman jalan Tol ;

pelindung

di

Jalan serta

Tol jalan

Scdiatmo tol

dan

Cakung-Cilincing

menuju

pelabuhan 5. 6. Penanaman

pohon pelindung

mengikuti taman,

sempadan pada

sungai 26

:

Melaksanakan seluas ±

refungsionalisasi

lokasi

12.17 Ha lahan untuk ruang terbuka di hijau di kawasan

7.

Pengadaan pennukiman Penjaringan,

padat, dan

terutama

ka\sasan

Pademangan.

Cilincing. ; Kawasan Soekamo Kleselamatan hfana ; pohon dan

c

K o t a m a d y a Jakana Barat meliputi 1. Intensifikasi Operasi 2. pertanian di

sekitar

Penerbangan taman Sentra

Bandar Udara kota Primer dan Baru

i^cmbangunan pelindung ' T a m a n Sari di ;

penanaman Barat, Tambora

3.

Penanaman berfungsi

pohon

pelindung peneduh ; di

di

areal

pemakaman

yang

sebagai

4.

Pengembangan wisata ;

hutan

kota

Srengseng

untuk

kegiatan

LD T a h u n

1999 N o . 23

- 76

5.

Penataan hias;

kawasan

Rawa

Belong

sebagai

pusat

tanaman

6.

Melaksanakan seluas ±

reiungsionalisasi : pelindung

taman

pada

14

lokasi

3,44 Ha pohon

7. d.

Penanaman

mengikuti :

sempadan

sungai.

K o t a m a d y a Jakarta Selatan m e l i p u t i 1. P e n g e m b a n g a n budi di daya

tanaman Pasar

hias

dan

tanaman Jagakarsa

produktif terutama dan C i l a n d a k 2. Pengembangan ;

Kecamatan

Minggu,

hutan

kota Baru

di ; da>a

taman

Margasatwa

Ragunan

dan Blok P K e b a y o r a n 3. Pengembangan Manggabolong, dan 4. areal Situ ;

budi

perikanan Situ

terutama Situ

di

Situ

Babakan.

Ulujami,

Kalibata,

Situ P a n c o r a n pohon sebagai

Penanam berfungsi

pelindung peneduh kota ; di

di

areal

pemakaman

yang

5.

Pengembangan

hutan

sekitar

Situ

Babakan. ; 18

Situ

M a n g g a b o l o n g dan 6. Melaksanakan s e l u a s + 7,63 7. Pengadaan pemuikiman 8. c. Penanaman

Situ

K a m p u s UI

Jagakarsa pada

refungsionalisasi Ha ; kawasan ruang ;

taman

lokasi

lahan

terbuka

hijau

di

kawasan

padat p e n d u d u k pohon pelindung

mengikuti :

sempadan

sungai.

K o t a m a d \ a Jakarta Timur meliputi 1. Pengembangan selatan Ciracas 2. jalan dan program lingkar luar

pertanian di

pada

wilayah Pasar

bagian Rebo,

Kecamatan

Cipayung ; budidaya Cibubur tanaman dan hias tanaman di kawasan buah-buahan TMII. di

Peningkatan taman Condet; bunga

3.

Penanaman berfungsi

pohon

pelindung peneduh kota Kuda TNI ; di

di

area!

pemakaman

yang

sebagai

4.

Peningkatan Cijantung, Gadung, Kusuma

hutan Pacuan

Rawa

Dongkel,

Kopasus Pulo

Pulomas.

Kawasan Kompleks

industri Halim

Mabes ;

Cilangkap,

Perdana

LD

lahun

1999 N o . 2 3

-77-

5.

Pengembangan situ Tipar, Rawa kelapa

Taman

Kota

untuk Rawa Bujana

rekieasi Dongkel Tirta

alam Baru,

di

sekitar Rorotan, dan

Dua

Wetan,

Waduk Bening,

Pulomas,

Penggilingan

6.

Pembangunan Primer Bam

taman

kota

antara

lain

di

kawasan ;

Sentra

T i m u r dan

kawasan pada

p e m u k i m a n baru jalur jalan & jalan antara arteri

7.

Peningkatan jalan Tol

penghijauan Tol aliran Cipinang, Kramat);

lain serta ke

di di

Jagorawi, daerah

Cikampek sungai

sepanjang kota

yang

menjorok

dalam Dram,

(Ciliwung, & Jati

Sunter,

Cakung,

Cakung

Buaran 8.

Melaksanakan ± 2,26 Ha;

refungsionalisasi taman

pada

16

hikasi

9.

Pengadaan permukiman

lahan padat

unmk

mang

terbuka

hijau

di

kawasan

penduduk. Paragraf 4 Permukiman

Pemanfaatan

Ruang

Kawasan 61

Pasal Pemanfaatan Kotamadya a. mang adalah : kawasan

permukiman

di

masing-masing

K o t a m a d y a Jakarta Pusat; 1. Pembangunan kumuh berat dan mmah untuk tinggi susun di kawasan permukiman rendah, Karet Tinggi.

masyarakat di Hilir, Bundar dan

berpenghasilan Petamburan, T^anah

menengah, Tengsin,

Kelurahan

Bendungan dan Jati

Kelurahan ;

Kampung Rawa, 2. Perbaikan permukiman 3. Pelestarian pemugaran b

bangunan kumuh bentuk di daerah

mmah

Imgkungan program bangunan

di

kawasan ; rangka

ringan melalui dan fungsi

Tribma dalam

Menteng. ; susun berat di Koja, sederhana sekitar Cilincing, pada kawasan Tanjung dan

K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. P e m b a n g u n a n permukiman Priok, Kamal, ; mmah dan Penjaringan 2. mmah kumuh Kali

pelabuhan

Bam,

Pademangan

Pembangunan hasilan Utara,

susun tinggi

untuk pada

masyarakat areal ;

berpeng¬ Pantai

menengah

reklamasi

K e l a p a G a d i n g dan

Penjaringan

Timur: kawasan Duren Kecamatan Pancoran. Pulo Kelender. 3. 5 Permukiman 62 KDB rendah di masingKDB Rendah permukiman K o t a m a d y a adalah . Pisangan. susun Angke. Prapatan. Pembanguann Kramat Jati dan permukiman Saw'it. intensitas Budi. Perbaikan penduduk dan lingkungan relatif padat Tebet dan r a w a n b a n j i r . Pembangunan k u m u h berat di Rawa lain . Gadung. Peremajaan dengan Mampang 2. mmah Kali Kali Angke. 23 . d. dan m a m p a n g pada di Prapatan kawasan 3. Pesanggrahan susun di sederhana Kecamatan Pembangunan penduduk Kebayoran padat temtama Lama Tebet. lingkungan Program kawasan permukiman c. Kotamadya 1. Pancoran. Pembangunan Besar Utara. sepanjang j a l u r j a l a n k e r e t a api 2. Pembangunan Buaya. Perbaikan Perbaikan lingkungan pennukiman bangunan kumuh mmah ringan dan melalui di Kepulauan di Seribu . Kedaung dan kawasan Selatan permukiman : kota di dengan Setia bam. 4.78 3.LD T a h u n 1999 N o . di . Jakarta Barat: pada stasiun daerah Duri kumuh dan temtama lingkungan stasiun . Angke Anyar. . Kotamadya 1. Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal Pemanfaatan mang masing kawasan . sederhana Duri Utara. dan permukiman padat di selumh 3. Mampang Jakarta e. Perbaikan kawasan Tribina. K o t a m a d y a Jakarta 1. lain- Tambora. pada bam di Kecamatan 2. Perbaikan Kecamatan lingkungan . dan peningkatan Pondok mmah Kelapa. susun Bidara di Cipinang Cina. yang kawasan vertikal Pancoran. kawasan tinggi P r a p a t a n dan mmah perumahan Tebet. Kali pada permukiman Kapuk.

e. ICeselamatan c. Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal 63 Pemanfaatan ruang : kawasan bangunan umum di masing-masing K o t a m a d y a adalah a K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1. Paragraf Ciracas. Kotamadya Di Jakarta Pusat: Jakarta kawasan Utara : pemmahan untuk baru di Pademangan. Timur: pennukiman dan 6 Bangunan Umum di Kecamatan pembangunan K r a m a t Jati. program Kotamadya ruang pemanfaaian b. dan jasa Sudinnan-Thamrin kaki yang Umum terpaciu Masai melalui dengan Jakarta fasilitas pejalan pengembangan Sistem M - Angkutan Kota. K o t a m a d y a Jakarta Pengendalian Mmggu. pada koridor Blok . Selatan pembangunan dan pemiukiman di Kecamatan Pasar Cilandak. koridor perdagangan. pennukiman K o t a m a d y a Jakarta Pengendalian Cilincing. Penataan Abang dan kawasan Sawah sentra Besar. Kotamadya Pengendalian Cipa}'ung. lingkungan dan pembangunan Penjaringan menjamin pelestarian hidup. primer Senen dan lemah perdagangan Kemayoran : di kawasan Tanah dengan memperhatikan 2. pusat eksibisi Kemayoran pusat perkantoran. Penibangunan B a n d a r Baru 3. Jakarta Kecamatan Jagakarsa. Pasar Rebo. Jakarta Barat: bam di kawasan Hatta. Penataan disepanjang penyediaan pedagang ekonomi perkantoran dan .Ihun 1999 N o . Kotamadya Pengendalian Operasi pembangunan Bandara : i'enerbangan Sukanio d. 23 -7 9- a. fungsi Pusat tidak terdapat KDB rendah.

rekreasi. dengan penyediaan perdagangan danjasa pariwisata Baru serta Pembangunan perdagangan Kotamadya. . Kotamadya L Penataan Taman sarana 2. Penataan Melayu. Sentra dan Primer sebagai pusat perkantoran pemerintahan b. K o t a m a d y a Jakarta T i m u r : 1. Timur pusat sebagai pusat jasa di Kampung J a t i n e g a r a dan Sentra dan Pembangunan perdagangan Kotamadya. kawasan : niaga terpadu di Kawasan Kuningan. Barat pusat Tambora pejalan dan kaki. 23 . K o t a m a d y a Jakarta Selatan Pengembangan Terpadu Casablanca. K o t a m a d y a Jakarta Pusat Pembatasan hanya raga untuk dan fungsi bangunan umum di kawasan Senayan olah mendukung sebagai pusat pemerintahan. K o t a m a d y a Jakarta Utara Penataan Sudarso kawasan untuk : dan jasa di kawasan Tanjung Yos perdagangan kegiatan menunjang Barat: Pelabuhan Priok. Niaga dan Sudirman. c. Kawasan Segitiga e. 2. kawasan perdagangan K r a m a t Jati Primer Baru serta dan . perkantoran pemerintahan Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Rendah Pasal 64 7 Bangunan Umum KDB Pemanfaatan ruang kawasan : : bangunan umum KDB di masing- m a s i n g K o t a m a d y a adalah a.8 0 b. Jakarta kawasan Sari kota tua di Kecamatan fasilitas .LD T a h u n 1999 N o .

K o t a m a d y a Jakarta Selatan 1. 2 3 -8 1- b. kawasan vertikal Yos campuran temtama bangunan di kawasan Kelapa umum Jalan dengan L. K o t a m a d y a Jakarta Utara Pengembangan Kapuk. Kotamadya Jakarta Pengembangan K a w a s a n Pulo bangunan Mas. Timur: pembangunan Cilandak. penyediaan Abang. c.odan. Besar. dan secara Sudarso. b. Sawah Tanah . Penataan Jaksa kawasan bangunan umum campuran di Jalan untuk mendukung : pariwisata multistrata. Taman umum Mini. Cjadmg. Pademangan. dan bangunan umum Pasar M i n g g u .LD T a h u n 1999 N o . . bangunan : umum KDB dan rendah di Kamal. mang adalah : Pusat: kawasan Kawasan 65 campuran Campuran di masing-masing Kotamadya 1. Gambir Kemayoran 2. Sunter. . bangunan Pengendalian di Kecamatan pelaksanaan Jagakarsa. di Paragraf Pemanfaatan Ruang Pasal Pemanfaatan Kotamadya a. dengan Cilangkap. Pengembangan Pinang 2. 8 KDB dan rendah Cibubur. Kelapa Gading. K o t a m a d y a Jakarta Utara Pengembangan pemmahan Martadinata. Cilincing. program orientasi sungai muka bangunan. Cihnciag. c K o t a m a d y a Jakarta Barat: Penataan bangunan dan umum Kali KDB Grogol sebagai : umum KDB rendah di Pondok rendah melalui di koridor sungai Prokasih Pesanggrahan dengan d. Jakarta Peningkatan disertai Johar dan intensitas bangunan dan perbaikan lingkungan memadai di dengan Bam. inlrastmktur yang Senen.

2. K o t a m a d y a Jakarta Barat Peningkatan lingkungan di intensitas Kecamatan bangunan Tambora : campuran vertikal bangunan di umum Setiabudi. perdagangan Gading.LD Tahun 1999 N o . Menteng Pondok Paragraf Pemanfaatan Ruang Kawasan Pasal Pemanfaatan ruang kawasan : : industri 9 t Industri 66 dan dan Pergudangan p e r g u d a n g a n di masing- m a s i n g K o t a m a d y a adalah a. Penataan industn kecil tennasuk . pemmahan Pesanggrahan kawasan secara temtama Lama . Raden secara Dewi Inten. perbaikan Taman d. Jakarta Pusat kegiatan industri menengah Besar. K o t a m a d y a Jakarta Selatan L Pengembangan dengan Tebet. . K o t a m a d y a Jakarta Timur : Peningkatan Jalan Otto kawasan campuran DI dilakukan Panjaitan. dan K e b a y o r a n Pengembangan berpolusi Kebayoran dan industri berwawasan kecil/mmah lingkungan tangga hidup yang tidak di temtama Lama. c. dan Penjaringan. Cilincing. Gede. Kotamadya Relokasi bertahap b. industii menengah dan besar . disetai dan dengan San. Ujung di Iskandardinala. vertikal Sarlika. Relokasi Ancol 3. Raya Jalan Pahlawan dan Jalan Kalimalang. M a m n d a dan fasilitas Cilincing Penyediaan kegiatan Kelapa pergudangan «dan jasa di untuk menunjang Koja. penyediaan pengelolaan l i m b a h d i C i l i n c i n g dan K a l i B a m 2. 2 3 -82- c. yang berpolusi dan Barat. dan besar secara dari Kecamatan : Sawah K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Revolusi.

2 3 -83- c. . Pembangunan industri. Pembangunan kembali lingkungan mang terminal bagi fasilitas fasilitas p e r d a g a n g a n dengan lemah dan perbaikan perdagangan ekonomi secara . Duren dan K r a m a t j a t i 3. Penataan Ciracas 2. . menengah secara industri Kecamatan Jakarta Kebayoran e.LDTa' 1999 N 0 . menyediakan serrta penataan angkutan pengusaha penumpang terpadu dengan k e r e t a api di K a w a s a n S e n e n . Paragraf Pemanfaatan Ruang 10 Pusat Kegiatan Sistem Pasal 67 Pemanfaatan mang untuk adalah : Sistem Pusat Kegiatan di masing- masing Kotamadya a. kawasan sepanjang koridor Mookervaart Cengkareng Pembangunan pergudangan d. P e m b a n g u n a n serta 2. Kotamadya 1. pemiukiman limbah Sawit kawasan dan Pekayon kawasan di industri yang berlokasi fasilitas Pondok penyediaan di Penggilingan. K o t a m a d y a Jakarta Relokasi bertahap kegiatan dari Selatan : besar dan Lama. Kalideres 1. selektif. pengolahian Bambu. Kotamadya Jakarta Barat: industri Sungai di di Cengkareng. Penataan dengan temtama Timur: industri menjadi di Pulo Gadang. K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1. dan Kalideres. industri dekat Cakung. di dan pergudangan perdagangan jalan di yang menunjang Cakung dan jalan kegiatan temtama Lingkar Kecamatan Cilincing sepanjang Cakung Luar.

lama di dengan Cengkareng sebagai pusat peningkatan .D T a h u n 1999 N o . Perbaikan penataan lingkungan sarana dan . fasilitas perdagangan kaki dan dengan parkir di prasarana pejalan Kawasan Mayestik 3. distribusi di Rawa fasilitas serta perkantoran dan RTH Pembangunan mmah susun beserta pengembangan K a w a s a n J a l a n S. 2 3 -84 2. p e n g e m b a n g a n disertai Selatan sarana : perparkiran pasar terpadu mduk dengan baru sistem transportasi terpadu dengan terminal pada penataan . sarana pedagang Kaki Lima K a w a s a n Blok M 2. P e m b a n g u n a n kegiatan sarana : dan tingkat Sudarso . d. Perbaikan penanaman penataan Kelapa Imgkungan pohon sarana dan fasihtas pelindung prasarana Gading. Jakarta Barat: bam temtama fasilitasnya . umum dengan terpadu prasarana a n g k u t a n k a r e t a api di K e b a y o r a n L a m a . 2. Pembangunan peningkatan kembali sarana fasilitas perdagangan serta penyediaan dengan sarana peiparkiran . Kotamadya 1. Peremajaan umum pada pasar lama pengaturan Hilir. Perbaikan penyediaan lingkungan sarana fasilitas perdagangan angkutan . moda angkutan Kawasan Bendungan b. K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Pembangunan bahan pangan Buaya. K o t a m a d y a Jakarta 1. Perbaikan Parman lingkungan pasar s a r a n a dan p r a s a r a n a p e j a l a n k a k i 3. c. dan dan p r a s a r a n a p e j a l a n k a k i 3. perdagangan secara pejalan terpadu kaki di dengan melalui Kawasan prasarana pendukung secara pusat terpadu pemerintahan Kotamadya di k a w a s a n Jalan Yos 2.

sebagai jalan tembus t e m t a m a di kawasan .L D T a h u n 1999 N o . Perbaikan penataan Cilandak. pasar beras dengan transportasi Paragraf Pengembangan Sistem Pasal Pengembangan Kotamadya a. Pembatasan kawasan pengaturan lalu terbatas perparkuan Mada A n c o l . Hayam Wumk lokal yang Cikini. induk pusat sistem distribusi bahan di Peningkatan pangan Cipinang.Pai lintas lalu di melalui Imtas kawasan penerapan (resthcted Sawah . kembah pasar . 11 Prasarana 68 di masing-masing Wilayah transportasi K o t a m a d y a Jakarta Pusat: 1. persimpangan jalan yang diprioritaskan perlintasan jalan Tanah Aban^ mas Gadung.an sistem Pasar Minggu lingkungan sarana dan fasihtas perdagangan kaki dan dengan parkir di prasarana pejalan K o t a m a d y a Jakarta Timur : 1. Peremajaan distribusi 3. Jatinegara 2. B e s a r dan Gajah 3. Pengembangan mas Timur arteri pada dan Barat. e. Perbaikan penataan hngkungan sarana dan . lama terpadu deng. lingkungan bahan pangan kapasitas terpadu di di K a w a s a n J a t i n e g a r a Pasar Induk sebagai Kramat Jati. fasihtas perdagangan kaki dan dengan parku di prasarana pejalan M a m p a n g Prapatan 5. Pembangunan jaringan jalan berfung^si Kramat . kebijakan zone) serta Mangga Besar. 2 3 -8 5- 4. Perbaikan peningkatan dengan lingkungan fasilitas fasilitas perdagangan dan perdagangan batu aji lama yang kaki : pusat dan disertai terpadu penataan sarana prasarana pejalan dengan sistem t r a n s p o r t a s i 2. adalah prasarana . termasuk p e n y e l e s a i a n kereta Merah api Pulo . Pembangunan t r a n s p o r t a s i di 6. T a n a h A b a n g .

dan kapasitas jalan temtama lokal pada yang pusat sebagai terobosan p e r d a g a n g a n d a n j asa 4. termasuk perbaikan dan Kembangan.L D T a h u n i 999 N o . P e m b a n g u n a n Kodya pada perbatasan jalan . Jakarta Utara Pembangunan yang terpadu fasilitas. Peningkatan simpang Tambora : di Rawa Buaya manajemen kawasan lalulintas Kebon Jemk. Penataan moda . angkutan disesuaikan hirarkhijalan 8. . dengan sistem angkutan umum umum yang massal 7. dengan sarana dan prasarana umum yang transportasi sistem dan angkutan jalan massal. Kotamadya Jakarta 1. mendukung Mamnda dan 2. Peningkatan fasilitas manajemen kaki lalu lintas di . sungai Kali dan jalan Kali sepanjang . . . penyediaan yang dan Kali padat stasiun Bam. M a r t a d i n a t a dan L o d a n P e m b a n g u n a n dan p e n i n g k a t a n j a r i n g a n j alan Kabupaten Tangerang Barat: dan peningkatan sisi selatan serta jalan Kali Sentra dan Kotamadya Bekasi. Primer Barat sejajar k e r e t a 2. Penataan kelengkapan lalu kereta lintas api nianajemen sarana temtama serta Jago. LItan K a y u . di perbatasan c. fasilitas dengan fasilitas temtama di pejalan kawasan kaki Senen temiasuk dan Tanah Pembangunan yang terpadu sarana dan prasarana transportasi . Peningkatan berfungsi jaringan jalan . terminal Johar seperti kawasan Bendungan b. 2 3 -86- 4. pejalan temtama kawasan Cilmcing. dan pembangunan Yos Sudarso. 5. Pembangunan jalan kereta api di mspeksi Kah sepanjang Sentiong. antar wilayah kawasan jalan Kamal 3. Tangerang. Pembangunan penyeberangan Abang 6. lalu di lalu lintas sekitai di lintas pada dan kawasan bus Bam. Peningkatan sistem janngan arteri di transportasi Raya . K a l i J t e m 5. api Mookervart. Ciliwung. Kotamadya 1.

Peningkatan antar yang mendukung Kabupaten lalu Bogor lintas dan wilayah . arteri dan prasarana sistem angkutan u m u m massal 2. moda perbatasan Tangerang 5. Pembangunan Selatan fasilitas. Pembangunan tembus jalan berfungsi seilajalan mspeksi dan 3. dengan sarana dan prasarana umum transportasi sistem : angkutan massal. umum fasilitas Timur yang disesuaikan dengan hirarkhi berikut penunjangnya. P e m b a n g u n a n fasilitas Melanjutkan Buaya berikut 6. dan dan manajemen di lalu lintas Sentra dan pejalan kawasan Primer Timur. Penataan jalan. Peningkatan penyediaan Segitiga Prapatan manajemen kaki temtama Bam lalulintas di Kawasan mampang Kebayoran dan 4. 2. Pembangunan jaringan jalan T i m u r dan y a n g melayani lokal pusat-pusat yang sungai . Penyediaan gedung fasilitas di paikir di luar badan serta jalan seperti parkir . . Pembangunan jaringan jalan transportasi antar dan fasilitas Kuningan. lintas Tua pembangunan terminal Rawa sarana dan p r a s a r a n a p e n u n j a n g fasilitas. parkir kawasan Glodok. serta 3. . jaringan di jalan yang mendukung ke arah sistem wilayah yang penerapan pejalan menuju barat. . srana .k a w a s a n yang rawan 4. penataan pada k a w a s a n . terpadu pejalan kaki k e m a c e t a n lalu di kawasan Kota penumpang . Peningkatan fasilitas Bam penerapan kaki temtama . e. 5. Pulo G a d u n g . jalan K o t a m a d y a Jakarta 1. penunjang Sentra kegiatan Primer lainnya sebagai Bam . 23 3. Pembangunan Kampung prasarana relokasi penunjang Terminal Terminal penumpang Rambutan . Jatinegara sarana 4. K o t a m a d y a Jakarta 1.LD Tahu» i999 No. Pembangunan yang d.

Perluasan peningkatan hidrant terutama penduduk . Perluasan terbuka kawasan resapan air m e l a l u i penambahan ruang hijau. dangkal di kawasan 3. di kawasan melalui penyediaan air bersih. Kotamadya 1. padat c. 23 . resapan airtanah . umum pada Selatan : pelayanan air bersih dan terlayani . Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. Pencegahan pencemaran Cilandak e. Pembatasan pennukiman pengambilan secara bertahap pengambilan . Perluasan terbuka d. jaringan kegiatan* di pendistribusian yang belum umum lokasi pada kawasan permukiman yang 2. Kotamadya 1. Perluasan kawasan . kawasan pennukiman yan g penduduknya . jaringan kegiatan di pendisU-ibusian yang belum lokasi kawasan yang padat penduduk dangkal Pembatasan pemiukiman pengambilan secara bertahap pengambilan . air melalui penambahan ruang t e r b u k a hijau 5. 3. Perluasan peningkatan hidrant terutama 2.8 9 5. resapan airtanah . Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. dan peresapan air limbah air ke dalam di tanah dan sumber-sumber Pasar Minggu. terutama Jagakarsa. padat Perluasan peningkatan hidrant terutama umum jaringan kegiatan di lokasi pendistribusian yang belum pada . Jakarta Barat: pelayanan air bersih dan terlayani melakii penyediaan air bersih.LD T a h i W N O . kawasan hijau air m e l a l u i penambahan ruang K o t a m a d y a Jakarta 1. Jakarta Timur: pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air bersih.

LD T a h u n 1999 N o . Melati bersih. dangkal di kawasan secara bertahap pengambilan . Perluasan peningkatan hidrant temtama 2. dengan sarana prasarana umum transportasi sistem Pasal a^igkutan 69 di massal. di 3. Pelarangan airtanah . Pemanfaatan waduk dan Waduk reservoir Waduk Senayan. Perluasan peningkatan hidrant temtama jaringan kegiatan di lokasi pendistribusian yang belum umum pada k a w a s a n yang padat sebagai penduduknya air d i 2. Jakarta Pusat. melalui penambahan mang Jakarta Utara jaringan kegiatan di : pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air . sumber air d a n air b e r s i h masing-masing Kotamadya Kotamadya 1. Perluasan terbuka b. air dalam k a w a s a n zona kritis 5. Penataan moda disesuaikan . Pembatasan permukiman 4. pelayanan air bersih dan terlayani melalui penyediaan air . air laut peningkatan hasil olahan 3. Prasarana adalah . Pembatasan Pelarangan airtanah . pengambilan serta pengangkutan. 4. pengambilan pengambilan airtanah resapan airtanah dangkal secara b e r t a h a p temtama . Peningkatan antar w i l a y a h janngan jalan yang mendukung lalu Bekasi . a. pendistribusian yang belum umum pada lokasi kawasan yang air padat p e n d u d u k n y a untuk Peningkatan dengan jaringan pelayanan mmum sistem Kepulauan pengembangan perpipaan . 1. penggunaan resen/oir. lintas d i p e r b a t a s a n K o d y a B o g o r dan angkutan umum yang 6. Seribu bersih. 23 . Kotamadya daerah hijau.88 5. dengan hirarkhi jalan berikut 7. Pembangunan yang terpadu fasilitas penunjangnya dan fasilitas. airtanah dalam temtama di zona kritis airtanah .

Kali bangunan Cakung Kanal. dan Polder ilegal d i Banjir K a n a l . prasarana dan sarana air dan pengendalian masing-masing Jakarta Kotamadya Pusat: Kali adalah Kotamadya 1- Peningkatan kapasitas M a l a n g . Kali Kali Mati 2. Peningkatan saluran pada b. resapan airtanah . tanah dan pencemaran Pasar sumber-sumber Rebo. kapasitas di saluran untuk tol Drain. 2. K r a m a t Jati d a n dan Makasar Pengamanan peningkatan Pasal fungsi 70 tata : Kanal Tamm Barat. kapasitas K a l i D u r i dan K a l i sungai serta saluran penghubung sistem lingkungan dataran pengembangan areal rendah. 2 3 -90- 2. kapasitas air saluran di untuk kawasan masalah Mangga temtama Dua Mangga dan Jati 3. Besar. Pembangunan menyelesaikan Sawah Pinggir. Pencegahan limbah air ke dalam di . Kepala Gading. 4. : Kali Kali Cakung . air air melalui penambahan ruang t e r b u k a hijau 5. Kali Sentiong. Pengembangan banjir di a. dangkal di kawasan 3. Penataan bantaran sungai melalui penertiban Ciliwung bangunan . Ciliw^ung. Pademangan bantaran Kamal. dan peningkatan genangan Besar. Perluasan kawasan . Kali Item. Pembatasan pennukiman pengambilan secara b e r t a h a p pengambilan . Pelarangan airtanah dalam terutama di Zona kritis airtanah 4. dan Kamal peningkatan terutama genangan kawasan jalan kawasan Pluit. Kebon Bawang. . 6. Penataan ilegal di R a w a B a d a k dan sungai Banjir . terutama Cipayung. dan Kali C i l i w u n g . Ciracas. Peningkatan kapasitas L a m a . 3. Kali C i l i w u n g . melalui Kali penertiban Sunter. Tugu : Utara.LD T a h u n 1999 N o . Pembangunan menyelesaikan Sediyatmo. Kali Cakung K o t a m a d y a Jakarta Utara 1.

Jagakarsa Jakarta Kebayoran Timur: Kali Ciliwung. saluran untuk Bintaro. . . Tubagus G r o g o l dan K a l i kapasitas Banjir Kanal sungai. Pasar Minggu. e. dan Kali Kali Mookervart. Peningkatan saluran Baru kapasitas saluran penghubung sistem dan Polder lingkungan pengembangan p a d a areal d a t a r a n r e n d a h 5. Peningkatan Kali K r u k u i .arahan. Penataan ilegal Selatan : Kali Pesanggrahan. Pembangunan menyelesaikan Ulujami. peningkatan air kapasitas di saluran kawasan Tegai genangan Kapuk terutama Muara. c. 23 -91 4. Kotamadya 1. Kali Kali Tubagus . kawasan Kembangan dan d. kapasitas Kali S u n t e r dan Kramat. Kali kapasitas Sepah. . air t e r u t a m a Petogogan. Peningkatan Kali Cipinang. dan Kamal Kedaung Angke 3. kapasitas Kali dan B a r u d a n Kali C i l i w u n g peningkatan kapasitas di genangan Raya. Pembangunan menyelesaikan Merah. di Rawa Buaya sungai Kali bantaran bantaran melalui penertiban Kali bangunan Angke. Kotamadya 1. . Jelambar. Duri . serta . K o t a m a d y a Jakarta 1. air di Pesangg. tangkapan dan kawasan Lama. Banjir K a n a l dan Grogol 2. air d i saluran dan penghubung sistem dan lingkungan pengembangan Polder dataran rendah tangkapan Barat: 5. Pembangunan Penjaringan. Kali Jati Kali Baru Timur. 2. Pembangunan Cilandak. Pembangunan Kali D e r e s . untuk Pai Alur. Penataan ilegal Kali 4. Jakarta Peningkatan Angke. . Mookervart. 3. sungai serta . Bukit Kali Grogol. Peningkatan saluran p a d a areal kapasitas sungai. air di Peningkatan saluran p a d a areal saluran penghubung sistem dan Polder lingkungan pengembangan dataran rendah tangkapan 5.LD T a h u n 1999 N o . serta . kawasan Ciledug Gandaria dan bantaran sungai Kali melalui Kali penertiban bangunan Kali di bantaran Ciliwung. G r o g o l dan Kali 4.

C i l a n g k a p dan Pasal 71 sanitasi Ciracas. Pembangunan Kusuma. prasarana di 3. peran serta terlayani. air air limbah dan Bandar instalasi Baru limbah kawasan 4. Pembangunan menyelesaikan Kampung Dewi dan peningkatan air kapasitas di saluran kawasan Pala. Jaya. Pembangunan jaringan pengolahan Kemayoran . penghubung sistem dan Polder Peningkatan saluran p a d a areal kapasitas sungai. . . Kali Jali Cipinang. prasarana Kotamadya dan sarana : dan persampahan di adalah K o t a m a d y a Jakarta P u s a t : 1. 23 92 Seri : D N o m o r : 23 2. Otista Kampung Raya. sementara pada setiap 5. Kali Kali Ciliwung. Peningkatan saunpah. Nanas. genangan terutama Makasar. P e m b a n g u n a n j a r i n g a n Jalan Hayam limbah 2. Sunter dan Kratnat. dan masyarakat konsep dalam 3R pengelolaan reduced. air Jalan limbah pada kawasan Jalan air G a j a h m a d a dan pembangunan instalasi pengolahan Melati. Pengembangan masing-masing a.LD T a h u n 1999 N o . Wuruk Waduk Jalan dan prasarana Thamrin. Pondok sungai Kebon Bambu Kebon Cipinang Sartika. Rambutan. Sudirman. penerapan (reused. C i p i n a n g M u a r a dan 3. Penataan ilegal di bantaran bantaran Kali melalui penertiban Kali Baru bangunan Timur. septicktank komunal penduduk pada sedang kawasan terutama Pembangunan permukiman pada kawasan dengan kumuh kepadatan . air di saluran lingkungan pengembangan dataran r e n d a h tangkapan 5. serta . Pengembangan dianiaranya pada yang kawasan belum penggunaan penggunaan pennukiman teknologi incinerator padat di pengolahan yang sisi sampah ditempatkan sungai bantaran sepenuhnya lokasi . Pengadaan Kelurahan penampungan 6. dengan recycling). kawasan Halim Perdana Pasar R e b o . 4.

c. penerapan (reused. P e m b a n g u n a n transfer station di Pengembangan diantaranya pada kawasan penggunaan Duri Kosambi . 9 9 9 N o . dan masyarakat konsep dalam 3R pengelolaan reduced. transfer station 3. 23 -93 b. K o t a m a d y a Jakarta Litara L : prasarana air limbah dan Limbah pada Pluit di kawasan serta Waduk Pembangunan jaringan Tanjung Priok. 4. peran serta ditempatkan sungai bantaran terlayani. P e m b a n g u n a n j a r i n g a n Glodok. Peningkatan sampah. sampah teknologi incinerator padat . dan Instalasi Pengolahan Waduk Sunter. Pengembangan diantaranya pada yang kawasan belum penggunaan teknologi incinerator padat di pengolahan yang sisi sampah penggunaan pennukiman sepenuhnya lokasi . dengan Waduk 2. . Pengadaan Kelurahan : sepenuhnya terlayani lokasi penampungan sementara pada setiap . kapasitas transfer station Pluit. di pengolahian yang sisi penggunaan permukiman ditempatkan sungai bantaran yang belum 5. di Sunter Sunter Utara dan dan di 4. sementara pada setiap 5. Peningkatan pembangunan Cilincing . air limbah pacia kawasan Duren di sekitar Parman. prasarana Jl. recycling) 7. septicktank komunal penduduk pada sedan. Pengadaan Kelurahan penampungan 6. limbah Waduk Tomang Pembangunan permukiman septicktank dengan kepadatan . Pantai Mutiara. g kawasan temtama Pembangunan permukiman pada kawasan dengan kumuh kepadatan . Tanjung air pembangunan Grogol dan instalasi pengolahan . Air pembangunan Pluit 2. Kotamadya Jakarta 1. S. Penanganan sampah/limbah Barat: di perairan laut. Grogol.LD Tahi. dengan . komunal penduduk pada sedang kawasan temtama pada kawasan k u m u h 3.

pengadaan Pengadaan Pasal Pengembangan wilayah a. Pasal Pengembangan Kotamadya a. telepon peningkatan permukiman telekomunikasi penduduk. penghubung- pusat-pusat aktifitas pelayanan masyarakat. sektor : Listrik 72 dan Gas di setiap wilayah adalah Pengembangan jaringan untuk memenuhi transmisi dan distribusi tenaga listrik kebutuhan masyarakat. Pengadaan Kelurahan 6. . sepenuhnya terlayani lokasi penampungan sementara pada setiap peran serta masN'arakat konsep dalam 3R peng. telepon dan kawasan melalui teknologi telekomunikasi b. Peningkatan sampah. Pengembangan melalui Bakar pelayanan energi gas Stasiun untuk transportasi Bahan pemerataan Gas (SPBBG). prasarana adalah sistem dan : 73 Telekomunikasi cii setiap sarana Kotamadya Pengembangan penerapan pelayanan telekomunikasi yang memadai. dan . penetapan (reused. 23 -95 4. Pengembangan diantaranya pada kawasan penggunaan penggunaan pemiukiman teknologi incinerator padat .elolaan reduced. rumah d. di pengolahan yang sisi sampah ditempatkan sungai bantaran yang belum 5. dan j a s a .LD Tahun i ^ 9 9 N o . Penambahan Perluasan pelayanan padat dan p e m b a n g u n a n pengadaan warung sentral-sentral umum di baru . dengan recycling). c. jalan umum pada seluruh b. kawasan indutri. Pengembangan gas terutama susun di . Pemerataan lingkungan jalan serta umum pelayanan permukiman pada jalan penerangan dan peningkatan jalan kualitas penerangan taman protokol. dan penambahan jaringan perdagangan distribusi serta c.

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

-94

6.

Peningkatan sampah, dan

peran

serta

masyarakat konsep

dalam 3R

pengelolaan reduced.

dengan recycling).

penerapan

(reused.

d.

K o t a m a d y a Jakarta 1.

Selatan

: prasarana air limbah Tebet pada dan kawasan

Pembangunan jaringan Kuningan, serta Setiabudi,

Casablanca, kapasitas ;

Manggarai Air

peningkatan

Instalasi

Pengolahan

Limbah Waduk 2. Pembangunan permukiman pada kawasan 3. Pembangunan lingkar 4. luar;

Setiabudi

septicktank dengan kumuh transfer kepadatan ; station

komunal penduduk

pada sedang

kawasan temtama

di

bagian

selatan

jalan

Pengembangan di pada yang antaranya kawasan belum

penggunaan penggunaan permukiman

teknologi incinerator padat di

pengolahan yang sisi

sampah

ditempatkan sungai

bantaran

sepenuhnya lokasi

terlayani; sementara pada setiap

5.

Pengadaan Kelurahan,

penampungan ^

6.

Peningkatan sampah, dan

peran

serta penerapan

masyarakat konsep

dalam 3R

pengelolaan reduced,

dengan recycling). Jakarta

(reused.

e.

Kotamadya

Timm

: prasarana Kelapa air Gading limbah pada kawasan dengan Waduk instalasi

1. Peningkatan j a r i n g a n Pulo Mas dan

sekaligus Air Limbah dari ;

pembangunan Pulo Mas

Instalasi

Pengolahan prasarana air Pulo

dan j a r i g a n

limbah

p e n g o l a h an 2. Pembangunan permukiman

limbah pada kawasan septicktankdengan kepadatan ; transfer station

Gadung pada

komunal penduduk

kawasan temtama

sedang

pada kawasan kumuh 3. Peningkatan pembanguann lingkar luar; kapasitas transfer

station di

di

Cakung selatan

dan jalan

bagian

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

-

96-

Paragraf Pengembangan

12 Prioritas

Kawasan 74

Pasal (1) Pengembangan diarahkan dan fungsi pada kawasan bagian

prioritas kota

di yang

tingkat

Kotamadya peranan ekonomi,

wilayah

memiliki kegiatan :

strategis

bagi

pengembangan meliputi

sosial, a.

b u d a y a dan

l i n g k u n g a n kota. Pusat: Medan

Kotamadya 1. Kawasan

Jakarta Taman :

Merdeka

sebagai

pusat

Pemerintahan 2. Pengembangan

Bandar

Baru dan

Kemayoran intemational

sebagai ; pusat

pusat

bisnis berskala nasional 3. Penataan Kawasan dan j a s a

Tanah ;

Abang

sebagai

utama

perdagangan 4.

Pengembangan sebagai kawasan

Kawasan

Terpadu Jasa dan

Waduk

Melati

Perdagangan ;

pennukiman.

b.

K o t a m a d y a Jakarta Utara 1. Pengembangan pusat pariwisata

Kawasan yang

Kepulauan

Seribu,

sebagai

didukung dan

dengan

peningkatan dengan cagar

kualitas

lingkungan

perhubungan dan pelestarian

pemberdayaan budaya; 2. Pengembangan pariwisata lingkungan 3.

masyarakat

Kawasan

Sunda

Kelapa

sebagai

pusat

dengan dan

penataan ;

pelabuhan,

perbaikan

pemugaran kawasan kawasan laut;

Pengembangan Angke kegiatan sebagai

permukiman pariwisata

nela}an dan

Muara tempat

bahari

perikanan kawasan lindung. Barat

4.

Pelestarian kawasan

Hutan

Angke

Kapuk

sebagai

c.

K o t a m a d y a Jakarta 1. Pengembangan sebagai pusat

: Sentra Primer Baru Barat

Kawasan

Pemerintahan Jasa:

wilayah

Kotamadya,

Perdagangan

dan

; 9 9 9 N o . 23

-

97 -

2.

Pengembangan Pancoran sebagai

Kawasan kawasan

Kota bersejarah Sentra

Tua ;

Glodok

-

3.

Pengembangan sebagai

kawasan

Bunga

Ra-wa

Belong ; pasai

p u s a t p e m a s a r a n b u n g a dan t a n a m a n h i a s kawasan pangan stasiun Selatan kawasan bisnis Rawa Buaya sebagai dengan

4.

Pengembangan induk bahan

yang kereta : Segi

terpadu api.

terminal

penumpang d.

dan

K o t a m a d y a Jakarta 1. Pengembangan pusat kegiatan :

Tiga

Kuningan dan pusat

sebagai kegiatan

Internasional

Diplomatik 2.

Pengembangan kawasan

Niaga

Terpadu bertaraf

Sudirman

sebagai

multifungsi

internasional; sebagai didukung stasiun dengan

3.

Pengembangan kereta tenninal api

stasiun antar ;

Manggarai kota yang

utama

penumpang

4.

Pengembangan mempakan didukung budaya;

Kawasan

Situ Budaya serasi untuk

Babakan Betawi kawasan

yang yang wisata

perkampungan h u t a n k o t a .yang

5.

Pengembangan lokasi wisata

Kawasan lingkungan. Timur: Kawasan

Situ

Mangga

Bolong

sebagai

e.

Kotamadya

Jakarta

1. P e n g e m b a n g a n sebagai Pusat

Sentra

Primer Wilayah

Bam

Timur

Pemerintahan ; Industri industri

Kotamadya,

perdagangan 2. Penataan sebagai 3.

dan j a s a

Kawasan kawasan

Pulogadung

dan

Cakung tinggi; Perdana

selektif b e r t e k n o l o g i kawasan Halim

Pembangunan Kusuma.

waduk

pada

(2)

Persebaran ditetapkan 43,

kawasan

prioritas

di

masing-masing pada 46 Gambar

Kotamadya 42, Gambar Peraturan

sebagaimana 45, dan

tercantum Gambar

Gambar ini.

Lampiran

II

Daerah

mengetahui Daerah terbuka Ruang Rinci Tata Wilayah Ruang Letak Khusus Ibukota Jakarta. ruang wilayah. Kecamatan.LD Tah b99 N o . . Pemerintah masyarakat b Ruang sebagaimana dapat (1) Untuk dimaksud mengetahui dalam dari Rencana pasal 79 masyarakat mengetahui atau Lembaran oleh melalui Daerah pengumuman pada tempatdengan penyebarluasan yang tempat mudah. Rencana Kota. VII SERTA MASYARAKAT i/in sesuai dengan Perizinan Setiap pemanfaatan ruang harus peraturan perundang-undangan BAB yang HAK. Pasal 80 Tata huruf Daerah. Bagian Pendayagunaan Keempat Mekanisme Pasal 78 mendapat berlaku. 23 -9 9- Bagian Penertiban Ketiga Ruang Pemanfaatan Pasal 77 pemanfaatan ruang Kegiatan sesuai penertiban dengan sanksi terhadap tata ruang yang deng. Bangunan c. KEWAJIBAN DAN Bagian Hak PERAN Pertama Masyarakat Pasal Dalam a. .an tidak cara rencana sesuai dilakukan pengenaan yang dengan peraturan perundang-undangan berlaku. menikmati sebagai d. kegiatan penataan serta ruang. proses berperan pemanfaatan dalam dan pengendalian Rencana b. Rencana Teknik Ruang Rencana Tata manfaat ruang dan/atau . pertambahan nilai ruang a k i b a t dari p e n a t a a n r u a n g penggantian sebagai dengan akibat yang memperoleh dialaminya yang sesuai layak atas kegiatan k o n d isi yang pelaksanaan pembangunan r e n c a n a tata r u a n g . secara 79 masyarakat berhak perencanaan pemanfaatan Tata tata ruang : ruang. memungkinkan mengetahui .

sistem mang prospektif. k a w a s a n p e n n u k i m a n . terhadap air laut. bawah penertiban dan pemanfaatan air turmasuk tanah. pemanfaatan mencapai . (2) Pengendalian p a d a ayat ekonomi wilayah. melalui terhadap air 1 pemanfaatan mang sebagaimana dimaksud kawasan prasarana di k a w a s a n hijau. mang pemanfaatan bawah Bagian tanah. 23 98 BAB PENGENDALIAN VI RUANG PEMANFAATAN Pertama Pengendalian 75 Bagian Pedoman Pasal (1) Pedoman dimaksud pengendahan dalam pasal 2 pemanfaatan ayat (2) mang sebagaimana didasarkan atas humf d pada arahan-arahan tata mang dan sebagaimana pemanfaatan dimaksud ruang di rencana suiiktur dan tingkat propinsi Kotamadya. adalah kegiatan Pemantauan. sesuai secara objektif yang pemanfaatan mang maupun sesuai d e n g a n r e n c a n a tata m a n g adalah mang usaha dalam untuk Evaluasi menilai tujuan kemajuan rencana tata kegiatan mang. pengawasan 75 pemanfaatan atas: sebagaiman dimaksud ayat (2) t e r d i r i adalah dan dan . mang. memberi baik informasi yang . Pelaporan mengenai tidak c. mengawasi tata mang usaha atau perbuatan cermat mengamati. Kedua Ruang Pengawasan Pemanfaatan Pasal 76 mang Kegiatan pada Pasal a. permukaan.LD T a h u n 1999 N o . kawasan kegiatan intensitas dilaksanakan perizinan pemanfaatan udara serta pengawasan. kualitas rencana memeriksa lingkungan dengan yang pembahan dengan tidak sesuai tata m a n g b. sistem prioritas pusat dan kegiatan.

ketentuan tertentu yang berdasarkan berlaku. penataan sebagaimana sesuai dimaksud dengan yang pelaksanaannya dilakukan atau ketentuan berlaku. masyarakat Tata Ruang penempelan/pemasangan bersangkutan dan tata pada tempat-tempat secara kantor Kelurahan rencana kantor-kantor yang ruang tersebut. 2 3 100- (2) Pengumuman pada ayat atau (1) penyebarluasan pasai ini peta sebagaimana dimaksud dari yang diketahui Rencana umum. 82 yang dan peraturan perundang-undangan Pasal (1) Hak memperoleh pembahan oleh penggantian status tanah layak mang atas kerugian terhadap dimiliki Tata udara semula yang Rencana dengan cara tetap masyarakat Wilayah lebih antara dan sebagai semua akibat pelaksanaan tata ruang Ruang yang rencana hirarkhi rendah.LD T a h u n 1999 N o . (2) Untuk daya ruang bempa peraturan perundang-undangan kaidah menikmati alam yang dan memanfaatkan di mang beserta sumber manfaat dapat terkandung dalamnya. tercapai kesepakatan dimaksud sesuai berlaku. pada ayat menikmati (1) dan yang sebagaimana manfaat atas hak dimaksud ekonomi. fungsional menangani Pasal (1) Dalam ruang dalam menikmati sebagai Pasal manfaat 81 dan/atau ruang pertambahan nilai ruang akibat 79. . dasar sosial. pihak yang diselenggarakan berkepentingan dengan dengan musyawarah memegang (2) Dalam yang hal layak hak tidak masyarakat. - mengenai pada ayat penggantian (1) maka sebagaimana dilakukan yang Bagian Kewajiban penyelesaiannya perundang-undangan dengan peraturan Pasal Dalam kegiatan penataan mang wilayah. pemilikan. lingkungan atau dilaksanakan pemberian penguasaan. Kedua Masyarakat 83 masyarakat wajib .

b. .101 a. bantuan wilayah d. menaati dan pengendalian ruang . . dalam proses dalam ruang. masyarakat mematuhi dan daiam penataan mang kriteria. sesuai peraturan perundang-undangan r e n c a n a tata r u a n g y a n g Pasal telah 84 ditetapkan. ruang selaras. 23 . pengajuan keberatan rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi . menjamin dapat pemanfaatan seimbang. Ketiga Masyarakat 85 proses perencanaan tata r u a n g Bagian Peran Serta Pasal (1) Peran Serta M a s \ arakat . pemberian wilayah b. saran. strategi .LD T a h u . terhadap : perencanaan tata ruang pemberian dalam infonnasi. lingkungan. . daya dan memperhatikan lingkungan pemanfaatan y a n g serasi. dalam dalam wilayah meliputi a. pertimbangan dan struktur atau pendapat penyusunan pemanfaatan ruang wilayah propinsi e. masukan penentuan arah pengembangan pengidentifikasian pembangunan. yang menerapkan penataan dan aturan-aturan ruang ditetapkan (2) Peraturan masyarakat dengan dan peraturan perundang-undangan. > N o . ruang dapat yang dipraktekkan sepanjang tampung struktur ruang kaidah turun pemanfaatan temurun daya secara diterapkan dan lokasi. baku kewajiban dengan mutu. berperan berlaku serta d a l a m tertib tata m e m c H h a r a kualitas ruang keikutsenaannya pemanfaatan ruang. faktor-faktor estetika sena dan dukung hidup. (1) Pelaksanaan dilaksanakan kaidah. atas ruang di berbagai bantuan potensi untuk pula dan masalah hak tata termasuk wilayah : memperjelas pelaksanaan dan tennasuk ruang kawasan c. perencanaan pemanfaatan yang berlaku c. untuk propinsi merumuskan .

peraturan pemanfaatan berdasarkan mang udara agama. keberatan.102 f. tanggapan. dan : (2) Peran a. adat. hidup. pelaksanaan pemanfaatan lebih dari kegiatan Ruang rencana wilayah yang mencakup c. Ruang pemanfaatan Wilayah mang Kotamadya sesuai yang Rencana telah ditetapkan e. laporan dimaksud pelaksanaan dan/atau : s u m b e r d a y a tanah. bantuan pemikiran s u m b e r d a y a lainnya berkenaan atau pertimbangan ruang. dan ruang dan skala Propinsi. kawasan. b. p e m a n f a a t a n m a n g meliputi ruang lautan. temiasuk pengawasan wilayah Kotamadya. pendapat. berdasarkan Ibukota meliputi Wilayah lata ruang Khusus yang dari satu w i l a y a h atau Kotamadya pembahan dengan konversi Tata . Keempat Dalam dengan penertiban pemanfaatan Bagian Tata Cara Peran Serta Masyarakat Pasal 86 Penataan Ruang (1) Tata tata cara ruang peran serta masyarakat dengan dalam proses perencanaan pertim¬ terhadap dilaksanakan pemberian saran. serta teknik . fungsi memelihara. Tata dan satu w i l a y a h Kotamadya pembangunan Daerah kawasan . perundang-undangan.LD T a h u n 1999 N o . dan meningkatkan lingkungan dalam masyarakat pengendalian pemanfaatan meliputi: terhadap pemanfaatan Kecamatan. bantuan pemikiran dan pertimbangan ruang berkenaan dan dengan kawasan . kegiatan kelestarian (3) Peran ruang a. dan pengelolaan dalam pemanfaatan ruang menjaga. : atau k e b i a s a a n y a n g b e r l a k u b. serta m a s y a r a k a t d a l a m ruang daratan. bantuan dan/atau f. atau kawasan udara. pemberian pemanfaatan informasi ruang air. niasukan . bangan. kerjasama bantuan dalam penelitian dan pengembangan dan atau tenaga ahli. penyelenggaraan Rencana Jakarta lebih d. 23 .

ayat : tanggung jawab masyarakat penataan dalam Pemberdayaan d i l a k u k a n oleh a. dan tukar bantuan . menumbuhkan dan memberdayakan dalam meningkatruan^. dorongan. masyarakat kegiatan unmk bimbingan. hak tercapainya upaya (3) Untuk terlaksananya peningkaian dalam untuk dan kewajiban sebagaimana dimaksud Pemerintah serta menyelenggarakan mengembangkan kan (4) pemberdayaan kesadaran. upaya daiam peningkatan penataan tata ruang atau Masyarakat laksana melalui pelatihan hak memprakarsai kewajiban diskusi. peran sesuai cara serta masyarakat peraturan dalam pemanfaatan ruang yang dilakukan berlaku Kepala (3) Tata dengan perundang-undangan oleh yang pelaksanaannya dikoordinasikan Gubernur Daerah. laksana (2). b a n t u a n h u k u m . b. diskusi pelayanan. cara peran serta masyarakat secara dalam pengendalian atau pejabat tertulis yang pemanfaatan kepada ruang disampaikan Kepala lisan dan Gubemur Daerah berwenang. teknik. tujuan penataan tata a^'at pendidikan ruang. Bagian Pemberdayaan Peran Pasal (1) Pemerintah rencana cetak. Memberikan pendapat. (2) tata media menyediakan mang secara atau Kelima Serta 87 informasi mudah fomm dan penataan cepat ruang melalui dan media Masyaraklat elektronik dapat dan pertemuan. sebagaimana instansi dan yang dimaksud (3) b e r w e n a n g dengan cara menyelenggarakan pengayoman. dan semua informasi atau p e l a t i h a n mengenai .LD T a h u n I )MO. p e n d i d i k a n . tata Menyebarluaskan penataan proses mang kepada masyarakat dan secara terbuka rencana c. Mengumumkan kepada menyebarluaskan ruang masyarakat. hak yang d. lisan atau potensi tertulis dan pada masalah Gubernur yang Kepala (2) Tata dilakukan Daerah. 23 - 103 iutbiTnasi teniang arah secara pengembangan. Menghomiari dimiliki masyarakat : .

dalam Memperhatikan keberatan mutu dari menindaklanjuti dalam saran. BAB peningkatan pelayanan Vlil S A N K S I Pasal Pelanggaran Daerah 1. dan hukum sebagaimana d i m a k s u d p a d a ayat (2) p a s a l . . pidana. 2. perdata. B A B KETENTUAN Pasal (1) Pelanggaran terhadap Peraturan 89 Daerah 6 ini diancam bulan (lima atau dengan denda rupiah) Daerah. 2 3 104- e. ini terhadap dapat dikenakan administrasi. menikmati nilai serta pertambahan ditetapkan rencana rencana g. dan ruang. atau masyarakat ruang. (2) Selain sanksi sebagaimana dimaksud pada dapat atau ayat (1) pasal ini.000.000.00 barang dalam juta untuk merampas lain tertentu ditentukan peraturan perundang- undangan.LD T a h u n 1999 N o . IX PIDANA 88 dalam Peraturan ketentuan-ketentuan sanksi b e r u p a : sanksi sanksi sanksi pidana kurungan selama-lamanya Rp. biaya terhadap paksaan (3) Gubemur besarnya pelanggaran penegakan Kepala biaya dimaksud dikenakan sebagian. pembangunan sesuai Mehndungi proses yang hak masyarakat tata dan yang untuk berperan serta manfaat ruang dalam ruang akibat menaati perencanaan berkualitas tata tata ruang ruang. rangka usul. pelaksanaan hukum Daerah paksaan seluruhnya menetapkan penegakan ini. Memberikan atas kondisi penggantian yang yang layak sebagai kepada akibat dengan masyarakat pelaksanaan rencana tata dialaminya yang kegiatan ruang f. 3. (enam) sebanyak-banyaknya dengan kecuali atau jika tidak 5.

melakukan bukti penggeledahan pencatatan untuk dan mendapatkan dokumen lain. dan Pribadi badan sehubungan buku-buku. tersebut menjadi mencari Orang yang . penyidikan pelanggaran Peraturan Wewenang Penyidik : sebagaimana dimaksud pada ayat (1) p a s a l ini a d a l a h a. meminta tugas bantuan tenaga terhadap B A B KETENTUAN Pasal Rencana dalam Tata Ruang Daerah ahli bahan bukti dalam tersebut rangka pelaksanaan penyidikan pelanggaran. dan dan j e l a s mengumpulkan atau Badan tentang keterangan kebenaran adanya Pribadi dilakukan sehubungan dengan keterangan bahan bukti dari O-^mg . meneliti. menerima. atau laporan mengumpulkan berkenaan Daerah lebih dan ini. 23 I05- B A B P L N Y I D I Pasal (!) Pejabat Daerah Pegawai diberi Negeri wewenang Sipil X KAN 90 di Lingkungan sebagai Pemerintah untuk khusus terhadap penyidik melakukan Daerah (2) ini. dalam mencari. Khusus peta dengan untuk tingkat ketelitian propinsi dan wilayah dalam Kotamadya lampiran berskala sebagaimana tercantum Peraturan . r-'eminta atau d.000 : untuk 20.LD Tahu m N o . mengenai perbuatan pelanggaran c. dengan pelanggaran memeriksa dokumen pelanggaran catatan-catatan dengan dokumentindakan berkenaan adanya e.000 ini. : bahan serta pembukuan. XI LAIN-LAIN 91 Ibukota berskala Jakarta di g a m b a r k a n 1 : I Daerah 5 0. lain . keterangan pidana laporan b. lengkap dan meneliti pelanggaran atau dengan agar Peraturan keterangan . m e l a k u k a n p e n ) itaan t e r h a d a p f.

dan R e n c a n a P r a s a r a n a W i l a y a h p a d a s k a l a . Rinci 5.000. antar w i l a y a h keseimbangan keserasian antar e. Rencana Teknik R u a n g Kota pada skala 1 : LOOO 1. Kotamadya mewujudkan perkembangan sektor. Pasal 94 Wilayah huruf Kecamatan a sebagaimana dengan (1) Rencana dimaksud Rinci pada Tata Ruang 93 dengan Pasai ditetapkan Dewan Keputusan Rakyat (2) Rencana Gubemur persetujuan Penvakilan Daerah. penyusunan perumusan Wilayah d. pada Rencana Pasal 93 Prasarana huruf a Wilayah ditetapkan sebagaimana oleh dimaksud Gubemur. penyusunan Rencana Pembangunan Pasal Rencana digunakan a.LD T a h u n 1999 N o . ruang di Daerah Ibukota Jakarta keterkaitan. keterpaduan. c. ketentuan kebijakan Khusus permintakatan dan strategi . Teknik Ruang Kota. 2 3 - 106- Pasal Rencana Pola Tata Ruang Wilayah Daerah 92 sebagal matra ruang dari berfungsi untuk Pembangunan Daerah. Kotamadya .000. 500 . maupun Kecamatan dalam r e n c a n a y a n g lebih rinci . pengarahan atau lokasi investasi yang dilaksanakan Pemerintah dan masyarakat. pemanfaatan : dan serta atau s k a l a 1 b. Tata Ruang Wilayah bagi 93 Daerah : Tata Ruang Wilayah Kecamatan Khusus Ibukota Jakarta sebagai p e d o m a n Rencana 1 : penyusunan pada skala 1 . Pasal 95 dimaksud pada Pasal sebagai Wilayah ke (1) Ketentuan 93 huruf b permintakatan meinuat sebagaimana teknis Rencana kriteria yang Tata digunakan Ruang pedoman baik dalam penjabaran tingkat Propinsi.

LD T a h v

W N o . 23

-

107-

(2)

Ketentuan Daerah

permintakatan

akan

diatur

dalam

suatu

Peraturan

tersendiri. Pasal 96 lautan, lebih berlaku. 97 Rencana sampai Tata Ruang lahun Wilayah 2010. Tata ruang udara, dan

Ketentuan ruang

mengenai tanah

penataan akan

ruang

bawah

diatur yang Pasal

lanjut

sesuai

dengan

peraturan

perundang-udangan

(1)

Jangka Daerah

waktu Khusus

berlakunya

Ibukota Jakarta dan atau Khusus pasal

dengan

(2)

Peninjauan Ruang

kembali

penyempumaan Ibukota ini Jakarta

Rencana

Wilayah pada

Daerah ayat (I)

sebagaimana dalam

dimaksud waktu 5

dapat

dilakukan

(lima) tahun sekali. BAB KETENTUAN Pasal Xf! PERALIHAN 98

Pada

saat

mulai mang

berlakunya wilayah di

Peraturan dan

Daerah yang

ini,

maka

semua dengan tidak

rencana penaiaan

tata

ketentuan tetap Daerah XIII

berkaitan sepanjang

ruang

daerah Peraturan BAB

berlaku ini.

bertentangan

dengan

KETENTUAN Pasal (I)

PENUTUP 99 ini. maka dan ; bangunan

Dengan berlakunya Peraturan Daeiah a. Peraturan (KTV. b. Peraturan 5 Tahun Lingkungan 1941); Daerah 1984 Daerah teniang Khusus

Peruntukan

jeni s

Ibukota Umum

Jakarta Tata

Nomor Ruang ;

Rencana

Daerah Daerah K h u s u s I b u k o t a Jakarta Tahun dinyatakan tidak berlaku lagi.

I 985-2005

LD T a h u n

1999 N o . 2 3

108

(2)

Peraturan Tahun Kota

Daerah 1987

Daerah

Kliusus

Ibukota Rencana di Daerah lagi

Jakarta Bagian

Nomor

3

tentang Wilayah

Penetapan Kecamatan tidak

Wilayah ibukota RRTW 94 ayal

untuk

Khusus setelah pasai

Jakarta

dinyatakan disyahkan

berlaku

Kecamatan (1); (3) Hal-hal

sebagaimana

dimaksud

yang oleh

merupakan Gubemur

pelaksanaan Kepala 100 disebut

Peraturan

Daerah

ini

ditetapkan

Daerah.

Pasal (1) Peraturan 2010. (2)
P e r a t u r a n

Daerah

ini

dapat

Peraturan

RTRW

Jakarta

Daerah

ini

mulai

berlaku

pada

tanggal

diundangkan.
A g a r s e t i a p o r a n g d a

pat

mengetahuinya, ini Khusus dengan Ibukota

memerintahkan penempatannya Jakarta.

p

e

n

g

u

n

d

a

n

g

a

n

P

e

r

a

t

u

r

a

n

Daerah Daerah

d

a

l

a

m

L e m b

aran

Daerah

Ditetapkan Pada tanggal

di 28

Jakarta Juli 1999 DAERAH KHLSUS

GL'BERNLR

KEPALA

IBUKOTA

JAKARTA,

SLTIVOSO Diundangkan Pada tanggal di 24 Jakarta September 1999

SEKRETARIS

Wll

AVAli

OAFR\II

Klll

Sl'S

IBCKOTA

JAK-ARIA,

11.

FAl ZI

BOWO

NIP

470044314

LD T a h i

^99 N o .

23

-

109 -

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH DAERAH 6 KHUSUS 1999 IBUKOTA JAKARTA

NOMOR

TAHUN

TENTANG RENCANA DAERAH I. PENJELASAN UMUM Ketentuan diatur 1984 di mengenai daiam Tata Ruang Daerah Tata Daerah Daerah Ruang Khusus Khusus Ibukota Jakarta Jakarta Nomor selama 5 ini TATA RUANG WILAYAH JAKARTA

KHUSUS

IBUKOTA

Peraturan Umum

Tahun dan 1987 Khusus

tentang

Rencana

Daerah

Khusus

Ibukota 3

Jakarta, Tahun

Peraturan tentang Ibukota Dengan Ruang

Daerah Penetapan Jakarta. berlakunya

Daerah Rencana

Khusus Bagian

Ibukota Wilayah

Jakarta

Nomor di

Kecamatan

Daerah

Undang-undang maupun Rencana

Nomor

24

Tahun

1992 Tata

tentang Ruang

Penataan Daerah

maka

materi

terminologi Bagian

Rencana Kota

Umum (RBWK) diatur

(RUTRD) dengan tersebut. Selain tentang kebijakan Rencana itu

maupun materi

Wilayah

perlu

disesuaikan

dan

terminologi

sebagaimana

dalam

undang-undang

dengan

ditetapkannya Tata Ruang mang Wilayah

Peraturan Wilayah

Pemerintah

Nomor

47

Tahun dan ke

1997 arahan dalam

Rencana

Nasional, nasional

maka perlu

strategi dijabarkan

pemanfaatan Tata Ruang

wilayah Daerah di

Khusus Daerah

Ibukota Khusus

Jakarta. Ibukota maka Jakarta Rencana Rencana bukan Tata Tata (untuk dalam

Mengingat daerah Ruang Ruang kelima satu

Wilayah tetapi

Kotamadya merupakan Khusus dan

otonom Wilayah Wilayah wilayah

wilayah Ibukota Tata

administratif, Jakarta Ruang

Daerah Propinsi

mencakup Wilayah

Rencana dan kedua

Kotamadya ditetapkan

kotamadya), Daerah. Ruang

tingkatan

rencana

ini

Peraturan Tata

Rencana merupakan wilayah Daerah a. visi strategi

Wilayah strategi dalam

Daerah dan

Khusus arahan

Ibukota

Jakarta

dhnaksud ruang wilayah

penjabaran ke

kebijakan

pemanfaatan mang

nasional Khusus dan

strategi

dan

struktur :

pemanfaatan

Ibukota Jakarta, misi

yang meliputi Kota ruang

pembangunan tata ;

Jakarta, untuk

kebijakan,

pendekatan

dan

pengembangan

tercapainya

tujuan

pemanfaatan

mang yang berkualitas

. pembangunan konsep melalui dan antar dan ekonomi kebijakan ekonomi Daerah sektoral sektoral. lindung guna dan udara. Khusus mang Ibukota dan di Jakarta merupakan bidang Ibukota bidang Ruang dari Oleh Wilayah karena sosial itu. struktur Jakarta d. hijau tata binaan guna laut dan tata tala lata bawah tanah sistem p r a s a r a n a w i l a y a h telekomunikasi. masyarakat. kebijakan (3) sektoral. antara Selanjurnya. meningkatkan pemerataan dan pemerataan peluang berusaha kesempatan pembangunan. melalui meningkatkan ekonomi pertumbuhan produktivitas daerah. Propinsi Kotamadya Daerah menjadi Khusus Ibukota untuk Jakarta dan Rencana Rencana Rencana Rencana wadah sosial Jakarta ekonomi Untuk Jakarta Sasaran kebutuhan kaitan (1) hasil ditempu}i Ruang Ruang Tata Tata Rinci Tata spasial pedoman penyusunan Wilayah Kecamatan. Tata . lingkungan prasarana pengelolaan d. dan kesejahteraan pola pertahanan wilayah pemanfaatan ruang Daerah Khusus Ibukota pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Daerah Khusus Ibukota Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta berisi ketenagakerjaan dalam benmk pola : Arahan Arahan rencana rencana penyebaran penduduk aktifitas dan kota pengembangan : kawasan peruntukan yang mencakup • • arahan arahan sistem • • arahan arahan guna c. lain kerja. dengan (2) (2) dan sasaran Khusus dengan (4) Ibukota cara keter¬ : (4) sasaran optimal. Rencana a. 23 - 110 b. Arahan pengelolaan pengelolaan kegiatan pengelolaan kebijakan mang permukiman ekonomi prospektif dan pengembangan kawasan kawasan guna hijau air. yang meliputi air : dan prasarana pengembangan transportasi. untuk peningkatan c. energi. tujuan pemanfaatan ruang wilayah masyarakat Daerah dan Khusus Ibukota kemanan Jakarta . penataan dari Daerah merupakan dan b i d a n g mencapai yang keterpaduan pembangunan budaya. Daerah di pembangunan implementasi bidang ekonomi pembangunan Khusus di budaya. b. Arahan tata rencana Tata intensitas Wilayah Wilayah Ruang ruang. pedoman Jakarta.LD T a h u n 1999 N o . pelayanan pemberdayaan ekonomi masyarakat peningkatan masyarakat. : (1) (3) antar digunakan ditempuh laju sektor efisiensi dan lintas "pertumbuhan melalui pemerataan". pemenuhan pemerataan hasil- pertumbuhan investasi.

. infromation center) . maupun maka dirumuskan (sebelas) dinilai strategis bagi sarana p e m b a n g u n a n ekonomi Jakarta. Jasa. kegiatan peran yang semakin Jakarta akan merupakan . antisipasi terhadap perkembangan internasional. diperlukan yang (1) pula bersifat pendekatan spesifik sebagai k±usus yang didasarkan basis yang (2) peluang yaitu : dan kota mempakan internasional tahun 2020. Pengembangan gemenl) . 8. manajemen tanah dan properti (land and properiy mana- 5. Peningkatan servant). center) (business are^) . wisatawan ke keuangan. economic Pengembangan community kualitas development) aparatur 3. Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pengembangan industri pilihan (ciean industry) . 9. semakin pusat menarik mancanegara daerah dengan jumlah wisata mampu sebagai (6) pusat meneruskan upaya untuk tujuan lainya. I I. 23 . pembangunan akan Jakarta lain. (business oriented public 4. pusai yang (5) perdagangan mampu dan distribusi. prasarana sosial . Jakarta pasar menghadapi sebagai (3) diberlakukannya kegiatan sebagai ekonomi ekonomi yang terbuka pusat Jakarta golongan ekonomi pusat lemah mendorong pem^bangunan pemihakan wilayah kepada pembangunan dan menengah.LD T a h u n ) N o . 10.111 Di samping pendekatan pada potensi di dan atas. yang terjadi dengan masyarakat pada Berdasarkan serta ketiga basis pembangunan yang ekonomi akan disebutkan baik 11 : dalam di atas. 7. 2. Pengembangan di enam atas pusat pariwisata pula nasional Pilar-pilar memiliki mencerminkan sebagai aspirasi : (1) Jakarta sebagai kota yang strategi berikut serta (3) pusat pelayanan dalam (4) masyarakat yang (2) memungkinkan pusat yang besar peningkatan dan peran masyarakat pusal pembangunan. Daya akses pelatihan (SDM). regional. ekonomi. berwawasan bisnis ekonomi ekonomi yaitu Perluasan daji {economic masyarakat infmsinuiure) (sosial . 6. konteks pilar nasional. Angkutan Umum Massal (mass (national rapid tourism iraasport) center). yang 1. . akan bagi memainkan kestabilan ibukota besar. peluang Jakarta meningkatkan yang kualitas Sumber Manusia informasi informasi dan bisnis mampu negeri memberikan maupun ekonomi barometer investasi sebagai p e m a s a r a n baik negara dan dalam pusat ekspor. pusat distribusi pusat keuangan pusat pusat Sistem infonnasi andalan (distribution (flnancial bisnis (prime center) . pariwisata.

waduk. taman taman. serasi. Bakau hijau K o t a m a d y a Jakarta terdiri kota. tegangan olah raga. dan Jakarta juga memainkan mengantisipasi sistem tahun Daerah dan perkembangan pasar 2020. kereta situ pemakaman api. selaras. ruang an bagi keselarasan. itu. masyarakat yang dan efektif t e r m a s u k pengambilan hal ini pelaksanaan kota pemantauan untuk pembangunan. dan budaya dan dan maka pemanfaatan serta adalah berkelanjutan. Khusus kuantitas dan lembaga makin Ibukota ekonomi internasional terbuka di khususnya bidang diberlakukannya dan investasi budaya pada di sosial Jakarta ditujukan dalam untuk ani kualitas nilai manusia masyarakat melalui baik maupun fasilitas partisipasi dalam segenap proses Dalam dan golongan dan lapisan keputusan. hutan binaan pertani¬ kota. antar yang harus daya struktur penduduk daerah. sebagai Jakarta juga akan dituntut memainkan tinggi akan dinamisator peranan pembangunan penting daiam wilayah-wilayah mempersiapkan menjelang perdagangan Pembangunan meningkatkan formal dan lainnya. A jalur pengaman sungai. dan listrik lapangan dilengkapi umum. mengakomodasikan dimaksud sosial di penataan pencapaian bagi ruang tujuan dilalrukan menunjang Sebagai pembangunan sosial budaya atas. kegiatan ruang secara secara selaras. 19 PASAL 18 DEMl cukup PASAL jelas hijau lindung dimaksud dalam dan Alam di meliputi zona inti Laul dengan Nasional Alam dan Kawasan dan zona pelindung Seribu Cagar serta di Taman Nasional Kepulauan peruntukan tersebut. keamanan peran dan yang perekonomian semakin nasional.d. IL Pasal 1 PENJELASAN angka 1 angka s. tinggi. keseimbangan antar serta ruang yang wilayah. seimbang seimbang Pemanfaatan penataan dan dalam yang harus dapat menjamin dan pola terwujudnya pemanfaatan perkembang¬ dalam satu adalah keserasian. wadah kegiatan harus pembangunan dilakukan mang ruang ekonomi serasi. persebaran sektor. p e r m m b u h a n dan sektor dan daerah antar antar kesatuan. kegiatan Sedangkan dalam daya lahir dan pemanfaaian mang berkelanjutan dapal alam dimaksud penataan dukung batin menjamin dengan kelestarian kemampuan kepentingan sumber antar memperhatikan generasi.LD T a h u n 1999 N o . binaan dari Kawasan an. Kawasan hijau dapat . bandara. Hutan angka 20 pulau-pulau luar Taman Cagar Utara. 23 112 A poUiik. kawasan Hutan Lindung.

d 43 Cukup jelas. prosedur yang berlaku . Cukup Yang bahwa jelas. panduan rancang dimaksud penataan dengan ruang semua dapat kepentingan menjamin adalah seluruh dan kepentingan. direncanakan. dengan pemerintah memperhatikan ekonomi dimaksud ruang dengan dianalisis terpadu dan adalah bahwa menjadi penataan satu ruang dirumuskan kegiatan kesatuan baik oleh dari berbagai pemanfaatan pemerintah dilakukan maupun secara lain masyarakat. seluas-luasnya niasyarakai diberikan berperan kepada serta yang dan untuk pengembangannya Pemerintah tanah melalui prinsip kemitraan Daerah campuran. ditujukan berbagai sebagai fasihtas pendukung angka 21 Penetapan kan dan untuk melestari¬ yang mengembangkan meningkatkan terbuka kegiatan berorientasi kawasan ruang kualitas dan badan lingkungan air untuk hijau kepentingan a n g k a 22 angka 44 s. tertib kebutuhan ruang pemanfaatan kan secara Penataan sehmgga serta diselenggara^ proses dan memenuhi konsisten. hidup pertimbangan dukung dan waktu. berbagai mengungkapkan <lan mjuan kemginan mang. Pengembangan diprakarsai Kesempatan pihak dalam dengan swasta oleh kawasan prioritas didorong dan Pemerintah. suatu adanya yang mempertimbangkan tata ruang ruang persepsi serta aspek waJctu. dengan mengutamakan ruangn^'a penggunaan diatur melalui angka Pasal Pasal 2 3 45 s.LD Tahi ^99 N o . 23 113 dengan bangunan fungsi kawasan sangat hijau ini terbatas dimaksud. Penataan kota. terpadu dan Penataan menyeluruh aspek daya Dalam ruang mencakup modal.d 52 Cukup jelas. masyarakat golongan Yang yakni secara kepentingan adil lemah. perencanaan aspek memperhatik: an lingkup yang wilayah prakiraan. antara optimasi. tampung daya dan lingkungan geopolitik. ekologi kota keseluruhan.

negara yang sekaligus berfungsi Jakarta berskala yang kuat ke internasional. . huruf huruf Termasuk tampung alam. ruang dan dapat seimbang menjamin dan ruang terwujudnya keselarasan. pemanfaatan wilayah. pengertian hidup daya dukung daya dan daya lingkungan tampung adalah dukung dan daya daya lingkungan sosial binaan.d 5 a b Cukup Cukup menjamin fisik dan non pembangunan fisik serta memper¬ budaya. c Cukup Cukup Cukup Sebagai sebagai memiliki lain b a i k lingkungan Undang-undang Perkembangan Keluarga jelas. bahwa yang adalah penataan seimbang hatikan Pasal Pasal 4 6 s.d. tampung dalam tentang ngunan huruf huruf Pasal 7 huruf huruf c d a d s. dan pola selaras. dalam dengan kepentingan berbudaya antar generasi. jelas. ibukota kota jasa sebagaimana 10 dimaksud 1992 Pemba¬ Nomor tahun dan Kependudukan Sejahtera. dengan mteraksi di daerah-daerah dalam maupun luar n e g e r i . dimaksud penataan daya dengan ruang dukung berkelanjutan menjamin sumber adalah kelestarian daya alam kemampuan dengan Yang memperhatikan dimaksud ruang antara aspek jelas. jelas. penataan keserasian. antar keseimbangan bagi struktur persebaran dan penduduk antar antar pertumbuhan daerah Wawasan Yang bahwa serta perkembangan sektor sektor. jelas. dimaksud adalah dengan berdaya guna dan berhasil mewujud¬ dan bahwa ruang penataan yang ruang dapat sesuai dengan potensi fungsi Yang dengan bahwa serasi. satu antara daiam kesatuan Nusantara. 23 114 Yang guna kan dimaksud adalah kualitas ruang.LD Tahun 1999 N o .

fungsi Sektor di ruang Daerah sebagai unggulan daratan Khusus Pusat Ibukota Kegiatan Jakarta industri. perdagangan kawasan dan j a s a . Modal umum Angkutan yang berkapasitas dalam Jakarta pola seperti yang Khusus dan bus. prasarana inter¬ dan pengertian tersebut kota.d. aman. terjadwal tinggi. 23 115- Di dalam Rencana Tata Ruang Jakarta Nasional dan Wilayah Nasional. tangkapan dengan air suatu daerah yang air peren¬ akan yang besaran tertentu. jelas. Umum Massal dapat yang mengangkut beroperasi daa berfre¬ Utama penumpang secara kuensi adalah sedang angkutan kereta huruf f Lokasi canaan cepat. d Cukup Cukup Yang adalah perikanan pelaksanaan maka dan sarana pertambangan. jelas. unggulan terutama Untuk unggulan sistem regional. dimaksud angkutan dalam tercakup dengan umum jumlah Angkutan yang besar. kawasan terutama sekitarnya permukiman. jenis dan di sedangkan angkutan besar. sistem nasional. mendukung dimaksud prasarana nasional Dalam nasional sarana Pasal Pasal 8 9 huruf huaif a e s.LD T a h u n ] )No. tipologi kawasan dan yang terdiri dari Penggolongan tipologi ciri mantap. nyaman. jelas. Sedangkan dan pariwisata. mengemban (PKN). sektor program perlu kota dikembangkan baik di tingkat dan internasional. sektor Kepulauan Seribu dan sekitarnya pariwisata. menentukan akan hujan huruf huruf g h Cukup terjadi besarnya pada daerah limpahan/aliran tersebut dengan intensitas tertentu. adalah luas termasuk Ibukota Daerah minibus api. peralihan dinamis. sebagai rnenurut berikut . k a w a s a n dapat diklasifikasikan . sistem regional.

hasil tidak pembahan mempakan cukup dan umumnya perencanaan kawasan kota matang. perencanaan lleksibel. bila tetapi sudah dengan sebagian masih terbangun sebagian belum terbangun menurun. Tipologi ini dilakukan dan lingkungan bersifat pemugaran. berkembang ini dengan umumnya kawasan mempakan kawasan . 2 3 -116- 1. atau tidak perencanaan peluang memberi peralihan menuju kawasan kondisi lagi mantap ini fisik . ini. 4. menumt perkembangannya. namun Pengelolaan melalui kondisinya terhadap program dengan cenderung kawasan perbaikan perencanaan 3. menurut sudah peralihan perkembangannya terbangun secara dan kawasan sebagian belum sebagian kondisinya yang terbangun. menumt sudah perkembangannya. umum menurun pembahan penyediaan Pengelolaan dilakukan dan fungsi kurang dan diimbangi sarana seperti prasarana terhadap kawasan melalui program dengan perbaikan lingkungan bersifat peremajaan. Tipologi kawasan umum mantap ini sudah . menumt sudah relatif atau. fleksibel. terbangun Secara baik dan ada sebagian belum ada yang bumk yang terbangun. Tipologi rigid . sarana sehingga perencanaan Terhadap pengelolaan pemugaran dengan prasarana kawasan kawasan dan/atau sangat memadai. menuju dinamis ini lagi . perkembangannya terbangun baik.J) Tahun 1999 N o . dan terjadi dengan kota. fisiknya dan dan secara banyak ini yang terbangun masih Pada dari baik kondisinya fungsi. Tipologi kawasan pula duiamis ini . masih dan cukup pada umum maupun bagian Pada yang kondisinya yang fungsi cendemng kawasan beberapa cepat. lingkungan. dengan tipologi dilakukan mantap melalui program pemeliharaan bersifat pembahan 2. ini.

kondisi kota Jakarta arahan maka Rencana hijau. Permukiman. dalam Undang-Undang Ruang Nomor 4 tahun 1992 tentang Penataan ditetapkan baliwa berisi Rencana : dan Tata R u a n g W i l a y a h P r o p i n s i Arahan a. Tata Air. serta Sumber keter¬ dan lainya. Arahan Kawasan c. diprioritaskan intensitas niang. Kehutanan trian.1 117- kurang canaan terencana prasarana dengan dan baik. pembangunan fleksibel . sehingga kurang peren¬ sarana ini memadai. Sesuai Tata dengan Ruang Wilayah meliputi kawasan sistem dan kawasan kawasan sistem kawasan permukiman.d 11 a y a l (1) d a n (2) ayat 3 Cukup Cukup Di jelas. dan prasarana Pengembangan yang meliputi energi. melalui dengan Pengelolaan peremajaan kawasan dan/atau dilakukan baru. kawasan yang diprio¬ pengembangan Arahan Guna Daya paduan sumber Kebijaksanaan Tata Guna Tata Guna Tata Tanah Guna . memperhatikan daya manusia dengan daya sumber buatan. 2. Tertentu. pusat kegiatan. Kawasan b. g lingkungan. Arahan Wilayah perkotaan. d. jelas. wilayah. Arahan Pertambangan. Alam Udara. telekomunikasi. . ekonomi prasarana prospekuf. Arahan Budidaya. Pusat P a r i w i s a t a dan Pengembangan dan permukim¬ an p e r d e s a a n e. Perindus¬ Pengembangan Pertanian. pengelolaan f. Arahan ritaskan.LD Tahun No. sistem prasarana pengairan Prasarana transportasi. Kawasan sistem lainnya. Pengelolaan Perkotaan dan Pengelolaan Tingkat I Kawasan Lindung Kawasan Kawasan Kawasan Perdesaan. p e r e n c a n a a n bersifat Pasal Pasal 10 12 s.

ayat (3) huruf b RTH aman lapangan raga.8%). pengaman bandara. penduduk berdasarkan Jakarta : Jakarta dan Tahun 2010 di¬ Persebaran rencanakan a) Perkembangan Botabek 15 Kependudukan tahun terakhir per k e c a m a t a n mang yang ditetapkan b) Rencana dalam pemanfaatan 2005.8 j u t a j i w a dapat (22. RTH umum tanaman hutan 3.6%). sebagai peng¬ yang berupa dengan sungai.35 juta pemanfaatan tersebut. pengaman tinggi. berbentuk mempakan dan areal dengan fungsi sebagai yang terdiri fasilitas berupa dari areal penghijauan yang atau taman pepohonan kota.2 j u t a (17. tampung lingkungan e) Kebijakan bangan persebaran penduduk yang guna ingin keseim¬ dicapai. Jakarta 1. ruang Atas Pusal dasar persebaran dapal penduduk direncanakan Jakarta menampung dapat (10. 2. penghijauan dan terdiri atau rumput yang pepohonan : dari pengaman pantai.6%). pengaman tol. pengaman jalan listrik pengaman tegangan .6%).LD T a h u n 1999 N o . pung dapat Timur Utara direncanakan Jakarta juta jiwa Barat menam- 2. bermain. taman dan hngkungan/tempat pemakaman. dapat menampung 2. waduk/sim.2 j u t a j i w a (25.95 direncanakan Jakana menampung direncanakan dan (23. dengan berbentuk jalur adalah areal areal fungsi berbentuk memanjang yang dapat sesuai mempakan tanaman fungsinya pengaman kereta dan api. olah kota.4%) Jakarta Selatan direncanakan menampung Pasal 14 ayal (1) d a n (2) ayat (3) h u r u f a Cukup jelas. 23 118 ayat (4) Pasal 13 d a n (5) Cukup Jelas. RUTR c) Perkembangan fungsinya pemanfaatan ruang menurut d) Daya hidup dukung hingga dan tahun daya 2010.

sebagai 1.Luas mang terbuka seluas seluas lindung lindung. fasilitas perluasan ± 2. eksisting cagar dikelola sebagian hutan wisata di daratan pulau . dan tempat bermain. Ha ruang private dan terbuka dan persil sebagai ± 179 peremajaan taman Luas jalur dan Udara TNI di ± RTH dari refungsionalisasi binaan eksisting yang dikelola jalan tol. Luas areal RTH direncanakan seluas ± menjadi binaan eksisting yang ± dikelola 3. sebagai sungai pengaman RTH tegangan tinggi. hijau sebesar areal yang ayat (4) - Prosentase 13. 23 119- ayat (3) h u r u f c RTH areal milik berbentuk yang hijau budidaya untuk hukum. umum/ sosial direncanakan seluas dalam dari sampai Ha. dipertahankan sampai . pertanian budidaya atau adalah pertanian difungsikan badan perorangan. dan m a n g t e r b u k a hijau r u a n g t e r b u k a hijau .544 adalah dan diperuntukkan lindung binaan hijau hutan bagi ± ± pengembangan 340 9.818 Jalan. tahun menjadi hijau RTH tennasuk hijau 43 Ha. sebagai Ha sampai termasuk Luas penghijauan binaan pulau sampai Daerah yang 51 2010 RTH eksisting seluas tahun ± dikelola Ha.A57 sebagai Ha y a n g tahun budidaya pertanian akan seluas keberadaannya 2010. olah dikelola sebagai taman lapangan lingkungan.204 Ha Ha. yang alam.538 mang Penjaringan ±17 1 hijau ±170 Ha dan di seluas terbuka binaan hutan eksisting kota. penghijauan perluasan 190 Ha. pengaman fungsi khusus dan 723 seluas Milik (Pelabuhan Besar Halim Perdanakusuma seluas menjadi di ± Vlarkas Cilangkap) tahun 2010 Ha d i r e n c a n a k a n ± 2. di darat kota.Luas yang taman raga.LD Tahun No.852 2010 pemakaman seluas ± fasilitas Ha.94% diarahkan atau ruang terbuka Ha seluas ± 9. seluas Ha. luas pemerintah.

ayat (2) Cukup jelas. 23 -12 0 ayat Pasal 15 (5) Cukup Cukup jelas jelas.LD Tahun 1999 N o . sejenis. pelayanan. dan perdagangan. ayat Pasa! 17 ayat (5) (1) Cukup Pusat ruang dengan lain jasa. Peraturan setiap unit Adapun sebagai rumah/keluarga penetapan umum/fasilitas unmk ayat (4) Rincian jenis setiap perhitungan sosial unit kebutuhan rata-rata ditetapkan mmah/keluarga. olahraga. fasilitas permukhnan kebutuhan berdasarkan umum/fasilitas dilakukan penduduk jumlah sosial pada memper¬ kawasan Untuk ayat (1) d a n (2) ayat (3) Penetapan kawasan hitungkan tersebut itu dengan pada penduduknya. sosial yang fasilitas umum/fasilitas kebutuhan Daerah digunakan sebagaimana jumlah dasar fasilitas 4.5 jiwa sebagai Lampiran jiwa pada standar ditetapkan ini. jelas. Cukup Cukup Cukup s. secara pusat pennukiman terbatas. sarana lingkungan sosial dan standar sesuai dengan kebutuhan fasihtas umum/fasilitas penduduk dilihat di pada dan berdasarkan pada sosial besaran kawasan dan ayal Pasal 16 (5) s. jelas. b Industri ayat (1) ayal (4) huruf a huruf c perakitan ringan yang produk terurai dunaksud industri meliputi mainan adalah yang perakitan diterima alat barang-barang dalam keadaan perakitan anak-anak. jelas. perkantoran.d. lain-lain y a n g komputer. dan kedokteran. kegiatan kota yang adalah berupa yang unsur pembenmk yang suukmr luas antara kawasan bersifat cukup fungsi kegiatan mulii pusal pemerintahan.d (3) jumlah itu dapat umum jenisnya fasilitas fasihtas jelas. Lampiran P e r d a ini. .

minimal Yang adalah atau Untuk tmgkat ayat ayat (4) (5) huruf a regional. sosial minimal kecamatan. Cukup jelas. dengan skala yang pada ditetapkan lokasi yang diperkenankan huruf c Pusat rekreasi dimaksud sesuai fungsi pengembangannya tingkat huruf d propinsi dan mempunyai nasional. M. kegiatan secara Jend. Merdeka maka nasional. Jalan perkantoran perwakil¬ ke Jend. Rasuna Subroto. fasilitas pusal kegiatan dengan dan sosial skala p e l a y a n a n internasional. Thamrin. 23 121 ayal (3) Pusal Kegiatan Utama tingkat Untuk adalah kota. nasional. Pusat Kegiatan skaja wilayah fasilitas Penunjang lokal dimaksud pusat Sistem kegiatan tingkat umum dengan bagian dan pelayanan maksunal fasilitas kotamadya.R.LO T a h u n I' jNo. serta tempat masih Kebayoran selain masih menampung asing negara bertahap diarahkan Jalan Said kawasan Gatot Jalan antara Jalan dan Sudirman. nasional umum/fasilitas pelayanan tingkat Kotamadya. H. Selatan ini Medan dan peraturan yang tidak pemanfaatan tata ruang sesuai Merdeka rencana bertahap huruf b Untuk an kawasan Medan akan ditata kembali. H. . ini civic dan center pusat mengandung pemerintahan yang nasional daerah tempat kegiatan museum dibatasi Merdeka Medan ditetapkan dengan secara bersifat u m u m yaitu gallery Medan Medan Barat. oleh j a l a n Timur. di di kawasan unmk sedangkan lokasi perkantoran terseb ut ada sekarang. perwakilan Khusus negara Menteng kegiatan untuk asing dan kediaman ditetapkan Baru. Kawasan yang Medan Merdeka kegiaian dan : merupakan sosial budaya serta ibadah. Merdeka Merdeka Sejak ruang Kawasan Utara. olahraga pelayanan Kawasan sebagai gelanggang pusat Senayan difungsikan dan olahraga tingkat nasional internasional.

23 -122- huruf e Pusat kesehatan yang dimaksud dan merupakan mjukan pusat dari pelayanan rumah sakit kesehatan di merupakan dengan bawahnya pelayanan tingkat propinsi. bertahap akan diatur lintasan sebagai operasi berikut : arteri . Pasal Pasal 18 19 ayal (1) s. . ayat (6) jelas. mempakan tingkat fasilitas distribusi distribusi dan barang jenis dimaksud barang propinsi tertentu dengan tingkat penunjangnya. huruf f Pusal kesenian dan yang dimaksud pertunjukan yang merupakan tingkat pusat kesenian huruf g Pusat tempat regional gedung propinsi. . dalam rangka Cara-cara pembatasan pada dapat diterapkan pribadi yang sangat tergantung antara lain kondisi tepat y a n g dilakukan pengaturan dan biaya perparkiran. .d (4) ayat (5) Cukup Cukup Secara umum . mikrolet Kebijakan dimaksudkan angkutan juga sistem pembatasan untuk tidak para hanya pemakai tetapi mendorong ke pribadi beralih angkutan agar dapat umum untuk mengarahkan umum akan lintas situasi melalui perpajakan maupun yang disediakan angkutan yang lalu dan memadai. lebih tinggi System diberlakukanya Proyeksi 38 pelayanan pada air bersih 2010 ditingkatkan yang dihitung menjadi berdaper m3/dtk tahun sarkan kebumhan domestik/mmah dengan tangga o r a n g per hari ditambah proyeksi kebutuh- . jelas. sarana angkutan a n g k u t a n bis a n g k u t a n bis angkutan besar hanya pada jalan sedang hanya pada jalan hanya pada jalan lalu lintas kolektor lokal.d 1) Cukup Cukup jelas. izin tahunan "Area diberlakukannya yang Licensing ayat (7) Pasal 20 ayat ayat (1) (2) s. jelas.LD Tahun 1999 No.

industri dan pelabuhan. badan sesuai masih sungai dengan sehingga debit air kapasitas yang pola diinginkan alamiali memperiahankau huruf b s.68 38 kemampuan 16. perdagangan. sementara Untuk timalkan diupayakan teknologi lebih penampungan akhir. lahan yang menyalurkan wilayah pertani¬ Laul terutama Selatan. jasa. Kondisi 1999 menjadi mencapai ayat Pasal 21 (3) dan (2) Cukup Cukup eksisting adalah 17. huruf b Saluran berfungsi an dan Pasal Pasai 23 24 ayat (1) dan ayat (3) (2) irigasi untuk adalah saluran air air permukaan ke Laut. pada Barat Timur Cukup Cukup Pengelolaan tangga sampah dari sumber.13 pada produksi m3/dtk tahun 2010. jelas.LD Tahun 1 No. baik dari rumah secara maupun dari sampai instansional sumber ke ke lokasi ditangani lokasi berjenjang. jelas. sungai adalah upaya yang dilakukan badan a y a t (i) ayat (3) huruf a Normalisasi terhadap sungai dengan sungainya. jelas. 23 -123- an perkantoran.d. dan d (8) Cukup Cukup jelas. besar Jakarta kebutuhan dipenuhi dari dan air dari di hasil Daerah Khusus air a y a t (4) Pasal 22 huruf a Sebagian Ibukota baku Kanal pengolahan Jatiluhur yang Tamm berasal Barat waduk sebagian melalui sungai kecil dari Cisadane. m3/dtk meningkat 2000 dan m3/dtk pada tahun jelas. mengop¬ hams oleh pembuangan dan sampah diduKung meningkatkan efisiensi pemanfaatan pengelolaan tepat guna. prasarana yang Pembakaran lama dilarang sampah melalui secara individu sudah sejak Kepala Keputusan Gubernur . pada tahun sebesar. jelas.

berlangsung k e c e p a t a n dan Pasal 27 a y a t (1) h u r u f a Cukup Yang adalah kawasan jelas. bahan yang yang di berbahaya dikelola meng¬ Daerah limbah lebih sumber perlu harus tidak kriteria arteri menuju pembuangan (83) limbah Ibukota ke dalam sampai terletak swasta. kerja. Khusus secara Ibukota terbuka Jakarta. nilai tanah bangunan. dan penampungan lokasinya kriteria hidup. pembuangan lokasi temtama dekat mengamankan disediakan sementara memenuhi mengganggu keselamatan Cibinong.LD Tahun 1999 No. meningkatkan perlu efisiensi pemanfaatan lanjuti cara yang mampu dengan diijinkan Keputusan prasarana pemanfaatan pembakaran akan sampah segera incenerator ditindak sebagai teknologi sampah. Teknologi incenerator yang dimanfaatkan adalah incenerator gas udara dalam menghasilkan ketenman sebagaimana Kepala ayai(4) Lokasi beracun oleh hasilkan khusus tersebut diatur limbah Daerah emisi/limbah mutu sesuai yang Surat baku ditetapkan Khusus Ibukota Jakarta. sysiem) Penimbunan juga tidak (dumping Cara p e n a n g a n a n tempat Dalam yang dilakukan adalah hingga saat ini di pembuangan rangka akhir sanitary landllll. sehingga kegiatan membentuk ekonomi pola . akhir di limbah Cibinong kegiatan dan wajib pihak Berbagai berbahaya Jakarta ketetapan cara ke tempat beracun yang di membuang Untuk lokasi akhir lokasi dimaksud pelaksanaannya tersendiri. dimaksud pelayanan yang telekomunikasi kualitas tinggi. Pasal Pasal 25 26 Cukup Fasilitas nya jelas. pemilihan lingkungan ke j a l a n telekomunikasi adalah 24 jam ketepatan yang dengan akses terjamin keandalan¬ suara. penanganan beberapa yang kriteria. P a s a l 28 dimaksud dengan pola lokasi sifat lingkungan atau segi dan yang pengelompokan yanA memiliki lingkungan dkinjau dari kesamaan kependudukan. 23 -124- Daerah sampah dilakukan.

dan daya Berdasarkan tampung Koefisien ini. dukung indikator tampung suatu kemampuan menampung dukung mendukung Penetapan dipengaruhi infrastmkmr. ini. kawasan kawasan fungsi daya yaitu arsitektur kerja formal merupa¬ untuk ruang. Berdasarkan yang ditetapkan pada setiap lainnya KDH pada lokasi/kawasan.LD T a h u n 199'. lingkungan dan nilai KLB ukuran KDB. huruf huruf b c Cukup Dalam atau KLB jelas.' tercantum 05 pada L a m p i r a n I dan daya P e r a t u r a n D a e r a h ini. pertimbangan intensitas dijabarkan tiap Gambar dan menjadi Lantai Bangunan kotamadya 34. Gambar II tercantum 36. Gambar Daerah Gambar Lampiran yang Peramran sudah Terhadap perizinan boleh renovasi tidak bangunan sebelum berdiri dengan ini penetapan Peraturan dan yang dapat Daerah tetap sesuai dilaksanakan dengan struktur dengan melekat izin melakukan selama masa memiliki dan atau merubah utama tetap bangunannya denda dimiliki. . yang daya ruang di pada 37. tampung kondisi kota. 23 -125- digolongkan Padat dan dalam Daerah Tidak sifat Padat. tenaga ditampung. intensitas Ketinggian sebagaimana dan Daya kan Tabel ruang Bangunan. dan j u m l a h dapat dukung dan daya besaran dan beberapa kelayakan penduduk dan variabel investasi. Gambar 38 sebagaimana 35. yang melunasi dalam kewajiban yang di perizinan penetapan kawasan mempakan besaran ruang di tiap lokasi dan nilai berdasarkan komponen mang fungsi awal tertentu. ditetapkan Tabel 04. Daerah Kurang Daerah pola Padat. dapat luas yang meng¬ lantai gambarkan bangunan) untuk yang besaran yang (seluruh dan direncanakan dapat digunakan lainnya penetapan terdapat pada komponen-komponen tabel intensitas ruang. yainj dan Tabei nilai KTB 03.

Kecamatan .600 452.Kecamatan . 1. maksimal prosentase. tenaga kerja formal ditampung termasuk .600 159.000 kecamatan P a s a l 30 Persebaran Jakarta jiwa Pusat taliun mempakan : penjumlahan penduduk sebagai berikut .Kecamatan .Kecamatan .800 Kemayoran Sawah Gambir daya formal dukung tahun dan 2010 Besar daya untuk Kotamadya yang dapat sebesar Pusat.000 208.500 143. sentase.LD Tahun 1999 N o .000 j i w a huruf b Persebaran Jakarta jiwa Utara penduduk pada di Wilayah 2010 sebesar Kotamadya 2. jelas.Kecamatan .800 119.200.600 jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa tampung Menteng Senen Cempaka Johar Baru Putih 118.Kecamatan .Kecamatan .600 430.300 137.400 288.Kecamatan Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Tanah Abang 246.700 296.400 jiwa jiwa jiwa jiwa jiwa . jelas. dan huruf ayat Pasal 29 huruf a e (2) dan (3) nilai minimal KTB dalam prosentase.000 kecamatan tahun merupakan : penjumlahan penduduk sebagai berikut Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kecamatan Penjaringan Pademangan Tanjung Koja Kelapa Gading Priok 440. 23 -126- ayat (1) huruf d Besaran akan nilai diperoleh pada dalam dari suatu nilai maksimal nilai komponen tabel lokasi maksimal intensitas nilai atau mang KLB setelah dan KDB ditetapkan kawasan prodalam masing-masing. tenaga kerja penglaju.800. penduduk pada di Wilayah 2010 sebesar Kotamadya 1. Cukup Cukup Cukup jelas.000 136. nilai dalam ketinggian KDH dalam bangunan lapis/lantai.350.

OOO j i w a K e c a m a t a n Setia Budi K e c a m a t a n Tebet . 23 -12 7- . di daya formal dukung tahun tenaga kerja 2010 : : : dan 3 18.IJ ) T a h u : ?9 N o . .000 j i w a huruf d Persebaran jiwa penduduk Wilayah 2010 sebesar penduduk Kotamadya 3.00 j i w a huruf c Persebaran Jakarta jiwa Barat Wilayah 2010 sebesar penduduk Kotamadya 2.200.200 jiwa 365.700 jiwa 294.9 00 j i w a 376.900 jiwa 211.700 jiwa daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar dan formal tenaga ditampung termasuk penglaju.300 jiwa 333.Kecamatan Tambora .800 jiwa 295.800.900 jiwa Pesanggrahan K e c a m a t a n Pasar Kecamatan Jagakarsa Kecamatan Mampang Kecamatan Kecamatan Pancoran Kebayoran : 239.950.Kecamatan Palmerah .400.Kecamatan .K e c a m a t a n T a m a n Sari Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Barat.600 jiwa 283.000 kecamatan tahun merupakan penjumlahan sebagai b e r i k u t .000 jiwa 100 j i w a : 444. penduduk pada : di daya formal dukung tahun tenaga kerja 2010 kerja : : 340.900 jiwa daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar tenaga formal ditampung termasuk kerja penglaju.000 jiwa 389.700 jiwa 402. : : 435. 1. 100 j i w a .100 jiwa 222.K e c a m a t a n Grogol P e t a m b u r a n .800 jiwa 293.000 kecamatan Jakarta Selatan merupakan pada tahun penjumlahan sebagai b e r i k u t : Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kebayoran Cilandak Minggu Prapatan Bam Lama : : : : : : : : : 458.Kecamatan K e b o n Jeruk Kembangan Cengkareng Kalideres : : 490.Kecamatan .000 jiwa 31.Kecamatan .Kecamatan Cihncing K e c a m a t a n K e p u l a u a n Seribu Berdasarkan tenaga Jakarta kerja Utara. .000 jiwa 29 5. 1.

1.Kecamatan . tenaga formal yang termasuk tenaga kerja p e n g l a j u .000 j i w a Pasal 31 Pasal 32 Cukup j e l a s .500 j i w a 196.LD Tahun 1999 No.Kecamatan B e r d a s a r k a n Pasar Rebo 130. .100 jiwa Ciracas Cipayung K r a m a t Jati Jatinegara Duren Sawit Matraman Pulo Gadung Makasar Cakung d a y a d u k u n g dan 2010 daya untuk tampung Kotamadya yang dapat sebesar tenaga kerja Jakarta ditampung formal tahun Timur.800.600 j i w a 438.Kecamatan .Kecamatan .600. 1.Kecamatan . tenaga kerja formal termasuk tenaga .Kecamatan .Kecamatan . huruf a b u t i r Ib Pertumbuhan pesat sejak 1965-1985 perumahan.600 j i w a 162.300 j i w a 203.Kecamatan .600.Kecamatan .800 j i w a 489.000 jiwa 3 02. Daerah siap bangun penduduk pelaksanaan berakibat Terbatasnya penyediaan dan relatif kota pada Jakarta yang Induk sangat Jakarta lahan yang Rencana penyediaan pemmahan kemampuan lahan untuk kumuh rendahnya Pemerintah kemampuan membiayai terbenbeberapa dalam finansial m a s y a k a r a t pembangunan tuknya bagian Dalam kota. . 23 128- Berdasarkan tenaga kerja Jakarta ditampung daya formal dukung tahun kerja dan 2010 daya untuk tampung Kotamadya dapal sebesar Selatan. kerja penglaju.Kecamatan .000 j i w a humf e Persebaran Jakarta jiwa penduduk di Wilayah 2010 : sebesar persebaran Kotamadya 2.100 jiwa 344. rangka penunahan kawasan-kawasan mengakibatkan pada pelaksanaan program perbaikan Peme- l i n g k u n g a n dan p e m b a n g u n a n r u m a h susun.000 jiwa 3 19.000 penduduk Timur pada tahun merupakan akumulasi k e c a m a t a n sebagai b e r i k u t .000 jiwa 214.

limbah dan kepadatan pembuangan keadaan jalan. ruang KB. c Cukup Cukup Yang adalah KDH jelas. sampah. kriteria Berdasarkan kekumuhan digolong¬ berat. adalah 1.LD Tahui }9 N o .d.a Cukup tata letak bangunan. bangunan.Pengembangan diamr di dalam Jakarta dan Daerah 11 tahun Ibukota Penataan Pengelolaan Jakarta hijau luas sedangkan sarana alami Kepulauan Utara. dikembangkan . dilakukan pulau sisanya Kotamadya mempertahankan penetapan penghijauan. Nilai KLB sebagai berikut nilai : KLB rata-rata mempakaJi 1. P a s a l 33 huruf huruf b a bulir 2. pembobotan telah terhadap dibakukan.4 sampai dengan . dipertahankan. 23 129- rintah Daerah memprioritaskan secara peremaj aan kawas¬ an-kawasan metode yang kan kumuh bertahap. asli pulau dan atau khas vegetasi tetap kepulauan huruf c Pasal 34 s. bersih.6 • a n t a r a a n g k a 0. prosentase KLB. ventilasi.d 37 (1) s. jelas. P a s a l 38 ayal dimaksud angka dan dan dengan komponen dan intensitas KDB. 3 (tiga) kawasan kategori kumuh dalam dan yaitu kumuh sedang ringan. dengan 5 (lima) ruang tingkatan auiu nilai KLB Yang dimaksud adalali lantai di telah 5 tingkatan besaran luas seluruli dibangun yang fungsi bangunan yang diperkenankan / daerah uatuk dalam perpetakan perencanaan berdasarkan ditetapkan batas-batasnya mang. meliputi : kepadatan keadaan penduduk konstruksi. air Kriteria k e k u m u h a n eksisting.Selain itu 40% areal pariwisata.0 t e r t e n t u dari r e n c a n a tata nilai KLB Lima tingkatan 1. jelas. pariwisata Peraturan Nomor di Kepulauan Daerah 1992 Seribu Khusus tentang Seribu Upaya melalui untuk dapat . KTB.

0 merupakan dari 1. dalam Pulau zona mti adalah Barat. KLB angka rata-rata lebih 2.0 sampai maksimal ayat Pasal 39 (2) Cukup Cukup jelas.0 merupakan dari 2. yang habitat untuk ekosistem menunjang ^perlindungan tercakup Rengat.4 nilai KLB dengan besar sampai 4. Gosong Peteloran . 23 130- 2. sebagai perlindungan karang. 108.000 Keputusan Menteri Perubahan Seribu Daerah menjadi Zona habitat dan pada untuk kegiatan lingkungan Pulau-pulau Pulau yang tersebut Kehutanan Fungsi terletak diperbahami nomor Cagar di dengan kepumsan teniang 162/Kpts-11/95 Alam Laut Kepulauan Utara Ha Kotamadya Jakarta Laut seluas Jakarta Khusus Taman Ibukota Nasional ±108. jelas.6 nilai KLB dengan besar sampai 3.5 nilai KLB dengan besar sampai 5. Kepulauan kawasan inti ditetapkan sisik.0 merupakan dari 3. pelindung. ini yang diperkenankan yang bertujuan serta hanyalah kegiatan dan perlindungan penelitin tersebut. Batas-batas inti. penyu perlmdimgan Kegiatan temmbu hutan zona mangrove. Kepulauan dalam serta Laut Seribu terdiri Nasional di luar atas kawasan yang Kepuluan Taman zona Pasal 40 ayal(l) Wilayah termasuk Seribu Nasional Taman Laut kawasan zona kawasan tersebut. Nilai antara 3.000 Seribu. KLB lebih b e s a r dari 5.4. KLB angka rata-rata lebih 4.0.LD Tahun 1999 No.0. Nilai antara 2.5. Nilai 10. Nilai antara 5. kan zona pemanfaatan ditetapkan Nomor berdasar¬ 527/Kpts/ sekitar Khusus Cagar Keputusan Menteri Pertanian Um/7/1982 Kepulauan Ibukota Alam tentang Seribu di seluas Penunjukkan Teluk Jakarta Ha Perairan Daerah sebagai Jakarta Laut. KLB angka rata-raU lebih 3.

Rengat. Timur. sional pemanfaatan pemanfaatan dan pariwisata alam secara dari sumberdaya perlindungan luar. Pelindung dengan Ground. shelter. Pulau Pulau Yu tercakup Barat. raga diberlakukan pulau dan ekologi karangnya aktifuas tidak kiarang. Bira Pulau daii Angin Belanda. Pulau Pulau Penjaliran Kayu Barat. meng¬ serta benda ground ganggu tidak lam yang ayat Pasal 41 (3) Cukup Cukup huruf a habitat temmbu mengambil sebagai tidak jelas jelas keras patahan-patahan dan kegiatan karang suvenir memsak camping vegetasi-pulau. pantai. Nyamplung Zona pemanfaatan dan zona unmk penyangga mempakan secara tradi¬ kawasan intensif. bersih tempat Zona Kelor Pulau Pulau-pulau adalah Pulau Lipan. tangki-tangki sampah. kawasan gangguan masyarakat Khusus cagar terhadap alam pada pulau-pulau Zona yang peruntukaimya dan lebih zona ketat tidak olah pemanfaatan ketentuan temmbu yang penyangga agar msak. atau Kegiatan perairan dan wisata terbatas pantai adalah yang rekreasi ikan hias. dan sebagai kawasan terbatas olah raga pelindung meliputi perahu. penampungan yang Kelor Pulau Barat. Pulau Bunder. ayat(l) ayat (2) Tanaman jenis yang berkanopi berdaun diameter dari 5 besar lebat dan adalah tumbuhan panjang daun pepohonan memiliki berusia tutupan lingkaran meter). Sebam Pulau dan ayat (2) dalam Pulau Besar.LDTahm ^9 N o . Yu Pulau Timur. 23 131 Peteloran Penja-liran Pulau Zona Timur. berkanopi baru relatif besar penggunaan pemeliharaan hijau mang (lebih tanaman dan Pengembangan besar ruang dalam terbuka keras pembangunan untuk sebagai dimaksudkan t e r b u k a hijau meningkatkan pam-paru k:ota efektivitas (pengha- . ekosistem Camping fasilitas air pemanfaatan rekreasi MCK. Pelindung Timur. Sebaru Pulau Kecil.

LD

Tahun

1999 N o .

23

132

sil dan

oksigen), fungsi cocok

kehijauan

kota,

estetika Pepohonan sepanjang

lingkungan, berkanopi sisi sungai, gedung, di

sebagai

peneduh. di

besar

dikembangkan lapangan olah

sekeliling lapangan

raga,

halaman Unaik

parkir

dan

sebagainya.

peneduh yang yang

pinggir jalan, guguran memsak huruf b ayat(3) Pasal 42 ayat(l) ayat (6) s.d. (5) s.d. g Cukup Cukup Cukup

dipilih j e n i s rendah

pepohonan

tingkat tidak

daunnya

serta

perakaran

jalan/trotoar. jelas jelas jelas ke Undang-Undang Cagar Daerah Nomor 5 dan tahun 1992

Mengacu tentang Gubemur tentang Kebayoran golong

Benda Kepala

Budaya Khusus

Keputusan Jakarta dan ter¬ serta

Ibukota Menteng yang

Pemugaran Baru, maka memiliki harus fungsi

Kawasan kawasan nilai

telah budaya

mantap, khas

sejarah, dengan

arsitektur Pembahan

dikelola

cermat. ruang untuk

pemanfaatan seperti ini harus

kawasan-kawasan secara yang cagar P a s a l 43 avat (1) khusus berlaku budaya. yang

dikendalikan ketenman

dengan yang

berpedoman berkaitan

kepada

dengan

pengelolaan

Fasilitas

dibutuhkan yang mang

kawasan hams

perkantoran, berupa terbuka fasilitas jembatan pekerja berbagai bagian terpadu. dalam pasar

perdagangan kantin, untuk laiimya,

dan j a s a parkir,

disediakan mang dan

tempat umum, di

mnggu,

fasilitas dalam dan persil

peribadatan atau

gedung, bagi

penyeberangan setempat fasilitas integral ayat (2) maupun tersebut dari

sebagainya

pengunjung. hams

Penyediaan sebagai secara

dilakukan

pengembangan kawasan fasilitas menyaai dan

Kebutuhan ruang yang

perdagangan/pertokoan seperti mall, hams Golongan dari luas plaza,

swalayan, ruangan Kecil lantai

pertokoan usaha seluas bagi 10% yang

^menyediakan Usaha Skala

tempat (GUSK) tempat

keseluruhan Keseluruhan

usaha

dibangun.

LD

Tahu^

19 N o .

23

133

ruang

untuk

perdagangan sewa dan agar

dikelola usaha

sedemikian dapat

rupa

sehingga oleh GUSK kegiatan bangunan usaha bagi lain ayat ayat (3) (4) atau

harga

tempat

dijangkau oleh dengan

GUSK, diatur utama

barang/jasa dapat saling di

yang

dijual

melengkiapi

perdagangan

bangunan/komplek ruangan d i a h h k a n ke apapun. tempat lokasi

tersebut. GUSK diganti ini

Penyediaan tidak boleh bentuk

dengan

Cukup jelas Pada kawasan campuran perumahan : dan parkir dan bangunan

u m u m t e r b e n t u k pita, 1. Kebutuhan mang

dipersyaratkan untuk

manuver di dalam

kendaraan harus 2. Menyediakan secara m e n e r u s 3. Menanam perpetakan. Pada umum 1. kawasan berbenmk

disediakan untuk

perpetakan; pejalan kaki

ruang ;

fasilitas

pepohonan

untuk

peneduh

di

dalam

campuran

perumahan

dan

bangunan ; sarana dikelola dengan

superblok,

dipersyaratkan sosial areal dan yang

Fasilitas parkir yang

umum,

fasilitas di dalam

disediakan jenis ; Dasar dan

jumlahnya

disesuaikan

standar 2.

Koefisien mang

Hijau yang

diwujudkan mengandung

dengan tanaman

terbuka

hijau

pepohonan Besarnya suaikan setempat, 1. Pada 3 5% 2. Pada

pelindung. ruang kategori berikut padat, : ruang untuk ; ruang 50% untuk ; peru¬ perumalian untuk pola perumahan sifat dise¬

proporsi dengan sebagai kategori

lingkungan

dan b u k a n p e r u m a h a n 6 5 % kategori 50% kurang padat,

perumahan 3. Pada mahan Pola sifat

dan b u k a n p e m m a h ; a n tidak padat, ruang

kategori 65%

lontuk 3 5%.

dan

bukan

pemmahan

lingkungan Gubernur.

dimaksud

ditetapkan

dengan

Keputusan

LD

Tahun

1999 N o .

23

134-

ayal

(5)

Keputusan Ibukota Tindakan Kegiatan Pencemaran Jakarta memenuhi

Gubernur Nomor

Kepala 1893 Bagi

Daerah tahun 1991

Khusus tentang

Jakarta

Administratif yang

Perusahaan/Industri/ Kerusakan Khusus Cair dan Ibukota agar

Menimbulkan di Daerah

Lingkungan

Wajib Baku

Mengolah Mutu

Limbah

Limbah.

ayat(6) P a s a l 44 huruf a

Cukup Panduan

jelas Rancang dari bersifat kota Kota (PRK) disusun atas sebagai kawasanpusat-pusat tidak per yang

penjabaran kawasan kegiatan bersifat kawasan terpadu. dalam 1:500. tiga

RRTRW

Kecamatan dan

strategis sehingga atau

atau

pembangunannya per persil penataan Kota tetapi ruang

individual sehingga Panduan dimensi

diperoleh Rancang dalam

digambarkan dan atau

skala

1:1.000 Kota

Pedoman lanjutan

Pembangunan dari Panduan

(kawasan) Kota dan

merupakan yang antara

Rancang dari PRK

memuat lain

rencana berisikan

implementasi uraian

mengenai

pembagian sosial,

kewajiban dan an

pembangunan umum yang

prasarana,

fasilitas

fasilitas mang

berdasarkan

alokasi

pemanfaat¬ pemilik

diperoleh

masing-masing dan Kota dan

tanah, kawasan.

tahapan

pembangunan, Rancang (kawasan) dan menjadi

pengelolaan Pedoman dengan penetapan SIPPT.

Panduan Kota

Pembangunan keputusan kewajiban huruf b Pasal 45 s.d f

ditetapkan dasar

Gubernur pengembang

dalam

penerbitan

Cukup Cukup Lintasan

jelas jelas Fatmawati HI tanah sampai di Duri atas ~ Kota melalui jalur dengan mulai Blok M di

h u r u f a s.d b huruf c

Bundaran bawah Senayan dibangun Lintasan an

Harmoni {sub-way) dengan tanah

pembangunan dari

Bundaran selebihnya

Harmoni, (elevated) melalui jalur Besar -

Kemayoran Duri -

perbatas¬

Tangerang

Sawah

Kemayoran sebagian di kemungkin¬

sampai

perbatasan sebagian

Bekasi, di atas

dibangun tanah dan

permukaan, an

s e b a g i a n di

bawah

tanah.

bawah maupun reservoir buatan lain yang tempat dapat reservoir lapisan akifer bawah dapal melalui infiltrasi Cekungan tanah. Reservoir penyimpanan dibedakan buatan.d h Cukup Yang daerah dan jelas. 23 135 huruf d Pasal 46 huruf a s. pembangunan . sungai Sunter penghubung kapasitas 220 M 3 / d e t i k . membuat standar septictank untuk sampah dan mengolah hams pembuangan limbah industri lain-lain. permukaan tertekan tanah. antara pemasukan dan metode metode huruf d huruf i s. dimaksud resapan air dengan dari perlindungan kemungkinan adalah terhadap pencemaran yang perusakan unmk lingkungan mencegah upaya-paya dilakukan seperti memenuhi domestik. mengolah P a s a l 47 huruf a terjadinya yang pencemaran baik dan limbah terkendali. keadilan menguntungkan. masyarakat. tampuag prasarana 100 500 - Peningkatan pengendalian tahunan M3/detik. Tarif air bersih bagi harus terjangkau dan berkeadilan huruf huruf b c Cukup jelas. dilakukan metode buatan pada air atas dasarnya sebagai reservoir akifer baik akifer merupakan persediaan alami di bebas dan.d f Cukup jelas efisiensi manajemen berikut pengelolaan : adalah pihak dan dapat swasta saling air Meningkatkan bersih a.LD Tahun 9 No. butir 5 dimaksudkan sebagai Peningkatan dilaksanakan atas prinsip yang dimaksud dengan kerjasama kesetaraan. Cisadane peningkatan menjadi kapasitas banjir Banjir dan pada daya tingkat Barat banjir menjadi Ciliwung untuk Kanal pembangunan dengan daya sodetan 600 kapasitas tampung M3/detik. sesungguhnya Pengisian dengan mempakan secara reservoir b e b e r a p a cara langsung. injeksi. b. Drain saluran dengan saluran Cengkareng pembanguaan Cakang 510 M3/detik.

ini SPBG di baru atas sungai unmk penambahan pemntukan jalur sebagainya.LD Tahun 1999 No.d. c Cukup SPBU Bahan SPBG Bahan Yang adalah tuaknya tanah dan jelas jelas adalah Bakar adalah Bakar Pasal 24 ayat (4) huruf a huruf d singkatan Umum singkatan Gas dengan SPBU dari Stasiun Penyalur dari Stasiun Penyalur dimaksud pada pembangunan SPBG yang telah taman. menambah yang diperluas dengan pakte-paket dibutuhkan.d s. dimulainya kapasitas 13 pelaksanaan sungai utama. 23 136- penghubung kapasitas Banjir 135 Kanal sungai Timur Angke dengan - Cisadane 370 dengan M3/detik M3/detik.d 53 (2) e Cukup Cukup Cukup Cukup Lokasi air batasan jelas jelas jelas jelas penting pada "langit b u u " secara b e r t a h a p .d e c Cukup Cukup jelas jelas (modul-modul) kapasitas incinerator menggunakan sehingga maran yaitu alat prinsip pembakar sampah yang pembakaran dampak sempurna pence¬ tidak udara. ayat (1) d a n ayat huruf (3) b huruf a pemantauan Jakarta letaknya kiaalitas yang dan debit diperdan utama sungai adalah wilayah yang lokasi-lokasi di terletak Botabek dengan lokasi-lokasi sungai-sungai .d e Cukup Cukup Yang suatu paket Sistem jelas. jelas. dimaksud sistem ini (permodul) dan n o r m a l i s a s i P a s a l 49 dengan air dengan sistem limbah kapasitas sesuai modular yang kecil adalah per pengolahan dapal dibuat (terbatas). huruf b P a s a l 50 huruf a huruf d s. serta o p t i m a l i s a s i huruf Pasal 48 huruf a b s. dialokasikan yang hijau Hal terbangun pengaman dimaksudkan melaksanakan program huruf P a s a l 52 Pasal 54 s. jelas mempunyai terhadap huruf e huruf huruf Pasal 51 i j s.d h Cukup Lihat penjelasan Cukup s.

yang penatagunaan sangat tinggi. 23 137- setelah muara. Pantai Oleh pulau dengan ayal (2) huruf a karena tempat cermat. pelaksanaan program udara yakni pengembangan kota dan pengendalian pencemar kualitas bergerak sumber-sumber bermotor yakni dan dan sumber-sumber bangunan sampali pencemar umum. bakar ketentuan adalah dimaksud yang bakar terbentuk khususnya pembakaran . serta Pulau dari burung mengakibatkan vegetasi pulau-pulau Dua kecil. penting telekomu¬ bangunan pandang. dan di Jakarta bangunan bangunan ruang Pemanfaatan kan derajat bumng. atas udara penataan nilai koridor mang. kawasan Pulau kualitas lingkungan pengendalian udara kesehatan lainnya pantai dan burung Populasi itu Sebagai hutan Rambut akan kualitas masyarakat terutama kota pantai. memperhati¬ Penurunan penurunan komponen dan populasi terdapat dalam juga udara untuk nikasi.LD Tahu 99 No. atas penyediaan transmisi tanah. untuk ke dikelola pantai merupakan lain juga mang persinggahan musiman. tidak gas akibat gas bergerak tangga industri. tranportasi. pembakaran yang gas-gas bahan yang dengan memenuhi hasil proses C02. ayal Pasal Pasal 55 56 ayal (1) (4) dan (5) Cukup Cukup Di pertemuan beberapa sungai atau sebelum jelas jelas kegiatan memiliki listrik. air d a n r u a n g juga hams udara. tempat secara makan. Jakarta negara memanfaatkan udara perlu sebagai bumng tempat dari mencari kawasan pemanfaatan migrasi jalur-jalur terbang tersebut Pembangunan manfaat kerugian penurunan gulangi dan bagi kota Jakarta selam juga membawa menimbulkan kepada menang¬ kualitas masyarakatnya yang lingkungan kesehatan sekaligus tersebut berakibat Untuk penurunan masyarakat. mencegah lingkungan program penghijauan terhadap kendaraan tidak rumah perlu ditingkatkan hutan kota.

udara frekuensi sellular dan lokasi penggunaan radio. jelas ruang hams bawah manfaatnya masyarakat Pasal 57 ayat (1) d a n ayal (5) (4) Pengaturan dari bawah muka ruang tanah tanah. transmisi tinggi. tanah merupakan Pemanfaatan dengan tata bagian mang mang dan ruang Rencana Tata Ruang.d g Cukup jelas panduan bangunan mang Untuk berupa untuk baik (contoh rancang sangat udara itu unsur dan yang suatu alam kota dan penataan dengan yang unsur bagi Penyusunan tata letak pemanfaatan ditujukan berkualitas. alam . 23 138 huruf b Penatagunaan beberapa an yaitu antara : udara secara yang khusus mengandung persinggung¬ dengan tanah kebijakan menyangkut ruang udara pemanfaatan . dan mengatur Bangunan Bangunan termasuk jalan-layang . Lantai di pengembangan antaranya dan bentang dengan Tinggi susun.Pengamran jalur listrik huruf c tegangan Pemanfaatan antara batasan ditetapkan laui microwave ruang untuk dan untuk dengan telekomunikasi gelombang yang memperhatikan bangunan radio.Pengaturan frekuensi dan/atau koridor-koridor microwave.Menjaga dan lokasi zona pengamanan udara dari lintas penerbangan pem¬ bandar yang kemungkinan dengan bangunan tidak relevan fungsinya. huruf d huruf h s.LD Tahun 1999 No. elektromagnetik. berkesesuaian menjaga Mengingat demi geohidrologi prasarana baik y a n g keterkaitan stabilitas s6rta tuiggi kawasan pemanfaatan geologi di pengaturan individu tersebut. kawasan buatan kan Cukup berkaitan kawasan maupun perlu perencanaannya orientasi diupaya¬ terciptanya pembentukan Nasional) Monumen keberadaannya banyak.Mengoptimalkan (skyline) Koefisien kota. dan distribusi tenaga . ruang pada ketinggian' tersebut. kontmuitas keterkaitan bawah bangunan tanah m e n y a n g k u t hak .

Cukup Cukup Cukup Transfer kapi station adalah suatu lokasi yang yang dileng¬ berfungsi dengan peralatan .LD Tah D99No. suplay pejalan untuk pengaliran seperti di mengalirkan atau sungai/danau gunaan Yang dalam tanah ayat (6) P a s a l 58 P a s a l 64 s.d 63 a Cukup Cukup bawah jalan/gunung. Bawah Tanah. tersebut bawah air digunakan untak jalur kaki. 23 139- inaupun tersendiri publik yaitu perlu diatur di dalam tentang Hak Hak ketentuan Pedoman Pemilikan Pengelolaan ketentuan tentang Dewatering. diperkenankan. berupa baja dan sebagainya) segi banyak:. ruang terbuat dan atau yang dari di batasi berbagai dan yang oleh macam dapat ber- masif yang (beton. d 70 humf a butir 3 bs. rel atau air Terowongan kereta api tanali/laut. peng¬ lainnya. maka sebelimi pemntukan untuk humf Terhadap berlakunya dan penggunaan yang bangunan tersebut sebagai >Aajib kegiatan tahan.peralatan . memanjang. fungsi olah niaka yang raga Peraturan menyimpang pusat pembangunan mendukung dan humf P a s a l 65 P a s a l 71 s. ketentuan Ketentuan Bawah adalah tentang Infrastruktur Terowongan dinding material dibentuk bentuk Tanah. piliak piliak yang yang berkepenungan memanfaatkan jelas jelas bangunan Peramran yang Daerali dibangun ini. Setelali mendukung dan pusat pemerin¬ keolahrdgaan berlakunya yang sebagai tidak rekreasi. dimaksud ayat dan ini mang dengan adalah udara. Daerah dari ini.de rekreasi jelas jelas jelas pemerintalian.

h u m f b butir butir 2 1 3R j u g a dilakukan Cukup j e l a s Pembangunan permukiman yaitu kiman dari sepuctank komunal dilakukan untuk sedang permu¬ (kurang individu. perhari tersebut areal butir 5 butir 6 ± dapat incinerator 20 KK. reduced dan recycling (3R) adalah sampah dari konsep zero di unmk waste.LD T a h u n 1999 N o . 23 140- memindahkan daya angkut sampah efekuf butir 4 angkut yang ke dan sampah kecil lebih Tempat ke dari alat besar. dan Penerapan LPA. sampah pengurangan dengan mendaur konsep ulang tempat di LPS lain.selatan / septictank dikembangkan sepdctank standar. (LPS) melayani di Peralatan dengan ditempatkan 100 m 2 . meminimalkan jumlah Konsep 3R ini yang sehingga kembali dan di dimulai pemilahan dengan kan sumber bak sampah sampah dilakukan memudah{reused). Cukup j e l a s Konsep suatu menuju reused. dilanjutkan mendesain sampah untuk jumlali digunakan sanipali. kepadatan penduduk orang/lia) untuk dibangun septictank sedangkan dari 300 kepadatan penduduk melalui tinggi orang/ha) sewerage.200 lokasi dipo dari kapasitas m3 Penempauin alatnya per hari. (lebih dengan orang kepadatan per penduduk Untuk rendah 100-300 dengan 100 hektar. butir 3 s. utara Jakaru dilakukan pembangunan untuk tinggi sistem wilayah Seprictank dengan air komunal permukaan dilakukan modified dengan dan di penerapan bagian teknologi . alat pengangkut dengan daya f)cngangkut sehingga dengan pembuangan menjadi Pembuangan Akliir efisien. incinerator Untuk terganmng kapasitas 1.d 6 Cukup j e l a s .

d 74 s. Daerah Daerah Gubernur Jakarta Pemntuk- Klmsus Kepala tentang an dan Keputusan Kliusus Ibukota Pelaksanaan air di Penetapan air sungai/badan wilayah serta baku muoi Ibukota Daerah Daerah Gubc^rnur Jakarta Khusus Kepala tentang Jakarta. Daerah Keputusan Khusus Ibukota . rencana 1:1000 lokasi yang ruang pedoman dengan Pengawasan melalui mengacu Ketetapan tertentu pemantauan. melaksanakan kualitas yang pemantauan ruang sesuai temtama Daerah penetapan air penegelolaan dengan Keputusan Khusus ketentuan-ketenman Gubernur Ibukoui dan muoi Ibukota Daerah Petunjuk baku limbah mutu cair baku ada Daerah Kepala Jakarta mutu cair tentang air di peruntukan serta baku sungai/badan wilayah limbah Jakarta. Cilincing. dan/atau terbawa perairan sampah di laut melalui muara sungai. hutan temtama Kali Angke-Kapuk.LD Tah i999 N o . menggambarkan yang selanjutnya fisik pemanfaatan sebagai pembangunan Pengawasan pengawasan pemanfaatan pasca mang juga temtama mencakup terhadap Instansi konstmksi dan kegiatan-kegiatan yang dan berwenang evaluasi industri wajib instansional. akan saluran pembuang¬ Sampah kali akan sampah masuk ke tidak ke mencakup umum 100%. kepada Ketetapan Kota Rencana peui skala Rencana pada adalali kedalaman informasi digunakan kota. 23 141 butir 7 Berhubung lokasi an yang adanya kendala peuangauan maka pelayanan sampah di sumber sampah. huruf c Pasal Pasal Pasal 72 75 76 s. Akumulasi perairan pantai menimbulkan di kawasan Bam dan permasalahan pantai eks lingkungan.d e Cukup Cukup Cukup jelas jelas jelas pemanfaatan pelaporan ruang dan dilaksanakan evaluasi Kota.

23 142 A baku Kepala tentang Kepala tentang mutu udara ambien. satu yakni hasil evaluasi tindak tidak adalah lanjut sesuai mmusan terliadap dengan rekomen¬ kegiatan rencana saran yang pembangunan tata Pasal Pasal 77 78 ruang. dilakukan ruang bentuk pemanfaatan perizinan dimihki. rekomendasi izin rekomendasi Manajemen Lalu Lintas.LD T a h u n 1999 N o . Penerbitan pertanahan. berkaitan adalah dan Izin dengan Izin Mendirikan pemanfaatan Pemntukan Bangunan. Evaluasi ketentuan-ketentuan kesesuaian ruang rencana tata mang dengan dan terhadap cara pemanfaatan menelaah yang Salah dasi. Izin Mendirikan Izin dan Bangunan. atas lain pengguna¬ kepada dalam tanah/bangunan tanah didasarkan ditetapkan Kota. Undang-undang atau perizinan harus tetap Penggunaan Izin Bangunan. Pariwisata. 0 pemnmkan rekomendasi Pasal Pasal 79 80 Cukup jelas Pengumuman ruang yang yang Rencana Ketetapan atau telah penyebarluasan rencana uta ditetapkan sebagaimana dimaksud . jelas Cukup Perizinan ntang yang temtama Tanah izin oleh terkait. di atas oleh Penggunaan Penerbitan didukung instansi sebagaimana rekomendasi temtama dimaksud yang diterbitkan dari kota rekomendasi di bidang Kota tata instansi dalam Tata yang bertanggung jawab bentuk Letak Ketetapan Bangunan. an Gangguan. Daerah Keputusan Ibukota bagi Khusus administrasi yang pemsahaan/ pengmsakan Khusus lain yang industri/kegiatan dan pencemaran Jakarta menimbulkan di lingkungan dan Daerah Ibukota berlaku. Daerah Keputusan Ibukota Gubernur Jakarta Gubernur Jakarta Daerah dngkat Daerah undakan Khusus kebisingan. Rencana dan Rencana dan rekomendasi Komisi instansi AMDAL.

masya¬ mempertimbangkan yang layak private Pasal 82 Penggantian rakat hak yang atas diberikan sebagian akibat kepada atau dari melepaskan ruang tata sebagai ruang sepenuhnya pelaksanaan peraturan kebiasaan rencana berdasarkan adat.LDTab 1999 N o . pemanfaatan ruang ruang pengendalian dalam timbul Kcgitan bentuk atas pemanfaatan berbagai dan tata diselenggarakan masyarakat sendiri. Pasal 81 ayat (1) ayat (2) Cukup pasal ini merupakan kewajiban Pemerintah jelas musyawarah untuk kerugian semula antara pihak yang Penyelenggaraan berkepentingan yang ruang harus layak udara atas yang menetapkan terhadap dimiliki hak status oleli penggantian tanah dan masyarakat masyarakat. yang berlaku. penggantian nilai j u a l saat hukum Besarnya yang objek itu. tanah yang dan yang konsolidasi tambah pembahan tingkat ditentukan berdasar¬ akibat tidak nilai ditimbulkan ruang. dimiliki antara tidak pihak masyarakat yaiig kesepakatan maka hal untuk lain ini berkepen¬ perdata tanahnya kepada m e n i a d a k a n hak hak atas hanya masyarakat kepada pihak Pasal 83 huruf a humf b Cukup Peran sunan melepaskan tidak pihak yang jelas serta telah terbatas Pemerintah ditunjuk Daerah. dalam yang perubahan semula status tanah dan ruang tidak Apabila udara tercapai tingan. masyarakat tata di dalam kegiatan penyu¬ dan rencana ruang. ruang yang kegiatan keinginan ruang. layak pajak atau dapat atau ditentukan harga pasar berdasarkan yang modal seperti kan berlaku atau berupa atau bentuk penyertaan fisik lain urun saham. kehendak penyusunan pemanfaatan . atau perundang-undangan. 23 143 dalam Daerah. sebagai dengan dari adanya nilai mengurangi yang kesejahteraan masyarakat bersangkutan.

peran rencana masyarakat Ruang di Bagi serta tata di pembinaan dapat kegiatan masyarakat Daerah terselenggara Ibukota dengan peran dengan Khusus Jakarta hirarki serta Tata masyarakat ruang dalam Daerah Ruang Ruang Ruang diatur a. berlaku. yang ikut profesi pengem¬ kelompok pengembangan serta pemuda dan bangan Cara dengan antara dan tata serta intelektual Kelompok-kelompok lain tokoh yang ruang meliputi agama. masyarakat kebijakan mang masyarakat wilayah institusi dengan mencakup sasaran propinsi. pemerintah serta pemanfaaian dan ruang mengacu peraturan Dalam maupun wajib pedoman-pedoman kewajiban. 23 144 dan kepada yang baik pengendalian kaidah. jelas jelas serta Ruang. yang ikut melaksanakan masyarakat berperan yang huruf Pasal Pasal 84 85 c Cukup Cukup Peran Tata mentaati peraturan-peraturan ditetapkan. kelompok berkaitan Kotamadya. Rencana Ibukota Wilayah Tata Tata Teknik dimaksud Jakarta. Rencana Rinci Kotamadya^ Kecamatan Peran : serta Rencana dan Rencana masyarakat sebagai berikut Dalam rangka peran penyusunan Khusus serta tata Rencana Ibukota dan Tata ruang Jakarta Wilayali lingkup perumusan Daerah tujuan. pemanfaatan sehingga kan merupakan Daerali Pemerintali agar wajib menyelenggara¬ peran serta baik. yang dikaitkan meliputi penyusunan Khusus Wilayah Wilayah Kota. masyarakat dalam penyusunan dan hak Rencana pemanfaatan ruang ruang pengendalian masyarakat. tahun melalui penyelenggaraan kan setiap lima Waktu sekali Tata serta yckni Ruang dan pada" penyusunan Daerah Rencana Ibukota Wilayah aiau p a d a Khusus Jakarta . pendapat angket dilakukan dan atau dilaku¬ saat penyampaian penyebaran diskusi.LD Tahun 1999 No.

Waktu kasus. . Dalam Ruang tersendiri permanen. serta masyarakat usaha setiap ditangani Gubernur gabungan Unsur Pasal 86 : Tata cara swasta/individu. rangka Wilayah Penyusunan Kecamatan. Rencana lingkup Rinci peran Tata serta masyarakat lingkungan kelompok lain meliputi dan pengkajian atau proyek. Penyusunan lingkup pengkajian masyarakat. ini Daerah Jakarta Kelembagaan dibentuk yang menangani dan bersifat kegiatan tidak b. ini Rencana Ruang Wilayah Kelembagaan tersendiri menangani tidak kegiatan dibentuk permanen. yang PKK ikut dan pengembangan Kelompokserta Karang 5 lahun antara Taruna. tentang tata arah keberatan. terhadap dan tanggapan. sekali evaluasi Kecamatan Rinci masyarakat LKMD. dengan berperan peran Rencana serta Teknik Dalam Ruang rangka Kota masyarakat lahan penyam¬ Kelompok adalah badan untuk mencakup kepemilikan paian pengembangan Cara serta pendapat yang diskusi. masukan pengembangan potensi ruang. informasi masalah dalam pemberian pertimbangan. oleh Kelembagaan Komisi sertanya pelaksanaannya ciibentuk oleh Tetap y a n g yang dari keanggotaannya Instansi Pemerintah merupakan Daerah dan Masyarakat. 23 - 1 45- saal Ruang dan penyelenggaraan Wilayah pada Daerah saat evaluasi Khusus Rencana Ibukota Tata Jakarta Tata atau penyusunan Kliusus Hencana Ibukota Ruang yang Wilayah baru.LD Tahi ^9No. setiap penyelenggaraan Ruang Wilayah atau pada penyusunan Kecamatan. 86 masyarakat wilayah ayat (1) dalam proses perencanaan dimaksud dengan sebagaimana dilaksanakan pendapat. peran tata sena ruang Pasal saran. dilakukan saat Tata saat meliputi serta pada Rinci Waktu yakni Rencana dan Tata yang dan c.

23 146- Penyampaian tanggapan.LD Tahun 1999 No. surat penunjukan penggunaan b. . dan ayat atau (1) masukan pendapat. masyarakat (4) sebagaimana oleh dikoordinasikan Daerah. keberatan. pemanfaperaturan dimaksud atau cara ruang tertulis peran dilakukan Kepala dalam sesuai Gubernur masyarakat dilakukan wilayah perundang-undangan Pelaksanaan dimaksud Gubernur Peran peran dalam Kepala serta yang serta ayat berlaku. pemanfaatan lisan Pasal 87 Cukup atau ruang wilayah kepada disampaikan Kepala tertulis Gubernur jelas P a s a l 88 angka 1 Sanksi an administrasi dikenakan tata terhadap yang pelanggar¬ dilakukan perizinan rencana ruang . Termasuk pengenaan faatan sanksi administrasi retribusi dan atau penyesuaian pelampauan sesuai Tabel I rencana KLB 03. mana lisan Tata atan saran. Pencabutan dalam izin mendirikan bangunan. antara lain b e r u p a izin Pencabutan tanah . yang dikenakan pelanggaran dalam antara tentang Peme¬ Disiplin administrasi yang melakukan atas yang Tahun tala ruang didasarkan ketentuan berlaku 1974 perundang-undangan Nomor 8 Undang-Undang Pokok-pokok rintah Pegawai Nomor Kepegawaian 30 Tahun dan 1980 Peraturan teniang Negeri Sipil. yang lahan Ketinggian dan Tabel Bangunan 05 Lampiran sebagai pengenaan retribusinya Sedangkan terhadap rencana peraturan lain tergolong sanksi pegawai penaUi. masyarakat dalam pcngciidalian secara Daerah. sebagai¬ secara Daerah. dalam kepada serta penimbangan. masyarakat a. disini adalali peman¬ dan Tabel atau 04.

memberikan mengenai ruang informasi rencana suatu letak mudah dan dipahami hitensitas dari peruntukan lingkungan. peta yang pasal garis mengatasi 1:20. jelas Tata Ruang Wilayah Kecamatan dalam yang sebagai ruang. diperaga¬ karena bidang terlalu huruf b Peraturan memuat rencana mintakat merupakan dan produk mctoda tata hukum yang prinsip-prinsip tata ruang ke penjabaran lebih rencana ruan^ yang terperinci (detail). oleh masyarakat peta tidak dan mudah besar.DO0. ruang dan laiian yang ini 1:5. atau pada dikenali nama jalan.d 90 Cukup Luas berlaku. Berdasarkan studi y a n g dilaku- .000 dikon¬ sebagaimana versikan informasi Pasal Pasal 92 93 huruf a Cukup Rencana digunakan pemanfaatan yang jelas ke dimaksud dalam pada dapat skala mengurangi yang dimuat pada peta l:20. dimengerti kan di j a l a n . jelas wilayah perundang-undangan administrasi kotamadya faktor dan bentuk sangat geografis bervariasi di dalam masing-masing sehingga teknik kesulitan menimbulkan penyajian tersebut kesulitan Untuk berskala ini tanpa petanya. ini atau sehingga di lainnya apabila Kantor dapai rencana ruang dipasang lokasi Kcluralian.j a l a n . 23 147 angka 2 dan 3 Pengenaan dilakukan ruang pegawai baik sanksi terhadap yang yang perdaia dan sanJvsi rencana pidana tata penyimpangan dilakukan berwenang dalam masyarakat berdasarkan maupun atas ketentuan-ketentuan yang Pasal Pasal 89 91 s.LD Tahun ^9 No. yang geografis orientasi """peta kawasan tata dimaksud. instrumen harus pelaksanaan informasi yang tata jelas memberikan tata mengenai Dengan akan rencana skala ruang rencana yang dimaksud.000.

prasarana beserta pergudangan. bangunan bangunan taman fasilitas penyempurnaan karya karya karya dan pemerintahan dengan serta fasilitasnya.d e industri umum ruang ditetapkan yakni kawasan pembentuk pemukiman. jumlahnya struktur hijau. Pengembangan dan permintakannya dibagi 25 berdasarkan terdiri tata selanjutnya blok-blok 10 ke blok mintakat menjadi blok. pusat hijau kegiatan dijabarkan hijau wisma umum umum mintakat wisma penyempurnaan binaan. ruang tipologi Penyesuaian dapat fasilitas sional sosial sesuai peruntukan sarana umum harus atau memenuhi dengan standar fasilitas kota ini. pendukungnya. fasilitasnya. secara propor¬ Peraturan Daerah . wilayah (WP). tuntutan dan rangka dan dan kebutuh¬ pengaruh pemanfa¬ sesuai dapat dalam kebutuhan Daerah ruang ayat (1) perkembangan ruang ekonomi globalisasi dinamika masyarakat. dan b) tipologi peruntukan kawasan peralihan menuju dengan menuju mantap. blok-blok fasilitasnya. fasilitas karya wilayah. peruntukan berpedoman di dalam tersebut kepada metodologi. kota maka perkembangan Gubernur Ruang berikut perubahan Rinci Tata' sebagai rencana di peralihan rencana dan dalam efisien kota peruntukan . daiam tiap yang dan maka rencana kawasan ekonomi ke dalam dengan dengan beserta beserta lindung. ke dalam blok-blok telah kriteria yang Cukup jelas Untuk an atan dapat mengakomodasikan sosial secara perekonomian. 23 148 kan uniuk 8 Daerali Khusus Khusus Ibukota Ibukoia Jakarta. fasilitasnya. fasilitasnya. ruang hanya tipologi dinamis. sekurang-kurangnya Mengacu telah ruang yang sebanyak-banyak komponen'utama kawasan dan prospektif. melakukan Rencana efektif Kepala Wilayah Kecamatan dengan ketentuan a) Penyesuaian diperkenankan dinamis. Daerah menjadi 40 sub sub sedangkan Jakarta dapat dibagi digolongkan ke (delapan) Wilayali mintakat. Penjabaran mintakat ditetapkan huruf c P a s a l 94 s.LD T a h u n 1999 N o .

rencana peruntukan dengan ruang lidai( Daerah Penyesuaian boleh ini. bersangkutan Penyesuaian secara Gubernur sekali kan rencana peruntukan ruang tersebut oleh keseluruhan kepada Dewan diberitahukan selambat-lambatnya selanjutnya disah¬ dalam setahun untuk oleh jelas jelas Dewan. bertentangan Peraturan e) Luas keseluruhan tanah yang rencana melampaui dengan perun10% tipologi dan tiap dalam tukannya dari luas disesuaikan total tidak kawasan dinamis. tipologi wilayah waktu 5 f) tipologi peralihan peralihan menuju yang menuju dinamis di mantap kecamatan (lima) tahun.LD Tahui No. 23 14 9 - c) Tanah yang rencana harus sesuai peruntukan dikuasai ruangnya oleh akan disesuaikan secara an yang d) sah telah pemohon peraturan perundang-undang- berlaku. ayat P a s a l 95 100 (2) Cukup Cukup .

INTENSITAS BANGUNAN GUDANGAN LEBIH BESAR RUANG UMUM.LD Tahun 1999 N o . INDUSTRI/PER¬ CAMPURAN KOEFISIEN UNTUK DASAR TIPE BANGUNAN (KDB) 20% BANGUNAN TUNGGAL/ RENGGANG Tabel 04. DENGAN DARI UNTUK PEMANFAATAN DAN DASAR TIPE PERMUKIMAN. KONDISI DAERAH RENCANA IBUKOTA UNTUK BADAN JAKARTA AIR PERMUKAAN DI KHUSUS Tabel 03. DENGAN DARI PEMANFAATAN DAN PERMUKIMAN. CAMPURAN KOEFISIEN 20% UNTUK INDUSTRI/PERGU¬ BANGUNAN BANGUNAN (KDB) RAPAT/ BESAR . RENCANA IBUKOTA RUANG JAKARTA DAN TERBUKA HIJAU DI DAERAH KHUSUS Tabel 02. INTENSITAS BANGUNAN DANGAN LEBIH DERET Tabel 06. 23 150 LAMPIRAN PERATURAN IBUKOTA NOMOR 6 I DAERAH DAERAH KHUSUS JAKARTA TAHUN 28 JULI 1999 1999 TANGGAL DAfTAR LAMPIRAN I Tabel 01. STANDAR KEBUTUHAN SARANA KOTA (FASUM/FASOS) RUANG UMUM. INTENSITAS DAN RUANG UNTUK PEMANFAATAN DENGAN 20% PERMUKIMAN DASAR BANGUNAN (KDB) UMUM MAKSIMAL KOEFISIEN TIPE BANGUNAN UNTUK BANGUNAN TUNGGAL/RENGGANG Tabel 05.

151 - Penjelasan Tabel 02 Pencapaian peningkaian luas badan air d i l a k u k a n melalui : L P e r l u a s a n situ B a b a k a n d a r i Perluasan Perluasan Perluasan Perluasan Perluasan situ situ situ Mangga Rawa Kelapa 23 Ha m e n j a d i dari ll.02 10. potensial Sal. 6. seluas kawasan-kawasan 136 Ha. Jakarta Utara seluas 130 Ha 4. Kecamatan Kecamatan Penjaringan 3.LD T a h u n \ N o . Kecamatan Kali Deres Kebayoran 19.5 lokasi 23.5 menjadi W e t a n dari dari 20 situ R a w a R o r o t a n situ K e n d a l dari 10 Ha menjadi 27.68 Ha. Kecamatan 24 Kembangan Ha. Normalisasi Nonnalisasi Kali/Sungai Sal.00 32 Ha menjadi 12. Bebek seputar di Ha 29. Pembangunan Lama seluas Ha. Cipinang 35 Kawasan Kali II Kelapa Dua Pasar Cilangkap Ha.02 Sunter 40 32 Ha.68 Kali yang Ha. Kali Wetan Rebo rendah Penghubung 30. Normalisasi Kali/Sungai yang melalui 2 Propinsi seluas 195. Kecamatan Jagakarsa Ha. Jakarta Banjir Kanal Timur seluas Timur 100 Ha seluas 230 Ha y a n g terdapat di wilayah : b.5 Ha menjadi 2. Waduk aliran tahap Ciliwung 45 Kecamatan seluas di Halim 187 Ha.96 Ha Ha.4 Ha 5.01 Ha Sub m a k r o .02 12.OO 9. Pembangunan a. di Daerah Khusus seluas 40. untuk parkir Rawa air di kawasan seluas situ Kali Cakung Ha.00 50 Ha Ha Ha Ha Ha Bolong Ha Dongkel Dua dari Ha menjadi 4. Kecamatan 12 Cilandak 45 Ha.83 Ibukota Jakarta Ha seluas 47. Kali 494. 23 . Kecamatan Lama Pasar Minggu 6 Ha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful