1 Tugas perkembangan sosial

PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI (MIDDLE ± LATE CHILDHOOD) A. PENDAHULUAN Masa pertengahan dan akhir kanak kanak ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira 6 sampai 11 tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar ; periode ini seringkali disebut periode sekolah dasar. Ketrampilan ketrampilan fundamendal seperti membaca , menulis, berhitung telah dikuasai. Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaannya. Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian dirimulai meningkat. Bagi anak usia ini, orang tua tetap merupakan pemberi pengaruh yang penting dalam perkembangan kehidupan mereka, namun pertumbuhan mereka juga dibentuk oleh rangkaian teman teman yang berada di sekeliling mereka. Pada periode ini,anak anak mengembangkan sebuah sebuah perasaan keinginan untuk membuat berbagai hal , dan bukan sekedar membuatnya, namun membuatnya lebih baik dan bahkan lebih sempurna. Keinginan mereka yang kuat adalah untuk mengetahui dan memahami. B. PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL MIDDLE ± LATE CHILDHOOD 1. PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial anak-anak dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berhubungan dengan orang lain dan menjadi anggota masyarakat sosial yang produktif. Hal ini mencakup bagaimana seorang anak belajar untuk memiliki suatu kepercayaan terhadap perilakunya dan hubungan sosialnya. Perkembangan sosial meliputi Kompetensi Sosial (kemampuan untuk bermanfaat bagi lingkungan sosialnya), Kemampuan Sosial (perilaku yang digunakan dalam situasi sosial), Pengamatan Sosial (memahami pikiran-pikiran, niat, dan perilaku diri sendiri maupun orang lain), Perilaku Prososial ( sikap berbagi, menolong, bekerjasama, empati, menghibur, meyakinkan {reassure = to make somebody feel less anxious or worried}, bertahan, dan menguatkan orang lain ); Perolehan nilai dan moral (perkembangan standar untuk memutuskan mana yang benar atau salah, kemampuan untuk memperhatikan keutuhan dan kesejahteraan orang lain) Pada tahun awal perkembangannya, seorang anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Pengetahuan tentang tahap-tahap perkembangan perilaku dapat menolong kita untuk memahami tindakan setiap anak dan memberikan pengalaman yang akan mendukung perkembangan sosial mereka yang positif. Perkembangan sosial meliputi perubahan peningkatan pengetahuan yang berbentuk spiral tentang dirinya sendiri dan orang lain. Hal ini dipengaruhi baik oleh pengalaman maupun hubungan sosial anak dengan orang dewasa dalam kehidupannya, dan oleh tingkatan perkembangankognitifnya. 4 aspek kognisi yang berhubungan dengan perkembangan sosial anak : a. Perpindahan dari sikap egosentris ± melihat dunia hanya dari sudut pandangnya sendiri ± ke perkembangan kemampuan untuk memahami bagaimana pikiran/pendapat orang lain dan apa yang dirasakan oleh orang lain b. Pertumbuhan dalam kemampuan untuk memahami sebab dan akibat ± untuk melihat hubungan antra sikap seseorang dan konsekwensi yang harus dipikul. c. Perubahan dari berpikir konkrit (kamu adalah temanku jika kamu bermain dengan aku) ke pola piker abstrak (kamu adalah temanku walau ketika aku tidak melihat kamu setiap hari, karena kita suka bermain bersama) d. Perkembangan kognisi yang kompleks, seperti kemapuan untuk memahami hubungan keluarga yang lebih luas (ibu saya adalah seorang ibu, bibi, istri dan juga anak) Untuk memahami orang lain berarti mengorganisir apa yang telah diketahui seseorang menjadi suatu sistem yang memiliki arti atau kepercayaan. Pada saat mereka bertumbuh, anak-anak menjadi lebih mampu untuk mengembangkan kemampuan

dapat memperlengkapi kita untuk menciptakan suatu hubungan yang hangat dan konsisten dengan anak. tetapi sewaktu-waktu mungkin merasa tidak aman ‡ Menolak untuk mengekspresikan kebutuhan akan kasih sayang dan persetujuan. maka kita akan menyediakan aktifitas/kegiatan yang menunjang bagi anak usia ini sehingga mereka menagalami pencapaian penguasaan dan pemenuhan perkembangannya Tolak Ukur Perkembangan Emosi Anak usia 6 ± 11 tahun : ‡ Cenderung aktif.2 Tugas perkembangan sosial berpikir abstraknya. setiap harus orang memperoleh jumlah yang sama ketika sesuatu dibagikan ‡ Mampu untuk mempertimbangkan faktor hubungan seperti motivasi dalam penalaran moral 2. anak laki-laki akan bertumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa) Tolak Ukur perkembangan sosial anak usia Middle dan Late Childhood : Usia Kompetensi dan Kemampuan sosial Kognisi Sosial Perilaku Prososial : Nilai dan Moral 6-11 ‡ Membina hubungan dengan sesama teman sebaya daripada dengan orang dewasa ‡ Persahabatan menjadi lebih utama dan sedikit lebih pendek ‡ Terlibat dalam permainan sosiodramatik ‡ Mulai tertari pada olahraga dan games ‡ Lebih mandiri ketika berkerja dan bermain ‡ Bekerjasama dengan teman sebaya. ‡ Memahami perbedaan gender ‡ Identitas gender semakin kuat pahami ‡ Condong pada kehalusan perilaku. lebih yakin dan ramah dalam bergaul. dari pengalaman langsung pada phenomena yang diamati (beberapa orang dinamakan anak laki-laki dan yang lain anak perempuan. ‡ Mampu mengekspresikan bermacam jenis emosi ‡ Mampu mengenali campuran emosi . kamu pasti bukan anak perempuan. anak laki-laki rambutnya pendek dan anak perempuan berambut panjang) dan kemudian pada kemampuan refleksi intelektualnya pada pengaalaman yang dihadapi (jika kamu anak laki-laki. guru dan orang tua ‡ Mengembangkan kemapuanbernegosiasi ‡ Meningkatkan kepekaan akan diri sendiri ‡ Cenderung menjadi kompetitifa dan membanding-bandingkan antara dirinya dan orang lain. Pengetahuan akan tahap-tahap perkembangan ini dapat menolong kita untuk beinteraksi dengan anak-anak dengan cara yang terbaik yang dapat menunjang perkembangan emosional mereka yang sehat. menunjukkan sikap kewajaran ‡ Menghargai otoritas karena kekuatan figure otoritas yang dilihatnya ‡ Memiliki pandangan yang tegas tentang persamaan. mengetahui bahwa anak usia 6-12 tahun (primary age-children) mendefinisikan harga dirinya dengan apa yang mereka percaya dapat mereka ketahui dan lakukan. ± pertama-tama. tegas ‡ Tertarik dan senang dengan hal-hal yang baru. PERKEMBANGAN EMOSIONAL Setiap tahap perkembangan emosional anak memiliki karakteristik yang berbeda yang mempengaruhi bagaimana anak bereaksi pada pengalaman yang mereka hadapi. mulai memahami bahwa tindakan tidak selalu merefleksikan pikiran dan perasaan ‡ Kelompok adalah kekuatan yang kuat ‡ Jika aturan bermain membawa konflik. dan jika diberi kesempatan dapat menjadi bertahan (defensif) serta berbantah (argumentatif) ‡ Lebih mandiri. seperti : keterampilan baru atau pelajaran baru ‡ Menunjukkan ketegasan. dengan cara yang sama.

Karena impuls dan fantasi yang berbahaya sekarang sudah disimpan dibawah tanah anak tidak begitu terganggu dengan hal-hal ini. 1905 dalam Crain. fantasi seksual dan agresif ditahap ini tidak akan hilang sepenuhnya seperti yang dikatakan Freud (Blos. dan mengembangkan ketrampilan social dan intelektual. Tahap mulut/oral (usia 0-18 bulan) a. ini artinya membebaskan ikatan dengan ibu dan menemukan wanita yang disukainya. anak menekan semua minat terhadap seks. 2007). Tahap phallic/Odiphal (usia 3-6 tahun) d. tujuan independensi yang sejati tidak pernah bisa diraih seutuhnya. kebanyakan pengikut freud setuju kalau perhatian seksual kehilangan karakternya yang menakutkan dan membahayakan. dan sangat menyakitkan jika kita harus memisahkan diri secara emosional dan sosial dari mereka.Bagian-bagian Jiwa Konsep utama Freud tentang bagian-bagian jiwa adalah mengenai id. Oleh karena itu. tugasnya sama ± dia harus bisa memisahkan diri dari perwalian orangtuanya dan membangun hidupnya sendiri.Tahap tahap awal perkembangan kepribadian menurut Freud: a. Tahap oral pertama (0-6 bulan) b. ego dan superego : Id . Kegiatan ini menyalurkan banyak energI anak kedalam bidang bidang yang aman secara emosional dan menolong anak melupakan konflik pada tahap phallic yang sangat menekan. Meskipun demikian. anak diperiode latensi memiliki ketenangan dan pengendalian diri yang baru. Tahap anal (usia 1-3 tahun) c. beberapa pengikut Freud berpendapat bahwa. Namun Freud mencatat bahaw independensi tidak pernah datang dengan mudah. Contohnya. Freud melihat bahwa represi seksualitas dititik ini cukup luas. Namun. yang berawal dari masa pubertas dan seterusnya. anak laki-laki berusia 8 tahun masih tertarik terhadap tubuh anak perempuan dan secara khas dia menemukan fakta-fakta hidup yang real diusia ini. Tahap laten/tersembunyi (usia 6-11 tahun) Ialah tahap keempat kepribadian Freud.d seterusnya) Tahap kelima dan terakhir dari kepribadian Freud. untuk sebagian besar dari kita. permainan dan aktivitas intelektual. namun juga perasaan serta memori oral dan anak (Freud. karena tidak hanya mencakup perasaan dan memori odipal.3 Tugas perkembangan sosial C. Secara umum. Bagi remaja laki-laki. Tahap kemaluan ialah suatu masa kebangkitan seksual. Freud mengatakan tugas terbesar individu adalah ´ membebaskan diri dari perwalian orang tua´. dan periode laten relative berjalan lembut. KAJIAN TEORI-TEORI DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL 1. e. . anak memasuki periode latensi yang bertahan sampai sekitar usia 11 tahun. Untuk remaja putri. Anak sekarang bebas mengarahkan kembali energinya pada pengejaran-pengejaran konkrit yang bias diterima secara social seperti olah raga. Karena selama bertahuntahun sebelumnya kita sudah membangun kebergantungan yang kuat dengan orangtua. Tahap genital ± Tahap Kemaluan (11 tahun s. Remaja pria juga harus menyelesaikan persaingannya dengan ayahnya dan membebaskan diri dari dominasi ayah atas dirinya. Tahap oral kedua (6-18 bulan) b. 1962 dalam Crain. yang berlangsung kira kira usia 6 tahun dan masa pubertas. Fantasi-fantasi seksual dan agresifitas tersembunyi dalam-dalam (laten) ± dijaga rapat-rapat dibawah didalam ketaksadaran. 2007). Dengan terciptanya pertahanan yang kuat terhadap perasaan-perasaan odipal. TEORI PSIKOANALISA TEORI PSIKOANALISA SIGMUND FREUD (1856-1939) 2 Konsep besar teori Freud mencakup tentang : .

disebut Superego. Kesenangan bertugas untuk meminimalkan tekanan. Namun kita juga mnegontrol tindakan itu karena alasan-alasan lain. maka dia akan kena pukul. maka atlet adalah ego idealnya. seorang anak laki-laki segera belajar bahwa ia tidak bisa mengambil makanan hanya karena terdorong secara impulsif dimanapun dia melihat makanan. disebut suara hati . Yang jelas Ego mengacu pada seperangkat fungsi ± menilai realitas secara akurat. Bayangan apapun yang diasosiasikan dengan rasa sakit atau tegangan mestinya langsung dihancurkan. mengandung refleks-refleks dan dorongan-dorongan biologis dasariah. mencakup apa yang kita sebut proses kognisi atau perseptual. Di dalam Id. Contoh. Id digambarkan sebagai lubang yang ´ penuh kesenangan yang menggelegak ´ semuanya saling mendesak untuk menyembul keluar. Superego Ego kadang disebut sebagai satu di antara sejumlah ´ sistem kontrol ´ kepribadian. Pertama. negatif dan kritis yang mengatakan kepada kita apa yang tidka boleh dilakukan dan menghukum kita dengan rasa bersalah jika kita melanggar tuntutannya. Jika dia mengambil makanan itu dari seorang anak yang lebih besar. atau berdedikasi tinggi. Standar kita tentang benar atau salah mendasari sistem kontrol kepribadian yang kedua. Id tidak memusingkan apakah kita memang mengharapkan penghancuran bayangan orang-orang yang dibutuhkan dann dicintai. Menurt Freud Superego memiliki 2 bagian. Tapi ego ideal bisa juga lebih abstrak. Freud mengatakan bahwa jika Id berisi ´ hasrat-hasrat yang tak terjinakan maka Ego berisi ´penalaran dan pemahaman yang tepat´ Cara kerja Ego mengikuti prinsip realitas dan sering disebut sebagai proses berpikir sekunder. mengatur impuls-impuls dan seterusnya. Ego dalam teori ini harus dibedakan dengan ego yang berarti melebih-lebihkan citra diri. Contoh. Hubungan Ego dan Id seperti penunggang dan kudanya. Id adlah bagian kepribadian yang paling primitif. ketika anak laki-laki ingin menjadi seperti pemain basket terkenal. Kedua. Ego mrngontrol hasrat yang buta dai Id untuk melindungi organisme dari luka. Kita harus belajar menghadapi realitas. Prinsip dasar Id adalah meredakan ketegangan. Id hanya ingin tegangan-tegangan yang mengganggunya reda secepat mungkin. disebut ego ideal . berani. seperti keinginan iuntuk lebih murah hati. karena terdiri dari aspirasi-aspirasi positif. Di atas telh disbeutkan tentang anak laki-laki yang belajar menahan impuls untuk mengambil makanan sampai dia bisa menentukan apakah tindakan ini aman untuk dilakukan di dalam realitas.4 Tugas perkembangan sosial Id adalah bagian dari kepribadian yang disebut ¶ ketaksadaran ´. Kita menahan diri dari tindakan mengambil barang milik orang lain karena kita percaya tindakan seperti itu keliru secara moral. Berikut ini sketsa Freud tentang struktur kepribadian yang berusaha ditunjukkan lewat diagram berikut ini : . Dia harus belajar memahami realitas sebelum bertindak. Sebagai apa yang disebut wilayah tidak logis. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan kesenangan dan meminimalkan rasa sakit. maka kikta tidka dapat hidup diatur hanya wilayah tidak logis seperti Id. bagian Superego yang bersifat menghukum. Ego Jika kita akan hidup lama. Bagian jiwa yang menunda impuls secara langsung dan memahami realitas seperti ini ada pad wilayah logis yang disebut Ego.

Saat anak merasakan dunia sosial yang lebih luas. delapan tahap perkembangan akan dilalui oleh orang disepanjang rentang kehidupannya (lihat gambar 3. Perkembangan keprecayaan (trust) membutuhkan pengasuhan yang hangat dan bersahabat hasil positifnya adalah rasa nyaman dan berkurangnya ketakutan sampai pada titik minimal. Tahap ini terjadi di masa remaja. saat imajinasi mereka berkembang. Tahap ini berhubungan dengan masa kanak-kanak awal. Tahap ini terjadi kira-kira pada masa sekolah dasar. mereka menggunakan energinya untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan intelektual. dan tantangan untuk menerima pengetahuan yang baru. intelektual. Menurut Erikson. Ketidakpercayaan akan tumbuh jika bayi diperlakukan terlalu negatif atau diabaikan. Otonomi versus malu dan ragu adalah tahap psikologis Erikson kedua tahap ini terjadi pada masi bayi akhir (late infancy) dan masa belajar berjalan (toddler). masing-masing krisis tidak bersifat katastropik. Masa kanakkanak akhir adalah masa dimana anak paling bersemangat untuk belajar. Delapan Tahap Perkembangan Manusia. mereka bisa tetap bingung akan identitas diri mereka. mereka akan mengembangkan rasa malu dan ragu. ketidakproduktivan dan inkompetensi. Apabila remaja tidak cukup mengeksplorasi peran yang berbeda dan tidak merancang jalan ke masa depan yang positif. Remaja berusaha untuk mencari tahu jatidirinya apa makna dirinya. Saat mereka masuk sekolah dasar. dan sosial mereka. dari usia enam tahun hingga usia puber atau remaja awal. Tugas perkembangannya adalah membentuk hubungan yang positif dengan orang lain. Mereka memerlukan kesempatan untuk pemenuhan fisik. Untuk mengatasi tantangan ini. sang bayi mulai menemukan bahwa tindakannya adalah tindakannya sendiri. Mereka menegaskan independensi dan menyadari kehendaknya sendiri. Mari kita ikuti perjalanan Erikson melewati rentang kehidupan manusia.2). dan kemana mereka akan menuju. Identitas versus kebingungan identitas adalah tahap psikologi Erikson kelima. mereka harus aktif dan tindakannya mempunyai tujuan. Erikson (1902 ± 1994) mengemukakan teori tentang perkembangan seseorang melalui tahapan. Remaja perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk memahami identitas dirinya. Mereka berhadapan dengan banyak peran baru dan status dewasa (seperti pekerjaan dan pengacara). Mereka memerlukan banyak variasi interaksi dengan orang lain.5 Tugas perkembangan sosial TEORI PSIKOANALISA ERICK ERICSON Teori Erikson melengkapi analisis Broofenbrenner terhadap konteks sosial dimana anak tumbuh dan orang-orang yang penting bagi kehidupan anak. Tahap ini terjadi pada masa dewasa awal. Anak mengembangkan rasa bersalah apabila mereka tidak bertanggung jawab atau merasa terlalu cemas. Erikson mendeskripsikan intimasi sebagai penemuan diri . Kepercayaan versus ketidakpercayaan adalah tahap psikososial pertama menurut Erikson. mereka mendapat lebih banyak tantangan saat bayi. Masing-masing tahap punya sisi positif dan negatif. Pada tahap ini anak siap untuk menerima tantangan akan suatu ide yang baru dan menarik. Masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang dihadapi oleh individu yang mengalami krisis. Inisiatif versus rasa bersalah adalah tahap psikologis Erikson ketiga. orang dewasa berharap anak lebih bertanggungjawab dan menyuruh anak mengemban beberapa tanggung jawab untuk menjaga tubuh dan milik mereka. tetapi merupakan titik balik dari kerawanan dan penguatan potensi. Memunculkan rasa tanggung jawab membutuhkan inisiatif. Upaya versus inferioritas(Middle-Late Childhood) adalah tahap psikologis Erikson keempat. Jika bayi dibatasi terlalu banyak atau dihukum terlalu keras. semakin sehat psikologi individu tersebut. Dalam teori Erikson (1968). sekitar usia tiga hingga lima tahun. Inisiatif anak membuat mereka berhubungan dengan banyak pengalaman baru. Semakin sukses seseorang mengatasi krisisnya. Kesuksesan dan perasaan ´ Saya dapat melakukannya´ meningkatkan rasa percaya dirinya. Setelah mempercayai pengasuhnya. Bahaya di masa sekolah dasar ini adalah munculnya perasaan rendah diri (Inferioritas). Dalam tahap ini. Intimasi versus Isolasi adalah tahap psikologi Erikson keenam.

kebingungan identitas Remaja (10 sampai 20 tahun) Usaha vs. mereka akan mengembangkan rasa integritas. Mendidik Anak Berdasarkan Teori Erikson a. Generativitas (generativity) berati mentransmisikan sesuatu yang positif kepada generasi selanjutnya. permintaan itu harus dituruti. Kritik harus minimum sehingga si anak tidak akan mengembangkan rasa bersalah dan kecemasan .5 tahun) Otonomi vs. 6 sampai puber) Inisaitif Vs. Bernice Neugarten (1998) megatakan bahwa identitas. sekitar usia 40-an dan 50-an. mereka memandang hidup mereka sebagai hidup yang utuh dan positif dan layak dijalani sebaliknya.anak pada tahap ini suka bermain. Anak. Beberapa pakar percaya bahwa tahapannya terlalu kaku. bukas sekadar perkembangan di masa kanak-kanak. Generativitas versus stagnasi adalah tahap psikologi Erikson ketujuh. Jika mereka meminta melakukan aktivitas tertentu yang masuk akal. stagnasi Dewasa petengahan (usia 40-an ± 50-an) Intimasi vs. tetapi juga merupakan medium penting untuk pertumbuhan kognitif mereka. Bermain bukan hanya bermanfaat bagi perkembangan sosioemosionalnya. Misalnya. Dorong anak untuk berinisiatif. atau berkembang secara bersamaan. Konsep identitasnya terutama membantu untuk memahami masa remaja akhir dan masa mahasiswa. Integritas versus putus asa adalah tahap psikologi Erikson yang kedelapan dan terakhir. rasa bersalah Kanak-kanak awal (prasekolah. Orangtua merenungi kembali hidupnya. seluruh cakupan teorinya (seperti apakah delapan tahap itu selalu terjadi secara berurutan seperti yang dipaparkannya) belum didokumentasikan secara ilmiah.6 Tugas perkembangan sosial sendiri tetapi kehilangan diri sendiri dalam diri orang lain. Anak-anak di usia prasekolah dan di program pendidikan untuk kanak-kanak awal harus diberi banyak kebebasan untuk mengeksplorasi dunia mereka. Aspek-aspek itu merupakan isu penting yang ada disepanjang hidup kita.anak bisa diberi tanaman atau bunga untuk dirawat dan dibantu untuk merawatnya. isolasi Dewasa awal (usia 20-an. Secara keseluruhan teorinya merupakan faktor penting dalam membentuk pandangan kita sekarang tentang perkembangan manusia sebagai perkembangan sepanjang hayat. Bahaya pada tahap ini adalah orang bisa gagal membangun hubungan dekat dengan pacar atau kawannya dan terisolasi secara sosial. Mereka seharusnya diijinkan untuk memilih beberapa aktivitas sendiri. Beri materi menarik yang akan memicu imajinasi mereka. Anak. 50-an) Identitas vs. Meskipun banyak riset telah dilakukan terhadap tahap-tahap Erikson (seperti identitas). intimasi mendahului identitas. intimasi. Secara khusus ajak mereka bermain dengan rekan seusianya dan lakukan permainan berfantasi.2 Tahap Rentang Hidup Erikson Mengevaluasi Teori Erikson. orangtua akan putus asa jika renungan mereka kebanyakan negatif. dan banyak aspek perkembangan sosioemosional lainnya tidak muncul secara berurutan secara rapi dalam interval usia tertentu. sekitar usia 60-an sampai meninggal. inferioritas Kanak-kanak pertengahan dan akhir (SD. 3. Bantu anak untuk bertanggung jawab dalam merapikan kembali mainan dan materi yang mereka pakai. Tahap ini terjadi pada masa dewasa pertengahan. Eriksin mendeskripsikan stagnasi sebagai perasaan tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantu generasi selanjutnya. Tahap ini berhubungan dengan masa dewasa akhir. Jika evaluasi retrospektif ini positif. Teori Erikson memaparkan beberapa tugas sosioemosional penting dan meletakkannya dalam kerangka perkembangan. tidak percaya Bayi (tahun pertama) Gambar 3. bagi beberapa individu (terutama wanita). Teori Erikson tidak luput dari kritik. Bagi individu seperti ini. TAHAP ERIKSON PERIODE PERKEMBANGAN Integritas vs putus asa Dewasa akhir (usia 60 tahun ke atas) Generatif vs. Melalui peran itu orang dewasa membantu generasi selanjutnya untuk mengembangkan hidup yang berguna. memikirkan apa-apa yang telah mereka lakukan. kesepian bisa membayangi seluruh hidup mereka. Ini bisa berkaitan dengan peran seperti parenting dan pengajaran. independensi. Yakni. malu dan ragu Masa bayi (tahun kedua) Percaya vs.

Erikson percaya bahwa satu demensi identitas paling penting adalah pekerjaan. Ketahuilah bahwa beberapa peran yang dilakukan remaja adalah tidak permanen. Anda akan secara aktif memenuhi kriteria konsep generativitas Erikson. Mempromosikan usaha belajar untuk anak-anak sekolah dasar.7 Tugas perkembangan sosial yang terlalu tinggi. tetapi jangan terlalu kritis kepada mereka. Berusahalah sekuat Tenaga agar murid jadi produktif. Juga sadarilah bahwa penemuan jati diri tercapai sedikit demi sedikit selama beberapa tahun. musik. Menurut Myers (1996). ini akan memicu mereka untuk meneliti perspektif yang berbeda-beda. Misalnya. Di masa sekolah dasar. ³Cognition refers to all the mental activities associated with . minat pada hobi. Misalnya. politik. b. dan isu ideologi. Mereka perlu diberi contoh yang baik. Dalam peran Anda sebagai guru. Ambil karakteristik yang bermanfaat dari tahap Erikson lainnya. c. Sadarilah bahwa identitas murid bersifat multidimensional. Meminjam kalimat Erikson guru harus memaksa dengan lembut si anak agar berusaha menyadari bahwa mereka bisa belajar menyelesaikan sesuatu sendiri. Kaji diri Anda sebagai seorang guru dengan lensa delapan tahap Erikson (Gratz & Boulton. Ajak remaja mengeksplorasi identitas dirinya. dan area lainnya. Bersikaplah toleran kepada kesalahan yang wajar dan pastikan bahwa setiap murid punya peluang meraih keberhasilan. jangan bikin kesal anak dengan menyuruh mereka duduk dalam waktu yang lama untuk mengerjakan tugas menulis. olahraga. Aspek penting lain dalam perkembangan masa dewasa awal adalah hubungan dekat yang positif dengan orang lain. Undang orang dari beragam karir yang berbeda dan mintalah mereka berbicara dengan murid-murid Anda tentang pekerjaan mereka terlepas dari kelas yang Anda ajar. Banyak remaja sekolah menengah baru saja mulai mengeksplorasi jati dirinya. Suruh remaja untuk menulis esai tentang dimensi-dimensi ini. Ajak remaja untuk bicara dengan penasihat sekolah (guru BP) tentang opsi karir dan beragam aspek dari identitas mereka. prestasi intelektual. Juga dorong murid remaja untuk mendengar debat tentang agama. Beri murid tantangan. Kesusksesan karir Anda sebagai guru dapat merupakan aspek terpenting dalam identitas diri Anda. Kebanyakan anak SD punya rasa ingin tahu yang tinggi dan punya motivasi untuk mengerjakan tugas. yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya. Guru bertanggungjawab atas perkembangan usaha belajar anak. disaat-saat ini akan bermanfaat jika mereka dikenalkan dengan berbagai pilihan karir dan kehidupan. Guru yang kompeten harus dapat dipercaya. Erikson berharap agar guru bisa menyediakan suasana dimana anak bisa bersemangat untuk belajar. bukan untuk menghambat beri mereka tugas-tugas yang tepat untuk perkembangan mereka. dan hubungan ini bisa sangat berguna. anak sangat haus akan pengetahuan. 1996). mengeksplorasi siapa diri mereka dan apa yang ingin mereka lakukan dalam hidup mereka. Menurut Erikson adalah penting bagi guru untuk memupuk motivasi untuk menguasai pengetahuan dan rasa ingin tahu ini. Tata aktivitas dan lingkungan mereka untuk membantu kesusksesannya. d. Ini akan menstimulasi upaya eksplorasi diri. Mereka mencoba banyak hal saat mereka mencari jati drinya. bukan kritik keras. serta punya motivasi untuk memberi kontribusi sesuatu yang bermakna bagi generasi selanjutnya. namun jangan terlalu memberatkan mereka. e. Banyak guru mengembangkan persahabatan erat dengan guru lain atau mentornya. Anda mungkin berada di usia dimana erikson mengatakan bahwa isu yang paling penting dalam usia Anda saat ini adalah identitas versus kebingungan identitas atau intimasi versus isolasi. menunjukkan inisiatif. 2. Identitas Anda akan mendapat manfaat dari hubungan yang positif dengan partner dan dengan satu atau lebih kawan. TEORI PERKEMBANGAN KOGNITIF Perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan). Anak kecil selalu banyak membuat kesalahan dan suka mengobrakabrik barang. Aspek identitas mencakup tujuan untuk mencari kerja. mau berusaha dan menjadi model untuk menguasai suatu pelajaran.

Matlin (1994). ukurannya. and remembering. or mental activity. 2006) Tahap Operasional Konkret (Concrete Operational Stage) usia 7 ± 11 tahun Pada tahap ini.Perkembangan skema melalui refleks-refleks untuk mengetahui dunianya. Dalam contoh di atas.7 tahun . Proses ini bersifat subjektif. retrieval. Tahap Perkembangan Kognitif Piaget Tahap Masa Umur Karakteristik I Sensori Motor 0 . Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan kedua proses penyesuaian di atas (http://id. tetapi berfikir mereka tidak sistematis dan tidak logis.Mencapai kemampuan mengkonservasikan. Melalui kedua proses penyesuaian tersebut. Pengurutan Kemampuan untuk pengurutan objek menurut ukuran.2 tahun . ³Pengertian yang hampir senada juga diberikan oleh Margaret W. imajinasi. yaitu : ³cognition. bentuk. Asimilasi adalah proses menambahkan informasi baru ke dalam skema yang sudah ada. IV Formal Operasional 11 ± Dewasa . yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisi dengan pengalamannya di lingkungan. atau ciri lainnya.Mencapai kemampuan berfikir sistematik tapi hanya apabila mereka dapat mengacu pada objek dan aktivitas konkret . melihat burung kenari dan memberi label ³burung´ adalah contoh mengasimilasi binatang itu pada skema burung si anak.8 Tugas perkembangan sosial thinking. Akomodasi adalah bentuk penyesuaian lain yang melibatkan pengubahan atau penggantian skema akibat adanya informasi baru yang tidak sesuai dengan skema yang sudah ada. Bagaimanapun dia menekankan bahwa anak-anak berpindah melalui tahap-tahap ini dalam suatu urutan yang tidak berubah.wikipedia. anak-anak dapat melaksanakan operasi.11 tahun . melihat burung unta dan mengubah skemanya tentang burung sebelum memberinya label ³burung´ adalah contoh mengakomodasi binatang itu pada skema burung si anak . dan penalaran logis menggantikan pemikiran intiutif sejauh pemikiran dapat diterapkan ke dalam contohcontoh yang spesifik atau kongkret. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan . 2. ³Dalam Dictionary of Psychology karya Drever. and use of konwledge. storage. dijelaskan bahwa ³kognisi adalah istilah umum yang mencakup segenap model pemahaman. Contoh. Dalam contoh di atas.org). karena seseorang akan cenderung memodifikasi pengalaman atau informasi yang diperolehnya agar bisa masuk ke dalam skema yang sudah ada sebelumnya. involves the acquisition. termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. oleh karena itu dia mengingatkan pentingnya pendekatan pada usia-usia yang terkait dengan mereka. Dalam proses ini dapat pula terjadi pemunculan skema yang baru sama sekali.Mencapai kemampuan dalam memersepsikan ketetapan dalam objek II Praoperasional 2 . bila diberi benda berbeda ukuran. mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium. Klasifikasi Kemampuan untuk memberi nama dan mengindentikasi serangkaian benda menurut tampilannya.Anak-anak berfikir menggunakan simbol dan bayangan internal. Piaget menyadari bahwa anakanak melewati tahapan ini dengan kecepatan yang berbeda-beda. Pertama. Perlu diketahui dua titik penting teori Piaget. sistim kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap berikutnya. dalam urutan sama. penilaian dan penalaran.Mencapai kemampuan untuk berfikir sistematis terhadap hal-hal yang abstrak dan hipotesis (Sumber: Yuliani Sujiono. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah : 1. penangkapan makna. knowing. Amat berbeda dengan berfikirnya orang dewasa. yakni persepsi. . III Konkret Operasional 7 . atau karakteristik lainnya.

Setelah membandingkan A dengan B dan B dengan C. atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. mereka mampu menemukan hubungan antara A dengan C. Decentration Pada tahap ini anak mampu mengkoordinasikan sejumlah tugas penting dan bukan hanya berpusat pada satu persepsi yang dominan Setelah mendapatkan dua gelas jus jeruk dari dapur. Marina menyarankan agar ia membedakannya berdasarkan ukuran kemudian warna. Klasifikasi berjenjang Pada tahap ini anak dapat secara fleksibel mengelompokkan dan mengelompokan ulang benda-benda ke dalam jenjang kelas dan sub kelas.9 Tugas perkembangan sosial bahwa semua benda hidup dan berperasaan). jumlah sebelumnya. saya memberimu jus jeruk yang sama banyaknya. 8-4 akan sama dengan 4. Sebagai contoh. 5. ´karena itu adalah jumlah uang yang saya susun di atas meja kemarin. Penghilangan Sifat Egosentrisme Kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Gelas saya tinggi tapi kurus sedangkan gelasmu pendek tapi lebar.´ ujarnya. Karakteristik Utama dari Tahap Konkrit Operasional Karakteristik Deskripsi Contoh Konservasi Anak pada tahap ini mengakui karakteristik fisik tertentu dari suatu objek adalah sama walaupun saat tampilannya berubah Setelah menjatuhkan ke lantai 10 uang logam yang semula tersusun di meja. Untuk itu.kotak makan saya tidak lebih besar dari punyamu. saat kamu menjumlahkan 7 dengan 8 maka hasilnya adalah 15. Rangkaian Pada tahap ini anak dibimbing dengan keseluruhan rencana saat mengatur serangkaian item Lizzie memutuskan untuk mengatur batu-batunya berdasarkan ukuran. kemudian kembali ke keadaan awal. 4. mulai dari yang kecil kemudian yang terkecil dari tumpukan sampai susunannya selesai. tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak. karena lihat. 3. ´saya tahu uangnya ada sepuluh. Contoh. Kesimpulan lengkap Pada tahap ini anak mampu secara mental (seriate mentally). Lizizie menunduk mencari uang tsb.org). bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isisnya sama banyak. Anak dalam tahap operasi kongkret akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang (http://id. setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Keterbalikan Pada tahap ini anak mampu berpikir secara bertahap dan kemudian kembali lagi ke tahap awal dalam mengatasi masalah Lizzie memahami dengan baik operasi keterbalikan dari penjumlahan dan pengurangan. lalu meninggalkan ruangan. Lizzie berdiskusi dengan Marina tentang bagaimana menampilkan koleksi batunya.´ jangan khawatir. Reversibility Anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah. atau berdasarkan benuk dan warna. anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4 + 4 sama dengan 8. ´pastinya. Konservatif Memahami bahwa kuantitas.wikipedia. kemudian ujang memindahkan boneka itu dalam laci.´ kata Lizzie Operasi keruangan Pada tahap ini anak sudah memahami tentang jarak. panjang. paham . Sebagai contoh: anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi. ini juga berarti bahwa 15 dikurangi 8 pasti hasilnya 7. Lizzie berkata. Ia dengan cepat menyusun 20 batu pada setiap baris. ´saya melihat kotak makan Tina yang baru dan ternyata lebih besar dari punya saya ´kata Marina saat makan roti isi dengan Lizzie. satu untuk adiknya dan satu lagi untuk dirinya. kotak makannya lebih besar dari punya saya juga. Dengan kata lain. mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas yang lain yang ukurannya berbeda. 6. air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain. Decentering Anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahn untuk bisa memecahkannya.

2001) yang diadaptasi oleh Trianto. Pada umumnya seseorang memberikan perhatian pada model-model yang menarik.memperoleh tingkah laku yang baru seluruhnya dalam sekejap hanya dengan mengamati. 2007. Kemudian. TEORI BEHAVIOR: TEORI BELAJAR SOSIAL oleh ALBERT BANDURA (1925-. Seseorang belajar menurut teori ini dilakukan dengan mengamati tingkah laku orang lain (model). Arti penting dari fase ini adalah bahwa si pengamat tidak akan dapat memperoleh manfaat dari tingkah laku yang diamati ketika model tidak hadir. Pengamatan juga mengajarkan kita sejumlah konsekwensi yang emungkinkan dari sebuah tingkah laku baru ± proses ini disebut vicarious reinforcement ( penguatan lewa pegamatan yang empatik. Dengan jalan ini memberi kesempatan kepada orang tersebut untuk mengekspresikan tingkah laku yang yang dipelajarinya. serta membentuk peta kognitif yang teratur dari lingkungan yang dikenalnya. Proses peguatan dan motivasi . hasil pengamatan itu kemudian dimantapkan dengan cara menghubungkan pengalaman baru dengan pengalaman sebelumnya atau mengulangulang kembali. d. waktu dan kecepatan. Pengkodean adalah proses pengubahan pengalaman yang diamati menjadi kode memori. Guru tenun menunjukkan mengoperaskan mesin tekstil sementara si Gadis Kecil mengamati saja. Selanjutnya ia dapat menggambarkan peta yang menggambarkan rute dari rumahnya ke rumah Marina lengkap dengan penanda utama yang bisa ditemui selama perjalanan. b. fase ini bertanggung jawab atas pengkodean tingkah laku model dan menyimpan kode-kode itu di dalam ingatan (memori jangka panjang). Proses Atensi (Proses Perhatian) Fase pertama dalam belajar permodelan adalah memberikan perhatian pada suatu model. selanjutnya Bandura mengklasifikasi empat komponen pembelajaran operasional : a. Derajat ketelitian yang tertinggi dalam belajar mengamati adalah apabila tindakan terbuka mengikuti penglangan secara mental. Ia juga tahu bahwa jika ia berlari lebih cepat dari Marina dengan waktu tempuh yang sama maka ia akan cepat sampai. ketika si anak merasa siap. popular. 1989) 3. Fase reproduksi dipengaruhi oleh tingkat perkembangan individu. kecuali apabila tingkah laku itu dikode dan disimpan dalam ingatan untuk digunakan pada waktu kemudian. si gadis kecil menunjukkan apa yang disebut dengan pembelajaran tanpa coba-coba (no-trial learning) .10 Tugas perkembangan sosial tentang hubungan antara jarak. Dia tidak perlu jatuh bangun lewat proses belajar trial and error yang sangat menyakitkan.. Dalam pembelajaran guru yang bertindak sebagai model bagi siswanya harus dapat menjamin agar siswa memberikan perhatian kepada bagian-bagian penting dari pelajaran. atau yang dikagumi. dia mulai mengoperaiskan mesin dan biasanya langsung mampu mengoperasikannya dengan penuh kecakapan. Horizontal decalage Konsep logis sudah mampu dikuasai secara umum Lizzie memahami tentang konservasi angka dan cairan sebelum ia mengusai pembicaraan mengenai area dan bobot. Menurut Bandura. Dan harus didampingi oleh penguatan yang berbeda-beda di tiap respon kecilnya. Di salah satu sub kultur Guatemala. 2007). 1997 dalam Trianto. Proses Reproduksi Motorik Dalam fase ini kode-kode dalam memori membimbing penampilan yang sebenarnya dari tingkah laku yang baru diamati.. Kekuatan dari pembelajaran lewat pengamatan ini terdokumentasikan dengan baik dalam literatur-literatur antropologis. (Sumber: Berk. Proses Retensi ( Proses Retensi) Menurut Gredler (dalam Sudibyo. Dalam teori Bandura. anak-anak gadis belajar menenun dari melihat model bekerja. c. sebagian besar manusia belajar melalui pengamatan secara selektif dan mengingat tingkah laku orang lain (Arends. merasa seolah-olah kita yang melakukannya) Berdasarkan pola perilaku tersebut.) Pembelajaran lewat Pengamatan merupakan konsep dasar dari teori belajar sosial yang dikembangkan oleh Albert Bandura. Lizzie sadar bahwa sebuah truk yang menghalangi jalan setapak tidak mengubah jaraknya.

DAFTAR PUSAKA 1. Aplikasi fase motivasi di dalam kelas dalam pembelajaran permodelan sering berupa pujian atau pemberian nilai. Perkembangan sosial dan emosional bukan hanya sekedar hasil kematangan.edisi 3 . Wlliam. Pengendalian emosi dan tatanan sosial yang baik serta sehat akan dapat membantu anak dalam mengembangkan konsep diri yang positif dan akan menjadikan perkembangan sosial emosional anak lebih optimal. Perkebangan sosial dan emsional adalah perkembangan perilaku anak dalam pengendalian dan penyesuaian diri dengan aturan-aturan masyarakat di mana anak itu berada.. Oleh karena itu menyediakan kondisi yang kondusif sangat penting dilakukan agar meningkatkan kematangan dan kesempatan belajar. ingin mengantarkan anak pada kematangan bersosialisasi. keduanya sama. Implikasi-Implikasi Praktis Penelitian Bandura meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya permodelan dalam mengasuh dan mendidik anak. Pengkondisian yang baik akan menjadikan fungsi sosial emosional anak menjadi semakin berkembang. W. Yuliani.Pd. Teori Perkembangan. Life Span 2. Beberapa teori yang telah diuraikan di atas diharap dapat membantu para pendidik untuk menerapkan impliksinya dalam proses mengasuh dan mendidik anak. sebab mereka merasa bahwa dengan berbuat seperti model. Faktor pematangan dan faktor belajar keduanya mempengaruhi perkembangan emosi dan sosial anak. Meskipun orangtua dan guru sudah menyadari fakta bahwa mereka mengajar anak lewat contoh-contoh tindakan. Rachmawati. Adapun arah pematangan dan belajar. Memberikan penguatan untuk suatu tingkah laku tertentu akan memotivasi pengamat (pembelajar) untuk berunjuk perbuatan. Para ahli menemukan bahwa efek-efek kekerasan yan ditelevisikan dapat mempengaruhi agresivitas anak-anak dalam hidup mereka sehari-hari. mereka akan memperoleh penguatan. Ali. KESIMPULAN Jhon Locke mengemukakan bahwa pengalaman dan lingkungan anak merupakan faktor yang paling menentukan dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Para teorisi belajar sosial juga menunjukkan kalau tingkah laku dipengaruhi bukan hanya oleh pribadi-pribadi tertentu atau model-model hidup. Yeni & Nugraha. Santrock.11 Tugas perkembangan sosial Pada fase ini si pengamat akan termotivasi untuk meniru model. Pustaka Belajar. E. D. Sujiono. . Jhon . arah pematangan belajar ingin mengantarkan anak pada kestabilan. Metode Perkembangan Sosial Emosional. 2007 3. Dr. tetapi sebagian besar merupakan hasil belajar.. salah satunya yang paling berpengaruh kuat adalah televisi (model-model yang difilmkan). namun terkadang mereka lupa kalau permodelan mereka bisa sangat mempengaruhi anak. Crain. namun juga oleh modekmodel yang disajikan oleh media masa. M. Konsep dan Aplikasi. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. sedangkan dari sisi sosial. Universitas Terbuka. Bahan Ajar Universitas Negeri Jakarta. 2007 4. Dari sisi emosi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful