BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Istilah ³perkembangan´ (development) dalam psikologis merupakan sebuah konsep yang cukup kompleks. Di dalamnya terkandung banyak dimensi. Oleh sebab itu, untuk dapat memahami konsep dasar perkembangan kita harus memahami pengertian Perkembangan itu sendiri. Perkembangan secara sederhana didefinisikan oleh Seifert & Hoffnung (1994) mendefinisikan perkembangan sebagai ³long-term changes in a person¶s growth, feelings, patterns of thinking, social relatonship, and motor skills.´ Santrock (1996), menjelaskan pengertian perkembangan sebagai berikut : Development is the pattern of changer that begins at conception and continues throught the life span. Most development involves growth, althought it includes decay (as in death and dying). The pattern of movement is complex. Because it is product of several procceses ± biological, cognitif, and socioemotional. Kesimpulan umum dari penjelasan di atas adalah bahwa perkembangan tidaklah terbatas pada pengertian perkembangan yang semakin membesar, melainkan di dalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang berlangsung secara terus ± menerus dan bersifat tetap dari fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ke tahap kematangan melalui pertumbuhan, pemasakan dan belajar.

1

Ini membuktikan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan yang bersifat progresifdan berkesinambungan. Selama proses perkembanganya ini manusia juga mengembangkan kemampuan kreativitasnya sesuai dengan tingkat kedewasaan pada saat berkembang. 1. Masalah Kreativitas peserta didik dapat dikembangkan melalui pembelajaran.Proses pembelajaran pada hakikatnya terdiri atas kegiatan: 1) pendahuluan (apersepsi) a. penjelasan singkat tentang isi pelajaran yang akan dibahas. b. penjelasan relevansi isi pelajaran baru. c. penjelasan kompetensi peserta didik yang ingin dicapai. penyajian (kegiatan isi) a. proses eksplorasi. b. proses elaborasi. c. proses konfirmasi. penutup a. Guru melalukan evaluasi pembelajaran. b. Memberikan umpan balik. c. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran.

2)

3)

2

Namun. Pendidikan di sekolah pada umumnya lebih menekankan pada pengembangan berpikir logis dan konvergen (berpikir ke satu arah) dengan melatih peserta didik untuk berpikir dan menemukan suatu pengetahuan yang sudah ditetapkan oleh guru. dan pendidikan semakin terasa diperlukan kemampuan kreatif para anggotanya. kemampuan kreatif merupakan aspek penting yang harus dimiliki untuk menciptakan lingkungan belajar 3 . Kreativitas sebagai faktor mental manusia telah lama diperbincangkan oleh para ahli. dalam bidang industri. Bagi guru. Saat ini. yang sasarannya antara lain adalah insan kreatif dengan pola pikir dan moodset kreatif. ekonomi. Kemampuan peserta didik untuk berpikir divergen (ke segala arah) dan memecahkan masalah secara kreatif kurang diperhatikan dan kurang dikembangkan. serta industri yang unggul di pasar dalam dan luar negeri.Pada tanggal 5 Agustus 2009 telah dikeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. sampai saat ini penerapannya di lapangan belum seperti yang diharapkan. Salah satu faktor penyebab yang sering dikemukakan oleh guru adalah terlalu saratnya beban belajar peserta didik dalam kurikulum (standar isi) sehingga guru merasa kekurangan waktu untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. dan sejak tahun 1980-an Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas (dulu Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan Balitbang Depdikbud) mulai berintensif membahasnya pada berbagai pertemuan ilmiah. maka timbul suatu tuntutan bagi setiap anggota masyarakat untuk menjadi lebih kreatif. oleh karena perubahan yang cepat terjadi dalam bidang ekonomi. politik. Bahkan. dengan peran dominan wirausahawan lokal.

Kreativitas peserta didik hanya bisa dikembangkan apabila gurunya kreatif. proses pembelajaran. 4 . Guru yang kreatif memiliki kemampuan menyampaikan ilmu pengetahuan kepada para peserta didiknya secara kreatif. Dalam era pembangunan tidak dapat dipungkiri bahwa kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara bergantung pada sumbangan kreatif. penemuan-penemuan baru. dan teknologi baru dari anggota masyarakatnya. Kemajuan dunia pendidikan memerlukan tingkat kemampuan kreatif yang tinggi dari para pendidik. sikap dan perilaku kreatif perlu dipupuk sejak dini. agar peserta didik tidak hanya menjadi konsumen pengetahuan. berupa ide-ide baru. Berdasar uraian di atas. para pendidik memiliki wawasan tentang kreativitas.yang mendorong peserta didik menjadi kreatif. Untuk mencapai hal itu. Kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. tetapi mampu menghasilkan pengetahuan baru. tetapi mampu menciptakan pekerjaan baru (wiraswasta). sehingga peserta didik menggemari ilmu pengetahuan yang diajarkan kepadanya dan membuat peserta didik dapat berpikir secara kreatif pula. tidak hanya menjadi pencari kerja. diharapkan. Berpikir kreatif akan menghasilkan produk kreatif sehingga pada gilirannya akan menumbuhkan ekonomi kreatif. maka masalah yang akan dipecahkan di sini adalah bagaimanakah mengembangkan kreativitas peserta didik dalam pembelajaran? Melalui penulisan artikel ini. dan pengembangan kreativitas peserta didik melalui pembelajaran.

Guilford mengemukakan dua cara berpikir. Barron (1982: 253) mendefinisikan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. 1978: 325) mendefinisikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud kreativitas imajenatif atau sintesis yang mingkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari pengalaman 5 .´ Utami Munandar (1992: 51) menekankan bahwa kreativitas sebagai keseluruhan kepribadian merupakan hasil interaksi dengan lingkungannya. PENGERTIAN KREATIVITAS SECARA UMUM Kreativitas didefinisikan secara berbeda-beda oleh para pakar berdasarkan sudut pandang masing-masing. yaitu cara berpikir konvergen dan divergen. Demikian juga Drevdahl (Hurlock. keluwesan. Utami Munandar (1992: 47) mendefinisikan kreativitas sebagai berikut. maupun keadaan hidupnya. Rogers (Utami Munandar. Cara berpikir konvergen adalah cara-cara individu dalam memikirkan sesuatu dengan pandangan bahwa hanya ada satu jawaban yang benar.B. Guilford (1970: 236) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemampuan yang menandai cirri-ciri seorang kreatif. Sedangkan cara berpikir divergen adalah kemampuan individu untuk mencari berbagai alternative jawaban terhadap suatu persoalan. pengalaman. ³Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran. Hasil-hasil baru itu muncul dari sifat-sifat individu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain. dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengolaborasi suatu gagasan. 1992: 51) mendefinisikan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan.

1981) mengelompokkan definisi-definisa kreativitas ke dalam empat kategori. Ia mengatakan bahwa agar potensi kreatif individu dapat diwujudkan. C. Jadi. yaitu product. Person memandang kreativitas dari segi ciri-ciri individu yang menandai kepribadian orang kreatif atau yang berhubungan dengan kreativitas. dan mencari alternatif pemecahannya melalui cara-cara berpikir divergen. person. Rodhes (Torrance. dan press.masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang. menjadi sesuatu karya baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan. Berdasarkan berbagai definisi kreativitas itu. Procces menekankan bagaimana proses kreatif itu berlangsung sejak dari mulai tumbuh sampai dengan berwujudnya perilaku kreatif. yang dimaksud dengan kreativitas adalah cirri-ciri khas yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru atau kombinasi dari karya-karya yang telah ada sebelumnya. procces. Adapun press menekankan pada pentingnya faktor-faktor yang mendukung timbulnya kreativitas pada individu. Product menekankan kreativitas dari hasil karya kreatif. baik yang sama sekali baru maupun kombinasi karya -karya lama yang menghasilkan sesuatu yang baru. PENGERTIAN KREATIVITAS MENURUT AHLI Seorang ahli yang sangat menekankan pentingnya dukungan faktor lingkungan bagi berkembangnya kreativitas adalah Torrance (1981: 47). diperlukan kekuatan-kekuatan pendorong dari luar yang didasari oleh 6 .

1994. dan produk. serta sedapat mungkin memodifikasi dan menguji hipotesis-hipotesis yang telah dirumuskan. dan mengomunikasikan hasil-hasilnya. merumuskan hipotesis-hipotesis baru. 7 . Dengan demikian. kreativitas didefinisikan oleh Vicencio (1992) dan Urban (1996) mengelompokkan definisi kreativitas ke dalam dimensi pribadi. pendorong. 1988) atau ³konsep 4P´ menurut Utami Munandar (1988). proses. Torrence (1981: 47) medefinisikan kreativitas itu sebagai proses kemampuan memahamikesenjangakesenjangan-kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya. Menurut Torrance (1981: 48). dalam Utami Munandar. terjadi saling menunjang antara faktor lingkungan dengan potensi kreatif yang telah dimiliki sehingga dapat mempercepat berkembangnya kreativitas pada individu yang bersangkutan. melainkan merupakan hasil dari hubungan interaktif dan dialektis antara potensi kreatif individu dengan proses belajar dan pengalaman dari lingkungannya. Keempat dimensi kreativitas tersebut disebut sebagai ³the Four p¶s of Creativity´ (Rhodes. kreativitas itu bukan semata-mata merupakan bakat kreatif atau kemampuan kreatif yang dibawa sejak lahir. Manfaat mengkaji konsep 4P ini di samping memperoleh pengertian yang lebih luas tentang kreativitas. dapat juga dipakai sebagai strategi untuk mengembangkan kreativitas peserta didik.potensi dalam diri individu itu sendiri. Untuk dapat melakukan semua itu diperlukan adanya dorongan dari lingkungan yang didasari oleh potensi kreatif yang telah ada dalam dirinya.

berfantasi. feeling. Feeling menunjuk pada suatu tingkat kesadaran yang melibatkan segi emosional. 1981. politik. dan intuiting.D. Thinking merupakan berpikir rasional dan dapat diukur serta dikembangkan melalui latihan-latihan yang dilakukan secara sadar dan sengaja. 8 . di mana individu dengan segala potensi dan disposisi kepribadiannya dipengaruhi oleh lingkungan sosial tempat individu itu berada. yaitu pendekatan psikologis dan pendekatan sosiologis (Torrance. kebudayaan. yang meliputi ekonomi. sensing. Salah satu pendekatan psikologis yang digunakan untuk menjelaskan kreativitas adalah pendekatan holistik. dan intuisi. Pendekatan psikologis lebih melihat kreativitas dari segi kekuatan yang ada dalam diri individu sebagai faktor-faktor yang menentukan kreativitas. 1989). PENDEKATAN TERHADAP KREATIVITAS Pendekatan dalam studi kreativitas dapat dibedakan menjadi dua jenis. Clark menganggap bahwa kreativitas itu mencakup sintesis dari fungsi-fungsi thinking. dan melakukan terobosan ke daerah prasadr dan tak sadar. Dedi Supriadi. mengindra. Pendekatan sosiologis berasumsi bahwa kreativitas individu merupakan hasil dari proses interaksi sosial. Sensing menunjuk pada suatu keadaan ketika dengan bakat yang ada diciptakan suatu produk baru yang dapat dilihat atau didengar oleh orang lain. Intuiting menuntut adanya suatu tingkat kesadaran yang tinggi yang dihasilkan dengan cara membayangkan. merasa. dan peranan keluarga. Clark (1988) menggunakan pendekatan holistic untuk menjelaskan konsep kreativitas dengan berdasarkan pada fungsi-fungsi berpikir.

4. dan derajat prestasi suatu peradaban. 3. Cina. Dengan focus perkembangan kebudayaan Barat. dan 1966. Sebaliknya. ruang. 1989: 84). Tersedianya sarana-sarana kebudayaan Keterbukaan terhadap keragaman cara berpikir Adanya keleluasaan bagi berbagai media kebudayaan Adanya toleransi terhadap pandangan-pandangan yang divergen. Penelitian yang dilakukan oleh Gray pada tahun 1958. yaitu: 1. ada juga periode-periode tertentu yang justru mengekang berkembangnya kreativitas. pertama-tama dilakukan oleh Kroeber pada tahun 1914 yang kemudian dilaporkan dalam sebuah karyanya yang berjudul Configuration of Culture (Dedi Supriadi. Arieti (1976) mengemukakan beberapa faktor sosiologis yang kondusif bagi perkembangan kreativitas. 1989: 85). kembali menekankan dominannya peranan sosial dalam perkembangan kreativitas (Dedi Supriadi. Jepang. yaitu waktu. dan Negara-negara Islam menunjukkan bahwa ada periodeperiode tertentu dalam setiap perkembangan kebudayaan yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas secara maksimal sehingga dapat muncul orang-orang kreatif.Upaya mempelajari kreativitas dengan menggunakan pendekatan sosiologis. dan 9 . Penelitian Naroll dan kawan-kawan (1971) yang dilakukan di India. politik. Dalam menganalisisnya. dan peranan keluarga yang kondusif menentukan dinamika dan irama perkembangan kreativitas. Berdasarkan analisis yang dilakukan. Kroeber mengambil suatu kesimpulan bahwa munculnya orang-orang kreatif tinggi dalam sejarah merupakan refleksi dari pola perkembangan nilai-nilai sosial. Kroeber menggunakan tiga konfigurasi. 2. Gray menemukan bahwa faktor-faktor ekonomi. sosial. 1961.

belum memiliki konsep ruang dan waktu. 1982) ada empat tahap perkembangan kognitif. termasuk orang tuanya. melakukan berbagai gerakan. pandangannya terhadap objek masih belum permanent. Dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya. pada tahap ini tindakan anak masih berupa tindakan fisik yang bersifat refleksi. Menurut Piaget (Bybee dan Sund. 10 . Menurut Jean Piaget (McCormack. anak mengembangkan kemampuannya untuk mempersepsi. E. dan belu memiliki kemampuan berbahasa. pada tahap ini interaksi anak dengan lingkungannya.5. Mengenai kreativitasnya. termasuk juga dengan orang tuanya. menurut Piaget. belum memiliki konsep tentang sebab-akibat. belum memiliki tentang diri ruang. PERKEMBANGAN KREATIVITAS Perkembangan kreativitas juga merupakan perkembangan proses kognitif maka kreativitas dapat ditinjau melalui proses perkembangan kognitif berdasarkan teori yang diajukan oleh Jean Piaget. dan secara perlahan-lahan belajar mengoordinasikan tindakannya. TahapSensori-Motoris Tahap ini dialami pada usia 0-2 tahun. pada tahap ini belum memiliki kemampuan untuk mengembangkan kreativitasnya. 1982). terutama dilakukan melalui perasaan dan otot-ototnya. bentuk permainannya masih merupakan pengulangan refleks-refleks. melakukan sentuhan-sentuhan. Adanya penghargaan yang memadai terhadap orangorang yang berprestasi. Sebab. 1. yaitu sebagai berikut.

yaitu sudah mulai terjadi transisi dari representasi tertutup menuju representasi terbuka.Piaget juga mengatakan bahwa kemampuan yang paling tinggi pada tahap ini terjadi pada umur 18-24 bulan. termasuk dengan orang tuannya. 1982 ). meskipun dalam jangka pendek. menurut Jean Piaget ( Bybee dan Sund. menurut Jean Piaget ( Bybee dan Sund. Pada umur ini. dan lingkungan sekitarnya. Tahap ini disebut juga tahap intuisi sebab perkembangan kognitifnya memperlihatkan kecenderungan yang ditandai oleh suasana intuitif. anak memiliki kemampuan untuk menjelaskan peristiwaperistiwa alam di lingkunganya secara animistik dan antropomorfik. 1982 ). Artinya. sikap-sikap yang diperoleh dari orang-orang bermakna. 2. Pada tahap ini. kecenderungan alamiah. kemampuan mengembangkan kreativitas sudah mulai tumbuh karena anak sudah mulai mengembangkan memori dan telah memiliki kemampuan untuk memikirkan masa lalu dan masa yang akan datang. Adapun penjelasan antropomorfik adalah menjelaskan peristiwa-peristiwa alam dengan menggunakan perumpamaan manusia. 11 . Di samping itu. Pada akhir tahap ini. TahapPraoperasional Tahap ini berlangsung pada usia 2-7 tahun. semua perbuatan rasionalnya tidak didukung oleh pemikiran tetapi oleh unsure perasaan. anak sudah mulai dapat mereproduksikan sesuatu yang ada dalam memori dan dapat menggunakan simbol-simbol untuk merujuk kepada objekobjek yang tidak ada. anak sangat bersifat egosentris sehingga seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dalam lingkungannya. Penjelasan animistic adalah menjelaskan peristiwa-peristiwa alam dengan menggunakan perumpamaan hewan.

b. masa kini. Anak sudah mulai mampu menampilkan operasi-operasi mental. termasuk dengan orang tua. sudah semakin berkembang dengan baik karena egosentrisnya sudah semakin berkurang. d. Anak mulai mampu berpikir logis dalam bentuk sederhana Anak mulai berkembang kemampuannya untuk memelihara identitas diri. dan masa yang akan datang. Menurut Jean Piaget ( Bybee dan Sund. Anak sudah mampu mengimajinasikan sesuatu. a. Pada tahap ini. c. 1982 ). f. 12 . Anak sudah amat menyadari akan adanya masa lalu. Faktor-faktor memungkinkan semakin berkembangnya kreativitas itu adalah sebagai berikut. meskipun biasanya masih memerlukan bantuan ojek-objek konkret. Menurut Jean Piaget kreativitasnya juga sudah semakin berkembang. Konsep tentang ruang sudah semakin meluas.3. anak mulai menyesuaikan diri dengan relitas konkret dan berkembang rasa ingin tahunya. Tahap Operasional Konkret Tahap ini berlangsung antara usia 7-11 tahun. interaksinya dengan lingkungan. e.

Pada tahap ini ada semacam tarikmenarik antara ingin bebas dengan ingin dilindungi. perkembangan kreativitas remaja pada posisi seiring dengan tahapan operasional formal. . 3. 8. Beberapa faktor yang mendukung berkembangnya potensi kreativitas. Artinya. Remaja sudah mampu melakukan kombinasi tindakan secara proporsional berdasarkan pemikiran logis. menurut Jean Piaget. 7. 4. 5. Tahap Operasional Formal Tahap ini dialami oleh anak pada usai 11 tahun ke atas. 6. antara lain sebagai berikut : 1. menurut Jean Piaget. interaksinya dengan lingkungan sudah amat luas menjangkau banyak teman sebayanya dan bahkan berusaha untuk dapat berinteraksi dengan orang dewasa. Remaja sudah mampu melakukan kombinasi objek-objek secara proporsional berdasarkan pemikiran logis. Pada tahap ini. Remaja sudah mampu melakukan abstraksi reflektif dan berpikir hipotesis. Remaja sudah memiliki pemahaman tentang waktu relatif. Remaja sudah mampu melakukan pemisahan dan pengendalian variabel-variabel dalam menghadapi masalah yang kompleks. Remaja sudah memiliki diri ideal (ideal self) Remaja sudah menguasai bahasa abstrak. perkembangan kreativitasnya.4. Dilihat dari perspektif ini. 13 2. sedang berada pada tahap yang amat potensial bagi perkembangan kreativitas. Remaja sudah memiliki pemahaman tentang ruang relatif.

Verifikasi(Verivication) Pada tahap ini. iluminasi. Namun pada tahap ini belum ada arah yang tetap meskipun sudah mampu mengeksplorasi berbagai alternatif pemecahan masalah. Iluminasi(Illumination) Pada tahap ini individu sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan-gagasan baru serta proses-proses psikologis ysng mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.dalam pengertian tidak memikirkannya secara sadar melainkan´ menghadapinya´ dalam alam prasadar. 1. TAHAP-TAHAP KREATIVITAS Wallas (Solso. Pemikiran divergen harus diikuti dengan pemikiran 14 . Dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. yaitu persiapan.Inkubasi(Incubation) Pada tahap ini individu seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang dihadapinya. dan verifikasi. inkubasi. individu berusaha mengumpulkan informasi atau data untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Persiapan(Preparation) Pada tahap ini. 2.F. gagasan yang telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya kepada realitas. 3. 1991) mengemukakan empat tahapan proses kreatif. individu berusaha menjajaki berbagai kemungkinan jalan yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah itu. 2.

c) Memiliki rasa ingin tahu yang besar. antara lain sebagai berikut. 1976) mengemukakan bahwa karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut. d) Memiliki ketekunan yang tinggi.konvergen. a) Memiliki dorongan (drive) yang tinggi. n) bersifat sensitif. i) Menerima diri sendiri j) Senang humor. a) Senang mencari pengalaman baru. h) Bebas dalam mengambil keputusan. b) Memiliki keterlibatan yang tinggi. Imajinasi harus diikuti oleh pengujian terhadap realitas. m)Toleran terhadap ambiguitas. d) Memiliki ketekunan yang tinggi. Pemikiran dan sikap spontan harus diikuti oleh pemikiran selektif dan sengaja. f) Penuh percaya diri. k) Memiliki intuisi yang tinggi l) Cenderung tertarik kepada hal-hal yang kompleks. b) Memiliki keasyikan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit. G. Filsafat harus diikuti oleh pemikiran logis. Keberanian harus diikuti oleh sikap hati-hati. c) Memiliki inisiatif. Penerimaan secara total harus diikuti oleh kritik. g) Memiliki kemandirian yang tinggi. Utami Munandar (1992) mengemukakan ciri-ciri kreativitas. KARAKTERISTIK KREATIVITAS Piers (Adam. e) Cenderung tidak puas terhadap kemapanan. 15 .

g) Senang berpetualang. k) Memiliki memori dan atensi yang baik. n) Berwawasan masa depan dan penuh imajinasi. i) Kurang toleran terhadap hal-hal yang membosankan. p) Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Clark(1988) mengemukakan karakteristik kreativitas adalah sebagai berikut.e) Cenderung kritis terhadap orang lain. j) Menyukai tugas-tugas yang majemuk. b) Memiliki kemandirian yang tinggi. g) Selalu ingin tahu. d) Memiliki rasa humor. e) Mampu menentang tekanan kelompok. n) Memerlukan situasi yang mendukung. a) Memiliki kedisiplinan diri yang tinggi. k) Percaya kepada diri sendiri. 16 . l) Mempunyai rasa humor. q) Memiliki nilai estetik yang tinggi. i) Enerjik dan ulet. m)Mampu berpikir periodik. o) Sensitif terhadap lingkungan. h) Peka atau perasa. r) Lebih bebas dalam mengembangkan integrasi peran seks. m)Memiliki rasa keindahan. f) Berani menyatakan pendapat dan keyakinannya. l) Memiliki wawasan yang luas. c) Cenderung sering menentang otoritas. h) Toleran terhadap ambiguitas.Memiliki kemampuan berpikir divergen yang tinggi. j) Menyukai hal-hal yang kompleks. f) Lebih mampu menyesuaikan diri.

d) Merasa tertantang oleh kemajukan atau kompleksitas. 2. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya pertanyaan. f) Berpikir divergen. yaitu faktor yang mendukung dan faktor yang menghambat. c) Percaya diri dan mandiri. Beberapa ahli mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kreativitas. FAKTOR-FAKTOR KREATIVITAS YANG MEMENGARUHI Kreativitas tidak dapat berkembang secara otomatis. H. Tersedianya fasilitas dan Penggunaan waktu luang. 3. 2. Faktor-faktor yang dapat mendukung perkembangan kreativitas adalah sebagai berikut. b) Tekun dan tidak mudah bosan. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan. Clark (1983) mengategorikan faktor-faktor yang memengaruhi kreativitas dalam dua kelompok. 4. 1. 1. a) Memiliki rasa ingin tahu yang besar. e) Berani mengambil risiko. 17 . Utami Munandar (1988) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi kreativitas adalah. Tingkat pendidikan orang tua.Sedangkan Torrance (1981) mengemukakan karakteristik kreativitas sebagai berikut. Usia. tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungan.

dan mampu mengekspresikan dirinya dengan cara yang berbeda dari umumnya yang dapat muncul dari pengalaman yang dimilikinya. situasi yang menekankan inisiatif diri untuk menggali. 6. dan penyelidikan. 6. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat berkembangnya kreatifitas adalah sebagai berikut. mencatat. Diferensiasi antara bekerja dan bermain. 4.ketidakberanian dalam menanggung risiko. dan motivasi diri. menerjemahkan. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan. 5. 7. bertanya. mengamati. memperkirakan. menguji hasil perkiraan. mengklasifikasikan. 3. Otoritarianisme. Posisi kelahiran. lebih fleksibel dalam menghadapi masalah. Adanya kebutuhan akan keberhasilan. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu. menggunakan imajinasi. 7.3. Kedwibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreativitas secara lebih luas karena akan memberikan pandangan dunia secara lebih bervariasi. 8. atau upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui. stimulasi dari lingkungan sekolahnya. 2. 18 . dan mengomunikasikan. 1. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi. situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian. Perhatian dari orangtua terhadap minat anaknya. merasa. 5. Stereotip peranseks atau jenis kelamin. 4.

2. Orang tua memberikan otonomi dan kebebasan anak. 4. Menghormati gagasan-gagasan imajinatif . Torrance(1981) mengemukakan lima bentuk interaksi orang tua dengan anak atau remaja yang dapat mendorong berkembangnya kreativitas yaitu.Miller dan Gerard (Adams dan Gullota. Menunjukkan kepada anak atau remaja bahwa gagasan yang dikemukakan itu bernilai.1979) mengemukakan adanya pengaruh keluarga pada perkembangan kreativitas anak dan remaja sebagai berikut. 1. Torrance (1981) juga menekankan pentingnya dukungan dan dorongan dari lingkungan agar individu dapat berkembang kreativitasnya. Menurutnya salah satu lingkungan yang pertama dan utama yang dapat mendukung atau menghambat berkembangnya kreativitas adalah lingkungan keluarga. Memberikan kesempatan kepada anak atau remaja untuk belajar atas prakarsanya sendiri dan memberikan reward kepadanya. Orang tua mempunyai berbagai macam minat pada kegiatan didalam dan diluar rumah. 4. 3. Memberikan kesempatan kepada anak atau remaja untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan tanpa suasana penilaian. Menghormati pertanyaan-pertanyaan yang tidak lazim. 19 . 1. 2. Orang tua mendorong anak melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya. 3. Orang tua memberikan kepercayaan dan menghargai kemampuan anaknya. terutama interaksi dalam keluarga tersebut. Orang tua yang memberikan rasa aman. 5. 5.

Membatasi rasa ingin tahu anak. Jadi menurut Torrance(1981). yaitu 1. 7. Sering memberikan kritik yang bersifat destruktif. 3. I. Terlalu menekankan pada keterampilan verbal tertentu. Dedi Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah masalah yang sering timbul atau dialami oleh anak-anak kreatif. 5. 2. melainkan atas dasar hubungan kehidupan sejati (a living relationship) dan saling tukar pengalaman(coexperiencing). 20 . Disamping potensi kreatifnya itu jika tidak mendapatkan penanganan secara baik justru seringkali menimbulkan masalah pada dirinya. MASALAH YANG SERING TIMBUL PADA ANAK KREATIF Anak-anak kreatif. 4. bukan berarti selalu mulus dalam perkembangan psikologisnya.Torrance (1981) juga mengemukakan beberapa interaksi antara orang tua dan anak (remaja) yang dapat menghambat berkembangnya kreativitas. Terlalu menekankan kepada anak agar memiliki rasa malu. Berkenaan dengan ini. 6. yaitu sebagai berikut. meskipun memiliki kemampuan atau kelebihan dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. Terlalu banyak melarang anak. Terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi anak. Terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan jenis kelamin (sexual roles). interaksi antara orang tua dengan anak atau remaja yang dapat mendorong kreativitas bukanlah interaksi yang didasarkan atas situasi stimulus respons.

Tiadanya tokoh-tokoh ideal Anak-anak kreatif cenderung memiliki tokoh-tokoh orang besar yang sangat diidealkan dalam hidupnya. 4. dapat muncul masaalah dalam diri anak-anak kretif. kurang populer. dapat menimbulkan frustasi jika pilihannya tidak disadari oleh pemahaman yang cukup mengenai jenis karier yang akan dipilihnya. Pilihan karier yang tidak realistis Anak-anak kreatif sering kali cenderung memiliki pilihan karier yang tidak realistis. serta tidak begitu senang untuk melekatkan diri kepada otoritas. berani mengemukakan ketidaksetujuannya terhadap pemikiran orang lain tidak mudah percaya. dan tidak lazim. Hubungan dengan guru dan teman sebaya Anak-anak kreatif kadang-kadang mengalami hambatan. Perkembangan yang tidak selaras Jika lingkungannya tidak dapat mengakomodasi keunggulan potensi kreatifnya itu.1. Merka juga memiliki banyak alternatif dalam menentukan karier yang akan ditempuhnya dan bahkan cenderung berubah-ubah. Akibatnya. memiliki pendapatnya sendiri. memiliki keinginan yang seringkali berbeda dengan teman-teman pada umumnya. Tokoh21 . 2. Masalah yang timbul disebut dengan istilah uneven development (perkembangan yang tidak selaras) antara kematangan intelektual dengan perkembangan aspek-aspek emosional dan sosialnya. 3. Mereka cenderung kritis. Kondisi psikologis seperti ini jika tidak mendapatkan bimbingan secara baik dapat mengarahkan dirinya kepada pilihan karier yang kurang tepat.

adalah kurangnya perhatian terhadap pengembangan fungsi belahan otak kanan. Jika tokoh idealnya berada di tempat yang jauh dan sulit dijangku. Terlalu menekankan pada fungsi satu belahan otak saja menyebabkan fungsi belahan otak yang lain tidak berkembang secara maksimal. Kelemahan pendidikan selama ini dalam konteksnya dengan pengembangan potensi kreatif anak. karena potensi kreatifnya itu.tokoh ideal bisa berada dekat di lingkungan sekitarnya. melainkan harus mendapatkan bimbingan sesuai dengan potensi kreatifnya agar tidak sia-sia. UPAYA MEMBANTU PERKEMBANGAN KREATIVITAS DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN Sesungguhnya anak-anak kreatif kedudukannya sama saja dengan anak-anak biasa lainnya. mereka sangat memerlukan perhatian khusus di sini bukan berarti mereka harus mendapatkan perlakuan istimewa. Kelangkaan tokoh ideal karena kelangkaan informasi dapat mengakibatkan anak-anak kreatif tersesat kepada pilihan tokoh ideal yang salah. Jika tokoh idealnya berada ditempat yang jauh. J. menurut Gowan (1981). Oleh karena itu. sistem pendidikan hendaknya memperhatikan kurikulum yang akan diolah menjadi materi yang dapat dikembalikan kepada fungsi-fungsi pengembangan dari kedua belahan otak manusia tersebut. Namun. anak-anak kreatif cenderung berusaha untuk dapat menjangkau melalui cara mereka sendiri. tetapi dapt juga berada di tempat yang jauh dan sulit dijangkau. 22 .

Supriadi (1994) mengemukakan sejumlah bantuan yang dapat digunakan untuk membimbing perkembangan anak-anak kreatif.Sifat relasi bantuan untuk membimbing anak-anak kreatif. Mengakui dan menghargai gagasan-gagasan anak. Pembimbing berusaha menempatkan aspek berpikir dan perasaan secara seimbang dalam proses bimbingan. Torrance (1977) menamakan relasi bantuan itu dengan istilah creative relationship yang memiliki karakteristik sebagai berikut. sebenarnya sama saja dengan relasi untuk anak-anak pada umumnya. Pembimbing mendorong anak untuk mengungkapkan gagasan-gagasannya tanpa mengalami hambatan. atau nilai-nilai tertentu kepada anak. Pembimbing lebih menekankan pada proses daripada hasil sehingga Pembimbing di tuntut mampu memandang permasalahan anak sebagai bagian dari keseluruhan dinamika perkembangan dirinya. 2. 23 . pandangan. Menciptakan rasa aman kepada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya. Pembimbing berusaha menciptakan lingkungan yang bersahabat. 1. 6. idealnya para guru dan pembimbing mengetahui mekanisme proses kreatif dan manifestasi perilaku kreatif. Dalam konteks relasi dengan anak-anak kreatif ini. 2. Pembimbing berusaha memahami berusaha memahami pikiran dan perasaan anak. dan suasana saling menghargai. bebas dari ancaman. 5. Hanya saja. 7. 4. yaitu : 1. Pembimbing tidak memaksakan pendapat. menurut Dedi Supriadi (1994). 3. Pembimbing berusaha mengeksplorasi segi-segi positif yang dimiliki anak dan bukan sebaliknya mencari-cari kesalahan anak.

5. dan bukan malah menghukumnya. 24 .3. Membantu anak memahami dalam berpikir dan bersikap. Memberikan informasi mengenai peluang-peluang yang tersedia. Memberikan peluang untuk mengomunikasikan gagasan-gagasannya. Menjadi pendorong bagi anak untuk mengomunikasikan dan mewujudkan gagasan-gagasan nya. 6. 4.

PERKEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK Makalah Perkembangan Peserta Didik Diajukan Untuk Melengkapi Tugas Akhir Semester Ganjil 2010 MUHAMAD NUR ASIKIN 09. 2011 25 .0.06.004 JURUSAN FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERRSITAS RIAU KEPULAUN BATAM.

26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful