Nama data Nama sinonim Nama Inggris LKB CAS Rumus molekul Berat molekul Informasi bahan singkat

: Asam Sulfat : Oil of Vitriol, Battery Acid, Fertilizer Acid : Sulphuric Acid : 001-98 : 7664-93-9 : H2SO4 : 98,08 : Asam sulfat banyak digunakan dalam industri. Cairan kental, amat korosif. Bereaksi dengan jaringan tubuh. Berbahaya bila kontak dengan kulit dan mata. Bereaksi hebat dengan air dan mengeluarkan panas (eksotermis). Bereaksi pula dengan logam, kayu, pakaian dan zat organik. Uapnya amat iritatif terhadap saluran pernapasan. : Efek jangka pendek : Penghirupan uap asam menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan serta mengganggu paru-paru. Cairan asam dapat merusak kulit dan menimbulkan luka yang amat sakit. Dapat menimbulkan kebutaan bila terkena mata. Efek jangka panjang : Penghirupan uap asam kadar kecil dalam jangka panjang berakibat iritasi pada hidung, tenggorokan dan paru-paru. NAB : 1 mg/m3 (ACGIH 1987-88) Toksisitas : LD-50 = 2,14 g/kg (tikus); LC-50 = 510 mg/m3 (tikus); IDLH = 80 mg/m3 : Tidak terbakar, tetapi asam pekat bersifat oksidator yang dapat menimbulkan kebakaran bila kontak dengan zat organik seperti gula, selulosa dan lain-lain. Amat reaktif dengan bubuk zat organik. : Mengalami penguraian bila kena panas, mengeluarkan gas SO2. Asam encer bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen yang eksplosif bila kena nyala atau panas. Asam sulfat bereaksi hebat dengan air. : 10 : 290 : 1 (146 oC) : 1,84 (100 persen) : -

Sifat-sifat bahaya Kesehatan

Kebakaran

Reaktivitas

Sifat-sifat fisika Titik leleh (oC) Titik didih ( C)
o

Tekanan uap (mmHg) Berat jenis cairan Berat jenis gas

Mata : pelindung muka. sebelum disiram dengan air. Residu netralisasi dapat dicampur dengan tanah atau pasir. Perhatikan kebocoran wadah. cari pengobatan. Beri ventilasi. Terkena mata : cuci dengan air bersih (dan hangat) selama 20 menit dan segera bawa ke dokter. Netralkan tumpahan dengan larutan soda atau kapur. cari pengobatan. kebocoran dapat merusak lantai. merusak kulit atau pakaian dan lantai. Tertelan : bila sadar beri minum 1-2 gelas.4 (udara = 1) : : - Keselamatan dan pengamanan Penanganan dan penyimpanan : Hindari kontak langsung dengan asam. Penetralan dapat dilakukan dengan soda atau air kapur sampai pH 6-9 sebelum dibuang ke lingkungan. Ingat eksotermik ! Simpan asam dalam wadah yang kuat di tempat berventilasi dan dingin. PE). neoprene. 20 menit. Pakai alat pelindung diri dalam menangani tumpahan asam. Jauhkan dari air. Pengenceran asam dilakukan dengan menambahkan asam sedikit demi sedikit ke dalam air dan bukan sebaliknya. zat organik mudah terbakar dan logam. ensiklopedia bebas Langsung ke: navigasi.Berat jenis uap Kelarutan Bau : 3. Hati-hati terhadap tempat rendah (uap lebih berat dari udara). dengan bekerja dalam almari asam atau dengan ventilasi yang baik. Alat pelindung diri Pertolongan pertama Pemadaman api Informasi lingkungan Asam sulfat Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Tumpahan dan kebocoran : Jangan sentuh tumpahan asam. Kulit : sarung tangan (CPE. : informasi tidak dibuka cuma-cuma : Penyebab asam dalam air limbah dan mengganggu kehidupan tanaman dan binatang dalam air. bawa ke dokter. : Penghirupan : bawa korban ke tempat segar. Terkena kulit : cuci dengan air bersih lk. cari . pakaian kerja. Cegah penghisapan uap atau kabut. : Paru-paru : filter penyerap asam atau respirator udara.

tak berbau .Asam sulfat Nama Sistematis Nama lain Identifikasi Nomor CAS Nomor EINECS Nomor RTECS Sifat Rumus molekul Massa molar Penampilan Asam sulfat Minyak vitriol [7664-93-9] 231-639-5 WS5600000 H2SO4 98.08 g/mol cairan bening. tak berwarna.

S26. S30.7 cP (20 °C) ICSC 0362 Korosif (C) 016-020-00-8 NFPA 704 0 3 2 W Templat:R35 (S1/2). 639 °F tercampur penuh −3 26.Densitas Titik leleh Titik didih Kelarutan dalam air Keasaman (pKa) Viskositas Bahaya MSDS Klasifikasi EU Indeks EU 1.84 g/cm3. 50 °F 337 °C. S45 tak ternyalakan Frasa-R Frasa-S Titik nyala Senyawa terkait Asam terkait Senyawa kuat Asam Asam Asam nitrat Asam selenat klorida sulfit . 283 K. cair 10 °C. 610 K.

misalnya besi sulfida. Air asam ini mampu melarutkan logam-logam yang ada dalam bijih sulfida. asam sulfat merupakan komponen utama hujan asam. H2SO4.terkait Asam peroksimonosulfat Sulfur trioksida Oleum Kecuali dinyatakan sebaliknya. atau Fe2+: 2 FeS2 + 7 O2 + 2 H2O → 2 Fe2+ + 4 SO42− + 4 H+ Fe2+ dapat kemudian dioksidasi lebih lanjut menjadi Fe3+: 4 Fe2+ + O2 + 4 H+ → 4 Fe3+ + 2 H2O Fe3+ yang dihasilkan dapat diendapkan sebagai hidroksida: . dengan nilai perdagangan seharga US$8 juta. yang akan menghasilkan uap berwarna cerah yang beracun. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah satu produk utama industri kimia. Air yang dihasilkan dari oksidasi ini sangat asam dan disebut sebagai air asam tambang. sintesis kimia. Oksidasi besi sulfida pirit oleh oksigen molekuler menhasilkan besi(II). Zat ini larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat terbentuk secara alami melalui oksidasi mineral sulfida. Keberadaan Asam sulfat murni yang tidak diencerkan tidak dapat ditemukan secara alami di bumi oleh karena sifatnya yang higroskopis. 100 kPa) Sangkalan dan referensi Asam sulfat. Produksi dunia asam sulfat pada tahun 2001 adalah 165 juta ton. merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Sulfur dioksida adalah produk sampingan utama dari pembakaran bahan bakar seperti batu bara dan minyak yang mengandung sulfur (belerang). yang terjadi karena oksidasi sulfur dioksida di atmosfer dengan keberadaan air (oksidasi asam sulfit). Walaupun demikian. pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C.

dan uap air secara fotokimia oleh cahaya matahari. asam sulfat terdapat dalam keadaan cair. Ketika ia bereaksi dengan sulfur dioksida yang merupakan sekelumit bagian dari atmosfer Venus. Oksigen atomik sangatlah reaktif. dan ketika bergabung dengan air. dan siklus ini kemudian berulang. Sulfur trioksida sangatlah reaktif dan berdisosiasi menjadi sulfur dioksida dan oksigen atomik. proses ini akan berjalan dengan cepat. sulfur trioksida dihasilkan. Pada permukaan es Europa . Ketika oksidasi pirit besi(III) terjadi. Setelah tetesan hujan asam sulfat jatuh ke lapisan atmosfer yang lebih panas. CO2 → CO + O SO2 + O → SO3 SO3 + H2O → H2SO4 Di bagian atas atmosfer Venus yang lebih dingin. Sulfur dioksida dan uap air kemudian naik secara arus konveksi dari lapisan tengah atmosfer menuju lapisan atas. Nilai pH yang lebih rendah dari nol telah terukur pada air asam tambang yang dihasilkan oleh proses ini. Foton ultraviolet dengan panjang gelombang kurang dari 169 nm dapat mengakibatkan fotodisosiasi karbon dioksida menjadi karbon monoksida dan oksigen atomik. Awan permanen Venus menghasilkan hujan asam yang pekat sama halnya atmosfer bumi menghasilkan air hujan. asam sulfat mulai berdekomposisi menjadi sulfur trioksida dan air (dalam fase gas). dan awan asam sulfat yang tebal menghalangi pandangan permukaan Venus ketika dipandang dari atas. Atmosfer Venus menunjukkan adanya siklus asam sulfat.Fe3+ + 3 H2O → Fe(OH)3 + 3 H+ Besi(III) atau ion feri juga dapat mengoksidasi pirit. yang akan kemudian mengoksidasi karbon monoksida menjadi karbon dioksida. di mana keduanya akan diubah kembali lagi menjadi asam sulfat. Asam sulfat di luar angkasa Atmosfer Venus Asam sulfat diproduksi di atmosfer bagian atas Venus dari karbon dioksida. Ketika mencapai temperatur di atas 300°C. sehingga asam sulfat tersebut menjadi lebih pekat. sulfur dioksida. asam sulfat akan dipanaskan dan melepaskan uap air. akan menghasilkan asam sulfat.

Spektrum inframerah dari misi Galileo NASA menunjukkan adanya absorpsi khusus pada satelit Yupiter Europa yang mengindikasikan adanya satu atau lebih hidrat asam sulfat.[1] Pembuatan Asam sulfat diproduksi dari belerang. belerang dipanaskan untuk mendapatkan sulfur dioksida: S (s) + O2 (g) → SO2 (g) Sulfur dioksida kemudian dioksidasi menggunakan oksigen dengan keberadaan katalis vanadium(V) oksida: 2 SO2 + O2(g) → 2 SO3 (g) (dengan keberadaan V2O5) Sulfur trioksida diserap ke dalam 97-98% H2SO4 menjadi oleum (H2S2O7). Interpretasi spektrum ini kontroversial. juga dikenal sebagai asam sulfat berasap. Beberapa ilmuwan planet lebih condong menginterpretasikan spektrum ini sebagai ion sulfat. Pada langkah pertama.[2] Sifat-sifat fisika Bentuk-bentuk asam sulfat Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat dibuat. kemungkinan sebagai bagian dari mineral Europa. kebanyakan asam sulfat diproduksi dengan proses bilik. ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98.3%. Asam sulfat . SO3(g) + H2O (l) → H2SO4(l) Sebelum tahun 1900. 98% asam sulfat lebih stabil untuk disimpan. H2SO4 (l) + SO3 → H2S2O7 (l) H2S2O7 (l) + H2O (l) → 2 H2SO4 (l) Perhatikan bahwa pelarutan langsung SO3 ke dalam air tidaklah praktis karena reaksi sulfur trioksida dengan air yang bersifat eksotermik. dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum. oksigen. Oleum kemudian diencerkan ke dalam air menjadi asam sulfat pekat. Reaksi ini akan membentuk aerosol korosif yang akan sulit dipisahkan. dan air melalui proses kontak.

Polaritas dan konduktivitas H2SO4 anhidrat adalah cairan yang sangat polar. Hal ini diakibatkan oleh disosiasi yang disebabkan oleh swa-protonasi. Senyawa ini disebut sebagai asam pirosulfat. asam sulfat encer untuk kegunaan laboratorium. disebut sebagai autopirolisis.53%. H2S2O7 murni terdapat dalam bentuk padat dengan titik leleh 36°C.61%. 33. Konsentrasi oleum diekspresikan sebagai %SO3 (disebut %oleum) atau %H2SO4 (jumlah asam sulfat yang dihasilkan apabila H2O ditambahkan). Dibandingkan dengan konstanta keseimbangan air.98% umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat.7 × 10−4. Asam sulfat murni berupa cairan bening seperti minyak. asam pekat. H2S2O7 akan terbentuk. 62. Apabila SO3(g) dalam konsentrasi tinggi ditambahkan ke dalam asam sulfat. asam bilik atau asam pupuk. Walaupun asam ini memiliki viskositas yang cukup tinggi. 73. nilai konstanta kesetimbangan autopirolisis asam sulfat 1010 (10 triliun) kali lebih kecil.6% H2SO4). konsentrasi yang umum adalah 40% oleum (109% H2SO4) dan 65% oleum (114. asam sulfat berasap. konduktivitas efektif ion H3SO4+ dan HSO4− tinggi dikarenakan mekanisme ulang alik proton intra . Mutu murni asam sulfat digunakan untuk membuat obat-obatan dan zat warna. namun cocok untuk digunakan untuk membuat pupuk. Terdapat juga asam sulfat dalam berbagai kemurnian. Mutu teknis H2SO4 tidaklah murni dan seringkali berwarna. Terdapat berbagai jenis konsentrasi asam sulfat yang digunakan untuk berbagai keperluan: • • • • • 10%.[3] 2 H2SO4 → H3SO4+ + HSO4− Konstanta kesetimbangan autopirolisisnya adalah[3] Kap(25°C)= [H3SO4+][HSO4−] = 2. dan oleh karenanya pada zaman dahulu ia dinamakan 'minyak vitriol'.18%. Kw = 10−14. 97%. ataupun oleum. asam baterai. Ia memiliki tetapan dielektrik sekitar 100. Konduktivitas listriknya juga tinggi. asam menara atau asam glover.

mencampurkan pati (C6H12O6)n dengan asam sulfat pekat akan menghasilkan karbon dan air yang terserap dalam asam sulfat (yang akan mengencerkan asam sulfat): (C6H12O6)n → 6n C + 6n H2O Efek ini dapat dilihat ketika asam sulfat pekat diteteskan ke permukaan kertas. Reaksi yang terjadi adalah pembentukan ion hidronium: H2SO4 + H2O → H3O+ + HSO4HSO4.0). Selalu tambahkan asam ke dalam air daripada air ke dalam asam. dan digunakan untuk mengeringkan buahbuahan.4).0). H3O+ (8.1). dan cenderung mengapung di atasnya. Sebagai contoh.3). Sebagai contoh. asam sulfat adalah zat pendehidrasi yang sangat baik. Reaksi yang lebih dramatis terjadi apabila asam sulfat ditambahkan ke dalam satu sendok teh gula. sehingga apabila air ditambahkan ke dalam asam sulfat pekat. H2S2O7 (3. yaitu: HSO4− (15. Reaksi lainnya Sebagai asam. Seketika ditambahkan. Air memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada asam sulfat. garam tembaga tembaga(II) sulfat dibuat dari reaksi antara tembaga(II) oksida dengan asam sulfat: .6). Afinitas asam sulfat terhadap air cukuplah kuat sedemikiannya ia akan memisahkan atom hidrogen dan oksigen dari suatu senyawa. Kesetimbangan kimiawi asam sulfat sebenarnya lebih rumit daripada yang ditunjukkan di atas. H2O (0. Ia juga merupakan pelarut yang baik untuk banyak reaksi. HS2O7− (4.molekul. asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan basa. gula tersebut akan menjadi karbon berpori-pori yang mengembang dan mengeluarkan aroma seperti karamel.[3] Sifat-sifat kimia Reaksi dengan air Reaksi hidrasi asam sulfat sangatlah eksotermik.+ H2O → H3O+ + SO42Karena hidrasi asam sulfat secara termodinamika difavoritkan. ia akan dapat mendidih dan bereaksi dengan keras. H3SO4+ (11. menjadikan asam sulfat sebagai konduktor yang baik. menghasilkan garam sulfat. Selulosa bereaksi dengan asam sulfat dan menghasilkan karbon yang akan terlihat seperti efek pembakaran kertas. 100% H2SO4 mengandung beragam spesi dalam kesetimbangan (ditunjukkan dengan nilai milimol per kg pelarut).

seng. aluminium. H2SO4 encer menyerang besi. menghasilkan asam sulfonat terkait:[4] . manakahal asam encer yang beraksi dengan logam seperti seng akan menghasilkan garam dan hidrogen. asam sulfat berperilaku sebagai asam sekaligus zat pendehidrasi. Namun reaksi dengan timah akan menghasilkan sulfur dioksida daripada hidrogen. dan tembaga. mangan. Namun reaksi dengan timah dan tembaga memerlukan asam sulfat yang panas dan pekat. dan natrium bisulfat: H2SO4 + CH3COONa → NaHSO4 + CH3COOH Hal yang sama juga berlaku apabila mereaksikan asam sulfat dengan kalium nitrat. Ketika dikombinasikan dengan asam nitrat. Sehingga ketika asam pekat panas bereaksi dengan seng. membentuk ion nitronium NO2+. Fe (s) + H2SO4 (aq) → H2 (g) + FeSO4 (aq) Sn (s) + 2 H2SO4 (aq) → SnSO4 (aq) + 2 H2O (l) + SO2 (g) Hal ini dikarenakan asam pekat panas umumnya berperan sebagai oksidator. CH3COOH. yang penting dalam reaksi nitrasi yang melibatkan substitusi aromatik elektrofilik. Reaksi antara natrium asetat dengan asam sulfat akan menghasilkan asam asetat. magnesium dan nikel. timah. Timbal dan tungsten tidak bereaksi dengan asam sulfat. Reaksi ini akan menghasilkan asam nitrat dan endapat kalium bisulfat. ia akan menghasilkan garam. Reaksi antara asam sulfat dengan logam biasanya akan menghasilkan hidrogen seperti yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini. Reaksi jenis ini sangatlah penting dalam kimia organik. Asam sulfat menjalani reaksi substitusi aromatik elektrofilik dengan senyawasenyawa aromatik. manakala asam encer berperan sebagai asam biasa.CuO + H2SO4 → CuSO4 + H2O Asam sulfat juga dapat digunakan untuk mengasamkan garam dan menghasilkan asam yang lebih lemah. air dan sulfur dioksida. menghasilkan gas hidrogen dan logam sulfat. Asam sulfat bereaksi dengan kebanyakan logam via reaksi penggantian tunggal.

Aluminium sulfat juga digunakan untuk membuat aluminium hidroksida. walaupun komposisinya dapat bervariasi. batuan fosfat digunakan dan diproses lebih dari 100 juta ton setiap tahunnya. Kilang ini membakar asam bekas dengan gas alam. Pada metode ini.[5] Kegunaan utama (60% dari total produksi di seluruh dunia) asam sulfat adalah dalam "metode basah" produksi asam fosfat. Kegunaan asam sulfat lainnya yang penting adalah untuk pembuatan aluminium sulfat. Alumunium sulfat dapat bereaksi dengan sejumlah kecil sabun pada serat pulp kertas untuk menghasilkan aluminium karboksilat yang membantu mengentalkan serat pulp menjadi permukaan kertas yang keras. Aluminium sulfat dibuat dengan mereaksikan bauksit dengan asam sulfat: . bahan bakar minyak. umumnya diproduksi sebagai produk sampingan dari kilang pemroses kokas untuk produksi besi dan baja. dan kerak air sebelum dijual ke industri otomobil. produksi asam sulfat suatu negara merupakan indikator yang baik terhadap kekuatan industri negara tersebut. Bahan baku ini kemudian diberi 93% asam suflat untuk menghasilkan kalsium sulfat. Bahan-bahan baku yang ditunjukkan pada persamaan di bawah ini merupakan fluorapatit. hidrogen fluorida (HF). Proses pembakaran ini akan menghasilkan gas sulfur dioksida (SO2) dan sulfur trioksida (SO3) yang kemudian digunakan untuk membuat asam sulfat yang "baru". Amonium sulfat. ataupun sumber bahan bakar lainnya. gas kilang. karat.Kegunaan Asam sulfat merupakan komoditas kimia yang sangat penting. yang merupakan pupuk nitrogen yang penting. Asam yang telah digunakan sering kali didaur ulang dalam kilang regenerasi asam bekas (Spent Acid Regeneration (SAR) plant). yang digunakan untuk membuat pupuk fosfat dan juga trinatrium fosfat untuk deterjen. dan sebenarnya pula. Proses keseluruhannya dapat ditulis: Ca5F(PO4)3 + 5 H2SO4 + 10 H2O → 5 CaSO4•2 H2O + HF + 3 H3PO4 Asam sulfat digunakan dalam jumlah yang besar oleh industri besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi. Mereaksikan amonia yang dihasilkan pada dekomposisi termal batu bara dengan asam sulfat bekas mengijinkan amonia dikristalkan keluar sebagai garam (sering kali berwarna coklat karena kontaminasi besi) dan dijual kepada industri agrokimia. dan asam fosfat. HF dipisahan sebagai asam fluorida.

Siklus sulfur-iodin Siklus sulfur-iodin merupakan sederet proses termokimia yang digunakan untuk mendapatkan hidrogen. Proses ini bersifat endotermik dan haruslah terjadi pada suhu yang tinggi. yang digunakan untuk membuat nilon. Namun karena penggunaan asam korosif yang pekat pada suhu yang tinggi. asam sulfat merupakan katalis asam yang umumnya digunakan untuk mengubah sikloheksanonoksim menjadi kaprolaktam. Siklus sulfur iodin sekarang ini sedang diteliti sebagai metode yang praktis untuk mendapatkan hidrogen. Ia terdiri dari tiga reaksi kimia yang keseluruhan reaktannya adalah air dan keseluruhan produknya adalah hidrogen dan oksigen.Al2O3 + 3 H2SO4 → Al2(SO4)3 + 3 H2O Asam sulfat juga memiliki berbagai kegunaan di industri kimia. contohnya sebagai katalis untuk reaksi isobutana dengan isobutilena yang menghasilkan isooktana. 2 H2SO4 → 2 SO2 + 2 H2O + O2 I2 + SO2 + 2 H2O → 2 HI + H2SO4 2 HI → I2 + H2 (830°C) (120°C) (320°C) Senyawa sulfur dan iodin didaur dan digunakan ulang. Sebagai contoh. Sejarah Besi(II) sulfat heptahidrat . Banyak H2SO4 digunakan dalam pengilangan minyak bumi. Ia juga digunakan untuk membuat asam klorida dari garam melalui proses Mannheim. ia dapat menimbulkan resiko bahaya keselamatan yang besar apabila proses ini dibangun dalam skala besar.

KNO3. anda akan menemukan batu rahasia') yang ditemukan dalam L'Azoth des Philosophes karya alkimiawan abad ke-15 Basilius Valentinus. senyawa-senyawa ini akan terurai menjadi besi(II) oksida dan tembaga(II) oksida.Tembaga(II) sulfat pentahidrat Alkimiawan abad ke-8 Abu Musa Jabir bin Hayyan (Geber) dipercayai sebagai penemu asam sulfat. Hal ini dikarenakan asam vitriol tidak bereaksi dengan emas. seng sulfat (vitriol putih). Vitriol yang sangat murni digunakan sebagai media reaksi zat-zat lainnya. dengan keberadaan uap. . besi(III) sulfat (vitriol Mars). disebut sebagai garam vitriol. Kalium nitrat tersebut terurai dan mengoksidasi sulfur menjadi SO3. Garamgaram ini meliputi tembaga(II) sulfat (vitriol biru). yang mendapatkan zat ini dari distilasi kering mineral yang mengandung besi(II) sulfat heptahidrat. Pada tahun 1736. yang digunakan untuk menemukan batu filsuf. Metode ini dipopulerkan di Eropa melalui terjemahan-terjamahan buku-buku Arab dan Persia. Joshua . Asam sulfat dikenal oleh alkimiawan Eropa abad pertengahan sebagai minyak vitriol. Garam-garam vitriol tersebut merupakan zat yang paling penting dalam alkimia. besi(II) sulfat (vitriol hijau). melepaskan air beserta sulfur trioksida yang akan bergabung menjadi larutan asam sulfat. kimiawan Jerman Belanda Johann Glauber membuat asam sulfat dengan membakar sulfur bersamaan dengan kalium nitrat. Pada abad ke-17. Kata vitriol berasal dari bahasa Latin vitreus yang berarti 'gelas'. Ketika dipanaskan. CuSO4 • 5H2O. yang akan bergabung dengan air membentuk asam sulfat. merujuk pada penampilan garam sulfat yang seperti gelas. FeSO4 • 7H2O. dan tembaga(II) sulfat pentahidrat. dan kobalt(II) sulfat (vitriol merah). Asam ini kemudian dikaji oleh alkimiawan dan dokter Persia abad ke-9 Ar-Razi (Rhazes). Pentingnya vitriol dalam alkimia terlihat pada moto alkimia Visita Interiora Terrae Rectificando Invenies Occultum Lapidem ('Kunjungi bagian dalam bumi dan murnikanlah.

Namun. yang mengijinkan produksi asam sulfat secara efektif. yang dapat menghasilkan asam sulfat lebih banyak.5 M diberi label "IRRITANT" (iritan). Oleh karenanya. Sekarang. 10%) akan dapat mendehidrasi kertas apabila tetesan asam sulfat tersebut dibiarkan dalam waktu yang lama. John Roebuck mengadaptasikan metode ini ke dalam suatu bilik. menggunakan metode ini untuk memulai produksi asam sulfat berskala besar. manakala larutan lebih besar dari 0.Ward. Bahaya akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi asam sulfat.5 M dan lebih kecil dari 1. . Pada tahun 1746 di Birmingham. ahli farmasi London. Pada tahun 1831. metode ini menjadi proses standar produksi asam sulfat selama hampir dua abad. hampir semua produksi asam sulfat dunia menggunakan proses ini. hal ini dikarenakan adanya tambahan kerusakan jaringan dikarenakan dehidrasi dan kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air. Asam sulfat berasap (oleum) tidaklah dianjurkan untuk digunakan dalam sekolah oleh karena bahaya keselamatannya yang sangat tinggi. Proses ini disebut sebagai proses bilik. Setelah berbagai perbaikan.5 M diberi label "CORROSIVE" (korosif). Keselamatan Bahaya laboratorium Tetesan 98% asam sulfat akan dengan segera membakar kertas tisu menjadi karbon Sifat-sifat asam sulfat yang korosif diperburuk oleh reaksi eksotermiknya dengan air. larutan asam sulfat yang sama atau lebih dari 1. saudagar asam cuka Britania Peregrine Phillips mematenkan proses kontak. yang lebih ekonomis dalam memproduksi sulfur trioksida dan asam sulfat. Luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya. bahkan asam sulfat encer (sekitar 1 M.

Iritasi akan mereda dengan cepat setelah paparan. simtomsimtom akibat paparan kronis aerosol asam sulfat yang paling umumnya dilaporkan adalah pengikisan gigi. kontak dengan logam dalam kasus tumpahan asam dapat menyebabkan pelepasan gas hidrogen. konvensi ini disahkan oleh Undang-Undang Dasar Nomor 7 Tahun 1997. Resiko utama asam sulfat adalah kontak dengan kulit yang menyebabkan luka bakar dan penghirupan aerosol asap. Pembuatan larutan lebih dari 6 M (35%) adalah yang paling berbahaya. batasan paparan yang diperbolehkan ditetapkan sebagai 1 mg/m³.Perawatan pertama yang standar dalam menangani tumpahnya asam sulfat ke kulit adalah dengan membilas kulit tersebut dengan air sebanyak-banyaknya. karena panas yang dihasilkan cukup panas untuk mendidihkan asam encer tersebut. Paparan dengan aerosol asam pada konsentrasi tinggi akan menyebabkan iritasi mata. Bahaya industri Walaupun asam sulfat tidak mudah terbakar. dan bukannya sebaliknya. Pada konsentrasi rendah. Pembilasan dilanjutkan selama 10 sampai 15 menit untuk mendinginkan jaringan disekitar luka bakar asam dan untuk menghindari kerusakan sekunder. dan membran mukosa yang parah.[6] Di Indonesia. saluran pernafasan. [7] . Terdapat pula laporan bahwa penelanan asam sulfat menyebabkan defisiensi vitamin B12 dengan degenarasi gabungan subakut. Asam sulfat dianggap tidak beracun selain bahaya korosifnya. Indikasi kerusakan kronis saluran pernafasan masih belum jelas. Pembuatan asam sulfat encer juga berbahaya oleh karena pelepasan panas selama proses pengenceran. Di Amerika Serikat. Penambahan air ke asam sulfat pekat dapat menyebabkan tersebarnya aerosol asam sulfat dan bahkan dapat menyebabkan ledakan. Pakaian yang terkontaminasi oleh asam sulfat harulah dilepaskan dengan segera dan segera bilas kulit yang berkontak dengan pakaian tersebut. yang meletakkan asam sulfat di Tabel II konvensi tersebut sebagai bahan kimia yang sering diguakan dalam produksi gelap narkotika ataupun psikotropika. walaupun terdapat resiko edema paru apabila kerusakan jaringan lebih parah. Penyebaran aerosol asam dan gas sulfur dioksida menambah bahaya kebakaran yang melibatkan asam sulfat. Asam sulfat pekat haruslah selalu ditambahkan ke air. Pembatasan hukum Perdagangan internasional asam sulfat dikontrol oleh Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Pemberantasan Peredaran Gelap Narkotika dan Psikotropika tahun 1988.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful