SNI 2830-2008

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam

rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

SNI 2830:2008

Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning

Standar Nasional Indonesia

ICS 93.010

Badan Standardisasi Nasional

“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan, Pengenalan dan Pengaplikasian Standar, Pedoman, Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ”

.................................................... Prakata ............................................. Lampiran C Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya (informatif) ....................................1 Data ...................... Acuan normatif............................................................................ 4...................... i ..................................................................................................2 Titik awal hitungan ..................................................................................................................................................................................................... Lampiran B Tabel-tabel (informatif) ..... 6................................................................................................SNI 2830:2008 Daftar isi “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan............................... 7 Pelaporan ............................................................. Pedoman......................................................................................... 5 6 Rumus perhitungan .............................. Pendahuluan...............................................................................................................................................1 Sungai alur tampang tunggal........................................................................................................................................................................................ Pengenalan dan Pengaplikasian Standar............................. 4.......... i ii iii 1 1 1 3 3 4 4 4 8 8 9 10 11 12 15 Lampiran A Bagan alir perhitungan TMA (informatif) ................................................................................................................ 1 2 3 4 Ruang lingkup......................... Istilah dan definisi .................................................................................................................................................................................................................................................... Ketentuan dan persyaratan ............3 Penanggung jawab ... 6................. 4..........2 Sungai alur tampang ganda......... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Daftar isi.................... Cara perhitungan ......................

Metode perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning dan SNI 03-3444-1994. Adapun perubahan dari standar ini adalah judul. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 23 November 2006 di Bandung dengan melibatkan para nara sumber. Penyusunan tata cara ini dilandasi belum ada metode perhitungan tinggi muka air sungai yang lengkap. perbaikan gambar dan pembuatan contoh formulir. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai tampang ganda dengan cara pias berdasarkan rumus Manning. penambahan dan revisi beberapa materi mengenai persyaratan dan ketentuan serta cara pengujian. penambahan istilah dan definisi. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil pada Sub Panitia Teknk Bidang Sumber Daya Air melalui Gugus Kerja Pendayagunaan Sumber Daya Air Bidang Sungai. pembuatan bagan alir. penjelasan rumus.SNI 2830:2008 Prakata Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang ‘Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning merupakan penyempurnaan dan penggabungan dari SNI 03-2830-1992. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” ii . Pedoman. pakar dan lembaga terkait.

Banyak kegagalan usaha pengendalian banjir disebabkan oleh kesalahan dalam mengantisipasi kenaikan tinggi muka air banjir. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Pedoman. sulit diramalkan sebelumnya. Standar ini dapat digunakan oleh para perencana dan praktisi pengelola sungai. hal tersebut disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi. Perhitungan tinggi muka air secara manual adalah suatu usaha untuk dapat mengetahui perubahan tinggi muka air akibat dari perubahan debit atau adanya perubahan tampang lintang sungai dengan tujuan desain yang dilakukan dapat lebih tepat dan sesuai dengan perencanaan. sehingga kegagalan bangunan-bangunan air pasca konstruksi dapat dihindarkan.SNI 2830:2008 Pendahuluan Aliran air mempunyai gerakan yang sangat dinamis. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” iii . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.

Pedoman. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.“ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” .

dan penampang sungai dapat terdiri alur sungai saja atau alur sungai dengan bantaran serta memperhitungkan adanya bangunan sungai. SNI 03-2415. Pendekatan dalam perhitungan dilandasi dengan anggapan: aliran tetap tidak seragam. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning untuk mendapatkan tinggi muka air sepanjang daerah hitungan tertentu berdasarkan debit yang telah ditentukan. 3. aliran berubah lambat laun. atau aliran yang nilai bilangan Froude nya sama dengan satu (Lihat Rumus 2) 3. Tata cara ini meliputi ketentuan dan persyaratan serta cara perhitungan. SNI 03-2414. Tata cara perhitungan debit banjir. sehingga perubahan di hulu maupun di hilir tidak mempengaruhi keadaan di hilir maupun di hulu. 2 Acuan normatif SNI 03-1724. atau aliran yang nilai bilangan Froude nya lebih kecil dari satu.4 aliran tetap tidak seragam berubah lambat laun suatu aliran dengan debit tetap pada penampang basah yang berubah sepanjang aliran secara lambat laun.2 aliran kritis aliran yang kecepatan alirannya sama dengan kecepatan rambat gelombang. Pedoman.1 aliran sub-kritis aliran yang kecepatan alirannya lebih kecil dari kecepatan rambat gelombang. sehingga jika terjadi genangan perubahan di hilir akan mempengaruhi keadaan di hulu.3 aliran super-kritis adalah aliran yang kecepatan alirannya lebih besar dari kecepatan rambat gelombang. 3. Tata cara perhitungan debit sungai dan saluran terbuka dengan alat ukur arus dan pelampung. aliran sub-kritik.SNI 2830:2008 Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. 3. 1 dari 15 . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Tata cara perencanaan umum dan analisis hidrologi dan hidraulik untuk desain bangunan di sungai. sehingga perubahan di hulu maupun di hilir tidak mempengaruhi keadaan di hilir maupun di hulu. 3 Istilah dan definisi Istilah dan definisi yang berkaitan dengan standar ini adalah sebagai berikut. atau aliran yang nilai bilangan Froude nya lebih besar dari satu.

3.8 bantaran sungai lahan pada kedua sisi sungai sepanjang palung. material dasar dan tebing sungai. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” 2 dari 15 . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.12 koefisien kekasaran koefisien yang menggambarkan kekasaran alur atau palung yang besarnya tergantung pada beberapa faktor. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. antara lain konfigurasi dasar sungai.13 lengkung debit kurva yang menggambarkan hubungan antara tinggi muka air dan debit sungai atau saluran terbuka.5 perhitungan cara pias suatu sistem perhitungan matematik untuk menghitung suatu fungsi dalam potonganpotongan vertikal dengan jarak tertentu. 3.10 jari-jari hidraulik hasil bagi antara luas penampang basah dan keliling basah. vegetasi. sesuai dengan ketelitian yang diinginkan.15 tinggi muka air sungai elevasi muka air pada suatu penampang melintang sungai terhadap suatu datum tertentu. 3.7 alur sungai cekungan sungai di bawah bantaran. bendung penahan sedimen. 3. dan bangunan terjunan. serta dianggap tidak ada perubahan debit selama waktu penelusuran. 3. 3. 3. 3.11 keliling basah panjang sisi penampang melintang sungai yang bersinggungan dengan air. bentuk alur dan debit. 3.6 ruas sungai panjang sungai tertentu dimana tidak ada bangunan melintang sungai yang mengakibatkan perubahan tinggi muka air.14 penampang basah penampang melintang aliran air. 3.SNI 2830:2008 3. Pedoman. seperti: bendung.9 daerah hitungan ruas atau ruas-ruas sungai tertentu yang akan dihitung tinggi muka airnya dengan memperhitungkan adanya bangunan di sungai. dihitung dari tepi alur sungai sampai dengan kaki tanggul sebelah dalam.

Pedoman. f) Penampang melintang tambahan. vegetasi.SNI 2830:2008 4 4. b) Penampang memanjang sungai. 3) Situasi sungai. 2) Pertemuan dan percabangan sungai. sehingga dapat digunakan untuk memperkirakan nilai kekasaran Manning. krib atau penyempitan tebing setempat. e) Daerah hitungan yang memuat. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Data yang harus tersedia dalam perhitungan tinggi muka air sungai ini meliputi: a) Penampang melintang sungai. antara lain kondisi geometri. pilar jembatan. untuk bagian sungai yang lurus lebih besar dari bagian belokan dari data penampang memanjang sungai dapat diketahui kemiringan sungai antar tampang lintang c) Koefisien kekasaran alur sungai. yang berupa tabel atau grafik penampang melintang sungai (Gambar 1) yang menunjukkan: 1) Hubungan antara tinggi muka air sungai dan luas penampang basah. d) Debit sungai. 2) Ketelitian yang diinginkan di dekat titik awal hitungan. dam penahan sedimen.1 Ketentuan dan persyaratan Data “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. yang berupa debit yang tetap terhadap waktu (langgeng semu). apabila terjadi penyempitan alur karena bangunan di sungai seperti: pangkal jembatan. 3) Bangunan melintang sungai seperti: bendung.Z (m) Luas Penampang Basah . Tinggi Muka Air .A (m2) Tinggi Muka Air . 2) Hubungan antara tinggi muka air sungai dan jari-jari hidraulik. yang terdiri dari penampang melintang sungai yang jaraknya ditentukan sesuai dengan: 1) Ketelitian yang diinginkan pada perencanaan.Z (m) Jari-jari Hidraulik – R = A/p (m) Gambar 1a Contoh grafik hubungan TMA dengan luas penampang basah (A) Gambar 1b Contoh grafik hubungan TMA dengan jari-jari hidraulik (R=A/p) 3 dari 15 . material alur dan bantaran. (lihat Gambar 2): 1) Ruas atau ruas-ruas sungai. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. g) Pengamatan lapangan.

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.SNI 2830:2008 Anak sungai “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Jarak antara titik awal sembarang dengan daerah hitungan harus cukup jauh. meliputi: a) Rumus untuk menghitung koefisien kekasaran Manning. 4. Titik awal sembarang.2 Titik awal hitungan Perhitungan tinggi muka air sungai ini dimulai untuk aliran sub-kritik dari hilir ke hulu sedang untuk aliran super-kritik dari hulu ke hilir. dengan menetapkan suatu titik tertentu sebagai titik awal hitungan yang dapat berupa: a) b) c) d) Badan air seperti laut. Pos duga air yang mempunyai lengkung debit dan berada di hilir daerah hitungan. Penanggung jawab Kemampuan petugas dan pengawas harus kompetensi. sehingga kesalahan di titik awal sembarang dapat diredam. Nama penguji. dan disertai paraf atau tanda tangan dan tanggal yang jelas. Bangunan di sungai seperti bendung atau dam penahan sedimen. danau dan waduk.3 a) b) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan ini adalah : 5 Rumus perhitungan Rumus-rumus perhitungan yang digunakan untuk menghitung tinggi muka air sungai. pengawas dan penanggung jawab harus tertulis dengan jelas. penetapan tinggi muka air dihitung dengan rumus peluapan yang berlaku. Contoh penampang melintang sungai dengan nilai kekasaran Manning yang berbedabeda bisa dilihat pada Gambar 3 4 dari 15 . Pedoman. adalah sebagai berikut. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Bendung Jembatan Ruas 3 Ruas 2 DAERAH HITUNGAN Ruas 1 Gambar 2 Contoh daerah hitungan 4. jika tidak ada titik acuan seperti pada a). b) dan c) di atas dengan memperhatikan: 1) 2) Tinggi muka air awal sembarang tidak boleh lebih rendah daripada tinggi muka air kritik.

.... 5 dari 15 ....................... Garis energi antara Xi+1 dan Xi.................... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.........................................1 (lihat Lampiran B) b) Rumus untuk menghitung tinggi air kritik.. bisa dilihat pada Gambar 4. seperti berikut...............Pi ) 2 3 Ptotal i−1 .................... (1) Ptotal = ∑ Pi dengan pengertian: nek adalah koefisien kekasaran Manning ekivalen Ptotal adalah keliling basah total (m) ni adalah koefisien kekasaran Manning pada bidang ke-i Pi adalah keliling basah pada bidang ke-i (m) k adalah jumlah bidang singgung.................d q2 g =1 ........ Pedoman... (2) (3) dengan pengertian: Fr adalah bilangan Froude q adalah debit satuan................................SNI 2830:2008 n1 n2 n3 P3 n4 P4 n6 n7 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan....... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” n5 P5 Gambar 3 Contoh penampang melintang sungai dengan kekasaran Manning yang berbeda-beda n ek = ∑ (n k i−1 k 3 i 2 .......... Fr = h kr = 3 v g... ............. dimana sebagai perkiraan awal nilai koefisien kekasaran Manning pada setiap bidang singgung dapat diambil seperti pada Tabel B.... debit dibagi lebar muka air sungai (m3/s/m’) hkr adalah tinggi air kritik (m) v adalah kecepatan aliran air rata-rata (m/s) g adalah percepatan gravitasi (m/s2) d adalah kedalaman aliran (m) c) Untuk sungai tampang tunggal 1) Rumus aliran tetap tidak seragam berubah lambat laun yang diturunkan dari persamaan energi dan rumus Manning................. adalah sebagai berikut...............

............R i ⎦ dengan pengertian: S adalah kemiringan garis energi rata-rata X ni+1 adalah koefisien kekasaran Manning pada penampang Xi+1 ni adalah koefisien kekasaran Manning pada penampang Xi Ri+1 adalah jari-jari hidraulik pada penampang Xi+1 (m) Ri adalah jari-jari hidraulik pada penampang Xi (m) d) Untuk sungai tampang ganda: 1) (5) Rumus untuk menghitung kemiringan garis energi ekivalen dan pembagian debit yang lewat alur dan bantaran dengan pendekatan sebagai berikut.......SNI 2830:2008 α .............. 2⎢ 2 2 3 ⎥ 3 ⎣ A i+1.....Q 2 n 2 ......... ⎣ A i+1 A i ⎦ (4) dengan pengertian: Q adalah debit (m3/s) Zi+1 adalah tinggi muka air dari datum pada penampang Xi+1 (m) Zi adalah tinggi muka air dari datum pada penampang Xi (m) Ai+1 adalah luas penampang basah Xi+1 (m2) Ai adalah luas penampang basah Xi (m2) ΔX adalah jarak antara penampang Xi+1 dan Xi (m) S adalah kemiringan garis energi rata-rata g adalah percepatan gravitasi (m/s2) α adalah koefisien energi untuk keperluan praktis dapat digunakan nilai 1..Q 2 ⎤ S = 1 ⎢ i+1 4 + i 4 ⎥ ....ΔX..... ⎢ 2 − 2 ⎥ + S....v i+1 2g 2 Garis energi Z i +1 “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.................50 2) Kemiringan garis energi rata-rata antar penampang melintang Xj dan Xj+1 seperti berikut.......... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” α .. 6 dari 15 ..v i 2g 2 Z i+1 ΔX Datum X i+1 Xi Zi Gambar 4 Garis energi tampang tunggal Z i+1 = Z i − Q2 2g ⎡ 1 1 ⎤ ........... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar..... Pedoman..R i+1 A i ...15<α<1.......... ⎡ n 2 ..........

...................v 2 2g 2 1 2 Gambar 5 S1 α ...................................................................50 7 dari 15 ..................................v j+1 2g 2 Sungai dengan tampang ganda S2 Garis energi Sek ΔHj α......SNI 2830:2008 Penampang sungai dengan tampang ganda bisa dilihat pada Gambar 5 sedangkan garis-garis energi antara penampang melintang Xj dan Xj+1 bisa dilihat pada Gambar 6......... 1 2 Qj = R j × S ek nj dengan pengertian: Sek adalah kemiringan garis energi ekivalen Q adalah debit (m3/s) A adalah luas penampang basah (m2) n adalah koefisien kekasaran Manning R adalah jari-jari hidraulik (m) α adalah koefisien energi untuk keperluan praktis dapat digunakan nilai 1........v 1 2g 2 α .................v 2g 2 α ........... “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan..................15<α<1......................................................................... Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” α .............. ⎜∑ Rj ⎟ ⎜ j=1 n ⎟ j ⎝ ⎠ A j 23 .. Q (8) (9) ⎛ k A j 2 3 ⎞ ....... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar................... Q = ∑Qj j +1 2 S ek = 1 k (6) (7) ............... v j 2g 2 Z j+1 Zj ΔX Datum X j+1 Xj Gambar 6 Garis energi tampang ganda S ek = S j = S j+1 + S k ....................... Pedoman.............

ek j ek j +1 (10) dengan pengertian: S adalah kemiringan garis energi rata-rata adalah kemiringan garis ekivalen pada penampang melintang ke-j (Sek)j (Sek)j+1 adalah kemiringan garis ekivalen pada penampang melintang ke-j+1 3) Rumus aliran tetap tidak seragam berubah lambat laun yang diturunkan dari persamaan energi dan rumus Manning..2.. Pedoman....... Pada debit-debit besar yang tidak terbaca pada grafik lengkung debit................ Hitung luas penampang basah (Ai) dan keliling basah (Pi) alur dari grafik atau tabel pada sub pasal 4. seperti pada sub pasal 4.... pada lengkung debit di pos duga air yang terletak di daerah hitungan.......... sesuai Tabel B.ΔX .... seperti berikut. penyesuaian lengkung debit. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.. penyesuian nilai koefisien Manning dapat dilakukan pada debit kecil yang terukur........SNI 2830:2008 2) Kemiringan garis energi rata-rata antar penampang melintang Xj dan Xj+1 seperti berikut... ⎟⎥ ⎠j ⎦ (11) dengan pengertian: Zj+1 adalah tinggi muka air pada penampang melintang ke....... a) b) c) Tentukan tinggi muka air (Zi) pada penampang melintang (Xi) sebagai titik awal hitungan....................... Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.1 pada Lampiran B.. Z j+1 = Z j − 2 1 ⎡ k ⎛ Qj ⎢∑ ⎜ 2g ⎢ j+1 ⎜ A 2 ⎣ ⎝ j k ⎛ Q2 ⎞ ⎟ − ∑⎜ j ⎜ 2 ⎟ ⎠ j+1 j+1 ⎝ A j ⎞⎤ ⎟ ⎥ + S.......1 Cara perhitungan Sungai alur tampang tunggal Perhitungan tinggi muka air untuk alur tampang tunggal dilakukan tahapan perhitungan tinggi muka air sungai sebagai berikut. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” S ek = 1 2 {(S ) + (S ) } . 6 6.j+1 (m) Zj adalah tinggi muka air pada penampang melintang ke...1 kemudian hitung jari-jari hidrauliknya (Ri) Taksir nilai koefisien kekasaran Manning (ni). dengan cara menyesuaikan nilai koefisien Manning............. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: 1) 2) Pos duga air dan penampang sungai terikat pada datum yang sama....j (m) k adalah jumlah bagian penampang basah dengan nilai n yang berbeda Qj adalah debit pada bagian penampang basah ke-j (m3/s) Aj adalah luas penampang basah penampang ke-j (m3/s) S adalah kemiringan garis energi rata-rata ΔX adalah jarak tampang lintang Xj dengan Xj+1 g adalah percepatan gravitasi (m/s2) e) Verifikasi hasil perhitungan Verifikasi hasil-hasil perhitungan tinggi muka air sungai dapat dilakukan dengan membandingkan pembacaan tinggi muka air untuk debit yang sama......... 8 dari 15 ...

Taksir nilai koefisien kekasaran Manning (nj) alur dan bantaran seperti Tabel A. Hitung kemiringan garis energi rata-rata (S) antara penampang Xj+1 dan Xj. 1) 2) Bandingkan hasil perhitungan tinggi muka air sungai pada lokasi pos duga air dengan yang terbaca pada lengkung debit untuk debit yang sama. (Pi+1). Hitung kemiringan garis energi rata-rata (S) antara penampang Xi+1 dan Xi. Hitung kemiringan garis energi ekivalen (Sek) dengan rumus (8).2. kemudian hitung besarnya debit alur dan bantaran dengan rumus (9). Ulangi langkah pada butir d) sampai butir h) dengan menggunakan nilai (Zi+1) yang didapat pada butir g) sebagai nilai (Zi+1) pada butir d) sampai didapat selisih (Σ) dengan ketelitian sesuai kebutuhan. dengan menggunakan rumus (5).SNI 2830:2008 d) e) f) g) h) i) Tentukan sembarang tinggi muka air (Zi+1) pada penampang melintang Xi+1 yang berjarak X terhadap Xi+1. dengan menggunakan rumus (10). seperti pada sub pasal 4. Hitung tinggi muka air (Zi+1) dengan memasukkan nilai-nilai yang didapat kedalam persamaan (4). Sesuaikan nilai koefisien kekasaran Manning sehingga diperoleh selisih tinggi muka air dengan ketelitian sesuai kebutuhan. (Pj+1). Hitung besarnya (Aj+1). Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” j) k) 6. Sungai alur tampang ganda “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Hitung tinggi muka air (Zj+1) dengan memasukkan nilai-nilai yang didapat kedalam persamaan (11). sebagai berikut. Tentukan sembarang tinggi muka air (Zj+1) pada penampang melintang Xj+1 yang berjarak ΔX terhadap Xj kemudian lakukan langkah-langkah hitungan seperti pada butir b) sampai d).1 pada Lampiran A. Pedoman. Hitung luas penampang basah (Aj dan keliling basah (Pi) alur dan bantaran dari grafik atau tabel pada butir a) sub pasal 4. Hitung besarnya (Ai+1).1 kemudian hitung jari-jari hidrauliknya (Rj). (Ri+1) dan (ni+1) seperti butir b) pada penampang melintang Xi+1. Lakukan kalibrasi hasil-hasil perhitungan tinggi muka air sungai yang didapat dari perhitungan di atas apabila pada daerah hitungan terdapat pos duga air yang dilengkapi lengkung debit. (Rj+1) dan (nj+1) seperti butir 2) pada penampang melintang Xj+1. Lakukan langkah-langkah perhitungan di atas untuk penampang-penampang melintang berikutnya dengan menggunakan nilai (Zi+1) pada butir h) yang sudah benar menjadi tinggi muka air awal seperti pada butir a).2 Perhitungan tinggi muka air untuk alur tampang tunggal dilakukan tahapan perhitungan tinggi muka air sungai sebagai berikut: a) b) c) d) e) Tentukan tinggi muka air (Zj) pada penampang melintang (Xj) sebagai titik awal hitungan. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Bandingkan nilai (Zi+1) yang didapat dari hitungan pada butir f) dengan (Zi+1) pada awal pada butir d). f) g) h) 9 dari 15 .

10 dari 15 . dibuat laporan sebagai berikut. Lakukan langkah-langkah perhitungan seperti di atas untuk penampang-penampang melintang berikutnya dengan menggunakan nilai (Zj+1) pada butir h) yang sudah benar menjadi tinggi muka air awal seperti pada butir a) Lakukan kalibrasi hasil-hasil perhitungan tinggi muka air sungai yang didapat dari perhitungan di atas apabila pada daerah hitungan terdapat pos duga air yang dilengkapi lengkung debit. daerah hitungan. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. tanggal penghitungan. Sesuaikan nilai koefisien kekasaran Manning sehingga diperoleh selisih tinggi muka air dengan ketelitian sesuai kebutuhan.SNI 2830:2008 i) j) Bandingkan nilai (Zj+1) yang didapat dari hitungan pada butir h) dengan (Zj+1) pada awal pada butir e). 1) 2) Bandingkan hasil perhitungan tinggi muka air sangai pada lokasi pos duga air dengan yang terbaca pada lengkung debit untuk debit yang sama. “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. nama petugas dan penanggung jawab. 1) 2) 3) 4) lokasi / nama sungai. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” k) l) 7 Pelaporan Hasil perhitungan tinggi muka air sungai. sebagai berikut. Ulangi langkah-langkah hitungan pada butir e) sampai butir i) dengan menggunakan nilai (Zj+1) yang didapat pada butir h) sebagai nilai (Zj+1) pada butir e) sampai didapat selisih (Σ) dengan ketelitian sesuai kebutuhan. Pedoman.

1 Bagan alir perhitungan tinggi muka air sungai 11 dari 15 .Keliling basah = Pi . Pedoman.Jari-jari hidraulik = Ri Taksir kekasaran Manning (ni) Tentukan sembarang TMA = Zi+1 (perkiraan) Pada TL = Xi+1 yang berjarak X thd Xi Gunakan TMA = Zi+1 hasil perhitungan pada TL = Xi+1 yang berjarak X thd Xi Hitung : .Keliling basah = Pi+1 .Luas penampang basah = Ai . Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.Jari-jari hidraulik = Ri+1 Hitung kemiringan garis energi rata-rata = S antara Xi .SNI 2830:2008 Lampiran A (normatif) Bagan alir “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. M i=1 Sebagai awal hitungan Tentukan TMA = Zi Pada TL = Xi i=i +1 Hitung : .Luas penampang basah = Ai+1 . Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Mulai Tentukan banyak Tampang Lintang yang akan dihitung TMA nya = M i = 1.Xi+1 Hitung TMA = Zi+1 Tidak Jika hasil hitungan Zi+1 ≈ perkiraan Ya Ulangi perhitungan dari awal dengan menggunakan TMA = Zi+1 dan TL=Xi+1 sebagai titik awal sampai semua tampang lintang (TL = XM) dihitung TMA nya Jika i<M Tidak Selesai Ya Gambar A.

Nilai n lebih rendah dari sungai kecil pada kondisi yang sama. Sama seperti diatas.040 0.035 --- 0. Bantaran dengan pohon-pohon 1.025 0.040 0. lurus. Semak jarang.100 0. Pedoman.040 0. alur-alur yang dalam. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Tabel B.100 0. Pohon ditanam rapat.025 0. Sungai Kecil (lebar muka air banjir < 30 m) I. tetapi elevasi muka air lebih rendah. Sungai Besar (lebar muka air banjir > 30 m). dan lebih banyak perubahan kemiringan dan lebar 6. rumput lebat 2. Bantaran banjir I. Sama seperti diatas tetapi lebih banyak batu dan rumput/ tanaman 3. tanpa semak belukar 1.070 0.100 12 dari 15 . Kekasaran dinding alur sungai berdasarkan Manning Kondisi dan tipe alur Kekasaran Manning Minimum Normal Maksimum A. Tanaman dewasa ditanam tidak berderet III.080 0.070 0.200 0. Bantaran untuk padang gembalaan (padang rumput).120 0.045 0.030 0. atau lintasan banjir dengan tegakan pohon dan semak II. sehingga tahanan geser lebih kecil I. tetapi tinggi muka air banjir mencapai ranting pohon C.035 0. Bagian yang teratur tanpa batu-batu besar.030 0.040 0. Sama seperti diatas.160 0.035 0. sedikit semak belukar.035 0.040 0.045 0.040 0.050 0.075 0. Mengalir pada dataran rendah 1.100 0. dengan beberapa batu-batu besar 2. Sama seperti diatas. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Dasar sungai : krakal dengan batu-batu besar B. Bantaran untuk tegalan 1.110 0.050 0. krakal.070 0.160 0. tinggi muka air banjir dibawah ranting pohon 5. Dasar sungai: krikil.055 0. yang tidak tumbuh 3.080 0. Alur bersih. Bantaran ditumbuhi semak belukar 1.040 0.050 0. Rumput rendah 2.100 0.060 0. tidak ada celah atau bagian yang dalam (kedung) 2.050 0. elevasi muka air penuh.060 0. tetapi lebih banyak batu 7.035 0.050 0. Tidak ada tanaman 2.120 0. pohonan semak pada tebing tenggelam saat muka air tinggi 1. penuh rumput.040 0. Sama seperti diatas.080 0. melingkar.050 0.025 0. Bagian yang tidak teratur dan kasar 0.030 0.050 0.1 No.050 0.150 0.040 0. pohon lurus 2. Mengalir pada dataran rendah 1.035 0.033 0. Alur bersih.070 0. pada alur tidak ada vegetasi. Penggal sungai dengan aliran pelan.030 0.025 0.050 0. sebab tebing sungai relatif lebih kecil dari luas tampang basah.030 0.030 0.033 0. Tanaman dewasa ditanam berderet 3. Sama seperti diatas.060 0. tetapi lebih banyak batu dan rumput/ tanaman 5.045 0. Sungai pegunungan.035 0. dan semak 2.080 0.048 0.020 0.045 0.SNI 2830:2008 Lampiran B (informatif) Tabel-tabel “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan. Semak dan pohon jarang 3. Tegakan pohon rapat.030 0.030 0.050 0. Semak sedang sampai lebat IV. tebing sungai curam.150 0. dengan bagian dalam dan dangkal 4. Tanah yang dibersihkan dengan tunggul tanaman.060 0. Rumput tinggi II. pohon yang rendah sedikit. tetapi tunggul kayu ditumbuhi daun lebat 4. Alur banyak rumput. dengan kolam yang dalam 8.

13 dari 15 .586 9. M. Penanggung jawab : Ir.007 0.289 95.296 94.277 94.229 5.240 0.500 49.000 50.754 94.289 95.500 m /s Kemiringan Kemiringan Beda Jarak Tinggi muka Garis GarisEnergi air Energi rata-rata S S ΔX Zi+1 (* 10-4) (* 10-4) (m) (m) 4.867 6.700 4.300 94.448 12.650 4.030 0. Eng.170 49.818 11.740 94.030 0. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar.170 49.351 11.293 0.2 Contoh perhitungan tinggi muka air sungai alur tunggal dengan cara pias berdasarkan rumus Manning “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.694 4. Budi Kesowo.883 12.900 95.740 94.170 49.712 9.500 49.000 50.320 5.80 – Km 50.323 0.120 94.790 14.296 94. Pedoman.480 48.220 5.760 95.600 94.100 5.004 0.389 0.001 0.SNI 2830:2008 Tabel B.030 0.450 4.014 0.894 9.030 0.019 0.711 11.759 95.157 94.940 10.250 5.293 95.728 11.002 0.004 0.288 220 220 470 470 470 470 330 330 330 330 500 500 500 94.300 5.240 Koef. Manning n 0.302 94.797 11.426 14. Bagus Arman.030 Q= 2.030 0.754 94.030 0.720 5. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Nama Sungai : Bengawan Solo Daerah hitungan : Km 48.173 13.300 94.170 49.418 12.500 50.150 94.00 Tanggal : 16 Januari 1989 Jarak Tinggi muka Luas Kumulatif air penampang basah Hi A (Km) (m) (m2) 48.000 Selisih Zi+1-Zi (m) 3 Dihitung oleh : Umar Santoso Diperiksa : Ir.230 6.157 94.390 11.897 11.500 49.030 0.813 12.030 0.506 12.656 7.700 48.759 94.650 4.277 94.500 94.030 0.986 4.005 0.293 1110 992 991 750 700 710 715 725 740 745 746 710 725 727 Jari-jari Hidraulik R (m) 5.700 49.030 0.000 0.310 5.116 10.030 0.030 0.157 94.030 0.000 94.998 10.314 4.

15 2.030 0.98 7.030 0.030 0.4 0.019 0.9 2973.83 5.140 0.019 0.17 2.03 0.131 0.01 0.030 0.28 penampang Hidraulik (Km) 5.01 2588.28 4.83 50.46 4.14 2.30 7.8 12793.030 0.019 0.3 Contoh perhitungan tinggi muka air sungai alur ganda dengan cara pias berdasarkan rumus Manning “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.08 27.030 0.43 4.07 0.019 0.11 2.122 0.59 955.09 2.125 0.0 5.6 6.92 4.030 0.41 37.119 0.40 4.137 0.019 0. Sc. Pedoman.9 6.25 4.130 0.03 0.10 967.59 6. Bambang Rahardjo. Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Eng Penanggung jawab : Ir.40 7.28 39.131 2397.90 46.22 5.60 7.114 0.72 947.02 0.136 0.91 32.50 5.121 0.36 4.54 43.77 Dihitung oleh : Saryanto.7 2738.30 960.92 9985.70 44.13 972.134 0.030 0.02 0.030 0. Tinggi Selisih Manning Garis Energi bagian Garis Energi Jarak muka air Ekivalen penampang rata-rata n Sek Qj S ΔX Zj+1 Zj+1-Zj (* 10-4) (m3/s) (* 10-3) (m) (m) (m) 3 Nomor bagian penampang Luas basah Aj (m2) 625 60 608 76 640 88 650 80 640 76 630 65 640 70 625 50 630 45 628 43 610 55 625 66 620 60 Jari-jari Rj (m) 4.02 0.20 5.030 0.019 0.76 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 Kumulatif muka air Q= 1.131 0.59 941.118 0.128 0.01 0.019 0.5 5.9 3037.07 2.00 0.02 2.019 0.5 2928.000 m /s Kemiringan Beda Kemiringan Debit Koef.019 0.39 2853.10 2.019 0. M.91 0.41 52.030 0.115 0.118 0.36 4.02 0.17 956.18 2.030 0.Babat Tanggal : 16 Januari 1989 Jarak Tinggi Zj (m) 4.4 24571.SNI 2830:2008 Tabel B.00 949.22 4.000 7397. ST Diperiksa : Ir.019 0.02 39.09 970.87 29.113 0.7 7. 14 dari 15 .83 18604.92 962.019 0.6 7.3 27544.10 0.116 0.51 4.01 0.133 960.9 21642. M.4 2807.5 15532.10 2.4 4.123 0.63 58.40 30398.132 0.20 6.21 4.37 948.98 0.85 4.20 6.61 4.80 5. Parikesit.48 4.126 0.130 0.82 3072.00 52.00 7. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Nama Sungai : Bengawan Solo Daerah hitungan : Pelangwot .52 5.129 0.18 2.20 2.030 0.46 953.30 4.019 0.

Pengenalan dan Pengaplikasian Standar. Manual (SPM) Bidang Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil ” Tabel daftar deviasi teknis dan penjelasannya No. 1 Judul Materi Sebelum Metode perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning dan Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai tampang ganda dengan cara pias berdasarkan rumus Manning Sudah ada Sudah ada Revisi Tata cara perhitungan tinggi muka air sungai dengan cara pias berdasarkan rumus Manning 2 3 Format Istilah dan definisi Tetap Penambahan istilah dan definisi karena penggabungan dari 2 SNI yaitu SNI 03-2830-1992 dan SNI 03-3444-1994 Penambahan beberapa materi dari 2 SNI yaitu SNI 03-2830-1992 dan SNI 033444-1994 Perbaikan bagan alir sesuai koreksi (Lampiran A) 4 Ketentuan dan persyaratan Sudah ada tetap masih kurang lengkap 5 Bagan alir Sudah ada 6 Tabel Sudah ada. tapi kurang Penambahan tabel lengkap Kekasaran dinding alur sungai berdasarkan Manning (Lampiran B) 15 dari 15 . Pedoman.SNI 2830:2008 Lampiran C (informatif) “ Copy standar ini dibuat oleh BSN untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka Penyebarluasan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful