Tension Type Headache

Tension type headache disebut pula muscle contraction headache merupakan nyeri tegang otot yang timbul karena kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk (m.Splenius kapitis, m.Temporalis, m.Maseter, m.Sternokleidomastoideus, m.Trapezius, m.Servikalis posterior, dan m.Levator skapule). Sakit kepala tipe ini banyak terdapat pada wanita masa menopause dan premenstrual..  Menurut penelitian di Amerika serikat tahun 2000 penderita tension type headache, 85% penderita merupakan perempuan. Dengan 40% penderita pada umur 20-40thn

Patofisiologi TTH
y Saat ini penyebab yang paling mungkin terjadinya TTH dipercayai adalah akibat sensitivitas neuronal yang abnormal dan fasilitasi nyeri, bukan kontraksi otot abnormal. Berbagai studi menunjukkan bahwa TTH berasosiasi dengan supresi eksteroseptif (ES2), serotonin platelet abnormal, dan penurunan beta-endorfin likuor serebrospinal. Nosisepsi miofasial ekstrakranial merupakan salah satu dari mekanisme nyeri kepala tegang. Nyeri kepala tidak secara langsung berhubungan dengan kontraksi otot, dan dipikirkan kemungkinan hipersensitivitas neuron pada nucleus trigeminal kaudalis. Sensitisasi sentral tersebut dikarenakan adanya input nosiseptif yang berkepanjangan yang dihasilkan dari jaringan miofasial perikranial. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi mekanisme perifer dan menimbulkan peningkatan aktivitas otot perikranial atau pelepasan neurotransmitter pada jaringan miofasial. Sensitisasi sentral tersebut dapat bertahan bahkan setelah factor pencetus awal telah dihilangkan sehingga menimbulkan konversi dari nyeri kepala tegang episodik menjadi kronik. Salah satu teori yang paling populer mengenai penyebab nyeri kepala ini adalah kontraksi otot wajah, leher, dan bahu. Otot-otot yang biasanya terlibat antara lain m. splenius capitis, m. temporalis, m. masseter, m. sternocleidomastoideus, m. trapezius, m. cervicalis posterior, dan m. levator scapulae. Penelitian mengatakan bahwa para penderita nyeri kepala ini mungkin mempunyai ketegangan otot wajah dan kepala yang lebih besar daripada orang lain yang menyebabkan mereka lebih mudah terserang sakit kepala setelah adanya kontraksi otot. Kontraksi ini dapat dipicu oleh posisi tubuh yang dipertahankan lama sehingga menyebabkan ketegangan pada otot ataupun posisi tidur yang salah. Sebuah teori juga mengatakan ketegangan atau stres yang menghasilkan kontraksi otot di sekitar tulang tengkorak menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga aliran darah berkurang yang menyebabkan terhambatnya oksigen dan menumpuknya hasil metabolisme yang akhirnya akan menyebabkan nyeri. Rasa nyeri di dalam kepala, seperti halnya nyeri di bagian lain, akan dihantarkan ke korteks serebri oleh serabut-serabut saraf sensorik. Nyeri kepala dapat mempunyai distribusi permukaan yang terlokalisasi atau terasa menyeluruh (difus) di dalam kepala sebagai suatu kesatuan. Nervus yang terutama terlibat: 1. Nervus Trigeminus atau nervus kelima yang mempersarafi wajah dan bangunan di wajah, bagian dua per tiga anterior kulit kepala dan periosteum di bawahnya di luar tulang tengkorak. Di dalam

y

y

pembuluh darah yang besar dan sinus venosus. Tiga nervus servikalis pertama yang mempersarafi bagian sepertiga posterior kulit kepala serta periosteum dan muskulus trapezius di luar tengkorak. Nyeri dapat timbul dari: y y y y Inflamasi pembuluh-pembuluh arteri serebral. abses atau perdarahan. 2. ketiga saraf ini mempersarafi dura mater di sebelah posterior tentorium dan pembuluh-pembuluh darah pada fossa posterior. Nyeri cranial Tengkorak sendiri tidak peka terhadap rasa nyeri. Dilatasi pembuluh arteri seperti migraine. nervus ini mempersarafi dura mater dan pembuluh-pembuluh darah pada fossa anterior dan media di depan tentorium serebri. C. otitis atau mastoiditis. Di dalam tengkorak. seperti pada arthritis kranialis. febris atau akibat kerja obat. Nyeri ekstrakranial dapat disebabkan oleh inflamasi. rupture atau dilatasi pembuluh darah ekstrakranial. termasuk alcohol. arteri superfisialis temporalis sering terkena pada arthritis kranialis.tengkorak. Sebagai contoh. A. Rasa nyeri ini sering disertai rasa tekan setempat yang terutama dirasakan di otot-otot frontalis dan trapezius. . Lesi pada tulang seperti metastase keganasan atau penyakit Paget jarang menimbulkan keluhan pada penderitanya. B. Jaringan yang peka terhadap rasa nyeri adalah pembuluh darah arteri serebral dan dural. Lokasi. Nyeri intracranial Otak sendiri tidak peka terhadap rasa nyeri. Akhirnya bagian terbesar nyeri kepala dapat dikatakan terjadi akibat gangguan vaskuler atau kontraksi terus menerus pada otot-otot ekstrakranial. Penarikan atau pergeseran pembuluh darah serebral seperti yang terjadi pada tumor. dan Sifat Nyeri Lokasi rasa nyeri dapat menjadi unsur yang amat penting dalam menentukan patologi yang kemungkinan terdapat di balik keluhan tersebut. sinusitis akut. Rasa nyeri dapat ditimbulkan oleh penyakit gigi. Penyakit okuler seperti iritis atau glaucoma akut dapat menimbulkan nyeri ekstrakranial dengan derajat nyeri yang bervariasi. Nyeri ekstrakranial Spasme terus-menerus pada otot leher atau kulit kepala merupakan penyebab nyeri yang lazim terjadi pada penderita spondilosis servikalis atau tension headache (nyeri kepala-tegang otot). Penyebaran. Inflamasi dura mater seperti pada meningitis.

a. neuralgia trigeminus. Nyeri yang dirasakan pada puncak kepala (vertex). y y y y y y y y y y Paling tidak terjadi 10 kali nyeri kepala yang memenuhi criteria berikut. b. dimana nyeri kepala terjadi kurang dari 15 kali per bulan Nyeri kepala berdurasi sekitar 30 menit 7 hari Paling tidak dua dari karakteristik nyeri berikut terpenuhi: kualitas nyeri menekan (nonpulsatil) intensitas ringan atau sedang lokasi bilateral Tidak diperberat dengan aktivitas fisik rutin Tidak ada mual atau muntah Tidak terjadi Fotofobia dan fonofobia atau hanya ada satu di antaranya tidak ada dugaan nyeri kepala tipe sekunder 2. Kronik. Short-duration. sinusitis.y y Nyeri kepala yang terdapat di bagian depan (dahi dan pelipis) sejauh ini merupakan keluhan yang paling sering dijumpai dan sebagian besar bersifat biasa bila dilihat dari segi jenis dan responnya terhadap pemberian preparat analgetik yang ringan. jika Serangan berlangsung lebih dari 4 jam. Tension type headache dibagi menjadi 2 macam. khususnya yang resisten terhadap pemberian analgetik ringan memberikan kesan kea rah penyebab psikogenik. arthritis kranialis. yaitu: 1. Long-duration. nyeri pada satu sisi kepala (nyeri unilateral) terjadi pada migraine. nyeri kepala kluster. jika serangan yang terjadi kurang dari 1 hari perbulan (12 hari dalam 1 tahun). jika Serangan terjadi kurang dari 4 jam. Episodik . penyakit gigi dan inflamasi telinga. jika serangan minimal 15 hari perbulan selama paling sedikit 3 bulan (180 hari dalam 1 tahun). Cirri-ciri TTH kronik: y y y y y y y y y Frekuensi rata-rata nyeri kepala lebih dari 15 hari per bulan selama lebih dari 6 bulan dan memenuhi criteria berikut Paling tidak 2 dari karakteristik nyeri berikut terpenuhi kualitas nyeri menekan (nonpulsatil) intensitas ringan atau sedang lokasi bilateral Tidak diperberat dengan aktivitas fisik rutin Tidak ada mual atau muntah Tidak terjadi Fotofobia dan fonofobia atau hanya ada satu di antaranya tidak ada dugaan nyeri kepala tipe sekunder .

sebaliknya memberat bila otot/ daerah tersebut dimanipulasi terlalu keras. nyeri ini juga dapat menjalar ke bahu. Faktor-faktor penyebab dari TTH adalah keadaan-keadaan seperti Stres. nafas pendek. pegal. rasa kencang atau seperti diikat sekeliling kepala. pelipis. konflik emosional atau kelelahan. Nyeri kepala tegang otot biasa berlangsung selama 30 menit hingga 1 minggu penuh. Nyeri kepala terutama pada dahi. atau melakukan hobi yang dapat membantu pikiranm relaks. Jauhkan pikiran dari stress. Gejala gejala yang dirasa jika mengalami TTH y y y y y y y y y y y y y Nyeri kepala dirasakan seperti kepala berat.  TTH dapat dikurangi dengan massage dan/atau kompres hangat di daerah otot-otot kepala/leher. depresi.  Nyeri kepala yang timbul adalah manifestasi dari reaksi tubuh terhadap stres. Nyeri kepala dirasakan seperti kepala berat. konstipasi. Nyeri kepala tipe ini tidak berdenyut. leher dan bahu secara terus menerus.  pengaturan emosional jauh lebih penting untuk mengobati TTH. wajah. Konflik emosional. Bila berlangsung lama pada perabaan dapat ditemukan daerah-daerah yang membenjol keras berbatas tegas dan nyeri tekan. berat badan menurun. . belakang kepala atau leher. pergi berlibur. Pada nyeri kepala ini tidak disertai mual ataupun muntah tetapi anoreksia mungkin saja terjadi. palpitasi dan gangguan haid. fotofobia dan fonofobia. Kecemasan. Nyeri tidak berdenyut. Respon fisiologis yang terjadi meliputi refleks vasodilatasi pembuluh darah ekstrakranial serta kontraksi otot-otot skelet kulit kepala (scalp). Nyeri dapat menjalar sampai bahu. Kelelahan . kecemasan.tidak ada mual. atau seperti diikat di sekeliling kepala. Depresi. Pasien juga mengalami fotofobia dan fonofobia. Gejala lain yang juga dapat ditemukan seperti insomnia (gangguan tidur yang sering terbangun atau bangun dini hari). Nyeri bisa dirasakan kadang kadang atau terus menerus. rasa kencang pada daerah bitemporal dan bioksipital. pegal. Nyeri pada awalnya dirasakan pasien pada leher bagian belakang kemudian menjalar ke kepala bagian belakang selanjutnya menjalar ke bagian depan.

nyeri kepala ini dapat timbul akibat reaksi tubuh terhadap stress. y y Secara psikis. kecemasan. kesalahan dalam posisi tidur dan kelelahan juga dapat menyebabkan nyeri kepala tegang otot ini. tidur yang kurang. . dan tidak menunjukkan gejala otonom berupa mual dan muntah. secara fisik. depresi maupun konflik emosional. tidak unilateral. posisi kepala yang menetap yang mengakibatkan kontraksi otot-otot kepala dan leher dalam jangka waktu lama. Etiologi dapat disebabakan oleh faktor psikis maupun fakor fisik.Faktor yang dapat mencetuskan TTH y y y y y Stress Kurang tidur Posisi yang salah atau membuat tidak nyaman yang berkepanjangan Kelaparan Ketegangan pada mata  TTH tidak menunjukkan nyeri yang berdenyut. y ada pula beberapa pemicu yang dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala jenis ini. tidak menjadi makin berat bila beraktivitas. posisi tertentu yang menyebabkan kontraksi otot kepala dan leher yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan peningkatan fungsi mata dalam jangka waktu lama misalnya membaca dapat pula menimbulkan nyeri kepala jenis ini.  Adanya nyeri pada penekanan otot perikranial sangat membantu diagnosis. Nyeri meningkat dengan intensitas dan frekuensi nyeri kepala. antara lain konsumsi coklat. keju dan penyedap masakan (MSG).

Manifestasi klinis nyeri kepala klaster: y y y y y y Serangan terjadi secara singkat (5-180 menit) dengan frekuensi antara 1-8 kali sehari. temperatur ekstrim.yang kemungkinan memediasi fenomena otonom selama serangan. Regio tersebut menerima input simpatis dan parasimpatis dari batang otak. dan edema kelopak mata. Nyeri kepala klaster dipikirkan dicetuskan pada level sinus kavernosus. Rasio insidens pada pria : wanita adalah 5:1. tembakau atau alcohol dapat mencetuskan serangan. awitan paling sering adalah pada umur lebih dari 20 tahun. ptosis. Takikardia merupakan temuan yang umum. Nyeri kepala klaster tidak didahului oleh aura.  Muncul sebagai nyeri unilateral di daerah orbita. Nyeri kepala klaster dilaporkan lebih banyak dialami oleh ras kulit hitam. Disfungski hipotalamus telah dikonfirmasikan dengan metabolisme abnormal penanda neuronal pada magnetic resonance spectroscopy. rinorea. Nyeri dideskripsikan sebagai menusuk Nyeri dapat menjalar ke area wajah dan leher tetapi khususnya pada periorbital. berkeringat pada dahi dan wajah. khususnya pada saat tidur. . rhinitis alergi. Peran factorfaktor imunologis dan vasoregulator secara tepat. lakrimasi. Selain itu lebih banyak dialami oleh kelompok usia pertengahan. Dewasa ini. edema palpebra. Cluster headache jarang ditemukan pada anak. Patofisiologi nyeri kepala klaster Periodisitasnya telah dihubungkan dengan pengaruh hormone hipotalamus (terutama nucleus suprakiasmatik). dan sindroma Horner parsial atau komplit (dapat terjadi di antara serangan). Dapat dicetuskan oleh stress. Jarang disebabkan oleh makanan spesifik. diaforesis fasial. supraorbita. kilatan cahaya. dan berlokasi di periorbital. Serangan disertai gejala unilateral berupa injeksi konjungtiva. Asosiasi dengan fenomena otonom meliputi kongesti nasal dan rhinorrhea. miosis. hiperemi konjungtiva. dengan pencitraan neurology telah mengidentifikasikan substansia grisea hipotalamus posterior sebagai area kunci terletaknya defek penyebab nyeri kepala klaster. Serangan berlangsung 15-180 menit dan muncul sekali dua hari sampai 8 kali per hari. sangat nyeri. lakrimasi. serta pengaruh hipoksemia dan hipokapnia dalam nyeri kepala klaster masih controversial. kongesti hidung. Meskipun demikian. temporal atau kombinasi.9.19Sebagian besar penderita menunjukkan agitasi selama serangan. dan aktivitas seksual. dengan insidensi lebih banyak pada pria dibandingkan dengan wanita.Nyeri Kepala Klaster / Cluster type headache Nyeri kepala klaster adalah sindrom idiopatik yang terdiri dari serangan-serangan nyeri kepala singkat dan rekuren.

Umumnya. Nyeri kepala klaster episodik Periode nyeri (klaster) terjadi sepanjang 7 hari sampai 1 tahun. Namun tidak ditemukan adanya pola pewarisan tertentu. garis vertical pada dahi. klaster dipisahkan oleh interval bebas nyeri yang berlangsung selama paling tidak 2 minggu. 2. . dipikirkan adanya predisposisi genetic pada keluarga. satu klaster berlangsung selama 2 minggu sampai 3 bulan. dahi lebar. Klasifikasi berdasarkan ICH 1. Sebagai etiologi terjadinya nyeri kepala klaster. dan telangiektasis nasal. Nyeri kepala klaster kronik dibagi lagi menjadi nyeri kepala klaster kronik sejak awitan dan nyeri kepala klaster kronik yang berkembang dari episodik Nyeri kepala klaster kronik sulit ditangani dan resisten terhadap agen profilaksis standar. kerut-kerut multipel pada dahi dan kulit menebal. atau remisi bertahan kurang dari 2 minggu.y Wajah nyeri kepala klaster dideskripsikan sebagai berikut: facies leonine. Nyeri kepala klaster kronik Terjadi lebih dari satu tahun tanpa remisi.

20 Nyeri kepala karena tumor otak biasanya . dan diperberat oleh aktivitas fisik. Pada pemeriksaan fisis ditemukan edema papil (38%). distorsi atau halusinasi (16%) dan gangguan visus monokuler atau skotoma (7%).Migren disertai gejala otonom berupa mual dan muntah. muntah (12%). dan adanya fotofobia serta fonofobia yang terlihat dengan perubahan perilaku. Migren dengan aura Gejala aura disebabkan depolarisasi neuron di satu tempat dan oligemia sesuai dengan teori cortical spreading depression. Nyeri kepala terasa berdenyut. gangguan perilaku (10%) dan kejang (9%). Gejala mual dan muntah tersebut juga menyebabkan gangguan aktivitas yang bermakna. Aura visual yang sering ditemukan adalah gangguan visus bilateral dengan skotoma (77%). misalnya masuk ke dalam kamar yang gelap dan sepi. Nyeri kepala karena peninggian tekanan intrakranial dan/ atau hidrosefalus yang disebabkan oleh tumor otak Tumor supratentorial menunjukkan gejala nyeri kepala. kelumpuhan (27%) dan penurunan kesadaran (12%).Migren Klasifikasi migren 1. kelumpuhan dan kejang. Nyeri kepala sekunder Klasifikasi nyeri kepala sekunder 1. yang paling penting adalah nyeri kepala disebabkan tumor otak dan nyeri kepala disebabkan meningitis. sedangkan tumor infratentorial sering disertai gejala saraf otak dan gejala serebelum. lokasi bilateral atau bifrontal pada umur kurang dari 15 tahun dengan catatan apabila lokasi oksipital harus dicari kemungkinan penyebab lain. gangguan serebelum (48%). ketidak-seimbangan (11%). 2. gangguan visual (10%). gangguan saraf kranial (49%). Tumor Di antara berbagai penyebab nyeri kepala sekunder. Migren tanpa aura Cirri khasnya adalah nyeri kepala dengan adanya interval bebas gejala. tumor otak menunjukkan gejala sakit kepala (41%). Analisis. Untuk anak telah dibuat modifikasi kriteria diagnosis yaitu: lama serangan antara 1-72 jam.

bersin. Nyeri kepala akut: y y y Nyeri kepala sangat berat yang belum pernah dialami sebelumnya Demam dan gejala rangsang meningeal Riwayat trauma kepala Nyeri kepala kronik y y y y y y y Nyeri kepala menetap selama kurang dari 6 bulan yang tidak memberi respons terhadap pengobatan Nyeri kepala kronis progresif. makin sering dan makin berat Nyeri kepala disertai gejala neurologis abnormal. gangguan gerak bola mata. Nyeri juga diperburuk dengan aktivitas fisik. pada meningitis tuberkulosa sering ditemukan atrofi papil N. 2. Nyeri sering terjadi pada saat bangun tidur pagi hari. nyeri kepala ditandai gejala infeksi. nistagmus. Nyeri kepala karena infeksi susunan saraf pusat terutama meningitis Pada meningitis bakterialis. bersifat progresif yaitu makin lama makin sering dan makin berat.24 Gejala abses otak mirip dengan tumor otak ditambah gejala infeksi. gangguan gait. atau mengejan.y y y y y tidak berdenyut. Anak besar dengan meningitis tuberkulosa dapat menunjukkan gejala nyeri kepala berat sebelum munculnya gejala serebral lain dan gejala rangsang meningeal. dan gangguan motorik berupa kelumpuhan atau adanya refleks patologis Nyeri kepala menetap tanpa adanya riwayat keluarga migren Nyeri kepala menetap disertai episode bingung. II karena saraf otak ke II terkena langsung. Seringkali disertai muntah. terutama bila disertai edema papil. gejala rangsang meningeal dan gejala serebral berupa kejang atau kelumpuhan. atau muntah Nyeri kepala menyebabkan anak terbangun dari tidur atau terjadi pada saat bangun tidur (dapat juga terjadi pada migren) Riwayat keluarga atau riwayat medis. Lokasinya sering menetap di satu daerah. dan diperburuk oleh manuver Valsava berupa batuk. pemeriksaan klinis atau laboratorium yang merupakan predisposisi lesi susunan saraf pusat .Berbeda dengan peninggian tekanan intrakranial lain. disorientasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful