Tugas Project Based Learning ( PJBL ) 1.

Perubahan Fisik dan Psikologis pada Ibu Hamil

a. Sistem reproduksi dan payudara
Uterus : Menurut Bobak dkk (2005 )dan Rustam Mochtar (1998 )Perubahan pada uterus meliputi perubahan dalam hal :

Ukuran  Ukuran uterus meningkat 20 kali dan kapasitasnya meningkat 500 kali ( Hamilton, 1995 ). Sedangkan ukuran uterus pada kehamilan cukup bulan adalah 30 x 25 x 20 cm dengan kapasitas lebih dari 4000 cc ( Rustam Mochtar, 1998 ). Hal – hal yang menyebabkan terjadinya pembesaran uterus : 1. Peningkatan vaskularisasi dan dan dilatasi pembuluh darah 2. Hiperplasia ( produksi serabut otot dan dan jaringan fibroelastis baru ) dan hipertrofi ( pembesaran serabut otot dan jaringan fibroelastis yang sudah ada )

3.

Perkembangan desidua ( Bobak dkk, 2005 )

Pertumbuhan jaringan uterus pada awal masa kehamilan disebabkan oleh estrogen yang merangsang serabut otot dan bukan karena terdapatnya pertumbuhan embrio dalam rongga uterus. Walaupun ketika ovum mengimplantasi di luar uterus, sebagai kehamilan ektopik, uterus mengalami perbesaran kira – kira seukuran kehamilan bulan ke – empat intra uterin ( Hamilton, 1995 ). Setelah bulan ketiga, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanis akibat pertumbuhan janin ( Seidel, dkk , 1995 dikutip dalam Bobak dkk, 2005 ). Perbandingan ukuran uterus wanita hamil dam tidak hamil pada minggu ke 40 ( Bobak, dkk , 2005 ) Ukuran Panjang Lebar Kedalaman Berat Volume • Berat Tidak Hamil 6,5 cm 4 cm 2,5 cm 60 – 70 gram < 10 ml Hamil ( minggu ke 40 ) 32 cm 24 cm 22 cm 1100 – 1200 gram 5000 ml

Seperti di sebutkan pada tabel di atas, berat uterus pada keadaan tidak hamil adalah 60 – 70 gram dan meningkat menjadi antara 1100 – 1200 gram pada minggu ke 40 (Bobak dkk, 2005 ). Pada referensi lain disebutkan bahwa berat uterus meningkat dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan ( 40 pekan ) ( Rustam Mochtar, 1998 ). Dari beberapa pendapat diatas, memang menunjukkan variasi angka peningkatan kehamilan. • Posisi Posisi rahim dalam kehamilan: ➢ ➢ ➢ ➢ Pada permulaan kehamilan, dalam letak antefleksi atau retrofleksi Pada empat bulan kehamilan, rahim tetap berada dalam rongga pelvis Setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati Rahim wanita yang hami biasanya lebih mobi, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri (Rustam Mochtar, 1998 ) berat uterus, namun keduanya sama – sama menunjukkan adanya peningkatan berat uterus yang pesat selama

Bentuk  pada saat konsepsi uterus berbentuk seperti buah pir terbalik. Selama trimester kedua bentuk uterus bulat ( Bobak, dkk, 2005 ). Pada akhir kehamilan bentuk uterus seperti bujur telur (Rustam Mochtar, 1998 ).

Konsistensi Selama minggu – minggu awal kehamilan, peningkatan aliran darah uterus dan limfe mengakibatkan edema dan kongesti panggul. Akibatnya uterus , serviks dan isthmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan ( tanda Chadwic) ( Bobak, dkk, 2005 ). Pada minggu pertama , isthmus rahim mengadakan hipertrofi dan bertambah panjang, sehingga bila diraba terasa lebih lunak, disebut tanda hegar ( Rustam Mochtar, 1998 ). Fundus pada serviks mudah fleksi ( Bobak, dkk, 2005 ). Pada kehamilan lima bulan, rahim teraba seperti berisi cairan ketuban, dinding rahim terasa tipis, karena itu bagian – bagian janin dapat diraba melalui dinding perut dan dinding rahim (Rustam Mochtar, 1998 )

Serviks :

Saat kehamilan, kanalis servikalis dipenuhi oleh mukus yang kental disebut operkulum . Selama kehamilan operkulum menghambat masuknya bakteri ke uterus ( Hamilton, 1995 ). Selain itu, serviks melunak ( tanda goodel ) muncul akibat peningkatan vaskularisasi , hipertrofi ringan , serta hiperplasia otot dan jaringan ikatnya yang kaya kolagen , yang menjadi longgar, edematosa, sangat elastis, dan mengalami peningkatan volume ( Bobak, dkk , 2005 ). Serviks juga mengalami peningkatan friabilitas, yakni serviks mudah berdarah bila diraba atau disentuh. Peningkatan friabilitas menyebabkan beberapa tetes darah keluar setelah penetrasi koitus yang dalam atau setelah dkk , 2005 ). Vagina dan vulva Terjadi peningkatan vaskularisasi yang menimbulkan warna ungu kebiruan pada serviks dan vagina ( tanda chadwick ) ( Bobak, dkk, 2005 ). Selama kehamilan, keasaman vagina berubah dari 4 menjadi 6,5. Peningkatan pH ini membuat wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi vagina, khususnya infeksi jamur. ( Bobak, dkk, 2005 ). pH sekresi vagina menjadi lebih asam (Bobak , dkk, 2005 ). Sekresi vagina merupakan media yang menyuburkan basilus Doderlein’s. Basilus ini merupakan garis pertahanan terhadap Candida albicans, patogen yang tumbuh dalam media alkali ( Hamilton, 1995 ). Dari pernyataan diatas, penulis menyimpulkan bahwa saat kehamilan terjadi peningkatan pH vagina menjadi lebih alkalis, yang menyebabkan wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi jamur. Namun, vagina juga mengeluarkan sekresi yang sifatnya asam, yang akan mengimbangi pH vagina yang cenderung lebih basa selama kehamilan. Hal ini akan melindungi vagina terhadap infeksi jamur, yang rentan tumbuh dalam media alkali Meningkatnya kongesti vaskular organ vagina dan pelvik menyebabkan peningkatan sensitifitas yang sangat berarti ( Hamilton, 1995 ). Peningkatan sensitifitas dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya selama trimester kedua kehamilan ( Bobak, dkk, 2005 ) . Hamilton, 1995 menambahkan bahwa peningkatan derajat rangsangan seksual juga meningkat pada bulan ke tujuh kehamilan. pemeriksaan dalam. Pengeluaran tetes darah ini biasanya dalam batas normal ( Bobak,

Struktur

eksternal

vulva

membesar

selama

masa

hamil

akibat

peningkatan vaskulatur, hipertrofi badan perineum, dan deposisi lemak ( Bobak, dkk, 2005 ) Selama kehamilan, terjadi deskuamasi ( atau eksfoliasi ) sel – sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen. Sel – sel yang tanggal ini membentuk rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan disebut leukore ( Bobak, dkk, 2005 ). Ovarium Menurut Rustam Mochtar ( 1998 ), perubahan yang terjadi pada ovarium antara lain : • Ovulasi terhenti Masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuknya uri yang mengambil alih pengeluaran estrogen dan progesteron Payudara Rasa penuh , peningkatan sensitifitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara mulai timbul sejak minggu ke enam gestasi ( Bobak, dkk, 2005 ). Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, terbentuk warna merah muda sekunder pada areola, dan puting susu menjadi lebih erektil. Hipertrofi kelenjar sebasea ( lemak ) yang muncul di areola primer dan disebut tuberkel montgomery . Kelenjar sebasea ini mempunyai peran protektif sebagai pelumas puting susu ( Bobak, dkk, 2005 ). Peningkatan suplai darah membuat pembuluh darah di bawah kulit berdilatasi. Pembuluh darah yang sebelumnya tidak terlihat , sekarang terlihat sebagai jalinan jaringan biru di bawah permukaan kulit. Striae dapat terlihat di luar payudara ( Bobak, dkk, 2005 ). Payudara secara bertahap mengalami perbesaran karena peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar dan suplai darah ( Hamilton, 1995 ). Bobak, dkk ( 2005 ) menyatakan bahwa peningkatan ukuran secara progresif terjadi selama trimester kedua dan ketiga

a. Sistem Kardiovaskular
Menurut Bobak, dkk, 2005, adaptasi kardiovaskuler memiliki tujuan : a. Melindungi fungsi fisiologi normal wanita b. Memenuhi kebutuhan metabolik tubuh saat hamil c. Menyediakan kebutuhan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin Jantung :

Karena diafragma terdorong ke atas, jantung terangkat ke atas berotasi ke depan dan ke kiri ( Bobak, dkk, 2005 ).

dan

Tekanan darah : Estrogen menstimulasi adrenal untuk mensekresi aldosteron, menyebabkan retensi garam dan air. Hal ini mengarah pada peningkatan volume darah dan edema jaringan ( Hamilton, 1995 ). Selama pertengahan pertama masa hamil, tekana sistolik dan diastolik menurun 5 sampai 10 mm Hg. Penuruna tekanan darah ini kemungkinan disebabkan oleh vasodilatasi perifer akibat perubahan hormonal selama masa hamil. Selama trimester ketiga , tekanan darah ibu harus kembali ke nilai tekanan darah selama trimester pertama ( Bobak, dkk, 2005 ). Beratnya uterus menekan vena – vena besar yang mengaliri pelvik dan ekstremitas bawah. Vena varikose mungkin terjadi pada tungaki, paha, vulva, dan rektum/ hemoroid ( Hamilton, 1995 ). Volume dan komposisi darah : Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak, kira – kira 25 %, dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu ( Rustam Mochtar, 1998 ). Sel – sel darah merah meningkat sampai 33 % dan hemoglobin sampai 15 %, tetapi karena meningkatnya volume plasma menyebabkan hemodilusi, terjadi pseudoanemia, sehingga disebut anemia fisiologis kehamilan ( Hamilton, 1995 ). Hitung sel darah putih total meningkat selama trimester kedua mencapai puncak selama trimester ketiga .Peningkatan terutama terjadi pada granulosit ( Bobak, dkk, 2005 ). Curah jantung : Curah jantung meningkat dari 30 % - 50 % pada minggu ke-32 gestasi, kemudian menurun sampai sekitar 20% pada minggu ke -40. Peningkatan curah jantung terutama disebabkan oleh peningkatan volume sekuncup dan peningkatan ini merupakan respon terhadap peningkatan kebutuhan oksigen jaringan ( Bobak, dkk, 2005 ). Koagulasi : tingkat plasma fibrinogen meningkat sampai 40 % atau lebih, dan waktu pembekuan tetap sama seperti tingkat pada sebelum kehamilan ( Hamilton, 1995 ). Menurut Bobak, dkk, 2005 , selain fibrinogen,juga terjadi peningkatan berbagai faktor pembekuan ( faktor VII, VIII, IX, X ). Aktivitas fibrinolitik (pemecahan atau pelarutan bekuan

menurut Hamilton ( 1995 ) dan Bobak . pada traktus pernapasan atas. Menurut Hamilton ( 1995 ). kenaikan diafragma ini disebabkan karena pertumbuhan janin yang mendorong diafragma keatas. dan respon peradangan yang mencolok bahkan terhadap infeksi pernapasan atas yang ringan. Vaskularisasi ini meyebabkan pembesaran kapiler sehingga terbentuk edema dan hiperemi di hidung. selama kehamilan. a. 2005 ). Sistem Respirasi Menurut Bobak . juga terjadi peningkatan ambilan oksigen dan volume ventilator.dkk ( 2005 ) menyatakan bahwa tinggi diafragma bergeser sebesar 4 cm selama masa hamil. Pada fungsi paru.darah ) mengalami depresi selama masa hamil dan periode puerperium. Bobak. dkk ( 2005 ). selama kehamilan juga terjadi perubahan berupa bengkak seperti alergi pada membran mukosa. faring. terjadi peningkatan volume tidal. dan bronkus. perubahan fisiologis yang terjadi selama masa kehamilan merupakan adaptasi ventilasi dan struktural yang tujuannya menyediakan kebutuhan ibu dan janin. yang merupakan respon terhadap peningkatan estrogen. dkk ( 2005 ) menyatakan bahwa keluhan sesak napas ini disebabkan peningkatan sensitivitas pusat pernapasan terhadap karbon dioksida akibat efek dari progesteron dan estrogen. perubahan suara. Adanya vaskularisasi ini juga menimbulkan kondisi sumbatan pada hidung dan sinus. Hamilton ( 1995 ) menjelaskan bahwa keluhan sesak napas ini terjadi karena perubahan bentuk dari rongga toraks dan pernapasan yang lebih cepat. Menurut Hamilton ( 1995 ) dan Bobak . dkk ( 2005 ). dkk. Dalam referensi lain. Menurut Hamilton ( 1995 ) dan Bobak . epistaksis. dkk ( 2005 ). Bobak . laring. dimana terjadi peningkatan kebutuhan oksigen sebagai respon terhadap percepatan laju metabolik dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus dan payudara. bisa terjadi keluhan sesak napas. dkk ( 2005 ) menyatakan bahwa bengkak ini disebabkan karena peningkatan vaskularisasi.Hal ini menyebabkan kesadaran wanita hamil akan kebutuhan napas meningkat . sehingga wanita lebih rentan terhadap trombosis ( Bobak. Bobak ( 2005 ) dan Hamilton ( 1995 ) menyatakan bahwa selama kehamilan terjadi kenaikan diafragma. Bobak . trakea. dkk ( 2005 ) . Hamilton ( 1995 ) juga menyatakan bahwa selain volume tidal.

Striae menunjukkan pemisahan jaringan ikat ( kolagen ) dibawah kulit. dkk ( 2005 ). Sering berkemih ini merupakan akibat peningkatan sensitifitas kandung kemih dan pada tahap selanjutnya merupakan akibat kmpresi pada kandung kemih ( Bobak. dkk. dan payudara ). Oleh karena itu. dkk ( 2005 ) adanya pigmentasi ini menimbulkan kondisi : a. warna ini menghilang setelah wanita melahirkan ( Bobak. wanita lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih ( Bobak. 2005). dkk. dkk. dkk ( 2005 ). c. termasuk glukosa. paha. 2005 ). areole. . Hal ini mengakibatkan terjadinya stasis / stagnasi urine. urine wanita hamil mengandung nutrien dalam jumlah yang lebih besar. Chloasma ini disebabkan adanya hiperpigmentasi terutama di daerah tonjolan maksila dan dahi. dkk. 2005). 2005). 2005). 1995 ). Striae gravidarum  menurut Hamilton ( 1995 ) . Iritabilitas kandung kemih. Warna puting susu. selama hamil. adalah bercak – bercak kehitaman pada wajah (Hamilton. 2005 ). biasanya hilang b. Linea nigra adalah garis pigmentasi dari simfisis pubis sampai ke bagian atas fundus di bagian depan ( Bobak. nokturia. dkk.garis yang sedikit cekung ini cenderung timbul di daerah dengan regangan maksimum ( misalnya di abdomen. Menurut Hamilton ( 1995 ) dan Bobak . Menurut Bobak . kehamilan menyebabkan terjadinya dilatasi pada pelvis ginjal dan ureter. striae gravidarum adalah tanda regangan yang terbentuk akibat pembesaran dan penonjolan uterus. Sistem Integumen Pigmentasi Pigmentasi timbul akibat peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin selama masa hamil ( Bobak. dan vulva menjadi lebih gelap. Regangan kadang – kadang menimbulkan sensasi mirip rasa gatal ( Bobak. dan sering berkemih umum dilaporkan pada awal kehamilan. aksila. Chloasma : disebut juga topeng kehamilan. dkk. Urine yang mengalami stagnasi merupakan medium yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. c. Selain itu. Chloasma yang timbul akibat kehamilan normal setelah wanita melahirkan ( Bobak. Sistem Ginjal Menurut Hamilton ( 1995 ) dan Bobak . khususnya pada wanita hamil berkulit hitam. Garis.b. 2005 ). dkk.

Kompresi saraf panggul atau stasis vaskular akibat pembesaran uterus dapat menyebabkan perubahan sensori tungkai bawah b. Penyebabnya tidak diketahui. Sistem Neurologi Menurut Bobak. Lordosis dorsolumbar dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan pada saraf atau kompresi akar saraf c. 1995 ) . bahu lebih tertarik ke belakang dan tulang belakang lebih melengkung. wanita hamil mungkin mengalami gangguan badan. 1995 ) . Akroestia ( rasa baal dan gatal di tangan ) yang timbul akibat bahu yang membungkuk. seperti kram otot dan tetani. rasa ingin pingsan. g. Keadaan ini berkaitan dengan tarikan pada segmen pleksus brakialis e. b. Nyeri kepala ringan. Kram otot – otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum selama kehamilan. Edema yang melibatkan saraf perifer dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome selama trimester akhir kehamilan. f. Sistem Muskuloskeletal Sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak. Nyeri kepala akibat ketegangan umum timbul saat ibu merasa cemas dan tidak pasti tentang kehamilannya. Kram biasanya terjadi setelah berdiri sepanjang hari dan pada malam hari setelah tubuh istirahat ( Hamilton. banyak mengeluarkan keringat ( Hamilton. Sistem Pencernaan . 1995 ) . Hipokalsemia dapat menyebabkan timbulnya masalah neuromuskular. Postur tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen. sendi tulang belakang lebih lentur. perubahan fisiologis spesifik akibat kehamilan dapat menyebabkan timbulnya gejala neurologis dan neuromuskular berikut : a. Sebagai akibatnya .Perspirasi dan sekresi kelenjar lemak  baik kelenjar sebasea atau keringat menjadi lebih aktif selama masa kehamilan. d. dan sinkope sering terjadi pada awal kehamilan. a. dkk ( 2005 ). Untuk mengkompensai penambahan berat ini. a. dapat menyebabkan nyeri punggung pada beberapa wanita ( Hamilton.

Peningkatan produksi progesteron menyebabkan tonus dan motilitas otot polos menurun. peningkatan waktu pengosongan lambung dan peristalsis balik. pada kehamilan. Rasa tidak nyaman di abdomen Perubahan pada abdomen yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman meliputi panggul berat atau tertekan. Peningkatan berat badan tonus otot selama masa hamil. 2005 ). dkk. Gejala ini muncul pada sekitar setengah jumlah kehamilan dan merupakan akibat perubahan pada saluran cerna dan peningkatan kadar hCG dalam darah. Akibatnya wanita “ tidak mampu mencerna asam “ atau mengalami nyeri ulu hati ( pirosis ) ( Bobak. serta konstraksi uterus ( Bobak. distensi andomen akibat kehamilan.a. dan pergeseran usus akibat kompresi ( Bobak. berongga dan membengkak. c. flatulen. 2005 ). Mulut : gigi hiperemi. Gusi cenderung mudah berdarah karena kadar estrogen yang meningkat menyebabkan peningkatan vaskularitas selektif dan proliferasi jaringan ikat ( Bobak. 2005 ). Esofagus. Kandung empedu dan hati Kandung empedu cukup sering distensi akibat penurunan empedu biasa terjadi ( Bobak. Peningkatan waktu pengosongan dan pengentalan . pilihan makanan yang tidak lazim. ketegangan pada ligamentum teres uteri. konstipasi merupakan akibat hipoperistalsis ( perlambatan usus ). dkk. Peningkatan progesteron ( yang menyebabkan kehilangan tonus otot dan penurunan peristalsis ) menyebabkan absorsi air di usus besar meningkat sehingga dapat terjadi konstipasi . dan usus halus : Peningkatan produksi estrogen menyebabkan penurunan sekresi asam hidroklorida ( Bobak. kurang cairan. distensi dan kram usus. f. 2005 ) b. Pada trimester pertama sering terjadi penurunan nafsu makan akibat nausea dan / atau vomitus. nausea dan vomitus lebih jarang dan nafsu makan meningkat d. 2005 ). Selain itu. Gigi : menurut Hamilton ( 1995 ). Nafsu makan : nafsu makan berubah selama ibu hamil. lambung. dkk. Pada trimester kedua. 2005 ). dkk. e. saliva yang terbentuk bersifat asam sehingga kemungkinan karies gigi meningkat. dkk. dkk. sehingga terjadi regurgitasi esofagus.

Segera setelah plasenta terbentuk dengan baik. Terjadi pembesaran kelenjar tiroid karena pertumbuhan sel – sel acinar. selama masa kehamilan. darah.5 .6 0.5 2. perubahan dramatis terjadi.2 0. human plasental lactogen (hPL ). Pada saat konsepsi. dkk ( 2005 ) juga menyatakan bahwa peningkatan konsumsi oksigen dan BMR akibat aktivitas metabolik janin. 1995 ) b.6 2.5 12. Plasenta juga membentuk steroid dan tiga jenis hormon lainnya : human chorionic gonadotropin (hCG ). dan human chorionic thyrotropin ( hCT ) ( Hamilton. Basal Metabolic Rate meningkat hampir 20 % karena adanya peningkatan penggunaan oksigen. ia menjadi sumber utama kedua hormon tersebut. Korpus luteum tampat ovum berasal mulai menghasilkan estrogen dan progesteron. Ovarium dan plasenta Ovarium merupakan sumber estrogen dan progesteron pada wanita tidak hamil. c. 2009 ) Komponen peningkatan berat badan maternal ( dikutip dari Fraser dan Cooper. dkk ( 1990 ) menyatakan bahwa pembesaran kelenjar tiroid juga karena adanya peningkatan vaskularitas. dkk ( 1993 ) dan Scott.4 1. Sistem endokrin a. Kelenjar paratiroid Berat ( kg ) 3. Bobak. cadangan lemak.Peningkatan berat badan selama kehamilan juga mencakup produk konsepsi ( janin. plasenta. Kelenjar tiroid Menurut Hamilton ( 1995 ). dan hipertrofi beberapa jaringan maternal ( uterus.8 0. Dalam referensi lain. payudara. cairan ekstra seluler dan ekstravaskular ) (Fraser dan Cooper. dan cairan amniotik ). Bobak. dkk ( 2005 ) mengutip dari Cummingham.9 0. 2009 ) Tempat Janin Plasenta Cairan amniotik Uterus Payudara Darah Air Jaringan adiposa Total a.

keletihan . perubahan psikologis selama kehamilan dibagi menjadi : a. terutama bagian kortikal yang membentuk kortin ( Hamilton. 1995 ). Trimester pertama ( 1 sampai 3 bulan ) Setelah krisis pada awal kehamilan teratasi. sehingga beberapa dari mereka mengeluarkannya ke dalam urine e. kelemahan. 1. wajah. d. meningkat. f. Kelenjar pituitari Lobus anterior dari kelenjar pituitari mengalami sedikit pembesaran selama kehamilan dan terus menghasilkan semua hormon tropik . wanita sehat yang hamil kurang mampu untuk mengatasi jumlah gula yang banyak. Pankreas Menurut Hamilton ( 1995 ). Walaupun demikian. 1995 ). selama kehamilan. Saat kebutuhan untuk pertumbuhan rangka janin mencapai puncak ( pertengahan kedua kehamilan ). Menurut Hamilton ( 1995 ). Hormon pertumbuhan Menyebabkan berkurang peningkatan dan hormon melanotropik puting susu. dan pigmentasi abdomen. kadar puncak terjadi antara minggu ke. peningkatan kadar estrogen dan progesteron. akibat adanya perubahan fisik .Kehamilan menginduksi hiperparatiroidisme sekunder ringan. pankreas tumbuh dan menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. karena keterbatasan penyimpanan glikogen. tetapi dengan jumlah yang sedikit berbeda. Kelenjar adrenal Ukuran kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan . 1995 ). suatu refleksi peningkatan kebutuhan kalsium dan Vitamin D. kadar parathormon plasma meningkat. FSH ditekan oleh chorionic gonadotropin ( hCG ) yang dihasilkan dalam plasenta. sebagian besar wanita mengalami kegembiraan tertentu karena sudah dapat menyesuaikan diri dengan rencana membentuk hidup baru ( Hamilton.10Perubahan Psikologis selama kehamilan Menurut Hamilton ( 1995 ). Pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah persalinan selama menyusui( Hamilton. dkk.15 dan minggu ke – 35 gestasi ( Bobak. 2005 ). morning sickness.

pada trimester ini. dapat menyebabkan wanita hamil merasa tidak sehat dan umumnya mengalami depresi. sebagian besar wanita mulai mengalami perasaan senang. Trimester ketiga ( 7 sampai 9 bulan ) Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena kelahiran bayi. Bukti objektif : ➢ Pertumbuhan dan perubahan uterus : tanda hegars ( melunaknya segmen bawah uterus ). Trimester kedua ( 4 sampai 6 bulan ) Pada trimester kedua. 1983 ). morning sickness telah hilang. tanda goodell’s ( melunaknya serviks ). Menurut Hamilton ( 1995 ). wanita hamil mulai dapat merasakan gerakan bayinya. maka tugas yang pertama ialah menentukan apakah ia betul – betul hamil ( Unpad. Sekitar bulan ke – 8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan depresi. frekuensi berkemih. Menurut hamilton ( 1995 ). ballotement ( pantulan yang terjadi ketika jari pemeriksa mengetuk janin yang mengapung dalam uterus. 1995 ). Tanda tersebut dibagi menjadi : a. tubuh wanita telah terbiasa dengan tingkat hormon yang tinggi. menyebabkan janin berenagn menjauh dan kemudian kembali ke posisinya semula ). Bukti subjektif : Amenore. b. uterinne souffle. kontraksi braxton hicks . ketika bayi membesar dan ketidaknyamanan bertambah. ia telah menerima kehamilannya dan ia menggunakan pikiran dan energinya lebih konstruktif ( Hamilton. tanda chadwick’s ( bercak keunguan pada vagina ). leukorea.pada wanita hamil. Pemeriksaan Fisik pada kehamilan normal Jika seorang wanita datang memeriksakan diri karena merasa diri hamil. dan hal ini sering menimbulkan dorongan psikologis yang besar dari calon ibu c. perubahan payudara. Sekitar dua minggu sebelum melahirkan. tanda dan gejala kehamilan telah digolongkan sesuai dengan signifikansi dalam menetapkan diagnosis positif kehamilan. quickening b. 1995 ) 1. Reaksi calon ibu terhadap persalinan ini secara umum tergantung pada persiapannya dan persepsinya terhadap kejadian ini ( Hamilton. mual dan muntah.

Inspeksi  Muka : adakah chloasma gravidarum. Bukti absolut : bunyi jantung janin dan desiran funik. merasakan bagian – bagian janin. cicatrix pada lipat paha Palpasi Prosedur : Ibu hamil disuruh berdiri telentang . Menurut Unpad ( 1983 ) dan Rustam Mochtar ( 1998 ). keadaan puting susu.➢ Perubahan abdomen : striae gravidarum. oedema. tanda chadwick. melihat ekg janin Menurut Unpad ( 1983 ) dan Rustam Mochtar ( 1998 ) . adakah oedem pada muka. melihat hasil konsepsi pada ultrasonografi atau skeleton janin pada gambaran x. kepala dan bahu sedikit lebih tinggi dengan memakai bantal. Vulva : keadaan perineum. condylomata. keadaan pusar. letak. keadaan selaput mata pucat atau merah. tanda varises. Pemeriksa berdiri di sebelah kanan ibu hamil. pigmentasi a. Rustam Mochtar ( 1998 ) juga menyatakan bahwa tujuan palpasi perut adalah untuk menentukan gerakan janin dan kontraksi rahim Braxton – Hicks dan his. pigmentasi puting susu dan gelanggang susu. nampakkah gerakan anak atau konstraksi rahim. menentukan bagian – bagian janin. pigmentasi di linea alba. Cara palpasi ada bermacam – macam : • • Menurut Leopold dengan variasi Menurut Knebel . palpasi perut bertujuan : menentukan besar dan konsistensi rahim. luka. adakah colostrum Perut : perut membesar ke depan atau ke samping ( pada ascites misalnya membesar ke samping ). merasakan gerakan janin.presentasi.ray. pemeriksaan fisik pada wanita hamil dibagi menjadi : a. Dengan sikap hormat lakukanlah palpasi bimanual terutama pada pemeriksaan perut dan payudara ( Rustam Mochtar.  Leher : apakah vena terbendung di leher ( misalnya pada penyakit jantung ). bagaimana keadaan lidah dan gigi. adakah striae gravidarum atau bekas luka   a. 1998 ). Selain kedua hal tadi. apakah kelenjar gondok membesar atau kelenjar limfa membengkak   Dada : bentuk payudara. fluor Ekstremitas bawah : tanda varises.

Leopold II : Menentukan batas samping rahim kanan – kiri Menentukan letak punggung janin Pada letak lintang. 1998 ) : a.2 . 1998 ) Manuver palpasi menurut Leopold ( Rustam Mochtar.• • Menurut Budin Menurut Ahlfeld ( Rustam Mochtar. Leopold I : Pemeriksa menghadap ke arah muka ibu hamil Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin dalam fundus Konsistensi uterus gambar 2. tentukan dimana kepala janin gambar 2.1 Variasi menurut Knebel : menentukan letak kepala atau bokong dengan satu tangan di fundus dan tangan lain di atas simfisis a.

kontraksi uterus ( his ). sekaligus diperhatika tentang konsistensi uterus. dan apakah ada lingkaran van Bandl ( Rustam Mochtar. Auskultasi . 1998 ) a. Leopold IV : Pemeriksa menghadap ke arah kaki ibu hamil Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa dan seberapa jauh sudah masuk pintu atas panggul gambar 2.4 Biasanya sambil melakukan palpasi .Variasi menurut budin : menentukan letak punggung dengan satu tangan menekan di fundus a.3 Variasi menurut Ahlfeld : menentukan letak punggung dengan pinggir tangan kiri diletakkan tegak di tengah perut a. Leopold III : Menentukan bagian terbawah janin Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk atau masih goyang gambar 2. gerakan janin.

gerakan dan tendangan janin 2. 1998 ). Pemeriksaan diagnostic pada kehamilan normal a. dan tuber ischii  Pembukaan serviks. Pemeriksaan dalam • Vaginal Toucher (VT ) • Rectal toucher ( RT ) ( Rustam Mochtar. boleh dilakukan pada kehamilan 4 – 5 bulan dan akan tampak tulang – tulang janin ( Rustam Mochtar.Digunakan stetoskop monoral untuk mendengarkan denyut jantung janin ( djj ). serviks dan panggul ( Rustam Mochtar. x – ray jarang digunakan ( Hamilton. sakrum. c. 1995 ). Dari ibu : bising rahim. dsb  Secara umum. mulut. 1998 ) Selain metode inspeksi. Skeleton janin dapat diperlihatkan oleh x – ray paling cepat pada minggu ke – 12 masa gestasi. Dari janin : djj pada bulan ke 4-5. dagu.USG telah berhasil dengan baik menentukan embrio paling cepat minggu keenam ( Hamilton. bising tali pusat. peristaltik usus ( Rustam Mochtar. Pemeriksaan ultrasonografi ( USG ) Ultrasonografi menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran organ atau jaringan. dapat dievaluasi keadaan vagina. Pemeriksaan x –ray Untuk diagnosa kehamilan positif. 1998 ) Guna pemeriksaan dalam adalah untuk mengetahui :  Bagian terbawah janin  Kalau bagian yang terbawah adalah kepala. a. orbita. dapat ditentukan posisi uuk. kaput suksedaneum. dapat diraba anus. turunnya bagian terbawah janin. USG adalah aman bagi ibu dan janin kapan saja dilakukan saat kehamilan dan dapat digunakan berulang bila diperlukan. Elektrokardiografi janin . bising aorta. uub. hidung. Yang dapat kita dengarkan adalah: 1. b. 1995 ). Karena kemungkinan efek yang membahayakan dari radiasi. dsb  Kalau letak sungsang. Rustam Mochtar ( 1998 ) juga menyebutkan pemeriksaan dalam sebagai bagian dari pemeriksaan fisik kehamilan. 1998 ) 1. palpasi dan auskultasi.

Pemeriksaan Laboratorium Ibu hamil hendaknya diperiksa urine dan darahnya sekurang – kurangya 2 kali selama kehamilan.metode memutar puting susu untuk merawat payudara tidak banyak membantu dan dapat menyebabkan kontraksi uterus preterm. mengeringkan dengan hati – hati. Perawatan payudara : Selama kehamilan . d. 1995 ) a. Pencucian setiap hari tanpa menggunakan sabun. Merupakan hal penting bagi ibu untuk meregangkan otot ini dan dengan sadar mengontrol sadar terhadapnya sehinggga dapat berelaksasi atau berkontraksi sesuai kemauan ( Hamilton . Perawatan gigi : perawatan gigi yang adekuat sangat diperlukan untuk mencegah karies gigi akibat peningkatan keasaman saliva. kutang yang dapat menyangga payudara dengan baik digunakan untuk perlindungan ( Hamilton. Anjuran mengenai pakaian : pakainan harus longgar. dan menggunakan salep lanolin pada puting dianjurkan ( Hamilton. 1995 ) Menurut Hamilton ( 1995 ). Latihan otot dasar panggul ( Kegel ‘s ) : Otot – otot dasar panggul melingkari outlet tempat lewatnya bayi saat lahir. Pengamatan janin memberikan informasi yang berkelanjutan tentang janin. 1998 ) 2. sekali pada permulaan dan sekali lagi pada akhir kehamilannya ( Rustam Mochtar. berdasarkan penelitian terakhir. b. 1995 ). 1995 ) c. bersih. tidak ada ikatan yang ketat di daerah perut. Health promotion selama kehamilan normal a. Untuk mencegah karies yang lain. berikan dorongan pada ibu untuk :  Menyikat giginya dengan teratur  Melakukan floss antara gigi  Membilas mulut dengan air setelah minum atau makan apa saja  Gunakan pencuci mulut yang bersifat alkali untuk mengimbangi reaksi saliva yang bersifat asam selama kehamilan ( Hamilton . Karena payudara mungkin meningkat beratnya lebih dari 1 pound. 1995 ). Hal ini sangat berarti selama persalinan dalam kehamilan resiko tinggi ( Hamilton.Elektrokardiografi janin adalah teknik dimana impuls listrik yang terjadi dalam jantung janin direkam dengan cara meletakkan elektroda pada abdomen ibu. memakai kutang yang menyokong . payudara harus dipersiapkan untuk fungsi uniknya dalam menghasilkan ASI bagi bayi neonatus segera setalah lahir.

1995 ). Mandi diperlukan untuk kebersihan terutama perawatan kulit. karena dianggap untuk dua orang – ibu dan janin. dan menghilangkan kotoran tubuh (Hamilton. 1998 ). 1998 ) b. warna apapaun ) Perdarahan per vaginam Cairan yang keluar dari vagina Tanda suatu penyakit disertai potensial dehidrasi : Muntah – muntah persisten Rasa sakit menyeluruh.dll. karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah (Rustam Mochtar. partus prematururs. Sebagai pengawasan. dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk.payudara. urgensi. perdarahan pasca persalinan. kram menstruasi. rasa kencang. memakai pakaina dalam yang selalu bersih (Rustam Mochtar. 3. abortus. mukoid. Sedangkan makan berlebihan . inertia uteri. beberapa tanda dan bahaya yang harus dikenali sebagai kemungkinan kedaruratan : Tanda persalinan prematur yang mungkin bulan : Kontraksi sebanyak lebih dari atau sama dengan 4x/jam ( dapat dirasa sebagai nyeri abdomen. kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan kandungannya dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badannya (Rustam Mochtar. nyeri kram. menyegarkan. Keluhan dan tanda bahaya yang terjadi selama kehamilan Menurut Sinclaire ( 2009 ) dan Hamilton ( 1995 ). preeklamsi. peningkatan frekuensi berkemih Tanda Preeklamsia : atau ketuban pecah dini kurang . Nutrisi pada ibu hamil Wanita hamil dan menyusui harus betul – betul mendapat perhatian susunan dietnya. janin besar dsb (Rustam Mochtar. protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu. 1998 ). Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia. Mandi : Mandi setiap hari merangsang sirulasi. 1998 ) 2. seperti sakit flu Menggigil atau demam Tanda Infeksi Saluran Kemih ( ISK ) : Disuria. encer. atau tekanan pada vagina ) Perubahan sekresi vagina ( kental. terutama mengenai jumlah kalori. sepsis puerperalis.

maupun keduanya secara bersamaan. yang tidak hilang dengan asetaminofen. yaitu kadar HDL-kolesterol 35 mg/dl dan/atau trigliserida 250 mg/dl Sekitar 50% penderita diabetes melitus tipe-2 tidak memberikan keluhan sehingga tidak terdiagnosis dan sering disertai dengan komplikasi . Kehamilan resiko tinggi karena penyakit yang diderita ibu a. saraf. sifat kerja. Kelompok risiko tinggi diabetes melitus yang memerlukan pemeriksaan penyaring : – Semua orang dewasa berumur 45 tahun – Riwayat keluarga diabetes melitus. Diabetes melitus disertai oleh gangguan metabolisme hidrat arang. yaitu tekanan darah 140/90 mmHg – Diabetes melitus gestasi sebelumnya atau pernah melahirkan bayi > 4 kg – Dislipidemia. ginjal. dan pembuluh darah. gangguan fungsi beberapa alat tubuh khususnya mata. Diabetes Mellitus Definisi Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik yang disifati adanya hiperglikemi akibat kelainan sekresi insulin. Hiperglikemi kronis pada diabetes melitus akan disertai dengan kerusakan. Diabetes melitus tipe-2 merupakan kelompok diabetes melitus yang paling sering ditemukan di klinik. atau muncul dengan karakter berbeda dari nyeri kepala lazim Gangguan penglihatan ( kabur atau skotoma ) Nyeri epigastrik atau nyeri abdomen atas kanan Peningkatan baru atau tiba – tiba pada pembengkakakn ekstremitas atau wajah Peningkatan berat badan yang cepat Sinclaire ( 2009 ) menambahkan tanda bahaya perubahan intensitas atau frekuensi gerakan janin sebagai tanda tidak pasti kesejahteraan janin 7.Nyeri kepala berat atau kontinu. yaitu 20% berat badan idaman atau IMT 27 kg/m – Sebelumnya pernah TGT atau GDPT – Hipertensi. jantung. kerja insulin maupun keduanya. protein dan lemak Faktor Risiko Diabetes melitus terjadi karena kelainan sekresi insulin. terutama orangtua dan saudara kandung – Obesitas.

Cara penularan HIV dari ibu kepada bayinya pada umumnya terjadi selama proses kehamilan. berat badan menurun. bahkan kesadaran menurun sampai koma. Dengan menggunakan tes toleransi glukosa oral Apabila pada pemeriksaan glukosa darah sewaktu kadar glukosa plasma tidak normal. Dengan demikian pada mereka dengan kadar glukosa plasma vena setelah berpuasa sedikitnya 10 jam > 126 mg/dl sudah cukup untuk membuat diagnosis diabetes melitus. Diagnosa DM a. b. Berdasarkan glukosa plasma vena sewaktu Penderita diabetes melitus sering datang dengan keluhan klinis yang jelas seperti haus dan banyak kencing. kelahiran dan menyusui. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah mendeteksi lebih dini dengan pemeriksaan penyaring. sedangkan antara 110-126 mg/dl disebut glukosa darah puasa terganggu (GDPT). 126 mg/dl adalah diabetes melitus. Apabila kadar glukosa darah sewaktu 200 mg % (plasma vena) maka penderita tersebut sudah dapat disebut diabetes melitus. pada mereka dengan keadaan klinis jelas. Risiko bayi tertular HIV pada proses kelahiran secara normal terbilang cukup tinggi karena saat . HIV Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi oleh salah satu dari dua jenis virus yang secara progresif merusak sel-sel darah putih yang disebut limfosit. Berdasarkan glukosa plasma vena puasa Kadar glukosa plasma puasa < 110 mg/dl dinyatakan normal. yaitu antara 140-200 mg/dl. glukosuri.makrovaskuler terutama penyakit jantung koroner. c. maka harus dilakukan pemeriksaan tes toleransi glukosa oral untuk meyakinkan apakah diabetes melitus atau bukan. menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan penyakit lainnya sebagai akibat dari gangguan kekebalan tubuh. Dengan kata lain. a. Sesuai dengan kesepakatan WHO maka tes toleransi glukosa oral harus dilakukan dengan beban 75 gram setelah berpuasa minimal 10 jam. Pada mereka ini tidak diperlukan lagi pemeriksaan tes toleransi glukosa. kadar glukosa plasma > 200 mg % sudah memenuhi kriteria diabetes melitus.

selanjutnya terjadi 3 proses patologi: . Perbedaan retro-virus dari virus pada umumnya adalah efisiensinya dalam menginfeksi sel. Mula-mula virus masuk kedalam tubuh seseorang dalam keadaan bebas atau berada dalam limfosit. Ada 2 subtipe HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2. Protein menutupi seluruh permukaan internal membran. Meskipun keduanya memiliki perbedaan molekul selubung luar virus. informasi genetik ditransmisikan sebagai rantai tunggal RNA. Protein inti mengelilingi dua turunan rantai tunggal genom RNA dan beberapa turunan enzim reverse transcriptase. berisi sebuah inti padat elektron. Envelope terdiri atas membrane luar yang berasal dari sel host yang terbentuk ketika virus bersemi pada sel-sel yang terinfeksi. Agar RNA dapat mereplikasikan diri. kemudian melumpuhkannya. HIV-2 yang endemic di wilayah Afrika Barat. Penonjolan membran adalah jonjotjonjot glikoprotein transmembran. informasi ini ditransfer ke dalam DNA rantai ganda dalam nukleus sel hospes. Etiologi Virus penyebab AIDS termasuk golongan retro-virus dengan genetik RNA yakni HIV yang berkemampuan menghasilkan DNA pada sel inang. Pada Retrovirus. HIV-1 sebagian virus yang diisolasi dari orang yang terinfeksi di negara-negara bagian Barat. HIV adalah partikel ikosahedral bertutup (envelope) dengan ukuran 100140 nanometer. Komplek enzim ini dapat meningkatkan efisiensi replikasi virus begitu virus masuk kedalam sel manusia. diantaranya: • • ¤ Lymphadenopathy Associated Virus (LAV) Human T cell Lymphotropic Virus tipe III (HTLV-III) Sejak tahun 1986 menurut “The International Committee on Taxonomi of Viruses WHO” dinamakan virus HIV.terjadi gesekan antara tubuh bayi dan leher rahim maka dimungkinkan terjadi kontak langsung antara darah ibu dengan darah bayi. Aliran informasi terbalik “retro” dari DNA ke RNA dibuat oleh enzim reverse transcriptase. Virus HIV ini memiliki nama lain. Eropa dan Asia. kemudian virus dikenal oleh sel-sel limfosit T jenis T-helper (T-4). Patogenesa HIV menyerang tubuh dan menghindari mekanisme pertahanan tubuh dengan mengadakan aksi perlawanan. tapi kedua subtipe tersebut dapat menyebabkan AIDS.

2. biseksual dan hetero-seksual) tidak aman. tetapi reseptor T- helper (CD4) dilumpuhkan. Penularan secara pasti diketahui melalui cara-cara: 1. Penyebaran secara ini merupakan penyebab 90% infeksi baru di seluruh dunia. Populasi sel T4 sudah lumpuh. mempergunakan produk darah yang tidak bebas HIV. Virus AIDS yang berada didalam T4. membentuk RNA dan keluar dari T4. sekaligus memindahkan HIV. yaitu melalui suntikan yang tidak steril. T-helper generasi baru tidak dapat mengenalnya sehingga tidak ada yang memberi komando kepada sel lain untuk mengadakan perlawanan (host defense mechanism) terhadap virus AIDS. 3. menimbulkan gejala AIDS. Akibatnya. Sel T-helper menempel pada benda asing (HIV). Misalnya pada narkotik suntik. Perinatal. Transmisi HIV-1 dari ibu ke janin dapat mencapai . virus telah melumpuhkannya. infeksi virus dengan DNA T-helper lalu ikut berkembang biak. yaitu penularan dari ibu yang mengidap HIV kepada janin yang dikandungnya. yang Hubungan seksual (homoseksual. sel B dan sel fagosit lain. seperti pada promiskuitas. 3. Pada suatu saat (5 tahun kemudian). menyerang sel lain. sehingga reseptor menempel dan melebur ke sembarang tempat atau sel berlangsung terus tanpa diketahui tubuh. yang Virus (HIV) membuat antigen proviral DNA yang diintegrasikan Virus (HIV) mengubah fungsi reseptor (CD4) di permukaan sel T-4 lain. menularkan HIV 30 kali lebih mudah dibandingkan orang yang tidak menderitanya. 2. Kelumpuhan mekanisme kekebalan inilah yang memberi nama penyakit menjadi AIDS atau “sindrom kegagalan kekebalan yang didapat”. sehingga sebelum sel T4 dapat mengenali HIV dengan baik. Penderita penyakit menular seksual terutama ulkus genital. serta petugas kesehatan yang merawat penderita HIV/AIDS secra kurang hati-hati. pelayanan kesehatan yang tidak pengguna memperhatikan sterilitas. baik secara intrasel maupun ekstraseluler. bermultiplikasi dengan cara menumpang proses perkembangan T4. sehingga tubuh tidak sanggup mempertahankan diri. HIV akan diaktifkan oleh proses infeksi lain. tidak ada mekanisme pembentukan sel T-killer. Virus HIV berada dalam kadar mampu menginfeksi di dalam darah dan sekret genital. Parenteral.1. yaitu berganti-ganti pasangan.

Afrika Tengah. dan tidak terdapat sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. bulan Oktober 1985. demam lebih dari 1 bulan Gejala Minor: 1. penurunan berat badan atau pertumbuhan yang lambat dan abnormal 2. herpes zoster recurrens 4. Gejala Mayor: 1. Bila antigen p24 ibu jumlahnya banyak. Penularan dengan cara ini biasanya terjadi pada akhir kehamilan atau saat persalinan. Dicurigai AIDS pada orang dewasa bila ada paling sedikit dua gejala mayor dan satu gejala minor dan tidak ada sebab-sebab imunosupresi yang lain seperti kanker. herpes simpleks diseminata yang kronik progresif b. kandidiasis oro-faring 5. Dicurigai AIDS pada anak. Gejala Mayor: 1. Berdasarkan hasil workshop di Bangui. infeksi umum yang berulang . kandidiasis oro-faring 3. diare kronik lebih dari 1 bulan 3. telah disusun suatu ketentuan klinik (untuk negara-negara yang masih belum memiliki fasilitas diagnistik yang cukup) sebagai berikut: a. dermatitis pruritik umum 3. limfadenopati generalisata 6. bila terdapat paling sedikit dua gejala mayor dan dua gejala minor. pemakaian kortikosteroid yang lama atau etiologi lain. malnutrisi berat. demam lebih dari 1 bulan (kontinyu atau intermitten) Gejala Minor: 1. sedangkan HIV-2 hanya 10%. maka penularan lebih mudah terjadi. diare kronik lebih dari 1 bulan 3. Ternyata HIV masih mungkin ditularkan melalui air susu ibu. batuk lebih dari 1 bulan 2. malnutrisi berat. penurunan berat badan lebih dari 10% 2.30%. limfadenopati generalisata 2. dan atau jumlah reseptor CD4 kurang dari 700/ml. atau pemakaian kortikosteroid yang lama.

Group IV. 1987) CDC (1993) menyusun klasifikasi klinis dari infeksi HIV sebagai berikut: 1. nyeri otot. Gejala tersebut biasanya sembuh dengan sempurna. lemah dan nyeri tenggorokan. infeksi HIV pada ibunya Manifestasi Klinis Manifestasi klinis infeksi HIV sangat luas spektrumnya. seperti demam. karena itu ada beberapa macam klasifikasi. batuk persisten 5. HIV antibody (-) Dapat terjadi 1-8 minggu setelah infeksi 2. 4. Group I (infeksi akut) dengan kriteria: Gejala seperti flu. Group III ( limpadenopati menyeluruh DNA / menctap) dengan kriteria: HIV antibody (+) Persistent generalized Lymphadenopathy (PGL) yaitu kelenjtr getah bening membesar dan teraba 1 cm atau lebih pada 2 tempat atau lebih ekstraiguinal yang menetap selama 3 bulan tanpa adanya penyakit lain yang menyebabkan.4. dibagi menjadi: Group IVA (penyakit konstitusional) bila terdapat satu atau lebih gejala berikut: • • • • • • Demam lebih 1 bulan tanpa ada penyebab yang jelas Penurunan berat badan dari 10% Diare lebih dari 1 bulan lemah Group IVB (penyakit neurologis) Dimensia Mielopathy (neuropathy perifer tanpa adanya infeksi HIV yang Group IVC (penyakit sekunder) menjelaskan penyakit tersebut) . dermatitis generalisata 6. nyeri sendi. Group II (asimptomatik) dengan kriteria: Tidak ada tanda dan gejala sakit Tanda laboratoris dan klinis tidak menunjukkan adanya depresi imun HIV antibody (+) 3. USA. Yang paling umum dipakai adalah klasifikasi infeksi HIV (CDC.

Individu yang menderita penyakit otoimun tertentu. Hasil pemeriksaan positif palsu terjadi karena keadaan-keadaan berikut ini : • • • • • • • • • • tinggi. ELISA (Enzyme-Linked Imunosor Bend Assay) Bereaksi dengan antibodi yang ada di dalam serum dengan memperlihatkan warna yang lebih tua jika terdeteksi antibodi virus dalam jumlah besar. Pemeriksaan ini dilakukan dua kali untuk menghindari adanya positif palsu atau negatif palsu yang akan berakibat sangat fatal. Individu yang menderita beberapa jenis limfoma. Kadang-kadang terjadi pada individu dengan titer antibodi HTLV-1 bersama-sama. TBC pulmoner. Bayi baru lahir yang menunjukkan antibodi maternal sampai usia 18 Wanita Multipara Wanita hamil Individu yang pernah mengalami malaria. Pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas 93% sampai 98% dan spesifisitas 98% sampai 99%.• • • lain. • bulan. Jika pada kedua pemeriksaan menunjukkan hasil positif. . maka dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih spesifik yaitu Western Blot. Pemakai obat-obatan dan jarum intra vena yang digunakan Individu yang bereaksi dengan antigen sel seperti HLA-DR4 Reaksi spesifk terhadap materi seluler H yang dipakai pada piring Reaksi silang dengan dinding sel dimana HIV ditumbuhkan. Ca cervix invasive dan keganasan Pemeriksaan Diagnostik Spesisfik HIV Pemeriksaan yang sering dipakai untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap HIV adalah: 1. CD4 T Cell < 200/mm³ Infeksi oportunistik Group IVD (keganasan sekunder) Dengan satu atau lebih keganasan seperti sarkoma kapopsi. Jika hasilnya negatif maka dilakukan pemeriksaan ulang 3-6 bulan berikutnya. kontrol. lympoma non hodgkin.

Penyakit kanker yang mendasari. dinding sel atau antibodi. • Suatu hasil pemeriksaan negatif pun tidak menunjukkan penderita terbebas dari infeksi yang menakutkan ini. tapi dapat terjadi pada keadaan berikut ini : • • Reaksi silang dengan konstituen sel normal atau retrovirus Penyebab-penyebab yang belum dapat dipastikan tapi mungkin manusia lainnya. sebagian orang dengan seropositif saat ini. pemeriksaan ini juga dilakukan dua kali dan hanya sedikti yang memberikan hasil positif palsu atau negatif palsu. Hasil postif palsu jarang. Arti dari hasil Pemeriksaan Hasil pemeriksaan postif menandakan hal berikut: • • • Orang tersebut telah terinfeksi oleh HIV dan mungkin terinfeksi seumur hidup. • Tidak mungkin mencegah perkembangan ke arah AIDS (akhir-akhir ini ada kemajuan dalam penyelidikan antiviral dan usaha pencegahan terjadinya infeksi oportunistik seperti pneumonia pneumocystis carinii. 2. kapan ia menderita AIDS. Pasien yang mendapatkan regimen imunosupresif jangka panjang dan intensif. Orang tersebut dianggap infeksius terhadap orang lain melalui tranmisi darah dan cairan tubuh. suatu saat akan berkembang menjadi AIDS dan pada masa itupun masih diperkirakan belum ditemukan pengobatan yang efektif. Western Blot Pemeriksaan ini dilakukan setelah kedua hasil pemeriksaan ELISA dinyatakan positif.Hasil pemeriksaan negatif palsu dapat terjadi pada keadaan-keadaan berikut • • • • Infeksi HIV dini Penyebab yang tidak diketahui. Tidak mungkin meramalkan orang yang sekarang asimptomatik. Negatif palsu : • Penyebab-penyebab yang tidak diketahui. ada reaksi silang terhadap protein virus. Kemungkinan orang tersebut tidak terinfeksi . Hasil negatif berarti : • • Tidak terdeteksi antibodi HIV.

infeksi yang sedang berkembang (sampai semua pita pada pemeriksaan western Blot terlihat lengkap. dan tes HIV akan terus-menerus menunjukkan hasil positif. agar melindunginya sehingga sistem kekebalan tubuhnya terbentuk penuh. PCR DNA HIV adalah uji virologik yang dianjurkan kerena sensitif untuk mendiagnosis infeksi . Untuk ini digunakan uji untuk biakan virus. arti klinis dari pemeriksaan ini belum dapat ditentukan. Penderita AIDS yang mungkin sudah sedemikian lemah sehingga sistem kekebalan tidak lagi dapat memberikan respon untuk membentuk antibodi. dan tolak ukur dari perkembangan penyakit. detektor dini.• • Orang tersebut mungkin terinfeksi tapai antibodinya belum meningkat. 3. Jadi hasil tes positif pada awal hidup bukan berarti si bayi terinfeksi. Hal ini dapat terjadi pada infeksi HIV dini. antibodi dari ibu akan hilang sehingga hasil tes menjadi negatif setelah kurang-lebih 6-12 bulan. Hasil yang meragukan juga dapat terjadi. sistem kekebalan tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap HIV.Jika bayi ternyata terinfeksi. misalnya HIV-2 atau HTLV-1. Pemeriksaan pada bayi Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi oleh HIV memperlihatkan antibodi terhadap virus hingga usia 10-18 bulan. dan dapat mengurangi terjadinya hasil negatif palsu yang bisa terjadi pada infeksi HIV dini dimana antibodi yang terbentuk belum banyak. Karena itu. antigen p24 atau RNA HIV. Jika bayi tidak terinfeksi. atau pada reaktifitas silang terhadap titer retrovirus lain yang tinggi. tapi nampaknya pemeriksaan-pemeriksaan ini sangat berguna penanda penyakit. atau analisis PCR untuk RNA dan DNA virus. misalnya jika ELISA atau Western Blot bereaksi lemah dan dengan demikian menimbulkan kecurigaan. Cara-cara ini dapat mendeteksi adanya virus atau DNA virus sebelum bisa dideteksi oleh ELISA atau Western Blot. Pemeriksaan HIV lainnya HIV-1 juga dapat dideteksi dengan hal-hal berikut ini :    Kultur Pemeriksaan antigen Amplifikasi gen-gen HIV (yaitu reaksi rantai polimerase) Cara-cara ini terutama dipakai dalam riset. status HIV anak tidak dapat didiagnosis untuk uji ELISA atau Western Blot. Bayi menerima antibodi dari ibunya.

herpes. Dampak Infeksi HIV pada Kehamilan a. Depresi terjadi karena dia terdiagnosa HIV dan merasa tanpa harapan. Antibodi HIV yang terdapat dalam bayi memang mengindikasikan bahwa ibu positif HIV. Padahal tanpa melakukan kontak seksual maupun kontak darah dengan ODHA. Hal itu dapat diikuti dengan perasaan bersalah tentang perilaku masa lalu. Bisa saja karena tertular oleh suami. keluarga tidak mau tahu hal itu sehingga tetap mengisolasi. Namun. Dengan kondisi fisik yang seperti itu maka dapat menurunkan harga diri sang ibu.selama masa neonatus. Isolasi Tidak jarang penderita HIV mengalami kesedihan karena diisolasi oleh keluarganya atau masyarakat. kesedihan yang mendalam mengenai dirinya maupun janin. Psikologi Hiv adalah penyakit terminal dan kronis. dan penyakit kelamin lain yang dianggap buruk oleh masyarakat. Hal ini dapat memberi dampak yang lebih menyakitkan bagi ibu dan janin. Karena terdapat banyak pendapat untuk memasukkan ODHA ke tempat penampungan khusus penderita HIV/AIDS. ketakutan atau kecemasan tersebut tidak hanya berasal dari stigma penyakit itu sendiri. Hal itu berarti suatu diskriminasi dan isolasi terhadap ODHA. Karena dengan kondisi depresi si ibu akan menarik diri. dan ketakutan. misalnya vaginitis. tidak mau makan sehingga akan mengakibatkan penurunan status nutrisi sehingga mempengaruhi perkembangan bayi. HIV/AIDS yang ada pada tubuh ODHA tidak akan menular ke individu lain. . tetapi juga karena adanya penurunan sistem imun yang menyebabkan peningkatan resiko infeksi. maka seseorang tersebut akan merasa seperti terdakwa mati. b. Hal lain yang dapat membuat ibu merasa depresi adalah isolasi dari keluarga dan masyarakat. termasuk kepada OHIDA. Jika seseorang yang hamil terdiagnosa dengan HIV. Selain itu orang dengan status terinfeksi HIV masih produktif seperti orang sehat pada umumnya. dan merasakan kecemasan yang sangat. Karena sifat dari virus itu sendiri yang menyerang sistem pertahanan primer tubuh. Dampak psikologi yang lain yaitu depresi. sehingga sang ibu mengalami gangguan body image. serta perasaan cemas dan takut bila bayinya tertular melalui dirinya. Keluarga mungkin bertanya-tanya mengapa si ibu bisa terinfeksi HIV.

Dengan adanya stigma tersebut maka seseorang yang berisiko tinggi terkena HIV akan merasa malu jika ingin memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan. Infeksiinfeksi tersebut dapat mempertinggi resiko penularan ke bayi. Sehingga mereka belum percaya sepenuhnya informasi yang diberikan. dan penyakit yang ditularkan melalui kontak seksual seperti kandidiasis. Termasuk infeksi opportunistik. orang dengan HIV mendapatkan suatu diskriminasi di masyarakat.Sebagian masyarakat melakukan diskriminasi karena kurang memperoleh informasi yang benar bagaimana cara penularan HIV/AIDS. penyakti inflamasi pelvis. Stigma HIV merupakan penyakit yang paling ditakuti di masyarakat. . sifilis. Viral load adalah jumlah HIV yang ditemukan dalam satu sendok teh darah. Hal ini terjadi karena faktor yang paling kuat dalam mempengaruhi penularan adalah viral load ibu. d. Sehingga pada akhirnya terdapat fenomena gunung es dari penderita HIV yang berdampak pula pada kehamilan sehingga memperlambat penanganan kepada wanita risiko tinggi yang hamil. Padahal bisa saja seseorang yang terkena HIV adalah petugas kesehatan yang terpapar dengan cairan pencerita HIV. Fisik Dampak HIV pada fisik juga tidak dapat dipungkiri. dan perawatan kesehatan. c. Jika dalam pemeriksaan tidak terdeteksi viral load ibu maka resiko transmisi hampir nol. Ketakutan terhadap HIV/AIDS sebagai penyakit yang mematikan. Hal itu menambah stigma tentang HIV bahwa seseorang dengan HIV tersebut bukan merupakan orang baik-baik. Anggapan itu akan muncul bila masyarakat belum mengetahui informasi yang benar tentang HIV. Tes viral load dapat dilakukan ketika pertama kali terdiagnosa HIV dan akhirnya setiap 3 bulan setelah itu. pekerjaan. infeksi masa nifas. Wanita dengan HIV lanjut. hal-hal apa saja yang dapat menularkan dan apa saja yang tidak dapat menularkan. Karena pada faktanya penyakit tersebut bisa ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. viral load tinggi / CD4 rendah akan lebih menularkan kepada bayinya. Pada kenyataanya issu yang berkembang. Namun tidak semua bayi yang positif HIV. infeksi saluran kencing antepartum. menderita HIV juga. paling banyak melalui kontak seksual dan pemakaian obat-obatan IV. Jika jumlah sel CD4 turun di bawah 200/mm3 maka ibu memiliki resiko tinggi komplikasi infeksi pada kehamilannya.

Konseling Dengan adanya masalah-masalah baik fisik maupun psikologis yang terdapat pada kehamilan dengan HIV. organisasi wanita dan organisasi AIDS. Melindungi Penderita dari Infeksi . Dengan adanya B. Beberapa isu yang dapat dikonsultasikan antara lain: • • • ○ ○ ○ • ○ ○ • • • • Dampak HIV pada kehamilan Dampak kehamilan pad perkembangan HIV Isu reproduksi lain yang berdasar pada faktor maternal Penggunanaan obat-obatan /alkohol Usia ibu yang sudah tua Hipertensi. Karena nutrisi yang buruk akan mempersulit peningkatan berat badan dan dapat meingkatkan resiko bayi prematur berat badan sehingga meningkatkan transmisi HIV. Perawat atau konselor juga dapat menunjukkan untuk mendapatkan sumber-sumber lain di komunitasnya.Disamping itu ibu hamil yang terinfeksi HIV beresiko mengalami malnutrisi karena kondisi kehamilan seperti morning sickness. Penatalaksanaan dan Pencegahan A. diagnosa HIV dan pemilihan perawatan dan penanganan yang akan menolong ibu hamil tersebut Konseling untuk juga merencanakan dapat diberikan langkah kepada berikutnya keluarga. maka untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara bicara dengan seorang konselor tentang perasaan dan dengan dokter tentang kehamilan. diabetes. Seseorang dengan HIV akan mengalami penurunan CD4 dimana sel tersebut berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh. misalnya kelompok pendukung.Asam folat) Pentingnya perawatan awal kehamilan dan perawatan prenatal Kesehatan jangka panjang ibu dan anak Transmisi perinatal Penggunanan pengobatan antiretrovirus dan lainnya Konsepsi yang aman jika partner HIV-negatif. masyarakat kelompok risiko tinggi. dan membuat dan keputusan tentang bagaimana ibu hamil berjalan dengan kehamilannya. dll Isu prekonsepsi umum Konseling nutrisi (mis. Jika mengalami gangguan nutrisi akan mudah untuk mengalami infeksi dan meningkatkan resiko penularan ke bayi.

Tergantung pada status HIV wanita tersebut (jumlah CD4 dan viral load). Untuk wanita yang sudah melakukan terapi.penurunan CD4 maka akan terjadi penurunan daya tahan tubuh. Perkembangan bayi lengkap pada minggu ke 12. Upaya pengobatan meliputi beberapa cara pendekatan yang mencakup penanganan infeksi yang berhubungan dengan HIV serta malignansi. Kesehatan Ibu Kesehatan ibu penting untuk kesehatan kehamilan dan persalinan. Hal ini termasuk nutrisi yang tepat. berhenti merokok. yang akan meningkatkan resiko terjadi penularan. Sehingga diperlukan penanganan untuk meningkatkan daya tahan tubuh tersebut yaitu melalui obat. sehingga tidak . Membuat Keputusan tentang Treatment HIV Selama trimester I. jika tidak ada alasan medis yang urgent maka penundaan terapi dapat dilakukan sampai setelah 2-14 minggu kehamilan. nutrisi dan latihan. dan penguatan serta pemulihan sistem imun melalui penggunaan preparat imunomodulator. Manfaat pengobatan tidak sekadar untuk kesehatan kita sendiri. menghindari kafein. Bagaimanapun juga ada obat HIV yang dapat mengganggu digunakan selama kehamilan. penghentian replikasi. Kedua. efek obat anti HIV pada bayi selama trimester I belum diketahui. dokter bisa atau tidak merekomendasikan memulai atau melanjutkan terapi HIV (biasanya 3 obat). menghentikan terapi selama trimester I untuk membiarkan perkembangan organ dapat menyebabkan viral load ibu kembali tinggi. Karena jika merokok selama kehamilan dapat memicu kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah yang mana meningkatkan resiko tertular HIV. Hal ini ada 2 alasan untuk menunggu sampai trimester II. Pertama morning sickness yang menyulitkan untuk menjaga pengobatan. Pengobatan Penderita Wanita hamil yang positif HIV pengobatannya sama dengan dewasa yang tidak hamil. cukup olahraga. pemghentian replikasi virus HIV melalui preparat antivirus. narkoba dan alkohol dan pergi ke perawatan prenatal. istrirahat. perkembangan bayi.

Saat ini terapi zidovudin sudah disetujui untuk semua orang yang terinfeksi HIV dengan jumlah CD4+ dibawah 500mm3. resiko penularan HIV menurun dari 25% menjadi 8%. Menurut penelitian. hepatitis. ibu yang mengkonsumsi AZT sebelum dan selama kehamilan dan bayi diberi cairan AZT tiap hari selama 6 minggu setelah kelahiran. Zidovudin menurunkan kadar antigen p24 dan meningkatkan jumlah sel T4. Zidovudin memperlambat perjalanan penyakit AIDS atau penyakit yang simptomatik pada pasien-pasien dengan HIV positif tanpa gejala kecuali dengan jumlah CD4+ di bawah 500mm3 atau pada pasien-pasien dengan gejala yang ringan sementara jumlah sel CD4+ di bawah 200mm3. mual. menggigil. mual diare. kurang lebih satu dari empat bayi yang terlahir dari ibu HIV-positif akan terinfeksi saat lahir. dideoksisitidin (ddC [Hivid]). gangguan rasa nyaman pada perut. Terapi antiretrovirus Zidovudin (ZDV. dan Stavudin (d4T. perubahan warna kuku. . demam/panas. Dideoksinosin merupakan preparat alternatif pengganti zidovudin. AZT  diterima dan direkomendasikan oleh FDA untuk mengurangi resiko penularan dari ibu ke bayi. sakit kepala. kejang miositis. tersebut untuk membangun DNA bagi Sehingga produksi virus baru akan terhambat. neuropati perifer. Pemberian harus dihentikan jika pasien memerlukan terapi untuk infeksi oportunis. konfusi. dahulu disebut azidotimidin [AZT] atatu Retrovir). Efek samping : Anemia. Zerit).Mengobati HIV kita sendiri akan mengurangi risiko bayi terinfeksi HIV menjadi hampir nol. a. abnormalitas elektrolit. Efek samping : pankreatitis. limfoma. Tanpa pengobatan. Semua obat ini bekerja menghambat cara meniru salah satu kerja enzin reverse transcriptase virus dan mencegah reproduksi virus HIV dengan substansi molekuler yang digunakan virus partikel-partikel virus yang baru. granulositopenia. konfusi. sakit kepala. kejang. malignansi. Dideoksitidin tidak menembus cairan spinal sehingga tidak seefektif zidovudin bila digunakan untuk mengobati ensefalopati yang berhubungan dengan AIDS. Zidovudin. aritmia jantung. dideoksinosin atau didanosin (ddl [Videx].

Inhibitor Protease merupakan obat yang menghambat kerja enzim protease. . mialgia. atralgia. Jenis Obat : L-Drug (L 524) dan RO31-8985 Efek samping : sakit kepala. yang kini sedang diteliti untuk menguji sifat-sifat antivirusnya di samping kemampuannnya dalam menurunkan sel-sel makrofag dan limfosit sel T. yaitu enzim dibutuhkan untuk replikasi virus HIV dan produksi virion yang menular. c. Kehamilan meningkatkan kebutuhan kalori dan protein. Imunomodulator Preparat untuk memulihkan atau menguatkan sistem imun yang rusak. cairan yang penting untuk perkembangan janin. dan sakit kepala. Hal tersebut dapat meningkatkan resiko penularan HIV. b. Stavudin dapat diresepkan bagi pasien-pasien HIV stadium lanjut yang tidak responsif terhadap preprat antivirus lain atau yang tidak dapat mentolerir efek sampingnya. Nutrisi dan Latihan Kesehatan bayi dan nutrisinya tergantung dari kesehatan ibu. Jenisnya oral alfa-interferon dosisi rendah (IFN-alfa). Fe. pankreatitis. Pada kunjungan pertama pengkajian yang teliti pada status nutrisi harus dilakukan. sariawan pada mulut (stomatitis aftosa). Beberapa wanita dengan HIV mungkin akan sulit untuk meningkatkan berat badan. Nutrisi yang buruk dan kurang berat badan pada ibu dapat meningkatkan resiko bayi prematur atau berat badan bayi rendah. Efek samping : neuropati perifer. Banyak wanita direkomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen asam folat paling tidak 3 bulan sebelum hamil atau sesegera mungkin ketika ruam. anemia. demam/panas. Calcium. asam foalt. stomatitis. Vit B12. Sebagian obat mengganggu afinitas HIV untuk limfosit T4. Efek samping : reaksi mirip flu  demam menggigil. gangguan gastrointestinal.Efek samping: Ulkus esofagus. sebagian lainnya mengubah membran virus dan mencegah masuknya virus ke dalam sel-sel hospes. hiperglikemia. neuropati perifer. mual. Karena efek samping dari pengobatan HIV mungkin akan sulit untuk meningkatkan berat badan atau bahkan dapat menyebabkan penurunan berat badan. hepatotoksisitas.

suplemen vitamin C. Terapi spiritual / psikologis : terapi humor. yoga dan kristal. vitamin E. Multi-vitamin (vitamin B1. obat tradisional cina seperti campuran herbal tradisonal serta senyawa Q (ekstrak ketimun cina) dan monmordica charanma (bitter melon) yang diberikan sebagi enema juga digunakan dalam terapi alternatif. pentoksifilin (Trental) dan 1-kloro-2. karena dapat meningkatkan kekuatan tonus otot. refleksiologi. Istirahat yang cukup juga penting. leguminosa. protein tinggi. hipnosis. vitamin C. paling tidak tidur malam 8 jam atau lebih. B2. kesembuhan Nasetilsistein (NAC). Perawatan dilakukan di unit sesuai gejala klinis yang menonjol pada penderita. terapi ozon. bijibijian. kerang-kerangan. terapi oksigen. Perawatan Penderita Dalam keadaan tidak dapat mengurus dirinya sendiri atau dikhawatirkan sangat menular. 4.diketahui bahwa dia hamil. Gizi buruk terbukti meningkatkan angka penularan HIV dari ibu-ke-bayi. sebaiknya penderita dirawat di rumah sakit tipe A atau B yang mempunyai berbagai disiplin keahlian dan fasilitas ICU. terapi urin. makanan yang mengandung Zn (Zinc = seng) yaitu daging. Guna mencegah penularan di rumah sakit terhadap penderita lain yang dirawat maupun terhadap . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada manfaat pada Odha perempuan bila dipakai tambahan vitamin waktu hamil. terapi sentuhan. Harapan untuk sembuh memang sulit. Latihan Regular juga penting. 3. memperlancar persalinan. Berenang dan jalan-jalan merupakan pilihan yang bagus. telur dan susu. membantu khasiat ARV. Terapi Nutrisi : diet vegetarian. terapi masase. sehingga perlu perawatan dan perhatian penuh. serealia. B6. dinitrobenzena (DNCB). Wanita yang hamil dianjurkan tidak makan daging yang mentah atau setengah matang. Gizi yang baik membantu tubuh menyerang infeksi. niacin. Terapi dengan tenaga fisik dan alat : akupuntur dan akupresure. mengurangi masalah kelahiran (berat badan bayi rendah. dan dapat mengurangi efek samping obat. dan B12. dan asam folat) diberi pada perempuan hamil dapat memperpanjang masa tanpa gejala.4karena iman-kepercayaan dan afirmasi positif. kematian bayi). Terapi alternatif 1. 2. termasuk memberikan dukungan moral sehingga rasa takut dan frustasi penderita dapat dikurangi.

edema yang signifikan. ruam kulit. nyeri abdomen. Selama persalinan kala II meneran harus dibatasi. Mereka harus menjalani periode istirahat harian dajhn supervise prenatal yang teratur. Penggunaan anastesia blok dan persalinan dengan forsep ekstraksi rendah mungkin dilakukan untuk mempersingkat tahap persalinan dan mengurangi ketegangan jantung ibu. thrush. C. perlu diberikan penjelasan-penjelasan khusus. jantung berdebar. kelelahan yang ekstrim. penurunan gerak fetus. Kelas I : adalah wanita yang tidak memiliki batasan aktivitas dan tanpa gejala penyakit jantung apabila melakukan kegiatan biasa. mula muntah yang parah. dll. neuropathy perifer. jaundice. Selain kunjungan rutin juga dilakukan pemeriksaan tanda-tanda HIV: kaji gejala yang menunjukkan gejala HIV misal limfadenopathy umum. 2. atau kebocoran cairan. Tanda /gejala toksisitas ARV: mual muntah. pertemuan berikutnya biasanya berlanjut setiap bulan sampai permulaan bulan ke-8. perdarahan vagina. Kelas II : Wanita dengan aktivitas sedikit dibatasi. Setelah kunjungan pertama. nafas pendek dll Tanda / gejala kehamilan berhubungan dengan kehamilan: peningkatan tekanan darah. Monitoring termasuk perawatan prenatal. Mereka masuk rumah sakit mendekati terminal dan perlu diberikan antibiotic profilaktik terhadap endokarditis bacterial dan sungkup oksigen untuk . Penyakit Jantung pada kehamilan 1. dimana pada waktu istirahat mereka tidak mengeluh apa apa akan tetapi kegiatan fisik dapat menimbulkan gejala gejala insufiensi jantung sepertin kelelahan. Tujuannya untuk memeriksa kesehatan perkembangan bayi dan untuk mengidentifikasi masalah perkembangan di awal kehamilan. demam (38ºC) atau diare >1 bulan. dan pada bulan ke-9 kunjungan setiap minggu.tenaga kesehatan dan keluarga. herpes zooster mencakup 2 episode atau>1 dermatom. kram abdomen atau punggung. Monitoring Monitoring adalah pengawasan terhadap wanita hamil yang terkena HIV untuk dapat memantau kondisi ibu dan bayi. sesak napas atau angina pectoris. pusing berat. Mereka pengawasan membutuhkan istirahat yang cukup pada malam hari dan yang ketat selama periode perinatal. disfagia. kunjungan setiap 2 minggu. a. Pada bulan ke-8. perawatan prenatal dimulai saat kehamilan diduga.

ETIOLOGI 1. Kelas IV : adalah wanita yang tidak dapat melakukan aktivitas tanpa menunjukan gejala . Bagi mereka yang berusaha untuk hamil. Bila mengalami Dekompensasio Kordis (30 % terjadi). Faktor Eksterna : Hipertensi. diperlukan istirahat total.as II. hipertiroid. Kelas III : Wanita dengan pertimbvangan keterbatasan karena menunjukan gejala gejala saat melakukan kegiatan sehari hari. perawatan di rumahy sakit dan dengan perawatan yang intensif. Kematian bayi bahkan lebih besar Abor si teraputik sangat dianjurkan. mereka harus masuk rumah sakit (MRS) sampai tiba persalinan. ventrikelo fibrilasi9 dan hearth blok Kerusakan miokard : iskemik/infark. Jantung mereka hanya berfungsi sebagai pemelihara. napas pendek dan cepat ➢ Bengkak pada tungkai .Bila kehamilan tidak dihentikan lebih dari 50 % mati. miokarditis arterisklerosis hearth disease (ASHD) Infeksi : Sub akut bacterial ENDOKARDITIS GAGAL JANTUNG Kausa Gagal Jantungt dalam kehamilan: • • Anemia Penyakit Jantung dengan gejala dan tanda: ➢ Batuk.meningkatkan cadangan oksigen bagi bayi selam proses persalinan. kardiomiopati. Mereka tidak mengeluh apa apa waktu istirahat akan tetai kegiatan fisiik yang kurang dari kegiatan biasa sudahy menimbulkan gejala gejala insufisiensi jantubg seperti yang telah disebutkan dalam kel. Menyusui terlalu memberatkan dan tidak dianjurkan. Mungkin diperlukan aborsi teraputik dan dianjurkan operasi sterilisasi 4. Pada persalinan Kala II dipersingkat untuk sedapat mungkin mengurangi stress pada jantung ibu. Waktu istirahat juga dapat timbul gejala gejala insufisiensi jantung dan akan bertambah apabila melakukan kegiatan fisik walaupun sangat riungan. stenosis/insufiensi motralis Disritmia : Arterial Fibrilasi. 3. Dianjurkanb kontrasepsi dan ligasi tuba. Faktor Interna : – – – – Disfungsi Katub : Ventricular septum defect (VSD)atrium septum defect (ASD). Mereka harus menghabiskan 1 hari setiap minggunya di tempat tidurnya selaqma kehamilan. anemia 2.

➢ Pembesaran Hepar ➢ Penonjolan Vena Jugularis • Gagal Jantung pada Anemia (berat) dengan gtejala dan tanda : ➢ Konjunctivaq. dan vomiting Sinkop atau pusing pada akhir kahamilan akibat kompresi vena kava inferior oleh uterus yang membesar. hipoksia dan hipotensi ➢ Pengobatan yang tepat ter gantung pada status hemodinamik dan kelainan jantung itu sendiri. gejala dan tanda bila ditemukan salah satu dari hal hal dibawah ini : ➢ Murmur sistolik kasar dan keras ➢ Murmur diastolic. telapak tangan dan kuku pucat ➢ Lethargi dan kelelahan ➢ Gejala gagal jantung lainnya. menyebabkan berkurangnya arus balik vena sehingga terjadi penurunan curah jantung • • • • Edema pada wajah. • Gagal Jantung akibat penyakit jantung. Obyektif : Denyut jantung lemah. MANIFESTASI KLINIK 1. nausea. punggung kaki8 dan jari jari 2. denyut teratur. nadi cepat (>100x/menit) Edema Terdengar suara paru paru setelah dua kali ekspirasi dan inspirasi . denyut jantung cepat Meningkatnya rasa lelah/lemah Sesak napas dan hemoptoeatau batuk batuk Insomnia(susah tidur) Pernapasan agak cepat (overbreathing) sering ditemukan karena kompresi paru bagian basal oleh uterus yang membesar Anoreksia. peristolik dan kontinyu ➢ Pembesaran jantung yang tidak diduga kejadiannya ➢ Aritmia ➢ Sianosis (tidak terjadi pada klien dengan anemia) ➢ Terjadinya gagal jantung ➢ Gagal jantung dalam persalinan dapat menyebabkan edema paru. Subyektif • • • • • • • • Dada terasa nyeri seperti dihimpitbenda berat Palpitasi/berdebar debar.

intrautari hipoksia. persalinana dan nifas perlu dilakukan konseling prakonsepsi denagna mmperhatikan resiko masing – masing penyakit. fetai growth retardasi. Pada pasca perslaiana . Pada janin dapat terjadi abortus. Pengaruh penyakit jantung pada kehamilan : 1. Pada kala II. 2. Konseling prakonsepsi Untuk menurunkan morbiditas dan mortlitas ibu hamil sebaiknya wanita enyakit jantung dalam kehamilan . tubektomi atau vasektomi pada suaminya.• • • • • Orthopnea : Meningkatnya sesak Respirasi Cepat (>25 X/menit) Frekuensi batuk basah Rasa lemah yang semakin meningkat Sianosis tampak pada bibir dan kuku KOMPLIKASI • Pengaruh kehamilan terhadap penyakit jantung dan merupakan saat yang berbaahaya adalah : 1. Dismtur (cukup bulan kurang berat badan lahir ) 4. dimana darah dari ruang intervilus plasenta yang sudah lahir . Pada kehmilan 2. 2. Lahir mati. Pada masa nifas ada kemungkinan infeksi. Pertumbuhan . Klien dengan kelinan jantung kelas 3 dan 4 sebaiknya tidaak hamil dan dapat memilih alat kontrasepsi AKDR.36 minggu. IUFD (kematian janin dalam rahim) 6. dimana ibu mengarahkan tenaga untuk meneran dan memerlukan kerja jantung yang berat 3.janin terhambat PENANGANAN 1. birth aspeksia 5. sekarang masuk sirkulasi ibu 4. dimana volume darah mencapai puncaknya 2. Pada kehamilan : Menganjurkan ibu pengawasan antenatal secara teratur sesuai jadwal Pencegahan terhadap kenaikan berat dan retensi air yang berlebihan Kunjunngan 2 minggu sekali menjelang s/d 28 minggu dan 1 mingnggu setelahnya . prematuritas / lahir tidak cukup bulan 3. Pada ibu dapat terjadi gagal jantung congestive edema paru hingga kematian.

• Epidemiologi Penyakit hipertensi pada kehamilan berperan besar dalam morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Lahir dengan apgar rendah atau lahir mati. 1991). Hal ini lebih sering terjadi pada kehamilan pertama. b. Dismaturitis : lahir cukup bulan namun dengan berat badan rendah. karena kemungkinan adanya infeksi. Kehamilan resiko tinggi karena adanya komplikasi dari kehamilan a.7. Pada kehamilan 32-36 minggu dimana volume darah mencapai puncaknya. sekarang masuk dalam sirkulasi darah ibu.dimana darah dari ruang internilus plasenta yang sudah lahir. c. Kematian jani dalam lahir ( KJDL ) • Manifestasi Klinis . Hipertensi diperkirakan menjadi komplikasi sekitar 7-10 % seluruh kehamilan. sementara sekira 20 perempuan meninggal setiap tahunnya dari kondisi yang terkait dengan tekanan darah tinggi. post partum. d. Prematuritas : lahir tidak cukup bulan. setengah sampai duapertiganya didiagnosa mengalami preeklamsi atau eklamsi (Brown. • Faktor Resiko Faktor – faktor yang dapat memperparah keadaan ibu hamil yang mengalami penyakit jantung yaitu: a. Pada masa nifas. Dari seluruh ibu yang mengalami hipertensi selama masa hamil. Sebanyak 20 ibu pada kehamilan pertama mengalami preeklampsia. kematian pada kelahiran. Diperkirakan untuk kehidupan 600 bayi setahun. Preeklamsi • Definisi Preeklamsi merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke 20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal. c. d. e. Dapat terjadi abortus b. Pada kala II wanita mengerahkan tenaganya untuk mengedan dan memerlukan tenaga jantung yang erat. dan bayi yang lahir lebih kecil daripada rata-rata. Pengaruh penyakit jantung terhadap kehamilan : a. dan dapat menyebabkan kelahiran prematur.

kenaikan tekanan diastolic 15 mmHg atau lebih dari 90 mmHg dalam dua pengukuran berjarak 1 jam atau tekanan diastolik sampai 110 mmHg. edema harus dievaluasi sebagai refleksi edema organ akhir dan kemungkinan hipoksia organ. Bahri (2004). Preeklampsia berat didiagnosis pada kasus dengan salah satu gejala berikut: – – . 1.Menurut Anwar T.3 g per 24 jam. – Penambahan berat badan (terjadi kenaikan 1 kg seminggu). – terdengar adanya bising jantung ringan • Diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala yaitu: 1. merupakan suatu akumulasi cairan interstisial umum setelah 12 jam tirah baring atau peningkatan berat lebih dari 2 kg perminggu. tanda dan gejala yang terdapa pada ibu hamil dengan peyakit jantung antara lain: – Aritmia – Pembesaran jantung – Mudah lelah – Dispenea – Peningkatan denyut nadi. – Kehamilan lebih dari 20 minggu Pada specimen urine 24 jam proteinuria didefinisikan sebagai suatu konsentrasi protein 0. Pada keadaan ada hipertensi dan atau proteinuria. jari tangan dan muka. Jika ada edema. Edema pada kaki. harus dirujuk pada ahli jantung – edem perifer – bunyi jantung mengeras. Nadi tidak teratur – Edema pulmonal – Sianosis – Sesak napas – Odem ekstrimitas – sinkop – hemoptisis dan nyeri dada – murmur ejeksi sistolik dan murmur pansistolik parah. Pre eklampsia ringan – Tekanan darah ≥140/90mmHg.

sianosis. . Kejang bersifat toksik tonik-klonik menyerupai kejang pada epilepsi grand mal. pembesaran jantung yang jelas./24 jam atau ≥ 3 pada tes celup. Koagulasi: koagulasi intravascular disseminate. sakit kepala yang berat. Gangguan penglihatan. Mata: spasme arteriolar. penglihatan kabur. kegelisahan atu hiperefleksi) – – – – – – – – – – – – – – – 1. Burwell dan Mercalfe mengajukan 4 kriteria. Proteinuria + ≥ 5g. bising jantung yang nyaring. Gejala klinis Eklamsi adalah sebagai berikut: – – – Kejang dapat terjadi tidak tergantung dari beratnya hipertensi. 2. Adakalanya diperlukan pemeriksaan yang dengan mempertimbangkan resikonya terhadap wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Jantung: gagal jantung. dapat berlangsung lama (berjamjam) • Patofisiologi (lampiran) • Pemeriksaan Diagnostik Evaluasi status kardiovaskular pada wanita hamil lebih baik hanya dengan anamnesis lain dan pemeriksaan harus dilakukan fisik. nyeri ulu hati. Edema paru: nafas pendek. 3. tidak berkurang dengan analgesic biasa. sindrom HELLP. skotoma atau penglihatan berkabut. ronkhi +. edema. Pertumbuhan janin terhambat Otak: edema serebri. Oliguria < 400 ml per 24 jam. bising diastolic. presistolik. proteinuri. satu diantaranya sudah cukup untuk membuat diagnosis penyakit jantung dalam kehamilan : 1. Koma terjadi sesudah kejang. Trombositopenia Terjadi pada kehamilan 20 minggu atau lebih Terdapat tanda-tanda pre eklamsi ( hipertensi. atau bising jantung terus menerus .– Tekanan sistolik >160mmHg dan tekanan diastolic > 110 mmHg. Nyeri kepala hebat. Nyeri daerah epigastrium atau kuadran atas kanan. ablasio retina. Hiperfleksia. edema.

Adakalanya pemeriksaan ventilasi pulmonal/perfusi scan scan perfusi miokard thallium diperlukan saat kehamilan. resiko maternal dan janin yang dikandungnya saat hamil. Depresi segmen ST inferior sering didapati pada wanita hamil normal. Pemeriksaan ini mesti dihindarkan pada wanita dengan implantasi pacu jantung atau defibrillator. tetapi deviasi aksis kekiri yang nyata (-30°) menyatakan adanya kelainan jantung. Sebaiknya pemeriksaan ini dihindarkan. termasuk membicarakan kontrasepsi. kemungkinan jangka panjang mengenai morbidity dan mortalitas. Diperkirakan eksposur terhadap fetua rendah. dilaporkan tidak didapati efek fetal yang merugikan bila digunakan pada tujuan yang lain. Magnetic resonance imaging Meskipun tidak tersedia informasi mengenai keamanan prosedur MRI pada evaluasi wanita hamil dengan kehamilan. Pemeriksaan radionuklide. Pemeriksaan elektrokardiografi Pemeriksaan EKG sangat aman dan dapat membantu menjawab pertanyaan rang spesifik. Beberapa pemeriksaan radionuklide akan mengikat albumin dan tidak akan mencapai fetus. termasuk Doppler sangat aman dan tanpa resiko terhadap ibu dan janin. aritmia yang berat Adapun pemeriksaan penunjang menurut Anwar T. Pergeseran aksis QRS kekiri sering didapati. pemisahan akan terjadidan eksposure terhadap atau janin mungkin terjadi. Bahri (2004) yang dapat dilakukan untuk mendukung diagnosis peyakit jantung pada ibu hamil yaitu: Pemeriksaan ekokardiografi Pemeriksaan ekokardiografi. Fungsional klas dari The New York Heart Association (NYHA) selalu . Pemeriksaan tranesofageal ekokardiografi pada wanita hamil tidak dianjurkan karena resiko anestesi selama prosedur pemeriksaan radiografi. Menilai resiko pada pasien yang berpenyakit jantung Bila memungkinkan wanita yang mempunyai kelainan jantung harus mendapat nasihat sebelum hamil.4. Kehamilan dapat menyebabkan interpretasi dari variasi gelombang ST-T lebih sulit dari yang biasa.

b. Pemeriksaan sistim vaskuler a. Seringkali gejala pertama yang mencurigakan adanya HDK ialah terjadi kenaikan berat badan yang melonjak tinggi dan dalam waktu singkat. Terdapat kenaikan tekanan sistolik > 30 mmHg atau tekanan Bila didapatkan kenaikan tekanan diastolik > 15 mmHg atau Kenaikan berat badan. dicatat dan diulangi sampai tekanan darah tidak berubah. tetapi bila kenaikan berat badan mencapai 1 kg perminggu atau 3 kg perbulan maka harus diwaspadai kemungkinan timbulnya HDK. Tes dianggap positif bila selisih tekanan darah diastolic antara posisi baring ke kiri dan terlentang menunjukkan 20 mmHg atau sedikitnya 10 menit dan diulang sedikitnya 2 kali . kemudian tekanan darah diukur. Kemudian penderita tidur terlentang kemudian diukur dan dicatat kembali tekanan darahnya. bukan kenaikan berat badan yang merata sepanjang kehamilan. Pemeriksaan baku pada perawatan antenatal a. Dinyatakan hipertensi bila: a. Pemeriksaan diagnostik untuk preeklamsi dan eklamsi yaitu: 1. c. Kenaikan tekanan diastolik mempunyai arti prognostik yang lebih bermakna dari pada perubahan sistolik. Pengukuran dilakukan setelah penderita beristirahat pemeriksaan. Pasien berbaring dalam sikap miring ke kiri. Ciri khas kenaikan berat badan penderita HDK ialah kenaikan yang berlebihan dalam waktu singkat. sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih.digunakan sebagai tolok ukur untuk meramalkan akibat dari penyakit jantung yang diderita pasien. Tekanan darah Gambaran klinik yang khas pada hipertensi dalam kehamilan (HDK) yaitu ditemukannya kenaikan tekanan darah yang tinggi.5 kg setiap minggu dianggap masih dalam batas wajar. tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. 2. Kenaikan berat badan 0. Tes tidur miring (TTM) Tes ini dikenal dengar nama Roll-over test pertama kali diperkenalkan oleh Gant dan dilakukan pada usia kehamilan 28-32 minggu. karena berat badan yang berlebihan tersebut merupakan refleksi dari pada edema.

Konsentrasi asam urat > 350 umol/l merupakan pertanda suatu preeklampsia berat dan berhubungan dengan angka kematian perinatal yang tinggi khususnya pada umur kehamilan 28-36 minggu. Hal ini terlihat dari perubahan hasil tes fungsi ginjal. b. Kadar human chorionic gonadotrophin (hCG) . a. b. Kadar kalsium Beberapa peneliti melaporkan adanya hipokalsiuria dan perubahan fungsi ginjal pada pasien preeklampsia. Tes dilakukan dengan cara penderita baring kesisi lateral kiri. ukur tekanan darah. nilai prediksi positif 93% dan nilai prediksi negatif 91%. Tes dikatakan positif bila terdapat kenaikan tekanan diastolik lebih dari 20 mmHg. Pada penderita yang sudah terbukti preeclampsia maka kadar asam urat serum menggambarkan beratnya proses penyakit. spesifitas 95%. Tes ini mempunyai sensitivitas 88%. Kadar asam urat Pada HDK terjadi perubahan sistim hemodinamik seperti penurunan volume darah.lebih. sampai kontraksi maksimal untuk 30 detik dalam waktu 3 menit. Akibat dari perubahan-perubahan tersebut akan terjadi perubahan fungsi ginjal. kecepatan filtrasi glomerulus menurun yang mengakibatkan menurunnya klirens asam urat dan akhirnya terjadi peningkatan kadar asam urat serum. Rondriquez mendapatkan bahwa pada umur kehamilan 24-34 minggu bila didapatkan mikroalbumniuria dan hipoklasiuria ini dideteksi dengan pemeriksaan tera radioimunologik. peningkatan hematokrit dan viskositas darah. 3. Tes latihan isometrik (Isometric exercise test) Tes ini dapat digunakan untuk deteksi hiperaktivitas vaskuler dan untuk prediksi preeklampsia. kemudian penderita memijit bola karet tensimeter yang dipasang pada lengan lain. Pemeriksaan Biokimia Pada penderita preeklampsia konsentrasi dari sejumlah zat yang terdapat dalam darah dan urin termasuk hormon-hormon mengalami perubahan-perubahan. c. Rata-rata kadar asam urat mulai meningkat 6 minggu sebelum preeklampsia menjadi berat. aliran darah ginjal menurun.

c. Volume plasma Pada keadaan HDK terjadinya penurunan volume plasma sebesar 30%-40% dari nilai normal. Kadar fibronectin meningkat antara 3.000. mudah . Kelainan hemostatik yang paling sering ditemukan pada penderita preeklampsia adalah kenaikan kadar faktor VIII dan penurunan kadar anti trombin III.5% gr%. Sorensen dkk melaporkan bahwa wanita hamil trimester 11 dengan kadar hCG > 2 4. biasanya berkonsentrasi pada permukaan pembuluh darah. 1. dan trombositopeni merupakan tanda awal HDK. Pada penderita HDK didapatkan peningkatan kadar fibronectin.6 – 1.Beberapa peneliti melaporkan bahwa kadar -hCG meningkat pada penderita preeklampsia. Bellenger melaporkan peningkatan kadar fibronectin sebagai tanda awal preeklampsia pada 31 dari 32 wanita dengan usia kehamilan antara 25-36 minggu. Fibronectin merupakan glikoprotein pada permukaan sel dengan berat molekul 450. Pemeriksaan Hematologi a. Kadar trombosit dan fibronectin Redman menyatakan bahwa HDK didahului oleh menurunnya trombosit sebelum tekanan darah meningkat. disentesis oleh endotel dan histiosit.5 gr% sampai 42% bila kadar Hb > 14.9 minggu lebih awal dari kenaikan tekanan darah atau proteinuria. bahkan ada beberapa peneliti yang melaporkan terjadinya penurunan volume plasma jauh sebelum munculnya manifestasi klinik HDK. Fibronectin akan dilepaskan ke dalam sirkulasi bila terjadi kerusakan endotel pembuluh darah. Dikatakan trombositopenia bila kadar trombosit < 150. Ultrasonografi Ultrasonografi dapat digunakan sebagai alat untuk pemeriksaan wanita hamil dengan risiko tinggi sebab cara ini aman. Kadar hemoglobin dan hematokrit Pengurangan volume plasma pada preeklampsia tampak pada kenaikan kadar hemoglobin dan hematokrit. b. Kadar normalnya dalam darah 250-420 ug/ml. Murphy dkk menunjukkan bahwa pada wanita hamil terdapat korelasi yang tinggi antara terjadinya preeklampsia dan kadar Hb. Mereka mendapatkan pada primigravida frekuensi terjadinya HDK 7% bila kadar Hb < 10.000/mm3.

Selain itu. dispnea. infeksi. Pengobatan dan penatalaksanaan penyakit jantung dalam kehamilan tergantung pada derajat fungsionilnya. merupakan gejala permulaan dari gagal jantung. Pencegahan timbulnya dekompensasi kordis dalam pengawasan Pencegahan timbulnya dekompensasi kordis harus diusahakan sebaik-bakinya. Kelainan penyerta sebagai faktor predisposisi yang dapat memperburuk penyakit jantung adalah : 1) Peningkatan usia penderita dengan penyakit jantung hipertensi dan superimposed preeklamsia atau eklamsia 2) Aritmia jantung atau hipertrofi ventrikel kiri 3) Riwayat dekompensasi kordis 4) Anemia 5) Hipotensi. serta retensi air. Tanda-tanda lain bagi gagal jantung yang berat ialah kurangnya kemampuan penderita secara mendadak untuk melakukan kegiatan sehari-hari. tidak invasif dan dapat dilakukan pada kehamilan muda. penderita harus dalam pengawasan yang ketat. maka penderita akan masuk ke dalam tingkat yang lebih tinggi. juga edema yang progresif dan takikardi. serangan sesak napas dengan batuk-batuk dan hemoptoe. . menentukan usia gestasi dan mendeteksi retardasi pertumbuhan intrauterus (IUGR).dilakukan. perlu juga diperhatikan adanya kenaikan berat badan yang berlebihan. pada gestasi minggu ke-20 sampai ke-26 dan di ulang 6-10 minggu kemudian. Para penderita kelas I dan terbanyak penderita kelas II dapat meneruskan kehamilan sampai cukup bulan dan melahirkan per vaginam. terutama pada wanita dengan septum terbuka. Mackanzie menyatakan bahwa terdengarnya ronki tetap di dasar paru-paru yang tidak hilang setelah penderita menarik napas dalam sebanyak dua atau tiga kali. Dekompensasi kordis biasanya terjadi terjadi perlahan-lahan dan dapat dikenal apabila perhatian secara terus menerus ditujukan kepada beberapa gejala tertentu. harus Selama persalinan dan yang nifas ketat. • Penatalaksanaan Medis Penatalaksanaan Ibu Hamil Dengan Penyakit Jantung Penanganan wanita hamil dengan penyakit jantung sebaiknya dilakukan kolaborasi dengan ahli penyakit dalam atau kardiolog. Apabila hal-hal tersebut di atas tidak dicegah.

Jika perlu. Penderita harus istirahat dengan berbaring dan diberi pengobatan dengan digitalis. Seksio sesarea hanya dilakukan atas indikasi obstetrik seperti plasenta previa dan disproporsio sefalo-pelvik. atau ibu tidak dapat dilarang meneran kuat. Rasa nyeri dan penderitaan harus dikurangi. Ibu ditidurkan setengah duduk apabila posisi ini lebih nyaman. maka pada kehamilan kurang . seperti furosemid (lasix). maka terapinya sama seperti tersebut di atas. Untuk mencegah timbulnya dekompensasi kordis sebaiknya dibuat daftar pengawasan khusus untuk pencatatan nadi dan pernafasan secara berkala: dalam kala I setiap 10 sampai 15 menit dan kala II setiap 10 menit. wanita harus segera dirawat dan digolongkan ke dalam kelas satu tingkat lebih tinggi. Apabila belum lahir berlangsung 20 menit. suntikan dapat diulang 1 atau 2 kali lagi dengan selang waktu 1 sampai 2 jam.2 mg sampai 1. Dekompensasi dalam kala II. lebih-lebih apabila disertai sesak nafas. Biasanya wanita disuntik intravena perlahan-lahan dengan delanosid (cedilanid) 1. maka sebaiknya persalinan diakhiri dengan forseps atau ekstraktor vakum. lebih-lebih apabila diduga persalinan akan berlangsung lama. Apabila ia hamil juga. janin hanya ibu sedapat-dapatnya setelah persalinan dilarang kala II meneran. apabila tidak timbul gejala-gejala dekompensasi.8 mg. memerlukan pengakhiran partus dengan segera. bermanfaat pula. Dari berbagai penelitian. Di samping itu pemberian oksigen.Apabila timbul gejala dekompensasi kordis. Dalam persalinan diperlukan pengawasan khusus dan sedapat-dapatnya diusahakan partus pervaginam.6 mg dengan dosis permulaan 0. dinyatakan bahwa partus pervaginam menunjukkan angka mortilitas dan morbiditas ibu yang lebih rendah. anak boleh lahir spontan. Kala persalinan biasanya tidak berbahaya. Pemberian sedasi dan analgesik dengan derivat morfin dapat menguntungkan ibu. Apabila nadi menjadi lebih dari 100 permenit dan pernafasan lebih dari 28 per menit. Apabila sungguhsungguh sudah terjadi dekompensasi. dan diuretikum. Dalam kala II. maka keadaan sangat berbahaya (dekompensasi kordis berpotensi) dan wanita harus diobati dengan digitalis. morfin(10-15 mg). Penderita dalam kelas III dan IV tidak boleh hamil karena bahaya terlampau besar.

– Beri oksigen dengan masker. . diuretikum biasanya gejla-gejala gawat jantung biasanya lekas hilang.(Samil. • Fiksasi untuk menghindari jatuhnya pasien dari tempat tidur. • Jika pasien tidak sadar/koma: – Bebaskan jalan nafas. • Pasang spatel lidah untuk menghindari tergigitnya lidah. Hipertensi Karena Kehamilan Tanpa Proteinuria Jika kehamilan < 37 minggu. tangani secara rawat jalan : • Pantau tekanan darah. Jika Kejang • Baringkan pada satu sisi. Sekali terjadi dekompensasi dalam jalannya kehamilan penderita mutlak harus dirawat dan berbaring terus sampai setelah anak lahir. – Ukur suhu. • Jika pasien syok → lihat penanganan syok. perlu untuk dipertimbangkan.dari 12 minggu. dan kondisi janin tiap minggi. proteinuria. istirahat baring. yang abortus berjalan terapetik terus. – Periksa apakah ada kaku tengkuk. tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi sekret. mencegah Pada kehamilan timbulnya dekompensasi. 2007) Penatalaksanaan Ibu Hamil Dengan Hipertensi Penanganan Umum • Segera rawat. tangani sebagai preeclampsia. • Bebaskan jalan nafas. – Intubasi jika perlu. muntahan atau darah. – Baringkan pada satu sisi. Dengan digitalis. • Lakukan penilaian klinik terhadap keadaan umum sambil mencari riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien atau keluarganya. • Jika tekanan darah meningkat. • Jika pasien tidak bernafas: – Bebaskan jalan nafas. • Jika ada perdarahan → lihat penanganan perdarahan. Hal itu sukar dilaksanakan bagi kebanyakkan wanita. sebaiknya ia harus berbaring terus selama kehamilan dan nifas.

rawat di rumah sakit : – – – – – Diet biasa. berikan prostaglandin. Preeklampsia Berat Dan Eklampsia Penanganan preeclampsia berat dan eklampsia sama. Jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat. – – – Jika tidak ada tanda-tanda perbaikan → tetap rawat. kecuali jika terdapat edema paru. atau terminasi dengan seksio sesarea. • Anjurkan istirahat baring selama 2 jam siang hari dan tidur >8 jam pada malam hari • Diet biasa. rawat dan pertimbangkan terminasi kehamilan Preeklampsia Ringan Jika kehamilan < 37 minggu. atau terjadi pertumbuhan janin terhambat. kecuali bahwa persalinan harus berlangsung 12 jam setelah timbulnya kejang dan eklampsia.• Jika kondisi janin memburuk. dekompensasi kordis atau gagal ginjal akut. reflex. Penanganan Kejang : • Beri obat antikonvulsan. tangani sebagai preeklampsia berat. lakukan induksi dengan oksitosin 5 IU dalam 500 ml dekstrose IV 10 tetes/manit atau dengan prostaglandin. • Jika tekanan diastolic naik lagi → rawat kembali. pertimbangkan terminasi kehamilan. . Pantau tekanan darah 2x sehari. Tidak perlu obat-obatan Tidak perlu diuretic. • Jika serviks matang. misoprostol atau kateter foley. Jika proteinuria meningkat. dan tidak ada tanda-tanda perbaikan. dan kondisi janin. • Kontrol 2 x seminggu. proteinuria. • Jika serviks belum matang. Jika tekanan diastolic turun sampai normal pasien dapat dipulangkan • Nasehatkan untuk istirahat dan perhatikan tanda-tanda preeclampsia berat. • Tidak perlu diberi obat-obatan. proteinuria 1x sehari. • Jika rawat jalan tidak mungkin. lakukan penilaian dua kali seminggu secara rawat jalan : • Pantau tekanan darah.

kemungkinan terdapat koagulopati. • Auskultasi paru untuk mencari tanda-tanda edema paru. • Ukur keseimbangan cairan. reflex dan denyut jantung janin setiap jam. • Jika jumlah urin < 30 ml per jam: • Infuse cairan dipertahankan 1 1/8 jam . Penanganan Umum: • Jika tekanan diastolic > 110 mmHg. • Observasi tanda-tanda vital. • Pantau kemungkinan edema paru. • Baringkan pasien pada sisi kiri. • Krepitasi merupakan tanda edema paru. dan berikan diuretik misalnya furosemide 40 mg IV. • Beri oksigen 2-4 liter/menit. oksigen). Kejang disertai aspirasi dapat mengakibatkan kematian ibu dan janin. • Jangan tinggalkan pasien sendirian. berikan antihipertensi. • Aspirasi mulut dan tenggorokan. sedotan. . • Lindungi pasien dari kemungkinan trauma. • Pasang infuse Ringer Laktat dengan jarum besar (16 gauge atau >). Jika ada edema paru. • Nilai pembekuan darah dengan uji pembekuan bedside. masker oksigen. posisi untuk mengurangi resiko aspirasi.• Perlengkapan untuk penanganan kejang (jalan nafas. Jika pembekuan tidak terjadi sesudah 7 menit. stop pemberian cairan. • Kateterisasi urine untuk pengeluaran volume dan proteinuria. sampai tekanan diastolic di antara 90-100 mmHg. Antikonvulsan Magnesium sulfat merupakan obat pilihan untuk mencegah dan mengatasi kejang pada preeklampsia dan eklampsia. jangan sampai terjadi overload.

1983. Hamilton. 1998. Jensen. Deitra . OBSTETRI FISIOLOGI. Rustam. Margaret. Jakarta . 1995. Jakarta : EGC Mochtar. SINOPSIS OBSTETRI. EGC Fraser.DAFTAR PUSTAKA Bobak. Jakarta :EGC. Dianne dan Cooper. Jakarta : EGC Sinclaire. BUKU SAKU KEBIDANAN. BUKU AJAR KEPERAWATAN MATERNITAS. Irene . Jakarta : Elemen . 2005. Lowdermilk. Mary Persis. Margaret. 2009. Jakarta : EGC Unpad. DASAR – DASAR KEPERAWATAN MATERNITAS. 2009. Constance. BUKU AJAR BIDAN MYLES.

PROJECT BASE LEARNING TRIGER II TEORI DAN KONSEP KEHAMILAN Oleh : Army Khoirunnisa .

NIM . 0810720015 JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.