You are on page 1of 21

AKUNTANSI INTERNASIONAL

AKUNTANSI KOMPARATIF

Oleh:

YUNIATI SURYANINGSIH (P2CD09014)

ROCHMAH AGUS (P2CD09008)

PASCASARJANA AKUNTANSI
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS JENDERAL SUDIRMAN
PURWOKERTO
2010
A. AKUNTANSI KOMPARATIF I

Standar akuntansi adalah regulasi atau aturan (termasuk pula hukum dan anggaran
dasar) yang mengatur penyusunan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses
perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar merupakan hasil dari penetapan
standar. Namun, praktek sebenarnya berbeda dari yang ditentukan standar. Hal itu
disebabkan 4 hal: di kebanyakan negara hukuman atas ketidakpatuhan dengan ketentuan
akuntansi resmi cenderung lemah dan tidak efektif; secara sukarela perusahaan boleh
melaporkan infomasi lebih banyak daripada yang diharuskan; beberapa Negara
memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan
melakukannya operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik
hasil; dan di beberapa Negara standar hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan
secara tersendiri, dan bukan untuk laporan konsolidasi.

Penetapan standar akuntansi melibatkan gabungan kelompok sector swasta yang


meliputi profesi akuntansi, pengguna dan penyusun laporan keuangan, para karyawan dan
kelompok public yang meliputi badan-badan seperti otoritas pajak, kementrian yang
bertanggungjawab atas hukum komersial dan komisi pasar modal. Bursa efek yang
merupakan sector swasta atau public (tergantung negaranya) juga mempengaruhi proses
tersebut. Di Negara-negara hukum umum, sector swasta lebih berpengaruh dan profesi
auditing cenderung untuk dapat mengatur sendiri dan untuk lebih dapat melakukan
pertimbangan atas atestasi terhadap penyajian wajar laporan keuangan. Di Negara-negara
hukum kode, sector public lebih berpengaruh dan profesi akuntansi cenderung untuk lebih
diatur oleh Negara. Hal ini yang menyebabkan mengapa standar akuntansi berbeda-beda di
seluruh dunia.

B. ENAM SISTEM AKUNTANSI NASIONAL

1. JERMAN

Lingkungan akuntansi di Jerman mengalami perubahan terus menerus dan


hasilnya luar biasa sejak berakhirnya Perang Dunia I. Hukum komersial pada secara
khusus menuntut adanya berbagai prinsip tata buku yang teratur dan audit secara
independen hampir tidak tersisa setelah perang usai. Hukum perusahaan tahun 1965
mengubah sistem pelaporan keunagan Jerman dengan mengarah pada ide-ide Inggris
Amerika tetapi hanya berlaku bagi perusahaan besar. Pada awal tahun 1970an, Uni
Eropa mulai mengeluarkan direktif harmonisasi, yang harus diadopsi oleh Negara-
negara anggotanya ke dalam hukum nasional. Direktif Uni Eropa yang keempat,
ketujuh, dan kedelapan seluruhnya masuk ke dalam hukum Jerman melalui Undang-
Undang Akuntansi Komprehensif yang diberlakukan pada tanggal 19 Desember 1985.
Dua undang-undang baru diberlakukan pada tahun 1998, yang pertama menambah
sebuah paragraf baru dalam buku ketiga Hukum Komersial Jerman sehingga
memungkinkan perusahaan yang menerbitkan saham/utang pada sebuah pasar modal
yang terorganisir untuk menggunakan prinsip akuntansi yang diterima secara
internasional dalam laporan keuangan konsolidasi yang dibuatnya. Kedua,
memperbolehkan pendirian organisasi sektor swasta untuk menetapkan standar
akuntansi atas laporan keuangan konsolidasi. Hukum pajak secara garis besar
menentukan akuntansi komersial. Prinsip penentuan (Massgeblichkeitsprinzip)
menentukan bahwa laba kena pajak ditentukan oleh apa yang tercatat dalam catatan
keuangan perusahaan.

Undang-undang tentang pengendalian dan transparansi tahun 1998


memperkenalkan keharusan bagi kementrian kehakiman untuk mengakui badan swasta
yang menetapkan standard nasional untuk memenuhi tujuan berikut:

• Mengembangkan rekomendasi atas penerapan standar akuntansi dalam laporan


keuangan konsolidasi.

• Memberikan nasehat kepada kementrian kehakiman atas legislasi akuntansi yang


baru.

• Mewakili Jerman dalam organisasi akuntansi internasional seperti IASB.

Undang-undang Akuntansi tahun 1985 secara khusus menentukan ketentuan


akuntansi, auditing, dan pelaporan keuangan yang berbeda-beda menurut ukuran
perusahaan, bukan menurut bentuk orgasisasi. Undang-undang Akuntansi 1985 secara
khusus menentukan isi dan bentuk laporan keuangan yang meliputi neraca, laporan laba
rugi, catatan atas laporan keuangan, laporan manajemen, dan laporan auditor.

Berdasarkan hukum komersial (HGB), metode pembelian/akuisisi adalah


metode konsolidasi yang utama, meskipun penyatuan kepemilikan juga dapat diterapkan
dalam kondisi yang terbatas. Dua bentuk metode pembelian yang diizinkan adalah
metode nilai buku dan metode revaluasi. HGB tidak mengatur translasi mata uang asing
dan perusahaan di Jerman menggunakan sejumlah metode. Perbedaan translasi
diperlakukan dengan beberapa cara, akibatnya perhatian khusus harus diberikan
terhadap catatan laporan keuangan di mana metode translasi mata uang asing harus
dijelaskan.

2. INGGRIS

Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan


secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktek usaha. Warisan akuntansi Inggris
bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang
mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Konsep penyajian hasil
dan posisi keuangan yang wajar juga berasal dari Inggris.

Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah hukum


perusahaan dan profesi akuntansi. Kegiatan perusahaan yang didirikan di Inggris secara
luas diatur oleh aktiva yang disebut sebagai undang-undang perusahaan. Undang-
undang perusahaan disesuaikan, diperluas, dan dikonsolidasikan sepanjang tahun.

Berikut 6 badan akuntansi di Inggris yang berhubungan dengan komite


konsultatif badan akuntansi yang berdiri pada tahun 1970:

a. Institut Akuntan berizin resmi di Inggris dan di Wales (The Institute of


Chartered Accountants in England and Wales-ICAEW).

b. Insitut Akuntan berizin resmi di Irlandia (The Institute of Chartered


Accountants in Ireland-ICAI).
c. Insitut Akuntan berizin resmi di Skotlandia (The Institute of Chartered
Accountants in Scotland-ICAS).

d. Asosiasi Akuntansi berizin resmi dan bersertifikat (The Association of


Chartered Certified Accountants-ACCA).

e. Insitut Akuntan Manajemen berizin resmi (The Chartered Institute of


Manajement Accountants-CIMA).

f. Insitut Keuangan dan Akuntansi Publik berizin resmi (The Chartered Institute of
Public Finance and Accountancy-CIPFA).

Pelaporan keuangan Inggris termasuk yang paling komprehensif di dunia.


Laporan keuangan umumnya mencakup laporan direksi, laporan laba rugi dan neraca,
laporan arus kas, laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, laporan kebijakan
akuntansi, catatan atas referensi dalam laporan keuangan, dan laporan auditor. Laporan
direksi membahas kegiatan usaha yang utama, pembahasan atas operasi dan
kemungkinan pengembangan, peristiwa-peristiwa penting setelah tanggal neraca,
dividen yang disusulkan, nama-nama anggota dewan direksi, dan besarnya kepemilikan
saham, serta kontibusi politik dan amal yang dilakukan.

Inggris memperbolehkan baik metode akuisisi dan merger dalam mencatat


akuntansi untuk penggabungan usaha. Meskipun demikian, kondisi penggunaan metode
merger begitu ketat sehingga hamper tidak digunakan. Berdasarkan metode akuisisi,
goodwill dihitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang dilakukan dan
nilai wajar aktiva yang diperoleh.

3. PRANCIS

Akuntansi di Perancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin


melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial (Code de Commerce) dan
hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktek akuntansi dan pelaporan
keuangan di Perancis. Dasar utama aturan akuntansi adalah Hukum Akuntansi 1983 dan
Dekrit akuntansi 1983 yang memuat Plan Compatible General wajib digunakan oleh
seluruh perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki manual akuntansi. Ciri khusus
akuntansi di Perancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan
secara tersendiri dengan laporan kelompok yang dikonsolidasikan. Hukum Perancis
memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (International Financial Reporting Standards-IFRS). Alasannya, banyak
perusahaan multinasional dari Perancis yang mencatat sahamnya di luar negeri. Lima
organisasi utama yang terlibat dalam proses penetapan standard di Perancis:

a. Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi


Nasional)

b. Comite de la Reglementation Comptable atau CRC (Komite Regulasi


Akuntansi)

c. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)

d. Ordre des Experts-Comptables atau OEC (Ikatan Akuntan Publik)

e. Compagnie Nationale des Commisaires aux Comptes atau CNCC (Ikatan


Auditor Kepatuhan Nasional)

Perusahaan Perancis melaporkan neraca, laporan laba rugi, catatan atas laporan
keuangan, laporan direktur, dan laporan auditor. Tidak terdapat ketentuan mengenai
laporan perubahan posisi keuangan atau laporan arus kas walaupun CNCC
merekomendasikan untuk membuatnya. Untuk memberikan gambaran yang sebenarnya
dan sewajarnya (image fidele), laporan keuangan harus disusun sesuai dengan peraturan
(regularite) dan dengan niat baik (sincerite).

Dalam pengukuran akuntansi, aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak


umumnya menurut garis lurus atau saldo berganda. Persediaan harus dinilai sebesar
nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode
FIFO atau metode rata-rata tertimbang. Biaya penelitian yang diamortisasi tidak lebih
dari 5 tahun. Kebanyakan resiko dan ketidakpastian dapat dicadangkan, seperti yang
terkait dengan litigasi, restrukturisasi, dan asuransi swadaya dan hal ini memungkinkan
timbulnya kesempatan melakukan perataan laba.
4. JEPANG

Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai


pengaruh domestic dan internasional. Untuk memahami akuntansi di Jepang, seseorang
harus memahami budaya, praktik usaha, dan sejarah Jepang. Jepang merupakan
masyarakat tradisional dengan akar budaya dan agama yang kuat. Perusahaan-
perusahaan Jepang saling memiliki ekuitas saham satu sama lain, dan seringkali
bersama-sama memiliki perusahaan lain. Investasi yang saling bertautan ini
menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa yang disebut sebagai Keiretsu.
Modal usaha Keiretsu ini sedang dalam perubahan seiring dengan refomasi struktural
yang dilakukan Jepang untuk mengatasi stagnasi ekonomi yang berawal pada tahun
1990an.

Pemerintah nasional masih memiliki pengaruh paling signifikan terhadap


akuntansi di Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang-undang, yaitu
hukum komersial, undang-undang pasar modal, dan undang-undang pajak penghasilan
perusahaan. Hukum komersial diatur oleh kementrian kehakiman (MOJ). Hukum
tersebut merupakan inti dari regulasi akuntansi di Jepang dan yang paling memiliki
pengaruh besar. Perusahaan milik public harus memenuhi ketentuan lebih lanjut dalam
undang-undang pasar modal (Securities and Exchange Law-SEL) yang diatur oleh
Kementrian Keuangan. Tujuan utama SEL adalah untuk memberikan informasi dalam
pengambilan keputusan investasi.

Perusahaan yang didirikan menurut hukum komersial diwajibkan untuk


menyususn laporan wajib yang harus mendapatkan persetujuan dalam rapat tahunan
pemegang saham yang berisi necara, laporan laba rugi, laporan usaha, proposal atas
penggunaan (apropriasi) laba ditahan, schedule pendukung. Perusahaan yang
mencatatkan sahamnya juga harus menyusun laporan keuangan sesuai dengan undang-
undang pasar modal yang secara umum mewajibkan laporan keuangan dasar yang sama
dengan hukum komersial ditamabha dengan laporan arus kas.

Hukum komersial mewajibkan perusahaan-perusahan besar untuk menyusun


laporan konsolidasi. Anak perusahaan dikonsolidasikan jika induk perusahaan secara
langsung dan tidak langsung mengendalikan kebijakan keuangan dan operasionalnya.
Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang diakuisisi dan
diamortisasi selama maksimum 20 tahun. Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya
perolehan mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar, namun biaya yang
paling banyak digunakan.

5. BELANDA

Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradoks yang menarik. Belanda


memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif, tetapi
standar praktik profesional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode,
namun akuntansinya berorientasi pada penjayian wajar. Di Belanda, akuntansi dianggap
sebagai cabang dari ekonomi usaha. Akibatnya, banyak pemikiran ekonomi yang
dicurahkan terhadap topik-topik akuntansi dan khususnya terhadap pengukuran
akuntansi.

Regulasi di Belanda tetap liberal sampai tahun 1970 ketika undang-undang


laporan keuangan tahunan diberlakukan. Di antara provisi utama undang-undang tahun
1970 tersebut adalah sebagai berikut:

a. Laporan keuangan tahunan harus menunjukkan gambaran yang wajar


mengenai posisi dan hasil keuangan selama satu tahun.

b. Laporan keuangn harus disusun sesuai dengan praktek usaha yang baik.

c. Dasar penyajian aktiva dan kewajiban dan penentuan hasil operasi harus
diungkapkan.

d. Laporan keuangan harus disusun sesuai dengan dasar yang konsisten dan
pengaruh material dari perubahan dalam prinsip akuntansi harus diungkapkan
secukupnya.

e. Informasi keungan komparatif untuk periode sebelumnya harus


diungkapkan dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
Kualitas laporan keuangan Belanda sangat seragam. Laporan keuangan wajib
harus disusun dalam bahasa Belanda namun dalam bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman
dapat diterima. Laporan keuangan harus memuat hal-hal berikut: neraca, laporan laba
rugi, catatan-catatan , laporan direksi, dan informasi lain yang direkomendasikan.
Laporan keuangan tahunan harus disajikan baik berdasarkan induk perusahaan saja
maupun konsolidasi. Kelompok-kelompok perusahaan untuk tujuan konsolidasi terdiri
dari perusahaan-perusahaan yang membentuk unit ekonomi yang berada di bawah
kendali yang sama.

Meskipun metode penyatuan untuk penggabungan usaha dapat digunakan dalam


kondisi tertentu, metode tersebut sudah jarang digunakan di Belanda. Goodwill
merupakan perbedaan antara biaya akuisisi dengan nilai wajar aktiva dan kewajiban
yang dibeli. Fleksibilitas Belanda dalam pengukuran akuntansi dapat terlihat dengan
diperbolehkannya penggunaan nilai kini untuk aktiva berwujud seperti persediaan dan
aktiva yang disusutkan. Karena perusahaan-perusahaan Belanda memiliki fleksibilitas
dalam menerapkan aturan pengukuran, dapat diduga bahwa terdapat kesempatan untuk
melakakukan perataan laba. Pos-pos tertentu dapat mengabaikan laporan laba rugi dan
langsung disesuaikan terhadap cadangan dalam ekuitas pemegang saham. Hal ini antara
lain:

a. Kerugian akibat bencana yang tidak mungkin atau tidak umum untuk
diasuransikan.

b. Kerugian akibat nasionalisasi atau sejenis penyitaan lainnya.

c. Konsekuensi akibat restrukturisasi keuangan.

6. AMERIKA SERIKAT

Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh badan sector swasta (Badan Standar
Akuntansi Keuangan, atau Fincancial Accounting Standard Board-FASB), tetapi sebuah
lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modal atau Securities Exchange
Commission-SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menetapkan standarnya sendiri.
System AS tidak memiliki ketentuan hukum secara umum mengenai penerbitan
laporan keuangan yang diaudit secara periodic. Perusahaan di AS dibentuk berdasarkan
hukum Negara bagian, bukan hum federal. Meskipun memiliki kekuasaan hukum untuk
menentukan standard akuntansi dan pelaporan untuk perusahaan public, SEC tetap
bergantung pada sector swasta yang menetapkan standard terebut. SEC bekerja sama
dengan FASB dan memberikan tekanan bila melihat FASB bergerak terlalu pelan atau
ke arah yang salah.

Laporan keuangan tahunan yang semestinya dibuat oleh sebuah perusahaan AS


yang besar meliputi komponen berikut ini:

a. Laporan manajemen.

b. Laporan auditor independen.

c. Laporan keuangan utama (laporan laba rugi, necara, laporan arus kas,
laporan laba komprehensif, dan laporan ekuitas pemegang saham).

d. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan.

e. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh paling penting


terhadap laporan keuangan.

f. Catatan atas laporan keuangan.

g. Perbandingan data keuangan tertentu selama 5 atau 10 tahun.

h. Data kuartal terpilih.

Aturan pengukuran akuntansi di AS mengasumsikan bahwa suatu entitas usaha


akan terus melangsungkan usahanya. Pengukuran dengan dasar akrual sangat luas dan
pengakuan transaksi dan peristiwa sangat bergantung pada konsep penandingan.
Penggabungan usaha harus dicatat sebagai sebuah pembelian. Goodwill dikapitalisasi
sebagai perbedaan antara nilai wajar pemberian yang diberikan dalam pertukaran dan
nilai wajar aktiva bersih yang diperoleh. Goodwill tersebut harus dikaji ulang terhadap
penurunan nilai tiap tahunnya dan dihapusbukukan dan dibebankan di dalam laba jika
nilai bukunya melebihi nilai wajarnya.

C. PERBANDINGAN PRAKTIK AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

Jenis Jerman Inggris Prancis Jepang Belanda US


Penggabun Pembelia Pembelia Pembelian Pembelian Pembelian Pembelian
gan usaha: n (a) n (a) (a) (a) (a)
pembelian
(purchases)
atau
penyatuan
kepemilika
n (pooling)

Goodwill Kapitalis Kapitalis Kapitalisas Kapitalisas Kapitalisas Kapitalisas


asi dan asi dan i dan i dan i dan i dan uji
amortisa amortisa amortisasi amortisasi amortisasi penurunan
si si (c) (b)

Perusahaan Metode Metode Metode Metode Metode Metode


afiliasi ekuitas ekuitas ekuitas ekuitas ekuitas ekuitas

Translasi
mata uang
asing :

Metode Anak Anak Anak Seluruh Anak Anak


kurs kini perusaha perusaha perusahaa anak perusahaa perusahaa
an an n dengan perusahaa n dengan n dengan
dengan dengan otonomi n otonomi otonomi
otonomi otonomi
Anak Anak Anak
Anak Anak perusahaa perusahaa perusahaa
Metode perusaha perusaha n Tidak n n
temporal an an terintegras digunakan terintegras terintegras
terintegr terintegr i i i
asi (d) asi

Penilaian Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya Biaya


aktiva historis historis historis historis historis historis
dan dan biaya
biaya kini kini

Beban Berdasar Berdasar Berdasark Berdasark Berdasark Berdasarka


Depresiasi kan kan an an pajak an n ekonomi
pajak ekonomi ekonomi ekonomi
(e)

Penilaian Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Digunakan


persediaan digunaka dapat digunakan digunakan digunakan
LIFO n diterima

Sewa guna Tidak Dikapitali Tidak Dikapitalis Dikapitalis Dikapitalis


usaha dikapitali sasi dikapitalis asi (f) asi asi
pembiayaa sasi asi
n
Pajak Diakru Diakru Diakru (g) Diakru Diakru Diakru
tangguhan (g)

Cadangan Digunaka Beberapa Digunakan Tidak Beberapa Tidak


untuk n
perataan
laba

Keterangan :

a) Penyatuan kepemilikan juga diperbolehkan dalam situasi yang terbatas, namun tidak
dapat digunkana secara luas.

b) Berdasarkan HGB dapat langsung dihapuskan terhadap cadangan.

c) Dibolehkan untuk tidak diamortisasi jika dilakukan uji penurunan nilai tahunan.

d) Berdasarkan HGB, tidak ada ketentuan.

e) Dalam laporan konsolidasi, dalam laporan keuangan perusahaan secara individu


menggunakan dasar pajak.

f) Apabila kepemilikan dialihkan, sewa guna usaha pembiayaan lainnya tidak harus
dikapitalisasikan.

g) Hanya dalam laporan konsolidasi, tidak diakru dalam laporan keuangan perusahaan
secara terpisah-pisah.
A. AKUNTANSI KOMPARATIF II

Negara yang mengambil pendekatan yang berbeda untuk merestrukturisasi


perekonomian masing masing mengambil pendekatan yang berbeda pula untuk
merestrukturisasi sistemnya masing-masing. Republik Ceko dan Republik Rakyat Cina
(Cina) mengalami resturukturisasi dari perekonomian terencana secara terpusat menjadi
perekonomian yang lebih berorientasi terhadap pasar. Namun jangkauan reformasi pasar
yang dilakukan oleh kedua Negara tersebut berbeda. Ceko bergerak menuju ekonomi pasar
utuh , sedangkan Cina mengambil jalan tengah dengan bergerak menuju ekonomi pasar
sosialis, yaitu perekonomian terpusat dengan adaptasi pasar. Repubik Cina (Taiwan), dan
Meksiko merupakan Negara kapitalis, namun secara tradisional memiliki campur tangan
pemerintah pusat yang kuat dan kepemilikan pemerintah terhadap industri-industri penting.
System keuangan kedua negara tersebut berkembang dalam hal penetapan standard,
ketentuan, dan praktik bila dibandingkan dengan Republik Ceko dan Cina. Tentu, evolusi
dalam akuntansi juga terjadi di Taiwan dan Meksiko, namun tidak secepat dengan apa yang
terjadi di Republik Ceko dan Cina.

B. ALASAN UNTUK MEMILIH KEEMPAT NEGARA INI


Cina merupakan Negara yang berpenduduk terbanyak di dunia. Perusahaan-
perusahaan dari seluruh dunia sangat berkeinginan untuk meakukan bisnis dengan Cina dan
perkembangan akuntansi merupakan bagian yang penting dari perubahan structural yang
terjadi di perekonomian Cina. Ceko merupakan Negara perwakilan Negara-negara bekas
anggota blok Soviet dan perkembangan akuntansinya merupakan perwakilan dari apa yang
ada di Negara bekas blok Uni Soviet lainnya. Taiwan mengalami pertumbuhan produk
domestic bruto yang cepat daam beberapa tahun terakhir, yang didorong oleh pertumbuhan
ekspor hasil industri. Meksiko mengalami reformasi pasar pada tahun 1990an, yang
mencakup penghapusan hambatan yang bersifat proteksionis terhadap impir, menerima baik
investasi asing dan melakukan privatisasi perusahaan-perusahaan milik Negara.
C. BEBERAPA PENGAMATAN MENGENAI EMPAT NEGARA DAN
AKUNTANSINYA

Walaupun GDP Cina lebih unggul daripada ketiga Negara lainnya, namun jumlah
impor dan ekspor Cina dibandingka dengan GDPnya menunjukkan betapa tertutupnya
perekonomian Cina sekarang. Taiwan berada dalam posisi yang bertolak belakang.
Perekonomian dan pasar modal Taiwan mengungguli perekonomian dan pasar modal 3
negara lainnya. Perusahaan Cina dan Meksiko lebih menyukasi Bursa Efek New York
dibandingkan dengan Bursa Efek London, sedangkan perusahaan-perusahaan dari Republik
Ceko dan Taiwan menunjukkan hal yang berkebalikan.
Sistem akuntansi Meksiko berorientasi pada kewajaran, bukan kepastian hukum. Di
republic Ceko, pengaruh ikatan politik dan ekonomi lebih bersifat harapan ke masa depan
daripada fakta sejarah. Ceko sekarang sedang membentuk akuntansinya sesuai dengan
IAS/IFRS (International Accounting Standard/International Financial Reporting Standard).
Cina mendasarkan standard akuntansinya yang baru pada IAS/IFRS karena Cina berharap
dapat melakukan komunikasi dengan lebih baik kepada investor asing yang sangat penting
bagi rencana pembangunan ekonominya.

D. EMPAT SISTEM AKUNTANSI NASIONAL


1. REPUBLIK CEKO
Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad
ke-20 yang mencerminkan sejarah politiknya. Hingga akhir Perang Dunia II, praktek dan
prinsip akuntansi mencerminkan praktak dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-
negara Eropa yang berbahasa Jerman. Kemudian, praktik akuntansi didasarkan pada
model Soviet dimana daftar akun seragam, metode akuntansi detail, dan laporan
keuangan seragam yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan. Setelah tahun 1989, Ceko
bergerak dengan cepat menuju perekonomian berorientasi pasar.
Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang
Akuntansi, dan keputusan Kementrian Keuangan. Bursa efek memiliki pengaruh yang
kecil dan meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan pajak tidak
berpengaruh secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur dalam Undang-
undang Akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan dengan maksud bahwa
akun pajak dan akun keuangan diperlakukan secara beda. Undang-undang auditor
disahkan pada tahun 1998. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk seluruh
perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang besar.
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri dari neraca, akun laba dan rugi,
catatan. Catatan mencakup penjelasan atau kebijakan akuntansi dan informasi lainnya
yang relevan untuk menganalisis laporan keuangan, juga berisi laporan arus kas. Namun,
perusahaan kecil yang tidak harus diaudit memiliki ketentuan berupa pengungkapan
ringkas. Perusahaan-perusahaan di Ceko memiliki opsi untuk menggunakan IAS/IFRS
atau standard akuntansi Ceko pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi, namun
perusahaan yang tercatat dalam Pasar Utama Bursa Efek Praha diwajibkan menyusun
laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan IAS IFRS.
Metode akuisisi digunakan untuk mencatat penggabungan usaha. Goodwill yang
timbul dari suatu penggabungan usaha dihapusbukukan pada tahun pertama konsolidasi
atau dikapitalisasi dan diamortisasi selama tidak lebih dari 15 tahun. Metode ekuitas
digunakan untuk perusahaan asosiasi dan konsolidasi proposional digunakan untuk
perusahaan patungan. Aktiva berwujud dan tidak berwujud dinilai sebesar biaya
perolehannya dan dihapusbukukan selama perkiraan manfaat ekonominya. Persediaan
dinilai sebesar yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai pasar dan metode
FIFO dan rata-rata tertimbang merupakan asumsi arus biaya yang diperbolehkan. Aktiva
sewa guna usaha umumnya tidak dikapitalisasikan, pajak penghasilan tangguhan dicatat
apabila mungkin terjadi dan dapat diukur dengan handal.

2. REPUBLIK RAKYAT CINA (CINA)


Sejarah akuntansi Cina berawal pada tahun 2200 SM selama masa Dinasti Hsiu,
di mana akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian
di kalangan bangsawan. Pada tahun 1949, Cina menerapkan suatu perekonomian
terencana yang sangat terpusat, yang mencerminkan prinsip-prinsip Marxisme dan pola-
pola yang dianut Uni Soviet sehingga sistem akuntansinya seragam berisi seluruh aturan
akuntansi yang mencakup semua hal yang wajib diikuti oleh perusahaan milik Negara di
seluruh Negara Cina. Pelaporan keuangan cukup sering dilakukan dan lengkap. Pelaporan
keuangan menekankan neraca dan akuntansi menekankan perhitungan secara kuantitas
dan perbandingan biaya dan kuantitas. Meskipun demikian, peranannya dalam
pengambilan keputusan masih berada di bawah wewenang pusat. Perekonomian Cina saat
ini disebut juga perekonomian hybrid, di mana Negara mengendalikan komoditas dan
industri yang strategis, sementara sector komersial dan swasta diatur oleh sistem
berorientasi pasar.
Hukum akuntansi yang diamandemen pada tahun 2000 menjelaskan prinsip-
prinsip umum akuntansi dan mendefinisikan peranan pemerintah dan masalah-masalah
yang memerlukan prosedur akuntansi. Dewan Negara juga telah mengeluarkan Aturan
Pelaporan dan Akuntansi Keuangan bagi perusahaan (FARR-Financial Accounting and
Reporting Rules for Enterprises). Pada tahun 1992, Kementrian Keuangan mengeluarkan
Standar Akuntansi untuk Perusahaan Bisnis (Accounting Standards for Business
Enterprises-ASBE) yang berupaya mengharmonisasikan praktek domestic dan
mengharmonisasikan praktek di Cina dengan praktek di Internasional. Pada tahun 1998,
Kementrian Keuangan mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (China Accounting
Standars Committee-CASC) yang bertanggungjawab mengembangkan standard
akuntansi. Proses penetapan ini mencakup pembagian tugas melakukan penelitian kepada
sejumlah gugus tugas, penerbitan draft ekspor, dan dengar pendapat umum. Komisi
Pengatur Pasar Modal Cino (China Securities Regulatory Commission-CSRC) mengatur 2
bursa efek di Cina: Shanghai yang dibuka pada tahun 1990 dan Shenzhen yang dibuka
pada tahun 1991. Komisi tersebut menetapkan panduan pengaturan, merumuskan, dan
menegakkan pengaturan pasar dan menyetujui penawaran saham perdana dan saham
baru. Institut Akuntan Publik bersertifikat di Cina (Chinese Institute of Certified Public
Accountants-CICPA) yang didirikan pada tahun 1998 berfungsi mengatur audit
perusahaan sector swasta. Asosiasi Auditor Publik Bersertifikat di Cina (Chinese
Association if Certified Public Auditor-CACPA) bertanggungjawab atas audit perusahaan
milik Negara dan berada di bawah wewenang organisasi yang terpisah, Kantor Audit
Negara.
Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, catatan
atas laporan keuangan, dan penjelasan kondisi keuangan. Laporan tambahan diwajibkan
untuk mengungkapkan informasi segmen yang konsisten dengan standard internasional.
Catatan mencakup pernyataan informasi mengenai kebijakan akuntansi. Metode
pembelian wajib digunakan untuk mencatat penggabungan usaha dan goodwill harus
dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila
kepemilikan terhadap perusahaan lain melebihi 20%. Biaya histories merupakan dasar
untuk menilai aktiva berwujud: revauasi aktiva tidak diperkenankan. Metode depresiasi
dipercepat dan unit produksi juga diperbolehkan. FIFO, rata-rata, dan LIFO merupakan
metode penentuan biaya yang diperbolehkan dan nilai persediaan diturunkan karena
penurunan harga dan keuangan. Aktiva tidak berwujud yang dibeli dicatat berdasarkan
harga perolehannya dan diamortisasi selama periode manfaat. Aktiva direvaluasi apabila
terjadi perubahan kepemilikan seperti saat sebuah perusahaan Negara diprivatisasikan.
Tiga metode akuntansi untuk pajak yang tangguhan yang diperbolehkan: (1) metode arus
langsung (flow-through), di mana tidak terdapat pajak tangguhan, (2) metode
penangguhan, di mana pajak tangguhan tidak disesuaikan terhadap perubahan tarif pajak
yang selanjutnya, dan (3) metode kewajiban, di mana pajak tangguhan disesuaikan
terhadap perubahan tarif pajak selanjutnya.

3. REPUBLIK CINA (TAIWAN)


Hukum Akuntansi Komersial yang diamandemen pada tahun 1987, mengatur
catatan akuntansi dan laporan keuangandi Taiwan. Hukum tersebut beraku nagi
perusahaan-perusahaan yang didirikan berdasarkan Hukum Perusahaan dan Aturan
Bisnis, kecuali untuk persekutuan kecil atau perusahaan perseorangan. Hukum tersebut
juga menekankan akuntansi keuangan berbeda dari akuntansi pajak. Standar akuntansi
ditetapkan oleh Komite Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard
Committee-FASC) dari Lembaga Pengembangan dan Penelitian Akuntansi (Accounting
Research and Development Foundation-ARDF) yang merupakan lembaga swasta nirlaba
tetapi diawasi oleh Kementrian Keuangan. ARDF saat ini telah menegaskan komitmen
Taiwan untuk konverjensi dengan IAS/IFRS. Seluruh proyek baru dan yang telah ada
yang dilaksanakan oleh FASC akan disesuaikan dengan IAS/IFRS.
Hukum Akuntansi Komersial mewajibkan laporan keuangan berikut: neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan ekuitas pemilik, laporan arus kas, dan catatan. Catatan harus
mengungkapkan informasi berikut:
• Ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan.
• Alasan-alasan perubahan atas kebijakan akuntansi dan pengaruhnya terhadap
laporan keuangan.
• Hak kreditor terhadap aktiva tertentu.
• Komitmen dan kewajiban kontijensi yang berjumlah material.
• Pembatasan atas pembagian laba.
• Peristiwa penting yang berkaitan dengan ekuitas pemilik.
• Peristiwa setelah tanggal neraca yang penting.
• Pos-pos lain yang memerlukan penjelasan untuk menghindari kesalahpahaman
atau yang memerlukan klarifikasi untuk membantu dalam menyiapkan laporan
keuangan secara wajar.
Laporan keuangan harus komparatif dan periode fiscal haruslah kalender. Laporan
keuangan bank, perusahaan asuransi, dan perusahaan sekuritas harus diaudit oeh CPA.
Perusahaan yang dijalankan oleh pemerintah diaudit oleh auditor pemerintah.
Metode pembelian diwajibkan untuk penggabungan usaha, metode penyatuan
kepemilikan tidak digunakan. Goodwill umumnya dikapitalisasi dan diamortisasi selama
paling lama 20 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila terdapat kepemilikan di
perusahaan lain sebesar 20% atau lebih. Neraca perusahaan asing yang independent dari
induk perusahaannya ditranslasikan berdasarkan kurs akhir tahun dan laporan laba rugi
ditranslasikan berdasarkan kurs rata-rata. Aktiva tetap dan aktiva tidak berwujud dapat
direvaluasi. Persediaan disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan
dan pasar, baik metode FIFO, LIFO, dan rata-rata merupakan asumsi arus biaya yang
dapat diterima. Akuntansi untuk sewa guna usaha, kontijensi dan pajak tangguhan
konsisten dengan pendekatan AS dan internasional. Jadi, sewa guna usaha pembiayaan
dikapitalisasi dan kerugian kontinjensi diakru pada saat mungkin terjadi dan memiliki
estimasi yang handal.

4. MEKSIKO
Secara umum, Meksiko memiliki perekonomian pasar bebas: perusahaan yang
dimiliki atau dikendalikan pemerintah mendominasi perminyakan dan sarana umum,
sedangkan perusahaan swasta mendominasi manufaktur, konstruksi, pertambangan,
hiburan, dan jasa. Reformasi ekonomi pasar tahun 1990an membantu dalam mengurangi
inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan fundamental
ekonomi yang lebih sehat. Ciri penting akuntansi Meksiko adalah penggunaan akuntansi
tingkat harga umum yang komprehensif sebagai dasar pengukuran.
Hukum Komersial Meksiko dan hukum pajak penghasilan berisi ketentuan-
ketentuan mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan
laporan keuangan, namun pengaruh keduanya terhadap pelaporan keuangan secara umum
terbilang minimal. Institut Akuntan Publik Meksiko (Instituto Mexicano de Contadores
Pubicos) menerbitkan standard akuntansi dan auditing di Meksiko. Meskipun sistem
hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penerapan standard akuntansi di Meksiko
menggunakan pendekatan Inggris-Amerika atau Anglo Saxon, dan bukan pendekatan
Eropa Kontinental. Prinsip akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan
besar dan kecil., dan diterapkan untuk seluruh bentuk badan usaha. Tahun fiscal
perusahaan Meksiko harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan keuangan
konsolidasi komparatif harus disusun terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan
perubahan ekuitas pemegang saham, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan.
Catatan mencakup:
• Kebijakan akuntansi perusahaan.
• Kontinjensi dalam jumlah material.
• Komitmen pembelian aktiva dalam jumlah besar atau berdasarkan kontrak sewa
guna usaha.
• Detail utang jangka panjang dan kewajiban dalam mata uang asing.
• Pembatasan terhadap dividen.
• Jaminan.
• Program pensiunan karyawan.
• Transaksi dengan pihak berhubungan istimewa.
• Pajak penghasilan.
Baik metode akuntansi pembelian dan penyatuan kepemilikan untuk
penggabungan usaha dapat digunakan, tergantung pada keadaannya. Goodwill
diamortisasi terhadap laba selama periode ekspektasi manfaat, yang dibatasi selama 20
tahun. Akuntansi tingkat harga umum digunakan di Meksiko. Biaya histories aktiva
nonmoneter disajikan ulang berdasarkan daya beli terkait dengan menerapkan factor yang
diambil dari Index Harga Konsumen Nasional (National Consumer Index Price-NICP).

E. PERBANDINGAN PRAKTIK AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN


Jenis Rep.Ceko Cina Taiwan Meksiko
Laporan keuangan Diharuskan Diharuskan Diharuskan Diharuskan
Konsolidasi

Laporan arus kas Di dalam catatan Diharuskan Diharuskan Diharuskan

Penggabungan Pembelian Pembelian Pembelian Keduanya


usaha: pembelian
atau penyatuan

Goodwill Dihapuskan Dikapitalisasi dan Dikapitalisasi dan Dikapitalisasi dan


segera atau diamortisasi, diamortisasi, diamortisasi,
dikapitalisasi dan maksimum 10 maksimum 20 maksimum 20
diamortisasi, tahun tahun tahun
Maksimum 15
tahun

Perusahaan Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas Metode ekuitas (a)
afiliasi yang
dimiliki sebesar
20%-50%

Penilaian aktiva Biaya historis Biaya historis Revaluasi Daya beli konstan
diperbolehkan

Depresiasi Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan Berdasarkan


ekonomi ekonomi Ekonomi ekonomi

Penilaian Tidak digunakan Dapat diterima Dapat diterima Dapat diterima (b)
persediaan LIFO

Sewa guna usaha Tidak Dikapitalisasi dikapitalisasi dikapitalisasi


pembiayaan dikapitalisasi

Pajak tangguhan Diakru Akrual secara Diakru diakru


opsional (c)

Keterangan :
a) Aapabila kepemilikan melebihi 10%.
b) Apabila dengan akuntansi inflasi, tidak digunakan.