modul-bmn

KEBIJAKAN AKUNTANSI ATAS BARANG MILIK NEGARA

Bab

2

Setelah mempelajari Bab ini, Anda diharapkan mampu: 1. Memahami pengertian Persediaan dan perkiraan-perkiraan Aset Tetap. 2. Memahami kebijakan akuntansi, meliputi pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan Persediaan dan perkiraanperkiraan Aset Tetap. 3. Memahami metode penentuan biaya perolehan untuk BMN yang diperoleh secara gabungan. 4. Memahami pengertian Aset Bersejarah dan cara pengungkapannya dalam Laporan Keuangan. Pengantar Barang Milik Negara disajikan di dalam Laporan Keuangan dalam klasifikasi sebagaimana diatur dalam Bagan Perkiraan Standar. Oleh karena itu, pembahasan kebijakan akuntansi pada bab ini disajikan berdasarkan klasifikasi yang digunakan dalam akuntansi sebagaimana telah ditunjukkan mekanisme mappingnya pada Bab 1. Kebijakan akuntansi mencakup pengakuan, pengukuran dan pengungkapan pos aset berwujud barang ke dalam Laporan Keuangan. ASET LANCAR: PERSEDIAAN Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah, dan barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Persediaan mencakup barang atau perlengkapan yang dibeli dan disimpan untuk digunakan, misalnya barang habis pakai seperti alat tulis kantor, barang tak habis pakai seperti komponen

Pengertian dan Cakupan Persediaan

Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-1

persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga.06/2005 tentang Bagan Perkiraan Standar: Kode BB 11510 0 11511 0 115111 115112 115113 115114 11512 0 115121 115122 115123 11513 0 115131 115132 11519 0 115191 115192 Nama Perkiraan Persediaan Persediaan untuk Bahan Operasional Barang Konsumsi Amunisi Bahan untuk Pemeliharaan Suku Cadang Persediaan untuk dijual/ diserahkan kepada Masyarakat Pita Cukai. Persediaan untuk tujuan strategis/berjaga-jaga antara lain berupa cadangan energi (misalnya minyak) atau cadangan pangan (misalnya beras). bahan untuk pemeliharaan. tanah/bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat. Berikut adalah kode buku besar dan perkiraan Persediaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor: 13/PMK. barang dalam proses/setengah jadi.peralatan dan pipa. Pada akhir periode Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-2 . pita cukai dan leges. Persediaan dapat meliputi barang konsumsi. bahan baku. Meterai dan leges Tanah dan Bangunan untuk dijual atau diserahkan kepada Masyarakat Hewan dan Tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada Masyarakat Persediaan Bahan untuk Proses Produksi Bahan Baku Barang dalam Proses Persediaan Bahan Lainnya Persediaan untuk tujuan strategis/ berjaga-jaga Persediaan Lainnya Pengakuan Persediaan Persediaan diakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah. dan barang bekas pakai seperti komponen bekas. amunisi. suku cadang. dan hewan dan tanaman untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat.

(2) Penjelasan lebih lanjut persediaan seperti barang atau perlengkapan yang digunakan dalam pelayanan masyarakat. Potongan harga. (3) Kondisi persediaan. Pengukuran Persediaan Persediaan disajikan sebesar: (1) Biaya perolehan. dimasukkan sebagai perkiraan aset untuk kontruksi dalam pengerjaan. barang atau perlengkapan yang digunakan dalam proses produksi. Biaya standar persediaan meliputi biaya langsung yang terkait dengan persediaan yang diproduksi dan biaya overhead tetap dan variabel yang dialokasikan secara sistematis.akuntansi. Nilai pembelian yang digunakan adalah biaya perolehan persediaan yang terakhir diperoleh. biaya penanganan dan biaya lainnya yang secara langsung dapat dibebankan pada perolehan persediaan. barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat. (4) Hal-hal lain yang perlu diungkapkan berkaitan dengan persediaan. rabat. yang terjadi dalam proses konversi bahan menjadi persediaan. dan barang yang masih dalam proses produksi yang dimaksudkan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat . Biaya perolehan persediaan meliputi harga pembelian. apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri. (2) Biaya standar. persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarisasi fisik. dan tidak dimasukkan sebagai persediaan. (3) Nilai wajar. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan harus diungkapkan pula: (1) Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan. Persediaan bahan baku dan perlengkapan yang dimiliki dan akan dipakai dalam pekerjaan pembangunan fisik yang dikerjakan secara swakelola. apabila diperoleh dengan pembelian. Pengungkapan Persediaan Persediaan disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. misalnya persediaan yang diperoleh melalui hibah atau rampasan. apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-3 . biaya pengangkutan. dan lainnya yang serupa mengurangi biaya perolehan.

Apabila perolehan tanah belum didukung dengan bukti secara hukum maka tanah tersebut harus diakui pada saat terdapat bukti bahwa penguasaannya telah berpindah.Persediaan dengan kondisi rusak atau usang tidak dilaporkan dalam neraca. semua tanah harus dibukukan [dalam Buku Inventaris Intrakomptabel] dan dilaporkan dalam Neraca berapapun nilai tanah tersebut. misalnya telah terjadi pembayaran dan penguasaan atas sertifikat tanah atas nama pemilik sebelumnya. Mapping KMK No. ASET TETAP: TANAH Tanah yang dikelompokkan sebagai aset tetap ialah tanah yang diperoleh dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. Pengukuran Tanah Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-4 . hanya diakui bila kepemilikan tersebut berdasarkan isi perjanjian penguasaan dan hukum serta perundang-undangan yang berlaku di negara tempat Perwakilan Republik Indonesia berada bersifat permanen.01 Tanah Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS Kode BB 131111 Nama Perkiraan Tanah Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 01/KM.18/KMK.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. misalnya tanah yang digunakan Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.018/1999 Kode Nama Bidang Bidang 1. tetapi diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.018/1999 ke Perkiraan-perkiraan Aset Tetap berupa Tanah dalam Neraca Klasifikasi BMN Menurut KMK No. Tanah yang dimiliki atau dikuasai oleh instansi pemerintah di luar negeri.18/KMK. Pengakuan Tanah Kepemilikan atas Tanah ditunjukkan dengan adanya bukti bahwa telah terjadi perpindahan hak kepemilikan dan/atau penguasaan secara hukum seperti sertifikat tanah.

18/KMK.018/1999 ke Perkiraan-perkiraan Aset Tetap berupa Peralatan dan Mesin dalam Neraca Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-5 . biaya pematangan. Biaya perolehan mencakup harga pembelian atau biaya pembebasan tanah. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan harus diungkapkan pula: 1. Komputer. Alat Bengkel dan Alat Ukur.Tanah dinilai dengan biaya perolehan. c. Alat Laboratorium. Alat Persenjataan. Nilai tanah juga meliputi nilai bangunan tua yang terletak pada tanah yang dibeli tersebut jika bangunan tua tersebut dimaksudkan untuk dimusnahkan. dan biaya lainnya yang dikeluarkan sampai tanah tersebut siap pakai. serta Unit Proses/Produksi. Alat Eksplorasi. ASET TETAP: PERALATAN DAN MESIN Peralatan dan mesin mencakup mesin-mesin dan kendaraan bermotor. penimbunan. Apabila penilaian tanah dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai tanah didasarkan pada nilai wajar/harga taksiran pada saat perolehan. Alat Peraga. Alat Kedokteran dan Kesehatan. Mapping KMK No. Alat Pemboran. Pelepasan. Alat Keselamatan Kerja. Alat Pertanian. Pengolahan dan Pemurnian. pengukuran. dan seluruh inventaris kantor yang nilainya signifikan dan masa manfaatnya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan dalam kondisi siap pakai. Wujud fisik Peralatan dan Mesin bisa meliputi: Alat Besar. Alat Angkutan. biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh hak. Alat Bantu Eksplorasi. b. Penambahan. Pengungkapan Tanah Tanah disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. Alat Studio. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode menurut jenis tanah yang menunjukkan: a. Mutasi Tanah lainnya. alat elektronik. Komunikasi dan Pemancar. Dasar penilaian yang digunakan 2. Alat Produksi. Alat Kantor dan Rumah Tangga.

01 2. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-6 .18/KMK. Peralatan dan mesin yang tidak memenuhi kriteria di atas dibukukan dalam buku inventaris ekstrakomptabel dan tidak dilaporkan.03 2.19 Nama Bidang Alat Besar Alat Angkutan Alat Bengkel dan Alat Ukur Alat Pertanian Alat Kantor & Rumah Tangga Alat Studio. Peralatan dan Mesin yang diperoleh setelah 1 Januari 2002 dengan biaya perolehannya lebih besar atau sama dengan Rp 300.14 2.11 2.18 2.13 2.Klasifikasi BMN Menurut KMK No.12 2.17 2. Komunikasi dan Pemancar Alat Kedokteran dan Kesehatan Alat Laboratorium Alat Persenjataan Komputer Alat Eksplorasi Alat Pemboran Alat Produksi.06 2.04 2. Peralatan dan Mesin yang harus dibukukan [dalam Buku Inventaris Intrakomptabel] dan dilaporkan dalam Neraca adalah: • • • Semua Peralatan dan Mesin yag diperoleh sebelum 1 Januari 2002. Pengakuan Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin yang diperoleh bukan dari donasi diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut. Peralatan dan Mesin yang berasal dari transfer masuk/hibah dan penerimaan dari pertukaran.02 2.15 2.018/1999 Kode Bidang 2.05 2.08 2.16 2.07 2.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. Pengolahan & Pemurnian Alat Bantu Eksplorasi Alat Keselamatan Kerja Alat Peraga Unit Peralatan Proses/ Produksi Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS Kode Nama Perkiraan BB 131311 Peralatan dan Mesin Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 01/KM.000.

dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan. biaya perencanaan dan pengawasan. sewa peralatan. peningkatan efisiensiensi dan penurunan biaya pengoperasian.Peralatan dan Mesin yang diperoleh dari donasi diakui pada saat Peralatan dan Mesin tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah. biaya perizinan dan jasa konsultan. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan diungkapkan pula: Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-7 . biaya pengangkutan. bahan baku. tenaga listrik. Biaya perolehan Peralatan dan Mesin yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja. Pengembangan adalah peningkatan nilai Peralatan dan Mesin karena peningkatan manfaat yang berakibat pada: durasi masa manfaat. Pengungkapan Peralatan dan Mesin Peralatan dan Mesin disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. Pengakuan atas Peralatan dan Mesin ditentukan jenis transaksinya meliputi: penambahan. Penambahan adalah peningkatan nilai Peralatan dan Mesin yang disebabkan pengadaan baru. biaya instalasi. diperluas atau diperbesar. Biaya penambahan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan Peralatan dan Mesin tersebut. Pengurangan adalah penurunan nilai Peralatan dan Mesin dikarenakan berkurangnya kuantitas aset tersebut. pengembangan. perlengkapan. Biaya perolehan Peralatan dan Mesin yang diperoleh melalui kontrak meliputi nilai kontrak. Pengukuran Peralatan dan Mesin Biaya perolehan peralatan dan mesin menggambarkan jumlah pengeluaran yang telah dilakukan untuk memperoleh peralatan dan mesin tersebut sampai siap pakai. dan pengurangan. Biaya perolehan atas Peralatan dan Mesin yang berasal dari pembelian meliputi harga pembelian. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan Peralatan dan Mesin tersebut. serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan.

3) Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Peralatan dan Mesin. b. 2) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: a. Gedung dan Bangunan yang berasal dari transfer masuk/hibah dan penerimaan dari pertukaran.018/1999 Kode Nama Bidang Bidang Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS Kode BB Nama Perkiraan Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-8 .018/1999 ke Perkiraan-perkiraan Aset Tetap berupa Gedung dan Bangunan dalam Neraca Klasifikasi BMN Menurut KMK No. Termasuk dalam kategori Gedung dan Bangunan adalah BMN yang berupa Bangunan Gedung. Pengembangan. Penambahan. Bangunan Menara. dan c.18/KMK. serta Tugu Titik Kontrol. Gedung dan Bangunan yang diperoleh setelah 1 Januari 2002 dengan biaya perolehannya lebih besar atau sama dengan Rp 10.000. ASET TETAP: GEDUNG DAN BANGUNAN Gedung dan bangunan mencakup seluruh gedung dan bangunan yang dibeli atau dibangun dengan maksud untuk dipakai dalam kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah.1) Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. Gedung dan Bangunan yang harus dibukukan [dalam Buku Inventaris Intrakomptabel] dan dilaporkan dalam Neraca adalah: • • • Semua Gedung dan Bangunan yag diperoleh sebelum 1 Januari 2002. Gedung dan Bangunan yang tidak memenuhi kriteria di atas dibukukan dalam buku inventaris ekstrakomptabel dan tidak dilaporkan. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 01/KM. Rambu-rambu. Penghapusan.18/KMK.000. Mapping KMK No.

Klasifikasi BMN Menurut KMK No. Biaya perolehan Gedung dan Bangunan yang dibangun dengan cara swakelola meliputi biaya langsung untuk tenaga kerja.18/KMK. Pengakuan atas Gedung dan Bangunan ditentukan jenis transaksinya meliputi: penambahan.08 1. pengembangan.06 1. peningkatan efisiensiensi dan penurunan biaya pengoperasian. Pengembangan adalah peningkatan nilai Gedung dan Bangunan karena peningkatan manfaat yang berakibat pada: durasi masa manfaat. Pengurangan adalah penurunan nilai Gedung dan Bangunan dikarenakan berkurangnya kuantitas asset tersebut.09 1. Penambahan adalah peningkatan nilai Gedung dan Bangunan yang disebabkan pengadaan baru. Apabila penilaian Gedung dan Bangunan dengan menggunakan biaya perolehan tidak memungkinkan maka nilai aset tetap didasarkan pada nilai wajar/taksiran pada saat perolehan. Gedung dan Bangunan yang diperoleh dari donasi diakui pada saat Gedung dan Bangunan tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah. bahan baku. dan biaya tidak langsung termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.018/1999 1. tenaga listrik. dan pengurangan. perlengkapan. Pengukuran Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan dinilai dengan biaya perolehan. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-9 . Biaya penambahan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan Gedung dan Bangunan tersebut. diperluas atau diperbesar.10 Bangunan Gedung Bangunan Menara Rambu-rambu Tugu Titik Kontrol/Pasti Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS 1315 11 Gedung dan Bangunan Pengakuan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan yang diperoleh bukan dari donasi diakui pada periode akuntansi ketika asset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut.

dan jaringan yang dibangun oleh pemerintah serta dikuasai oleh pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. (3) Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Gedung dan Bangunan. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 01/KM. • Pengembangan. dan • Penghapusan. biaya perizinan.sewa peralatan. semua jalan. irigasi dan jaringan harus dibukukan [dalam Buku Inventaris Intrakomptabel] dan dilaporkan dalam Neraca berapapun nilai Jalan.018/1999 ke Perkiraan-perkiraan Aset Tetap berupa Jalan. Jika Gedung dan Bangunan diperoleh melalui kontrak. Pengungkapan Gedung dan Bangunan Gedung dan Bangunan disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. Irigasi dan Jaringan tersebut. dan jaringan mencakup jalan.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. (2) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: • Penambahan. dan Jaringan. irigasi. Bangunan Air. irigasi. Mapping KMK No. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan diungkapkan pula: (1) Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. biaya perolehan meliputi nilai kontrak. Instalasi. Irigasi dan Jaringan dalam Neraca Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-10 .18/KMK. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan aset tetap tersebut. IRIGASI DAN JARINGAN Jalan. serta jasa konsultan. BMN yang termasuk dalam kategori aset ini adalah Jalan dan Jembatan. ASET TETAP: JALAN. biaya perencanaan dan pengawasan.

peningkatan efisiensiensi dan penurunan biaya pengoperasian. Irigasi dan Jaringan Biaya perolehan jalan.02 1. Biaya penambahan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan Jalan. Pengukuran Jalan. Irigasi dan Jaringan tersebut. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-11 . Irigasi dan Jaringan yang diperoleh bukan dari donasi diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut. Irigasi dan Jaringan yang diperoleh dari donasi diakui pada saat Jalan. Irigasi dan Jaringan Jalan. Irigasi dan Jaringan Pengakuan Jalan. Jalan. Biaya ini meliputi biaya perolehan atau biaya konstruksi dan biaya-biaya lain yang dikeluarkan sampai jalan. dan pengurangan.Klasifikasi BMN Menurut KMK No. pengembangan. irigasi dan jaringan tersebut siap pakai. irigasi.05 Jalan dan jembatan Bangunan Air Instalasi Jaringan Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS Kode BB 131711 Nama Perkiraan Jalan.018/1999 Kode Nama Bidang Bidang 1. irigasi.03 1. Irigasi dan Jaringan yang disebabkan pengadaan baru. diperluas atau diperbesar. Pengakuan atas Jalan. Irigasi dan Jaringan karena peningkatan manfaat yang berakibat pada: durasi masa manfaat. dan jaringan menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh jalan. dan jaringan sampai siap pakai. Pengembangan adalah peningkatan nilai Jalan.18/KMK.04 1. Penambahan adalah peningkatan nilai Jalan. Irigasi dan Jaringan tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah. Irigasi dan Jaringan ditentukan jenis transaksinya meliputi: penambahan. Pengurangan adalah penurunan nilai Jalan. Irigasi dan Jaringan dikarenakan berkurangnya kuantitas asset tersebut.

Irigasi dan Jaringan. biaya pengosongan. tenaga kerja. biaya pengosongan dan pembongkaran bangunan lama. Irigasi dan Jaringan disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. dan • Penghapusan. ASET TETAP: ASET TETAP LAINNYA Aset tetap lainnya mencakup aset tetap yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam kelompok Tanah. Biaya perolehan untuk jalan. Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan/Olah Raga. • Pengembangan. Pengungkapan Jalan. semua tanah harus dibukukan [dalam Buku Inventaris Intrakomptabel] dan dilaporkan dalam Neraca berapapun nilai Aset Tetap Lainnya tersebut. (2) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: • Penambahan.Biaya perolehan untuk jalan. irigasi dan jaringan yang dibangun secara swakelola meliputi biaya langsung dan tidak langsung. Menurut Keputusan Menteri Keuangan RI nomor 01/KM. biaya perizinan. yang diperoleh dan dimanfaatkan untuk kegiatan operasional pemerintah dan dalam kondisi siap dipakai. biaya perizinan. dan pembongkaran bangunan lama. Hewan. Ikan dan Tanaman. Irigasi dan Jaringan Jalan. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-12 . Peralatan dan Mesin. Jalan. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan diungkapkan pula: (1) Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. BMN yang termasuk dalam kategori aset ini adalah Koleksi Perpustakaan/ Buku. jasa konsultan. Irigasi dan Jaringan. (3) Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Jalan. sewa peralatan.12/2001 tentang Pedoman Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Negara dalam Sistem Akuntansi Pemerintah. yang terdiri dari meliputi biaya bahan baku. Gedung dan Bangunan. irigasi dan jaringan yang diperoleh melalui kontrak meliputi biaya perencanaan dan pengawasan. biaya perencanaan dan pengawasan.

01 3.10 3. ikan dan tanaman yang dimasukkan ke dalam Aset Tetap Lainnya adalah yang diperoleh sebelum 1 Januari 2002. Pengurangan adalah penurunan nilai Aset Tetap Lainnya dikarenakan berkurangnya kuantitas asset tersebut.02 3.018/1999 Kode Nama Bidang Bidang 2. Pengukuran Aset Tetap Lainnya Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-13 .03 Perkiraan Buku Besar Aset dalam BPS Kode Nama BB Perkiraan Aset Tetap Lainnya Koleksi 131911 Perpustakaan/Buku Barang Bercorak Kesenian/ Kebudayaan/Olah Raga Hewan Ikan Tanaman Hewan. Penambahan adalah peningkatan nilai Aset Tetap Lainnya yang disebabkan pengadaan baru.Mapping KMK No. Biaya penambahan dikapitalisasi dan ditambahkan pada harga perolehan Aset Tetap Lainnya tersebut.18/KMK. diperluas atau diperbesar.018/1999 ke Perkiraan-perkiraan Aset Tetap berupa Aset Tetap Lainnya dalam Neraca Klasifikasi BMN Menurut KMK No. Untuk yang diperoleh setelah tanggal tersebut dibukukan dalam Buku Inventaris Ekstrakomptabel dan tidak dilaporkan dalam Neraca. Pengakuan atas Aset Tetap Lainnya ditentukan jenis transaksinya meliputi: penambahan dan pengurangan. Pengakuan Aset Tetap Lainnya Aset Tetap Lainnya yang diperoleh bukan dari donasi diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut.09 2. Aset Tetap Lainnya yang diperoleh dari donasi diakui pada saat Aset Tetap Lainnya tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah.18/KMK.

serta biaya perizinan. biaya perencanaan dan pengawasan. gedung dan bangunan. jalan. Biaya perolehan aset tetap lainnya yang diperoleh melalui kontrak meliputi pengeluaran nilai kontrak. biaya perencanaan dan pengawasan.018/1999 tanggal 14 Januari 1999 tentang Klasifikasi dan Kodefikasi Barang Inventaris Milik/Kekayaan Negara. dan aset tetap lainnya yang proses perolehannya dan/atau pembangunannya membutuhkan suatu periode waktu tertentu dan belum selesai. Karena Konstruksi Dalam Pengerjaan belum diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 18/KMK. Biaya perolehan asset tetap lainnya yang diadakan melalui swakelola meliputi biaya langsung dan tidak langsung. Pengakuan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan merupakan aset yang dimaksudkan untuk digunakan dalam operasional pemerintah Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-14 . dan jasa konsultan. disajikan di Neraca sebesar nilai Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan diungkapkan pula: (1) Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. ASET TETAP: PENGERJAAN KONSTRUKSI DALAM Konstruksi dalam pengerjaan adalah aset-aset yang sedang dalam proses pembangunan pada tanggal laporan keuangan. Pengungkapan Aset Tetap Lainnya Aset Tetap Lainnya moneternya. tenaga kerja. (3) Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Aset Tetap Lainnya. irigasi dan jaringan. Konstruksi Dalam Pengerjaan mencakup tanah. peralatan dan mesin. biaya perizinan.Biaya perolehan aset tetap lainnya menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut sampai siap pakai. maka Konstruksi Dalam Pengerjaan belum diproses dalam SABMN sehingga langsung dibukukan oleh Unit Akuntansi Keuangan dan hanya disajikan dalam Neraca. sewa peralatan. yang terdiri dari biaya bahan baku. (2) Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan Penambahan dan Penghapusan.

Biaya perolehan konstruksi yang dikerjakan secara swakelola meliputi: • biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi yang mencakup biaya pekerja lapangan termasuk penyelia.atau dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang dan oleh karenanya diklasifikasikan dalam aset tetap. Selain itu di dalam catatan atas laporan keuangan diungkapkan pula: (1) Rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu penyelesaiannya. Pengukuran Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi Dalam Pengerjaan dicatat sebesar biaya perolehan. pemindahan sarana. (2) Nilai kontrak konstruksi dan sumber pembiayaanya. biaya bahan. Suatu aset berwujud harus diakui sebagai Konstruksi Dalam Pengerjaan jika biaya perolehan tersebut dapat diukur secara andal dan masih dalam proses pengerjaan. serta biaya rancangan dan bantuan teknis yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-15 . • Pembayaran klaim kepada kontraktor atau pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi. dan biaya-biaya lain yang dapat diidentifikasikan untuk kegiatan konstruksi yang bersangkutan seperti biaya inspeksi. Biaya perolehan konstruksi yang dikerjakan kontrak konstruksi meliputi: • Termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian pekerjaan. peralatan dan bahan-bahan dari dan ke lokasi konstruksi. penyewaan sarana dan peralatan. Pengungkapan Konstruksi Dalam Pengerjaan Konstruksi dalam pengerjaan disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. Konstruksi Dalam Pengerjaan dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan setelah pekerjaan konstruksi tersebut dinyatakan selesai dan siap digunakan sesuai dengan tujuan perolehannya. Biaya rancangan dan bantuan teknis yang tidak secara langsung berhubungan dengan konstruksi tertentu. • biaya yang dapat diatribusikan pada kegiatan pada umumnya dan dapat dialokasikan ke konstruksi tersebut mencakup biaya asuransi.

(3) Jumlah biaya yang telah dikeluarkan.000 Rp9. dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga pasar.000 = x .000 Printer: Rp3.18/KMK.000=Rp2.625. monumen. Sebagai contoh. PEROLEHAN BMN SECARA GABUNGAN Biaya perolehan dari masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aset yang bersangkutan.000. Nilai kultural. pendidikan.875.000. a. maka harga PC Unit sejenis berharga Rp9.07.500. tempat-tempat purbakala (archaeological sites) seperti candi. dan sejarah. maka perhitungan harga untuk masing-masing barang tersebut adalah sebagai berikut: PC Unit: Rp9.018/1999 Aset Bersejarah adalah BMN yang termasuk dalam bidang dengan kode 1.000 ASET BERSEJARAH Aset bersejarah tidak disajikan di neraca namun aset tersebut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. (4) Uang muka kerja yang diberikan.000+Rp3.000 Rp9.000 dan harga printer sejenis adalah Rp3. lingkungan.000 Rp7. Jika ke dua barang tersebut dibeli secara terpisah.000. Beberapa aset tetap dijelaskan sebagai aset bersejarah dikarenakan kepentingan budaya.500.000.500.000. Karakteristikkarakteristik di bawah ini sering dianggap sebagai ciri khas dari suatu aset bersejarah.000. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-16 x Rp10.000. Karena pencatatan akuntansi untuk PC Unit dan Printer dilakukan secara terpisah. dan karya seni (works of art).000+Rp3. lingkungan. (5) Retensi.000 Rp10.000. Contoh dari aset bersejarah adalah bangunan bersejarah.000. Kuasa Pengguna Barang membeli PC Unit dan Printer dengan harga gabungan yaitu Rp10. Dalam KMK No.000.

Peraturan dan hukum yang berlaku melarang atau membatasi secara ketat pelepasannya untuk dijual. Aset bersejarah dicatat dalam kuantitasnya tanpa nilai. Biaya tersebut termasuk seluruh biaya yang berlangsung untuk menjadikan aset bersejarah tersebut dalam kondisi dan lokasi yang ada pada periode berjalan. misalnya jumlah unit koleksi yang dimiliki atau jumlah unit monumen. rekonstruksi harus dibebankan sebagai belanja tahun terjadinya pengeluaran tersebut. Pemerintah mungkin mempunyai banyak aset bersejarah yang diperoleh selama bertahun-tahun dan dengan cara perolehan beragam termasuk pembelian. ataupun sitaan. Tidak mudah untuk diganti dan nilainya akan terus meningkat selama waktu berjalan walaupun kondisi fisiknya semakin menurun. Modul Sistem Akuntansi Barang Milik Negara 2-17 .b. Sulit untuk mengestimasikan masa manfaatnya. d. peningkatan. c. Aset bersejarah dibuktikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. donasi. Biaya untuk perolehan. rampasan. sebagai contoh bangunan bersejarah digunakan untuk ruang perkantoran. Aset bersejarah biasanya diharapkan untuk dipertahankan dalam waktu yang tak terbatas. Untuk kasus tersebut. warisan. konstruksi. Beberapa aset bersejarah juga memberikan potensi manfaat lainnya kepada pemerintah selain nilai sejarahnya. Untuk beberapa kasus dapat mencapai ratusan tahun. aset ini akan diterapkan prinsip-prinsip yang sama seperti aset tetap lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful