PANAS BUMI MENJADI ENERGI LISTRIK

SISTEM PEMBANGKITAN PADA PLTP
1 Sistem Distribusi Uap PLTP 1.1 Sistem Geothermal Energi geothermal adalah salah satu bentuk energi primer yang terkandung di dalam bumi. Kalor alami di dalam bumi telah tersimpan selama ribuan tahun dalam bentuk gunung berapi, aliran lava, sumber air panas, dan geyser. Bumi dikatakan terbentuk dari sejumlah massa cairan dan gas, yang 5 ± 10%-nya adalah steam ( uap ). Sejalan dengan mencairnya fluida, dengan kehilangan panas pada permukaannya,sebuah lapisan luar padat terbentuk dan steam terkondensasi membentuk lautan dan danau di atas lapisan tersebut. Lapisan ini tebalnya sekitar 32 km. Di bawah lapisan itu, magma cair masih dalam proses pendinginan. Gerakkan getaran bumi pada awal periode Cenizioc menyebabkan magma semakin mendekat ke permukaan bumi di sejumlah tempat dan lapisannya patah serta membuka. Magma panas didekat permukaan kemudian memunculkan gunung ± gunung berapi yang aktif, sumber air panas, dan geyser yang mengandung air. Hal ini juga mengakibatkan steam menerobos lewat retakan yang disebut fumarol. Gambar 1. menunjukkan system geothermal yang umum. Magma panas di dekat permukaan memadat menjadi batuan igneous ( batuan vulkanik ). Kalor magma dikonduksikan melalui batuan ini. Air tanah yang menemukan jalannya melalui retakkan akan dipanasi oleh panasnya batuan dengan percampuran antara gas panas dan steam yang keluar dari magma. Air yang telah dipanasi kemudian akan naik dengan konveksi ke batuan berpori dan permeable di atas lapisan atas batuan igneous. Reservoir ini ditutup oleh lapisan batuan padat yang memerangkap air panas panas di dalam reservoir. Batuan padat ini bagaimanapun memiliki retakkan yang berfungsi sebagai katup pada boiler raksasa. Katup ini tampak di permukaan sebagai geyser, fumarol, atau sumber air panas. Sebuah sumur mengalirkan steam dari retakkan untuk kemudian digunakan di pembangkit listrik tenaga panas bumi. Dapat dilihat bahwa uap geothermal terdiri ats dua macam yaitu yang dibentuk dari magma (magmatic steam ) dan yang dibentuk dari air tanah yang dipanasi oleh magma ( meteoritic steam ).

Gambar 2 Struktur geologi daerah panas bumi Ada beberapa data penting sumur uap / steam reservoir pada system PLTP . air dalam lapisan tersebut mngambil energi panas dari bed rock secara konveksi dan induksi.2 Sumur Uap Sumur uap merupakan sumber pemasok utama energi uap yang akan disalurkan ke system PLTP. diatas lapisan inilah terdapat lapisan yang mngandung air. DATA ± DATA RESERVOIR URAIAN KETERANGAN Area reservoir: 300 MW Potensi 14 ± 21 Km 2 Luas area yang telah terbukti 200 MW Kapasitas total yang telah terbukti 140 MW Kapasitas terpasang . akibat adanya perbedaan berat jenis. Selanjutnya.sebagai contoh .Struktur geologi daerah panas bumi 1. Adapun sumur uap yang dibuat didasarkan atas adanya lapisan yang mendapatkan energi panas dari magma yang ada pada perut bumi. Magma yang mempunyai temperatur lebih dari 1200 0C ini mengalirkan energi panas bumi secara konduksi pada lapisan batuan yang berupa bed rock. Kondisi ini mengakibatkan suhu padalapisan aquifer yang memberikan kecendrungan untuk bergerak naik.

Gambar 3 Pipa ± pipa saluran uap 2 Sistem Pembangkitan PLTP Kamojang . tergantung dengan yang dihasilkan sumur uap. 1. tidak di dalam tanah.000 Kg/J 1. uap yang akan digunakan oleh PLTP Kamojang disalurkan melalui empat pipa yang langsung dipasang pada steam receving header. Lumpur. Walaupun demikian. uap yang keluar dari sumur harus di blow off tegak lurus selama selang waktu tertentu. dan material lain yang terterdapat pada uap panas bumi dapat mengurangi kinerja mesin pembangkitan ataupun merusak peralatan pembangkitan. Hal ini dilakukanjuga oleh PT Pertamina ketika uap keluar dari sumur pengeboran. Adabeberapa cara yang bias dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut. uap tersebut harus dianalisis kembali oleh pihak PLTP Kamojang. Adakalanya beberapa kandungan kimia.4 Sistem Distribusi Transmisi Uap Dari Pertamina sebagai pemasok. sehingga lumpur dan material lainnya tidak terbawa karena perbedaan berat jenis. Salah satu cara yang digunakan untuk mengurangi lumpur dan material padat lainnya. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pengecekan apabila terjadi kebocoran pada pipa± pipa tersebut . Pipa tersebut mempunyai diameter antara 600 ± 1000 mm.3 Kandungan Kimia dan Kualitas Uap Uap yang dihasilkan PLTP memiliki kandungan kimia dan kualitas uap yang apa adanya.Data Fisik Reservoir: Suhu Kualitas uap Data Drilling: Jumlah sumur Kedalaman sumur Produksi uap (Standar Completion) 23 5 ± 245 0C 96 % uap 68 buah 500 ± 2200 Meter 54. Analisis ini dilakukan seriap seminggu sekali dengan tujuan memonitor kualitas uap yang akan dijadikan fluida kerja sebelum masuk ke system PLTP Kamojang. Pipa ± pipa tersebut ditemkatkan di atas permukaan tanah. yakni dilakukan oleh Pertamina Kamojang sebagai instansi pengelola sumur. Uap panas bumi Kamojang termasuk salah satu yang memiliki kualitas uap yang terbaik di dunia.

Melalui transformer step ± up. dan bintik ± bintik air yang terbawa di dalamnya. selanjutnya dihubungkan secara parallel dengan system penyaluran Jawa ± Bali (interkoneksi). Di dalam turbin. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya vibrasi. dan Unit 3 melalui pipa ± pipa. Uap dari sumur produksi mula ± mula dialirkan ke steam receiving header. uap tersebut berfungsi untuk memutar double flow condensing yang dikopel dengan generator. yang berfungsi menjamin pasokan uap tidak mengalami gangguan meskipun terjadi perubahan pasokan dari sumur produksi. pada kecepatan 3000 rpm. dihisap oleh steam ejector tingkat 2 untuk diteruskan keaftercondensor. Agar turbin bekerja secara efisien. Uap tersebutdialirkan ke separator untuk memisahkan zat ± zat padat. sedanskan sisa gas yang tidak dapat dikondensasikan di buang ke udara. Selanjutnya melalui flow meter. Uap yang telah bersih itu kemudian dialirkan melalui main steam valve ( MSV ) ± governor valve menuju ke turbin. frekuensi 50 Hz. Uap tersebut diperoleh dari sumur ± sumur produksi yang dibuat oleh Pertamina. Untuk menjaga kepakuman kondenseor. arus listrik dinaikkan tegangannya hingga 150 KV. .5% dan sisanya adalah N2dan gas ± gas lainnya. uap tersebut dialirkan ke Unit 1. maka exhaust steam / uap bekas yang keluar dari turbin harus dalam kondisi vakum. Disini system ekstaksi gas terdiri atas first-stage dan second-stage ejector. gas yang tak terkondensi harus dikeluarkan secara kontinyu olehsystem ekstraksi gas. Gas gas yang dapat dikondensasikan dikembalikan ke kondensor. Uap yang telah melewati separator tersebut kemudian dialirkan ke demister yang berfungsi sebagai pemisah akhir. dengan mengkondensasikan uap dalam kondensor kontak langsung yang dipasang di bawah turbin. erosi dan pembentukkan kerak pada turbine. Unit 2. Proses ini menghasilkan energi listrik dengan arus 3 fasa.8 KV. dengan tegangan 11. Gas ± gas yang tidak dapat dikondensasikan. Gas ± gas inimengandung : CO2 85 ± 90% H2S 3. dimana gas gas tersebut kemudian kembali disiram leh air yang dipompakan oleh primary pump.Gambar 4 Flow Diagram PLTP Kamojang System pembangkitan PLTP kamojang merupakan system pembangkitan yang memanfaatkan tenaga panas bumi yang berupa uap. silica.

500 mm yang berfungsi sebagai pengumpul uap sementara dari beberapa sumur produksi sebelum didistribusikan ke turbin. Air yang dipompakan oleh MCWP dijatuhkan dari bagian atas menara pendingin yang disebut kolam air panas menara pendingin. sehingga mengalami pertukaran kalor dengan udara bebas. Prinsip penyerapan energi panas dari air yang disirkulasikan adalah dengan mengalirkan udara pendingin secara paksa dengan arah aliran tegak lurus. Steam Receiving Header Merupakan suatu tabung yamg berdiameter 1800 mm dan panjang 19. yang disebut kolam air dingin ( cold basin ). Air dari menara pendingin yang dijatuhkan tersebut mengalami penurunan temperature dan tekanan ketika sampai di bawah. sedangkan sebagian lagi dipompakan oleh primary pump.Exhaust steam dari turbin masuk dari sisi atas kondensor. sedangkan sisanya diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Dengan adanya steam receiving header ini maja pasokan uap tidak akan mengalami gangguan meskipun terdapat perubahan pasokan uap dari sumur produksi. yang kemudian dialirkan kedalanintercondensor dan aftercondensor untuk mendinginkan uap yang tidak terkondensasi (noncondensable gas ). . Reinjeksi dilakukan untuk mengurangi pengaruh pencemaran lingkungan. menggunakan 5 fan cooling tower. Menara pendingin berfungsi sebagaiheat exchanger ( penukar kalor ) yang besar. serta recharge water bagi reservoir. System pendingin di PLTP Kamojang merupakan system pendingin dengan sirkulasi tertutup dari air hasil kondensasi uap. Sekitar 70% uap yang terkondensasi akan hilang karena penguapan dalam cooling tower. dimana kelebihan kondensat yang terjadi direinjeksi ke dalam sumur reinjeksi. Air dalam kolam air dingin ini dialirkan ke dalam kondensor untukmendinginkan uap bekas memutar turbin dan kelebihannya ( over flow ) diinjeksikan kembali kedalam sumur yang tidak produktif. Level kondensat selalu dijaga dalam kondisi normal oleh dua buah main cooling water pump (MCWP) lalu didinginkan dalam cooling water sebelum disirkulasikan kembali. diharapkan sebagai air pengisi atau penambah dalam reservoir. Aliran air dari cold basin ke kondensor disirkulasikan lagi oleh primary pump sebagai media pendingin untuk inter cooler dan melallui after dan intercondensor untuk mengkondensasikan uap yang tidak terkondensasi di kondensor. mengurangi ground subcidence. 3 Perangkat Utama PLTP Bagian ± bagian utama dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit Bisnis Pembangkitan adalah : 1. Steam Receiving Header dilengkapi dengan system pengendalian kestabilan tekanan (katup) dan rufture disc yang berfungsi sebagai pengaman dari tekanan lebih dalam system aliran uap. air kondensat kemudian dimasukkan kembali ke dalam kondensor. kemudian terkondensasi sebagai akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan lewat spray ± nozzle. menjaga tekanan.

y Sebagai pengaman yang akan membuang uap bilaterjadi tekanan lebih di steam receiving header. y Membuang kelebihan uap jika terjadi penurunan beban atau unit stop. Pengoperasian vent structure dapat dioperasikan dengan cara manual ataupun otomatis (system remote) yang dapat dilakukan dari panel ruangan kontrol (control room). Adapun fungsi dari vent structure adalah sebagai berikut: y Sebagai pengatur tekanan ( agar tekanan uap masuk turbin selalu konstan). dan zat lain yang bercampur dengan uap yang masuk ke dalam separator. Vent structure terbuat dari beton bertulang berbentuk bak persegi panjang. bintik ± bintik air.Gambar 5 Steam receiving header 2. Separator Separator adalah suatu alat yang berfungsi sebagai pemisah zat ± zat padat. Vent structure dilengkapi dengan katup ± katup pengatur yang system kerjanya pneumatic. Separator yang dipakai adalah jenis cyclone berupa silinder tegak dimana pipa . Kemudian kotoran dan zat lain yang terkandung dalam uap yang masuk kedalam separator akan terpisah. Gambar 6 Vent Structure 3. Dengan menggunakan nozzle diffuser maka getaran dan kebisingan dapatdiredam. silica. Udara bertekanan yang digunakan untuk membuka untuk membuka dan menutup katup diperoleh dari dua buah kompresor yang terdapat di dalam rumah vent structure. Vent Structure Merupakan bangunan pelepas uap dengan peredam suara. bagian bawahnya disekat dan bagian atasnya diberi tumpukan batu agar pada saat pelepasan uap ke udaratidak mencemari lingkungan.

5 m3didalamnya terdapat kisi ± kisi baja yang berfungsi untuk mengeliminasi butir ± butir air yang terbawa oleh uap dari sumur ± sumur panas bumi. Karena jika uap yang masuk ke turbin tidak kering dan kotor. Di bagian bawahnya terdapat kerucut yang berfungsi untuk menangkap air dan partikel ± partikel padat lainnya yang lolos dari separator. Data ± data separator: Code : ASME Sect. Ltd Gambar 7 Separator 4. 1 Desain tekanan : 1. akan menyebabkan terjadinya vibrasi. VII dev. karena perbedaan tekanan dan berat jenis maka butiran air kondensat dan partikel ± partikel padat yang terkandung dalam di dalam uap akan jatuh. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya korosi. Kotoran yang ada dalam dust collector di ± drain secara berkala baik otomatis ataupun manual.0 Mpa Desain temperatur : 205C Pabrik : Burges Miure Co. . Uap bersih akan masuk ke saluran keluar yang sebelumnya melewati saringan terlebih dahulu dan untuk selanjutnya diteruskan ke turbin. Uap yang masuk separator akan berputar akibat adanya perbedaan berat jenis. Demister ini dipasang pada jalur uap utama setelah alat pemisah akhir (final separator) yang ditempatkan pada bangunan rangka besi yang sangat kokoh dan terletak di luar gedung pembangkit.tempat masuknya steam dirancang sedemikian rupa sehingga membentuk arah aliran sentrifugal. erosi dan pembentukkan kerak pada turbin. Sedangkan uap yang lebih bersih akan keluar melalui pipa bagian atas dari separator. Demister Demister adalah sebuah alat yang berbentuk tabung silinder yang berukuran 14. sehingga uap yang akan dikirim ke turbin merupakan uap yang benar± benar uap yang kering dan bersih. Uap masuk dari atas demister langsung menabrak kerucut. maka kondensat dan partikel ± partikel padat yang ada dalam aliran uap akan terpisah dan jatuh ke bawah dan ditampung dalam dust collector sampai mencapai maksimum atau sampai waktu yang telah ditentukan. erosi dan pembentukan kerak pada turbin.

Peralatan pengamn tersebut adalah : Eccentricity. Yang membedakan antara turbin aksi dan reaksi adalah pada proses ekspansi dari uapnya. Turbin yang digunakan disesuaikan dengan keadaan dimana turbin tersebut digunakan. sedangkan pada reaksi proses dari fluida kerja terjadi baik di dalam baris sudu tetap maupun sudu beratnya. Turbin di PLTP Kamojang dilengkapi dengan peralatan Bantu lainnya. dan performanya disesuaikan dengan kondisi dan kualitas uap panas bumi. Pada system PLTP Kamojang mempergunakan turbin jenis silinder tunggal dua aliran ( single cylinder double flow ) yang merupakan kombinasi dari turbin aksi ( impuls ) dan reaksi. over speed. emergency hand trip. Adapun data teknis atau spesifikasi turbin yang digunakan di PLTP Kamojang adalah sebagai berikut: URAIAN UNIT KAMOJANG UNIT 1 UNIT 2 & 3 . Differential Expansion. temperature minyak keluar bantalan. Turbin Hampir di semua pusat pembangkit tenaga listrik memilii turbin sebagai penghasil gerakkan mekanik yang akan diubah menjadi energi listrik melalui generator. vibrasi bantalan. Turbin tersebut dapat menghasilkan daya listrik sebesar 55 MW per unit aliran ganda dengan putaran 3000 rpm. yaitu: y Turbin Valve yang terdiri dari Main Steam Valve ( MSV ) dan Governor Valve.Gambar 8 Demister 5. yang berfungsi untuk mengamankan badian ± bagian peralatan yang terdapat dalam turbin jika terjadi gangguan ataupun kerusakan operasi pada turbin. y Peralatan pengaman. Turbin ini dirancang dengan memperhatikan efisiensi. yang berfungsi untuk mengatur jumlah aliran uap yang masuk ke turbin. Pada turbin aksi. tekanan minyak bantalan aksial. temperature metal bantalan. y Turning Gear ( Barring Gear ) yang berfungsi untuk memutar poros turbin pada saat unit dalam kondisi stop atau pada saat pemanasan sebelum turbin start agar tidak terjadi distorsi pada poros akibat pemanasan / pendinginan yang tidak merata. proses ekspansi (penurunan tekanan) dari fluida kerja hanya terjadi di dalam baris sudu tetapnya saja.

5 0.9 3000 388300 C rpm Kg/J Gambar 9 Turbin Gambar 10 Rotor Turbin 6.9 3000 240000 Mitsubishi Heavy Industry.5 0. 5 stage Condensing Turbin MW Bar Bar o Tipe Kapasitas Tekanan Uap Masuk Tekanan Uap Keluar Temperatur Uap Rotasi Flow Uap 30 6. Ltd Double Flow.1 1 61.Pabrik pembuat Mitsubishi Heavy Industry.1 161. Ltd Double Flow. Generator . 5 stage Con densing Turbin 55 6.

Perputaran pada generator tersebut akan menghasilkan perpotongan gaya gerak magnet yang menghasilkan energi listrik. Kapasitas dari trafo utama adalah 70. Adapun data teknis atau spesifikasi dari generator yang digunakan di PLTP Kamojang adalah sebagai berikut: URAIAN Pabrik Pembuatan Phase Frekuensi Tegangan Pada Terminal Rotasi Arus Pada Beban Nominal Kapasitas UNIT Hz Volt Rpm Amp KVA KAMOJANG UNIT 1 UNIT 2 & 3 Mitsubishi Mitsubishi Electric Corp Electric Corp 3 3 50 50 11. memiliki 2 kutub. Trafo Utama ( Main Transformer) Trafo utama yang digunakan adalah type ONAN dengan tegangan 11. 3 fasa.800 11. Generator akan menghasilkan energi listrik bolak balik sebesar 11.364 68. 50 Hz dengan putaran 3000 rpm. Kemampuan generator maksimum untuk unit 1 adalah 30 MW.000 KVA.750 Gambar 11 Generator 7.800 3.835 37. System penguatan yang digunakan adalah rotating brushless type AC dengan rectifier. sedangkan tegangannya diatur dengan automatic voltage regulator ( AVR ).Generator adalah sebuah alat yang berfungsi untuk merubah energi mekanik putaran poros turbin menjadi energi listrik.8 KV ini kemudian dinaikkan ( step up trafo ) menjadi 150 KV dan dihubungkan secara parallel dengan system Jawa ± Bali.8 kV ketika turbin yang berputar dengan putaran 3000 rpm mengkopel terhadap generator.8 KV pada sisi primer dan 150 KV pada sisi sekunder. sedangkan untuk unit 2 dan 3 adalah 55 MW. PLTP kamojang mempergunakan generator jenis hubung langsung dan didinginkan dengan air.000 3.500 3. . Tegangan output generator 11.000 1.

Kondensor Kondensor adalah suatu alat untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin dengan kondisi tekanan yang hampa. Pada saat sedang operasi normal. dan kebutuhan air pendingin adalah 11. sehingga ukuran dan biaya investasinya juga lebih kecil. tekanan dalam kondensor adalah 0. kemudian mengalami kondensasi sebagai akibat penyerapan panas oleh air pendingin yang diinjeksikan melalui spray nozzle.Gambar 12 Trafo Utama 8. PLTP Kamojang menggunakan kondensor kontak langsung yang dipasang dibawah turbin. Gambar 13 Switch Yard 9.800 m3/jam.133 bar. Uap bekas dari turbin masuk dari sisi atas kondensor. Switch Yard Switch yard adalah perangkat yang dberfungsi sebagai pemutus dan penghubung aliran listrik yang berada di wilayah PLTP maupun aliran yang akan didistribusikan melalui system inter koneksi Jawa ± Bali . . Uap bekas yang tidak terkondensasi dikeluarkan dari kondensor oleh ejector. Ejector ini juga berfungsi untuk mempertahankan hampa kondensor pada saat operasi normal dan membuat hampa kondensor sewaktu start awal. Pemakaian kondensor ini sangat cocok karena pembangkit listrik tenaga panas bumi memiliki siklus terbuka sehingga tidak diperlukan system pengambilan kembali kondensat seperti yang dilakukan oleh PLTU konvesional. Air kondensat dipompakan oleh dua buah pompa pendingin utama ( Main Cooling Water Pump ) ke menara pendingin ( Cooling Tower ) untuk didinginkan ulang sebelum disirkulasikan kembali ke kondensor.. karena kondensor kontak langsung memiliki efisiensi perpindahan panas yang jauh lebih besar daripada kondensor permukaan.

Main Cooling Water Pump ( MCWP ) Main cooling water pump ( MCWP ) adalah pompa pendingin utama yang berfungsi untuk memompakan airkondensat dari kondensor ke cooling tower untuk kemudian didinginkan.Gambar 14 Kondensor 10. dengan jumlah dua buah pompa untuk setiap unit. Jenis pompa yang digunakan di PLTP Kamojang adalah Vertical Barriel type 1 Stage Double Suction Centrifugal Pamp. .

air akan turun karena gaya gravitasi untuk seterusnya menuju bak penampung air ( Cool Water Basin ) yang terdapat di bagian bawah dari cooling tower dan seterusnya dialirkan ke kndensor yang sebelumnya melewati 4 buah screen untk menyaring kotoran ± kotoran yang terdapat dalam air. listrik tersebut diolah diolah dengan memperhatikan karakteristik dan listrik itu sendiri. Sebelum didistribusikan melalui system interkoneksi Jawa ± Bali. Setiap kipas digerakkan oleh motor listrik induksi dengan perantaraan gigi reduksi (Reduction Gear ). Aliran udara yang melewati tiap ruang pendingin dihisap ke atas dengan kipas hisap paksa tipe aksial. Cooling Tower Cooling tower ( menara pendingin ) yang terpasang di PLTP Kamojang merupakan bangunan yang terbuat dari kayu yang telah diawetkan sehingga tahan air. GAMBAR. 16 COOLING TOWER 4 Sistem Kelistrikan di PLTP Kamojang Listrik yang dihasilkan dari generator adalah sebesar 11.8 kV yang keluar darigenerator dengan menggunakan trafo utama ( step ± up transformator ) pada masing ± masing unit ( T21 dan T31 ). 2.8 kV. Cooling tower dilengkapi dengan sisem pembasah (Wetting Pump System) yang gunanya untuk memompakan air dari cool water basin dan disemprotkan ke semua bagian dari cooling tower agar kondisi kayu tetap basah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kehilangan daya pada saluran transmisi. sedangkan untuk unit 2 dan 3 terdiri dari 5 ruang dengan 5 kipas hisap paksa. Bak tesebut juga dilengkapi dengan noozle yang berfungsi utuk memancakan air sehingga menjadi butiran butiran halus dan didinginkan dengan cara kontak langsung dengan udara pendingin.Gambar 15 Main Cooling Water Pump ( MCWP ) 11. Air yang dipompakan dari kondensor didistribusikan kedalam bak (Hot Water Basin) yang terdapat di bagian atas cooling tower. dan 3 dengan total daya yang dihasilkan yakni mencapai 140 MW akan dialirkan ke berbagai wilayah di pulau Jawa dan Bali melalui jaringan transmisi listrik 150 kV. 4. Setelah terjadi proses pendinginan. Terdiri dari 3 ruang dan 3 kipas untuk unit 1. Tegangan sebesar 150 kV tersebut dapat dihasilkan dengan cara menaikan tegangan 11. . Jenis yang digunakan adalah Mechanical Draught Crossflow Tower.1 System 150 kV Listrik yang dihasilkan dari PLTP Kamojang Unit 1.

4. Tekhnik pemeliharaan yang dilakukan di PT. kondisi lingkungan.8 kV merupakan hasil dari pembangkitan dari generator unit 1. dan Korektif. Tegangan dari kedua trafo ini akan digunakan setelah unit beroperasi normal. keutuhan pndasi. Maka untuk menjaga agar pasokan uap yang dihasilkan dari energi panas bumi ini tidak terbuang maka disiapkan perangkat ± perangkat pendukung serta cadangan.8 kV. penunjukan vibrasi. dengan karakteristik dari panas bumi yang tersedia secara kontinyu ( tidak terpengaruh oleh pergantian musim ) maka memacu perangkat konversi ( khususnya mesin ) untuk bekerja non stop dengan performa maksimal. perangkat ± perangkat bantu disediakan untuk kelancaran proses pembangkitan listrik. dan sebagainya. Untuk itu konstruksi mesin dibuat pula berdasarkan aplikasi. baik unit 1. Penggunaan mesin ini sangat luas cakupannya terutama dalam bidang perindustrtian. dan lain sebagainya. fluida kerja. Prediktif. 5. Fenomena yang timbul pada system yang telah beroperasi lama dan terus menerus adalah terjadinya penurunan efesiensi pada seluruh perangkat system pembangkit. RECEIVING HEADER 2.3 kV dari tegangan primer 150 kV. beban. dipasang beberapa transformator yaitu transformator T8 ( step ± down transformator ) yang menghasilkan listrik dengan tegangan 6. Pemeliharaan Preventif Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin yang sifatnya kontinyu No. factor ± factor intern dan ekstern seperti pengaruh gaya. Tegangan 11. INDONESIA POWER UBP Kamojang ada 4 macam.2 System 11.8 kV ini kemudian akan dialirkan ke trafo utama step ± up untuk dinaikkan menjadi sebesar 150 kV. Kapasitas trafo ini adalah 7 MWA yang berfungsi untuk menyediakan listrik pada saat start up. 4. kelainan suara. Karena cakupannya yang luas tersebut maka mesin dikategorikan menjadi beberapa bagian.8 kV System tegangan 11. mesin alat berat. Periodik. serta tekhnik pengoperasian yang procedural. 5 Sistem Pemeliharaan Mesin PLTP Mesin adalah suatu rangkaian yang dirangkai menjadi satu kesatuan dalam suatu system untuk mengerjakan suatu program atau kerja.3 kV Untuk mendapatkan tegangan sebesar 6.3 System 6. kebersihan dan tanda tanda .3 kV. seperti mesin perkakas. mesin produksi. pemakaian.diantaranya Preventif. dan unit 3. penunjukan suhu bantalan. unit 2. SEPARATOR Pemeriksaan Kebersihan lokasi. unit 2. kekencangan baut. otomotif. Dalam hal ini. Selain itu. Trafo T22 dan T32 ( step ± down transformator )yang menghasilkan tegangan listrik 6. bocoran uap Line uap. Untuk menjaga agar perangkat pada system tetap memiliki efesiensi yangtinggi serta perangkat memilki umr operasi yang lama maka dilakukan penanganan khusus baik melalui tekhnik pemeliharaan.3 kV dari tegangan generator 11. kondisi support pipa. tools. Jenis pemeliharaan 1.1. maupun unit3. bahan. pelumasan.

kebersihan dan tanda korosi. keutuhan pondasi. support pipa. support pipa. line pelumas. 6. support pipa. kebersihan. INTER CONDENSOR Line air. 12. kelainan suara. kelainan suara. line pelumas. line pelumas. kebersihan dan tanda tanda krosi. suara. vibrasi. kekencangan baut. bocoran oli dan uap. kelainan PUMP ( MCWP ) suara. kondisi fleks join. kekencangan baut. vibrasi. vibrasi. MAIN STOP VALVE ( MSV ) Line air. kekencangan baut. kekencangan baut. 8. kondisi support pipa. kelainan suara. keutuhan pondasi. unjukan suara. 11. GOVERNORE VALVE Line uap. kekencangan baut. penunjukan level pelumas. 4. vibrasi. AFTER CONDENSOR Line air. keutuhan pondasi. kopling. kekencangan baut.serta tanda tanda korosi.3. line uap. TURBIN Kebersihan turbin dan lokasi. bocoran air dan oli. suhu bantalan. line udara. kebershan dan tanda tanda korosi. line uap. kebersihan dan tanda korosi.kelainan suara. unjukan suara. CONDENSOR Line uap. kondisi fleks join. kelainan suara. EJECTOR Line uap. vibrasi. penunjukan level pelumas. bocoran air dan oli. line pelumas. 9. keutuhan pndasi. line uap. 10. korosi. . kekencangan baut. 5. kelainan suara. kelainan suara. kondisi support pipa. 13. kebershan dan tanda tanda korosi. kondisi support pipa. kopling. vibrasi. PRIMARY PUMP Kebersihan pompa. MAIN COOLING WATER Kebersihan lokasi dan pompa. bocoran line air. DEMISTER Line uap. suhu bantalan. kekencangan baut. SECONDARY PUMP Kebersihan pompa. 7. kekencangan baut. vibrasi. line udara. vibrasi.

keutuhan pondasi. support pipa. penunjukan level pelumas. kekencangan baut. bocoran air. vibrasi.3. penunjkna level pelumas. pemeriksaan level oli.penunjukan suhu bantalan. kondisi support pipa. Pada saat dilakukan overhaul. Line air. Kebersihan hot basin. Dan tekhnik pemeliharaan terumit dan beresiko adalah overhaul. FAN COOLING TOWER 16. Dan dilakukan penggantian bila perlu. kelainan suara. line air. 5.2.. Yaitu pemeliharaan perangkat utama yang dilakukan kurang lebih 12 bulanan atau 8000 jam kerja turbin. kebersihan tanda korosi. Line udara. kopling. Diposkan oleh harapan di 08. support pipa. Proses pemeliharaan ini diminimalisir dengan mengintefsikan proses pemeliharaan prediktif agar tidak terjadi kerusakan yang beruntun. Pemeliharaan Periodik Pemeliharaan yang disesuaikan dengan jam operasi perangkat kerja guna penggantian pelumas dan penggantian spare part. kelainan suara. semua perangkat baik itu perangkat Bantu maupunperangkat utama dalam satu unit pembangkitan dilakukan pemeliharaan. penunjukan suara. pelumas katup. bocoran oli. line udara. keutuhan pondasi.penunjukan suhu bantalan. kebersihan dan tanda korosi. kebersihan nozzle. Inti dari overhaul adalah pemeriksaan dan pemeliharaan perangkat utama maupun perangkat bantu. INTER COOLER 17. kekencangan baut . LUBE OIL COOLER support pipa. kebersihan dan tanda korosi. Pemeliharaan Prediktif Pemeliharaan yang dilakukan berupa pengujian perangkat untuk menganalisis kinerja alat sehingga umur alat bias diprediksi serta dapat dilakukan pemeliharaan dan penggantian alat sebelum alat itu rusak total dan tidak berfungsi. line pelumas. line pelumas. keutuhan pondasi. Line uap. line pelumas. kopling.20 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis! . COOLING TOWER 15. line air. keutuhan pondasi. 5.4. 5. kelainan suara. Pemeliharaan Korektif Proses penggantian suatu perangkat saat perangkat itu rusak. kekencangan baut.14. kebersihan dan tanda korosi. penunjukan level pelumas. kopling.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful