BUKU PANDUAN TEKNIS

BULUTANGKIS

1

KATA PENGANTAR
ASSALAMU’ALAIKUM, WR. WB, SALAH SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA, DAN SALAM OLAHRAGA BUKU PANDUAN TEKNIS INI DISUSUN DAN DITERBIKAN DALAM RANGKA

TERSELENGGARANYA PERTANDINGAN/PERLOMBAAN DENGAN LANCAR, TERTIB DAN TERARAH SERTA MENCAPAI HASIL YANG OPTIMAL SESUAI DENGAN PERATURAN / KETENTUAN FEDERASI INTERNASIONAL YANG BERLAKU DAN BERDASARKAN PERSETUJUAN INDUK ORGANISASI CABANG OLAHRAGA UNTUK DIBERLAKUKAN DALAM PON XVII/2008 DI KALIMANTAN TIMUR. BUKU PANDUAN INI DISAMPING MEMUAT KETENTUAN TEKNIS PENYELENGGARAAN PERTANDINGAN, JUGA MEMUAT BEBERAPA INFORMASI YANG DIPANDANG RELEVAN DENGAN KEGIATAN PERTANDINGAN, CABANG OLAHRAGA PON XVII/2008. KEPADA SEMUA PIHAK TERKAIT KHUSUSNYA SELURUH PESERTA AGAR DAPAT MEMAHAMI DAN MELAKSANAKAN SEGALA KETENTUAN YANG TERTUANG DALAM BUKU PANDUAN TEKNIS INI. SALAH SATU TOLOK UKUR KEBERHASILAN PON XVII/2008 ADALAH DAPAT

TERSELENGGARANYA PERTANDINGAN SETIAP CABANG OLAHRAGA DAN TERCAPAINYA PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL YANG DAPAT DIBANGGAKAN. UNTUK ITU, DIHARAPKAN DUKUNGAN SEMUA PIHAK DALAM MENSUKSESKAN PERTANDINGAN. DEMIKIAN HARAP MAKLUM DAN TERIMAKASIH. WASSALAMU’ALAIKUM WR. WB.

Samarinda,

Mei 2008

KETUA UMUM PB. PON XVII/2008 KALIMANTAN TIMUR

Yurnalis Ngayoh

2

3

SUSUNAN PENGURUS KONI MASA BAKTI 2007 – 2011
Ketua Umum Wakil Ketua Umum I Wakil Ketua Umum II Sekretaris Jenderal Wakil Sekretaris Jenderal – I Wakil Sekretaris Jenderal – II Bendahara Wakil Bendahara Ketua Bidang Organisasi Wakil Ketua Bidang Organisasi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Ketua Bidang Litbang Wakil Ketua Bidang Litbang Ketua Badan Audit Internal Kepala Biro Perencanaan Anggaran Wakil Kepala Biro Perencanaan Anggaran Kepala Biro Media dan Humas Wakil Kepala Biro Media dan Humas Kepala Biro Promosi dan Pemasaran Kepala Biro Umum Ketua Komisi Hukum Wakil Ketua Komisi Hukum Ketua Komisi Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Ketua Komisi Pembibitan dan Pemanduan Bakat Ketua Komisi Pendidikan dan Penataran Ketua Komisi IPTEk Olahraga Ketua Pusat Data : Johansyah Lubis : Abdul Rauf : Dr. Ismeth S. Abidin : Yuanita Nasution : Djati Waluyo Ketua Komisi Kesejahteraan Pelaku Olahraga : Kusnan Ismukanto : Rita Subowo : Hendardji Soepandji : Sri Sudono Sumarto : Rosihan Arsyad : Nuranto : Cahya Azis : Budi Rustanto : Istiqlal Taufiq Syaifullah : Ngatino : Arsyad Achmadin : Mulyana : Otte Ruchiyat : S. Wimbo Hardjito : Sonny Teguh Trilaksono : S. N. Suwisma : Oong S. Wiradinata : Eman Sumusi : Atal S. Depari : Firmansyah Gindo : Juliari P. Batubara : Santosa Jayaatmadja : Umbu S. Samapaty : Faisal Abdullah

4

SUSUNAN PENGURUS KOI MASA BAKTI 2007 – 2011 Ketua Umum Wakil Ketua Umum Sekretaris Jenderal Wakil Sekretaris Jenderal Bendahara : Rita Subowo : Indra Kartasasmita : Arie Ariotedjo : Martina Widjaya : Ahmed Solihin

KOMISI Athlete Women and Sport Olympic Solidarity Sport and Environment Ethics Cultural & Olympic Education Sport for All Medical : Lukman Niode : Jetty R. Pattiasina : Djoko Pramono : Utut Adianto : Timbul Thomas Lubis : Pusparani C. Hakim : Sumohadi Marsis : Dr. Leane Suniar

5

SUSUNAN PANITIA INTI PB. PON XVII/2008 Tim Pengarah dan Pengawas Penasehat : KONI : - Muspida Kaltim - H. Suwarna AF - Drs. H. Herlan Agussalim : : : : : : : Yurnalis Ngayoh H. Syaiful Teteng H. Ibnu Nirwani H. Elmy Rustam A. Doeriat Fuad Asaddin Syafruddin AH.

Ketua Umum Ketua Harian Sekretaris Umum Wakil Sekretaris Umum Sekretaris I Sekretaris II Bendahara Ketua I Wakil Ketua I Ketua II Wakil Ketua II Ketua III Wakil Ketua III Ketua IV Wakil Ketua IV

: H. Nusyirwan Ismail : H. Syaiful Gafur : H. Sulaiman Gafur : H. Zairin Zein : H. Syachruddin : H. Syahril Basran : H. Achmad Amin : RP. Sibuarian

6

Ketua Bidang Pertandingan Ketua Bidang Kesehatan Ketua Bid. Sarana & Prasarana Ketua Bidang Akomodasi dan Konsumsi Ketua Bidang Transportasi Ketua Bidang Keamanan Ketua Bidang Promosi Ketua Bidang Dana dan Usaha Ketua Bidang Humas Ketua Bidang Municipality dan Hospitality Ketua Bidang Upacara dan Api PON Ketua Bidang Porcanas

: H. Harbiansyah Hanafiah : Sutarnyoto : H. Awang Darma Bakti

: H. Suwatno : H. Adi Buchori Muslim : Kepolisian Daerah Kaltim : H. Ichwansyah : H. Abdurrachim Asmaran : H. Jauhar Effendi

: H. Arpan Zainal : H. Hamka Halek : H. Kasyful Anwar As’ad

7

SUSUNAN PENGURUS BESAR PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA

8

SUSUNAN PANITIA INTI PELAKSANA CABANG OLAHRAGA : BULUTANGKIS Ketua Wakil Ketua Sekretaris Wakil Sekretaris Bendahara Technical Delegate : : : : : : Yacob Rusdianto

9

I.

INFORMASI UMUM A. WAKTU DAN TEMPAT Waktu : Tanggal 5 s/d 16 Juli 2008 Tempat : GOR Bulutangkis ”PALARAN” Samarinda – Kalimantan Timur B. NOMOR-NOMOR YANG DIPERTANDINGKAN DALAM PON XVII/2008 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Beregu Putra Beregu Putri Perorangan Tunggal Putra Perorangan Tunggal Putri Perorangan Ganda Putra Perorangan Ganda Putri Perorangan Ganda Campuran
- Undian Beregu - Manager Meeting - Pembukaan PON - Pertandingan Beregu - Final Beregu Putra/Putri - Undian Perorangan - Manager Meeting Perorangan - Pertandingan Perorangan - Finalis Perorangan - Penutupan PON - 10.00 - 16.00 - 08.30 - 09.30 - 14.00 - 16.00 - 08.30

C. JADWAL KESELURUHAN PERTANDINGAN
Sabtu, 5 Juli 2008 Minggu, 6 Juli 2008 Senin – Kamis 7 – 10 Juli 2008 Jum’at, 11 Juli 2008 Sabtu – Selasa, 12 -15 Juli 2008 Kamis, 17 Juli 2008

10

D. MEDALI YANG DIPEREBUTKAN 1. 2. 3. Medali Emas Medali Perak Medali Perunggu = = = 7 7 14

E. PESERTA Peserta yang diperkenankan mengikuti PON XVII /2008 adalah berdasarkan pendaftaran yang diajukan Pengda PBSI cq. KONI Daerah (Provinsi) yang disyahkan panitia besar PON XVII / 2008 dan panitia keabsahan PON XVII/2008, dengan ketentuan sebagai berikut : 1. 2. 3. Tidak dalam keadaan skorsing oleh Induk Organisasi Cabang Olahraga bersangkutan (PB PBSI). Sehat jasmani dan rohani. Provinsi yang dibebaskan dari babak kualifikasi diperkenankan untuk mengikuti pertandingan antar regu dan perorangan. 4. 5. 6. Provinsi yang menjuarai babak kualifikasi diperkenankan mengikuti pertandingan antar regu dan perorangan. Provinsi yang menjadi runner up dalam babak kualifikasi hanya diperkenankan mengikuti pertandingan perorangan. Jumlah atlet yang didaftarkan adalah sesuai dengan peraturan PON XVII/2008. F. PENDAFTARAN Sesuai dengan peraturan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang tertuang dalam Surat Keputusan Komite Nasional Indonesia

11

(KONI) nomor : 31 A Tahun 2003 pasal 18 titik 3, pendaftaran peserta dibagi dalam 2 tahap : 1. Tahap Pertama (I) Pendaftaran cabang olahraga dan nomor PB. PON pertandingan/perlombaan yang akan diikuti serta rekapitulasi jumlah peserta, yang dikirimkan oleh XVII/2008 Kaltim ke seluruh Provinsi, harus sudah terima kembali oleh PB. PON XVII / 2008 paling lambat tanggal 6 Desember 2007 pukul 24.00 2. Tahap Kedua (II) Pendaftaran nama-nama atlet dan nomor-nomor pertandingan /perlombaan yang akan diikuti serta official peserta PON XVII/2008 yang dikirimkan oleh PB. PON XVII / 2008 Kaltim ke seluruh propinsi, harus sudah diterima kembali oleh PB.PON XVII / 2008 paling lambat pada tanggal 6 April 2008 pukul 24.00 WIB. G. KETENTUAN JUMLAH PENDAFTARAN Adapun ketentuan jumlah pendaftarannya adalah sebagai berikut : 1. Jumlah atlet Provinsi yang dibebaskan dari babak Kualifikasi dan Provinsi yang menjuarai Babak Kualifikasi, ditetapkan sebagai berikut : Putra maksimal 8 orang Putri maksimal 5 orang

12

2.

Provinsi

yang

dibebaskan

dari

Babak

Kualifikasi

diperkenankan untuk mengikuti pertandingan antar regu dan perorangan, dalam PON XVII / 2008 dengan ketentuan sebagai berikut : 3. Beregu putra 1 regu Beregu putri 1 regu Tunggal putra 4 orang Tunggal putri 3 orang Ganda putra 3 pasang Ganda putri 2 pasang Ganda campuran 2 pasang

Provinsi yang menjuarai Babak Kualifikasi diperkenankan mengikuti pertandingan antar regu dan perorangan dalam PON XVII / 2008, dengan ketentuan sebagai berikut : Beregu putra 1 regu Beregu putri 1 regu Tunggal putra 4 orang Tunggal putri 3 orang Ganda putra 3 pasang Ganda putri 2 pasang Ganda campuran 2 pasang (Apabila daerah tersebut mewakilkan atlet putra dan putri)

4.

Provinsi yang menjadi runner up dalam Babak Kualifikasi hanya diperkenankan mengikuti pertandingan perorangan saja, dengan ketentuan sebagai berikut :

13

-

Atlet putra 3 orang boleh mendaftarkan 2 Tunggal dan 1 Ganda Atlet putri 3 orang boleh mendaftarkan 2 Tunggal dan 1 Ganda

-

Catatan : Dari hasil Babak Kualifikasi, maka ditetapkan untuk pendaftaran PON XVII/2008 sbb : 1. Apabila juara Beregu Putra dan juara Beregu Putri dari satu Provinsi itu bisa mendaftarkan maksimal : 4 tg pa, 3 tg pi, 3 gd pa, 2 gd pi dan 2 gd camp. 2. Apabila juara Beregu Putra dan Runner Up Beregu Putri dari satu Provinsi, maka Provinsi itu boleh mendaftarkan maksimal : 4 tg pa, 2 tg pi, 3 gd pa, 1 gd pi dan 2 gd camp. 3. Apabila Runner Up Beregu Putra dan Juara Beregu Putri dari satu Provinsi, maka Provinsi itu boleh mendaftarkan maksimal : 2 tg pa, 3 tg pi, 1 gd pa, 2 gd pi dan 2 gd camp. 4. Apabila Runner Up Beregu Putra dan Runner Up Beregu Putri dari satu Provinsi tersebut boleh mendaftarkan maksimal : 2 tg pa, 2 tg pi, 1 gd pa, 1 gd pi dan 2 gd camp. H. SEEDED DAN UNDIAN Seeded dan Undian ditetapkan oleh Pengurus Besar cq. Referee. Undian untuk pertandingan antar regu tanggal 07 Juli 2008 di Kalimantan Timur (tempat dan waktu ditentukan pada saatnya).

14

-

Undian untuk peserta perorangan dilaksanakan tanggal 11 Juli 2008 di Samarinda (tempat dan waktu ditentukan pada saatnya)

Ranking berdasarkan Ranking Nasional / BWF. I. MEDICAL CONTROL Difokuskan kepada pemeriksaan doping sesuai dengan peraturan dalam Anti Doping Code – Olympic Movement. Pemeriksaan doping akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan diatur dalam ” Pedoman Pengawasan Doping dan Vertifikasi Wanita ”. Apabila seorang atlet menolak pemeriksaan doping atau terbukti bersalah melakukan doping ”harus” dikeluarkan sebagai peserta PON XVII / 2008, sesuai ketentuan sebagaimana tercantum dalam peraturan PON pasal 9, sebagai berikut : 1. Bila yang bersangkutan anggota regu pada nomor beregu, maka regunya dinyatakan kalah dan yang bersangkutan dikeluarkan sebagai peserta PON XVII / 2008. Sedangkan anggota regu lainnya yang tidak terkena doping dapat mengikuti pertandingan / perlombaan pada nomor perorangan ; II. PERATURAN PERTANDINGAN A. PERTEMUAN TEHNIK Pertemuan tehnik diadakan : 1. Untuk pertemuan tehnik antar regu tanggal 07 Juli 2008 di Samarinda.

15

2. 3.

Pertemuan tehnik untuk perorangan diadakan tanggal 11 Juli 2008 di Samarinda. Tempat dan waktu ditentukan pada saatnya.

B. SHUTTLECOCKS Shuttlecocks yang dipergunakan pada PON XVII-2008 adalah merk Gadjahmada Red International Produksi PT. Neo Milenia Era Agung Sakti. C. JUMLAH PEMAIN UNTUK PERTANDINGAN ANTAR REGU Jumlah pemain untuk pertandingan antar regu ditetapkan sebagai berikut : Putra minimal 4 orang maksimal 8 orang Putri minimal 2 orang maksimal 5 orang

16

D. JUMLAH PARTAI MASING-MASING REGU Putra Putri : 3 Tunggal dan 2 Ganda : 2 Tunggal dan 1 Ganda

E. SUSUNAN PEMAIN Susunan pemain untuk pertandingan antar regu baik tunggal maupun ganda harus berdasarkan peringkat / ranking. F. URUTAN PERTANDINGAN ANTAR REGU Urutan pertandingan untuk pertandingan antar regu ditetapkan oleh Referee, dengan komposisi sebagai berikut : Putra (format Thomas Cup) : Tgl 1 – Gd 1 – Tgl 2 – Gd 2 – Tgl 3 Tgl 1 – Gd 2 – Tgl 2 – Gd 1 – Tgl 3 Tgl 1 – Tgl 2 – Gd 1 – Tgl 3 – Gd 2 Tgl 1 – Tgl 2 – Gd 2 – Tgl 3 – Gd 1 Tgl 1 – Tgl 2 – Tgl 3 – Gd 1 – Gd 2 Tgl 1 – Tgl 2 – Tgl 3 – Gd 2 – Gd 1 Tgl 1 – Gd 1 – Tgl 2 – Tgl 3 – Gd 2 Tgl 1 – Gd 2 – Tgl 2 – Tgl 3 – Gd 1 Tgl 1 – Gd – Tgl 2 Tgl 1 – Tgl 2 – Gd

Putri : -

17

G. SISTEM PERTANDINGAN 1. Dalam pertandingan beregu Putra dan Putri peserta dibagi menjadi 2 (dua) pool dengan sistem setengah kompetisi dalam masing-masing pool. Pada babak Semi Final (Babak Kedua) mempergunakan sistem silang yaitu juara Pool A dipertandingkan dengan Runner Up Pool B dan Runner Up Pool A dengan juara Pool B (Sistem Silang). Pemenang pada pertandingan silang di pertandingan untuk perebutan juara I dan II, sedangkan yang kalah menjadi juara III bersama. 2. Dalam pertandingan perorangan dipergunakan sistem Gugur, baik untuk nomor Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri maupun Ganda Campuran. 3. Pertandingan berbeda. 4. Apabila jumlah pendaftaran hanya 3 s/d 5 regu/nomor, pertandingan kompetisi. H. JADWAL PERTANDINGAN Jadwal pertandingan yang tercantum dalam Buku Acara menjadi dasar/pegangan untuk dimulainya suatu pertandingan. Kemungkinan diajukan/diundurkan suatu pertandingan oleh karena terjadi WO atau hal lain. Peserta bertanggung jawab untuk mengetahui sendiri perubahan-perubahan tersebut. akan mempergunakan sistem setengah akan dilaksanakan apabila pendaftaran berjumlah minimal 3 (tiga) nomor / 3 regu dari provinsi yang

18

I.

PETUGAS INTI 1. 2. Pengurus Besar PBSI akan menunjuk Petugas Inti, Referee, Wasit dan Hakim Garis untuk memimpin pertandingan. Referee menunjuk Wasit, Hakim Garis yang akan memimpin pertandingan.

J. PROTES 1. Protes Tehnis a. Protes yang sifatnya tehnis akan diputuskan oleh Referee b. Keputusan Referee bersifat final 2. Protes Non Technis a. Protes yang sifatnya non teknis diputuskan oleh Referee, Panpel dan Panitia Besar PON XVII / 2008. b. 3. Keputusan bersifat final Protes harus diajukan paling lambat 15 (lima belas) menit setelah kasus yang diprotes berlangsung. 4. Protes harus diajukan oleh Manager Bulutangkis/Official secara tertulis kepada Referee atau wakilnya yang bertugas dengan disertai uang protes sebesar Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah). Dan melampirkan bukti pendukung protes. K. PERATURAN PERTANDINGAN 1. Peraturan pertandingan yang dipergunakan adalah peraturan pertandingan PBSI/IBF dan peraturan PON.

19

2.

Score system mempergunakan ” Rally Point ” 3 x 21 baik putra/putri, tunggal/ganda maupun ganda campuran. Setiap pertandingan berlaku prinsip The Best of Three Games.

3.

Pada point 11 tiap-tiap game, pemain diizinkan untuk istirahat tidak melebihi 60 detik. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.

4.

Pada waktu pergantian tempat antara game pertama dan game kedua pemain diizinkan istirahat tidak melebihi selama 120 detik. Pelatih diperkenankan ke lapangan untuk memberikan instruksi-instruksi, tetapi pemain tidak boleh meninggalkan lapangan.

5. 6.

Bila terjadi One Game All (game satu sama), pemain diizinkan untuk beristirahat tidak melebihi 120 detik. Seorang pemain hanya diperkenankan bermain dalam 3 (tiga) nomor, yaitu : 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali ganda, dan 1 (satu) kali ganda campuran, pada pertandingan perorangan.

7.

Pada pertandingan antar regu, seorang pemain hanya diperkenankan bermain 1 (satu) kali tunggal dan 1 (satu) kali ganda.

8.

Apabila terjadi gangguan, Referee berhak untuk menunda atau memindahkan pertandingan ke tempat/hari lain dengan ketentuan hasil pertandingan yang diperolehnya tetap berlaku/sah.

9.

Wasit dapat membatalkan/menganulir keputusan Hakim Garis.

20

10. Dalam pertandingan di pool seluruh partai pertandingan harus dimainkan. 11. Apabila satu regu dalam pertandingan setengah kompetisi dinyatakan kalah karena didiskualifikasi maka tidak boleh melanjutkan pertandingan berikutnya dan hasil pertandingan yang sudah diperolehnya dianulir. 12. Apabila atlet anggota regu didiskualifikasi oleh Referee karena melakukan pelanggaran peraturan tehnis pertandingan, maka diskualifikasinya hanya berlaku untuk atlet yang bersangkutan dalam kejuaraan tersebut, sedangkan regu tetap dapat melanjutkan pertandingan (tidak didiskualifikasi). 13. Apabila pertandingan sudah berlangsung dan ada atlet anggota regu dinyatakan diskualifikasi oleh Referee karena pelanggaran/kecurangan keabsahan atlet, maka regu tersebut didiskualifikasi. 14. Setiap pemain diwajibkan berpakaian olahraga bulutangkis sesuai peraturan yang berlaku (warna bebas). Pelatih yang mendampingi saat atlet bermain harus memakai sepatu dan berpakaian yang sopan. 15. Barang-barang yang boleh diletakkan dekat lapangan pertandingan hanya air minum dan perlengkapan atlet lainnya sebagai cadangan. 16. Referee berhak menentukan peraturan khusus pada lapangan tempat pertandingan yang kurang memenuhi syarat. 17. Daftar susunan pemain/regu harus diserahkan kepada Referee paling lambat 2 (dua) jam sebelum pertandingan dimulai.

21

18. Pemain/regu yang pada gilirannya harus bertanding, harus sudah berada di tempat pertandingan paling lambat 30 (tiga puluh) menit sebelumnya. 19. Pemain yang pada gilirannya harus bertanding, tetapi tidak hadir di lapangan setelah dipanggil tiga kali dalam jangka waktu 5 (lima) menit dinyatakan kalah. 20. Selama pemain melakukan pertandingan, tidak diperkenankan meninggalkan lapangan, menukar raket, mengganti perlengkapan dan lain-lain tanpa seizin wasit yang bertugas. 21. Pemain yang mendapat cedera di lapangan, apabila tidak dapat melanjutkan pertandingan dinyatakan kalah. 22. Pada pertandingan antar regu pemain yang cedera dan bermain rangkap maka kedudukan dalam nomor berikutnya dapat digantikan oleh pemain lain yang rankingnya lebih rendah. 23. Pada pertandingan perorangan pemain yang mendapat cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, kedudukannya pada nomor lain dapat diganti apabila nomor tersebut belum memulai pertandingan pertamanya. 24. Tiap pemain berhak mendapat istirahat 30 (tiga puluh) menit diantara 2 (dua) pertandingan yang harus dimainkannya secara berturut-turut. 25. Pemain dan Official bertanggung jawab untuk mengetahui bila dan dimana harus bertanding, termasuk adanya perubahan jadwal dan sebagainya.

22

26. Pemain yang tidak mau melaksanakan pertandingan pada waktu dan tempat yang telah ditentukan panitia dinyatakan kalah. 27. Apabila pemain memerlukan tambahan perlengkapan pada waktu melakukan pertandingan (air, raket dsb) harus sepengetahuan dan melalui Referee. 28. Pemain/atlet dilarang mempergunakan dopping. 29. Peserta yang belum tiba gilirannya tidak diperkenankan memasuki lapangan tempat pertandingan. 30. Keabsahan pemain berdasarkan Ketentuan Penyelenggaraan PON XVII / 2008 Kalimantan Timur yang dikeluarkan oleh KONI Pusat. 31. Atlet yang telah mewakili salah satu Provinsi pada Pra PON menuju PON XVII / 2008 tidak diperbolehkan bermain mewakili Provinsi lain. 32. Atlet yang disengketakan oleh Provinsi atau lebih dan masingmasing Provinsi memiliki bukti domisili resmi maka atlet tersebut tidak boleh bermain, kecuali telah ada pernyataan bahwa atlet tersebut bersedia bermain untuk salah satu Provinsi dimaksud.

L. PENENTUAN PERINGKAT / RANKING Penentuan peringkat / ranking pada sistem setengah kompetisi adalah sebagai berikut : 1. a. Regu yang mendapat kemenangan terbanyak menduduki peringkat tertinggi, dan seterusnya secara berurutan.

23

b. Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan sama, maka regu yang menang pada waktu berhadapan / bertanding menduduki peringkat diatasnya. c. Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh kemenangan sama, maka peringkatnya ditentukan oleh kemenangan partai. 2. a. Regu yang memperoleh partai terbanyak (point 1c tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya secara berurutan. b. Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh kemenangan partai sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. c. Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh kemenangan partai sama, maka penilaian selanjutnya dengan selisih game. 3. a. Regu yang memperoleh selisih game sama (point 2c diatas) menduduki peringkat diatasnya secara berurutan. b. Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih game sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. c. Apabila ada 3 (tiga) regu yang memperoleh selisih game sama, penilaian selanjutnya dengan selisih angka (point)

24

4.

a.

Regu yang memperoleh selisih poin terbanyak (point 3c tersebut diatas) menduduki peringkat diatasnya secara berurutan.

b. Apabila ada 2 (dua) regu yang memperoleh selisih angka sama, maka regu yang menang pada waktu dia berhadapan menduduki peringkat diatasnya. c. Apabila ada 3 (tiga) regu atau lebih yang memperoleh selisih angka sama, penilaian terakhir dengan jalan UNDIAN. M. LAIN-LAIN 1. Para Juara I s/d III bersama akan menerima medali dan piagam penghargaan dari Panitia Besar PON XVII / 2008. 2. Hal-hal yang belum / tidak tercantum dalam ketentuan ini akan diatur dan ditetapkan pada saatnya sesuai kebutuhan.

25

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful