PRAKTIKUM FISIKA CERMIN DAN LENSA

NAMA : CAROLINE JOHANSYAH NIM : 41100078 HARI/TANGGAL : RABU / 01 SEPTEMBER 2010 ASSISTEN : ZAKHARIA O.S.N

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA YOGYAKARTA

2010

BAB 1

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Cahaya menurut Newton (1642 - 1727) terdiri dari partikel-partikel ringan berukuran sangat kecil yang dipancarkan oleh sumbernya ke segala arah dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sementara menurut Huygens ( 1629 1695), cahaya adalah gelombang seperti halnya bunyi. Perbedaan antara keduanya hanya pada frekuensi dan panjang gelombangnya saja.

Cahaya digolongkan sebagai suatu bentuk radiasi. Radiasi adalah sesuatu yang memancar keluar dari suatu sumber tetapi bukan merupakan zat. Cahaya dapat dilihat mata manusia. Cahaya termasuk gelombang elektromagnetik, yaitu gelombang yang getarannya adalah medan listrik dan medan magnetic. Getaran ini tegak lurus terhadap arah perambatan cahaya, sehingga cahaya termasuk gelombang transversal. Cahaya matahari dapat merambat melalui ruang hampa.Kelajuan gelombang ini adalah 300 juta m/s.

Cahaya memiliki sifat-sifat sebagai berikut: 1. Dapat dilihat oleh mata. 2. Memiliki arah rambat yang tegak lurus arah getar (transversal). 3. Merambat menurut garis lurus. 4. Memilikienergi. 5. Dipancarkan dalam bentuk radiasi. 6. Dapat mengalami pemantulan,

Berdasarkan kemampuannya dalam meneruskan cahaya, benda -benda dapat digolongkan dalam tiga kelompok ,yaitu : 1. Benda yang tidak tembus cahaya atau tidak bisa meneruskan cahaya yang mengenainya. Contohnya seperti papan, buku, dan pintu. 2. Benda yang dapat tembus cahaya atau hanya meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya saja. Contohnya seperti kertas tipis, kaca buram, serta beberapa jenis plastik. 3. Benda bening atau benda yang dapat meneruskan semua cahaya yang diterimanya. Contohnya seperti kaca bening dan plastik bening.

Cahaya dapat dibiaskan dan juga dipantulkan dengan mengunakan cermin atau lensa. Fungsi dari cermin dan lensa inilah yang akhir -akhir ini dimanfaatkan didalam dunia kedokteran, antara lain seperti kacamata, mikroskop ,serta alatalat yang digunakan pada kedokteran gigi. Dengan mengetahui fungsi dan mengerti cara kerja dari alat -alat,kita dapat memaksimalkan fungsinya terutama didalam dunia kedokteran.

B. TUJUAN
1. Mempelajari hukum pemantulan dan pembiasan 2. Mengukur jarak titik api cermin cekung 3. Mengukur jarak titik api lensa cembung

BAB

ASA

E

I

1. Hukum Pemantulan dan Pembiasan
a. Hukum Pemantulan
t l t t , . . Si t S i t i ti= t i t . t t i j t l l t i t l il l j t t , i t l, i i i i i t: t lt l t l i . S lli t ,

I

Bi

i

B t l t i l

t t li i j i

t t ,

il t. P it : t l

tetapi malahan dipantulkan seluruhnya. a. Bayangan yang terjadi sama tegak. 3. Syarat terjadinya pemantulan sempurna adalah sebagai berikut: 1. Jarak benda sama dengan jarak bayangan . Pemantulan teratur Ciri-ciri dalam pemantulan teratur sebagai berikut: a. 2. Sinar-sinar yang datang akan dipantulkan secara acak. Sinar-sinar yang datang akan dipantulkan dengan sejajar. 2. Pemantulan baur (difusi) Ciri-ciri pemantulan baur adalah sebagai berikut. PEMANTULAN CA AYA PADA CERMIN DATAR Sifat bayangan pada cermin datar : 1. Hampir semua sinar pantulan akan masuk ke dalam mata pengamat. b. Pemantulan baur akan terjadi apabila permukaan dalam bidang pantulnya kasar atau tidak rata. sudut datang > sudut kritis Sudut kritis merupakan sudut maksimum dari sinar yang datang yang dapat menghasilkan sudut bias 90°. c. b. PEMANTULAN SEMPURNA Pemantulan sempurna akan terjadi ketika suatu sinar datang ke dalam perbatasan dua medium dan sinar pun tidak ada yang dibiaskan. Bayangan yang terjadi sama besar dengan benda.1. Pemantulan teratur akan dapat terjadi apabila permukaan bidang pantulnya licin dan rata. sinar datang dari medium rapat ke renggang 2. c. Hanya sebagian saja dari sinar pantul yang akan masuk ke dalam mata pengamat.

. 2. artinya bagian kanan benda menjadi bagian kirinya. 5.Tiga sinar istimewa pada cermin cekung : 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik focus. artinya bayangan tidak dapat ditangkap oleh layar. Bayangan cermin tertukar sisinya. PEMANTULAN CA AYA PADA CERMIN CEKUNG Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung .4. Bayangan cermin merupakan bayangan semu. Sinar datang melalui titik focus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.

Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga. PEMANTULAN CA AYA PADA CERMIN CEMBUNG .3.

2.Hukum pemantulan berlaku juga pada cermin cekung Tiga sinar istimewa pada cermin cekung : 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik focus. . Sinar datang utama. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui titik pusat kelengkungan juga. melalui titik focus dipantulkan sejajar dengan sumbu 3.

Sinar datang yang berasal dari medium renggang memasuki medium rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. Sinar (gelombang) datang. . sinar(gelombang) bias dan garis normal berpotongan pada satu titik pada sebuah bidang datar. 2b. 2a. Sinar datang yang berasal dari medium rapat memasuki medium renggang akan dibiaskan menjauhi garis normal. mP m i Hukum Snellius pembiasan 1..

Sinar datang yang seolah-olah sejajar dengan sumbu utama. dibiaskan .PEMBIASAN PADA LENSA CEKUNG Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung: 1. Sinar datang sejajar sumbu utama dibiaskan seolah -olah berasal dari titik focus F 1 2. menuju titik focus. 3. Sinar datang yang melalui titik pusat lensa ( 0 ) tidak mengalami pembiasan.

Sinar datang melalui titik fokus akan dibiaskan sejajar sumbu utama .PEMBIASAN PADA LENSA CEMBUNG Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung : 1. Sinar datang sejajar sumbu u tama dibiaskan menuju titik focus 2. Sinar datang yang melalui titik pusat lensa ( 0 ) tidak mengalami pembiasan 3.

L Lensa cembung sering sekali disebut sebagai lensa positif karena memiliki titik fokus yang berada di belakang lensa.Macam-macam lensa cembung sebagai berikut. c rmi c m luarnya. g : permukaan yang memantulkan cahaya bagian 2. Ada dua jenis cermin lengkung yaitu : 1. a. P g ri .Bersifat mengumpulkan sinar yang datang padanya (konvergen).Lensa cembung ini sifatnya konvergen. Konkaf-konveks (cekung-cembung) . yaitu mengumpulkan sinar-sinar bias. Plan-konveks (datar-cembung) c.Bersifat menyebarkan sinar yang datang padanya (divergen).P g ri L Lensa itu merupakan benda bening yang dibatasi oleh dua permukaan lengkung (cekung atau cembung) atau permukaan datar (plan). c rmi c g : terbuat dari irisan bola yang permukaan dalamnya mengkilap atau bagian yang memantulkan cahaya . Lensa terbagi atas : c m g 1. .P C rmi C rmi L g ri Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya lengkung. Bikonveks (cembung-cembung) b.2.

2. L B a. Ada beberapa macam lensa cekung. bikonkaf (cekung-cekung) b. plan-konkaf (datar-cekung) c. Diperbesar . Lensa cekung punya sifat divergen. C rmi c g Sif B y g y (1) Letak Benda pada ruang I Maya. L c g Lensa cekung merupakan kebalian dari lensa cembung dan lensa ini sering disebut sebagai lensa negatif karena punya titik fokus aktif yang berada di depan lensa (disebut titik fokus maya). konveks-konkaf (cembung-cekung) 3. Tegak. yaitu menyebarkan sinar bias yang seolah-olah berasal dari fokus aktif. yaitu: a.

Diperkecil (4) Letak benda pada ruang IV Nyata. Tegak. Terbalik. Diperkecil .(2) Letak benda pada ruang II Nyata. Diperkecil b. C rmi c m g Sifat bayangan yang terbentuk selalu : Maya. Diperbesar (3) Letak benda pada ruang III Nyata. Tegak. Terbalik.

diperkecil dan terletak di depan lensa. Terbalik. d. L c g Benda yang diletakkan di depan lensa cekung (benda nyata) selalu dihasilkan bayangan yang memiliki sifat maya. Diperkecil . Terbalik. Diperbesar (3) Letak benda pada ruang III Nyata. L c m g (1) Letak Benda pada ruang I Maya. di antara O dan F1. Diperbesar (2) Letak benda pada ruang II Nyata. Tegak. tegak.c.

g. kemudian nyalakan sumber cahaya. hitunglah jarak focus cermin cekung. f. (iv) Ulangi langkah diatas untuk bayangan diperbesar 5 kali dan diperkecil 4 kali. e. d.BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 1. Bangku optik Sumber cahaya Layar Benda Cermin cekung Lensa cembung Alat ukur panjang 2. (iii) Ulangi langkah diatas untuk bayangan diperbesar 5 kali dan diperkecil 4 kali. b. Percobaan cermin cekung (i) Letakkan benda diantara cermin cekung dan sumber cahaya. (iii) Letakkan lensa cembung diantara benda dan layar . (v) Hitunglah panjang focus lensa cembung. c. Aturlah posisi benda dengan cara menggeser menjauhi/mendekati lensa sehingga pada layar di bawah benda terlihat bayangan tajam anak panah. Kemudian Ukurlah jarak benda dan jarak bayangan. CARA KERJA a. ALAT DAN BAHAN a. . Percobaan lensa cembung (ii) Letakkan sumber cahaya dengan posisi menghadap kearah layar. sehingga pada layar di ba wah benda terlihat bayangan tajam anak panah. sehingga memperoleh 10 data (iv) Berdasarkan data jarak cermin sekung ke bend a dan bayangan. b. (i) (ii) Aturlah posisi benda dengan cara menggeser menjauhi/mendekati cermin.Nyalakan sumber cahaya. Kemudian Ukurlah jarak benda dan jarak bayangan. sehingga memperoleh 10 data.

Dip erkecil Nyata.Terbalik.0 0 11.Diper 81 18 4.00 153 26 5.90 Nyata.Tegak Nyata.Terbalik.88 144 25 5.Terbalik.7 7 12.Tegak.3 0 10. 12 .6 4 10.00 90 19 4. DATA No Cermin/Le nsa 1. 6. 4.74 9.Terbalik.47 99 20 4.73 135 24 5.95 108 21 5.00 162 27 6.Terbalik.Terbalik.5 2 11.Terbalik. Lensa cembung Lensa cembung 5. 11 .2 9 9. Lensa cembung 10 . Lensa cembung Lensa cembung 3.Dip erkecil Nyata.Dip erkecil Nyata.65 150 25 6.Dip erkecil Nyata.9 6 11.41 117 pq p+ q 22 5.Diper kecil Nyata.BAB 4 DATA DAN PEMBAHASAN A.Dip erbesar Nyata.32 10.Terbalik.0 0 12. Lensa cembung Lensa cembung 9. Lensa cembung Lensa cembung 7.50 9.Dip erkecil Nyata.Dip erbesar Nyata.Terbalik.4 Nyata. 8.Tegak.63 126 23 5. 13 Lensa cembung Cermin cekung Cermin cekung Cermin 110 21 5.Terbalik r Sifat . 2.Dip erbesar Nyata.48 10.2 5 11.24 130 23 5.Dip erbesar Nyata.

55 170 27 6.Tegak. PERHITUNGAN Berdasarkan data ke : .97 210 31 6. 17 . cekung Cermin cekung Cermin cekung Cermin cekung Cermin cekung Cermin cekung Cermin cekung Cermin cekung 250 35 7.77 190 29 6.Tegak.Tegak.Tegak.Diper besar Nyata.Tegak.Diper besar B. 19 ..30 70 17 4.9 4 14.Diper besar Nyata.5 9 13.24 12.14 230 33 6. 15 .47 kecil Nyata. 20 .Diper besar Nyata.Diper kecil Nyata.Tegak. 18 .5 5 13.1 0 13.2 9 Nyata.11 90 19 4.Diper besar Nyata.74 8 9. 16 . 14 .Diper kecil 8.Tegak.

.1. 2.

4. .3.

.5. 6.

7. . 8.

.9. 10.

11. 12. .

14.13. .

16.15. .

17. 18. .

Terbalik.PEMBAHASAN 1 Sifat-sifat cermin cekung dan lensa cembung. C. Tegak. 20. y Sifat cermin cekung Sifat cermin cekung yang seharusnya ialah : a. Letak benda pada ruang II Nyata. Letak Benda pada ruang I Maya. Diperkecil d. Diperbesar b. Terbalik. Diperbesar c. Letak benda pada ruang IV . Letak benda pada ruang III Nyata.19.

Tegak.dapat disimpulkan bahwa benda yang kami letakkan berada pada ruang III. benda. terjadi beberapa kesalahan. Diperbesar.Nyata. Diperkecil . Tegak. 2) Nyata.benda. Didalam praktikum ini. Kesalahan ini terjadi. Diperbesar. cermin cekung. bukan diantara benda dan layar. Diperbesar  Letak benda pada ruang III Nyata. sifat bayangan ini sama dengan sifat bayangan cermin cekung pada ruang IV.Terbaik. . Diperkecil Ada 2 sifat yang kami peroleh dari hasil percobaan di praktikum fisika. Susunan benda. yaitu :  Nyata. seperti gambar dibawah ini : dimana susunannya dimulai dari lampu/sumber cahaya. ada 2 sifat yang kami peroleh. y Sifat lensa cembung  Letak Benda pada ruang I Maya. cermin.dapat disimpulkan bahwa benda yang kami letakkan berada di r uang II.Diperkecil. Diperkecil Tetapi pada percobaan yang kami lakukan.layar dan sumber cahaya yang mengikuti letak untuk lensa cembung. sehingga hasil praktikum yang kami lakukan berbeda dengan dasar teori yang dibahas dalam laporan ini. Jadi cermin cekung diletakkan diantara sumber cahaya dan benda. yaitu : Lampu/sumber cahaya.layar. Tegak.  Nyata. Terbalik. Tegak. yaitu : 1) Nyata. Diperbesar  Letak benda pada ruang II Nyata. Seharusnya yang di lakukan untuk cermin cekung.lalu layar. sifat yang ini tidak sama dengan dasar teori yang seharusnya.cermin. Terbalik. pada percobaan Cermin Cembung.Terbalik.

Berdasarkan kegiatan pengamatannya. Jenis paling umum dari mikroskop. tidak mudah terlihat oleh mata. yaitu. 2 Hubungan titik api dan jari-jari lensa. selain itu terjadi kesalahan perhitungan untuk titik focus dan jari -jari.Akibat kesalahan itu. 3 Aplikasi cermin kedokteran. mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa . adalah mikroskop optis. Berdasarkan sumber cahayanya. mikroskop dibagi menjadi dua. a) Mikroskop dan lensa dalam dunia kecil dan Mi ro op (bahasa Yunani: micros scopein melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. maka hasil sifat bayangan yang diperoleh tidak sesuai dengan dasar teori. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi. dan yang pertama diciptakan. dan kata mi ro opi berarti sangat kecil.

diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2. penjepit kaca objek. maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar. mikroskop dibagi menjadi 2 bagian. Ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop. panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). lensa objektif. diafragma. dan lebih lagi diperbesar. dan konfokal). y Bagian non-optik. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor. dan lensa okuler. Tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula. Bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif adalah I1 yang berada di belakang lensa objektif dan di depan lensa okuler. semu. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. . yaitu: y Bagian optik. fluoresens.okuler. pemutar halus dan kasar. terbalik. bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara.lensa yang dekat dengan objek (benda) dinamakan lensa objektif. Jarak fokus lensa okuler lebih besar daripada jarak fokus lensa objektif. meja objek. Nomarski DIC. terbalik. fase kontras. Objek yang ingin diamati diletakkan di depan lensa objektif di antara titik Fob dan 2Fob. Sebuah mikroskop terdiri atas dua buah lensa cembung (lensa positif). Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop. Pada mikroskop cahaya. Rumus: Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. dan diperbesar.Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu. yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop. sedangkan lensa yang dekat mata dinamakan lensa okuler. Bayangan ini bersifat nyata. lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata. yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field. sejajar. d an sumber cahaya. yang terdiri dari kondensor.

yaitu sebagai berikut. dan diperbesar. Bayangan I1akan menjadi benda bagi lensa okuler dan terletak di depan lensa okuler antara pusat optik O dan titik fokus okuler Fok. Perbesaran yang dihasilkan mikroskop adalah gabungan dari perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. s¶ob adalah jarak bayangan lensa objektif dan sob adalah jarak objek di depan lensa objektif. untuk mata berakomodasi maksimum untuk mata tidak berakomodasi Dimana Pok adalah perbesaran lensa okuler. sn adalah jarak titik dekat mata (untuk mata normal sn 25 cm). Bayangan akhir I2 yang terbentuk bersifat maya. Jadi. dan terbalik terhadap objek semula. dan fok adalah jarak fokus lensa okuler. Adapun perbesaran lensa okuler mikroskop sama dengan perbesaran lup. P Pob ×Pok Hal-hal penting yang perlu dengan mikroskop: diketahui berkaitan 1) jarak antara lensa objektif dan lensa okuler disebut juga panjang tabung (d). Perbesaran total mikroskop adalah hasil kali perbesaran lensa objektif dan perbesaran lensa okuler. diperbesar. Perbesaran lensa objektif mikroskop adalah Dimana Pob adalah perbesaran lensa objektif. panjang tabung sama dengan penjumlahan jarak bayangan yang dibentuk lensa objektif (s¶ob) dengan jarak benda (bayangan pertama) ke lensa okuler (sok). d s¶ob + sok mikroskop dengan mata 2) menggunakan . Di sini lensa okuler akan berfungsi sebagai lup dan akan terbentuk bayangan akhir I2 di depan lensa okuler.terbalik.

Lensa Objektif: Nyata.berakomodasi maksimum berarti letak bayangan akhir berada di titik dekat mata di depan lensa okuler. dapat dituliskan s¶ok ísn 3) menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi berarti jarak benda di depan lensa okuler (sok ) berada tepat di titik fokus lensa okuler (fok). diperbesar .Lensa Okuler: Nyata. dapat dituliskan sok fok Sifat Bayangan: . b) Endoskop Endoskop adalah alat yang digunakan dalam pemeriksaan endoskopi. Jadi. Alat ini berbentuk pipa kecil panjang yang dapat dimasukkan ke dalam tubuh. terbalik. misalnya ke lambung. terbalik. diperbesar. ke dalam . Jadi.

3. kista. dll. tergantung jenis dan organ yang diperiksa. 2. atau ke rongga tubuh lainnya. bagian tersebut juga dapat dipasangi alat -alat medis seperti gunting kecil.Selain itu. Gastroskopi. batu empedu. penjahitan. kanker. tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya. Prosedur medis yang menggunakan endoskopi mempunyai berbagai macam nama. Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau evaluasi lebih lanjut. untuk memeriksa laring (salah satu bagian saluran napas). Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator. sedangkan serat lainnya berfungsi sebagai penghantar gambar yang ditangkap oleh kamera. Endoskopi tidak hanya berfungsi sebagai alat periksa tetapi juga untuk melakukan tindakan medis seperti pengangkatan polip. perdarahan. 5. Di dalam pipa tersebut terdapat dua buah serat optik. hati. untuk melihat lambung. Proktoskopi (sigmoidoskopi dan proktosigmoidoskopi). dan lain-lain. Beberapa jenis gangguan yang dapat dilihat dengan endoskopi antara lain : abses. polip. Thorakoskopi. untuk memeriksa rektum dan kolon sigmoid. Sa tu untuk menghasilkan cahaya agar bagian tubuh di depan ujung endoskop terlihat jelas. bronkhitis. dan lain -lain. dan organ organ lain di dalam rongga perut. . mediastinum dan perikardium (bagian -bagian paru-paru dan jantung). endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil sampel jaringan jika dicurigai jaringan tersebut terkena kanker atau gangguan lainnya.sendi. sikat kecil. Di samping kedua serat optik tersebut. tukak. rongga pleura. untuk melihat dinding dalam esofagus.Selain itu. Laparoskopi. sirosis biliaris. pemeriksaan pleura. tumor. Laringoskopi. 4. terdapat satu buah bagian lagi yang bisa digunakan sebagai saluran untuk pemberian obat dan untuk memasukkan atau mengisap cairan. Berikut beberapa contohnya : 1.

6. c) Kacamata Cacat mata adalah gangguan penglihatan mata karena menurunnya daya akomodasi. maka penderita cacat mata perlu dibantu dengan menggunakan kacamata.lambung. dan terjadinya pengapuran pada lapisan kornea. untuk melihat saluran kencing. Pada mata normal memiliki titik dekat 25 Cm (PP Punchtum Proximum) dan titik jauh ( Puncthum Remotum) tak terhingga. 10. untuk memeriksa usus besar. 9. 8. 7. untuk melihat trachea dan cabang cabang bronkhus (bagian dari salur an napas). untuk memeriksa vagina dan mulut rahim. tidak meratanya bidang kelengkungan lensa mata. dan usus halus. Kolposkopi. Kolonoskopi. Sistoskopi. Pada cacat mata terjadi pergeseran titik . untuk melihat sendi. Arthroskopi. Bronkhoskopi. Agar dapat membaca dengan normal. kandung kencing dan prostat.

yaitu : 1) R ( hip rm ropi ) Rabun dekat adalah ketidak -mampuan mata untuk melihat benda yang dekat. Bayangan yang terli hat adalah maya sehingga s¶ ± titik dekat penderita. Lensa cembung merupakan lensa positif (plus) Kekuatan lensa yang digunakan oleh penderita hipermetropi tergantung dari titik dekat penderita. Kebiasaan membaca buku terlalu dekat dan sambil tiduran akan mempercepat timbulnya cacat mata. Cacat mata ada 3.tersebut. Sehingga kekuatan lensa yang harus digunakan oleh penderita hipermetropi dapat ditentukan dengan persamaan. dengan: s titik dekat mata normal (25 cm) s¶ titik dekat penderita(bernilai ( -) karena bayangan yang . Hal ini disebabkan oleh lensa mata terlalu pipih atau ukuran bola mata yang pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina. Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cembung. maka penderita rabun dekat harus menggunakan lensa kacamata yang menghasilkan bayangan didepan lensa pada jarak yang sama dengan penderita.

Lensa cekung merupakan lensa negatif (minus).Penyebab rabun jauh adalah lensa mata terlalu cembung atau ukuran bola mata terlalu panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh didepan retina.Rabun jauh disebut miopi. Bayangan bersifat maya sehingg a s¶ titik jauh penderita. Untuk menentukan seberapa besar kekuatan lensa yang harus digunakan tergantung dari titik jauh penderita. penderita miopi harus menggunakan lensa kacamata yang mengahasilkan bayangan didepan lensa pada jarak yang sama dengan titik jauh penderita.terbentuk maya) 2) R j h (miopi) Rabun jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berjarak jauh. Agar dapat melihat benda -benda pada jarak tak terhingga. Sehingga persamaan untuk menentukan besar kekuatan lensa yang harus digunakan oelh penderita miopi adalah: dengan: .Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung.

maka dibutuhkan kaca mata rangkap (bifokal). . yaitu kaca mata cembung dan cekung.s titik terjauh mata normal.karena titik dekat dan titik jauhnya bergeser. Supaya penderita presbiopi dapat melihat dengan jelas.Kelainan mata ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau kira -kira berumur di atas 45 tahun. Penderita presbiopi tidak mampu melihat benda ya ng terlalu jauh dan terlalau dekat . yaitu ~ s¶ titik jauh penderita(bernilai ( -) karena bayangan yang terlihat maya) 3) Rabun Tua (presbiopi) Rabun jauh dan dekat disebut juga presbiopi atau rabun tua.

Letak benda pada ruang II . Sudut sinar datang (sinar jatuh) selalu sama dengan sudut sinar pantul (sudut i sudut r )  Hukum Pembiasan Snellius 1. Diperbesar b. dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.BAB 5 KESIMPULAN Dalam percobaan ini ditemukan beberapa hal penting:  Hukum Pemantulan Snellius 1. Sinar datang (sinar jatuh). 2. Letak Benda pada ruang I Maya. ~Sinar datang yang berasal dari medium renggang memasuki medium rapat akan dibiaskan mendekati garis normal. Sinar (gelombang) datang. 2. sinar(gelombang) bias dan garis normal berpotongan pada satu titik pada sebuah bidang datar. ~Sinar datang yang berasal dari medium rapat memasuki medium renggang akan dibiaskan menjauhi garis normal. garis normal.  Hubungan titik fokus dan jari-jari  Sifat-sifat bayangan pada cermin cekung dan lensa cembung y Sif c rmi c g Sifat cermin cekung yang seharusnya ialah : a. Tegak.

php/1/mat eri/Fisika/PEMANTULAN%20CAHAYA. http://wowfisika.Winarto. Jone.L.edu/stranas/optikageometri/CCembung.html 14.http://wapedia. Tegak.upi. Dalam melakukan suatu percobaan harus dilakukan dengan teliti. S. http://elektro.Pemantulan cahaya . Terbalik. Pemantulan pada cermin cembung.pdf.. http://www. http://elektro.id/files/materi/bio100/Materi/mikroskop. Bandung : Penerbit Armico Bandung. sedangkan lensa membiaskan cahaya.net.edu/stranas/optikageometri/LCekung.R.Ir. Pembiasan pada lensa cekung. Yoedono.Nyata.1990. Tim e..com/search/label/Catatan%20Fisika 8.mobi/id/Hukum_Snellius 9.Eduin.umy. Contemporary Collage Physics. Letak benda pada ruang III Nyata. Pemantulan pada cermin cekung.htm 11.blogspot.wartamedika. DAFTAR PUSTAKA 1.http://www.html .htm 12.tpb. Diperbesar  Letak benda pada ruang III Nyata. 2. Diperbesar  Letak benda pada ruang II Nyata.Inc.1981. Setia Gunawan. Fisika Universitas. dan menguasai materi agar tidak terjadi kesalahan -kesalahan pada percobaan. 7.http://fat.Childrens. 3. http://elektro. Terbalik. Diperbesar c.dukasi. Principles Of Physics.htm 13.ac. Fisika Umum (Collage Physics).upi. Richard. Letak benda pada ruang IV Nyata. Hudayana. Bueche .edu/st ranas/optikageometri/LCekung.Mc. Canada : Addison-Wesley Publishing Company. y Sif l c m g  Letak Benda pada ruang I Maya. Diperkecil d.ac.id/elschool/muallimin_muhammadiyah/file. 1986. 5.http://elcom. http://elektro. Bandung : Penerbit Armico Bandung.edu/stranas/optikageometri/CCekung.Cahaya.Graw-Hill Book Company. Wikipedia.K. Mikroskop dan Pengunaannya. Hukum Snellius. Endoskop.upi. Diperkecil .upi.Pedoman Praktikum.net/Fisika/Cahaya . Pembiasan pada lensa cembung.htm 10. f.Hukum Snellius tentang pembiasan.ipb. Drs. 4. B. 6. Terbalik. Sutamaya.com/2008/01/endoskopi. Diperkecil  Perbedaan lensa dan cermin Cermin bersifat memantulkan cahaya.net76.1982. Terbalik.M. Tegak.

html .15. Kelainan pada mata.id/bebas/v12/sponsor/Sponsor Pendamping/Praweda/Biologi/0087%20Bio%202 -10a.com/tag/hipermetropi/ 17. Alat Optik.id/~mkufisika/bab8/md8b.unhas.ac.http://kambing.ac. Refraksi.wordpress.ui.http://aktifisika.http://www.htm 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful