ExPOSUrE DrAfT

ED PSAK No. 50 (revisi 2010)

22 Mei 2010

ExposurE Draft pErnyataan stanDar akuntansi kEuangan

instrumEn kEuangan: pEnyajian
Exposure draft ini dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan atas exposure draft ini diharapkan dapat diterima paling lambat tanggal 30 Agustus 2010 oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan

IKATAN AKUNTAN INDONESIA

ED PSAK No.
(revisi 2010)

50

PErNyAtAAN StANDAr AKUNtANSI KEUANgAN
INStrUMEN KEUANgAN: PENyAjIAN

Hak cipta © 2010, Ikatan Akuntan Indonesia

Dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jalan Sindanglaya No. 1 Menteng Jakarta 10310 Telp: (021) 3190-4232 Fax : (021) 724-5078 Email: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Mei 2010

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

Exposure draft ini diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan hanya untuk ditanggapi dan dikomentari. Saran - saran dan masukan untuk menyempurnakan draft ini masih dimungkinkan sebelum diterbitkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Tanggapan tertulis atas draft ini paling lambat diterima pada 30 Agustus 2010. Tanggapan dikirimkan ke: Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia Jl. Sindanglaya No.1, Menteng, Jakarta 10310 fax: 021 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id Hak Cipta © 2009 Ikatan Akuntan Indonesia Exposure Draft (ED) ini dibuat dengan tujuan untuk penyiapan tanggapan dan komentar yang akan dikirimkan ke Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Penggandaan ED ini oleh individu/organisasi/lembaga dianjurkan dan diizinkan untuk penggunaan di atas dan tidak untuk diperjualbelikan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia, Jl Sindanglaya No.1, Menteng, Jakarta 10310. Tel. 62-21 3190-4232, fax: 62-21 724-5078 E-mail: iai-info@iaiglobal.or.id, dsak@iaiglobal.or.id

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

iii

sisipan dokumen dalam majalah Akuntan Indonesia. Rasyid Liauw She Jin Sylvia Veronica Siregar Fadilah Kartikasasi G. dan pihak lainnya. Indira Teguh Supangkat iv Ketua Wakil Ketua Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . perguruan tinggi.iaiglobal. pengurus dan anggota IAI.id Jakarta. Purba Irsan Gunawan Budi Susanto Ludovicus Sensi Wondabio Eddy R. ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian merevisi PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan. 1 Juni 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Rosita Uli Sinaga Roy Iman Wirahardja Etty Retno Wulandari Merliyana Syamsul Meidyah Indreswari Setiyono Miharjo Saptoto Agustomo Jumadi Ferdinand D. 50 (revisi 2010) Pengantar Dewan Standar Akuntansi Keuangan telah menyetujui ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dalam rapatnya pada tanggal 22 Mei 2010 untuk disebarluaskan dan ditanggapi oleh perusahaan.A.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Tanggapan akan sangat berguna jika memaparkan permasalahan secara jelas dan alternatif saran yang didukung dengan alasan. regulator. dan situs web IAI:www. Pengungkapan instrumen keuangan akan diatur dalam ED PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan.or. ED PSAK 50 (revisi 2010) ini disebarluaskan dalam bentuk buku.

Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) dan instrumen dengan kewajiban bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. Apakah Anda akan menemui kesulitan untuk menerapkan syarat bagi instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas? Beberapa jenis instrumen keuangan mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan kepada pihak lain suatu bagian pro rata dari aset netonya hanya pada saat likuidasi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. berikut ini hal yang diharapkan masukannya: 1. Apakah Anda akan menemui kesulitan untuk menerapkan syarat bagi instrumen dengan kewajiban bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi sebagai instrumen ekuitas? Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa v . Instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat di paragraf 13 dan 14. Untuk memberikan panduan dalam memberikan tanggapan. Apakah anda setuju dengan ketentuan transisi dan tanggal efektif ED PSAK 50 (revisi 2010)? 2. Penerapan dini diperbolehkan. 50 (revisi 2010) Permintaan Tanggapan Penerbitan ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian bertujuan untuk meminta tanggapan atas semua pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 50 (revisi 2010) tersebut. Ketentuan transisi dan tanggal efektif Entitas harus menerapkan pernyataan ini secara prospektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Instrumen keuangan dengan fitur tersebut diklasifikasikan sebagai instrumen keuangan jika memenuhi syarat di paragraf 15 dan 16.

50 (revisi 2010) Ikhtisar ringkas Secara umum perbedaan antara ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian dengan PSAK 50 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan adalah sebagai berikut: Perihal ED PSAK 50 (revisi 2010): Intrumen Keuangan: Penyajian PSAK 50 (revisi 2006): Intrumen Keuangan: Penyajian dan Pengungkapan Tidak termasuk kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis. Tidak ada puttable instrument. Definisi aset keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas di masa depan. Terdapat definisi puttable instrument). Definisi aset keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan). puttable instruments. Definisi liabilitas keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan). opsi. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). ruang lingkup Termasuk kontrak untuk imbalan kontijensi dalam kombinasi bisnis.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi). Definisi Definisi liabilitas keuangan termasuk suatu kontrak derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk rights. vi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan waran pro-rata untuk semua pemilik. puttable instruments.

puttable instruments. dan kontrak untuk menyerahkan bagian pro rata aset neto saat likuidasi).Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan.Tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk menyerahkan aset keuangan. opsi. instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi.Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas. dan . atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan. tetapi tidak termasuk kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas entitas di masa depan. atau mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang berpotensi tidak menguntungkan. PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika: . atau derivatif yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas (termasuk termasuk rights. dan . dan waran pro rata kepada semua pemilik. instrumen keuangan tersebut merupakan nonderivatif dengan kewajiban untuk menyerahkan instrumen ekuitas dengan jumlah bervariasi.Jika diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa vii . 50 (revisi 2010) Perihal Instrumen Keuangan ED PSAK 50 (revisi 2010) Instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika: .

PSAK 50 (revisi 2006) Tidak diatur Kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi Reklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas Tidak diatur Tidak diatur. viii Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Puttabale instruments dan instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi direklasifikasi dari liabilitas keuangan ke instrumen ekuitas ketika semua syarat terpenuhi. Instrumen dengan kewajiban menyerahkan bagian aset neto secara pro rata saat likuidasi diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan sebaliknya. 50 (revisi 2010) Perihal Puttable instrument ED PSAK 50 (revisi 2010) Puttable instruments diklasifikasikan sebagain instrumen ekuitas jika memenuhi syarat tertentu.

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa ix .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. IAS 32 paragraf 96-97F tentang tanggal efektif dan ketentuan transisi tidak diadopsi karena tidak relevan. kecuali: ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009: Financial Instruments: Presentation. IAS 32 paragraf 98-100 tentang penarikan tidak diadopsi karena tidak relevan. 50 (revisi 2010) PErBEDAAN DENGAN IfrSs ED PSAK 50 (revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 32 per Oktober 2009: Financial Instruments: Presentation. 2. kecuali: 1.

...................... Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) ........................................................... Bunga.............. Dividen....... 50 (revisi 2010) DAfTAr ISI PENDAHULUAN .. Pilihan penyelesaian ...06 07 .. Ketentuan penyelesaian kontinjensi ........Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.02 03 ...................................10 11 ........................................................................ yang mensyaratkan suatu kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian aset neto entitas secara pro rata hanya pada saat likuidasi ................................................................................................................................................. Instrumen Keuangan Majemuk ...30 13 ............................................... Definisi ..................... Ruang Lingkup .14 15-16 17-18 19-22 23-27 28 29-30 31-35 36-37 38-44 45-53 54 55 x Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa ........ Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ........................................................ KETENTUAN TrANSISI DAN TANGGAL EfEKTIf ..... Instrumen................................... PENYAJIAN ......................................... Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas ................................. Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya ........53 11 ......... Kerugian dan Keuntungan ......10 01 . atau komponen instrumen......... Paragraf 01 ........................... Reklasifikasi instrumen yang mempunyai fitur opsi jual dan instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian pro rata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi ........ Saham yang Diperoleh Kembali/Saham Treasuri ............... Liabilitas dan Ekuitas .......................................... PENArIKAN ... Tujuan ..............................

.................................................................................................................. PA47 Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ................... Kerugian dan Keuntungan .......................... PA15-PA18 Total perkiraan arus kas yang terkait dengan instrumen selama masa instrumen tersebut................................................................... PA37 Perlakuan dalam laporan keuangan konsolidasi ........................... PA30-PA33 PENYAJIAN ........................ PA24 Instrumen keuangan derivatif ............... PA46 Bunga............................ PA34-PA35 Penyelesaian dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas ........ PA04-PA12 Instrumen Ekuitas ......................... PA36 Ketentuan penyelesaian kontinjensi ..................... Dividen................... PA34-PA49 Liabilitas dan Ekuitas ............................ PA40-PA45 Saham Treasuri ...........Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. PA34-PA39 Tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya ............................. PA48-PA49 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa xi ..... PA13-PA14 Kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya ........... PA03-PA33 Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan ........... PA19 Transaksi yang dilakukan oleh pemegang instrumen selain pemilik ekuitas ....................... PA25-PA29 Kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan ........ PA38-PA39 Instrumen Keuangan Majemuk ...... 50 (revisi 2010) PEDOMAN APLIKASI DEfINISI .................................... PA20-PA23 Tidak ada instrumen keuangan atau kontrak lain dengan total arus kas yang secara substansial tetap atau membatasi hasil residu kepada pemegang instrumen ....................

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

PErNYATAAN STANDAr AKUNTANSI KEUANGAN No. 50 (rEVISI 2010) INSTrUMEN KEUANGAN: PENYAJIAN Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 50 (revisi 2010): Penyajian Laporan Keuangan terdiri dari paragraf 1-55. PSAK 50 (revisi 2010) dilengkapi dengan Pedoman Aplikasi yang bukan merupakan bagian dari PSAK 50 (revisi 2010). Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 50 (revisi 2010) harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material. PENDAHULUAN Tujuan 01. Tujuan Pernyataan ini adalah untuk menetapkan prinsip penyajian instrumen keuangan sebagai liabilitas atau ekuitas dan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. Pernyataan ini berlaku terhadap kategori instrumen keuangan, dari perspektif penerbit, dalam aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen ekuitas; pengategorian yang terkait dengan suku bunga, dividen, kerugian dan keuntungan; dan keadaan aset keuangan dan liabilitas keuangan akan saling hapus. 02. Prinsip-prinsip dalam Pernyataan ini melengkapi prinsip pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran, dan pengungkapan informasi 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.2

mengenai prinsip-prinsip tersebut dalam PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. ruang Lingkup 03. Pernyataan ini diterapkan oleh semua entitas untuk semua jenis instrumen keuangan, kecuali: (a) kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama yang dicatat sesuai dengan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, PSAK 15 (revisi 2009): Investasi pada Entitas Asosiasi, atau PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama. Namun demikian, dalam beberapa kasus, PSAK 4 (revisi 2009), PSAK 15 (revisi 2009), dan PSAK 12 (revisi 2009) mengizinkan entitas untuk mencatat kepentingan di entitas anak, entitas asosiasi, dan ventura bersama menggunakan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran; dalam kasus tersebut entitas menerapkan persyaratan dalam Pernyataan ini. Entitas juga menerapkan Pernyataan ini untuk semua derivatif yang terkait dengan entitas anak, entitas asosiasi atau ventura bersama; (b) hak dan kewajiban pemberi kerja berdasarkan program imbalan kerja yang diatur dalam PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja. (c) kontrak asuransi sesuai dengan PSAK 28 (revisi 2010): Kontrak Asuransi. Namun demikian, Pernyataan ini berlaku untuk derivatif yang melekat pada kontrak asuransi jika PSAK 55 (revisi 2006) mensyaratkan entitas mencatat kontrak asuransi dan derivatif secara terpisah. Selanjutnya, penerbit menerapkan Pernyataan ini atas kontrak jaminan jika penerbit menerapkan PSAK 55 (revisi 2006) dalam pengakuan dan pengukuran kontrak, tetapi menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) jika penerbit memilih, sesuai dengan PSAK 28 paragraf 4(d), untuk menerapkan PSAK 28 (revisi 2010) dalam pengakuan dan pengukurannya.
Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

(d) instrumen keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 28 (revisi 2010) karena instrumen keuangan tersebut mengandung fitur partisipasi tidak mengikat. Penerbit instrumen ini dikecualikan dari penerapan paragraf 11–35 dan PA34–PA45 dari Pernyataan ini dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Namun demikian, instrumen tersebut tetap mengikuti semua ketentuan lain yang ada dalam Pernyataan ini. Selanjutnya, Pernyataan ini diterapkan untuk derivatif yang dilekatkan pada instrumen tersebut (lihat PSAK 55 (revisi 2006)). (e) instrumen keuangan, kontrak, dan kewajiban dalam transaksi pembayaran berdasarkan PSAK 53 (revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham, kecuali untuk: (i) kontrak yang termasuk dalam ruang lingkup paragraf 04–06 dari Pernyataan ini, dalam hal Pernyataan ini diterapkan; (ii) paragraf 36 dan 37 dari Pernyataan ini, yang diterapkan pada saham treasuri yang dibeli, dijual, diterbitkan, atau dibatalkan yang terkait dengan program opsi saham untuk karyawan, program pembelian saham oleh karyawan, dan semua pengaturan pembayaran berbasis saham lain. 04. Pernyataan ini diterapkan pada kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau instrumen keuangan lainnya, atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan, seolah-olah kontrak tersebut adalah instrumen keuangan, dengan pengecualian untuk kontrak yang disepakati dan dimaksudkan untuk terus dimiliki dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian, penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. 05. Ada beberapa cara sebuah kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan dapat diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain, atau 50.

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Cara tersebut mencakup: (a) jika persyaratan kontrak memperbolehkan salah satu pihak untuk menyelesaikan kontrak tersebut secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. untuk kontrak serupa. penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. dengan mempertukarkan instrumen keuangan. Opsi yang diterbitkan untuk membeli atau menjual item nonkeuangan yang dapat diselesaikan secara neto Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan karenanya untuk menentukan apakah kontrak tersebut termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. entitas mempunyai kebiasan untuk menerima aset yang mendasari dan menjualnya dalam jangka pendek setelah penyerahan untuk memperoleh laba dari fluktuasi harga jangka pendek atau marjin penjual (dealer’s margin). tidak dinyatakan secara eksplisit dalam persyaratan kontrak. (c) jika. dan oleh karenanya kontrak tersebut termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. (b) jika kemampuan untuk menyelesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. 06. atau dengan menjual kontrak sebelum dilaksanakan atau jatuh tempo). atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan (dengan menyepakati kontrak saling hapus dengan pihak lawan. penjualan atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. Kontrak lain yang memenuhi ketentuan paragraf 4 dievaluasi untuk menentukan apakah kontrak tersebut disepakati dan terus dimiliki dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian. tetapi entitas mempunyai kebiasaan menyelesaikan kontrak serupa secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. dan (d) jika item nonkeuangan yang menjadi subyek dalam kontrak siap dikonversi menjadi kas. Kontrak yang memenuhi huruf (b) atau (c) di atas tidak dilakukan dengan tujuan untuk menerima atau menyerahkan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian.

penjualan. atau dengan mempertukarkan instrumen keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain. atau penggunaan yang diharapkan oleh entitas. atau (d) kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan: (i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. atau (ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Kontrak opsi jenis ini tidak dapat dilakukan untuk tujuan penerimaan atau penyerahan item nonkeuangan sesuai dengan persyaratan pembelian.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . (c) hak kontraktual.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Untuk tujuan ini. (i) untuk menerima kas atau aset keuangan lain dari entitas lain. (b) instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi menguntungkan entitas tersebut. termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual (puttable financial instruments) yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 50. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini: Aset keuangan adalah setiap aset yang berbentuk: (a) kas. Definisi (lihat juga paragraf PA03-PA33) 07. sesuai dengan ketentuan paragraf 5(a) atau (d).

(b) kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu: (i) nonderivatif di mana entitas harus atau mungkin Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) adalah instrumen keuangan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dan memperoleh kas atau aset keuangan lain atau secara otomatis menjual kembali kepada penerbit pada saat terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang atau kematian atau purna karya dari pemegang instrumen. Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. 14.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Liabilitas keuangan adalah setiap liabilitas yang berupa: (a) Kewajiban kontraktual: (i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain. atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa yang akan datang. instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likiudasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 15 dan 16. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas tersebut.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likiudasi dan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas yang sesuai dengan paragraf 15 dan 16. Sebagai pengecualian. suatu instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. atau (ii) derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Nilai wajar adalah nilai suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction). opsi atau waran prorata terhadap semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen ekuitas nonderivatif yang dimiliki. Juga. opsi atau waran untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai mata uang adalah instrumen ekuitas jika entitas menawarkan rights. atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut di masa yang akan datang. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 50. hak. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 diwajibkan untuk menerima suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. untuk tujuan ini instrumen keuangan ekuitas yang diterbitkan entitas tidak termasuk instrumen yang mempunyai fitur opsi jual yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14. Untuk tujuan ini.

derivatif .item yang dilindung nilai . Dengan demikian kontrak dan instrumen keuangan mungkin memiliki bentuk yang beragam dan tidak perlu dalam bentuk tertulis.pinjaman diberikan dan piutang .aset keuangan atau liabilitas keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba rugi . dan institusi pemerintah. Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK 55 (revisi 2006) paragraf 8 dan digunakan dalam Pernyataan ini dengan pengertian yang sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 55 (revisi 2006). badan hukum. .komitmen pasti . persekutuan.biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan . Dalam Pernyataan ini “entitas” termasuk perorangan.biaya transaksi 09. “kontrak” dan “kontraktual” mengacu pada suatu kesepakatan antara dua pihak atau lebih.pembelian atau penjualan yang dilakukan dengan cara yang umum .penghentian-pengakuan .investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo . 10.instrumen lindung nilai . 08. umumnya karena pemenuhan kesepakatan ini dapat dipaksakan secara hukum. Dalam pernyataan ini. perwalian (trusts).efektivitas lindung nilai . Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .metode bunga efektif . 22 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.aset keuangan yang tersedia untuk dijual . yang memiliki konsekuensi ekonomi yang jelas dan kecil peluangnya akan diabaikan oleh pihak-pihak yang terlibat.kombinasi Bisnis Psak no.prakiraan transaksi .

atau (ii) derivatif yang akan diselesaikan hanya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain dengan sejumlah tertentu instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. instrumen tersebut merupakan: (i) nonderivatif yang tidak memiliki kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan suatu jumlah yang bervariasi dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. opsi atau waran untuk memperoleh suatu jumlah yang tetap instrumen ekuitas yang dimiliki entitas untuk jumlah yang tetap dari berbagai 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PENYAJIAN Liabilitas dan Ekuitas (lihat juga paragraf PA13-PA24 dan PA34-PA39) 11. dan bukan merupakan liabilitas keuangan. atau (ii) untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan penerbit. dan hanya jika. atau instrumen ekuitas sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan. aset keuangan. maka instrumen tersebut merupakan instrumen ekuitas jika. kedua kondisi (a) dan (b) berikut terpenuhi: (a) Instrumen tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual: (i) untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain. Ketika penerbit menerapkan definisi di paragraf 7 untuk menentukan apakah instrumen keuangan merupakan instrumen ekuitas. 12.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (b) Jika instrumen tersebut akan atau mungkin diselesaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. dan instrumen ekuitas. rights. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Untuk tujuan ini. Penerbit instrumen keuangan pada saat pengakuan awal mengategorikan instrumen tersebut atau komponenkomponennya sebagai liabilitas keuangan. aset keuangan.

Sebagai pengecualian atas definisi liabilitas keuangan. yang akan atau dapat menyebabkan adanya penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas milik penerbit di masa yang akan datang. namun tidak memenuhi kondisi (a) dan (b) di atas. opsi atau waran prorata terhadap semua pemilik yang ada saat ini pada kategori yang sama pada instrumen ekuitas nonderivatif yang dimiliki. untuk tujuan ini instrumen ekuitas yang diterbitkan penerbit tidak termasuk instrumen yang memiliki semua fitur dan memenuhi persyaratan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14. suatu instrumen yang memenuhi definisi liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) 13. Kewajiban kontraktual. termasuk kewajiban yang berasal dari instrumen keuangan derivatif.10 mata uang adalah instrumen ekuitas jika entitas menawarkan rights. atau instrumen yang merupakan kontrak untuk menerima atau menyerahkan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas di masa yang akan datang.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. bukan merupakan instrumen ekuitas. Sebagai pengecualian. Suatu instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual mencakup kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen tersebut dan menerima kas atau aset keuangan lain pada saat melakukan eksekusi opsi jual tersebut. dan Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim atas aset tersebut. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. atau paragraf 15 dan 16. Bagian prorata ditentukan oleh: (i) membagi aset neto entitas pada saat likuidasi ke dalam unit-unit dengan jumlah yang sama. Juga. instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki semua fitur berikut: (a) memberikan hak kepada pemegangnya atas bagian prorata aset neto entitas pada saat likuidasi entitas.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (b) (c) (d) (e) (ii) mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen keuangan. Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas. dan rumus atau metode lain yang digunakan untuk menghitung harga pembelian kembali atau penebusan adalah sama untuk semua instrumen pada kelompok tersebut. instrumen berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan bukan suatu kontrak yang akan atau dapat ditunaikan dengan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas seperti yang diatur di subparagraf (b) dari definisi liabilitas keuangan. 14. Misalnya. Jumlah arus kas yang diharapkan dihasilkan dari instrumen selama umur instrumen didasarkan secara substansial pada laba rugi. Selain kewajiban kontraktual bagi penerbit untuk membeli kembali atau menebus instrumen dan menerima kas atau aset keuangan lain. selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas. dan (ii) tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari seluruh kelompok instrumen lain. instrumen tersebut harus dapat dijual kembali. maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain 50.Untuk berada dalam tingkat tersebut instrumen: (i) tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat likuidasi. instrumen tersebut tidak termasuk kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain.11 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan dalam nilai wajar aset neto entitas yang diakui atau yang belum diakui selama umur instrumen (tidak termasuk dampak dari instrumen). atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan bagi entitas tersebut. Seluruh instrumen keuangan dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya memiliki fitur yang identik.

atau Komponen Instrumen. Beberapa instrumen keuangan termasuk kewajiban kontraktual bagi entitas penerbit untuk menyerahkan kepada entitas lain bagian prorata aset neto hanya pada saat likuidasi. Sebagai pengecualian dari definisi liabilitas keuangan. entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 13 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan. Aset neto entitas adalah aset yang tersisa setelah dikurangi semua klaim pihak lain atas aset tersebut. perubahan dalam aset neto entitas yang diakui atau perubahan pada nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrumen tersebut atau kontrak tersebut) dan (b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu kepada pemegang instrumen yang mempunyai fitur opsi jual. umur entitas yang terbatas) atau tidak pasti terjadi tetapi berdasarkan opsi dari pemegang instrumen. maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas. suatu instrumen yang mencakup kewajiban tersebut dikategorikan sebagai instrumen ekuitas jika memiliki seluruh fitur berikut: (a) Entitas memberikan hak kepada pemegang instrumen untuk bagian prorata aset neto entitas dalam hal likuidasi entitas. Instrumen. yang Mensyaratkan suatu Kewajiban kepada Entitas untuk Menyerahkan Ke Pihak Lain Bagian Aset Neto Entitas secara Pro Rata hanya pada saat Likuidasi 15. Kewajiban timbul karena likuidasi baik pasti terjadi ataupun berada di luar kendali entitas (misalnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.12 atau kontrak yang memiliki: (a) jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi. Suatu Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Untuk tujuan menerapkan kondisi ini. Jika entitas tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi.

maka penerbit harus tidak memiliki instrumen keuangan lain atau kontrak yang memiliki: (a) jumlah arus kas yang secara substansial bergantung pada laba rugi. selain instrumen yang memiliki semua fitur di atas.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas. dan (ii) mengalikan jumlah tersebut dengan jumlah unit yang dimiliki oleh pemegang instrumen keuangan. (b) Instrumen ini berada berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya. dan (ii) tidak perlu dikonversi menjadi instrumen lain sebelum berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. (c) Seluruh instrumen yang berada pada kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lainnya harus memiliki kewajiban kontraktual identik bagi entitas penerbit untuk memberikan bagian prorata aset neto pada saat likuidasi. Jika entitas 50. entitas tidak mempertimbangkan kontrak nonkeuangan dengan pemegang instrumen yang dijelaskan di paragraf 15 yang memiliki syarat dan kondisi kontraktual yang serupa dengan syarat dan kondisi dari kontrak yang setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas yang menerbitkan. Untuk tujuan menerapkan kondisi ini. Untuk berada dalam kelompok tersebut instrumen: (i) tidak memiliki prioritas melebihi klaim pihak lain atas aset entitas pada saat likuidasi. 16.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 bagian prorata ditentukan dengan: (i) membagi aset neto entitas pada saat likuidasi dalam unit jumlah yang sama. perubahan aset neto entitas yang diakui atau perubahan nilai wajar aset neto entitas yang diakui dan yang belum diakui (tidak termasuk dampak dari instrumen tersebut atau kontrak) dan (b) dampak dari pembatasan atau penetapan secara substansial atas pengembalian residu kepada pemegang instrumen yang mempunyai fitur opsi jual.

Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16 sejak tanggal ketika instrumen memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi yang diatur di paragraf tersebut. jika entitas menebus seluruh instrumen tanpa opsi jual (nonputtable) yang diterbitkan dan setiap instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable) yang masih beredar memiliki seluruh fitur dan memenuhi semua kondisi di paragraf 13 dan 14. Misalnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 18. Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar instrumen tersebut pada tanggal reklasifikasi. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas memperhitungkan reklasifikasi instrumen sesuai dengan paragraf 17 sebagai berikut: (a) Entitas mereklasifikasi instrumen ekuitas sebagai liabilitas keuangan sejak tanggal ketika instrumen tidak lagi memiliki semua fitur atau memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.1 tidak dapat menentukan bahwa kondisi ini terpenuhi. (b) Entitas mereklasifikasi liabilitas keuangan sebagai ekuitas sejak tanggal ketika instrumen memiliki semua fitur dan memenuhi kondisi yang diatur di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. maka entitas mengklasifikasikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas dari tanggal ketika entitas menebus instrumen tanpa opsi jual. Entitas mengakui dalam ekuitas setiap perbedaan antara jumlah tercatat dari instrumen ekuitas dan nilai wajar liabilitas keuangan pada tanggal reklasifikasi. 17. Reklasifikasi Instrumen yang Mempunyai Fitur Opsi Jual dan Instrumen yang Mensyaratkan suatu Kewajiban terhadap Entitas untuk Menyerahkan kepada Pihak Lain Bagian Pro rata Aset Neto Entitas Hanya pada Saat Likuidasi. maka entitas tidak boleh mengategorikan instrumen yang mempunyai fitur opsi jual sebagai instrumen ekuitas. Instrumen ekuitas diukur pada jumlah tercatat liabilitas keuangan pada tanggal reklasifikasi.

untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pihak lain (pemegang). tetapi tidak selalu. Substansi dan bentuk hukum umumnya sejalan. atau untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan pemegang instrumen ekuitas dalam kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan pihak penerbit. Beberapa jenis instrumen keuangan memiliki bentuk hukum berupa ekuitas tetapi secara substansi merupakan liabilitas dan bentuk lainnya mungkin berupa kombinasi dari fitur instrumen ekuitas dan fitur liabilitas keuangan. 20. atau saham preferen yang memberikan hak pada pemegangnya untuk meminta penerbit agar membeli kembali saham tersebut pada atau setelah tanggal tertentu dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan adalah liabilitas keuangan. Substansi dari instrumen keuangan. Dengan pengecualian dari keadaan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.15 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . pihak penerbit tidak memiliki kewajiban kontraktual untuk melakukan distribusi tersebut karena penerbit instrumen ekuitas tidak diwajibkan untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada pihak lain. Misalnya: (a) Saham preferen yang mewajibkan penerbitnya untuk membeli kembali saham tersebut dengan harga yang telah ditetapkan atau harga yang dapat ditetapkan pada tanggal yang telah ditetapkan atau tanggal yang dapat ditetapkan di masa yang akan datang. bukan bentuk hukumnya. Walaupun pemegang instrumen ekuitas mungkin berhak menerima dividen atau bentuk distribusi ekuitas lain secara prorata. fitur penting dalam membedakan antara liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas adalah adanya kewajiban kontraktual satu pihak dari instrumen keuangan (penerbit). (b) Instrumen keuangan yang memberi hak kepada 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahan Kas atau Aset Keuangan Lainnya (Paragraf 12(a)) 19. merupakan dasar bagi pengklasifikasiannya dalam laporan posisi keuangan.

unit perwalian (unit trusts). kecuali untuk instrumenyang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. dan persekutuan bisa memberi hak pada pemegang unit atau anggotanya untuk sewaktu-waktu menarik kepentingan mereka pada penerbit sejumlah kas. yang mengakibatkan kepentingan pemegang unit atau anggota diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan. kecuali untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.1 pemegangnya untuk menjual instrumen itu kembali pada penerbitnya baik dengan menerima kas atau dengan aset keuangan lainnya (puttable instrument) adalah liabilitas keuangan. Namun demikian. Adanya opsi bagi pemegang instrumen untuk menjual kembali instrumen kepada penerbit dengan menerima kas atau aset keuangan lain mengartikan bahwa instrumen yang mempunyai fitur opsi jual memenuhi definisi liabilitas keuangan. Instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bahkan ketika jumlah kas atau aset keuangan lain ditentukan berdasarkan indeks atau hal lain yang berpotensi meningkat atau menurun. kategori sebagai liabilitas keuangan tidak serta-merta meniadakan penggunaan istilah seperti “nilai aset neto milik pemegang unit” dan “perubahan dalam nilai aset neto milik pemegang unit” dalam laporan keuangan entitas yang tidak memiliki modal disetor (seperti pada beberapa reksa dana dan unit perwalian) atau penggunaan pengungkapan tambahan untuk menunjukkan bahwa total kepentingan para anggota terdiri atas berbagai item. Misalnya. kecuali untuk instrumen yang dikategorikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . seperti cadangan yang memenuhi definisi ekuitas dan instrumen yang dapat dijual kembali pada penerbit yang tidak memenuhi definisi ekuitas. reksa dana terbuka (open ended mutual funds).

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

21. Jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari penyelesaian kewajiban kontraktualnya berupa penyerahan kas atau aset keuangan lainnya, maka kewajiban tersebut memenuhi definisi liabilitas keuangan, kecuali untuk instrumen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Misalnya: (a) Keterbatasan kemampuan entitas untuk memenuhi kewajiban kontraktualnya, seperti kurangnya akses pada valuta asing atau adanya ketentuan untuk meminta persetujuan dari pihak regulator atas pembayaran yang akan dilakukan, tidak membatalkan kewajiban kontraktual entitas tersebut atau hak kontraktual pemegang instrumen. (b) Kewajiban kontraktual yang bergantung pada pelaksanaan hak untuk menebus kembali oleh pihak lawan adalah liabilitas keuangan, karena entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menghindari melakukan pembayaran dengan kas atau aset keuangan lain. 22. Instrumen keuangan yang tidak secara eksplisit menciptakan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya, bisa saja secara tidak langsung menciptakan kewajiban melalui persyaratan dan kondisi yang ada padanya. Misalnya: (a) Instrumen keuangan mungkin memiliki kewajiban nonkeuangan yang harus diselesaikan jika, dan hanya jika, entitas gagal melakukan pembayaran atau menebus instrumen tersebut. Jika entitas tersebut dapat menghindari kewajiban untuk mentransfer kas atau aset keuangan lainnya hanya dengan menyelesaikan kewajiban nonkeuangannya, maka instrumen keuangan tersebut adalah liabilitas keuangan. (b) Instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan jika instrumen tersebut memiliki ketentuan bahwa dalam penyelesaiannya entitas akan menyerahkan: (i) kas atau aset keuangan lain; atau (ii) saham yang diterbitkan entitas yang nilainya ditentukan jauh melebihi nilai kas atau aset keuangan lain yang seharusnya diserahkan. 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.1

Walaupun entitas tersebut tidak memiliki kewajiban kontraktual secara eksplisit untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya, nilai dari penyelesaian menggunakan saham dianggap sama dengan nilai yang harus dibayarkan secara kas. Dalam situasi apapun, pemegang instrumen secara substansi memperoleh jaminan untuk menerima suatu jumlah yang minimal setara dengan penyelesaian menggunakan kas (cash settlement option) (lihat paragraf 23). Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan Entitas (paragraf 12(b)) 23. Suatu kontrak bukan merupakan instrumen ekuitas semata-mata karena kontrak tersebut menyebabkan penerimaan atau penyerahan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas. Entitas mungkin memiliki hak atau kewajiban kontraktual untuk menerima atau menyerahkan saham yang diterbitkan atau instrumen ekuitas lain dalam jumlah yang bervariasi hingga nilai wajar dari instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas yang akan diterima atau diserahkan tersebut setara dengan nilai hak atau kewajiban kontraktualnya. Hak atau kewajiban kontraktual tersebut dapat berupa nilai yang telah ditetapkan atau nilai yang berfluktuasi, baik sebagian maupun seluruhnya, bergantung pada perubahan variabelnya selain dari harga pasar instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tersebut (misalnya tingkat suku bunga, harga komoditas, atau harga instrumen keuangan. Dua contoh yang digunakan adalah (a) kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas senilai Rp100, dan (b) kontrak untuk menyerahkan instrumen ekuitas senilai 100 ons emas. Kontrak jenis ini merupakan liabilitas keuangan bagi entitas walaupun entitas tersebut harus atau dapat menyelesaikan dengan instrumen ekuitas miliknya. Kontrak tersebut bukan merupakan instrumen ekuitas karena entitas menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkanya dalam jumlah yang bervariasi sebagai penyelesaian kontrak. Dengan demikian, kontrak tersebut tidak memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya.
Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Instrumen keuangan: Penyajian

ed Psak no. 50 (revisi 2010)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

24. Kecuali yang dinyatakan di paragraf 25, kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan penyerahan (atau penerimaan) instrumen ekuitas miliknya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan adalah instrumen ekuitas. Misalnya, opsi saham yang diterbitkan yang memberi hak kepada pihak lawan untuk membeli saham yang diterbitkan entitas dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan harga yang telah ditetapkan atau untuk membeli obligasi dengan nilai pokok yang telah ditetapkan adalah instrumen ekuitas. Perubahan nilai wajar kontrak yang disebabkan oleh berfluktuasinya suku bunga pasar yang tidak mempengaruhi jumlah kas atau nilai aset keuangan yang harus dibayarkan atau diterima, atau jumlah instrumen ekuitas yang harus diterima atau diserahkan, pada waktu penyelesaian kontrak, tidak mengecualikan kontrak tersebut sebagai instrumen ekuitas. Setiap jumlah yang diterima (seperti premium yang diterima atas penerbitan opsi atau waran atas saham yang diterbitkan entitas) ditambahkan secara langsung ke ekuitas. Setiap jumlah yang dibayarkan (seperti premi yang dibayarkan untuk pembelian opsi) langsung dikurangkan dari ekuitas. Perubahan dalam nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan. 25 Jika instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas akan diterima, atau diserahkan, oleh entitas pada saat penyelesaian kontrak merupakan instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual dengan semua fitur dan memenuhi kondisi yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14, atau instrumen yang mensyaratkan suatu kewajiban terhadap entitas untuk menyerahkan kepada pihak lain bagian prorata aset neto entitas hanya pada saat likuidasi dengan semua fitur dan mememuhi kondisi yang dijelaskan di paragraf 15 dan 16, maka kontrak tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan. Hal ini termasuk kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas melalui penerimaan atau penyerahan sejumlah instrumen yang tetap yang dipertukarkan dengan sejumlah tetap kas atau aset keuangan lainnya. 50.1

Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa

Ketentuan ini juga berlaku sekalipun kontrak tersebut merupakan instrumen ekuitas. bergantung apakah pihak lawan menggunakan hak untuk menebus (misalnya penerbitan opsi jual (put option) yang memberi hak bagi pihak lawan untuk menjual instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas pada entitas tersebut dengan harga yang telah ditetapkan). sebesar nilai kini dari harga pembelian kembali kontrak forward. atau nilai penebusan lain). Setelah pengakuan awal. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. baik dengan kas atau aset keuangan lainnya akan menambah liabilitas keuangan entitas sebesar nilai kini dari nilai penebusannya (misalnya. Kewajiban kontraktual entitas untuk membeli instrumen ekuitasnya menambah liabilitas keuangan sebesar nilai kini dari nilai penebusannya sekalipun liabilitas untuk membeli instrumen tersebut bersifat kondisional. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Jika kontrak jatuh tempo tanpa adanya penyerahan. 27. maka nilai wajarnya (atau nilai kini dari nilai penebusannya) direklasifikasi dari ekuitas. Misalnya kontrak yang mewajibkan entitas untuk menyerahkan 100 lembar instrumen ekuitasnya sebagai pengganti kas yang bernilai setara dengan 100 ons emas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Satu contoh adalah kewajiban entitas berdasarkan kontrak forward untuk membeli instrumen ekuitasnya secara kas. liabilitas keuangan diukur berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006). Dengan pengecualian keadaan yang dijelaskan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. harga pelaksanaan opsi.20 26. kontrak yang mewajibkan entitas untuk membeli kembali instrumen ekuitasnya. Kontrak yang akan diselesaikan oleh entitas dengan menyerahkan atau menerima instrumen ekuitas dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya dengan jumlah yang bervariasi merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. maka nilai tercatat dari liabilitas keuangan tersebut direklasifikasi ke ekuitas. Ketika liabilitas keuangan pertama kali diakui berdasarkan PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan) hanya dalam kondisi penerbit dilikuidasi. menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi 28. kecuali jika: (a) bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak. seperti perubahan dalam indeks pasar modal. Pilihan Penyelesaian 29. Ketika instrumen keuangan derivatif memberi kepada satu pihak pilihan cara penyelesaian (misalnya penerbit atau pemegang instrumen dapat memilih penyelesaian secara 50. instrumen keuangan adalah liabilitas keuangan bagi penerbit. indeks harga konsumen. atau rasio utang terhadap modal penerbit di masa yang akan datang. suku bunga atau ketentuan perpajakan. (b) penerbit dapat diwajibkan untuk menyelesaikan kewajibannya secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain (atau jika tidak. untuk menyelesaikannya sebagaimana jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan) adalah tidak sah (not genuine). Oleh karenanya. Instrumen keuangan dapat mewajibkan entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain atau jika tidak. atau pendapatan. Penerbit instrumen seperti ini tidak memiliki hak tanpa syarat untuk tidak menyerahkan kas atau aset keuangan lain (atau jika tidak. laba neto. untuk menyelesaikannya seperti jika instrumen tersebut berupa liabilitas keuangan). dalam situasi terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti di masa yang akan datang (atau hasil dari situasi yang tidak pasti) yang berada di luar kendali penerbit maupun pemegang instrumen tersebut. atau (c) instrumen yang memiliki seluruh fitur dan memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14.21 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .

sejumlah kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan sebagai pengganti instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. Komponen-komponen tersebut diklasifikasikan secara terpisah sebagai liabilitas keuangan. Contoh liabilitas keuangan dari instrumen keuangan derivatif dengan pilihan penyelesaian adalah opsi saham yang memberi pilihan kepada penerbit untuk menentukan penyelesaiannya secara neto dengan kas atau dengan mempertukarkan sahamnya dengan sejumlah kas. karena kontrak tersebut dapat diselesaikan. aset keuangan. Instrumen Keuangan Majemuk (lihat juga paragraf PA40PA45 dan Contoh Ilustrasi 9-12) 31. 32. kecuali jika seluruh alternatif penyelesaian yang ada menjadikannya sebagai instrumen ekuitas. dan (b) memberikan opsi bagi pemegang instrumen untuk mengkonversi instrumen keuangan tersebut menjadi instrumen ekuitas dari entitas yang bersangkutan. maka instrumen tersebut adalah aset keuangan atau liabilitas keuangan. obligasi atau instrumen serupa yang dapat dikonversi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas mengakui secara terpisah komponen-komponen instrumen keuangan yang: (a) menimbulkan liabilitas keuangan bagi entitas. baik dengan penyerahan item nonkeuangan atau diselesaikan secara neto dengan kas atau dengan instrumen keuangan lain (lihat paragraf 04–06).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. atau instrumen ekuitas sesuai dengan ketentuan di paragraf 11. 30. Serupa dengan itu. Penerbit instrumen keuangan nonderivatif mengevaluasi persyaratan instrumen keuangannya untuk menentukan apakah instrumen tersebut mengandung komponen ekuitas dan liabilitas. Misalnya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.22 neto dengan kas atau dengan mempertukarkan saham dengan kas). Kontrak tersebut merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan dan bukan merupakan instrumen ekuitas.

kemungkinan terjadinya konversi akan selalu berubah dari waktu ke waktu. atau penerbitan instrumen utang yang dilengkapi dengan waran beli saham yang dapat dipisahkan (detachable share purchase warrants).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Dari sudut pandang entitas. Klasifikasi komponen liabilitas dan ekuitas dari suatu instrumen yang dapat dikonversi tidak diubah sebagai akibat adanya perubahan kemungkinan bahwa opsi konversi tersebut akan dilaksanakan. Kewajiban kontraktual entitas untuk melakukan pembayaran di masa datang akan tetap ada hingga kewajiban tersebut berakhir melalui konversi. konsekuensi pajak yang timbul akibat konversi yang dilakukan mungkin berbeda-beda di antara para pemegang. 34. Pemegang instrumen mungkin tidak selalu bertindak sebagaimana yang diperkirakan karena. 33. entitas menyajikan komponen liabilitas dan ekuitas secara terpisah dalam laporan posisi keuangan. Selanjutnya. misalnya. Dampak ekonomi dari penerbitan instrumen seperti ini secara substansial sama dengan penerbitan secara simultan instrumen kewajiban yang memiliki ketentuan pelunasan dipercepat dan waran untuk pembelian saham biasa. Oleh karenanya. dalam semua kasus. Instrumen ekuitas adalah instrumen yang memberikan hak residual atas aset entitas setelah dikurangi seluruh liabilitasnya. meskipun jika pelaksanaan opsi tersebut akan menguntungkan secara ekonomi bagi beberapa pemegangnya. Dengan demikian.2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . ketika nilai tercatat awal suatu instrumen keuangan 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 oleh pemegangnya menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan merupakan instrumen keuangan majemuk. jatuh tempo instrumen. instrumen ini terdiri dari dua komponen: liabilitas keuangan (perjanjian kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya) dan instrumen ekuitas (opsi beli yang memberikan hak pada pemegangnya selama jangka waktu tertentu untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa dengan jumlah yang telah ditetapkan). PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mengatur hal-hal yang berhubungan dengan pengukuran aset dan liabilitas keuangan. atau transaksi lainnya.

maka komponen ekuitas yang dialokasikan adalah jumlah residu dari nilai wajar instrumen keuangan secara keseluruhan dikurangi dengan nilai komponen liabilitas yang ditetapkan secara terpisah. ditetapkan dengan cara mengurangkan nilai wajar liabilitas keuangan dari nilai wajar instrumen keuangan majemuk secara keseluruhan. penjualan. Nilai tercatat instrumen ekuitas yang ditunjukkan oleh opsi untuk mengkonversi instrumen tersebut menjadi saham biasa. penerbitan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Nilai dari setiap fitur derivatif (seperti opsi beli) yang melekat pada instrumen keuangan majemuk selain komponen ekuitas (seperti opsi konversi ekuitas) merupakan bagian dari komponen liabilitas.2 majemuk dialokasikan pada komponen ekuitas dan liabilitas. Saham treasuri tersebut dapat diperoleh dan dimiliki oleh entitas yang bersangkutan atau oleh anggota lain dalam kelompok usaha yang dikonsolidasi. penerbit obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa pertama kali menentukan nilai tercatat komponen liabilitas dengan mengukur nilai wajar liabilitas serupa (termasuk fitur derivatif nonekuitas melekat) yang tidak memiliki komponen ekuitas. Tidak ada keuntungan atau kerugian yang timbul dari pengakuan awal komponen instrumen secara terpisah. Jumlah nilai tercatat yang dialokasikan ke komponen liabilitas dan ekuitas pada saat pengakuan awal selalu setara dengan nilai wajar dari instrumen tersebut secara keseluruhan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Jika entitas memperoleh kembali instrumen ekuitasnya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Jumlah yang dibayarkan atau diterima diakui secara langsung di ekuitas. 35. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pembelian. atau pembatalan instrumen ekuitas entitas tersebut tidak dapat diakui dalam laporan laba rugi. Sesuai dengan pendekatan yang dijelaskan di paragraf 34. instrumen-instrumen tersebut (saham treasuri) dikurangkan dari ekuitas. Saham Treasuri (Lihat Juga Paragraf PA46) 36.

39. Perubahan nilai wajar instrumen ekuitas tidak diakui dalam laporan keuangan. Jadi. kerugian dan keuntungan yang berkaitan dengan instrumen keuangan atau komponen yang merupakan liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. diakui sebagai beban sebagaimana pembayaran bunga atas obligasi. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. kerugian dan keuntungan terkait dengan instrumen tersebut diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi. Nilai saham treasuri yang dimiliki diungkapkan secara terpisah. Klasifikasi instrumen keuangan sebagai liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas menentukan apakah bunga. setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. keuntungan dan kerugian yang terkait dengan penebusan atau pembiayaan kembali liabilitas keuangan diakui dalam laporan laba rugi. Jika saham treasuri dibeli dari pihak-pihak berelasi. Demikian juga. setelah dikurangi dampak pajak penghasilan terkait. Biaya tersebut antara lain berupa biaya pendaftaran dan 50. maka entitas mengungkapkannya berdasarkan PSAK 7 (revisi 2010): Pengungkapan Pihakpihak Berelasi. sedangkan penebusan atau pembiayaan kembali instrumen ekuitas diakui sebagai perubahan ekuitas. sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. dicatat sebgai pengurang ekuitas. pembayaran dividen atas saham yang sepenuhnya diakui sebagai liabilitas. dividen. Kerugian dan Keuntungan (lihat juga paragraf PA47) 38. Distribusi kepada pemegang instrumen ekuitas didebit oleh entitas secara langsung ke ekuitas. Bunga. 40. baik dalam laporan posisi keuangan maupun dalam catatan atas laporan keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 37. Bunga.25 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dividen. Dividen. Entitas umumnya membayar berbagai biaya dalam penerbitan atau perolehan kembali instrumen ekuitasnya.

biaya percetakan dan materai. tetapi diabaikan jika tidak dapat diatribusikan secara langsung. Dalam beberapa kondisi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Biaya transaksi yang terkait dengan penerbitan instrumen keuangan majemuk dialokasikan pada komponen liabilitas dan ekuitas dari instrumen secara proporsional dengan alokasi hasil yang diperoleh. 42. Biaya transaksi yang timbul dari transaksi ekuitas dicatat sebagai pengurang ekuitas (setelah dikurangi dampak pajak penghasilan). Sebagai tambahan dari ketentuan dalam Pernyataan ini. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. 43. sepanjang biaya tersebut merupakan biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan transaksi ekuitas. pengungkapan beban bunga dan dividen tunduk pada ketentuan dalam PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan. Jumlah biaya transaksi yang dicatat sebagai pengurang ekuitas dalam suatu periode diungkapkan secara terpisah berdasarkan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. dan penasehat profesional lain. 41. Biaya transaksi yang terkait dengan lebih dari satu transaksi (misalnya biaya yang timbul dari penawaran atas sejumlah saham dan pencatatan saham lainnya secara bersamaan di bursa) dialokasikan pada seluruh transaksi tersebut dengan menggunakan dasar alokasi yang rasional dan konsisten dengan transaksi serupa. yang diungkapkan berdasarkan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan. Jumlah pajak penghasilan terkait yang diakui secara langsung di ekuitas dimasukkan dalam jumlah agregat pajak penghasilan periode berjalan dan pajak penghasilan tangguhan yang ditambahkan atau dibebankan pada ekuitas. Dividen yang dikategorikan sebagai beban dapat disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif atau laporan laba rugi terpisah (jika ada) bersama dengan bunga atas liabilitas lain atau disajikan sebagai pos terpisah. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .2 komisi lain yang ditetapkan. Biaya transaksi ekuitas yang diabaikan tersebut diakui sebagai beban. biaya yang dibayarkan kepada penasehat hukum. akuntan.

Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lihat juga paragraf PA48 dan PA49) 45. Keuntungan dan kerugian yang terkait dengan perubahan nilai tercatat liabilitas keuangan diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi meskipun keduanya berkaitan dengan instrumen yang mengandung hak residual atas aset entitas dalam pertukaran dengan kas atau aset keuangan lainnya (lihat paragraf 20 (b)). Pengungkapan pengaruh pajak dilakukan sesuai dengan PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan. Sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan. Dalam akuntansi untuk transfer atas aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian pengakuan. 44. dan hanya jika. maka akan lebih baik jika keduanya diungkapkan secara terpisah dalam laporan laba rugi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika.2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . entitas menyajikan keuntungan atau kerugian akibat pengukuran kembali instrumen keuangan tersebut secara terpisah dalam laporan laba rugi komprehensif jika pemisahan tersebut dianggap relevan untuk menjelaskan uraian kinerja entitas tersebut. maka entitas tidak boleh melakukan saling hapus aset keuangan yang ditransfer dan liabilitas terkait (lihat PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran paragraf 36). 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 karena adanya perbedaan antara beban bunga dan dividen yang terkait dengan hal-hal seperti pengurangan pajak. entitas: (a) saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut. dan (b) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

debitur memiliki hak hukum untuk membandingkan jumlah yang terutang dari pihak ketiga dengan jumlah piutang kepada kreditur sepanjang terdapat kesepakatan antara ketiga pihak yang terlibat yang secara jelas menetapkan hak debitur untuk melakukan saling hapus. aset keuangan dan liabilitas keuangan disajikan secara terpisah satu sama lain dan konsisten dengan karakteristik yang dimiliki. maka kondisi yang mendukung pengakuan hak ini dapat berbeda antara satu yurisdiksi hukum dengan yurisdiksi hukum lain. Pernyataan ini mensyaratkan penyajian aset keuangan dan liabilitas keuangan secara neto jika penyajian tersebut mencerminkan arus kas masa datang yang diharapkan entitas dari penyelesaian dua atau lebih instrumen keuangan yang terpisah. Dalam situasi lain. tetapi juga menimbulkan pengakuan keuntungan atau kerugian.2 46. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 47. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum debitur. Dalam situasi yang tidak biasa. yaitu sebagai sumber daya atau sebagai kewajiban entitas. Jika entitas memiliki hak untuk menerima atau membayar suatu jumlah neto tertentu dan berniat untuk merealisasikannya. Karena hak untuk melakukan saling hapus merupakan hak hukum. baik dalam bentuk kontrak maupun cara lain. Sekalipun saling hapus tidak menimbulkan pengakuan keuntungan atau kerugian. 48. Saling hapus antar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui dan penyajian jumlah neto berbeda dengan penghentian-pengakuan aset keuangan atau liabilitas keuangan. untuk menyelesaikan atau mengeliminasi seluruh atau sebagian jumlah yang dibayarkan kepada kreditor dengan cara membandingkan jumlah yang harus dibayarkan dengan piutang kepada kreditor yang bersangkutan. penghentian-pengakuan instrumen keuangan tidak hanya menyebabkan dikeluarkannya item dari laporan posisi keuangan yang sebelumnya diakui. maka entitas tersebut hanya memiliki satu aset keuangan atau satu liabilitas keuangan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan ketentuan hukum yang berlaku atas hubungan antara pihak yang terlibat perlu dipertimbangkan.

operasional lembaga kliring dalam pasar uang yang terorganisir atau pertukaran langsung. namun entitas tidak berniat menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara simultan. ketentuan di pasar uang. karena hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan individual tidak berubah. Jika tidak ada niat untuk melaksanakan hak tersebut atau menyelesaikan secara simultan. Niat oleh satu atau kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara neto tanpa hak hukum tidaklah memadai untuk membenarkan saling hapus tersebut. Adanya hak yang dapat dipaksakan untuk saling hapus atas aset keuangan dan liabilitas keuangan mempengaruhi hak dan kewajiban yang terkait dengan aset keuangan dan liabilitas keuangan. Misalnya.2 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Niat entitas terkait dengan penyelesaian aset dan liabilitas tertentu dapat dipengaruhi oleh praktik usaha yang normal. 51. Jika entitas berniat untuk melaksanakan hak atau menyelesaikan secara simultan. dan keadaan lain yang dapat membatasi kemampuan entitas untuk melakukan penyelesaian secara neto atau penyelesaian secara simultan. arus kas adalah setara dengan suatu jumlah neto tertentu dan tidak ada eksposur risiko kredit dan risiko likuiditas. Namun demikian.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Jika entitas memiliki hak untuk saling hapus. Pada keadaan ini. maka pengaruh hak tersebut terhadap eksposur risiko kredit entitas diungkapkan sesuai PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 38. maka jumlah dan waktu dari arus kas entitas masa datang tidak terpengaruh. jika berdiri sendiri. demikian juga risiko dari arus kas yang terekspos. bukan merupakan dasar yang memadai untuk melakukan saling hapus. Penyelesaian dua instrumen keuangan secara simultan mungkin terjadi melalui. adanya hak tersebut. 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 49. maka penyajian aset dan liabilitas secara neto akan mencerminkan perkiraan jumlah dan waktu arus kas masa datang secara lebih memadai. Pada keadaan lain. entitas mungkin menyelesaikan 50. serta mungkin mempengaruhi eksposur entitas atas risiko kredit dan risiko likuiditas.

aset dan liabilitas dalam portfolio kontrak forward atau instrumen derivatif lainnya) tetapi melibatkan pihak lawan yang berbeda. pembentukan sinking fund). realisasi aset keuangan dan penyelesaian liabilitas keuangan diperlakukan sebagai terjadi secara simultan hanya jika kedua transaksi tersebut terjadi pada saat yang sama. Kondisi-kondisi yang ditetapkan di paragraf 45 umumnya tidak dapat dipenuhi dan saling hapus biasanya tidak tepat jika: (a) beberapa instrumen keuangan yang berbeda digunakan untuk meniru fitur-fitur yang terdapat dalam instrumen keuangan tunggal (instrumen sintetis). Oleh karena itu. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. yang menyebabkan entitas memiliki eksposur risiko kredit untuk seluruh jumlah aset atau risiko likuiditas untuk seluruh jumlah liabilitas. Entitas yang melakukan sejumlah transaksi instrumen keuangan dengan satu pihak lawan mungkin melakukan “kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto (master netting arrangement)" dengan pihak lawan tersebut.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (b) aset keuangan dan liabilitas keuangan berasal dari instrumen keuangan dengan eksposur risiko utama yang sama (Misalnya. salah satu kontrak. atau berakhirnya. (c) aset keuangan atau aset lain digadaikan sebagai agunan untuk liabilitas keuangan yang bersifat non recourse. 52. (d) aset keuangan ditempatkan dalam perwalian oleh debitur untuk keperluan pelunasan kewajiban tanpa aset tersebut diterima oleh kreditur pada saat penyelesaian kewajiban (misalnya.0 dua instrumen dengan menerima dan membayar dengan jumlah terpisah. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 53. Eksposur risiko tersebut mungkin bersifat signifikan sekalipun dalam waktu singkat. atau (e) kewajiban yang timbul akibat dari kejadian yang menyebabkan kerugian diperkirakan dapat dipulihkan melalui pihak ketiga dengan klaim terhadap kontrak asuransi. Perjanjian tersebut menetapkan penyelesaian secara neto untuk seluruh instrumen keuangan yang tercakup dalam perjanjian jika terjadi wanprestasi.

Penerapan lebih dini dianjurkan. Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto umumnya menciptakan hak saling hapus yang hanya dapat dipaksakan dan mempengaruhi realisasi atau penyelesaian aset keuangan dan liabilitas keuangan secara individual jika terjadi wanprestasi atau keadaan lain yang tidak diperkirakan terjadi dalam situasi bisnis yang normal. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kesepakatan ini umumnya digunakan oleh institusi keuangan untuk melindungi dari kerugian yang timbul jika terjadi kepailitan atau keadaan lain yang menyebabkan pihak lawan tidak dapat memenuhi kewajibannya. maka entitas menggungkapkan fakta tersebut. Jika entitas menerapkan Pernyataan ini lebih awal. PENArIKAN 55. Jika aset keuangan dan liabilitas keuangan yang mengikuti kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto tidak saling hapus. KETENTUAN TrANSISI DAN TANGGAL EfEKTIf 54.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto tidak dapat dijadikan dasar untuk saling hapus. Entitas menerapkan Pernyataan secara prospektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2012. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. maka dampak kesepakatan tersebut atas eksposur risiko kredit entitas diungkapkan sesuai dengan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 38.1 . kecuali kedua kriteria di paragraf 45 terpenuhi. Pernyataan ini menggantikan PSAK 50 (revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengungkapan dan Penyajian.

Setoran tunai pada bank atau institusi keuangan serupa adalah aset keuangan karena memberikan hak kontraktual bagi deposan untuk memperoleh kas dari institusi tersebut atau untuk melakukan penarikan melalui cek atau instrumen serupa untuk melunasi liabilitas keuangannya kepada kreditor. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. PA01. DEfINISI (Paragaf 7-10) Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan PA03. Ketentuan tentang pengakuan dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan diatur dalam PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. dan Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Contoh umum aset keuangan yang mencerminkan hak kontraktual untuk menerima sejumlah kas di masa depan serta liabilitas keuangan terkait yang mencerminkan kewajiban kontraktual untuk menyerahkan sejumlah kas di masa depan adalah sebagai berikut: (a) piutang dagang dan utang dagang. PA04.2 LAMPIrAN PEDOMAN APLIKASI Lampiran ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari PSAK 50. Pedoman Aplikasi ini menjelaskan penerapan aspek-aspek tertentu dari Pernyataan ini. PA02. (b) wesel tagih dan wesel bayar.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Mata uang (kas) adalah aset keuangan karena merupakan alat tukar dan karenanya menjadi dasar bagi pengukuran dan pengakuan seluruh transaksi dalam laporan keuangan. (c) pinjaman diberikan dan pinjaman diterima. Pernyataan ini tidak mengatur tentang pengakuan atau pengukuran instrumen keuangan.

Bentuk lain dari instrumen keuangan adalah instrumen dengan manfaat ekonomi yang akan diterima atau diserahkan berbentuk aset keuangan selain kas. Pada setiap kasus. Oleh karena itu. Misalnya. Pemegang instrumen memiliki aset keuangan dan penerbit instrumen memiliki liabilitas keuangan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . senilai suku bunga nominal 8% terhadap nilai nominal atau pokok pinjaman sebesar Rp1. entitas menerbitkan instrumen keuangan yang mewajibkan entitas untuk melakukan pembayaran tahunan untuk jangka waktu tidak terbatas. Misalnya. wesel bayar atas obligasi pemerintah memberi hak kontraktual bagi pemegangnya untuk menerima dan kewajiban kontraktual bagi penerbitnya untuk menyerahkan obligasi pemerintah.000 pada saat pengakuan awal. PA06. wesel bayar tersebut merupakan aset keuangan bagi pemegangnya dan liabilitas keuangan bagi penerbitnya. dan surat saham (capital notes)) biasanya memberikan hak kontraktual kepada pemegangnya untuk menerima pembayaran bunga setiap tanggal tertentu dan dapat diperpanjang untuk jangka waktu yang tidak terbatas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (d) piutang obligasi dan utang obligasi. maupun dengan hak untuk menerima pengembalian pokok utangnya dengan persyaratan pengembalian pokok utang yang sangat sulit atau dalam jangka waktu yang sangat lama di masa depan. 50.000. Dengan mengasumsikan bahwa 8% merupakan suku bunga pasar dari instrumen tersebut pada saat penerbitan. Obligasi tersebut adalah aset keuangan karena mencerminkan kewajiban pemerintah selaku penerbit untuk membayar sejumlah kas. maka penerbit memiliki kewajiban kontraktual untuk melakukan sejumlah pembayaran bunga di masa depan yang nilai wajarnya (nilai kini) sama dengan Rp1. bukan kas. Instrumen utang perpetual (seperti obligasi perpetual. debentures. baik tanpa hak untuk menerima pengembalian pokok utangnya. hak kontraktual dari satu pihak untuk menerima (atau kewajiban untuk membayar) sejumlah kas ditandingkan dengan kewajiban terkait dari pihak lain untuk membayar (atau hak untuk menerima). PA05.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

Berdasarkan PSAK 30 (revisi 2007): Sewa. serangkaian pembayaran yang secara substansial sama dengan pembayaran pokok dan bunga sesuai dengan perjanjian pinjaman. pada dasarnya merupakan kontrak yang belum diselesaikan yang mengharuskan lessor menyediakan penggunaan aset Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau mempertukarkan instrumen keuangan merupakan suatu instrumen keuangan. Kemampuan untuk melaksanakan hak kontraktual atau persyaratan pemenuhan kewajiban kontraktual dapat bersifat absolut atau bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan. Misalnya. Beberapa hak dan kewajiban kontinjen mungkin merupakan kontrak asuransi dalam ruang lingkup PSAK 28 (revisi 2010): Kontrak Asuransi. Suatu rangkaian hak atau kewajiban kontraktual memenuhi definisi instrumen keuangan apabila hak atau kewajiban tersebut pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penerimaan atau pembayaran kas atau menyebabkan perolehan atau penerbitan instrumen ekuitas. meskipun kemampuan pemberi pinjaman untuk melaksanakan haknya dan keharusan penjamin untuk memenuhi kewajibannya bersifat kontinjen atas kejadian wanprestasi oleh penerima pinjaman di masa depan. meskipun aset dan liabilitas tersebut tidak selalu diakui dalam laporan keuangan. menyerahkan. Hak atau kewajiban kontraktual untuk menerima. PA08. PA07. dalam sewa biasa. Lessor mencatat investasinya sejumlah piutang sewa dan bukan sebesar nilai aset yang disewakan. jaminan keuangan merupakan hak kontraktual bagi pemberi pinjaman untuk menerima sejumlah kas dari penjamin.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Hak dan kewajiban kontraktual timbul akibat transaksi atau peristiswa masa lalu (dengan asumsi terdapat penjaminan). suatu sewa pembiayaan pada dasarnya merupakan hak lessor untuk menerima. jika penerima pinjaman wanprestasi. dan kewajiban lessee untuk membayar. Di lain pihak. PA09. Hak dan kewajiban yang bersifat kontinjen memenuhi definisi aset dan liabilitas keuangan. dan kewajiban kontraktual terkait dari penjamin untuk membayar pemberi pinjaman.

PA12. Aset berwujud (seperti persediaan dan aset tetap). Akuntansi pajak penghasilan dijelaskan dalam PSAK 46 (revisi 2010): Pajak Penghasilan. yang memberikan manfaat ekonomi di masa depan berupa penerimaan barang atau jasa. bukan merupakan aset keuangan. namun pengendalian tersebut tidak menimbulkan hak pada saat ini untuk menerima kas atau aset keuangan lain. Demikian juga. Liabilitas atau aset nonkontraktual (seperti pajak penghasilan yang timbul akibat peraturan pemerintah) bukan merupakan liabilitas keuangan atau aset keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 di masa depan sebagai pertukaran atas penerimaan imbalan dari penyediaan jasa. aset yang disewakan dan aset tidak berwujud (seperti paten dan merek dagang) bukan merupakan aset keuangan. dan bukan berupa hak untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya. kewajiban konstruktif. Liabilitas Kontinjensi. sewa pembiayaan merupakan instrumen keuangan. sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 57 (revisi 2009): Provisi. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Aset (seperti beban dibayar di muka).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Pengendalian atas aset berwujud dan tidak berwujud menciptakan peluang untuk memperoleh arus kas masuk atau aset keuangan lainnya. tidak berasal dari kontrak dan bukan merupakan liabilitas keuangan. dan Aset Kontinjensi. Demikian juga. Oleh karena itu. PA11. karena arus keluar dari manfaat ekonomi yang terkait dengan pendapatan ditangguhkan dan kewajiban garansi tersebut berupa penyerahan barang dan jasa dan bukan kewajiban kontraktual untuk membayar secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lain. PA10. sedangkan sewa biasa bukan merupakan instrumen keuangan (kecuali untuk pembayaran berkala yang saat ini jatuh tempo dan terutang). Lessor tetap mencatat sebesar nilai aset yang disewakan dan bukan sejumlah piutang sewa yang akan diterima di masa depan.5 . item seperti pendapatan ditangguhkan dan sebagian besar kewajiban garansi bukan merupakan liabilitas keuangan.

beberapa instrumen. Hal ini bisa terjadi setelah deklarasi dividen atau ketika entitas mengakhiri operasinya dan setiap aset yang tersisa setelah pelunasan seluruh liabilitasnya didistribusikan kepada pemegang saham. Kewajiban entitas untuk menerbitkan atau membeli sejumlah tertentu instrumen ekuitasnya dengan mempertukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain merupakan instrumen ekuitas entitas (kecuali yang dinyatakan dalam paragraf 25). Penerbit saham biasa yang tidak dapat dijual kembali mengakui timbulnya liabilitas ketika penerbit telah bertindak secara formal untuk melakukan distribusi dan menjadi berkewajiban secara hukum kepada pemegang saham untuk melaksanakannya. maka kontrak tersebut menimbulkan liabilitas sebesar nilai kini dari jumlah penebusan (lihat paragraf PA36(a)). beberapa instrumen yang mempunyai fitur opsi jual (puttable instrument) (lihat paragraf 13 dan 14). Instrumen Ekuitas PA13. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. yang mensyaratkan suatu kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan ke pihak lain bagian aset neto entitas secara prorata hanya pada saat likuidasi (lihat paragraf 15 dan 16). Contoh dari instrumen ekuitas meliputi saham biasa yang tidak dapat dijual kembali (nonputtable ordinary shares). PA14. beberapa jenis saham preferen (lihat paragraf PA34 dan PA35). Namun. waran atau penerbitan opsi beli yang memungkinkan pemegangnya untuk memesan atau membeli pada entitas penerbit sejumlah tertentu saham biasa yang tidak dapat dijual kembali dengan menukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain. Pembelian opsi beli atau kontrak serupa lain oleh entitas yang memberi hak untuk memperoleh kembali sejumlah tertentu instrumen ekuitas miliknya dengan menukarkan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lain bukan merupakan aset keuangan entitas (kecuali yang dinyatakan dalam paragraf Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . jika kontrak tersebut mengandung kewajiban bagi entitas untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain sebagai pembayaran (selain kontrak yang dikategorikan sebagai ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16).

PA18. entitas mengevaluasi klaim instrumen pada saat likuidasi jika dilikuidasi pada tanggal ketika entitas mengategorikan instrumen tersebut. maka dapat mempengaruhi apakah instrumen yang dipertanyakan berada dalam kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. . Misalnya. PA17. setiap jumlah yang dibayarkan atas kontrak tersebut dikurangkan dari ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. ketika instrumen lain berada dalam kelompok subordinat dengan hak bagian prorata aset neto entitas tidak memiliki hak yang sama saat likuidasi. Salah satu fitur dari paragraf 13 dan 15 yang menyatakan bahwa instrumen keuangan yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. instrumen memiliki hak istimewa pada saat likuidasi jika entitas memberikan hak kepada pemegang saham dividen tetap pada saat likuidasi. Jika entitas hanya memiliki satu kelompok instrumen keuangan. Entitas menilai kembali kategori tersebut jika ada perubahan keadaan relevan. Instrumen yang memiliki hak istimewa pada saat likuidasi entitas bukan merupakan instrumen dengan hak bagian prorata dari aset neto entitas. kelas tersebut diperlakukan seolah-olah kelompok instrumen yang merupakan subordinat dari semua kelompok instrumen lain. PA16. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 25). jika entitas menerbitkan atau menebus instrumen keuangan lain. Misalnya. di samping itu bagian aset neto entitas. Kelompok Instrumen yang Merupakan Subordinat dari Semua Kelompok Instrumen Lainnya (Paragraf 13(B) dan 15(B)) PA15. Namun. Apabila menentukan apakah instrumen berada dalam kelompok subordinat.

Hanya arus kas serta persyaratan dan ketentuan kontraktual instrumen yang terait dengan pemegang instrumen sebagai pemilik entitas yang dipertimbangkan saat menilai apakah instrumen harus diklasifikasikan sebagai ekuitas dalam paragraf 13 atau paragraf 15. Total perkiraan arus kas dari instrumen selama masa instrumen harus secara substansial berdasarkan pada laba rugi. Dalam beberapa situasi. PA21. Total Perkiraan Arus Kas yang Terkait dengan Instrumen Selama Masa Instrumen Tersebut (Paragraf 13(e)) PA19. Contohnya adalah persekutuan terbatas yang memiliki mitra umum dan mitra terbatas. perubahan dalam aset neto yang diakui atau nilai wajar yang diakui atau belum diakui selama masa instrumen. pemegang instrumen dapat juga menjadi pekerja. Laba rugi dan perubahan dalam aset neto yang diakui diukur sesuai dengan SAK yang relevan. Beberapa mitra umum dapat memberikan garansi kepada entitas dan dapat dibayar untuk menyediakan garansi tersebut. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Pemegang instrumen keuangan yang mempunyai fitur opsi jual atau instrumen yang mensyaratkan kewajiban kepada entitas untuk menyerahkan ke pihak lain bagian aset neto entitas secara prorata hanya pada saat likuidasi dapat melakukan transaksi dengan entitas dalam peran selain pemilik entitas. garansi tersebut dan arus kas terkait tidak mengakibatkan mitra umum dianggap di bawah mitra terbatas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Misalnya. garansi dan arus kas terkait pemegang instrumen dalam perannya sebagai pemberi garansi dan bukan dalam perannya sebagai pemilik ekuitas. Oleh karena itu. Transaksi yang Dilakukan oleh Pemegang Instrumen Selain Pemilik Ekuitas (Paragraf 13 dan 15) PA20. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dan diabaikan saat menilai apakah persyaratan kontraktual instrumen persekutuan terbatas adalah sama.

Tidak Ada Instrumen Keuangan atau Kontrak Lain dengan Total Arus Kas yang Secara Substansial Tetap atau Membatasi Hasil Residu Kepada Pemegang Instrumen (Paragraf 14 dan 16) PA24. Contoh lain adalah pengaturan pembagian laba rugi yang mengalokasikan laba rugi kepada pemegang instrumen berdasarkan jasa yang diberikan atau usaha yang dihasilkan selama tahun berjalan dan tahun sebelumnya. PA23. saat melakukan persyaratan komersial normal dengan pihak tidak berelasi. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PA22. Pengaturan tersebut merupakan transaksi dengan pemegang instrumen dalam perannya bukan sebagai pemilik dan tidak boleh dianggap ketika menilai fitur di paragraf 13 atau paragraf 15. pengaturan pembagian laba rugi yang mengalokasikan laba rugi kepada pemegang instrumen berdasarkan jumlah nominal instrumennya secara relatif terhadap instrumen lain pada kelompok yang mencerminkan transaksi dengan pemegang instrumen dalam perannya sebagai pemilik dan dipertimbangkan saat menilai fitur di paragraf 13 atau paragraf 15. Instrumen berikut. Tetapi. Arus kas serta persyaratan dan ketentuan kontraktual dari transaksi antara pemegang instrumen (dalam perannya bukan sebagai pemilik) dan entitas penerbit harus sama dengan transaksi setara yang mungkin terjadi antara bukan pemegang instrumen dan entitas penerbit. perubahan dalam aset neto yang diakui atau perubahan nilai wajar aset neto yang diakui dan belum diakui (b) dampak secara substansial membatasi atau menetapkan hasil residu. Kondisi untuk mengklasifikasikan instrumen keuangan sebagai ekuitas (kecuali memenuhi kriteria di paragraf 13 atau paragraf 15) adalah entitas tidak memiliki instrumen keuangan atau kontrak lain yang memiliki (a) total arus kas secara substansial berdasarkan laba rugi. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. tidak mungkin untuk mencegah instrumen (kecuali memenuhi kriteria di paragraf 13 atau paragraf 15) diklasifikasikan sebagai ekuitas: 50.

PA26. (d) kontrak yang membutuhkan pembayaran persentase tidak signifikan dari laba atas barang atau jasa yang diberikan. Instrumen Keuangan Derivatif PA25.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Namun. futures dan forwards. persyaratan tersebut dapat berubah menjadi menguntungkan atau tidak menguntungkan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan instrumen ekuitas) dan instrumen keuangan derivatif (seperti opsi. Instrumen keuangan mencakup instrumen utama (seperti piutang. Sejumlah instrumen sekaligus mengandung hak dan kewajiban untuk melakukan pertukaran. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. (b) instrumen dengan total arus kas berdasarkan persentase pendapatan. Instrumen keuangan derivatif memenuhi definisi instrumen keuangan dan dengan demikian termasuk dalam ruang lingkup Pernyataan ini. utang. umumnya instrumen derivatif tersebut tidak mengakibatkan terjadinya pemindahan atas instrumen keuangan utama. maka sejalan dengan perubahan harga pada pasar uang. baik pada saat penerbitan kontrak maupun pada saat jatuh tempo kontrak. dan swap mata uang). Instrumen keuangan derivatif menimbulkan hak dan kewajiban yang mengakibatkan pemindahan di antara pihak-pihak yang terkait dengan instrumen keuangan derivatif tersebut. swap suku bunga. instrumen keuangan derivatif memberi hak kontraktual pada satu pihak untuk menukarkan aset atau liabilitas keuangan kepada pihak lain saat kondisi secara potensial menguntungkan. Pada saat penerbitannya. satu atau lebih risiko finansial yang melekat pada instrumen keuangan utama.0 (a) instrumen dengan total arus kas secara substansial berdasarkan aset khusus entitas. atau menimbulkan kewajiban kontraktual untuk menukarkan aset atau liabilitas keuangan kepada pihak lain saat kondisi secara potensial tidak menguntungkan. (c) kontrak yang dirancang untuk imbalan pekerja individu atas jasa yang diberikan kepada entitas. Karena persyaratan bagi pelaksanaan pertukaran ditetapkan pada saat penerbitan instrumen derivatif.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Instrumen keuangan yang mendasari kontrak opsi dapat berupa aset keuangan. dan kewajiban penerbit opsi untuk mempertukarkan aset keuangan saat kondisi yang ada berpotensi tidak menguntungkan dirinya berbeda dari aset keuangan yang mendasari yang akan dipertukarkan ketika opsi dilaksanakan. dalam hal salah satu pihak (pembeli) berjanji untuk menyerahkan Rp1. Opsi jual atau opsi beli untuk mempertukarkan aset keuangan atau liabilitas keuangan (yaitu instrumen keuangan selain instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas) memberi hak kepada pemegangnya untuk memperoleh potensi manfaat ekonomis di masa depan yang terkait dengan perubahan pada nilai wajar instrumen keuangan yang mendasari kontrak. Contoh lain mengenai instrumen keuangan derivatif adalah kontrak forward yang harus diselesaikan dalam waktu enam bulan. Selama enam bulan tersebut. dan bukan mentransfer aset keuangannya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 PA27. Hak pemegang opsi untuk mempertukarkan aset keuangan saat kondisi yang ada berpotensi menguntungkan dirinya.000.000. dan instrumen dengan bunga.000 yang diterimanya. kedua pihak memiliki hak kontraktual 50.000. dan pihak lawan (penjual) berjanji akan menyerahkan obligasi pemerintah berbunga tetap dengan nilai nominal Rp1. termasuk penyertaan pada entitas lain.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . pihak penerbit opsi berkewajiban untuk melepaskan potensi manfaat ekonomi yang mungkin diperolehnya di masa depan atau menanggung potensi kerugian atas manfaat ekonomi tersebut akibat perubahan pada nilai wajar instrumen keuangan yang mendasari. PA28.000. Hak kontraktual pemegang opsi memenuhi definisi aset keuangan dan kewajiban kontraktual penerbit opsi memenuhi definisi liabilitas keuangan. Karakteristik hak pemegang opsi dan kewajiban penerbit opsi tidak dipengaruhi oleh kemungkinan digunakan atau tidaknya opsi tersebut. namun instrumen yang mendasari opsi akan menjadi aset keuangan pemegang opsi apabila opsi dilaksanakan.000 atas kas Rp1.000. Sebaliknya.000 secara kas dan menerima obligasi pemerintah berbunga tetap dengan nilai nominal Rp1. Suatu opsi dapat mensyaratkan penerbitnya untuk menerbitkan instrumen utang.

PA29. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000. note issuance facilities.000. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Jika harga pasar obligasi pemerintah tersebut melebihi Rp1. maka kondisi tersebut akan menguntungkan bagi pihak pembeli dan tidak menguntungkan bagi pihak penjual. Pihak pembeli memiliki hak kontraktual (aset keuangan) yang serupa dengan hak yang berasal dari pembelian opsi beli yang dimiliki dan kewajiban kontraktual (liabilitas keuangan) yang serupa dengan kewajiban yang berasal dari penerbitan opsi jual pihak penjual memiliki hak kontraktual (aset keuangan) yang serupa dengan hak yang berasal dari opsi jual yang dimiliki dan kewajiban kontraktual (liabilitas keuangan) yang serupa dengan kewajiban yang berasal dari penerbitan opsi beli. Suatu kontrak swap suku bunga dapat dianggap sebagai variasi dari kontrak forward.000. Seperti yang berlaku pada opsi. collar and floor. Kontrak futures merupakan variasi lain dari kontrak forward. dengan perbedaan utamanya bahwa kontrak futures sudah distandardisasi dan diperdagangkan di bursa. dalam hal satu jumlah kas dihitung berdasarkan suku bunga mengambang dan jumlah kas yang lain dihitung berdasarkan suku bunga tetap. Kedua pihak yang terikat dalam kontrak forward berkewajiban untuk memenuhi komitmen mereka pada tanggal yang disepakati. di mana seluruh pihak setuju untuk melakukan satu rangkaian pertukaran uang kas di masa depan.000. interest rate caps. loan commitments. termasuk swap suku bunga dan swap mata uang.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. sementara pada kontrak opsi. hak dan kewajiban kontraktual merupakan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang terpisah dan berbeda dari instrumen keuangan yang mendasarinya (obligasi dan kas yang akan dipertukarkan). dampak sebaliknya akan terjadi jika harga pasar obligasi pemerintah tersebut kurang dari Rp1.2 dan kewajiban kontraktual untuk saling mempertukarkan instrumen keuangannya. Banyak jenis lain dari instrumen derivatif mengandung hak atau kewajiban untuk melakukan pertukaran di masa depan. dan letter of credit. hal tersebut hanya terjadi jika dan ketika pemegang opsi memilih untuk melaksanakan opsinya.

maka kontrak tersebut masuk dalam ruang lingkup pernyataan ini dan diperlakukan sebagai instrumen keuangan (lihat paragraf 4). PA31. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Kontrak Pembelian atau Penjualan Item Nonkeuangan (Paragraf 04-06) PA30. dan kemungkinan untuk menegosiasikan penyelesaian kewajiban secara kas menjadi penerimaan atau penyerahan komoditas tidak mengubah karakter fundamental kontrak yang dapat menjadikannya sebagai instrumen keuangan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Misal. Umumnya kontrak komoditas seperti ini. kemudahan untuk memperjualbelikannya. Kontrak pembelian atau penjualan item nonkeuangan tidak memenuhi definisi instrumen keuangan karena hak kontraktual dari salah satu pihak untuk menerima aset atau jasa non-keuangan dan kewajiban terkait dari pihak lainnya tidak menimbulkan hak atau kewajiban pada saat ini bagi kedua pihak. kontrak yang penyelesaiannya hanya dapat dilakukan melalui penerimaan atau penyerahan item nonkeuangan (misalnya opsi. Sebagian kontrak tersebut bentuknya telah distandardisasi dan diperdagangkan di bursa seperti layaknya instrumen keuangan derivatif. Namun. maupun mempertukarkan aset keuangan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . kontrak futures atau kontrak forward atas perak) bukan merupakan instrumen keuangan. beberapa kontrak untuk membeli atau menjual item nonkeuangan dapat diselesaikan secara neto atau melalui pertukaran instrumen keuangan. menyerahkan. baik untuk menerima. Kemampuan untuk membeli atau menjual suatu kontrak komoditas secara kas. atau jika item nonkeuangan dimaksud siap dikonversi menjadi kas. sebuah kontrak commodity futures dapat diperjualbelikan sewaktu-waktu secara kas karena telah dicatatkan untuk diperdagangkan di bursa dan dapat berpindah tangan berkali-kali. Suatu kontrak yang melibatkan penerimaan atau penyerahan aset berwujud bukan merupakan aset keuangan bagi salah satu pihak dan liabilitas keuangan bagi pihak 50. Namun pihak yang menjual dan membeli kontrak sesungguhnya memperdagangkan komoditas yang mendasarinya. Sebagai contoh.

Beberapa kontrak adalah kontrak yang dikaitkan dengan komoditas. kecuali jika pembayaran yang terkait dengan kontrak tersebut dilakukan setelah tanggal penyerahan aset berwujud. Niat pemegang obligasi sehubungan dengan pelaksanaan opsi tersebut tidak mempengaruhi substansi komponen aset tersebut. Keinginan untuk melaksanakan opsi ini akan berbeda dari waktu ke waktu bergantung pada perbandingan antara nilai wajar minyak dengan rasio pertukaran antara kas dan minyak (harga pertukaran) yang sudah ditetapkan dalam obligasi. PA33. Contohnya adalah pembelian atau penjualan barang secara kredit. Instrumen keuangan seperti ini sering kali memberi satu pihak suatu opsi untuk menukarkan aset keuangan dengan aset nonkeuangan. Definisi dari instrumen keuangan juga mencakup kontrak yang menimbulkan aset non-keuangan atau kewajiban non-keuangan di samping aset keuangan atau liabilitas keuangan. namun tidak mencakup penyelesaian melalui penerimaan atau penyerahan komoditas secara fisik. nilai pokok suatu obligasi dapat dihitung dengan menggunakan harga pasar minyak saat obligasi jatuh tempo dikalikan dengan sejumlah kuantitas minyak yang telah ditetapkan. Penyelesaian kontrak tersebut dilakukan secara kas yang nilainya ditentukan sesuai dengan formula tertentu dalam kontrak. namun penyelesaiannya hanya dilakukan secara kas. PA32. Nilai pokok obligasi tersebut diindeks dengan menggunakan referensi harga sebuah komoditas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dan bukan nilai pembayaran tunai yang telah ditetapkan sebelumnya. Kontrak semacam ini merupakan instrumen keuangan. Aset keuangan bagi pemegang obligasi dan liabilitas keuangan bagi penerbit menjadikan obligasi Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Sebagai contoh. lainnya. Sebagai contoh.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dengan opsi untuk menukarkan nilai pokok obligasi tersebut dengan minyak yang kuantitasnya telah ditetapkan. sebuah obligasi yang dikaitkan dengan minyak (oil linked bond) dapat memberi hak kepada pemegangnya untuk menerima secara berkala pembayaran bunga yang nilainya telah ditetapkan dan sejumlah kas pada saat jatuh tempo yang nilainya sudah ditetapkan.

Potensi ketidakmampuan penerbit dalam memenuhi kewajibannya untuk menebus saham preferen tersebut sesuai dengan kontrak. Ketika saham preferen adalah saham yang tidak dapat ditebus. PA35. maka pengategorian yang sesuai ditentukan 50. Sebagai contoh. atau karena tidak memadainya laba atau cadangan. tidak membatalkan kewajibannya tersebut. Dalam kasus ini. biasanya dengan pemberitahuan formal kepada pemegang saham tentang niat untuk menebus saham-saham tersebut. Dalam menentukan apakah saham preferen merupakan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas. baik disebabkan karena tidak tersedianya dana. terlepas dari bentuk lain atas aset dan liabilitas yang terbentuk. penebusan saham sepenuhnya didasarkan pada kebijakan penerbit.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 sebagai instrumen keuangan. PENYAJIAN Liabilitas dan Ekuitas (Paragraf 11 – 30) Tanpa Kewajiban Kontraktual untuk Menyerahkan Kas atau Aset Keuangan Lain (Paragraf 19–22) PA34. saham preferen yang memberi hak kepada pemegangnya untuk menebus saham tersebut pada tanggal yang telah ditetapkan atau pada tanggal yang dipilih oleh pemegangnya mengandung liabilitas keuangan karena penerbit berkewajiban menyerahkan aset keuangan pada pemegang saham. Namun demikian.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Saham preferen dapat diterbitkan dengan berbagai jenis hak. atau karena dibatasi peraturan perundang-undangan. Suatu opsi bagi penerbit untuk menebus saham secara kas tidak memenuhi definisi suatu liabilitas keuangan karena penerbit tidak memiliki kewajiban saat ini untuk mentransfer aset keuangan kepada pemegang saham. penerbit menilai hak-hak tertentu yang melekat pada saham untuk menentukan apakah saham tersebut memiliki karakteristik fundamental suatu liabilitas keuangan. suatu kewajiban dapat timbul ketika penerbit saham melaksanakan opsi yang dimilikinya.

jika penerbit memutuskan tidak membagikan dividen (karena adanya ketentuan yang membatasi pembayaran dividen pada saham biasa jika saham preferen tidak mendapatkan dividen). (c) dampak negatif yang mungkin timbul pada harga saham biasa. (e) ekspektasi penerbit tentang besarnya laba atau rugi pada suatu periode. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana mengategorikan berbagai jenis kontrak atas instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas: (a) Sebuah kontrak yang akan diselesaikan dengan entitas menerima atau menyerahkan sejumlah tertentu saham miliknya tanpa pembayaran di masa depan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. sepenuhnya didasarkan pada kebijakan penerbit. Kategori didasarkan pada penilaian atas substansi perjanjian kontraktual dan definisi dari suatu liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. apakah bersifat kumulatif atau non-kumulatif. (d) jumlah cadangan penerbit. Pengategorian saham preferen sebagai instrumen ekuitas atau kewajiban keuangan tidak dipengaruhi oleh. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. (f) kemampuan atau ketidakmampuan penerbit untuk memengaruhi jumlah laba atau rugi pada suatu periode. atau dengan mempertukarkan sejumlah tertentu saham miliknya dengan sejumlah tertentu kas atau aset keuangan lainnya. maka saham tersebut merupakan instrumen ekuitas. Penyelesaian dengan Instrumen Ekuitas yang Diterbitkan oleh Entitas (Paragraf 23–27) PA36. contohnya: (a) sejarah pembagian dividen. Dengan demikian. merupakan instrumen ekuitas. Jika pembagian dividen kepada pemegang saham preferen. berdasarkan hak lain yang melekat padanya. setiap pembayaran yang diterima atau dibayarkan atas kontrak tersebut ditambahkan atau dikurangkan secara langsung dari ekuitas. (b) niat untuk melakukan pembagian dividen di masa depan. Sebagai contoh adalah diterbitkannya Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .

50 (revisi 2010) opsi saham yang memberikan hak kepada pihak lawan 1 untuk membeli sejumlah tertentu saham entitas dengan 2 menyerahkan sejumlah tertentu kas. atau 7 sesuai keinginan. . Namun. Sebagai contoh adalah kewajiban entitas dalam 12 kontrak forward untuk membeli kembali sejumlah tertentu 13 saham miliknya dengan sejumlah tertentu kas. maka entitas juga mengakui liabilitas 8 keuangan sebesar nilai kini dari jumlah penebusan (dengan 9 pengecualian instrumen yang memiliki seluruh fitur dan 10 memenuhi kondisi di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 11 dan 16). yang 36 nilainya setara dengan jumlah yang telah ditetapkan atau 37 dengan jumlah yang didasarkan pada perubahan variabel 38 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Sebagai contoh adalah 33 opsi saham untuk diselesaikan secara neto dengan kas. jika kontrak 3 tersebut mensyaratkan entitas untuk membeli kembali 4 (menebus) saham miliknya secara kas atau dengan aset 5 keuangan lainnya pada tanggal yang telah ditetapkan 6 atau tanggal yang dapat ditentukan sebelumnya. 34 35 (d) Kontrak yang akan diselesaikan dengan saham yang diterbitkan entitas yang jumlahnya bervariasi. sekalipun jika jumlah saham 17 yang harus dibeli kembali tersebut tidak ditetapkan atau 18 sekalipun jika kewajiban tersebut bersifat kondisional 19 bergantung pada apakah pihak lawan melaksanakan 20 haknya untuk memperoleh penebusan (kecuali seperti 21 dinyatakan di paragraf 13 dan 16 atau paragraf 15 dan 22 16). Sebagai contoh dari kewajiban bersyarat adalah 23 opsi yang diterbitkan yang mensyaratkan entitas untuk 24 membeli kembali sahamnya secara kas jika pihak lawan 25 melaksanakan opsinya. 14 15 (b) Kewajiban entitas untuk membeli kembali sahamnya secara kas menimbulkan liabilitas keuangan sebesar nilai 16 kini dari jumlah penebusan. 26 27 (c) Kontrak yang akan diselesaikan secara kas atau dengan aset keuangan lainnya merupakan aset keuangan atau 28 liabilitas keuangan sekalipun jika jumlah kas atau aset 29 keuangan lainnya yang akan diterima atau diserahkan 30 didasarkan pada perubahan harga pasar dari saham yang 31 diterbitkan entitas (kecuali seperti dinyatakan di paragraf 32 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.

maka kategori kontrak tersebut sebagai instrumen ekuitas adalah tepat. namun jika situasi tersebut secara normal tidak mungkin terjadi. maka ketentuan penyelesaian tersebut tidak memengaruhi kategori instrumen keuangan. kontrak yang mensyaratkan penyelesaian secara kas atau dengan saham yang diterbitkan entitas yang jumlahnya bervariasi yang terjadi hanya dalam suatu kejadian peristiwa yang sangat langka. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Serupa dengan itu. yang apabila dilaksanakan. Sebagai contoh adalah opsi yang diterbitkan untuk membeli emas. Ketentuan Penyelesaian Kontinjensi (Paragraf 28) PA37. penyelesaian dengan sejumlah tertentu saham yang diterbitkan entitas dapat secara kontraktual dilarang dalam situasi yang berada di luar kendali entitas tersebut. Paragraf 28 mensyaratkan bahwa jika salah satu bagian dari ketentuan penyelesaian kontinjensi yang dapat mensyaratkan penyelesaian secara kas atau melalui penyerahan aset keuangan lainnya (atau dengan cara lain yang mengakibatkan instrumen menjadi kewajiban keuangan) tidak sah. Dengan demikian. sangat tidak normal dan sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Kontrak semacam ini merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan sekalipun variabel yang mendasarinya adalah harga saham yang diterbitkan entitas tersebut dan bukan harga emas. yang mendasarinya (misalnya harga suatu komoditas). Serupa dengan itu. merupakan instrumen ekuitas. namun hak-hak yang melekat pada saham tersebut akan divariasikan sehingga nilai penyelesaiannya setara dengan suatu jumlah tertentu atau suatu jumlah yang didasarkan pada perubahan variabel yang mendasarinya. merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. merupakan aset keuangan atau liabilitas keuangan. kontrak yang akan diselesaikan dengan sejumlah tertentu saham yang diterbitkan entitas. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . akan diselesaikan secara neto dengan instrumen yang diterbitkan entitas dengan entitas menyerahkan sejumlah instrumen yang nilainya setara dengan nilai kontrak opsi.

 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Beberapa jenis instrumen yang mensyaratkan kewajiban kontraktual pada entitas diklasifikasikan sebagai 50. dampak dari kesepakatan lain antara anggota kelompok usaha dengan pemegang instrumen tetap disajikan guna menjamin bahwa laporan keuangan konsolidasian telah mencerminkan kontrak tersebut dan transaksi yang disepakati oleh kelompok usaha secara keseluruhan. PA39. atau menyelesaikannya dengan cara yang mengakibatkan timbulnya kategori liabilitas. Jika entitas anak dari suatu kelompok usaha menerbitkan instrumen keuangan dan entitas induk atau entitas anggota kelompok usaha lainnya membuat kesepakatan tambahan langsung dengan pemegang instrumen (misalnya berupa penjaminan).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Dalam mengklasifikasikan instrumen keuangan (atau komponen instrumen keuangan) dalam laporan keuangan konsolidasian. maka kelompok usaha tersebut tidak lagi memiliki kebebasan dalam melakukan distribusi atau penebusan instrumen tersebut. entitas mempertimbangkan seluruh persyaratan dan ketentuan yang telah disepakati antara seluruh anggota kelompok usaha dan pemegang instrumen guna menentukan apakah kelompok usaha tersebut secara keseluruhan memiliki kewajiban untuk menyerahkan sejumlah kas atau aset keuangan lain terkait dengan instrumen tersebut. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Perlakuan dalam Laporan Keuangan Konsolidasian PA38. Sepanjang terdapat kewajiban atau ketentuan penyelesaian seperti ini pada suatu instrumen. entitas menyajikan kepentingan nonpengendali – yaitu hak pihak lain dalam ekuitas dan pendapatan entitas anak – sesuai dengan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dan PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. maka instrumen tersebut (atau komponennya yang menjadi subjek dari kewajiban dimaksud) diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan dalam laporan keuangan konsolidasian. Dalam laporan keuangan konsolidasian. Walaupun entitas anak perusahaan dapat secara memadai mengategorikan instrumen tersebut dalam laporan keuangannya dengan mengabaikan adanya persyaratan tambahan tersebut.

Oleh karena itu. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. PSAK 55 (revisi 2006): Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran mengatur pemisahan derivatif melekat dari sudut pandang pemegang instrumen keuangan majemuk. Paragraf 31 tidak mengatur instrumen keuangan majemuk dari sudut pandang pemegang instrumen. instrumen diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16 dalam laporan keuangan tersendiri atau individu yang merupakan kepentingan nonpengendali diklasifikasikan sebagai liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian kelompok usaha. Pengklasifikasian sesuai dengan paragraf tersebut merupakan suatu pengecualian dari prinsipprinsip selain yang diterapkan dalam Pernyataan ini untuk pengklasifikasian suatu instrumen. Pengecualian ini tidak menjangkau klasifikasi kepentingan nonpengendali dalam laporan keuangan konsolidasian. yang didiskonto pada suku bunga yang digunakan oleh pasar pada saat itu untuk instrumen-instrumen yang memiliki status kredit Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Paragraf 31 mensyaratkan penerbit instrumen keuangan jenis ini untuk menyajikan komponen liabilitas dan komponen ekuitas secara terpisah dalam laporan posisi keuangan. Instrumen Keuangan Majemuk (Paragraf 31-35) PA40. PA41.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Pada saat pengakuan awal. tanpa fitur derivatif melekat lainnya.50 instrumen ekuitas sesuai dengan paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16. Paragraf 31 hanya diterapkan untuk penerbit instrumen keuangan majemuk nonderivatif. seperti obligasi yang dapat dikonversi menjadi saham biasa penerbit. nilai wajar komponen liabilitas adalah nilai kini dari serangkaian arus kas di masa depan yang telah ditetapkan dalam kontrak. sebagai berikut: (a) Kewajiban penerbit untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok secara terjadwal merupakan kewajiban keuangan yang akan tetap ada selama instrumen belum dikonversi. Bentuk umum dari instrumen keuangan majemuk adalah instrumen utang dengan opsi konversi melekat.

Pada saat dilakukan konversi atas instrumen yang dapat dikonversi pada saat jatuh tempo. PA42. entitas menghentikan pengakuan komponen kewajiban dan mengakuinya sebagai ekuitas. Tidak terdapat pengakuan keuntungan atau kerugian pada saat dilakukan konversi saat jatuh tempo. sesuai ketentuan paragraf 31-35. maka pada tanggal transaksi entitas mengalokasikan jumlah yang dibayarkan serta biaya transaksi untuk pembelian kembali atau penebusan secara dini tersebut ke dalam komponen liabilitas dan komponen ekuitas instrumen tersebut. PA44.51 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . PA43. namun tanpa opsi konversi. Sekali alokasi pembayaran tersebut dilakukan. Ketika entitas menghapuskan instrumen yang dapat dikonversi sebelum jatuh tempo melalui penebusan atau pembelian kembali secara dini yang tidak mengubah hak konversi semula. Metode yang digunakan untuk mengalokasikan jumlah yang dibayarkan dan biaya transaksi pada setiap komponen yang terpisah harus konsisten dengan metode yang digunakan untuk alokasi awal pada setiap komponen yang terpisah atas hasil yang diperoleh dari penerbitan instrumen yang dapat dikonversi tersebut. (b) Instrumen ekuitas merupakan opsi yang dilekatkan untuk mengonversi liabilitas menjadi ekuitas penerbit. memiliki persyaratan yang sama. sebagai berikut: (a) jumlah keuntungan atau kerugian yang terkait dengan 50. jika ada. Nilai wajar opsi ini terdiri atas atas nilai waktu dan nilai intrinsik. Komponen awal dari ekuitas tetap sebagai ekuitas (meskipun komponen tersebut mungkin dipindahkan dari satu pos ke pos lainnya dalam ekuitas). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 setara dan menghasilkan arus kas yang secara substansial sama.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. maka setiap keuntungan atau kerugian yang timbul diperlakukan sesuai prinsip akuntansi yang dapat diterapkan pada komponen terkait. Opsi ini memiliki nilai pada saat pengakuan awal sekalipun jika saat itu opsi berada dalam kondisi posisi tidak untung (out of the money).

Namun. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas tidak dapat diakui sebagai aset keuangan terlepas dari alasan perolehannya kembali. dan (b) jumlah pembayaran yang terkait dengan komponen ekuitas diakui dalam ekuitas. jika entitas memegang ekuitas miliknya untuk kepentingan pihak lain. pada tanggal dilakukan perubahan persyaratan.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Bunga. contohnya dengan menawarkan rasio konversi yang lebih menarik atau menawarkan pembayaran ekstra jika konversi dilakukan sebelum tanggal yang ditetapkan. Contoh berikut mengilustrasikan penerapan paragraf 38 bagi instrumen keuangan majemuk. Diasumsikan sebuah saham preferen nonkumulatif wajib ditebus secara kas dalam lima tahun. Paragraf 36 mensyaratkan entitas yang memperoleh kembali instrumen ekuitasnya untuk mengurangkan instrumen ekuitas tersebut dari ekuitas. misalnya institusi keuangan yang memegang ekuitas miliknya untuk kepentingan klien. namun keputusan pembagian dividen sebelum tanggal penebusan merupakan kebijakan entitas penerbit. Dividen. maka akan terdapat hubungan keagenan dan sebagai akibatnya instrumen tersebut tidak termasuk dalam laporan posisi keuangan entitas. Saham Treasuri (Paragraf 36 dan 37) PA46. Perbedaan. dan Keuntungan (Paragraf 38-44) PA47.52 komponen kewajiban diakui dalam laporan laba rugi. Kerugian. antara nilai wajar dari pembayaran yang diterima pemegang instrumen pada saat dilakukan konversi berdasarkan persyaratan yang telah diubah dan nilai wajar dari pembayaran yang akan diterima pemegang instrumen berdasarkan persyaratan awal diakui sebagai kerugian dalam laporan laba rugi. Entitas dapat mengubah persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk mendorong dilakukannya konversi dini. PA45. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. seperti dalam kesepakatan induk untuk menyelesaikan secara neto atau pada beberapa bentuk utang yang bersifat nonrecourse. Untuk melakukan saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Instrumen tersebut merupakan instrumen keuangan majemuk. Pernyataan ini tidak memberikan perlakuan khusus bagi instrumen sintetis. yang setara dengan suatu jumlah nominal tertentu atau suatu jumlah yang didasarkan pada perubahan dari variabel yang mendasari (misalnya komoditas). namun hak tersebut hanya dapat digunakan pada saat terjadinya beberapa peristiwa di masa depan. utang jangka panjang dengan 50. Entitas dapat memiliki hak bersyarat untuk melakukan saling hapus kedua jumlah tersebut.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Namun. PA49. Tiap dividen yang dibayarkan terkait dengan komponen ekuitas. jika dividen yang belum dibayar ditambahkan pada jumlah penebusan. maka instrumen tersebut secara keseluruhan menjadi liabilitas. yang nilai komponen kewajibannya adalah sebesar nilai kini dari jumlah penebusan. yang merupakan kumpulan dari beberapa instrumen keuangan yang terpisah. Oleh karenanya. Sebagai contoh. Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (paragraf 45-53) PA48. tetapi bergantung pada keputusan pemegangnya. atau jika saham tersebut wajib dikonversi menjadi saham biasa dengan jumlah lembar yang bervariasi. Jumlah diskonto (the unwinding of the discount) atas komponen ini diakui sebagai beban bunga dalam laporan laba rugi. pengaturan semacam ini tidak memenuhi kondisi untuk melakukan saling hapus. dan dengan demikian diakui sebagai distribusi laba atau rugi. Perlakuan serupa juga diterapkan jika penebusan tersebut tidak wajib. biasanya wanprestasi dari pihak lawan. yang diperoleh dan dimiliki untuk mereplikasikan karakteristik instrumen keuangan lain. Dalam kasus ini. dividen tersebut dikategorikan sebagai beban bunga. entitas harus memiliki hak berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus kedua jumlah tersebut.

Setiap instrumen keuangan terekspos risiko yang berbeda-beda. dan setiap instrumen tersebut dapat dialihkan atau diselesaikan secara terpisah.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.5 bunga mengambang dikombinasikan dengan swap suku bunga yang mencakup penerimaan bunga mengambang dan pembayaran bunga tetap merupakan sintesa dari utang jangka panjang dengan bunga tetap. Setiap instrumen keuangan individual yang secara bersama-sama membentuk instrumen sintetis mencerminkan hak atau kewajiban kontraktual dengan persyaratan dan kondisinya masing-masing. kecuali memenuhi kriteria saling hapus sesuai paragraf 45. maka keduanya tidak dapat saling hapus dan disajikan pada neraca secara neto. jika suatu instrumen keuangan dalam suatu instrumen sintetis merupakan aset dan instrumen lainnya merupakan liabilitas. Oleh karenanya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .

tapi bukan merupakan bagian dari. AKUNTANSI UNTUK KONTrAK ATAS INSTrUMEN EKUITAS ENTITAS CI1. Untuk menyederhanakan ilustrasi. maka nilai kini forward price sama dengan harga spotnya. Contoh-contoh berikut ini mengilustrasikan penerapan paragraf 11-23 dan PSAK 55 (revisi 2006) tentang akuntansi untuk kontrak-kontrak atas instrumen ekuitas milik entitas (selain instrumen keuangan yang ditentukan di paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16) Contoh 1: Kontrak Berjangka untuk Pembelian Saham CI2. Contoh berikut mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang dibutuhkan untuk kontrak pembelian berjangka atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai (b) neto dengan saham atau (c) dengan penyerahan kas sebagai pengganti saham yang diterima. diasumsikan bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan/dibagikan atas saham pokok. Contoh ini juga mendiskusikan dampak adanya pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah ini). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CONTOH ILUSTrASI Contoh-contoh berikut melengkapi. Asumsi-asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Jatuh Tempo Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Fixed forward price yang harus dibayar pada 31 Jan 2003 Nilai kini dari forward price pada 1 Feb 2002 1 Feb 2002 31 Jan 2003 Rp100 Rp110 Rp106 Rp104 Rp100 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. dan jika nilai wajar kontrak berjangka sama dengan nol. PSAK 50.55 .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Nilai wajar kontrak berjangka dihitung sebagai selisih antara harga pasar saham dan nilai kini dari fixed forward price. jadi carry returnnya (pengembalian atas kepemilikan) sama dengan nol.

Dalam subbagian ini. Kontrak tersebut akan diselesaikan netto secara tunai. 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 saham biasa Entitas A yang beredar sampai dengan 31 Januari 2003 dengan menyerahkan kas sejumlah Rp104.5 Jumlah saham berdasarkan kontrak berjangka Nilai wajar kontrak berjangka pada 1 Feb 2002 Nilai wajar kontrak berjangka pada 31 Desember 2002 Nilai wajar kontrak berjangka pada 31 Januari 2003 1.300 Cr Keuntungan Rp6.000 (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI3. akibatnya nilai wajar kontrak berjangka meningkat menjadi Rp6.000 (atau Rp104 per saham) pada 31 Januari 2003.300 Untuk mencatat kenaikan dalam nilai wajar kontrak berjangka Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . kontrak pembelian berjangka atas saham sebuah entitas akan diselesaikan neto secara tunai. harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp110.300 Rp2.300 Dr Aset Berjangka Rp6. Pada 1 Februari 2002. jadi tidak ada saham milik entitas yang diserahterimakan dalam penyelesaian kontrak ini. Entitas A mencatat ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 • Harga per lembar saham ketika kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100 • Nilai wajar awal kontrak berjangka pada 1 Februari 2002 adalah nol Tidak ada ayat jurnal yang dibutuhkan karena nilai wajar derivatif sama dengan nol dan tidak ada kas yang dibayarkan atau diterima. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B untuk menerima pembayaran sejumlah nilai wajar dari 1.000 Rp0 Rp6.

300 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar kontrak berjangka (Rp4. atau sama dengan 18.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Nilai wajar dari kontrak berjangka adalah Rp2.000) Dr Kas Rp2. Jadi Entitas B harus menyerahkan saham senilai Rp2. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp106.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas B. Entitas A berkewajiban untuk menyerahkan Rp104. kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.000). Pada hari yang sama.300=Rp6.000-Rp104. jadi Entitas B harus membayar selisihnya sebesar Rp2. Entitas A berkewajiban menyerahkan sahamnya yang bernilai Rp104.000 kepada Entitas B.000 (Rp106.000 (Rp106 x 1000) kepada Entitas A.000) kepada Entitas A.000 kepada Entitas A.300 Cr Aset Berjangka Rp4.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI4. Ayat-ayat jurnal yang dibuat Entitas A sama dengan butir (a) di atas.000 Cr Aset Berjangka Rp2. harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp106.000 atau (Rp106 x 1000 – Rp104.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp106.9 lembar saham (Rp2000/Rp106) 50.300-Rp2.000 (Rp106 x 1000) kepada Entitas A. yaitu: 31 Januari 2003 Kontrak diselesaikan neto dengan saham. Dr Kerugian Rp4. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a) dengan pengecualian bahwa penyelesaiannya dilakukan secara neto dengan saham. kecuali untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka tersebut.

000 setelah satu tahun yang dibukukan sesuai nilai wajarnya Rp100.000 lembar saham beredar entitas A kepada entitas A setelah satu tahun. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas A berkewajiban membayar Rp104.5 Dr Ekuitas Rp2.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka.000 Cr Liabilitas Rp100.000 secara tunai kepada Entitas B dan Entitas B berkewajiban menyerahkan 1.660 Cr Liabilitas Rp3.660 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham.000 Untuk mencatat kewajiban penyerahan Rp104. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas. Dengan demikian.000 Cr Aset Berjangka Rp2. harga per lembar saham yang harus dibayar oleh Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Ekuitas Rp100.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 yang didiskonto menggunakan tingkat bunga yang sesuai (lihat PSAK 55 Paragraf PA79). 31 Desember 2002 Dr Beban Bunga Rp3. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a). (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI5.

atau (c) dengan menerima kas atas saham yang diserahkan. Jika tidak. neto dengan saham.000 Untuk mencatat penyelesaian kewajiban penebusan saham Entitas A secara kas.000 lembar Saham Entitas A kepada Entitas A Dr Liabilitas Rp104.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. maka Entitas A harus membukukan liabilitasnya untuk menyerahkan kas sebagai utang.000 Cr Kas Rp104. maka Entitas A memperlakukan kontrak berjangka tersebut sebagai sebuah derivatif. Contoh 2: Kontrak Berjangka untuk Penjualan Saham CI7.000 secara tunai kepada Entitas B. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Januari 2003 Dr Beban Bunga Rp340 Cr Liabilitas Rp340 Untuk membukukan bunga yang telah menjadi beban yang dihitung menggunakan metode bunga efektif atas liabilitas pada nilai pelunasan/penebusan saham. (b) neto dengan saham. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Jika alternatif yang dipilih adalah dengan mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas). seperti ilustrasi pada butir (c) di atas. Entitas A menyerahkan Rp104. (d) Pilihan Penyelesaian CI6. dan Entitas B menyerahkan 1. 50. Contoh ini juga mendiskusikan dampak adanya pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah ini).5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan kontrak pembelian kembali berjangka (forward repurchase contract) sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal bagi kontrak penjualan berjangka atas saham milik sebuah entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai.

Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B untuk membayar sejumlah nilai wajar dari 1. Asumsi-asumsi : Tanggal kontrak Tanggal jatuh tempo Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Fixed forward price yg akan diterima pada 31 Jan 2003 Nilai kini dari forward price pada 1 Februari 2002 Jumlah lembar saham dalam kontrak berjangka Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 1 Feb 2002 Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Des 2002 Nilai wajar dari kontrak berjangka pada 31 Jan 2003 1 Feb 2002 31 Jan 2003 Rp100 Rp110 Rp106 Rp104 Rp100 1.0 Untuk menyederhanakan ilustrasi. jadi carry return-nya (pengembalian atas kepemilikan) sama dengan nol. maka nilai kini forward price sama dengan harga spot-nya.000 (atau Rp104 per lembar saham) pada 31 Januari 2003. Kontrak diselesaikan neto secara tunai.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas A mencatat ayat jurnal sebagai berikut.000) (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI8. Nilai wajar kontrak berjangka dihitung sebagai selisih antara harga pasar saham dan nilai kini dari fixed forward price. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 saham biasa Entitas A yang beredar sampai dengan 31 Januari 2003 dengan menyerahkan kas senilai Rp104. Pada 1 Februari 2002. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.300) Rp(2. 1 februari 2002 Tidak ada ayat jurnal yang harus dibukukan karena nilai wajar dari derivatif sama dengan nol dan tidak ada kas yang diserahterimakan. dan jika nilai wajar kontrak berjangka sama dengan nol. diasumsikan bahwa tidak ada dividen yang dibayarkan/dibagikan atas saham pokok.000 Rp0 Rp(6.

300 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar kontrak berjangka 31 Januari 2003 Dr Liabilitas Berjangka Rp4.300-Rp2.000) dan berkewajiban menyerahkan sahamnya senilai Rp106. kecuali: 31 Januari 2003 Kontrak diselesaikan neto dengan saham.000) pada Entitas B. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Entitas B berkewajiban untuk menyerahkan Rp104. Jadi. Jadi Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp2.1 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 Cr Kas Rp2. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 31 Desember 2002 Dr Kerugian Rp6.000 pada Entitas A.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI9.000 (Rp106 x 1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.300=Rp6. Entitas A memiliki hak untuk menerima sahamnya kembali senilai Rp104.300 Cr Keuntungan Rp4. 50. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal yang sama dengan jurnal pada butir (a). dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan neto dengan saham.000 (Rp106 x 1.000 (Rp104 x 1.300 Untuk mencatat kenaikan dalam nilai wajar suatu kontrak berjangka (Rp4.000) kepada Entitas B.300 Cr Liabilitas Berjangka Rp6. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp106. 000) Kontrak diselesaikan neto secara tunai.000 kepada Entitas B Dr Liabilitas Berjangka Rp2.

(c) Saham untuk Kas (Penyelesaian Fisik Bruto) CI10.9 lembar saham (Rp2. Sebuah kontrak berjangka bagi pertukaran saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan dengan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan memenuhi definisi sebuah instrumen ekuitas karena kontrak tersebut tidak dapat diselesaikan dengan cara lain kecuali melalui pertukaran saham dengan kas.000 Cr Ekuitas Rp2.000 secara tunai (Rp104 x 1.000 lembar sahamnya setelah satu tahun.000) kepada Entitas B.000-Rp104. harga per lembar saham yang harus dibayar Entitas A setelah satu tahun ditetapkan sebesar Rp104. Entitas A berhak menerima Rp104. Tidak ada kas yang diserahterimakan karena nilai wajar awal dari kontrak berjangka adalah nol.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Dr Liabilitas Berjangka Rp2. Penerbitan saham baru entitas dicatat sebagai transaksi ekuitas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Dengan demikian. 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang dibukukan pada 31 Desember karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal berikut ini. Sama seperti pada butir (a) dan (b) di atas.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka.000 (Rp106. 1 februari 2002 Tidak ada jurnal yang harus dibuat pada 1 Februari. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan penyerahan kas dan saham Entitas A yang nilai dan jumlahnya telah ditetapkan. atau sama dengan 18.000/Rp106).2 Entitas A menyerahkan selisih sahamnya senilai Rp2. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a).000) dan berkewajiban menyerahkan 1.

31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003. Contoh ini juga mendiskusikan efek dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah): Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Ayat jurnal yang harus dibuat pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. .000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak berjangka (d) Pilihan Penyelesaian CI11. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai.000 secara tunai dan menyerahkan 1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Cr Ekuitas Rp104. Entitas A menerima Rp104. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan atas hak yang timbul dari pembelian opsi beli atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. (b) neto dengan saham. neto dengan saham. seperti yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. Contoh 3: Pembelian Opsi-Beli atas Saham CI12. Kontrak ini tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan oleh Entitas A selain dengan membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. Dalam hal ini.000 lembar sahamnya Dr Kas Rp104. atau (c) dengan pertukaran kas dengan saham milik entitas. atau dengan pertukaran kas dan saham) menjadikan kontrak berjangka sebagai aset keuangan atau liabilitas keuangan. Entitas A membukukan sebuah aset derivatif atau liabilitas derivatif. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan.

maka tidak terjadi pembayaran. nilai wajar dari 1000 lembar saham biasa Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 atas kas senilai Rp102. Jurnal yang dibukukan oleh Entitas A adalah sebagai berikut: 1 februari 2002 Harga per lembar saham ketika kontrak disepakati pada 1 Februari 2002 adalah Rp100. Nilai wajar awal dari kontrak pada 1 Februari 2002 adalah Rp5.000 Asumsi-asumsi: Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI13. Pada 1 Februari 2002. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai.000 (Rp102 x 1000) yang akan diterimanya pada tanggal 31 Januari 2003.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5. hanya nilai waktu. karena harga exercise/strike price Rp102 melebihi harga pasar per lembar saham (Rp100) sehingga tidaklah ekonomis jika Entitas A mengexercise opsinya. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Dengan kata lain. 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B kewajiban untuk menyerahkan. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000. dan Entitas A hak untuk menerima.000 Nilai wajar opsi pada 31 Januari 2003 Rp2. Jika Entitas A tidak menggunakan haknya. yaitu sejumlah yang harus dibayarkan oleh Entitas A pada Entitas B. opsi beli tersebut dalam posisi tidak untung.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp3. Pihak Pertama Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp104 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp104 Harga exercise yg ditetapkan untuk dibayar pada 31 Januari 2003 Rp102 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1. jika Entitas A menggunakan hak tersebut. Pada tanggal itu. opsi tersebut tidak memiliki nilai intrinsik.

000 (Rp102 x 1000) kepada Entitas B. Dr Kerugian Rp1.000 secara tunai.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas A.000 adalah nilai waktu yang tersisa. dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp2000 ([Rp104Rp102] X 1000). Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp2.000 Rp2. Pada hari yang sama.000 Rp5. Dr Kas Cr Aset Opsi Beli Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. Dr Kerugian Rp2.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli. harga pasar per lembar saham meningkat menjadi Rp104. 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003.000. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp102. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Dr Aset Opsi Beli Cr Kas Untuk mencatat pembelian opsi beli 31 Desember 2002 Rp5. Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai. harga pasar per lembar saham masih Rp104. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp3.000 Cr Aset Opsi Beli Rp1.000 yang keseluruhannya merupakan nilai intrinsik ([Rp104-Rp102] x 1000) karena tidak ada lagi nilai waktu yang tersisa. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp104. dan yang Rp1.5 .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Pada 31 Desember 2002. Rp 2.000 Cr Aset Opsi Beli Rp2. sehingga Entitas A berhak menerima selisih sebesar Rp2.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 lembar saham beredarnya atas kas sejumlah Rp102.000) yang diserahkannya. yaitu: 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak diselesaikan neto dengan saham.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI15. Penyelesaian ini dianggap sebagai transaksi Saham yang Diperoleh Kembali (jadi tidak ada keuntungan atau kerugian). Karenanya Entitas A berhak menerima 1. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada (a).000/Rp104) Dr Kas Rp2.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak. kecuali untuk pencatatan penyelesaian kontrak.000 Cr Aset Opsi Beli Rp2.000 (Rp102 x 1. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan dan penyerahan kas yang nilainya telah ditetapkan. jika Entitas A menggunakan opsinya. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). jika Entitas A menggunakan opsinya.2 lembar saham (Rp2.000 (Rp104 x 1.000) kepada Entitas A dan menerima saham Entitas A senilai Rp102. Jurnal yang harus dibuat oleh Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a). dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dalam bentuk serah terima saham. (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI14. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas. Entitas A membukukan jurnal sebagai berikut: Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp104. harga exercise per lembar saham ditetapkan sebesar Rp102.000 atau sebanyak 19. sehingga Entitas B akhirnya harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2.000 (Rp102 X 1000) dari Entitas A.

Entitas B berkewajiban menyerahkan 1000 lembar saham Entitas A atas kas sebesar Rp102. (d) Pilihan Penyelesaian CI16. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai.000 Untuk mencatat kas yang dibayarkan atas hak untuk membeli kembali saham Entitas A setelah satu tahun dengan harga yang telah ditetapkan.000 Cr Kas Rp5. Premi yang dibayarkan dibukukan sebagai ekuitas.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 yang diterimanya. Dalam hal 50. neto dengan saham. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang dibukukan karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan. Opsi beli tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan dengan cara lain. Dr Ekuitas Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. kecuali Entitas A membeli kembali sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya yang nilainya telah ditetapkan. 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. Rp102. atau dengan mempertukarkan kas dengan saham) menjadikan opsi beli tersebut sebuah aset keuangan.000 Rp102. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 februari 2002 Dr Ekuitas Rp5.

nilai wajar dari 1000 lembar saham biasa milik Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan menyerahkah kas sejumlah Rp102. pada 1 Februari 2002. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B hak untuk menerima. 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal untuk mencatat kewajiban yang timbul dari penerbitan opsi beli atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. dengan pengecualian bahwa Entitas A yang menerbitkan opsi beli atas saham miliknya.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5. Contoh ini juga mendiskusikan pengaruh dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah). Selanjutnya. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham. Contoh 4: Penerbitan Opsi Beli atas Saham CI17. dan Entitas A berkewajiban untuk membayar. Pihak Kedua Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 Rp104 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 Rp104 Harga exercise yang ditetapkan untuk diterima pada 31 Januari 2003 Rp102 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1.000 Asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI18.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp2.000 Nilai wajar opsi pada pada 31 Des 2002 Rp3.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada Contoh 3(a) di atas. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas B. (b) neto dengan saham. Entitas A mengakui sebuah aset derivatif sebagaimana yang diilustrasikan dalam butir (a) dan (b) di atas. ini.

Rp2. Jika Entitas B tidak menggunakan haknya. Dr Kewajiban Opsi Beli Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000 Rp2. Jadi.000 Rp5. Entitas A berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp104. maka pembayaran tidak akan terjadi. 31 Januari 2003 Dr Kewajiban Opsi Beli Rp1.000 Cr Keuntungan Rp1. Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp2.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Cr Kewajiban Opsi Beli Untuk mencatat penerbitan opsi jual. Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai. 31 Desember 2002 Dr Kewajiban Opsi Beli Rp2.000 kepada Entitas B. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp102. jika Entitas B menggunakan opsinya.000 Rp5. Pada hari yang sama. .000 (Rp102 x 1000) kepada Entitas A.000 (Rp104 x 1000) kepada Entitas B. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (atau Rp102 per lembar) pada 31 Januari 2003.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.000 Cr Keuntungan Rp2. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai.

harga exercise per lembar ditetapkan sebesar Rp102. Jurnal yang dibukukan Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a) di atas. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI20. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Entitas A berkewajiban menyerahkan saham biasa Entitas A senilai Rp104.0 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI19.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak.000/Rp104).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penyerahan saham yang jumlahnya telah ditetapkan dan penerimaan kas yang nilainya telah ditetapkan. jika Entitas B menggunakan opsinya. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .2 lembar (Rp2.000 (Rp102 x 1.000 kepada Entitas B atau sebanyak 19. Karenanya.000) yang diserahkannya. Dr Kewajiban Opsi Beli Rp2. yaitu: 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan neto dengan saham.000 kepada Entitas B dan berhak menerima saham biasa Entitas A senilai Rp102. Penyelesaian ini dianggap sebagai transaksi ekuitas. Entitas B berhak untuk menerima saham biasa Entitas A yang beredar atas kas senilai Rp102.000 dari Entitas B. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Entitas A harus menyerahkan saham biasa Entitas A sebesar selisih Rp2.000 Cr Ekuitas Rp2. jika Entitas B menggunakan opsinya. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Jadi. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan neto dengan saham. kecuali ayat jurnal untuk penyelesaian kontrak tersebut.

Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai.000 Untuk mencatat kas yang diterima atas penyerahan saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan pada harga yang telah disepakati setelah satu tahun. opsi beli akan mengakibatkan penerbitan saham dalam jumlah tertentu sebagai pengganti senilai tertentu kas yang diterima. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 februari 2002 Dr Kas Rp5. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas. Premi yang diterima dibukukan sebagai ekuitas. Dr Kas Cr Ekuitas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang harus dicatat pada 31 Desember karena tidak ada kas yang diserahterimakan dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan. 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. neto dengan saham. Entitas A berkewajiban menyerahkan 1.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . atau dengan mepertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi beli sebagai sebuah liabilitas keuangan. Opsi tersebut tidak memenuhi definisi instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A 50.1 Rp102.000 Cr Ekuitas Rp5.000 Rp102.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. (d) Pilihan Penyelesaian CI21. Pada saat penggunaannya.000 lembar sahamnya atas kas sejumlah Rp102.000 yang diterimanya.

Dalam hal ini. Entitas A mengakui liabilitas derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Contoh ini juga mendiskusikan dampak dari pilihan penyelesaian (lihat butir (d) di bawah): 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp3. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas A. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas A sebuah hak untuk menjual. Contoh ini mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan untuk pembelian opsi jual atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. Pada 1 Februari 2002. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5. Pihak Pertama Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Des 2002 Rp95 Harga pasar per lembar saham pada pada 31 Jan 2003 Rp95 Harga exercise yang ditetapkan untuk diterima pada 31 Januari 2003 Rp98 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1.2 menerbitkan sahamnya dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lain yang diterimanya.000 Asumsi Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI23. nilai wajar dari 1000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 dengan strike price Rp98. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. dan Entitas B berkewajiban untuk membeli.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp4. (b) neto dengan saham. Contoh 5: Pembelian Opsi Jual atas Saham CI22.

opsi beli tersebut dalam posisi tidak untung. Dengan kata lain.000. harga pasar per lembar saham turun menjadi Rp95. 31 Desember 2002 Pada 31 Desember 2002.000 ([Rp98-Rp95] x 1000) dan Rp1.000 Rp5.000 Cr Aset Opsi Jual Rp1. sesuai dengan jumlah yang dibayarkan Entitas A kepada Entitas B. harga pasar per lembar saham tetap Rp95. jika Entitas A menggunakan opsinya.000. Rp5. yaitu sebesar nilai intrinsiknya ([Rp98-Rp95] x 1000) karena nilai 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 (atau Rp98 per lembar) pada 31 Januari 2003. Pada tanggal itu.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi beli. Dr Kerugian Rp1. Kontrak tersebut akan diselesaikan neto secara tunai. Nilai wajar dari opsi beli tersebut turun menjadi Rp3. Karenanya.000 merupakan nilai waktu yang tersisa.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Jika Entitas A tidak menggunakan opsinya. opsi jual tersebut tidak memiliki nilai intrinsik. dimana nilai intrinsiknya menjadi Rp3. hanya nilai waktu. Nilai wajar opsi beli turun menjadi Rp4. Nilai wajar awal dari kontrak pada 1 Februari 2002 adalah Rp5. maka pembayaran tidak akan terjadi. Dr Aset Opsi Jual Cr Kas Untuk mencatat pembelian opsi jual. karena harga exercise-nya (strike price) lebih rendah dari harga pasar per lembar saham (Rp100). adalah tidak ekonomis jika Entitas A menggunakan opsinya.000. Entitas A membukukan ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Harga per lembar saham saat kontrak ditandatangani pada 1 Februari 2002 adalah Rp100. 31 Januari 2003 Pada 31 Januari 2003.

kecuali: 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan dengan saham. sehingga Entitas B harus membayar selisih sebesar Rp3. Akibatnya. Entitas A menggunakan opsi belinya dan kontrak tersebut diselesaikan secara tunai.000 Rp3.000 (Rp95 x 1. dan Entitas A berkewajiban menyerahkan saham miliknya senilai Rp95. Entitas A membukukan jurnal yang sama seperti jurnal pada butir (a). Pada hari yang sama.000 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI24.000 pada Entitas A. Dr Kas Cr Aset Opsi Jual Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp98.000 kepada Entitas A. sehingga akhirnya Entitas B harus menyerahkan saham Entitas A senilai Rp2. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan saham.000 atau sama dengan 31.000 kepada Entitas A. Entitas A berkewajiban menyerahkan saham Entitas A senilai Rp98. Rp3. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . dan Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp95.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.6 (Rp3.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi.000/Rp95) lembar saham pada Entitas A. waktunya telah habis. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Dr Kerugian Rp1.000) pada Entitas B.000 Cr Aset Opsi Jual Rp1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 (Rp95 x 1000) kepada Entitas B.

000 Rp3.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Rp3. Premi yang diterima dibukukan sebagai ekuitas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Dr Ekuitas Cr Aset Opsi Jual Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Entitas B berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp98.000 Untuk mencatat kas yang diterima atas hak untuk menyerahkan saham Entitas A setelah satu tahun pada harga yang telah ditetapkan. jika Entitas A menggunakan opsinya.000 (Rp98 x 1000) pada Entitas A sebagai pengganti 1. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penerimaan kas yang nilainya telah ditetapkan atas penyerahan saham Entitas A yang jumlahnya telah ditetapkan. harga exercise per lembar ditetapkan sebesar Rp98. Pada saat penggunaannya.000 Rp5. maka kontrak tersebut memenuhi definisi instrumen ekuitas.000 (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI25. jika Entitas A menggunakan opsinya. Jurnal yang dibukukan Entitas A adalah sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Ekuitas Cr Kas Rp5. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas. 50. Karenanya. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a).000 lembar saham Entitas A yang diterimanya.5 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . 31 Desember 2002 Tidak ada jurnal yang harus dibukukan pada 31 Desember 2002 karena serah terima kas tidak terjadi dan karena kontrak memberi hak untuk menerima saham milik Entitas A dalam jumlah yang telah ditetapkan dengan menyerahkan kas yang nilainya telah ditetapkan. opsi jual akan mengakibatkan penerbitan saham dalam jumlah tertentu sebagai pengganti senilai tertentu kas yang diterima.

Contoh berikut mengilustrasikan ayat-ayat jurnal yang harus dibukukan atas penerbitan opsi-jual atas saham milik entitas yang akan diselesaikan (a) neto secara tunai. Jurnal yang dibukukan pada saat penyelesaian tergantung pada bagaimana penyelesaian tersebut dilakukan. atau (c) dengan mempertukarkan kas dengan saham. 31 Januari 2003 Entitas A menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto.000 Rp98. Contoh 6: Penerbitan Opsi Jual atas Saham CI27. Rp98. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Entitas A mengakui aset derivatifnya sesuai dengan ilustrasi pada butir (a) dan (b) di atas. Entitas B berkewajiban menyerahkan Rp98. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 secara tunai untuk 1. (d) Pilihan Penyelesaian CI26.000 lembar saham Entitas A yang diterimanya. Opsi tersebut tidak memenuhi kriteria instrumen ekuitas karena tidak dapat diselesaikan selain dengan cara Entitas A menerbitkan saham dalam jumlah yang telah ditetapkan sebagai pengganti kas atau aset keuangan lainnya yang diterimanya. Dalam hal ini. atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual tersebut sebagai aset keuangan. neto dengan saham. Dr Kas Cr Ekuitas Untuk mencatat penyelesaian kontrak.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . (b) neto dengan saham. Contoh ini juga mendiskusikan dampak dari pilihan penyelesaian dalam butir (d) di bawah.

Pihak Kedua Harga pasar per lembar saham pada 1 Feb 2002 Rp100 Harga pasar per lembar saham pada 31 Des 2002 RpU95 Harga pasar per lembar saham pada 31 Jan 2003 RpU95 Harga exercise yang ditetapkan untuk dibayar pada 31 Jan 2003 Rp98 Nilai kini harga exercise yang ditetapkan pada 1 Feb 2002 Rp95 Jumlah lembar saham menurut kontrak 1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 1 Feb 2002 31 Jan 2003 (European terms. dan Entitas A berkewajiban membayar. hanya dapat di-exercise pada saat jatuh tempo) Pemegang hak exercise Entitas B. dengan pengecualian bahwa Entitas A menerbitkan opsi jual atas saham miliknya. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Cr Kewajiban Opsi Jual Untuk mencatat penerbitan opsi jual. Selanjutnya.000 Asumsi: Tanggal Kontrak Tanggal Exercise (a) Kas untuk Kas (Penyelesaian Neto dengan Kas) CI28. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir 5(a) di atas.000 (Rp98 x 1000) yang diterimanya pada 31 Januari 2003. maka tidak ada pembayaran yang terjadi. pada 1 Februari 2002. sejumlah nilai wajar dari 1. Jika Entitas B tidak menggunakan haknya. .000 Nilai wajar opsi pada 31 Jan 2003 Rp3. Entitas A menyepakati sebuah kontrak dengan Entitas B yang memberi Entitas B sebuah hak untuk menerima.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.000 Nilai wajar opsi pada 31 Des 2002 Rp4.000 Nilai wajar opsi pada 1 Feb 2002 Rp5.000 lembar saham Entitas A yang beredar hingga 31 Januari 2003 sebagai pengganti Rp98. Rp5. jika Entitas B menggunakan haknya.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 Rp5.

31 Januari 2003 Dr Kewajiban Opsi Jual Rp1. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a).Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Jurnal yang dibukukan oleh Entitas A sama dengan jurnal pada butir (a). Dr Kewajiban Opsi Jual Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut diselesaikan neto secara tunai.000 (Rp95 x 1000).000 Cr Keuntungan Rp1. 31 Desember 2002 Dr Kewajiban Opsi Jual Rp1. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp95. dan Entitas B berkewajiban menyerahkan saham Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. Entitas A berkewajiban menyerahkan kas sejumlah Rp98.000 Untuk mencatat penurunan dalam nilai wajar opsi jual. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan dengan saham. Entitas A berkewajiban menyerahkan sahamnya senilai Rp98.000 kepada Entitas B.000 kepada Entitas B. Jadi Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp3. kecuali untuk hal-hal sebagai berikut: 31 Januari 2003 Entitas B menggunakan opsi jualnya dan kontrak tersebut harus diselesaikan neto dengan saham.000 Rp3. Pada hari yang sama. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Rp3.000 (b) Saham untuk Saham (Penyelesaian Neto dengan Saham) CI29.000 Cr Keuntungan Rp1. Akibatnya.000 kepada Entitas B.

000 dengan menyerahkan sahamnya pada Entitas B atau sama dengan 31. harga exercise ditetapkan sebesar Rp98. Asumsi yang digunakan sama dengan asumsi pada butir (a). Selanjutnya. Dr Ekuitas Rp95.000. .6 lembar saham (Rp3.000 secara tunai sebagai pengganti 1. Entitas A membukukan ayat-ayat jurnal sebagai berikut: 1 februari 2002 Dr Kas Rp5. Seperti pada butir (a) dan (b) di atas. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Entitas A senilai Rp95.000) kepada Entitas A. Entitas A harus membayar selisih sebesar Rp3. Dr Liabilitas Opsi Jual Rp3.000 dalam satu tahun.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. (c) Kas untuk Saham (Penyelesaian Fisik Bruto) CI30. dengan pengecualian bahwa penyelesaian akan dilakukan melalui penyerahan kas yang jumlahnya telah ditetapkan dan penerimaan saham dengan jumlah lembar saham yang telah ditetapkan jika Entitas B menggunakan opsinya. Karenanya Entitas A berkewajiban membayar Rp98.000 Cr Ekuitas Rp3.000/Rp95). yakniRp95.000 Untuk mencatat premi opsi yang diterima sebesar Rp5.000 Untuk mencatat nilai kini kewajiban penyerahan Rp98.000 pada ekuitas.000 lembar saham beredar Entitas A yang diterimanya jika Entitas B menggunakan opsinya. Penerbitan saham milik Entitas A harus dibukukan sebagai transaksi ekuitas.000 Cr Liabilitas Rp95.000 (Rp95 x 1.000 Cr Ekuitas Rp5. sebagai liabilitas.000 Untuk mencatat penyelesaian kontrak.

50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Dr Liabilitas Cr Kas Untuk mencatat penyelesaian kontrak. atau dengan mempertukarkan kas dan saham) menjadikan opsi jual sebagai liabilitas keuangan. Rp98. neto dengan saham.000 (Rp95 x 1000) yang diterimanya.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Jika tidak. (d) Pilihan Penyelesaian CI31.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Entitas B menggunakan opsi jualnya. 31 Januari 2003 Dr Beban Bunga Rp250 Cr Liabilitas Rp250 Untuk mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham.000 Rp98.0 31 Desember 2002 Dr Beban Bunga Rp2.000 secara tunai kepada Entitas B sebagai pengganti saham senilai Rp95. dan kontrak tersebut diselesaikan secara bruto. Pada hari yang sama. Entitas A berkewajiban menyerahkan Rp98.750 Untuk mengakui beban bunga yang dihitung menggunakan metode bunga efektif pada liabilitas sebesar nilai penebusan saham.750 Cr Liabilitas Rp2. Jika alternatif yang digunakan adalah mempertukarkan kas dengan saham (butir (c) di atas). Entitas A membukukan liabilitasya untuk menyerahkan kas sebagaimana ilustrasi pada butir (c) di atas. Adanya pilihan penyelesaian (seperti neto secara tunai. Entitas A akan membukukan opsi jual tersebut sebagai liabilitas derivatif.

104 (47) (50) 1. Laporan rugi laba untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20x1 Pendapatan Beban-beban (dikategorikan berdasarkan sifat atau fungsi) Laba Operasi Biaya-biaya keuangan . Penggunaan format lain juga diperkenankan.1 .215 (614) 1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.biaya-biaya keuangan lain-lain .956 20x0 Rp 1. Contoh berikut mengilustrasikan format laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan yang dapat digunakan entitas seperti reksa dana yang tidak memiliki ekuitas sebagaimana yang didefinisikan PSAK 50 (revisi 2010).312 (47) (50) 2.718 (644) 2.distribusi kepada anggota Perubahan aset neto diatribusi kepada pemilik 20x1 Rp 2. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 ENTITAS SEPErTI rEKSA DANA DAN KOPErASI OPErASI YANG MODAL SAHAMNYA BUKAN EKUITAS SEBAGAIMANA YANG DIDEfINISIKAN DALAM PSAK 50 (rEVISI 2010) Contoh 7: Entitas yang Tidak Memiliki Ekuitas CI32.007 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.

796 Total aset lancar 1. Contoh berikut mengilustrasikan format laporan laba rugi komprehensif dan laporan posisi keuangan yang dapat digunakan entitas yang.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.374 78.796 Total aset 92.422 1. Penggunaan format lain juga diperkenankan. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa .051 Contoh 8: Entitas yang Memiliki Ekuitas Tertentu CI33.422 1.869 136 (136) 80. modal sahamnya bukan merupakan ekuitas karena entitas tersebut memiliki kewajiban untuk sewaktu-waktu menebus modal sahamnya sesuai permintaan pemegangnya tetapi tidak mempunyai semua fitur atau memenuhi kondisi dalam paragraf 13 dan 14 atau paragraf 15 dan 16.484 Aset lancar (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) 1.796 80.484 Total aset tidak lancar 91. berdasarkan PSAK 50 (revisi 2010). 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.374 78.2 20x1 20x1 ASET rp rp rp rp Aset tidak lancar (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) 91.253 LIABILITAS Liabilitas jangka pendek (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 647 Total liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka pendek kecuali aset neto diatribusi kepada pemilik (diklasifikasikan sesuai dengan PSAK 1) Aset neto diatribusi kepada pemilik Laporan Posisi Keuangan pada 31 Desember 20x1 (647) 66 (66) 280 (280) 91.

Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.biaya-biaya keuangan lain-lain . .distribusi kepada anggota Perubahan aset neto diatribusi kepada pemilik Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 20x1 rp 20x1 rp rp 830 350 20x0 rp ASET Aset tidak lancar (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 908 Total aset tidak lancar Aset lancar (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 383 Total aset tidak lancar Total aset LIABILITAS Liabilitas jangka pendek (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 372 Modal saham yang dapat ditebus 202 Total liabilitas jangka pendek Total aset dikurangi liabilitas jangka pendek Liabilitas jangka panjang (dikategorikan sesuai dengan PSAK 1) 187 908 383 1.180 (574) 717 338 161 (499) 681 196 187 196 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Laporan laba rugi komprehensif untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20x1 20x1 rp 472 (367) 105 (4) (50) 51 20x0 rp 498 (396) 102 (4) (50) 48 Pendapatan Beban-beban (dikategorikan berdasarkan sifat atau fungsi) Laba Operasi Biaya-biaya keuangan .291 830 350 1.

* Pada contoh ini. saldo laba. CI35. dengan hasil sebesar Rp2. dll 530 530 717 485 485 681 NOTA MEMOrANDUM – Total Kepentingan Anggota Modal saham yang dapat ditebus Cadangan 202 530 732 161 485 646 AKUNTANSI UNTUK INSTrUMEN KEUANGAN MAJEMUK Contoh 9: Pemisahan Instrumen Keuangan Majemuk saat Pengakuan Awal CI34. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Tiap obligasi dapat dikonversikan setiap saat hingga saat jatuh temponya menjadi 250 lembar saham biasa.000 lembar pada awal Tahun 1.000 per obligasi. Paragraf 31 menjabarkan cara pemisahan komponen-komponen instrumen keuangan majemuk pada saat pengakuan awalnya. yaitu Rp1. tingkat bunga pasar untuk utang sejenis tanpa hak konversi sebesar 9%.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Obligasi tersebut berjangka waktu tiga tahun dan dijual sesuai nilai nominalnya.000. Ketika obligasi tersebut diterbitkan. entitas tidak memiliki kewajiban untuk menyerahkan sebagian cadangannya pada pemegang sahamnya Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . CADANGAN* Cadangan misalnya cadangan revaluasi. Contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana pemisahan tersebut dilakukan. Bunga dibayarkan di muka setiap tahunnya berdasarkan tingkat bunga nominal yaitu 6%.000. Sebuah entitas menerbitkan obligasi yang dapat dikonversi sejumlah 2.

harga dari sebuah fitur opsi beli yang dilekatkan pada sebuah obligasi tanpa opsi konversi ekuitas adalah Rp2. Nilai wajar komponen liabilitas dihitung menggunakan tingkat bunga diskonto 9 %.000 yang harus dibayar di muka setiap tahunnya selama tiga tahun 303.122 Komponen ekuitas (2.367 Nilai wajar dari bunga sebesar Rp120.1. CI38.000 yang harus dibayar dalam tiga tahun 1. Berdasarkan model penetapan harga opsi (option pricing model). Pada kasus ini. dan selisih antara hasil yang diterima dengan nilai wajar komponen liabilitas dialokasikan sebagai komponen ekuitas. Nilai obligasi sejenis tanpa opsi beli atau konversi ekuitas adalah Rp57. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.544. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CI36.000.848.848.878 Hasil penerbitan obligasi 2.000.755 Total komponen liabilitas 1. Komponen liabilitas harus diukur terlebih dahulu.000.122) 151.5 . yang merupakan tingkat bunga pasar untuk obligasi sejenis yang tidak memiliki hak konversi.000 . nilai yang dialokasikan kepada komponen liabilitas berdasarkan Paragaraf 34 adalah Rp55 (Rp57-Rp2) dan nilai yang dialokasikan pada komponen ekuitas adalah Rp5 (Rp60-Rp55). sebagaimana yang disajikan berikut ini: Rp Nilai sekarang dari pokok obligasi Rp2.000 Contoh 10: Pemisahan Instrumen Keuangan Majemuk yang Memiliki fitur Derivatif Melekat Berganda CI37. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana paragraf 34 memisahkan komponen liabilitas dan ekuitas pada intrumen keuangan majemuk yang memiliki fitur derivatif melekat berganda.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Diasumsikan bahwa hasil (proceeds) yang diterima dari penerbitan selembar callable convertible bond adalah Rp60.

Pada tanggal penerbitannya. jadi tidak ada premi atau diskon.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. Debenture ini dapat dikonversi menjadi saham biasa Entitas A dengan harga konversi Rp25 per lembar. Bunga dibayar tunai tiap setengah tahun. nilai nominal dari instrumen tersebut diasumsikan sama dengan nilai tercatat agregat komponen liabilitas dan ekuitas dalam laporan keuangan. Juga dalam rangka penyederhanaan. Entitas A menerbitkan sebuah 10% . Contoh 11: Pembelian Kembali Instrumen yang Dapat Dikonversi CI39. setoran pajak dihapuskan dalam contoh ini. Contoh berikut mengilustrasikan bagaimana sebuah entitas mengakui pembelian kembali sebuah instrumen yang dapat dikonversi.debenture yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp1. Untuk menyederhanakan. CI40. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50.000 yang jatuh tempo dalam 10 tahun dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% majemuk setengah tahunan Komponen Ekuitas (selisih antara Rp1000 – total hasil dan Rp940 – hasil alokasi di atas) Total hasil yang diperoleh Rp 597 343 940 60 1.000 dan jatuh tempo pada 31 Desember 2008.(Debenture – obligasi tanpa jaminan) CI41. Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang berjangka sepuluh tahun dengan tingkat bunga kupon 11 persen. pada saat penerbitannya. Pada 1 Januari 1999.000 Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . Dalam laporan keuangan Entitas A. nilai tercatat debenture pada saat penerbitannya dialokasikan sebagai berikut Komponen Liabilitas Nilai kini dari 20 kali pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50 dengan tingkat bunga diskonto sebesar 11% Nilai kini dari nilai nominal Rp1.

yang di diskonto pada 11 dan 8% Nilai kini dari Rp1.700. CI43. Entitas A membukukan pembelian kembali debenture tersebut sebagai berikut: Dr Komponen Liabilitas Rp962 Dr Beban Penyelesaian Utang (laporan laba rugi) Rp119 Cr Kas Rp1. Entitas A mengajukan tender offer kepada pemegang debenture untuk membeli kembali debenture tersebut dengan harga Rp1.700. bunga majemuk tengah tahunan Komponen Ekuitas Total 377 405 585 962 60 1. . 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 CI42.081 (119) 619* (559) 1.000 yang jatuh tempo dalam 5 tahun dan didiskonto pada 11 dan 8%. yang kemudian disetujui. debenture yang dapat dikonversi tersebut memiliki nilai wajar Rp1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. CI44.700 (678) * Jumlah ini mewakili selisih antara nilai wajar yang dialokasikan ke komponen kewajiban dan harga pembelian kembali sebesar Rp1. Pada 1 Januari 2004. Harga pembelian kembali dialokasikan sebagai berikut: Nilai tercatat rp NilaiPerbedaan wajar rp rp Komponen Liabilitas: Nilai kini dari 10 pembayaran bunga tengah tahunan sebesar Rp50.022 676 1. Entitas A dapat menerbitkan instrumen utang yang tidak dapat dikonversi berjangka lima tahun dengan tingkat bunga kupon sebesar 8 persen.081 Untuk mengakui pembelian kembali komponen liabilitas Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.700 CI45. Pada tanggal pembelian kembali.

CI49.000 /Rp20 per lembar 50 lembar Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa . CI47. Dr Ekuitas Rp619 Cr Kas Rp619 Untuk mencatat kas yang dibayarkan untuk komponen ekuitas CI46.debenture yang dapat dikonversi dengan nilai nominal Rp1.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 50. Nilai wajar pertambahan nilai yang harus dibayarkan oleh Entitas A dihitung dengan cara sebagai berikut: Jumlah lembar saham biasa yang akan diterbitkan pada pemegang debenture berdasarkan persyaratan konversi yang telah diubah: Nilai nominal Harga konversi yang baru Jumlah saham biasa yang akan diterbitkan dalam pelaksanaan konversi Rp1. Entitas A menerbitkan sebuah 10% . untuk mendorong agar pemegang debenture segera melakukan konversi. Contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana sebuah entitas membukukan adanya tambahan jumlah yang dibayarkan jika persyaratan sebuah instrumen yang dapat dikonversi diubah guna mendorong konversi dini.000 dan dengan persyaratan yang sama dengan instrumen pada Contoh 11. Pada 1 Januari 2000. Pada 1 Januari 1999. Komponen ekuitas tetap sebagai ekuitas. CI48.Diasumsikan harga pasar saham biasa Entitas A pada tanggal perubahan persyaratan tersebut adalah Rp40 per lembar. Entitas A mengurangi harga konversi menjadi Rp20 jika debenture tersebut dikonversi sebelum 1 Maret 2000 (atau dalam 60 hari). namun dapat ditransfer/diubah menjadi ekuitas yang berbeda. Contoh 12: Amandemen persyaratan instrumen yang dapat dikonversi untuk mendorong konversi dini.

Rp40 per lembar x 10 lembar tambahan Rp1. 50 (revisi 2010) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Jumlah lembar saham biasa yang akan diterbitkan bagi pemegang debenture berdasarkan persyaratan konversi yang lama: Nilai nominal Harga konversi yang lama Jumlah saham biasa yang akan diterbitkan dalam pelaksanaan konversi Total penambahan penerbitan saham biasa dalam pelaksanaan konversi Nilai tambahan saham biasa yang diterbitkan dalam pelaksanaan konversi. Hak Cipta © 2010 Ikatan akuntan IndonesIa 50.Instrumen keuangan: Penyajian ed Psak no.000 /Rp25 40 10 per lembar lembar lembar Rp400 CI50. . Tambahan sebesar Rp400 di atas dibukukan sebagai kerugian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful