JEJAK SATRIO PANINGIT mjbookmaker by: http://jowo.jw.

lt 01€Pengantar Diterbitkannya buku ini adalah sebagai persembahan penulis kepada seluruh anak b angsa di bumi Nusantara ini, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban moral s piritual atas penulisan Surat Terbuka Kepada SBY (lihat lampiran) oleh penulis yan g telah dilayangkan pada tanggal 14 September 2006. Surat tersebut sebenarnya se cara eksklusif hanya dikirimkan kepada Presiden RI, Mensekkab, Menko Kesra, Ment eri ESDM, Mendagri, Mensos, dan juga MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui email dan faksimili. Namun di luar sepengetahuan penulis, ternyata surat tersebut tel ah beredar luas di beberapa blog di internet. Hal ini baru penulis ketahui setel ah banyak tanggapan dari masyarakat luas yang masuk melalui email dan sms. Sebua h kenyataan yang tidak dapat dihindarkan. Memang pada akhirnya surat tersebut tidak mendapat tanggapan dari pihak yang ber kompeten. Tetapi dari tanggapan dan masukan positif dari masyarakat pembaca sura t tersebut menciptakan wacana tersendiri. Hingga penulis dibantu oleh saudara Nu rahmad menayangkan sebuah blog di internet pada tanggal 10 Juni 2007 guna memapa rkan dan menjelaskan hal-hal yang melatarbelakangi penulisan surat tersebut. Blo g itu dapat pembaca temukan di alamat web : http://nurahmad.wordpress.com, denga n titel : JALAN SETAPAK MENUJU NUSANTARA JAYA . Materi tulisan yang dipaparkan adal ah merupakan kajian dalam persepsi spiritual dari karya warisan leluhur nusantar a, yaitu : Bait-bait Syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kalatidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmo Gandhul, dan Ug a Wangsit Siliwangi. Latar belakang penerbitan buku ini dimaksudkan pula guna lebih melengkapi dan me mperjelas materi tulisan yang telah dipaparkan di dalam blog. Esensi tulisan yan g ada di dalam blog maupun buku ini adalah merupakan hasil perjalanan spiritual pe nulis sejak bulan Oktober 2004. Sebelumnya, dengan segala kerendahan hati secara pribadi penulis memohon maaf sebesar-besarnya kepada para Syeh Toriqoh dan para Winasis/Waskita Kasepuhan di seluruh nusantara ini atas kelancangan dan keberan ian penulis menuangkan tulisan-tulisan di dalam buku ini. Sebagai pejalan penulis sadar sepenuhnya akan adab-adab yang berlaku sebagai seorang pejalan . Namun nampak nya tanda yang muncul sangat jelas : Saatnya Sudah Tiba . Untuk itu pula buku ini d iterbitkan dalam rangka diselenggarakannya Sarasehan Spiritual Jalan Setapak Menu ju Nusantara Jaya di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 dengan mencanangkan t opik : REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA . Insya Allah, saatnya tabir misteri nusa ntara terkuak. Dalam mengungkapkan tulisan-tulisan dalam buku ini penulis berusaha memaparkan d engan gaya bahasa populer dan sesederhana mungkin agar mudah dipahami bagi semua pembaca dari segenap lapisan. Mengingat penyampaian bahasa hakekat fenomena spi ritual bagi konsumsi akal pikiran masyarakat umum adalah sesuatu yang sangat sul it dan rumit. Karena bagi orang awam terkesan segala sesuatunya dihubung-hubungk an (gothak-gathuk mathuk). Secara hakekat, dalam kehidupan ini tidak ada kebetul an. Kebetulan sejatinya merupakan ketetapan yang telah ditetapkan-Nya sesuai Kar sa (kehendak) Allah SWT. Kecuali bagi pembaca yang sedikit banyak telah mengenal kawruh (ajaran laku utama di dalam tirakat ataupun tarekat/toriqoh). Maka memba ca buku ini dibutuhkan kedewasaan dalam perenungannya dan kesadaran spiritual ta npa terjebak ke dalam fanatisme beragama. Secara jujur penulis katakan, bahwa se mula penulis pun awam terhadap sejarah nusantara. Namun di dalam perjalanan ini di hadapkan pada fenomena-fenomena spiritual yang membawa penulis ke dalam pusaran s ejarah yang banyak membawa hakekat sebagai bekal untuk berjalan pada saat ini di ja man ini dan masa depan. Tidak semuanya dapat penulis ungkapkan dalam buku ini, tetapi hanya berkenaan de ngan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bangsa ini saja. Utamanya berkait an dengan situasi carut marut negeri ini di tengah penyakit moral akut yang menj angkiti sebagian besar anak bangsa nusantara dewasa ini. Tidak pula dalam buku i ni penulis bermaksud membahas sejarah sesuai metodologi ilmiah sebagai disiplin dalam keilmuan sejarah. Namun penulis berupaya menyatakan kenyataan yang tersemb

unyi sesuai dengan fenomena spiritual yang muncul berkaitan dengan kejadian-keja dian atau situasi kondisi berkenaan di dalam sejarah dan masa kini. Sehingga kit a semua mampu meraba situasi dan kondisi di masa yang akan datang guna tetap maw as diri, eling dan waspada. Benar tidaknya semua kita kembalikan kepada Allah Az za wa Jalla yang memiliki kerajaan bumi dan langit, yang Maha Menguasai dan Maha Mengetahui. Tulisan di dalam buku ini merupakan hasil pengalaman penulis melakukan perjalana n spiritual yang dilakukan sejak bulan Ramadhan (Oktober) tahun 2004. Diawali pa da saat itu selepas shalat maghrib penulis mendapat warid (bisikan hati atau dor ongan bathin) untuk meninggalkan segala urusan duniawi dan menjumpai seseorang di suatu tempat. Seseorang itu adalah orang biasa dan fakir (bukan kyai/ulama ataup un paranormal) yang tinggal di suatu perkampungan, dan sepengetahuan penulis bel iau telah mukasyafah (terbuka mata bathinnya). Singkat cerita beliau kemudian me njadi guru spiritual penulis yang pada akhirnya membimbing penulis dalam ber-tas awuf dengan pijakan melalui Toriqoh Qodiriyah (Syeh Abdul Qadir al Jillani) seja k Desember 2004 hingga saat ini. Banyak sudah fenomena kegaiban yang dialami ole h penulis. Namun bagi penulis kegaiban demi kegaiban yang terlintas semata-mata untuk menambah keimanan atau keyakinan kepada Allah SWT, sehingga dapat lebih is tiqomah dalam beribadah, mawas diri, eling dan waspada dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan tipu daya ini. Fenomena kegaiban yang berkaitan dengan tulisan yang dipaparkan dalam buku ini b ermula ketika dalam bulan Desember 2004 (saat terjadi Tsunami Aceh) penulis mene rima warid atau input spiritual berupa nama seseorang di alam kegaiban, yaitu: D ang Hyang Nirartha / Mpu Dwijendra / Pedanda Sakti Wawu Rawuh, yang merintis beb erapa pura di pulau Bali seperti Pura Purancak, Rambut Siwi, Petitenget, Pulaki, dan lain-lain. Sebagai muslim, penulis sangatlah asing dengan nama dan sejatiny a beliau. Penulis baru memahami siapa dan bagaimana tentang beliau setelah menda patkan nama beliau yang terdapat di dalam beberapa referensi (Babad Tanah Bali d an Babad Manik Angkeran) yang didapat dari internet. Selanjutnya berbagai input spiritual muncul yang mendorong penulis untuk mengunjungi berbagai tempat, seper ti : dari Surabaya hingga Cirebon (Wali Songo), Makasar (Syeh Yusuf), Bone (Aru Palaka), Aceh (Syeh Malikussaleh), Bogor (Ki Ranggading), Surakarta (Pakubuwono X dan Mangkunegoro I), Trowulan Mojokerto (R. Wijaya dan Putri Campa), Blitar (S oekarno), dan berbagai tempat lainnya. Baru pada bulan Mei 2006 penulis menerima input spiritual untuk pergi ke pulau B ali tepatnya di Pura Uluwatu (tempat moksha Dang Hyang Nirartha). Akhirnya malam itu tanggal 13 Mei 2006 sesuai dengan input spiritual yang diterima, penulis te lah berada di tempat itu bertepatan dengan Hari Waisyak bagi umat Budha, dan Har i Kuningan bagi umat Hindu. Malam purnama itu juga ditandai dengan meletusnya Gu nung Merapi yang mengeluarkan laharnya ke arah barat daya, dan untuk pertama kal inya ditetapkan statusnya dari Siaga menjadi Awas Merapi. Hasil memenuhi input spiritual tersebut kemudian muncul banyak bimbingan dari kega iban yang mendorong penulis untuk menelusuri karya-karya leluhur nusantara seper ti yang dipaparkan dalam buku ini. Karya-karya leluhur seperti : bait-bait syair Joyoboyo, Serat Musarar Joyoboyo, Ramalan Sabdo Palon Noyo Genggong, Serat Kala tidha R.Ng. Ronggowarsito, Serat Darmogandhul, dan Uga Wangsit Siliwangi, semuan ya baru penulis kenal dan ketahui pada kurun waktu itu selama dalam hidup penuli s. Akhirnya pada kurun waktu bulan Agustus hingga Desember 2006, penulis merasa mendapat jawaban yang lengkap tentang Misteri Nusantara dalam konteks yang tersi rat di dalam karya-karya leluhur kita. Suatu fenomena spiritual yang luar biasa dalam perjalanan spiritual penulis. Sun gguh Maha Besar Allah dengan segala Kekuasaan-Nya dan Maha Benar Allah dengan se gala Firman-Nya. Ternyata hakekat apa yang tersirat di dalam karya-karya leluhur nusantara itu menunjukkan situasi kondisi sosial dan kepemimpinan nusantara di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Apa yang tersirat dari fenomena spiritual yang muncul sangat berkaitan erat dengan kejadian carut marut nusantar a saat ini. Dan semua itu merupakan sinyal pesan dari alam kegaiban yang seakan ingin disampaikan kepada seluruh anak cucu negeri ini bahwa : Saatnya sudah dekat , Nusantara akan memasuki jaman baru berikutnya (Kalasuba/Kejayaan) setelah mela lui lubang jarum Kalabendu yang amat sulit dan pelik. Banyak kejadian di luar ak

al pikiran manusia sebagai tanda bahwa sosok yang dinanti dan masih tersembunyi telah hadir di tengah-tengah kita saat ini. Buku ini berisikan kumpulan tulisan sdr. Nurahmad dan penulis dilengkapi dengan karya-karya warisan leluhur nusantara seperti yang telah dipaparkan di dalam blo g Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya di internet. Secara khusus dalam buku ini pe nulis memberikan kesimpulan yang lebih jelas tentang segala sesuatunya yang terp apar berdasarkan input-input sipiritual yang diterima langsung oleh penulis. Sem oga buku ini bermanfaat bagi seluruh anak cucu leluhur nusantara sebagai wacana dan bahan perenungan dalam menghadapi segala situasi yang sedang terjadi di nege ri kita tercinta dewasa ini. Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang istiqomah , eling dan waspada dalam menggapai ridho-Nya. Salam Merah Putih Semarang, 20 Desember 2007 Tri Budi Marhaen Darmawan 081325388808 02 Menyibak Tabir Misteri€Nusantara Tulisan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat nusantara sebagai ungkapan ra sa keprihatinan atas carut marut yang sedang terjadi di bumi pertiwi ini. Berawa l dari komunikasi intensif saya dengan bapak Tri Budi Marhaen Darmawan (penulis Surat Terbuka kepada SBY) telah membawa saya kepada pencerahan cakrawala pemaham an tentang apa dan bagaimana kejadian yang tengah berlangsung dan prediksi yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan tidak berlebihan kalau saya katakan bahwa ini merupakan suatu upaya membedah warisan leluhur yang sarat dengan perlambang seh ingga sedikit demi sedikit terkuak tabir misteri jagad nusantara ini. Sangat lua r biasa. Hal ini sepatutnya bisa dipahami oleh seluruh anak cucu leluhur bangsa ini sebagai pewaris sah tataran tanah surgawi yang bernama Nusantara. Hasil kajian spiritual bapak Budi Marhaen berusaha saya pahami dengan rasa naluri yang mendalam dengan tanpa mengabaikan logika berpikir sehat. Memang banyak hal sulit ditelusuri melalui referensi buku-buku sejarah atau dengan bukti-bukti emp iris yang ada, namun dengan semangat menguak tabir misteri untuk lebih memahami fenomena yang terjadi saat ini, maka segala sesuatunya yang dapat saya cerna ber usaha saya ungkapkan secara sederhana apa adanya di dalam blog/buku ini. Ibarat mencari mata rantai yang hilang (missing link), nampaknya misteri yang ditinggal kan pasca keruntuhan Majapahit (500 tahun yang lalu) mulai terlihat secara samar -samar. Sayapun mulai memahami apa makna yang tersirat dari saran bapak Budi Mar haen kepada SBY di dalam Surat Terbukanya kepada SBY : Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid / syeh-syeh yang telah m encapai maqom ma rifat Mukasyafah , Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Sol o & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri rama lan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Ins ya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemuka n jawabannya. Walaupun Surat Terbuka tersebut tidak mendapat tanggapan dari yang bersangkutan presiden SBY, namun saya memiliki keyakinan bahwa beliau bapak Budi Marhaen menge tahui sangat banyak tentang fenomena yang sedang terjadi di jagad nusantara ini. Tanpa berniat mengundang perdebatan, semoga ungkapan saya dapat menjadi bahan pe renungan kita bersama guna menyongsong fajar kejayaan Nusantara yang kita cintai . Memahami Makna Karya Warisan Leluhur Nusantara Terlebih dahulu saya ucapkan terima kasih kepada bapak Budi Marhaen atas pemberi an referensi-referensinya berupa naskah : Bait-bait syair terakhir Ramalan Joyob oyo, Serat Musarar Joyoboyo, Uga Wangsit Siliwangi, Serat Darmagandhul, dan Rama lan Ronggowarsito. Setelah saya membaca dan berusaha memahami dengan segala pere nungan, maka sayapun menjadi takjub dibuatnya akan karya-karya beliau para leluh ur kita. Antara satu dengan lainnya walaupun berbeda masa/periode yang jauh bers elang, namun ternyata di dalam perlambangnya memiliki saling keterkaitan. Suatu perlambang dalam suatu karya menunjuk kepada perlambang atau karakter yang lain

yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. saban jaman mawa lalakon. supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. ha nya menelusurinya harus memakai dasar. mudu ngalaman loba lalakon. Tapi anu marapayna loba nu arieu-aing pang pinterna. Dan bahkan berlebihan kalau bicara. Mun ngaing datang moal kadeuleu. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok p intar dan sombong. membantu yang susah. Karena di dalamnya digambarkan situasi kondisi sosial beberapa masa utama dengan karakter pemimpinnya dalam kurun waktu perjalanan pan jang sejarah negeri ini pasca kepergian Prabu Siliwangi (ngahiang/menghilang). Namun dalam naskah Wangsit Siliwangi ini dikatakan bahwa pada akhirnya yang mamp u membuka misteri Pajajaran adalah sosok yang dikatakan sebagai Budak Angon (Anak Gembala). Bebasbebas saja. apabi la aku berbicara takkan terdengar. Namun yang terjadi mereka yang berusaha mencari hanyalah orang-orang sombong dan takabur. Masing-masing orang bisa saja menafsirkan h al tersebut dengan penafsiran yang berbeda-beda. teu ngahiding ka panglarang. tapi méré céré ku wawangi. Mun ngaing datang. ngan mapayna kudu maké amparan. Selanjutnya dikatakan juga apa yang dilakukan oleh sosok Budak Angon ini sbb: Aya nu wani ngoréhan terus terus. selain nama untuk mereka yang ber usaha menelusuri. anu ngarti kana wangi anu sajati jeung nu surti lantip pikirna. hilang negar anya. Memang aku akan datang tapi hanya untuk merek a yang baik hatinya. lain méong lain banténg. karimbunan ku hanjuang. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! tapi suatu saat akan ada yang mencoba. tapi ngan nu ha dé laku-lampahna. · Semenjak hari ini. Kebenaran sejati adanya di dalam nurani yang suci dan bersih. sarua jeung waktuna nyukma. Saya merasakan bahwa tanpa intervensi kemam puan spiritual yang tinggi akan sangat sulit memahami keterkaitan perlambang-per lambang ini. Hilang kotanya. Pajajaran leungit ti alam hirup. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak. ngumpulkeun anu kapanggih. Inyana jongj on ngorehan. Ketika aku datang. kahieuman ku handeuleum. mencari sa mbil melawan. ngan di waktu anu perelu. tidak mengindahkan larangan. menolong yang perlu. Akhirnya menyerah pada keputusasaan dengan menganggap bahwa ini semua merupakan sekedar ramalan yang ti dak berguna dan out of date (usang). mereka yang mengerti dan satu tujuan. teu ngarupa teu nyawara. Nyaéta budak angon. Dialah Anak Gembala. Dan sesuai sabda Prabu Sil iwangi bahwa kelak kemudian akan ada banyak orang yang berusaha membuka misteri Pajajaran. Tapi. Apabila aku datang takkan terlihat. tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Mudu arédan heula. tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian. laju nitis dipinda sukma. Aku akan datang lagi. imahna di birit leuwi. pantona batu s atangtungeun. ngalawan sabari seuri. tapi kalakay jeung tutunggul. Nga ing bakal datang deui. Leungit dayeuhna. nulungan nu barutuh. tap i hanya mereka yang bagus perangainya. Dan fenomena ini membuktikan bahwa hanya dengan mengandalkan akal p enalaran saja akan mengantarkan kita kepada jalan buntu. leungit nagar ana. Dalam buk u ini referensi-referensi tersebut dapat dibaca secara lengkap pada bagian lampi ran. supay a anu laleungit kapanggih deui. Méma ng ngaing bakal datang. · Ada yang berani menelusuri terus menerus. P eristiwa itu ditandai dengan menghilangnya Pajajaran. Seperti diungkapkan dalam naskah tersebut berikut ini : Ti mimiti poé ieu. Tapi ngan ka nu rancagé haténa. ngusumah jeung nitis. baris loba nu kabuka jeung raréang ménta dilalakonkeun. Nya bisa. Sabab buk ti anu kari. ka nu weruh di semu anu saéstu . Sabagian disumputkeun. Bisa saja. Lilana saban jaman. Uga Wangsit Siliwangi Membaca naskah Uga Wangsit Siliwangi terasa mengandung hakekat yang sangat tingg i bila telah memahaminya.di dalam karya leluhur yang berbeda. Benar tidaknya kembali kepada diri kita masing-masing. Tapi. mun ngaing nyarita moal kadéngé. · Semua keturunan kalian akan aku kunjungi. mantuan anu sarusah. nu hadé laku lam pahna. bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba. Sebagai perlambang sosok yang dikatakan oleh Prabu Siliwangi sebagai o rang yang baik perangainya. sabab acan wayah ngalalakonkeun. Ari ngangonna? La in kebo lain embé. Inilah tabir misteri. melawan sambil tertawa. Pajajaran moal ninggalkeun tapak. Engke mun geus wayah jeung mangsana. Tidak ada yang melarang. ngoréhan bari ngalawan . Pajajaran hilang dari alam nyata. jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sakabéh turunan dia ku ngaing bakal dilanglang. anggeus nyorang: undu r jaman datang jaman. Rumahnya di belakang .

sabari nyanyahoanan maresék caturangga . Tapi banyak yang tertukar sejarahnya. alun-alun jadi suwung. Sehingga secara hakekat yang dimaksudkan semua itu sebenarnya adalah hal-hal yang berkaitan den gan sejarah kejadian (asal-usul/sebab-musabab) termasuk karya-karya warisan lelu hur seperti halnya yang kita baca ini. Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. p asar habis oleh penyakit. tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian. Dari bait di atas digambarkan bahwa sosok Budak Angon adalah sosok yang misterius dan tersembunyi. ngan narikna henteu karasa. Nah di situlah. tambah loba nu manggihna. tapi lilirn a cara nu kara hudang tina ngimpi. semuanya diserbu oleh penyakit. Pintu di hancurkan oleh mereka para pemimpin. sawah habis oleh penyakit. Semenjak itu. sanagara bakal jadi sampalan. sawah béak ku monyét. Tah di dinya. sampalan kebo barulé. Apa yan g dia gembalakan? bukan kerbau bukan domba. cawéné rareuneuh ku monyét. Setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi. ti dinya . tempat padi habis oleh peny akit. perempuan hamil oleh penyakit. kebun habis oleh penyakit. baik itu Portugis maupun Belanda. bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. r aja-raja dibelenggu. nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk di alun-alun. turunan ura ng narik waluku. Dengan politik adu domba mereka maka terjadi peperangan antar saudara. Apa yang dilakukannya bukanlah seperti seorang penggembala pada umumnya. Panarat dicekel ku monyet bari diuk dina bubun tut. aya kabawa nu lain mudu diala! Turunan urang loba nu hanteu e ngeuh. Sagala-gala diranjah ku monyét. Hanteu arengeuh. tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Ta pi loba nu pahili. Ti harita. laju sampala n nu diranjah monyét! Turunan urang ngareunah seuri. bukan pula harimau ataupun banteng. Kerbau bule memegang kendali. Walukuna ditarik ku turunan urang keneh. sabab murah jaman seubeuh hakan. pusat kota kosong. pecah oleh kerbau bule. kebo bulé kalalabur. waluku ditumpakan kunyuk. yén jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Semua ala t digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. sebab ternyata. yang mengerja . tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Dia terus mencari. tapi pemimpin yang salah arah!Yang memerint ah bersembunyi. Panto nutup di buburak ku nu ngaranteur pamuka jalan. Pada akhirnya yang tersirat dalam hakekat perjalanan panjang sejarah negeri ini adalah berputarnya roda Cokro Manggilingan (pengulangan perja lanan sejarah). sebuah negara akan pecah. akan berkuasa hanya untuk sementara waktu : tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Dimana hal-hal semacam itu karena kemajua n jaman oleh generasi digital sekarang ini dianggap sudah usang/kuno tidak bergu na dan bermanfaat. · Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita. sabab kaburu: warung béak ku monyét. Gambaran situasi jaman dalam naskah Wangsit Siliwangi diawali dengan lambang dat angnya Kerbau Bule dan juga Monyet-monyet yang kemudian ganti menyerbu selepas Kerba u Bule pergi. Ti nu laleungit. Negara pecahan diserbu mon yet! keturunan kita enak tertawa. tapi seuri teu anggeus. Loba nu paraeh kalaparan. laju turunan urang aya nu lilir. raja-raja dibelenggu. Ti dinya. leuit béak ku monyét. kerbau bule kabur. Dalam ha l ini dilambangkan dengan ranting daun kering dan tunggak pohon. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Kebo bulé nyekel bubuntut. tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Sejarah banyak yang hilang dan di putarbalikkan.Semenjak itu. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan mu rah serta banyak pilihan. yang d igembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. sawah béak ku monyét. Suatu saat nan ti keturunan kita akan ada yang sadar.sungai. akan tetapi terus berjalan mencari hakekat jawaban dan mengumpulkan ap a yang menurut orang lain dianggap sudah tidak berguna atau bermanfaat. jaradi rajana ngan bakal nepi mangsa: tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol. mengumpul kan semua yang dia temui. selesai jam an yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru. pekerjaan dikuasai monyet. dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. tapi tertawa yang terpotong. setiap jama n membuat sejarah. tapi jalan nu pasingsal! Nu tutunjuk nyumput jauh. Seperti yang tertulis berikut ini : Daréngékeun! Nu kiwari ngamusuhan urang. kebon béak ku m . Ilustrasi ini melambangkan saat datangnya para penjajah yang berda tangan ke negeri ini. banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak t ahu. yén jaman geus ganti deui lalakon. turunan urang ngarep-ngarep pelak jagong. Turunan urang sieun ku nu niru-niru monyét. pintunya setinggi batu.

naritah deui nyembah berhala. Namun dari penelusuran secara spiritual. Da bonganan. nu harideung disieuh-sieuh. bu ah paré loba nu teu asup kana aseupan. Génjlong saamparan jagat! Ari di urang ? Ramé ku nu mangpring. Kepulauan ini semakin kacau. panarat pabeulit dina cacadan. dipaléngpéng keuna sayang na. Terutama peri stiwa jatuhnya bom atom di Nagasaki dan Hiroshima oleh Amerika. barudak satepak jaradi bapa. Beliau termasuk anak ci ritan dalam lingkaran kraton Solo. jelas-jelas musuh dijadikan teman. nga mukna teu ngilik bulu. sebab banyak yang mengamuk. Laju ngamuk turunan urang. Nama kecil Soekarno adalah Raden Mas Malikul Koesno. puguh batur disebut musuh. A yahnya seorang guru bernama Raden Soekeni Sosrodihardjo. mengamuk tanpa pandang bulu. nu ngebonna tukang barohong. aturan hanya menjadi bahan omongan. Titisan raja b aheula jeung biangna hiji putri pulo Dewata. ngamukna teu jeung aturan. loba nu paraéh teu boga dosa. Karena jelas ketur unan raja. (Silakan dibuktikan. Monyét ngumpul ting rumpuyuk. Tetapi. kembang kapas hapa buahna.kannya masih bangsa sendiri. Nu barodas dibuburak. Kondisi ini melamb angkan pemimpin yang tidak mau mengerti penderitaan rakyat. memerintah sambil menyembah berhala. Menjadikan orang-orang pintar h anya bisa omong alias pinter keblinger. Tapi. nu nyapihna urang sabrang. Lalu keturunan kita mengamuk: mengam uk tanpa aturan. da nu ngawalukuna lain jalma tukang tani. Memerintah tidak den gan hati tapi segala sesuatunya hanya mengandalkan akal pikiran/logika dan kepen tingan pribadi ataupun kelompok sebagai berhalanya. penguasa baru susah dianiaya! Siapakah sosok yang dimaksud dalam bait ini? Dia adalah Soekarno. Riuh seluruh bumi! sementara di sini? Ramai oleh perang. nu bin gung tambah baringung. Sanusa dijieun jagal. ti tungtung sagara kalér ngaguruh ngagulugur. namun selalu saja terlindungi dan terselamatkan. Penyakit bermunculan di sana sini. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa.) Pada masa kepemimpinan Soekarno banyak terjadi upaya pembunuhan terhadap diri beliau. loba buta nu baruta. sebagai perlamba ng dalam naskah Wangsit Siliwangi bahwa situasi carut marut yang terjadi ada yan g menghentikan yaitu orang seberang. Ibunda Soekarno adalah Ida Ayu Nyoman Rai seorang putri bangsawan Bali. henteu beda tina tawon. ayahanda Soekarno sejatinya adalah Kanjeng Susuhunan Pakubuwon o X. dijieun batur. Mer eka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi. kaburu aya nu nyapih. · Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. Dimana mas a penjajahan Jepang menandai berakhirnya penindasan di negeri ini. · Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh. seperti yang dikatakan sbb : Mingkin hareup mingkin hareup. Puguh musuh. yang bingung semakin bingung. ngan pinterna kabalinger. hanya karena dirusak sarangnya. Banyak yang mati kelaparan. Yang Putih dihancurkan . saling menindas antar sesama. ada yang menghentikan. n u tanina ngan wungkul jangji. yang menghentikan adalah orang seber ang. raja anyar hésé apes ku rogahala! · Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Laju bubuntut salah nu ngatur. Laju hawar-hawar. Ya ng mengamuk tambah berkuasa. burung menetaskan telur .. sabab nu ngaramuk. Selanjutnya setelah berganti masa digambarkan bahwa semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. nu palinter loba teuing. Lalu selanjutnya terdapat suatu masa yang digambarkan dengan munculnya seorang p emimpin negeri ini dengan gambaran sbb : Laju ngadeg deui raja. Seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Lalu anak-anak muda salah pergaulan. Mani sa héng buana urang. Banyak yang mati tanpa dosa. yang jelas-jelas teman dijadikan musuh. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. asalna jalma biasa. nu ngaramuk tambah rosa. Sudah past . karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. galudra megarkeun e ndog. Pangpring sabul uh-buluh gading. memerintah sambil menyembah berhala. yang Hitam diusir. da puguh titisan raja. Tapi memang keturunan r aja dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Sehingga yang terjadi digamb arkan banyak muncul peristiwa di luar penalaran. Kemudian akhirnya masuk pada masa Perang Dunia II dengan datangnya pasukan Jepan g yang dilambangkan dengan gemuruh yang datang dari ujung laut utara. Presiden RI pe rtama. ti dak beda dengan tawon. Tapi mémang titisan raja. Ngadak-ngadak loba nu pangkat nu maréntah cara nu édan. Nya karuhan: taraté hépé sawaréh.

hayang meunang sorangan. bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Iraha mangsana? Engké. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. Yang sudah punya ingin lebih. Pemuda Berjanggut datang mengingatkan yang pada lupa untuk kembali eli ng. Sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong. Nu hawek hayang loba. Namun tidak dianggap. bunga kapas kosong buahnya. Datangna sajamang hideung bari nyorén kanéron butut. bakal nyaram Pajajaran didongéngkeun. maka memang saat ini seluruh rakyat seda ng berharap-harap menunggu datangnya mu jizat di tengah-tengah carut marut yang se dang berlangsung di negeri ini. Fenomena paling tragis dalam perebutan tanah pada masa ini (2007) ditandai d engan kasus Pasuruan yang membawa 4 korban tewas rakyat kecil di tangan aparat. langit sudah memerah. datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. saenyana arinyana anu jadi gara-gara sagala jadi dangdarat. Yang tidak ta hu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. Lalu mereka mengacakngacak tanah orang lain. Sebab takut ketahuan. Digambarkan bahwa di te ngah situasi negeri yang panas membara (carut marut) dimana manusia dipenuhi naf su angkara. Boro-boro dék ngawaro. Sing waspada! Sabab engké arinyana. beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan. dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? memperebutkan tanah. Lebih-lebih utamanya rakyat korban lumpur Lapind o yang kian hari makin kian sengsara. Penguasa yang buta. nu boga hak marénta bagianana. hanteu pati lila.i: bunga teratai hampa sebagian. Tapi henteu diwararo! Da p interna kabalinger. yang bermula d i satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Pengua sa itu akan menjadi tumbal. Pemuda Gendut merupakan lambang orang yang rakus dan serakah serta memiliki kepe ntingan pribadi. bongan kacarida teuing nyangsara ka som ah anu pada ngarep-ngarep caringin reuntas di alun-alun. asap mengepul dari perapian. tapi pintar keblinger. tapi. malah budak n u janggotan. terlalu banyak orang pintar. maunya menang sendiri. Dan dia juga seorang yang tekun dan taat beribadah serta kuat dalam memegang aja ran leluhur (dilambangkan dengan menyanding sarung tua). majarkeun néangan musuh. mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa. ti dapur laju salembur. Karena pintar keblinger. jaman manusa dikawasaan ku sato! · Pada saat itu datang pemuda berjanggut. semua diber angus janji-janji belaka. wadal pamolahna sorangan. Huru-hara ter jadi di mana-mana. Sabab sari euneun kanyahoan. Arinyana mah ngalalajoan. Membangunkan semua yang salah arah. Alih-alih d ianggap. · Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. padahal arinyana nyiar-nyiar pimusuheun. ngélingan nu keur paroho. mingkin hareup mingkin bedegong. Lalu dalam situasi dan kondisi tersebut yang tidak berbeda dengan saat ini kemud ian muncul sosok orang yang dikatakan dalam naskah Wangsit Siliwangi sbb : Ti dinya datang budak janggotan. saat munculnya Anak Gembala! Di situ akan banyak huru-hara. Buta bakal jaradi wadal . Tapi kabarérang. Kalau ki ta perhatikan dengan cermat alinea ini. haseup ngebul tina pirunan. . tapi tidak dianggap. Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. mengingatkan pada ya ng lupa. Me reka tidak sadar. Lalu pada alinea menjelang akhir dikatakan : Jayana buta-buta. tumbal untuk perbuatannya sendiri. Kapan waktunya? N anti. Laju arinyana ngawut-nga wut dapur batur. mun geus témbong budak angon! Ti dinya loba nu ribut. ngaleuwihan kebo bulé. Bencana datang bertubi-tubi. Dan akhir-akhir ini banyak sekali terjadi kasus perebutan tan ah. Hanya yang sadar pada diam. mereka tidak sadar jaman ma nusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. yang berhak meminta bagiannya. Situasi tersebut di atas adalah gambaran apa yang terjadi sekarang ini. ti lembur jadi sanagara! Nu barodo jaradi gélo marantuan nu garelut. tapi karena sudah kelewatan menye ngsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mu jizat datang untuk mereka. Bu ta-buta nu baruta. ngageuingkeun nu keur sasar. Sosok Pemuda Berjanggut di atas adalah lambang laki-laki sejati yang sangat kuat p rinsip dan akidahnya serta selalu eling (dilambangkan dengan baju serba hitam). buah pare banyak ya ng tidak masuk kukusan. Arinyana teu nyaraho. Ngan n u aréling caricing. Arinyana teu areungeuh. pemuda berjanggut ditangkap dimasukan ke penjara. langit angg eus semu beureum. dikokolotan ku budak buncireung! Matakna garelut ? Marebutkeun warisan. ku arinyana ditéwak diasupkeun ka pangbérokan.

Hal ini akan kita bedah lagi setelah sampai pada kesimpulan setelah kita mengkaji karya-karya leluhur lainnya. urang Sunda ngahampura. yang dikat kan di dalam Serat Musarar Joyoboyo sebagai Gunung Perahu. lamun Gunung Gedé anggeus bitu. secara gambaran spiritual. di te mpat itu terdapat 2 sumber air besar dan ditandai dengan 3 pohon beringin (Ringi n Telu). Ribut seluruh bumi m erupakan lambang keresahan dunia internasional dewasa ini terhadap perubahan ikl im dunia dan pemanasan global. Tapi ingat. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Nampaknya kita sedang memasuki tahapan situasi ini. Ayeuna ma h. tapi Budak Angon sudah tidak ada. kabéh gé taya nu meunang bagian. Tempat itu digambarka n sebagai suatu lembah atau bukit dimana permukaannya cekung seperti tertumbuk p erahu besar. Naréanganana budak tumbal. Tapi ratu saha? Ti mana asalna éta ratu? Engké ogé dia nyaraho. Sab ab warisan sakabéh béak. Para penguasa lalu meny usup. ulah ngalieuk ka tukang! · Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. yang bertengkar ketakutan. nu garel ut jadi kareueung. tapi engké. Dalam mengkaji Wangsit Siliwangi ini kita telah menemui lelakon atau pemeran uta ma yang dikatakan dengan istilah Budak Angon (Anak Gembala) dan Budak Janggotan (Pem uda Berjanggut). Dimana kemunculannya ditandai dengan banyak terjadi huru-hara yang bermula di daerah lalu meluas ke seluruh negeri. Negara bersatu kembali. carilah Anak Gembala. sabab ngadeg ratu adil. . ketakutan kehilangan negara. Segeralah pergi. Buta-buta laju nyarusup. Dengarkan! jaman akan bergan ti lagi. béakna ku nu nyarekel gadéan. Seda ngkan negara digambarkan banyak ditimpa bencana. budak angon enggeus euweuh. sejana dék marénta tumbal. Lalu. banyak terjadi bencana dengan unsur Air. lalu mereka mencar i Budak Angon.Dalam bait ini dikatakan bahwa penguasa tersebut akan tumbang pada saat munculny a Budak Angon . Laju naréangan budak angon. Orang sunda dipanggil-panggil. Mari kita renungkan dan perh atikan dengan apa yang sedang terjadi di seluruh negeri ini. Sekarang ini banyak gunung di n usantara sedang aktif bahkan beberapa gunung telah meletus. Ada saat dimana wong ci lik sebagai lambang si lemah yang tertindas mencari penuh harap sosok Budak Angon da n Budak Janggotan. banyak pula terjadi huru-hara (demonstrasi/kerusuhan) sebagai lambang k etidakpuasan di berbagai tempat. setelah Gunung Gede meletus. Hal ini ditandai dengan banyak bencana yang terja di di banyak negara. laju kakara arengeuh. ini semua adalah merupakan skenario langit. jaya deui. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Perselisihan yang terjadi adalah sia-sia belaka. Namun yang dicari sulit ditemukan karena telah pergi ke Lebak Cawéné. siar ku dia éta budak angon! Jig geura narindak! Tapi. parindah ka Lebak Cawéné! · Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan koso ng. Urang Sunda disarambat. keur ngelak dina tutunggul. geus mariang pindah ngababakan. sarieuneun ditempuhkeun leungitna nagara. Daréngékeun! Jaman bakal gan ti deui. penguasa mengumbar janji-janji kosong. T api. Rib ut lagi seluruh bumi. j angan menoleh ke belakang! Perlambang gagak berkoar di dahan mati bermakna situasi dimana banyak suara-suar a tanpa arti. sebab berdiri ratu adil. Hadé deui sakabéhana na. Karena selalu saja pihak pengua sa membantu yang kuat. disusul oleh tujuh gunung. Rakyat menjerit-jerit. Dimanakah Lebak Cawéné ? Lebak Cawéné adalah suatu lembah seperti cawan. Nusa Jaya. Gunung-gunung telah mulai aktif. ratu adi l nu sajati. siapakah Budak Angon itu ? Dari bait tersebut diperlambangkan bahwa budak an gon adalah orang sunda atau berdarah sunda. Lebih lanjut dikatakan : Nu kasampak ngan kari gagak. nu dihateup ku hand euleum ditihangan ku hanjuang. Coba mari kita simak alinea berikut : Nu garelut laju rareureuh. Baik lagi semuanya. orang sunda memaafkan. disusul ku tujuh gunung. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Dikatakan oleh bapak Budi Marhaen. yang r imbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. ratu adil yang sejati. berdiri angkuh di atas yang lemah. Génjlong deui sajajagat. sudah pergi bersama Budak Janggotan. geus narindak babarengan jeung budak anu janggo tan. Sanagara sahiji deui. tapi nanti. Sekarang. Api. nu saungna di birit leuwi nu pantona batu satangtung. Nusa jaya lagi. Apakah ini terjadi secara kebetulan ? Tentu bag i yang memahami. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. Semua mencari tumbal. Angin dan Tanah dima na-mana.

Soekarno.Serat Musarar Joyoboyo Di dalam uraian ini saya akan mengawali dengan menandai suatu masa atau periode dalam Sinom bait 18 yang berbunyi : Dene jejuluke nata. Karakter pemimpinnya saling jegal untuk sa ling menjatuhkan (Raja Kara Murka). Ana dhawuhing bebendu. Di Semarang Tembayat itulah yang menge rti/memahami lambang tersebut. Jaman Kutila genti. Bupati berdiri sendiri-sendiri. Punya keberanian dan kaya. Lung gadung rara nglingkasi. Lajengipun sinung lambang. Perlambang ini menunjuk kepada presiden kedua RI. · Nakhoda ikut serta memerintah. Dene Maolana Ngali. Rakyat kecil sengsara. Sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Lambangnya Panji loro semune Pajan g Mataram. · Negara rusak. · Nama rajanya Lung gadung rara nglikasi kemudian berganti gajah meta semune tengu lelaki. Nuli salin gajah meta.. Dalam bait 20 dikatakan : Bojode ingkang negara. usia kemerdekaan NKRI di tahun 2007 saat ini adalah 62 tahun. Perlambang i ni menunjuk kepada Megawati. Pemimpin jauh dari rakyat. Kondisi rakyat kecil makin sengsara saja. dan yang lain dilambangkan dari trah Mataram (Pakubuw ono). Enam puluh tahun menerima kutukan sehingga tenggelam negaranya dan hukum tidak karu-karuan. Sinjang kemben tan tinolih bermakna pemimpin y ang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah. Sedangkan Gajah meta semune tengu lelaki ber makna pemimpin yang kuat karena disegani atau ditakuti namun akhirnya terhina at au nista. Randha loro nututi pijer tetukar. Kara murka ratunipun. Hal ini menunjuk kepada era Gus Dur dan Megawati. Samsujen Sang-a Yogi. Sasmitane lambang kang kocap punika. randha loro nututi pijer tetukar bermakna seorang pemimpin wanita yang s elalu diintai oleh dua saudara wanitanya seolah ingin menggantikan. Wong cilik kaw elas asih. Panji loro dyan sirna. Katarajang marga agung. Waktu itu pajaknya rakyat adalah. Rajanya Kara Murka. Sarjana sirep sadaya. Bait ini menggambarkan situasi negara yang kacau. Kaduk bandha sugih wani. Kuwur t ataning negari. Dalam bait ini juga dikatakan bahwa negara selama 60 tahun menerima kutukan sehingga tidak ada kepastian hukum. Duk semana pametune wong ing ndesa. Tekane Sang Kala Bendu. Raja berpisah dengan rakyat. Ing Semarang Temb ayat. Lalu pada bait 21 tertulis : Nakoda melu wasesa. Semune te ngu lelaki. Ini menunjuk kepada presiden RI keenam saat ini yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Nuli Rara ngangsu sami. yang satu dilambangkan dari t rah Pajang (Joko Tingkir). Sewidak warsa nuli. Mah omah bosah-basih. Lung gadung rara nglikasi memiliki makna yaitu pemimpin yang penuh inisiatif (ce rdas) namun memiliki kelemahan sering tergoda wanita. Perlambang Rara n gangsu. Perlambang Tan kober paes sarira. Sarjana (orang pandai) tidak berdaya. Semana linambangan. Perlambang Panji loro semune Pajang Mataram bermakna ada dua kekuatan pimpinan yang berseteru. Samana n galih nagari. Situasi negara dalam bait ini digambarkan bahwa kekuatan asing memiliki pengaruh yang sangat besar. Semarang Tembayat merupakan te mpat yang masih misteri dimana di dalam Surat Terbuka kepada SBY bapak Budi Marh aen menggambarkan sbb : . · Tan kober paes sarira. Sinjang kemben tan tinolih. Kemudi an berganti jaman Kutila. Orang pandai berpendidikan tinggi dilambangkan tidak berdaya (pinter keblinger). Perlambang ini menunjuk ke pada presiden pertama RI. Ingat. Den e Maolana Ngali. Narendra pisah lan abdi. Poma den samya ngawruhi. Pada bait 22 dikatakan : Tan kober paes sarira. Seda ngkan perlambang Semarang Tembayat merupakan tempat dimana tempat seseorang mema hami dan mengetahui solusi dari apa yang terjadi. Kelem negaranira. presiden RI kelima yang selalu dibayangi oleh Rahma wati dan Sukmawati. dan dimulainya era baru dengan apa yang dinamakan otonomi daerah sebagai implikasi bergulirnya reformasi (Jaman Kutila). Panji loro semune Pajang Mataram. randha loro nututi pijer tetu kar. Soeharto. Kemudian diganti dengan lambang Rara ngangsu. Rumah hancur berantakan diterjang jalan be sar. Prabupati sowang-sowang.

Pemimpin tersebut akan mampu memimpin Nusantara ini dengan baik. Kemudian pada bait 27 berbunyi : Dene besuk nuli ana. apasurya padha b ethara Kresna. akan ada dewa tampil. Letaknya dekat de ngan gunung Perahu. adil dan membawa kepada kesejahteraan rakyat. Berkedaton di Mekah da n Tanah Jawa merupakan perlambang yang bermakna bahwa pemimpin tersebut selain b er-Islam sejati namun juga berpegang teguh pada kawruh Jawa (ajaran leluhur Jawa tentang laku utama). Kadhatone pan kekalih. serta menjadikan Nusantara sebagai barometer dunia (istilah Bung Karno : Ne gara Mercusuar ). 3. ada batin (gaib). lokasi i tu dinamakan daerah Ringin Telu (Beringin Tiga). Namun di sini tempuran bermakna watu gilang sebagai tempat pertemuan alam fisik dan alam gaib. Perlambang Tunjung putih semune Pudak kasungsang memiliki makna seorang pemimpin yang masih tersembunyi berhati suci dan bersih. Namun dengan ad anya fenomena tersebut kemudian digambarkan munculnya seseorang yang arif dan bi jaksana yang mampu mengatasi keadaan. Lahir di bumi M ekah. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Iya iku ratu rinenggeng sajagad. ngasta man ggalaning ratu. Maksudnya ad alah di balik lahir (nyata). berada di daerah pinggiran Semara ng. bersenjata trisula wedha. Inilah seorang pemimpin yang di kenal banyak orang dengan nama Satrio Piningit . Lahir di bumi Mekah merupakan perl ambang bahwa pemimpin tersebut adalah seorang Islam sejati yang memiliki tingkat ketauhidan yang sangat tinggi. Wong nakoda milu manjing ing samuwan. Insya Allah lokasinya adalah di daerah Ringin Telu itu. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. · Raja utusan waliyullah.Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di Semarang T embayat yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo. sebelah barat tempuran. Ya di Semarang Tembayat itulah tempatnya. Dalam budaya spiritual Jawa keberadaan watu gilang sa ngat lekat dengan eksistensi seorang raja. Sedangkan gunung Perahu seperti telah disinggung di atas a dalah Lebak Cawéné. agegaman trisula wedha. Dicintai pasukannya.. Kembali lagi. Prenahe iku kaki. Jagad kabeh ingkang mengku. redalah kesengsaraan di bumi. jinejer wolak-waliking z aman. Berikut adalah cuplikan bait-bait tersebut yang menggambarkan ciri-ciri atau karakter seseorang itu : 159. apengawak manungsa. Memang raja yan g terkenal sedunia. bergelar Ratu Amisan. Balane samya jrih asih. Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. berparas seperti Batar a Kresna. semune Pudhak kasungsang. Bait-bait Terakhir Ramalan Joyoboyo Dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo digambarkan suasana negara yang kacau penuh carut marut serta terjadi kerusakan moral yang luar biasa. Juluk Ratu Amis an. tanda datangnya p . dimana tempatnya ? Kita telah membaca bait 22 di a tas. awatak Baladewa. Sirep musibating bumi. Secara potret spiritual. · Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Kerajaan gaib penguasa Semarang a dalah Barat Katiga . Guna membantu memecahkan mist eri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut : 1. Insya Allah. Tanah Jawi kang sawiji. berbadan manusia. berwatak seperti Baladewa. Iku kang angratoni. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Sedangkan bait 28 tertulis : Prabu tusing waliyulah. Perak lan gunung Perahu. ngasta ma nggalaning ratu). bakal ana dewa ngejawantah. Sedangkan tempuran adalah pertemu an dua sungai di muara yang biasanya digunakan untuk tempat bertirakat kungkum bag i orang Jawa. · selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun (sinungkalan dewa wolu. selet-selete yen mbesuk ngancik tutuping tahun sinungkalan dewa wolu. nakhoda ikut ke dalam persidangan. Sakulone tempuran. Sedangkan tempat yang dim aksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada Sunan Tem bayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten). Ing Mekah ingkang satunggal. Menjadi raja di dunia. Bumi Me kah dennya lair. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. 2. Tekane kang Tunjung putih. Bait ini menggambarkan bahwa pemimpin tersebut adalah hasil didikan atau tempaan seorang Waliyullah (Aulia) yang juga selalu tersembunyi.

seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu me mbantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda.erubahan zaman. para asuhannya menjadi perwira perang. angawuningani jantraning zaman Jawa. namun dapat mengat asi keruwetan banyak orang. iku tandane putra Bethara Indra wus katon. ngerti sakdurunge winarah. tidak khawatir tertelan zaman 168. itulah tanda putra Batara Indra sudah nampak. tetapi hanya memilih b eberapa saja 167. beja-bejane sing yakin lan tuhu setya sabdanira. lurus. 164. tajamnya tritunggal nan suci. sakti mandraguna tanpa aji-a ji · . beruntunglah bagi yang yakin dan percaya serta m enaati sabdanya. kaya . dudu pandhita sinebut pandhita. tumeka ing arcapada ambebantu wong J awa · . pindha lahir bareng sadina. idune idu geni. memotong tanah Jawa kedua kali. cermat dan sakti. landhepe triniji suci. tak bersanak saudara. jujur. jika berperang tanpa pasukan. ning iya bisa nyembad ani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang. 160. pada rebut benere garis. tak berbentuk. tan arupa. wong ora ndayani nyuwun apa bae mesthi sembada. mengerti garis hidup setiap u mat. nanging inung pilih-pilih sapa · ludahnya ludah api. yang memimpin adalah putra Batara Indra. benar. seolah-olah lahir di waktu yang sama. mom ongane padha dadi nayaka perang perange tanpa bala. mengerahkan jin dan setan. jejeg. tan karsa sinuyudan wong sak tanah Jawa. bersenjatakan trisul a wedha. k umara prewangan. mung angandelake trisula. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong 166. awus aputus weda Jawa. sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda · oleh sebab itu carilah satria itu. mengetah ui leluhur anda. memahami putaran roda zaman Jawa. wegig. tan pokro anggoning nyandhang. ing ngarsa Begawan. muda maupun bayi. dapat mengetahui lahirnya kakek. buyutira. buyut dan canggah anda. orang tua. sing madhegani putrane Bethara Indra. wus tan abapa. waskit a. mengerti sebelum sesuatu terjadi. wasis. membawa ma ut atau utang nyawa. tan bibi. nugel tanah Jawa kaping pindho. ngerahake jin setan. garis sabdanya tidak akan lama. Tan kewran sasuruping zaman · pandai meramal seperti dewa. waskita pindha dewa. mula den upadinen sinatriya iku. sing mbregendhul mesti mati. sudah lulu s weda Jawa. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). . landheping trisula pucuk. ujung trisulanya sangat tajam. sabdanya sakti (terbukti). tan kasat ma ta. garis sabda ora gen talan dina. bisa nyumurupi lahire mbahira. sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan. tidak mau dihormati orang se tanah Jawa. yang tengah pantang berbuat merugikan orang lain. bala prewangan makhluk halus padha baris. gegawe pati utawa uta ng nyawa. canggahira. lola. yang di k iri dan kanan menolak pencurian dan kejahatan 170. bijak. ngerti garise siji-sijining umat. enom padh a dene bayi. sa kti mandraguna tanpa azimat 163. apeparap pangeraning prang. . hanya berpedoman trisula. datang di bumi untuk membantu ora ng Jawa 162. . yatim piatu. pasukan makhluk halus sama-sama berbaris. bener. bisa pirsa mbah-mbahira. jujur . tak kelihat an. berebut garis yang benar. agegaman trisula wedha. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manun gso Jawa padha asesanti trisula weda. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong · . dudu dewa sinebut dewa. tidak bisa ditipu karena dapat memba ca isi hati. sabdane malati. orang yang tidak berdaya minta apa saja pasti terpenuhi. mumpuni sakabehing laku. ora tuwo. ora bisa diapusi marga bisa maca ati. yang membantah pasti mati. · bergelar pangeran perang. kelihatan berpakaian kurang pantas.

centi wektu jejering kalamukti. jangan sampai terputus. genaha kacetha kanthi njingglang. nora ana wong ngresul a kurang. jangan bingung. pada zaman kalabendu Jawa. ana manungso kaiden ketemu. larinen pandhita asenjata trisula wedha. cures ludhes saka braja jelma kumara. bukan pendeta disebut pendeta. tan kena den apus i. Karena hakekat dua bersaudara Kresna dan Baladewa (Krishna Balarama) melambangkan kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati. beja-bejane anak putu · jangan heran. andayani indering jagad raya. jangan keliru mencari dewa. raja menyembah rakyat. marga bisa manjing jroning ati. Ramalan Satrio Piningit Ronggowarsito Di dalam ramalan Ronggowarsito dipaparkan ada tujuh Satrio Piningit yang akan mu ncul sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah s eluas wilayah bekas kerajaan Majapahit. yang sud ah menanggung malu tetapi termasyhur. Satrio Jinumput Sumelo Atur. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba. berganti zam an penuh kemuliaan.dene manungsa. hiya siji i ki kang bisa paring pituduh marang jarwane jangka kalaningsun. segalanya tampak terang benderang. menghadaplah dengan patuh. jangan iri dan kecewa. aja gumun. tumurune tirta brajamusti pisah kaya ngundhuh. para pendeta juga pada memuja. bersenjatakan tri sula wedha. karena dapat masuk ke dalam hati. itula h pemberian dewa 173. sedangkan Baladewa melambangkan potensi kreativitasnya. iki dalan kanggo sing eling lan waspada. marga adiling pangeran wus teka. Dimana Kresna melambangkan pencipta. yen menang tan ngasorake liyan. yang sulung dan masi h kuasa mengusir setan. nglurug tanpa bala. uga ana jalma sin g durung mangsane. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi Sampai di sini kita akan dapat mulai memahami siapakah yang dikatakan oleh Prabu Joyoboyo dengan istilah Putra Betara Indra itu ? Bait-bait tersebut telah mengura i secara rinci tentang ciri-ciri dan karakter orang tersebut. rakyat bersuka ria. memakai la mbang ratu tanpa mahkota. hiya iku putrane Bethara Indra. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. Putra Betara Indra tidak lain dan tidak bukan adalah Waliyullah (aulia) yang tertulis di dalam sin om bait 28 pada Serat Musarar Joyoboyo. Berkenaan dengan itu. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. para pandhita hiya padha muja. tapi ada man usia yang belum saatnya. jangan mela rang dalam menghormati orang berupa dewa. nganggo simbol ratu t anpa makutha. hiya iku tandane kalabendu wis minger. Satrio Lelono Topo Ngrame. Dengan hakekat ini setidaknya kita dapat meraba bahwa Putra Betara I ndra adalah juga Budak Angon (Anak Gembala) yang telah dikatakan oleh Prabu Siliwa ngi di dalam Uga Wangsit Siliwangi. aja-aj a kleru pandhita samusana. yang menghalangi akan sirna seluruh ke luarga. ratune nyembah kawula. padha asung bhekti · menyerang tanpa pasukan. hanya satu ini y ang dapat memberi petunjuk tentang arti dan makna ramalan saya. namu n manusia biasa. banyak kalangan yang kemudian menc . tak ada yang mengeluh kekurangan. aja ngungun. iku hiya pin aringaning dewa · inilah jalan bagi yang ingat dan waspada. ing zaman kalabendu Jawa. Sa trio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. ada manusia yang bisa bertemu. yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro. angagem trisula wedha. Satrio Pina ndhito Sinisihan Wahyu. Du a bersaudara Kresna dan Baladewa menghabiskan masa kanak-kanaknya sebagai pengge mbala sapi. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. aja kongsi zaman kendhata ma dhepa den marikelu. Satrio Hamong Tuwuh. bukan dewa disebut dewa. itulah asuhannya Sabdopalon. kang pambayun tur isih k uwasa nundhung setan. Perlambang paras Kresna dan watak Balade wa bermakna satria pinandhita. carilah dewa bersenjata trisula wedha. bila menang tak menghina yang lain. aja nglarang dalem ngleluri wong apengawak dewa. itulah putranya Batara Indra. memperkokoh tatanan jagad raya. keberuntungan ada di anak cucu 172. para kawula padha suka-suka. itu bukan waktu anda. turunnya air brajamusti pecah memercik. tidak bisa ditip u. aja sirik aja gela. · di hadapan Begawan. iku dudu wektunira. 171. sing wis adu wirang nanging kondhang. mula sing menangi enggala den leluri.

Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro). 3. Abdurrahman Wahid. Presiden Kedua Republik Indonesia da n pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Preside n Kelima Republik Indonesia. namun hidupnya kesandung k esampar. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah S WT. Ban yak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bamba ng Yudhoyono. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. yang akan membebaskan bang sa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yan g sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Ancaman bencana alam. 2. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuw uh). Tokoh yang dimaksu d ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Berikut ini adalah sifat-sifat Satrio Piningit sejati hasil bedah hakekat bapak Budi Marhaen terhadap apa yang telah ditulis oleh R. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pe merintahan dengan baik. Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yan g juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Ronggowarsito : 1. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto. bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati. Berkuasa tahun 1945 -1967. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa j eda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Sifat ini hanya dimiliki oleh orang yang telah menguasai Artadaya (ma rifat sebe nar-benar ma rifat). 5. Presiden Keempat Republik Indonesia. serba buruk dan juga selal u dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Berkuasa tahun 1999-2000. Berkuasa tahun 1967-1998. 2. Presiden Ketiga Republik Indonesia. Selain masing-masing satrio itu menjadi ciri-ciri dari masing-masing pemimpin NK RI pada setiap masanya. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh yang dimaksud ini ditaf sirkan sebagai Soekarno. Berkuasa tahun 2000-2004. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia ju ga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (T apa Ngrame). SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. namun tidak pernah menampakkan kesaktiannya itu. 6.oba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut : 1. Jadi sifat ini melambangkan or ang berilmu yang amat sangat tawadhu . nam un akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. 4. Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar melambangkan orang yang kaya akan ilmu dan berwibawa. Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro melambangkan orang yang sepanjang hidupnya terpenjara namun namanya harum mewang i. artinya penderitaan dan pengorbanan telah menjadi teman hidupnya yang s etia. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar seb agai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Diberikan anugerah kewaskitaan atau kesaktian oleh Allah SWT. Berkua sa tahun 1998-1999. Tidak terkecuali fitnah dan caci maki selalu menyertainya. Insya Allah. 7. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan m ampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan s eorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bag i seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. ternyata tujuh satrio piningit itu melambangkan tujuh si fat yang menyatu di dalam diri seorang pandhita yang telah kita tahu adalah Putr a Betara Indra yang juga Budak Angon seperti telah diungkap di atas. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seor ang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / pe tunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Semua itu dihad .Ng.

jawah lindhu gelap cleret warsa. tanna warta nyata. ada baiknya kita cermati pula Serat Kalatidha karya Ronggowar sito yang tertuang dalam Serat Centhini jilid IV (karya Susuhunan Pakubuwono V) pada Pupuh 257 dan 258. tangeh lamun tentreming wardaya. tidak bisa dipercaya dan tidak ada wahyu yang sejati. kejahatan / perampokan dan peme rkosaan makin menjadi-jadi dan banyak pencuri malang melintang di jalan-jalan.apinya dengan penuh kesabaran. banyak terjadi kerusuhan seperti perang yang tidak ketahuan mana musuhnya yang menyebabkan tidak mungkin ada rasa tenteram di hati. 4. Maka hakekat Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu adalah utusan Alla h SWT atau bisa dikatakan seorang Aulia (waliyullah). Satrio Jinumput Sumelo Atur melambangkan orang yang terpilih oleh Allah SWT guna melaksanakan perintah-perin tah-Nya dan menjalankan missi-Nya. Satrio Lelono Topo Ngrame melambangkan orang yang sepanjang hidupnya melakukan perjalanan spiritual dengan melakukan tasawuf hidup (tapaning ngaurip). mungsuhe boya kat awis. krep grahana surya. bicaranya ngawur. wong wadon kang sirna wiwirangira. salah mangsa dresing surur. tanpa paramarteng dasih. sujana kapontit nurut. karana tanpa palupi. 3. p an wus tilar silastuti titi tata. · Alampun ikut terpengaruh dengan banyak terjadi gerhana matahari dan bulan. · Para pemimpinnya berhati jahil. · Banyak peperangan yang melibatkan para penjahat. 6. Dalam kaitan in i maka tempat yang ditunjuk itu adalah Lebak Cawéné = Gunung Perahu = Semarang Temba yat. akeh wong mlarat mawarni. Krep paprangan. Hal ini dibuktikan dengan pemberian anugerahNya berupa ilmu laduni kepada orang tersebut. Satrio Boyong Pambukaning Gapuro melambangkan orang yang melakukan hijrah dari suatu tempat ke tempat lain yang d iberkahi Allah SWT atas petunjuk-Nya. 7. Keh wahyuning eblislanat kang tamurun. kalawan grahana sasi. hujan abu dan gempa bumi. durjana susila dadra andadi. tidak saling memberi berita dan banyak orang miskin beraneka macam yang sangat menyedihkan kehidupannya. 5. Dal am budaya Jawa orang tersebut biasanya ditandai dengan wasilah memegang pusaka t ertentu sebagai perlambangnya. Tanpa kangen mring mitra sadulur. Serat Kalatidha Ronggowarsito Guna memperlengkapi wacana kita tentang sifat dan karakter Satrio Piningit yang te lah diurai di atas. para wanitanya banyak yang kehilangan rasa malu. · Rasa persaudaraan meluntur. Sehingga orang tersebut dig ambarkan sebagai seorang pinandhita atau alim yang selalu mendapatkan petunjuk d ari Allah SWT. Bersikap zuhud dan selalu membantu (tetulung) kepada orang-orang yang dirundung kesulitan dan kesusahan dalam hidup nya. Dalajading praja kawuryan wus suwung. · Angin ribut dan salah musim. mendhosol rinamu puguh. apangling kang jalma. Hakekat hijrah ini adalah sebagai perlamba ng diri menuju pada kesempurnaan hidup (kasampurnaning ngaurip). d aya deye kalamun tyase nalangsa. Prahara gung. · Wahyu yang turun adalah wahyu dari iblis dan sulit bagi kita untuk membedakannya . marma jeng pamasa. ikhlas dan tawakal. Kutipan berikut ini menggambarkan situasi jaman yang ter jadi dan akhirnya muncul sang Satrio yang dinanti : Pupuh 257 (tembang 28 s/d 44) : Wong agunge padha jail kurang tutur. agung prang rusuhan. dumrunuh salin suma lin. . dene datan ana wahyu kang sanyata. Satrio Hamong Tuwuh melambangkan orang yang memiliki dan membawa kharisma leluhur suci serta memilik i tuah karena itu selalu mendapatkan pengayoman dan petunjuk dari Allah SWT. akeh maling malandang marang ing marga. lebur pangreh tata. Bandhol tulus. Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu melambangkan orang yang memiliki enam sifat di atas.

kang kapisan karanya. · Untuk dibuktikan. · Berupaya tanpa pamrih. · Para pemimpin mengatakan seolah-olah bahwa semua berjalan dengan baik padahal ha nya sekedar menutupi keadaan yang jelek. paliyasing Kalabendu. karaton ing tanah Jawa. kataman ring reh wirangi. walaupun kemungkinan dicemooh . nagdam makduming srinata. Nging tan dadya. ha rdayengrat dening karoban rubeda. salin alamnya. iya jaman edan. ingaranan nara nata. kang mangkono yen niteni lamampahan. akan mengalami jaman gila. ewuh aya kang pambudi . Pupuh 258 (tembang 1 s/d 7) : Saka marmaning Hayang Sukma. tungguling dhiki . yang lupa untuk mengejar keberuntungan . yaitu zaman edan. semua tata tertib. Nawung krida. sat emahe kaliren wekasane. ananging sayektineki. kwilet tays duhkita. ing kono raharjanira. mangimur saniberike. wong ambeg jatmika kon tit. ju meneng sri pandhita. sinalinan jamanira. mamalaning bumi s irna. Ing Paniti sastra wawarah. jaman Kalabendu sirna. anglakoni wus tartamtu. mandar sangking dadra. duk masih keneker Sukma. · Apabila tidak ikut menjalani. Luwih adil paraarta. jaman Kaladuka. klulun Kalathida. Pra sujana. kasampar kasa ndhung rata. · Atas izin Allah SWT. sarjana satemah kelu. wus parek wekasanipun. · Memberikan peringatan pada zaman yang kalut dengan bijaksana. · Para penjahat maupun para pemimpin tidak sadar apa yang diperbuat dan selalu men imbulkan masalah / kesulitan. berganti zaman dimana tanah Jawa/In donesia menjadi makmur. boya keduman. lebih beruntung yang tetap ingat dan waspada (dalam perb uatan berbudi baik dan luhur). Marga sinapih rawuhnya. ing pamrih melok pakolih. tanpa sangaka n rawuhira. melik kalling donya iki. tem ah suha ing karsa tanpa wiweka. · Kedatangan pemimpin baru tidak terduga. karsane kang Among tuwuh. panekare becik-becik cakrak-cakrak. zaman Kalabendu hilang. yang oleh izin Allah SWT. adenge tanpa sarana. mencoba untuk melihat tanda-tanda yang tersembunyi dalam peristiwa ini. Yen tan melu. sirep dur angkaramurka. · Disertai dengan tangis dan kedukaan yang mendalam. tan ngadu bala manungsa. sirnaning ratu amargi. Wus dilalah. dening angupaya sandi samurana. nama Sultan Erucakra. Wektu iku. dan aturan telah ditinggalkan. kang menangi jaman gemblung. makin lama makin menjadi kesulitan yang s angat. begitu agar kejadi annya / yang akan terjadi bisa jadi peringatan. papatih nindhita. lumuh maring branaarta. menceng pangupaya. pada saat masi h muda. kang lali kabegjan. Anaruwung. mung sirollah prajuritnya. karsaning Sukma kinarya. akan menjadi pemimpin yang berbudi luhur. nareprabu utamestu. · Sudah kepastian. · Datangnya tanpa sarana apa-apa. · Yang menjadi pertanda zaman Kalabendu. keh wong katambehan ika. banyak mengalami halangan dalam hidupnya. hilang kutukan bumi dan angkara murkapun mereda. Pada saat itu sudah dekat berakhirnya zaman Kaladuka. sung pemut. tapi yang sebetulnya. wawan-w awan kalawan memaronira. tidak pernah menonjol sebelumnya. yen meluwa edan yekti nora tahan. keamanan. tidhem tandhaning dumadi. rubeda angrubedi. seperti muncul secara gaib. luwih begja kang eling lawan waspada. pra nayaka tyas basuki. nata ginaib sanyata. apabila ikut gila/edan tidak tahan. sonya rutikedatonnya.· Kewibawaan negara tidak ada lagi. wiji wijiling utama. yang ak hirnya bisa kelaparan. Lire sepi tanpa srana. dan berbeda-beda tingkah laku / pendapat orang se-negara. mulyanin g jenengan nata. yang mempuny ai sifat-sifat utama. sulit untuk menga mbil sikap. ora ana kara-kara. Katatangi tangising mardawa-lagu. ing zaman musibat. beda-beda hardaning wong sanagara. tidak kebagian untuk memiliki harta benda. Sitipati. atas kehendak Allah SWT.

hanya sirullah prajuritnya (pasukan Allah) dan senj atanya adalah se-mata2 dzikir. tidak mengan dalkan bala bantuan manusia. Percaya ata u tidak. hiya iku momongane kaki Sabdopalon.pa pan tanpa tulis. bernama Sultan Erucakra (pemimpin yang memiliki wahyu). · Pajak orang kecil sangat rendah nilainya. ratune nyembah kawula. parek lan kali Katangga. Bumi sakjung pajegira. · . Menarik memang di dalam mencari jawab tentang siapakah Sabdo Palon ? Karena kata Sabdo Palon Noyo Genggong sebagai penasehat spiritual Prabu Brawijaya V ( memerin tah tahun 1453 1478 ) tidak hanya dapat ditemui di dalam Serat Darmagandhul saja . mengerahkan jin dan setan. nugel tanah Jawa kaping pindho. tajamnya tri tunggal nan suci. · Semua musuhnya dimusnahkan oleh sang pemimpin demi kesejahteraan negara. · Mempunyai sifat adil. seluruh makhluk halus berada di bawah perintahnya bersatu padu me mbantu manusia Jawa berpedoman pada trisula weda. andayani indering jagad raya. semuanya sudah bertobat. centi wektu jejering kalamukti. Tumpes tapis tan na mangga. suwang ing d alem sadina. harj aning jagat sadaya. mungsuh rerep sirep sirna. takut dengan kewibawaan sang pemimp in yang sangat adil dan bijaksana. bener. dan kem akmuran semuanya. ngerahake jin setan. hidupnya sederhana. tidak tertarik dengan harta benda. saya mengawali dengan mengkaji Serat Darmagandhul dan ramalan Sabdo Palon. benar. jujur . namun dengan pen dekatan spiritual dapatlah ditarik benang merahnya yang akan membawa kepada satu titik terang. didampingi Sabdopalon dan Noyogenggong. amung sadinar sawarsa. Dan akhirnyapun dapat dirunut secara logika historis. genaha kacetha kanthi njingglang. maka kita akan men dapatkan gambaran yang sama dengan apa yang sedang terjadi saat ini. namun di dalam bait-bait terakhir ramalan Joyoboyo ( 1135 1157 ) juga telah di sebut-sebut. . Karena apa yang telah dituangkan para leluhur kita dalam bentuk ka rya sastra adalah hasil olah batin ataupun perjalanan spiritual beliau-beliau di dal am menangkap lambang-lambang-Nya di alam nyata maupun gaib. tidak ketahuan asal kedatangannya. Di sini tidak akan diperso alkan siapa yang membuat karya-karya tersebut untuk tidak menimbulkan banyak per debatan. padha martobat nalangas. musuh semua bisa dikalahkan. lurus. kadherekake Sabdopalon lan Noyogenggong. penghasilan yang diter ima. krana panjenengan nata. wus resik nir apa-apa. 03 Menelisik Misteri Sabdo€Palon Dalam upaya menelisik misteri siapa sejatinya Sabdo Palon. sing wis adu wirang nanging kondhang. jejeg.r kewala. pitung reyal ika. Semuanya hanya ingin mengingatkan kita a nak cucu leluhur nusantara ini untuk senantiasa Eling dan Waspada. nglurug tanpa bala. memotong tanah Jawa kedua kali. · Tidak ada penjahat. jujur. adil asing paramarta. angagem trisula wedha. yaitu bait 164 dan 173 yang menggambarkan tentang sosok Putra Betar a Indra sbb : . tan karsa lamun luwiha. Inilah yang diistila hkan dalam kawruh jawa sebagai Sastrajendra Hayuningrat (sastra tanpa wujud . para kawula padha suka-suka. mumpuni sakabehing laku. amrih kartaning nagara. orang kecil hidup tentram. menguasai seluruh ajaran (ngelmu). Dari gambaran yang tertulis di dalam Serat Kalatidha di atas. tidak mau melebihi. yen menang tan ngasorake liyan. murah sanda ng dan pangan. marga adiling pangeran wus teka. padha asung bhekti. para lelembut ke bawah perintah saeko proyo kinen ambantu manun gso Jawa padha asesanti trisula weda. dene murah sandhang teda. para pandhita hiya padha muja. nora ana wong ngresul a kurang. landhepe triniji suci. hiya iku tandane kalabendu wis minger. ing sajroning bubak w ana. Tan na dursila durjana. sawah sewu pametunya. Sehingga dalam mengungkapkannya penuh denga n perlambang (pasemon ataupun sanepan). k umara prewangan. denwangeni katahhira. baik lambat a taupun cepat. dhahare jroning sawarsa. tulis tanpa papan). Karena penjelasan secara akal penalaran amatlah rumit. marmaning wong cilik samya. ayem enake tysir a. penjenenganin sang nata. kenyataannya semua yang telah digambarkan para leluhur nusantara ini te lah terjadi dan sedang berlangsung serta insya allah akan terjadi. bumi pethik akukutha. wedi willating nata.

Pertemuan ini terjadi ketika Sunan Kalijaga mencari dan menemukan Prabu Brawi jaya yang tengah lari ke Blambangan untuk meminta bantuan bala tentara dari kera jaan di Bali dan Cina untuk memukul balik serangan putranya. kula wirang dhatêng bumi langit. nama Manik Maya itu saya. anglela k alingan padhang. Tentu ini tidak kita kehendaki. yan g membuat kawah air panas di atas gunung itu semua adalah saya. Prabu Brawijaya dan Sabdo Palon di Blambanga n. kula momong pikukuh lajêr Jawi. bila menang tak menghina yang lain. k ula badhe pados momongan ingkang mripat satunggal. Serat Darmagandhul Memahami Serat Darmagandhul dan karya-karya leluhur kita dibutuhkan kearifan dan toleransi yang tinggi. Sebelum manusia mengenal agama.. tidak senang mengasuh paduka. barêng didangu lungane mênyang ngêndi. maka mereka berpisah.. run-tumurun ngantos dumugi sapriki. hanya menetapkan namanya Semar. dumugi sapriki umur-kula sampun 2. yang sud ah menanggung malu tetapi termasyhur. . . . Tiada maksud lain dari saya kecuali hanya ingin mengun gkap fakta dan membedah warisan leluhur dari pendekatan spiritual dan historis. malu mengasuh orang tolol. akan tetapi tidak bertempat di situ. Wiwit saking lêluhur paduka rumiyin. selalu bersyukur dan eling serta berjalan pada jalan kebaikan. Sintên ing kang jumênêng Nata. mau jadi orang jawan (kehilangan jawa-nya). tak ada yang mengeluh kekurangan. ke arab-araban. dan jagad raya pada umumnya.. punika kula. · Paduka sudah terlanjur terperosok.. hiya iku momongane kaki Sabdopalon. saya mau mencari asuhan yang bermata s atu (memiliki prinsip/aqidah yang kuat). Ucapan Sabdo Palon ini menyatakan bahwa dia sangat malu kepada bumi dan langit d engan keputusan Prabu Brawijaya masuk agama Islam. karsa dados jawan. Manawi p aduka botên pitados. kang kasêbut ing pikêkah Jawi. irib-iriban. Namun hal ini bisa dicegah oleh Sunan Kalijaga dan akhirnya Prabu Brawijaya masuk agama Islam. saya malu kepada bu mi dan langit. Sakutrêm lan Bambang Sakri.. itulah asuhannya Sabdopalon. . tidak ada gunanya saya asuh. segalanya tampak terang benderang. yang disebut dalam ajaran Jawa. itulah tanda zaman kalabendu telah usai. · Sabdo Palon menyatakan akan berpisah. · . hanya ikut-ikutan. Dalam serat Darmagandhul ini saya hanya ingin menyoroti ucapan-ucapan penting pa da pertemuan antara Sunan Kalijaga. Sebelum perpi sahan terjadi ada baiknya kita cermati ucapan-ucapan berikut ini : Paduka sampun kêlajêng kêlorob. mung nêtêpi jênênge Sêmar. Kalau pad uka tidak percaya. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa Semar adalah m erupakan utusan gaib Gusti Kang Murbeng Dumadi (Tuhan Yang Maha Kuasa) untuk mel aksanakan tugas agar manusia selalu menyembah dan bertaqwa kepada Tuhan. ingk ang jasa kawah wedang sanginggiling rêdi rêdi Mahmeru punika sadaya kula. itulah asuhannya Sabdopalon. membuatnya samar. nama Manik Maya. Dalam ucapan ini pula Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah sebenarnya yang di katakan dalam kawruh Jawa dengan apa yang dikenal sebagai Manik Maya atau hakekat S emar . raja menyembah rakyat. t npa guna kula êmong. Sang Wik u Manumanasa. Sabdapalon matur yen arêp misah. Jika belum matang beragama maka akan muncul sentimen terhadap agama lain. keberadaan Semar telah ada di muka bumi. berganti zam an penuh kemuliaan. rêmên manut nunut-nunut. Bagi orang Jawa yang berpegang pada kawruh Jawa pastilah memahami tenta ng apa dan bagaimana Semar. para pendeta juga pada memuja. begitu ditanya perginya kemana. Karena Sabdo Palon tidak bersedia ma suk agama Islam atas ajakan Prabu Brawijaya. . Gambaran ini telah diungkapka n Joyoboyo pada bait 173 yang berbunyi : . dados momongan kula. memperkokoh tatanan jagad raya. rakyat bersuka ria. ature ora lunga. nanging ora manggon ing kono. nglimputi salire wujud. bersenjatakan tri sula wedha. Perhatikan ungkapan Sabdo Palon berikut ini : Sabdapalon ature sêndhu: Kula niki Ratu Dhang Hyang sing rumêksa tanah Jawa.000 langkung 3 t · . Raden Patah yang te lah menghancurkan Majapahit. semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi.menyerang tanpa pasukan. sing wis adu wirang nanging kondhang. jawabnya ti dak pergi. karena mengandung nilai kawruh Jawa yang sangat tinggi. botên rêmên momong paduka. wirang momong tiyang cabluk. yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur. Sekali lagi dalam ucapan ini Sabdo Palon menegaskan bahwa dirinyalah yang bernam a Semar. yang meliputi segala wujud. Beliau mendapat tugas khusus da ri Gusti Kang Murbeng Dumadi untuk menjaga dan memelihara bumi Nusantara khususn ya. karena keadilan Yang Kuasa telah tiba.

Sang Wiku Manumanasa. Genggong: langgêng botên ewah. Semua keputusan yang akan diambil diserahkan semuanya kepad a majikan nya. jika sudah berganti agama Islam. kita telah sedikit memahami bahwa Sabdo Palon sebagai pembimbing spiritual (ponokawan) Prabu Brawijaya merupakan sosok S emar yang nyata.000 lebih 3 tahun dalam mengasuh rajaraja Jawa. Seperti halnya Semar telah banyak dikenal sebagai pamomong sejati yang selalu me ngingatkan bilamana yang di emong nya salah jalan.. Paduka perlu faham. ing besuk yen ana wong Jawa ajênêng tuwa.. . Setidaknya perhitungan usia tersebut dapat memberik an gambaran kepada kita. keberadaan Semar diyakini berupa suara tanpa rupa . menjadi asuhan hamba. Di dalam Serat Darmogandhul diceritakan episode perpisahan antara Sabdo Palon de ngan Prabu Brawijaya karena perbedaan prinsip.aun. orang Jawan (yang telah kehilangan Jawa-nya) akan diajarkan agar bisa melih at benar salahnya.. wong jawan arêp diwulang wêruha marang bênêr luput. Ungkapan di atas menyatakan bahwa Sabdo Palon (Semar) telah ada di bumi Nusantar a ini bahkan 525 tahun sebelum masehi jika dihitung dari berakhirnya kekuasaan P rabu Brawijaya pada tahun 1478. keberadaan Semar diyakini dengan istilah mencolo putro. Genggong artinya langg eng tidak berubah. Palon: p kukuh kandhang. momong lajêr Jawi. Benjing tamt u dipunprentah dening tiyang Jawi ingkang mangrêti. manawi sampun santun agami Islam.. berarti usia Sabdo Palon telah mencapai 2. · . salah berpikir atau salah dalam p erbuatan. Suatu saat tentu akan dipimpin oleh orang Jawa (Jawi) yang mengerti. rêmên nunut bangsa sanes. · . tidak ada yang berubah agamanya. Se mar selalu memberikan piwulangnya untuk bagaimana berbudi pekerti luhur selagi h idup di dunia fana ini sebagai bekal untuk perjalanan panjang berikutnya nanti. Namun secara khusus bagi yang memahami lebih dalam lagi... mencolo putri . suka ikut-ikutan bangs a lain. Di kalangan spiritualis Jawa pada umumnya. Mulai dari leluhur paduka dahulu. Jadi Semar merupakan pamomong yang tut wuri handayani . langgeng selamanya. meninggalkan agama Budha. · Sabdo Palon berkata sedih: Hamba ini Ratu Dhang Hyang yang menjaga tanah Jawa. turun temurun sampai sekarang. artinya dapat mewujud dan menyamar sebagai manusia biasa dalam wujud berlainan di setiap masa. Paduka yêktos. Sang Prabu diaturi ngyêktosi. dan lain-lain.532 tahun. Hal ini dapat dipahami karena dalam kawruh Jawa dikenal ad anya konsep menitis dan Cokro Manggilingan . apakah paduka lupa terhadap nama saya Sabdo Palon? Sabda artinya kata-kata. Saat ini di tahun 2007. Jadi ucapan hamba itu berlaku sebagai pedoman hidup di tanah Jawa. suatu saat nanti kalau ada orang Jawa menggunakan nama tua (sepuh). Semua yang disabdak an Semar tidak pernah berupa perintah untuk melakukan tetapi lebih kepada bagaimana sebaiknya melakukan . botên wontên ingkang ewah agamanipun.. Dari apa yang telah disinggung di atas. Pal n adalah kayu pengancing kandang. walaupun angka-angka yang menunjuk masa di dalam karyakarya leluhur sangat toleransif sifatnya. Semar atau Kaki Semar sendiri memiliki 110 nama. agêgaman kawru . yaitulah yang diasuh oleh Sabda Pa lon. sampai sekarang ini usia hamba sudah 2. Jawi-nya hilang. berpegang pada kawruh Jawa. serta memiliki sifat yang bijaksan a dan rendah hati juga waskitho (ngerti sakdurunge winarah). diantaranya adalah Ki Sabdopalon. · . kenging kangge pikêkah ulat pasêmoning tanah Jawi. . Dados wicantên-kula pu nika... . menjadi tempat bertanya kar ena pengetahuan dan kemampuannya sangat luas. Si apa yang bertahta. langgêng salaminipun. turun paduka tamtu apês. Ki Bodronoyo. Jawi (orang Jawa yang memahami kawruh Jawa) tingga l Jawan (kehilangan jati diri jawa-nya). Naya têgêsipun ulat. terlebih apabila melanggar ketentuan-ketentuan Tuhan Yang Maha Esa. keturunan Paduka akan celaka. nilar agami Buddha. Jawi kantun jawan. Sang Hyang Ismoyo. hamb a mengasuh keturunan raja-raja Jawa. paduka punapa kêkilapan dhatêng nama kula Sabdapalon? Sabda têgêsipun pamuwus. Menurut Sabdo Palon dalam ungkapannya dikatakan : . Naya artinya pandangan. Sebelum berpisah Sabdo Palon meny atakan kekecewaannya dengan sabda-sabda yang mengandung prediksi tentang sosok m asa depan yang diharapkannya. Sang Prabu diminta memahami. Sakutrem dan Bambang Sakri. . iya iku sing diêmong Sabdapalon. Berikut ungkapan-ungkapan itu : . Dari dua ungkapan di atas Sabdo Palon mengingatkan Prabu Brawijaya bahwa suatu k . Namun d alam perwujudannya sebagai manusia tetap mencirikan karakter Semar sebagai sosok Begawan atau Pandhita . . Jawinipun ical.

Yen kawula boten arsi. Saya ini yang membantu anak cucu s erta para raja di tanah jawa. Wit ing dinten punika. 7. Hal ini menyiratkan adanya dua sosok di dalam ungkapan Sabdo Palon te rsebut yang merupakan sabda prediksi di masa mendatang. dadi ya têngêr Sabdapalon ênggone bali marang tanah Jawa anggawa momongane. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). In g benjang sakpungkur mami. Sinengkalan tahunira. wusana banjur ngandika mar ang Sunan Kalijaga: Ing besuk nagara Blambangan salina jênêng nagara Banyuwangi. Baunya tidak sedap. Sudah digaris kita harus berpisah. 4. Wit kula pu niki yekti. Sun sajekken putu kula. Itulah pertanda kalau saya datang. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Ramalan Sabdo Palon Karena Sabdo Palon tidak berkenan berganti agama Islam. Kang tuwuh ing tanah Jawi. Sinten tan purun nganggeya. Merapi janji mami. Gama Buda kula sebar tanah Jawa . ataupun eya ng ) yang memegang teguh kawruh Jawa akan mengajarkan dan memaparkan kebenaran dan kesalahan dari peristiwa yang terjadi saat itu dan akibat-akibatnya dalam waktu berjalan. · Bila ada yang tidak mau memakai. Sanget-sangeting sangsara. Ratuning Dang Hyang Jawi. Wangsul maring sunya ruri. Bila kelak Gunung Merapi m eletus dan memuntahkan laharnya. Wus pinasthi sayekti kula pisahan. Dereng lega kang ati. W us nyebar agama budi. Ibarat Arjuna dan Semar atau juga Prabu Parikesit dan Begawan Abhiyasa. Karsanireng Jaw ata. 6. Kula damel prat andha. saya sebar seluruh tanah Jawa. Sang Prabu ngungun sarta nênggak waspa. · Sang Prabu berkeinginan merangkul Sabdo Palon dan Nayagenggong. Lawo . sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. jadikan ini sebagai tanda ke mbalinya Sabda Palon di tanah Jawa membawa asuhannya. · Lahar tersebut mengalir ke Barat Daya. Sabda Palon matur sugal. maka dalam naskah Ramala n Sabdo Palon ini diungkapkan sabdanya sbb : 3.etika nanti akan ada orang Jawa yang memahami kawruh Jawa (tiyang Jawi) yang aka n memimpin bumi nusantara ini. Momong marang anak putu. Pratandha tembayan mami. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. nanging wong loro ma u banjur musna. 5. ada baiknya kita kaji sedikit tentang Ramalan Sabdo Palon berikut in i. Sadaya gilir gumanti. yaitu pemimpin yang diha rapkan dan pembimbing spiritual (seorang pandhita). Kang jumeneng Tanah Jawi. Ngidul ngilen purugira. Jangkep gangsal atus tahun . Kelak Merapi aka n bergelegar. Mung kula matur petungna. Tidak dapat bila diubah lagi. Sang Prabu heran dan bingung kemudian berkata kepada Sunan Kal ijaga : Gantilah nama Blambangan menjadi Banyuwangi. Yekti kula rusak sami. Untuk mengetahui lebih lanjut guna menguak m isteri ini. Ngganda banger ingkang warih. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus berganti an. Klawan Paduka sang Nata. · Sabda Palon menjawab kasar: Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu. Berka sakan rupi-rupi. Nggih punika medal kula. Juga dikatakan bahwa ada saat nanti datang orang Jawa asuhan Sabdo Palon yang memakai nama sepuh/tua (bisa jadi mbah . · Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Kula gantos kang agami. Dari kalimat ini jelas menandakan bahwa Sabdo Palon dan Prabu Brawijaya berpisah di tempat yang sekarang bernama Banyuwangi. Sagung kang para Nata. Dene samêngko Sab dapalon isih nglimput aneng tanah sabrang. Sekarang ini Sabdo Palon m asih berkelana di tanah seberang. Yen durung lebur atempur. Yen wus prapta kang wanci. Lebih lanjut diceritakan : Sang Prabu karsane arêp ngrangkul Sabdapalon lan Nayagenggong. Ngrasuka agama Islam. Tanah seberang yang dimaksud tidak lain tidak bukan adalah Pulau Bali. namun orang dua i tu kemudian raib. aki . Hardi Merapi yen wus njeblug mili lahar. Anggereng jagad satuhu. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha lagi (maksudn ya Kawruh Budi). Boten kenging kalamunta kaowahan. Namun Sang Prabu kami moho n dicatat. akan saya hancurkan.

Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Itulah tanda Sabdo Pal on telah datang. · Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. kembali sebagai wujud dewa. maka telah sampai saatnya saya akan mengulas ses uai dengan pemahaman saya tentang siapa sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong itu. bulan dan tahun dijumlahkan. Dan kemudian Sabdo Palon menyatakan janjinya akan datang kembali di bumi t anah Jawa (tataran nusantara) dengan tanda-tanda tertentu. Warata sa Tanah Jawi. Dari penelusuran secara spiritual. Mari kita renungkan sesaat tentang kejadian muntahnya lahar gunung Merapi tahun 2006 lalu dimana untuk pertama kalinya ditetapkan tingkat statusnya menjadi yang tertinggi : Awas Merapi . Allah SWT. Apabila angka tanggal. Jadi ketika itu Sabdo Palon berencana untuk kembali ke asal mulanya adalah alam kahyangan (alam dewadewa). Jagad iki yekti ana kang akarya. Ginawe kang paring gesang. Sedaya pra Ja wata. Hal tersebut sebaga i bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya. Bel iau dihormati atas pengabdian yang sangat tinggi terhadap raja dan rakyat melalu . Siapa Sejatinya Sabdo Palon Noyo Genggong ? Setelah kita membaca dan memahami secara keseluruhan wasiat-wasiat leluhur Nusan tara yang ada di blog/buku ini. tersebutlah seorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwi Jendra. 17 merupakan jumlah raka at sholat lima waktu di dalam syari at Islam. B eliau juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Saat kejadian malam itu lahar merapi keluar bergerak ke arah Barat Daya . Danghyang N irartha adalah seorang pendeta Budha yang kemudian beralih menjadi pendeta Syiwa . Wonten ing sakwasanipun. dan cucu dari Mpu Tantular atau Dang Hyang Angsokanatha (penyusu n Kakawin Sutasoma dimana di dalamnya tercantum Bhinneka Tunggal Ika ). 1 7 juga merupakan lambang hakekat dari bumi sap pitu dan langit sap pitu yang berasal dari Yang Satu. Sabdo Palon itu sejatinya adala h : Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru ya ng akhirnya moksa di Pura Uluwatu. Baunya tidak sedap. Lamanya pergi selama 500 t ahun. Sang Hyang Ismoyo. Kaline ban jir bandhang. Kinarya amertandhani. maka : 1 + 3 + 5 + 2 + 0 + 0 + 6 = 17 ( 1 + 7 = 8 ). Secara h akekat nama Sabdo Palon Noyo Genggong adalah simbol dua satuan yang menyatu. Di dalam Islam dua satuan ini dilambangkan dengan dua kalimat Syahadat. Artinya dalam kejadian ini delapan kekuatan dewa-dewa menyatu. Sebab dunia ini ada ditanganNya. 8. Prapteng tengah-tengahipun. Tan keng ing dipun singgahi. Dan juga kemudian diikuti bencana-bencana lainnya. Angka 17 kita kenal merupakan ang ka keramat. Itu sudah kehendak Tuhan tid ak mungkin disingkiri lagi. Diungkapkannya tanda utama itu adalah muntahnya lahar gunung Merapi ke arah barat daya. Dalam Dwijendra Tattwa dikisahkan sebagai berikut : Pada Masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang men inggal dunia. Pada hari itu tanggal 13 Mei 2006 adalah malam bulan purnama bert epatan dengan Hari Raya Waisyak (Budha) dan Hari Raya Kuningan (Hindu). Jerone ngelebne jalmi. Dari bait-bait di atas dapatlah kita memahami bahwa Sabdo Palon menyatakan berpi sah dengan Prabu Brawijaya kembali ke asal mulanya. yaitu : Hindu Budha (Syiwa Budha). Di dalam kawruh Jawa. Di Bali hal ini dilambangkan dengan apa yang kita kenal dengan Sad Ka hyangan Jagad . Wit ing donya puniki.n Sapta Ngesthi Aji. Beliau juga diberi nama Mpu Dwijendra dan dijuluki Pedanda Sakti Wawu Rawuh. Perlu kita tahu bahwa Semar adalah wujud manusia biasa titisan dewa Sang Hyang Ismoyo. penasehat spiritual dan pandhita sakti keraja an Majapahit. Upami nyabrang kali. Dalam dunia pewayangan keadaan ini dilambangkan dengan judul: Se mar Ngejawantah . Sedangkan angka 8 merupakan lambang delapan penjuru mata angin. Kathah sirna manungsa prapteng pralaya. Dan gunung Merapi di sini melambangkan hakekat tempat atau sarana turunnya dewa ke bumi (menitis). saya mendapatkan jawaban: Sabdo Palon adalah seorang ponokawan Prabu Brawijaya. Tiba-tiba sungainya banjir besar. Dari referensi yang saya dapatkan. · Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Bebaya ingkang tumeka. Dang Hyang Nirartha adalah anak dari Dang Hya ng Asmaranatha. men yambut dan menghantarkan Sang Hyang Ismoyo (Sabdo Palon) untuk turun ke bumi. Sang Hyang Ismoyo adalah sosok dewa yang dihormati oleh selu ruh dewa-dewa. Dari penuturan bapak Budi Marhaen.

memperhatikan tingkah laku y ang benar. tak akan ternoda ketur unannya. · Ayahanda memberitahumu anakku. 4. kalah keutamaannya itu. jangan hanya sekedar melihat. dan tidak akan menginjak kotoran. bacin tuara bak at ingsak. dan lain-lain. Ketika itu Bali Dwipa mencapai jaman keemasan. utama orang yang membangun telaga. patut tingkahe buatang. kepada semua orang. oleh orang yang melakukan korban suci seka li. Selain itu beliau juga m endorong penciptaan karya-karya sastra yang bermutu tinggi dalam bentuk tulisan lontar. ring ida dane samian. beliau melihat benih-benih keru ntuhan kerajaan Hindu di tanah Jawa. sang sa mpun kaucap garwa. guru tapak tui timpalnya. lalu ke Pasuruan dan kemudian ke Blambangan. · Ada sebenarnya ucapan ilmu pengetahuan. jangan durhaka pada leluh ur. eda bani ring kawitan. Suranadi (Lom bok). lakukanlah berdua. Masceti. nama sebuah gunung di Jawa Timur. tingkahe menadi pyanak. peningkatan kemakmuran dan menanggulangi masalah-masa lah kehidupan. Setelah mengungkapkan bahwa Sabdo Palon sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha. banya knya seratus. gunanya untuk melihat. akan tetapi tidak mampu melawan kehendak Sang Pencipta. Tugu. Pakendungan. 2. · Lebih baik hati-hati dalam berbicara. Awig-awig Desa Adat pekraman dibuat. Ponjok Batu. Pura-pura untuk memuja beliau di tempat mana beliau pernah bermukim membimbing u mat adalah : Purancak. Bukit Pay ung. Maksud hati hendak melerai pihak-pihak yang bertikai. Di Lombok Beliau disebut Tuan Semeru atau guru dari Semeru. Bukcabe. Beliau dikenal dalam menyebarkan ajaran Agama Hindu dengan nama Dh arma Yatra . Beliau pertama kali tiba di Pulau Bali dari Blambangan sekitar tahun caka 1411 a tau 1489 M ketika Kerajaan Bali Dwipa dipimpin oleh Dalem Waturenggong. ring sang ngangun yadnya pisan. baan supu tra satunggal. guru prabhu. guru reka. ditandai deng an berbagai bencana alam yang ditengarai turut ambil kontribusi dalam runtuhnya kerajaan Majapahit (salah satunya adalah bencana alam Pagunung Anyar ). Pulaki. orang yang disebut guru. satus reka saliunnya. patut utamakan tingkah laku yang bena r. · Mulai sekarang lakukan. karena semua bidang kehidupan rak yat ditata dengan baik. kasor buin yadnyane satus. Sakenan. Beliau m endapat wahyu di Purancak. dan guru tapak (yang mengajar) itu. Jembrana bahwa di Bali perlu dikembangkan paham Tripu rusa yakni pemujaan Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai Siwa. Tuwi ada ucaping haji. Pangajengan. Gowa Lawah. Ulu watu. Dang Hyang Nirarta dijuluki pula Pedanda Sakti Wawu Rawuh karen a beliau mempunyai kemampuan supranatural yang membuat Dalem Waturenggong sangat kagum sehingga beliau diangkat menjadi Bhagawanta (pendeta kerajaan). Amertasari. Rambut siwi. melah alepe majalan. wangsane tong kaletehan. Dang Hyang Nirartha hijrah ke Daha (Kediri). dan Parama Siwa. batise twara katanjung. la lu bapak Budi Marhaen memberikan kepada saya 10 (sepuluh) pesan yang diperoleh d ari kegaiban dari beliau Dang Hyang Nirartha sbb: 1. prasasti-prasasti yang memuat silsilah leluhur tiaptiap soroh/klan disusun. guru p rabhu. tiga banyaknya yang disebut guru. Bapa mituduhin cening. se bab kaki tak akan tersandung. ajak dadwa nah gawenang. seperti menggunakan mata. mamedasin ane patut. Melah pelapanin mamunyi. meninggal dunia tanpa meninggalkan jasad). Bukit Gong. Sadha Siwa. Akhirnya Dang Hyang Nirartha mengh ilang gaib (moksa) di Pura Uluwatu. . utama ngwangun tlaga.i ajaran-ajaran spiritual. kalah oleh anak baik seorang. Air Jeruk. kasor ento utamannya. kidung atau kekawin. tingk ahe mangelah mata. gunannya anggon malihat. (Moksa = bersatunya atman dengan Brahman/San g Hyang Widhi Wasa. telu ne maadan garwa. hukum dan perad ilan adat/agama ditegakkan. lebih baik hati-hati dalam berjalan. organisasi subak d itumbuh-kembangkan dan kegiatan keagamaan ditingkatkan. Hak dan kewajiban para bangsawan diatur. Peti Tenget. da jua ulah mal ihat. guru reka. Pucak Tedung. Dalem Gandamayu. Sebelum pergi ke Pulau Bali. 3. Tengkulak. Akhirnya be liau mendapat petunjuk untuk hijrah ke sebuah pulau yang masih di bawah kekuasaa n Majapahit. korban suci yang seratus ini. Uli jani jwa kardinin. tong ada ngupet manemah. tak ada yang akan mencaci maki. Melanting. yaitu Pulau Bali. tata cara menjadi anak. Dengan kemampuan supranatural dan mata batinnya.

Nanging da pati adekin. sok baru dapat mencium. Sangat sensitif. Dapatlah dikatakan bahwa : Putra Betara Indra = Budak Angon = Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu seperti yang telah dikatakan oleh para leluhur nusantara di atas adalah sosok yang diharap-harapkan rakyat nusantara selama ini. Sabdo Palon yang telah menitis kepada seseorang itu yang jelas memil iki karakter 7 (tujuh) satrio seperti yang telah diungkapkan oleh R. begitulah sebenarnya anakku. begitu pula dalam melangkahkan kaki. baik-baiklah caranya merasakan. hati-hati menggunakan. da pati dingeh-dingehang. dan Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu oleh Ronggowarsito itu. angg on ngadek twah gunanya. kemanapun dibawa tak akan laku.lambang Daya Rohul Kudus). joh pare twara mupuang. da maren ngertiang awak. wyadin batise tindakang. kija aba tuara laku. tidak lain dan ti dak bukan adalah Sabdo Palon. Banyak pendapat yang berkembang di masyarak at luas selama ini dalam memandang dan memahami isitilah Satrio Piningit . sama halnya dengan memilih tingkah laku. Ngelah lima da ja gudip. ma rifat dan mukasyafah saja ya ng dapat menjumpai dan membuktikan kebenarannya. res epang pejang di manah. Ronggowa rsito. ningehang raose melah. wantah nista ya ajinnya. kegunaan mulut untuk berbicara. agar menemukan keselamatan. jangan henti-hentinya berbuat baik. agar bisa melaksanakannya. waluy a matetanduran. waskito. kranannya mangelah cunguh. · Pilihlah perbuatan yang baik. buka anake ka pasar. Pusaka tersebut merupakan kata sandi (password) berkaitan dengan hakekat keberadaan Pura Rambut Siwi sebagai pembuktiannya. agar selalu mendapat kebenar an. maidep matetumbasan. yen anteng twi manandur. Tingkah ne melah pilihin. Pemahama . kalau rajin menanam. hal yang benar hendaknya diucapkan. 8. · Kegunaan punya telinga. Pertanyaannya sekarang adalah: Ada dimanakah beliau saat ini kalau dari tanda-ta nda yang telah nampak dikatakan bahwa Sabdo Palon telah datang ? Tentu saja sang at tidak etis untuk menjawab secara vulgar persoalan ini. Dimensi spiritual sangatlah pel ik dan rumit. mendengar kata-kata yang ben ar. Awake patut gawenin. katanjung bena nahanang. saluire kaucap rusa k. jangan berbicara sem barangan. gunan bibih twah mangucap. bila kesa ndung pasti kita yang menahan (menderita) nya. keto cening sujatinnya.Ng. Tingkahe mangelah kuping. buine tong kanggoang anak. Tingkah ne melah pilihin. yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwi jendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ Tuan Semeru. seperti orang ke pasar.5. bermaksud hendak berbelanj a. apang bisa jwa ningkahang. ditambah lagi tiada disukai masyarakat. pasti yang baik dibelinya. tak mungkin tidak akan berhasil. Budak Angon oleh Prabu Siliwang i. KESIMPULAN Akhirnya bapak Budi Marhaen mengungkapkan bahwa dengan penelusuran secara spirit ual dapatlah disimpulkan : Jadi yang dikatakan Putra Betara Indra oleh Joyoboyo. 10. · Pilihlah tingkah laku yang baik. · Kebenaran hendaknya diperbuat. camkan dan simpan dalam hati. jangan mau memakai tingkah laku yang jahat. Secara fisik seseorang itu ditandai dengan memegang sepasang pusaka P engayom Nusantara hasil karya beliau Dang Hyang Nirartha. apang patute bakatang. 7. tata cara dalam bertingkah laku. bet ul-betul hina nilainya. 9. tuah anggon maningehang. eda jwa mangulah laku. twara nyak meli ne rusak. jangan semua hal didengarkan. · Jangan segalanya dicium. ne patu t jwa ucapang. patuh ring ma mwatang tingkah. ibaratnya bagai bercocok tanam. Karen a ini adalah wilayah para kasepuhan suci. twah ne melah tumbas ipun. dan juga memiliki karakter Putra Betara Indra seperti yang diungkapkan ol eh Joyoboyo. 6. patutang jua agrasayang. sebenarnya untuk mendengar. apang manggih karahaywan. masih ya nu mamilihin. hati-hatilah melangkahkannya. · Memiliki tangan jangan usil. juga masih memilih. yatnain twah nyalanang. tidak mau membeli yang rusak. yaitu : Pusaka Oumyang Majapahit (lambang Daya Atman) dan Pusaka Sabdo Palon (Ki Rancak . de mangucap pati kacuh. mangulah maan madiman. apikin jua nyemakang. yaitu sosok yan g dikenal dengan nama SATRIO PININGIT . da manganggoang tingkah rusak. tingkahe ngardinin awak.

Semua akan terfilter secara alamiah. yaitu : Di balik SP (Sat rio Piningit) terdapat 10 SP. Bukan sekedar sosok Satrio Piningit atau Guru Sejati yan g harus kita cari. tepatnya di daerah Semarang Podorejo (SP) 8. dengan nama Sendang Pengasihan (SP) 10. Sehingga kembali dalam konteks Satrio Piningit yang sejatinya adalah Sabdo Palon. maupun agama atau kepercayaan. Dalam konteks ini bapak Budi Marhaen mengungkapkan rahasia sandi tersebut (mbaba r wadi) berdasarkan fenomena spiritual yang ditemuinya berkaitan dengan sandi-sa ndi rahasia di dalam karya warisan leluhur nusantara : Jadi. Telah tiba saat nya Misteri Nusantara terkuak. Bahkan para winasis waskita pun belum tentu mampu menembus aura misterinya. Amin. dimana terdapat Sendang Pancuran (SP) 9. A tau dengan bahasa lain. Maka dalam perjalanan tasawuf hal ini dikenal dengan dalil Man arofa nafsahu faqad arofa robbahu (kenalilah dirimu sendi ri sebelum mengenal Allah). 04 Putra Sang Fajar Muncul Di Ufuk€Timur . kita harus mengosongkan diri (0). Menjadi harapan kita bersama di tengah carut-mar ut keadaan negeri ini akan datang cahaya terang di depan kita. yang sejatinya adalah Sabdo Palon (SP) 3. suku. Satrio Piningit (SP) adalah : 1. Ia merupakan perbendaharaan rahasia bumi dan langi t yang teramat sulit ditembus oleh akal pikiran. para leluhur Nusantara. Dibukanya misteri ini berkaitan dengan Sarasehan Spiritual : Jalan Setapak Menuju Nusantara Jaya. Dari apa yang telah saya ungkapkan sejauh ini mudah-mudahan membawa banyak manfa at bagi kita semua. Fenomena ini dilambangkan dalam cerita pewayanga n ketika Semar Ngejawantah dan kemudian saatnya Semar Mbabar Diri maka pecahlah pepe rangan Bharatayudha Jaya Binangun . maka beruntung jika dapat menju mpainya. Kar ena dalil yang berlaku seperti halnya dalam memandang Semar. Angka 0 dan 1 adalah bilangan digit (binary) yang melambangkan kalimah toyyibah : La ilaha ilallah (tiada Tuhan (0) s elain Allah (1). pemegang pusaka Sabdo Palon (SP) 6. Angka 10 menyiratkan bahwa untuk mencari yang 1 (sa tu = Esa). Hakekat Satrio Piningit menurut pandangan bapak Budi Marhaen adalah sosok seoran g Guru Sejati .nnya tentu bertingkat-tingkat sesuai dengan kapasitas keilmuan masing-masing ora ng. di Semarang pada tanggal 20 Desember 2007 y ang telah mencanangkan topik : REVOLUSI AKBAR SPIRITUAL NUSANTARA . Keberadaannya gaib namun nyata. berada di Semarang Pinggiran (SP) 7. Na mun Semar dapat terlihat bagi orang yang hatinya bersih/suci dan melakoni tiraka t (tapaning ngaurip/tasawuf hidup) sepanjang hidupnya. Perangnya kebaikan melawan keburukan. seorang Satrio Pinandhito (SP) 2. Walaupun tidak menjumpainya namun daya-daya kehadirannya dapat dirasa kan secara luas tanpa disadari. berlaku sebagai Sang Pamomong (SP) 4. jika seseorang telah mendapatkan hidayah Allah SWT maka dia dapat menjumpai Semar yang pada hakekatnya adalah pancaran Cahaya Ilahiah it u sendiri. bangsa. Semoga Allah ridh o. akan tetapi yang sangat hakiki adalah Kebenaran Sejati yang har us dicari atau ditembus di dalam dirinya. Hal ini mengisyaratkan ba hwa tidak semua orang dapat menjumpainya. dikenal juga dengan nama Semar Ponokawan (SP) 5. dan Sendang Panguripan (SP) Jika memang mendapatkan ridho dan hidayah Allah. Setidaknya inilah jawaban dari apa yang telah diungkapkan oleh bapak Bu di Marhaen berkaitan dengan misteri Semarang Tembayat yang tertulis di dalam Serat Musarar Joyoboyo. terdapat suatu misteri kata sandi yang harus dipecahkan. Satrio Piningit yang telah menjadi mitos selama perjalanan sejarah bangsa ini me munculkan misteri tersendiri. Sosok guru yang tidak menyebarkan ajaran ataupun agama baru namun men ebar kasih ke atas seluruh umat tanpa membedakan golongan. Orang yang hatinya kotor dan masih diliputi dengan berbagai hawa nafsu akan sulit melihat Semar. terutama hikmah yang tersirat dari wasiat-wasiat nenek moyan g kita. Di saat i nilah kita di jagad nusantara ini sedang memasuki dan menjalani fase tersebut.

dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. yaitu QS Al Israa : 41 46. Fenomena spiritual itupun dibarengi dengan turunnya ayat Al Qur an sebagai hak ekat penjelasannya. rumah-rumah ibadah or ang Yahudi dan mesjid-mesjid. penulis bukanlah seorang ahli kitab ataupun Al Hafidz. Dan ulangan peringatan itu tidak lain hanyalah mena mbah mereka lari (dari kebenaran). Dan tak ada suatu pun melainkan b ertasbih dengan memuji-Nya. (Masya Allah la quwata ila billah.Pembaca yang budiman. berapakah banyaknya Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam tumbuhtumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat sua tu tanda kekuasaan Allah. Dan apakah mereka tidak memperhat ikan bumi. Ayat-ayat Al Qur an yang turun itulah yang senantiasa penulis jadikan pijakan utama dalam melakukan setiap perjalanan spiritual selama ini. apa yang terpapar berupa tulisan-tulisan di dalam blog int ernet maupun buku ini adalah murni merupakan hasil input spiritual atau bisa dikat akan sasmita/ilham/isyarah/warid. Secara jujur. niscaya mereka mendirikan sembahyang. menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari perbuatan yang mungka r. kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka. yang kemudian di-cross check (cek silang) deng an beberapa wasiat karya leluhur berkenaan. Langit yang tujuh. Dalam fenomena ini secara khusus arti dan maksud Cahaya Putih itu dijelaskan melal ui QS Al Hajj : 40 41 yang berbunyi : (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan y ang benar. suatu dinding yang tertutup. Untuk diketahui pula sebelumnya bahw a setiap input spiritual yang diterima penulis selalu disertai dengan turunnya aya t Al Qur an dari kegaiban (berupa bisikan atau bimbingan dalam membuka kitab Al Qur an) sebagai hakekat penjelasannya. Dan mereka berkata: Kami tel ah beriman kepada Allah dan rasul. Dan juga QS An Nuur : 46 47 yang berbunyi : Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. gereja-gereja. bumi dan semu a yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. (yaitu) orang-orang yang jika Kami teg uhkan kedudukan mereka di muka bumi. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur an. agar mereka selalu ingat. Dan apabila kamu memb aca Al Qur an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman k epada kehidupan akhirat.!!! Ayat ini menyiratkan gambaran tentang seseo rang yang tersembunyi itu). Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain. Katakanlah: Jika ada tuhan-tuhan di samping-Ny a. niscaya mereka berp aling ke belakang karena bencinya. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. agar mereka tidak dapat memaha minya. melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.. sebagaimana yang mereka katakan. sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka k atakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. Term asuk input spiritual untuk menyuarakan semua ini ke dalam blog internet maupun buk u ini. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Sungguh mereka tela h mendustakan (Al Qur an). niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai Arasy. tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. S esungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. Sesung guhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Pada bulan Juli 2007 penulis pernah mengumumkan informasi di dalam blog internet tentang Cahaya Putih yang terlihat di atas Alas Ketonggo pada tanggal 7 Juli 2007 yang lalu yang bergerak menuju ke arah timur dan berdiam di suatu tempat di tim ur. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. maka kelak akan datang kepada mereka (kenyataan dari) b erita-berita yang selalu mereka perolok-olokan. Mengapa pula pada waktu yang lalu yaitu tanggal 11 dan 12 Juli 2007 kami memberi tahukan di dalam blog internet kepada para winasis dan waskita di negeri ini unt . ten tulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani. dan kami menaati (keduanya). yang menyatakan : Dan sesungguhnya dalam Al Qur an ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan ). menun aikan zakat. yaitu QS Asy Syua raa : 5 9 yang berbunyi : Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu.

Dua sosok tersebut mewakili keturunan Prabu Siliwangi yang pergi menu ju ke arah Timur.Karangasem. Saat ini secara kegaiban beliau tengah berjalan dari Timur menuju Barat. Semarang dan Bali yang h adir dalam acara itu telah melihat fenomena spiritual yang sama tentang kemunculan Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu di tengah kita. Karena secara spiritual terjadinya Perang Bubat bukanlah karena akal licik Gajah Mada untuk menaklukkan Pajajaran. melambangkan keputusan dan kebijaksanaan). yang menjalankan ajaran Sunan Kalijaga dan Sunan Gunung Jati. Tetapi yang terjadi adalah kesala . apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya supaya diputuskan perkara di antara mereka* ialah ucapan: Kami mend engar dan kami patuh. Aura dua sosok tersebut ada pada dua oran g Jawa berdarah Sunda pengikut Rasulullah Muhammad SAW melalui Ki Santang. Secara hakekat fenomena ini melambangkan bahwa dua sosok beliau adalah berasal dari Trah Pajajaran Majapa hit. Ya. Dan dalam konteks ini adalah : Sabdo Palon dan Noyo Genggong .uk bisa berkumpul di Bali pada hari Jum at tanggal 13 Juli 2007 untuk bersama-sama membuktikan kebenarannya. Sehingga setidaknya terjawab sudah apa yang telah diwangsitkan oleh Prabu S iliwangi dalam Uga Wangsit Siliwangi berkenaan dengan sosok Budak Angon dan Pemuda Berjanggut . Tak perlu penasaran siapa sejatinya beliau. namun daya-dayanya akan terasa secara lua s. Karena beliau dua orang tersebut tidak akan muncul di permukaan sebelum missi yang dijalankannya paripurna. Akhirnya bersama dengan rekan-rekan spiritualis di Bali terlaksana Upacara Guru Piduka yang telah berlangsung di Tanah Lot pada tanggal 26 Agustus 2007 yang lal u. Missi ters ebut berkenaan dengan Persatuan Umat dan untuk ingat kembali akan Ke-Tuhan-an Yang Maha Esa . Namun dalil yang berlaku pada beliau adalah : Nglurug tanpa bala. Secara kega iban Sabdo Palon adalah Dang Hyang Nirartha (Sang Hyang Ismoyo) dan Noyo Genggon g adalah Gajah Mada (Dewa Gana/Ganesha). Dan Cahaya Putih di timur itu ternyata berada d i Sad Kahyangan Jagad sisi timur yaitu di Pura Lempuyang Luhur (lambangnya Sang Hyang Iswara. Dikatakan moment itu akan menandai kemunculan seseorang itu dan sebagai forum pesaksian/pembuktian atas kebenarannya sebelum seseorang itu mengemban amanah-amanah-Nya bagi kemaslahatan rakyat negeri ini. ibarat Semar dan Arjuna atau Begawan Abiyoso dan Prabu Parikes it. Jangan dibayangkan beliau akan harus berhadapan dengan jutaan umat di nus antara ini. Jadi dalam kesempatan ini kami ingin mengatakan bahw a jika di permukaan ada pihak-pihak yang mengaku atau meng-klaim dirinya sebagai Satria Piningit ataupun Ratu Adil. Berkaitan dengan fenome na ini turunlah ayat yang menjelaskannya berupa QS An Nuur : 51 52 yang berbunyi : Sesungguhnya perkataan orang-orang mukmin. (*: Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum musl imin dengan yang bukan muslimin) Saat itu di Pura Lempuyang Luhur . Saat ini Roda Cokro Manggilingan tengah bergerak dan berputar. Apalagi ujung-ujungnya berkaitan dengan harta karun atau pusaka Bung Karno. khususnya kejadian Pe rang Bubat. Dalam Al Qur an dilambangkan kekuatan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam menghadap i Fir aun. menan g tanpa ngasorake . input spiritual lain yang menyert ainya adalah input untuk menyelenggarakan suatu upacara ritual di Pura Tanah Lot pada bulan Agustus 2007. Menurut kesaksian beberapa spiritualis dari Jakarta. meluruska n kembali apa yang salah diantara Majapahit dan Pajajaran. Bukanlah suatu kebetulan jika pada tanggal 26 Agustus 2007 malam itu (dini hari masuk tanggal 27 Agustus 2007) bulan purnama terlihat ada dua (yang satu sebenar nya adalah planet Mars). Dan barang si apa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kep ada-Nya. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. secara hakekat Alas Ketonggo sebe narnya adalah Pulau Dewata (Bali). W alau secara kasat mata tidak terlihat. Dalam fenomena ini. Sungguh sangat rumit untuk menj elaskannya bagi konsumsi akal penalaran. Fenomena ini melambangkan kemunculan dua sosok yang menja di satu kesatuan. semua itu adalah Tipu Daya dan Kebohongan Bel aka . sinyal yang muncul menyira tkan bahwa Sabdo Palon Noyo Genggong telah muncul. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT berkehendak. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.. semua itu adalah Bohong Besar . Sampai kapanpun beliau tidak akan mengaku dan tidak mengetahui bahwa dirinya sebag ai sosok Satria Piningit itu.

) Ono Merak memitran lan Baya. (Anakan katak yang menjaga. (Semut Rangrang merangsang Gunung Merapi. sebagai berikut : Semut ireng ngendog jroning geni. tapi nanti. (Kucing kurus yang menunggui. Dan Allah tidak me nyukai orang-orang yang lalim. dan supaya mereka mendi rikan salat dan menunaikan zakat. Prinsipnya banyak hal yang perlu diluruskan berkenaan dengan sejarah nusantara i ni. ratu adil yang sejati. Dan masa (kejayaan dan kehancur an) itu. Wijaya) adalah dari trah Pajajaran (dulunya Kerajaan Sun da Galuh). da n supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) da n supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada.hpahaman karena Gajah Mada bersiasat untuk menghindarkan perkawinan sedarah yang m embawa petaka/kutukan antara Dyah Pitaloka dengan Prabu Hayam Wuruk. (Ada Merak berteman dengan Buaya.) Wit Ranti (meranti) woh Delima.) Precil-precil kang anjaga. (Pohon Meranti berbuah Delima. Negara bersatu kembali. Tak salah kiranya kembali apa yang tertulis di dalam Uga Wangsit Siliwangi : Dengarkan! Jaman akan berganti lagi. Dia mengeta hui apa yang diusahakan oleh setiap diri.) Kodok nawu segara oleh Banteng sewu. Karena kepentingan pihak-pihak tertentu pasca keruntuhan Majapahit. turun pula ayat-ayat yang m enjelaskannya. Jik a secara kegaiban hal-hal yang salah dapat diluruskan. Gajah Mada sebagai sosok yang misterius s ejatinya adalah Rangga Gading (makam/petilasannya ada di Bogor). sampai d engan dekade ini banyak sejarah yang telah diputarbalikkan ataupun dibengkokkan. Dan juga QS Ar Ra d : 42 : Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya. maka aura ini akan berpen garuh besar dalam kehidupan manusia di bumi. Dari penelusuran secara spiritual. dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu. Baik lagi semuanya. ( Semut hitam bertelur di dalam api. Sehingga secara hakekat pula bahwa Pajajaran adalah saudara tua Majapah it. Ribut lagi seluruh bumi. Pasukan Sirrullah tengah bekerja memerangi kezaliman. Dan inilah peran kemunculan b eliau Sabdo Palon Noyo Genggong yaitu meluruskan apa yang salah di negeri ini. Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran). yaitu QS Ali Imran : 140 141 : Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka. Orang Sunda memaafkan. dis usul oleh tujuh gunung. Secara empirik catatan atau bukti sejarah boleh hilang. Hakekatnya asal mula Majapahit (R.) Kucing gering ingkang nunggoni. Serta QS Al Bayyinah : 5 : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ket aatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus. (Tikusnya pada bernyanyi.) Semut ngangrang angrangsang Gunung Merapi. Pada kesempatan ini dapatlah penulis ungkapkan pasemon (sanepan) berupa syair da ri Sabdo Palon tentang Jangka Joyoboyo yang terjadi saat ini (diterima melalui k egaiban). dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beri man (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. dan yang demikian itulah agama yang lurus. maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pu n (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Hakekat spiritual yang tersirat adalah bahwa saat ini skenario Allah tengah berj alan. Orang Sunda dipanggil-panggil. sebab berdiri ratu adil. (Keong sebesar talempong matanya. namun di alam kegaiban catatan sejarah nusantara ini tidak dapat dihapus. (Kodok menjaring di danau mendapatkan seribu Banteng. setelah Gunung Gede meletus. kemunafikan dan keingk .) Tikuse padha ngidhung. ) Bebarengan dengan turunnya pasemon berupa syair ini.) Keyong sak kenong matane. Nusa jaya lag i.

mereka tidak be riman kepadanya. Untuk memahami tulisan ini dibutuhkan perenungan yang mendalam. Mari kita renungkan bersama ayat-ayat berikut ini : Katakanlah : Kabarkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kamu serta menutup hati kamu? Siapakah Tuhan selain Allah yang mengembalikannya kepadamu? Perhatikan bagaimana Kami memperlihatkan tanda-tanda kemudian mereka te tap berpaling. tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan.aran (kafir) di negeri ini. Semoga kita yang sadar akan semua fenomena yang terjadi ini menjadi ham ba yang selalu Eling dan Waspada. Diawali dengan p emahaman bahwa di dalam hakekat kehidupan ini tidak ada yang namanya Kebetulan . Eling kepada leluhur dan senantiasa Eling kepa da Allah Azza wa Jalla. Menghadapi bencana yang terjadi. Secara singkat dapatlah diurai hakekat dari bencana-bencana besar yang terjadi di bumi Nusantara ini. Yang ada adalah pimpinan yang salah. (QS 6 : 46) Aku akan memalingkan daripada ayat-ayat-Ku orang-orang yang takabur di muka bumi tanpa alasan yang benar. Terlalu mengandalkan akal bisa menjadikan kita sesat dan ingkar. Semuanya sudah sangat jelas. Sangatlah tidak arif dan bijak apabi la setiap bencana yang terjadi ditanggapi dengan statement : Itu bukan kutukan da ri Allah dan bisa dijelaskan secara ilmiah. ulan yang terjadi hakekatnya adalah ketetapan yang telah ditetapkan-Nya. Manusia dengan akalnya yang terbatas hanya bisa saling berkomentar dan beranalisis denga n berbagai macam teori ilmu pengetahuan tentang suatu kejadian setelah kejadian itu terjadi. Sebuah bukti bahwa akal (penalaran) dan ilmu pengetahuan adalah nis bi. Untuk tidak mencari kambing hit am dari segala peristiwa yang terjadi. Sehingga secara kasat mata kita akan banyak menyaksi kan berbagai macam bencana dan kejadian-kejadian di luar akal pikiran manusia se bagai hamba-Nya. Tsunami Aceh yang telah memakan korban jiwa terbesar di Kebet . Begitu pula dalam konteks negara sebagai sebuah p erusahaan : Tidak ada rakyat yang salah. Lahir dan batin harus menyatu. Dengan merenung dan berpikir kita akan menjadi mawas diri. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka lalai daripadanya. Apakah dengan rangkaia n kejadian-kejadian itu masih tetap mengeraskan hati kita untuk tetap berdiri di atas arogansi akal ilmiah kita ? Terlebih lagi di saat kondisi sosial ekonomi n egara ini sudah semakin terpuruk dan memburuk. serta janganlah dihubung-hubungkan d engan takhayul. muncul bencana-bencana yang lain. dan akan selalu menjadi bumer ang bagi kehidupan bangsa ini. Dan jika mereka melihat tiap-tiap ayat. manusia tidak akan mampu mencegahnya melain kan hanya mampu menangani akibat-akibatnya. melainkan pemimpinnyalah yang salah. 05 Membaca Kejadian€Alam Bencana demi bencana yang terjadi di bumi pertiwi ini sesungguhnya merupakan tan da peringatan keras Allah kepada bangsa ini yang secara khusus tertuju kepada el ite pimpinan nasional baik ulama maupun umaro nya. mer eka tidak mau menempuhnya. Rasa-rasanya satu bencana belum tuntas teratasi. Maha Benar Allah dengan segala Fir man-Nya. mereka me nempuhnya. Pernyataan ini menggambarkan arogansi penalaran (berpikir ala bar at) yang semakin menjauhkan diri dari Sang Khalik. maka kita semua memahami akan dalil di da lam manajemen perusahaan (leadership) bahwa : Tidak ada bawahan yang salah. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk. hakekat segala apa yang terjadi merupakan ref leksi atau pantulan cermin dari bangsa ini yang diwakili oleh pemimpin bangsanya . Dilihat dari perspektif spiritual. (QS 7 : 146) Apakah selama ini kita pernah berpikir dan merenung mencari jawab atas bencana y ang terjadi ? Mengapa tsunami yang banyak memakan korban jiwa (setara dengan kor ban bom atom Hiroshima Nagasaki) harus terjadi di bumi Aceh (serambi Mekah)? Men gapa sampai saat ini kita masih dipusingkan dengan Flu Burung yang mewabah dan b elum diketemukan obatnya ? Mengapa di saat yang lain terjadi KKN (kasus kesurupa n nasional) di berbagai kota yang terjadi secara spontan dan beruntun di tempattempat pendidikan dan pabrik rokok ? Mengapa Merapi harus memuntahkan laharnya d an sempat membingungkan kita semua ? Mengapa gempa yang meluluhlantakkan pemukim an dan banyak memakan korban jiwa terjadi di Yogyakarta ? Mengapa terjadi bencan a lumpur panas mengandung gas di Sidoarjo yang sampai saat ini belum bisa terata si ? Dan deretan pertanyaan mengapa-mengapa yang lain.

Pabrik rokok ibarat kerajaan yang mengolah hasil bumi tembakau menjadi rokok se bagai komoditi terlaris melambangkan kejayaan yang berdiri di atas penderitaan b uruh atau rakyat kecil. Yang terjadi hutang luar negeri-pun makin membumbung ti nggi. Teknolo gi ujung-ujungnya digunakan untuk menaklukkan alam. Hubungan antara manusia dengan alam senantiasa berubah. keserakahan. Fenomena kerasukan jin/setan merupakan gambaran apa yang terjadi pada bangsa ini. menjerit.bumi dimana telah diimplementasikan syariat Islam ini merupakan awal peringatan yang sangat keras. secara sontak Yogyakarta sebagai simbol pu sat budaya Kerajaan Mataram digoyang gempa yang meluluhlantakkan ribuan pemukima n dan banyak memakan korban jiwa. pada kenyataannya kebija kan pemerintah seringkali menyengsarakan rakyatnya. bangsa ini khususnya elite pimpinan nasional tel ah terjebak di alam materialisme yang penuh tipu daya dan menyesatkan. Dengan makin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. kriminal. Para elite pemimpin negeri ini hanya sibuk berkutat pada ranah po litik dan upaya perbaikan ekonomi. informasi. Tempat pe ndidikan melambangkan sindiran kepada kaum terdidik yang selalu mendewakan akal. 39% nya hanya untuk membayar hutang dan bunganya. Secara jujur pula perlu diakui. Rahmat Allah tidak dibagikan secara adil bagi kesejahter aan rakyat. Namun sangat ironis. Nampaknya. dan lainnya telah m erasuk pada sebagian besar anak negeri. yang menyiratkan telah terjadi Pelanggaran Aqidah pada bangsa i ni. Adab kepada Allah Azz a wa Jalla. Potret ini dilambangkan dengan muntahnya lahar panas gunung Merapi. Alih-alih menyejahterakan rakyat. Suku-suku di pedalaman. Secara hakekat peristiwa gempa Yogyakarta yang menghancurkan Bangsal Traju Emas (ruang penyimpanan pusaka keraton) dan Taman S ari (pemandian dan tempat pertemuan Raja dengan Kanjeng Ratu Kidul) menyiratkan memudarnya aura kerajaan sebagai simbol pemerintahan negeri ini. Lepas dari kesalaha n apa dan siapa penyebab kebocoran dalam eksplorasi sumber gas tersebut. Mereka mampu mengemb angkan nalurinya bahwa merusak pohon atau membunuh binatang sembarangan akan men datangkan bencana. kekuasaan. Nampaknya sebagian besar bangsa ini telah kehilangan adab. bahkan sampai sa at ini masih melaksanakan ritual-ritual tertentu untuk bersahabat dengan alam. Walaupun suku-suku primitif tersebut belum tersentuh ajaran agama formal. Alam tidak dieksploitasi sekehe ndak hatinya. APBN 2006 yang besar nya Rp 650 triliun. mengambil kayu atau hasil bumi secukupnya. Kita sebagai bangsa kenyataannya telah kehilangan kearifan pada alam dan lingkun gan. Ketika bangsa ini masih disibukkan dalam mengatasi korban gempa Yogyakarta. Me reka. Sungguh me rana anak cucu negeri ini dengan segala bebannya. Pada masa ini Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa yang adiluhung sekedar menjadi slogan semata. Memang sudah sejak sekian lama bangsa ini sakit. Betapa memprihatinkannya melihat potret situasi carut marut yang terjadi pada ba ngsa ini. Ibu Pertiwi tidak sek . bencana lumpur panas mengandung gas ini melambangkan kekotoran moral elite pemimpin ban gsa ini yang membawa aura panas dan bau menyengat. menurut Transpe rancy International pada tahun 2005 peringkat korupsi Indonesia menempati rangki ng 137 (25 besar) dari 159 negara di dunia. Setan-setan korupsi. menangis dan meronta menyaksikan apa yang terjadi pada bangsa ini. seiring perkembangan tek nologi. Se mentara Merapi masih terus mengancam. Manusia tidak lagi bergantun g pada alam. dan industrialisasi. Dari total hutang Indonesia sekitar Rp 1. kesi bukan dan kepanikan baru muncul sebagai dampak meluapnya lumpur panas bercampur gas di Sidoarjo Jatim yang hingga kini belum dapat teratasi. Aura panas wedhus gembel tengah menyelimuti bangsa ini yang ditunjukkan dengan epi sode-episode ketidakpuasan yang menyulut emosi rakyat dalam berbagai konflik kep entingan. juga adab kepada sesama manusia serta alam dan seluruh isinya.400 triliun. namun malahan menguasai alam dengan dilandasi keserakahan. Ibu-ibu rumah tangga se-antero nusantara pun m erasakan hal yang sama menghadapi tekanan sosial dan ekonomi saat ini. perlu kita akui secara jujur bahwa atas nama penalaran dan logika . Ironis pula. Situasi ini berakibat rakyat kecil selalu menjadi korban. kita memang kurang bersyukur atas limpahan rahmat yang te lah diberikan-Nya. mereka telah memiliki kesadaran religius yang baik. Korban yang rata-rata perempuan melamban gkan bahwa Ibu Pertiwi sedang marah. secara sadar atau tidak kita te lah mengikis budaya warisan leluhur dalam mengarifi alam dan lingkungan.

Dan cinta Bung Karno terhadap kosmos itu diawali dari Bumi tempat kakinya berpijak. Ibadah dilakukan sekedar formalitas belaka.yaitu agar setiap orang mencintai Tanah Airnya seperti ia mencintai ibu kandungnya sen diri. Di Sulawesi ada Newmont. Bahkan akhirnya. 06 Fenomena Semburan Lumpur€Sidoarjo . yaitu menjadi khalifah pembangun peradaban serta tatanan kehidupan di alam semesta ini. Bung Karno pernah menulis. Bahkan sebagian besar dari kita lupa. Dengan pengabd ian yang hanya kepada-Nya itu. Mencintai sesama berarti mencintai Tuhan. Mereka itu seperti binatang ternak. Mema yu hayu harjaning Jagad Traya. akan tetapi mulai menunjukkan angkaranya. Geram meny aksikan banyak penyimpangan akhlak yang dilakukan oleh anak negeri ini. Sejak jama n orba hingga saat ini yang dipertunjukkan hanyalah bagaimana memenuhi kepenting an diri dan kelompoknya. dan ma sih banyak lagi. Sedangkan akhlak manusia akan menentukan kualitas hidup dan kehidupan. demi mencapai ridh o Ilahi. Pada akhirnya kita semua tidak tersadar bahwa bumi NKRI dimana kita berpijak tel ah berubah arti menjadi Negara Kapling Republik Indonesia (?). jauhkan kami anak negeri ini dari seburuk-buruk makhluk-Mu sebagaimana firman-Mu : Sesungguhnya telah Kami sediakan untuk penghuni neraka dari golongan jin dan manu sia. Sakbeja-bejane k ang lali. yang mengemban tugas untuk selalu mengabdi hanya kepada-Nya. padahal sila Ketuhanan Yang Maha Esa telah ditempatkan pada sila pertama. Memprihat inkan memang. maupun kehutanan. menjadi tugas kita di masa depan mewujudkan Ind onesia Raya sebagai Negara Kaya Rahmat Ilahi (NKRI) demi kesejahteraan seluruh rak yatnya. pertambangan. serta sepak terjangnya. semua manusia akan merasa sama. tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tandatanda kekuasaan Allah). Insya Allah. Sudah saatnya bagi kita semua anak bangsa melakukan introspeksi dan bangkit menu ju kesadaran bahwa kita sebagai makhluk ciptaan-Nya wajib memiliki rasa rumangsa lan pangrasa (menyadari) bahwa keberadaan di dunia ini sebagai hamba ciptaan Il ahi. mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). luwih beja kang eling lawan waspada . manusia wajib melaksanakan tugas amanah yang diem ban. bermasyarakat. Mereka adalah orang-orang yang lalai (Qs 7:179) Dengan ijin dan ridho Allah SWT. agar kehidupan umat manusia. sejahtera. Marah me lihat polah tingkah anak bangsa yang makin jauh dari jiwa Pancasila sebagai Pand angan Hidup yang telah ditegakkan di bumi nusantara ini. asetaset strategis dan berharga bumi ini telah jatuh ke tangan asing. bahkan mencintai alam berarti menc intai Sang Pencipta. sehingga dapat menjadi wahana menc apai kebahagiaan abadi di alam akhirat kelak (Memayu hayu harjaning Bawana. Sebagian besar bangsa ini makin jauh dari Sang Khalik. Ya Allah. Jiwa nasionalisme yang seharusnya tertanam dalam dada s eluruh rakyatnya seakan luruh hilang tak berbekas. bahkan lebih s esat lagi. Betapa tidak. Insya Allah dengan limpahan kasih sayang anak negeri ini akan membuat Ibu Pertiw i tersenyum sumringah. berbangs a dan bernegara. Pancaran cinta dan kasih sayang yang murni akan dapat membuka pintu rahmat-N ya. Seakan masing-masing terpisah berada pad a sisi yang berbeda. Dengan sikap ketakwaan ini. baik perikanan. Agama hanya dijadikan ste mpel. mereka mempunyai hati. Caltex di Dumai. mereka mempunyai mata. Para elite pimpinan ban gsa malah terkesan tidak memberikan teladan yang baik di mata rakyat.edar menangis dan bersedih. makhluk hidup serta alam sekitarnya da pat tenteram. mengenai cinta dan bakti kepada Janani Janmabhumi . Ini merup akan wujud kesadaran spiritual tertinggi the founding father s bangsa ini dalam me nempatkan Tuhan sebagai sentral Pandangan Hidup pribadi. dengan pendekatan spiritual murni segala kejadian yang terj adi di bumi Nusantara ini dapat diketahui jawaban dan solusinya. Nggayuh kasampurnaning hurip hing Alam Langgeng). Belum lagi terhitung aktivitas bisnis illegal yang mengeruk aset b umi ini untuk kepentingan asing. mengingatkan kita pada sebuah seloka dari Ramayana ka rya pujangga Valmiki. Kita lihat di b umi Papua ada Freeport di sana. Penghayatan agama belum diimpl ementasikan dalam kehidupan sehari-hari. tetapi tidak menggunakannya untuk memahami (ayat-aya t Allah). bumi pertiwi Indonesia yang disapanya dengan takjub dan hormat sebagai Ibu. menjadi yang utama. Sikap takwa mendasari pembangunan watak. damai. serta akhlak manusia . Blok Cepu-pun jatuh ke tangan Exxon. perilaku. aman sentosa. yaitu berorientasi serta merujukkan semua gerak langkah.

Di dalam agam a Islam kita mengenal adanya 6 (enam) Rukun Iman. dan sebagainya. lupa kakek nenek. Sejarah bukan sekedar perjalanan manusia di bumi yang terjadi begitu saja adanya . Dalam kawruh Jawa salah satu hikmahnya dikenal dengan istilah : Ngunduh wohing pakerti (orang akan memetik hasil atas perbuatanny a sendiri). Nampaknya pemerintaha n negeri ini telah gagal. terlihat mengulur-ulur waktu dan melindungi kepentingan tertentu . Walaupun agama-agam a telah menjadi keniscayaan berkembang di negeri ini. Eropa. dan lain-lain. Artinya. namun semestinya kita tida k meninggalkan jati diri sebagai bangsa di tanah yang kaya raya ini. Menjadi suat u kenyataan bahwa bumi Nusantara (Indonesia) berbeda dengan bumi Arab. Padahal pula kegaiban adalah suatu ke nyataan yang bagi kita umat beragama diwajibkan untuk meyakininya. Suatu fenomena yang luar biasa sekaligus memprihatinkan di tengah situasi negeri ini yang carut marut dan makin terpuruk. Telah sekian banyak pula upaya ritual keagamaan dan spiritual dilaksanak an. orang Batak dengan identitas ke Batak-annya. E ntah berapa ratus triliun rupiah lagi akan dikeluarkan untuk menanggulangi sembu ran lumpur tersebut beserta dampak dan akibatnya. lupa leluhur. Kita semua telah lupa. Sudah semestinya kita tidak melupakan sejarah keberadaan beliau para leluhur nusantara dengan segala fenomenanya. orang Aceh dengan ke Ac eh-annya. bertriliun-triliun rupiah telah dimuntahkan guna mengatasi semburan lumpur bumi Porong yang seakan menantang dan makin menunjukkan keangkuhannya. berbeda p ula dengan bumi Amerika. bid ah dan sesat merupakan penilaian yang me njadi hak Allah semata. Apakah kita masih ingin mengi ngkarinya? Jadi. Allah memberikan pelajaran kepada kita. Setidaknya kita patut tersadar bahwa ternyata wasiat-wasiat leluhur Nusantara in . dengan melihat sejarah. Para elite negeri ini sepertinya telah terhijab dan terbelenggu oleh taghut-tagh utnya sendiri. dan sama artinya melupakan Alla h SWT. Afrika. Cina. Apakah di jaman digital ini kita masih tidak percaya dengan petuah-petuah leluhu r kita? Apalagi petuah atau karya leluhur yang winasis dan waskita yang menjadi wasiat bagi anak cucu negeri ini. Tak bergemi ng di tengah manusia berupaya dengan sekian banyak jurus yang dilakukan. Berbagai teknologi pun telah diimplement asikan. orang Dayak dengan ke Dayak-annya. Sudah selayaknya kesadaran akan kesatuan persatuan b erbangsa dan bernegara diikat oleh kenyataan sejarah nusantara ini. Dampak dari ini semua yang terpenting adalah berapa banyak lagi rakyat kecil yang akan menjadi korban? Sedangkan korba n yang ada saat ini saja masih terkatung-katung nasibnya. Su dah selayaknya kita orang Jawa mempertahankan identitas (tradisi dan budaya) ke Jawa-annya. namun jika direnungkan lebih dalam memberikan pelajaran bagi kita akan ketetap an-ketetapan-Nya. Tangis dan rintihan kepedihan hidup mereka s eakan ditelan waktu menjadi sesuatu yang lumrah dan biasa.Telah setahun berlalu. Sekian banyak seminar dan diskusi telah diselenggarakan guna menelurkan teori-teori ilm iah mencari cara terapi penghentiannya. Bangsa ini adalah merupakan anak cucu para leluhur negeri ini. ucapan. soal syirik musyrik. Padahal para pakar geologi pun telah memprediksikan bahwa fenomena alam semburan lumpur Porong ini baru akan b erhenti setelah melalui masa selama 33 tahun. perbuatan dan aki bat baik buruk orang-orang terdahulu. Sejarah masa lalu hanya dijadikan dongeng sebe lum tidur. Kita semua ada saat ini adalah merupakan hasil p erjalanan sejarah masa lalu. padahal Al Qur an dan kitab-kitab suci lainnya yang menjadi p edoman hidup umat di bumi ini meriwayatkan pengalaman. namun bumi Porong dengan kegarangannya terus memuntahkan lumpur panas mengandung gas beracun dari dalam perutnya tanpa henti. Hanya janji-janji koso ng yang membuai mereka setiap saat. Nusantara. Betapa tidak. tak mampu mengatasi persoalan ini dengan cepat dan sig ap. Lupa sejarah sama artinya kita melupakan asal-usul. Secara ringkas dapat dikatakan. Jin dan setan pun nyata adanya sebagai mahluk gaib ciptaan Allah Yang Maha Gaib. Mereka telah menanggalkan Jas Merah (ungkapan Bung Karno : Jangan s ekali-kali meninggalkan sejarah). Apakah kita masih angkuh dan sombong di dalam memandang upaya nguri-uri budaya leluhur menanggapinya dengan pernyataan bahwa sem ua itu merupakan sesuatu yang syirik musyrik bahkan bid ah dan sesat? Juga dinilai sebagai mistik dan tahayul? Padahal mistik dan tahayul merupakan suatu ungkapan terhadap hal-hal yang tidak dapat dicerna dengan akal penalaran karena bersifat gaib (tidak nyata atau tidak kasat mata). Kita sesama hamba ciptaan-Nya tidak berhak untuk saling memvonis dan menghakimi dalam persoalan ini. lupa orang tua.

bahwa saat ini masuk pada era pemimpin Satrio Boyong Pambukaning Gapuro dengan segala fenomenanya (lihat : Ramalan 7 Satrio Pin ingit). Sedangkan upaya batin yang banyak dilakukan telah terkontaminasi mengandung kepentingan-kepentin gan tertentu. Diperlukan kearifan lahir dan batin dalam memandang dan menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di negeri ini dengan penuh kesadaran . sampai-sampai terlihat tidak sempat men gatur negara. Paj ajaran. Sehingga dampaknya sungguh lua r biasa. jika dari perlambang yang ada dikatakan bahwa sejak Kemerdekaan Negara RI 1945 dikatakan bahwa negara dikutuk selama 60 tahun? Apakah kita juga masih mengingkari. dan Mataram? Padahal masing-masing kerajaan be rselang waktu ratusan tahun sesudahnya. jika dikatakan oleh Prabu Joyoboyo (Jenggala. Selain mengandung petuah tentang budi pek erti yang baik juga mengandung prediksi perjalanan bangsa ini dengan situasi dan kondisi yang menyertainya. termasuk keragaman etni s beserta tradisi dan budayanya sudah menjadi ketetapan-Nya (sunatullah). Tentu saja semua te rjadi atas Kehendak Allah dengan segala Kekuasaan-Nya. Sangat ironis dan dilematis menghadapi persoalan ini. fenomena semburan lumpur ini merupakan satu pake t dari serangkaian kejadian-kejadian yang lain. Sadar sepenuhnya bah wa bumi dimana kita berpijak ini memiliki sifat dan karakter tersendiri. Majapahit. baik sisi geografis. Namun secara hakekat spiritual. Peristiwa semburan lumpur Sidoarjo merupakan salah satu bukti kenyataan yang ter jadi akibat nafsu manusia yang rakus dan serakah. tan tinolih sinjang kemben yang bermakna bahwa pemimpin yang tidak sempat mengatur negara karena direpotkan dengan berbagai masalah? Hal ini dengan versi lain dikatakan oleh Ronggowarsito. Manusia di jaman sekarang ini maunya hanya mengandalkan upaya-upaya penalaran secara logis bersifat lahir. psikologis dan psikis dari ribuan jiwa yang tinggal di sekitarnya. Sehingga tempat itu dahulu kala ditandai dengan ber dirinya Candi Pradah. bahwa pada saat ini kita masuk kepada era pemimpin dengan perlambang Tan kober pepaes s arira. Sej atinya secara kegaiban (alam niskala) tempat semburan lumpur tersebut adalah mer upakan telaga para bidadari. flora dan fauna. Pajang. juga menimbulkan kesengsaraan mater i. Belum lagi ancaman bagi ribuan jiwa yang lain dan juga potensi laten bencana lain yang menye rtainya (sebab-akibat). Secara potret spiritual pun sangat rumit upaya penye lesaiannya. Th 1135 . Singkat cerita dibutuhkan kearifan untuk mengembalikan kawasan tersebut kembali menjadi tempat suci . Banyak kebijakan-kebijakan beliau yang mandul dalam pelaksanaannya walaupun banyak dibantu orang-orang pandai di bidangnya. Hanya nafsu-nafsu manusia saja dalam hal ini yang merusak segala tatanan yang ada. Dan semua itu merupakan h arta karun yang tak ternilai harganya. Berpotensi terjadinya d isintegrasi bangsa. Sejujurnya bisa dikatakan bahwa di era kepemimpinan SBY JK saat ini tela h terjadi banyak bencana dan kecelakaan.i merupakan suatu hal yang fenomenal dan luar biasa yang pernah ada dan pernah t erjadi di muka bumi ini. Selain alam lingkungan rusak parah. Dimana merupakan tanda yang memb erikan pesan bahwa kebaikan dan keburukan di negeri ini akan sama-sama muncul di p . juga perdamaian semu GAM RI yang merupakan potensi laten disint egrasi Aceh dari naungan NKRI di depan hari. Singosari. Segala apa yang tumbuh di ja gad nusantara ini. Hal ini terkait dengan cerita legenda Raden Guru Gantangan dari Pajajaran yang dijodohkan dengan Payung Kencana putri dari Betara Naga Raja. yang ditunjukkan dengan berbagai konflik kepentingan antar s esama anak bangsa. Nusanta ra adalah nusantara. maka gambaran-gambaran yang telah diungkapkan para le luhur nusantara beratus-ratus tahun yang lalu telah muncul menjadi kenyataan saa t ini. dan bukan negeri yang lainnya. Karena sebenarnya kawasan semburan tersebut dahulu kala merupakan temp at/kawasan suci . Apakah kita masih mengingkari. Dibutuhkan kearifan bersama dan toleransi yang sangat tinggi menyikapi fenomena se mburan lumpur Sidoarjo ini. Bayangkan dan renungkan sejenak.1157) di dalam Serat Musarar akan berdiri kerajaan Kediri. tanpa tersadar bangsa ini sebenarnya telah memiliki wasiat yang secara rinci namun tersamar menggambar kan sosok pemimpin dan situasi umum keadaan negara ke depan. Padahal persoalan yang dihadapi adalah peristiwa di luar nalar. Apakah kita masih mengingkari. Demak. Dengan pemahaman ini maka kita dapat meraba apa yang akan terjadi setelah ini. Setidaknya jika kita jeli. Di tempat itu pula terdapat prasasti yang ditanam oleh Gaj ah Mada.

Yang sudah punya ingin lebih . mereka hanya menont on tapi tetap terbawa-bawa. Yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kos ong. dan dialah yang dikatakan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu itu. Dengarkan! jaman akan berga nti lagi. kapan waktunya ? Nanti. Pepesan kosong bermakna bahwa rakyat tidak mendapat apa-apa terkalahkan karena orang-orang yang berkompeten atau berk uasa masuk dalam persoalan membantu orang-orang yang berduit. cari oleh kalian pemuda gembala. Bai k lagi semuanya. Namun kemunculan ini akan membawa aura panas dan memakan korban. entah dia adalah seorang tukang beca k. bahkan seorang jendral sekalipun. Segal a keburukan akan terkuak yang akan dilibas dengan datangnya kebaikan. Secara kasa t mata hal ini bisa dibuktikan dengan adanya upaya membenahi kawasan budaya beka s kerajaan Majapahit di Trowulan dengan proyek pembangunan Majapahit Park . Semoga Tuhan Yang Maha Agung melimpahkan rahmat-Nya kepada umat-Nya yang berjuang menegakkan kebenaran. tapi anak gemb ala sudah tidak ada. ratu adil yang sejati. Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama. pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dis ertai huru-hara di sana-sini.ermukaan. yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu. sebab berdiri ratu adil . Amin Dapatkan koleksi ebook-ebook lain yang tak kalah menariknya di EBOOK CENTER http://jowo. ketakutan kehilangan negara.jw. Orang sunda dipanggil-panggil. lalu mereka menca ri anak gembala. Para penguasa lalu men yusup. sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. tukang parkir. Tapi ratu siapa? darimana asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. mereka ti dak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan. sudah pergi bersama pemuda berjanggut. Nusa jaya lagi. juga perebutan soal tanah. Setelah Gunung Gede meletus. Beta pa tidak. tapi karena sudah kelewatan meny engsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. tapi nanti. tumbal untuk perbuatannya sendiri. Semua mencari tumbal. saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara. Pen guasa itu akan menjadi tumbal. Akhirnya dapat saya katakan di sini bahwa Semburan Lumpur Porong yang sangat fen omenal saat ini sesungguhnya merupakan suatu tanda yang mengisyaratkan adanya Say embara yang terbuka luas bagi anak cucu negeri ini. Bukan suatu kebetulan kalau dikatakan bahwa daya-daya Sabdo Palon Noyo Genggong tengah berjalan. dialah Aulia i tu Sang Putra Betara Indra. Negara bersatu kembali. yang berhak meminta bagiannya. Yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar. penjual bakso. disusul oleh tujuh gunung. Semoga Allah meridhoi upaya kita semua. Ri but lagi seluruh bumi. ingat jangan menoleh ke belakang! Fenomena inilah yang dikatakan Prabu Siliwangi untuk menunjuk era saat ini. Hanya yang sadar pada diam. Dipimpin oleh pemud a gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Fenomena yang tengah berjalan saat ini sebenarnya telah tertulis di dalam Wangsit Siliwan gi sbb : Penguasa yang buta. Sayembara yang saya katakan itu mengisyaratkan bahwa : Bagi siapa saja yang mampu menghentikan s emburan lumpur Porong saat ini.lt . Pemuda gendut adalah pe rlambang orang-orang berduit yang serakah. Silahkan pergi. Sekara ng. Walaupun pihak pemerintah ata u Lapindo sekalipun tidak secara resmi mengadakan sayembara ini. Siapapun saja tanpa terkecuali. dengan kejadian semburan lumpur Porong yang hingga saat ini belum berh enti mengisyaratkan bahwa seluruh rakyat sedang menantikan datangnya mu jizat. semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule. yang bertengkar ketakutan. Karena semuanya terjadi juga atas Kehendak Allah SWT. maka dialah Sang Budak Angon itu. yang bermul a di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara. Daya keban gkitan semangat Majapahit tanpa terasa sudah mulai menampakkan diri. Kita lihat saja pa da saat ini banyak sekali persoalan perebutan tanah dan gusur menggusur merebak di mana-mana. orang sunda memaafkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful