Disusun Oleh

:
1. 2. 3. 4.

Siti Aisyah Tong Ratna Indrawati Susi Dwi Indriyawati Aida Nur Chofifah

103654044 103654204 103654209 103654228

PROGRAM PENDIDIKAN SAINS FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2010

I. PENDAHULUAN A. Rumusan Masalah 1. 3. 4. Apakah faktor lingkungan berpengaruh terhadap proses perkecambahan? tumbuhan jagung? Bagaimanakah pengaruh faktor lingkungan terhadap proses perkecambahan pada tumbuhan kacang tanah? Bagaimanakah pengaruh faktor lingkungan terhadap proses perkecambahan pada tumbuhan kacang hijau?
2. Bagaimanakah pengaruh faktor lingkungan terhadap proses perkecambahan pada

B. Hipotesis 1. 2. Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap proses perkecambahan. Terjadi proses perkecambahan pada tumbuhan dengan faktor lingkungan berupa air 3. Terjadi penghambatan proses perkecambahan pada tumbuhan dengan faktor lingkungan berupa cuka dan garam. C. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh faktor lingkungan terhadap proses perkecambahan. II. KAJIAN TEORI Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah, ukuran dan volume sel, bersifat irreversible., menekankan pada kwantitas. Sedangkan perkembangan adalah proses mencapai kematangan / kedewasaan individu yang tidak bicara kwantitas tetapi kwalitas sel bersifat reversible. Perkecambahan (Ing. germination) merupakan tahap awal perkembangan suatu tumbuhan, khususnya tumbuhan berbiji. Dalam tahap ini, embrio di dalam biji yang semula berada pada kondisi dorman mengalami sejumlah perubahan fisiologis yang menyebabkan ia berkembang menjadi tumbuhan muda. Tumbuhan muda ini dikenal sebagai kecambah.

Proses Perkecambahan:

Perkecambahan diawali dulu dengan biji Dormancy ( berhenti aktivitas), dari kondisi dormancy membuat biji mengering karena transpirasi dll sehingga terjadi peristiwa penguapan di biji ini membuat tekanan osmotic biji meningkat / tinggi, hal ini mengakibatkan keadaan biji kering sehingga membuat kondisi dalam tumbuhan hipertonis dengan kondisi lingkungan yang berair maka terjadilah imbibisi berupa penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara, maupun media lainnya. Perubahan yang teramati adalah membesarnya ukuran biji yang disebut tahap imbibisi (berarti "minum"). Biji menyerap air dari lingkungan sekelilingnya, baik dari tanah maupun udara (dalam bentuk embun atau uap air. Efek yang terjadi adalah membesarnya ukuran biji karena sel-sel embrio membesar) dan biji melunak. Proses ini murni fisik. Membesarnya biji membuat tekanan turgor naik , sehingga terjadi penekanan kulit biji kearah luar meningkat, adanya air di biji juga membuat hormon asan absisat menurun kadarnya sedangkan hormon giberelin di dalam biji menjadi aktif dan meningkat. Giberelin aktif pada biji ini akan menggiatkan Enzim amylase sehingga menjadi aktif. Enzim amylase kemudian menghidrolisis amilum pada cadangan makanan biji (kotiledon) . menjadi glukosa. Adanya glukosa menjadikan embryo /calon individu mendapatkan makanan sehingga merangsang pembelahan sel. Sel di bagian yang aktif melakukan mitosis seperti di bagian ujung radikula pada hypokotil , dan plumulae pada epikotil. Akibat pertumbuhan baik pada calon akar dari hipokotil maupun batang pada bagian Epikotil akan menekan dan memecahkan kulit biji yang sudah lunak karena tekanan turgor air yang tinggi.

• Akibat dari proses itu munculah kecambah (calon tanaman). Jika perkecambahan itu di tempat gelap maka akan cepat karena Auksin aktif tanpa cahaya memacu daerah apikal tumbuh cepat (Etiolasi ), namun jika tanpa cahaya terus akan mati seiring dengan habisnya makanan di cadangan makan karena tidak segera digantikan dengan makanan dari hasil fotosintesis , jika ada sinar matahari tumbuh aktiflah tanaman tersebut. Jenis perkecambahan: Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan atas:

Enzim Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup (Biokatalisator). Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat. Hormon (fitohormon) Hormon merupakan zat pengatur tumbuh.Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis. hormon kalin dan asam traumalin. Unsur hara Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan: Unsur makro Unsur hara yang banyak dibutuhkan adalah: C. Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim. N. Biasanya terjadi pada tanaman monokotil. Giberelin dan sitokinin) b. Perkecambahan tipe epigaeal Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon berada di atas permukaan tanah. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan adalah: 1. 2.1. Ca. 2. dan Mg . Hormon pemicu pertumbuhan (auksin. Genetik (Hereditas) Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. H. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan adalah: 1. gas etilen. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan. yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya. Biasanya terjadi pada tanaman dikotil. P K. S. 3. S. Perkecambahan tipe hipogaeal Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Terdapat 2 kelompok hormon yaitu: a. O.

2002): 1. Transpor bagi garam-garam. 4. Bagian yang esensial dalam menstabilkan sel turgor tanaman. Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum. Mo. sintesis karbohidrat. karena air mempunyai kemampuan menyerap panas yang baik.Unsur hara yang sedikit dibutuhkan adalah : Fe. nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Cl dan Ni Unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2 Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2O Oksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO2. 5. Mn. 3. 2. B. dan memelihara temperatur tanah. Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah suhu optimum. Pengatur suhu bagi tanaman. prose yang pertama terjadi adalah imbibisi. sintetis protein dan sebagai alat angkut zat-zat makanan ke bagian tanaman (Rusmana. Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan. 5. biru. Secara garis besar fungsi air bagi tanaman adalah (Rusmana. alat angkut zat hara dalam tanah melalui akar. Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysako tahun 1920. H2O dan O2 2. 2002). Cahaya Cahaya (merah. Merupakan unsur yang penting dari protoplasma terutama pada meristematik. Cu. gas dan mineral lainnya dalam tubuh tanaman. Air diperlukan dalam proses pelarutan garam-garam mineral dalam tanah. Air Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Suhu Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu. tetapi abnormal. 4. Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari. 3. Fungsi Air Bagi Tanaman: Pada fase perkecambahan. Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah. air berfungsi sebagai penstimulir metabolisme dan sebagai pelarut dalam perubahan dan pengangkutan cadangan makanan kepada seluruh bagian tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung cepat. Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya. Sebagai pelarut dalam proses fotosintesis dan proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula. . Zn. karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari. Kelembapan Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah.

Mo.6. Zn yang dapat meracuni tumbuhan. III. Mg. pH asam memiliki kandungan unsur Al. kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca. RANCANGAN PENELITIAN 1. P dan K cukup tersedia. pH pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Perlakuan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Tanaman Jagung 2) Tanaman Kacang Tanah . Pada kondisi pH normal. Merendam Biji tumbuhan selama ± 1 hari 2.

3) Tanaman Kacang Hijau : Larutan Garam : Larutan Cuka : Air A. 2. Gelas Aqua Sendok Biji Jagung Biji Kacang Tanah Biji Kacang Hijau Larutan Garam (NaCl) Larutan Cuka (CH3COOH) Air Kapas 9 buah 3 buah 12 biji 12 biji 12 biji secukupnya secukupnya secukupnya secukupnya . 3. 8. 9. 7. 5. 6. Alat dan Bahan 1. 4.

9. A2 dan A3 masing-masing 4 biji. 5. B1. Meletakkan semua gelas aqua pada cahaya yang terang (terdedah) dengan kondisi suhu yang sama. Meletakkan semua gelas aqua dengan kondisi suhu yang sama. Memberi larutan cuka pada gelas aqua C2 7. Memasukkan biji kacang hijau pada gelas aqua C1. : 1. Menyiapkan 9 gelas aqua yang telah diberi label pada masing-masing gelas aqua. ➢ Jumlah biji yang digunakan pada masing-masing gelas aqua sebanyak 4 biji. 7. Memberi larutan garam pada gelas aqua B1 3. Memberi larutan cuka pada gelas aqua B2 6. Langkah kerja 1. Memberi larutan garam pada gelas aqua B1 4. Cahaya. Suhu Variabel Respon Tinggi tanaman (pertumbuhan) : ➢ ➢ DOV Manipulasi : 1. B2 dan B3 masing-masing 4 biji. Memberi larutan cuka pada gelas aqua A2 5. 4. 8. Menyiram gelas aqua A1. Mengukur tinggi setiap tanaman pada masing-masing gelas aqua selama 5 hari. 2. Memasukkan biji kacang tanah pada gelas aqua B1. Memberi air pada gelas aqua A3 8. Memasukkan biji jagung pada gelas aqua A1. Memberi larutan garam pada gelas aqua A1 2. 3. C2 dan C3 masing-masing 4 biji. 6. Menggunakan medium tanaman berupa kapas. 4. Jumlah biji yang digunakan. 3. Meletakkan semua gelas aqua pada cahaya yang terang (terdedah). kacang tanah dan kacang hijau selama ± 1 hari. Memberi air pada gelas aqua C3 ➢ DOV Kontrol 1. DOV Respon 2. Merendam biji jagung. Variabel yang digunakan ➢ Variabel Manipulasi Larutan. : 2. . Mengisikan kapas ke dalam masing-masing gelas aqua sampai 1/7 tinggi gelas aqua.B. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk eksperimen. dan C1 dengan menggunakan larutan garam selama 5 hari. Memberi air pada gelas aqua B3 9. Jenis tanaman : ➢ Variabel Kontrol : Medium tanaman. Mengamati perubahan yang terjadi pada masing-masing tanaman. C.

Kedua . 13.5 cm 3. Menyiram gelas aqua A2. - - - - - C2 C3 - - 2 cm 6. B2. dan C1 dengan menggunakan air selama 5 hari. Gambar Hasil Pengamatan 1. IV.10. B3. Mengukur tinggi tanaman pada semua gelas aqua jika tanaman telah tumbuh. Hari Pertama . Tabel Data Hasil Pengamatan NO Gelas Aqua A1 Perlakuan Tinggi Tanaman Pada Hari 1 2 3 4 5 Keterangan Kontras warna biji bertambah Warna biji pudar Bertambah tinggi Kontras warna biji bertambah Warna biji pudar Bertambah tinggi Kontras warna biji bertambah Warna biji pudar Bertambah tinggi 1 3 biji jagung + larutan garam 3 biji jagung + larutan cuka 3 biji jagung + air 3 biji kacang tanah + larutan garam 3 biji kacang tanah + larutan cuka 3 biji kacang tanah + air 3 biji kacang hijau + larutan garam 3 biji kacang hijau + larutan cuka 3 biji kacang hijau + air A2 A3 - - 0. 14.0 cm 2. 12.0 cm 2 B1 - - - - - B2 B3 - - 1. dan C2 dengan menggunakan larutan cuka selama 5 hari. Menyiram gelas aqua A3.5 cm 6.0 cm 7 cm B.5 cm 3 C1. PEMBAHASAN A.0 cm 2. Mengamati perubahan yang terjadi pada masing-masing tanaman. Memasukkan hasil pengamatan pada table pengamatan. 11.

B2 dan C2 (jagung.2. kacang tanah dan kacang hijau pada larutan cuka) . Hari Keempat A2.

.

B1 dan C1 (jagung. kacang tanah dan kacang hijau pada larutan garam) .A1.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

B3 dan C3 (jagung. kacang tanah dan kacang hijau pada air) .A3.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

kacang tanah dan kacang hijau pada larutan cuka) . B2 dan C2 (jagung. Hari Kelima A2.A3 diperbesar (Jagung pada air) B3 diperbesar (Kacang Tanah pada air) C3 diperbesar (Kacang Hijau pada air) 3.

. kacang tanah dan kacang hijau pada larutan garam. B3 dan C3 (jagung. Tanaman jagung. kacang tanah dan kacang hijau pada air) A3 diperbesar (Jagung pada air) C. kacang tanah dan kacang hijau pada larutan garam) A3.A1. Grafik Hasil Pengamatan B3 diperbesar (Kacang Tanah pada air) C3 diperbesar (Kacang Hijau pada air) 1. B1 dan C1 (jagung.

kacang tanah dan kacang hijau yang disiram dengan menggunakan air. kacang tanah dan kacang hijau tidak mampu menyerap senyawa ion garam yang dibutuhkan dengan baik dan juga kemampuan akumulasi senyawa pelindung osmosis yang dimiliki rendah sehingga mengakibatkan proses perkecambahan terhambat. Analisa Hasil Pengamatan Pada eksperimen ini. Tanaman jagung. . kacang tanah dan kacang hijau yang disiram dengan menggunakan larutan garam. Tanaman jagung. Perkecambahan pada kacang hijau dan kacang tanah termasuk jenis perkecambahan epigeal karena pertumbuhan hypokotil lebih cepat dibanding epikotil sehingga kotiledonnya terangkat ke atas tanah sering juga disebut epigeous. 3. proses perkecambahan berjalan normal dan tidak terhambat. kami menggunakan biji kacang hijau. proses perkecambahan tidak terjadi dan terhambat. Sedangkan pada jagung termasuk jenis perkecambahan hypogeal karena pertumbuhan epikotil lebih cepat dibandingkan hypokotil sehingga kedudukan kotiledon tetap berada di bawah tanah sering disebut hypogeus. kacang tanah dan kacang hijau yang disiram dengan menggunakan larutan cuka.4. Pada semua biji tanaman baik jagung. kacang tanah dan kacang hijau pada larutan cuka. proses perkecambahan tidak terjadi dan terhambat. pH yang terlalu rendah mengakibatkan pertumbuhan terhambat dan terjadi keracunan pada tumbuhan. Pada semua biji tanaman baik jagung. Air diperlukan dalam proses pelarutan garamgaram mineral dalam tanah. sintetis protein dan sebagai alat angkut zat-zat makanan ke bagian tanaman. sintesis karbohidrat. Hal itu disebabkan karena larutan garam yang digunakan memiliki kadar garam dengan konsentrasi yang tinggi yakni 0. kacang tanah dan kacang hijau pada air D. alat angkut zat hara dalam tanah melalui akar. Hal itu disebabkan karena larutan cuka merupakan asam lemah dan memiliki pH sekitar 2.2. Pada semua biji tanaman baik jagung.2 M sehingga tanaman jagung. Disini faktor lingkungan sangat berpengaruh pada proses perkecambahan. Hal itu disebabkan karena air berfungsi sebagai penstimulir metabolisme dan sebagai pelarut dalam perubahan dan pengangkutan cadangan makanan kepada seluruh bagian tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. kacang tanah dan jagung sebagai bahan eksperimen dengan variable manipulasi berupa larutan garam (NaCl) dan larutan cuka (CH3COOH) dan air sebagai variable kontrolnya.

4. 2. 5.V. kacang tanah dan kacang bisa tumbuh secara optimal pada kondisi medium/ lingkungan berupa air dengan penyiraman yang teratur. Suhu. 3. Kelembapan. kacang tanah dan kacang hijau tidak bisa tumbuh pada kondisi medium/ lingkungan yang bersifat sangat asam.com/2010/04/perkecambahan. Tanaman jagung. VI. Cahaya. http://id. diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1.com/2010/02/faktor-pertumbuhantanaman.org/wiki/Perkecambahan 2. Air dan pH.com/2010_12_01_archive. sedangkan tanaman kacang tanah dan kacang hijau memiliki tipe perkecambahan epygeal. Tanaman jagung memiliki tipe perkecambahan hypogeal. Faktor lingkungan mempengaruhi proses perkecambahan pada tanaman. http://evi-laila-perkecambahantumbuhanbiji. KESIMPULAN Dari eksperimen yang kami lakukan.html 3.html . DAFTAR PUSTAKA 1. Tanaman jagung.html 4. kacang tanah dan kacang hijau tidak bisa tumbuh pada kondisi medium/ lingkungan yang memiliki kadar garam yang tinggi. http://biologigonz. Faktor lingkungan yang mempengaruhi berupa Unsur hara. Tanaman jagung.wikipedia. http://biologigonz.blogspot.blogspot.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful