BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 2 Nadi Kecamatan Bulukerto Kabupaten Wonogiri. Memiliki 6 ruang kelas, 1 kantor kepala sekolah dan guru, dengan tenaga kependidikan sejumlah 10 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan penjaga. Alasan yang mendasari penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Nadi, yaitu: a. Pengajaran dengan model problem based learning belum pernah diteliti di SD Negeri 2 Nadi. b. Berdasarkan hasil pengamatan penelitian di lapangan terdapat permasalahan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) c. Penghematan waktu dan biaya, karena lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal peneliti. 2. Waktu Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian ini selama 6 bulan bulan, yakni pada semester genap tahun ajaran 2010/2011.

B. Subjek Penelitian Subjek dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi sebanyak 22 siswa terdiri dari 11 siswa putra dan 11 siswa putri. Dengan pertimbangan bahwa pemahaman konsep gaya magnet dalam pembelajaran IPA masih rendah.

C. Bentuk dan Strategi Penelitian 1. Bentuk Penelitian Berdasarkan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini lebih menekankan pada masalah proses. Sedangkan data yang akan diperoleh berupa

maka bentuk pendekatan yang perlu digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kualitatif dan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri. pengamatan (observing). dan refleksi (reflecting) (Suharsimi Arikuntoro. Penelitian tindakan kelas berangkat dari permasalahan yang riil yang dihadapi oleh guru dalam proses belajar mengajar. Sebagai berikut: Perencanaan Refleksi Tindakan Pengamatan Rancangan Penelitiannya sebagai berikut: . 2008: 16). Adapun langkahlangkah pelaksanaan PTK dilakukan melalui 4 tahap yaitu perencanaan (planning). Strategi Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan strategi model siklus. Menurut Wardhani. 2. dkk (2008: 13) penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action Research yang berarti satu action research yang dilakukan di kelas.data yang langsung tercatat dari kegiatan lapangan. Secara jelas langkah-langkah tersebut dapat digambarkan pada Gambar 2. tindakan (acting). dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru.

Perencanaan Tindakan Kegiatan ini meliputi: 1) Membuat perencanaan pengajaran. dan buku penilaian. D. Pelaksanaan Tindakan Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan pembelajaran. yaitu guru dan siswa SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri. b. Data penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber yang meliputi: 1. Teknik Pengumpulan Data . hasil belajar siswa. 3) Membuat alat evaluasi. Tempat dan peristiwa berlangsungnya aktivitas pwmbwlajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 3. c.a. d. 2) Membuat lembar observasi. Refleksi Pada tahap ini data-data yang diperoleh melalui pengamatan dikumpulkan dan dianalisis. guna mengetahui seberapa jauh tindakan telah membawa perubahan dan perubahan apa yang terjadi. E. 2. Data dan Sumber Data Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang rendahnya pemahaman konsep gaya magnet dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Informan atau nara sumber. rencana pelaksanaan pembelajaran. Observasi Tahap ini dilaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan. Dokumen atau arsip yang antara lain berupa kurikulum.

3. saat pelaksanaan tindakan sampai akhir tindakan untuk menata langkah-langkah perbaikan agar lebih efektif dan efisien. Pengamatan/Observasi Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan peneliti dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki. Tes ini diberikan pada awal penelitian untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan siswa dalam pembelajaran gaya magnet. tes ini dilakukan di setiap akhir pertemuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep gaya magnet pada siswa. tes. Dengan kata lain tes disusun dan dilakukan untuk mengetahui tingkat perkembangan pemahaman konsep gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri tahun pelajaran 2010/2011 yang ditandai dengan nilai tes yang diperoleh siswa sesuai dengan siklus yang ada. Dokumentasi . Observasi yang dilaksanakan dalam penelitian tindakan ini adalah observasi langsung.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data di atas meliputi pengamatan/observasi. dan dokumentasi yang masing-masing secara singkat diuraikan berikut ini: 1. 2. Selain itu. Tes Tes digunakan untuk mengetahui perkembangan pemahaman konsep gaya magnet. Observasi langsung ini dilakukan pada guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri untuk mengetahui pemahaman dan perkembangan siswa dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung sesuai dengan siklus yang ada. yang merupakan serangkaian pertanyaan yang harus dijawab / dilakukan untuk menunjukkan seberapa baik orang mengetahui tentang sesuatu atau seberapa baik orang dapat melakukan sesuatu. Observasi langsung adalah observasi yang dilakukan tanpa perantara (langsung) terhadap objek yang diamati. Observasi ini bertujuan untuk memantau dan mengamati proses pembelajaran IPA mengenai gaya magnet yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas sejak sebelum melaksanakan tindakan.

rapat. Teknik analisis data dalam penelitian ini digunakan untuk menganalisis data-data yang berhasil dikumpulkan. prasasti. Dalam penelitian ini metode dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh daftar nilai. dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. buku. Jenis trianggulasi metode ini dilakukan dengan mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda. Dengan teknik ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih tepat sesuai keadaan siswa. surat kabar. Dalam penelitian ini membandingkan hasil pengamatan dengan data isi dokumen yang terkait misal arsip nilai. 2007: 20). notulen. transkrip. 2. agenda. Yang ditekankan adalah penggunaan teknik atau metode pengumpulan data yang berbeda dan bahkan lebih jelas untuk diusahakan mengarah pada sumber data yang sama untuk menguji kemantapan informasinya. absen dan lainnya. Validitas Data Untuk menjamin dan mengembangkan validitas data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan trianggulasi. dan sebagainya ( Suharsimi Arikuntoro. . F. Trianggulasi Data (sumber0 dengan cara mengumpulkan data sejenis dari sumber berbeda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (Miles dan Huberman. Model analisis interaktif ini mempunyai tiga komponen pokok yaitu reduksi data. Adapun dari trianggulasi yang ada hanya menggunakan 2 teknik: 1. 2006: 231). majalah. Trianggulasi Metode. daftar hadir siswa. daftar nama siswa kelas V dan arsip-arsip lain yang dimiliki guru kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri. Teknik Analisis Data Analisis data adalah cara mngolah data yang sudah diperoleh dari dokumen.Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Dalam penelitian ini membandingkan hasil pengamatan kegiatan siswa yang dilakukan oleh observer dengan hasil pengamatan guru itu sendiri G. sajian data.

matrik dan sebagainya (Miles dan Hubberman. chart network. maka akan dimengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pengertian tersebut. Dalam penyajian ini dapat dilakukan melalui berbagai macam cara visual misalnya gambar. grafik. menggolongkan. Dengan melihat penyajian data. Kesimpulan adalah tinjauan ulang pada catatan di lapangan. mengarahkan. diagram. Penarikan kesimpulan merupakan bagian dari suatu kegiatan dari konfigurasi yang utuh sehingga kesimpulankesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan -catatan tertulis di lapangan. Penarikan kesimpulan Data-data dari hasil penelitian setelah direduksi disajikan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan/verifikasi. Penyajian data adalah sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Untuk menampilkan data-data tersebut agar lebih menarik maka diperlukan penyajian yang menarik pula. Penyajian data Setelah data direduksi langkah selanjutnya yaitu diadakan penyajian data. membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik kesimpulan/diverifikasi. Dalam pelaksanaan penelitian penyajian-penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid. pemusatan perhatian pada penyederhanaan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan. Reduksi data Data-data penelitian yang telah dikumpulkan selanjutnya direduksi. 2. Hasil dari data-data yang telah didapatkan dari laporan penelitian selanjutnya digabungkan dan disimpulkan serta diuji kebenarannya. Verifikasi data yaitu pemeriksaan tentang benar dan tidaknya hasil dari laporan penelitian.1. 2007: 17) 3. Reduksi adalah proses pemilihan. kesimpulan dapat ditinjau sebagai makna-makna yang muncul dari data yang harus diuji .

Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 3 siklus yang masingmasing siklus meliputi perencanaan. Tiap Siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang dicapai. Untuk mengetahui pemahaman konsep gaya magnet pada pelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri 2 Nadi Bulukerto Wonogiri diadakan obsrvasi terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Berdasarkan hasil temuan di kelas.kebenarannya. pelaksanaan tindakan. dan pada akhir siklus III mencapai 75% (kurang lebih 17 siswa) I. . maka peneliti berusaha meningkatkan pemahaman konsep gaya magnet pada pelajaran IPA siswa V dengan menerapkan Model Problem Based Learning dan menghubungkan dengan konsep lain yang telah dikuasai siswa. seperti yang telah didesain. kemudian pada siklus II mencapai 70% (kurang lebih 16 siswa). observasi. (Milles dan Hubberman. 2007: 19) H. dan refleksi. kekokohannya dan kecocokannya yaitu yang merupakan validitasnya. Pelaksanaan dilakukan dengan mengadakan pembelajaran yang dalam satu siklus ada dua kali tatap muka yang masing-masing 2x35 menit. Indikator Keberhasilan Penelitian dikatakan berhasil dan ada peningkatan apabila jumlah siswa yang memperoleh nilai sesuai dengan KKM (• 65) di kelas pada siklus I mencapai 65% (kurang lebih 15 siswa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful