BAB I : ARTI DAN TUJUAN HUKUM

MANUSIA DAN MASYARAKAT 1. Manusia sebagai Mahluk Sosial Manusia dalam keadaan apapun, dimanapun, dan pada zaman apapun selalu hidup bersama/berkelompok.Aristoteles (384-322 SM), seoarang ahli fikir Yunani Kuno menyatakan dalam ajarannya bahwa manusia adalah zoon politikon, artinya manusia adalah makhluk yang pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya. 2. Masyarakat Masyarakat merupakan persatuan manusia yang timbul dari kodrat yang sama dan lazim. Masyarakat terbentuk bila ada dua orang atau lebih hidup bersama sehingga dalam pergaulan hidup itu timbul berbagai hubungan atau pertalian yang mengakibatkan seseorang dan orang lain saling mengenal dan saling mempengaruhi. 3. Golongan-Golongan dalam Masyarakat Pada umumnya ada tiga golongan utama pada masyarakat antara lain. 1. Golongan yang berdasarkan hubungan kekeluargaan/perkumpulan keluarga. 2. Golongan yang berdasarkan hubungan kepentingan/pekerjaan. 3. Golongan berdasarkan hubungan tujuan/pandangan hidup. Adapun golongan-golongan dalam masyarakat itu disebabkan antara lain. a. Merasa tertarik pada orang lain tertentu. b. Merasa mempunyai kesukaan yang sama dengan orang lain. c. Merasa memerlukan kekuatan/bantuan orang lain. d. Mempunyai hubungan daerah dengan orang lain. e. Mempunyai hubungan kerja dengan orang lain. Negara yang merupakan organisasi masyarakat yang berkekuasaan mempunyai kewajiban untuk mengatur agar keamanan terjamin dan ada perlindungan atas kepentingan tiap orang agar tercapai kebahagiaan yang merata dalam masyarakat. 4. Bentuk Masyarakat Masyarakat sebagai bentuk pergaulan hidup bermacam-macam ragamnya. Antara lain. a. Berdasarkan hubungan yang ditimbulkan para anggotanya. b. Berdasarkan sifat pembentukannya. c. Berdasarkan hubungan kekeluargaan. d. Berdasarkan peri kehidupan dan kebudayaan. 5. Pendorong Hidup Bermasyarakat Yang menyebabkan manusia selalu selalu hidup bermasyarakat adalah antara lain dorongan kesatuan biologis yang terdapat dalam naluri manusia. Naluri dalam diri manusia itu sudah ada

sejak kita dilahirkan tanpa ada orang lain yang mengajarkan. Selain itu faktor-faktor lain yang membuat manusia hidup bermasyarakay adalah ikatan pertalian darah, persamaan nasib, persamaan agama, persamaan bahasa, persamaan cita-cita, dsb.Bagi tiap individu hidup bersama merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dielakkan. 6. Tata Hidup Bermasyarakat Tiap manusia mempunyai keinginan dan watak sendiri-sendiri. Namun di dalam masyarakat, manusia selalu mengadakan hubungan satu sama lain, mengadakan kerjasama, tolongmenolong, bantu-membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing. Seringkali keinginan manusia itu searah/sama, tapi tidak jarang juga keinginan manusia itu berlawanan sehingga menimbulkan persaingan dan perselisihan.Apabila perselisihan itu dibiarkan, bukan tidak mungkin terjadi perselisihan diantara masyarakat. Oelh karena itu manusia membuat peraturan-peraturan yang sesuai dengan norma bermasyarakat. Peraturan masyarakat yang bersifat memaksa untuk menjamin tata tertib dalam masyarakat dinamakan peraturan hokum atau kaedah hukum.

PENGERTIAN HUKUM 1. ApaSebenarnya Hukum Itu? Menurut Prof. van Appeldoon tidak mungkin memberikan suatu definisi tentang apa yang dinamakan hukum. Menurutnya, definisi hukum sangat sulit untuk dibuat karena tidak mungkin untuk mengadakan definisi hukum sesuai dengan kenyataan. Sudah banyak sarjana hukum yang mencari batasan tentang definisi hukum, namun sampai sekarang hal itu masih belum memberikan hasil yang memuaskan. 2. Pendapat Para Sarjana tentang Hukum Berikut ini beberapa definisi hukum menurut para ahli. a. Prof. Mr. E. M. Meyers mengatakan hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan yang menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melaksanakan tugasnya . b. Leon Duguit mengatakan hukum ialah aturan tingkah laku para anggota masyarakat, aturan yang daya penggunaannya pada saat tertentu diindahkan oleh sasuatu masyarakat sebagai jaminan dari kepentingan bersama dan jika dilanggar menimbulkan reaksi bersama terhadap orang yang melakukan pelanggaran itu . c. Utrech mengatakan Hukum adalah himpunan perintah dan larangan untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat dan oleh karenanya masyarakat harus mematuhinya. d. Tulius Cucerco mengatakan Hukum adalah akal tertinggi yang ditanamkan oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan . e. Thomas Hobbes mengatakan Hukum adalah perintah-perintah dari orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah dan memaksakan perintahnya kepada orang lain .

Perintah dan/atau larangan itu harus dipatuhi oleh semua orang.Ia merupakan peraturan-peraturan hidup kemasyarakatan yang dapat memaksa orang supaya menaati tata tertib dalam masyarakat serta memberikan sanksi yang tegas terhadap siapa yang tidak mau patuh menaati hukum. 2. b. jika melanggar aturan tersebut akan membahayakan diri sendiri atau harta. sehingga keamanan dan ketertiban terjaga. Peraturan itu dilakukan oleh badan resmi yang berwajib. Tirtaamidjaja. S. yaitu menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh bdan resmi yang berwajib.M.C. mengatakan hukum ialah semua aturan yang harus dituruti dalam tingkah laku tindakan-tindakan dalam pergaulan hidup dengan ancaman mesti mnegganti kerugian . Selain itu juga ada beberapa ahli hukum Indonesia yang mencoba merumuskan definisi hukum antara lain : a. Beberapa Definisi Hukum Utrech memberi batasan hukum sebagai berikut hukum merupakan himpunan peraturanperaturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib suatu masyarakat dank arena itu harus ditaati oleh masyarakat . Adanya perintah dan/atau larangan. M. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. S. 4. Sanksi terhadap pelanggaran tersebut adalah tegas. d. . c. S.H. namun karena hukum memiliki segi dan bentuk yang sangat banyak maka sangat sulit memberikan definisi yang tepat untuk hukum.H. S.H. c. dan Woerjono Sastropranoto. J. Amin. DEFINISI HUKUM SEBAGAI PEGANGAN 1. yaitu dengan hukuman tertentu. mengatakan hukum merupakan kumpulan peraturan yang terdiri dari norma dan sanksi dan bertujuan untuk mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia. mengatakan hukum ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa. Peraturan itu bersifat memaksa. 3.Beberapa definisi diatas merupakan definisi dari beberapa ahli hukum. b. Ciri-Ciri Hukum Beberapa ciri hukum antara lain : a. Simorangkir. S. Unsur-Unsur Hukum Hukum meliputi beberapa unsur antara lain : a.H. Sifat dari Hukum Hukum itu mempunyai sifat mengatur dan memaksa. b.H.T. pelanggaran mana terhadap peraturan tadi berakibat diambilnya tindakan.

Teori Etis Adalah teori yang mengajarkan bahwa hukum itu semata-mata menghendaki keadilan. Prof. Bentham (Teori Utilitis) Mengatakan bahwa hukum bertujuan semata-mata untuk mewujudkan apa yang berfaedah bagi masyarakat.Hukum menghendaki perdamaian. L. Subekti. hukum semata-mata harus ditentukan oleh kesadaran etis kita mengenai apa yang adil dan apa yang tidak adil. van Apeldoorn Mengatakan bahwa tujuan hukum adalah mengatur pergaulan hidup masyarakat secara damai. 4. Dr.H. Menurut teori ini. 2. 3. Prof. .Dan sebagai unsur dari keadilan disebutkannya kepentingan daya guna dan kemanfaatan.TUJUAN HUKUM Hukum sebenarnya bertujuan untuk menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat dan hukum itu harus bersendikan pada keadilan. yaitu asas-asas keadlian dalam masyarakat itu. Berikut merupakan tujuan hukum menurut beberapa pakar hukum : 1. Mr. S. 5. Geny Hukum bertujuan semata-mata untuk mencapai keadilan. Mengatakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan Negara yang dalam pokoknya ialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan pada rakyatnya. J.

sejarah. 2. Sumber Hukum Material Dapat ditinjau dari berbagai sudut misalnya sudut ekonomi. a. Keputusan hakim (juresprudensi) d. Kebiasaan (Custom) Kebiasaan ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal sama.BAB II : SUMBER-SUMBER HUKUM SUMBER HUKUM FORMAL DAN MATERIAL Sumber hukum ialah apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekuatan bersifat memaksa. b. 4. Apabila suatu kebiasaan tertentu diterima oleh masyarakat dan kebiasaan itu selalu berulangulang sehingga tindakan yang berlawanan dengan kebiasaan itu dianggap sebagai pelanggaran perasaan hukum maka dengan demikian timbulah suatu kebiasaan hukum yang oleh pergaulan hidup dipandang sebagai hukum. Syarat mutlak berlakunya undang-undnag adalah diundangkan dalam Lembaran Negara (LN) oleh Menteri atau Sekretaris Negara. Pendapat para sarjana (doktrin) 3. 5. Undang-Undang dalam arti material : ialah setiap keputusan pemerintah yang menurut isinya mengikat langsung setiap warga Negara. Undang-Undang dalam arti formal : ialah setiap keputusan pemerintah yang memerlukan Undang-Undang karena cara pembuatannya. filsafat dan sebagainya. Sumber Hukum Formal Antara lain : a. Kebiasaan (custom) c. yakni aturan-aturan yang bila dilanggar mengakibatkan sanksi yang nyata. sosiologi. Traktat (traty) e. Undang-Undang (statue) b. . Sumber hukum dapat kita lihat dari segi material dan formal : 1. Undang-Undang (Statue) Suatu peraturan yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa Negara. Keputusan hakim (Juresprudensi) Juresprudensi adalah keputusan haki m terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan bagi hakim kemudian mengenai masalah yang sama.

Undang-Undang (UU) dan Peraturan Pemerintah sebagai Pengganti Undang-Undang (PERPU) Peraturan seperti ini perlu diadakan agar keselamatan Negara dijamin oleh pemerintah dalam keadaan yang genting yang memaksa pemerintah untuk bertindak lekas dan cepat. Massa Sebelum Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Berdasarkan Undang-Undang Sementara 1950 dan konstitusi RIS-1949. . Juresprudensi tetap :keputusan hakim yang terjadi karena rangkaian keputusan serupa dan yang menjadi dasar bagi penadilan untuk mengambil keputusan. Massa SetelahDekritPresiden 5 Juli 1959 Menurut ketetapan MPRS No. Juresprudensi tidak tetap : hakim mengambil keputusan dari hakim terdahulu karena dia sependapat dengan isi keputusannya dan itu hanya digunakan sebagai pedoman.XX/MPRS/1966 dan dikuatkan oleh ketetapan MPR No. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD-1945) Adalah peraturan Negara yang tertinggi dalam Negara yang memuat ketentuan-ketentuan pokok dan menjadi salah satu sumber dari peraturan perundangan lainnya yang kemudian dikeluarkan oleh negara. b. c.Hal ini disebut Pacta Sunt Servanda yang berarti bahwa perjanjian mengikat pihak-pihak yang mengadakannya atau setiap perjanjian harus ditaati dan ditepati. 7. Undang-Undang Dasar (UUD) b. Pendapat Para Sarjana (Doktrin) Doktrin merupakan pendapat para sarjana hukum yang ternama mempunyai kekuasaan dan berpengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim PERATURAN PERUNDANGAN DI INDONESIA 1. b. 6. Peraturan Pemerintah Tingkat Pusat d. Undang-Undang (biasa) dan Undang-Undang Darurat c. peraturan perundangan di Indonesia terdiri dari : a. Peraturan Pemerintah Tingkat Daerah 2. V/MPR/1973 bentuk dan tata urutan peraturan perundangan Republik Indonesia adalah sebagai berikut : a.Juresprudensi ada 2 yaitu : a. Traktat (Traty) Kesepakatan yg terjadi antara pihak-pihak yg bersangkutan terikat pada isi perjanjian yg mereka adakan. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Adalah salah satu bentuk perundangan yang diadakan untuk melaksanakan Undang-Undang Dasar atau Ketetapan MPR.

Keputusan Presiden Presiden berhak mengeluarkan keputusan presiden yang berisi keputusan yang berisi kaputusan yang bersifat khusus untuk melaksanakan ketentuan Undang-Undang yang bersangkutan. . Peraturan Pemerintah (PP) Peraturan Pemerintah memuat aturan-aturan umum untuk melaksanakan Undang-Undang. Peraturan-Peraturan Pelaksanaan Lainnya Contohnya adalah keputusan menteri. sedangkan peraturan pemerintah daerah memuat aturan-aturan untuk melaksanakan peraturanpemerintah pusat. f.d.Peraturan pemerintah daerah isinya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah pusat. e. keputusan panglima angkatan bersenjata. ketetapan MPR dalam bidang eksekutif atau peraturan pemerintah pusat.dll harus dengan tegas berdasar dan bersumber pada peraturan perundangan yang lebih tinggi.

Teori Kedaulatan Rakyat Berdasarkan teori ini Negara berdasar pada kemauan rakyat.BAB III : MAZHAB-MAZHAB ILMU PENGETAHUAN HUKUM MENGAPA ORANG MENAATI HUKUM? Persoalan ketaatan terhadap hukum telah menimbulkan berbagai teori dan aliran pendapat atau mazhab-mazhab dalam ilmu pengetahuan hukum. hukum itu harus dipandang sebagai suatu penjelmaan dari jiwa atau rohani suatu bangsa. hukum adalah kehendak Negara dan Negara mempunyai kekuaan yang tidak terbatas. 5. Mazhab Sejarah Menurut mazhab ini.Orang menaati hukum karena orang sudah berjanji menaatinya. Teori Teokrasi Teori teokrasi atau biasa disebut teori ketuhanan merupakan teori yang mendasarkan berlakunya hukum atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa.Teori tentang hukum alam telah ada sejak zaman dahulu yang antara lain diajarkan oleh Aristoteles yang mengajarkan ada 2 macam hukum yaitu : a.Hukum itu ditaati karena negaralah yang menghendaki. . 3.Teori ini juga disebut Teori Perjanjian Masyarakat. 1. demikian halnya dengan semua peraturan adalah penjelmaan kemauan rakyat tersebut. Hukum yang tidak tergantung dari pandangan manusia tentang baik buruknya hukum yang asli Hukum alam hanya memuat asas-asas umum seperti : a. Cintailah sesamamu sperti engkau mencintai dirimu sendiri 2. Berbuat baik dan jauhilah kejahatan b. Bertindaklah menurut akal sehat c. Mazhab Hukum Alam Hukum alam ialah hukum yang oleh orang-orang berpikiran sehat dirasa selaras dengan kodrat alam. Teori Kedaulatan Negara Teori ini menyangkal bahwa hukum berasal dari kemauan rakyat. 4. Hukum yang berlaku karena penetapan penguasa Negara b.Selalu ada hubungan yang kuat antara hukum dengan kepribadian suatu bangsa.

Hanyalah kaedah yang timbul dari perasaan hukum suatu anggota masyarakat. . mempunyai kewajiban/ kekuasaan. Asas Keseimbangan Menurut asas ini tiap orang menerima keuntungan atau mendapat kerugian sebanyak dasardasar yang telah ditetapkan atau diletakkan terlebih dahulu. Teori Kedaulatan Hukum Menurut teori ini.6. hukum itu ada karena anggota masyarakat mempunyai perasaan bagaimana seharusnya hukum itu. 7.

Tujuan kodifikasi hukum adalah memperoleh kepastian hukum. hakim harus mempertimbangkan dan mengingat perasaan keadilan yang hidup dalam masyarakat. 2.Dengan adanya kodifikasi. dan sukar berubah.Hakim harus menyesuaikan Undang-Undang dengan hal-hal yang konkrit oleh karena peraturan-peraturan tersebut tidak dapat mencakup segala peristiwa hukum yang timbul di masyarakat. tetapi tetap juga kurang sempurna dan masih terdapat banyak kekuarangan-kekuarangan hingga menyulitkan dalam pelaksanaan hukum. Hakim Merupakan Faktor Pembentuk Hukum Seorang hakim harus bertindak selaku pembentuk hukum dalam hal peraturan perundangan yang tidak menyebutkan suatu ketentuan untuk menyelesaikan suatu perkara yang terjadi.Dalam memberi keputusan hukum. penyederhanaan hukum.BAB IV : PENEMUAN HUKUM PEMBENTUKAN HUKUM OLEH HAKIM 1.Keputusan hakim hanya berlaku pada pihak yang bersangkutan. Penafsiran autentik : penafsiran oleh Undang-Undang dimana Undang-Undang sudah memiliki pengertian tentang suatu kata c. serta kesatuan hukum. hukum menjadi beku. Penafsiran tata bahasa : cara penafsiran berdasarkan arti kata-kata dalam kalimat-kalimat menurut tata bahasa b.Walaupun kodifikasi telah diatur selengkap-lengkapnya. PENAFSIRAN HUKUM (INTERPRETASI HUKUM) Kodifikasi ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab Undang-Undang secara sistematis dan lengkap. Ada beberapa macam penafsiran hukum antara lain : a. Penafsiran teleologis : penafsiran dengan cara mengingat maksud dan tujuan Undang-Undang g. Penafsiran nasional : cara penafsiran dengan menyelidiki sesuai atau tidak dengan hukum yang ada f. Keputusan Hakim Bukan Peraturan Umum Keputusan hakim tidak mempunyai kekuatan hukum yang berlaku seperti peraturan umum. Penafsiran historis : penafsiran berdasarkan pada sejarah terjadinya hukum tersebut d. statis. Penafsiran sistematis : cara penafsiran berdasarkan susunan pasal yang berhubungan dengan pasal lainnya e.Hakim sebagai penegak hukum hanya memandang kodifikasi hukum sebagai suatu pedoman hukum agar ada kepastian hukum. Penafsiran ekstensif : penafsiran dengan memperluas arti kata dalam Undang-Undang h.Keputusan hakim hanya berlaku tentang hal-hal yang diputuskan dalam keputusan itu. Penafsiran restriktif : penafsiran dengan cara mempersempit arti kata dalam Undang-Undang .

yang sulit untuk mengubah atau mencabut walaupun sudah tak sesuai lagi dengan perkembangan masyarakat yang harus diatur oleh peraturan-peraturan tersebut. Hakim Memenuhi Kekosongan Hukum Hakim dapat dan bahkan harus memenuhi kekosongan hukum yang ada dalam sistem hukum asalkan penambahan itu tidaklah membawa perubahan principal pada sistem hukum yang berlaku. Konstruksi Hukum Dengan menggunakan konstrukis hukum.i. Penafsiran analogis : penafsiran dengan cara memberi perumpamaan pada kata-kata sesuai dengan asas hukumnya Penafsiran peringkaran : cara penafsiran berdasarkan perlawanan pengertian antara masalah yang dihadapi dengan permasalahan yang diatur dalam Undang-Undang PENGISIAN KEKOSONGAN HUKUM Karena peraturan perundangan yang statis dan masyarakat yang dinamis. hakim dapat menyempurnakan sistem formal dari hukum yaitu sistem peraturan perundnagna yang berlaku.Hukum positif adalah peraturan perundangan yang berlaku dalam suatu Negara dalam suatu waktu tertentu. j. maka hakim sering harus memperbaiki Undang-Undang agar sesuai dengan kenyataan-kenyataan hidup dalam masyarakat.Hukum positif merupakan suatu sistem yang formal. 2. 1. .

Sistematis c. Kodifikasi ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab Undang-Undang secara sistematis dan lengkap. Hukum traktat : hukum yang ditetapkan oleh negara-negara di dalam suatu perjanjian antar negara. Jenis-jenis hukum tertentu b. Hukum tidak tertulis adalah hukum yang masih hidup dalam kehidupan masyarakat tetapi tidak tertulis. c. Di Indonesia : Kitab Undang-Undang hukum sipil (1 Mei 1848) MACAM-MACAM PEMBAGIAN HUKUM 1. d. Kepastian hukum artinya tiap yang melanggar hukum pasti akan terkena sanksi b. Hukum kebiasaan/adat : hukum yang terletak dalam peraturan peraturan kebiasaan. berlaku dan ditaati seperti peraturan perundangan. Hukum tertulis yaitu hukum yang dicantumkan dalam peraturan perUndang-Undangan. Hukum kebiasaan/adat : hukum yang terletak dalam peraturan peraturan kebiasaan. Contoh kodifikasi hukum a. 2) Menurut bentuknya hukum dibagi dalam : a. Hukum tertulis ada yang sudah dikodifikasikan dan belum dikodifikasikan. 2. b.BAB V : PEMBIDANGAN ILMU PENGETAHUAN HUKUM KODIFIKASI HUKUM Menurut bentuknya hukum dibendakan menjadi 2 yaitu : 1. Penyederhanaan hukum artinya agar hukum itu tidak bertele-tele dan mudah dimengerti c. 3. Kesatuan hukum artinya disuatu daerah hanya ada satu hukum sehingga tidak menyebabkan keambiguan. Pembagian hukum menurut asas pembagiannya Hukum dibagi dalam beberapa golongan menurut beberapa asas pembagian sebagai berikut : 1) Menurut sumbernya hukum dibagi dalam : a. Hukum juresprudensi : hukum yang terbentuk akibat keputusan hakim. Di Eropa : Code Civil (mengenai hukum perdata) yang diusahakan oleh kaisar Napoleon di Perancis tahun 1604 b. Lengkap Dan tujuan kodifikasi hukum adalah sebagai berikut : a. . Unsur kodifikasi ialah sebagai berikut : a. Hukum tertulis.

6) Menurut sifatnya hukum dapat dibagi dalam : a. Hukum objektif : hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenai orang/golongan tertentu. Hukum Sipil dan Hukum Publik Dari segala macam hukum yang disebutkan diatas. Hukum asing : hukum yang berlaku di negara lain. b. d. Hukum formal : hukum yang memuat peraturan-peraturan yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hukum material. . Hukum gereja : kumpulan norma-norma yang ditetapkan oleh gereja untuk para anggota-anggotanya. 7) Menurut wujudnya hukum dapat dibagi dalam : a. a. Ius constituendum : hukum yang diharapkan berlaku pada waktu yang akan datang. Hukum privat. b. Hukum yang mengatur : hukum yang dapat dikesampingkan apabila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri dalam suatu perjanjian. 2. 4) Menurut waktu berlakunya hukum dibagi dalam : a. terdiri dari : 1. Hukum yang memaksa : hukum yang dalam keadaan bagaimanapun juga harus dan mempunyai paksaan mutlak. Hukum tidak tertulis. b. b. Hukum sipil dalam arti luas yang meliputi hukum perdata dan hukum dagang. c. Hukum material : hukum yang memuat peraturan-peraturan yang mengatur kepentingan-kepentingan dan hubungan-hubungan berwujud perintah-perintah dan larangan-larangan. 3) Menurut tempat berlakunya hukum dibagi dalam : a. hukum yang paling penting adalah hukum privat dan publik. Hukum publik : hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapan dan hubungan antara negara dengan warganegara. c.b. Hukum internasional : hukum yang mengatur hubungan hukum dalam dunia internasional. Hukum nasional : hukum yang berlaku pada suatu negara. b. Hukum privat :hukum yang mengatur hubungan antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan. Hukum asasi : hukum yang berlaku dimana-mana dalam semua waktu dan untuk segala bangsa di dunia. Hukum subjektif : huku m yang timbul dari hukum objektif dan berlaku bagi seseorang tertentu atau lebih. 8) Menurut isinya hukum dapat dibagi dalam : a. 5) Menurut cara mempertahankannya hukum dibagi dalam : a. b. Ius constitutum : hukum yang berlaku sekarang bagi suatu masyarakat tertentu dalam suatu daerah tertentu.

Hukum internasional a) Hukum perdata internasional b) Hukum publik internasional 3. . b.Pelanggaran pada norma hukum pdana pada umumnya segera diambil tindakan oleh pengadilan tanpa ada pengaduan dari pihak yang dirugikan. 2) Perbedaan pelaksanaan a) Pada acara perdata inisiatif datang dari pihak yang berkepentingan dirugikan. Perbedaan acara perdata (hukum acara perdata) dengan acara pidana (hukum acara pidana) Hukum acara perdata adalah hukum yang mengatur bagaimana cara memelihara dan mempertahankan hukum perdata material. Hukum publik 1. Hukum acara pidana adalah hukum yang mengatur bagaimana cara-cara memelihara dan mempertahankan hukum pidana material. Hukum administrasi negara 3. Hukum tata negara 2. . b) Hukum acara pidana mengatur cara-cara mengadili perkara-perkara di muka pengadilan pidana oleh hakim pidana.Hukum pidana hanya boleh ditafsirkan menurut arti kata dalam Undang-Undang pidana itu sendiri.Pelanggaran terhadap norma-norma perdata baru diambil tindakan oleh pengadilan setelah ada pengaduan oleh pihak berkepentingan yang merasa dirugikan. Pembedaan hukum perdata (sipil) dengan hukum pidana a. . 3) Perbedaan dalam penuntutan a) Dalam acara perdata yang menuntut si tergugat adalah pihak yang dirugikan.Hukum perdata memperbolehkan untuk mengadakan macam-macam interpretasi terhadap Undang-Undang hukum perdata. b) Pada acara pidana inisiatifnya itu datang dari penuntut umum.2. Hukum pidana 4. b. 4. 1) Perbedaan mengadili a) Hukum acara perdata mengatur cara-cara mengadili perkara-perkara di muka pengadilan perdata oleh hakim perdata. Hukum sipil dalam arti sempit yang meliputi hukum perdata. Perbedaan isinya .Hukum pidana hubungan hukum antara seorang anggota masyarakat dengan negara yang menguasai tata tertib masyarakat itu. . Perbedaan menafsirkan . c.Hukum perdata mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang yang lain dengan menitikberatkan kepada kepentingan perorangan. Perbedaan pelaksanaannya .

Hukum perselisihan ada beberapa jenis antara lain : a. 8) Perbedaan macam hukuman a) Dalam acara perdata tergugat yang terbukti kesalahannya dihukum denda atau hukuman kurungan sebagai pengganti denda. Hukum antar golongan atau hukum intergenital Hukum yang mengatur hubungan hukum antar orang-orang dalam satu negara/masyarakat yang tunduk kepada hukum perdata berlainan. Hukum antar tempat atau hukum interlocal Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang . persangkaan. kurungan atau denda. dan pengakuan) 5) Perbedaan penarikan kembali suatu perkara a) Dalam acara perdata sebelum ada keputusan hakim pihak-pihak yang bersangkutan boleh menarik kembali perkaranya. b) Dalam acara pidana jaksa kedudukannya lebih tinggi dari terdakwa. b) Dalam acara pidana terdakwa yang terbukti kesalahannya dipidana mati. persangkaan. b) Dalam acara pidana terdapat 4 alat pembuktian (tulisan. 7) Perbedaan dalam dasar keputusan dasar a) Dalam acara perdata putusan hakim cukup dengan mendasarkan diri kepada krbrnaran formal saja.Jika penduduk dalam suatu negara tunduk pada hukum perdata yang berlainan. dan sumpah). penjara. saksi. Golongan hukum pedata lainnya Hukum perdata itu berlaku berlaku terhadap penduduk dalam suatu negara yang tunduk pada hukum yang bersamaan.b) Dalam acara pidana jaksa menjadi penuntut terhadap terdakwa. mungkin juga ditambah dengan hukum pidana tambahan. b. b) Dalam acara pidana tidak dapat ditarik kembali. Bandingan perkara pidana dari pengadilan negeri ke pengadilan tinggi disebut revisi 5. 9) Perbedaan dalam bandingan a.Hukum perselisihan adalah semua kaidah hukum yang menentukan hukum apakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut lebih dari satu sistem hukum. pengakuan. 4) Perbedaan alat bukti a) Dalam acara perdata sumpah merupakan alat pembuktian (tulisan. saksi. b) Dalam acara pidana putusan hakim harus mencari kebutuhan material. Bandingan perkara perdata dari pengadilan negeri ke pengadilan tinggi disebut appel b. maka yang berlaku adalah hukum perselisisihan atau hukum koalisi atau hukum konflik atau hukum antar tata hukum. 6) Perbedaan kedudukan para pihak a) Dalam acara perdata pihak-pihak mempunyai kedudukan yang sama.

6. Hukum antar waktu atau hukum intertemporal Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan waktu berlakunya dalam suatu negara. Hukum antar bagian atau hukum interregional Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan bagian negara dalam suatu negara. Hukum pidana b. tapi tidak semua hukum tertulis itu dikodifikasikan sehingga hukum tertulis dapat dibedakan menjadi : 1. Hukum sipil c. Hukum antar agama atau hukum interreligious Peraturan-peraturan hukum yang menentukan hukum apakah dan hukum manakah yang berlaku apabila dalam suatu peristiwa hukum tersangkut dua hukum atau lebih yang berlainan disebabkan karena perbedaan agama dalam suatu negara. Peraturan tentang hak merk perdagangan b. Peraturan tentang ikatan perkreditan c. d. Hukum dagang d. Peraturan tentang hak cipta . Peraturan tentang kepailitan d. Hukum tertulis yang belun dikodifikasikan : a. e. Hukum acara pidana 2. Hukum tertulis yang sudah dikodifikasikan. disebabkan karena perbedaan tempat dari warganegara-warganegara dalam suatu negara. c.berlainan. misalnya : a. Hukum yang dikodifikasikan dan hukum yang tidak dikodifikasikan Hukum yang dikodifikasikan itu merupakan hukum tertulis.

dan anjuran yang berasal dari tuhan.BAB VI : ILMU HUKUM SEBAGAI ILMU KAEDAH HUKUM HAKEKAT KAEDAH 1. Larangan : merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik. dan menurut isinya berwujud : a. b. Norma hukum disertai sanksi berupa hukuman yang sifatnya memaksa jika peraturan hidup itu dilanggar.Norma agama bersifat umum dan sedunia serta berlaku bagi seluruh golongan manusia di dunia. Perintah : merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena itu akibat-akibatnya dipandang baik. Norma kesusilaan . Norma berguna untuk memberi petunjuk kepada manusia bagaimana harus bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankan dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari. Tata Tertib Masyarakat Peraturan hidup ialah yang memimpin kehidupan bersama. Penggantian kerugian (pidana denda) KAEDAH HUKUM DAN KAEDAH LAINNYA Pergaulan hidup dibedakan dalam 4 macam norma antara lain : 1. Norma agama Norma agama ialah peraturan hidup yang diterima sebagai perintah. larangan. yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat. Di masyarakat ada aturan-aturan yang yang menjadi pedoman bagi segala tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup sehingga kepentingan masing-masing dapat terpelihara dan terjamin disebut dengan norma. 2. Kaedah dalam masyarakat Di dunia ini manusia terikat oleh peraturan hidup yang disebut norma tanpa atau disertai sanksi. Norma itu mempunyai dua macam isi. 2. Bila seseorang melanggar suatu norma maka orang itu akan mengalami sanksi yang berbeda sifat dan bentuknya. Pidana penjara (hukuman badan) b. Sanksi hukum dapat berupa : a.

Norma hukum Peraturan-peraturan yang timbul dari norma hukum dibuat oleh penguasa negara.Norma kesusilaan ialah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara hati sanubari manusia. Isinya mengikat semua orang dan pelaksanaannya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara. melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi sebagian masyarakat tertentu saja. Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa. 3.Norma ini tidak berlaku bagi seluruh manusia di dunia. dengan sanksinya yang berupa ancaman hukuman. 4. Norma kesopanan Norma kesopanan ialah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan sekumpulan manusia. .Norma kesusilaan inipun bersifat umum dan dapat diterima semua orang.

BAB VII : ILMU HUKUM SEBAGAI ILMU PENGERTIAN HUKUM Dalam ilmu hukum sebagai ilmu pengertian hukum perlulah diketahui beberapa pengertian hukum seperti : masyarakat hukum. dll. dll) 3) Golongan Bumiputera (Indonesia) ialah : a) Orang-orang Indonesia asli serta keturunannya yang tidak memasuki golongan rakyat lain. 62 Tahun 1958 Penduduk dibagi dalam warganegara dan orang asing. b. bukan cina) III Golongan Eropa I Golongan Eropa Orang Asing berasal dari : II Orang Timur Asing (Cina. b) Orang yang mula-mula golongan rakyat lain lalu masuk dan menyesuaikan hidupnya dengan golongan Indonesia asli. Undang-Undang kewarganegaraan Indonesia yang sekarang berlaku yaitu Undang-Undang No. objek hukum. Berlakunya macam-macam hukum perdata Warganegara Indonesia berasal dari : Penduduk Indonesia I Golongan Indonesia II Golongan Timur Asing (cina. b) Orang asing ialah orang yang bukan warga negara. subjek hukum. Peraturan ketatanegaraan Hindia Belanda atau Indische Staatsregeling (I. Australia. peristiwa hukum. Pakistan. dll) e) Keturunan mereka yang disebut diatas 2) Golongan Timur Asing yang meliputi : a) Golongan Cina (Tionghoa) b) Golongan timur asing bukan Cina (Arab. bukan Cina) . 2. a) Warganegara ialah setiap orang yang menurut Undang-Undang Kewarganegaraan adalah termasuk warga negara. MASYARAKAT HUKUM 1. Mesir. India. Macam-macam pembagian penduduk Indonesia Penduduk Indonesia dapat dibagi berdasarkan : a.) tahun 1958 Penduduk Indonesia dibagi dalam 3 golongan penduduk yaitu : 1) Golongan Eropa adalah : a) Bangsa Belanda b) Bukan Bangsa Belanda tapi orang yang asalnya dari Eropa c) Bangsa Jepang d) Orang-orang dari negara lain yang hukum keluarganya sama dengan Hukum Keluarga Belanda (Amerika.S.

Penggantian dan pilihan hukum perdata Hukum Perdata barat id Indonesia dinyatakan berlaku bagi orang Eropa dan juga bagi golongan lain dari golongan Eropa. Persamaan hak b.Sedangkan orang-orang yang berada di suatu negara dapat dibagi menjadi penduduk dan bukan penduduk. Kewarganegaraan Republik Indonesia Rakyat suatu negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan negara dan tunduk pada kekuatan negara itu. Ada beberapa cara dimana orang-orang yang bukan golongan Eropa dapat tunduk pada Hukum Perdata Barat di Indonesia antara lain : a.3. 4. Penduduk dapat dibagi atas : a. Hubungan hukum perdata antara golongan-golongan penduduk di Indonesia a. 6. Persamaan hak Persamaan hak mengakibatkan seorang bukan Eropa berubah statusnya menjadi orang Eropa. Hubungan hukum antara orang-orang dalam satu golongan sendiri misalnya : 1) Jika 2 orang atau lebih warganegara Indonesia dari 1 golongan penduduk mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata di Indonesia. Penundukan sukarela terhadap Hukum Perdata Eropa 5. Pernyataan berlakunya hukum c.Orang yang sebelumnya termasuk orang bukan Eropa dan tunduk pada hukumnya sendiri lalu kedudukannya disamakan dengan orang Eropa dan tunduk kepada seluruh Hukum Perdata maupun Hukum Publik. Hubungan hukum antara orang-orang yang berasal dari golongan penduduk berlainan misalnya : 1) Jika 2 orang atau lebih warganegara Indonesia yang masing-masing berasal dari golongan penduduk berlainan mengadakan hubungan hukum maka berlaku hubungan hukum antar golongan (Hukum Intergentil). 2) Jika 2 orang atau lebih orang asing di Indonesia yang masing-masing berlainan golongan penduduknya atau masing-masing berlainan kewarganegaraan mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata internasional. Penduduk buka warganegara . 2) Jika 2 orang atau lebih orang asing di Indonesia dari 1 golongan penduduk mengadakan hubungan hukum maka berlaku hukum perdata yang berlaku di negara asalnya. b. Penduduk warganegara b.

Mereka yang telah menjadi warga Indonesia berdasarkan peraturan sebelumnya. 4) Orang Belanda yang dilahirkan di wilayah Indonesia atau sedikit-dikitnya 6 bulan bertempat tinggal di Indonesia. 8.Asas yang digunakan untuk menentukan termasuk tidaknya seseorang sebagai warganegara adalah : a. 3 Tahun 1946 Menurut undang-undnag ini penduduk ialah mereka yang bertempat tinggal di Indonesia selama satu tahun berturut-turut. kaulanegara Belanda yang bertempat tinggal di Suriname atau Antillen (koloni Belanda). 5) Anak-anak yang lahir dalam daerah Indonesia dan tidak diketahui siapa orangtuanya. UU no. Dijelaskan warga Indonesia pada pokoknya adalah : 1) Penduduk asli dalamdaerah RI. Kaulanegara Belanda ini dibedakan menjadi : 1) Kaulanegara Belanda orang Belanda 2) Kaulanegara Belanda bukan orang Belanda tetapi yang termasuk Bumiputera 3) Kaulanegara Belanda bukan orang Belanda tetapi juga bukan Bumiputera b. termasuk anak-anak dari penduduk asli itu. 5) Orang asing yang lahir di Indonesia dan bertempat tinggal di Indonesia. 2) Orang Indonesia. 6) Anak-anak yang lahir dalam waktu 300 hari setelah ayahnya yang berkebangsaan indonesia meninggal. Ius sanguinis : menetapkan kewarganegaraan seseorang dari keturunan orang yang bersangkutan. Menurut UU itu warganegara Indonesia adalah : a. Penggolongan penduduk pada zaman Belanda Menurut peraturan Hindia Belanda penghuni tanah air Indonesia yang bukan orang asing disebut kaulanegara Belanda. . 3) Orang Cina dan Arab yang tinggal di Indonesia atau sedikit-dikitnya 6 bulan bertempat tinggal di Indonesia. Ius soli : menetapkan kewarganegaraan seseorang menurut daerah atau negara ia dilahirkan.62 tahun 1958 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia Merupakan Undang-Undang yang berlaku sekarang. Persetujuan kewarganegaraan dalam KMB Menurut KMB warganegara Indonesia adalah : 1) Penduduk asli Indonesia. b. 2) Istri seorang warganegara Indonesia 3) Keturunan dari seorang warganegara yang kawin dengan wanita warganegara asing. Undang-Undang RI No. 7. c. Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia a. 4) Anak-anak yang lahir dalam daerah RI yang oleh orang tuanya tidak diakui dengan cara yang sah. 7) Orang bukan penduduk asli yang paling akhir telah bertempat tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut dan telah berumur 21 tahun atau telah kawin. 8) Masuk menjadi warga Indonesia dengan cara naturalisasi.

Kehilangan kewarganegaraan Indonesia Seorang warga negara Indonesia dapat kehilangan kewarganegaraannya dengan alas an sebagai berikut : a. c. Pewarganegaraan (Naturalisasi) a. Syarat. i. 10. Mereka yang memenuhi syarat tertentu yang diharapkan dalam UU itu. tahu pengetahuan tentang Indonesia. . f. dan tidak pernah dihukum karena merugikan Indonesia. 7) Mempunyai mata pencaharian tetap.syarat yang harus dipenuhi dalam naturalisasi adalah : 1) Sudah berumur 21 tahun. b.b. b. 2) Lahir dalam wilayah RI atau sudah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. d. 8) Tidak mempunyai kewarganegaraan lain. Masuk dalam dinas asing tanpa izin pada menteri Kehakiman RI sebelumnya. Tidak menolak atau melepas kewarganegaraan lain. Anak seorang orangtua yang kehilangan kewarganegaraannya. Akibat naturalisasi Naturalisasi membawa akibat hukum bagi anak dan istri (bila sudah menikah) karena naturalisasinya. 5) Dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. 6) Bersedia membayar sejumlah kas pada negara. Diakui oleh orang asing sebagai anaknya. Putusnya perkawinan wanita asing dengan laki-laki Indonesia. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Menteri Kehakiman dengan persetujuan Dewan Menteri. e. g. 3) Apabila lelaki yang sudah kawin. Diangkat anak secara sah oleh orang asing. 11. 9. Cara naturalisasi Negara Indonesia memberi kesempatan kepada orang asing untuk menjadi warganegara. apakah ia memilih negara lain atau memilih Indonesia. Kawin dengan laki-laki asing. h. Masalah dwi kewarganegaraan di Indonesia Di wajibkan bagi setiap orang yang mempunyai kewarganegaraan ganda untuk menentukan pilihannya. perlu mendapat persetujuan istrinya. Memperoleh kewarganegaan lain karena keinginannya sendiri. 4) Dapat berbahasa Indonesia.Caranya ialah dengan naturalisasi.

Menyatakan sumpah atau janji setia pada negara lain. Bertempat tinggal di negara asing selama 5 tahun berturut-turut dan tidak menyatakan ingin tetap menjadi warga Indonesia. Benda yang berwujud. Perbuatan hukum terdiri dari : 1.Biasanya objek hukum adalah benda. misalkan : rumah. Subjek hukum terdiri dari : a. Benda tidak bergerak. dll. dll 2) Badan hukum perdata misalnya : perusahaan. hewan. rumah. misalnya : sepeda. Orang yang tak sehat pikirannya. misalkan : hak cipta. Badan hukum ada 2 antara lain : 1) Badan hukum publik misalnya : negara. Benda dapat dibagi menjadi : a. Orang yang masih dibawa umur. PERBUATAN HUKUM Segala perbuatan manusia yang secara sengaja dilakukan oleh seorang untuk menimbulkan hak dan/atau kewajiban dinamakan perbuatan hukum. buku. b. k. b. dll. Orang perempuan dalam pernikahan. Dan ada juga yang mengklasifikasikan benda dalam : a. Mempunyai paspor dari negara asing. misalnya : tanah. dll. Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat kenegaraan dari negara asing. masjid. m. Badan hukum : memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan manusia Selain itu ada objek hukum yang dirasa tidak cakap hukum antara lain : a. b. 2. meja. c. kotamadya. Benda yang tidak berwujud. gedung. Perbuatan hukum sepihak Perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu pihak saja dan menimbulkan hak dan kewajiban pada satu pihak pula. yayasan. 2. dll. Subjek hukum Subjek hukum merupakan sesuatu yang mempunyai hak dan kewajiban. . l. Manusia : merupakan keseluruhan manusia sejak dia lahir sampai meninggal dunia. dll. hak merk. b. desa. Perbuatan hukum dua pihak Perbuatan hukum yang dilakukan oleh dua pihak dan menimbulkan hak dan kewajiban bagi kedua pihak.j. SUBJEK HUKUM DAN OBJEK HUKUM 1. Benda bergerak. Objek hukum Objek hukum ialah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum dan dapat menjadi objek perhubungan suatu hukum.

. Hak Asasi Manusia b. 2. Perbuatan subjek hukum b. atau tidak melakukan sesuatu. Hak Keperdataan 3. b. melakukan sesuatu. Peristiwa lain yang bukan perbuatan subjek hukum Dikenal dua macam perbuatan hukum yaitu : a. dan sebaliknya setiap orang juga harus menghormati hak tersebut. Zaakwaarneming dan onrechtmatige daad Zaakwaarneming merupakan perbuatan memperhatikan kepentingan orang lain dengan tidak dimintai oleh orang yang bersangkutan untuk diperhatikan kepentingannya. Tiap perbuatan yang bersegi dua merupakan sebuah perjanjian. Perbuatan hukum bersegi dua yaitu tiap perbuatan yang akibat hukumnya ditimbulkan oleh kehendak dari dua subjek hukum. Pengertian Hak Hak ialah hukum yang dihubungkan dengan seorang manusia atau subjek hukum tertentu dan dengan demikian menjelma menjadi sebuah kekuasaan. Dalam hukum dua macam peristiwa hukum yaitu : a. PERISTIWA HUKUM 1.PENGERTIAN DAN MACAM-MACAM HAK 1. Hak Mutlak Hak mutlak ialah hak yang memberikan wewenang kepada seseorang untuk melakukan suatu perbuatan hak mana dapat dipertahankan terhadak siapapun. 2. Hak Nisbi Hak nisbi atau hak relatif ialah hak yang memberi wewenang kepada orang tertentu untuk menuntut agar orang lain memberikan sesuatu. Hak mutlak dapat dibagi menjadi : a. Perbuatan hukum yang bersegi satu yaitu tiap perbuatan yang akibat hukumnya ditimbulkan oleh kehendak dari yang melakukan perbuatan itu menjadi unsur pokok dari perbuatan tersebut. dua pihak atau lebih. Hak Publik Mutlak c.

Uraian tentang peristiwa hukum dapat diikhtisarkan sebagai berikut : Perbuatan hukum yang bersegi satu (wasiat) Perbuatan hukum Perbuatan subjek hukum Perbuatan hukum yang bersegi dua (perjanjian) Peristiwa hukum Perbuatan yang bukan perbuatan hukum Perbuatan seperti zaacwaarneming Peristiwa yang bukan hukum Kematian Kelahiran Lewat waktu Perbuatan yang bertentangan dengan hukum .Onrechtmatige daad merupakan perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

RANGKUMAN BAB I ² BAB VII OLEH : ARIZALDHY SATRIA NUGRAHA I ² AA / 06 .

PENGANTAR ILMU HUKUM SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful