Membaca Laporan Keuangan Bank (Bagian 1

)
Laporan keuangan bank memiliki item-item yang berbeda dari laporan keuangan pada umumnya. Oleh karena itu, analisa laporan keuangannya pun menggunakan pendekatan yang berbeda. Pada dasarnya dalam sistem ekonomi, bank memegang peranan sebagai lembaga intermediasi. Bank menghimpun tabungan dan deposito dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit. Keuntungan yang didapatkan oleh bank adalah selisih antara bunga dari kredit yang diberikan dengan bunga dari tabungan/deposito. Secara umum, operasional bank adalah sebagai berikut:

Yang perlu disadari adalah ketika kita menabung atau membuka deposito di bank, pada hakikatnya kita meminjamkan sejumlah uang kepada bank tersebut. Oleh karena itulah kita mendapatkan bunga. Dana

bank tersebut menyalurkannya dalam bentuk kredit. Ada sebagian yang disimpan sebagai cadangan (reserve) untuk melayani nasabah yang akan menarik simpanannya. Inilah kelemahan dari fractional reserve banking. terlihat bahwa ada sesuatu yang tersirat. Karena bank hanya menyimpan sebagian dana nasabah di tangannya. Perbedaan jangka waktu jatuh tempo antara tabungan dengan kredit inilah yang menyebabkan bank bisa memperoleh keuntungan. Mengapa bank harus memiliki reserve? Permasalahan ini sangat erat kaitannya dengan sistem fractional reserve yang dianut oleh sistem perbankan. Tentu saja tidak 100% dana simpanan tersebut disalurkan. mari kita perhatikan gambar berikut: . Lho. dana tabungan/deposito dimasukkan sebagai liabilities (kewajiban). Dari Oleh karena itulah mengapa rush terhadap suatu bank merupakan hal yang sangat ditakuti. Fractional Reserve Banking Ketika bank menerima tabungan/deposito dari masyarakat. Tabungan/deposito memungkinkan nasabah untuk menarik simpanannya saat itu juga sedangkan bank tidak dapat semudah itu untuk menarik kreditnya karena umumnya kredit memiliki jangka waktu jatuh tempo yang panjang. Dari penjelasan tersebut. Tidaklah heran di dalam laporan keuangan bank. GWM yang ditetapkan oleh BI bertujuan untuk mengurangi risiko ini. Saat ini GWM dipatok sebesar 5% dari jumlah tabungan/deposito. bank juga tentu memiliki uang kas untuk keperluan operasionalnya. GWM seperti yang disebutkan sebelumnya merupakan reserve wajib dari bank. Di samping GWM. Reserve dari bank ini juga bisa disimpan oleh bank dalam bentuk obligasi jatuh tempo dalam jangka pendek sehingga sewaktu-waktu dapat dicairkan. kan bank bisa menarik kredit yang telah disalurkan? Tidak semudah itu.kita akan menjadi modal bagi bank untuk menyalurkan kredit. Dana ini disebut juga dengan reserve requirement. tidak akan mungkin suatu bank dapat memenuhi permintaan penarikan dana tabungan/deposito dalam jumlah yang lebih besar daripada reserve-nya. Untuk lebih jelasnya. GWM (Giro Wajib Minimum) adalah dana yang harus disetorkan ke Bank Indonesia sebagai simpanan.

Bank memberikan pinjaman dengan persyaratan yang semakin longgar. kita melihat bahwa suku bunga deposito melonjak tajam dan sempat mencapai 40% per tahun. Biasanya kondisi ini terjadi ketika ekonomi mengalami resesi. semakin berisiko bank tersebut. kita terlebih dahulu harus memahami bagaimana cara kerjanya. BI sebagai bank sentral memberikan batasan LDR dalam kisaran 78%-100%. Semakin besar nilainya. Pada bagian kedua. semakin baik. secara logika saja kita bisa melihat apa saja yang bisa menjadi risiko dari sebuah bank. Risiko kedua adalah apabila terjadi kredit macet. Ketika suku bunga semakin tinggi. . Hal inilah yang terjadi saat krisis moneter tahun 1997. Akibatnya sangat fatal. Rasio NPL merupakan perbandingan antara jumlah kredit macet dengan jumlah kredit keseluruhan yang telah disalurkan. Ada kalanya. Semakin besar nilainya. banyak kreditur yang gagal bayar yang pada akhirnya memicu krisis global yang sampai dengan saat ini dampaknya masih kita rasakan. Siapa yang mau mengambil kredit dengan suku bunga sedemikian tinggi? Penjelasan Diagram Dari diagram di atas. Sumber pendapatan bank dari bunga kredit akan menipis dan ada kemungkinan menurunkan kemampuannya untuk memenuhi permintaan nasabah untuk menarik dana tabungannya.Terlihat bahwa semakin panjang jangka waktu jatuh temponya (maturity). Contoh yang sangat bagus adalah apa yang melanda Amerika Serikat pada tahun 2008. Jika kembali pada masa krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997. yield curve menjadi flat atau bahkan terbalik (inverted). kita bisa melihatnya dari NIM (Net Interest Margin). Bank mengambil keuntungan dari selisih bunga dengan memanfaatkan perbedaan yield tersebut. saya akan coba menjelaskan bagaimana caranya membaca laporan keuangan suatu bank. Keuntungan bank akan semakin mengecil dan jika berlangsung terus menerus akan menurunkan profitabilitas bank tersebut. Padahal orang-orang yang diberikan kredit belum tentu mampu untuk mengembalikannya. Sangatlah penting bagi kita untuk selalu memperhatikan rasio NPL (NonPerforming Loan) suatu bank sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Oleh karena itulah bank menetapkan persyaratan yang ketat sebelum memberikan kredit. LDR merupakan perbandingan antara jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah tabungan/deposito yang berhasil dihimpun. Rasio lain yang dapat kita pergunakan untuk melihat efektivitas suatu bank dalam menyalurkan kredit dan bagaimana bank tersebut menjaganya dalam batas aman adalah rasio LDR (Loan to Deposit Ratio). Penjelasannya sengaja saya berikan di bagian kedua karena untuk memahami laporan keuangan bank. yield dari pinjaman semakin tinggi. Permasalahan kredit macet ini sangat berpotensi menimbulkan malapetaka bagi bank apabila tidak terkontrol. Kapan hal tersebut terjadi? Biasanya hal tersebut terjadi saat resesi di mana bank harus memberikan bunga yang lebih besar agar nasabah mau menyimpan lebih banyak uangnya di bank. LDR di bawah 78% akan menurunkan profitabilitas suatu bank sementara apabila LDR lebih tinggi dari 100% akan membuat bank tersebut sangat berisiko. Yang pertama adalah apabila net interest margin (selisih antara bunga kredit dengan bunga tabungan/deposito) menipis. (Ket: yield itu mirip dengan return). Untuk memantaunya.

.

.

disamping memperoleh dana . seperti dana masyarakat.Cash ratio: Rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga yang dihimpun bank yang harus segera dibayar. tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dan dana modal sendiri bank.sumber di luar bank. dan lain . BOPO = Beban operasional / pendapatan operasional Keuntungan pokok Perbankan adalah selisih bunga simpanan dengan bunga kredit atau pinjaman. Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah : Rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. pinjaman.lain. penyertaan. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah Rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung resiko (kredit. surat berharga. Keuntungan ini dikenal dengan istilah spread based. .dana dan sumber .

Oleh karena itu. konsep ini secara langsung menentukan biaya dana yang harus dibayar oleh bank untuk setiap rupiah dana setelah dikurangi dengan biaya dana yang harus dipelihara bank sebagai cadangan wajib yang disebut Cost of Loanable Funds (COLF). Neraca Bank .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful