Konversi Agama ( Psikologi Agama).

Posted by Bustamam Ismail on December 12, 2009

I. Pengertian Konversi Agama

Dampak yang paling menonjol dari modernitas adalah keterasingan (alienasi) yang dialami oleh manusia. Alienasi muncul dari cara pandang dualisme, yaitu: jiwa-badan, makhluk-Tuhan, aku-yang lain, kapitalisproletar, dll. Akhirnya terjadilah gejala reifikasi atau pembedaan antar sisi dari dualitas tersebut. Ini disebut pula objektivikasi, yaitu manusia memandang dirinya sebagai objek, seperti layaknya sebuah benda.

Dalam filsafat kita mengenalnya dengan aliran materialisme. Semakin kuat pengaruh materialisme, semakin kuat pula gejala alienasi (keterasingan) diderita umat manusia. Anda pasti tidak menghendaki filosofi akan berdampak sedemikian menyedihkan. Dan masyarakat dunia Barat adalah yang paling menderita karena materialisme memang berkembang biak sangat subur di sana.

Jika Anda membayangkan bahwa Anda terasing dengan orang-orang di sekitar Anda, mungkin Anda bisa mengalihkannya dengan sibuk dengan diri sendiri. Tetapi, bagaimana jika Anda terasing dengan diri Anda sendiri? Degradasi moral sering terjadi karena manusia tidak mampu mengatasi penyakit jiwa manusia modern ini. Narkotika, seks bebas, bahkan bunuh diri sering menjadi pelarian. Hidup tampaknya menjadi tidak berarti lagi. Mereka yang tertolong atau segera menemukan pencerahan dari kekelaman jiwa ini akan bangkit dan memeluk suatu keyakinan yang baru. Suatu keyakinan yang akan membuat hidupnya terasa lebih berarti, hidup yang bertujuan, yaitu kembali kepada Tuhannya. Terjadilah pembalikan arah, atau konversi. Dalam bahasa agama disebut pertobatan (taubat, metanoia).

Ada beberapa pendapat tentang pengertian konversi agama antara lain:

1. .Menurut Thouless (1992),

or from one religion. 1. untuk menerima kesukaan. to gain an assurance. proses itu bisa terjadi secara berangsur-angsur atau secara tiba-tiba. 2002) mengatakan bahwa konversi agama adalah merupakan suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku yang berlawanan dengan kepercayaan sebelumnya . Berdasarkan arti kata-kata tersebut dapat di simpulkan bahwa konversi agama mengandung pengertian: bertobat. berubah agama. 1. yang di lakukan secara sadar dan terpisah-pisah. becomes unified and consciously right superior and happy. berubah (agama). berubah. to be regenerated. atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state. James James (dalam Ramayulis. Selanjutnya kata tersebut dipakai dalam kata Inggris conversion yang mengandung pengertian: berubah dari suatu keadaan. Heirich. Pengertian Konversi Agama Menurutu Etimologi. 2002) mengatakan konversi agama adalah dengan kata kata: to be converted. . and consciously wrong inferior and unhappy. to recive grace. in consequence of its firmer hold upon religious realities . kuran bahagia dalam konsekuensi penganutnya yang berlandaskan kenyataan beragama . gradual or sudden. to another). 1. untuk menjalani pengalaman beragama. berbalik pendirian (berlawanan arah) terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama. to experience religion. pindah. digenerasikan. are so many phrases which denote to the process. Pengertian konversi agama menurut etimologi konversi berasal dari kata latin conversio yang berarti tobat. Heirich (dalam Ramayulis. by which a self hitherro devide.Menurut Thoules konversi agama adalah istilah yang pada umumnya diberikan untuk proses yang menjurus kepada penerimaan suatu sikap keagamaan. untuk mendapatkan kepastian adalah banyaknya ungkapan pada proses baik itu berangsur-angsur atau tiba-tiba.

1979). 5. tetapi masih dalam lingkungan agama yang sama. 2. yaitu: 1. Ciri-ciri seseorang melakukan konversi agama. yang mungkin saja sangat mendalam atau dangkal. E. telah terjadi. Lebih jelas dan lebih tegas lagi. dalam sikap terhadap ajaran dan tindak agama. Perubahan tersebut bukan hanya berlaku bagi perpindahan kepercayaan dari suatu agama ke agama lain tetapi juga termasuk perubahan pandangan terhadap agama yang di anutnya sendiri. 1. terjadi saat seseorang pindah dari mazhab dan perspektif tertentu ke mazhab dan perspektif lain. 4. memberikan definisi konversi sebagai berikut: konversi agama sebagai suatu macam pertumbuhan atau perkembangan spiritual yang mengandung perubahan arah yang cukup berarti. jenis-jenis konversi agama di bedakan menjadi dua.1. Adanya perubahan arah pandangan dan keyakinan seseorang terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya. Perubahan yang terjadi di pengaruhi kondisi kejiwaan sehingga perubahan dapat terjadi secara berperoses atau secara mendadak. menurut Ramayulis (2002) adalah 1. Kesimpulan Pengertian Konversi Agama Yang dimaksud dengan konversi agama ialah: perobahan pandangan seseorang atau sekelompok tentang agama yang dianutnya. Konversi internal. atau perpindahan keyakinan dari agama yang dianutnya kepada agama yang lain. . Selain faktor kejiwaan dan kondisi lingkungan maka perubahan itupun disebabkan faktor petunjuk dari yang maha kuasa. dan mungkin pula terjadi perubahan tersebut secara berangsur-angsur. Jenis Konversi Agama Menurut Moqsith. 1. 3. konversi agama menunjukan bahwa suatu perubahan emosi yang tiba-tiba kearah mendapat hidayah Allah SWT secara mendadak.Clark Clark (dalam Daradjat.

B. Menurut Abdalla. banyak menguraikan faktor yang mendorong terjadinya konversi agama tersebut menurut pendapat dari para ahli yang terlibat dalam berbagai disiplin ilmu. Unsur dari dalam diri (endogenos origin). James dan Heirich (dalam Ramayulis. 2002). Konversi yang terjadi dalam batin ini membentuk suatu kesadaran untuk mengadakan suatu transformasi disebabkan oleh krisis yang terjadi dan keputusan yang di ambil seseorang berdasarkan pertimbangan pribadi. senada dengan apa yang telah di ungkapkan Moqsith. Sedangkan dalam konversi eksternal pindah keyakinan ke konsep yang benar-benar berbeda dengan konsep keyakinan sebelumnya. Unsur dari luar (exogenous origin). terjadi jika seseorang pindah dari satu agama keagama lain. berpendapat bahwa konversi agama mengandung dua unsur: 1. dalam artian pola pikir dan pandang seseorang berubah. Faktor-Faktor Penyebab Konversi Agama A. 2002). tetapi konsep ketuhanan tetap sama. Proses ini terjadi menurut gejala psikologis yang bereaksi dalam bentuk hancurnya struktur psikologis yang lama dan seiring dengan proses tersebut muncul pula struktur psikologis baru yang dipilih. yaitu proses perubahan yang berasal dari luar diri atau kelompok sehingga mampu menguasai kesadaran orang atau kelompok yang bersangkutan. ada yang dihilangkan dan tidak menutup kemungkinan banyak yang ditambahkan (ibadah). Konversi eksternal. II. Sedangkan berbagai ahli berbeda pendapat dalam menentukan factor yang manjadi pendorong konversi (Motivasi konversi). sehingga memerlukan penyelesaian oleh yang bersangkutan. Para Ahli Agama. yaitu proses perubahan yang terjadi dalam diri seseorang atau kelompok. 2.2. Kekuatan yang berasal dari luar ini kemudian menekan pengaruhnya terhadap kesadaran mungkin berupa tekanan batin. Penido Penido (dalam Ramayulis. . Dari uraian di atas maka dapat di simpulkan bahwa pengertian konversi agama adalah merupakan suatu tindakan dimana seseorang atau sekelompok orang masuk atau berpindah kesuatu sistem kepercayaan atau perilaku ke system kepercayaan yang lain. masing-masing mengemukakan pendapat bahwa konversi agama di sebabkan faktor yang cenderung didominasi oleh lapangan ilmu yang mereka tekuni. konversi internal terjadi dalam satu agama.

Misal. Pengaruh hubungan antara pribadi baik pergaulan yang bersifat keagamaan maupun non agama (kesenian. raja. 5. Pengaruh-pengaruh tersebut secara garis besarnya dapat dibagi menjadi dua. Pengaruh anjuran atau propaganda dari orang-orang yang dekat. Perkumpulan yang dimaksud seseorang berdasarkan hobinya dapat pula menjadi pendorong terjadinya konversi agama. Yang dimaksud disini adalah pengaruh kekuasaan pemimpin berdasarkan kekuatan hukum. Pengaruh supernatural berperan secara dominan dalam proses terjadinya konversi agama pada diri seseorang atau kelompok. famili dan sebagainya. Pengaruh pemimpin keagamaan. menghadiri upacara keagamaan. Para ahli ilmu jiwa berpendapat bahwa yang menjadi pendorong terjadinya konversi agama adalah faktor psikologis yang ditimbulkan oleh factor intern maupun faktor ekstern. Pengaruh kekuasaan pemimpin. Pengaruh perkumpulan yang berdasarkan hobi. keluarga. Pengaruh ini dapat mendorong seseorang atau kelompok untuk berubah kepercayaan jka dilakukan secara rutin hingga terbiasa.Para ahli agama menyatakan bahwa yang menjadi faktor pendorong terjadinya konversi agama adalah petunjuk ilahi. Misal. 2. D. Pengaruh sosial yang mendorong terjadinya konversi itu terdiri dari adanya berbagai faktor antara lain: 1. Hubungan yang baik dengan pemimpin agama merupakan salah satu pendorong konversi agama. Faktor-faktor tersebut apabila mempengaruhi seseorang atau kelompok hingga menimbulkan semacam gejala tekanan batin. Pengaruh kebiasaan yang rutin. Para Ahli Ilmu Jiwa. C. kepala Negara. 4. 3. Dalam kondisi jiwa yang demikian itu secara psikologis kehidupan seseorang itu menjadi kosong dan tak berdaya sehingga ia . Para ahli sosiologi berpendapat bahwa yang menyebabkan terjadinya konversi agama karena pengaruh sosial. ataupun bidang keagamaan yang lain). yaitu pengaruh yang mendorong secara pesuasif (secara halus) dan pengaruh yang bersifat koersif (memaksa). ilmu pengetahuan. maka akan terdorong untuk mencari jalan keluar yaitu ketenangan batin. 6. Para Ahli Sosiologi. misalnya: karib.

Kedua. Masalah-masalah yang menyangkut terjadinya konversi agama tersebut berdasarkan tinjauan psikologi tersebut yaitu dikarenakan beberapa faktor antara lain: 1. Kondisi yang dibawa berdasarkan urutan kelahiran itu banyak mempengaruhi terjadinya konversi agama. Pada konversi agama tipe kedua ini James (dalam. Kemudian James mengembangkan Faktor Penyebab konversi itu mengembangkan menjadi tipe Volitional (perubahan bertahap). pertama. Kedua. E. konversi agama tipe ini adalah konversi yang terjadi secara mendadak. dalam bentuk suatu ide yang bersemi secara mantap. karena gejala konversi ini terjadi dengan sendirinya pada diri seseorang sehingga ia menerima kondisi yang baru dengan penyerahan jiwa sepenuh-penuhnya.mencari perlindungan kekuatan lain yang mampu memberinya kehidupan jiwa yang tenang dan tentram. Dalam penelitiannya. Konversi yang demikian itu terjadi sebagai suatu proses perjuangan batin yang ingin menjauhkan diri dari dosa karena ingin mendatangkan suatu kebenaran. Ramayulis. James (dalam Ramayulis.Konversi terjadi karena adanya suatu tenaga jiwa yang menguasai pusat kebiasaan seseorang sehingga pada dirinya muncul persepsi baru. salah satu pendukung seseorang melakukan konversi agama adalah jika seseorang itu dalam keadaan putus asa) yang memiliki kerentanan perasaan lebih mendalam dapat menyebabkan terjadinya konversi agama dalam dirinya. faktor pembawaan. Dalam uraiannya James (dalam Ramayulis. 2002) mengakui adanya pengaruh petunjuk dari Yang Maha Kuasa terhadap seseorang.Konversi agama dapat terjadi oleh karena suatu krisis ataupun secara mendadak (tanpa suatu proses). Secara psikologis tipe kepribadian tertentu akan mempengaruhi kehiduan jiwa seseorang. karena pada umumnya anak tengah kurang mendapatkan perhatian orangtua. tipe Self-Surrender (perubahan drastis). sedangkan anak-anak yang dilahirkan pada urutan antara keduanya sering mengalami stress jiwa. konversi agama ini terjadi secara berproses sedikit demi sedikit sehingga kemudian menjadi seperangkat aspek dan kebiasaan rohaniah yang baru. Faktor Intern meliputi. 2002) yang berhasil meneliti pengalaman berbagai tokoh yang mengalami konversi agama menyimpulkan sebagai berikut:1. Menurut Sawanson (dalam Ramayulis.James. . Kepribadian. mudah putus asa. 2002) menemukan bahwa tipe melankolis (orang yang bertipe melankolis memiliki sifat mudah sedih. 2002) ada semacam kecenderungan urutan kelahiran mempengaruhi konversi agama. Anak sulung dan anak bungsu biasanya tidak mengalami tekanan batin.2. Seseorang tanpa mengalami suatu proses tertentu tiba-tiba berubah pendiriannya terhadap suatu agama yang dianutnya.

Lingkungan tempat tinggal. Dalam semua konversi agama. Perubahan status.Para Ahli Ilmu Pendidikan. kurang mendapatkan pengakuan kaum kerabat dan alinnya. Kedua. keluar dari sekolah atau perkumpulan. misalnya: perceraian. Walaupun belum dapat dikumpulkan data secara pasti tentang pengaruh lembaga pendidikan terhadap konversi agama namun berdirinya sekolah-sekolah yang bernaung di bawah yayasan agama tentunya mempunyai tujuan keagamaan pula. ketidakserasian. keretakan keluarga. . gelisah yang kadang-kadang terasa tidak ada sebabnya dan kadang-kadang tidak diketahui. perubahan pekerjaan. di dalam dirinya bertarung berbagai persoalan.2. Pertentangan batin (konflik jiwa) dan ketegangan perasaan. Kondisi sosial ekonomi yang sulit juga merupakan factor yang mendorong dan mempengaruhi terjadinya konversi agama. G. Faktor-faktor terjadinya konversi agama meliputi: 1. Kondisi yang demikian menyebabkan seseorang akan mengalami tekanan batin sehingga sering terjadi konversi agama dalam usahanya untuk meredakan tekanan batin yang menimpa dirinya. Faktor Ekstern meliputi. Para ahli ilmu pendidikan berpendapat bahwa konversi agama dipengaruhi oleh kondisi pendidikan. pertama faktor keluarga. kesulitan seksual. orang-orang yang gelisah. Keadaan yang demikian menyebabkan seseorang mendambakan ketenangan dan mencari tempat untuk bergantung hinggakegelisahan batinnya hilang. Ketiga. yang mungkin disebabkan oleh berbagai keadaan 2. Di samping itu sering pula terasa ketegangan batin. Orang yang merasa terlempar dari lingkungan tempat tinggal atau tersingkir dari kehidupan di suatu tempat merasa dirinya hidup sebatang kara. yang memukul jiwa . diantara faktor-faktor penting dalam riwayat konversi itu. latar belakang yang terpokok adalah konflik jiwa (pertentangan batin) dan ketegangan perasaan. merasa tidak tenteram. Perubahan status terutama yang berlangsung secara mendadak akan banyak mempengaruhi terjadinya konversi agama. Penelitian ilmu sosial menampilkan data dan argumentasi bahwa suasana pendidikan ikut mempengaruhi konversi agama. Kemiskinan. kesepian. menikah dengan orang yang berbeda agama dan sebagainya. Daradjat (1986). boleh dikatakan. Pengaruh hubungan dengan tradisi agama. berlainan agama. F. MenurutProf. itu mudah mengalami konversi agama.DR. Keempat.Zakiah. yang kadang-kadang dia merasa tidak berdaya menghadapi persoalan atau problema. adalah pengalaman-pengalaman yang mempengaruhinya sehingga terjadi konversi tersebut.

Al-Qasas:56) Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk. 8. adalah salah suatu perwujudan dari perasaan saling mencintai dan menyayangi. 3. orang-orang yang emosionil (lebih sensitif atau banyak dikuasai oleh emosinya). Karena orangorang yang sedang gelisah atau goncangan jiwanya itu. Kemauan. apabila ia sedang mengalami kegelisahan. bahwa diantara peristiwa konversi agama terjadi karena pengaruh sugesti dan bujukan dari luar. Ajakan/seruan dan sugesti. yaitu: 6. apabila ia sedang mengalami kekecewaan. Keadaan inilah yang dlam peristiwa-peristiwa tertentu menyebabkan konversi tiba-tiba terjadi. (QS. yang sedang mengalami kegoncangan batin. Hidayah Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. termasuk salah satu faktor penting yang memudahkan terjadinya konversi agama jika pada umur dewasanya ia kemudian menjadi acuh tak acuh pada agama dan mengalamkonflik jiwa atau ketegangan batin yang tidak teratasi. cinta merupakan anugrah yang harus dipelihara. sangat tidak bisa. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit. seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. mudah kena sugesti. ingin segera terlepas dari penderitaannya. banyak pula terbukti. Orang-orang yang gelisah. pengalaman di waktu kecil. baik penderitaan itu disebabkan oleh keadaan ekonomi. adalah keadaan mengalami ketegangan yang konflik batin itu. seseorang dapat melakukan konversi agama karena dilandaskan perasaan cinta kepada pasangannya. 5. tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikendaki. pribadi atau moral. sosial. akan sangat mudah menerima sugesti atau bujukan-bujukan itu. Faktor-faktor emosi. secara lahir tampaknya tidak terlalu banyak pengaruhnya. rumah tangga.Diantara pengaruh yang terpenting adalah pendidikan orang tua di waktu kecil mempunyai pengaruh yang besar terhadap diri orang-orang. dekat dengan orang tua dalam suasana yang tenang dan aman damai akan teringat dan membayang-bayang secara tidak sadar dalam dirinya. Cinta. 4. cinta juga merupakan salah satu fungsi sebagai psikologi dan merupakan fitrah yang diberikan kepada manusia ataupun binatang yang banyak mempengaruhi hidupnya. namun dapat dibuktikan bahwa. Faktor lain yang tidak sedikit pengaruhnya adalah lembaga-lembaga keagamaan. tidak mau. dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman . emosi adalah salah satu faktor yang ikut mendorong kepada terjadinya konversi agama. niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Pernikahan. Sudarno (2000) menambahkan empat factor pendukung.Nya. yang kemudian terjadi padanya konflik konversi agama. Kendatipun faktor emosi. Melalui bimbingan lembaga-lembaga keagamaan itu. Al An am: 125) Ayat-ayat Al-Qur an diatas dapat diambil kesimpulan bahwa bagaimanapun usaha orang untuk mempengaruhi seseorang untuk mengikuti keyakinannya. tanpa ada . kemauan yang dimaksudkan adalah kemauan seseorang itu sendiri untuk memeluk kepercayaan yang lain Selain faktor-faktor diatas. 7. tanpa cinta hidup tidak akan menjadi indah dan bahagia. masjid-masjid atau gerejagereja.

III. Terjadi desintegrasi sintesis kognitif (kegoncangan jiwa) dan motivasi sebagai akibat dari krisis yang dialami. Manusia diperintah oleh Allah SWT untuk berusaha.Zakiah Daradjat Prof.Dengan adanya reintegrasi ini maka terciptalah kepribadian baru yang berlawanan dengan struktur yang lama.Carrier Carrier (dalam Ramayulis. tidak keliru pilih yang bukan Tuhan dianggap Tuhan. Zakiah. Daradjat (1979) memberikan pendapatnya yang berdasarkan proses kejiwaan yang terjadi melalui 5 tahap. 4. Proses Konversi Agama Perubahan yang terjadi tetap melalui tahapan yang sama dalam bentuk kerangka proses secara umum. Reintegrasi (penyatuan kembali) kepribadian berdasarkan konsepsi agama yang . Timbul kesadaran bahwa keadaan yang baru itu merupakan panggilan suci petunjuk Tuhan. Prof. bujukan dari orang lain. Tumbuh sikap menerima konsepsi (pendapat) agama yang baru serta peranan yang di tuntut oleh ajarannya. B. 2000) agama yang benar adalah yang tepat memilih Tuhannya. Kebenaran agama. yaitu: .Dr. 2002)membagi proses tersebut dalam tahapan-tahapan sebagai berikut: 1.Dr. ceramah.kehendak dari Allah SWT tidak akan bisa. buku-buku dan media lain. 3. kerangka proses itu dikemukakan: A. Kebenaran agama yang dimaksud tidak karena paksaan. akan tetapi lewat kesadaran dan keinsyafan antara lain melalui dialog-dialog. 2. 9. namun jangan sampai melawankehendak Allah SWT dengan segala pemaksaan. menurut Djarnawi (Sudarno. mempelajari literatur.

Pencerminan ajaran dalam bentuk amal perbuatan yang serasi dan relevan sekaligus merupakan pernyataan konversi agama itu dalam kehidupan. Keputusan ini memberikan makna dalam menyelesaikan pertentangan batin yang terjadi. masa tenang dan tentram yang kedua ini berbeda dengan tahap yang sebelumnya. Terjadi semacam sikap apriori (belum mengetahui) terhadap agama. Segala sikap dan tingkah laku dan sifat-sifatnya acuh tak acuh atau menentang agama. Wasyim. disaat ini kondisi seseorang berada dalam keadaan yang tenang karena masalah agama belum mempengaruhi sikapnya. maka timbullah perasaan atau kondisi jiwa yang baru. 3. putus asa. Keadaan yang demikian dengan sendirinya tidak akan mengganggu keseimbangan batinnya. maka ketenangan dan ketentraman pada tahap ketiga ini di timbulkan oleh kepuasan terhadap keputusan yang sudah di ambil. tidak ada kesalahan yang patut di sesali. menjadi pemaaf dan dengan mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain.Hal tersebut menimbulkan semacam kegoncangan dalam kehidupan batin sehingga menyebabkan kegoncangan yang berkecamuk dalam bentuk rasa gelisah. tegang dan bimbang. maka terjadilah proses konversi agama. Setelah krisis konversi lewat dan masa menyerah di lalui. semuanya telah lewat. Masa konversi. Masa ketidaktenangan. C. segala persoalan menjadi mudah dan terselesaikan. Masa ekspressi konversi. Perasaan tersebut menyebabkan seseorang lebih sensitif dan hampirhampir putus asa dalam hidupnya dan mudah terkena sugesti. Karena disaat ketenangan batin itu terjadi dilandaskan atas suatu perubahan sikap kepercayaan yang bertentangan dengan sikap kepercayaan sebelumnya. sehingga terciptalah ketenangan dalam bentuk kesediaan menerima kondisi yang dialami sebagai petunjuk ilahi. terhadap konsep baru dari ajaran agama yang diyakininya. tahap ketiga ini terjadi setelah konflik batin mengalami keredaan karena kemantapan batin telah terpenuhi berupa kemampuan menentukan keputusan untuk memilih yang dianggap serasi ataupun timbulnya rasa pasrah. tiada lagi dosa yang tidak diampuni Tuhan Yang Maha Esa. hingga ia berada dalam keadaan tenang dan tentram. Pada tahap ini terjadi proses pemilihan terhadap ide atau kepercayaan baru untuk mengatasi konflik batinnya. sebagai ungkapan dari sikap menerima. ragu. panik. Masa tenang. Ia timbul karena telah mampu membawa suasana batin menjadi mantap sebagai pernyataan menerima konsep baru. Jika pada tahap pertama keadaan itu dialami karena sikap yang acuh tak acuh. hidup yang tadinya seperti dilamun ombak atau di porak porandakan oleh badai topan persoalan. tiba-tiba angin baru berhembus. tahap ini berlangsung jika masalah agama telah mempengaruhi batinnya. lapang Dada. . maka tindak tanduk dan sikap hidupnya diselaraskan dengan ajaran dan peraturan agama yang dipilih tersebut. Masa tenang dan tentram. musibah ataupun perasaan berdosa yang di alami. rasa aman dan damai di hati. 2. 5. 4.1. Mungkin di karenakan suatu krisis.

yaitu: 1. tetapi masih dalam lingkungan agama yang sama. Konversi eksternal. cinta. atau perpindahan keyakinan dari agama yang dianutnya kepada agama yang lain. Adanya rasa pasrah 3. masa konversi. pernikahan. Ditandai dengan adanya konflik dan perjuangan mental aktif. kegelisahan atau ketidaktenangan karena adanya gap antara seseorang yang beragama dengan Tuhan yang di sembah. Faktor penyebab konversi agama pertama. yakni tampak adanya realisasi dan ekspresi konversi yang dialami dalam hidupnya. emosi. Tahap Proses Konversi Agama meliputi: masa tenang. terjadi saat seseorang pindah dari mazhab dan perspektif tertentu ke mazhab dan perspektif lain. 4. Kesimpulan Pengertian Konversi Agama Yang dimaksud dengan konversi agama ialah: perobahan pandangan seseorang atau sekelompok orang tentang agama yang dianutnya. faktor Intern. 3. kebenaran agama. faktor ekstern. 1. terjadi jika seseorang pindah dari satu agama keagama lain. masa ekspressi konversi. Kessimpulan 1. 2. yaitu: 1. kedua. factor keluarga. Konversi internal. 2. meliputi kepribadian. Jenis konversi agama dapat di bedakan menjadi dua. meliputi. 2000) secara garis besar membagi proses konversi agama menjadi tiga. masa tenang dan tentram.Menurut Wasyim (dalam Sudarno. masa ketidaktenangan. Masa Gelisah (unsert). lingkungan tempat tinggal. pengaruh hubungan dengan tradisi agama. hidayah. kemauan. Pertumbuhan secara perkembangan yang logis. DAFTAR BACAAN . konflik jiwa. IV.

Jalaludin drs. Sujanto. Cs : Pengantar Ilmu Jiwa Agama. Jakarta. Ilmu Jiwa Agama.com/2007/12/27/konversi-agama Zakiah Daradjat. Jakarta.wordpress. Penerbit Aksara Baru.1989 hjh setiyo purwanto http://klinis. Agus Drs :Psikologi Umum. Penerbit Kalam Mulia. Penerbit Bulan Bintang 1970 .1987. Cet Ketujuh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful