Rangkaian Seri RLC

Fisika Kelas 2 > Listrik Arus Bolak Balik (AC) < Sebelum Sesudah >

314

IMPEDANSI RANGKAIAN : Z = ˜?R² + (XL-XC)²] BEDA FASE RANGKAIAN : tgU = (XL - XC)/R TEGANGAN RANGKAIAN (penjumlahan vektorvektor VL, Vc dan VR) : V = ˜[VR² + (VL - VC)²]

Jika : XL > XC maka tg U positif berarti tegangan mendahului arus (rangkaian bersifat induktif). XL < XC maka tg U negatif berarti arus mendahului tegangan (rangkaian bersifat kapasitif). XL = XC maka tg U = nol sehingga Z = R Jadi di dalam rangkaian hanya ada hambatan R. dan dikatakan pada rangkaian terjadi resonansi seri (rangiaian bersifat resistif). BESAR FREKUENSI RESONANSI : F = 1/(2T) X ˜? 1/(LC)]

telah diketahui bahwa generator arus bolak-balik sebagai sumber tenaga listrik yang mempunyai GGL : E = Emax sin t Persamaan di atas jelas-jelas menunjukkan bahwa GGL arus bolak-balik berubah secara sinusoidal. Suatu sifat yang menjadi ciri khas arus bolak-balik.

Dalam menyatakan harga tegangan AC ada beberapa besaran yang digunakan, yaitu : 1. Tegangan sesaat : Yaitu tegangan pada suatu saat t yang dapat dihitung dari persamaan E = Emax sin 2 ft jika kita tahu Emax, f dan t.

5. 3. Tegangan efektif atau tegangan rms (root-mean-square) yaitu harga tegangan yang dapat diamati langsung dalam skala alat ukurnya. Bentuk kurva yang dihasilkan persamaan ini dapat kita lihat di layar Osiloskop. Dalam generator. Arus dan tegangan sinusoidal. Gambar arus dan tegangan bolak-balik. Amplitudo tegangan Emax : Yaitu harga maksimum tegangan. . Tegangan rata-rata (Average Value). Bentuk kurva ini disebut bentuk sinusoidal gambar. 4. Tegangan puncak-kepuncak (Peak-to-peak) yang dinyatakan dengan Epp ialah beda antara tegangan minimum dan tegangan maksimum.2. kumparan persegi panjang yang diputar dalam medan magnetik akan membangkitkan Gaya Gerak Listrik (GGL) sebesar : E = Em sin i = Im sin v = vm sin t t t Dengan demikian bentuk arus dan tegangan bolak-balik seperti persamaan di atas yaitu : im dan vm adalah arus maksimum dan tegangan maksimum. Dalam persamaan : E = Emax sin 2 ft. Gambar arti arus dan tegangan yang dikuadratkan. amplitudo tegangan adalah Emax. Jadi Epp = 2 Emax.

baik tegangan maupun kuat arusnya berubah-ubah secara periodik. Bila hambatan murni sebesar R berada dalam rangkaian arus bolak-balik. Dalam rangkaian arus bolak-balik. artinya pada saat tegangan maksimum. Resistor dalam rangkaian arus bolak-balik. besar tegangan pada hambatan berubah-ubah secara sinusoidal. yaitu harga efektif. Oleh sebab itu untuk penggunaan yang praktis diperlukan besaran listrik bolak-balik yang tetap. kuat arusnya mencapai harga maksimum pula. Ternyata besar kuat arus dan tegangan efektifnya masing-masing : Ieff = [ Ief = Vef = ]½ = 0. .707 Vmax Kuat arus dan tegangan yang terukur oleh alat ukur listrik menyatakan harga efektifnya.707 Imax = 0. Antara kuat arus dan tegangan tidak ada perbedaan fase. Harga efektif arus bolak-balik ialah harga arus bolak-balik yang dapat menghasilkan panas yang sama dalam penghantar yang sama dan dalam waktu yang seperti arus searah. demikian juga kuat arusnya.Harga Efektif Arus Bolak-balik. Kumparan induktif dalam rangkaian arus bolak-balik.

muatan . .Andaikan kuat arus yang melewati kumparan adalah I = Imax sin diabaikan I. dalam hal Capasitor Dalam Rangkaian Arus Bolak-balik. kuat arus akan mengalir bila : V=L V=L V= L Imax. Andaikan tegangan antara keping-keping capasitor oada suatu saat V = Vmax sin capasitor saat itu : Q = C. Karena hambatan kumparan Jadi antara tegangan pada kumparan dengan kuat arusnya terdapat perbedaan fase ini tegangan mendahului kuat arus.R = 0 Besar GGL induksi yang terjadi pada kumparan E1 = -L Bila tegangan antara AB adalah V. cos t t.V t.

L dalam Henry.I= I= = C. Reaktansi = a. maka hambatan kumparan induktif disebut Reaktansi Induktif dan hambatan capasitor disebut Reaktansi Capasitif. daripada tegangan. Reaktansi Induktif (XL) XL = = XL = XL dalam ohm. Disamping resistor. . kumparan induktif dan capasitor merupakan hambatan bagi arus bolak-balik.Vmax cos t dalam hal ini kuat arus lebih Jadi antara tegangan dan kuat arus terdapat perbedaan fase dahulu Reaktansi. Untuk membedakan hambatan kumparan induktif dan capasitor dari hambatan resistor.

Impedansi (Z) Sebuah penghantar dalam rangkaian arus bolak-balik memiliki hambatan. kumparan R. Untuk menyederhanakan permasalahan. Reaktansi Capasitif (XC) XC = = = XC = XC dalam ohm.a. kumparan induktif L dan capasitor C. dan reaktansi capasitif. reaktansi induktif. tegangan antara ujung-ujung rangkaian : V = VR + VL + VC Dengan penjumlahan vektor diperoleh : IZ = Z= Z disebut Impedansi Tg = = . kita tinjau rangkaian arus bolak-balik yang didalamnya tersusun resistor R. C dalam Farad. Menurut hukum ohm.

2. tg positif. Ini berarti tegangan mendahului kuat arus. induktif. nilai negatif. Bila XL<XC atau VL<VC. negatif. Ini Demikian juga untuk harga V= . maka rangkaian bersifat Kapasitif. tg berarti kuat arus mendahului tegangan. maka rangkaian bersifat positif.Ada tiga kemungkinan yang bersangkutan dengan rangkaian RLC seri yaitu : 1. demikian juga Bila XL>XC atau VL>VC.

. Getaran Listrik Dalam Rangkaian LC.3. ini berarti Resonansi Jika tercapai keadaan yang demikian. = 0 dan = 0. Getaran listrik dapat dibangkitkan dalam rangkaian LC. Besarnya frekuensi resonansi dapat dicari sebagai berikut : XL = XC [L = [2 = f= atau T = f adalah frekuensi dalam cycles/det. Bila XL=XC atau VL=VC. frekuensi arusnya disebut frekuensi resonansi seri. tg tegangan dan kuat arus fasenya sama. nilai Z = R. maka rangkaian bersifat resonansi. Getaran listrik adalah arus bolak-balik dengan frekuensi tinggi. L induktansi kumparan dalam Henry dan C kapasitas capasitor dalam Farad. amplitudo kuat arus mempunyai nilai terbesar.

akibatnya tegangan C naik kembali secara berlawanan. Bersamaan dengan itu timbul GGL induksi.Kapasitor C dimuati sampai tegangan maksimum. Medan magnetik lenyap seketika pada saat tegangan C sama dengan nol. Karenanya dalam rangkaian mengalir arus listrik yang arahnya berlawanan dengan arah putar jarum jam. Bersamaan dengan aliran arus listrik timbul medan magnetik didalam kumparan L. tegangan C turun sampai nol. Jadi dalam rangkaian LC timbul getaran listrik yang frekuensinya : f = . Bila saklar ditutup mengalir arus sesuai arah jarum jam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful