Takwa Terhadap Shalat

*

ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ ِ ِ ُ ْ ُ َ ُُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ُُ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ‫ِإن اْلحمدِل َنحمده وَنسَتعْيُنه وَنسَتغفره وَنعوذ ِبال منْ شرور َأْنفسَنا وسّيَئات َأعماِلَنا من‬ ‫َيهده ال فل مضل َله ومن ُيضلل فل هادي َله َأشهد َأن ل ِإله ِإل ال وَأشهد َأن محمدا‬ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ْ َ ُ ّ َ َ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِْ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ِ ْ ُ ْ ُ َ َ ُُ َ ‫عْبده ورسوُله‬ .‫َالله ّ صل وسلم على محمد وعلى آِله وَأصحاِبه ومن َتِبعهم ِبإحسان ِإَلى َيوم الدْين‬ ّ ِْ ٍ َ ْ ِ ْ ُ َ ْ َ َ ِ َ ْ ِ ِ َ َ ٍ ّ َ ُ َ ْ َّ َ ّ َ ‫ُم‬ َ ْ ُ ِْ ُ ْ َ ّ ّ ْ ُ َ َ ِ َ ّ َ َ ُ ْ َ َ َ َ ‫َياَأّيها اّلذْين آمُنوا اّتقوا ال حق ُتقاِته ول َتموُتن ِإل وَأْنُتم مسلمون‬ ‫َياَأّيها الَناس اّتقوا رّبكم اّلذي خلقكم من َنفس واحدة وخلق مْنها زوجها وَبث مْنهما‬ َ ُ ِ ّ َ َ َ ْ َ َ ِ َ ََ َ ٍ َ ِ َ ٍ ْ ْ ِ ْ ُ َ ََ ِ ُ ُ َ ْ ُ ُ َ ‫رجال كِثْيرا وِنساء واّتقوا ال اَلذي َتساءُلون ِبه وْالرحامَ ِإن ال كان علْيكم رقْيًبا‬ ِ َ ْ ُ ََ َ َ َ ّ َ ْ َ َ ِ َ ْ َ َ ِ َ ُ َ ً َ َ ً َ ً َ ِ ْ‫َياَأّيها اّلذْين آمُنوا اّتقوا ال وقوُلوا قول سدْيدا ُيصلح َل ُم َأعماَلكم وَيغفرَلكم ُُنوَبكم ومن‬ َ َ ْ ُ ْ ‫َ ِ َ َ ْ ُ َ َ ُ ْ ْ َ ْ ً َ ِ ً ِْ ْ ك ْ ْ َ ُ ْ َ ْ ِ ْ ُ ْ ذ‬ … ‫ُيطع ال ورسوَله فقد فاز فوزا عظْيما، َأما َبعد‬ ُ ْ ّ ً ِ َ ً ْ َ َ َ ْ ََ ُ ْ ُ َ َ َ ِ ِ ّ َ َ َ َّ َ ِ ََ ‫فأن َأصدق اْلحدْيث كَتاب ال، وخْير اْلهدى هدى محمد صلى ال علْيه وسلم، وشر‬ َّ ٍ ّ َ ُ ُ ْ َ ِ ْ َ َ َ َ ِ ُ ِ ِ ِ َ َ َ ْ ّ َِ .‫ْالمور محدَثاُتها، وكل محدَثة ِبدعة وكل ِبدعة ضلَلة، وكل ضلََلة في الّنار‬ ِ ِ ِ َ ّ ُ َ ً َ َ ٍ َ ْ ّ ُ َ ٌَ ْ ٍ َ ْ ُ ّ ُ َ َ َ ْ ُ ِ ْ ُ ُ
Ma'asyiral Muslimin Jama'ah Jum'at Rahimakumullah, Bertakwalah kepada Allah  dengan takwa yang sebenar-benarnya. Sesungguhnya manusia kini tengah terjebak di dalam timbunan kesibukan dunia yang materialistik dengan berbagai masalah rohani yang ditimbulkan oleh nafsunya. Manusia kini sangat membutuhkan sesuatu yang bisa menghibur perasaannya, melepaskan beban penderitaannya, dan membangkitkan perasaan tentram di dalam hati dan perasaan tenang di dalam jiwa, jauh dari kesulitan, kegelisahan, dan keresahan. Manusia tidak bisa menemukan hal itu di luar naungan Islam dan ibadah-ibadahnya yang agung. Padahal Islam dan ibadah-ibadahnya merupakan terapi rohani yang mutlak ampuh dan tidak tergantikan oleh terapi materi. Ketahuilah, bahwa ibadah yang memiliki pengaruh terbesar dalam hal itu ialah shalat, baik shalat fardhu maupun shalat sunnah. Allah  berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS.AlBaqarah :153)

ْ ْ َ ۚ ‫يا أ َ ُّيا الين آمنوا استعينوا بالصب والصلة‬ ِ َ َّ َ ِ َّ ِ ُ ِ َ ُ َ َ ِّ َ َ

“Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut :45)

ْ ْ ْ ْ ْ ۗ ‫وأ َقم الصلة ۖ إن الصلة تنى عن الفحشاء والمنكر‬ ِ َ َ ِ ٰ َ َ َ َّ َّ ِ َ َ َّ ِ ِ َِ ُ َ َ َ َ

Nabi  pernah bersabda kepada Bilal , ‘‘Bangkitlah hai Bilal, hiburlah kami dengan Shalat.’’ “Dan setiap kali dirundung masalah, beliau selalu melaksanakan shalat.” Shalat adalah komunikasi antara hamba dengan Penciptanya. Berdiri di hadapan Allah  dalam shalat memiliki efek yang sangat besar dalam memperbaiki jiwa manusia, bahkan seluruh masyarakat manusia. Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah, Shalat adalah tiang agama Islam dan garis pemisah antara kufur dan iman. Posisi shalat dalam Islam seperti posisi kepala bagi tubuh. Bila manusia tidak bisa hidup tanpa kepala, begitu pula agama tidak bisa tegak tanpa shalat. Jika masalahnya sedemikian penting dan krusial maka satu hal yang sangat menyesakkan dada dan menyakitkan hati ialah bahwa di antara orang-orang yang mengaku Islam masih ada orang-orang yang hidup di tengah-tengah kaum muslimin, tetapi meremehkan dan menyepelekan shalat. Bahkan terkadang lebih parah dari itu. Laa haula wala quata illa billah! Akankah mereka berhenti bersikap seperti itu sebelum mereka ditimpa murka Allah, dikepung azab Allah atau dijemput maut? Saudara-saudaraku yang rajin shalat, berbahagialah dengan shalat. Bergembiralah bila Allah  melapangkan dada anda untuk melaksanakan kewajiban yang agung ini. Selamat buat anda yang akan menerima balasan dan anugerah dari Allah , baik di dunia maupun di Akhirat. Karena telah melaksanakan kewajiban agama yang agung ini. Ketahuilah bahwa shalat yang diterima oleh Allah  harus memenuhi syarat-syarat, rukun-rukun, wajib-wajib, dan adab-adab tertentu. Di samping itu, banyak masalah penting dan kesalahan yang berkembang luas seputar kewajiban ini yang harus diketahui dan dipraktikkan oleh orang-orang yang shalat. Di dalam Musnad Ahmad disebutkan, ‘‘Orang yang paling buruk pencuriannya ialah orang yang mencuri sebagian dari shalatnya.’’ Yang dimaksud dengan mencuri di dalam shalat ialah tidak menyempurnakan rukuknya, sujudnya dan khusyuknya. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang selesai shalat akan dicatat dari shalatnya sebesar 25 persen, atau 20 persen, hingga 10 persen saja. Peringatan ini agar setiap muslim yang shalat memperhatikan shalatnya, sehingga ia tidak kehilangan pahala dan mendapatkan siksa. Berikut ini adalah hal-hal singkat yang perlu mendapat perhatian dalam masalah ini. Pertama, bersuci lahir dan batin. Bersuci adalah syarat besar bagi sahnya shalat. Shalat tidak sah tanpa bersuci. Maka setiap orang yang menunaikan shalat harus memperhatikan dengan sungguhsungguh urusan bersuci dan wudlu`nya. Ia tidak boleh meremehkan hal itu. Juga tidak boleh berlebihan dalam menyikapinya hingga sampai ke tingkat waswas. Salah satu hal yang sangat disesalkan dalam soal ini yaitu sebagian orang awam tidak memberikan perhatian secukupnya terhadap masalah wudlu dan bersuci. Bahkan ada yang melakukan tayammum di dekat air atau sebenarnya bisa mencari air. Ini adalah kecerobohan yang nyata.

Kedua, memperhatikan waktu masuknya shalat. Hal ini termasuk syarat sah shalat yang penting. Melaksanakan shalat sebelum masuk waktunya menyebabkan shalat kita tidak sah. Demikian pula bila melaksanakan shalat tetapi waktunya telah selesai. Namun kebanyakan orang tidak memahami masalah ini. Ketiga, menghadap kiblat. Ini juga termasuk syarat sah shalat yang penting. Orang yang berada di Masjidil Haram harus menghadap ke arah Ka’bah secara tepat. Sebagian orang ternyata tidak memahami masalah ini atau meremehkannya. Keempat, menutup aurat. Ini juga termasuk syarat sah shalat yang penting. Sebagian orang lalai dalam masalah ini, seperti memakai pakaian yang transparan, atau celana ketat yang bisa memperlihatkan warna kulitnya. Hal ini perlu diperhatikan. Wanita di dalam shalat harus menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajahnya, jika berada di antara lelaki yang bukan mahramnya atau berada di masjid yang berpotensi dilihat oleh kaum lelaki, maka kondisi semacam ini ia wajib menutupi wajahnya. Dan ia harus datang ke masjid dengan pakaian yang sederhana, tertutup rapat, tidak bersolek dan tidak memakai parfum, agar ia bisa pulang ke rumahnya dengan membawa pahala, bukan dosa. Kelima, memperhatikan kerapian shaf (barisan). Dalam riwayat yang shahih disebutkan bahwa Nabi  merapikan sendiri barisan-barisan yang ada, bahkan perhatian beliau sangat tegas. Dalam sebuah hadits Rasulullah  bersabda, “Kalian benar-benar merapikan barisan kalian, atau Allah benar-benar akan membuat wajahwajah kalian berselisih.” (Muttafaqun 'Alaihi) Keenam, khusyu' sebagai inti dan ruh shalat. Allah  berfirman,

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ( Yaitu ) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya.” (QS. Al-Mukminun :1-2)

ْ ْ ْ ْ ‫قد أ َفْلح الْمؤمنون﴿١﴾الين ه ف صلت‬ ﴾٢﴿‫َ ِ ِ م خاشعون‬ ِ َّ َ َ ُ ِ َ َ ُ ِ ُ َ َ َ ِ ُ َ

Setiap orang yang melaksanakan shalat, harus menjaga kekhusyukan dan kehadiran hatinya secara terus-menerus. Dan harus melakukan upaya-upaya yang bisa membantunya untuk itu, dan mewaspadai hal-hal yang merusak kekhusyukannya. Jangan sampai ada perasaan malas, berat, tertekan, kesal dan sekedar melepas kewajiban shalat. Jangan pula disertai main-main, gerakgerik, tengak-tengok, miring kiri dan kanan, cepat atau tergesa-gesa. Tuma'ninah adalah salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Kini banyak orang yang meremehkannya akibat lemahnya iman, dan tamaknya perasaan duniawi di dalam jiwa. Nabi  bersabda kepada orang yang melaksanakan shalat secara buruk, karena tergesa-gesa dan tidak thuma’ninah, “Kembalilah lalu shalatlah. Karena sesungguhnya kamu belum shalat.’’ (Muttafaqun 'Alaihi) Ketujuh, yang juga perlu diperhatikan ialah kewajiban mengikuti imam. Rasulullah  bersabda, “Sesungguhnya imam itu diadakan untuk diikuti.” (Muttafaqun 'Alaihi)

Makmum tidak boleh lebih maju dari imam atau mendahului gerakan imam. Hal itu bisa menyebabkan shalat tertolak atau batal. Dalam hadits riwayat Abu Hurairah  dinyatakan bahwa Rasulullah  bersabda, ‘‘Tidaklah salah seorang di antara kamu merasa takut apabila ia mengangkat kepalanya sebelum imam bahwa Allah akan menjadikan kepalanya sebagai kepala keledai atau menjadikan wujudnya sebagai wujud keledai?!” (Muttafaqun 'Alaihi) Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Tidak sah shalat orang yang mendahului imamnya.” Perkara yang demikian gawat dan sangsinya seperti itu seharusnya mendapat perhatian yang serius dari setiap orang yang melaksanakan shalat. Dan kondisi di lapangan para makmum dalam kaitan ini sangat memperhatinkan dan menyedihkan. Allahul Musta’an. Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah, Bertakwalah kepada Allah  dalam urusan kita pada umumnya dan shalat kita pada khususnya. Seseorang memperoleh bagiannya dari Islam sesuai kadar shalatnya. Marilah kita berfikir tentang kondisi kita sendiri. Apa yang akan kita peroleh bila kita meremehkan seluruh syi’ar Islam, terutama shalat? Sesungguhnya umat yang orang-orangnya tidak mau berdiri di hadapan Allah dalam shalat untuk meminta anugerah dan kebaikan dariNya, benar-benar pantas untuk tidak mampu berdiri kokoh pada momen-momen kebaikan, persatuan, kemenangan dan kekuatan. Karena semua itu hanya bisa datang dari Allah semata. Maka, apabila kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah, niscaya Allah akan memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia. Sesungguhnya kehancuran dan kemunduran peradaban yang terjadi di berbagai belahan bumi, berpangkal pada kejatuhan anak-anaknya di lembah-lembah pelanggaran hukum dan keengganan melaksanakan kewajiban yang paling wajib, yaitu shalat. Hanya Allah, Dzat yang pantas kita minta untuk memperbaiki kondisi umat Islam di mana saja, memberi mereka pemahaman yang benar tentang agamanya, menjadikan ummat ini sebagai penjaga syi’ar-syi’ar agama dan penegak tiang agama sebaik-baiknya.

.‫بارك ال ِلي وَلكم في اْلقرآن اْلكرْيم، وَنفعِني وِإّياكم ِبما فْيه من اْلآَيات والذكر اْلحكْيم‬ ِ ِ َ ِْ ّ َ ِ َ ِ ِ ِ َ ْ ُ َ ْ ََ َ ِ َِ ِ ْ ُ ِ ْ ُ َ ْ ََ َ ُ ُ ُ ْ ُ ِ ْ ْ َ ٍ َ ّ ُ ْ ِ َ ِ ِْ ُ ِ َ َ ْ ُ َ ْ َ ُ ِ ْ ْ َ ‫َأقول قوِلي هذا وَأسَتغفر ال ِلي وَلكم وِلساِئر اْلمسلمْين من كل ذْنب، فاسَتغفروه ِإّنه هو‬ ْ َْ ُُْ ُ ِ ّ ُ ْ َُ ‫اْلغفور الرحْيم‬
Khutbah Kedua

ْ َ َ ْ ِ َ َ ِ ُ ِ ْ ُ ُ ِ ِ ُ ْ ُ َ ُُ ِ ْ ْ َ ُ ِ ْ َ ُُ َ ْ ِ َ ْ َ ّ ‫ِإن اْلحمدِل َنحمده وَنسَتعْيُنه وَنسَتغفره وَنعوذ ِبال منْ شرور َأْنفسَنا وسّيَئات َأعماِلَنا من‬ ‫َيهده ال فل مضل َله ومن ُيضلل فل هادي َله َأشهد َأن ل ِإله ِإل ال وَأشهد َأن محمدا‬ ً ّ َ ُ ّ ُ َ ْ َ ُ ّ َ َ ْ ُ َ ْ ُ َ ِ َ َ َ ْ ِْ ْ َ َ ُ ّ ِ ُ َ َ ُ ِ ِ ْ ،‫عْبده ورسوُله وبعد‬ ُ ْ ُ َ َ ُُ َ

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah, Bertakwalah kepada Allah . Bersungguh-sungguhlah dalam mendirikan shalat. Karena shalat adalah cahaya di muka bumi dan simpanan di atas langit. Iqamah (mendirikan) berarti melaksanakan secara sempurna dan penuh perhatian, lebih tinggi daripada sekedar melaksanakan shalat. Sesungguhnya tanggung jawab orang-orang yang shalat benar-benar besar. Baik terhadap diri sendiri dalam bentuk perhatian yang sungguh-sungguh, atau terhadap orang lain dengan menyampaikan perintah dan nasihat kepada mereka tentang shalat. Para imam masjid juga memikul amanah. Mereka harus melaksanakan dengan cara memberikan perhatian yang serius terhadap shalat dan memberikan pemahaman tentang hukum-hukum dan hikmahnya sesuai dengan sabda Nabi , “Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” (HR.Bukhari) Juga harus ada kerjasama antara para imam dan para makmum. Di mana masing-masing melaksanakan misinya untuk mewujudkan hasil-hasil yang diharapkan, dengan izin Allah. Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah, Satu catatan penting dalam masalah ini, yaitu masalah-masalah yang longgar dan menjadi perbedaan pendapat di antara para ulama besar, terutama masalah-masalah yang disunnahkan atau dianjurkan. Hal itu sama sekali tidak patut menjadi pemicu perpecahan, perseteruan, dan permusuhan di antara sesama muslim. Juga tidak patut disikapi dengan keras atau ditolak dengan tegas. Hal ini tidak bertentangan dengan komitmen terhadap Sunnah. Bertakwalah kepada Allah  dan pahamilah hukum-hukum agama anda secara mendalam.

‫ِإن الَ وملِئكَته ُيصلون على الّنِبي َيآَأّيها اّلذين ءامُنوا صلوا علْيه وسلموا َتسليم‬ ً ِْ ُ َّ َ ِ ََ َّ َ َ َ ِ َ ّ ََ َ َّ ُ َ َ َ َ ّ ،‫اللهُم صل على محمد، وعلى آل محمد، كما صلْيت على ِإْبراهْيم، وعليى آلِ ِإْبراهْييم‬ َ َِ ‫ّ ّ َ ّ ََ ُ َ ّ ٍ َ ََ ِ ُ َ ّ ٍ َ َ َّ َ ََ َ ِ َ َ ََي‬ ،‫ِإّنك حمْيد مجْيد. اللهمّ َبارك على محمد، وعلى آل محمد، كما َباركت على ِإْبراهْ يم‬ َ ‫َ َ ِ ٌ َ ِ ٌ ّ ُ ِ ْ ََ ُ َ ّ ٍ َ ََ ِ ُ َ ّ ٍ َ َ َ ْ َ ََ َ ِيي‬ .‫وعلى آل ِإْبراهْيم، ِإّنك حمْيد مجْيد‬ ٌ ِ َ ٌ ِ َ َ َ ِ َ ِ ََ َ ‫اللهُم اغيفير ِللمسلمْين واْلمسلمات، رّبَنا ظلمَنا َأْن ُسَنا وِإن َلم َتغيفير َلَنا وَترحَمَ يا‬ ‫ّ ّ ْ ِ ْ ْ ُ ِْ ِ َ َ ُ ِْ َ ِ َ ََ ْ ف َ َ ْ ْ ْ ِ ْ َ ْ ْني‬ .‫َلَنكوَنن من اْلخاسرْين، رّبَنا آِتَنا في الدْنَيا حسَنة وفي اْلآخرة حسَنة وقَنا عذاب الّنار‬ ِ َ َ َ َِ ً َ َ ِ َ ِ َِ ً َ َ ّ ِ َ َ ِِ َ َ ِ ّ ُ .‫اللهُم ِإّنا َنسأُلك اْلهدى والّتقى واْلعفاف واْلغَنى‬ ِ َ َ َ َ َ َ َ َ ُ َ َْ ّ ّ .‫اللهُم ِإّنا َنعوذ ِبك من زوال ِنعمِتك وَتحول عافَيِتك وَفجاءة ِنقمِتك وجمْ يع َ يخطك‬ َ ِ َ ‫ّ ّ ُ ْ ُ َ ِ ْ َ َ ِ ْ َ َ َ َ ّ ِ َ ِ َ ُ َ َ ِ ْ َ َ َ َ ِيي ِ سي‬ .‫وآخر دعواَنا َأن اْلحمد ل رب اْلعاَلمْين‬ َ ِ َ ّ َ ُ ْ َ ِ َ ْ َ ُِ َ

* Sumber: http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatkhutbah&id=233. Dikutip dari Kumpulan Khutbah Jum’at Pilihan Setahun Edisi pertama, ElBA Al-Fitrah, Surabaya. Dengan beberapa penyesuaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful