MAKALAH MODUL TERINTEGRASI PEMERIKSAAN FISIK

D I S U S U N OLEH : KELOMPOK I
CHRISTINA SIMAMORA DESI ANDRIANI DESTI PURNAMA SARI SARAGIH HERFINA SIRINGO-RINGO JUSMANIAR LIDUWINA BR. GINTING NOVA YANTA MARBUN PUTRI MEISARAH RAFIKA TAMPUBOLON RINI TAMPUBOLON SITI HAJAR SRI WAHYUNI SURNAYANTI WICAK TINI HIA

Dosen Pembimbing : dr. Marlina Ragagukguk

FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN TINGKAT I-A JURUSAN D-III KEBIDANAN UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA MEDAN

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah tentang Modul Terintegrasi Pemeriksaan Fisik. Dalam makalah ini, penulis membahas sebuah skenario mengenai kehamilan yang membahagiakan, yang bertujuan mengetahui gejala dan penyebab partus beserta gangguan-gangguan lainnya selama kehamilan. Atas terselesaikannya makalah ini, penulis menyampaikannya terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan materi dan semua pihak yang turut berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini. Namun, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut.

Tim penyusun,

KELOMPOK I

LATAR BELAKANG
Angka kematian ibu masih cukup tinggi sampai saat ini. Penyebab kematian tertinggi adalah perdarahan, keracunan kehamilan dan infeksi. Salah satu dari beberapa faktor tidak langsung penyebab kematian ibu adalah anemia. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Risiko kematian maternal, angka prematuritas, berat badan bayi lahir rendah, dan angka kematian perinatal meningkat. Di samping itu, perdarahan antepartum dan postpartum lebih sering dijumpai pada wanita yang anemis dan lebih sering berakibat fatal, sebab wanita yang anemis tidak dapat mentolerir kehilangan darah. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan abortus, partus imatur/prematur, gangguan proses persalinan (inertia, atonia, partus lama, perdarahan atonis), gangguan pada masa nifas (subinvolusi rahim, daya tahan terhadap infeksi dan stres kurang, produksi ASI rendah), dan gangguan pada janin (abortus, dismaturitas, mikrosomi, BBLR, kematian peri natal, dan lain-lain). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya anemia pada kehamilan dan hubungannya dengan kemungkinan terjadinya komplikasi pada kehamilan, persalinan dan nifas. Konsumsi tablet Fe sangat berpengaruh terhadap terhadap terjadinya anemia, khususnya pada trimester kedua, ketiga dan masa nifas. Hal ini disebabkan kebutuhan zat besi pada masa ini lebih besar dibanding pada trimester pertama dan menunjukkan pentingnya pemberian tablet Fe untuk mencegah terjadinya anemia pada kehamilan dan nifas. Komplikasi yang dominan disebabkan oleh anemia adalah terjadinya penyakit infeksi pada masa nifas, diikuti dengan partus lama dan perdarahan pada persalinan. Dengan memperhatikan hasil penelitian di atas, disarankan untuk meningkatkan cakupan K1 ibu hamil agar dapat diberikan tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia atau sebagai terapi apabila sudah terjadi anemia. Mengingat pengaruh anemia terhadap terjadinya komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas yang mulai tampak pada trimester pertama dan besarnya pengaruh tablet tambah darah perlu diberikan tablet tambah darah bukan hanya pada ibu hamil, melainkan juga pada ibu nifas

DAFTAR ISI

SKENARIO

MODUL SKEHAMILAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Seorang ibu muda, Nyonya Budi, hamil anak kedua yang jarak kehamilannya hanya satu tahun. Usia ibu tersebut 27 tahun. Nyonya Budi sering sakit-sakitan dan anemis dan lagi kelihatan agak pendek. Usia kehamilannya sekarang memasuki bulan ke9 dan Nyonya Budi kelihatan sangat gelisah dalam menghadapi persalinannya kali ini. Suatu hari, dia datang ke praktek bidan dekat rumahnya untuk periksa hamil. Bidan tersebut mengatakan kalau Nyonya Budi akan partus dan jangan pulang lagi. Nyonya Budi bersikeras meminta pulang karena ia ingin ditolong bidan tetangga di kampungnya karena masih ada hubungan saudara. Bidan yang memeriksa Nyonya Budi adalah bidan yang sudah mencapai tingkat bidan delima internasional.

PEMBAHASAN
1. Bagaimana kemungkinan persalinan Nyonya Budi ? 2. Bagaimana bentuk penanganan bidan terhadap Nyonya Budi ? 3. Apa yang sebaiknya dilakukan bidan tersebut sehubungan dengan permintaan Nyonya Budi ? 4. Apa yang dilakukan bidan praktek tersebut sehingga mendapat predikat bidan delima ?

I.

TERMINOLOGI
1. Anemis • Konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. 2. Kehamilan • • Masa di mana seorang wanita membawa hasil konsepsi pertemuan antara sel sperma dan sel telur yang sudah dibuahi didalam tubuhnya. Suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan. 3. Persalinan • • Peristiwa lahirnya anak disertai plasenta dan air ketuban dari kandungan ibunya. Proses pengeluaran hasil konsepsi (janin / uri) yang telah cukup bulan dan dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir atau jalan lain. 4. Praktek Bidan • Serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya) 5. Partus • 6. Bidan • Seseorang yang telah mengikuti program pendidikan bidan yang diakui di negaranya, telah lulus dari pendidikan tersebut serta memenuhi kualifikasi untuk didaftar (register) dan memiliki izin yang sah (lisensi) untuk melakukan praktek bidan. Suatu proses pengeluaran hasil konsep yang dapat dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.

o Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. bernilai tambah.7. Bidan delima • Suatu program terobosan strategis yang mencakup : o Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. o Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria. dan memiliki hak paten. dan semangat tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri. o Mempunyai standar kualitas. o Merk Dagang/Brand. lengkap. dan proses baku yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. mempertahankan dan meningkatkan kualitas. unggul. o Menganut prinsip pengembangan diri atau self development. dapat memuaskan klien beserta keluarganya. khusus. system. .

Keadaannya saat ini kurang baik karena ia sering sakit-sakitan. anemis dan lagi kelihatan agak pendek sehingga ia sangat gelisah dalam menghadapi persalinannya kali ini yang memasuki bulan ke-9. MENENTUKAN MASALAH • • • • Nyonya Budi hamil anak kedua yang jarak kehamilannya satu tahun Nyonya Budi sering sakit-sakitan. MENGANALISIS MASALAH • • • • Kemungkinan Nyonya Budi belum menggunakan KB setelah persalinan pertamanya Kondisi Nyonya Budi saat ini akan berpengaruh terhadap kehamilan dan persalinannya Nyonya Budi khawatir akan proses persalinannya nanti karena keadaannya yang kurang baik atau sakit-sakitan. Bidan tersebut mengatakan bahwa Nyonya Budi akan segera partus dan bidan tersebut menyarankan agar . KESIMPULAN SEMENTARA Seorang ibu muda bernama Nyonya Budi. berusia 27 tahun.II. Nyonya Budi lebih mempercayai bidan tetangga di kampungnya yang masih ada hubungan saudara untuk menangani proses perssalinannya daripada bidan yang telah mendapat predikat bidan delima internasional IV. Kemudian ia memeriksakan kehamilannya kepada seorang bidan yang telah mendapat predikat bidan delima internasional. hamil anak kedua yang jarak kehamilannya dengan anak pertama adalah satu tahun. anemis dan lagi kelihatan agak pendek Nyonya Budi sangat gelisah dengan persalinannya kali ini yang memasuki usia bulan ke-9 Permintaan pulang Nyonya Budi kepada bidan tersebut untuk ditolong bidan tetangga di kampungnya yang masih ada hubungan saudara III.

.Nyonya Budi tetap berada di tempat praktek bidan tersebut. namun Nyonya Budi lebih mempercayai kehamilannya kepada bidan tetangga di kampungnya yang masih memiliki hubungan saudara dengannya.

konsep dan prinsip manajemen pada umumnya dan langkah-langkah manajemen kebidanan) • • Mengetahui lingkup praktek kebidanan (ruang lingkup dan sasaran serta lahan praktek dan kebidanan) Mengetahui pengorganisasian praktek asuhan kebidanan (pelayanan mandiri.V. TUJUAN PEMBELAJARAN • • • • • • • • • Mengetahui kemungkinan persalinan Nyonya Budi Mengetahui bentuk penanganan yang akan dilakukan bidan terhadap Nyonya Budi Mengetahui bagaimana seorang bidan bisa mendapatkan predikat bidan internasional Mengetahui pengaruh kondisi Nyonya Budi terhadap kehamilan dan persalinannya Mengetahui hal-hal mengenai kehamilan dan persalinan Mengetahui faktor penyebab partus pada ibu hamil Mengetahui asuhan kebidanan selama persalinan dan nifas Mengetahui sejarah perkembangan profesi. kolaborasi dan rujukan) . pelayanan dan pendidikan bidan secara nasional dan internasional (di luar dan dalam negeri) Mengenal konsep kebidanan sebagai dasar dalam praktek kebidanan (pengertian manajemen.

Plasenta menjadi tua dengan tuanya kehamilan vili koridies mengalami perubahan-perubahan sehingga kadar esterogen dan progesterone menurun. PARTUS / MELAHIRKAN Pengertian Partus adalah suatu proses pengeluaran hasil konsep yang dapat dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar. Proses membukanya serviks sebagai akibat his dibagi dalam 2 fase 1. Tekanan pada ganglion servikale dari houser yang terletak di belakang serviks. Fase akselerasi (dalam waktu 2 jam pembukaan 3 cm menjadi 4 cm) b. Fase aktif a. (Prawirohardjo. Kadar prostaglandin adalah kehamilan dari minggu ke 15 hingga akan meningkat lebih-lebih sewaktu partus. 3. Fase dilatasi maksimal (dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 cm menjadi 9 cm) . Penurunan kadar hormon estrogen dan progresteron.LEARNING ISSUE I. selama 8 jam pembukaan mencapai diameter 3 cm. 1999) Etiologi Sebab-sebab mulainya persalinan : 1. 4. Fase Laten Berlangsung sangat lambat. 2. menurunnya kadar hormon ini terjadi kira-kira 1-2 minggu sebelum partus dimulai 2.

Dapat terjadi pengeluaran tanda : Pengeluaran lendir Lendir bercampur darah 3. perdaraan serviks dan pembukaan serviks) Penanganan kala I 1. Jika ibu tersebut tampak kesakitan dukungan / asuhan yang dapat diberikan : − Lakukan perubahan posisi − Posisi sesuai dengan keinginan ibu terjadi jika ini ditempat tidur sebaiknya dianjurkan miring kekiri − Sarankan untuk berjalan miring . Dapat disertai ketuban pecah Pada pemeriksaan dalam dijumpai perubahan serviks (perlunakan serviks. Bantulah ibu dalam perslainan jika ia tampak gelisah. Tanda-tanda Persalinan Gejala persalinan sebagai berikut : 1.c. ketakutan : − Berilah dukungan dan yakinkan diri − Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinan − Dengarkan keluhan 2. Fase deselerasi (pembukaan menjadi lambat kembali dalam 2 jam pembukaan 9 cm menjadi lengkap). Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek 2.

− Ajaklah orang yang menemaninya untuk memijat atau menggosok penggungnya − Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai kesanggupan − Ajarkan tekik Bernafas ibu dan diminta menarik nafas panjang. menahan nafasnya sebentar kemudian dilepas dengan cara meniup udara. Memperbolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya serta BAK / BAB 5. keluar sewaktu-waktu terasa kontraksi 3. Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin . Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan pada hasil pemeriksaan 4. Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi berikan ibu cukup minum 6.

walau tidak dipungkiri dalam beberapa kasus mungkin terjadi komplikasi sejak awal karena kondisi tertentu/ komplikasi tersebut terjadi kemudian. . Perilaku ibu selama masa kehamilannya akan mempengaruhi kehamilannya. Seorang bidan harus memahami bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses yang alamiah dan fisiologis. perilaku ibu dalam mencari penolong persalinan akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang dilahirkan. Selain semakin kuat mules juga akan semakin sering. perut bawah sampai pangkal paha. Lalu apa saja tandanya kalau memang seorang ibu hamil tiba waktunya untuk melahirkan ? Berikut adalah tanda-tanda bahwa persalinan sudah menjelang: 1. Bidan harus mempertahankan kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi pada saat kehamilan dan persalinan sebagai satu kesatuan yang utuh. Tanda-tanda Persalinan Sudah Dekat Persalinan Pada postingan mengenai Persiapan Menghadapi Persalinan. psikososial dan kultural.II. Selama itu berapa kali mules terjadi. Kehamilan dan persalinan merupakan pengalaman yang sangat bermakna bagi perempuan. salah satu hal yang harus diketahui adalah tanda-tanda bahwa persalinan memang sudah dekat . semakin sering berarti jarak antara mules pertama dan berikutnya akan semakin pendek. Adanya mules yang frekuensi dan kekuatannya semakin lama semakin kuat. namun lama kelamaan akan terasa lebih kuat. Pada awalnya mules akan terasa seperti mules ketika haid. Bidan atau dokter akan menghitung dalam durasi 10 menit. keluarga dan masyarakat. Proses kelahiran meliputi kejadian fisik. KEHAMILAN DAN PERSALINAN PEMAHAMAN TENTANG KEHAMILAN DAN PERSALINAN. menjalar dari pinggang.

maka ketika diraba akan terasa keras dan tegang. Itu menandakan sudah adanya proses pembukaan mulut rahim yang berarti akan dimulainya proses persalinan. maka pembuluh darah yang meregang akan pecah dan mengeluarkan sedikit darah. Lama-lama mules akan bertambah sering dan juga lama ( lebih dari 40 detik dalam satu kali mules). perut teraba tegang dan keras. 3. Kadang-kadang langsung terjadi keluarnya cairan ketuban yang baunya khas (amis) Ketuban idealnya pecah/dipecahkan ketika pembukaan mulut rahim sudah lengkap. dan bayi sudah benar-benar akan lahir. Oleh karena itu harus segera memeriksakan diri ke dokter. kemungkinan mulesnya disebabkan oleh mules pada perut (sakit perut biasa). Namun tidak jarang ketuban pecah pada pembukaan yang masih dini. Segera periksakan diri ke dokter. Mules adalah manifestasi dari tegangnya otot-otot rahim yang berusaha “mengeluarkan” isi dari rahimnya itu sendiri yaitu janin. Keluarnya lendir bercampur darah. placenta beserta air ketubannya. sehingga potensi terjadinya infeksi semakin besar. Kalau ketuban sudah pecah. . Kadang-kadang wanita merasa mules tetapi perutnya tidak menegang. Anda bisa menghitungnya sendiri. Ketika mulut rahim menipis yang pada akhirnya membuka untuk memberi jalan kepada bayi untuk “lewat”. 4. biasanya dalam 10 menit terjadi 4-5 kali mules. 2. Ketika terjadi mules.Awalnya dalam 10 menit mules terasa 1-2 kali. anda sebaiknya menghubungi dokter. Ketika mules semakin sering. Karena ketika ketuban pecah. semakin lama semakin kuat. Itu menandakan persalinan semakin dekat. selaput pembungkus yang melindungi bayi telah terbuka. Karena otot-otot menegang. bidan atau segera pergi ke rumah sakit. baik disertai atau tidak oleh mules. Tapi hati-hati kalau darah yang keluar terlalu banyak atau berwarna segar. maka anda harus segera memeriksakan diri tanpa menunggu datangnya mules.

yaitu : 1. itulah tanda-tanda persalinan yang harus dikenali ibu hamil. 4. Lendir ini mulanya menyumbat leher rahim. dan terdorong keluar oleh kontraksi yang membuka mulut rahim. Ada perasaan mengganjal pada daerah selangkangan. Setiap kontraksi akan diikuti dengan mengerasnya rahim. dengan rasa nyeri yang makin lama makin kuat dan sering. putih kekuningan dan jumlahnya cukup banyak. yang kemudian melunak lagi. Pada akhir kehamilan. Kontraksi ini dating lalu hilang lagi secara teratur. Hal itu tentu akan terasa mengganjal pada daerah pangkal paha. Tanda-tanda lain yang harus diketahui adalah adanya komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Bila sedang terjadikontraksi. apalagi bila persalinan sudah sangat dekat. lalu menjalar ke bawah. nyeri. Tahap Pembukaan . TAHAP – TAHAP PERSALINAN Ada beberapa tahap dalam persalinan.5. JIka kontraksi sudah terjadi setiap 5 menit sekali. pada saat yang bersamaan pengerasan rahim akan menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit saat kontraksi dimulai dari rahim bagian atas. Kontraksi biasanya disertai rasa sakit. Kontraksi rahim terus berlangsung sampai bayi lahir. Ini adalah air dari ketuban yang pecah akibat kontraksi yang makin sering terjadi. 3. yakni ke bagian atas tulang kemaluan. Keluarnya cairan yang jernih. yaitu : 1. atau kejang. segera bawa ke rumah sakit. kepala atau bagian terbawah janin akan semakin turun dan menekan dasar panggul. Tanda-tanda Kelahiran Ada beberapa tanda yang menjadi patokan bahwa kelahiran sudah dekat. Nah. 2. sehingga dia tidak terlambat mendapat pertolongan. Keluarnya lendir bercampur darah dari vagina.

* Dengan intensitas kontraksi yang semakin cepat dan kuat. Tahap Pengeluaran Bayi Tahap kedua ini berlangsung dari membukanya mulut rahim secara penuh. yang disertai dengan keinginan ibu untuk mengejan. Kontraksi rahim. Bergeraknya bayi melaui jalan lahir akan dibantu oleh kontraksi rahim dan otot – otot perut. otot – otot leher rahim kian tipis. Rahim dan vagina Anda akan membentuik jalur cekungan. sehingga melebarkan jalan lahir * Leher rahim sudah memasuki bukaan ke 7. Dapat diketahui posisi janin dalam mulut rahim adalah sebagai berikut : * Persalinan diawali dengan mulai menipisnya otot – otot leher rahim akibat perubahan hormon. * Kontraksi yang menetap dan makin meningkat intensitasnya akan menipiskan otot – otot leher rahim. Biasanya berlangsung selama 2 jam. * Leher rahim yang mati rasa menunjukkan Anda sudah memasuki bukaan 10. Jika anda mengalami hal tersebut. karena dorongan bayi yang makin kuat. dan berakhir pada saat kepala bayi sudah menempati posisinya dijalan lahir. anda dapat melakukan hal – hal sebagai berikut : * Beristirahatlah sejenak dan biarkan dokter. bidan atau suster mengurus bayi Anda dan diri anda. leher rahim sudah membuka penuh 2. ditambah upaya anda untuk mengejan akan menyebabkan kepala bayi sedikit demi sedikit akan muncul. . terasa panas dan sakit.Tahap ini dimulai sejak tanda – tanda persalinan. Artinya.sampai bayi lahir. lalu kepala dan tubuh bayi akan bergerak melalui jalan lahir tersebut.

nifas. mempunyai kebutuhan dasar yang bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya.* Jangan panik jika bayi tidak terlihat secantik harapan anda. karena berhasil menjadi tim yang sangat kompak dalam ”memproduksi” suatu ”Karya besar”. Pengaruh proses persalinan membuat bayi terlihat jauh dari cantik. ¬ Setiap perempuan merupakan pribadi yang mempunyai hak. ¬ Perbedaan kebutuhan & kebudayaan merupakan tuntutan agar lebih memperhatikan perempuan selama proses hidupnya. ¬ Perempuan mempunyai partisipasi aktif dalam pelayanan yang diperoleh selama kehamilan. ¬ Membuat keputusan mengenai cara pelayanan yang disediakan untuknya. Ia sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga. sehingga tubuhnya ”menggembung”. PEREMPUAN Perempuan adalah makhluk Bio-Psiko-Sosial-Kultural dan Spiritual yang utuh dan unik. Tahap lepasnya ari – ari dari dalam rahim juga Anda akan merasakan ikatan yang kuat dengan suami. 2. sosial dan budaya membedakan tiap perempuan. persalinan. emosional. ¬ Keunikan secara fisik. tidak lebih dari 20 menit. . 3. sekaligus bercampur dengan rasa tanggung jawab yang muncul. • Perempuan merupakan penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan.Perasaan terikat dengan bayi yang baru dilahirkan akan anda rasakan pula. Tahap Pengeluaran Plasenta Tahap ketiga biasanya berlangsung cepat. sebagai tanda dimulainya peran baru Anda sebagai orang tua.. ia ”berkuban” didalam cairan amnion (ketuban). kebutuhan serta harapan. Selama di dalam rahim. Oleh karena itu kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan dan kondisi dari wanita/ ibu dalam keluarga.

♣ Sebagai pelaksana penelitian dalam pelayanan kebidanan. Ibu dan keluarga adalah pusat asuhan kebidanan yang mengharuskan bidan bersama wanita dan keluarga bekerja memberdayakan dirinya. ♣ Pendidikan dukun beranak. ♣ BIDAN mempunyai power untuk mempengaruhi dan memberikan asuhan kebidanan. ♣ Meningkatkan upaya penerimaan gerakan KB. ♣ Sebagai pendidik klien. PEMBERDAYAAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN Perempuan harus diberdayakan supaya mampu membuat keputusan tentang kesehatan diri dan keluarga melalui KIE & Konseling sehingga suara perempuan lebih terdengar dan mempunyai kekuatan dalam dirinya untuk membuat suatu . 4. Proses yang fisiologis harus didukung dan dipertahankan tapi bila timbul penyulit harus digunakan teknologi dan referral yang efektif untuk memperoleh ibu dan bayi yang sehat. masyarakat & calon tenaga kesehatan. 3. ♣ Meningkatkan sistem rujukan. FUNGSI UTAMA BIDAN BAGI MASYARAKAT : ♣ Mengupayakan kesehatan ibu dan bayinya.• Para wanita di masyarakat adalah penggerak dan pelopor dari peningkatan kesejahteraan keluarga. ♣ Sebagai pelaksana asuhan/ pelayanan kebidanan. FUNGSI PROFESI DAN MANFAATNYA FUNGSI UTAMA PROFESI KEBIDANAN adalah untuk mengupayakan kesejahteraan ibu dan bayinya. ♣ Sebagai pengelola pelayanan KIA/ KB. keluarga. ♣ Meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat. JOB FUNGSIONAL SEORANG BIDAN : ♣ Memberikan pelayanan kebidanan sebagai tenaga terlatih.

budaya. saling percaya dan komitmen memelihara serta meningkatkan kesejahteraan ibu dan janin/ bayinya. ♣ Ibu diberikan hak dan pilihan dalam meningkatkan derajat kesehatan sesuai dengan informasi yang didapat dari bidan. ¬ ASUHAN KEBIDANAN adalah aktifitas atau intervensi yang dilaksanakan oleh bidan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ permasalahan khususnya dalam bidang KIA/ KB. memperhatikan pengaruh sosial. nifas. 5. masa persalinan. ♣ Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan. ♣ Seorang bidan. ASUHAN KEBIDANAN DEFINISI ¬ ASUHAN KEBIDANAN adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/ masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil. kompetensi. ϖ Prosedur tindakan dilakukankan bidan sesuai wewenang dalam lingkup prakteknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan. emosional. bayi setelah lahir serta keluarga berencana. DENGAN ADANYA HAL TERSEBUT DIHARAPKAN : ♣ Perempuan dapat melewati setiap fase hidupnya dengan aman. ♣ Bidan memotivasi dan menggerakkan masyarakat terutama kaum wanita dalam rangka mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. kode etik serta hubungan . psikologis.keputusan yang disertai dengan informasi yang berimbang dari seorang bidan. ♣ Bidan bersedia untuk mengembangkan konsep ham. suara hati. PEMAHAMAN TENTANG ASUHAN KEBIDANAN ϖ Asuhan kebidanan diberikan dengan prinsip bela rasa. etika. fisik. keluarga & pemberi asuhan. bersama wanita dan keluarga bekerja memberdayakan dirinya. spiritual.

emosional. sosial. ϖ Standar dalam asuhan kebidanan juga sangat penting untuk menentukan apakah seorang bidan telah melanggar kewajibannya dalam menjalankan tugasnya.interpersonal dan hak dalam mengambil keputusan dengan prinsip kemitraan dengan perempuan. psikis. Tujuan yang utama dari asuhan kebidanan adalah menurunkan angka kematian ibu dan bayi. janin / bayi dan penolong serta kepuasan perempuan dan keluarganya. ♣ Asuhan kebidanan dilakukan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga. ♣ Bidan melakukan tindakan yang inisiatif bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya. mengutamakan keamanan ibu. budaya. 6. ϖ Selayaknya seorang bidan menerapkan seni dalam asuhannya dimana seni asuhan kebidanan merupakan cara bidan dalam memberi pelayanan mencakup sensitifitas tinggi tentang kebutuhan perempuan. ♣ Bidan adalah pemberi pelayanan kesehatan yang memiliki otonomi penuh dalam praktiknya yang berkolaborasi dengan tim kesehatan lainnya. ♣ Tindakan kebidanan dilaksanakan sesuai dengan prosedur tetap dan wewenang bidan atau hasil kolaborasi. spiritual serta pengalaman reproduksi. KOLABORASI DAN PARTNERSHIP ♣ Praktik kebidanan dilakukan dengan menempatkan perempuan sebagai partner dengan pemahaman holistik terhadap perempuan sebagai satu kesatuan fisik. .

Dari tahun ke tahun permintaan masyarakat terhadap peran aktif Bidan dalam memberikan pelayanan terus meningkat.org PROGRAM BIDAN DELIMA PENDEKATAN INOVATIF KUALITAS PELAYANAN BIDAN I. 2. PENDAHULUAN A. masa interval. Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan Pelayanan Kebidanan (Kesehatan Reproduksi) kepada perempuan remaja putri. klimakterium. bersalin. Bidan dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuan sekaligus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanannya termasuk pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. keluarga dan masyarakat dapat tercapai. DASAR HUKUM 1. ibu hamil. LATAR BELAKANG Sebagai salah satu profesi dalam bidang kesehatan. Karena hanya melalui pelayanan berkualitas pelayanan yang terbaik dan terjangkau yang diberikan oleh Bidan. dan menopause. Anggaran Dasar IBI Bab II Pasal 8 dan Anggaran Rumah Tangga IBI Bab III Pasal 4. bayi baru lahir. nifas. . 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. B. Selain itu Bidan juga berwenang untuk memberikan Pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Masyarakat. Ini merupakan bukti bahwa eksistensi Bidan di tengah masyarakat semakin memperoleh kepercayaan. pengakuan dan penghargaan.bidanindonesia. kepuasan pelanggan baik kepada individu. anak balita dan prasekolah. UU No. 58% pelayanan kontrasepsi suntik dilakukan oleh Bidan Praktek Swasta dan 25% pemakai kontrasepsi pil. Peran aktif Bidan dalam pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana sudah sangat diakui oleh semua pihak. calon pengantin. Peranan Bidan dalam pencapaian 53% prevalensi pemakaian kontrasepsi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 66% persalinan. 25 % IUD dan 25 % implant dilayani oleh Bidan Praktek Swasta (Statistik Kesehatan 2001). 80% dari pelayanan Keluarga Berencana dilakukan oleh Bidan. 93% kunjungan ante natal (K1). Berdasarkan hal inilah.Bidan Delima Sumber : IBI / www.

8.3. 5. 3. Rekrutmen Bidan Delima ditetapkan dengan kriteria. 7. dan memiliki hak paten. 2. C. dan proses baku yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan. dan semangat tumbuh bersama melalui dorongan dari diri sendiri. MANFAAT Banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berpartisipasi sebagai Bidan Delima yang tentunya akan mendukung performa dan identitas profesionalisme Bidan Praktek Swasta. diantaranya adalah: 1. bernilai tambah. dapat memuaskan klien beserta keluarganya. khusus. Jaringan yang mencakup seluruh Bidan Praktek Swasta dalam pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. LOGO BIDAN DELIMA Makna yang ada pada Logo Bidan Delima adalah: . 4. KONSEP BIDAN DELIMA A. PENGERTIAN Bidan Delima adalah suatu program terobosan strategis yang mencakup : • • • • • • Pembinaan peningkatan kualitas pelayanan bidan dalam lingkup Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Kebanggaan profesional Kualitas pelayanan meningkat Pengakuan organisasi profesi Pengakuan masyarakat Cakupan klien meningkat Pemasaran dan promosi Penghargaan bidan delima Kemudahan lainnya II. Kepmenkes No. lengkap. B. SPK (Standar Pelayanan Kebidanan) IBI 2002. Mempunyai standar kualitas. Merk Dagang/Brand. Menganut prinsip pengembangan diri atau self development. 900/VII/2002 tentang Registrasi dan Praktek Bidan. 6. system. mempertahankan dan meningkatkan kualitas. unggul. 4.

TUJUAN 1. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. → Warna yang melambangkan ketegasan dan kesetiaan dalam melayani kaum perempuan (ibu dan anak) tanpa membedakan. dengan tindakan kebidanan sesuai standar dan kode etik profesi. terjangkau. indah. → Warna melambangkan keberanian dalam menghadapi tantangan dan pengambilan keputusan yang cepat. aman-nyaman. 4. Mengembangkan kepemimpinan Bidan di masyarakat. C. Meningkatkan profesionalitas Bidan. Mempercepat penurunan angka kesakitan dan kematian Ibu. 2. ramah-tamah. Visi Meningkatkan kualitas pelayanan untuk memberikan yang terbaik. sentuhan yang manusiawi. memberikan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan pelanggannya (Service Excellence). Meningkatkan cakupan pelayanan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana. ramah-tamah. VISI DAN MISI 1. Bayi dan Anak. → Buah yang terkenal sebagai buah yang cantik. keluarga berencana dan kesehatan umum dasar selama 24 jam. tepat dalam membantu masyarakat. penuh kasih sayang (sayang Ibu dan sayang Bayi) dalam semua tindakan/ intervensi pelayanan. agar dapat memenuhi keinginan masyarakat 2. Logo/branding/merk Bidan Delima menandakan bahwa BPS tersebut telah memberikan pelayanan yang berkualitas yang telah diuji/diakreditasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Bidan Delima melambangkan: Pelayanan berkualitas dalam Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana yang berlandaskan kasih sayang. → Melambangkan pelayanan Bidan yang manusiawi. berisi biji dan cairan manis yang melambangkan kesuburan (reproduksi). Misi . terjangkau dalam bidang kesehatan reproduksi. 5.Bidan Delima Merah Hitam Hati → Petugas Kesehatan yang memberikan pelayanan yang berkualitas. 3. sopan santun. D.

8. dengan orientasi utamanya pada potensi. 9. Menyelenggarakan upacara Pengukuhan Bidan Delima. serta memenuhi bahkan melebihi harapan pelanggan E. bersahabat dan peduli terhadap kepentingan pelanggan. B. Menentukan sistem penarikan dan alokasi Iuran Tahunan Bidan Delima. Komponen Penggerak . Melaksanakan monitoring dan evaluasi program. 2. STRATEGI Menggalang upaya terpadu dalam peningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme Bidan Praktek Swasta dengan: 1.Bidan Delima adalah Bidan Praktek Swasta yang mampu memberikan pelayanan berkualitas terbaik dalam bidang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana. Menyiapkan pengelola program Bidan Delima di setiap jenjang kepengurusan IBI. 7. 3. Menggalang dukungan internal IBI dan stakeholders. 2. KERANGKA KERJA Suatu program akan dapat terlaksana dengan baik melalui pengelolaan yang cermat dan konsisten. PD dan PC. 5. Meluncurkan program pemasaran Bidan Delima untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan jejaring pelayanan Bidan Delima. Melaksanakan lokakarya Bidan Delima di masing-masing Cabang. IMPLEMENTASI 1. 4. Menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator. Terkait dengan hal tersebut maka program Bidan Delima dikembangkan melalui komponen pelaksanaan sebagai berikut: 1. 5. 4. Melaksanakan Proses Validasi. PELAKSANAAN BIDAN DELIMA A. III. Menyiapkan Sistem Logistik. Mengembangkan jaringan pelayanan Bidan Delima yang dirancang secara sistematis sesuai dengan standar kualitas pelayanan yang baku. ketersediaan sumber daya dan kemampuan internal oranisasi pelaksananya. Membentuk Unit Pelaksana Bidan Delima tingkat PP. Memberikan penghargaan kepada Bidan Delima yang berprestasi. 3. 6. Mensosialisasikan program Bidan Delima kepada seluruh jajaran IBI dan Bidan Praktek Swasta di 15 Propinsi dalam rangka meningkatkan minat dan jumlah Bidan berpredikat Bidan Delima.

• • • • Buku Panduan fasilitator. Untuk menjadi fasilitator melalui pelatihan terlebih dahulu. 2. leaflet. Petunjuk teknis pelaksana tingkat kabupaten/kota b. Buku Panduan Program ini telah dilengkapi dengan berbagai buku pedoman. d. Untuk Bidan Delima. Fasilitator merupakan orang terdepan dan pioneer dalam pengembangan program Bidan Delima di lingkungannya masing-masing. • • • Pedoman pelatih. • • • • • • • • Panduan pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Buku acuan pelatih. Untuk semua (1. Instrumen pra kualifikasi. dan instrumen sebagai berikut : a. Instrumen validasi. panduan. Untuk pelatih fasilitator. menstarship/pembimbingan dan validasi terhadap calon Bidan Delima lainnya. Buku acuan peserta pelatihan. • • • Panduan pengorganisasian. c. Buku panduan kajian mandiri. Panduan pendidikan berkelanjutan. 4) • • Buku Panduan Kajian Mandiri Buku Konsep Bidan Delima . Untuk manajemen.Komponen penggerak program adalah fasilitator dan Unit Pelaksana Bidan Delima. 3. Kode etik profesi. e. Untuk fasilitator. Panduan pencegahan infeksi. Poster. Petunjuk teknis pelaksana tingkat provinsi. Fasilitator dipilih dan ditunjuk oleh Pengurus Cabang untuk melaksanakan rekrutmen. Panduan praktis pelayanan kontrasepsi. Buku acuan fasilitator. 2. Standar pelayanan kebidanan.

diberikan sertifikat yang berlaku selama 5 tahun dan tanda pengenal signage. yaitu: 1. pin. Belajar dari Buku Kajian Mandiri dan mendapat bimbingan fasilitator. bersedia membantu BPS menjadi Bidan Delima dan besedia mentaati semua ketentuan yang berlaku. Bagi yang belum lulus. IV. Divalidasi oleh fasilitator dan diberi umpan balik. Mengisi formulir pra kualifikasi. PD. perkembangan dan hambatan yang dihadapi di lapangan. 2. C. 4. yaitu : memiliki SIPB. 3. dirancang suatu sistem monitoring yang mencakup antara lain: 1. seorang Bidan Praktek Swasta harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. PENUTUP . Semua hasil temuan akan dianalisa oleh Unit Pelaksana Bidan Delima Pusat untuk dilaporkan kepada semua Cabang dan Propinsi dan dipergunakan sebagai pertimbangan dalam proses perencanaan selanjutnya. Proses Menjadi Bidan Delima Ada beberapa tahap yang harus dilalui seorang Bidan/BPS yang ingin menjadi Bidan Delima. Melakukan pendaftaran di Pengurus Cabang. Instrumen (tools) yang dibagikan dan diisi oleh beberapa sampel Bidan Delima setelah 6 bulan pelaksanaan program. 2. fasilitator terus mementor sampai ia berhasil lulus jadi Bidan Delima. yaitu yang telah memenuhi seluruh persyaratan minimal dan presedur standar. Kajian ini dibagikan melalui PC IBI setempat dan dikirimkan kepada PD dan PP untuk proses analisa selanjutnya. MONITORING DAN EVALUASI Dalam rangka mempertahankan kualitas pelayanan Bidan Delima secara konsisten. 5. Merancang Instrumen Penilaian Kualitas. Bagi yang lulus. PP dan Fasilitator akan dilakukan secara incognito untuk observasi konsistensi kualitas pelayanan Bidan Delima. Laporan bulanan Secara rutin Bidan Delima diminta untuk mengirimkan laporan kepada PC IBI untuk diteruskan ke PP dan ditembuskan ke PD sehingga dapat dianalisa kemajuan. apron (celemek) dan buku-buku.3. Untuk menjadi Bidan Delima. Prosedur validasi standar dilakukan terhadap semua jenis pelayanan yang diberikan oleh Bidan Praktek Swasta yang bersangkutan. Monitoring lapangan oleh PC. 3. bersedia membayar iuran.

.Program Bidan Delima akan terus dikembangkan secara mandiri. Dengan dukungan berbagai pihak. yaitu memotivasi daerah/propinsi lain. IBI yakin program ini akan berhasil. termasuk sosialisasi kepada pemerintah daerah supaya mendukung dengan cara ada penyediaan anggaran pemerintah daerah untuk program ini. Sosialisasi terus dilaksanakan.

1998 ).3 % dan anak balita sebesar 40.5 % ( Propil Kesehatan Indonesia. sedangkan pada anak balita mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan serta kecerdasan terhambat.45 Diposkan oleh Bidan Febri Anemia masih merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Prevalensi Anemia yang tinggi ini memberikan berbagai dampak negatif .Minggu. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT 1995 ) prevalensi Anemia rata-rata Nasional pada ibu hamil adalah 51. jika pada ibu hamil dapat meningkatkan morbiditas ( kesakitan ) dan mortalitas ( kematian ) yang tinggi baik pada ibu sendiri maupun anak yang dilahirkan. Pada pekerja atau buruh mengakibatkan produktifitas kerja menurun . Dengan demikian konsekwensi fungsional dari Anemia menyebabkan turunnya kualitas sumberdaya manusia secara keseluruhan. 13 Desember 2009 Anemia dalam Kehamilan 01. . pada remaja menyebabkan cepat lelah dan mudah mengantuk pada saat belajar sehingga konsentrasi belajar menurun .

karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. lingkungan tempat tinggal.000 kelahiran hidup tahun 1986. Sedangkan data dari Direktorat Kesehatan Keluarga menunjukan bahwa 40 % dari penyebab kematian ibu adalah perdarahan dan diketahui Anemia menjadi faktor resiko terjadinya perdarahan tersebut. Konsentrasi hemoglobin lebih rendah pada pertengahan kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. diperlukan lebih banyak zat besi (yang diperlukan untuk menghasilkan sel darah merah) karena ibu harus memenuhi kebutuhan janin dan dirinya sendiri. tetapi juga bisa di sebabkan oleh faktor sosial. pada awal kehamilan dan kembali menjelang aterm. .000 kelahiran hidup pada tahun 1997 ( SDKI ). dan kurang dari 10.Sampai saat ini Angka Kematian Ibu ( AKI ) di Indonesia masih tinggi.5 g/dl pada trimester kedua (4) Anemia karena defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia pada ibu hamil dibandingkan dengan defisiensi zat gizi lain.. pertambahan besarnya organ kandungan. mendefinisikan anemia sebagai kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl pada trimester pertama dan ketiga. dan pola konsumsi makanan pada ibu hamil sehingga dalam penanganan kasus anemia di perlukan kerja sama baik lintas sektoral maupun lintas program Kejadian Anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi karena sebagian besar dari mereka belum menyadari pentingnya pencegahan Anemia serta bahaya yang ditimbulkan. yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer. menjadi 343 per 100. sehingga kebutuhan zat besi (Fe) untuk eritropoesis tidak cukup. perilaku. Selama kehamilan. kapasitas ikat besi total (Total Iron Binding Capacity/TIBC) meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi. Ibu hamil umumnya mengalami deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. walaupun sudah menurun dari 425 per 100. DEFINISI ANEMIA Anemia pada wanita tidak hamil didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin yang kurang dari 12 g/dl dan kurang dari 10 g/dl selama kehamilan atau masa nifas. Keberhasilan program penanggulangan Anemia juga tergantung dari partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu anemia gizi pada masa kehamilan sering diidentikkan dengan anemia gizi besi. kadar besi serum (Serum Iron = SI) dan jenuh transferin menurun. Centers for disease control (1990). kadar hemoglobin pada sebagian besar wanita sehat yang memiliki cadangan besi adalah 11g/dl atau lebih. Pada anemia defisiensi besi menyebabkan berkurangnya zat besi dalam tubuh. Anemia defisiensi zat besi merupakan masalah gizi yang paling lazim di dunia dan menjangkiti lebih dari 600 juta manusia. Atas alasan tersebut. perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar hemoglobin ibu turun sampai di bawah 11 gr/dl selama trimester III. Kejadian anemia disebabkan oleh multi faktor yang tidak semata mata berasal dari sektor kesehatan.

buah buahan yang berwarna dan lauk pauk (sebab utama) b. Hipervolemia. didasarkan pada criteria WHO tahun 1972 yang ditetapkan dalam 3 kategori. (5) DERAJAT ANEMIA Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil. ataupun bisa ditemukan gejala anemia bersama-sama dengan gejala penyakit dasarnya. ibu hamil bekerja terlalu berat e. perubahan jaringan epitel kuku. perdarahan akibat terlalu sering melahirkan c.FAKTOR PENYEBAB Etiologi anemia defisiensi besi pada kehamilan. wajah/muka tampak pucat sekali. Berdasarkan hasil pemeriksaan darah ternyata rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil adalah sebesar 11. lemah. Tanda tanda anemia yang banyak diketahui oleh masyarakat antara lain : mata terasa berkunang kunang. Kebutuhan zat besi meningkat. anemia ringan (8-11 g/dl).00 mg/dl. bisa hampir tanpa gejala. disphagia dan pembesaran kelenjar limpa. gangguan sistem neurumuskular. cepat lelah. dan anemia berat (kurang dari 8 g/dl). gampang mengantuk. kuku. yaitu normal (≥11 gr/dl). Hb 11 gr% : Tidak anemia b. berkunang-kunang. kadar hemoglobin terendah 7. Gangguan pencernaan dan absorbsi.28 mg/dl. Klasifikasi anemia yang lain adalah : a. kurang makan sayuran hijau. jarak kelahiran anak terlalu dekat d. bisa juga gejala-gejala penyakit dasarnya yang menonjol. lidah. palpitasi. Pada umumnya sudah disepakati bahwa bila kadar hemoglobin < 7 gr/dl maka gejala-gejala dan tanda-tanda anemia akan jelas. lesu. bibir. lelah. Kurangnya zat besi dalam makanan terutama yang berasal dari sumber hewani d. menyebabkan terjadinya pengenceran darah. badan trerasa lemah. e. c. Pertambahan darah tidak sebanding dengan pertambahan plasma. Gejala-gejala dapat berupa kepala pusing. Penyebab anemia (5) a.63 mg/dl dan tertinggi 14. adanya cacing tambang dalam usus TANDA TANDA ANEMIA Manifestasi klinis dari anemia defisiensi besi sangat bervariasi. lesu. b. yaitu: (3) a. Hb 9-10 gr% : Anemia ringan .

hambatan pertumbuhan janin dalam kandungan. dan ini adalah efek samping yang normal dan tidak berbahaya. Studi tentang pemasaran sosial tablet besi yang dilaksanakan oleh Direktorat Bidang Gizi Masyarakat (1993) : Pemberian tablet besi pada ibu hamil dapat menurunkan secara nyata prefalensi Anemia. Perlu diperhatikan bahwa zat besi yang terdapat pada daging lebih mudah diserap tubuh daripada zat besi pada sayuran atau pada makanan olahan seperti sereal yang diperkuat dengan zat besi. Selain itu perdarahan sebelum melahirkan dan sesudah melahirkan lebih sering di jumpai pada Pada masa nifas dapat terjadi gangguan antar proses pemulihan rahim kurang sempurna. serta kacang-kacangan. Hb 7 – 8 gr%: Anemia sedang d. besi glukonat atau suatu polisakarida. karena itu pemberian zat besi dalam dosis yang lebih besar adalah sia-sia dan kemungkinan akan menyebabkan gangguan pencernaan dan sembelit. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR). DAMPAK ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA KEHAMILAN 1. terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. Hb < 7 gr% : Anemia berat. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat bahkan resiko risiko kematian ibu. Keberhasilan program penanggulangan Anemia sangat tergantung dari partisipasi aktif masyarakat. pusing ) dan warnanya dirasa kurang menarik PENCEGAHAN ANEMIA Kejadian Anemia pada ibu hamil masih cukup tinggi karena sebagian besar dari mereka belum menyadari pentingnya pencegahan Anemia serta bahaya yang ditimbulkan. Tablet besi akan diserap dengan maksimal jika diminum 30 menit sebelum makan. bayi lahir mati. 2. Kemampuan usus untuk menyerap zat besi adalah terbatas.c. Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan asupan zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Pada wanita hamil. pendarahan setelah persalinan. daya tahan terhadap infeksi dan stress berkurang dan produksi ASI rendah. Zat besi hampir selalu menyebabkan tinja menjadi berwarna hitam. Biasanya cukup diberikan 1 tablet/hari. persalinan sebelum waktunya (premature). disisi lain dilaporkan juga ibu hamil kurang menyukai tablet besi karena tidak senang akan baunya. Upaya lain yang bisa dilakukan untuk mencegah anemia adalah : setiap ibu hamil minum tablet tambah darah dan bagi pasangan usia subur mmengatur jarak kelahiran dengan menjadi peserta . kacang polong. anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan dan persalinan. bayi lahir mati. kematian bayi dalam kandungan. Pada ibu Anemia dapat menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. cacat bawaan. PENGOBATAN ANEMIA Pengobatan anemia biasanya dengan pemberian tambahan zat besi. Sebagian besar tablet zat besi mengandung ferosulfat. Pada janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan /abortus. buncis. kadang diperlukan 2 tablet. Zat besi juga dapat ditemukan pada sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam dan kangkung. adanya efek samping ( mual. Zat besi dapat diperoleh dengan cara mengonsumsi daging (terutama daging merah) seperti sapi.

Di akases tanggal 6 Maret 2008 5.2006.Diambil Suhaemi Blogspot//anemia dalam kehamilan.2005. Promosi kesehatan. I.Buku kader Posyandu dalam rangka perbaikan Gizi keluarga.jpg . bagian dari Pendidikan Kesehatan. 1996. S. Suhaemi. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Departemen kesehatan http://cdn-write.Jakarta : YBSP 2.KB. Pedoman Penanggulangan Ibu Hamil Kekurangan Energi kronis.2007. Departemen kesehatan RI.Jakarta 4. Departemen Kesehatan RI.demandstudios.com/upload//4000/100/90/8/4198. Prawirohardjo. Mahfoed. Anemia dalam kehamilan. 2002.(5) Daftar Rujukan 1. Yogyakarta : Itramaraya 3.Direktorat Pembinaan Kesehatan masyarakat.

b. Jenis-Jenis Anemia a. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi. Anemia Hipoplastik Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang d.KEHAMILAN ANEMIA RINGAN Posted: April 26. menstruasi. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal . 2010 by firmanpharos in ASKEB KEHAMILAN DENGAN ANEMIA RINGAN 0 LANDASAN TEORI I. Anemia gizi vitamin B6. Kekurangan zat besi. Pengertian anemia menurut http://www. Demikian pula pada wanita.DSOG.5g% pada trimester 2. dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia. vitamin B6. penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia. Pengertian anemia menurut Prof. Anemia Hemolitik Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. vitamin B12. II. Anemia Megaloblastik Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik c.DSOG.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal : a.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi : a. Anemia Gizi Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka. Anemia Defisiensi Besi (Fe) Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi b.tabloidnova.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal. Menurut Prof. wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia. vitamin C dan asam folat b. anemia gizi vitamin E.info-sehat.com/content. terutama pada trimester 2. b.Dr. anemia gizi vitamin B12. III. Pengertian a.Dr. Anemia gizi asam folat. thalasemia. Penyebab Anemia umumnya disebabkan : a. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia. b. Menurut http://www.com/artisle.

Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%) f. maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas. Ketuban pecah dini (KPD) . Dapat terjadi abortus b. Mudah terjadi infeksi e. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala. Perdarahan antepartum i. Bahaya selama kehamilan a. Cacing Usus g. Penyakit kronik : TBC. muka-bibir-kelopak mata tampak pucat. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin a. Persalinan prematuritas c. Gejala Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi) k. Paru. sulit konsentrasi. nafas terasa pendek. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim d. dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. lesu. Pengaruh anemia terhadap kehamilan 1. Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. V. mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah. Mola hidatidosa g. sering pusing. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria i. telapak tangan tidak merah. kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Perdarahan kronik d. Infeksi HIV IV. VI. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut : Hb 11 g% Tidak anemia 9-10 g% Anemia ringan 7-8 g% Anemia sedang <7 g% Anemia berat Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita f.c. yaitu pada trimester I dan trimester III. Thalasemia h. lemah. Penghancuran sel darah merah e. Hiperemesis gravidarum h. Terlalu sering menjadi donor darah j.

K Di BPS PUTRI . Persalinan prematuritas tinggi d. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Biosanbe. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri 3. Bahaya Saat Persalinan a. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN TERHADAP Ny. Mudah terjadi infeksi mamae b. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan d. Kelahiran dengan anemia f. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging. tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. e. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Dapat terjadi cacat bawaan g. Vitonal dan Hemaviton. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Berat badan lahir rendah e. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk : a. Pada Masa Nifas a. sayuran hijau dan susu. Pengeluaran ASI berkurang d. Anemia kala nifas f. Bahaya terhadap janin Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri. Gangguan HIS. Terjadi kematian intra uterin c. pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah.2. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium. termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit. Memudahkan infeksi peurperium c. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan e. sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya. Kala pertama dapat berlangsung lama. dan terjadi partus terlantar c. kekuatan mengejan b. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal h. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Contoh preparat Fe tersebut Arralat. Inteligensia rendah VII. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum b. Abortus b. Iberet.

20 Kedaton B. A Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. encer dan tidak menggumpal Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut HPHT : 4 Oktober 2006 TP : 11 Juli 2007 Usia kehamilan : 36 Minggu 4 Hari Teratur/tidak : Teratur 3. Alasan Kunjungan Saat Ini Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah. 2. sering BAK. penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari .30 WIB 1. Trimester II ANC : 1 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki.K Nama Suami : Tn. susah tidur. Trimester I ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pusing. pegal-pegal pada pinggang dan kaki.Lampung Kedaton B.Lampung B. Teratai No. Riwayat Kehamilan Sekarang a.20 Alamat : Jl. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09. Pengumpulan Data Dasar A. Riwayat Perkawinan Kawin : 1 Kali Usia kawin pertama : 24 Tahun Lama perkawinan : 2 Tahun 4. Pengkajian Identitas Nama Istri : Ny. Riwayat Menstruasi Menarche : 13 Tahun Siklus : 28 Hari Lamanya : 6-7 Hari Sifat darah : Merah. cepat lelah serta tidak nafsu makan Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari b. serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan.BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007 I. Teratai No.

Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri b. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi. 6. Aktifitas / olah raga Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Riwayat Psikososial a. Saat hamil : BAB : 1x/hari BAK : 6-7x/hari c. Seksualitas Tidak ada keluhan. Keadaan umum : Baik b. ganti pakaian 2x sehari. Tanda-tanda vital . tidur siang 1 jam 2. pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari 5. Istirahat dan tidur 1. lauk. Saat hamil : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari. ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu C. Saat hamil : Ibu makan 2 kali sehari. bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah. ibu jarang berolah raga. keramas 2x/hari. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari. Trimester III ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan cepat lelah. sayur dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari 2. Personal Hygiene Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri 7. Aktifitas Sehari-hari a. tidur siang 1 jam d. e. Nutrisi 1. f. Sebelum hamil : BAB : 1x/hari BAK : 3-4x/hari 2. Keadaan umum a. Pemeriksaan 1. ibu kurang nafsu makan. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan b. Eliminasi 1. Riwayat Kesehatan Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus. Riwayat Imunisasi a.Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari c. ibu minum 7-8 gelas/hari b. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun 8.

berfungsi dengan baik. keadaan bersih. keadaan bersih 10. Pemeriksaan fisik a. tidak ada bekas operasi. tidak ada benjolan abnormal 9. kolostrum belum keluar .pergerakan nafas teratus. jarijari kaki lengkap b. Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras. konjungtiva pucat. Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut. BB sebelum hamil : 50 Kg Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg BB saat hamil : 62 Kg d. keadaan gigi bersih. Hidung : Bentuk simetris. tidak ada stomatitis. Ekstremitas Atas : Bentuk simetris. fungsi pendengaran baik. bentuk tulang simetris 12. Telinga : Bentuk simetris. kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis 8. pada fundus teraba lunak. sklera tidak ikterik. tidak ada oedem. 3. puting susu menonjol. tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil 6. keadaan bersih tidak ada oedem 3. Punggung : Segitiga signoid simetris. tidak ada varises 13. Palpasi 1. keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip. Tinggi badan : 155 cm e. berfungsi dengan baik 5. kurang bundar. Muka : Bentuk simetris. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. berfungsi dengan baik. Inspeksi 1. Abdomen : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan. tidak ada oedem. jari-jari tangan lengkap Bawah : Bentuk simetris. Mata : Bentuk simetris. Leopold I : TFU 34cm. bundar melanting yang berarti kepala . tidak ada oedem. hyperpigmentasi. tidak ada ketombe. keadaan bersih . Ukuran LILA : 24 cm 2. Leopold II : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. keadaan bersih 11. Dada : Bentuk simetris. Payudara : Membesar simetris. Genitalia : Keadaan bersih. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas. tidak ada benjolan abnormal. daun telinga ada 7. tidak mudah rontok dan keadaan bersih 2. tidak ada pembengkakan pada kelopak mata. keadaan bersih 4. kurang melenting berarti bokong Mc Donald : 34cm TBJ : (34-12) x 155 = 22 x 155 = 3410 g 2.TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x/menit RR : 24x/menit temp : 370C c. pucat. keadaan bersih. tidak ada haemoroid. Rambut : Lurus.tidak ada cacat.

HPHT : 5 Oktober 2006 e. Leopold I : TFU 34cm TBJ : 3410g f. Pemeriksaan fisik a. Gangguan rasa nyaman Dasar : 1) Ibu merasa cemas menjelang persalinan 2) Ibu mengatakan cepat lelah 3) Ibu mengatakan kurang istirahat c. Hb : 9.4 g% c. Diagnosa Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari. Posisi sejajar c. sering lelah. Masalah a. Diagnosa. tidak terdengar mur-mur 2. Protein urine : (-) c. Auskultasi 1. DJJ : Positif. bagian terendah kepala. DJJ : 140x/menit 2.4. mata berkunang-kunang. Leopold III : Kepala h. Ibu mengatakan hamil anak pertama d. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. dengan anemia ringan. Hb : 9. Gangguan aktifitas Dasar : 1) Ibu merasakan kram pada kaki 2) Ibu mengatakan cepat lelah b. intrauterin. Gangguan pemenuhan nutrisi 1) Ibu terlihat pucat 2) Ibu mengatakan tidak nafsu makan 3) Ibu tampak lemas . Jantung etak jantung teratur. Perkusi Reflek patella positif dan reflek babinski negatif 3. b. Paru-paru : Tidak terdengan ronchi dan wheezing 3. Leopold II : Puki g. hidup. pusing. Masalah Dan Kebutuhan 1. janin tunggal. Reduksi urine : (-) II. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. tratur.4 g% b. Dasar : a. Interprestasi Data Dasar. posisi sejajar i. 140x/menit d. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki.

Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. e. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi III. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. ketuban pecah dini (KPD). Berikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering c. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VI. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil b. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Pelaksanaan 1. c. Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial Potensial terjadi persalinan lama. terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum. Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil b. pengeluaran ASI kurang. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. terjadi infeksi. Perencanaan 1. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. IV. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil d. Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil . Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Kebutuhan a. Penyuluhan tentang persiapan persalinan. perdarahan antepartum. b. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5.3. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter V. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi.

Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering e. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Memberikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan . Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering c. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil a. kalsium laktat. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VII. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu 2. vitamin C 3 x 1 tablet/hari c. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi d. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil b. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil a. Ibu mengerti kondisinya saat ini a. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil b. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan 6. Evaluasi 1.b. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang d. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil b. Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. vitamin B kompleks. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2.

Mencegah partus lama. Mencegah perdarahan pasca persalinan yang disebabkan oleh atoni uteri. Asuhan antenatal terfokus 3. Sepsis 4. Hipotermia 2. Dulu fokus utamanya adalah menunggu dan menangani komplikasi namun sekarang fokus utamanya adalah mencegah terjadinya komplikasi selama persalinan dan setelah bayi lahir sehingga akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir. Eklampsia 3. Keguguran 5. Contoh pergeseran paradigma asuhan persalinan normal. Mengetahui tanda-tanda bahaya 3. Penatalaksanaan komplikasi Asuhan antenatal terfokus bertujuan : 1. Manipulasi seminimal mungkin. Keluarga berencana 2.Asuhan Persalinan Normal Posted on Juli 17. Persalinan yang bersih dan aman serta pencegahan komplikasi 5. Upaya preventif terhadap perdarahan pasca persalinan berupa : 1. . Hipotermia Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian neonatus. Mencegah asfiksia bayi baru lahir. 3. 2008 by kuliahbidan Pendahuluan Komplikasi obstetri yang menyebabkan tingginya kasus kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang. Memastikan kesiapan menghadapi komplikasi kehamilan Fokus utama asuhan persalinan normal telah mengalami pergeseran paradigma. 5. Perdarahan pasca persalinan 2. 2. Mempersiapkan kelahiran 2. Asfiksia Fokus asuhan kesehatan ibu selama 2 dasawarsa terakhir. yaitu : 1. yaitu : 1. yaitu : 1. yaitu : 1. Menjadikan laserasi / episiotomi sebagai tindakan tidak rutin. Mencegah terjadinya retensio plasenta. 4. Asuhan pasca keguguran 4.

4. Pencegahan retensio plasenta dengan cara mempercepat proses separasi dan melahirkan plasenta dengan memberikan uterotonika segera setelah bayi lahir dan melakukan penegangan tali pusat terkendali. Membuat keputusan klinik B. Menghindari tindakan-tindakan berlebihan atau berbahaya. Membersihkan mulut dan jalan napas sesaat setelah ekspulsi kepala. 7. Penatalaksanaan aktif kala III secara rutin. Mencegah infeksi secara konsisten dan sistematis. Mendokumentasikan semua asuhan yang telah diberikan.2. Penatalaksanaan aktif kala III. Membuat Keputusan Klinik Ada 5 dasar asuhan persalinan yang bersih dan aman. 8. Praktek-praktek pencegahan yang akan dijelaskan pada asuhan persalinan normal meliputi : 1. termasuk penggunaan partograf. Memberikan asuhan sayang ibu secara rutin selama persalinan. Mengasuh bayi baru lahir. Mengamati dan melihat kontraksi uterus pasca persalinan. 5. 3. Menggunakan partograf untuk memantau kondisi ibu dan janinnya serta kemajuan proses persalinan. Memberikan asuhan dan pemantauan ibu dan bayinya. Segera mengeringkan dan menghangatkan tubuh bayi. pasca persalinan dan nifas. Upaya mencegah partus lama berupa : 1. 6. Pencegahan infeksi D. Menghisap lendir secara benar. 10. Tujuan asuhan persalinan normal yaitu mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi minimal sehingga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat optimal. Rujukan . 2. yaitu : 1. Asuhan sayang ibu dan sayang bayi C. 2. Upaya ini disebut juga penatalaksanaan aktif kala III. 2. Menyiapkan rujukan ibu bersalin atau bayinya. 3. 9. 3. Memberikan asuhan rutin dan pemantauan selama persalinan dan setelah bayi lahir. Mengharapkan dukungan suami dan kerabat ibu. Upaya mencegah asfiksia bayi baru lahir secara berurutan. yaitu : A. Mengajarkan ibu dan keluarganya untuk mengenali secara dini bahaya yang mungkin terjadi selama masa nifas pada ibu dan bayinya. Pencatatan (rekam medis) E.

Membuat rencana b. 2. Data subjektif b. . termasuk informasi tambahan dari anggota keluarga tentang status ibu. Data objektif 2. 3. Diagnosis terdiri atas diagnosis kerja dan diagnosis defenitif. Pengumpulan data a. misalnya pemeriksaan laboratorium. Diagnosis ____________ Membuat diagnosa secara tepat dan cepat setelah data dikumpulkan dan dianalisa. Cara mengumpulkan data. Berbicara dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi ibu dan riwayat perjalanan penyakit. Ada 4 langkah proses pengambilan keputusan klinik. Melakukan pemeriksaan tambahan lainnya bila perlu. Pencarian dan pengumpulan data untuk diagnosis merupakan proses sirkuler (melingkar) yang berlangsung secara terus-menerus bukan proses linier (berada pada satu garis lurus). Membuat Keputusan Klinik ____________________________ Membuat keputusan klinik adalah proses pemecahan masalah yang akan digunakan untuk merencanakan arahan bagi ibu dan bayi baru lahir. 4. Evaluasi 1. Melakukan pemeriksaan fisik. Data objektif adalah informasi yang dikumpulkan berdasarkan pemeriksaan / pengantar terhadap ibu atau bayi baru lahir. nyaman atau terganggu (kesakitan). apa yang sedang dialami dan apa yang telah dialami. Melaksanakan rencana 4. Data subjektif adalah informasi yang diceritakan ibu tentang apa yang dirasakan. Setelah dihasilkan diagnosis defenitif barulah bidan dapat merencanakan penataksanaan kasus secara tepat. Pengumpulan Data _____________________ Penolong persalinan mengumpulkan data subjektif dan data objektif dari klien. yaitu : 1. yaitu : 1. Diagnosis 3. 2. Diagnosis kerja diuji dan dipertegas atau dikaji ulang berdasarkan pengamatan dan temuan yang diperoleh secara terus-menerus.A. Mengamati tingkah laku ibu apakah terlihat sehat atau sakit. Penatalaksanaan asuhan atau perawatan a.

Jadi proses pengumpulan data. Bukti-bukti klinik 2. Asuhan Sayang Ibu dan Bayi Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya. Juga mengurangi jumlah persalinan dengan tindakan (ekstraksi vakum. kepercayaan dan keinginan sang ibu. Memanggil ibu sesuai namanya. 3. Biaya yang diperlukan 6. Asuhan sayang ibu dalam proses persalinan : 1. 3. cunam dan seksio sesar) dan persalinan akan berlangsung lebih cepat. Tentukan apakah perlu dikaji ulang atau diteruskan sesuai dengan kebutuhan saat itu atau kemajuan pengobatan. Tempat dan waktu asuhan 4. membuat diagnosa. bahan dan obat-obatan yang tersedia 5. Salah satu prinsip dasarnya adalah mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Tingkat keterampilan dan pengalaman penolong persalinan 7.Untuk membuat diagnosa : 1. 2. Memperhatikan kemungkinan sejumlah diagnosa banding atau diagnosa ganda. Akses . Pastikan bahwa data-data yang ada dapat mendukung diagnosa. transportasi. menghargai dan memperlakukannya sesuai martabatnya. Penatalaksanaan Asuhan atau Perawatan ________________________________________ Rencana penatalaksanaan asuhan dan perawatan disusun setelah data terkumpul dan diagnosis defenitif ditegakkan. Evaluasi ___________ Penatalaksanaan yang telah dikerjakan harus dievaluasi untuk menilai tingkat efektivitasnya. Keinginan dan kepercayaan ibu 3. Pilihan intervensi efektif dipengaruhi oleh : 1. Menjelaskan asuhan dan perawatan yang akan diberikan pada ibu sebelum . Perlengkapan. 4. 2. anggota keluarga. sahabat). Setelah membuat rencana asuhan. Sistem dan sumber daya yang mendukung ibu (suami. Perhatian dan dukungan kepada ibu selama proses persalinan akan mendapatkan rasa aman dan keluaran yang lebih baik. Mengantisipasi masalah atau penyulit yang mungkin terjadi setelah diagnosis defenitif dibuat. penatalaksanaan intervensi atau tindakan dan evaluasi merupakan proses sirkuler (melingkar) yang saling berhubungan. dan jarak ke tempat rujukan 8. laksanakan rencana tersebut tepat waktu dan mengacu pada keselamatan klien.

13. Pencatatan Rekam Medik Catat semua asuhan yang telah diberikan kepada ibu dan/atau bayinya. Mengajarkan ibu dang anggota-anggota keluarganya tentang bahaya dan tandatanda bahaya yang dapat diamati dan anjurkan mereka untuk mencari pertolongan jika terdapat masalah atau kekhawatiran. Menganjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya (rawat gabung). Menghargai privasi ibu. 15. Asuhan sayang ibu pada masa post partum : 1. 3. dapat dianggap tidak pernah melakukan asuhan tersebut. 4. Siap melakukan resusitasi bayi baru lahir pada setiap kelahiran bayi. Menganjurkan ibu untuk mencoba berbagai posisi selama persalinan dan kelahiran bayi. 16. 2. 9. bahan-bahan. 14. Menganjurkan suami dan anggota keluarganya untuk memeluk bayi dan mensyukuri kelahiran bayinya. Menyiapkan rencana rujukan (bila perlu). Menghargai dan membolehkan praktek-praktek tradisional yang tidak memberi pengaruh yang merugikan. 7. Mengajarkan suami dan anggota keluarga mengenai cara memperhatikan dan mendukung ibu selama persalinan dan kelahiran bayinya. 5. Menganjurkan ibu untuk ditemani suaminya dan/atau anggota keluarga yang lain selama persalinan dan kelahiran bayinya. Pencatatan adalah bagian penting dari proses membuat keputusan klinik karena memungkinkan penolong persalinan untuk terus-menerus memperhatikan asuhan yang diberikan selama proses persalinan dan kelahiran bayi. perlengkapan dan obat-obatan yang diperlukan. 6. 3. Membantu memulai pemberian ASI dalam 1 jam pertama setelah kelahiran bayi. Membantu ibu untuk mulai membiasakan menyusui dan menganjurkan pemberian ASI sesuai permintaan. Jika asuhan tidak dicatat.memulai asuhan tersebut. 17. Menghindari tindakan berlebihan dan mungkin membahayakan (episiotomi. 4. Menjelaskan proses persalinan kepada ibu dan keluarganya. 18. 11. 8. Mengkaji ulang catatan memungkinkan untuk menganalisa data yang telah dikumpulkan dan dapat lebih efektif dalam merumuskan suatu diagnosa . 12. Mengajurkan ibu untuk bertanya dan membicarakan rasa takut atau kuatir. dan klisma). Mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi dengan baik. pencukuran. 10. Menganjurkan ibu untuk minum cairan dan makan makanan ringan bila ia menginginkannya. Mendengarkan dan menanggapi pertanyaan dan kekhawatiran ibu. Mengajarkan ibu dan keluarganya mengenai nutrisi dan istirahat yang cukup setelah melahirkan. membesarkan hatinya dan menenteramkan perasaan ibu beserta anggota keluarga yang lain. Menganjurkan ibu untuk memeluk bayinya segera setelah lahir. 5. Memberikan dukungan. Melakukan pencegahan infeksi yang baik secara konsisten.

perawatan dan obat yang diberikan. termasuk catatan kematian dan kesakitan ibu / bayi baru lahir. Mencakup informasi yang berkaitan secara tepat. 5. Dapat digunakan untuk penelitian atau studi kasus.serta membuat rencana asuhan atau perawatan bagi ibu dan bayinya. dari satu penolong persalinan kepada penolong persalinan lain atau dari seorang penolong persalinan ke fasilitas kesehatan lainnya. Melalui pencatatan rutin. Dapat dibagikan diantara para penolong kelahiran. dll) beserta panduan yang jelas mengenai : . Identifikasi penolong persalinan 3. Paraf atau tandatangan (dari penolong persalinan) pada semua catatan 4. 7. Dapat mempermudah kelangsungan asuhan dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya. sedangkan sebagai metode keperawatan. 4. untuk mengidentifikasi kesenjangan pada asuhan yang diberikan dan untuk membuat perubahan dan peningkatan rencana asuhan atau perawatan. Rujukan Meskipun sebagian besar ibu menjalani persalinan normal namun sekitar 10-15 % diantaranya akan mengalami masalah selama proses persalinan dan kelahiran sehingga perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan rujukan. Tanggal dan waktu asuhan tersebut diberikan 2. Aspek-aspek penting dalam pencatatan : 1. Diperlukan untuk memberi masukan data statistik sebagai catatan nasional dan daerah. dokumen-dokumen rujukan. Ketersediaan sistem penyimpanan catatan atau data pasien 6.Kapan harus dibawa .Maksud dari dokumen-dokumen tersebut .Kepada siapa harus diberikan . 6. Dapat digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan dalam proses membuat keputusan klinik. Partograf merupakan bagian terpenting dari proses pencatatan selama persalinan. penolong persalinan mendapatkan informasi yang relevan dari setiap ibu atau bayi baru lahir yang diasuhnya. Sangatlah sulit menduga kapan penyulit akan .dicatat dengan jelas dan dapat dibaca 5. Kerahasiaan dokumen-dokumen medis Ibu harus diberikan salinan catatan medik (catatan klinik antenatal.Bagaimana cara penyimpanan yang aman di rrumah atau selama perjalanan ke tempat rujukan. Merupakan catatan permanen tentang asuhan. Pencatatan rutin adalah penting karena : 1. informasi ini harus dapat diberikan atau diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya. Dapat digunakan sebagai alat bantu untuk membuat keputusan klinik dan mengevaluasi apakah asuhan atau perawatan sudah sesuai dan efektif. 2. Hal ini penting jika memerlukan rujukan dimana lebih dari satu penolong kelahiran memberikan asuhan pada ibu dan bayi baru lahir. 3.

seperti : .Antibiotik IV. jika memungkinkan. klien dan suami akan selalu berupaya untuk mendapatkan pertolongan terbaik. . Pada saat kunjungan antenatal. . penting untuk mendiskusikan rencana rujukan dengan ibu dan keluarganya pada saat-saat awal persalinan. Anjurkan ibu untuk membahas rujukan dan membuat rencana rujukan bersama suami dan keluarganya serta tawarkan untuk berbicara dengan suami dan keluarganya untuk menjelaskan antisipasi rencana rujukan. Ingat bahwa transportasi harus tersedia segera. Jika ibu belum membuat rencana selama kehamilannya. . biaya pelayanan dan waktu serta jarak yang ditempuh ke tempat rujukan merupakan hal penting yang harus diketahui oleh klien dan penolong persalinan. Jika terjadi penyulit. baik siang maupun malam. Setiap tenaga penolong / fasilitas pelayanan harus mengetahui lokasi fasilitas tujukan terdekat yang mampu melayani kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir. Jika ibu dan bayi baru lahir mengalami penyulit dan dirujuk ke tempat yang tidak sesuai.Pembedahan termasuk bedah sesar. transportasi.Sarana transportasi yang akan digunakan ddan siapa yang akan mengenderainya. Kesempatan ini harus dilakukan selama ibu melakukan kunjungan asuhan antenatal atau pada saat awal persalinan. . upaya rujukan melalui alur yang tepat dan waktu yang singkat. .Resusitasi bayi baru lahir dan asuhan lannjutan bagi bayi baru lahir.Transfusi darah.Siapa yang akan tinggal dan menemani anakk-anak yang lain pada saat ibu tidak di rumah. (Jika ada lebih dari satu kemungkinan tempat rujukan. . ketersediaan pelayanan purna waktu.Siapa yang akan menemani ibu dan bayi barru lahir.Uang yang disisihkan untuk asuhan medis. obat-obatan dan bahanbahan. Informasi tentang pelayanan yang tersedia di tempat rujukan. . Masukkan persiapan-persiapan dan informasi berikut ke dalam rencana rujukan : . pilih tempat rujukan yang paling sesuai berdasarkan jenis asuhan yang diperlukan).Tempat-tempat rujukan mana yang lebih dissukai ibu dan keluarga. jelaskan bahwa petugas kesehatan. . Pada saat terjadi penyulit seringkali tidak cukup waktu untuk membuat rencana rujukan sehingga keterlambatan dalam membuat keputusan dapat membahayakan jiwa klien. Kaji ulang tentang keperluan dan tujuan upaya rujukan pada ibu dan keluarganya. mereka akan kehilangan banyak waktu yang berharga dan kesempatan terbaik untuk menyelamatkan jika mereka.terjadi sehingga kesiapan merujuk ibu dan/atau bayinya ke fasilitas kesehatan rujukan secara optimal dan tepat waktu jika penyulit terjadi. jika transpusi darah diperlukan. .Persalinan menggunakan ekstraksi vakum daan cunam.Orang yang ditunjuk menjadi donor darah. termasuk kemungkinan rujukan setiap ibu hamil apabila terjadi penyulit. Jika kemudian timbul masalah pada saat persalinan dan rencana rujukan belum dibicarakan maka seringkali sulit untuk membuat .

Obat —– . Surat —— Berikan surat ke tempat rujukan. Kendaraan 7. asuhan atau obat-obatan yang diterima ibu dan/atau bayi baru lahir. Keluarga ——— Beritahu ibu dan keluarga mengenai kondisi terakhir ibu dan/atau bayi dan mengapa ibu dan/atau bayi perlu dirujuk. Suami atau anggota keluarga yang lain harus menemani ibu dan/atau bayi baru lahir ke tempat rujukan. Jelaskan pada mereka alasan dan keperluan upaya rujukan tersebut. Surat 5. Surat ini harus memberikan identifikasi mengenai ibu dan/atau bayi baru lahir. Uang Bidan —— Pastikan bahwa ibu dan/atau bayi baru lahir didampingi oleh penolong persalinan yang kompoten dan memiliki kemampuan untuk menatalaksana kegawatdaruratan obstetri dan bayi baru lahir untuk dibawa ke fasilitas rujukan. selang IV. Rujukan tepat waktu merupakan unggulan asuhan sayang ibu dalam mendukung keselamatan ibu. Alat —– Bawa perlengkapan dan bahan-bahan untuk asuhan persalinan. Keluarga 4. Bidan 2.persiapan-persiapan dengan cepat. Perlengkapan dan bahan-bahan tersebut mungkin diperlukan jika ibu melahirkan sedang dalam perjalanan. Alat 3. Obat 6. cantumkan alasan rujukan dan uraikan hasil pemeriksaan. masa nifas dan bayi baru lahir (tabung suntik. Lampirkan partograf kemajuan persalinan ibu pada saat rujukan. dll) bersama ibu ke tempat rujukan. Hal-hal yang penting dalam mempersiapkan rujukan untuk ibu : 1.

Uang —– Ingatkan pada keluarga agar membawa uang dalam jumlah yang cukup untuk membeli obat-obatan yang diperlukan dan bahan-bahan kesehatan lain yang diperlukan selama ibu dan/atau bayi baru lahir tinggal di fasilitas rujukan. Selain itu pastikan bahwa kondisi kendaraan itu cukup baik untuk mencapai tempat rujukan dalam waktu yang tepat. Obat-obatan mungkin akan diperlukan selama perjalanan.Bawa obat-obatan esensial pada saat mengantar ibu ke tempat rujukan. Kendaraan ———Siapkan kendaraan yang paling memungkinkan untuk merujuk ibu dalam kondisi yang cukup nyaman. .

2004). Oleh karena dehidrasi menyebabkan kontraksi tidak teratur dan kurang efektif. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1. menyebabkan ibu tidak nyaman. menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Mengatur posisi ibu sehingga terasa nyaman. Peran aktif anggota keluarga selama persalinan dengan cara : (a) Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan memuji ibu. (e) Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman. Menghargai keinginan ibu untuk memilih pendamping selama persalinan. Cara yang paling mudah untuk membayangkan asuhan sayang ibu adalah dengan menanyakan pada diri kita sendiri. (c) Melakukan massage pada tubuh ibu dengan lembut. Pendampingan anggota keluarga selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya. meningkatkan resiko perdarahan pasca persalinan. “Seperti inikah asuhan yang ingin saya dapatkan?” atau “Apakah asuhan seperti ini. (d) Menyeka wajah ibu dengan lembut menggunakan kain. Asuhan sayang ibu adalah asuhan dengan prinsip saling menghargai budaya. yang saya inginkan untuk keluarga saya yang sedang hamil?” Kala I Kala I adalah suatu kala dimana dimulai dari timbulnya his sampai pembukaan lengkap. 2. 3.Penerapan Asuhan Sayang Ibu Dalam Tahapan Persalinan By lusa Asuhan sayang ibu membantu ibu dan keluarganya untuk merasa aman dan nyaman selama proses persalinan. meningkatkan resiko infeksi saluran kemih pasca persalinan. 6. 8. Pendampingan ibu selama proses persalinan sampai kelahiran bayinya oleh suami dan anggota keluarga yang lain. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1. 7. kepercayaan dan keinginan sang ibu (Depkes. 5. 4. Memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur dan spontan – Kandung kemih penuh menyebabkan gangguan kemajuan persalinan dan menghambat turunnya kepala. Memberikan cairan nutrisi dan hidrasi – Memberikan kecukupan energi dan mencegah dehidrasi. Kala II Kala II adalah kala dimana dimulai dari pembukaan lengkap serviks sampai keluarnya bayi. mengganggu penatalaksanaan distosia bahu. (b) Membantu ibu bernafas dengan benar saat kontraksi. . Pencegahan infeksi – Tujuan dari pencegahan infeksi adalah untuk mewujudkan persalinan yang bersih dan aman bagi ibu dan bayi. Memberikan dukungan emosional.

Mencukupi asupan makan dan minum selama kala II. 4. 3.2. 4. Memberikan motivasi dan pendampingan selama kala III. (d) Menjawab pertanyaan ibu. . Membantu ibu untuk berkemih. (d) Menjadi teman bicara/ pendengar yang baik. 5. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi. 2. 6. Menganjurkan ibu meneran bila ada dorongan kuat dan spontan umtuk meneran – dengan cara memberikan kesempatan istirahat sewaktu tidak ada his. Keterlibatan anggota keluarga dalam memberikan asuhan antara lain : (a) Membantu ibu untuk berganti posisi. Menyelesaikan asuhan awal bagi bayi baru lahir. (f) Memberitahu hasil pemeriksaan. 9. Memberika rasa aman dan nyaman dengan cara : (a) Mengurangi perasaan tegang. 4. Melakukan kolaborasi/ rujukan bila terjadi kegawatdaruratan. 7. 2. perdarahan). Memantau keadaan ibu (tanda vital. 7. 3. Membantu ibu mengosongkan kandung kemih secara spontan. 3. (e) Memberikan dukungan dan semangat selama persalinan sampai kelahiran bayinya. (c) Memberikan makanan dan minuman. 6. Pencegahan infeksi pada kala III. kontraksi uterus. (c) Melakukan pendampingan selama proses persalinan dan kelahiran. (b) Membantu kelancaran proses persalinan dan kelahiran bayi. Keterlibatan penolong persalinan selama proses persalinan & kelahiran – dengan cara : (a) Memberikan dukungan dan semangat kepada ibu dan keluarga. Memastikan tanda vital. 1. (b) Menjelaskan tahapan dan kemajuan persalinan. (b) Melakukan rangsangan taktil. Pencegahan infeksi pada kala II dengan membersihkan vulva dan perineum ibu. Memberikan kesempatan kepada ibu untuk memeluk bayinya dan menyusui segera. 5. Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : 1. Membuat hati ibu merasa tenteram selama kala II persalinan – dengan cara memberikan bimbingan dan menawarkan bantuan kepada ibu. perdarahan dalam keadaan normal. 8. Kala Kala IV adalah kala dimana 1-2 Asuhan yang dapat dilakukan pada ibu adalah : jam setelah lahirnya IV plasenta. kontraksi. Kala III Kala III adalah kala dimana dimulai dari keluarnya bayi sampai plasenta lahir. Mengajarkan ibu dan keluarganya tentang cara menilai kontraksi dan melakukan massase uterus. (e) Menjelaskan apa yang dialami ibu dan bayinya. Memberitahu setiap tindakan yang akan dilakukan. (c) Memberikan penjelasan tentang cara dan tujuan setiap tindakan penolong.

demam. 6. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan hidrasi.5. 8. Nutrisi dan dukungan emosional. bau busuk dari vagina. . Pendampingan pada ibu selama kala IV. Mengajarkan ibu dan keluarganya ttg tanda-tanda bahaya post partum seperti perdarahan. penyulit dalam menyusui bayinya dan terjadi kontraksi hebat. pusing. 7. lemas.

Pelayanan Kolaborasi • • • Dilakukan bidan sebagai anggota tim.Pengorganisasian Praktik Asuhan Kebidanan 1. Pelayanan Rujukan • • Pengertian: memindahkan perawatan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi jika dipertimbangkan ada kondisi patologis diluarwewnang bidan Fungsi bidan salah satunya adalah melakukan skirining terhadap adanya komplikasi kehamilan agar dirujuk untuk mendapatkanperawatan khusus dari idokter spesialis 4. kapan hanya memantau dengan ketat. kegiatannya dilakukan secara bersamasama atausebagai suatu roses pelayanan kesehatan mis: merawat ibu hamil dengan komplikasi medik atau obstetrik Tujuan pelayanan: berbagi otoritas dalam pemberian pelayanan berkualitas sesuai ruang lingkup masing-masing Kemampuan untuk berbagi tanggung jawab antara bidan dan dokter sangat penting agar bisa saling menghormati. Pelayanan Mandiri / Primer • • Merupakan layanan kepada klien yang menjadi tanggung jawab bidan sepenuhnya sesuai dengan kepmenkes no 900/Menkes/SK/ VII/2002 Dalam memberikan layanan ini bidan yang berkompeten harus tahu kapan harus bertindak sesuai wewnwngnya. Pelayanan Konsultasi • Pada kondisi tertentu bidan membutuhkan nasehat atau pendapat dari dokter atau anggota tim perawatan klien yang lain tapi tanggung jawab uama terhadap klien tetap ditangan bidan Tugas bidan dalam penatalaksanaan kolaborasi: • • • • • • • Melindungi dan memfasilitasi setiap proses yang bersifat normal Menyediakan informasi yang bersifat tentang pilihan-pilihan yang bersift aman Membantu ibu dalam pengambilan keputusan Melibatkan keluarga Memberi advokasi Penyuluhan dan konseling Memberi asuhan berkesinambungan . kapan tidak bertindak. saling mempercayai dan menciptakan komunikasi efektif antara kedia profesi 3. konsultasi atau kolaborasi dengan dokter 2. kapan merujuk.

Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan juga membuat penderita rentan terhadap penyakit. asam folat. sehingga frekuensi tidak masuk kerja meningkat. prevalensi anemia di kalangan pekerja memang masih tinggi. stamina . kurang energi. lebih sering disebut kurang darah. terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi. Namun. daya konsentrasi menurun. Jambi. dan vitamin B-12. mudah terinfeksi penyakit. Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi. Tangerang. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi.Tujuh dari 10 Wanita Hamil Terkena Anemia Di Indonesia. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah. menurut penelitian lain. produktivitas dapat ditingkatkan sampai 10 – 20% setelah pekerja mendapat suplemen zat besi. lelah. kurang nafsu makan. anemia menurunkan produktivitas 5 – 10% dan kapasitas kerjanya 6. lama-kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan Hb. Pembentuk sel darah merah Pada penderita anemia. misalnya zat besi.5 jam per minggu. Dilaporkan. Studi mengenai anemia pada pekerja wanita yang dilakukan di Jakarta. sakit kepala. Awalnya. Maka benarlah bila disimpulkan. dan Kudus – Jawa Tengah membuktikan hal itu. kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. anemia defisiensi zat besi sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap.

dengan sekitar 2. dan punya keterbatasan waktu.500 mg ada dalam hemoglobin. Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh.000 mg. Sel itu sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan oksigen penting dalam proses pembentukan energi agar produktivitas kerja meningkat dan tubuh tidak cepat lelah. Jumlah zat besi di dalam tubuh bervariasi menurut umur. Kalau anemia sangat berat. dapat berakibat penderita sesak napas. dan pandangan berkunang-kunang – terutama bila bangkit dari duduk. Pada orang dewasa sehat. amat sibuk. tubuh punya mekanisme menjaga keseimbangan zat besi dan mencegah berkembangnya kekurangan zat besi. Zat besi pada pangan hewani lebih tinggi penyerapannya yaitu 20 – 30%. . Jumlah zat besi yang harus diserap tubuh setiap hari hanya 1 mg atau setara dengan 10 – 20 mg zat besi yang terkandung dalam makanan. bibir. dan kondisi fisiologis tubuh. zat besi dari ferritin dikerahkan untuk memproduksi Hb. Menurut penelitian. Di dalam tubuh sebagian zat besi (sekitar 1. jumlah zat besi diperkirakan lebih dari 4.tubuh menurun. bahkan lemah jantung. Saat konsumsi zat besi dari makanan tidak cukup. Selain itu. di antaranya memproduksi sel darah merah. Begitupun. Di antaranya mereka yang karena aktif. selaput lendir kelopak mata. sedangkan dari sumber nabati hanya 1 – 6%. tidak bisa mengikuti pola makan yang memenuhi kebutuhan akan zat besi. anemia tetap bisa menyerang. orang dengan kadar Hb kurang dari 10 g/dl memiliki kadar sel darah putih (untuk melawan bakteri) yang rendah pula. bahkan siapa saja. jenis kelamin. agar kita tidak mudah terserang penyakit. wajah. Wanita lebih rentan Sebenarnya. Tubuh mampu mengatur penyerapan zat besi sesuai kebutuhan tubuh dengan meningkatkan penyerapan pada kondisi kekurangan dan menurunkan penyerapan saat kelebihan zat besi. dan kuku penderita tampak pucat.000 mg) disimpan di hati berbentuk ferritin. Zat besi yang terdapat dalam semua sel tubuh ini berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia.

Pada wanita dewasa dengan berat badan 55 kg. volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%. ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Pada trimester pertama kehamilan. Tak heran bila para vegetarian cenderung mudah menderita anemia. malaria. zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. wanita . misalnya infeksi cacing tambang. Apalagi disertai kebiasaan tidak sarapan atau frekuensi makan tidak teratur tanpa kualitas makanan seimbang. hati. akibat menstruasi ia harus kehilangan zat besi hingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria. Menginjak trimester kedua hingga ketiga. Ini bisa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi. zat besi yang keluar lewat saluran pencernaan dan kulit atau kehilangan basal berjumlah 0. atau ikan. perlu memberi perhatian khusus pada anemia. Sampai saat melahirkan.6 mg per hari. terutama zat besi. atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia. Kehilangan zat besi lewat haid pada wanita biasanya konstan. atau umumnya sekitar 0.Kemungkinan lain adalah meningkatnya kebutuhan karena kondisi fisiologis. Sehingga jumlah zat besi yang hilang akibat haid ditambah kehilangan basal menjadi sekitar 2. tuberkulose atau TB (dulu dikenal sebagai TBC). teh. daging.5 – 1. Selain menstruasi. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. pascabedah atau menstruasi. pada 95% populasi adalah 1. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%.4 mg per hari pada 95% populasi. Anemia adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Sayangnya. tanpa mempertimbangkan jumlah zat gizi penting yang masuk. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zat besi. vitamin A. Demikian pula pengidap gangguan penyerapan zat besi dalam usus. tetapi bervariasi jumlahnya di antara kaum wanita.8 mg per hari. adanya penyakit kronis atau infeksi.0 mg per hari. kehilangan darah karena kecelakaan. Wanita. Sedangkan saat melahirkan. Penyebab lain adalah kecenderungan wanita berdiet karena ingin mempertahankan bentuk tubuh ideal. Padahal jenis pangan itu sumber zat besi yang mudah diserap tubuh. kondisi rawan lain adalah saat hamil dan menyusui. Dimulai pada saat remaja mengalami haid di masa pubertas. dan kalsium. Dapat dimengerti bila beberapa wanita perlu zat besi lebih banyak daripada wanita lain. perlu tambahan besi 300 – 350 mg akibat kehilangan darah. Sedangkan jumlah zat besi yang hilang karena haid. Tak heran bila wanita cenderung menderita kekurangan zat besi karena hilangnya zat itu di kala haid tiap bulan tanpa diimbangi asupan makanan yang cukup mengandung zat besi. atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup. terutama. misalnya hamil. Mereka yang berdiet pun terbuka kemungkinan menderita anemia karena diet yang berpantang telur.

Misalnya. Saat menyusui. meski biasanya wanita tidak mengalami haid. Penelitian menunjukkan. Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur. yang harus diminum setiap hari. misalnya berbentuk susu atau roti. ibu tetap kehilangan zat besi dan kalsium melalui ASI. anemia gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. kacang hijau). diare. Suplemen tablet besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu. Penyebabnya. Malah ibu hamil sangat disarankan minum pil ini selama tiga bulan. daun katuk). sedangkan wanita hamil perlu tambahan zat besi sekitar 20 mg per hari.hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil. Selain kehilangan basal normal sekitar 0. wanita hamil yang tidak minum pil zat besi mengalami penurunan cadangan besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan. Sayangnya. wanita pekerja. . Perhatikan pola makan Penanggulangan anemia – terutama untuk wanita hamil. Selain itu.3 mg per hari. kehilangan zat besi melalui ASI mencapai sekitar 0.8 mg. Selain itu. dan lainnya. lebih tepat bila mereka mengupayakan perbaikan menu makanan. Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. dengan meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur. sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi tak berfungsi maksimal. dan wanita yang telah menikah prahamil – sudah dilakukan secara nasional dengan pemberian suplementasi pil zat besi. terutama bagi yang berdiet. wanita hamil dan anemia berat misalnya. Menurut penelitian. alternatifnya adalah mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi. kehamilan berulang dalam waktu singkat. oncom. sayuran berwarna hijau tua (kangkung. bayam. jambu biji. ikan. hati. tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. hewan percobaan yang bunting dan kekurangan zat besi melahirkan anak-anak dengan daya tahan rendah terhadap infeksi. dan buah-buahan (jeruk. Wanita dewasa tidak hamil kebutuhannya sekitar 26 mg per hari. Maka. Jadi. ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari serta kalsium 400 mg per hari. cara ini memberikan efek seperti mual. kebutuhan zat besi untuk tiap wanita berbeda-beda sesuai siklus hidupnya. Pada banyak wanita hamil. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. pisang). daging. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya. susu. Penderita anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen besi. tahu. kedelai. Maka. kacang-kacangan (tempe.

Biasakan pula menambahkan substansi yang memudahkan penyerapan zat besi seperti vitamin C. penyakit kronis. . Berkonsultasilah dengan dokter bila anemia berkaitan dengan kesehatan. substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi patut dihindari. dan ikan. air jeruk. Sebaliknya. ayam. atau gangguan pencernaan. daging. misalnya infeksi.

Akibatnya mereka mempunyai resiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan BBLR. Salah satu cara untuk menilai kualitas bayi adalah dengan mengukur berat bayi pada saat lahir. namun yang seringkali menjadi kekurangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti Zat Besi dan Kalsium. GIZI IBU Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Selain itu juga akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian bayi karena rentan terhadap infeksi saluran pernafasan bagian bawah. kematian saat persalinan. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada keadaan gizi ibu sebelum dan selama hamil. Bayi yang dilahirkan dengan BBLR umumnya kurang mampu meredam tekanan lingkungan yang baru. pasca persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan (Depke RI. cukup bulan dengan berat badan normal. pertambahan besarnya organ kandungan. Bagi ibu hamil. Bila gtatus gizi ibu normal pada masa sebelum dan selama hamil kemungkinan besar akan melahirkan bayi yang sehat. sehingga dapat berakibat pada terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan. masalah perilaku dan lain sebagainya (Depkes RI. Ibu hamil yang menderita KEK dan Anemia mempunyai resiko kesakitan yang lebih besar terutama pada trimester III kehamilan dibandingkan dengan ibu hamil normal. Seorang ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat bila tingkat kesehatan dan gizinya berada pada kondisi yang baik.PENGARUH KONDISI IBU TERHADAP PERKEMBANGAN JANIN 1. gangguan belajar. perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu. Sehingga kekurangan zat gizi tertentu yang diperlukan saat hamil dapat menyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. pendarahan. 1996). Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. . pada dasarnya semua zat gizi memerlukan tambahan. karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. bahkan dapat mengganggu kelangsungan hidupnya. Hasil SKRT 1995 menunjukkan bahwa 41 % ibu hamil menderita KEK dan 51% yang menderita anemia mempunyai kecenderungan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). 1996). Namun sampai saat ini masih banyak ibu hamil yang mengalami masalah gizi khususnya gizi kurang seperti Kurang Energi Kronis (KEK) dan Anemia gizi (Depkes RI. Kebutuhan Gizi pada Ibu Hamil Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi. 1998).

Agar energi ini bisa ditabung masih dibutuhkan tambahan energi sebanyak 26. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil. plasenta. telur. maka WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 Kkal sehari pada trimester I. Protein yang berasal dari tumbuhan (nilai biologinya rendah) cukup 1/3 bagian. Dengan demikian dalam satu hari asupan protein dapat mencapai 75-100 g (sekitar 12 % dari jumlah total kalori). serta penumpukan lemak. Jumlah Fe pada bayi baru lahir kira-kira 300 mg dan jumlah yang diperlukan ibu untuk mencegah anemia akibat meningkatnya volume darah adalah 500 mg. ikan. susu dan hasil olahannya. dan 1. 350 Kkal sehari pada trimester II dan III. Di Indonesia melalui Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 menganjurkan penambahan protein 12 g/hari selama kehamilan. plasenta dan hemoglobin ibu sendiri.7 g/kg BB/hari (di bawah 15 tahun).Kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80. pertumbuhan uterus. dan pertumbuhan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk pemekaran jaringan ibu seperti penambahan volume darah. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Kemudian sepanjang trimester II dan III kebutuhan energi terus meningkat sampai akhir kehamilan. kebutuhan wanita hamil akan protein juga meningkat. Hal ini berarti perlu tambahan ekstra sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama hamil (Nasution.000 Kkal. Energi yang tersembunyi dalam protein ditaksir sebanyak 5180 kkal. kegiatan fisik.537 Kkal.3 g/kgBB/hari (gravida mature). serta janin. Jumlah protein yang harus tersedia sampai akhir kehamilan diperkirakan sebanyak 925 g yang tertimbun dalam jaringan ibu.000 kalori selama masa kurang lebih 280 hari. bahkan mencapai 68 % dari sebelum hamil. 1. dan lemak 36. Sama halnya dengan energi.5 g/kg BB/hari (usia 15-18 tahun). yang digunakan untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan menjadi energi yang bisa dimetabolisir. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Bahan pangan yang dijadikan sumber protein sebaiknya (2/3 bagian) pangan yang bernilai biologi tinggi.000 mg termasuk untuk keperluan janin. dibulatkan menjadi 80. Di Kanada.337 Kkal. Dengan demikian jumlah total energi yang harus tersedia selama kehamilan adalah 74. Kenaikan volume darah selama kehamilan akan meningkatkan kebutuhan Fe atau Zat Besi. Untuk memperoleh besaran energi per hari. seperti daging tak berlemak. Selama kehamilan seorang ibu hamil menyimpan zat besi kurang lebih 1. dan payudara. Angka ini tentunya tidak termasuk penambahan akibat perubahan temperatur ruangan. 1988). penambahan untuk trimester I sebesar 100 Kkal dan 300 Kkal untuk trimester II dan III. Sementara di Indonesia berdasarkan Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VI tahun 1998 ditentukan angka 285 Kkal perhari selama kehamilan. atau sekitar 1. hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250 (perkiraaan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300 Kkal. Patokan ini berlaku bagi mereka yang tidak merubah kegiatan fisik selama hamil.244 Kkal. Berdasarkan Widya Karya .

sedangkan pengukuran kadar Hb untuk mengetahui kondisi ibu apakah menderita anemai gizi. seperti diuraikan berikut ini. berat badan ibu tidak bertambah secara normal. Gizi Kurang pada Ibu Hamil Bila ibu mengalami kekurangan gizi selama hamil akan menimbulkan masalah. seorang ibu hamil perlu tambahan zat gizi ratarata 20 mg perhari. Terhadap Perslinan Pengaruh gizi kurang terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. tidak menderita sakit. 1. serta persalinan dengan operasi cenderung meningkat. Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak mengalami hambatan. asfiksia intra partum (mati dalam kandungan). pendarahan. Pertambahan berat badan selama hamil sekitar 10 – 12 kg. Sedangkan kebutuhan sebelum hamil atau pada kondisi normal ratarata 26 mg per hari (umur 20 – 45 tahun). dan terkena penyakit infeksi. kematian neonatal. Terhadap Ibu Gizi kurang pada ibu hamil dapat menyebabkan resiko dan komplikasi pada ibu antara lain: anemia. cacat bawaan. dan tidak ada gangguan gizi pada masa pra hamil maupun saat hamil. 2. ibu akan melahirkan bayi lebih besar dan lebih sehat daripada ibu dengan kondisi kehamilan yang sebaliknya. lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui status gizi ibu hamil antara lain memantau pertambahan berat badan selama hamil. abortus. bayi lahir mati. Dengan kondisi kesehatan yang baik. 1. Pertambahan berat badan ini juga sekaligus bertujuan memantau pertumbuhan janin. Terhadap Janin Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin dan dapat menimbulkan kegururan . anemia pada bayi. mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA). baik pada ibu maupun janin. 1.Nasional Pangan dan Gizi Tahun 1998. persalinan sebelum waktunya (premature). dan trimester III sekitar 6 kg. dan mengukur kadar Hb. Ibu . dimana pada trimester I pertambahan kurang dari 1 kg. 1. 3. dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan berat normal. pendarahan setelah persalinan. Pengukuran LILA dimaksudkan untuk mengetahui apakah seseorang menderita Kurang Energi Kronis (KEK). system reproduksi normal. trimester II sekitar 3 kg.

3. maka mudah bagi ibu hamil untuk mengalami trauma. Hormon dapat mempengaruhi suasana hati dan karena kadarnya yang naik turun maka demikian juga suasana hati anda. lesu. suasana hati. kemudian akan kembali mempengaruhi aktivitas fisiologis dalam dirinya. Antara lain. KONDISI EMOSIONAL IBU Perubahan emosional terjadi selama kehamilan. Sementara dalam masa perkembangan janin. 4. Oleh karena itu. Bahkan. Anemia PENYAKIT pada YANG DI Ibu IDAP IBU Hamil Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal. sekresi asam lambung. suasana hati atau keadaan emosi cepat berubah. janin sudah menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar tubuh ibunya. AKTIVITAS FISIK IBU Tidak semua ibu menyadari bahwa aspek fisik dan psikis adalah dua hal yang terkait erat. atau tekanan psikologis juga dapat memunculkan gejala fisik seperti letih. ada masa-masa yang dianggap kritis yang menyangkut pembentukan organ tubuh. menangis. dan perubahan pola atau pilihan makanan yang juga akan berpengaruh pada konsep diri sang ibu. pening. Anemia defisiensi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan. saling pengaruh-mempengaruhi. mual atau merasa malas. Oleh karena itu adalah hal yang normal bila anda merasa sedih. mau tidak mau ibu hamil harus menjaga kondisi fisik maupun psikisnya agar bayinya dapat tumbuh sehat. sehingga lebih dikenal dengan istilah Anemia Gizi Besi. produksi adrenalin. trauma ini ternyata dapat dirasakan juga oleh janin. stres. gelisah. panik. vitalitas yang rendah dan kematian yang tinggi.dengan kondisi kurang gizi kronis pada masa hamil sering melahirkan bayi BBLR. Kondisi psikologis yang dialami ibu selama hamil. kendali emosi dan tindakan yang bersangkutan dalam kehidupan sehari-hari akan terkena imbas negatifnya. aktivitas kelenjar keringat. maka proses berpikir. atau hampir tidak terpisahkan. Di Indonesia Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan Zat Besi. tekanan darah. sedikit tidak yakin atau merasa senang luar biasa. Jika kondisi fisiknya kurang baik. Menurut Shinto. terlebih lagi bila ibu menderita anemia. Selanjutnya mereka akan menjadi anemia pada saat kadar . Trauma. Suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung. 2. Ibu hamil umumnya mengalami deplesi besi sehingga hanya memberi sedikit besi kepada janin yang dibutuhkan untuk metabolisme besi yang normal. kepekaan meningkat. dan lain-lain. mudah marah. Karena perubahan yang terjadi pada fisik mempengaruhi aspek psikologis dan sebaliknya.

kemungkinan melahirkan bayi BBLR dan prematur juga lebih besar. dkk.5 cm. Namun untuk melahirkan bayi mati . gangguan pertumbuhan. Untuk mencegah resiko KEK pada ibu hamil sebelum kehamilan wanita usia subur sudah harus mempunyai gizi yang baik. Resiko BBLR pada Ibu Hamil Di Indonesia batas ambang LILA dengan resiko KEK adalah 23. Apabila LILA ibu sebelum hamil kurang dari angka tersebut. Hal ini mungkin karena belum berpengaruh terhadap fungsi hormon maupun fisiologis ibu. Penelitian Rosmeri (2000) menunjukkan bahwa status gizi ibu sebelum hamil mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kejadian BBLR.0087 kali untuk melahirkan BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai LILA lebih dari 23 cm.5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi BBLR. dkk. Sebagaimana disebutkan di atas. hal ini menyebabkan morbiditas dan mortalitas ibu dan kematian perinatal secara bermakna lebih tinggi. BBLR. Pada ibu hamil yang menderita anemia berat dapat meningkatkan resiko morbiditas maupun mortalitas ibu dan bayi. cacat bawaan. Ibu dengan status gizi kurang (kurus) sebelum hamil mempunyai resiko 4. Bila bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) akan mempunyai resiko kematian. sebaiknya kehamilan ditunda sehingga tidak beresiko melahirkan BBLR. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak. gizi kurang. Sedangkan ibu hamil dengan KEK pada batas 23 cm mempunyai resiko 2. di Jawa Barat (1998) menunjukkan bahwa KEK pada batas 23. misalnya dengan LILA tidak kurang dari 23.hemoglobin ibu turun sampai di bawah 11 gr/dl selama trimester III.27 kali untuk melahirkan bayi BBLR dibandingkan dengan ibu yang mempunyai status gizi baik (normal). Status gizi ibu sebelum hamil juga cukup berperan dalam pencapaian gizi ibu saat hamil. anemia pada bayi yang dilahirkan. Anemia gizi dapat mengakibatkan kematian janin didalam kandungan. dan gangguan perkembangan anak. dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin tinggi berat badan bayi yang dilahirkan. abortus.5 cm belum merupakan resiko untuk melahirkan BBLR walaupun resiko relatifnya cukup tinggi. Hasil penelitian Jumirah. Selanjutnya pada analisa bivariat anemia batas 9 gr/dl atau anemia berat ditemukan secara statistik tidak nyata melahirkan BBLR. berat bayi yang dilahirkan dapat dipengaruhi oleh status gizi ibu baik sebelum hamil maupun saat hamil. Hasil penelitian Edwi Saraswati. (1999) menunujukkan bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi lahir. dkk. Sedangkan penelitian Edwi Saraswati. (1998) menemukan bahwa anemia pada batas 11 gr/dl bukan merupakan resiko untuk melahirkan BBLR.

081 kali.2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita anemia berat.mempunyai resiko 3. . Dari hasil analisa multivariat dengan memperhatikan masalah riwayat kehamilan sebelumnya menunjukkan bahwa ibu hamil penderita anemia berat mempunyai resiko untuk melahirkan BBLR 4.

sampai pembukaan 3 cm Fase aktif: yang terbagi atas 3 subfase yaitu . dan sebuah perjuangan yang cukup melelahkan. Tahap Pembukaan / In partu ( kala I ) In partu (partus mulai) ditandai dengan lendir bercampur darah. dimana terbayang proses persalinan yang menyakitkan. Penurunan fungsi plasenta : kadar progesteron dan estrogen menurun mendadak. sebuah waktu yang menyenangkan namun di sisi lain merupakan hal yang paling mendebarkan. Iskemia otot-otot uterus karena pengaruh hormonal dan beban. 2. oksitosin. dari Lancet. semakin merangsang terjadinya kontraksi. Darah berasal dari pecahnya pembuluh darah kapiler sekitar karnalis servikalis karena pergeseran ketika serviks mendatar dan terbuka. menjadi pencetus rangsangan untuk proses persalinan 3. menjadi stimulasi (pacemaker) bagi kontraksi otot polos uterus. Sebab terjadinya Persalinan a. Di sisi lain persalinan juga menjadi mendebarkan khususnya bagi calon ibu baru. mengeluarkan energi yang begitu banyak. d.Proses Dalam Persalinan 1. prostaglandin. Peningkatan beban / stress pada maternal maupun fetal dan peningkatan estrogen mengakibatkan peningkatan aktifitas kortison. Tekanan pada ganglion servikale dari pleksus Frankenhauser. Ada baiknya para calon ibu mengetahui proses atau tahapan persalinan seperti apa. Pada kala ini terbagi atas dua fase yaitu: Fase Laten: dimana pembukaan serviks berlangsung lambat. Pengertian persalinan Persalinan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. nutrisi janin dari plasenta berkurang. sehingga para calon ibu dapat mempersiapkan segala halnya guna menghadapi proses persalinan ini. (pada diagram. karena serviks mulai membuka dan mendatar. kok estrogen meningkat) b. c. Proses Persalinan a. Persalinan terasa akan menyenangkan karena si kecil yang selama sembilan bulan bersembunyi di dalam perut anda akan muncul terlahir ke dunia.

Masa transisi ini menjadi masa yang paling sangat sulit bagi ibu. Anda akan merasakan datangnya rasa mulas yang sangat hebat dan terasa seperti ada tekanan yang sangat besar ke arah bawah. Pematangan dan pembukaan serviks (cervical effacement) pada primigravida berbeda dengan pada multipara : 1. Pada primigravida terjadi penipisan serviks lebih dahulu sebelum terjadi pembukaan – pada multipara serviks telah lunak akibat persalinan sebelumnya. Pada tahap ini mulut rahim akan menjadi tipis dan terbuka karena adanya kontraksi rahim secara berkala untuk mendorong bayi ke jalan lahir. steady dan deselerasi Kala I adalah tahap terlama. dan bila pembukaan jalan lahir sudah 10 cm berarti bayi siap dilahirkan dan proses persalinan memasuki kala II. kontraksi semakin sering dan kuat. ostium uteri internum dan eksternum terbuka sehingga serviks menipis dan mendatar. seperti ingin buang air besar. 2. berlangsung 12-14 jam untuk kehamilan pertama dan 6-10 jam untuk kehamilan berikutnya. Kontraksi yang terjadi akan semakin sering dan semakin kuat.akselerasi. Kala I persalinan di sebut lengkap ketika pembukaan jalan lahir menjadi 10 cm. keluar lendir / darah (bloody show) akibat terlepasnya sumbat mukus (mucous plug) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis. selaput ketuban pecah spontan (beberapa kepustakaan menyebutkan ketuban pecah dini jika terjadi pengeluaran cairan ketuban sebelum pembukaan 5 cm). sehingga langsung terjadi proses penipisan dan pembukaan . Menjelang berakhirnya kala I. pembukaan jalan lahir sudah hampir sempurna. bayi akan semakin terdorong ke bawah sehingga menyebabkan pembukaan jalan lahir. yang berarti pembukaan sempurna dan bayi siap keluar dari rahim. Pada setiap kontraksi rahim. akibat terbukanya vaskular kapiler serviks. Peristiwa penting pada persalinan kala 1 1. kebanyakan wanita yang pernah mengalami masa inilah yang merasakan masa yang paling berat. Menjelang akhir kala pertama. 3. Anda mungkin mengalami rasa sakit yang hebat. dan akibat pergeseran antara selaput ketuban dengan dinding dalam uterus.

Kepala janin turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan. kepala janin mulai kelihatan. Namun umumnya. Tahap Pengeluaran Bayi ( Kala II ) Pada kala pengeluaran janin. Namun pada saat proses melahirkan berlangsung. b. Pada waku mengedan. akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan janin. c. cepat dan lebih lama. Dengan mengedan terpimpin. Periode kala 1 pada primigravida lebih lama (+ 20 jam) dibandingkan multipara (+14 jam) karena pematangan dan pelunakan serviks pada fase laten pasien primigravida memerlukan waktu lebih lama. kirakira 2-3 menit sekali. Daerah perineum bersifa elastis. namun karena proses kelahiran berjalan lamban maka dokter menganjurkan agar ibu mengubah posisinya menjadi miring. tapi bila dokter/bidan memperkirakan perlu dilakukan pengguntingan di daerah perineum (episiotomi). pada awal persalinan ibu diminta berbaring. Tahap Pengeluaran Plasenta ( Kala III ) Tahap ini dimulai pada saat bayi telah lahir lengkap. tidak menutup kemungkinan dokter akan meminta ibu mengubah posisi agar persalinan berjalan lancar. maka tindakan ini akan dilakukan dengan tujuan mencegah perobekan paksa daerah perineum akibat tekanan bayi dan Tak ada posisi melahirkan yang paling baik. vulva (bagian luar vagina) membuka dan perineum (daerah antara anus-vagina) meregang. berakhir dengan lahirnya plasenta. ostium internum membuka lebih dulu daripada ostium eksternum (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti lingkaran kecil di tengah) – pada multipara. Anda merasa seperti mau buang air besar. Misalnya. kuat.2. ketika melahirkan dokter akan meminta ibu untuk berbaring atau setengah duduk. Posisi yang dirasakan paling nyaman oleh si ibu adalah hal yang terbaik. Ibu akan merasakan tekanan yang kuat di daerah perineum. dengan tanda anus terbuka. serta . Kelahiran plasenta : lepasnya plasenta dari insersi pada dinding uterus. ostium internum dan eksternum membuka bersamaan (inspekulo ostium tampak berbentuk seperti garis lebar) 3. rasa mulas terkordinir. Pada primigravida.

3) plasenta dan selaput ketuban harus sudah lahir lengkap. dan resume keadaan umum ibu. (jika lepasnya plasenta terjadi sebelum bayi lahir. serta harus dilakukan observasi. Berbaring pada sisi kiri tubuh. d. Menungging atau posisi merangkak.pengeluaran plasenta dari kavum uteri. posisi ini nyaman dan mampu mencegah ibu mengejan ketika pembukaan belum lengkap Posisi yang tidak baik bagi ibu adalah berbaring lurus terlentang. di samping memudahkan penolong persalinan dalam memimpin persalinan pada saat keluarnya kepala bayi. Plasenta lepas spontan 5-15 menit setelah bayi lahir. dan dalam mengamati perineum b. seringkali merupakan posisi yang paling nyaman. Dan ada 7 hal pokok penting yang harus diperhatikan pada kala 4 ini yaitu: 1) kontraksi uterus harus baik 2) tidak ada perdarahan pervaginam atau dari alat genital lain. Posisi ini juga bermanfaat pada bayi yang sulit berputar c. 3. Hal ini dapat menimbulkan penekanan pada pembuluh darah yang membawa darah untuk janin dan . baik dilakukan bila ibu merasakan kepala bayi tertahan di punggungnya. 6) resume keadaan umum bayi. sehingga pada saat kontraksi mudah lepas dan berdarah. Lepasnya plasenta dari insersinya : mungkin dari sentral (Schultze) ditandai dengan perdarahan baru. posisi ini membantu turunnya kepala bila persalinan berlangsung lambat atau bila ibu tidak mampu mengejan d. Jongkok atau berdiri. disebut solusio/abruptio placentae – keadaan gawat darurat obstetrik !!). 5) luka-luka di perineum harus dirawat dan tidak ada hematoma. fundus setinggi sekitar / di atas pusat. Duduk atau setengah duduk ( Litotomi ). Posisi – Posisi dalam proses persalinan a. 4) kandung kencing harus kosong. kontraksi uterus bertambah keras. atau dari tepi / marginal (Matthews-Duncan) jika tidak disertai perdarahan. Pelepasan plasenta terjadi karena perlekatan plasenta di dinding uterus adalah bersifat adhesi. Tahap Observasi proses persalinan ( Kala IV ) Tahap ini dilakukan Sampai dengan 1 jam setelah postpartum. Pada keadaan normal. atau mungkin juga serempak sentral dan marginal.

ibu. Selain itu pada posisi ini ibu akan mengalam kesulitan dalam mengejan. sehingga mereka akan memperoleh aliran darah dan oksigen yang lebih sedikit. .

angka kematian ibu dan anak sangat tinggi. pada tahun 1851. Profil Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Bidan dalam Negeri 1. Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kaum perempuan khususnya ibu dan anak-anak. Layanan kolaborasi yaitu layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim secara bersama-sama dengan profesi lain dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan. Saat itu ilmu kebidanan belum merupakan pelajaran. Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Indonesia. baru tahun 1889 oleh Straat. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. W. Layanan kebidanan rujukan yaitu merupakan pengalihan tanggung jawab layanan oleh bidan kepada sistem layanan yang lebih tinggi atau yang lebih kompeten ataupun pengambil alihan tanggung jawab layanan/menerima rujukan dari penolong persalinan lainnya seperti rujukan. Layanan kebidanan yang tepat akan meningkatan keamanan dan kesejahteraan ibu dan bayinya. Ilmu kebidanan diberikan sukarela. Mulai saat itu pelayanan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh dukun dan bidan. Seiring dengan dibukanya pendidikan dokter tersebut. tetapi keadaan ini tidak tidak berlangsung lama karena tidak adanya pelatih kebidanan. Adapun pelayanan kebidanan hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda yang ada di Indonesia. Layanan kebidanan primer yaitu layanan yang diberikan sepenuhnya atas tanggung jawab bidan b.SEJARAH PERKEMBANGAN PELAYANAN DAN PENDIDIKAN BIDAN (DALAM DAN LUAR NEGERI) A. Tenaga penolong persalinan adalah dukun. c. Tahun 1849 di buka pendidikan Dokter Jawa di Batavia (Di Rumah Sakit Militer Belanda sekarang RSPAD Gatot Subroto). dibuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi di Batavia oleh seorang dokter militer Belanda (dr. Bosch). Pada tahun 1807 (zaman Gubernur Jenderal Hendrik William Deandels) para dukun dilatih dalam pertolongan persalinan. Layanan . Obstetrikus Austria dan Masland. kebidanan/oleh bidan dapat dibedakan meliputi: a.

gangguan kesehatan reproduksi di poliklinik keluarga berencana. Seiring dengan pelatihan tersebut didirikanlah Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA). Hal tersebut di atas adalah pelayanan yang diberikan oleh bidan di desa. Bidan di rumah sakit memberikan pelayanan poliklinik antenatal. Dalam melaksanakan tugas pokoknya bidan di desa melaksanakan kunjungan rumah pada ibu dan anak yang memerlukannya. Titik tolak dari Konferensi Kependudukan Dunia di Kairo pada tahun 1994 yang menekankan pada reproduktive health (kesehatan reproduksi). Pelayanan yang diberikan berorientasi pada kesehatan masyarakat berbeda halnya dengan bidan yang bekerja di rumah sakit. Adapun tugas pokok bidan di desa adalah sebagai pelaksana kesehatan KIA. kamar operasi kebidanan. Perubahan pengetahuan dan keterampilan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh di masyarakat dilakukan melalui kursus tambahan yang dikenal dengan istilah Kursus Tambahan Bidan (KTB) pada tahun 1953 di Yogyakarta yang akhirnya dilakukan pula dikota-kota besar lain di nusantara. Puskesmas memberikan pelayanan berorientasi pada wilayah kerja.Pada tahun 1952 mulai diadakan pelatihan bidan secara formal agar dapat meningkatkan kualitas pertolongan persalinan. Pembinaan dukun bayi. termasuk bayi baru lahir dan perawatan abortus . ruang nifas dan ruang perinatal. Area tersebut meliputi: 1. Bidan yang bertugas di Puskesmas berfungsi dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pelayanan keluarga berencana. khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu hamil. mengadakan pembinaan pada Posyandu di wilayah kerjanya serta mengembangkan Pondok Bersalin sesuai denga kebutuhan masyarakat setempat. dimana pelayanan yang diberikan berorientasi pada individu. Mulai tahun 1990 pelayanan kebidanan diberikan secara merata dan dekat dengan masyarakat. Safe Motherhood. senam hamil. termasuk. memperluas area garapan pelayanan bidan. Kebijakan ini melalui Instruksi Presiden secara lisan pada Sidang Kabinet Tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan bidan di desa. kamar bersalin. Dari BKIA inilah yang akhirnya menjadi suatu pelayanan terintegrasi kepada masyarakat yang dinamakan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pada tahun 1957. pendidikan perinatal. bersalin dan nifas serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir.

kewenangan dan kemampuannya. Family Planning 3. Kepmenkes No. Penyakit menular seksual termasuk infeksi saluran alat reproduksi 4. pendidikan. 900/Menkes/SK/VII/2002 tentang registrasi dan praktek bidan revisi dari Permenkes No. Bidan dalam melaksanakan peran. Permenkes No. bidan dalam melaksanakan praktek perorangan di bawah pengawasan dokter. • Pelayanan Keluarga Berencana • Pelayanan Kesehatan Masyarakat d. 572/VI/1996. Pelaksanaan dari Permenkes ini.2. fungsi dan tugasnya didasarkan pada kemampuan dan kewenangan yang diberikan. Dalam melaksanakan tugasnya. yang kemudian diubah menjadi Permenkes 623/1989 wewenang bidan dibagi menjadi dua yaitu wewenang umum dan khusus ditetapkan bila bidan meklaksanakan tindakan khusus di bawah pengawasan dokter. wewenang bidan terbatas pada pertolongan persalinan normal secara mandiri. kemampuan. Kesehatan reproduksi pada remaja 5. 572/VI/1996. bidan melakukan kolaborasi. Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa bidan dalam menjalankan praktek harus sesuai dengan kewenangan. Permenkes No. Permenkes No. 363/IX/1980. .Dalam keadaan darurat bidan juga diberi wewenang pelayanan kebidanan yang ditujukan untuk penyelamatan jiwa. wewenang ini mengatur tentang registrasi dan praktek bidan. konsultasi dan merujuk sesuai dengan kondisi pasien. Permenkes yang menyangkut wewenang bidan selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Kewenangan tersebut diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Permenkes tersebut dimulai dari: a. Kesehatan reproduksi pada orang tua. b. 5380/IX/1963. Dalam wewenang tersebut mencakup: • Pelayanan kebidanan yang meliputi pelayanan ibu dan anak. c. didampingi tugas lain. Kewenangan tersebut disertai dengan kemampuan dalam melaksanakan tindakan. Bidan dalam melaksanakan prakteknya diberi kewenangan yang mandiri.

Perawatan zaman dahulu atau sekarang dilakukan oleh dukun pria atau dukun wanita. macamnya kurban ditentukan oleh dukun. Kenduri ke dua dilakukan pada waktu umur kehamilan 7 bulan. Pencapaian kemampuan bidan sesuai dengan Kepmenkes No. dukun menjalankan perawatanya biasanya dirumah penderita atau di rawat di rumah dukunnya sendiri. Cara bekerja dengan . Kenduri pertama kali dilakukan pada waktu hamil 3 bulan sebagai tanda wanita itu hamil. 2) Dengan cara mengusir setan-setan yang mengganggu dengan menyajikan kurban kurban di tempat itu. karena kewenangan yang diberikan oleh Departemen Kesehatan ini mengandung tuntutan akan kemampuan bidan sebagai tenaga profesional dan mandiri. 6) Memakai obat-obatan banyak dipakai dari tumbuh-tumbuhan yang segar dari daun mudanya. 2) Persalinan Biasanya persalinan dilakukan dengan duduk di atas tikar. Cara-cara mengobati penderita itu sendiri antara lain: 1) Dengan membaca mantra-mantra memohon pertolongan kepada Tuhan YME. Perawatan Kebidanan 1) Kehamilan Semua wanita hamil diadakan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dukun bayi dan dukun memberikan nasehat-nasehat seperti : a) Melakukan pantangan : • Pantangan makanan tertentu • Pantangan terhadap pakaian • Pantangan terhadap jangan pergi malam • Pantangan jangan duduk di muka pintu b) Kenduri. 3) Melakukan massage/mengurut penderita. 5) Kadang-kadang dukun bertapa untuk mendapatkan ilham cara bagaimana menyembuhkan penderita itu. 4) Penderita harus melakukan pantangan atau diet yang oleh dukun itu pula.pengalaman serta berdasarkan standar profesi. batang. di lantai dukun yang menolong menunggu sampai persalinan selesai. 900/2002 tidaklah mudah. kembang akarnya.

ia merupakan tenaga terpercaya dalam lingkungannya terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi. kehamilan . Mulai saat itu pelayan kesehatan ibu dan anak dilakukan oleh dukun dan Bidan. Lulusan ini kemudian bekerja di Rumah Sakit juga di masyarakat. Tahun 1879. Tahun 1950 . angka kematian ibu dan anak sangat tinggi. Seiring dengan dibukanya pendidikan dokter tersebut. Setelah anak lahir anak diciprati anak dengan air agar menangis. tetapi keadaan ini tidak berlangsung lama karena tidak adanya pelatih kebidanan. 3) Nifas Setelah bersalin ibu dimandikan oleh dukun selanjutnya ibu sudah harus bisa merawat dirinya sendiri lalu ibu di berikan juga jamu untuk peredaran darah dan untuk laktasi. setelah kemerdekaan. jumlah paramedis kurang lebih 4000 orang dan dokter umum kurang lebih 475 orang dan dokter dalam bidang obsgyn hanya 6 orang. W. dimulai pendidikan bidan. yang memberikan kursus adalah Bidan. pada tahun 1851 di buka pendidikan Bidan bagi wanita pribumi di Batavia oleh seorang Dokter milliter Belanda (Dr. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan hanya diperuntukkan bagi orangorang Belanda yang ada di Indonesia. Selama menolong dukun banyak membaca mantra-mantra. Kursus bidan yang pertama ini ditutup tahun 1873. mulai diadakan pelatihan Bidan secara formal agar dapat meningkatkan kualitas pertolonga persalinan. Bosch). persalinan dan nifas. Perubahan pengetahuan dan keteramilan tentang pelayanan kesehatan ibu dan anak . Pelayanan Kebidanan di Indonesia sejak dulu sampai sekarang tenaga yang memegang peranan dalam pelayanan kebidanan ialah “ Dukun bayi “. Pada tahun 1807 (zaman Gubernur jenderal Hendrik William Deandels) para dukun dilatih dalam pertolongan persalinan. sekarang RSPAD Gatot Subroto). Menekannya serta menarik anak apabila anak telah kelihatan.mengurut-ngurut perut ibu. pada tahun 1952. Kursus untuk dukun masih berlangsung samapai dengan sekarang. Tenaga penolong persalinan adalah dukun. Tali pusat dipotong dengan hinis atau bamboo kemudian tali pusatnya diberi kunyit sebagai desinfektan. Kemudian pada tahun 1849 dibuka pendidikan Dokter Jawa di Batavia (Di RS Milliter Belanda. Praktek kebidanan modern masuk di Indonesia oleh dokter-dokter Belanda.

Pada tahunan 1902 pendidikan bidan dibuka kembali bagi wanita pribumi di rumah sakit militer di . Kleuarga Berencana 5. pada tahun 1979 jumlah dokter obsgyn 286 orang dan bidan 16. Pendidikan bidan dimulai pada masa penjajahan Hindia Belanda. Kegiatan BKIA yang dipimpin bidan adalah menyelenggarakan: 1. tugas pokoknya adalah pelaksanan pelayanan KIA khususnya pelayanan ibu hamil.secara menyeluruh di masyarakat dilakukan melalui kursus tambahan yang dikenala dengan istilah Kursus tambahan Bidan (KTB) pada tahun 1953 di Jogjakarta yang akhirnya dilakukan pula di kota-kota besar lain di Nusantara ini. Dari BKIA inilah akhirnya mnejadi suatu pelayanan terintregrasi kepada masyarakat yang dinamakan pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas pada tahun 1957. Yang dimaksud dalam pendidikan ini adalah. 2. Bidan yang bertugas di puskesmas berfungsi dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk pelayanan KB. Bidan di puskesmas orientasi lepada kesehatan masyarakat beda dengan bidan di RS yang berorientasi pada individu. Pemeriksaan Antenatal 2. dan nifas serta pelayana BBL. Pada tahun 1851 seorang dokter militer Belanda (Dr. Seiring dengan pelatihan tersebut didirikan balai kesehatan ibu dan anak (BKIA) dimana bidan sebagi penanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Perkembangan Pendidikan Bidan di Indonesia Perkembangan pendidikan bidan berhubungan dengan perkembangan pelayanan kebidanan. Pendidikan ini tidak berlangsung lama karena kurangnyah peserta didik yang disebabkan karena adanya larangan ataupun pembatasan bagi wanita untuk keluaran rumah. bersalin. Dengan meningkatnya pendidikan tenaga kesehatan maka. Bosch) membuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi di Batavia. Keduanya berjalan seiring untuk menjawab kebutuhan/tuntutan masyarakat akan pelayanan kebidanan. W. Penyuluhan Kesehatan Di BKIA ini diadakan juga pelatihan-pelatihan para dukun bayi.888 orang di seluruh Indonesia. Mulai tahun 1990 pelayan kebidanan diberikan secara merata sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini melalaui instruksi presiden secara lisan pada tahun 1992 tentang perlunya mendidik bidan untuk penempatan di desa. pendidikan formal dan non formal. Pemeriksaan Post natal 3. Pemeriksaan dan Pengawasan bayi dan anak balita 4.

DI tahun yang sama dikeluarkan sebuah peraturan yang membedakan lulusan bidan berdasarkan latar belakang pendidikan. Tahun 1911/1912 dimulai pendidikan tenaga keperawatan secara terencana di CBZ (RSUP) Semarang dan Batavia. Calon yang diterima dari HIS (SD 7 tahun) dengan pendidikan keperawatan 4 tahun dan pada awalnya hanya menerima peserta didik pria. Pada tahun 1914 telah diterima juga peserta didik wanita pertama dan bagi perawat wanita yang luluas dapat meneruskan kependidikan kebidanan selama dua tahun. Pada tahun 1935-1938 pemerintah Kolonial Belanda mulai mendidik bidan lulusan Mulo (Setingkat SLTP bagian B) dan hampir bersamaan dibuka sekolah bidan di beberapa kota besar antara lain Jakarta di RSB Budi Kemuliaan. Bidan dengan dasar pendidikannya Mulo dan pendidikan Kebidanan selama tiga tahun tersebut Bidan Kelas Satu (Vreodrouweerste Klas) dan bidan dari lulusan perawat (mantri) di sebut Bidan Kelas Dua (Vreodrouw tweede klas). namun memiliki persyaratan yang sama dengan zaman penjajahan Belanda. karena tidak ada pendidikan lain. Perbedaan ini menyangkut ketentuan gaji pokok dan tunjangan bagi bidan. Kemudian dinaikkan menjadi 40 Gulden per bulan (tahun 1922). Lulusan ini mendapat tunjangan dari pemerintah kurang lebih 15-25 Gulden per bulan. pemerintah mendirikan sekolah perawat atau sekolah bidan dengan nama dan dasar yang berbeda. Pada tahun 1950-1953 dibuka sekolah bidan dari lulusan SMP dengan batasan usia minimal 17 tahun dan lama pendidikan tiga tahun. Pendidikan ini dilanjutkan sampai tahun 1976 dan xsetelah itu ditutup. Tahun 1953 dibuka Kursus Tambahan Bidan .batavia dan pada tahun 1904 pendidikan bidan bagi wanita indo dibuka di Makasar. Peserta didik PK/E adalah lulusan SMP ditambah 2 tahun kebidanan dasar. Lulusan dari PK/E sebagian besar melanjutkan pendidikan bidan selama dua tahun. Mengingat kebutuhan tenaga untuk menolong persalinan cukup banyak. Untuk perawat pria dapat meneruskan ke pendidikan keperawatan lanjutan selama dua tahun juga. maka dibuka pendidikan pembantu bidan yang disebut Penjenjang Kesehatan E atau Pembantu Bidan. RSB Palang Dua dan RSB Mardi Waluyo di Semarang. Luluasan dari pendidikan ini harus bersedia untuk ditempatkan dimana saja tenaganya dibutuhkan dan mau menolong masyarakat yang tidak/kurang mampu secara cumacuma. Peserta didik kurang berminat memasuki sekolah tersebut dan mereka mendaftar karena terpaksa. Pada zaman penjajahan Jepang.

sehingga selama 10 tahun tidak menghasilkan bidan. Departemen Kesehatan melakukan penyederhanaan pendidikan tenaga kesehatan non sarjana. Tujuan dari KTB ini adalah untuk memperkenalkan kepada lulusan bidan mengenai perkembangan program KIA dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Namun organisasi profesi bidan (IBI) tetap ada dan hidup secara wajar. kemudian menjadi dua tahun dan terakhir berkembang menjadi tiga tahun. Namun karena adanya perbedaan falsafah dan kurikulum terutama yang berkaitan dengan kemampuan seorang bidan. Pada awalnya pendidikan ini berlangsung satu tahun. Pada tahun 1974 mengingat jenis tenaga kesehatan menengah dan bawah sangat banyak (24 kategori). Pada tahun 1985 dibuka lagi program pendidikan bidan yang disebut (PPB) yang menerima lulusan SPR dan SPK. lamanya kursus antara 7 sampai dengan 12 minggu. Sekolah bidan ditutup dan dibuka Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) dengan tujuan adanya tenaga multi purpose di lapangan dimana salah satu tugasnya adalah menolong persalinan normal. maka tujuan pemerintah agar SPK dapat menolong persalinan tidak tercapai atau terbukti tidak berhasil. Pada tahun 1960 KTB dipindahkanke Jakarta. Pada tahun 1967 KTB ditutup (discountinued). Pendidikan ini tidak dilaksanakan secara merata di seluruh provinsi. Tahun 1981 untuk meningkatkan kemampuan perawat kesehatan (SPK) dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk kebidanan. Pada tahun 1975 sampai 1984 institusi pendidikan bidan ditutup. Pendidikan ini menerima calon dari lulusan sekolah perawat dan sekolah bidan. sebelum lulusan memulai tugasnya sebagai bidan terutama menjadi bidan di BKIA. Lama pendidikan satu tahun dan lulusannya dikembalikan kepada institusi yang mengirim.(KTB) di Yogyakarta. Tahun 1989 dibuka crash program pendidikan bidan secara nasional yang memperbolehkan lulusan SPK untuk langsung . Tahun 1954 dibuka pendidikan guru bidan secara bersama-sama dengan guru perawat dan perawat kesehatan masyarakat di Bandung. Pendidikan ini hanya berlangsung satu tahun dan tidak dilakukan oleh semua institusi. Pada awal tahun 1972 institusi pendidikan ini dilebur menjadi Sekolah Guru Perawat (SGP). dibuka pendidikan Diploma I Kesehatan Ibu dan Anak. Pada tahun 1970 dibuka program pendidikan bidan yang menerima lulusan dari Sekolah Pengatur Rawat (SPR) ditambah dua tahun pendidikan bidan yang disebut Sekolah Pendidikan Lanjutan Jurusan Kebidanan (SPLJK).

sebagai bidan tapi juga kemampuan untuk berkomunikasi. Pada tahun 1993 dibuka Program Pendidikan Bidan Program B yang peserta didiknya dari lulusan Akademi Perawat (Akper) dengan lama pendidikan satu tahun. Diharapkan pada tahun 1996 sebagian besar desa sudah memiliki minimal seorang bidan. Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kemampuan klinik kebidanan dari lulusan ini tidak menunjukkan kompetensi yang diharapkan karena lama pendidikan yang terlalu singkat yaitu hanya setahun. Pendidikan ini memerlukan kurikulum 3700 jam dan dapat diselesaikan dalam waktu enam semster. Selain program pendidikan bidan di atas. Program ini dikenal sebagai Program Pendidikan Bidan A (PPB/A). Program Pendidikan Bidan (A) diselenggarakan dengan peserta didik cukup besar. Pada tahun 1993 juga dibuka pendidikan bidan Program C (PPB C). Mulai tahun 1996 status bidan di desa sebagai pegawai tidak tetap (Bidan PTT) dengan kontrak selama tiga tahun dengan pemerintah. Sulawesi Selatan. Lulusan pendidikan ini kenyataannya juga tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan seperti yang diharapkan sebagai seorang bidan profesional. Pendidikan ini dilakukan di 11 Propinsi yaitu : Aceh. yang kemudian dapat diperpanjang 2 x 3 tahun lagi. konseling dan kemampuan untuk menggerakkan masyarakat desa dalam meningkatkan taraf kesehatan ibu dan anak. Lama pendidikan satu tahun dan lulusannya ditempatkan di desadesa. Pendidikan ini hanya berlangsung selama dua angkatan (1995 dan 1996) kemudian ditutup. Maluku dan Irian Jaya. sehingga kesempatan peserta didik untuk praktek klinik kebidanan sangat kurang. Jawa Tengah dan . Kalimantan Barat. Penempatan BDD ini menyebabkan orientasi sebagai-baiknya tidak hanya kemampuan klinik. karena lama pendidikan yang terlalu singkat dan jumlah peserta didik terlalu besar dalam kurun waktu satu tahun akademik. Untuk itu pemerintah menempatkan seorang bidan di tiap desa sebagai pegawai negeri sipil (PNS Golongan II). Tujuan program ini adalah untuk mempersiapkan tenaga pengajar pada Program Pendidikan Bidan. Lampung dan Riau (Wilayah Sumatera). Nusa Tenggara Timur. sejak tahun 1994-1995 pemerintah juga menyelenggarakan uji coba Pendidikan Bidan Jarak Jauh (Distance learning) di tiga propinsi yaituJawa Barat.masuk program pendidikan bidan. yang menerima masukan dari lulusan SMP. sehingga tingkat kemampuan yang dimiliki sebagai seorang bidan juga kurang. Bengkulu.

Pengaturan penyelenggaraan ini telah diatur dalam SK Menkes No. Pada tahun 2000 telah ada tim pelatih Asuhan Persalinan Normal (APN) yang dikoordinasikan oleh Maternal Neonatal health (MNH) yang sampai saat ini telah melatih APN di beberapa . Sedang pelaksanaannya adalah Rumah sakit provinsi/kabupaten. Pendidikan ini dikoordinasikan oleh Pusdiklat Depkes dan dilaksanakan oleh Bapelkes di Propinsi. 1247/Menkes/SK/XII/1994 Diklat Jarak Jauh Bidan (DJJ) adalah DJJ Kesehatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan. pada tahap II (1996-1997) dilaksanakan di 16 propinsi dan pada tahap III (1997-1998) dilaksanakan di 26 propinsi.439 (55%) dinyatakan lulus. Kebijakan ini dilaksanakan untuk memperluas cakupan upaya peningkatan mutu tenaga kesehatan yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Pelatihan praktek dilaksanakan di 14 propinsi dan selanjutnya melatih bidan praktek swasta secara swadaya. Dari 1490 peserta belum diketahui berapa jumlah yang lulus karena laporan belum masuk. Pada tahun 1996. sikap dan keterampilan bidan agar mampu melaksanakan tugasnya dan diharapkan berdampak pada penurunan AKI dan AKI. Irian Jaya dan Sulawesi Tengah masing-masing hanya 40 orang dan Propinsi Jambi 50 orang. IBI bekerja sama dengan Departemen Kesehatan dan American Collage of Nurse Midwive (ANCM) dan rumah sakit swasta mengadakan Training of Trainer kepada anggota IBI sebanyak 8 orang untuk LSS. yang kemudian menjadi tim pelatih LSS inti di PPIBI. begitu juga guru/dosen dari D3 Kebidanan. Tim pelatih LSS ini mengadakan TOT dan pelatihan baik untuk bidan di desa maupun bidan praktek swasta. kecuali Propinsi Maluku. IBI bekerja sama langsung dengan Mother Care melakukan pelatihan dan peer review bagi bidan rumah sakit. Selain pelatihan DJJ tersebut pada tahun 1994 juga dilaksanakan pelatihan pelayanan kegawat daruratan maternal dan neonatal (LSS = Life Saving Skill) dengan materi pembelajaran berbentuk 10 modul. Secara kumulatif pada tahap I-III telah diikuti oleh 6.Jawa Timur. DJJ Tahap I (1995-1996) dilaksanakan di 15 Propinsi. DJJ Bidan dilaksanakan dengan menggunakan modul sebanyak 22 buah. bidan Puskesmas dan bidan di desa di Propinsi Kalimantan Selatan.306 orang bidan dan sejumlah 3. Pada tahap IV (1998-1999) DJJ dilaksanakan di 26 propinsi dengan jumlah tiap propinsinya adalah 60 orang. 1995-1998. Penyelenggara ini dinilai tidak efektif ditinjau dari proses.

Perkembangan Pelayanan Kebidanan di Luar Negeri a. diketahui efektif dalam mengatasi pendarahan postpartum. seorang dokter dari Hungaria (1818-1865). Sejarah Perkembangan Pelayanan dan Pendidikan Bidan di Luar Negeri 1. Pada tahun 1843. Jean lubumean dari Perancis (orang kepercayaan Rene Laenec. Selain melalui pendidikan formal dan pelatihan. Ergot sejenis cendawan yang tumbuh pada sejenis gandung hitam. Ignoz Phillip semmelweis.propinsi/kabupaten. tahun 1807. penemu Stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1819) pertama kali mendengar bunyi jantung janin dengan stetoskop pada tahun 1920. utnuk meningkatkan kualitas pelayanan juga diadakan seminar dan Lokakarya organisasi. Sebelum abad 20 (1700-1900) William Smellie dari Scotlandia (1677-1673) mengembangkan forceps dengan kurva pelvik seperti kurva shepalik. Dia memperkenalkan cara pengukur konjungata diagonalis dalam pelvi metri. dosen-dosen dari Akademi Kebidanan. Adolf Pinard dari Prancis (1844-1934) pada tahun 1878. Jhon Charles Weaven dari Inggris (1811-1859) adalah. Pengenalan Semmelweiss tentang cuci tangan yang bersih mengacu pada pengendalian sepsis puerperium. Menggambarkan metodnya tentang persalinan lahirnya kepala pada presentasi bokong dan penganangan resusitasi bayi aspiksi dengan pemompaan paru-paru melalui sebuah metal kateler. B. Lokakarya organisasi dengan materi pengembangan organisasi (Organization Development = OD) dilaksanakan setiap tahun sebanyak dau kali mulai tahun 1996 sampai 2000 dengan biaya dari UNICEP. Hal ini merupakan permulaan pengguguran. Pelatihan LSS dan APN tidak hanya untuk pelatihan pelayanan tetapi juga guru. Tahun 1824 Jamess Blundell dari Inggris yang menjadi orang pertama yang berhasil menangani perdarahan postpartum dengan menggunakan transfusi darah. mengumumkan kerjanya pada palpasi abdominal Carl Crede dari Jerman (1819-1892) menggambarkan metodanya . scotlandia (1811-1870) memperkenalkan dan menggunakan arastesi umum. pertama yang yang melakukan test urine pada wanita hamil untuk pemeriksaan dan menghubungkan kehadirannya dengan eklamsia. James Young simpson dair Edenburgh.

stimulasi urine yang lembut dan lentur untuk mengeluarkan placenta Juduig Badl. Selama beberapa tahun. pada tahun 1875. 2. dan telah merubah prognosis bagi bayi prematur secara dramatis ketika dirawat di neonatal intersive acara urits. Pelayanan dan Pendidikan di Beberapa Negara Pelayanan Bidan di Afrika Selatan Perusakan Hindia Belanda timur yang membentuk tempat makanan dan minuman di semenanjung. Mempunyai prakiran-prakiraan yang menyakir praktek para bidan yang dapat diterpkan di semenannjung tersebut. hal ini juga memungkinkan perkembangan yang menakjubkan.in” dipraktekan dan menyusui dipromosikan menyusui disemua rumah sakit yang sudah mendapat penerangan. memperkenalkan pengguran inkubator dalam perawatan bayi prematur. Tapi mereka tidak menunjuk bidan pemerintah atau bidany ang sudah diangkat sumpah selama beberapa tahun peraturan-peraturan tersebut menetapkan bahwa para bidan harus diuji dan dan diberi lisensi/izin. Bidan pemerintah memperoleh penghargaan yang tinggi salah satu dari mereka. ditunjuk pada tahun 1687 sebagai kepala keperawatan di rumah sakit persahaan. suatu pengembalian pada “cara yang lebih alami”. Saat penempatan dipeluas. dan alat menyusui bayi buatan menjadi dapat diterima. dan menjadi bidan pertama yang . Abad 20 Postnatal care sejak munculnya hospitalisasi untuk persalinan telah berubah dari perpanjangan masa rawatan sampai 10 hari. ke trend “Modern” ambulasi diri. pemisahan ibu dan bayi merupakan praktek yang dapat diterima di banyak rumah sakit. Yang pada kenyataanya. wanita di desa khususnya harus ditolong oleh wanita yang lebih tua belum dilathi dari masyarakat. Alkta Kaisters. dan mereka harus memanggil pertolongan medis bila ada indikasi. Daunce dari Bordeauz. menggambarkan lingkaran retraksi yang pasti muncul pada pertemuan segment atas rahim dan segmen bawah rahim dalam persalinan macet/sulit. b. Pada tahun 1857. dokter obstetri dari Jerman (1842-1992). dan bahkan oleh norma! Bagaimanapun. alami sekali lagi “membuktikan dirinya “rooing. Perkembangan teknologi yang cepat telah monitoring anthepartum dan intrapartum yang tepat menjadi mungkin dengan pengguraan ultrasonografi dan cardiotocografi.

Dia ditunjuk sebagai Accoucher kolonial dengan wewenang untuk melatih sejumlah besar bidan untuk melayani masyarakat. bidan dan apoteker dan menemukan bahwa enam bidan yang sudah mempunyai lisensi tidak memenuhi kriteria mereka. Tujuh kandidat yang menyelesaikan pelatihan tersbeut dan terkualifikasi pada tahun 1813 merupakan profesional pertama yang terlatih dan terkualifikasi di . dan pelatihan para bidan di mulai pada tahun 1811. sementara masyarakat pedesaan dilayani oleh wanita penuh baya yang belum terlatih dengan pengalaman kebidanan “outansi” yang seringkali melaksanakan perawatan umum dan bahkan pelayanan untuk hewan peliharaan juga dalam beberapa hal/keadaan. Dr Johann Hunrich frederich carel leopold wehr. dan standart asuhan kebidanan yang jelek yang di berikan oleh orang-orang yang tidak mempunyai lisensi/izin. Gubernur Earl of caledon menyetujuai pendirian sekolah tersebut pada tanggal 1 November 1810. dan Dr Wehr ditunjuk sebagai instruktur kolonial kebidanan. Dengan demikian.melaksanakan tugas-tugas perawatan umum sebagaimana tugas-tugas kebidanan. seorang dokter bedah bernama Dr Leishing mereka mendasikan dimana telah didirikan sebuah sekolah kebidanan ini untuk mengganikan sistem Madang perusahaan dan terjadi sebelum pendudukan British kedua di semenanjung tersebut. lahirlah sekolah profesional pertama dari jurusannya di Afrika selatan. Komite Medis tertinggi meninjau kembali lisensi dokter. saat seirang dokter bedah dari pemerintah batavia terdahulu. Pelayanan kebidanan pertama diberikan sekaligus oleh pagawi pemerintah dan bidan swasta dilebih banyak wilayah berkembang. Ide pendirian sekolah kebidanan baru terlaksana pada tahun 1808. Dr Wehr sangat tertarik pada kebidanan. mengajukan permohonan oada guberbur semenanjung untuk mendirikan sekolah seperti itu. Situasi itu masih berlaku. tapi dia meminta gaji yang sesuai untuk mengimbangi pelayanannya di sana. Terlihat dimana terdapat sedikit perkembangan dalam pelayanan dan pelatihan kebidanan sampai awal abad ke 19 dibawah pemerintahan Batavia yang mengambil alih semenanjung dari perusahan HindiaBelanda timur yang bubar. dan dia mengungkapkan perhatian yang besar pada kurangnya bidan yang berkualitas bagi Cape town dan daerah-daerahnya. tanpa bayarannya. Dia akan membantu para bidan yang bekerja diantara orang miskin.

Sebulum ada peraturan-peraturan dewan Medis Afrika Selatan. yang pada tahun 1867 dikirim oleh komunitasnya ke rumah sakit Carnarvon di Kimberly. Kode ini meliputi persyaratan untuk . Kemudian. prilaku pribadi/perorangan. Anak tersebut diberi nama James Barry Munnik. Kiira-kira pada tahun 1809. Dr. James Barry. Kode etik yang diikrarkan dipegang teguh saat mereka melakukan “Sumpah Jabatan” yang mencakup banyak elemen yang terwujud dalam kode etik/sikap saat ini. dan meminta bantuan medis jira diperlukan. Pada tahun 1816. Semua sekolah mewajibkan orang yang sudah dewasa. operasi seksio caesarea pertama dilakukan pada isteri Mr. menulis sebuah buku saku tentang kebidanan bagi pembantunya. Thomas Munnik oleh Dr. Seorang utusan medis dari Misionary Society London. Usia yang diizinkan masuk. sehingga menjadi wanita kulit berwarna pertama yang memiliki kualifikasi ganda. Tampaknya ini merupakan buku kebidanan pertama yang ditulis di Afrika Selatan. memutuskan untuk menyusun pelayanan kebidanan daerah dengan bantuan bidan Ella Ruth terdaftar sebagai perawat umum pada tahun 1919 dan sebagai seorang bidan pada tahun 1920. Tahap penting berikutnya dalam perkembangan pelatihan kebidanan digembor-gemborkan oleh kedatangan saudari Henrichtta stockdate di Afrika selatan. Disini Dr James Prince. Beatrice Msimang menjadi wanita kulit hitam pertama yang menjadi perawat dan bidan yang terdaftar. iswa perawat dan siswa bidan tidak diizinkan untuk menikah dan siapapun yang memnutuskan untuk menikah harus berhenti dari pelatihan. Pada tahun 1960-an. Perkembangan-perkembangan pada tahun 20. tidak ada penentuan batas usia. Dua awal penting dalam sejarah kebidanan di Afrika Selatan terjkadi selama periode ini. peraturanperaturan tersebut diperlonggar. Van der kemp.Afrika Selatan. dirumah sakit Mc card zulu di Duban. hubungan dengan bidan yang lain. dengan dokter dan utusan agama. Pelatihan kebidanan bagi orang kulit hitam dimulai sesudahnya. Beberapa sekolah menetapkan bahwa para siswa harus berusia 24-50 tahun. dan wanita yang sudah menikah diizinkan untuk . Permulaan dan Pelatihan Modern Saudari Henrietha Stockdale. dan pada tahun 1927. rahasia profesi. seorang dokter kanada. Kebidanan bulan merupakan profesi yang diinginkan bagi gadis-gadis yang belum menikah. sekolah yang lain menetapkan 21-45 tahun.

dan dimana ketentuan tersebut harus meliputi pelatihan teorituis dan praktek di lapangan dan di ruang perawatan. Sebagian besar pusat pelatihan merasa bahwa masa pelatihan terlalu pendek. transual dan orange free) setelah dimulai di Cape pada tahun 1892. Pelatihan dilakukan dilapangan dan diruang perawatan rumah sakit kalau tersedia/ada. sertifikat standar enam telah dapat diterima. sertifikat standar enam telah dapat diterima. natal. masa pengajaran lebih lanjut meningkat menjadi 18 bulan bagi perawat yang belum terdaftar. pengajaran kebidanan termasuk dalam pengajaran selama 4 tahun. dan pada tahun 1949. keperawatan dan kebidanan. dimana masa pelatihan 12 bulan jika siswanya belum menjadi perawat yang terdaftar. standart sepuluh merupakan standart pendidikan minimal yang diwajibkan. dan 9 bulan bagi perawat uang sudah terdaftar. dan kurangnya bed yang tersedia bagi pasien kebidanan. Pada tahun 1960. Dewan perawatan Afrika Selatan mengambil kembali pelatihan kebidanan pada tahun 1945. kemudian standart delapan pada tahun 1949 dan pada tahun 1960. Pada tahun 1919. Pelatihan kebidanan ditetapkan oleh empat Dewan Medis (Neogara bagain Cape. sekolah perawatan kebidanan didirikan di bekas rumah Pal Kruger. Diwajibkan menolong persalinan sebanyak 30 persalinan dan 30 asuhan postnatal. Sekolah pelatihan terlalu sedikit. standart sepuluh merupakan standart pendidikan minimal yang diwajibkan. dan kadang-kadang secara kontroversi.melanjutkan pelatiha tahun 1923. Silabus dan lamanya pelatihan. masa tersebut menjadi 24 bulan dan 12 bulan berturut-turut. kemudian muncul standart tujuh pada tahun 1929. yang menuntun pada registrasi bagi seorang perawat . kemudian standart delapan pada tahun 1949 dan pada tahun 1960. Asosiasi Perawat terlatih Afrika Selatan juga mengungkapkan ketidakpuasannya dengan kurangnya fasilitas. Asosiasi ini merekomendasikan : ketentuan rumah sakit kebidanan yang disubsidi oleh pemerintah yang lebih banyak untuk digunakan sebagai sekolah pelatihan. dimana pelatihan harus diperpenjang sampai minimal selama 6 bulan. Sekarang ini. Perawat yang belum terdaftar mengikuti ujian awal umum dengan siswa keperawatan umum. dan siswa harus menolong minimal 12 persalinan dan merawat 12 wanita pada masa puerperium. kemudian muncul standart tujuh pada tahun 1929. Pendidikan bidan di Afrika Selatan Pada tahun 1923. dan pada tahun 1917.

sebagian besar penting karena kesakitan maternal dan kematian saat itu. mulai meminta bantuan “para bidan pria” atau para dokter. Pendapat ini digunakan untuk menjatuhkan profesi bidan. sementara itu dianggap menjadi tidak diakui dalam sebagian besar yuridiksi (hukum-hukum) dengan istiklah “nenek tua” kebidanan akhirnya padam. sehingga bidan tidak mempunyai pendukung. para bidan berperan seperti dokter. Salah satu alasan kenapa dokter banyak terlibat dalam persalinan adalah untuk menghilangkan praktek sihir yang mash ada pada saat itu. Walaupun statistik terperinci tidak menunjukkan bahwa pasien-pasien bidan mungkin tidak sebanyak dari pada pasien dokter untuk kematian demam nifas atau infeksi puerperalis. Dokter memegang kendali dan banyak memberikan obat-obatan tetapi tidak mengindahkan aspek spiritual. Sejak awal 1990 setengah persalinan di AS ditangani oleh dokter. standart-standart.(umum. Pelatihan ADM diadakan di Rumah Sakit Mowbray pada tahun 1976. uang tidak terorganisir dan tidak dianggap profesional. Pelayanan Bidan di Amerika Di Amerika. Pada tahun 1977. Kebidanan. Kebidanan sebagai jurusan Kuliah di tingkat Universitas dapat diperolehnpada tingkat Doktor. Bidan yang sudah terdaftar juga bisa melanjutkan ke Diploma dalam kebidanan dan /atau ke ilmu perawatan neonatal intensive. bidan hanya menangani persalinan wanita yang tidak . berpengalaman tanpa pendidikan yang spesifik. dan peraturan-p-eraturan bagi pelatihan diumumkan oleh Dewan perawatan Afrika Selatan pada bulan Agustus 1979. Tahun 1765 pendidikan formal untuk bidan mulai dibuka pada akhir abad ke 18 banyak kalangan medis yang berpendapat bahwa secara emosi dan intelektual wanita tidak dapat belajar dan menerapkan metode obstetric. profesi bidan hampir mati. para ahli sejarah memprediksikan bahwa angka kematian ibu di AS sebanyak 95%. para wanita golongan atas di kota-kota di Amerika. Pada pertengahan abad antara tahun 1770 dan 1820. atau peraturan-peraturan sampai pada awal abad ke 20. psikiatrik dan komunitas) dan sebagai seorang bidan. Sehingga wanita yang menjalani persalinan selalu dihinggapi perasaan takut terhadap kematian. laki-laki diizinkan mengikuti pengajaran kebidanan untuk pertama kalinya di Afrika Selatan. Sekitar tahun 1700.

mampu membayar dokter. Pada waktu yang sama karena pelatihan para medis yang terbatas bagi para pria. Pada tahun 1971 seorang bidan di Tennesse mulai menolong persalinan secara mandiri di institusi kesehatan. Hal ini membuat para spesialis obstetric berusaha meningkatkan peran tenaga diluar medis. termasuk bidan. dan sebanyak 3050% wanita melahirkan di rumah sakit. DI beberapa negara seperti Arizona. membiarkan serviks berdilatasi memberikan ether pada kala dua. Tahun 1915 dokter Joseph de lee mengatakan bahwa kelahiran bayi adalah proses patologis dan bidan tidak mempunyai peran di dalamnya. Pada tahun 1979 badan pengawasan obat Amerika mengatakan bahwa ibu bersalin yang menerima anasthesi dalam dosisi tinggi telah melahirkan anak-anak melahirkan anak-anak yang mengalami kemunduran perkembangan psikomotor. melahirkan bayi dengan forcep elstraksi plasenta. melakukan episiotomi. Pada tahun 1982 MANA (Midwive Alliance Of North America) di bentuk untuk meningkatkan komunikiasi antar bidan serta membuat peraturan sebagai dasar kompetensi untuk melindungi bidan. kelahiran menjadi semakin meningkat dipandang sebagai satu masalah medis sehingga di kelola oleh dokter. Pada era 1980-an ACNM membuat pedoman alternatif lain dalam homebirth. Pernyataan ini membuat masyarakat tertarik pada proses persalinan alamiah. para wanita kehilangan posisinya sebagai pembantu pada persalinan. sehingga membuat bidan menjadi sebuah profesi dengan lahan praktek yang spesifik dan membutuhkan organisasi yang mengatur profesi tersebut. persepsipersepsi bartu para wanita dan kemajuan dalam ilmu kedokteran.000 kelahiran hidup pada tahun 1900-1930. bidan mempunyai tugas . Pada tahun yang sama dibuat legalisasi tentang opraktek profesional bidan. dan diberlakukannya protap pertolongan persalinan di AS yaitu : memberikan sedatif pada awal inpartu. dan suatu peristiwa yang dilaksanakan secara tradisional oleh suatu komunitas wanita menjadi sebuah pengalaman utama oleh seorang wanita dan dokternya. Tahun 1955 American College of NurseMidwives (ACNM) dibuka. Dokter Grantly Dicke meluncurkan buku tentang persalinan alamiah. persalinan di rumah dan memacu peran bidan. memberikan uteronika serta menjahit episiotomi. Akibat protap tersebut kematian ibu mencapai angka 600700 kematian per 100. Dengan berubahnya kondisi kehidupan di kora.

Dunia kebidanan berkembang saat ini sesuai peningkatan permintaan untuk itu profesi kebidanan tidak mempunyai latihan formal. Angka sectio caesaria menurun dari 25% (1988) menjadi 21% (1995). Saat ini AS merupakan negara yang menyediakan perawatan maternitas termahal di dunia. menyediakan sertifikat dan membuat ijin praktek. memberi injeksi bukan lagi tugas bidan. sehingga ada beberapa tingkatan kemampuan. • Kritik tajam dari profesi medis kepada diret entry midwives ditambah dengan isolasi dari system pelayanan kesehatan pokok telah mempersulit sebagian besar dari mereka untuk memperoleh dukungan medis yang adekuat bila terjadi keadaan gawat darurat.khusus yuaitu melahirkan bayi untuk perawatan selanjutnya seperti merawat bayi.1% persalinan di tahun 1980 : 5. banyak membaca dan pendekatan tradisional dan mengurangi teknik invasif untuk pertolongan seperti penyembuhan tradisional. Bidan menangani 1. tidak ada standart nasional sehingga tidak ada definisi yang jelas tentang bidan sebagai seseorang yang akurat tentang direct entry midwives dan jumlah data persalinan yang mereka tangani. sampai saat ini mereka bisa menangani persalinan dengan pengalaman sebagai bidan. Pendidikan kebidanan biasanya berbentuk praktek lapangan.5% (1989) menjadi 3. tetapi sekaligus merupakan negara industri yang paling buruk dalam hasil perawatan natal di negara-negara industri lainnya.L : • Walaupun ada banyak undang-undang baru. Penggunaan forcep menurun dari 5. walaupun begitu mereka berusaha agar menjadi lebih dipercaya. yang mana biaya yang sangat mahal Kebidanan memiliki sebuah organisasi untuk membentuk standart. Hambatan-hambatan yang dirasakan oleh bidan Amerika Serikat saat ini A. • Lisensi praktek berbeda tiap negara bagian. dia hanya melakukan jika diperlukan namun jarang terjadi. . direct entry midwives masih dianggap ilegal dibeberapa negara bagian.8% (1994).5% di tahun 1994. Bidan adalah seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan selam 4 tahun dan praktek lapangan selama 2 tahun.

Meskipun ada peningkatan . dan sejak tahun 1899 hanya bidan sekaligus perawat yang terlatih yang boleh bekerja di rumah sakit. beberapa masih menggunakan proram pendidikan yang berorientasi pada rumah sakit. Pendapat bahwa seseorang bidan haru reflek menjadi seorang perawat dan program pendidikan serta prakteknya banyak di buka di beberapa tempat dan umumnya dibuka atau disediakan oleh Non Bidan. sehingga lulusan bidan mempunyai kompetensi klinik yang berbeda tergantung pada institusi pendidikannya. Ketidakseimbangan seksual dan moral di Australia telah membuat prostitusi berkembang dengan cepat.ayanan dari masyarakat. Sebagian besar wanita yang melahirkan tidak dirawat dengan selayaknya oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan banyak wanita hamil di luar nikah dan jarang mereka dapat memperoleh pelayanan dari bidan atau dokter karena pengaruh social mereka atau pada komunitas tyang terbatas. meskipun demikian di Australi bidan tidak bekerja sebagai perawat. Tidak semua institusi pendidikan kebidanan di Australi telah melaksanakan perubahan ini. Hal ini ditambah dengan kurangnya kebijaksanaan formal dan tidak adanya standar nasional menurut National Review of Nurse Education 1994. Belum ada persamaan persepsi mengenai pengimplementasian kurikulum pada masing-masing institusi. Dasar pendidikan telah berubah dari traditional hospital base programme menjadi tertiary course of studies menyesuaikan kebutuhan pel. Pada tahun 1913 sebanyak 30% persalinan ditolong oleh bidan. Tahun 1824 kebidanan masih belum di kenal sebagai bagian dari pendidikan medis di Inggris dan Australia dimulai pada tahun 1862. Kekurangan yang dapat dilihat dari pendidikan kebidanan di Australia hampir sama dengan pelaksanaan pendidikan bidan di Indonesia. Kurikulum pendidikan disusun oleh staf akademik berdasarkan pada keahlian dan pengalaman mereka di lapangan kebidanan. mereka bekerja sebagaimana layaknya seorang bidan.Pelayanan Bidan di Australia Florence Nightingale adalah pelopor kebidanan dan keperawatan yang dimulai dengan tradisi dan latihan-latihan pada abad 19. Pendidikan Diploma Kebidanan dimulai tahun 1893. tidak ada direct entry. Lulusan itu dibekali dengan pengethuan teori dan praktek. Pendidikan bidan di Australia Kebidanan di Australia telah mengalami perkembangan yang mengalami pesat sejak 10 tahun terakhir.

Pengembangan Profesi Bidan Pemerintah melihat adanya peningkatan kebidanan dengan pemberian asuhan yang bermanfaat. 1989) telah menemukan cara awal untuk mengatur strategi perawatan yang berkesinambungan. Shearman Report (NSWI. Tapi situasi itu berakhir pada saat Amerika Utara menilai kepemimpinan perawat dan kepemimpinan bidan yang memutuskan bahwa bidan berhak mendapat penghargaan pertama dan penghargaan kedua diberikan kepada keperawatan. tidak ada penurunan yang berarti pada angka kematian ibu dan bidanlah yang selalu disalahkan akan hal itu. Peningkatan rumah sakit dan persatuan perawat dan peningkatan ahli kebidanan yang lebih menekankan pada teknologi menyebabkan mundurnya kebidanan. 1990) melaporkan sebuah revie pelayanan kesehatan di Viktoria yang dibutuhkan pada orientasi pelayanan kesehatan pada wanita dan keluarga. 1996 menyimpulkan bahwa perawatan yang berkesinambungan akan menjadi tujuan perawatan kesehatan ibu. . “Perawatan efektif pada kelahiran” CNH dan MRC. itu tidak sama dengan ketika latihan dalam praktek kebidanan. Masalah Profesional Tugas pertama yang sulit adalah meneliti kembali nama bidan itu sendiri. Having a baby in Victoria (Depkes Viktoria. Penghargaan itu sangat penting untuk peningkatan profesi kebidanan. hal itu terjadi di pulau kecil dan pelatihan klinik sekarang semakin baik menuju standar internasional sedikit lebih baik daripada masa yang lalu. Kenyataannya wanita jelas menengah ke atas yang ditangani oleh dokter dalam persalinannya mempunyai resiko infeksi yang lebih besar daripada wanita miskin yang ditangani oleh Bidan. Maksudnya pemeliharaan kesehatan yang lebih baiki. Kita tahu di beberapa negara mengkombinasikan keperawatan dan kebidanan dalam seorang tenaga kesehatan. Bidan sangat penting di pelayanan kesehatan sejak Perang Dunia II dan proporsi yang besar di rumah sakit sebagai pusat pelayanan kesehatan utnuk daerah sekitar rumah sakit tersebut.jumlah dokter yang menangani persalinan antara tahun 1900 sampai 1940.

pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Inti dari manajemen yang gue dapatkan adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. yang asal katanya bidan. kapan dan dimanapun dia berada. (rada susah ketemunya). yaitu seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan.id. Well itu pengertian manajemen kebidanan menurut gue. Asli puyeng abis… jadinya ya kek gini deh gue buat aja sendiri artikel tentang manajemen kebidanan. baik dari aspek input. proses dan output. Gue gak tahu apa-apa mengenai masalah ini. Untuk menjamin kualitas tersebut diperlukan suatu standar profesi sebagai acuan untuk melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian profesinya kepada individu.id pengertian Manajemen (kb.com pengertian ini lebih dispesifikan lagi kepada bidan sebagai sebuah profesi. Menurut Kbbi. Sedangkan pada situs kuliahbidan.) adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.diknas. Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna. Pengertian ini sama dengan yang tertera pada kbbi versi pusatbahasa.id. berfokus pada aspek pencegahan.go. Manajemen kebidanan berasal dari dua suku kata yaitu manajemen dan kebidanan.net . Jika mereka tidak menemukannya sendiri maka gue sebagai seorang operator yang dilimpahi tugas mencarinya. Lanjut ke kata kedua yaitu kebidanan. promosi dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama-sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya.MANAJEMEN KEBIDANAN Apasih manajemen kebidanan itu? Hampir setiap pekan mahasiswi kebidanan STIKES FORT DE KOCK selalu mencari kata kunci ini. Pengertian bidan sebagai asal kata kebidanan menurut pusatbahasa.wordpress.diknas. Nah dibawah adalah pengertian manajemen kebidanan yang tersimpan pada situs funnyfree. Pengertian Bidan menurut MENTERI KESEHATAN RI yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369/Menkes/Sk/Iii/2007 Tanggal : 27 Maret 2007 salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kesakitan dan kematian Bayi (AKB). adalah wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya.go. keluarga dan masyarakat. Dari pengertian diatas maka dapat gue simpulkan bahwa manajemen kebidanan adalah proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat.web. Sedangkan kebidanan berarti segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak (mungkin maksudnya orang yang mo melahirkan).

.php? option=com_content&task=view&id=2562&Itemid=102 Cuma segini doang yang dapet dalam mencari pengertian manajemen kebidanan.Manajemen Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah… http://www.siaksoft.net.net/index. Sayang dari situs ini tidak ada lagi yang dapat didapat. bukan pada halaman yang mengandung tulisan tentang manajemen kebidanan yang sedang kita cari. Maksud gue ketika anda mengklik link tersebut anda akan dibawa ke halaman depan dari siaksoft. Halaman ini mungkin hilang karena si pemilik situs atau webmaster kehilangan arsip halaman tersebut ketika ia mengubah situs yang dimilikinya.

Biodata.Ranggul halid terami . Langkah 1 (pertama) Langkah ini Merupakan Pengumpulan semua data yang di butuh kan untuk menilai keadaan pasien secara keseluruhan. Pemeriksaan fisik (sesuai kebutuhan) dan tanda-tanda Vital pada pemeriksaan fisik.Pergerakan janin kurang Data Objektif terdiri dari . Riwayat Menstruasi. Bio psikospiritual Ibu. riwayat Obsteictan. a. Meliputi data Subjektif maupun Objektif. data demografi. Ginekologi. Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian Tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien. . b. Penderita (Ibu) tetap menuntun dari sebelum hamil. Nifas ibu laktasi. Data Subjektif terdiri dari . Keluhan Ibu (data Subjektif). Riwayat kesehatan termasuk berdafer kecelakaan. a. .Manajemen Kebidanan Manajemen kebidanan adalah proses Pemecahan masalah yang di gunakan sebagai metode untuk Mengorganisasi pikiran serta tindakan berdasar kan teori yang ilmiah. Manajemen asuhan pada kebidanan Antenatal terdiri dari 7 langkah yang berurutan di mulai dengan pengumpulan data dasar hingga evaluasi.

Persentasi Kepala (bokong) tunggal.kehamilan…. Data dasar yang sudah dikumpulkan di Interpretasikan sehingga di temukan masalah diagnosa yang spesifik. atau Diagnosa Potensial Berdasarkan rangkaian masalah atau diagnosa yang sudah di identifikasi . Diagnosa : Hamil. punggung kiri/kanan.Suport Mental .b. Pemeriksaan khusus meliputi (inspeksi .Data yang telah di kumpulkan.Terminasi kehamilan ( induksi Persalinan/Sectio Cesaria). Masalah : Cemas Kebutuhan : . -Diagnosa masalah potensial pada ibu . atau gamely. Dan ini merupakan langkah penting dalam melakukan asuhan yang aman.Pemeriksaan penunjang (Laboratorium.Minggu.Auskultasi. c. Langkah 3 (Mengidentifikasi Diagnosa Masalah Potensial) Pada Langkah ini Teridentifikasi masalah. Janin Hidup .Pengawasan yang ketat . Langkah 2 (Interpretasi Data) Pada langkah ini di lakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah kebutuhan klien berdasarkan Interpretasi yang benar atas data .US6).Palpasi. Disenstric.dan Perkusi) pada pemeriksaan penunjang khusus terasa gerak janin berkurang dan air ketuban terasa kurang.

Anjurkan pada ibu untuk bersalin di RUMAH SAKIT Langkah 6 (Melaksanakan Perencanaan) Langkah ini Merupakan rencana Asuhan menyeluruh yang telah di uraikan pada langkah 5.Anjurkan ibu untuk melakukan USG .Menginformasikan pada ibu untuk melakukan USG . bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien.Kolaborasi dengan dokter . . Pelaksanaan: . dapat di laksanakan secara efisien dan aman.-Diagnosa masalah potensial pada janin Langkah 4 (Mengidentifikasi Daignosa menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera) Mengidentifikas perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan atau untuk di tangani.Terminasi Kehamilan Langkah 5(Merencanakan Asuhan Yang menyeluruh) Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap Diagnosa atau masalah yang telah di identifikasi atau di antisipasi. Perencanaan: .Lakukan konsultasi pada dokter .Infomasikan pada ibu hamil pemeriksaan .

. Evaluasi: .Melakukan dukungan mental agar ibu tidak cemas .Pasien (klien) Mengetahui kehamilan kurang bulan /waktu (penentuan) .Jika memang benar efektif dalam penggunaan nya.Menganjurkan ibu untuk bersalin di RUMAH SAKIT Langkah 7 (evaluasi) Langkah ini sebagai pengecekan apakah rencana asuhan tersebut efektif.Pasien (klien) Bersedia bersalin di RUMAH SAKIT .Pasien (klien) Masih cemas .Melakukan Konsultasi /kolaborasi dengan dokter .

dokter spesialis. pertolongan kegawatdaruratan primer & sekunder saat tidak ada medis Praktek kebidanan dilakukan dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada masyarakat. remaja putri & wanita dewasa sebelum & selama kehamilan & selanjutnya Bidan memberikan pengawasan. konsultasi atau rujukan. dokter. kegiatan dilakukan bersamaan / sebagai salah satu urutan dari proses kegiatan pelayanan kesehatan. menentukan kb. bersalin . keluarga & masyarakat yang meliputi : upaya. penyembuhan & pemulihan Layanan kebidanan dibedakan : Layanan kebidanan primer Layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan Layanan kebidanan kolaborasi Layanan yang dilakukan bidan sebagai anggota tim. nifas Bidan menolong persalinan atas tanggungjawabnya sendiri & merawat bayi baru lahir Asuhan Kebidanan berupa : Pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di posyandu Penyuluhan & pendidikan kesehatan pada ibu. asuhan & nasehat wanita selama hamil. pusat-pusat rujukan pengorganisasian praktek asuhan kebidanan Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan untuk NKKBS→mewujudkan kesehatan keluarga Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan dengan kewenangan menaikkan kesehatan ibu & NKKBS→anak Sasaran pelayayanan kebidanan: individu. .LINGKUP PRAKTEK KEBIDANAN Meliputi : Asuhan mandiri / otonomi pada anak wanita. pencegahan. deteksi kondisi abnormal pada ibu & bayi. keluarga & masyarakat termasuk persiapan menjadi orang tua. perawat. Layanan kebidanan rujukan Layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke system yang lebih tinggi atau sebaliknya Layanan yang dilakukan oleh ke tempat pelayanan kesehatan yang lain secara horisontal maupun vertikal atau ke profesi kesehatan lain.

mata berkunang-kunang kemudian diikuti oleh letih. Atau bisa juga karena dampak dari beberapa penyakit lain seperti pembesaran limpa. kekurangan vitamin C dan penyakit kronik. kerusakan mekanik pada sel . lemah dan malas. Anemia adalah suatu keadaan di mana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berada di bawah batas normal. orang mudah letih. pecah pembuluh darah.Anda Bisa Tidak Produktif Karena Anemia Pernahkah Anda atau orang di sekitar Anda tiba-tiba merasa pusing. sangat memungkinkan menyebabkan stroke atau serangan jantung!!! Penyebab umum dari anemia di antaranya adalah terjadinya perdarahan hebat karena kecelakaan. lesu. kekurangan asam folat. Bila anemia bertambah berat. pembedahan. Di samping karena faktor perdarahan di atas. persalinan. perdarahan hidung. wajah pusat. tumor ginjal atau kandung kemih dan perdarahan menstruasi yang sangat banyak. ulkus peptikum. badan seperti melayang yang pada akhirnya akan mengurangi produktivitasnya. lebih mudah mengantuk serta sering sakit-sakitan? Hati-hati! Jika sudah demikian mungkin Anda perlu memeriksakan diri ke dokter karena bisa jadi Anda kurang darah atau lebih dikenal dengan Anemia. Seseorang yang terkena penyakit anemia kondisi sel darah merah atau jumlah hemoglobinnya berkurang sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang diperlukan tubuh. lunglai. lesu. kanker atau polip di saluran pencernaan. Hemoglobin dalam sel darah merah berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh. anemia juga disebabkan oleh kekurangan zat atau vitamin seperti kekurangan zat besi. wasir (hemoroid). dampaknya seperti kondisi di atas. kekurangan vitamin B12. mata berkunang-kunang. Karena itu untuk sebagian wanita yang sedang menstruasi kadang mengalami anemia sehingga tidak produktif dalam bekerja.

bila terkena anemia membuka peluang melahirkan bayi yang prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan yang rendah. belum lagi resiko stroke dan jantung. Orang bijak bilang mencegah lebih baik daripada mengobati.darah merah. Anda juga bisa makan buahbuahan. Dan bagi ibu yang sedang hamil. penyakit hemoglobin C. serta makanan hewani (daging. Berikut ini sebagian cara untuk mengantisipasinya : • Perbanyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi yang terdapat pada sayur-sayuran segar seperti bayam. yaitu : • Pria dewasa kurang dari 13 gr • Wanita hamil. kacang-kacangan (kedelai dan kacang merah). Karena itu ayo antisipasi agar tubuh kita terhindar dari anemia. anak 1 tahun – masa puber kurang dari 11 gr • Bayi 3 bulan – usia 1 tahun kurang dari 9 gr • Bayi 1-3 bulan kurang dari 15 gr Bagi Anda pelajar atau pekerja anemia ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas dan prestasi Anda. telur. penyakit hemoglobin S-C. penyakit hemoglobin E dan Thalasemia Sesorang dikatakan mengalami anemia bila hemoglobin kurang dari yang seharusnya. reaksi autoimun terhadap sel darah merah. atau bisa juga memicu terjadinya keguguran. elliptositosis herediter. karena orang yang terkena anemia biasanya daya pikir menurun dan kurang konsentrasi sehingga lambat dalam menerima pelajaran. . sferositosis herediter. hemoglobinuria nokturnal paroksismal. menurunkan kebugaran tubuh sehingga tidak produktif dan mudah sakit. daun singkong dan kangkung. kekurangan G6PD. penyakit sel sabit. Ternyata banyak juga ya efek negatifnya kalau kena anemia. limpa dan hati.

mulailah mengurangi minum teh dan kopi.• Bagi Anda yang suka minum teh dan kopi. • Biasakan untuk mengkonsumsi vitamin dan zat penambah darah. . bila tidak ada perlunya. Selain itu HILBA PLUS halal. Bukankah memperbanyak minum air putih lebih sehat dan tentu saja murah? • Kurangi begadang atau tidur terlalu malam. Kalau boleh menyarankan salah satu pilihan adalah minum suplemen herbal namanya HILBA PLUS. karena HILBA PLUS kaya dengan zat besi (Fe) untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. karena teh dan kopi ternyata dapat menghambat penyerapan zat besi. juga dibuat dengan bahan-bahan alami pilihan di sebuah pabrik yang sesuai dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) jadi selain tanpa efek samping juga terjamin higienitasnya.

dan lain-lain) atau penyakit darah yang bersifat genetik seperti hemofilia. b. Demikian pula pada wanita. anemia gizi vitamin E.php?s_sid:798 adalah penyakit kurang darah yang ditandai dengan kadar hemoglobin (Hb) dan sel darah merah (eritrosit) lebih rendah dibandingkan normal.Sarwono Prawirohardjo anemia dapat digolongkan menjadi : a.tabloidnova. Anemia gizi sendiri ada beberapa macam seperti anemia besi. b. Jenis-Jenis Anemia a. Anemia Defisiensi Besi (Fe) Anemia yang disebabkan kekurangan zat besi b.5g% pada trimester 2. thalasemia.Dr.DSOG. Pengertian anemia menurut Prof. Jika kadar hemoglobin kurang dari 14g/dl dan eritrosit kurang dari 41% pada pria maka pria tersebut dikatakan anemia. Pengertian a. b. Anemia gizi vitamin B6. 2010 by firmanpharos in ASKEB KEHAMILAN DENGAN ANEMIA RINGAN 0 LANDASAN TEORI I. Anemia Megaloblastik Anemia yang disebabkan kekurangan asan folik c. Penyebab Anemia umumnya disebabkan : a. Anemia Hemolitik Anemia yang disebabkan karena penghancuran sel darah merah yang lebih cepat dari pembuatannya. Pengertian anemia menurut http://www. Anemia Hipoplastik Anemia yang disebabkan karena hipofungsi sumsum tulang d.ASUHAN KEBIDANAN PADA KLIEN DENGAN KEHAMILAN ANEMIA RINGAN Posted: April 26.info-sehat. III.asp?id=12496 terdapat dua tipe anemia yang dikenal : a. Anemia Gizi Biasanya terjadi akibat adanya defisiensi zat besi yang diperlukan dalam pembentukan dan produksi sel darah merah.com/artisle. menstruasi. vitamin B6. Anemia Non Gizi adalah kurang darah yang disebabkan karena adanya perdarahan ( luka. anemia gizi vitamin B12.Dr.com/content. penyakit ini dapat menimbulkan kondisi anemia. vitamin C dan asam folat . Anemia gizi asam folat. II. wanita yang memiliki kadar hemoglobin kurang dari 12g/dl dan eritrosit kurang dari 37% maka wanita itu dikatakan anemia. Kekurangan zat besi. Nilai batas tersebut terjadi karena hemodilusi.DSOG.Sarwono Prawirohardjo adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11g/dl pada trimester 1 dan 3 atau kadar <10. vitamin B12. terutama pada trimester 2. Menurut http://www. Menurut Prof.

b. Kerusakan pada sumsum tulang atau ginjal c. Perdarahan kronik d. Penghancuran sel darah merah e. Kehilangan darah akibat perdarahan dalam atau siklus haid wanita f. Penyakit kronik : TBC, Paru, Cacing Usus g. Penyakit darah yang bersifat genetik : hemofilia. Thalasemia h. Parasit dan penyakit lain yang merusak darah : malaria i. Terlalu sering menjadi donor darah j. Gangguan penyerapan nutrisi (malabsorbsi) k. Infeksi HIV IV. Gejala Untuk mengenali adanya anemia kita dapat melihat dengan adanya gejala-gejala seperti : keluhan letih, lemah, lesu, dan loyo yang berkepanjangan merupakan gejala khas yang menyertai anemia. Selain gejala-gejala tersebut biasanya juga akan muncul keluhan sering sakit kepala, sulit konsentrasi, muka-bibir-kelopak mata tampak pucat, telapak tangan tidak merah, nafas terasa pendek, kehilangan selera makan serta daya kekebalan tubuh yang rendah sehingga mudah terserang penyakit. Jika anemia bertambah berat bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pada hamil muda sering terjadi mual muntah yang lebih hebat. V. Diagnosis Anemia Pada Kehamilan Untuk menegakkan diagnosis anemia kehamilan dapat dilakukan dengan anamnesa. Pada anamnesa akan didapatkan keluhan cepat lelah, sering pusing, mata berkunang-kunang dan keluhan mual muntah lebih hebat pada hamil muda. Pemeriksaan dan pengawasan Hb dapat dilakukan dengan menggunakan alat suhu. Hasil pemeriksaan Hb dengan sahli dapat digolongkan sebagai berikut : Hb 11 g% Tidak anemia 9-10 g% Anemia ringan 7-8 g% Anemia sedang <7 g% Anemia berat Pemeriksaan darah dilakukan minimal dua kali selama kehamilan, yaitu pada trimester I dan trimester III. Dengan pertimbangan bahwa setiap ibu hamil mengalami anemia, maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet pada ibu-ibu hamil di puskesmas. VI. Pengaruh Anemia Pada Kehamilan Dan Janin a. Pengaruh anemia terhadap kehamilan 1. Bahaya selama kehamilan a. Dapat terjadi abortus b. Persalinan prematuritas c. Hambatan tumbuh kembang janin dalam rahim d. Mudah terjadi infeksi e. Mudah dekompensasi cordis (Hb<6g%) f. Mola hidatidosa g. Hiperemesis gravidarum h. Perdarahan antepartum

i. Ketuban pecah dini (KPD) 2. Bahaya Saat Persalinan a. Gangguan HIS, kekuatan mengejan b. Kala pertama dapat berlangsung lama, dan terjadi partus terlantar c. Kala dua berlangsung lama sehinggan dapat melelahkan dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan d. Kala uri dapat diikuti retensio plasenta dan perdarahan post partum karena atonia uteri. e. Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri 3. Pada Masa Nifas a. Terjadi sub inversio uteri menimbulkan perdarahan post partum b. Memudahkan infeksi peurperium c. Pengeluaran ASI berkurang d. Terjadi dekompensasi cordis mendadak setelah persalinan e. Anemia kala nifas f. Mudah terjadi infeksi mamae b. Bahaya terhadap janin Hasil konsepsi membutuhkan zat besi dalam jumlah besar untuk pembuatan butir-butir darah merah dan pertumbuhannya, sekalipun tampaknya janin mampu menyerap berbagai kebutuhan dari ibunya, tetapi dengan anemia akan mengurangi kemampuan metabolisme tubuh sehingga menggangu pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim. Anemia dapat menyebabkan gangguan dalam bentuk : a. Abortus b. Terjadi kematian intra uterin c. Persalinan prematuritas tinggi d. Berat badan lahir rendah e. Kelahiran dengan anemia f. Dapat terjadi cacat bawaan g. Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal h. Inteligensia rendah VII. Pengobatan Anemia Dalam Kehamilan Untuk menghitung terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit, pengobatan infeksi untuk cacing relatif mudah dan murah. Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat. Contoh preparat Fe tersebut Arralat, Biosanbe, Iberet, Vitonal dan Hemaviton. Semua preparat tersebut dapat dibeli dengan bebas. Mengonsumsi suplemen panambah zat besi juga bisa mampu mencegah dan mengatasi anemia. Tetapi sebaiknya tidak bergantung pada obat atau suplemen penambah zat besi saja. Yang paling penting adalah menjaga pola makan yang baik dengan mengonsumsi bahan makanan yang kaya asam folat dan zat besi yang berperan dalam pembentukan sel darah merah yang dapat diperoleh dari daging, sayuran hijau dan susu. ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA RINGAN TERHADAP Ny. K Di BPS PUTRI

BANDAR LAMPUNG TAHUN 2007 I. Pengumpulan Data Dasar A. Pengkajian Identitas Nama Istri : Ny.K Nama Suami : Tn. A Umur : 26 Tahun Umur : 29 Tahun Agama : Islam Agama : Islam Suku : Jawa Suku : Jawa Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. Teratai No.20 Alamat : Jl. Teratai No.20 Kedaton B.Lampung Kedaton B.Lampung B. Anamnesa pada tanggal 17 Juni 2007 Pukul 09.30 WIB 1. Alasan Kunjungan Saat Ini Ibu mengatakan hamil anak pertama usia kehamilan 9 bulan mengeluh cepat lelah, sering BAK, susah tidur, pegal-pegal pada pinggang dan kaki, serta kadang-kadang perut terasa sesak dan tertekan. 2. Riwayat Menstruasi Menarche : 13 Tahun Siklus : 28 Hari Lamanya : 6-7 Hari Sifat darah : Merah, encer dan tidak menggumpal Banyaknya : 2-3 kali ganti pembalut HPHT : 4 Oktober 2006 TP : 11 Juli 2007 Usia kehamilan : 36 Minggu 4 Hari Teratur/tidak : Teratur 3. Riwayat Perkawinan Kawin : 1 Kali Usia kawin pertama : 24 Tahun Lama perkawinan : 2 Tahun 4. Riwayat Kehamilan Sekarang a. Trimester I ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pusing, cepat lelah serta tidak nafsu makan Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari b. Trimester II ANC : 1 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan pegal-pegal dipinggang sampai kekaki, penglihatan berkunang-kunang dan cepat lelah Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari

Tanda-tanda vital . tidur siang 1 jam 2. tidur siang 1 jam d. Sebelum hamil : Ibu tidur malam 7-8 jam/hari. lauk. Riwayat Psikososial a. Trimester III ANC : 2 kali dibidan Keluhan : Ibu mengatakan cepat lelah. Saat hamil : Ibu tidur malam 5-6 jam/hari. Sebelum hamil : Makan 3 kali sehari dengan porsi nasi. bila ibu bekerja terlalu berat ibu merasa pusing dan cepat lelah. f. Eliminasi 1. Saat hamil : BAB : 1x/hari BAK : 6-7x/hari c. pegal-pegal dipinggang kadang-kadang perut teasa sesak Terapi : Tablet Fe 1×1 tablet/ hari Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari 5. ibu kurang nafsu makan. Ibu mendapat imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu di BPS Putri b. Ibu senang dengan kehamilannya karena kehamilan ini sudah direncanakan b. ibu melakukan hubungan seksualitas 1x/minggu C. ibu minum 7-8 gelas/hari b. Personal Hygiene Sebelum hamil dan saat hamil ibu mandi 2x sehari. ibu jarang berolah raga. Pemeriksaan 1. Istirahat dan tidur 1. Keadaan umum a. sayur dan buah tetapi ibu minum 7-8 gelas/hari 2. Ibu mendapat imunisasi TT2 pada usia kehamilan 20 minggu di BPS Putri 7. ganti pakaian 2x sehari. 6. Riwayat Imunisasi a. Seksualitas Tidak ada keluhan. Aktifitas / olah raga Ibu hanya mengerjakan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. keramas 2x/hari. e. Riwayat Kesehatan Ibu dan keluarga tidak ada yang mendrita penyakit menular dan menderita penyakit keturunan serta penyakit yang memerlukan perawatan khusus. Nutrisi 1.Kalsium laktat 3×1 tablet/hari Vitamin B kompleks 3×1 tablet/hari c. Ibu dan keluarga berharap semoga dalam kehamilan dan persalinannya nanti berjalan normal tidak ada halangan suatu apapun 8. Aktifitas Sehari-hari a. Sebelum hamil : BAB : 1x/hari BAK : 3-4x/hari 2. Keadaan umum : Baik b. Saat hamil : Ibu makan 2 kali sehari.

keadaan gigi bersih. Inspeksi 1. Genitalia : Keadaan bersih. tidak mudah rontok dan keadaan bersih 2. Mata : Bentuk simetris. tidak ada benjolan abnormal. tidak ada bekas operasi. kurang melenting berarti bokong Mc Donald : 34cm TBJ : (34-12) x 155 = 22 x 155 = 3410 g 2. Muka : Bentuk simetris. Dada : Bentuk simetris. daun telinga ada 7. kelenjar limfe dan tidak ada pembenhkakan vena jugularis 8. puting susu menonjol. kurang bundar. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. tidak ada haemoroid. Rambut : Lurus. Leopold II : Perut ibu sebelah kiri traba lebar dan memberikan tahanan yang besar berarti punggung. jari-jari tangan lengkap Bawah : Bentuk simetris.TD : 110/70 mmHg Nadi : 78x/menit RR : 24x/menit temp : 370C c. bundar melanting yang berarti kepala .tidak ada cacat. berfungsi dengan baik. keadaan bersih 10. tidak ada oedem. tidak ada benjolan abnormal 9. tidak ada oedem. tidak ada ketombe. tidak ada oedem. Ekstremitas Atas : Bentuk simetris. fungsi pendengaran baik. Leopold III : Bagian terbawah janin teraba keras. pada fundus teraba lunak. Pemeriksaan fisik a. keadaan bersih 11. Abdomen : Bentuk simetris membesar sesuai usia kehamilan. pucat. Payudara : Membesar simetris. Ukuran LILA : 24 cm 2. jarijari kaki lengkap b. hyperpigmentasi. Tinggi badan : 155 cm e. keadaan bersih tidak ada oedem 3. kolostrum belum keluar . konjungtiva pucat. keadaan bersih 4. Palpasi 1. berfungsi dengan baik 5. Hidung : Bentuk simetris. tidak ada stomatitis. Punggung : Segitiga signoid simetris. berfungsi dengan baik. BB sebelum hamil : 50 Kg Kenaikan BB selama hamil : 12 Kg BB saat hamil : 62 Kg d. 3. keadaan bersih. keadaan bersih. keadaan bersih dan tidak ada pembesaran polip. Telinga : Bentuk simetris. Mulut : Tidak ada kelainan pada mulut.pergerakan nafas teratus. Leopold I : TFU 34cm. keadaan bersih . bentuk tulang simetris 12. Perut ibu sebelah kanan teraba bagian kecil-kecil yang berarti ekstremitas. tidak ada pembengkakan pada kelopak mata. tidak ada varises 13. tidak ada caries dan tidak ada pembesaran tonsil 6. sklera tidak ikterik.

Diagnosa Ibu G1P0A0 hamil 36 minggu 4 hari. Gangguan aktifitas Dasar : 1) Ibu merasakan kram pada kaki 2) Ibu mengatakan cepat lelah b. DJJ : Positif. intrauterin. Leopold II : Puki g. pusing. Jantung etak jantung teratur. Auskultasi 1. mata berkunang-kunang. Hb : 9. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. Protein urine : (-) c. Ibu mengatakan pegal-pegalpada pinggang dan kaki.4 g% c. Gangguan pemenuhan nutrisi 1) Ibu terlihat pucat 2) Ibu mengatakan tidak nafsu makan 3) Ibu tampak lemas . Masalah a. posisi sejajar i. Interprestasi Data Dasar. Gangguan rasa nyaman Dasar : 1) Ibu merasa cemas menjelang persalinan 2) Ibu mengatakan cepat lelah 3) Ibu mengatakan kurang istirahat c. Ibu mengatakan hamil anak pertama d. Masalah Dan Kebutuhan 1. b. Leopold III : Kepala h. sering lelah. bagian terendah kepala. tratur. Perkusi Reflek patella positif dan reflek babinski negatif 3. Leopold I : TFU 34cm TBJ : 3410g f. Paru-paru : Tidak terdengan ronchi dan wheezing 3. dengan anemia ringan. HPHT : 5 Oktober 2006 e. Reduksi urine : (-) II. hidup. janin tunggal. Pemeriksaan fisik a. Diagnosa. Posisi sejajar c. DJJ : 140x/menit 2. tidak terdengar mur-mur 2. Hb : 9. 140x/menit d.4 g% b.4. Leopold IV : Kepala sudah masuk PAP. Dasar : a.

Mengajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil . Identifikasi Diagnosa Dan Masalah Potensial Potensial terjadi persalinan lama. e. Anjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Pemberian Fe untuk pengobatan anemia ringan serta pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi III. Berikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. Evaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e. Ajarkan pada ibu cara menjaga kondisinya selama hamil b. Penyuluhan tentang perubahan fisiologis dalam kehamilan seperti gangguan pada pinggang dan kaki. Libatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. pengeluaran ASI kurang. Jelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. Penyuluhan tentang persiapan persalinan. Libatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Libatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Jelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Pelaksanaan 1.3. Berikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Evaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. c. Kebutuhan a. Penyuluhan tentang senam hamil dan latihan relaksasi. Anjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering c. Identifikasi Kebutuhan Terhadap Tindakan Kolaborasi Jika diperlukan lakukan kolaborasi dengan dokter V. Penyuluhan tentang kebutuhan gizi ibu hamil d. IV. Ajarkan bagaimana cara breast care dan senam hamil b. terjadi sub involusi uteri yang menimbulkan perdarahan antepartum. Anjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Jelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. Perencanaan 1. Anjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VI. ketuban pecah dini (KPD). Menjelaskan pada ibu kondisinya saat ini a. terjadi infeksi. perdarahan antepartum. Berikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. b.

Ibu mengatakan akan istirahat yang cukup dan akan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Ibu mengerti cara breast care dan senam hamil b. Memberikan informasi tentang tanda-tanda bahaya kehamilan 6. Evaluasi 1. Keluarga berjanji akan membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mengatakan akan makan sedikit tapi sering c. Memberikan terapi 1) Tablet Fe : 2 x 1 tablet/ hari 2) Kalsium laktat : 3 x 1 tablet/hari 3) Vitamin B kompleks: 3 x 1 tablet/hari 4) Vitamin C : 3 x 1 hari c. vitamin C 3 x 1 tablet/hari c. Menganjurkan pada ibu cara mengkonsumsi zat besi d. Menjelaskan pada ibu pentingnya breast care dan senam hamil a. Ibu mengerti cara mengkonumsi zat besi d. Menjelaskan pada ibu tentang kebutuhan gizi ibu hamil a. Ibu mengerti tantang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Menganjurkan pada ibu untuk istirahat yang cukup dan mengurangi aktifitas yang berlebihan dan berat 5. Memberikan informasi tentang persiapan persalinan dan tanda-tanda persalinan 7. Mengajarkan pada ibu cara breast care dan senam hamil b. Ibu berjanji akan mengkonsumsi makanan gizi seimbang b. Menganjurkan pada ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang d. Keluarga berjanji untuk memberikan bantuan psikologis pada ibu 2. kalsium laktat. Ibu mau mengkonsumsi tablet Fe. Ibu mengerti tentang tanda-tanda bahaya dalam kehamilan 6. Menganjurkan pada ibu untuk melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan VII. Mengevaluasi cara ibu mengkonsumsi zat besi e.b. Ibu berjanji akan melakukan kunjungan ulang segera jika ada keluhan . Melibatkan keluarga untuk mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Keluarga berjanjii akan mengingatkan ibu untuk melakukan breast care dan senam hamil 3. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan psikologis pada ibu 2. Ibu mengerti cara menjaga kondisinya selama hamil b. vitamin B kompleks. Menganjurkan pada ibu untuk makan sedikit tapi sering e. Mengevaluasi cara ibu melakukan breast care dan senam hamil c. Ibu mengerti manfaat breast care dan senam hamil a. Melibatkan keluarga agar membantu ibu untuk mengkonsumsi makanan gizi seimbang 4. Ibu mengerti tentang kebutuhan gizi pada ibu hamil a. Ibu mengerti kondisinya saat ini a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful