Klasifikasi Aedes Aegypti Nyamuk Aedes Aegypti adalah hewan yang termasuk ke dalam golongan insekta (serangga) dari

ordo diptera (bersayap sepasang). Nyamuk ini merupakan salah satu hewan yang paling mematikan di dunia. Bagaimana tidak, gigitan satu ekor nyamuk Aedes Aegypti ini di kulit manusia bisa mengakibatkan kematian. Penyakit yang disebabkannya disebut sebagai demam berdarah. Aedes Aegypti yang menggigit kulit manusia adalah nyamuk Aedes Aegypti betina. Adapun nyamuk Aedes Aegypti jantan tidaklah menghisap darah tetapi memakan nektar (sari bunga). Hal yang membuat nyamuk betina ini membutuhkan darah adalah karena dia membutuhkan banyak protein sebagai nutrisi bagi telur dan calon anak-anaknya. Meskipun nyamuk betina ini memakan darah, ketika mereka tidak akan dan tidak sedang bertelur, nyamuk betina juga memakan nektar. Siklus Hidup Aedes Aegypti Semua nyamuk mengalami siklus hidup yang disebut sebagai metamorfosis. Metamorfosisnya adalah metamorfosis sempurna (4 tahap). Metamorfosis itu sendiri merupakan proses perubahan bentuk tubuh makhluk hidup selama masa hidupnya. Nyamuk betina bertelur di permukaan air. Kemudian, telur berubah bentuk menjadi larva. Dalam satu hingga dua minggu, larva kemudian akan berubah menjadi pupa (kepompong). Saat fase pupa, nyamuk tidak makan, tetapi tetap aktif berenang di atas permukaan air. Dalam beberapa hari, pupa akan membuka dan keluarlah nyamuk dewasa. Nyamuk betina dewasa bisa hidup selama 2 hingga 2 bulan, sedangkan nyamuk jantan dewasa hanya berumur seminggu saja. Adaptasi dan Pertahanan Aedes Aegypti Nyamuk jantan menggunakan antena sebagai alat indra. Indra ini juga digunakan dalam mendeteksi pasangannya dengan cara mendengung. Dengungan ini bisa terjadi sebanyak 250 kali dalam 1 detik. Nyamuk betina mencari darah dengan cara mendeteksi karbondioksida dan oktenol yang dihasilkan saat makhluk hidup target bernapas dan berkeringat (termasuk manusia). Ketika nyamuk betina mendeteksi karbondioksida, mereka akan terbang ke atas sampai dia menemukan sumbernya. Darah yang diisapnya bukanlah untuk energi tubuhnya melainkan untuk kebutuhan perkembangan anak-anaknya. Persebaran Nyamuk Aedes Aegypti Nyamuk Aedes Aegypti tersebar di berbagai Negara. Dari mulai Negara-negara tropis hingga Negara-negara subtropis. Seperti Asia Tenggara, Afrika, Amerika, Mediterania, hingga Pasifik. Tempat yang paling banyak menyebarkan nyamuk ini biasanya adalah tempat yang mempunyai sistem air yang buruk (air yang tidak mengalir). Di tempat inilah biasanya nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak. Kemampuan terbang nyamuk Aedes Aegypti bisa mencapai jarak yang sangat jauh dari sarangnya (sekitar 121 km). Itu sebabnya, walaupun kita menjaga lingkungan sekitar agar bersih dari sarang nyamuk, kita masih bisa tergigit oleh nyamuk Aedes Aegypti dari sarangnya yang sangat jauh sekali. Mencegah Gigitan Aedes Aegypti Pencegahan gigitan nyamuk Aedes Aegypti agar tidak sampai menjadi demam berdarah sudah sangat kita kenal. Pemerintah kita sudah sejak lama memasyarakatkan program pencegahan

menutup. Infeksi virus dalam tubuh nyamuk dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang mengarah pada peningkatan kompetensi vektor. aegypti. albopictus yang cenderung berada di daerah hutan berpohon rimbun (sylvan areas). meletakkan telur pada permukaan air bersih secara individual. Telur Aedes aegypti tahan kekeringan dan dapat bertahan hingga 1 bulan dalam keadaan kering. Nyamuk A. dan mengubur. Terdapat empat tahapan dalam perkembangan larva yang disebut instar. berarti menutup semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bersarang. Perkembangan dari telur hingga nyamuk dewasa membutuhkan waktu 7 hingga 8 hari. Infeksi virus dapat mengakibatkan nyamuk kurang handal dalam mengisap darah. Sebagai contoh. telur kering dapat menetas menjadi larva. nyamuk A. aegypti umumnya memiliki habitat di lingkungan perumahan. Di Indonesia. seperti halnya culicines lain. Pupa bertahan selama 2 hari sebelum akhirnya nyamuk dewasa keluar dari pupa. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh asupan protein yang diperlukannya untuk memproduksi telur. Jenis ini menyenangi area yang gelap dan benda-benda berwarna hitam atau merah. Akibatnya. Usaha yang dilakukan berupa program 3M. lingkungan yang kaya akan nutrisi menghasilkan nyamuknyamuk . namun dapat lebih lama jika kondisi lingkungan tidak mendukung. Sebaliknya. berarti rajin membersihkan tempat-tempat penampungan air agar bisa dicegah dari pembentukan sarang nyamuk. Menguras. Nyamuk jantan tidak membutuhkan darah. Menutup. berulang kali menusukkan proboscis nya. Kondisi larva saat berkembang dapat mempengaruhi kondisi nyamuk dewasa yang dihasilkan. bertolak belakang dengan A. Demam berdarah kerap menyerang anak-anak karena anak-anak cenderung duduk di dalam kelas selama pagi hingga siang hari dan kaki mereka yang tersembunyi di bawah meja menjadi sasaran empuk nyamuk jenis ini. Oleh karena itu. namun tidak berhasil mengisap darah sehingga nyamuk berpindah dari satu orang ke orang lain.demam berdarah ini. Adapun mengubur adalah mengubur/ menimbun semua barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di dalam tanah Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Sebaliknya. dan memperoleh energi dari nektar bunga ataupun tumbuhan. Perkembangan dari instar 1 ke instar 4 memerlukan waktu sekitar 5 hari. Telur menetas dalam 1 sampai 2 hari menjadi larva. di mana terdapat banyak genangan air bersih dalam bak mandi ataupun tempayan. yaitu menguras. yaitu kemampuan nyamuk menyebarkan virus. populasi larva yang melebihi ketersediaan makanan akan menghasilkan nyamuk dewasa yang cenderung lebih rakus dalam mengisap darah. Penularan penyakit dilakukan oleh nyamuk betina karena hanya nyamuk betina yang mengisap darah. Setelah mencapai instar ke-4. jenis ini bersifat urban. risiko penularan virus menjadi semakin besar. Telur berbentuk elips berwarna hitam dan terpisah satu dengan yang lain. larva berubah menjadi pupa di mana larva memasuki masa dorman. larva sangat membutuhkan air yang cukup untuk perkembangannya. Jika terendam air.

6. Hidup di lingkungan rumah. 5.121 m dan di California 2. Selain itu Aedes aegypti jarang ditemukan pada ketinggian lebih dari 1. pecahan botol. Nyamuk ini mampu hidup pada temperatur 8ºC-37ºC. Jumlah telur bisa mencapai 100 buah. Nyamuk bisa hidup sampai 2-3 bulan dengan rata-rata 2 minggu. Aedes aegypti merupakan spesies nyamuk yang banyak ditemukan di daerah tropis dan subtropis yang terletak antara 35º lintang utara dan 35º lintang selatan. Memiliki bentuk tubuh seperti koma. Berwarna hitam dengan loreng putih (belang-belang berwarna putih) di sekujur tubuh nyamuk. Bisa terbang hingga radius 100 meter dari tempat menetas. 2. Jika istirahat jentik terlihat tegak lurus dengan permukaan air. Setelah usia 1-2 hari maka kepompong siap berubah menjadi nyamuk baru dan siap mencelakakan umat manusia yang ada di sekitarnya. Jika tidak ada air maka telur akan tahan menunggu air selama 6 bulan. 2. talang air. . air empang. 3. 1997).000 m. Gerakan lincah dan bergerak aktif di dalam air bersih dari bawah ke permukaan untuk mengambil udara nafas lalu kembali lagi ke bawah. Bergerak lamban di dalam air bersih. Sering berada di permukaan air. bangunan dan gedung. Nyamuk penyebab DBD bertelur dengan ciri sebagai berikut : 1.400 m. lubang wc. Menetas setelah 2 hari terendam air bersih 4. lantas menjadi jentik nyamuk dengan ciri-ciri : 1. Waspadalah terhadap nyamuk demam berdarah dengue karena jika penyakit dbd tersebut tidak ditanggulangi dengan baik maka bisa menyebabkan kematian pada manusia yang ada di sekitarnya. Memiliki ukuran 0. genangan yang berhubungan langsung dengan tanah. Setelah telur menetas. dsb bukan tempat yang cocok bagi nyamuk dengue untuk bertelur. dan lain sebagainya. Nyamuk betina menghisap darah pada pagi hari dan sore hari. air keruh. 3. 2. 4. 4. Aedes aegypti bersifat Anthropophilic dan sering tinggal di dalam rumah (WHO. Tetapi di India pernah ditemukan pada ketinggian 2. Setelah 6-8 hari akan berubah jadi kepompong nyamuk. Warna telur hitam dengan ukuran rata-rata 0. vas bunga. 7. Kepompong nyamuk aides aigypty memiliki ciri seperti di bawah ini : 1.8 mm 3.5 s/d 1 cm 3. 2. Kemampuan terbang nyamuk betina bisa mencapai 2 km tetapi kemampuan normalnya kira-kira 40 meter. Senang hinggap di tempat gelap dan benda tergantung di dalam rumah.Ciri fisik nyamuk yang menularkan penyakit DBD dengan nama aedes aegypty adalah sebagai berikut : 1. Air kotor seperti got. Nyamuk betina membutuhkan darah setiap dua hari sekali. kaleng bekas. Tempat yang biasa dijadikan tempat bertelur (berkembang biak) adalah di tempat yang tergenang air bersih dalam waktu lama seperti bak mandi. penampungan air.

Hal ini disebabkan karena nyamuk Aedes aegypti sangat sensitif dan mudah terganggu. Menggunakan bubuk Abate 1 G(bahan aktif :Temephos 1%) Takaran penggunaan bubuk abate 1G adalah sebagai berikut : untuk 100 liter air cukup dengan 10 gram bubuk Abate 1G dan seterusnya. Selanjutnya tinggal membagikan atau menambahkannya sesuai dengan banyaknya air yang akan di abatisasi. Asia Tenggara merupakan daerah endemik infeksi virus Hepatitis B. 03 Februari 2010 09:33 Saat ini lebih dari 350 juta pasien karier virus Hepatitis B di dunia. Takaran tidak perlu tepat betul. satu sendok makan peres (yang diratakan diatasnya) berisi 10 gram Abate 1 G. Bubuk abate 1 G berwarna kecoklatan terbuat dari pasir yang dilapisi dengan zat kimia yang dapat membunuh jentik nyamuk. tetapi transmisi perinatal dan paparan terhadap virus pada awal kehidupan merupakan sumber penularan utama. . dimana 75% berada di Asia dan Pasifik Barat. Vaksinasi Hepatitis B yang efektif telah tersedia selama lebih dari 20 tahun. Bila tidak ada alat untuk menakar gunakan sendok makan. Vaksin Hepatitis B Ditulis oleh Irsan Hasan. Keadaan ini sangat membantu Aedes aegypti dalam memindahkan virus Dengue ke beberapa orang sekaligus sehingga dilaporkan adanya beberapa penderita DBD di dalam satu rumah (Depkes. jika di masukan kedalam air maka sedikit demi sedikit zat kimia itu akan larut secara merata dan membunuh semua jentik nyamuk yang ada dalam tempat penampungan air tersbut. Transmisi vertikal merupaakan sumber infeksi utama di seluruh dunia. Griskalia Rabu. dimana 8% atau lebih merupakan karier Hepatitis B dan risiko infeksi selama hidup bervariasi dari 60-80%. Diantaranya ada yang menempel pada dinding tempat penampungan air dan bertahan sampai 3 bulan bila tidak disikat.Nyamuk Aedes mempunyai kebiasaan menggigit berulang (multiple bitters) yaitu menggigit beberapa orang secara bergantian dalam waktu singkat. 2004). Oleh sebab itu maka penaburan abate 1 G perlu di ulang setiap 3 bulan. y LARVASIDA Cara melakukan larvasida. Dalam takaran yang di anjurkan seperi diatas aman bagi manusia dan tidak menimbulkan keracunan.

Terdapat hipotesis yang menyatakan bahwa infeksi kronik berhubungan dengan respon sel T yang lemah. virus Hepatitis B dapat ditransmisikan dengan efektif melalui cairan tubuh. dan berkurangnya nekroinflamasi. dan reaktivasi. dan melalui membran mukosa. kapsul. Selain itu penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan donor organ. yang dapat dideteksi dengan PCR (10-20% kasus). D. Selain transmisi vartikal. Gambaran Klinis Infeksi virus Hepatitis B terdiri dari empat fase: imunotoleran. terjadi peningkatan DNA virus yang tinggi dengan atau tan[a serokonversi HBeAg. alat tindik. Penularan yang lebih rendah dapat terjadi melalui kontak dengan karier Hepatitis B. pre-S2. . diikuti dengan normalisasi ALT. Penemuan DNA virus di ekstrahepatik menjelaskan tingginya tingkat transmisi virus dari organ donor yang mengandung anti-HBc yang positif. fase non replikasi (karier inaktif). dan inseminasi buatan. immune clearance. Hepatitis B dapat menular melalui pasien dengan HBsAg yang negatif tetapi anti-HBc positif. Genome virus ini mempunyai empat buah open reading frame: inti. dan protein S. dan X. Pada fase reaktivasi. tetapi oleh karena respon imun yang dihasilkan oleh tubuh. Fase ini disebut fase imunotoleran. Fase non replikasi merupakan fase dimana terjadi serokonversi HBeAg menjadi anti-HBe. dimana yang membuat kerusakan sel hati dan manifestasi klinis bukan disebabkan oleh virus yang menyerang hepatosit. Genotipe B dan C paling banyak ditemukan di asia. Pasien yang sudah terinfeksi sejak lahir biasanya mempunyai kadar DNA serum yang tinggi tanpa manifestasi hepatitis aktif. karena adanya kemungkinan DNA virus Hepatitis B yang bersirkulasi. Patogenesis infeksi virus Hepatitis B merupakan suatu proses yang kompleks. Virus Hepatitis B tidak bersifat sitopatik. nukleokapsid. dan lisis hepatosit. hemodialisis. yang melibatkan respon imun humoral dan seluler. Gen X mengkode protein X yang berperan penting dalam proses karsinogenesis. B. Mutasi pada precore dan inti menghambat produksi HBeAg. alat tato. hubungan seksual. perkutan. C. Respon antibodi terhadap antigen permukaan berperan dalam eliminasi virus. paparan terhadap pekerja kesehatan yang terinfeksi. disertai peningkatan ALT. Virus bereplikasi di dalam hepatosit. Sampai saat ini terdapat delapan genotipe virus Hepatitis B: genotype A. Gen inti mengkode protein nukleokapsid yang penting dalam membungkus virus dan HBeAg. H. Respon sel T terhadap selubung. E. Pada fase ini DNA virus hanya dapat dideteksi dengan PCR. F.b. Cara Penularan Virus Hepatitis B merupakan virus DNA yang termasuk golongan Hepadnaviridae. Fase immune clearance ditandai dengan menurunnya kadar DNA. dan antigen polimerase berperan dalam eliminasi sel yang terinfeksi. Gen permukaan mengkode protein pre-S1. polimerase. aktivitas histologi. Adanya HBeAg yang positif mengindikasikan risiko transmisi virus yang tinggi.Virus Hepatitis B 100 kali lebih infeksius pada pasien dengan infeksi HIV dan 10 kali lebih infeksius pada pasien Hepatitis C. c. meningkatnya kadar ALT. G.

Terapi Hepatitis B Tujuan utama terapi Hepatitis B adalah untuk mencapai supresi DNA virus. artritis. Antigen e Hepatitis B (HBeAg) ditemukan dalam serum selama infeksi akut. anoreksia. Selain itu dapat pula disertai manifestasi klinis ekstrahepatik. Hepatitis fulminan terjadi pada kurang dari 1% kasus. Kadar aminotransferase yang tinggi mencapai 1000-2000 IU/l sering terjadi. atau peningkatan kadar aminotransferase serum. Diagnosis Serologi Hepatitis B HBsAg muncul di serum 2-10 minggu setelah paparan virus dan sebelum muncul gejala. entecavir. Hepatitis B kronik dapat tidak bergejala. adefovir. dimana ALT lebih tinggi daripada AST. maupun analog nukleosida seperti lamivudin. Pada umumnya kadar ALT dan HBsAg akan menurun dan hilang bersamaan. tenovovir). Anti-HBs dapat tidak terdeteksi selama periode jendela selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah hilangnya HBsAg. tetapi beberapa pasien mengalami kelelahan kronik meskipun kadar ALT telah kembali normal. Jenis terapi yang diberikan dapat berupa imunomodulator berupa interferon alfa. Bila terdapat sirosis hati. maupun eksaserbasi. dan berhubungan dengan ensefalopati dan kegagalan multiorgan. artralgia. Selama infeksi akut. Koeksistensi HBsAg dan anti HBs dapat terjadi pada 10-25%. dan kemerahan pada kulit. dan malaise. IgM anti-HBc terdeteksi selama 4-6 bulan setelah episode hepatitis akut dan jarang betahan sampai 2 tahun. Antibodi terhadap komponen inti (anti HBc) terdeteksi pada infeksi akut. dengan demam. telbivudin. kronik. Kadang-kadang juga disertai nyeri ringan pada abdomen kanan atas. Hilangnya HBsAg setelah beberapa minggu diikuti munculnya antibody anti-HBs. Hepatitis B kronik Gejala yang paling sering adalah kelelahan. Ikterus akan hilang dalam waktu 1-3 bulan. 80% kasus HBsAg hilang dalam 12 minggu setelah sakit. Infeksi akut biasanya ditandai dengan serum sickness pada 10-20% kasus. reaktivasi infeksi dapat disertai dengan ikterus dan gagal hati. d. e. .Hepatitis B akut Masa inkubasi dari beberapa minggu sampai 6 bulan. Mortalitas hepatitis B fulminan > 80%. biasanya terjadi dalam waktu 4-8 minggu setelah gejala. tergantung dari jumlah replikasi virus. Hanya 30% pasien yang disertai ikterus. Reaktivitas HBeAg biasanya hilang setelah enzim dalam serum mencapai kadar maksimal.

Dua puluh lima persen pasien dengan hepatitis B kronik akan meninggal akibat sirosis hati maupun hepatoma. Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) juga digunakan untuk melindungi pasien dari infeksi Hepatitis B rekuren setelah transplantasi hati. Komplikasi Infeksi virus Hepatitis B pada orang dewasa dengan sistem imun yang intak menyebabkan infeksi akut. imunisasi pasif dan imunisasi aktif. g. Infeksi pada bayi 90% akan cenderung menjadi hepatitis B kronik. Imunisasi Pasif Imunitas pasif yang didapat melalui anti-HBs dapat melindungi individu dari infeksi Hepatitis B akut dan kronik bila diberikan segera setelah paparan. paparan membran mukosa atau kulit terhadap darah yang terinfeksi virus Hepatitis B. dengan menggunakan imunoglobulin yang mengandung titer anti-HBs yang tinggi. menghindari kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien yang terinfeksi virus Hepatitis B. tidak menggunakan jarum suntik dan alat kedokteran yang tidak steril. Pencegahan Pencegahan infeksi virus Hepatitis B dapat dilakukan melalui non imunisasi dan imunisasi. Pencegahan non imunisasi dapat dilakukan dengan cara. sedangkan infeksi pada anak usia 1-5 tahun 30-50% akan menjadi kronik. 95% neonatus yang terinfeksi akan menjadi Hepatitis B kronik. menghindari hubungan seksual yang tidak aman. Namun sebaliknya. yang terpapar dengan cairan tubuh pasien dengan ininfeksi virus Hepatitis B. dan kontak seksual pada pasien yang HBsAg positif. Proteksi yang dihasilkan oleh HBIG hanya bertahan selama beberapa bulan. Survival spontan pada gagal hati akut akibat Hepatitis B adalah sekitar 20%. Profilaksis pasca paparan diberikan kepada bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita Hepatitis B. Profilaksis vaksin Hepatitis B sebelum paparan mengurangi kebutuhan terhadap HBIG.f. Infeksi Hepatitis B dikatakan kronik bila HBsAg dalam serum positif lebih dari 6 bulan. gagal hati fulminan akibat Hepatitis B akut terjadi pada kurang dari 1% kasus. dengan 1-5% kasus menjadi kronik. Efektivitas imunoglobulin Hepatitis B adalah 75% untuk mencegah Hepatitis B yang bermanifestasi klinis atau keadaan karier bila digunakan segera setelah paparan. Sebuah studi menyatakan bahwa bila tidak diterapi. h. Imunoglobulin Hepatitis B juga diindikasikan untuk profilaksis pasca paparan jarum suntik atau luka kulit lainnya. Data penelitian menyebutkan bahwa terapi kombinasi HBIG dan vaksin Hepatitis B dapat meningkatkan efektivitas pencegahan infeksi perinatal sebesar 85-95% dan memberikan efek proteksi jangka panjang. Hepatitis B kronik dapat menjadi sirosis hati dan hepatoma. 30% individu yang tertusuk jarum yang terinfeksi . Imunisasi Hepatitis B terdiri dari dua bentuk. dan caracara pencegahan umum lainnya. Pada orang dewasa. Salah satu penggunaan utama HBIG adalah sebagai ajuvan vaksin Hepatitis B dalam mencegah transmisi Hepatitis B perinatal. Sekitar 1/4-1/3 pasien dengan infeksi Hepatitis B kronik akan mengalami penyakit hati yang progresif.

difteri aseluler ± Hepatitis B . Indikasi Vaksin Hepatitis B Vaksin Hepatitis B diberikan kepada kelompok individu dengan risiko tinggi tertular Hepatitis B. imunogenik. Vaksin yang mengalami pembekuan akan mengurangi efektivitas vaksin. yang berkumpul menjadi partikel imunogenik (vaksin DNA rekombinan). Tidak ada peningkatan efek samping maupun interverensi antara pemberian vaksin Hepatitis B dengan vaksin lain. dimana vaksin menginduksi sel T yang spesifik terhadap HBsAg dan sel B yang dependen terhadap sel T untuk menghasilkan antibodi anti-HBs secepatnya 2 minggu setelah vaksin dosis pertama. i. tetanus. dan ditambah aluminium fosfat atau alminium hidroksida. Imunisasi Aktif Perkembangan Vaksin Vaksin Hepatitis B yang aman. Efikasi HBIG dalam pencegahan Hepatitis B klinis dan Hepatitis B kronik adalah 75% bula diberikan dalam waktu 7 hari setelah paparan. dan difteri. tetanus. Sebagian pabrik vaksin memproduksi vaksin kombinasi yang mengandung komponen Hepatitis B. diantaranya adalah: y y y Pekerja di bidang kesehatan Petugas keamanan yang rentan terhadap paparan darah Pekerja di panti sosial . pertusis ± Hepatitis B (DTP-Hep B). Contoh produk vaksin Hepatitis B yang beredar di pasaran adalah Recombivax HB (Merck) dan Engerix-B (Glaxo Smith Kline). Vaksin Hepatitis B mengandung HBsAg ayng dimurnikan. Vaksin Hepatitis B tersmasuk vaksin yang termostabil. Kedua vaksin tersebut mempunyai efektivitas yang serupa. difteri aseluler ± Hepatitis B ± Haemophilus influenza tipe b (DTaP-Hep B-Hib). Vaksin dapat diperoleh dari hasil kultur HBsAg dari plasma pasien infeksi Hepatitis B kronik (plasma-derived vaccine) atau dengan memasukkan plasmid yang mengandung gen S virus dan pada beberapa kasus pre-S1 dan atau pre S2 ke dalam ragi atau sel mamalia. Pemanasan pada suhu 45oC selama 1 minggu atau 37oC selama 1 bulan tidak mengubah imunogenisitas dan reaktivitas vaksin.virus Hepatitis B akan mengalami infeksi klinis dan penggunaan HBIG mempunyai efektivitas 75% dalam mencegah penyakit yang bermanifestasi klinis. Vaksin tersebut mengalami inaktivasi. Vaksin tersebut termasuk vaksin DNA rekombinan. Selain itu juga terdapan kombinasi vaksin Hepatitis B dengan Hepatitis A. dan efektif telah dipasarkan sejak tahun 1982. difteri. tetanus. difteri aseluler ± Hepatitis B (DTaP-Hep B). tetanus. dan diawetkan dengan thimerosal. Vaksin kombinasi yang sudah ada diantaranya adalah: difteri. dimurnikan. Vaksin Hepatitis B harus disimpan pada suhu 2-8oC.Haemophilus influenza tipe b ± polio inaktif (DTaP-Hep B-Hib-IPV). Insersi ini akan menginduksi sel mengekspresikan HBsAg. difteri. j.

k. imunogenisitas vaksin akan berkurang bila vaksin disuntikkan pada gluteus.5 inci untuk memastikan vaksin masuk ke jaringan otot. 1. Pengguna obat-obatan suntik Pria biseksual dan homoseksual Orang yang melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu pasangan Pasien penyakit hati kronik Pasien yang berpotensi menjalankan transplantasi organ.y y y y y y y y y Pasien hemodialisis Pasien yang membutuhkan transfusi darah maupun komponen darah Kontak atau hubungan seks dengan karier Hepatitis B atau Hepatitis B akut Turis yang bepergian ke daerah endemik Hepatitis B. Vaksin Hepatitis B diberikan dalam 3 dosis pada bulan ke-0. kurangnya pengalaman tenaga kesehatan dalam melakukan suntikan intradermal. Rekomendasi Dosis Vaksin Hepatitis B Keadaan * Recombivax HB (10 µg/ml) 2. 2. Pada orang dewasa.5 µg/ml 5 µg/ml 10 µg/ml 40 µg/ml (1 ml)# 10 µg/ml (1 ml)# Engerix B (20 µg/ml) 10 µg/ml 20 µg/ml 20 µg/ml 40 µg/ml (2 ml) ## 40 µg/ml (2 ml) ## Bayi dan anak < 11 tahun Anak / remaja (11-19 tahun) Dewasa (> 20 tahun) Pasien hemodialisis Pasien imunokompromais Jadwal yang dianjurkan bulan ke-0. 6 *Bayi yang lahir dengan ibu yang HBsAg (-) # Formulasi khusus 2 dosis 1 ml disuntikkan di satu sisi dalam 4 dosis (bulan ke-0. Pemberian Imunisasi dan Dosis Vaksin Hepatitis B harus diberikan secara intramuskular di otot deltoid pada orang dewasa. Penyuntikan vaksin secara intradermal tidak dianjurkan karena imunogenisitas pada usia muda lebih rendah. 1. dan kurangnya data tentang efektivitas jangka panjang. Tabel 1. 6) ## . dan 6. Panjang jarum yang digunakan sebaikya 1-1. 1. respons antibodi yang tidak konsisten pada orang tua. Dua dosis pertama merupakan dosis yang penting untuk membentuk antibodi. Dosis ketiga diberikan untuk mencapai kadar antibodi anti-HBs yang tinggi.

Tabel 2. imunitas berkurang dibawah 90%. Rekomendasi Profilaksis Hepatitis B Setelah Paparan Perkutan Status imun pasien yang terpapar Belum divaksinasi Rekomendasi bila sumber HBsAg (+) HBIG 0. Efektivitas Vaksin Pemberian 3 dosis vaksin Hepatitis B secara intramuskluar menginduksi respon antibodi protektif pada lebih dari 90% dewasa sehat yang berusia kurang dari 40 tahun.06 mg/kg + vaksin Hepatitis B Rekomendasi bila sumber HBsAg (-) Inisiasi vaksin Hepatitis B Rekomendasi bila status HBsAg sumber tidak diketahui Inisiasi vaksin Hepatitis B Sebelumnya sudah vaksinasi y Individu responder Terapi (-) atau Terapi (-) pertimbangkan booster Terapi (-) 2 x HBIG atau Terapi (-) y Non responder 1 x HBIG + vaksinasi Terapi (-) Hepatitis B Bila sumber risiko tinggi: terapi seolaholah HBsAg (+) y Respon tidak diketahui Tes anti-HBs individu yang terpapar Terapi (-) y Tes anti-HBs individu yang terpapar y y Bila inadekuat : 1 x HBIG + booster vaksin Hepatitis B Bila adekuat: terapi - y Bila inadekuat : booster vaksin Hepatitis B Bila adekuat: terapi- l. Meskipun faktor pejamu lainnya . Setelah berusia 40 tahun. dan saat berusia 60 tahun hanya 65-76% vaksin yang mempunyai efek proteksi terhadap infeksi virus Hepatitis B.

parasit membelah beberapa kali untuk membentuk merozoit baru. Sporozoit bergerak ke hati di mana mereka mengulangi siklus ini. Pelaksanaan Vaksin Hepatitis B Pada Patugas Kesehatan Sampai saat ini cakupan imunisasi pada petugas kesehatan masih rendah. Reaksi alergi terhadap komponen vaksin termasuk thimerosal merupakan kontraindikasi pemberian vaksin. yang kemudiannya diambil oleh nyamuk betina. dan penyakit kronik menyebabkan imunogenisitas vaksin yang rendah. Alur yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan vaksinasi tersebut adalah sebagai berikut Sporozoit berpindah ke hati dan menembus hepatosit. Pada tahun 2006. Di sini mereka terbelah berkalikali untuk menghasilkan sejumlah besar sporozoit halus memanjang. tetapi usia merupakan factor determinan terpenting. Vaksin HBVsAg/AS04 mengandung 3¶-deacylated monophosphoryl lipid A (MPL) dan ajuvan MF59 mengandung antigen permukaan dan pre-S2. Sebagian dari petugas kesehatan tersebut mempunyai HbsAg yang positif. Di sini parasit membesar dari bentuk cincin ke bentuk trofozoit dewasa. Imunisasi menggunakan HBV DNA encoding untuk antigen permukaan Hepatitis B dan nukleoprotein menarik untuk diteliti sebagai profilaksis maupun untuk terapi. Vaksin yang berbasis DNA ini menghasilkan imunitas humoral dan seluler. Dari hepatosit. o. kemudian membenamkan diri pada membran perut luar. membentuk zigot motil yang dikenal sebagai ookinet. Ookinet menembus dan lepas dari perut tengah. reaksi anafilaksis. dan Sindrom Guillan-Barre. n. m. yang meninggalkan sel darah merah dan bergerak melalui saluran darah untuk menembus sel darah merah baru. Efek yang ditimbulkan berupa nyeri di tempat injeksi. Perkembangan Terkini Imunogenisistas vaksin Hepatitis B dapat ditingkatkan dengan menggunakan ajuvan yang lebih poten. yang kemudian menyerang sel darah merah. infeksi HIV. obesitas. . di RSUPN Cipto Mangunkusumo dilakukan vaksin Hepatitis B pada 1142 petugas kesehatan. gametosit membentuk gamet dan menyuburkan satu sama lain. Tahap dorman bagi sporozoit Plasmodium dalam hati dikenal sebagai hipnozoit. parasit berkembang biak menjadi ribuan merozoit. di mana ia dicucuk masuk ke dalam darah inang kedua yang digigit nyamuk. Sporozoit ini berpindah ke kelenjar liur nyamuk. juga respon sel CD4+ dan CD 8+. Efek Samping dan Kontraindikasi Vaksin Hepatitis B merupakan vaksin yang termasuk aman. tetapi sebagian merozoit berubah menjadi bentuk jantan atau betina (gametosit) (juga dalam darah). demam.seperti merokok. Kebanyakan merozoit mengulangi siklus ini secara terus-menerus. Pada tahap skizon. Penggunaan granulocyte colony stimulating factor juga dapat meningkatkan antibodi anti-HBs. Keduanya mempunyai efek yang lebih baik. Dalam perut tengah nyamuk.

Dikenal 4 (empat) jenis plasmodium.falciparum menyebabkan penyakit malaria falsifarum.Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana 3. 4. yaitu : 1.Plasmodium vivax menyebabkan malaria tertiana (malaria tertiana begigna). Plasmodium sp berproduksi secara sexual (sporogoni)dan asexual (schizogon) di dalam host yang berbeda. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai plasmodium sp dan lebih rinci lagi akan dibahas mengenai plasmodium Falcifarum.Plasmodium falciparum menyebabkan malaria topika (malaria tertiana maligna). Plasmodium sp pada manusia menyebabkan penyakit malaria dengan gejala demam. logos = ilmu). Plasmodium falciparum mempunyai sifat ± sifat tertentu yag berbeda dengan species lainnya. 2008 by harnawatiaj PLASMODIUM FALCIPARUM Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad-jasad yang hidup untuk sementara atau tetap di dalam atau pada permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari jasad itu (parasiros = jasad yang mengambil makanan. disebut host definitive sedangakn reproduksi asexual terjadi pada host intermediate. host dimana terjadi reproduksi sexsual. anemia dan spleomegali (pembengkakan spleen).Nama penyakit P.Dalam beberapa spesies jaringan selain hati mungkin dijangkiti. Plasmodium falciparum mempunyai klasifikasi sebagai berikut : Kingdom : Haemosporodia Divisio : Nematoda Subdivisio : Laveran Kelas : Spotozoa Ordo : Haemosporidia Genus : Plasmodium Species : Falcifarum A. sehingga diklasifikasikan dalam subgenus laveran. Namun hal ini tidak berlaku pada spesies yang menyerang manusia PLASMODIUM FALCIPARUM Posted on Maret 15. Malaria menular kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles sp. . dalam siklus hidupnya. 2.Plasmodium ovale menyebabkan malaria ovale. Reproduksi sexual hasinya disebut sporozoite sedangkan hasil reproduksi asexual disebut merozoite.

jumlah rata-rata adalah 16. Sebagian besar kasus berat dan fatal disebabkan oleh karena eritrosit yang dihinggapi parasit menggumpal dan menyumbat kapiler. accole. seperti otak. tidak ada fase eksoeritrosit. Dalam waktu 24 jam parasit di dalam kapiler berkembang biak secara zkisogoni. Di Indonesia parasit ini terbesar di seluruh kepulauan. Jumlah morozoit pada skizon matang (matur) kira-kira 40.000/mm3 darah. Dalam badan manusia parasit tidak tersebar merata dalam alat-alat dalam dan jaringan sehingga gejala klinik pada malaria falciparum dapat berbeda-beda. kadang-kadang melebihi 500. D. Bentuk dini yang dapat dilihat dalam hati adalah skizom yang berukuran 30 µ pada hari keempat setelah infeksi. Walaupun bentuk marginal. cincin dengan kromatin ganda dan infeksi multiple dapat juga ditemukan dalam eritrosit yang di infeksi oleh species plasmodium lain pada manisia. jantung. Sitoplasmanya dapat mengandung satu atau dua butir pigmen. Pada species parasit lain pada manusia terdapat 20 atau lebih butir pigmen pada stadium skizon yang lebih tua. skizon matang Plasmodium falciparum lebih kecil dari skizon matang parasit malaria yang lain. C. Akhirnya membelah-belah dan membentuk 8 24 morozoit. kelainan-kelainan ini lebih sering ditemukan pada Plasmodium Falciparum dan keadaan ini penting untuk membantu diagnosis species. bentuk pinggir (marginal) dan bentuk accole sering ditemukan. usus atau sumsum tulang. di tempat tempat ini parasit berkembang lebih lanjut. Pada malaria falciparum eritrosit yang diinfeksi tidak membesar selama stadium perkembangan parasit. kecuali pada kasus brat (perniseosa). Bentuk cincin da tofozoit tua menghilang dari darah tepi setelah 24 jam dan bertahan dikapiler alat-alat dalam. plasenta.Distribusi geografik Parasit ini ditemukan didaerah tropic. terutama di Afrika dan Asia Tenggara. Perkembangan aseksual dalam hati hanya menyangkut fase preritrosit saja. Bentuk cincin Plasmodium falciparum kemudian menjadi lebih besar. Bentuk skizon muda Plasmodium falciparum dapat dikenal dengan mudah oleh adanya satu atau dua butir pigmen yang menggumpal.000 bentuk cacing stadium trofosoit muda plasmodium falciparum sangat kecil dan halus dengan ukuran 1/6 diameter eritrosit. Bila skison sudah matang.Hospes Manusia merupakan hospes perantara parasit ini dan nyamuk Anopheles betina menjadi hopses definitifnya atau merupakan vektornya.B. berukuran seperempat dan kadang-kadang setengah diameter eitrosit dan mungkin dapat disangka parasit Plasmodium malariae. Pada bentuk cincin dapat dilihat dua butir kromatin.Morfologi dan daur hidup Parasit ini merupakan species yang berbahaya karena penyakit yang ditimbulkannya dapat menjadi berat dan menyebabkan kematian. Derajat infeksi pada jenis malaria ini lebih tinggi dari jenis-jenis lainnya. Pembentukan gametosit berlamgsung dalam alat-alat dalam. Beberapa bentuk cincin dapat ditemukan dalam satu eritrosit (infeksi multipel). Eritrosit yang mengandung trofozoit tua dan skizon mempunyai titik kasar berwarna merah (titik mauror) tersebar pada dua per tiga bagian eritrosit. Stadium perkembangan siklus aseksual berikutnya pada umumnya tidak berlangsumg dalam darah tepi. akan mengisi kira-kira 2/3 eritrosit. tetapi kadang-kadang stadium mudah dapat ditentukan . Adanya skizon muda dan matang Plasmodium falciparum dalam sediaan darah tepi berarti keadaan infeksi yang berat sehingga merupakan indikasi untuk tindakan pengobatan cepat.

maka infeksi dapat segera diatasi. pikau mental (mentral cunfuncion). butir-butir pign\men disekitan plasma sekitar inti. 1990) dengan menyingkirkan penyebab lain (infeksi bakteri atau virus) : 1. 2. Pada hari ke. Malaria falciparum berat adalah penyakit malaria dengam P.anemia normositik berat 3. Penyakit berlangsung terus. E. sakit kepala. bila lebih dari 5 % eritrosit di-infeksi.000 ± 150. Jumlah gametosit pada infeksi Falciparum berbeda-beda. pucat atau agak kemerah-merahan dan intinya berwarna merah mudah. Gametosis betina atau makrogametosis biasanya lebih langsing dan lebih panjang dari gametosit jantang atau mikrogametosit. Sitoplasmanya biru. 15 ± 17 hari pada suhu 23o C dan 10 ± 11 hari pada suhu 25o C ± 28o C. Penyakitnya mulai dengan sakit kepala.Malaria algida menyerupai syok/renjatan waktu pembedahan. Pada stadium dini penyakit penyakit dapat didiagnosis dan diobati dengan baik.falciparum stadium aseksual ditemukan di dalam darahnya.8 pigmen tidak tampak kecuali beberapa butir masih dapat dilihat. Walaupun skizogoni eritrosit pada Plasmodium falciparum selesai dalam waktu 48 jam dan priodisitasnya khas terirana. Mikrogametozit membentuk lebih lebar dan seperti sosis. dan sitoplasmanya lebih biru dengan pulasan Romakonowsky. jumlah ini tidak pernah dicapai oleh species Plasmodium lain pada manusia.Patologi dan gejala-gejala. gejala malaria pernisiosa dapat timbul secara mendadak. Siklus seksual Plasmodium falciparum dalam nyamuk sama seperti pada Plasmodium yang lain. pigmen pada obkista berwarna agak hitam dan butir butinya relative besar. diagnosis pada stadium ini tergantung dari anamosis tentang kepergian penderita ke daerah endemic malaria sebelumnya. Masa tunas intrinsic malaria falciparum berlangsung antara 9-14 hari. Siklus berlangsung 22 hari pada suhu 20o C. Gametosis muda mempunyai bentuk agak lonjong. Bila pengobatan tidak sempurna. dengan sporolasi yang tidak singkron. punggung dan ekstremitas lebih hebat dan keadaan umum memburuk. tetapi dapat tersusun sebagai lingkaran kecil dipusat atau sebagai garis lurus ganda.gejala gastro-intestinal menyerupai disentri atau kolera. perasaan dingin. disertai salah satu bentuk gejala klinis tersebut dibawah ini (WHO. Demam mungkin tidak ada atau ringan dan penderita tidak tampak sakit.dalam darah tepi.Malaria serebral dapat dimulai secara lambat atau mendadak setelah gejala permulaan. sering kali pada species ini terdapat 2 atau lebih kelompokkelokpok parasit. berwarna merah tua dan butir-butir pigmen tersebar disekitar inti. besar dan tidak padat. kadang-kadang sampai 50. Intinya lebih lebih kecil dan padat. Pada malaria Falciparum ada tiga macam penyulit : 1.gagal ginjal . punggung dan ekstremitas. Demam tidak teratur dan tidak menunjukkan perodiditas yang jelas. muntah atau diare ringan. akhirnya mencapai bentuk khas seperti sabit atau pisang sebagai gametosis matang. Pada stadium ini penderita tampak gelisah.malaria otak dengan koma (unarousable coma) 2. kemudian menjadi lebih panjang atau berbentuk elips. Ada anemia ringan dan leucopenia dengan monositosis. mual. terutama pada stadium permulaan serangan malaria. 3. Gametosis untuk pertama k ali tampak dalam darah tepi setelah beberapa generasi mengalami skizogoni biasanya kira-kira 10 hari setelah parasit pertama kali tampak dalam darah. Istilah ini diberikan untuk penyulit berat yang timbul secara tidak terduga pada setiap saat.000/mm3 darah. sehingga priodesitas gejala pada penderita menjadi tidak teratur. membentuk pola pada kista sebagai lingkaran ganda sekitar tepinya.

Kombinasi sulfadoksin 1000 mg dan pirimetamin 25 mg per tablet dalam dosis tunggal sebanyak 2-3 tablet.syok 7. 1981) dan Jawa Barat (1981). Kamboja. F. Resistensi adalah kemampuan strain parasit untuk tetap hidup. Jawa Tengah (Jepara. .penderita sangat lemah (prosrated) 3. berkembangbiak dan menimbulkan gejala penyakit. 2.Plasmodium yang resisten mempunyai jalur biokimia (biochemical pathway) lain untuk mengadakan sintesis asam amino sehingga dapat menghindarkan pengaruh klorokuin. Vietnam. Di Indonesia ditemukan di Kalimantan timur (1974). obat malaria lain dapat diberikan .Antibiotik seperti tetrasiklin 4 x 250 mg/hari selama 7-10 hari. parasit masih sensitive dibeberapa tempat di daerah tersebut.Asidosis 10. Gejala dimulai dengan mendadak.Diagnosis Diagnosis malaria falcifarum dapat dibuat dengan menemukan parasit trofozoit muda ( bentuk cincin ) tanpa atau dengan stadium gametosit dalam sediaan darah tepi. badan cepat lemah dan morolitasnya tinggi. 2. kadang-kadang tidak ditemukan dalam darah tepi.kejang umum yang berulang. G.Mungkin parasit itu tidak mempunyai tempat (site) untuk mengikat klorokuin sehingga obat ini tidak dapat dikonsentrasi dalam sel darah merah. walaupun diberi pengobatan terhadap parasit dalam dosis standar atau dosis yang lebih tinggi yang masih dapat ditoleransi.Kombinasi ± kombinasi lain : kina dan tetrasiklin. Pada autopsy dapat ditemukan pigmen dan parasit dalam kapiler otak dan alat-alat dalam.Resistensi parasit malaria terhadap obat malaria. 4. minosiklin 2 x 100 mg/hari selama 7 hari.4.Edema paru 5. Pada ³blackwater´ parasit sedikit sekali.Hiperparasitemia 4. 3. Mengapa parasit malaria menjadi resisten terhadap klorokuin. Resistensi P. Malaysia.Falciparum terhadap klorokuin sudah dapat dipastikan. Focus resistensi tidak mengcakup semua daerah. Sumatera Selatan (1978). Irian Jaya (1976). Laos. Ada beberapa kemungkinan yaitu : 1.falciparum terhadap obat malaria golongan 4 aminokuinolin (klorokuin dan amodiakuin untuk pertama kali ditemukan pada tahun 1960 -1961 di Kolombia dan Brasil.Gangguan kesadaran (rousable) 2. di Muangthai. Timor Timur (1974). Filifina. muntah cairan yang berwarna empedu.Malaria hemoglobinuria (backwater fewer) Manifestasi klinis lainnya (pada kelompok atau daerah didaerah tertentu) : 1. amsih belum diketahui dengan pasti.Ikterus (jaundice) 5.Hipoglikemia 6.Kina 3 x 2 tablet selama 7 hari.Perdarahan spontan/DIC (disseminated intravascular coagulation) 8.hiperpireksia Hemolisis intravascular secara besar-besaran dapat terjadi dan memberikan gambaran klinis khas yang dikenal sebagai ³blackwater fever´ atau febris iktero-hemoglobinuria. antara lain : 1. Kemudian secara berturut-turut ditemukan di Asia Tenggara. ikterus. urin berwarna merah tua samapi hitam. Bila resistensi P. 9.

Gametositosida : menghancurkan semua bentuk seksual termasuk stadium gametosit P.Sulfon dan sulfonamide 8. trimetoprim) 7.Antibiotic ( tetrasiklin. respon terhadap obat tersebut. Kepulauan Solomon.Alkaloid cinchona (kina) 2.9-aminoakridin (mepakrin) 4. Brasil) dan dari Indonesia (Pulau nias Sumatera Utara. juga mempengaruhi stadium perkembangan parasit malaria dalam nyamuk Anopheles betina 5. R I : Resistensi tingkat I dengan rekrusesensi lambat atau dini (pada minggu ke 3 sampai ke 4 atau minggu ke 2) R II : Resistensi tingkat II dengan jumlah parasit menurun pada tingkat I.Diaminopirimidin (pirimetamin. adanya kekebalan parsial manusia.Skizontosida jaringan sekunder primakuin. amodiakuin) 5. 2.3. pengobatan kuratif ( .falcifarum .Sporontosida : mencegah atau menghambat gametosit dalam darah untuk membentuk ookista dan sporozoit dalam nyamuk Anopheles Obat-obat malaria yang ada dapat dibagi dalam 9 golongan menurut rumus kimianya : 1.Mutasi spontan dibawah tekanan otot. Penggunaan obat malaria yang utama ialah sebagai pengobatan pencegahan (profilaksisi ). minosiklin. membasmi parasit daur eksoeritrosit atau bentukbentuk jaringan P. Criteria untuk menentukan resistensi parasit malaria terhadap 4-aminokuinolin dilapangan telah ditentukan oleh WHO dengan cara in vivo dan in vitro. R III : Resistensi tingkat III dengan jumlah parasit tetap sama atau meninggi pada minggu ke I. Derajat resistensi terhadapobat secara in vivo dapat dibagi menjadi : S : Sensitive dengan parasit yang tetap menghilang setelah pengobatan dan diikuti selama 4 minggu. Irian Jaya) mengenai P.Biguanida(proguanil) 6. 3. Lembe Sulawesi Utara. 4. klindamisin ) 9.Skizontosida jaringan primer : proguanil. H.Kuinilinmetanol dan fenantrenmetanol ( meflokuin ) Penggunaan Obat malaria Suatu obat mempunyai beberapa kegunaan yang dapat dipengaruhi beberapa factor. ada tidaknya obat tersebut di pasaran.8-aminokuinolin (primakuin) 3. Florest NTT.vivax yang resistensi ditentukan dengan cara mengukur konsentrasi klorokuin dalam darah atau serum penderita. seperti spesies parasit malaria.Skizontosida darah : membasmi parasit stadium eritrosit yang berhubungan dengan penyakit akut disertai gejala klinis. Akhir akhir ini ada laporan dari beberapa Negara (Bombay India. risiko efek toksik. vivax dan P.Pengobatan Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Malaria Klasifikasi biologi obat malaria Berdasarkan suseptibilitas berbagai stadium parasit malaria terhadap obat malaria maka obat malaria di bagi dalam 5 golongan : 1. Myanmar. pilihan dan harga obat. Papua Nugini. ovale dan digunakan untuk pengobatan radikal infeksi ini sebagai obat anti relaps. pirimetamin. dapat membasmi parasit pra eritrosit sehingga mencegah masuknya parasit ke dalam eritrosit digunakan sebagai profilaksis kausal.4-aminokuinolin (klorokuin.

Dosis tersebut dapat disesuaikan BB ( 25 mg/kg BB dosis total. dan pencegahan transmisi. sehingga dapat mencegah infeksi pada nyamuk atau mempengaruhi perkembangan sporogonik pada nyamuk adalah gametositosida atau sporontosida Pada pemberantasan penyakit malaria. Pengobatan misal dilakukan di daerah dengan endemisitas tinggi. Obat digunakan untuk pengobatan infeksi yang telah ada. 1.Pengobatan pencegahan transmisi. Pengobatan radikal dilakukan dentgan tujuan membasmi semua parasit yang ada dan mencegah timbulnya relaps.terapeutik ). dan pengobatan missal. Dosis obat malaria Dosis obat malaria tanpa keterangan khusus berarti bahwa dosis tersebut diberikan kepada orang dewasa dengan BB kurang lebih 60 kg. Semua skizontisida darah adalah obat profilaksis klinis atau supresif dan ternyata bila pengobatan diteruskan cukup lama . maka disebut proteksi individu atau profilaksis individu. 2. Obat diberikan dengan tujuan mencegah terjadinya infeksi atau timbulnya gejala. Tiap orang harus mendapat pengobatan secara teratur dengan dosis yang telah ditentukan.Dalam program pemberantasan malaria cara pengobatan yang terpenting adalah pengobatan presumtif.Pengobatan terapeutik (kuratif). Pengobatan serangan akut dapat dilakukan dengan skizontosida. infeksi malaria dapat lenyap. pengobatan radikal. 3. misalnya tidur menggunakan kelambu Mengobati semua penderita untuk menghilangkan sumber penularan Pemberantasan nyamuk dan larvanya . Bila obat malaria digunakan oleh beberapa individu untuk pencegahan infeksi. penanggulangan serangan akut dan pengobatan radikal. penggunaan obat secara operasional tergantung pada tujuannya. Pencegahan penyakit malaria Menghindari gigitan nyamuk. Pengobatan presumtif adalah pengobatan kasus malaria pada waktu darahnya diambil untuk kemudian dikonfirmasi infeksi malarianya. Obat yang efektif terhadap gametosit.Pengobatan pencegahan (profilaksis).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful