Mengatasi Kesulitan Belajar Pada Anak Written by Helex Wirawan Monday, 23 February 2009 04:01 Pendahuluan Sebagai seorang guru

yang sehari-hari mengajar di sekolah, tentunya tidak jarang harus menangani anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar. Anak-anak yang sepertinya sulit sekali menerima materi pelajaran, baik pelajaran membaca, menulis, serta berhitung. Hal ini terkadang membuat guru menjadi frustasi memikirkan bagaimana menghadapi anak-anak seperti ini. Demikian juga para orang tua yang memiliki anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar. Harapan agar anak mereka menjadi anak yang pandai, mendapatkan nilai yang baik di sekolah menambah kesedihan mereka ketika melihat kenyataan bahwa anak-anak mereka kesulitan dalam belajar. Akan tetapi yang lebih menyedihkan adalah perlakuan yang diterima anak yang mengalami kesulitan belajar dari orang tua dan guru yang tidak mengetahui masalah yang sebenarnya, sehingga mereka memberikan cap kepada anak mereka sebagai anak yang bodoh, tolol, ataupun gagal. Fenomena ini kemudian menjadi perhatian para ilmuan yang tertarik dengan masalah kesulitan belajar. Keuntungannya ialah, mereka mencoba menemukan metode-metode yang dapat digunakan untuk membantu anak-anak yang mengalami kesulitan belajar tersebut tetap dapat belajar dan mencapai apa yang diharapkan guru dan orang tua. Dalam tulisan ini, kita akan mendapati apa sebenarnya yang dimaksud masalah kesulitan belajar, factor apa yang menjadi penyebabnya, serta metode yang dapat digunakan untuk membantu anak yang mengalami masalah kesulitan belajar. Definisi Kesulitan Belajar Aktifitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Kadang-kadang lancar, kadang-kadang tidak, kadang-kadang dapat cepat menangkap apa yang dipelajari, kadang-kadang terasa amat sulit. Dalam hal semangat, terkadang semangatnya tinggi, tetapi juga sulit untuk mengadakan konsentrasi. Demikian kenyataan yang sering kita jumpai pada setiap anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan aktifitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama. perbedaan individu ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku dikalangan anak didik. “dalam keadaan di mana anak didik / siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar. Kesulitan belajar merupakan kekurangan yang tidak nampak secara lahiriah. Ketidak mampuan dalam belajar tidak dapat dikenali dalam wujud fisik yang berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesulitan belajar. Kesulitan belajar ini tidak selalu disebabkan karena factor intelligensi yang rendah (kelaianan mental), akan tetapi dapat juga disebabkan karena faktor lain di luar intelligensi. Dengan demikian, IQ yang tingi belum tentu menjamin keberhasilan belajar. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan tertentu dalam mencapai hasil belajar. Jenis Kesulitan Belajar Jenis kesulitan belajar ini dapat dikelompokkan menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut : Dilihat dari jenis kesulitan belajar :

ada yang berat ada yang sedang Dilihat dari bidang studi yang dipelajari : ada yang sebagian bidang studi yang dipelajari, dan ada yang keseluruhan bidang studi. Dilihat dari sifat kesulitannya : ada yang sifatnya permanen / menetap, dan ada yang sifatnya hanya sementara Dilihat dari segi factor penyebabnya : ada yang Karena factor intelligensi, dan ada yang karena factor bukan intelligensi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Masalah kesulitan belajar ini, tentunya disebabkan oleh berbagai factor. Untuk memberikan suatu bantuan kepada anak yang mengalami kesulitan belajar, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu faktor apa yang menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu : A. Faktor intern (factor dari dalam diri anak itu sendiri ) yang meliputi: 1). Faktor fisiologi Faktor fisiologi adalah factor fisik dari anak itu sendiri. seorang anak yang sedang sakit, tentunya akan mengalami kelemahan secara fisik, sehingga proses menerima pelajaran, memahami pelajaran menjadi tidak sempurna. Selain sakit factor fisiologis yang perlu kita perhatikan karena dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah cacat tubuh, yang dapat kita bagi lagi menjadi cacat tubuh yang ringan seperti kurang pendengaran, kurang penglihatan, serta gangguan gerak, serta cacat tubuh yang tetap (serius) seperti buta, tuli, bisu, dan lain sebagainya. 2). Faktor psikologis Faktor psikologis adalah berbagai hal yang berkenaan dengan berbagai perilaku yang ada dibutuhkan dalam belajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa belajar tentunya memerlukan sebuah kesiapan, ketenangan, rasa aman. Selain itu yang juga termasuk dalam factor psikoogis ini adalah intelligensi yang dimiliki oleh anak. Anak yang memiliki IQ cerdas (110 – 140), atu genius (lebih dari 140) memiliki potensi untuk memahami pelajaran dengan cepat. Sedangkan anak-anak yang tergolong sedang (90 – 110) tentunya tidak terlalu mengalami masalah walaupun juga pencapaiannya tidak terlalu tinggi. Sedangkan anak yang memiliki IQ dibawah 90 ataubahkan dibawah 60 tentunya memiliki potensi mengalami kesulitan dalam masalah belajar. Untuk itu, maka orang tua, serta guru perlu mengetahui tingkat IQ yang dimiliki anak atau anak didiknya. Selain IQ factor psikologis yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah bakat, minat, motivasi, kondisi kesehatan mental anak, dan juga tipe anak dalam belajar. B. Factor ekstern (factor dari luar anak) meliputi ; 1). Faktor-faktor sosial Yaitu faktor-faktor seperti cara mendidik anak oleh orang tua mereka di rumah. Anak-anak yang tidak mendapatkan perhatian yang cukup tentunya akan berbeda dengan anak-anak yang

Tanda-tanda disleksia tidak sulit dikenali. sehingga pada akhirnya mereka mengalami masalah dalam memahami maknanya. serta kurikulum. Menambahkan kata-kata atau frase yang tidak ada dalam teks. beberapa kesulitan bagi anak-anak penderita disleksia adalah sebagai berikut : Membaca dengan sangat lambat dan dengan enggan Menyusuri teks pada halaman buku dengan menggunakan jari telunjuk. Mengatasi Kesulitan Belajar Anak yang memiliki keterlambatan kemampuan membaca. 2). memahami fakta-fakta dasar. termasuk kata-kata yang sudah dikenal Mengganti satu kata dengan kata lain. atau topik sebuah bacaan). atau jarang bertemu. Disleksia mempengaruhi 5 hingga 10 persen dari semua anak yang ada.. Semasa awal kanak-kanak. utama. urutan peristiwa. Istilah ini sebenarnya merupakan nama bagi salh satu jenis keterlambatan membaca saja. Selain itu juga bagimana hubungan orang tua dengan anak. ia mungkin akan mengarang –ngarang cerita berdasarkan gambar yang ia lihat tanpa berdasarkan tulisan isi buku tersebut. Selanjutnya ketika tiba masanya untuk sekolah. Sebagai contoh. paling efektif untuk membantu anak-anak penderita dysleksia . maka kesulitan mebaca pada anak tersebut akan terlihat jelas. bila seorang guru dan orangtua cermat mengamatinya. kata-kata. meskipun kata yang digantikan tidak mempunyai arti dalam konteksnya. atau bahkan baris teks. apakah harmonis. Mengabaikan tanda baca. dimana ketika itu disebut dengan buta huruf (word blindness). kemudian alat-alat pembelajaran.sosial Faktor-faktor non-sosial yang dapat menjadi penyebab munculnya masalah kesulitan belajar adalah factor guru di sekolah. Faktor-faktor non.cukup mendapatkan perhatian. bila anda menunjukkan sebuah buku yang asing pada seorang anak penderita disleksia. kondisi tempat belajar. Istilah lain yang sering dipergunakan untuk menyebutkan keterlambatan membaca adalah disleksia. sisipan. Membalik urutan huruf atau suku kata dalam sebuah kata Salah dalam melafalkan kata-kata. ia mungkin berusaha untuk mengalihkan permintaan tersebut. penggantian atau kebalikan) atau memahaminya (misalnya. Menyusun kata-kata yang tidak mempunyai arti. Kiat Mengatasi Problem Dysleksia Cara yang paling sederhana. Sebagian ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali bunti-bunyi bahasa (fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan membaca. gagasan. Hal ini tentunya juga memberikan pengaruh pada kebiasaan belajar anak. Mengabaikan suku kata. Beberapa peneliti menemukan bahwa disleksia cenderung mempengaruhi anak laki-laki lebih besar disbanding anak perempuan. Ketika anda menyuruh anak tersebut untuk memperhatikan kata-kata. Bila anda meminta anak tersebut untuk berfokus pada kata-kata dibuku itu. atau bahkan terpisah. Kondisi ini pertama kali diketahui pada abad ke sembilan belas. atau anak yang terlalu diberikan perhatian. dimana kemampuan ini penting sekali bagi pemahaman hubungan antara bunyi bahasa dan tulisan yang mewakilinya. mengalami kesulitan dalam mengartikan atau mengenali struktur kata-kata (misalnya huruf atau suara yang seharusnya tidak diucapkan. Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telah dibacanya. seorang anak yang menderita disleksia mengalami kesulitan dalam mempelajari bahasa lisan. frase.anak ini mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengeja kata-kata.

Jik anda selalu membacakan cerita waktu tidur. Metode phonic ini telah terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan anak dalam membaca (Gittelment & Feingold. Bagi anda orang tua. lapar. berikan waktu sebelum anda terburu-buru memberi bantuan. Tentukan tujuan yang dapat dicapai : satu hari sebanyak satu halaman dari buku phonics atau buku bacaan mungkin cukup pada saat pertama. pastikan bahwa anak tidak hanya melafalkan kata-kata. dan juga meluangkan waktu untuk berlatih phonic di rumah bersama orang tua mereka. terdapat seorang ahli ilmu kesehatan yang bernama Stephen yang tidka pernah menulis apapun di atas kertas. 1983). Metode phonic ini merupakan metode yang digunakan untuk mengajarkan anak yang mengalami problem dysleksia agar dapat membaca melalui bunyi yang dihasilkan oleh mulut. Jangan membuat sesi ini sebagai pengganti kegiatan membaca dengan suara keras pada anak anda. Tanyakan pendapatnya tentang cerita atau karakterkarakter dalam cerita tersebut. Jika dia ragu-ragu. atau mintalah anak untuk mengarang sebuah cerita.mulailah dengan sepuluh atau lima belas menit sehari. Ketika dia membuat kesalahan. Idealnya anakanak akan mempelajari phonic di sekolah bersama guru. Kemudian mintalah anak membaca terusan ceritanya untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Berikan hadiah padanya ketika dia melakukan sesuatu dengan sangat baik atau ketika anda melihat perubahan yang nyata pada nilai-nilainya di sekolah. Jangan melakukan sesuatu yang berlebih-lebihan pada saat pertama. Tundalah sesi jika anak terlalu lelah. bersabarlah dan bantu untuk membenarkan kesalahan. Ini akan sangat membantunya mengenal buku dengan punuh kegembiraan.belajar membaca dengan mengajar mereka membaca dengan metode phonic. pertahankanlah itu. Problem Kesulitan Menulis (Dysgraphia) Dalam sebuah pelatihan menjadi ahli ilmu kesehatan anak. dan mintalah ia untuk membaca kembali tulisan tersebut. tetapi merasakannya juga. atau mudah marah hingga dapat memusatkan perhatian. Metode ini dapat ssudah dikemas dalam bentuk yang beraneka ragam. Ketika anda membaca cerita bersama-sama. Variasikan aktivitas dengan meluangkan beberapa sesi untuk melakukan permaianan kata-kata sebagai ganti aktivitas membaca. maupun software. Mulailah dengan membaca beberapa halaman pertama atau paragraph dari cerita dengan suara keras untuk memancing anak. baik buku. Ia . tulislah cerita tersebut. berikut ini merupakan ide-ide yang dapat membantu anak anda dengan phonic dan membaca: Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Bersikaplah positif dan pujilah anak anda ketika dia membaca dengan benar.

Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini memberikan perbedaan yang segera tampak pada anak. catatan singkat. sangatlah baik apabila kita belajar dari sebuah kasus anak yang mengalami dysgraphia. Apa yang dialami Stephen merupakan problem kesulitan menukis (disgraphya). Menggunakan alat perekam untuk menangkap informasi saat pelajaran Sebagai ganti menulis jawaban tes dengan tangan. mereka dapat mengandalkan teman tersebut danmengandalkan buku teks untuk belajar. Dalam menulis sesuatu kita membutuhkan penglihatan yang cukup jelas. ia memiliki nilai yang bagus pada masa-masa awal. dan juga memanggil orang tuanya.menggunakan mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable) untuk segala sesuatu laporan pasien. Akan tetapi untuk dysgraphia. akan tetapi kemudian nilainya jatuh dan akhirnya guru Stephen di kelas V memanggilnya. Dari pada mereka harus bersusah payah mengusaia suatu . Anak-anak menulis karena dua alasan : pertama untuk menangkap informasi yang mereka butuhkan untuk belajar (dengan menulis catatan) dan kedua untuk menunjukkan pengetahuan mereka tentang suatu mata pelajaran (tes-tes menulis). Ada dua bagian dalam pendekatan ini. anak membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menulis. Tentunya disgraphya ini berbeda dengan tulisan tangan yang jelek. Guru tersebut meminta orang tua Stephen untuk mengajari Stephen mengetik pada mesin ketik yang dapat dibawa kemana-mana (portable). Problem dysgraphia muncul pada Stephen saat sekolah dasar. Sebagai ganti menulis dengan tangan. dan juga dilakukan dalam waktu yang relatif sama dengan yang menulis dengan bagus. pengetahuan tentang bahasa dan ejaan. Tulisan tangan yang jelek biasanya tetap dapat terbaca oleh penulisnya. Hasilnya nilai dan prestasi Stephen meningkat secara tajam. Belajar cara mengetik dan menggunakan laptop / note book untuk membuat catatan di rumah dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. maka anakanak penderita dysgraphia harus diijinkan untuk mendapatkan waktu tambahan untuk tes-tes dan ujian tertulis. sehingga dia dan orang lain tidak dapat membaca tulisan tangannya. anak-anak dapat: Meminta fotokopi dari catatan-catatan guru atau meminta ijin untuk mengkopi catatn anak lain yang memiliki tulisan tangan yang bagus . Mengerjakan tes-tes yang dibawa pulang (take – home test) atau tes dalam kelas dengan cara menegtik. seberapapun ia mencoba dengan keras ia tidak dapat menulis apapun dengan jelas. mereka dapat : Melakukan tes secara lisan Mengerjakan tes dengan pilihan ganda. dan otak untuk mengkoordinasikan ide dengan mata dan tangan untuk menghasilkan tulisan. Sebagian ahli merasa bahwa pendekatan yang terbai untuk dysgraphia adalah dengan jalan mengambil jalan pintas atas problem tersebut. Bila strategi-strategi di atas tidak mungkin dilakukan Karena beberapa alasan. yaitu dengan menggunakan teknologi untuk memberikan kesmepatan pada anak mengerjakan pekerjaan sekolah tanpa harus bersusah payah menulis dengan tangannya. Kiat Mengatasi Problem Dysgrapia Untuk mengatasi problem dysgraphia ini. Kemudian diketahui bahwa Stephen memang tidak dapat menulis secara jelas. Jika salah satu elemen tersebut mengalami masalah maka menulis akan menjadi suatu pekerjaan yang sulit atau tidak mungkin dilakukan. keterampilan motorik halus.

Hal ini membuat mereka merasa lebih baik berkenaan dengan sekolah dan diri mereka sendiri. perhatikanlah contoh kasus berikut. Meskipun banyak masalah yang mungkin turut mempengaruhi kemampuan untuk memahami. Anak yang mengalami problem dyscalculia merupakan anak yang memiliki masalah pada kemampuan menghitung. dan pembagian. perkalian. dan dapat menunjukkan apa yang mereka ketahui.keterampilan yang sangat sulit bagi mereka. pola. yaitu penjumlahan. atau system angka yang tidk menggunkan basis sepuluh. maka tidak sepadan resiko membiarkan anak menjadi semakin lama semakin frustasi dan menjadi putus asa karena pekerjaan sekolah. dan mencapai keberhaislan dalam pelajaran matematika. Problem Kesulitan Menghitung (Dyscalculia) Berhitung merupakan kemampuan yang digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang anak bersama Jesica (sepuluh tahun. akan tetapi ia tidak dapat menghitungnya. Anak tersebut tentunya belum tentu anak yang bodoh dalam hal yang lain. kemampuan untuk membedakan ukuran-ukuran dan kuantitas relatif dan obyektif. dan nantinya mungkin akan jarang butuhkan ketika beranjak dewasa. biasanya mengacu pada pada suatu problem khusus dalam menghitung. dan keterampilan bahasa lainnya. kemampuan untuk mengenali urutan. dan kemudian ia dapat menghitungnya. dan lain sebagainya. ingatan jangka pendek untuk meningat elemen-elemen dari sebuah soal matematika saat mengerjakan persamaan. selain itu. menulis. duduk di kelas V) didapati mengalami masalah dengan mata pelajaran matematika. Ketika guru bertanya bagaimana cara menyelesaikan. berapa kilogram apel yang dihaislkan Jones tiap tahun?. karena pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak. seperti angka-angka negatif. dan memberinya lembar kertas dan pensil dan memintanya menyelesaikan soal berikut :Jones seorang petani memiliki 25 pohon apel dan tiap pohon menghasilkan 50 kilogram apel pertahun. tidka ada alasan untuk menyangkal kesempatan bagi seorang anak yang cerdas untuk meraih kesuksesan di sekolah. mereka dapat berkonsentrasi untuk mempelajari keterampilan lain. ia harus mengalikan 25 dengan 50. Nilai matematika yang Jessica dapat selalu rendah. ada dua pendekatan yang mungkin : . nilainya baik. Inilah gambaran seorang anak yang mengalami problem “dyscalculia”. ia menjawab. membayar rekening listrik. pengurangan. Untuk lebih jelas mengenai gambaran anak yang mengalami problem dyscalculia. Kemudian guru memberinya kalkulator. kemampuan membedakan ide-ide abstrak. dan kelompok. walaupun pada mata pelajaran lain. atau melakukan operasi aritmatika. Ia berusaha keras menemukan jawabannya tetapi tetap tidak bisa. hanya saja ia mengalami masalah dengan kemampuan menghitungnya. Kiat Mengatasi Anak Dengan Dyscalculia Seperti halnya problem kesulitan menulis dan membaca. Tidak diragukan lagi bahwa berhitung merupakan pekerjaan yang kompleks yang di dalamnya melibatkan : membaca. Istilah ‘dyscalculia’. Lalu seorang guru memanggilnya. baik ketika membeli sesuatu.

2002. yaitu jalan pintas. walaupun mungkin saja kemampuan yang dimiliki berbeda satu dengan yang lainnya. dan ia tidak tahu bagaimana mengatasi masalah tersebut. Psikologi Belajar. Jakarta : Prestasi Putra. Pendekatan yang kedua. Jakarta : Rineka Cipta Wood. sebagaimana Jessica diberikan kalkulator untuk menghitung. membaca. Kiat Mengatasi Gangguan Belajar (Terjemahan). Feldmen. Daftar Pustaka Ahmadi. pada tingkat pendidikan dasar berbagai kemampuan tersebut masih memiliki relasi yang kuat. Dengan demikian kita akan mengetahui kesulitan belajar apa yang dialami anak. menulis. . Abu & Widodo. Pendekatan ini menggunakan pengajaran secara privat dengan teman sebaya (peer tutoring). Yogyakarta : Kata Hati. 2005. Derek et al. Teknik ini mendorong anak yang cepat menangkap materi pelajaran agar mengajarkannya pada temannya yang lain yang mengalami problem dyscalculia tersebut.kita dapat menawarkan beberapa bentuk penganganan matematika yang intensif. Pendekatan yang pertama. yaitu penanganan matematika yang intensif. Karena sebagaimana kita ketahui bahwa mungkin saja anak hanya mengalami gangguan pada salah satu kemampuan tadi. Pendekatan ini mendasari tekniknya pada pemahaman bahwa kecepatan belajar seorang anak berbeda-beda. Penerjemah Taniputra. Untuk itu. maka anak dengan problem dyscalculia ini juga dapat diberikan calculator untuk menghitung. William. dapat kita lakukan dengan teknik “individualisasi yang dibantu tim”. Penerjemah Sudarmaji. ataupun seorang guru dengan mengatakan seorang anak yang mendapatkan nilai yang rendah merupakan anak yang bodoh dan gagal perlu menjadi perhatian kita. Dengan demikian apa yang kita sering lakukan baik sebagai seorang orang tua. atau dengan mengambil jalan pintas. dan ada juga yang lama. Masalah yang mungkin ada pada pada salah satu kemampuan tersebut dapat menggangu kemampuan yang lain. Hal ini sederhana karena anak dengan problem dyscalculia tidka memiliki masalah dengan kaitan antara angka. Diagnosis terhadap permasalahan sesungguhnya yang dialami anak mutlak harus dilakukan. Penutup Pada dasarnya semua anak memiliki kemampuan. 2004. yang terpenting bagi kita adalah dapat menelaah dengan baik perkembangan anak kita. akan tetapi lebih kepada menghitung angka-angka tersebut. serta berhitung. sehingga ada anak yang cepat menangkap. Supriyono. Mengatasi Gangguan Belajar Pada Anak. sehingga kita dapat menentukan alternatif pilihan bantuan bagaimana mengatasi kesulitan tersebut.

ataupun Bahasa Inggris. Dalam hal ini tulisan maupun peragaan guru kurang bisa dilihat sehingga informasi guru tidak sampai dengan sempurna. Pertanyaan yang mungkin muncul adalah. setelah diselidiki lebih lanjut oleh orang tuanya. ia tidak salah lagi menulis soal dan nilai matematikanya menjadi baik. selalu mengacau.31 dan ½ + 1/3 = 5/6.01 dan 1/5 ditulis 1/3. tiba-tiba saja ada siswa yang mendapat nilai matematika yang jauh di bawah nilai rata-rata teman sekelasnya. si siswa dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung. mengapa hal seperti itu dapat terjadi? Kenyataan-kenyataan ini menunjukkan bahwa siswa dapat mengalami hal-hal yang menyebabkan ia tidak dapat belajar atau melakukan kegiatan selama proses pembelajaran sedang berlangsung. Contoh ini menunjukkan bahwa penglihatan yang kurang baik dapat menjadi salah satu penyebab kesulitan belajar siswa. Matematika. lambat menghafal. Mungkin juga. Sang guru menyalahkan pekerjaan tersebut karena ia hanya terpaku pada kunci jawaban. Setiap guru mendambakan para siswanya dapat belajar dengan baik. Sehingga guru mungkin pernah menemui atau mengalami beberapa siswa yang selalu membikin ulah. Setelah sang anak diberi kacamata. Ternyata. namun tidak maksimal. Namun kenyataannya tidaklah demikian. ataupun membenci mata pelajaran IPA. Yang seharusnya 3.91 ditulisnya 3. Di sisi lain ada siswa yang biasa ceria tetapi dengan tiba-tiba saja menjadi murung dan malas belajar. malas. si anak salah menulis soal karena ia memiliki sedikit kekurangan pada organ matanya.01 = 5. Orang tua yang tidak menerima kenyataan ini lalu memeriksa pekerjaan anaknya.3 + 3. Mereka kaget ketika mengetahui sang guru menyalahkan beberapa pekerjaan anaknya yang benar seperti: 2.Faktor-Faktor Penyebab Kesulitan Belajar pada Anak Tidak seperti biasanya. rendah diri. .

Untuk para orang tua. makanan selama masa kehamilan akan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan fisik putra-putrinya . hambatan belajar tersebut lebih disebabkan oleh faktor kejiwaan pada diri anak tersbut. maka dengan sendirinya si siswa akan mengalami kesulitan belajar. seorang guru hendaknya memperhatikan hal-hal yang berkait dengan kesulitan siswa ini. Para guru harus menyadari bahwa hal yang paling berperan pada waktu belajar adalah kesiapan otak dan sistem syaraf dalam menerima. Sebagai contoh.Faktor penyebabnya dapat berasal dari dalam diri si anak sendiri dan dapat juga dari luar. memroses. susunan syaraf ataupun bagian-bagian tubuh lain. menyimpan. terutama ibu. tidak makan pagi. Di samping itu. Kalau ia tidak menguasai bahan tersebut ia akan mengatakan “ Ah Bapak saya tidak bisa juga. di antaranya: 1. Davis & Henderson (1975) telah mengidentifikasikan beberapa faktor penyebab kesulitan tersebut. penglihatan ataupun pengucapannya sedikit banyak akan menghadapi kesulitan belajar. seorang anak mengalami hambatan belajar yang disebabkan oleh faktor penglihatan yang kurang baik. Akibatnya ia akan mengalami hambatan ketika belajar. orang tua yang sering menyatakan bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa setan (karena sulit) akan dapat menurunkan kemauan anaknya unutuk belajar bahasa pergaulan internasional itu. Para ahli seperti Cooney. kurang baik pendengaran. ataupun memunculkan kembali informasi yang sudah disimpan. Faktor Sosial Merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah jika orang tua dan masyarakat sekeliling sedikit banyak akan berpengaruh terhadap kegiatan belajar dan kecerdasan siswa sebagaimana ada yang menyatakan bahwa sekolah adalah cerminan masyarakat dan anak adalah gambaran orang tuanya. Pada contoh pertama. Seorang siswa dengan pendengaran ataupun penglihatan yang kurang baik. Untuk menghindari hal tersebut dan untuk membantu siswanya. Oleh karena itu ada beberapa faktor penyebab kesulitan belajar yang berkait dengan sikap dan keadaan keluarga serta masyarakat sekeliling yang kurang mendukung siswa tersebut untuk belajar sepenuh hati.” Untuk . Makanan yang dapat membantu pertumbuhan otak dan sistem syaraf bayi yang masih di dalam kandungan haruslah menjadi perhatian para orang tua. Faktor Fisiologis Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang berfungsinya otak. sedangkan pada contoh kedua. Bayangkan kalau sistem syaraf atau otak anak kita karena sesuatu dan lain hal kurang berfungsi secara sempurna. 2. Kalau ada bagian yang tidak beres pada bagian tertentu dari otak seorang siswa. siswa yang sakit-sakitan. sebaiknya menempati tempat di bagian depan.

lingkungan dan sekolah akan membantu para siswa. ada siswa yang tidak suka mata pelajaran tertentu karena ia selalu gagal mempelajari mata pelajaran itu. Yang perlu mendapatkan perhatian juga. yang berkemampuan kurang dapat dikembangkan menjadi berkemampuan cukup. nonton TV setiap saat. orang tua yang selalu marah. Hal ini merupakan contoh dari faktor emosi yang menyebabkan kesulitan belajar. di samping perannya dalam memotivasi para siswa untuk tetap belajar menjadi sangat menentukan. Tetangga yang mengatakan sekolah tidak penting karena banyak sarjana menganggur. Faktor Kejiwaan Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang mendukungnya perasaan hati (emosi) siswa unutuk belajar secara sungguh-sungguh. dan masyarakat. Intinya. peran orang tua dan guru dalam membentengi para siswa dari pengaruh negatif masyarakat sekitar. tugas utama yang sangat menentukan bagi seorang guru adalah bagaimana membantu siswanya sehingga mereka dapat mempelajari setiap materi dengan baik. siswa yang ditinggalkan orang yang paling disayangi dan menjadikannya sedih berkepanjangan akan mempengaruhi proses belajar dan dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajarnya. dapat menyebabkan kesulitan bagi siswa. lingkungan di sekitar siswa harus dapat membantu mereka untuk belajar semaksimal mungkin selama mereka belajar di sekolah. siswa tersebut akan mengalami kesulitan belajar yang sangat berat. harapan bangsa ini untuk berkembang dan bertumbuh menjadi lebih cerdas. Sekali lagi. Dapat juga terjadi. Begitu juga sebaliknya. anak yang tidak menyenangi suatu mata pelajaran biasanya tidak atau kurang berhasil mempelajari mata pelajaran tersebut. masyarakat yang selalu minum-minuman keras dan melawan hukum. . 3. Contoh lain adalah siswa yang rendah diri. Jika hal ini terjadi. hukuman yang diberikan seorang guru dapat menyebabkan siswanya lebih giat belajar. Sebagai contoh. Dengan cara seperti ini. Karenanya. Karenanya. Kalau hal seperti ini yang terjadi. namun dapat juga menyebabkan mereka tidak menyukai guru mata pelajaran tersebut.itu. si siswa lalu membenci sama sekali mata pelajaran yang diasuh guru tersebut. tentunya akan sangat merugikan si siswa tersebut. Siswa dengan kemampuan cukup seharusnya dapat dikembangkan menjadi siswa berkemampuan baik. orang tua. secara sengaja atau tidak sengaja. setiap guru tidak seharusnya menyatakan sulitnya mata pelajaran tertentu di depan siswanya. guru. tidak terbuka ataupun kurang menyayangi anaknya dengan sepenuh hati dapat merupakan contoh dari beberapa faktor sosial yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang dapat mempelajari suatu mata pelajaran dengan baik akan menyenangi mata pelajaran tersebut.

Faktor Intelektual Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan kurang sempurna atau kurang normalnya tingkat kecerdasan siswa. Bapak dan Ibu Guru sudah seharusnya menyadari akan adanya beberapa siswa yang mengalami kesulitan atau kurang berhasil dalam proses pembelajarannya. hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah para siswa yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat. tentunya akan mengalami kesulitan karena materi terebut menjadi pengetahuan prasyarat untuk mempelajari matematika ataupun IPA SD. Di samping itu. lalu dua hari kemudian ia hanya mampu mengerjakan 4 dari 10 soal dengan benar. diharapkan si siswa akan lebih berusaha lagi. Bapak atau Ibu Guru hendaknya mengecek dan membantu siswanya menguasai pengetahuan prasyarat tersebut sehingga mereka dapat mempelajari materi baru dengan lebih baik. Ketika sedang belajar matematika atau IPA. tindakan seorang guru dapat mempengaruhi perasaan dan emosi siswanya. ataupun 1 : ½. ada yang tidak memiliki pengetahuan prasyarat dan juga ada yang sangat sulit membayangkan dan bernalar. guru yang membiarkan siswanya melakukan hal-hal yang salah. Siswa seperti itu. namun hendaknya menghargai usaha kerasnya. 5. Idealnya. guru yang tidak bisa memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Seorang siswa yang pada hari kemarinnya hanya mampu mengerjakan 3 dari 10 soal dengan benar. Guru hendaknya jangan hanya melihat hasilnya saja. guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaan siswa. Berdasar penjelasan di atas. Untuk menghindari hal tersebut. sehingga mereka tidak dapat belajar dan kurang berusaha sesuai dengan kekuatan mereka. Ada siswa yang sangat sulit menghafal sesuatu. 4. Dengan cara seperti ini. Intinya. (–5) + 9. Tindakan tersebut dapat menjadikan seorang siswa menjadi lebih baik. namun dapat juga menjadikan seorang siswa menjadi tidak mau lagi untuk belajar suatu mata pelajaran. ada siswa SD yang tidak dapat menentukan hasil 1/2 + 1/3. Faktor Kependidikan Faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa ini berkait dengan belum mantapnya lembaga pendidikan secara umum. Hal-hal yang disebutkan tadi dapat menjadi faktor penyebab kesulitan belajar pada diri siswa tersebut. adalah contoh dari faktor-faktor penyebab kesulitan dan pada akhirnya akan menyebabkan ketidak berhasilan siswa tersebut.Peran guru memang sangat menentukan. sekolah yang membiarkan para siswa bolos tanpa ada sanksi tertentu. gurunya harus menghargai kemajuan tersebut. setiap guru harus berusaha . Guru yang selalu meremehkan siswa. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor tertentu. ada yang sangat lamban menguasai materi tertentu. Para guru harus meyakini bahwa setiap siswa mempunyai tingkat kecerdasan berbeda.

ketekunan dan ketelatenan para guru sangat diharapkan di dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan belajar. sudah seharusnya para guru lebih memberikan perhatian dan kasih sayang. K. penyebab kesulitan itu dapat berbeda-beda. E. kesabaran. Henderson. Namun hal yang perlu diingat..J.J. Pengalaman sebagai guru telah menunjukkan bahwa ada siswa yang sering membuat ulah di kelas dengan maksud agar diperhatikan guru dan temannya. Yang lebih penting dan sangat menentukan adalah peran guru pemandu. Davis. Untuk anak seperti ini. Setelah diselidiki ternyata ia kurang mendapat perhatian orang tuanya. selanjutnya dapat menggunakan pengetahuan tersebut dalam PBM terutama ketika ia sedang mendiagnosis kesulitan belajar siswa. kepala sekolah. siswa A yang memiliki kesulitan karena penglihatan atau pendengaran yang kurang sempurna hanya dapat dibantu dengan alat optik atau alat elektronik tertentu dan mereka diharuskan duduk di bangku depan.dengan sekuat tenaga untuk membantu siswanya keluar dari setiap kesulitan yang menghimpitnya. Dengan membaca tulisan ini. Sekali lagi. diharapkan para guru akan mengetahui. Daftar Pustaka Cooney. skip to main | skip to sidebar . Pada akhirnya. Boston : Houghton Mifflin Company. pengawas maupun Kepala Kantor Depdiknas di dalam menangani kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor-faktor kependidikan. Untuk itu. Pemecahan masalah kesulitan belajar siswa sangat tergantung pada keberhasilan menentukan penyebab kesulitan tersebut. T. Dynamics of Teaching Secondary School Mathematics. Namun para siswa yang mengalami kesulitan belajar karena faktor lingkungan dan faktor emosi tidak memerlukan kacamata seperti yang dibutuhkan siswa A namun mereka membutuhkan bantuan dan motivasi lebih dari gurunya. mudah-mudahan usaha setiap jajaran Depdiknas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan berhasil dengan gemilang.B.. para guru harus mampu mengidentifikasi kesulitan dan penyebabnya lebih dahulu sebelum berusaha untuk mencarikan jalan pemecahannya. Guru dapat menyarankan orang tua siswa tertentu untuk memberi tambahan pelajaran khusus di sore hari untuk siswa yang lamban. Pada akhirnya penulis meyakini bahwa pengetahuan tentang faktor-faktor penyebab kesulitan belajar ini akan sangat bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Guru. Sebagai contoh. Ada yang karena faktor emosi seperti ditinggal saudara kandung tersayang ataupun karena faktor fisiologis seperti pendengaran yang kurang. (1975).

• • • • • Home Daftar Isi Tools Posts RSS Comments RSS Cantiknya Ilmu Artikel Islam. Download Ebook. Download Software Gratis dan Tutorial Blogger • • Home Bacaan ○ Pendidikan   ○ Religi      ○      ○ ○ ○ ○ ○ • Ebook ○ ○ ○ ○ ○ All EBook Religi Internet|Web dan Blog Bisnis Online Ekonomi Keluarga Artikel Internet Makalah Dunia Cantik Kampungku Artikel Islam Kisah Islam Keluarga Muslim Cantiknya Ilmu Puasa All Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Barat Artikel Pendidikan Silabus dan RPP Cerita Rakyat . Artikel Pendidikan.

○ ○ ○ ○ • • Komputer Motivasi Pendidikan Soal CPNS Blog Tutorial Download ○ ○ ○ ○ ○ ○ All Download Ebook Gratis Software Islam Software Pendidikan Software Gratis Aplikasi HP My Profil Email Me Twitter Facebook Artikel Pendidikan Artikel Islam Download Gratis Ebook Islam Ebook Gratis Software Gratis Software Islam Software Pendidikan Blogger Tutorial Situs Islam Top of Form • TentangKu ○ ○ ○ ○ • Kumpulan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ cari artikel Go Bottom of Form • • • •  Beranda Makalah Pendidikan Penyebab Kesulitan Belajar Anak Didik Penyebab Kesulitan Belajar Anak Didik BAB I PENDAHULUAN .

Dan itu menyebabkan (kemunduran kejiwaan) perubahan perilaku yang cenderung menyimpang kearah yang negatif. Prestasi belajar yang memuaskan dapat di raih oleh setiap anak didik jika mereka dapat belajar secara wajar. terhindar dari berbagai ancaman. cara mengenal anak didik yang mengalami kesulitan belajar. Pada tingkat tertentu memang ada anak didik yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya tanpa harus melibatkan orang lain tetapi pada kasus-kasus tertentu. Pengertian Kesulitan Belajar Pada Anak Didik . dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu. Batasan Materi Adapun batasan materi dalam makalah ini adalah pengertian kesulitan belajar. hambatan. B. Namun sayangnya ancaman. BAB II PEMBAHASAN A.A. karena anak didik belum mampu mengatasi kesulitan belajarnya maka bantuan guru atau orang lain sangat diperlukan oleh anak didik. dan gangguan. Latar Belakang Sebagaimana yang kita lihat sekarang keadaan anak didik sepertinya kurang merespon atas apa yang mereka pelajari. hambatan. sehingga mereka mengalami kesulitan dalam belajar. faktor-faktor penyebab kesulitan belajar. tujuan mengatasi belajar serta usaha mengatasi kesulitan belajar pada anak didik.

tapi juga dimiliki oleh sekolah tradisional di pedesaan dengan segala keminiman dan kesederhanaan nya. Dilihat dari jenis kesulitan belajar .Setiap individu memang tidak ada yang sama.Ada yang sifatnya sementara 3. Dilihat dari segi faktor penyebabnya .Ada yang berat . Dilihat dari sifat kesulitannya . Hanya yang membedakan nya pada sifat jenis.Ada yang sebagian mata pelajaran . Dilihat dari mata pelajaran yang di pelajari: . dan faktor penyebabnya.Ada yang sifatnya menetap . Tetapi disadari atau tidak belajar datang pada anak didik.Ada yang sifatnya sementara 4. yaitu sebagai berikut: 1. Disetiap sekolah dalam berbagai jenis dan tingkatan pasti memiliki anak didik yang ber kesulitan belajar. Masalah yang satu ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah modern di perkotaan saja. Kesulitan belajar yang di rasakan oleh anak didik bermacam-macam yang dapat di kelompokkan menjadi empat macam. Setiap kali kesulitan belajar anak didik yang satu dapat diatasi tetapi pada waktu yang lain muncul lagi kasus kesulitan belajar anak didik yang lain. Perbedaan individual ini pulalah yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar di kalangan anak didik "Dalam keadaan dimana anak didik/siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya itulah yang disebut dengan "Kesulitan Belajar".Ada yang sedang 2.

Ada yang karena faktor inteligensi .Karena kurang sehat .Ada yang karena faktor non-inteligensi Berdasarkan uraian diatas dapat di simpulkan bahwa kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar di sebabkan adanya ancaman. Faktor intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri) a..Minat . Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar Banyak sudah para ahli yang mengemukakan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dengan sudut pandang mereka masingmasing. hambatan ataupun gangguan dalam belajar.Inteligensi .Sebab karena cacat tubuh (ringan/serius) b. B. ketenangan dengan baik. Faktor rohani meliputi antara lain: .Karena sakit . Sebab-sebab kesulitan belajar karena rohani Belajar memerlukan kesiapan rohani. Ada yang meninjau dari sudut intern anak didik dan ekstern anak didik.Bakat (potensi/Kecakapan dasar yang di bawa sejak lahir) . Sebab yang bersifat fisik . 1.

Yang bersifat kognitif (ranah cipta) 2. Lingkungan keluarga Keluarga merupakan pusat pendidikan yang utama dan pertama. Yang bersifat afektif (ranah rasa) 3.Kesehatan mental. Tetapi dapat juga sebagai faktor penyebab kesulitan belajar. Faktor-faktor itu di pandang sebagai faktor khusus. 2. Yang bersifat psikomotor (ranah karsa) Selain faktor-faktor diatas ada pula faktor-faktor lain yang juga menimbulkan kesulitan belajar anak didik. Faktor orang tua b. . Aktivitas dalam masyarakat Menurut Muhibbin Syah faktor-faktor anak didik meliputi gangguan atau kekurangmampuan psiko-fisik anak didik. Suasana rumah/keluarga c. Keadaan ekonomi keluarga (miskin/kaya) 2. Faktor ekstern (faktor dari luar diri/lingkungan) Faktor ekstern anak didik yang tidak mendukung aktivitas belajar anak didik. Teman bergaul b.. Lingkungan perkampungan/masyarakat a. misalnya sindrom psikologi berupa learning disability (ketidakmampuan belajar). Lingkungan tetangga c. Yang termasuk faktor ini antara lain: a.Motivasi . Yakni berikut ini: 1. Faktor lingkungan ini meliputi: 1. Syndrom (syndrome) berarti satuan gejala yang muncul sebagai indikator adanya keabnormalan psikis yang menimbulkan belajar anak didik.

seperti acuh tak acuh. sekolah. Beberapa misalnya: 1. 4. Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti mudah tersinggung. bingung dan lain-lain. murung. keluarga.Jika sudut pandang diarahkan pada aspek lainnya maka faktorfaktor penyebab kesulitan belajar anak didik dapat di bagi menjadi faktor anak didik. Atau gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar . pemarah. dan masyarakat sekitar. berpurapura. Cara Mengenal Anak Didik Yang Mengalami Kesulitan Belajar Seperti yang telah dijelaskan bahwa anak didik yang mengalami kesulitan belajar adalah anak didik yang tidak dapat belajar secara wajar disebabkan adanya ancaman hambatan. Menunjukkan sikap yang kurang wajar. C. tetapi nilainya selalu rendah. ataupun gangguan dalam belajar sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa di amati oleh orang lain guru ataupun orang tua. Hasil yang di capai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Dari semua gejala yang tampak itu guru bisa menginterpretasi atau memprediksi bahwa anak kemungkinan mengalami kesulitan belajar. 3. Padahal anak didik sudah berusaha belajar dengan keras. Menunjukkan prestasi yang rendah/di bawah rata-rata yang di capai oleh kelompok kelas. 2. dusta dan lain-lain 5. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.

Secara garis besar langkah-langkah yang perlu di tempuh dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar anak didik dapat dilakukan melalui: 1. yaitu penyelidikan dengan cara observasi. Tujuan Mengatasi Kesulitan Belajar Seperti yang kita ketahui bahwa tujuan dari pendidikan ialah membentuk manusia supaya sehat. mencari sumber-sumber penyebab utama dan sumber-sumber penyebab penyerta lainnya mutlak dilakukan secara akurat. D. interview. dokumentasi. Sebuah sekolah atau lembaga pendidikan di katakan berhasil apabila anak didik berprestasi atau menimbulkan kemajuan dan perkembangan yang pesat terhadap sekolah maupun pada diri anak didik itu sendiri. Isbani dalam pengumpulan data dapat dipergunakan berbagai metode di antaranya: a. Usaha Mengatasi Kesulitan Belajar Dalam rangka usaha mengatasi kesulitan belajar tidak bisa diabaikan dengan kegiatan mencari faktor-faktor yang di duga sebagai penyebabnya. Maka dari itu seorang hendaknya membantu apabila ada anak didiknya mengalami kesulitan dalam belajar agar program belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar. Karena itu. Pengumpulan data Menurut Sam Isbani dan R. E. baik budi pekerti nya dan sebagainya. cerdas.bisa juga dengan cara lain. Kunjungan rumah . atau tes diagnostik. afektif dan efisien.

Treatment Treatment adalah perlakuan.b. Keputusan mengenai faktor-faktor yang ikut menjadi sumber penyebab kesulitan belajar. Keputusan yang diambil berdasarkan hasil diagnosis dilakukan kegiatan penyusunan program dan penetapan ramalan mengenai bantuan yang harus diberiukan kepada naka untuk membantunya keluar dari kesulitan belajar 5. Pengolahan data Dalam pengolahan data. Prognosis Prognosis artinya "ramalan" apa yang telah di tetapkan dalam tahap diagnosis. c. Menarik kesimpulan 3. Membandingkan antar kasus c. . Keputusan mengenai faktor utama penyebab kesulitan belajar dan sebagainya. langkah yang dapat di tempuh antara lain: a. Diagnosis Diagnosis adalah keputusan (penentuan) mengenai hasil dari pengolahan data. Tugas kelompok/melaksanakan tes 2. Identifikasi kasus b. Meneliti pekerjaan anak c. maksudnya pemberian bantuan kepada anak didik yang mengalami kesulitan belajar sesuai dengan program yang telah di susun pada tahap prognosis. Keputusan mengenai jenis kesulitan belajar anak (berat dan ringannya). Membandingkan dengan hasil tes d. Diagnosis ini dapat berupa hal-hal sebagai berikut: a. b. 4.

Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik tidak dapat belajar secara wajar. BAB III PENUTUP A. disebabkan adanya ancaman. Re-treatment d. Re-prognosis c. langkah-langkah yang perlu di tempuh antara lain: a. Evaluasi Evaluasi disini dimaksudkan untuk mengetahui apakah treatment yang telah diberikan berhasil dengan baik artinya ada kemajuan yaitu anak dapat dibantu keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar atau gagal sama sekali. hambatan ataupun gangguan dalam belajar . Re-diagnosis b. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat kami ambil dari pembahasan makalah ini adalah: 1. Agar tidak terjadi kesalahan pengertian disini perlu ditegaskan bahwa pengecekan kembali hanya dilakukan bila terjadi kegagalan treatment berdasarkan evaluasi secara teoritis. Re-evaluasi Begitu seterusnya sampai benar-benar dapat berhasil mengatasi kesulitan belajar anak yang bersangkutan.6.

Drs. H. Psikologi Belajar. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar pada anak didik yaitu faktor intern (faktor dari dalam diri manusia itu sendiri) dan faktor ekstern (faktor dari luar diri/lingkungan) 3. Jakarta.2. L. . Menunjukkan sikap yang kurang wajar e. Bayu Media Publishing. Cara mengenal anak didik yang mengalami kesulitan belajar a. Abu Ahmadi. 4. Pengumpulan data b. Menunjukkan tingkah laku yang berlainan. DAFTAR PUSTAKA Fakihuddin. M. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan c. Diagnosis d. Evaluasi. 2007. Menunjukkan prestasi belajar yang rendah b. Pengolahan data c. Rineka Cipta.Pd. PT. 2003. Pengajaran Remedical dan Pengayaan. PT. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar d. Drs. Prognosis e. Treatment f. Usaha mengatasi kesulitan belajar pada anak didik yaitu: a.

Psikologi Belajar. 1993.Abror Abdurrahman. . Tiara Wacana. Yogyakarta. PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful