Skripsi

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PRAKTIK MOTOR LISTRIK SISWA JURUSAN TEKNIK LISTRIK DI SMK MIGAS CEPU
Diajukan dalam rangka menyelesaikan studi strata satu untuk mencapai gelar sarjana pendidikan

Oleh: Nama NIM Prodi : Diah Kartikaningsih : 5301906001 : Pendidikan Teknik Elektro/S1-Transfer

Jurusan : Teknik Elektro

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

1

2

ABSTRAK Diah Kartikaningsih, 2007. (Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Praktik Motor Listrik Siswa Jurusan Teknik Listrik di SMK Migas Cepu). Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Pada dasarnya setiap siswa mempunyai potensi yang perlu dikembangkan dan direalisasikan di dalam bentuk prestasi nyata, salah satunya adalah prestasi belajar . Mengenai pencapaian prestasi pelajar siswa berasal dari siswa sendiri dan berasal dari luar siswa. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh positif antara motivasi belajar dan prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu. Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah seluruh siswa jurusan listrik SMK Migas Cepu tahun pelajaran 2006/2007 yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik, yakni siswa kelas III yang berjumlah 29 siswa, sedangkan teknik pengambilan sampelnya adalah Purposive Sampling dan yang menjadi sampel adalah siswa jurusan listrik yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik kelas III yang berjumlah 29 siswa. Analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan regresi, yang dilakukan dengan komputer program SPSS versi 10.0. Berdasarkan hasil uji regresi didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi berlajar terhadap prestasi siswa dengan didapatkan nilai Fhitung sebesar 25,260 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sedangkan pada perbandingan antara Fhitung dengan Ftabel didapatkan besarnya Ftabel sebesar 4,1830 sehingga Fhitung > Ftabel. Berarti hipotesis kerja diterima. Saran dari penelitian ini, yaitu maka diharapkan kepada semua guru sebagai pendidik agar dapat selalu menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi kepada semua siswa didiknya agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang direfleksikan dengan prestasi belajar yang menggembirakan. Sedangkan pada orang tua siswa diharapkan untuk dapat selalu memantau prestasi belajar putranya agar apabila terjadi penurunan prestasi belajar dapat segera memberi dukungan dan semangat kepada putranya untuk tetap giat belajar.

3

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO “ Barang siapa yang menginginkan dunia (mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat (mendapatkannya) harus memakai ilmu. Barang siapa yang menginginkan dunia dan akhirat (mendapatkan keduanyapun) harus dengan ilmunya ( Sabda Rasulullah, kutipan dari Aa Gym,2001) Ubahlah cara berfikir anda maka anda juga akan berubah ( Norman Vincen Peale ) Sediakanlah telinga anda untuk mendengarkan semua orang, tetapi berikanlah suara anda kepada sedikit orang saja ( Shakespeare )

PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk : Suamiku yang selalu memotivasi Anak-anakku tersayang Rekan-rekan se-almamater

4

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT dengan segala rahmat dan hidayah yang telah dilimpahkan-Nya sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini dengan judul : Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Praktik Motor Listrik Siswa Jurusan Teknik Listrik di SMK Migas Cepu Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kependidikan di Universitas Negeri Semarang. Keberhasilan dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak yang terkait. Untuk itu dalam kesempatan ini di sampaikan terima kasih kepada : 1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmojo, M.Si, Rektor Universitas Negeri Semarang. 2. Prof. Dr. Soesanto, M.Pd, Dekan Fakultas Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. 3. Drs. Djoko Adi Wibowo, M.T., Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. 4. Drs. R. Kartono, M.Pd., Ketua Program Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. 5. Drs. Abdullah, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing I Universitas Negeri Semarang.

M. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-sebesarnya. 8. selaku Dosen Pembimbing II Universitas Negeri Semarang.. Ir. Semua pihak yang membantu baik langsung maupun tidak langsung atas terselesaikannya skripsi ini yang tidak mungkin di sebutkan satu persatu. Drs. M. Agustus 2007 Peneliti . 9.. Y. Kepala SMK Migas Cepu. Semarang. 10.T. 7.Si. Djaswadi. Primadiyono.5 6. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang. Para dosen dan staf karyawan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang.

Salah satu mata pelajaran yang dirasa sulit bagi para siswa SMK Migas Cepu adalah mata pelajaran prktik motor listrik. pengadaan buku dan peningkatan kualitas maupun kuantitas guru sehingga diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan ketrampilan dan sikap yang baik. Untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi siswa. LATAR BELAKANG MASALAH Pendidikan kejuruan di Indonesia khususnya Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berorientasi pada dunia kerja sudah berkembang yaitu dengan kurikulum yang mengacu pada karakteristik sistem serta bertujuan untuk mempersiapkan anak didik dalam memenuhi lapangan kerja dan mengembangkan sikap professional dan menyiapkan siswa agar mampu berkarier. Salah satunya adalah pengadaan fasilitas-fasilitas praktik. Sehingga dalam mengikuti mata pelajaran ini diperlukan mitivasi yang kuat suntuk dapat mengikuti proses jalannya belajar mengajar. maupun berkompetisi dan mampu mengembangkan diri serta menyiapkan tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dari . Untuk itu telah dicoba beberapa usaha untuk meningkatkan kualitas sekolah dan hasil lulusannya.6 BAB 1 PENDAHULUAN A .

Selain akan diupayakan agar mereka terbebas dari hambatan-hambatan yang mengganggu proses belajar. Pada dasarnya setiap siswa mempunyai potensi yang perlu dikembangkan dan direalisasikan di dalam bentuk prestasi nyata. oleh karena itu motivasi mempunyai peranan penting dalam belajar karena mendorong individu untuk melakukan suatu kegiatan belajar sehingga terjadi perubahan perilaku untuk mencapai tujuan berupa prestasi belajar yang tinggi. yaitu berupa prestasi belajar yang tinggi. Dalam menempuh pembelajaran agar mencapai kebehasilan ditentukan oleh berbagai macam faktor. sebaliknya siswa yang memiliki motivasi rendah dapat diduga prestasinya akan rendah. Motivasi merupakan syarat mutlak untuk belajar. sedang faktor yang mempengaruhi siswa dari luar diri siswa disebut faktor eksternal. Siswa yang menghadapi kesulitan dalam mengikuti pelajaran tidak seharusnya dibiarkan begitu saja. salah satunya adalah prestasi belajar . Faktor yang berasal dari siswa sendiri diantaranya adalah motivasi belajar siswa dan faktor dari luar siswa adalah kelengkapan peralatan praktik dan proses pelaksanaan praktik di sekolah sehingga dalam mencapai tujuan belajar khususnya dalam hal pelaksanaan program merupakan teori yang . Mengenai pencapaian prestasi belajar siswa berasal dari siswa sendiri dan berasal dari luar siswa.7 dalam diri disebut faktor internal. Seorang siswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung untuk mencurahkan segala kemampuan dan potensinya untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Faktor tersebut bisa sebagai pendukung dan sebagai penghambat. salah satu upaya yang dapat dilakukan antara lain memberikan motivasi kepada siswa.

1. maka siswa dituntut untuk memiliki minat. kemampuan praktik dan keahlian. banyak alat dan kondisi alat praktik yang dipakai pada waktu praktik 4. B. Lingkungan kerja praktik yang ada di sekolah. maka peneliti tertarik untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PRAKTIK MOTOR LISTRIK SISWA JURUSAN TEKNIK LISTRIK DI SMK MIGAS CEPU”. IDENTIFIKASI MASALAH Dalam uraian latar belakang masalah tersebut diketahui banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Kemampuan guru dalam mengarahkan dan memberi bekal materi sangat memegang peranan penting 3. Kelengkapan alat praktik yaitu kelengkapan alat. Permasalahan tersebut di atas dapat diidentifikasikan sebagai berikut. . Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari diri siswa itu sendiri dan dari luar. motivasi. 2. Berdasarkan uraian di atas.8 diperoleh.

Untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi praktik motor listrik di SMK Migas Cepu. Seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu. D. 2.9 C. 3. PEMBATASAN MASALAH Agar penelitian ini lebih terfokus pada suatu masalah maka perlu adanya pembatasan masalah yaitu sebagai berikut. 2. 1. 1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu. Pengaruh motivasi belajar siswa SMK Migas Cepu 2. TUJUAN PENELITIAN Tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Masalah yang disajikan dalam skripsi ini adakah pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar praktik motor listrik di SMK Migas Cepu. Pengaruh prestasi belajar praktik motor listrik di SMK Migas Cepu. E. RUMUSAN MASALAH 1. . Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu.

Meningkatkan kemampuan belajar praktik motor listrik yang selama ini dikuasai.10 F. Untuk sekolah : Pembinaan dan pengembangan strategi pendidikan yang tepat. maka diharapkan manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah : 1. . MANFAAT PENELITIAN Setelah mengetahui tujuan penelitian.. Meningkatkan motivasi belajar praktik motor listrik serta prestasi siswa. b. 2. Untuk siswa : a. Untuk peneliti : Untuk menambah wawasan. 3.

dari tidak bisa menjadi terampil. 2003:4). Tentu saja. Masih banyak penggunaan istilah belajar. Jadi. dari kurang taqwa . kita menjumpai penggunaan istilah belajar. sebagai pertanda seseorang telah melakukan proses belajar adalah terjadinya perubahan perilaku pada diri orang tersebut. belajar berbicara. belajar bernyanyi. belajar berumah tangga. Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia. PENGERTIAN BELAJAR Istilah belajar sudah akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian. perubahan yang diharapkan adalah perubahan ke arah yang positif (Rahardi. bahkan termasuk kegiatan belajar yang sifatnya lebih umum dan tidak mudah diamati. dari pembohong menjadi jujur. dari kurang tahu menjadi mengerti. belajar menghargai waktu. Belajar merupakan usaha yang dilakukan seseorang melalui interaksi dengan lingkungannya untuk merubah perilakunya. seperti belajar hidup mandiri. dan berlangsung seumur hidup. misalnya dapat berupa dari tidak tahu sama sekali menjadi samar-samar.11 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA A. Perubahan perilaku tersebut. Di masyarakat. hasil dari kegiatan belajar adalah berupa perilaku yang relatif permanen pada diri orang yang belajar. dari anak pembangkang menjadi penurut. belajar bermasyarakat dan sebagainya. seperti belajar membaca. belajar matematika dan lain-lain.

Menurut Gagne dalam buku “The Conditions of Learning” yang dikutip oleh Ngalim Purwanto (2004) menyatakan bahwa “Belajar terjadi apabila suatu situasi stimulus bersama dengan isi ingatan mempengaruhi siswa sedemikian rupa . Menurut Djamarah (1995:44) belajar pada hakikatnya adalah perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan.12 menjadi lebih taqwa dan sebagainya. Jadi perubahan sebagai hasil kegiatan belajar dapat berupa aspek kognitif. Dalam proses pengajaran. akan tetapi lebih luas dari itu. Kegiatan mengajar akan bermakna apabila terjadi kegiatan belajar murid. unsur proses belajar memegang peranan yang sangat penting. psikomotor maupun afektif. Sehingga penting sekali bagi setiap guru memahami sebaik-baiknya tentang proses belajar murid. dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca. Menurut Sardiman (2005) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan. meniru dan lain sebagainya. Selain itu dikatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. yakni mengalami. mengamati. B. BELAJAR Hamalik (2001: 27) mengemukakan tentang belajar sebagai berikut belajar merupakan suatu proses. Belajar bukan hanya mengingat. mendengarkan. agar ia dapat memberikan bimbingan dan menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi murid.

sehingga diperoleh pengetahuan baru yaitu dalam bentuk penguasaan. dan faktor pribadi/karakter individu. latihan/ulangan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar adalah sebagai berikut: a. guru dan cara mengajarnya. Berdasarkan pendapat-pendapat diatas. kecerdasan/intelijensi. penggunaan. dan motivasi sosial. belajar dapat diartikan sebagai suatu proses untuk mendapatkan perubahan pada diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. maupun penilaian mengenai sikap dan kecakapan yang merupakan perubahan atau peningkatan perolehan dari berbagai keadaan sebelumya. lingkungan dan kesempatan yang tersedia.13 sehingga perbuatannya (performance-nya) berubah dari waktu sebelum mengalami situasi ke waktu sesudah ia mengalami situasi tadi”. Menurut Morgan dalam buku “Introduction to Psychology” yang dikutip oleh Ngalim Purwanto (2004) mengemukakan : “Belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman”. b. Faktor individual (dari dalam diri seseorang) antara lain: kematangan/pertumbuhan. sesuai dengan kemampuan masing-masing. alat-alat yang dipergunakan dalam belajar-mengajar. Faktor sosial (dari luar individu) antara lain: faktor keluarga/keadaan rumah tangga. . motivasi.

Prestasi secara umum menurut Sastrapradja (1970 : 390). ’’Motivasi merupakan proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan“. a Motivasi Belajar Siswa Istilah motivasi berasal dari kata motive yang berarti dorongan. PRESTASI BELAJAR Sutarno (1989:25) mengemukakan bahwa. “Prestasi secara umum diartikan sebagai hasil yang telah dicapai” Dengan demikian semua hasil yang dicapai dari kegiatan yang dilakukan individu disebut prestasi. Dengan demikian motif dapat diartikan sebagai suatu yang melatarbelakangi individu berbuat untuk mencapai tujuan tertentu.14 C. Motif merupakan driving force yaitu menggerakkan manusia untuk bertingkah laku. D. efektif dan psikomotorik. Dengan demikian prestasi belajar ini harus mencerminkan sekurang-kurangnya tiga aspek tersebut. MOTIVASI BELAJAR Menurut pendapat Heid Jracman Ranu Pandoyo dan Suad Husnan (1990:197) mengatakan bahwa. Motif dapat diartikan sama halnya dengan kebutuhan (needs). Belajar merupakan perubahan perilaku yang dituntut dalam belajar sedikitnya mencakup tiga aspek yaitu : kognitif. Ruslan A. Prestasi belajar adalah merupakan hasil belajar seseorang. “Prestasi belajar adalah kemampuan yang nyata (actual ability) yang dicapai individu atau siswa dalam belajar”. . Gani (1986:44) berpendapat.

yang diartikan sebagai keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan” .15 Menurut pendapat Hani Handoko (1991:252) mengatakan bahwa “Dalam hal ini akan digunakan istilah motivasi. . memberi kepuasan ataupun mengurangi ketidakseimbangan b Pengertian motivasi belajar siswa Menurut pendapat Hasan Langgulung (1986:53). “Motivasi adalah keadaan psikologi yang merangsang dan memberi arah terhadap aktivitas manusia “ . kebutuhan persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang”. Lain halnya dengan pendapat Susilo Martoyo (1990:139) mengemukakan bahwa : “Motivasi pada dasarnya adalah kondisi mental yang mendorong dilakukannya suatu tindakan (action atau activitas) dan memberi kekuatan (energy) yang mengarah kepada pencapaian kebutuhan. Sedangkan menurut Walyo Sumidjo (1984:174) mengemukakan. “Motivasi merupakan proses psikologis yang terdiri pada diri seseorang yang mencerminkan interaksi antara sikap. Pada akhirnya aktivitas-aktivitas ini akan membawa tercapainya suatu tujuan. Dari dua pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa motivasi adalah proses psikologi seseorang yang merangsang untuk menentukan keputusan yang bewujud aktivitas-aktivitas.

sehingga menimbulkan tingkah laku yang progresif dan efektif .16 Pengertian belajar menurut Winkel (1983:15). adalah suatu proses mental yang mengarah kepada penguasaan pengetahuan. Jadi motivasi belajar siswa adalah dorongan yang ada pada diri siswa untuk melakukan kegiatan dan untuk memperoleh ketrampilan atau skill. c Macam-macam motivasi siswa Dalam pembahasan macam-macam motivasi ini dapat ditinjau dari tiga sudut pandang yaitu : 1. kecapaian atau skill kebiasaan atau sikap yang semuanya diperoleh disimpan dan dilaksanakan. Motivasi instrinsik dan ekstrinsik d Bentuk-bentuk motivasi belajar Motivasi yang dimiliki oleh siswa memang penting peranannya bagi siswa yang sedang melakukan belajar. Motivasi jasmani dan rohani 3. e Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar Menurut Djamarah (2002:124) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar meliputi: . baik itu motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik merupakan factor-faktor yang mendorong aktivitas-aktivitas dan inisiatif yang mengarah pada ketekunan dan keberhasilannya. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya 2.

17 § Faktor angka atau nilai Angka dimaksud adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. dua atau tiga dari anak didik lainnya. § Faktor kompetisi Kompetisi adalah persaingan. § Faktor ego-involvement Menumbuhkan kesadaran kepada anak didik agar merasakan pentingnya tugas dana menerimanya sebagai tantangan sehingga salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Dalam dunia pendidikan. dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah belajar. ranking satu. § Faktor pujian Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. § Faktor hadiah Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan/cenderamata. Angka atau nilai yang baik mempunyai potensi besar untuk memberikan motivasi kepada anak didik lebih giat belajar. hadiah dapat dijadikan sebagai alat motivasi. . Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik.

Siswa dapat menghitung besarnya arus yang mengalir . sedangkan TIU dan TIK mengenai praktik motor listrik di SMK Migas Cepu adalah : 1. Salah satu aspek penting adalah tugas semua orang yang bekerja. Juga harus memperhatikan tentang keselamatan kerja. (Tujuan Instruksional Umum) TIU a. PRAKTIK MOTOR LISTRIK Praktik adalah membuktikan suatu teori dalam mata pelajaran. tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Praktik motor listrik tersebut meliputi Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan Teknik Instruksional Khusus (TIK). E. Siswa dapat menentukan arah putaran medan dalam praktik motor listrik c. Dengan adanya kurikulum tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam prestasi praktik motor listrik.18 § Hukuman Meski hukuman sebagai reinforcment yang negatif. Praktik motor listrik di SMK Migas Cepu tahun ajaran 2006/2007 mengacu pada kurikulum 2004. Suatu kegiatan atau penerapan ilmu pengetahuan. Siswa memahami cara kerja instalasi motor listrik c. Siswa memahami rangkaian instalasi motor listrik b. Siswa dapat melaksanakan rangkaian intalasi motor listrik b. (Tujuan Instruksional Umum) TIK a. Siswa memahami langkah kerja praktik motor listrik 2. Siswa dapat menganalisis cara kerja instalasi motor listrik d. Dalam pratik ini adalah mata pelajaran motor listrik.

produktif dan berprestasi.19 F. Secara lebih jelasnya mengenai kurikulum 2004 dapat dilihat pada lampiran 1. maka faktor motivasi belajar siswa yang menjadi perhatian untuk diangkat sebagai variabel yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut. Demikian juga . KURIKULUM JURUSAN TEKNIK LISTRIK Kurikulum yang digunakan merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum tahun 1999 diarahkan untuk menyesuaikan kompetensi yang ada pada saat ini. Untuk memperjelas proses motivasi belajar siswa dapat mempengaruhi hasil prestasi belajar praktik motor listrik maka dapat dilihat pada blok skema sebagai berikut : Motivasi Belajar Prestasi belajar praktik motor listrik Gambar 1 : Blok Skema Blok skema di atas merupakan cerita mengenai siswa dimana pada siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi maka tidak selalu berpengaruh pada prestasi belajarnya yang juga menjadi lebih tinggi atau lebih baik. dimana pengembangan kurikulum ini untuk mewujudkan sekolah yang efektif. G. KERANGKA BERFIKIR Berdasarkan hasil telaah pustaka dan kondisi yang terjadi SMK Migas Cepu yaitu masih belum optimalnya prestasi belajar praktik motor listrik para siswa.

20 sebaliknya apabila motivasi belajar siswa rendah maka prestasi belajarnya juga ikut terpengaruh menjadi rendah. HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini berbunyi ada pengaruh positif yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu. . H.

Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah seluruh siswa jurusan listrik SMK Migas Cepu tahun pelajaran 2006/2007 yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik. Pengambilan sampel harus benar-benar mewakili populasi yang ada. SAMPEL PENELITIAN Sampel adalah sebagian atau wakil-wakil dari populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto. 2002:109). POPULASI Populasi adalah totalitas semua nilai yang mungkin. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2002:108). TEMPAT PENELITIAN Penelitian ini akan dilaksanakan di SMK Migas Cepu dengan alamat Jalan Diponegoro 53 Cepu. yakni siswa kelas III yang berjumlah 29 siswa. hasil menghitung ataupun pengukuran kuantitatif atau kualitatif mengenai karakteristik tertentu dari semua anggota kumpulan yang lengkap dan jelas ingin dipelajari sifat-sifatnya (Sudjana. populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.21 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN A. B. karena syarat utama agar dapat ditarik suatu generalisasi adalah bahwa sampel yang diambil dalam penelitian harus menjadi . 1996:6). C.

apabila lebih dari 100 maka diambil 10-15 % atau 20-25 % tergantung dari kemampuan. Maksudnya adalah pengambilan sampel ditarik dari semua anggota populasi karena jumlah populasi yang kecil. VARIABEL PENELITIAN Menurut F. mendefinisikan variabel sebagai . Apabila sampel kurang dari 100 maka pengambilan samepl semuanya. menyebutkan variabel sebuah konsep seperti halnya laki-laki dalam konsep jenis kelamin. insyaf dalam konsep kesadaran. Teknik sampling adalah cara yang digunakan untuk pengambilan sampel (Sutrisno Hadi. Itulah sebabnya sampel dari populasi memerlukan teknik tersendiri sehingga sampel yang diambil dapat mewakili populasi. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto (2002:94). Menurut Suharsimi Arikunto (2002:112). Dalam penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling. 2002:75). pengambilan sampel harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar berfungsi sebagai sampel. D.N Kerlinger yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto (2002:94).22 cermin populasi. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa jurusan listrik yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik kelas III yang berjumlah 29 siswa yang sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Hal tersebut dikarenakan siswa kelas III telah mendapatkan aplikasi pelajaran instalasi motor listrik dan problem solving (karena di kelas III siswa sudah tahu dasarnya) sehingga timbul motivasi belajar praktik motor listrik secara mantap.

Gejala adalah obyek penelitian. Mengkaji teori yang berkaitan dengan variabel penelitian. 2002:128). E. 3. Variabel bebas (variabel X) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa. dan sebagainya. 2.23 gejala yang bervariasi misalnya jenis kelamin. Langkah-langkah penyusunan angket adalah : 1. Mencari atau menentukan indikator pada setiap sub variabel. . atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto. Angket Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang kepribadiannya. sehingga variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi. Jenis angket yang digunakan adalah bentuk pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban yang digunakan untuk meneliti tentang pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Variabel terikat (variabel Y) Variabel terikat dalam penelitian ini adalah prestasi belajar praktik motor listrik siswa. TEKNIK PENGUMPUL DATA Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Variabel dalam penelitian ini adalah: a. b. Menjabarkan variabel menjadi sub variabel. berat badan.

41.24 4.50 10.18.12.5. yaitu : Sangat Setuju (SS).32. Menulis atau membuat item angket dengan indikator. Kurang Setuju (KS).39.42 40.4.49. Pensekoran jawaban angket tersebut adalah : SS S KS TS :4 :3 :2 :1 Lembar angket selengkapnya terdapat pada lampiran 3.16.43.33. Skoring angket Metode yang digunakan dalam penyusunan skala ini menggunakan empat kriteria jawaban.29.46 1 Siswa Kesehatan Minat Kesiapan Kecakapan Kepemilikan sarana belajar Keinginan setelah lulus Pengalaman 2 Sekolah (Guru) Pemahaman materi Sistem pengajaran Sarana dan prasarana 3 Keluarga Keadaan ekonomi 22.36.21 19 20 28.24 Tingkat pendidikan orang tua 25.3.30.47 6.11.37. Setuju (S).9. Kisi-kisi angket Tabel 1 No Kisi-kisi Angket Variabel Sub Variabel 1 Item Soal 2. Alternatif jawaban ini didasarkan pada aspek yang muncul.48 8.27 3.34 35.44.45.17. .23.14 15.26.38.7. dan Tidak Setuju (TS). 2. Jawaban subjek yang bergerak dari nilai 1 sampai dengan 4.13.31.

5 SB) keatas adalah termasuk kategori tinggi Didapatkan : SB = 13.6 = (117.9 .117.9 = 157.3) = 197.13 m = 117.6 = 117. Kecenderungan motivasi siswa SMK Migas Cepu sendiri dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori sebagai berikut : 1.3) = 157.6 .5 SB) adalah termasuk kategori cukup Didapatkan : SB = 13.5 x 13.3 keatas adalah termasuk kategori tinggi 2.5 x 13. 1992).13 m = 117.6 = (117.3 adalah termasuk kategori cukup 3. (m+1.25 Untuk mengetahui kecenderungan motivasi belajar siswaSMK Migas Cepu diusahakan berpedoman pada aturan standar (Sudjana.6 adalah termasuk kategori kurang .1.3 sampai 197. (m-1. (m) sampai (m+1.6 + 1.5 SB) sampai (m) adalah termasuk kategori kurang Didapatkan : SB = 13.13 m = 117.

6 = (117. Metode ini digunakan untuk meneliti prestasi praktek dan mendapatkan data tertulis yang berupa nilai hasil dari prestasi siswa. (m-1. Observasi Observasi merupakan pengumpulan data yang menggunakan pengamatan terhadap obyek penelitian.5 x 13.6 157.13 m = 117.9 kebawah adalah termasuk kategori rendah Tabel 2.197.3 keatas 117.5 SM ) kebawah adalah termasuk kategori rendah Didapatkan : SB = 13. Alasan digunakan metode karena tidak usah mengadakan tes khusus yang berhubungan dengan prestasi praktek. .9 kebawah Jumlah 2 24 2 Keterangan Rendah Kurang Cukup Rendah 4.3 .26 4.9 . kategori kecenderungan motivasi belajar siswa SMK Migas Cepu No 1 2 3 4 Skor 197. Dengan mengambil data melalui rapor.117. maka dapat dijadikan gambaran sejauh mana siswa dalam melaksanakan praktek.3) = 157.1.3 157.6 .

b. TEKNIK ANALISIS DATA 1. . Validitas Eksternal Instrumen dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau informasi lain yang mengenai variabel penelitian yang dimaksud. Validitas Internal Instrumen dikatakan validitas internal apabila setiap instrumen mendukung ”missi” instrumen secara keseluruhan yaitu mengungkap data dari variabel yang dimaksud. Ada dua macam validitas sesuai dengan cara pengujiannya yaitu: a.27 5. Tes Yaitu teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengujian tes formatif secara langsung kepada obyek penelitian pada mata pelajaran praktik motor listrik. Uji Validitas dan Reliabilitas a. F. 2002:144). Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan sesuatu instrumen (Suharsimi Arikunto. Metode dokumentasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data-data tentang banyaknya siswa yang dijadikan responden / subjek penelitian 6.

3031 dan 0. Perhitungan tersebut akan dilakukan dengan bantuan komputer (program SPSS for windows versi 10).301. dengan taraf nyata 5%.28 Dalam penelitian ini. menggunakan validitas item. 2002 : 146) : rxy = {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 − (∑ X 2 ) }{N ∑ Y 2 − (∑ Y 2 ) } Keterangan : rxy N ∑X : koefisien korelasi tiap butir soal : banyaknya anggota kelompok sampel : jumlah skor tiap butir soal : jumlah skor total : jumlah hasil kali x dan y : jumlah kuadrat skor tiap butir soal : jumlah kuadrat skor total ∑Y ∑ XY (∑ X ) (∑Y ) 2 2 Harga rxy yang diperoleh. dikonsultasikan dengan tabel harga kritik r product moment. Sesuai dengan jumlah responden adalah 29 maka besar rxy tabel adalah 0. yakni menguji kevalidan tiap-tiap item pertanyaan. apabila rxyhitung lebih besar dari rxy tabel sehingga instrumen penelitian dinyatakan valid. Apabila harga r xy lebih dari harga rtabel maka soal dikatakan valid. Rumusnya (Suharsimi Arikunto. Validitas instrumen penelitian didapatkan dari perbandingan nilai rxyhitung dengan rxy tabel.6983 sehingga angket motivasi belajar dinyatakan valid. sedangkan besar rxyhitung berkisar antara 0. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5. . Teknik yang digunakan untuk mengetahui validitas soal dapat dihitung dengan rumus product moment person (dengan angka kasar).

Apabila instrumennnya sudah baik dan dapat dipercaya (reliabel) maka berapa kalipun diambil pada waktu yang berbeda dan pada subyek yang sama. Reliabilitas Reliabilitas menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi. dikonsultasikan dengan tabel.29 b. tetap akan sama hasilnya. Perhitungan reliabilitas akan dilakukan dengan bantuan komputer (program SPSS for windows versi 10). 2002 : 171) : 2  k  ∑ σ b   1 − r11 =   2 σ1   k − 1    Keterangan : r11 : reabilitas instrumen k : banyaknya item 1 : Konstanta 2 ∑σ b : jumlah varians butir ∑σ 2 1 : varians total Harga r11 yang diperolah. Rumus yang digunakan untuk mengetahui reliabilitas suatu instrumen dengan tes obyektif dan skor instrumennya bukan nilai 1 dan 0 dalam hal ini berupa tes angket atau bentuk uraian adalah menggunakan rumus alpha. Jika r11 lebih dari rtabel maka instrumen tersebut reliabel dengan taraf nyata 5%. 2002:154). Instrumen variabel motivasi belajar didapatkan nilai alpha sebesar . Reliabilitas instrumen didapatkan dengan melihat nilai croanbach alpha. adalah sebagai berikut (Suharsimi Arikunto. Semakin tinggi nilai alpha maka instrumen penelitian semakin baik dan semakin reliabel.

886. Calculated from data.108 .05.583 .13 .583 dengan nilai p sebesar 0.108 .059 -. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5.59 13. (2-tailed) Mean Std. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.886 N Normal Parameters a. Deviation Absolute Positive Negative a. Sig. 2. Berdasarkan pengujian Kolmogorov Smirnov didapatkan data sebagai berikut : Tabel 3 Hasil uji Kolmogorov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Motivasi Belajar 29 177.30 0. .9457 dan hampir mendekati 1 sehingga angket motivasi belajar dinyatakan reliabel. Karena nilai p > 0. Berdasarkan pengujian normalitas di atas didapatkan nilai KolmogorovSmirnov Z sebesar 0. Test distribution is Normal. variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. b. Untuk menguji apakah distribusi normal atau tidak dengan melakukan pengujian Kolmogorov Smirnov. sehingga berdasarkan uji tersebut dinyatakan data berdistribusi normal.b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.

Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh hasil sebagai berikut : Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y 1. maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. yaitu dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.75 1.00 0. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 6.31 Selain itu juga dapat dilakukan analisis grafik.50 .00 . . Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal.75 Expected Cum Prob . Menurut Ghozali (2001) jika data menyebar mendekati dari garis diagonal dan/atau mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal.25 0.00 Observed Cum Prob Gambar 2 Grafik Normal Plot Berdasarkan gambar diatas data pada penelitian ini berdistribusi normal.50 .00 .25 .

pada nilai 7. Prestasi belajar praktik motor listrik siswa sebenarnya tergolong baik.4%). Deskripsi Data a.25 sebagai nilai terendah dan 8.2%). sedangkan pada nilai yang lainnya hanya terdapat 1 siswa (3.3%).25 terdapat 4 siswa (13. Pada nilai 7. Nilai yang diperoleh para siswa cukup bervariatif. Nilai Penelitian yang dilaksanakan di SMK Migas Cepu yang beralamat di Jalan Diponegoro 53 Cepu dengan variabel penelitian motivasi belajar dan prestasi belajar siswa yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik dapat dijelaskan sebagai berikut.20 terdapat 5 siswa (17.8) dan pada nilai 8.32 3.20 sebagai nilai tertinggi yang diperoleh oleh siswa. Nilai-nilai tersebut tersebar dari kisaran angka 7.8%).8%).43 terdapat 4 siswa (13. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut : .6431.20. Pada siswa SMK Migas Cepu yang berjumlah 29 siswa ini semuanya berjenis kelamin laki-laki. pada nilai 8.0 terdapat 4 siswa (13.25 sedangkan nilai tertinggi yang dicapai siswa adalah 8. hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata yang didapat oleh para siswa yaitu sebesar 7.35 terdapat 3 siswa (10. Nilai terendah yang dicapai siswa adalah 7. pada nilai 7.

4 3.25 sampai yang tertinggi adalah 8.33 Tabel 4 Nilai 7.40 7.80 7.8 3.55 7.28 7.4 3. . Hal tersebut dibuktikan dengan rentang nilai antara 7.8 17.25 7.00 8.3 3.35 7.4 3.83 8.2 Berdasarkan tabel di atas didapatkan bahwa prestasi belajar siswa cukup bervariatif.50 7.8 3.4 13.74 7.4 13.4 3. Dengan nilai yang di atas rata-rata ini menunjukkan bahwa siswa-siswa SMK Migas Cepu cukup memahami mengenai praktik motor listrik.33 7.20.4 3.45 7.43 7.20 Frekuensi nilai praktik motor listrik Frekuensi 4 1 1 3 1 4 1 1 1 1 1 1 4 5 Persentase (%) 13.4 3.4 10.

62 3.9 No responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 .48 3.76 3. Motivasi Tabel 5 Nilai Angket Nilai Total 171 164 185 183 199 151 177 200 168 171 167 184 174 184 186 194 176 184 194 181 169 185 159 174 188 157 175 155 195 Nilai Rata-rata 3.14 3.42 3.88 3.52 3.68 3.7 3.7 3.68 3.34 3.54 4 3.36 3.34 a.1 3.48 3.28 3.88 3.66 3.38 3.42 3.02 3.18 3.72 3.68 3.98 3.5 3.

Metode statistik yang digunakan adalah regresi Sederhana Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. 1995: 21): Y = aX + K Keterangan: Y = kriterium a = bilangan koefisisen predikator X = predikator K = bilangan konstan Harga a dan K dapat dicari dari persamaan 1) 2) xy = a x2 + K x y = a x + NK . rumus yang digunakan adalah (Sutrisno Hadi. Statistik diskriptif. Uji Hipotesis Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode statistik.35 Dari 29 responden tersebut didapatkan bahwa rata-rata responden mempunyai motivasi belajar yang tinggi.. Data nilai angket ini selanjutnya dapat dilihat pada lampiran 4. Teknik regresi sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh antara masingmasing variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). 4. karena data yang dihadapi adalah data kuantitatif Statistik dapat meringkas hasil penelitian dalam bentuk angka-angka sehingga memungkinkan untuk di uji lagi oleh orang lain. regresi sederhana.

kita memerlukan dua harga yaitu Jkreg dan JkTot (total). Sumbangan (Kontribusi) 1) Sumbangan relatif Untuk menghitung sumbangan relatif kita harus menggunakan Jkreg melalui rumus sebagai berikut: Jkreg = a ∑ x1 y + b ∑ x2 y Selanjutnya kita menghitung Jkres jika dengan rumus dan perhitungan adalah sebagai berikut : Jkres = ∑ y 2 − a ∑ x1 y − b∑ x2 y Maka sumbangan relatif untuk kedua prediktor tersebut dapat dicari dengan rumus Jkreg yang kita temukan yaitu sebagai berikut: • Sumbangan relatif (SR) prediktor 1 = a ∑ x1 y Jkreg b∑ x2 y Jkreg • Sumbangan relatif (SR) prediktor 2 = Perlu dicatat jumlah sumbangan relatif untuk prediktor-prediktor adalah 100%.36 b. Untuk menghitung sumbangan efektif. Besarnya sumbangan efektif atau efektivitas prediktor-prediktor dirumuskan sebagai berikut: . 2) Sumbangan Efektif Sumbangan efektif adalah sumbangan prediktor secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri telah andil terhadap kriterium.

37 Efektivitas prediktor = Jkreg JkT Didalam tabel persiapan anareg diketahui bahwa: JKT = ∑ y 2 Jika dihitung sumbangan efektif setiap prediktor adalah: • Sumbangan efektif (SE) prediktor 1 = SR prediktor 1 x Efektifitas Prediktor • Sumbangan efektif (SE) prediktor 2 = SR prediktor 2 x Efektifitas Prediktor Perhitungan analisis data di atas akan dilakukan dengan bantuan komputer (program SPSS for windows versi 10). .

712 6. Predictors: (Constant).260 Sig. .1830 sehingga Fhitung > Ftabel maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara angket motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Migas Cepu yang .712 1.260 dengan nilai signifikansi 0. HASIL PENELITIAN 1. sedangkan pada perbandingan antara Fhitung dengan Ftabel didapatkan besarnya Ftabel sebesar 4.830 3.542 Model 1 df 1 27 28 Regression Residual Total Mean Square 1. Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar siswa Dalam penelitian ini adalah menguji pengaruh dari motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa yang mengambil mata pelajaran praktik motor listrik di SMK Migas Cepu.778E-02 F 25.000 < 0. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : Tabel 6 Hasil uji regresi ANOVAb Sum of Squares 1. X b. Berdasarkan hasil uji regresi didapatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel motivasi berlajar terhadap prestasi siswa.05.38 BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN G. Dependent Variable: Y Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 25.000a a.

buku-buku pendukung dan lain sebagainya. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7.3%) dipengaruhi oleh variabel selain motivasi belajar siswa.695a . 2.39 mengambil praktik motor listrik.483 atau 48. Variabel-variabel tersebut meliputi fasilitas kelas.464 Std. X b.3 persen prestasi belajar praktik motor listrik (Y) dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa. menunjukkan besarnya koefisien determinasi atau R2 sebesar 0. Dependent Variable: Y Pada Tabel 7. Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Migas Cepu Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel motivasi belajar terhadap prestasi belajar praktik motor listrik maka digunakan pula pengujian koefisien Determinasi (R2).2603 a.7 persen (100% – 48. Data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7. Sedangkan sisanya sebesar 51. Error of the Estimate .3 persen. Tabel 7 Hasil uji koefisien determinasi Model Summary Model 1 R R Square . Berikut disajikan nilai koefisien Determinasi. guru. Dapat diartikan bahwa sebesar 48. . Predictors: (Constant).483 Adjusted R Square .

3%) dapat dipengaruhi oleh variabel-variabel yang lain.260 dimana nilai p = 0.3031 dan 0. sedangkan besarnya rtabel 0. Motivasi belajar tersebut mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Sementara itu besarnya tingkat pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar adalah sebesar 48. misalnya guru dalam memberikan metode pembelajarannya.6983. Motivasi belajar akan mendorong siswa untuk melakukan tindakan yang nyata. dimana besarnya r hitung berkisar antara 0.40 H. Pada hasil regresi ternyata motivasi belajar siswa mempengaruhi prestasi belajar praktik motor listrik di SMK Migas Cepu secara signifikan dengan F sebesar 25. Dengan demikian item-item pertanyaan pada angket motivasi dapat digunakan untuk alat ukur penelitian. Seseorang yang berminat untuk belajar belum sampai pada tataran motivasi belum menunjukkan aktivitas yang nyata. belum sampai melakukan kegiatan.000.7% (100%-48. Minat merupakan kecenderungan psikologis yang menyenangi sesuatu objek.3 persen. buku-buku pendukung. PEMBAHASAN Hasil angket motivasi belajar siswa dinyatakan valid karena didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel. Dengan motivasi belajar yang tinggi.301. Tidak ada seorangpun yang dapat belajar tanpa motivasi. . Hal tersebut akan menunjang untuk mendongkrak prestasi siswa. Sedangkan sisanya sebesar 51. kenyamanan ruang belajar serta fasilitas-fasilitas pendukung yang lain. maka ilmu yang dapat diserap oleh siswa juga akan semakin baik.

41 Namun minat adalah alat motivasi dalam belajar. penggerak. Karena itulah baik dorongan atau penggerak maupun penyeleksi merupakan kata kunci dari motivasi dalam setiap perbuatan dalam belajar. Guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi ekstrinsik. Sehingga dengan bantuan itu anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Proses belajar yang telah terjadi dalam diri . Dalam mendapatkan hasil belajar dalam bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri individu dan di luar individu. Ketiadaan minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal penyebab kenapa anak didik tidak bergeming untuk mencatat apa-apa yang telah disampaikan oleh guru. Itulah sebagai pertanda bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. dan penyeleksi perbuatan. baik itu motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsik merupakan factor-faktor yang mendorong aktivitas-aktivitas dan inisiatif yang mengarah pada ketekunan dan keberhasilannya. Keberhasilan prestasi belajar merupakan proses dari hasil belajar yang dilakukan oleh individu. Baik motivasi instriksik maupun motivasi ekstrinsik sama berfungsi sebagai pendorong. Dorongan adalah fenomena psikologis dari dalam yang melahirkan hasrat untuk bergerak dalam menyeleksi perbuatan yang akan dilakukan. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Kemiskinan motivasi instrinsik ini merupakan masalah yang memerlukan bantuan yang tidak bisa ditunda-tunda. Motivasi yang dimiliki oleh siswa memang penting peranannya bagi siswa yang sedang melakukan belajar.

dari tidak tahu menjadi tahu. invironmental input. Misalnya. Keinginan mereka untuk dapat mengikuti dan menyerap pelajaran akan berpengaruh pada hasil belajarnya yang berupa prestasi belajar yang meningkat. dari tidak berilmu menjadi berilmu dan sebagainya. sehingga akan berbeda dengan kurikulum yang digunakan pada tahun ajaran selanjutnya yaitu akan digunakan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan (KTSP). dari tidak mengerti menjadi mengerti. karena aktivitas belajar yang telah dilakukan. KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini kemungkinan tidak dapat digunakan sebagai acuan untuk penelitian ditahun-tahun mendatang. output. yaitu raw input. Hal tersebut dikarenakan pada penelitian ini dilaksanakan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum tahun ajaran 2006/2007. Selain itu penelitian ini tidak dapat diterapkan sepenuhnya pada SMK yang lain. learning teaching process. hal tersebut akan . I. hal tersebut dikarenakan perbedaan kurikulum yang diterapkan untuk SMK Migas Cepu pada saat penelitian ini dilaksanakan. termasuk untuk SMK Migas Cepu. dan instrumental input.42 seseorang hanya dapat disimpulkan dari hasilnya. Dengan demikian dapat disimpulkanan bahwa ada unsur-unsur lain yang ikut terlibat langsung di dalamnya. Pada hakekatnya belajar itu bukanlah suatu aktivitas yang berdiri sendiri. Motivasi belajar yang tinggi merupakan tumpuan pertama para siswa untuk dapat mengikuti pelajaran yang diberikan dengan baik.

.43 mempengaruhi perbedaan karakteristik kurikulum yang diterapkan pada tahuntahun mendatang termasuk di SMK yang lain.

6431. 4. Prestasi nilai praktik motor listrik siswa SMK Migas Cepu tergolong tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 7. . dapat disimpulkan : 1.000. Motivasi belajar siswa sebagian besar termasuk dalam kategori cukup yaitu sebanyak 24 siswa. Berdasarkan hasil pengujian regresi dinyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara angket motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa yang mengambil mata pelajaran motor listrik dibuktikan dengan nilai F sebesar 25.44 BAB 5 PENUTUP J. 3.260 dan p value = 0. Prestasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan meningkat motivasi belajar siswa SMK Migas Cepu. 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Praktik Motor Listrik Siswa Jurusan Teknik Listrik Di SMK Migas Cepu.

dengan nilai standar kelulusan yang cukup tinggi diharapkan agar dapat memotivasi diri sendiri untuk tetap giat belajar. 4. Diharapkan kepada semua guru sebagai pendidik agar dapat selalu menumbuhkan motivasi belajar yang tinggi kepada semua siswa didiknya agar dapat dicapai tujuan pendidikan yang direfleksikan dengan prestasi belajar yang menggembirakan.45 K. peneliti dapat menyampaikan saran antara lain : 1. 2. sehingga dapat mencapai nilai diatas nilai standar untuk mencapai kelulusan. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas. 3. Diharapkan kepada semua orang tua siswa untuk dapat selalu memantau prestasi belajar putranya agar apabila terjadi penurunan prestasi belajar dapat segera memberi dukungan dan semangat kepada putranya untuk tetap giat belajar. Kepada para siswa. Fasilitas pendukung termasuk didalamnya adalah buku-buku penunjang yang selama ini dirasa masih kurang diharapkan agar dapat segera ditambahkan dan diperbaharui agar dapat mendukung prestasi belajar siswa. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful