BUDIDAYA JERUK

( Citrus sp. )
Untuk memenuhi kebutuhan/ permintaan akan buah jeruk manis segar, Indonesia di samping mengupayakan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dari hasil propduksi dalam negeri, tetapi juga sampai dengan batas-batas tertentu masih harus mendatangkan jeruk dari luar negeri. Pertumbuhan permintaan terhadap jeruk manis segar disamping sangat dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan perkapita (sebagai dampak keberhasilan pembangunan). Perubahan perilaku masyarakat untuk mendapatkan buah segar yang bermutu, menyebabkan impor jeruk masih terus naik, pada tahun 1990 hanya sejumlah 178,53 ton dengan nilai US$ 217.70, tetapi pada tahun 1996 impor tersebut melonjak s/d 14.952.32 ton dengan nilai sebesar US$ 8.739.62. Bahkan impor jeruk yang tertinggi terjadi pada tahun 1994 sebesar 18.447.22 ton dengan nilai sebesar US$ 11.411.73. Kecenderungan meningkatnya impor buah jeruk segar tersebut telah mendorong pemerintah untuk membatasi impor. Sejalan dengan itu telah dilaksanakan pula kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan produksi/ produktivitas aneka ragam bua h-buahan asli Indonesia. Peningkatan produksi dalam negeri yang diharapkan mampu memicu penawaran, dan dapat menciptakan perbaikan kondisi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Indikatornya adalah bahwa pilihan konsumen terhadap buah-buahan segar yang ada semakin beragam dengan mutu yang semakin baik, serta dengan tingkat harga yang masih dapat dijangkau oleh daya beli sebagian besar masyarakat. Jeruk besar Bali (citrus maxima. Merr) yang lazim disebut dengan nama jeruk Bali merupakan salah satu buah yang hampir dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Bali dan sebagian besar masyarakat di luar Bali. Prospek pemasarannya cukup baik dan yang perlu mendapatkan perhatian adalah bagaimana meningkatkan produksinya. Penanaman jeruk Bali, baik yang berskala kecil maupun besar (berorientasi agribisnis), harus diawali dengan pembibitan. Keberhasilan pengusahaan tanaman jeruk ditentukan oleh tersedianya bibit bermutu, yaitu bibit yang bebas penyakit, murni, identik dengan induknya, tidak cacat serta penangkarannya telah dilakukan dengan benar dan tepat melalui program sertifikasi bibit. Bibit yang baik adalah bibit yang berasal dari okulasi dan sambung pucuk. Bibit tersebut merupakan gabungan bibit semai dan cabang entris dari varietas unggul, yang produksi dan mutu buahnya baik. Dengan bibit asal okulasi dan sambung pucuk akan diperoleh tanaman yang berakar kuat, tumbuhnya subur, buahnya banyak dan mutu buahnya tinggi, mengenai bagaimana cara okulasi tanaman jeruk akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.

dan C. dimana kandungan vitamin C yang tinggi. dan C. jeruk besar (C. nipis dan purut.maxima Herr.SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. hystrix) dan jeruk sambal (C. .sinensis. keprok medan. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. MANFAAT TANAMAN 1. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk.).). Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. medica).sinensis L. jeruk Siem (C. jeruk sitrun/lemon (C. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. Bagian bagian tanaman jeruk Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. aurantifolia). Siem Lumajang. Jeruk untuk bumbu masakan yangterdiri atas jeruk nipis (C. Siem Garut. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Italia. Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. 2. bali. microcarpa L.) yang terdiri atas jeruk Nambangan Madium dan Bali. Sejak ratusan tahun yang lalu. 3. Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. jeruk Purut (C. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp. hystix ABC). L) yang terdiri atas Siem Pontianak. auranticum L. esens minuman dan untuk campuran kue. sabun wangi. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. jeruk baby. jeruk manis (C. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. gula tetes.

Pada ketinggian di atas 900 m dpl rasanya asam. Batu (Jawa Timur). jeruk memerlukan 5-6.200 m dpl. Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. 4. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan JuliAgustus MEDIA TANAM Kebun jeruk tidak boleh tertutup oleh genangan air. Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). 5. Ketinggian Tempat yang ideal untuk bertanam Jeruk sesuai dengan jenisnya. 2) Jenis Jepun Kasturi. Tergantung pada spesiesnya. tata air dan udara baik. 3. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan sekitar 300.60 cm. 2. 2) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150±200 cm di bawah permukaan tanah. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Kumkuat: 1-1. Namun jenis jeruk siam tertentu seperti jeruk tebas tumbuh dengan baik di kalimantan pada elevasi 100 m dpl. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Batu 55.5± 6. Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. Tawangmangu (Jawa Tengah). cukup humus. Karenanya kebun jeruk untuk lahan basah perlu dibuat drainase. SYARAT TUMBUH Iklim 1.27%. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). debu 25-50% dan pasir < 50%. 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7. Jeruk dapat tumbuh di dataran rendah (lahan basah) dan datarn tinggi. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. Keprok Garut: 700-1.5 dengan pH optimum 6.Untukdaerah pasang surut dibuat baluran (bedengan) dengan ukuran tinggi 0. Selayar (Sulawesi Selatan).000 m dpl. Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Di areal sawah bisa ditanami jeruk dengan cara membuat gundukan seluas 1 m2 dengan tinggi 50 .5 meter dan lebar 3 meter dan panjangnya menurut petakan lahan. Tejakula (Bali). Setiap 1 ha lahan dengan sistem bedengan dapat ditanami jeruk sebanyak 278 pohon. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Jeruk dapat tumbuh dengan baik pada elevasi 800-1500 meter dpl. . 3) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk 4) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration).5.

5-1 m. tahan/toleran terhadap penyakit virus. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.Mempunyai pertumbuhan yang baik dan perakaran yang kuat. 7) Jenis Purut: 1±400 m dpl. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. OKULASI Okulasi adalah menempelkan mata tunas tanaman lain kepada batang muda dan dari varietas yang sama. . 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif.3) Jenis Keprok Madura. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. atau antara varietas dalam species. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Cleopatra. 1. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. WNO. berdiameter batang 2-3 cm. 6) Jenis Besar Nambangan-Madiun. Waturejo.15-1. mirip dengan induknya (true to type). Tanah diolah sedalam 30-4. Varietas Unggul Jeruk Terbaru ( silahkan klik disini ) PEDOMAN BUDIDAYA Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. VLO: 300±800 m dpl. akar serabut banyak. persemaian diberi atap. 5) Jenis Siem: 1±700 m dpl. Keprok Tejakula: 1±900 m dpl.5 x 2 cm dan langsung disiram. busuk akar dan nematoda. Gulung: 1±700 m dpl. permukaan batang halus. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Rough lemon. Syarat-syarat tanaman batang bawah . Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. 4) Jenis Manis Punten. sekam. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Dengan okulasi sifat-sifat baik dari kedua tanaman (batang bawah dan mata tunas dari batang lain disatukan). Sebelum ditanami. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. daya adaptasi lingkungan tinggi. pasir (1:1:1). Bali. tahan kekeringan. subur. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Jarak petakan 0. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Setelah tanam.20 m membujur dari utara ke selatan.

Setelah batang bawah berumur 6 bulan sudah dapat disambung atau diokulasi. . . Peralatan dan bahan-bahan yang perlu disiapkan . . .Bagian kulit yang telah dipotong dan ditoreh itu kemudian diangkat dan dikelupaskan ke bawah sepanjang 3 cm. Cara kerja . . .Media persemaian sudah disuci-hamakan baik secara kimia maupun fisik dan belum pernah ditanami jeruk. .Lakukan pengendalian jika terdapat serangan hama/penyakit. kulit pohon pangkal bawah dipotong melintang atau diiris seperti bentuk huruf U terbalik. . .Setelah cabang/dahan untuk batang atas tersedia.Pangkal bawah pohon yang akan ditempel terlebih dahulu dibersihkan dengan kain lap. b.Mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap kekeringan. . .Setelah benih ditanam di persemaian. . 2.Bibit yang berasal dari biji nuselus dijadikan batang bawah. 3.Digemari oleh banyak orang karena mempunyai sifat-sifat unggul. .Berproduksi tinggi/berbuah banyak. Batang bawah yang sudah dikelupaskan kulitnya dan dipotong. .Tahan terhadap kekurangan dan kelebihan air.Bentuk buah baik/sempurna dan rasanya enak. . c.Kain lap untuk membersihkan batang pangkal bawah. disiram setiap hari agar tidak kering. baik secara lateral maupun vertikal.Persemaian diberi naungan plastik yang dapat dibuka atau ditutup.Ranting/cabang yang baik berbentuk bulat dan silendris.Kira-kira 2/3 bagian dari kulit yang telah dikelupaskan tadi dipotong dan sisanya yang 1/3 lagi digunakan untuk menjepit kulit mata yang akan ditempelkan.Pisau okulasi yang tajam dan bersih. Kulit dahan bermata tunas (eritris) diiris tipis-tipis beserta kayunya sepanjang 3 cm.Tahan terhadap hama dan penyakit. .Media persemaian. 5. . . a. biasanya jeruk Rough Lemon (RL) atau Japanesche Citroen (JC). Penyemaian dan pemeliharaan benih batang bawah .Penyemaian benih dilakukan dalam bak persemaian atau bedengan. . Syarat-syarat tanaman batang atas .Sebelah kiri dan kanan potongan/irisan kulit dikorek ke bawah dengan ujung pisau sepanjang 3 cm. .Jenis jeruk ini mempunyai beberapa keunggulan yaitu penyebaran akar dalam tanah cukup lugs.Pemupukan dengan NPK diberikan dengan takaran 2 gr/liter air disiramkan merata. .Gunting pangkas untuk membuang tunas-tunas liar.Kira-kira 20 cm diatas tanah. merupakan campuran pupuk kandang dan pasir yang telah diayak dengan perbandingan 1:1. Cabang untuk mata tempel yang sesuai untuk okulasi. . mata tunasnya segera disayat dari dahan tersebut.Berasal dari tanaman yang subur serta tahan terhadap penyakit sehingga dapat hidup bersama (compatible). kemudian dipotong. 4. .Tali plastik atau rafia untuk mengikat mata tempel ke batang bawah. Mata tempel yang sudah jadi.. .

Setelah 3 minggu sejak penempelan tali ikatan dibuka dan tempelan diperiksa. . PENGOLAHAN MEDIA TANAM Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Hal ini dimaksudkan agar mata tunas tempelan dapat tumbuh tanpa disaingi oleh tunas-tunas lain. . Cara menaruhnya jangan sampai terbalik. .Apabila tempelan tidak jadi masih dapat dibuat tempelan lagi pada tempat yang lain. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati.Bekas potongan harus dilumuri atau ditutup dengan parafin atau cat. misalnya di bagian samping atau belakangnya. berarti penempelan gagal. Kebun jeruk di dataran rendah (lahan basah) jarak tanamnya relatif lebih jarang dibanding . Cara mengikatnya dari bawah ke atas.Setelah tempelan berhasil menjadi tanaman baru dan keadaannya sudah cukup dewasa (jumlah cabang dan ranting cukup serta berdaun banyak untuk berasimilasi) batang yang dilengkungkan atau dipatahkan tadi dipotong miring dan dibuang. robek atau kotor. . . jangan sampai kulit rusak.Apabila tempelan berhasil.Kulit tempelan segera diletakkan pada celah batang bawah yang telah disiapkan hingga benarbenar pas dan dijepit dengan bagian kulit yang disisakan. berarti tempelan berhasil. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. disirami setiap tanahnya keying. TEKNIK PENANAMAN Jarak tanam yang digunakan bervariasi dari satu lokasi yang lainnya. . .Irisan kulit bermata dicongkel dan dilepaskan dengan ujung pisau.. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisasisa tanaman. Apabila keadaannya tetap hijau segar.Setelah kulit calon batang atas menempel. kira-kira 1 cm diatas tempelan. . .Beberapa lama kemudian tanaman dapat dipindahkan ke dalam kantong plastik hitam (polybag) dan diisi tanah yang dicampur pupuk secukupnya. tetapi bila warnanya coklat atau kuning. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. tempelan tersebut harus segera diikat.Bibit yang sudah cukup besar dalam kantong plastik siap untuk dipasarkan. Mata tunas jangan tertutup oleh tali pengikat tetapi harus tersembul. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). batang bawah dilengkungkan atau dipatahkan pada ketinggian 2-3 cm diatas tempelan.

penjarangan buah dan pemberantasan hama dan penyakit. Tanaman jeruk baru menghasilkan setelah umur 3 . benalu maupun tanaman liar lainnya. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan agar pohon jeruk tumbuh tanpa gangguan yang berarti baik gangguan gulma/peredu. Jika umur lebih dari 10 tahun produksi masih baik dan jika kebun masih dipertahankan sebaiknya dilakukan penjarangan dengan menebang pohon-pohon yang kurang produktif. Dalam MK PKT ini diasumsi jarak tanam jeruk dataran rendah 5. Jika tanaman sela berupa padi maka harus dibuat guludan sehingga posisi tanaman jeruk berada di atas tanaman padi.2 x 5. Di Jawa biasa digunakan jarak tanam 7 x 7 meter atau 8 x 8 meter.4 tahun dan puncak produksi pada umur tahun ke 8-9. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi.kebun jeruk di dataran tinggi. Dengan jarak tanam 5 x 5 meter maka dalam 1 hektar akan terdapat 400 pohon. lubang tanam yang sudah dibuat diisi dengan pupuk kandang/kompos yang dicampur tanah lapisan atas. Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. pemupukan. 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. Tetapi jarak tanam yang dianjurkan untuk jeruk keprok adalah 6 x 6 meter. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. pemangkasan. Pembersihan atau penyiangan paling tidak harus dilakukan dua kali dalam satu tahun. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.Setelah tajuk saling menutupi. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. diantaranya satu kali bersamaan dengan pemupukan. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. . Pemeliharaan Tanaman Rangkaian kegiatan pemeliharaan mulai dari penyiangan. lainnya menjelang panen. Sebelum penanaman. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya.2 m atau 364 batang pohon perhektar. Jika usaha perkebunan jeruk dirancang untuk periode 10 tahun maka cukup menggunakan jarak tanam yang pendek misalnya 5 x 5 meter.Dengan penyiangan yang baik diharapkan pupuk yang diberikan efektif termanfaatkan untuk pohon jeruk. pembuatan tiang penyangga. Jarak tanam yang lebih besar umumnya tidak memberi pengaruh terhadap tanaman kecuali rendahnya populasi tanaman per hektarnya. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran atau tanaman sela berupa padi. Kegiatan pemeliharaan ini merupakan kegiatan utama dalam perkebunan jeruk. Setelah bibit ditaman. Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. karena 40% dari lahan basah terpakai untuk keper-luan pembuatan drainase dan pembuatan jalan. Sebelum ditanam. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Maksudnya supaya akar tanaman jeruk tidak tergenang air. Sedangkan di dataran tinggi 5 x 4 m atau 500 pohon per hektar. 2) Pengurangan akar.

Dolomit=100. Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. P. ZK=100. TSP=150. ZA=200. c) 3 bulan: Urea=300. Dolomit=60. TSP=100.3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. kerena kami menyadari bahwa keadaan tanah di tiap tiap daerah berbeda. P. ZA=1000.kandang=200 kg/tan.kandang=160 kg/tan. ZA=400. Karena berbunga pada musim hujan umumnya bunga akan gugur. d) 4 bulan: Urea=400. Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. e) 5 bulan: Urea=500. Pemberian pupuk juga tergantung dari jenis / varietas tanaman jeruk itu sendiri tetapi ini hanya sebagai acuan saja. P. ZK=500.kandang=80 kg/tan. Dolomit=40. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi.kegiatan pemangkasan ini dilakukan pada setiap awal musim hujan. ZK=600. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat.kandang=120 kg/tan. ZK=200. ZK=300. dengan harapan pohon akan berbunga pada musim kemarau. g) 7 bulan: Urea=700. Pada pertumbuhan selanjutnya. ZK=800.kandang=40 kg/tan. semoga bermanfaat : Umur Tanaman ( tahun ) 0-1 1-2 Gram Per Pohon Urea 40 60 SP-36 25 50 KCL 10 30 Selang waktu Jumlah pemberian pupuk Tiap 3 bulan Tiap 3 bulan 144 276 Pupuk Kandang ( kg / pohon ) 1 2 . 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. h) 8 bulan: Urea=800. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. 4) Pemangkasan Untuk dapat menghasilkan pohon yang baik disamping dilakukan dengan pemberian pupuk juga harus dilakukan pemangkasan yang baik. TSP=75.kandang=60 kg/tan. ZK=400. pemangkasan puncuk dilakukan pada akhir musim hujan. f) 6 bulan: Urea=600.kandang=140 kg/tan. Dolomit=140. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya Sedangkan pemangkasan pucuk untuk mendapatkan buah yang lebih bagus. Pohon yang berbunga pada musim kemarau akan menghasilkan buah lebih banyak karena perpindahan serbuk sari tidak mengalami gangguan. ZA=2000. P. TSP=200. Dolomit=80. ZK=800. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. TSP=25. Dolomit=160. i) >8 bulan: Urea >1000. b) 2 bulan: Urea=200. P. yang akan menngakibatkan rendahnya produksi buah. Dolomit=20. ZK=700. P.kandang=20 kg/tan. P. ZA=1400. ZA=600. ZA=1200. ZA=1600.kandang=100 kg/tan. TSP=200. TSP=125. Pemangkasan sampai umur tanaman tiga tahun dimaksudkan untuk pembentukan cabang dan ranting yang baik. REKOMENDASI UMUM PEMUPUKAN TANAMAN JERUK UNTUK WILAYAH INDONESIA Rekomendasi ini tidak mutlak tetapi disesuaikan dengan kondisi tanah. Dolomit=120. Setelah berumur tiga tahun lebih. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon.. Dolomit=200. TSP=50. P. ZA=800. dengan cara menseleksi cabang dan ranting yang ada dan memilih yang sehat dan kuat. Dan sebaliknya bila pucuk dipangkas pada musim kemarau pohon akan berbunga pada musim hujan berikutnya. TSP=175. P.

dst 3 3-4 4 6 8 10 14 16 18 20 Pemupukan untuk budidaya jeruk siam per pohon menurut umur tanaman : TSP ( gram ) 0 100 .500 500 .200 200 .600 600 .600 600 .600 600 . Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Oleh karena itu perlu ada penjarangan buah.2-3 3-4 4-5 >5 145 230 285 70 110 140 55 175 220 Tiap 4 bulan Tiap 6 bulan Tiap 6 bulan Tiap 6 bulan Urea ( gram ) 0 200 .800 Berdasarkan Jumlah Produksi Umur Tanaman Pupuk kandang ( Tahun ) ( kaleng / tahun ) Saat tanam 1 2 3 4 5 6 7 8 9 . Pada masa produksi awal (umur 3 tahun) .300 300 . bila berbuah terlalu lebat akan sangat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas pohon jeruk pada masa selanjutnya. disamping itu buah yang terlalu lebat juga akan mempengaruhi kondisi buah pada musim berikutnya.800 800 -1000 1000 .1400 1400 .700 600 .200 200 . tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa.800 Data : Penebar Swadaya. Jakarta Pemberian pupuk kandang dilakukan pada permulaan musim hujan.250 200 . Jika air kurang tersedia. Pupuk setelah dicampur dimasukan ke dalam lubang galian kemudian lubang ditutup kembali dengan tanah.300 300 . Bahkan pohon jeruk yang umurnya di bawah 4 tahun. diujung batas lingkaran pohon dengan ujung daun (dekat akar rambut).700 600 . buah yang terlalu lebat akan mempengaruhi hasil produksi akhir.300 300 .200 150 .1600 296 520 650 3 4 5 5 KCL ( gram ) 0 100 . sebaiknya dengan menggali lingkaran sedalam lebih kurang 30 cm dengan lebar 20 cm.400 400 .250 200 .250 150 .400 400 . perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga.500 500 . 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. 1/3 bagian pupuk urea diberikan segera setelah pohon jeruk berbunga dan 1/3 dan TSP dan 2/3 KCl diberikan bilamana buah mulai membesar.1200 1200 . 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat.400 400 .500 500 . Pemupukan pertama dilaku-kan dengan menggabungkan semua pupuk kandang dengan pupuk urea 1/3 bagian dan bagian TSP dan 1/3 KCL.

daun muda.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate . 8) Penyangga Agar pohon jeruk tidak menerima beban terlalu berat dan rusak pada saat berbuah. namun karena pembuatannya bisa dilakukan secara bertahap dapat dipenuhi dari bahan yang terdapat disekitar petani. agar tidak memboroskan energi/unsur hara yang diserap oleh pohon jeruk. tentu biaya yang diperhitungkan adalah biaya tenaga kerja saja. Penyangga sebaiknya dibuat persegi empat sesuai dengan lingkaran dahan yang harus disangga. kuncup daun. oleh karena itu buah yang terdapat pada cabang yang terlindungi perlu dijarangkan/dibuang. Namun bila bahan yang akan digunakan untuk penyangga harus dibeli tentunya ada tambahan biaya bahan penyangga. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JERUK Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. tunas. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.sebaiknya buah hanya ditinggalkan pada cabang-cabang yang benar-benarkuat dan jumlahnya tidak terlalu banyak. buah yang posisinya mudah terkena sinar matahari.Pemberian penyangga ini melihat kondisi jika cabang atau ranting ira kira tidak kuat untuk mendukung berat buah maka perlakuan ini diperlukan.Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. Artinya semakin besar pohon maka semakin besar pula penyangga yang diperlukan. Gejala: tunas keriting. Pembuatan penyangga ini tentunya memerlukan biaya. Buah yang baik adalah buah yang tumbuhnya normal. maka sebaiknya pohon jeruk diberi tiang penyangga yang terbuat dari kayu atau bambu. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. tanaman mati.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful