MAKALAH FARMAKOLOGI 2 ANTI BAKTERI YANG MENGHAMBAT PERUBAHAN PERMEABILITAS MEMBRAN SEL

Di susun oleh : Siti Nurrochmah (0804015199) Reni Usman (080401) Yulianty Lestari (0804015232) Kelas 4F

JURUSAN FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF DR. HAMKA JAKARTA 2010

dan rambut. kuku. LATAR BELAKANG Infeksi jamur terjadi pada tempat yang sedikit menerima aliran darah. Jamur membelah atau berkembang biak lebih lambat dibandingkan bakteri.BAB I PENDAHULUAN A. Kebanyakan jamur sangat resisten terhadap obat-obat antibakteri. Dengan demikian sangat penting adanya antifungi lokal maupun antifungi sistemik. BATASAN MASALAH Dalam penelitian ini penulis memberi batasan pembahasan hanya pada sifat-sifat farmakokinetik dan penggunaan klinik. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan sebelumnya. dan banyak diantaranya relative toksik. B. Hal ini menyebabkan distribusi obat ke daerah itu sangat sulit jika diberikan secara sistemik. padahal peristiwa membelah merupakan saat yang tepat bagi mikroba untuk membunuh fungi. Terjadi atau tidaknya infeksi jamur sangat ditentukan oleh peran hospest mengingat banyak infeksi jamur bersifat oportunistik. Mengingat tempat infeksi jamur di daerah yang vaskularisasinya (aliran darah) sangat rendahmaka pemberian obat secara topical sangat penting. Kebutuhan untuk mendapat obat anti jamur yang lebih baik ditekankan dengan sangat meningkatnya insidens infeksi jamur. sehingga . baik lokal maupun meluas pada pasien yang kurang imun. seperti pada kulit. Hanya sedikit bahan kimia yang diketahui dapat menghambat jamur pathogen pada manusia. maka perumusan masalah dalam makalah adalah: Bagaimana mekanisme obat-obat anti mikroba yang menghambat perubahan permeabitas membrane sel? C.

Membran sel manusia tidak mengandung ergosterol melainkan kolesterol sehingga antifungi golongan polien tidak dapat merusaknya. Terikatnya ergosterol oleh polien menyebabkan membrane sel jamur bocor dan lisis.D. inilah yang menyebabkan dapat berikatan dengan dinsing sel jamur. TUJUAN Makalah ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sifat-sifat farmakokinetik dan penggunaan secara klinik dari obat-obat anti mikroba yang menghambat perubahan permeabitas membran sel E. Struktur kimia polien mirip dengan ergosterol atau asam lemak penyusun membrane sel. Antifungi dapat diklasifikasikan berdasarkan cara kerjanya ataupun strukrur kimiawinya.itrakonazol Golongan Polien Amfoterisin B Nistatin Golongan Lain Flusitosin Griseofulvin Terbinafin . Dengan demikian sangat penting adanya antifungi lokal maupun antifungi sistemik. Gambar Struktur Kimia Amfoterisin B flukonazol . Golongan Azol Imidazol (2N) Triazol (3N) Topikal clortrimazol econazol sulconazol Termasuk golongan polien adalah amfoterisin B dan nistatin yang bekerja mengikat ergosterol pada dinding sel jamur. TINJAUAN PUSTAKA Mengingat tempat infeksi jamur di daerah yang vaskularisasinya (aliran darah) sangat rendahmaka pemberian obat secara topical sangat penting. Inilah yang menyebabkan toksisitas selektif dari antifungi.

sedangkan griseofulfin terikat di keratin sehingga kulit resisten terhadap infeksi jamur. Golongan Azol Dinamakan azol karena semua anggotanya mempunyai cincin azol.1. Hal ini menarik untuk di kaji dari segi distribusi karena kedua obat dapat sampai ke kulit. Terbinafin bekerja menghambat sintesis ergosterol. Saat dipakai peroral nistatin hanya untuk infeksi Candida albican di mukosa GI dan pemberian secra lokal untuk terapi infeksi kulit dan vagina. 2. nistatin tidak dapat diabsorpsi. Golongan azol juga merupakan antifungi berspektrum luas. Triazol lbih baik dari segi distribusi atau efek sampingnya lebih sedikit. rambut dan kuku. rambut yang sangat minim vaskularisasinya. . Golongan Polien Amfoterisin menyebabkan neprotoksik. 3. Nistatin juga sangat toksik maka hanya digunakan untuk pemakaian topical. Golongan Lain Terbinafin dan griseofulfin digunakan secara oral untuk infeksi jamur superficial di kulit. dan dengan 3N disebut triazol. oleh karena itu hanya digunakan pada kasuskasus berta dan yang mengalami gangguan imunitas. azol dengan 2 nitrogen (N) disebut imidazol. kuku. Golongan azol juga bekerja menghambat sintesis ergosterol. Walaupun dapat dipakai peroral.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful