1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang Sistem Koloid merupakan sebagai suatu gejala dan bentuk fisik suatu materi, kadangkadang pembentukannya tidak dikehendaki atau harus dihindarkan pada suatu aspek kegiatan atau pada pekerjaan tertentu. Namun pada pekerjaan dan aspek kehidupan lain, pembentukan sistem koloid justru diperlukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Pentingnya kimia koloid karena kebanyakan zat dapat berada dalam keadaan koloid, semua cabang ilmu kimia berkepentingan dengan kimia koloid dalam satu atau lain cara. Semua jaringan hidup bersifat koloidal. Banyak reaksi kimia yang kompleks yang perlu untuk kehidupan, harus ditafsirkan secara kimia koloid. Bagian keark bumi yang dikatakan sebagai tanah yang bisa dicangkul terdiri dari bagian-bagian yang bersifat koloid, oleh karena itu ilmu tanah harus mencakup penerapan kimia koloid pada tanah. 1.2. Rumusan Masalah 1. Apakah yang dimaksud dengan sistem koloid? 2. Apa saja yang termasuk kepada sistem koloid? 3. Bagaimana cara pembuatan koloid? 4. Bagaimana cara pemurnian koloid? 5. Apa sifat dari sistem koloid? 1.3. Tujuan 1. Mengetahui maksud dari sistem koloid 2. Dapat mengetahui macam-macam dari sistem koloid 3. Dapat melakukan pembuatan koloid 4. Dapat melakukan pemurnian koloid 5. Mengetahui sifat-sifat dari sistem koloid.

Macam Sistem Koloid Tabel. Macam . Tipe Koloid Berdasarkan Fasanya Fasa Terdispersi Gas Gas Cair Cair Cair Padat Padat Fasa Nama Pendispersi Cair Padat Gas Cair Padat Gas Cair Busa cair Busa padat Aerosol cair Emulsi cair Emulsi padat Aerosol padat Sol cair Busa sabun. 2. mentega. cat. jelly. Sedangkan bila hanya larut sebagian dan membentuk campuran yang heterogen. Partikel-partikel yang tersebar disebut fasa terdispersi san mediumnya disebut medium pendispersi. debu dalam udara Gelatin. batu apung Kabut. Pengertian Koloid Apabila suatu zat dapat larut dalam pelarutnya dan membentuk campuran homogen maka campuran tersebut disebut campuran homogen. paduan Padat Padat Sol padat logam Contoh . Dispersi koloid atau koloid adalah suspensi dari partikel-partikel yang sangat halus dalam suatu medium. maka campuran tersebut disebut suspensi. hair spray Karet busa.1. roti. mutiara Asap.2 BAB II PEMBAHASAN 2. halimun. intan warna.2. awan Susu. agar-agar. krem. odol Keju. air kanji Kaca warna.

Sol padat. adalah sebutan untuk sistem koloid bila suatui zat cair terdispersi dalam cairan lain. Busa. mutiara berwarna. nikel dalam benzena. Contoh : susu. Sering disebut sol. adalah sebutan untuk sistem koloid bila gas terdispersi di dalam suatu zat padat. Contoh : Endapan Fe(OH)3. Koloid liofilik. paduan logam (kuningan perungu). Contoh : awan. air dalam benzena. Emulsi. Contoh : asap batu bara yang keluar dari cerobong. adalah sebutan untuk sistem koloid bila cairan terdispersi dalam gas. 2. . Busa padat. Aerosol padat . uap amunium klorida (NH4Cl) 3. Contoh : busa larutan sabun. 6. kabut. Contoh : emas atau perak dalam air. Contoh : gelas kaca berwarna. adalah sebutan untuk sistem koloid bila kepadatan terdispersi ke dalam suatu zat cair. adalah sebutan untuk sistem koloid bila zat cair terdispersi didalam zat padat. Sol (larutan koloid). Gel atau jelli. gel asam silikat 8. adalah sebutan untuk sistem koloid bila padatan terdispersi di dalam padatan lainnya.3 1. adalah sebutan untuk sistem koloid bila padatan terdispersi dalam gas. 4. dispersi koloid terbagi menjadi 2 bagian yaitu : 1. 2. Secara umum. Contoh : batu apung 7. Sering disebut sebagai gel. yaitu partikel yang tidak suka pada pelarutnya. 5. yaitu partikel yang suka pada pelarutnya. minyak dalam air. Aerosol cair. Koloid liofobik. adalah sebutan untuk sistem koloid bila gas terdispersi dalam cairan.

Penambahan ini dimaksudkan untuk memecahkan endapan menjadi partikelpartikel koloid. Pembuatan Koloid Ada dua cara pembuatan koloid. 1.3. b. dan emas. Elektroda yang biasanya digunakan adalah platina. Cara Arc Bredig. Cara peptisasi. Cara mekanik yaitu menggiling zat yang akan didispersi bersama-sama dengan medium pendispersinya sampai dibentuk koloid. Cara disperse ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu : a. Cara Dispersi Cara dispersi yaitu memecahkan molekul yang lebih besar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil sesuai dengan ukuran partikel koloid (10-5 ± 10-7 cm). Uap akan terkondensasi dengan cepat (karena pendinginan oleh es) membentuk dispersi koloid. yaitu mengalirkan alur listrik tegangan tinggi melalui 2 elektroda logam yang tercelup di dalam suatu pelarut. perak. Tegangan listrik yang tinggi (Arc) diberikan kepada kedua elektoda Logam akan menguap akan pemanasan dari tegangan listrik tersebut. yaitu cara dispersi dan cara kondensasi. yaitu menambahkan ion sejenis pada suatu endapan.: bertindak sebagai ion sejenis) atau AgNO3 (Ag+ bertindak sebagai ion sejenis). (I. c. Contoh : Endapan perak iodida (Agl) dapat dipeptisasi dengan menambahkan larutan elektolit dari ion sejenis misanya KI. Cara kerjanya : - Elektroda-elektroda dicelupkan ke dalam medium terdispersi.4 2. . Sedang pelarut yang sering digunakan adalah air.

dan Cl. Kesetimbangan Ion Contoh : .Fe. Cara Kondensasi Adalah cara pembuatan koloid dengan mengubah partikel-partikel yang lebih kecil menjadi partikel-partikel koloid. 2 H2S + SO2 3 S + 2 H2 O Sol Belerang 3. Reduksi Cara ini dipakai untuk membuat sol dari logam Pt. Contoh : Pembuatan sol Fe(OH)3. Larutan FeCl3 dituang kedalam air mendidih. Hidroslisis Cara ini dapat dipakai untuk logam-logam seperti Al. Contoh : Pembuatan sol emas 2AuCl3 + 3SnCl2 3SnCl4 + 2 Au Sol Emas 4. Cara kondensasi dapat dilakukan : a.5 2. Dengan reaksi kimia 1. Volume air mendidih jauh lebih besar dari volume larutan FeCl3. Karena basa logam tersebut berbentuk koloid. maka kan didapatkan sol belerang (S). Ag dan Au. Oksidasi Contoh : Bila larutan H2S dan SO2 dicampur. 2 FeCl3 + 6H2O Fe(OH)3 + 6HCl Koloid 2.

Bila air ditambahkan ke dalam larutan fenolftalein dalam etanol. maka akan terbentuk cairan seperti susu. .6 - Pembuaatan Sol AgCl Pada larutan AgNO3 ditambahkan larutan HCl yang sangat encer. tetapi tidak larut didalam air. As2 O3 + 3H2S As2S3 + 3H2 O b. Bila larutan jenuh belerang. Contoh : - Belerang larut didalam etanol. Dengan pendinginan berlebihan Suatu larutan dengan pelarut air di campur dengan pelarut organik seperti kloroform atau eter.akan mengadakan reaksi kesetimbangan di dalam larutan. Ag+ + ClAgCl - Pembuatan Sol As2S3 Pada larutan H2S encer ditambahkan oksida arsen (As2 O3 ). Cl. Campuran kemudian didinginkan. c. - Indikator fenolftalein larut dalam etanol. Dengan Mengubah Pelarut Cara ini dilakukan untuk menurunkan kelarutan suatu zat terlarut. tetapi tidak larut dalam air. maka akan terbentuk sol belerang. Akibatnya molekulmolekul air saling bergabung membentuk partikel koloid. Hal ini terjadi akibat menurunnya kelarutan belerang didalam capuran tersebut. dalam etanol dituang ke dalam air. Maka ion Ag+.

Adanya pengotor dapat mengurangi kestabilan koloid yang telah terbentuk. Pemurnian Koloid Koloid yang sudah terbentuk sering kali masih mengandung zat ±zat pengotor. 2. Sol belerang. Beberapa cara pemurnian koloid 1. Bila uap suatu unsure dialirkan kedalam suatu zat cair. Contoh: Sol air raksa.7 d. Zat terlarut dari larutan sejati dapat melewati pori-pori membran (karena ukuran partikelnya lebih kecil dari ukuran partikel koloid). Contoh : Pada pembuatan sol Fe(OH)3 terbentuk HCl. Dialis Dialis adalah suatu proses pemurnian koloid dengan menggunakan membran yang sifatnya selektif.4. Misalnya zat-zat elektrolit. Dengan melewatkan uap suatu unsur kedalam suatu cairan. 2 FeCl3+ 6 H2O 2 Fe(OH)3 + 6HCI Maka HCI harus di hilangkan. 2. Sehingga terbentuk partikel-partikel koloid yang disebut sol. Elektrodialisis Elektrodialisis merupakan proses dialisasi dengan menggunakan bantuan medan listrik. oleh sebab itu perlu dihilangkan. . Elektrodialisis berlangsung relatif lebih cepat dibandingkan dengan dialisis. Sedangkan partikel-partikel koloid tidak dapat.maka uap tersebut akan mengalami proses kondensasi.

Penyaringan ini biasanya membran.5. sedangkan partikel koloid tertahan. 1. Partikulat-partikulat yang merupakan partikel koloid. Dapat menghamburkan berkas cahaya ( Efek Tyndall ) Dapat menghamburkan sinar biru sehingga menyebabkan suatu koloid jadi terang Peristiwa ini ditemukan pertama kalinya oleh Michael Faraday kemudian diselidiki lebih lanjut oleh Tyandall ( 1820-1893 ). senantiasa bergerak dengan arah yang lurus tetapi arahnya tidak tertentu (gerak Brown) dan dapat dikumpulkan dengan cara mekanik atau kimia. Cottrel (1887-1948) . Sifat Koloid Sifat .8 3. Sehingga partikel koloid dapat bergerak di dalam medan listrik. Prinsip ini digunakan oleh Frederick G. Muatan partikel koloid dapat dinetralkan dengan penambahan suatu elektrolit. Ultrafiltrasi Ultrafiltrasi adalah menyaring larutan koloid dengan menggunakan penyaringan khusus. 2. 2. akan ditarik kearah elektoda dan dinetralkan. Contoh : Partikulat pencemar pada cerobong asap buangan pabrik dapat dihilangkan dengan melewatkan asap pada 2 pelat elektroda listrik bertegangan tinggi. Bermuatan listrik Muatan partikel koloid ditentukan oleh jumlah muatan ion-ion yang mengelilinginya. Zat terlarut (kotoran) dan medium pendispersi dapat lolos. Untuk mempercepat proses penyaringan biasanya digunakan tekanan.sifat koloid antara lain dapat menghamburkan berkas cahaya. Penetralan ini dapat mengumpulkan bahkan mengendapkan koloid. kemudian mengendap. ahli fisika bahasa inggris.

. ahli biologi bangsa inggris. 4. Bergerak acak (Gerak Brown) Partikel-patrtikel koloid senantiasa bergerak lurus tidak beraturan arahnya.9 untuk membuat alat Cottrel guna mengurangi pencemaran udara oleh asap buangan pabrik. Dapat berwarna Warna koloid ditentukan oleh ukuran partikelnya. 3. karena ditemukan oleh Robert Brown (1773-1858). Misanya : Warna Sol Perak Diameter partikel Orange kekuningan 6x10-5 m Orange kemerahan Merah lembayung Lembayung 9x10-5 m 13x10 -5 m 15x10 -5 m 5. Gerak Brown sangat jelas pada partikel koloid dan makin berkurang frekuensinya pada partikel-paertikel yang lebih besar. Adanya peristiwa adsorpsiyang telah berlangsung dapat diketahui dari timbulnya kenaikan. Dapat mengadsorpsi Adsorpsi merupakan peristiwa penyerapan zat terserap (adsorbat) oleh suatu zat penyerap (adsorben). Gerakan ini disebut gerak brown.

Gel atau jelli.sistem yang terbentuk dari dua komponen ini disebut sistem dispersi. Dapat menghamburkan berkas cahaya ( Efek Tyndall ) 2. sedangkan pelarutnya disebut zat pendispersi atau medium pendispersi. Aerosol padat. maka campuran tersebut disebut suspensi. 1. . bahwa dalam sistem koloid disebutkan bahwa Apabila suatu zat dapat larut dalam pelarutnya dan membentuk campuran homogen maka campuran tersebut disebut campuran homogen. Bermuatan listrik 3. Busa cair. Zat yang terpecah halus di dalam suatu sistem medium atau pelarut disebut zat tersispersi. Dapat mengadsorpsi Adapun macam-macam dari sistem koloid adalah Aerosol cair. Sedangkan bila hanya larut sebagian dan membentuk campuran yang heterogen. Dapat berwarna 5. Bergerak acak (Gerak Brown) 4. Sifat-siafat dari sistem koloid yaitu. Sol. dan Sol padat. Busa padat. Emulsi.10 BAB III PENUTUP Jadi kesimpulan yang dapat kita ambil dari makalah ini.

Agung. HAM.Bandung: Ganesha Operation. Edisi keenam.Membuat Reagen Kimia.1989.Kimia 3.Hadyana Pudjaatmaka Ph. P. .2008. y y y Purbianto.KIMIA 3. y Foster. Jakarta: Erlangga.11 DAFTAR PUSTAKA y D.A.Kimia Untuk Universitas.Program ilmu-ilmu Biologi dan ilmu-ilmu Fisik.2005.Jakarta: Intan Pariwara.Jakarta: Bumi Aksara.1989. Jakarta: Bumi Aksara.Mulyono.Bob. S-MIA.Ananta.1989.Kumpulan Rumus XII IPA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful