Namun, muncul lagi diskusi mengenai keberadaan tipe sekolah yang dianggap sebagai sekolah unggulan pada jenjang

pendidikan manapun. Tipe tersebut terdiri dari tiga : • Tipe1 Tipe ini seperti yang diuraikan di atas, dimana sekolah menerima dan menyeleksi secara ketat siswa yang masuk dengan kriteria memiliki prestasi akademik yang tinggi. Meskipun proses belajar-mengajar sekolah tersebut tidak luar biasa bahkan cenderung ortodok, namun dipastikan karena memilih input yang unggul, output yang dihasilkan juga unggul. • Tipe 2 Sekolah dengan menawarkan fasilitas yang serba mewah, yang ditebus dengan SPP yang sangat tinggi. Konon, untuk sekolah dasar unggulan di Parung, Bogor uang pangkalnya saja bisa sekitar lebih dari 7 juta. Mahal? Nggak juga tuh, buktinya banyak orang-orang Indonesia yang sekolah di sana. Tidak mahal menurut mereka dibandingkan biaya sekolah di luar negeri, dan memang sekolah ini dibangun untuk membendung arus warga negara Indonesia yang berbondong-bondong sekolah ke luar negeri. Otomatis prestasi akademik yang tinggi bukan menjadi acuan input untuk diterima di sekolah ini, namun sekolah ini biasanya mengandalkan beberapa “jurus” pola belajar dengan membawa pendekatan teori tertentu sebagai daya tariknya. Sehingga output yang dihasilkan dapat sesuai dengan apa yang dijanjikannya. • Tipe 3 Sekolah unggul ini menekan pada iklim belajar yang positif di lingkungan sekolah. Menerima dan mampu memproses siswa yang masuk sekolah tersebut (input ) dengan prestasi rendah menjadi lulusan (output) yang bermutu tinggi.

Nah timbul pertanyaan dari saya pribadi soal ujian nasional yang dilaksanakan kemarin, apakah memang benar evaluasi tersebut mampu menunjukkan kemampuan anak secara terukur dan mampu menunjukkan prestasinya tersebut? Karena sekolah bisa dikatakan unggul dalam pencapaiannya. Ada beberapa faktor yang harus dicapai bila sekolah tersebut bisa dikategorikan sekolah unggul: 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Profesional Kepala Sekolah seharusnya memiliki kemampuan pemahaman dan pemahaman yang menonjol. Dari beberapa penelitian, tidak didapati sekolah yang maju namun dengan kepala sekolah yang bermutu rendah. Penelitian Standfield, dkk (1987) selama 20 bulan di Sekolah Dasar Garvin Missouri dan Gibbon (1986) di sekolah-sekolah negeri di Ohio selama tahun ajaran 1982/1983, keduanya menemukan bahwa peran kepala sekolah yang efektif dan profesional mampu mengangkat nama sekolah mereka sehingga mampu memperbaiki prestasi akademik mereka. 2. Guru-guru yang tangguh dan profesional Guru merupakan ujung tombak kegiatan sekolah karena berhadapan langsung dengan siswa. Guru yang profesional mampu mewujudkan harapan-harapan orang tua dan kepala sekolah dalam kegiatan sehari-hari di dalam kelas. 3. Memiliki tujuan pencapaian filosofis yang jelas Tujuan filosofis diwujudkan dalam bentuk Visi dan Misi seluruh kegiatan sekolah. Tidak hanya itu, visi dan misi dapat di cerna dan dilaksanakan secara bersama oleh setiap elemen sekolah. 4. Lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran

Sedang pada pelaksanaan pembelajaran diserahkan kepada daerah dan tiap sekolah menyusun kurikulum dan target pencapaian pembelajaran sendiri. di bawah pohon atau di dalam gerbong kereta api -siapa yang sudah baca Toto Chan?. Pusat hanya membuat kisi-kisi materi yang akan diujikan secara nasional. Serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut. Seperti misalnya sekolah di Kalimantan memiliki corak dan target pencapaian mampu mengolah hasil hutan dan tambang juga potensi seni dan budaya mampu dihasilkan sekolah-sekolah di Bali. 6.Yang jelas lingkungan yang kondusif adalah yang lingkungan yang dapat memberikan dimensi pemahaman secara menyeluruh bagi siswa 5. Dengan hanya memuat 20% muatan lokal menjadikan potensi daerah dan kemampuan mengajar guru dan belajar siswa terpasung. misalnya forum Orang Tua Murid dengan forum guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan kenyataan yang dialami guru di kelas. Jaringan organisasi yang baik Jelas. organisasi yang baik dan solid baik itu organisasi guru. Kurikulum yang jelas Permasalahan di Indonesia adalah kurikulum yang sentralistik dimana Diknas membuat kurikulum dan dilaksanakan secara nasional. . orang tua akan menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus berkembang. Selain itu pola evaluasi yang juga sentralistik menjadikan daerah semakin tenggelam dalam kekayaan potensi dan budayanya. Ada baiknya kemampuan membuat dan mengembangkan kurikulum disesuaikan di tiap daerah bahkan sekolah. Diharapkan akan muncul sekolah unggulan dari tiap daerah karena memiliki corak dan pencapaian sesuai dengan potensinya. lingkungan tersebut bisa berada di tengah sawah.Lingkungan yang kondusif bukanlah hanya ruang kelas dengan berbagai fasilitas mewah.

net. Evaluasi belajar yang baik berdasarkan acuan patokan untuk mengetahui apakah tujuan pembelajaran dari kurikulum sudah tercapai Bila kurikulum sudah tertata rapi dan jelas. 8.us/eduscrvc/spec_ed_docs%5CEffective%20Schools %2010-04.7.schoolparents. selalu melibatkan orang tua dalam kegiatannya. Pada proses yang intensif. CT Council of P&C Associations (http://www. sekolah dan orang tua secara perorangan. Di sekolah unggulan dimanapun.canberra. Partisipasi orang tua murid yang aktif dalam kegiatan sekolah. Assistant Superintendent. Sehingga terjalin sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dengan pola pendidikan di rumah Pada akhirnya sekolah unggulan adalah program bersama seluruh masyarakat. Pustaka: Characteristics of Effective Schools. Student Services San Bernardino County Superintendent of Schools (http://www.fcoe.wordpress.au/effective_schools) EFFECTIVE SCHOOLS RESEARCH AND THE ROLE OF PROFESSIONAL LEARNING COMMUNITIES.htm .com//Sekolah Unggulan « Teknologi Pendidikan.ppt) www. Namun menjadi tanggung jawab bersama dalam peningkatan SDM Indonesia. Terry McLaughlin.ca. Kontribusi yang paling minimal sekali adalah memberikan pengawasan secara sukarela kepada siswa pada saat istirahat. yang tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. akan dapat teridentivikasi dan dapat terukur targer pencapaian pembelajaran sehingga evaluasi belajar yang diadakan mampu mempetakan kemampuan siswa.k12. orang tua dilibatkan dalam proses penyusunan kurikulum sekolah sehingga orang tua memiliki tanggung jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai pada tujuan yang telah dirumuskan.

Menurut Dale Schunk self efficacy mempengaruhi siswa dalam memilih kegiatannya. self efficacy adalah suatu keadaan dimana seseorang yakin dan percaya bahwa mereka dapat mengontrol hasil dari usaha yang telah dilakukan. jika keberhasilan tersebut didapatkan dengan melalui hambatan yang besar dan merupakan hasil .B Faktor-faktor yang Mempengaruhi Self Efficacy Menurut Bandura (1997) dalam Tesis yang berjudul Goal Orientantion. Siswa dengan self efficacy yang rendah mungkin menghindari pelajaran yang banyak tugasnya.Pengertian Self Efficacy Menurut Bandura self Efficacy adalah belief atau keyakinan seseorang bahwa ia dapat menguasai situasi dan menghasilkan hasil (outcomes) yang positif (Santrock.1. Self Efficacy dan Prestasi Belajar pada Siswa Peserta dan Non Peserta Program Pengajaran Intensif di Sekolah oleh Retno Wulansari tahun 2001. Apabila keberhasilan yang didapat seseorang seseorang lebih banyak karena faktor-faktor di luar dirinya. 2001). Pengalaman Keberhasilan (mastery experiences) Keberhasilan yang sering didapatkan akan meningkatkan self efficacy yang dimiliki seseorang sedangkan kegagalan akan menurunkan self efficacynya. biasanya tidak akan membawa pengaruh terhadap peningkatan self efficacy. khususnya untuk tugas-tugas yang menantang. Akan tetapi. II. sedangkan siswa dengan self efficacy yang tinggi mempunyai keinginan yang besar untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Sedangkan menurut Wilhite (1990) dalam tesis yang berjudul Goal Orientantion. Self Efficacy dan Prestasi Belajar pada Siswa Peserta dan Non Peserta Program Pengajaran Intensif di Sekolah oleh Retno Wulansari tahun 2001. ada beberapa faktor yang mempengaruhi self efficacy yaitu: a.

Pengalaman Orang Lain (vicarious experiences) Pengalaman keberhasilan orang lain yang memiliki kemiripan dengan individu dalam mengerjakan suatu tugas biasanya akan meningkatkan self efficacy seseorang dalam mengerjakan tugas yang sama. d. Self efficacy biasanya ditandai oleh rendahnya tingkat stress dan kecemasan sebaliknya self efficacy yang rendah ditandai oleh tingkat stress dan kecemasan yang tinggi pula. b. Namun self efficacy yang didapat tidak akan terlalu berpengaruh bila model yang diamati tidak memiliki kemiripan atau berbeda dengan model. Keadaan fisiologis dan emosional (physiological and emotional states) Kecemasan dan stress yang terjadi dalam diri seseorang ketika melakukan tugas sering diartikan sebagai suatu kegagalan. maka hal itu akan membawa pengaruh pada peningkatan self efficacynya. c. Persuasi Sosial (Social Persuation) Informasi tentang kemampuan yang disampaikan secara verbal oleh seseorang yang berpengaruh biasanya digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa ia cukup mampu melakukan suatu tugas. Self efficacy tersebut didapat melalui social models yang biasanya terjadi pada diri seseorang yang kurang pengetahuan tentang kemampuan dirinya sehingga mendorong seseorang untuk melakukan modeling. Pada umumnya seseorang cenderung akan mengharapkan keberhasilan dalam kondisi yang tidak diwarnai oleh ketegangan dan tidak merasakan adanya keluhan atau gangguan somatic lainnya. .perjuangannya sendiri.

d. Bila seseorang merasa mampu melaksanakan tugas-tugas dalam karir tertentu maka biasanya ia akan memilih karir tesebut.1 C Manfaat Self Efficacy Sebagaimana dikatakan dalam tesis yang berjudul Goal Orientantion. Self Efficacy dan Prestasi Belajar pada Siswa Peserta dan Non Peserta Program Pengajaran Intensif di Sekolah oleh Retno Wulansari tahun 2001. individu akan menetapkan tindakan apa yang akan ia lakukan dalam menghadapi suatu tugas untuk mencapai tujuan yang diiinginkannya. Sedangkan individu yang mempunyai self efficacy yang rendah akan terganggu oleh keraguan terhadap kemampuan diri dan mudah menyerah bila menghadapi kesulitan dalam mengerjakan tugas.II. bahwa ada beberapa fungsi dari self efficacy yaitu : a. Kuantitas usaha dan keinginan untuk bertahan pada suatu tugas Individu yang memiliki self efficacy yang tinggi biasanya akan berusaha keras untuk menghadapi kesulitan dan bertahan dalam mengerjakan suatu tugas bila mereka telah mempunyai keterampilan prasyarat. Pilihan perilaku Dengan adanya self efficacy yang dimiliki. Pilihan karir Self efficacy merupakan mediator yang cukup berpengaruh terhadap pemilihan karir seseorang. Suatu penelitian dari Pintrich dan De . Kualitas usaha Penggunaan strategi dalam memproses suatu tugas secara lebih mendalam dan keterlibatan kognitif dalam belajar memiliki hubungan yang erat dengan self efficacy yang tinggi. c. b.

Sebuah penelitian telah menemukan bahwa ada hubungan yang erat antara self efficacy dan orientasi sasaran (goal orientasi). tetapi akan sangat lebih baik kalau mereka juga membuat tujuan jangka pendek tentang apa yang harus dilakukan seperti: “Saya harus mendapatka nilai A untuk tes matematika yang akan datang”. Strength. Generality.I. yaitu suatu kepercayaan diri yang ada dalam diri seseorang yang dapat ia wujudkan dalam meraih performa tertentu. dan menantang. pengukuran self efficacy yang dimilki seseorang mengacu pada tiga dimensi. c. Meminta siswa untuk menetapkan tujuan jangka panjang adalah hal yang baik seperti: “Saya ingin malanjutkan ke perguruan tinggi”. II. . Self Efficacy dan Prestasi Belajar pada Siswa Peserta dan Non Peserta Program Pengajaran Intensif di Sekolah oleh Retno Wulansari tahun 2001. Magnitude. untuk jangka pendek. yaitu suatu tingkat ketika seseorang meyakini usaha atau tindakan yang dapat ia lakukan b.D Pengukuran Self Efficacy Menurut Bandura (1977) sebagaimana dikatakan dalam tesis yang berjudul Goal Orientantion. Self efficacy dan achievement siswa meningkat saat mereka menetapkan tujuan yang spesifik. yaitu: a. diartikan sebagai keleluasaan dari bentuk self efficacy yang dimiliki seseorang untuk digunakan dalam situasi lain yang berbeda.Groot menemukan bahwa siswa yang memiliki self efficacy tinggi cenderung akan memperlihatkan penggunaan kognitif dan strategi belajar yang lebih bervariasi.

II. mendorong kita pada arah tertentu.E Strategi untuk Meningkatkan Self Efficacy Untuk meningkatkan self efficacy siswa. b.2 Motivasi II. e. khususnya dalam membuat tujuan jangka pendek setelah mereka mebuat tujuan jangka panjang. Modelling efektif untuk meningkatkan self efficacy khususnya ketika siswa mengobservasi mempunyai II.Memberikan reward untuk performa siswa d. dan menjaga kita tetap . f. ada beberapa strategi yang dapat kita lakukan (Stipek. Menyediakan siswa model yang bersifat positif seperti adult dan peer. Karakteristik tertentu dari model dapat meningkatkan self efficacy siswa. Memberikan support atau dukungan pada siswa. sama bertindak. Mengajarkan siswa suatu strategi khusus sehingga dapat meningkatkan kemampuannya untuk fokus pada tugas-tugasnya. Mengkombinasikan strategi training dengan menekankan pada tujuan dan memberi feedback pada siswa tentang hasil pembelajarannya. orang tua dan peers. c. g.A Pengertian dan Manfaat Motivasi Motivasi adalah keadaan internal yang menyebabkan kita keberhasilan kemampuan teman yang peer nya yang dengan sebenarnya mereka.2. Memandu siswa dalam menetapkan tujuan.1. 1996) yaitu : a. Dukungan yang positif dapat berasal dari guru seperti pernyataan “kamu dapat melakukan ini”. Meyakinkan bahwa siswa tidak terlalu aroused dan cemas karena hal itu justru akan menurunkan self efficacy siswa.

Perspektif ini menekankan tentang pentingnya motivasi ekstrinsik dalam achievement. Motivasi merupakan konstruk psikologi penting yang mempengaruhi pembelajaran dan performa dalam empat cara yaiti : a. 1985) c. diantaranya adalah perspektif behavioral. Menurut perspektif ini. 2000). Apabila respon siswa merujuk pada dorongan dari luar maka dikatakan bahwa ia memiliki motivasi ekstrinsik. Motivasi menaikkan inisiatif dari aktivitas tertentu dan ketekunan dalam aktivitas tersebut (Stipek. Motivasi mengarahkan individu menuju tujuan tertentu ( Eclcles & Wigfield. 1983). Motivasi mempengaruhi strategi pembelajaran dan proses kognitif dari usaha seseorang (Dweck & Elliot. 1993) b. Hal itu disebabkan karena insentif merupakan suatu stimulus atau event baik positif maupun negatif yang dapat memotivasi tingkah laku siswa. .bekerja pada aktivitas tertentu (Elliott dkk. Aspek lain yang sering dibicarakan adalah mengenai motivasi intrinsik dan ekstrinsik. 1998) d. rewards dan punishment eksternal merupakan kunci yang menentukan motivasi siswa. & Boyle. Motivasi meningkatkan energi individu dan level aktivitasnya (Pintrich. Ada beberapa perspektif dari motivasi. Marx. Motivasi intrinsik atau Motivasi orientasi internal berarti bahwa siswa menunjukkan hasrat untuk belajar tanpa kebutuhan dorongan dari luar dirnya. Tujuan jangka panjang yang diinginkan oleh kebanyakan orang tua dan pendidik adalah melihat siswa mengembangkan dirinya sehingga memiliki motivasi intrinsik dalam belajar.

Kebutuhan akan harga diri. 4. tidur dan lain-lain. mencakup reaksi orang lain terhadap diri kita sebagai individu dan pandanagn kita terhadap diri sendiri. merujuk pada kebutuhan akan keluarga dan teman. Attributions theory didasarkan pada tiga asumsi dasar (Petri. 3. 1991) yaitu : . Lima dasar kebutuhan dalam teori hierarki kebutuhan Maslow adalah : 1. 5. Hierarki Kebutuhan Maslow Konsep paling terkenal dari Abraham Maslow (1987) adalah selfactualization.II. siswa yang tidak sarapan sebelum kegiatan bealjar mengajar sulit untuk berkonsentrasi di kelas 2. Kebutuhan akan rasa cinta dan kepemilikan. Self actualization merupakan konsep pertumbuhan. siswa bergerak menuju tujuan setelah memenuhi kebutuhan dasarnya. Apabila kita dapat meyakinkan siswa bahwa mereka akan dan dapat memenuhi janji mereka. Kebutuhan fisiologis seperti lapar. Kebutuhan akan rasa aman yaitu bebas dari rasa takut dan kecemasan (T) tinggi. maka saat itu mereka sedang berada pada jalur menuju self actualization. yang berarti bahwa kita menggunakan kemampuan kita sampai batas akhir potensi kita. Sebagai contoh. Pertumbuhan menuju self actualization mensyaratkan kepuasan akan hierarki kebutuhan. Weiner and Attributions About Sucess or Failure.B Teori-teori motivasi 1.2. Kebutuhan akan self actualization 2.

Ability (kemampuan) : Atribusi terhadap kesuksesan dan kegagalan memiliki implikasi penting dalam mengajar sejak asumsi siswa tentang kemampuan mereka memang mereka sering kurang berdasarkan pada pengalaman masa lalu. Ketika siswa memiliki sejarah kegagalan. Luck : Siswa yang memiliki kepercayaan yang rendah terhadap atribut kemampuan mereka.a. c. mereka mengasumsikan bahwa mampu. sense siswa terhadap self-efficacy meningkat dan pada gilirannya akan meningkatkan motivasi b. Effort (usaha) : Weiner (1990b) menemukan bahwa siswa biasanya tidak mengetahui tentang bagaimana sulitnya mereka berusaha untuk sukses. maka tugas dirasa mudah dan sebaliknya. Operant Conditioning oleh Skinner Merujuk pada B. tingkah laku dibentuk dan dipelihara oleh konsekuensinya. Skinner (1971). Studii Schunk (1989) tentang hubungan antara self efficacy dan pembelajaran. mereka akan menganggap keberuntungan d. Apabila banyak yang berhasil. Task Difficulty : Biasanya dinilai dariperforma yang lain pada tugas tersebut. Siswa mengetahui usaha mereka dengan cara mencari tahu sebaik apa mereka dalam tugas partikular. melaporkan bahwa siswa yang memasuki ruangan kelas dengan kemampuan dan pengalaman yang mempengaruhi self-efficacy mereka terhadap initial learning. Ketika berhasil. Konsekuensi dari tingkah laku sebelumnya mempengaruhi siswa. Tidak ada komponen motivasi . kesuksesan sebagai hasil dari 3. F.

Sebaliknya. 241). Metode Reinforcement lebih tepat digunakan ketika siswanya mengalami kecemasan tinggi mengenai pembelajaran. siswa cenderung kehilangan minat dan performa mereka memburuk. . Hal ini membuktikan bahwa positive reinforcement merupakan jawaban paling tepat. memberikan materi dalam jumlah kecil dengan segera memberikan positive reinforcement kepada mereka. Kecemasan Kecemasan adalah sensasi tidak menyenangkan yang sering dialami sebagai perasaan kekhawatiran dan iritabilitas umum yang disertai restlessness.2. Skinner menyatakan bahwa memberitahu siswa bahwa mereka tidak mengetahui sesuatu tidak memberikan motivasi sedikitpun kepada mereka. motivasi rendah.internal atau motivasi intrinsik secara mayor dalam proses tersebut. atau memiliki sejarah kegagalan akademis. dan hasil yang pantas diterima. dan bermacam-macam simptom somatis seperti sakit kepala dan sakit perut (Chess & Hassibi. Siswa tersebut akan merasa bebas dan senang ketika berada di dalam dan di luar situasi belajar mengajar karena mereka telah menciptakan pola tingkah laku yan menghasilkan kesuksesan. mereka cenderung mengulangnya disertai kekuatan.C Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Siswa Beberapa hal yang mempengaruhi motivasi siswa adalah : 1. p. Apabila siswa mengumpulkan reinforcement untuk tingkah laku tertentu. II. hubungan yang menyenangkan dengan orang lain. 1978. fatigue. Siswa diberikan reward ketika memberikan respon yang tepat dan tidak dihukum ketika memberikan respon yang tidak tepat. Apabila tidak.

Individu yang mengatribusikan penyebab tingkah laku adalah factor-faktor di luar diri mereka disebut individu dengan locus of control external. Motivasi sedang merupakan tingkat yang diinginkan dalam mempelajari tugas kompleks. Menurut Loewenstein (1994). Minat adalah karakteristik yang dipertahankan yang diekspresikan oleh hubungan antara belajar dan aktivitas atau objek partikular (Deci.Sejak perhatian kita secara primer mengacu pada. dan . Rasa keingintahuan (curiousity) dan minat Tingkah laku curious sering digambarkan dengan istilah lain seperti exploratory. Locus of Control Locus of control adalah penyebab dari suatu tingkah laku. ada pula yang mempercayai hal itu akibat sesuatu yang ada di luar diri mereka. 2. 3. kita harus menyadari bahwa motivasi intens dan ekstrim yang menghasilkan kecemasan tinggi memiliki efek negatif pada performa. Yorkes-Dodson law adalah prinsip yang menyatakan bahwa motivasi ideal akan menurun secara intens ketika kesulitan tugas meningkat. curiousity adalah hal kognitif berdasarkan emosi yang muncul ketika siswa menyadari bahwa ada diskrepansi atau konflik antara apa yang ia percayai benar tentang dunia dan apa yang sebenarnya terjadi. manipulative. Minat kurang lebih sama dan berkaitan dengan curiousity. 1992). atau aktif yang kurang lebih memiliki arti yang sama dengan tingkah laku curious itu. kecemasan. beberapa orang mempercayai suatu hal disebabkan oleh sesuatu yang ada dalam diri mereka.

c. Kegagalan dalam belajar berarti bahwa walaupun arah baru diberikan kepada siswa tersebut.sebaliknya apabila berasal dari dalam diri sendiri disebut locus of control internal . b. Menciptakan atmosfer yang menantang dan tingkat harapan yang tinggi c. Masalah emosional sepertinya menyertai learned helplessness. yaitu: a. Tiga komponen dari learned helplessness memiliki kegunaan particular untuk kelas yaitu : a. menyediakan model yang kompeten yang dapat memotivasi mereka untuk belajar. d.D Strategi untuk Meningkatkan Motivasi Berikut adalah beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi siswa. Kegagalan untuk memulai tindakan berarti bahwa siswa yang memiliki pengalaman learned helplessness cenderung untuk tidak mencoba mempelajari materi baru. Learned Helplessness Learned helplessness adalah reaksi beberapa individu yang berupa frustasi dan secara mudah menyerah setelah kegagalan yang berulang-ulang (Seligman. Mendorong motivasi intrinsik siswa untuk belajar .2. depresi dan rasa tidak kompeten muncul secara berkala. Mengkomunukasikan pada siSwa bahwa mereka akan menerima dukungan akademik dan emosional. Frustrasi. mereka tidak memepelajari apapun dari hal itu. b. II. 4. 1975).

maka hal itu akan . g. Saat siswa menghadapi suatu masalah dan mengatasinya. d. Prestasi dapat meningkatkan self esteem siswa dan Galskin meningkatkan self esteem siswa dengan cara meningkatkan kemampuan akademik mereka. c. Bekerja sama dengan siswa untuk membantu mereka menetapkan tujuan dan rencana serta memonitor perkembangannya f. II.e.3 Self Esteem Self esteem merupakan evaluasi secara menyeluruh dari dimensi diri. Self esteem juga mengacu pada harga diri atau self image dan merefleksikan kepercayaan diri serta kepuasan individu terhadap diri mereka. Menyeleksi tugas-tugas pembelajaran yang merangsang ketertarikan dan keingintahuan siswa. Mengidentifikasi penyebab rendahnya self esteem dan area-area kompeten dalam diri b. Mengembangkan kemampuan coping skill siswa. Membantu siswa untuk berprestasi. Dukungan sosial dan emosional dapat membuat suatu perubahan besar dalam membantu siswa untuk menilai lebih diri mereka. Memberikan dukungan sosial dan emosional Roger mengatakan bahwa penyebab utama individu mempunyai self esteem yang rendah adalah karena mereka tidak diberikan dukungan sosial dan emosional yang cukup. bukan nya menghindari. Sebuah penelitian menemukan bahwa setidaknya ada 4 strategi untuk meningkatkan self esteem siswa. yaitu: a. Menggunakan teknologi secara efektif.

tingkah laku yang Social dengan Vicarious dilakukan oleh model. Proses belajar dengan modeling meliputi observasi terhadap pola-pola tingkah laku. Beberapa nama lain dari modeling yaitu: 1.meningkatkan II. diberikan 2. model modeling Pembelajaran dengan modeling terdiri dari empat bantuk atau jenis. materi modeling sensoris. Model yang diobservasi adalah seseorang atau representasi dari sebuah pola respon (Wittig. diberikan b. a. 1981:51). yang kemudian diikuti dengan perfoma atau tingkah laku yang serupa. Obsevational learning Pembalajaran ini ditekankan pada atensi yang dilakukan observer terhadap pola 2. yaitu: Sensory modeling adalah proses pembelajaran modeling dimana materi Verbal modeling adalah proses pembelajaran modeling dimana materi Live modeling adalah proses pembelajaran modeling dimana model hadir . learning model.4 MODELING self esteem mereka. modeling deskriptif. Berdasarkan secara kontak tingkah Berdasarkan Sensory secara Verbal verbal antara Live atau observer dengan laku diikuti bentuk atau tidak. a. sehingga membantu observer untuk menentukan apakah 1. observer 3. learning Pembelajaran ini ditekankan pada hubungan interpersonal yang terjadi antara Pembelajaran ini ditekankan pada konsekuensi yang terjadi pada model yang diobservasi oleh observer.

dalam situasi yang bersamaan dengan observer atau terjadi kontak langsung antara b. Siswa yang datang ke sekolah biasanya akan . Beberapa karakteristik model Bukti penelitian mengindikasikan bahwa semakin mirip karakteristik yang pembelajaran dengan modeling. 2. Sedangkan peran mengacu pada tingkah laku aktual dari model dalam 3. semakin memungkinkan antara model model mempunyai pengaruh dengan yang signifikan observer. di Model dalam posisinya. Beberapa modeling mungkin mencakup standar standar dari selfmoral. usia. Model status Penelitian juga mengindikasikan bahwa model dengan status yang lebih tinggi dari observer lebih memungkinkan untuk diikuti atau observer akan lebih mengimitasikan tingkah laku subjek tersebut. dimiliki model dengan Model observer. standards Observer akan cenderung mengikuti tingkah laku model sesuai dengan standar tingkah laku atau tingkat keberhasilan tingkah laku yang dimiliki oleh model. reinforcement atau Teori sosial kognitif dari Bandura mempunyai relevansi untuk motivasi dan self-directed learning. terhadap adalah: similarity terjadinya keefektifan pembelajaran dengan modeling. Karakteristik seperti jenis kelamin. Status dapat merupakan hasil dari posisi dan peran yang dimiliki model. Posisi mengacu pada jabatan di pekerjaan atau fungsi yang dimiliki model berdasarkan jabatannya tersebut. modeling Symbolic modeling adalah proses pembelajaran modeling dimana model tidak hadir dalam situasi yang bersamaan dengan observer atau tidak terjadi kontak Karakteristik tersebut 1. latar belakang. model Symbolic dengan observer. dan hobi dapat digunakan untuk menentukan kesamaan.

persuasi: hal: persuader 5. Persuasi Persuasi adalah proses menciptakan state of identification antara sumber dan obyek penerima (receiver) yang dihasilkan dari penggunaan symbol-simbol verbal dan atau visual (Larson.cenderung mengikuti pengaruh yang kuat di sekolah dengan tidak memberitahu mereka apa yang harus dilakukan. 2004). Tindakan (Action). maka persuasi tidak akan berhasil dilakukan. Efek dari sumber persuasi (Source Effect). Mereka harus mengingat kembali pesannya sampai waktunya tepat untuk melakukan tingkah dengan sebuah penerimaan a. Jika persuadee tidak mengerti atau memahami pesan yang disampaikan. 2. Orang bertingkah laku secara logis dan konsisten Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi diterima atau ditolaknya 1. Jika obyek persuasi (persuadee) tidak menaruh perhatian pada pesan yang akan disampaikan. Jika persuadee menolak isi dari pesan tersebut setelah memperhatikan dan memahaminya. Komprehensi (Comprehension). 3. persuasi laku argumen orang seperti yang pesan terdiri Keterpercayaan dari dari 2 yang mempersuasi diharapkan. Persuadee harus menunda tingkah lakunya untuk beberapa waktu setelah ketiga tahap di atas dilakukan. Guru harus menjadi model sebanyak mungkin bagi siswa karena tingkah laku mereka dapat memotivasi siswa II. Atensi (Attension).5 dengan kuat untuk tingkah laku siswa. maka persuasi tidak akan berhasil dilakukan. Faktor yang mempengaruhi Kredibilitas . Retensi (Retension). tapi dengan memberikan contoh untuk apa yang harus diikuti oleh mereka. (persuader). Penerimaan (Acceptance). 4. Proses persuasi meliputi 5 tahap berikut: 1. maka persuasi tidak akan berhasil dilakukan.

4. Demonstrasi aktual dari produk tidak selalu mungkin dilakukan. kepercayaan. 2. Orang akan lebih memperhatikan seorang persuader yang hanya menggunakan perasaan dan opininya sendiri. dan keputusannya sesuai dengan pesan yang disampaikan melalui proses persuasi. diingat. Ada perbedaan substansi pada pesan yang diberikan pada orang-orang yang tidak termotivasi untuk memproses informasi. H.b. Bukti visual. persuasi akan lebih berhasil jika menghadirkan orang yang dianggap berkompeten untuk menceritakan prestasi seseorang. Hal inilah yang mendasari mengapa testimony. Efek Pesan (Message effects). Tentu saja. . Naratif membuat pesan yang disampaikan mudah 3. tetapi orang masih membutuhkan suatu bukti tambahan untuk meyakinkan keputusan mereka untuk berubah. Keatraktifan dari persuader terhadap persuadee 2. Seseorang membutuhkan alasan yang kuat sebelum memutuskan untuk mengubah sikap. Bukti yang dapat diberikan kepada persuadee untuk dapat berupa: 1. Walaupun persuader adalah seseorang yang sangat berkompeten. Bukti statistic dapat mempersuasi dengan baik ketika tampilannya untuk sederhana dan mudah dimengerti. sebelum informasi yang tidak terlalu diinginkan. tetapi persuader dapat mengembangkan berbagai macam bukti visual (seperti grafik ) untuk membantu persuadee mengerti permasalahan. bukti-bukti yang dianggap paling penting harus dihadirkan di awal (primacy effect) dibandingkan di akhir (Recency effect). Motivasi juga memainkan peranan penting dalam memproses sebuah informasi. Sebuah studi menyatakan bahwa opini seseorang dapat berhasil diubah/dipersuasi jika informasi yang diinginkan oleh persuadee dihadirkan lebih dahulu.dari seseorang akan sangat berharga. produk atau ide tertentu. Naratif dan anekdot. Lund (1925). Testimoni.Menurut seorang Psikolog yang bernama F. Urutan dari isi pesan menimbulkan sedikit perbedaan pada pesan yang membutuhkan kognisi yang tinggi untuk memprosesnya. Bukti statistik.

Analogi. pekerjaan dan level pendidikan). Salah satu sumber reinfocers eksternal menurut Bandura adalah berasal dari Role model. SES sebuah keluarga (apakah itu SES tinggi. tetapi juga beresiko. Pertama adalah informasi eksternal. pebisnis yang sukses. Perbandingan dan Kontras.6 apa yang Perbedaan mereka lakukan . contohnya adalah konsep diri. dan lain-lain. . seperti figure olahragawan. 1996). dan lain-lain. Sosioekonomi Sosioeconomic Status (SES) adalah kedudukan umum social dan ekonomi seseorang dalam masyarakat (meliputi pendapatan keluarga. baik yang berasal dari pengalaman sendiri maupun orang lain. misalnya dapat menggunakan gambar. kesempatan pendidikan yang dapat mereka tawarkan pada anak mereka. Selain itu bukti visual haruslah menonjol. Komparasi dapat membuat persuadee melihat perbedaan karena Social antara itu. Theory 6. dan yang kedua adalah reinfocer yang dikembangkan subyek sendiri di dalam dirinya (internal). hati-hati. Seberapa besar pengaruh mereka dalam pengambilan keputusan politik. Siswa dengan SES rendah ada bermacam-maca kelompok (Sidel. Oleh pemilihan haruslah Bandura menyatakan bahwa respon seseorang dalam menyikapi interaksi antara perasaanya (internal state) dan Social reinforcement yang tercermin dalam tingkah lakunya terhadap orang lain. Reinfocers berasal dari dua sumber. sedang atau rendah) memberikan arti kedudukan mereka dalam masyarakat atau seberapa fleksibel mereka dalam kehidupan dan apa yang mereka beli.Grafik haruslah simple karena jika terlalu kompleks akan membingungkan. penggunaan analogi dapat efektif. Beberapa model ini mempengaruhi kita melalui media massa dan dapat mempersuasi banyak orang untuk berperilaku sama dengan II. 5. pemimpin spiritual. 2 sisi dari masalah analogi Learning atau antara 2 kasus.

maupun R. Contohnya Pengajar harus seharusnya dapat mengambil langkah-langkah penting untuk memastikan tersebut terpenuhi pengajar memastikan bahwa semua siswa bisa mendapatkan makanan bergizi secara murah atau gratis dari program yang telah diselenggarakan oleh sekolah (Ormrod. 2. Namun siswa yang menghadapi banyak faktor yang mempengaruhi SES-nya mempunyai resiko yang besar untuk mengalami kegagalan akademik. 2001). poor nutrition. Ada beberapa faktor yang mungkin berkontribusi dalam prestasi yang rendah dari siswa dengan SES rendah. dan kelompok ini mempunyai resiko yang lebih untuk mengalami kegagalan akademik dan dalam kebutuhan akan perhatian dan dukungan (support). inadequate housing (Tempat tinggal yang kurang 2006). less parental involvement in school activities and homework (Kurangnya keikutsertaan orangtua dalam aktivitas sekolah dan pekerjaan rumah) 6. memadai) 3. cemas.(Omrod. A.Diantaranya ada yang berasal dari keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka (seperti makanan. dll) 4. Siswa yang hanya memiliki 1-2 faktor yang mempengaruhinya masih bisa berprestasi dengan baik di sekolah. 1. Kelompok yang lain bahkan hidup di kehidupan miskin yang sangat ekstrim. etc. lower-quality school (Kualitas sekolah yang rendah). lain: 2001. para siswa Thompson&Nelson. Nutirisi yang buruk dapat mempengaruhi prestasi sekolah Sigman&Whaley. pakaian dan tempat tinggal) tapi tidak mempunyai uang untuk bermewah-mewah. 2006) Penelitian memberikan guru alasan untuk optimis kepada siswa dengan latar belakang pendapatan yang rendah mampu berprestasi tinggi jika guru juga berkomitmen untuk membantu mereka dan memberikan mereka program akademik yang kuat dan mendukung usaha belajar mereka. emotion stress (Tekanan emosional. seperti depresi. gizinya. gaps in background knowledge (jurang perbedaan tentang pengetahuan awal) 5. Faktorfaktor baik secara tersebut langsung 1998. tidak antara langsung (Byrnes. .

1993. Harapan akan keberhasilan menentukan seberapa besar usaha yang diberikan dan seberapa akan bertahan dalam menghadapi rintangan dan pengalaman yang menyakitkan. berarti mahasiswa yang memiliki self eff yang tinggi akanmelakukan usaha yang lebih dan memiliki daya tahan terhadap . tetapi melalui harapan akan keberhasilan atas situasi yang dihadapi dapat berpengaruh terhadp usaha yang dilakukan. akan menghindari semua tugas dan menyerah dgn mudah ketika masalah muncul.Konsep self efficacy yang diharapkan oleh bandura (snow. Se tdk hanya mempengaruhipemilihan situasi dan kegiatan yang akan dilakukan. Keyakinan disini menyatakan besarny keyakinan yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan yang dibutuhkan secara berhasil. Individu tdk akan memilih kegiatan yang dpt menurunkan se yg dimiliki. Semkn kuat se yang dimiliki. SE mempengaruhi penyeleksian dan ketekunan dalam melakukan sesuatu (liebert&spiegler. Zimmerman. semakin baik perkiraan tersebut. Indvidu yang memiliki se yang rendah. 1982). Mksdnya adalah individu cenderung u memilih situasi yang diyakini dapt diatasi drpd situasi yg sifatnya mengncm kemampuannya.1997. semakin aktif usaha yang dilakukan. 1995) Berdasarkan uraian di atas. Kemampuan merupakan perkiraan individu mengenai kemampuan yang dimilikinya berdasarkan keberhasilkannya pada waktu2 lampau (sense of mastery). oleh krn itu mereka dapat bertahan lebih lama dalam menghadapi kesulitan. Semakin sering mhssw mengalami keberhasilan dalam setiap hal yang dilakukan. se yg dimiliki berpengaruh thd pemilihan kegiatan. 1992) menyatakan bahwa prasyrat untk berhasil adalah mengkombinasikan kemampuan dengan keyakinan dalam diri. Individu dengan se yang tinggi akan mentapkan tujuan yang lebih tinggi dan tidak gentar menghadapi kegagalan. semakin besar kemungkinanny untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pada tk penyelesaiannya.mereka cenderung menganggap kegagalan sebagai kurangnya kemampuan yang dimiliki (Bandura. Semakin besar keyakinan yang dimiliki. Kegagalan dianggap sebagai sebagi kurangnya usahayang dilakukan.

dan prinsip yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang mngkn muncul dalam kehidupannya. Jadi ada usaha yang adekuat dari mhsswa yang bersangkutan. Mahasiswa tidak akan biasa menerapkan ilmu yang sudah dipelajari dengan baik apabila penguasaannya terhadap ilmu tersebut kurang.mahasiswa harus belajar dengan sungguh2. Ketika seseorang mau berusaha untuk mempelajari suatu mata kuliah dgn sungguh2 maka nilai yang diperoleh tidak akan mengecewakan dirinya. Kembali diperlukan suatu usaha dan ketekunan u mencapai kriteria ini. Tuntutan akademis dapat dipenuhi oleh mhsswa apabila mau berusaha dan tidak cepat menyerah ketika menghadapisuatu masalah. mahasiswa harus belajar sungguh2 dan berusaha untuk memehami setiap teori yang dipelajari dgn benar. seperti menggunakan fasilitas perpustakaan untuk mnecari bahan2 atau literatur lain yang dapat memmbantu pemahaman mereka. Demikian pula dengan kriteria kedua. Untuk tergerak memperoleh nilai secara optimal. Untuk dapat menguasai dgn baik. Usaha yang dilakukan tersebut menunjukkan seseorang yang memiliki se tinggi. teori.menerapkan pengetahuan. mhasswa harusmelakukan semua tuntutan akademis. Kriteria pertama dari mahasiswa yg berhasil memenuhi tuntutan akademis adalah mendapatkan pengetahuan dri ilmu yang dipelajari. Usaha dan ketekunan . membaca terlebihdahulku sebelum kuliah dan mengukang kembalui materi opelajaran yang ddpt. Ketekunan danusaha merupakan efek langsung dr keyakinan dan kemampuan yg dimiliki mhsswa dalammelakukan sesuatu. Pengetahuan yang diperolh tergantung pada hasil ujian yang diikuti mahasiswa. atau berdiskusi dgn teman2nya. Proses motyivasi merupakan penggerak untuk bertindak. Untuk dapat melakukan penyesuaian terhadp bdg studi. Usaha dan daya tahan ini dapat membantu mahasiswa untuk melakukan penyesuain terhadap bidang studinya. Rajin membaca. yaitu menerapkan berbagai fakta.permasalahn yang timbul. menguasai materi pelajaran dan kelulusan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful