BAB I PENDAHULUAN

A. Pendahuluan Osteomielitis merupakan inflamasi pada tulang yang disebabkan infeksi piogenik atau non-piogenik seperti Mycobacterium tuberculosa atau Staphylococcus aureus. Infeksi dapat terbatas pada sebagian kecil tempat pada tulang atau melibatkan beberapa daerah seperti sumsum, periosteum, dan jaringan lunak disekitar tulang.(standford.edu) Insiden osteomielitis hematogenous menurun. Dalam satu penelitian di Glasgow, Skotlandia, ditemukan 275 kasus osteomielitis hematogenous akut pada anak-anak dibawah umur 13 tahun. Penulis melaporkan adanya penurunan insiden dari 87 kasus osteomielitis menjadi 42 kasus osteomielitis per 10.000 kasus pertahun selama periode 20 tahun penelitian. Jumlah kasus osteomielitis yang mengenai tulang panjang menurun sementara jumlah kasus yang mengenai tulang-tulang lain tetap sama. (ejbjs.org) Prevalensi dari infeksi Staphylococcus aureus juga menurun dari 55% menjadi 31 % selama periode 20 tahun. Sedangkan infeksi akibat inokulasi langsung dari jaringan sekitar meningkat jumlahnya, hal ini disebabkan kontak langsung bakteri dengan jaringan tulang pada saat trauma atau pasca operasi. Selain itu, dapat disebabkan kejadian trauma akibat kecelakaan yang meningkat, dan penggunaan dari alat fiksasi ortophedi. (ejbjs.org) Angka kejadian osteomielitis akibat inokulasi langsung lebih pada laki-laki dibandingkan dengan wanita. Selain itu, angka immunocompromissed. (ejbjs.org) Insiden osteomielitis setelah fraktur terbuka dilaporkan 2-16% bergantung pada derajat trauma dan tipe pengobatan yang diberikan.(standford.edu) tinggi

kejadian yang

osteomielitis memiliki frekuensi yang lebih tinggi pada pasien- pasien

terapi. diagnosis. mortalitas dan morbiditas akibat osteomielitis relatif rendah karena metode penanganan yang modern. gejala klinis.Awal tahun 1900. patogenesis.(standford. epidemiologi. . Tujuan Penelitian Mengetahui embriologi tulang panjang.edu) B. patologi. patofisiologi. definisi osteomielitis. Secara umum. dibutuhkan pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli orthopedi. termasuk penggunaan antibiotik dan intervensi invasif. Kunci keberhasilan penatalaksanaan osteomielitis adalah diagnosis dini dan operasi yang tepat serta pemilihan jenis antibiotik yang tepat. spesialis penyakit infeksi. komplikasi dan prognosis osteomielitis. dan ahli bedah plastik pada kasus berat disertai hilangnya jaringan lunak. gambaran radiologi. anatomi tulang panjang. faktor risiko. klasifikasi. Sekarang ini. sekitar 20% pasien dengan osteomielitis meninggal dan mereka yang selamat mengalami morbiditas yang bermakna.

tunas-tunas ini terdiri atas suatu inti mesenkim. dan bagian-bagian utama anggota badan sudah mulai dapat dikenali. Mesenkim memberi sinyal kepada ektoderm di ujung anggota badan untuk menebal dan membentuk rigi ektodermal apeks (REA). Selanjutnya. sementara sel yang terletak jauh dari pengaruh REA mulai berdiferensiasi menjadi kartilago dan otot. Jari-jari tangan dan kaki terbentuk ketika kematian sel di REA memisahkan rigi ini menjadi lima bagian. yang dikenal sebagai zona . Embriologi Tulang Panjang Tunas anggota badan mulai nampak sebagai kantung-kantung yang keluar pada akhir perkembangan minggu keempat. Pada janin berusia 6 minggu. mesenkim yang berada di dekat REA tetap sebagai populasi yang tak berdiferensiasi. Selanjutnya. dan kematian jaringan yang ada diantara jari jari tersebut. kondensasi mesenkim untuk membentuk garis jari-jari kartilago. Pembentukan jari-jari selanjutnya tergantung pada kelanjutan pertumbuhan mereka dibawah pengaruh kelima segmen rigi ektoderm tersebut. dan dibungkus oleh selapis ektoderm kuboid. Dengan cara ini. sel yang berproliferasi dengan cepat.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. penyempitan kedua membagi bagian proksimal tersebuat menjadi dua segmen. perkembangan anggota badan berjalan dengan arah proksimodistal.. Pembuatan pola jari-jari tergantung apada sekelompok sel yang terletak di dasar anggota badan pada tepi posteriornya. Pada mulanya. yang berasal dari lapisan somatik mesoderm lempeng lateral yang akan membentuk tulang-tulang dan jaringan penyambung anggota badan. Jadi. rigi ini memberikan pengaruh induktif pada mesenkim dibawahnya. bagian ujung tunas anggota badan menjadi pipih membentuk lempeng tangan dan lempeng kaki dan dipisahkan dari segmen proksimal oleh sebuah penyempitan melingkar.

ditemukan sebuah lempeng epifisis pada kedua ujung tulang. diafisis tulang biasanya telah menjadi tulang seluruhnya. penulangan endokondral berlangsung terus. masih terdapat lempeng kartilago diantara pusat penulangan diafisis dan epifisis. mesenkim di dalam tunas mulai memadat dan menjelang perembangan minggu keenam. Apabila tulang telah mencapai panjangnya yang penuh. Juga. Perkembangan anggota badan atas dan bawah adalah sama. Jakarta EGC) . Sel-sel ini menentukan gradien morfogen yang tampaknya melibatkan asam retinoat (vitamin A) dan sederetan gen homeoboks untuk mengahsilkan urutan jari yang normal. Pusat-pusat penulangan primer terdapat di semua tulang panjang anggota badan menjelang perkembangan minggu keduabelas.aktivitas polarisasi (ZAP). Anggota badan atas memutar 900 ke lateral. tetap berupa kartilago. sehingga otot-otot ekstensor terletak di permukaan anterior dan ibu jari kaki terletak disebelah medial. Lempeng ini. penulangan endokondral berangsur-angsur meluas ke arah ujung model kartilago. memainan peranan penting pada pertumbuhan panjang tulang. dimulai menjelang akhir masa janin. kecuali bahwa morfogenesis anggota badan bawah kira-kira 1-2 hari di belakang anggota badan atas. Sementara bentuk luar mulai berwujud. namun kedua ujungnya. Pada tulang-tulang panjang. segera setelah itu. dan epifisis bersatu dengan badan tulang. Dari pusat primer pada korpus atau diafisis tulang. yang disebut lempeng epifisis.W Sadler 2000 hal 154-157. Untuk sementara waktu. Pada kedua sisi lempeng ini. penulangan endokondral. sedangkan anggota badan bawah berputar sekitar 900 ke medial. lempeng epifisis menghilang. yang disebut epifisis. sehingga otot-otot ekstensor terletak di permukaan lateral dan posterior dan ibu jari terletak di sebelah lateral. pusat-pusat penulangan mulai tumbuh di epifisis. Akan tetapi. sebagai bayangan bakal tulang anggota badan. anggota badan melakukan rotasi dengan arah yang berlawanan. selama kehamilan minggu ke 7. (embriologi kedokteran langman edisi ke 7 T. sudah dapat dikenali model kartilago hialin pertama. Penulangan tulang-tulang anggota badan. Pada waktu lahir.

Di bawah trochlea humeri terdapat processus coronoideus yang berbentuk segitiga dan pada permukaan lateralnya terdapat incisura radialis untuk bersend i dengan caput radii. Processus ini mempunyai incisura di permukaan anteriornya. diaphysis dan biasanya dijumpai epiphysis pada ujung-ujungnya. Ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulatio cubiti dan dengan caput radii pada articulatio radioulnaris proksimal. incisura trochlearis yang bersendi dengan trochlea humeri. Tulang ini mempunyai corpus berbentuk tubular. ossa metacarpi.B. terletak subcutan dan mudah diraba seluruh panjangnya. Bagian luar corpus terdiri atas tulang kompakta yang diliputi oleh selubung jaringan ikat yaitu periosteum. Selama masa pertumbuhan. femur. Pinggir posterior membulat. Anatomi Tulang Panjang Tulang-tulang panjang ditemukan pada ekstremitas. Contohnya humerus. Ujung atas ulna besar. Corpus ulnae mengecil dari atas ke bawah. Ujung distalnya bersendi dengan radius pada articulatio radioulnaris distalis. diaphysis dipisahkan dari epifisis oleh cartilago epifisis. tetapi dipisahkan dari articulatio radiocarpalis dengan adanya facies articularis. Contoh-contoh tulang panjang : 1. Facies articularis ujung-ujung tulang diliputi oleh cartilago hialin. fossa supinator yang mempermudah gerakan tuberositas bicipitalis radii. ossa metatarsai dan phalanges. Bagian diafisis yang terletak berdekatan dengan cartilage epifisis disebut metafisis. dikenal sebagai processus olecranii. Bagian ini membentuk tonjolan pada siku. Corpus mempunyai cavitas medullaris di bagian tengah yang berisi sumsum tulang (medulla ossium). Di bawah incisura radialis terdapat lekukan. Pinggir posterior fossa ini tajam dan dikenal sebagai crista supinator yang . Ulna Ulna merupakan tulang medial lengan bawah. Di lateral mempunyai margo interosseus yang tajam untuk melekatnya membrane interossea. Ujung-ujung tulang panjang terdiri atas tulang spongiosa yang dikelilingi oleh selapis tipis tulang kompakta.

Di atas capitulum terdapat fossa radialis. yang menerima caput radii pada saat siku difleksiokan. yang mempunyai tonjolan pada permukaan medialnya. Di anterior. Di belakang dan bawah tuberositas terdapat sulcus spiralis yang ditempati oleh nervus radialis. yang bertemu dengan olecranon pada waktu sendi siku pada keadaan extensio. Humerus Humerus bersendi dengan scapula pada articulatio humeri serta dengan radius dan ulna pada articulatio cubiti. Di bawah collum terdapat tuberculum majus dan minus yang dipisahkan satu sama lain oleh sulcus bicipitalis. capitulum humeri yang bulat bersendi dengan caput radii. Ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulatio cubiti dan dengan ulna pada articulatio radio ulnaris proximal. terdapat fossa olecrani. Ujung atas humerus mempunyai sebuah caput. Tepat di bawah caput humeri terdapat collum anatomicum. yang selama pergerakan yang sama menerima processus coronoideus ulnae. disebut processus styloideus. terdapat fossa coronoidea. Ujung distalnya bersendi dengan os scaphoideu . yang membentuk sekitar sepertiga kepala sendi dan bersendi dengan cavitas glenoidalis scapulae. Ujung bawah humerus mempunyai epicondylus medialis dan epicondylus lateralis untuk tempat lekat musculi dan ligamentum. Pada ujung distal ulna terdapat caput yang bulat. di atas trochlea. di atas trochlea. Pada pertemuan ujung atas humerus dan corpus humeri terdapat penyempitan disebut collum chirurgicum. Radius Radius adalah tulang lateral lengan bawah. Di posterior.menjadi tempat origo musculus supinator. 3. Sekitar pertengahan permukaan lateral corpus humeri terdapat peninggian kasar yang disebut tuberositas deltoidea. dan trochlea humeri yang berbentuk katrol untuk bersendi dengan incisura trochlearis ulnae. 2.

yang pada pinggir medialnya terdapat sulcus untuk tendo musculi flexor pollicis longus. Pada ujung bawah radius terdapat processus styloideus. Femur Merupakan tulang terpanjang dari rangka manusia. Di bawah collum terdapat tuberositas bicipitalis/ tuberositas radii yang merupakan tempat insertio musculus biceps. Pada permukaan posterior ujung distal radius terdapat tuberculum kecil. 4. Permukaan atas caput cekung dan bersendi dengan capitulum humeri yang cembung. Permukaan bawah ujung radius bersendi dengan os scaphoideum dan os lunatum. Pada permukaan medial terdapat incisura ulnae. sedangkan pada wanita kira-kira 38 cm. Panjangnya kira-kira pada laki-laki 45 cm. tuberculum dorsalis. Di bawah caput tulang menyempit membentuk collum.dan lunatum pada articulatio radiocarpalis dan dengan ulna pada articulatio radioulnaris distal. trokhanter mayor dan sebuah trokhanter minor. Tuberculum pronator. Ujung bawah melebar dan mempunyai dua buah kondilus yaitu medialis dan lateralis yang dipisahkan ke sebelah posterior oleh insisura interkondilaris yang berbentuk U. untuk tempat insertio musculus pronator teres. Corpus radii berlainan dengan ulna. Ujung atas mempunyai sebuah kaput. yang bersendi dengan caput ulnae yang bulat. Corpus radii di sebelah media mempunyai margo interossea yang tajam untuk tempat melekatnya membrana interossea yang menghubungkan radius dan ulna. kollum. . Circumferentia articulare radii bersendi dengan incissura radialis ulnae. terletak di pertengahan pinggir lateralnya. yaitu lebih lebar di bawah dibandingkan dengan bagian atas. yang menonjol ke bawah dari pinggir lateralnya. Femur mempunyai dua ujung dan sebuah korpus. Pada ujung atas radius terdapat caput yang berbentuk bulat kecil.

Tibia mempunyai ujung atas dan ujung bawah tulang serta sebuah korpus. 5. Atas alasan yang sama maka ibu jari kaki terletak di sebelah medialis berlawanan dengan ibu jari tangan yang terletak di sebelah lateralis. Trabekula tulang pada kaput femoris diletakkan di sudut-sudut yang tepat pada permukaan sendinya membentuk suatu pasak pada kollum femoris yang berpusat di medialis pada sambungan kollum dan korpus femoris. Tibia Merupakan tulang tungkai bawah yang lebih besar dan terletak di sebelah medialis sesuai dengan os radius pada lengan atas. Ujung bawah femur mempunyai dua buah kondili yang tebal yang menonjol ke arah posterior dan dibagi oleh fossa interkondilaris atau insisura interkondilaris. yang menonjol ke muka dari permukaan anterior ujung atas tulang. Tetapi radius posisinya terletak di sebelah lateral karena anggota badan atas selama perkembangan janin memutar ke arah lateralis sedangakan anggota badan bawah memutar ke arah medialis. Tibia merupakan tulang yang paling panjang nomor dua setelah os femur.permukaan superior dari kedua kondili. Kedua kondili di sebelah anerior disatukan dan permukaan anteriornya melanjutkan diri menjadi permukaan anterior korpus femoris. dan (3) tuberositas. Corak dari trabekula tulang femur membutuhkan suatu kekhususan tertentu karena struktur femur merupakan contoh dari suatu fakta bahwa trabekula tulang ini diletakkan menurut aturan gaya-gaya tekanan dan tarikan. (2) daerah interkondilaris yang kasar terletak di antara permukaan. . Tetapi pada sepertiga bagian atas berbentuk silinder sedangkan sepertiga bagian bawah mendatar di sebelah anteroposteriornya. Ujung atas tulang mempunyai: (1) dua buah kondilus yaitu medialis (lebih besar) dan lateralis.Sepertiga bagian tengah korpus femoris sedikit berbentuk segitiga yang mempunyai tiga pinggir dan tiga permukaan.

kuman patogen tunggal hampir dari tulang. menyempit pada sambungan di dua pertiga bagian atas dan sepertiga bagian bawah. Organisme multipel biasanya diisolasi dari tulang yang terinfeksi sebagai akibat dari inokulasi langsung atau infeksi fokus contiguous.Korpus tibia berbentuk prisma atau dalam potongan melintang berbentuk segitiga. dan Haemophilus influenza adalah yang paling sering terisolasi. Staphylococcus aureus adalah yang paling sering terisolasi. ditemukan Streptococcus agalactiae. Staphylococcus aureus. Sedangkan. Streptococcus pyogenes. Walaupun Staphylococcus aureus adalah patogen yang paling banyak terisolasi. pada anak-anak diatas satu tahun. Melebar di sebelah atas dan meruncing ke arah bawah. Pada infant.org) dikombinasikan dengan kata itis yang berarti suatu . Pada orang dewasa. Tuberkulosis skeletal sebagai akibat penyebaran Mycobacterium . penurunan ini juga disebabkan karena adanya vaksin Haemophilus influenza yag sekarang diberikan pada anak-anak. Definisi Osteomielitis Osteomielitis berasal dari kata osteon (tulang) dan myelo (sumsum tulang) inflamasi yang (ejbjs. Tibia juga mempunyai tiga pinggir C. Staphylococcus aureus. Etiologi Pada selalu osteomielitis hematogenous. Insiden infeksi akibat Haemophilus influenza menurun pada anak-anak diatas umur 4 tahun selain itu.standford) . D. osteomielitis adalah infeksi atau suatu proses inflamasi yang mengenai sumsum tulang dan daerah tulang disekitarnya(osteo. lalu akan melebar lagi di sebelah bawahnya. tetapi bakteri gram negatif dan organisme anaerobik juga sering terisolasi. Dengan kata lain. dan Escherichia coli paling sering diisolasi dari darah ataupun tulang. Epidemiologi E.

Faktor Risiko Berikut adalah beberapa faktor risiko osteomielitis. (ejbjs. a. Adanya infeksi hematogen terkait kateter osteomyelitis. Mycobacterium fortuitum. antara lain: 1. Mycobacterium aviumintracellulare. cryptococcosis.tuberculosis secara hematogen terdapat pada infeksi primer. G. dan Mycobacterium gordonae juga sering dihubungkan dengan infeksi osteoartikular. Infeksi tulang juga dapat disebabkan oleh berbagai macam fungi termasuk diantaranya coccidioidomycosis. Klasifikasi Pembagian osteomielitis yang sering digunakan adalah sebagai berikut: 1. dan sporotrichosis. Osteomielitis primer (hematogenik) yang disebabkan oleh penyebaran secara hematogen dari fokus lain. blastomycosis. Penyakit Sicle cell 13. Tuberkulosis 11.) (British Society for Kemoterapi antimikroba . Imunosupresi 10. HIV dan AIDS 12. Alat-alat kedokteran ortopedi 3.org) F. Trauma (bedah ortopedi atau fraktur terbuka) 2. Penyakit pembuluh darah perifer 5. Osteomielitis hematogen merupakan ostemielitis primer pada anak-anak dan dapat dibagi menjadi akut dan kronik. Mikobakteria atipikal termasuk Mycobacterium marianum. Penggunaan kronis steroid 9. Alkoholisme 7. Penyalahgunaan obat intravena 8. Diabetes 4. Penyakit sensi kronis 6. Osteomielitis hematogen akut .

misalnya sendi panggul pada anak-anak. terutama bila lempeng pertumbuhannya intrartikuler. Tulang yang sering terkena adalah tulang panjang seperti femur. b. Osteomielitis sekunder (perkontinuitatum) yang disebabkan oleh penyebaran kuman dari sekitarnya. Patogenesis Terjadinya suatu osteomielitis selalu dimulai dari daerah metafisis karena pada daerah tersebut peredaran darahnya lambat dan banyak mengandung sinusoid. Penyebaran ke arah korteks. 4. seperti bisul dan luka. Abses dapat menembus kulit melalui suatu sinus dan menimbulkan fistel. radius. Pada awalnya terdapat fokus infeksi di daerah metafisis. Penyebaran menembus periosteum membentuk abses jaringan lunak. Abses dapat menyumbat dan menekan aliran darah ke tulang dan mengakibatkan kematian jaringan tulang. lalu terjadi hiperemia dan oedem. membentuk abses subperiosteal dan selulitis pada jaringan sekitarnya. Infeksi . Penyebaran ke arah medulla. Karena tulang bukan jaringan yang dapat berekspansi maka tekanan dalam tulang ini menyebabkan nyeri lokal yang hebat. 2. Penyebaran osteomielitis dapat terjadi sebagi berikut: 1.Merupakan suatu infeksi pada tulang yang sedang tumbuh. H. ulna dan fibula. Osteomielitis hematogen kronik Merupakan lanjutan dari osteomielitis hematogen akut. humerus. 3. adanya strain kuman yang resisten terhadap . tibia. Bagian tulang yang diserang adalah bagian metafisis. menggunakan obat-obat imunosupresif serta kurang baiknya status gizi. Penyebaran ke persendian. Dapat terjadi oleh karena terapi yang tidak adekuat. 2.

periosteum akan membentuk tulang baru yang disebut involukrum yang akan membungkus tulang yang mati dan menutup tempat peradangan. Infeksi terjadi melalui aliran darah dari fokus ke tempat yang lain dalam tubuh pada fase bakteremia dan dapat menimbulkan septikemia. Proses selanjutnya terjadi hiperemi dan edema di daerah metafisis disertai pembentukan pus. pembentukan tulang baru yang ekstensif terjadi pada bagian dalam periosteum sepanjang diafisis (terutama pada anak-anak) sehingga terbentuk suatu lingkungan tulang seperti peti mayat yang disebut involucrum dengan jaringan sekuestrum di dalamnya. Peninggian tekanan dalam tulang mengakibatkan terganggunya sirkulasi dan timbul trombosis pada pembuluh darah tulang yang akhirnya menyebabkan nekrosis tulang. Penjalaran subperiosteal kearah diafisis akan merusak pembuluh darah yang ke diafisis sehingga menyebabkan nekrosis tulang yang disebut sekuester. Tahap selanjutnya. I. lokasi infeksi serta virulensi kuman. Apabila pus menembus tulang. Di samping proses yang disebabkan diatas. Terbentuknya pus dalam tulang dimana jaringan tulang tidak dapat berekspansi akan menyebabkan tekanan dalam tulang bertambah. infeksi dapat terlokalisir serta diliputi oleh jaringan fibrosa yang membentuk abses tulang kronik yang disebut abses . Embolus infeksi kemudian masuk ke dalam luksta epifisis pada daerah metafisis tulang panjang. penyakit dapat berkembang menjadi osteomielitis kronis. maka terjadi pengaliran pus dari involucrum kelual melalui lubang yang disebut kloaka atau melalui sinus pada jaringan lunak dan kulit.dapat pecah ke ruang subperioeteum kemudian menembus subkutis dan menyebar menjadi selulitis atau menjalar ke rongga subperiosteum ke diafisis. Pada daerah tulang kanselosa. Patofisiologi Patologi yang terjadi pada osteomielitis hematogen akut bergantung pada umur. Pada tahap lanjut. disebut Garres scleroting osteomyelitis. Bila pembentukan tulang baru berlanjut. tempat tersebut menjadi sklerotik. daya tahan tubuh.

bagian diafisis memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena infeksi.Brodi. Invasi bakteri mengakibatkan reaksi radang yang dapat menyebabkan nekrosis iskemik lokal pada tulang dan pembentukan abses. Abses subperiosteal pun terjadi. Anak yang lebih muda dari 2 tahun memiliki beberapa pembuluh darah yang melintasi fisis dan memudahkan tersebarnya infeksi pada epifisis. Jika infeksi mengenai diaphyse. Metafisis memiliki sel fagosit yang relatif rendah dibanding fisis dan diafisis. suplai darah periosteal akan rusak dan mengakibatkan penyebaran yang lebih luas dan osteomyelitis kronis jika tidak ditangani dengan tepat. Diafisis sangat jarang terkena dan sekuestrasi jarang terjadi kecuali pada kasus-kasus yang berat. Jika dibiarkan tanpa penanganan proses ini akan mengakibatkan pembentukan sequestra yang luas dan osteomyelitis kronik. Dengan adanya abses periosteal. Abses yang terbentuk akan merusak korteks metafisis yang tipis dan membentuk abses subperiosteal. Karena alasan ini. Anak dengan usia diatas 2 tahun memiliki fisis yang secara efektif menjadi barrier terhadap penyebaran abses metafisis. Akan tetapi. suplai darah pada endosteal dipertaruhkan. Osteomielitis paling sering terjadi pada anak dibawah 3 tahun. Fisis berperan sebagai barrier yang mencegah penyebaran langsung abses dari metaphyse ke epifisis. Infeksi ini pada umumnya melibatkan metafisis dari tulang panjang yang sedang berkembang terutama pada pasien pediatrik. karena korteks metafisis pada anak yang lebih tua semakin tebal. keadaan ini menyebabkan infeksi lebih sering terjadi pada daerah ini.000 orang. . Efek ostemielitis hematogenous akut pada anak tergantung pada suplai darah dan struktur anatomis tulang. Dari penelitian yang dilakukan Riise et al total insiden tahunan terjadinya osteomielitis pada anak adalah 13 dari 100. Semakin abses membesar maka tekanan intramedullare semakin meningkat dan mengakibatkan iskemia kortikal. balita cenderung mengalami deformitas atau pemendekan tungkai jika fisis dan epifisis rusak akibat infeksi tersebut. yang kemudian mengakibatkan materi purulen keluar dari korteks masuk kedalam ruang subperiosteal.

kearah diafisis. dan fibula distal berada intraartikuler dan infeksi pada daerah ini dapat mengakibatkan arthritis septik. pada umumnya corpus vertebra yang terkena. maka akan menyebabkan fraktur patologis. akan tetapi. physe humerus proximal. suplai darah metafisis dan epifisis melintasi fisis. kolum radius. Penyebaran bakteri secara hematogenous di tulang pada orang dewasa hanya ditemukan pada keadaan imun yang buruk. sel-sel inflamasi akan menghasilkan purulen. Pada bayi dengan ostemielitis akut hematogenous. melalui korteks metafisis. Walaupun hal ini merupakan rute yang biasanya terjadi. Staphylococcus aureus merupakan organisme yang paling sering menginfeksi anak yang lebih tua dan orang dewasa dengan osteomielitis. Penyebaran infeksi pada sendi juga dipengaruhi oleh usia seseorang. Pus ini akan menyebar melaui tiga jalan: melalui fisis. Walaupun infeksi ini dapat terjadi pada tulang mana saja ditubuh. atau disekitar korteks. Purulen ini cenderung untuk mencari jalan yang minimal resistensinya. Pada anak dengan usia yang lebih tua. Infeksi akan menyebabkan terkumpulnya sel-sel inflamasi dan jika tidak diterapi. memudahkan penyebaran abses metafisis pada epifise dan pada akhirnya pada sendi. sirkulasi seperti ini tidak ditemukan lagi dan arthritis septik jarang terjadi. anak yang lebih muda (kurang dari 1 tahun) dengan pembuluh darah transfiseal yang intak akan menunjukkan penyebaran epifiseal dengan membentuk abses epifiseal. kelompok . akan tetapi. Pada pasien ini. abses menyebar secara perlahan. osteomielitis hematogenous akut lebih jarang terjadi. Sendi panggul yang paling sering terkena pada pasien usia muda.Setelah fisis menutup. Bakteri gram negatif telah diketahui menjadi penyebab infeksi corpus vertebra pada orang dewasa. Setelah fisis menutup. infeksi dapat menyebar secara langsung dari metaphyse ke epifisis dan kemudian melibatkan persendian. Pada anak dengan usia dibawah 2 tahun. selanjutnya terbentuk pus subperiosteal. Staphylococcus aureus paling sering ditemukan. Jika destruksi lokal pada tulang kortikal terjadi. dan sekuestrasi yang luas jarang terjadi.

selulitis akibat abses subperiosteal menembus sampai di bawah kulit. Patologi Berikut adalah stadium osteomielitis menurut Clerny-mader. J. Superficial osteomyelitis Stadium 2 Osteomielitis yang hanya mengenai tulang kortikal dan biasanya berasal dari inokulasi langsung atau focus infeksi yang berdampingan. Penyebaran lokal dengan adanya subperiosteal abses akibat penerobosan abses melalui periosteum. Osteomielitis hematogen dan infeksi dalam intramedullary rod. tulang tetap stabil karena proses infeksi tidak . Jenis Tipe anatomis Medullary osteomyelitis Stadium 1 Osteomielitis yang terbatas pada kavitas Deskripsi medular tulang. penyebaran ke dalam sendi sehingga terjadi arthritis septik. Dalam stadium ini.streptokokkus dan koliform gram negatif juga sering didapati. Pada dasarnya penyebaran agen bakteri ini memiliki dua cara yaitu penyebaran umum dan penyebaran lokal. Staphylococcus aureus dan bakteri gram negatif merupakan penyebab paling umum dari infeksi ortopedik pada bayi prematu yang dirawat pada Neonatal Intensive r Care Unit (NICU). Penyebaran umum yaitu melalui sirkulasi darah akibat bakteremia dan septikemia dan melalui embolus infeksi yang menyebabkan infeksi multifokal pada daerah -daerah lain. Localized osteomyelitis Stadium 3 Osteomielitis yang biasanya mengenai kortikal dan medular tulang. dan penyebaran ke medulla tulang sekitar.

Pengobatan Daerah yang terkana harus diimobilisasi untuk mengurangi ketidaknyamanan dan mencegah terjadinya fraktur.mengenai seluruh diameter tulang. Kultur darah dan swab dan kultur abses dilakukan untuk . menghilangkan stabilitas as in an infected nonunion Kelas Fisiologis A Host Normal (host tidak memiliki faktor mencurigakan sistemik ataupun lokal) B Host Dipengaruhi mencurigakan oleh satu atau lebih faktor Bs Systemic compromised Bl Local Compromised Bls Systemic and local compromised C Host Treatment worse than disease (host is so severely treatment compromised necessary that would the radical an have unacceptable risk-benefit ratio) K. Sasaran awal terapi adalah mengontrol dan menghentikan proses infeksi. Dapat dilakukan ren daman salin hangat selama 20 menit beberapa kali per hari untuk meningkatkan aliran daerah. Stadium 4 Diffuse osteomyelitis Osteomielitis yang mengenai seluruh ketebalan tulang.

. Dilakukan sequestrektomi (pengangkatan involukrum secukupnya supaya ahli bedah dapat mengangkat sequestrum). jaringan purulen dan nekrotik diangkat dan daerah itu diiringi secara langsung dengan larutan salin fisiologis steril. dengan asumsi bahwa dengan infeksi staphylococcus yang peka terhadap penisilin semi sintetik atau sefalosporin. Bila pasien tidak menunjukkan respons terhadap terapi antibiotika. Tetapi antibitika dianjurkan. Dapat dipasang drainase berpengisap untuk mengontrol hematoma dan mebuang debris. Kadang harus dilakukan pengangkatan tulang untuk memajankan rongga yang dalam menjadi cekungan yang dangkal (saucerization). antibiotika dapat diberikan per oral dan dilanjutkan sampai 3 bulan. Tujuannya adalah mengentrol infeksi sebelum aliran darah ke daerah tersebut menurun akibat terjadinya trombosis. Untuk meningkatkan absorpsi antibiotika oral. Antibiotika yang paling sensitif terhadap organisme penyebab yang diberikan bila telah diketahui biakan dan sensitivitasnya. Dapat diberikan irigasi larutan salin normal selama 7 sampai 8 hari. Bila infeksi tampak telah terkontrol. Luka dapat ditutup rapat untuk menutup rongga mati (dead space) atau dipasang tampon agar dapat diisi oleh jaringan granulasi atau dilakukan grafting dikemudian hari. Semua tulang dan kartilago yang terinfeksi dan mati diangkat supaya dapat terjadi penyembuhan yang permanen. Pemberian dosis antibiotika terus menerus sesuai waktu sangat penting untuk mencapai kadar antibiotika dalam darah yang terus menerus tinggi. infeksi disebabkan oleh lebih dari satu patogen. Begitu spesimen kultur telah diperoleh.mengidentifikasi organisme dan memilih antibiotika yang terbaik. tulang yang terkena harus dilakukan pembedahan. Dapat terjadi infeksi samping dengan pemberian irigasi ini. jangan diminum bersama makanan. antibiotika merupakan ajuvan terhadap debridemen bedah. Pada osteomielitis kronik. dimulai pemberian terapi antibiotika intravena. Kadang.

html) Dulu sebelum ada obat-obatan antibiotika yang baik maka prognosis penyakit ini sangat jelek. Pada defek yang sangat besar. Prosedur bedah ini dapat dilakukan secara bertahap untuk menyakinkan penyembuhan. Debridemen bedah dapat melemahkan tulang. .Rongga yang didebridemen dapat diisi dengan graft tulang kanselus untuk merangsang penyembuhan. rongga dapat diisi dengan transfer tulang berpembuluh darah atau flup otot (dimana suatu otot diambil dari jaringan sekitarnya namun dengan pembuluh darah yang utuh). Teknik bedah mikro ini akan meningkatkan asupan darah. maka prognosis menjadi baik pula. terutama anak-anak kecil banyak yang tidak tertolong. L. perbaikan asupan darah kemudian akan memungkinkan penyembuhan tulang dan eradikasi infeksi. kemudian memerlukan stabilisasi atau penyokong dengan fiksasi interna atau alat penyokong eksterna untuk mencegah terjadinya patah tulang. Sekarang dengan adanya obat antibiotik yang sangat baik. Prognosis (http://askepthedi.com/2009/08/osteomyelitis.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful