PENGARUH OBAT-OBAT STIMULAN TERHADAP KERJA OTAK

I. PENDAHULUAN Stimulan. Mekanisme merupakan obat yang meningkatkan kewaspadaan dan aktivitas fisik melalui peningkatan detak jantung dan pernafasan serta fungsi otak (mempengaruhi sistem saraf sehingga menstimulasi mental dan fisik tubuh). Stimulan digunakan atlet untuk mengurasi rasa lelah, meningkatkan kewaspadaan mental, konsentrasi,kecepatan,tenaga, daya tahan, konsentrasi Contoh : kafein, adrafinil, kokain, modafinil, pemoline, selegiline, adrenalin, methylphenidate [Ritalin]. Dalam kasus seperti ini telah terditeksi beberapa macam penyakit yang mempengaruhi system kerja saraf sehingga terjadi gangguan pada fungsi otak. Untuk itu dari sinilah kita diharapkan mampu mencegah sebelum adanya dampak pada masyarakat, oleh sebab itu stimulan yang ideal dan paling sering digunakan adalah dextroamphetamine(Dexedrine). Sehingga kerja otak yang tidak normal itu karena pengaruh beberapa factor seperti mengkonsumsi berbagai obat-obat yang berdosis tinggi, untuk itu bagaimana upaya kita dalam mencegah terjadinya dampak pada system organ manusia yang sangat vital.

II.

RUMUSAN MASALAH A. Bagaimana mekanisme system kerja otak? B. Pengaruh obat stimulan terhadap syaraf C. Beberapa penyakit gangguan system syaraf

III. PEMBAHASAN A. Bagaimana mekanisme system kerja otak? Pada dasarnya otak menerima,mengorganisasi,dan mendistribusikan informasi untuk memandu tindakan kita dan menyimpan informasi penting untuk digunakan dimasa yang akan datang. Permasalahan yang berhubungan dengan penuaan, seperti lupa,merasa tidak tajam,atau kesulitan mempelajari hal baru,melibatkan serebral korteks dan hipokampus. Yang menunjukan lipatan dan lekukan besar serebral korteks yaitu selembar tipis sel-sel dan terbungkus disekitar bagian inti yang dari otak,seperti kulit luar buah anggur. Meskipun tipis korteks sangatlah lebar dan berisi sel-sel syaraf yang berjumlah

mengejutkan,yaitu sekitar 100 juta disetiap inci persegi.Memproses informasi ketika informasi datang dari indra melibatkan sebuah jaringan dari banyak bagian yang lebih kecil. Sebagai tambahan,bagian lain dari korteks dikhususkan untuk menyatukan informasi dari dua atau lebih indra yang berbeda( misal mendengar suara,anda tahu kemana harus melihat). Ratusan ini terhubung oleh kabel-kabel otak yang sama,yaitu berupa benangbenang tipis yang disebut akson ( seratus lebih tipis dari sehelai rambut)yang terulur dari sel-sel saraf yang dan menyalurkan impuls listrik dari satu bagian otak ke bagian lainnya. Setiap bagian otak mengirim dan menerima jutaan impuls melewati akson-akson ini dan dari lusinan bagian korteks yang lain. Kortek menyerupai sebuah jaringan yang rumit dan setiap bagiannya terhubung langsung dan tidak langsung kebanyak bagian yang lain. Korteks dan hipokampus memainkan peranan penting dalam membentuk asosiasi. Panca indra treus membanjiri otak dengan informasi. Beberapa sangat vital, tetapi kebanyakan tidak penting. Anda tidak perlu mengingat wajah setiap orang yang anda lewati dijalan, untuk mencegah kelebihan informasi yang akan membuat anda mengingat terlalu banyak, hipokampus menyaring informasi yang dating terus menerus dari korteks dan memilih akan disimpan dan dibuang. Dalam artian hipokampus bertindak seperti badan kliring pusat, memutuskan sesuatu yang ditempatkan sebagai ingatan jangka panjang,dan kemudian mengambilnya kembali jika diperlukan.keputusan hipokampus untuk menyimpan suatu memori bergantung pada dua factor,yaitu apakah informasi mengandung arti emosi atau apakah informasi berhubungan dengan apa yang sudah kita temui. Kebanyakan maslah yang menyebabkan kemunduran mental berhubungan dengan serebral korteks dan hipokampus. Jadi, menjaga mental tetap sehat berarti melatih bagian-bagian otak,, sehingga mampu berfungsi dengan baik. 1 B. Pengaruh Obat Stimulan Pada Sistem Saraf Kemajuan dalam penelitian ilmu syaraf juga menghasilkan obat untuk merawat penyakit otak, seperti penyakit Alzheimer dan perkinson. Akan tetapi produk turunan tidak berkembang baik dimasyarakat. Banyak permintaan untuk mengobati segala penyakit, seperti obat-obatan,pil,dan suplemen makanan yang secara ajaib akan
1

Lawrence Manning R, MENJAGA OTAK ANDA TETAP HIDUP,2009.Jogjakarta: Think. Hal 27-31

menghentikan penurunan kemampuan mental atau memperbaiki kinerja dengan cepat. Selama bertahun-tahun, media menggemborkan janji akan pil peningkat memori baru dengan iklan sebagai obat pintar, dalam kenyataannya tidak ada obat yang mampu meningkatkan transmisi synaptic diotak dengan berbagai cara. Beberapa dari cara ini akan memberikan peningkatan memori jangka pendek. Akan ada risiko yang tersembunyi dengan penggunaan obat semacam itu,seperti atlet yang mengkonsumsi obat dengan menggunakan steroid da efek untuk meningkatkan performa fisik. Pengaruh obat pintar hanya jangka pendek saja,sehingga harus dikonsumsi terus menerus. Sehingga jalan aman menuju kesehatan otak adalah membantu kemampuan otak untuk membuat nutrisi alaminya sendiri. Dengan pendekatan neurotrophin dan molekul-molekul yang sama akan diproduksi ditempat yang berat dengan jumlah yang tepat tanpa efek samping.2 Adapun beberapa jenis obat yang mempengaruhi syaraf sebagai berikut : Methilfenidate (Ritalin) Secara kimiawi berhubungan dengan amfetamin dan digunakan untuk menangani ADHD pada anak dan narcolepsi pada orang dewasa. Ritalin lebih poten daripada kafein dan kurang poten dibandingkan dengan amfetamin. Pada dewasa narcolepsi PO 10-60 mg/hr dalam 2 – dosis (20-30mg/hr). Anak 6 tahun dan usila : ADHD diberikn 5 mg. Stimulan yang diberikan short term ( 1 sampai 2 minggu) menyebabkan euphoria, optimism, perasaan “senang” secara umum dan meningkatkan perhatian. Efek lain yang mungkin muncul adalah anoreksia, insomnia, ansietas, iritabilitas, mengurangi kelelahan, meningkatkan tekanan darah, menurunkan depresi. Pada penggunaan jangka panjang, amfetamin dapat menyebabkan waham, halusinasi, gangguan afek, aktivitas motorik berulang, dan nafsu makan berkurang. Sedangkan Pemberian obat dosis tinggi secara berulang dapat menyebabkan pasien mengalami paranoid, peningkatan temperatur tubuh dan irama jantung irreguler bahkan dapat mengalami gagal jantung atau serangan yang mematikan. Pemberian amfetamin berulang dalam jangka waktu lama menyebabkan berkurangnya cadangan katekolamin (prekursor norepinefrin, dopamin dan serotonin. Metamfetamin juga dapat menyebabkan terjadi pengurangan kepadatan dan jumlah neuron dilobus frontalis dan ganglia basalis.
2

http://www.teenchallengemidga.com/pre_drugs.htm

Amfetamin dikonsumsi melalui oral, dihisap, supositoria dan dapat melalui injeksi. Pengaruh amfetamin tergantung pada jenis, jumlah dan cara menggunakannya. Dosis rendah sampai dosis sedang amfetamin adalah 5 – 50 mg dan dikonsumsi oral. Dosis tinggi obat adalah lebih dari 100 mg biasanya intra vena. Untuk dextroamfetamin dosis rendah adalah 2,5-20 mg sedangkan dosis tinggi adalah 50 mg. Dosis toksis amfetamin sangat bervariasi. Reaksi hebat dapat terjadi pada dosis 20-30 mg Efek Dextroamphetamine dimulai sekitar 60 sampai 90 menit pasca pemberian dan mencapai puncaknya sekitar 2 sampai 3 jam. Obat ini dimetabolisme dihati dan sebagian dibuang melalui urine, dengan proses selama 12 sampai 24 jam. Kontraindikasi obat ini adalah arteriosklerosis, penyakit jantung simptomatik, hipertensi moderate-severe, hipertiroid, hipersensitifitas, glaukoma atau riwayat penyalahgunaan obat. Obat ini kontraindikasi pada 14 hari pertama setelah menghentikan penggunaan obat monoamine oxidase inhibitor (MAOI) karena therapi MAOI merupakan predisposisi terjadinya peningkatan tekanan darah. Oleh karena itu pasien harus diobservasi untuk mencegah terjadinya hipertensi krisis. Pasien yang mengkonsumsi dextroamphetamin akan beresiko mengalami hipertensi, peningkatan tekanan intraokular, atau penyalahgunaan obat. Stimulan tidak dapat dicampur dengan antidepresan atau obat over-the- counter (OTC) yang berisi dekongestan karena antidepresan dapat mempengaruhi efek stimulan dan kombinasi stimulan dengan dekongestan dapat menyebabkan terjadinya hipertensi yang membahayakan pasien dan dapat menyebabkan terjadinya irama jantung ireguler. Pengawasan yang ketat terhadap pertumbuhan dan perkembangan perlu diberikan pada anak-anak yang mengkonsumsi amfetamin karena amfetamin meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan. Demikian pula pada ibu hamil, amfetamin tidak dapat diberikan pada ibu hamil trimester pertama dan tidak diberikan pada ibu laktasi untuk mencegah abnormalitas pertumbuhan janin dan iritabilitas saat menyusui bayi. Fisiologi/patologi obat stimulan SSP Anatomi dan Fisiologi CNS adalah organ yang bertanggung jawab dalam sistem kontrol dan penjagaan fungsi-fungsi kesadaran dan vegetatif yaitu selera makan, rasa kenyang, atensi, arousal, aktifitas dan respirasi. Hipotalamus merupakan mediasi untuk rasa lapar (selera makan) dan

rasa kenyang. Mekanisme tidur dan bangun serta RAS (Reticular activating system ) diatur diPons. Sedangkan kontrol respirasi terjadi di pons dan medulla. Obat stimulan mempengaruhi dopamin pada VTA (Ventral Tegmental Area) yang terletak pada bagian ventral otak tengah, NAc (Nucleus Accumbens) yang terletak pada bagian ventral otak depan, dan korteks prefrontal. . Stimulan SSP dapat memprofokasi kuat terjadinya peningkatan neurotransmiter dopamin, melepaskan norepinefrin walaupun tidak sekuat dopamin. Beberapa derivat amfetamin menurunkan juga mempunyai potensi untuk melepaskan serotonin. Stimulant juga reuptake neurotransmiter atau menghambat enzim post sinap yang

menghasilkan tinginya respon postsinap, dan meningkatkan kesadaran. Mekanisme yang sama terjadi pada sistem saraf simpatis dimana obat seperti amfetamin bereaksi tidak langsung sebagai agonist adrenergik. Pathofisiologi Dextroamphetamin mempunyai struktur kimia yang sama dengan tubuh yaitu monoamin sehingga pemberian dextroamphetamin menyebabkan meningkatnya jumlah kimiawi diotak yang akhirnya dapat menstimulasi keluarnya norepinefrin dan pada dosis tinggi menstimulasi dopamin. Kondisi ini menyebabkan terjadinya konstriksi pembuluh darah, peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, peningkatan glukosa darah dan sistem respirasi. Peningkatan dopamin akan menyebabkan ephoria pada pasien. Stimulan SSP indikasi untuk bermacam-macam penyakit dan kondisi seperti narcolepsy,ADHD, obesitas, dan stimulasi respirasi. Narcolepsi adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan gejala Tidur gelombang cepat/ Rapid-Eye-Movement (REM). Gangguan tidur REM dapat berupa kataplexy (kehilangan kontrol motorik secara tiba-tiba dan singkat), paralisis tidur, halusinasi hipnagogik, tidur abnormal-waktu timbulnya periode REM, dan gangguan tidur siang.

Obesitas adalah kondisi dimana berat badan 20 % atau lebih dari berat badan ideal. Parameter obesitas: Triceps skinfold measurements (TSF), lingkar lengan, lingkar ott

lengan, dan Body Mass Index (BMI). Pengaturan berat dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu hipotalamic Pituitary Axis (HPA), sistem leptin, insulin, neuropeptida Y, dan sistem saraf otonom. Penanganan obesitas adalah dengan memperbaiki pola makan, olah raga dan terapi farmakologis untuk menurunkan selera makan.. Obat yang digunakan adalah 5HT (5 hidroksi triptofan) dan reuptake norepinephrine inhibitor (sibutramine), stimulan (methylphenidate), lipase inhibitor (orlistat), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs) seperti fluoxetine, dan agonist serotonin (phentermine). Stimulasi Respirasi Keadaan hiperkapni (komplikasi postoperatif pulmonal, depresi respirasi, COPD, bayi prematur) dapat mendepresi susunan saraf pusat dan pusat respirasi sehingga diperlukan managemen farmakologik untuk menstimulasi SSP seperti kafein dan doxapram yang bereaksi langsung pada pusat pernafasan untuk menstimulasi ventilasi efektif dan mengembalikan kondisi hiperkapni menjadi kondisi normal. ADHD (Attention deficit-hyperactivity disorder) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan hiperaktifitas impulsif dan pola perhatian yang rendah dan persisten yang dialami lebih sering dan lebih berat dibandingkan dengan tingkat perkembangannya. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa etiologi ADHD adalah defisinsi dopamine. Managemen penyakik ini biasanya pharmakoterapi dengan 1 atau lebih obat stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dopamin sehingga meningkatkan konsentrasi dan perhatian serta menurunkan impulsif dan aktifitas yang tidak memiliki tujuan. Belum lama ditemukan neurotransmiter peptida baru yang disebut cocaine and amphetamine regulated transcript (CART) yang mula-mula diidentifikasi sebagai mRNA (karena suatu transcript) yang jumlahnya meningkat pada penggunaan kokain dan amphetamin. Kemungkinan CART berperan dalam penyalahgunaan zat psikoaktif, pengendalian stres dan perilaku.3

C. Bagaimana upaya untuk menghindari dampak buruk dalam mengonsumsi bahan kimia? Penanganan Penggunaan Bahan Kimia: Withdrawal Obat
3

http://nardinurses.files.wordpress.com/2008/02/obat-stimulasi-sistem-saraf.pdf

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Berikan pengelolaan gejala selama periode detoksifikasi Tentukan riwayat penggunaan bahan kimia Diskusikan dengan pasien peran obat-obatan dalam kehidupan mereka Bantu pasien untuk mengakui bahwa obat-obatan memberikan rasa asertif, harga diri tinggi dan toleransi terhadap frustrasi Bantu pasien untuk mengidentifikasi cara-cara lain menghilangkan frustrasi dan meningkatkan harga diri Monitor adanya paranodia dan hesitancy untuk percaya pada yang lain selama periode detoksifikasi Dorong untuk mengungkap diri Monitor distorsi gambaran diri dan anoreksi Berikan nutrisi adekuat Monitor hipertensi dan takikardia Monitor depresi dan atau kecenderungan bunuh diri Medikasi untuk menghilangkan gejala-gejala selama withdrawal Dorong latihan untuk stimulasi keluarnya endrorphins Dorong keterlibatan dalam dukungan kelompok seperti anonim narkotik Fasilitasi dukungan keluarga Fasilitasi pengumpulan pemeriksaan toksikologi darah, urine dan isi gastrik Identifikasi jumlah dan tipe obat atau kombinasi obat-obatan yang diingesti dan waktu ingesti jika memungkinkan Tentukan apakah alkohol juga telah diingesti Monitor respirasi, jantung dan status neurologis Lavage dengan menggunakan normal saline Berikan Ipekak Berikan aktivasi charcoal ketika bahan substansi yang digunakan tidak diketahui Berikan antidotum obat spesifik ketika obat yang telah digunakan tidak

Penanganan Penggunaan Bahan Kimia: Over Dosis

• • • • • • • • • • • • • •

diketahuiMonitor level cairan dan elektrolit, test fungsi hati, hitung darah dan level gas darah arteri Monitor retensi urine dan atau gagal renal Monitor adanya kejang, seizures, dan depresi atau stimulasi sistem saraf pusat Berikan dukungan emosional pada pasien dan keluarga Fasilitasi untuk mengungkapkan tentang insiden/kejadian Identifikasi apakah peristiwa traumatik berhubungan dengan overdosis Monitor kecenderungan bunuh diri yang masih ada Dorong keluarga untuk mendukung pasien Monitor kemampuan pasien untuk mengungkapkan perasaan Gali adanya mekanisme konstruktif Gali perasaan pasien tentang konsultasi psikiatrik Fasilitasi tindak lanjut konseling ketika diagnosis overdosis telah jelas Fasilitasi ijin masuk pada pusat penanganan ketergantungan bahan kimia

D. Beberapa Gangguan penyakit pada system syaraf Gangguan pada system saraf akan berakibat pada gangguan pola gerak maupun memori seseorang. Gangguan tersebut dapat diakibatkan oleh ketuaan, bakteri, virus, atau akibat kecelakaan. Tiga contoh penyakit karena ganguan system saraf adalah penyakit Alzheimer’s, amnesia, dan ataksia. Penyakit Alzheimer merupakan penyakit akibat gangguan fungsi otak yang ditandai oleh kehilangan memori, pengenalan kepribadian, dan kekuatan mental. Meskipun penyakit tersebut dapat terjadi pada permulaan umur 40 tahun, namun lazimnya penyakit ini terjadi pada manusia lanjut usia. Gejalany sangat berfariasi dari satu orang ke orang lain, biasanya dimulai dari kehilangan memori kecil tentang kejadian yang baru saja dialami. Lupa semacam itu dapat terjadi suatu saat dan makin hari semakin parah.seperti lupa pada keluarga,lupa jalan pulang,menanyakan sesuatu yang baru saja ditanyakan. Secara fisik penyakit ini tidak mengganggu tapi tidak dapat istirahat, selalu bergerak, mengulang-ulang aktifitas tertentu. Missal menutup dan membuka laci. Alzheimer disebabkan oleh atrofi

korteks serebral. Etrofi tersebut diduga disebabkan oleh slow viruses, sejenis virus yang memerlukan waktu yang lama untuk merusak. Inveksinya terjadi waktu muda dan akibatnya baru muncul setelah lanjut usia. Amnesia, merupakan penyakit gangguan otak dimana penderita kehilangan memori baru. Keadaan ini dapat bersifat sementara atau permanen. Penyebabnya berfariasi mulai dari kerusakan otak karena kecelakaan,stroke,ensefalitis,devisiensi vitamin B12,kanker otak atau supali darah yang kurang kedaerah memori sampai pada alasan kepsikologikal. Ataksia merupakan penyakit gangguan system saraf yang ditandai oleh gangguan koordinasi gerak otot seperti pada gerakan tubuh yang tidak teratur dan tidak akurat. Gangguan tersebut dapat berupa cara berjalan yang kaku dengan gerak salah satu kaki melebar,kurang keseimbangan,tremor pada tangan. Ataksia dapat bersifat sementara atau pemanen. Penyebab ataksia adalah setiap kejadian yang engganggu pusat pengontrol gerak diotak atau jalur saraf yang menuju otak. Minuman keras dapat menyebabkan serangan ataksia sementara,sedangkan ataksia permanent dapat disebabkan oleh kerusakan otak, korda spinalis atau saraf spinal.4 IV. KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa system saraf merupakan salah satu dari dua system control utama tubuh, selain system endokrin. System saraf pusat terdiri atas otak dan sum-sum tulang belakang. Sedangkan system saraf tepi terdiri saraf cranial dan spinal yang mempunyai peran fungsi masing-masing. Adapun beberapa factor yang mempengaruhi mekanisme kerja saraf yang disebabkan oleh obat stimulant itu adalah Methilfenidate (Ritalin), Dextroamphetamin, ADHD (Attention deficit-hyperactivity disorder) dll. Beberapa dampak pada penyakit saraf itu Alzhaeimer,amnesia dan antaksia yang menggangu sistem kerja secara normal. V. PENUTUP Demikianlah penulisan makalah ini semoga bermanfaat baik yang baca maupun yang menulis sehingga saya berharap segala saran dan kritikan yang konstruktif dan lebih dapat disempurnakan kembali, terimakasih atas perhatiannya.

4

Common Text Book, FISIOLOGI MANUSIA, Universitas Negeri Malang, Hal 95-96

DAFTAR PUSTAKA • • • • • Manning, Lawrence R, MENJAGA OTAK ANDA TETAP HIDUP, Think:Jogjakarta,2009. Commen Text Book, FISIOLOGI MANUSIA, Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan MIPA. http://nardinurses.files.wordpress.com/2008/02/obat-stimulasi-sistemsaraf.pdf http://www.ncpainmanagement.com/painmedications.htm http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan.html?layout=blog&start=50