Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.[1] Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.[1] Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.[2] Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggotaanggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka. Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink,

kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya polapola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Unsur-Unsur
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: 1. Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: o alat-alat teknologi o sistem ekonomi o keluarga o kekuasaan politik 2. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: o sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya o organisasi ekonomi o alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) o organisasi kekuatan (politik)

Wujud dan komponen
Wujud
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.

pakaian. senjata. seperti televisi. dan dapat diamati dan didokumentasikan. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. terjadi dalam kehidupan sehari-hari. dilihat. norma-norma. misalnya berupa dongeng. Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas. pesawat terbang. tidak dapat diraba atau disentuh. gedung pencakar langit. cerita rakyat. dan lagu atau tarian tradisional. mengadakan kontak. dan seterusnya. • Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain: Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) . maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. Komponen Berdasarkan wujudnya tersebut. antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. konkret. perbuatan. • • Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat. dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. gagasan. perhisalan. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan. stadion olahraga. kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: • Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata. dan didokumentasikan. serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. peraturan. dan mesin cuci. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi. nilai-nilai.• Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. Sifatnya konkret. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik). atau dalam memproduksi hasilhasil kesenian. bibi. paman. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat. klan. anak. organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat. serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah.Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi. fatri. yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. dan keluarga unilateral. kakek. keluarga bilateral. dan paroh masyarakat. menantu. memakai. Sementara itu. kakak. adik. di antaranya: • • • • Berburu dan meramu Beternak Bercocok tanam di ladang Menangkap ikan Sistem kekerabatan dan organisasi sosial Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama. keluarga luas. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti. nenek dan seterusnya. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal. cucu. ibu. Dalam kajian sosiologi-antropologi. . yaitu: • • • • • • • • alat-alat produktif senjata wadah alat-alat menyalakan api makanan pakaian tempat berlindung dan perumahan alat-alat transportasi Sistem mata pencaharian Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja. baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Kekerabatan adalah unitunit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan.

Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan. dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. yang berasar dari bahasa Latin religare. tata krama masyarakat. seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. mewujudkan seni (sastra). Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. berkomunikasi. dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati. pemahaman. Melalui bahasa.Bahasa Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan.. Kesenian Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Sistem Kepercayaan Ada kalanya pengetahuan. Agama (bahasa Inggris: Religion. Sehubungan dengan itu. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: . sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah. muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. baik lewat tulisan. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus.[3] Agama biasanya memiliki suatu prinsip.. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. seperti misalnya dalam sistem teokrasi. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Secara bersamaan. yang berarti "menambatkan"). Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama juga memengaruhi kesenian. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. lisan. ataupun gerakan (bahasa isyarat). Agama Samawi . mempelajari naskah-naskah kuno. tingkah laku.

sering dikelompokkan sebagai agama Samawi[4] atau agama Abrahamik. seni. politik. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara.5 s. seperti Kristen dan Islam. dua filosofi yang berasal dari Cina. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China.1 milyar pemeluk agama Kristen di seluruh dunia. inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina.Tiga agama besar. Agama Hindu dari India. Ketiganya telah memberikan pengaruh yang besar dalam kebudayaan manusia di berbagai belahan dunia. filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China. Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam.700 tahun terakhir. Carvaka. Afrika. adalah agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1. Saat ini umat Yahudi berjumlah lebih dari 13 juta jiwa. di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia. Pada periode yang sama. dan Thailand. dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia. Yahudi. Pengaruh bereka cukup besar. dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. 2. China. Saat ini terdapat lebih dari 1. mungkin . Agama tradisional Agama tradisional. dan sebagian wilayah Asia Tenggara. Pada abad ke-20. menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia. dan Amerika. Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme.[6] Kristen (Protestan dan Katolik) adalah agama yang banyak mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1. atau kadang-kadang disebut sebagai "agama nenek moyang".[5] Ketiga agama tersebut memiliki sejumlah tradisi yang sama namun juga perbedaan-perbedaan yang mendasar dalam inti ajarannya.[8] Agama dan filsafat dari Timur Agama dan filosofi seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Kristen dan Islam. Yahudi adalah salah satu agama. dan menyebar di sepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi. memengaruhi baik religi. termasuk Sri Lanka. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa.d.[7] Islam memiliki nilai-nilai dan norma agama yang banyak memengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara.5 milyar pemeluk agama Islam di dunia. Thomas Aquinas dan Erasmus. maupun tradisi filosofi di seluruh Asia. dua aliran filosofi politik tercipta. cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet. bagian barat laut China. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Konghucu dan Taoisme. mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya. Terdapat nilai-nilai dan sejarah umat Yahudi yang juga direferensikan dalam agama Abrahamik lainnya. yang jika tidak disebut sebagai yang pertama. Myanmar. Kamboja. Mongolia. Laos.

dan berpikir menurut logika. Gereja Katolik Roma mempercayai bahwa sebuah perceraian adalah salah. intuisi. sifat.[10] yang memiliki nilai dan kekayaan yang telah ada sejak kedatangan para penjelajah Eropa sampai generasi berikutnya. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia . [9] Gagasan ini berakar dari sebuah keyakinan bahwa Amerika Serikat adalah sebuah "kota di atas bukit" (atau city upon a hill"). Sementara Agama Islam memandang pernikahan sebagai suatu kewajiban. seseorang dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. atau "mimpi orang Amerika" dalam bahasa Indonesia. tanpa memedulikan status sosial. "cahaya untuk negara-negara" ("a light unto the nations"). seperti misalnya agama Shinto. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. yang dipercayai oleh banyak orang di Amerika Serikat. gereja biasanya memasukkan acara pengucapan janji pernikahan di hadapan tamu. dan harapan-harapan. Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi: • • • • pengetahuan tentang alam pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya pengetahuan tentang tubuh manusia. tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. Pernikahan Agama sering kali memengaruhi pernikahan dan perilaku seksual. melalui kerja keras. Kebanyakan gereja Kristen memberikan pemberkatan kepada pasangan yang menikah. Sistem ilmu dan pengetahuan Secara sederhana. dan kebulatan tekad. agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah. namun memperbolehkannya. pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. tertimpa musibah. Islam menganjurkan untuk tidak melakukan perceraian. Umat Kristen juga melihat hubungan antara Yesus Kristus dengan gerejanya. pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia pengetahuan tentang ruang dan waktu Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Seperti kebanyakan agama lainnya. sebagai bukti bahwa komunitas tersebut menerima pernikahan mereka. dan orang yang bercerai tidak dapat dinikahkan kembali di gereja. keadaan. pengorbanan. adalah sebuah kepercayaan. Mereka percaya. "American Dream" American Dream. wahyu. atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error).bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara.

Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Misalnya. dan kontak dengan kebudayaan lain. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Sebagai contoh. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi. dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsurunsur asli budaya masyarakat. tekanan kerja dalam masyarakat 2. Contohnya.yang selalu ingin mengadakan perubahan. masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia[rujukan?]. keefektifan komunikasi 3. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru.[11] Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat. masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat[rujukan?]. atau Sintesis. tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Contohnya. Asimilasi. perubahan lingkungan alam. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik. berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Cara pandang terhadap kebudayaan Kebudayaan sebagai peradaban . penemuan baru. Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan sosial: 1. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak.

" Orang yang "tidak berkebudayaan" dikatakan lebih "alam. Mereka menganggap bahwa kebudayaan yang sebelumnya dianggap "tidak elit" dan "kebudayaan elit" adalah sama . mereka percaya bahwa kebudayaan hanya ada satu dan menjadi tolak ukur norma dan nilai di seluruh dunia. para cendekiawan di Jerman. Pengamat sosial membedakan beberapa kebudayaan sebagai kultur populer (popular culture) atau pop kultur." dan para pengamat seringkali mempertahankan elemen dari kebudayaan tingkat tinggi (high culture) untuk menekan pemikiran "manusia alami" (human nature) Sejak abad ke-18. Orang yang menggunakan kata "kebudayaan" dengan cara ini tidak percaya ada kebudayaan lain yang eksis. maka timbul anggapan bahwa ia adalah orang yang sudah "berkebudayaan". kata kebudayaan merujuk pada benda-benda dan aktivitas yang "elit" seperti misalnya memakai baju yang berkelas. Mereka menganggap 'kebudayaan' sebagai "peradaban" sebagai lawan kata dari "alam". fine art. tetapi perbandingan itu -berkebudayaan dan tidak berkebudayaandapat menekan interpretasi perbaikan dan interpretasi pengalaman sebagai perkembangan yang merusak dan "tidak alami" yang mengaburkan dan menyimpangkan sifat dasar manusia. dan bercita rasa seni. sementara kata berkebudayaan digunakan untuk menggambarkan orang yang mengetahui. dan musik klasik sebagai suatu kemunduran dan kemerosotan. sementara musik tradisional dianggap sebagai musik yang kampungan dan ketinggalan zaman. Saat ini kebanyak ilmuwan sosial menolak untuk memperbandingkan antara kebudayaan dengan alam dan konsep monadik yang pernah berlaku. Menurut cara pandang ini. jika seseorang berpendendapat bahwa musik klasik adalah musik yang "berkelas". Dalam hal ini. dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". Sebagai contoh. elit. beberapa kritik sosial telah menerima adanya perbedaan antara berkebudayaan dan tidak berkebudayaan. Menurut cara pikir ini. Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing- . atau mendengarkan musik klasik. seseorang yang memiliki kebiasaan yang berbeda dengan mereka yang "berkebudayaan" disebut sebagai orang yang "tidak berkebudayaan".seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman.Saat ini. Pada prakteknya. dan mengambil bagian.masing-masing masyarakat memiliki kebudayaan yang tidak dapat diperbandingkan. bukan sebagai orang "dari kebudayaan yang lain. dari aktivitas-aktivitas di atas. Kebudayaan sebagai "sudut pandang umum" Selama Era Romantis. yang berarti barang atau aktivitas yang diproduksi dan dikonsumsi oleh banyak orang. khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme . salah satu kebudayaan pasti lebih tinggi dari kebudayaan lainnya. kebudayaan satu dengan kebudayaan lain dapat diperbandingkan. kebanyakan orang memahami gagasan "budaya" yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Gagasan tentang "budaya" ini merefleksikan adanya ketidakseimbangan antara kekuatan Eropa dan kekuatan daerah-daerah yang dijajahnya. musik tradisional (yang diciptakan oleh masyarakat kelas pekerja) dianggap mengekspresikan "jalan hidup yang alami" (natural way of life).

kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya .perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja. diantaranya karena perbedaan umur. Bertolak dari teori evolusi. • • . dan tipe pemerintahan yang berkuasa. ras. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal. Pada abad ini pula. Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. subkebudayaan . watak dari penduduk asli.masing." Pada akhir abad ke-19. aesthetik. Kebudayaan di antara masyarakat Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur). Meskipun begitu. tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli. dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan. terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan . • Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama. Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi Teori-teori yang ada saat ini menganggap bahwa (suatu) kebudayaan adalah sebuah produk dari stabilisasi yang melekat dalam tekanan evolusi menuju kebersamaan dan kesadaran bersama dalam suatu masyarakat. Dalam Leitkultur. seberapa banyak imigran yang datang. gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif. budaya tidak dapat diperbandingkan. pekerjaan. kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. etnisitas. yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. kelas. keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. atau biasa disebut dengan tribalisme. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas. para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas.mulai dijadikan subyek penelitian oleh para ahli sosiologi. Karenanya. pandangan politik dan gender. Pada tahun 50-an. agama. mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama.

norma dan nilai Agama Islam juga turut memengaruhi kebudayaan terutama di wilayah Asia Selatan dan tenggara. hubungan dan saling keterkaitan kebudayaankebudayaan di dunia saat ini sangat tinggi. Australia Kebanyakan budaya di Australia masa kini berakar dari kebudayaan Eropa dan Amerika. serta diintegrasikan dengan kebudayaan penduduk asli benua Australia. Korea. agama Budha dan Taoisme banyak memengaruhi kebudayaan di Asia Timur. beberapa dari kebudayaan tersebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lain. dan para imigran Eropa terutama Spanyol. orang-orang dari Afrika (terutama di Amerika Serikat). dan agama Kristen.• Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk. seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan Jepang. dan agama. Selain dipengaruhi oleh kebudayaan negara yang pernah dijajah. dan Vietnam. Selain kedua Agama tersebut. Selain kemajuan teknologi dan informasi. Kebudayaan menurut wilayah Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi. dan Belanda. Dalam bidang agama. migrasi. Kebudayaan ini dikenal juga dengan sebutan "kebudayaan barat". hal ini terbukti dengan banyaknya pengguna bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya di seluruh dunia. Afrika Beberapa kebudayaan di benua Afrika terbentuk melalui penjajahan Eropa. wilayah Afrika Utara lebih banyak terpengaruh oleh kebudayaan Arab dan Islam. Perancis. Timur Tengah dan Afrika Utara . Asia Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Eropa Kebudayaan Eropa banyak terpengaruh oleh kebudayaan negara-negara yang pernah dijajahnya. hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor ekonomi. meskipun begitu. Aborigin. Portugis. Kebudayaan Eropa dan Amerika tersebut kemudian dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan benua Australia. Romawi kuno. Kebudayaan di benua Amerika dipengaruhi oleh suku-suku Asli benua Amerika. Jerman. Inggris. Sementara itu. Kebudayaan ini telah diserap oleh banyak kebudayaan. kebudayaan ini juga dipengaruhi oleh kebudayaan Yunani kuno. meskipun kepercayaan akan agama banyak mengalami kemunduran beberapa tahun ini. seperti kebudayaan Sub-Sahara.

Lincoln and the Economics of the American Dream. Pew Research Center. ^ Dari bahasa Arab. D.asp? DBID=1&LNGID=1&GID=489. ^ Boritt. 1985. ISBN 978-0-521-29164-4 Cohen. Communities and Law: Politics and Cultures of Legahkjkjl Identities.org/main. http://www. 2006. 1980.org. Pierre. ^ Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat.il/JPPPI/SendFile. "Final Radio Address to the Nation". 2003. University of Illinois Press. ISBN 978-0-252-06445-6. 5. 6.L. Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. ^ O'Neil. Bourdieu. 2006. 11. ^ Miller.4" 9. ^ Ronald Reagan. Gabor S.php? GroupingId=10142.. ^ (PDF) Annual Assessment. 106.hal. Mapping the Global Muslim Population: A Report on the Size and Distribution of the World’s Muslim Population.org/newassets/images/reports/Muslimpopulation/Muslimpopulation. Barzilai. 1994. Lincoln and the Economics of the American Dream. ^ a b c Human Communication: Konteks-konteks Komunikasi 2. Matthew. 1977. 15. 1882. meskipun tidak hanya agama Islam yang berkembang di daerah ini. Boritt. The Extended Phenotype: The Long Reach of the Gene. 8 Februari 2011. Gad. hlm. hlm. available online. Oxford Paperbacks. ^ Adherents. Paperback ed. ISBN 978-0-19-288051-2 . http://www. p. artinya: "agama langit".25 3.ajcarchives. Dictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western Thought. 1982. http://pewforum. 7. Referensi 1. 1. Third edition. Culture and Anarchy. The Symbolic Construction of Community. 10.Kebudayaan didaerah Timur Tengah dan Afrika Utara saat ini kebanyakan sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma agama Islam. 1869. Routledge: New York. 8 Februari 2011. ^ Karena dianggap muncul dari suatu tradisi bersama Semit kuno dan ditelusuri oleh para pemeluknya kepada tokoh Abraham/Ibrahim. ed. Gabor S. p. Retrieved: 2006-06-28. University of Michigan Press. Dawkiins. Anthony P. "Processes of Change". R. New York: Macmillan. Cambridge University Press. Daftar pustaka • • • • • • Arnold. W. ^ Reese. Bandung:Remaja Rosdakarya. Outline of a Theory of Practice.pdf. (2009) (PDF). Jewish People Policy Planning Institute (Jewish Agency for Israel). 488. American Jewish Committee.com – Number of Christians in the world 8. yang juga disebutkan dalam kitab-kitab suci ketiga agama tersebut.jpppi. Tracy. 1999. karena dianggap diturunkan dari langit berupa wahyu. based on American Jewish Year Book. 4.

The Chimpanzees of Gombe: Patterns of Behavior. Dictionary of Philosophy and Religion: Eastern and Western Thought. Definitions of culture CCSF Cultural Geography course notes. Retrieved June 3." In D. Wolfram. Ronald. ISBN 978-0-335-15275-9.B. F. 1980. Lincoln 1969. 1973. New Jersey U. Clifford. Palomar College. Kluckhohn. ISBN 978-0-674-11649-8 Hoult. Studying Popular Music. No. "Final Radio Address to the Nation". Wilson. and custom. New York. art. Universal Declaration on Cultural Diversity. Adams & Co. January 14.K: Humanities Press. Retrieved: 2006-06-29. 1. New York: Farrar. Culture: A Critical Review of Concepts and Definitions. Dictionary of Modern Sociology. Jary. American Anthropologist. religion. First published in 1871. 1991. San Marco. Oxford: Oxford University Press Middleton. 1986. Kroeber. Retrieved: 2006-07-10. Retrieved: 2006-06-23. Handbook of culture and psychology. ed. E. Cambridge. "Culture.. 2002. R. L. The HarperCollins Dictionary of Sociology. 2006. Geertz. Cambridge. ISBN 978-157955-008-0 Subkultur . A. The Science of Culture: A study of man and civilization. New York: HarperCollins. Straus and Giroux. Kelton. 2006. Rhoads. ISBN 978-0-87968-091-6 O'Neil. 59. D. 1949. 1989. T. R. 1974. Uichol (2001). California. Inc. D. 2006. Vol. (1998). Stephen. New York: Gordon Press. ISBN 978-0-03-080361-1. United States: Littlefield. issued on International Mother Language Day. MA: Belknap Press of Harvard University Press. • • • • • • • • • • • • • • • • Goodall. ISBN 0-06-271543-7 Keiser. — 1957. Philadelphia: Open University Press. Rinehart. W. 2002 A New Kind of Science. U. and Winston. Totowa. Holt. New Jersey. The Culture Variable in the Influence Equation. 1952.. Sussex.• • Forsberg. J. Wolfram Media. Matsumoto (Ed. L. ISBN 978-0-679-76867-8. Tylor. ISBN 978-0-465-09719-7. Consilience: The Unity of Knowledge. philosophy. "Ritual and Social Change: A Javanese Example". Reagan. MA: Peabody Museum Kim.S. February 21. science and indigenous psychologies: An integrated analysis. Jary.L. Primitive culture: researches into the development of mythology. UNESCO. 1990. A. 2002. The Vice Lords: Warriors of the Streets. The Interpretation of Cultures: Selected Essays. and C. Reese. Vintage: New York. Edward O. White. 1969. and J.). Behavioral Sciences Department. Cultural Anthropology Tutorials.

Marek M. Sarah (1995). March 10. Richard (1990/2002). Cited in Middleton (1990/2002). Subculture: The Meaning of Style (Routledge. Negus. Media.Secara sosiologis.155. "Listening to popular music". Games Prisoners Play Princeton University Press. musik dan perilaku anggota sub kebudayaan) —dan bagaimana simbol tersebut diinterpretasikan oleh kebudayaan induknya— dalam pembelajarannya. dan seksual. ISBN 0-8223-3573-5. studi subkultur seringkali memasukan studi tentang simbolisme (pakaian. politik. Budaya Indonesia . Keith (1996). Dick (1979). kelas sosial. Anggota dari suatu subkultur biasanya menunjukan keanggotaan mereka dengan gaya hidup atau simbol-simbol tertentu. Riesman. Thornton.359-71. Cited in Negus (1996). dan dapat pula terjadi karena perbedaan aesthetik. Popular Music in Theory: An Introduction. Cambridge: Polity Press. Bacaan lanjutan • • • • • • • • • • • Appadurai. Sweden: Nordicom. Department of the Comparative History of Ideas. 2. Sasha (1994) Punk and the Aesthetics of American Dystopia. Middleton. ISBN 1-85984-028-0. Jika suatu subkultur memiliki sifat yang bertentangan dengan kebudayaan induk. Cited in Negus (1996). Studying Popular Music. K. McKay. McKay. Club Cultures: Music. ISBN 0-335-15275-9. subkultur tersebut dapat dikelompokan sebagai kebudayaan tandingan. softcover ISBN 0-415-03949-5). Cited in Negus (1996). subkultur dapat terjadi karena perbedaan usia anggotanya. Popular Music Research. Roe. David (1950). Philadelphia: Open University Press. Arjun (2003) Disjuncture and Difference in the Global Economy Brodsky. American Quarterly. dan/atau gender. London: Verso. (2004). Kaminski. Karenanya. 1981. Durham NC: Duke University Press. Wesleyan University Press. etnisitas. ras. George (2005) Circular Breathing: The Cultural Politics of Jazz in Britain. Hebdige. Intersections: an interdisciplinary journal. ISBN 0691-11721-7. George (1996) Senseless Acts of Beauty: Cultures of Resistance since the Sixties. ISBN 0-8195-6310-2. (1990). p. p. atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut. and Subcultural Capital. religi. "Adolescents' Music Use". University of Washington. sebuah subkultur adalah sekelompok orang yang memiliki perilaku dan kepercayaan yang berbeda dengan kebudayaan induk mereka.

Wujudnya berupa negara kesatuan. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya. yakni: “ Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta. hukum nasional. Wujud. . Dewasa ini tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradsional.Nunus Supriadi. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No. Semarang: P&K. sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan angsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Kebudayaan nasional Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.II tahun 1998. maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya. Kebudayaan bangsa.Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Arti dan Puncak-Puncak Kebudayaan Lama dan Asli bai Masyarakat Pendukukungnya. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing. Sebelum di amandemen. ialah kebudayaankebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak-puncak di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan menglami persebaran secara nasional. Pernyataan ini merujuk pada puncak-puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama. Kongres Kebudayaan 1991: Kebudayaan Nasional Kini dan di Masa Depan. itulah kebudayaan nasional”. “Kebudayaan Daerah dan Kebudayaan Nasional” Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga. kebudayaan lokal. serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional. karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan. 199 ” kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. serta bahasa nasional. ekonomi nasional.Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional.

rumah adat sumatera barat • • • • • • • • • • • Aceh: Rumoh Aceh Sumatera Barat : Rumah Gadang Sumatera Selatan : Rumah Limas Jawa : Joglo Papua : Honai Sulawesi Selatan : Tongkonang (Tana Toraja). Orlapei. Tari Payung. Pendet Maluku: Cakalele. Tari Randai.Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Kuda Lumping. Balla Lompoa (Makassar Gowa) Sulawesi Tenggara: Istana buton Sulawesi Utara: Rumah Panggung Kalimantan Barat: Rumah Betang Nusa Tenggara Timur: Lopo Maluku : Balieu (dari bahasa Portugis) Tarian • • • • • • • Jawa: Bedaya. Bola Soba (Bugis Bone). Seudati Minangkabau: Tari Piring. Tari Topeng . Reog Bali: Kecak. Rumah adat Rumah gadang. Tari Indang. Barong/ Barongan. Katreji Aceh: Saman. Setiap saerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Tari Lilin Betawi: Yapong Sunda: Jaipong.

Tayuhan. Tari Pahlawan . Bengu Re Le Kaju. Tari Anak . Kampuang Nan Jauh Di Mato. Sembah. Oras Loro Malirin. Caci Batak Toba & Suku Simalungun: Tortor Sulawesi Selatan: Tari Pakkarena. Kambanglah Bungo. Tari 4 Etnis Sulawesi Tengah: Dero Pesisir Sibolga/Tapteng: Tari Sapu Tangan . Ayo Mama. Tari Adok . Lenggang Kangkung Maluku : Rasa Sayang-sayange. Tebe Onana. Aku Retang. Bungo Bangso. Zapin.Tari jaipong. Tarian Anging Mamiri. Tari Padduppa. Huhatee Melayu : Soleram. Tari Perak . Cing Cangkeling. Desaku Sulawesi Selatan : Angin Mamiri Sumatera Utara : Anju Ahu. Bungo Bangso. Gending Sriwijaya. Tari Payung Riau : Persembahan. Ofalangga. Tari Lagu Duo . Rentak Bulian. Kalimantan Barat : Cik-Cik Periuk Sumatera Selatan : Cuk Mak Ilang. Serampang Dua Belas Lampung : Bedana. Cikala Le Pongpong.Goro-Gorone. Dayung Palinggam. Selamat Datang ) Nias : Famaena Lagu • • • • • • • • • • • • • • • Jakarta: Kicir-kicir. Rokatenda. Gaila Ruma Radha. Sigegh. Bidu. Tarian daerah Jawa Barat • • • • • • • • • Timor NTT: Likurai. Kambanglah Bungo. Tebe. . Bonet. Barek Solok. Lewo Ro Piring Sina. Es Lilin. Bolelebo. Buka Pintu. Ka Parak Tingga. Dek Sangke. Jambi: Batanghari Jawa Barat : Bubuy Bulan. Jali-jali. Karatagan Pahlawan. Indang Sungai Garinggiang Aceh : Bungong Jeumpa Kalimantan Selatan : Ampar-Ampar Pisang Nusa Tenggara Timur : Anak Kambing Saya. Sonbilo. Tanjung Katung Minangkabau : Kampuang nan Jauh di Mato. Papua/Irian Barat : Apuse Sumatera Barat : Ayam Den Lapeh. Labu Kayu Irian Jaya: ( Musyoh. Kabile-bile. Dago Inang Sarge. Burung Tantina. Butet. Pado'a. Do Hawu.

Gek Kepriye. Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur) Rambadia (Sumatera Utara) Rang Talu (Sumatera Barat) Rasa Sayang-Sayange (Maluku) Ratu Anom (Bali) Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan) Sarinande (Maluku) Selendang Mayang (Jambi) Sengko-Sengko (Sumatera Utara) . Ilir-ilir.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Banten : Dayung Sampan Sulawesi Utara : Esa Mokan Jawa Tengah : Gambang Suling. Gundul Pacul. Jamuran Nusa Tenggara Barat : Helele U Ala De Teang Kalimantan Timur : Indung-Indung Jambi : Injit-Injit Semut Kalimantan Tengah : Kalayar Karatagan Pahlawan (Jawa Barat) Keraban Sape (Jawa Timur) Keroncong Kemayoran (Jakarta) Kole-Kole (Maluku) Lalan Belek (Bengkulu) Lembah Alas (Aceh) Lisoi (Sumatera Utara) Madekdek Magambiri (Sumatera Utara) Malam Baiko (Sumatera Barat) Mande-Mande (Maluku) Manuk Dadali (Jawa Barat) Ma Rencong (Sulawesi Selatan) Mejangeran (Bali) Mariam Tomong (Sumatera Utara) Moree (Nusa Tenggara Barat) Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara) O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara) Ole Sioh (Maluku) Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat) O Ulate (Maluku) Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat) Pakarena (Sulawesi Selatan) Panon Hideung (Jawa Barat) Paris Barantai (Kalimantan Selatan) Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara) Peuyeum Bandung (Jawa Barat) Pileuleuyan (Jawa Barat) Pinang Muda (Jambi) Piso Surit (Aceh) Pitik Tukung (Yogyakarta) Flobamora.

Ronggeng Minangkabau : Aceh : Makassar : Gandrang Bulo. malluya. Sulawesi Parasanganta (Sulawesi Selatan) bulu londong.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Siboga Tacinto (Sumatera Utara) Sinanggar Tulo (Sumatera Utara) Sing Sing So (Sumatera Utara) Sinom (Yogyakarta) Si Patokaan (Sulawesi Utara) Sitara Tillo (Sulawesi Utara) Soleram (Riau) Surilang (Jakarta) Suwe Ora Jamu (Yogyakarta) Tanduk Majeng (Jawa Timur) Tanase (Maluku) Tapian Nauli (Sumatera Utara) Tari Tanggai (Sumatera Selatan) Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat) Te Kate Dipanah (Yogyakarta) Tokecang (Jawa Barat) Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah) Tope Gugu (Sulawesi Tengah) Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah) Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat) Terang Bulan (Jakarta) Yamko Rambe Yamko (Papua) Bapak Pucung (Jawa Tengah) Yen Ing Tawang Ono Lintang (Jawa Tengah) Stasiun Balapan. Makyong. Sinrilik Pesisir Sibolga/Tapteng : Sikambang Alat musik . Maluku : Melayu : Hadrah. ma'pararuk (Sulawesi Barat) Musik • • • • • • • Jakarta: Keroncong Tugu. io-io. Didi Kempot (Jawa Tengah) Anging Mamiri.

Gitar Lio. dan sebagainya Gambar . kesok-Kesok Bugis-makassar. Juk Dawan. Nusa Tenggara Timur: Sasando.Gamelan • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Jawa: [[Gamelan][kendang jawa]]. Gendang Bali Gendang simalungun Gendang Melayu Gandang Tabuik Sasando Talempong Tifa Saluang Rebana Bende Kenong Keroncong Serunai Jidor Suling Lembang Suling Sunda Dermenan Saron Kecapi Bonang Kendang Jawa Angklung Calung Kulintang Gong Kemada Gong Lambus Rebab Tanggetong Gondang Batak Kecapi. Gong dan Tambur.

Sumatra bagian timur (Melayu): Hang Tuah Sulawesi Selatan Naskah Tua Lontara Timor Ai Babelen.• • Jawa: Wayang.MakassarBaju Bodo dan Jas Tutup. Kebudayaan Modern Khas Indonesia • • Musik Dangdut: Elvie Sukaesih. Talibun : (Sibolga. Sumatra: Tukang cerita. Sibolga: Anak Daro & Marapule. Daging Se'i. Bali: karya tulis di atas Lontar. Ubi Tumis. . Bali: Garuda. Ai Kanoik Makanan Artikel utama untuk bagian ini adalah: Daftar masakan Indonesia Timor Jagung Bose. Gotong. Sumatera Utara) Sastra/tulisan • • • • • Jawa: Babad Tanah Jawa. Tortor: Batak Patung • • • Jawa: Patung Buto. Film Indonesia: "Daun di Atas Bantal" (1998) yang mendapat penghargaan Film terbaik di "Asia Pacific Film Festival" di Taipei. Sumatra Barat/ Melayu: sumatra selatanSongket Lampung : Tapis Sasiringan Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur Bugis . Rhoma Irama. karya-karya Ronggowarsito. Irian Jaya: Asmat. Sumatra Utara: Ulos. Sumatra Utara. Baju La'bu Suara • • • Jawa: Sinden. Suri-suri. Pakaian • • • • • • • • • Jawa: Batik. patung Budha.

Seseorang bisa melihat bahwa ontology itu berkembang dalam lingkungan kebudayaan kuno yang sangat dipengaruhi oleh filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan kualitas badannya. Tapi. suatu kebertautan yang baru terhadap segala sesuatu dalam lingkungannya. tetapi dengan akalnya manusia mampu untuk menciptakan alat sehingga akhirnya dapat menjadi penguasa dunia. seperti dipentaskandalam mitologi-mitologi yang dinamakan bangsa-bangsa primitif. yang hanya dapat menempatkan diri di dalam lingkungannya. harimau. dan kerbau. · Tahap Fungsional.A. yaitu sikap manusia yang tidak lagi hidup dalam kepungan kekuasaan kekuatan mitis. maka kebudayaan selalu diperluas dan didinamisir. Manusia mengambil jarak terhadap segala sesuatu yang dahulu dirasakan sebagai kepungan. van Peursen. yaitu: · Tahap Mitis. 1976 C. yaitu sikap manusia yang merasakan dirinya terkepung oleh kekuatankekuatan gaib di sekitarnya. yaitu sikap dan alam pikiran yang tidak begitu terpesona lagi oleh lingkungannya (sikap mitis).• Sastra: Pujangga Baru. Terwujudnya suatu kebudayaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Oleh karena itu. Misalnya. manusia harus mengubah segala sesuatu yang telah disediakan oleh alam. diterjemahkan oleh Dick Hartoko. Yogyakarta: Kanisius. manusia dikatakan sebagai insan budaya. ia tidak lagi dengan kepala dingin ambil jarak terhadap objek penyelidikannya (sikap ontologis).A. Dan karena kebudayaan meliputi bsegala perbuatan manusia. Irama kehidupan manusia yang begitu cepat dengan sendirinya akan mempengaruhi perubahan tersebut. manusia mampu menempatkan dirinya di seluruh dunia. yaitu hal-hal yang menggerakkan manusia untuk menghasilkan kebudayaan sehingga dalam hal ini kebudayaan merupakan produk kekuatan jiwa manusia sebagai makhluk Tuhan yang tertinggi. Kekayaan dan keanekaragaman sejarah kebudayaan manusia sangat sulit untuk digambarkan secara lengkap. Oleh karena itu. Akan tetapi dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi dari seluruh aspek kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompokorang. yaitu kekuasaan dewa-dewa alam raya atau kekkuasaan kesuburan. van Peursen pada bagian awal buku Strategi Kebudayaan menjelaskan bahwa pada awalnya. Oleh karena itu. sejarah kebudayaan umat manusia ini dapat dipilah menjadi 3 tahap. untuk dapat hidup. Strategi kebudayaan/C. walaupun manusia memiliki tubuh yang lemah bila dibandingkan dengan binatang seperti gajah. Manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah alam. ia ingin mengadakan relasi-relasi baru. · Tahap Ontologis. orang banyak berpendapat tentang konsepsi kebudayaan yang hanya meliputi segala manivestasi dari kehidupan manusia yang berbudi luhur dan yang bersifat rohani saja. Akan tetapi berbagai bentuk mitologi inipun dalam dunia modern masih dapat dilihat. Tidak seperti binatang. melainkan secara bebas ingin meneliti segala hal. menurut van Peursen. beras agar dapat dimakan harus diubah dulu menjadi nasi. Beberapa aspek ciri tahapan fungsional yang digambarkan oleh van peursen adalah orang mencari . Ia mulai menyusun suatu ajaran atau teori mengenai dasar hakikat segala sesuatu (ontologi) dan mengenai segala sesuatu menurut perinciannya (ilmu-ilmu).

semacam substansi yang dapat diperdagangkan. pertanyaan mengenai Tuhan diketengahkan secarafungsional. Tahap perkembangan manusia ini terjadi pada kehidupan manusia secara keseluruhan. orang ingin menambah pengetahuan. Yang menentukan adalah bagaimana manusia berfungsi dalam keseluruhan dengan penuh arti atau tidak. tanpa arti. Menurut Peursen. Apa yang dinamakan manusia primitive dengan dongeng-dongeng mitisnya. untuk menjadikan kemanusiaan seseorang sesuatu yang nyata. Yang dipentingkanadalah bagaimana itu ada? Artinya. Dalam memandang peranan pengetahuan. caranya ia mecari relasi-relasi yang tepat dengan dunia sekitarnya. Dalam memandang pekerjaan dan organisasi. Ketegangan antara imanensi dan transendensi. disertai dengan kebijaksanaan atau strategi yang mengatur ketegangan itu agar menjadi suatu yang lebih baik bagi kehidupan manusia. Daya negative yang disebabkan oleh nafsu kekuasaan. pengaruh mitos-mitos dari ideology yang berkembang selalu ada. Akibat finansial dari pekerjaan. fungsi-fungsi yang dapat dijalankan. akan selalu berhadapan dengan sikap positif yang selalu membuka diri untuk kepentingan bersama. Dalam memandang Tuhan. diapun dapat mendekati sesuatu secara fungsionil. dan tak dapat dibenarkan. . maka pekerjaan itu menjadi hampa. Manusia mempertaruhkan diri. manusia mengarahkan diri kepada dunia sekitarnya. kebertalian sebagai penganti bagi jarak dan pengetahuan objektif. sifat tegang menjadi ciri khas perkembangan budaya manusia. dalam kehidupan masyarakat modern sekalipun. mengarahkan diri kepada sesuatu atau kepada seorang lain dengan segala gairah hidup dan emosi-emosinya. Karena setiap kemajuan berdampingan dengan pergulatan batin dalam setiap kebudayaan. arti sebuah kata atau sebuah perbuatan maupun barang dipandang menurut peran atau fungsi yang dimainkan dalam keseluruhan yang saling bertautan. Sebaliknya. cara untuk dapat mempergunakan barang-barang itu. bagaimana Tuhan dapat dikongkritkan dalam hubungan sehari-hari. manusia diikutsertakan untuk makin mengisi arti dunia. Strategi kebudayaan sebenarnya lebih luas dari hanya sekedar menyusun suatu policy tertentu mengenai kebudayaan.kebudayaan adalah cara manusia mengekspresikan diri. Bekerja merupakan suatu cara untuk memberi isi kepada eksistensinya sebagai manusia. Kebudayaan mempunyai gerak pasang surut antara manusia dengan berbagai kekuasaan yang berkembang. Dalam memandang budaya. pendapatan dipandang sebagai salah satu faktor bersama factor-faktor yang lain. akan tetapi yang dipentingkan disini adalah strategi-strategi yang dilakukan secara berbeda. pekerjaan tidak lagi dipandang sebagai sebuah benda. Manusia makin aktif mencampuri perkembangan alam dan sejarah. Dalam memandang alam dan masyarakat. cara sesuatu menampakkan diri pada manusia. unsure magis. Sebuah strategi kebudayaan akan selalu mencermati ketegangan antara sikap terbuka (transendensi) dengan sikap tertutup (imanensi) dalam pertautan antara manusia dan kekuasaan-kekuasaan disekitarnya. kalau tidak. Sikap eksistensiil merupakan ciri khas bagi tahap fungsional: orang mencari relasi-relasi.hubungan-hubungan antara semua bidang. cinta diri.

Inti dari budaya bukanlah budaya itu sendiri. Dengan kata lain budaya adalah strategi untuk bertahan hidup dan menang. maka pendidikan terus-menerus. namun gagasan dasar yang harus dicermati disini adalah. Meskipun tidak langsung dapat dikatakan bahwa budaya tinggi adalah budaya yang adaptif dan kompetitif. ketertinggalan budaya berkenaan dengan kecepatannya dalam merespons perubahan. melainkan strategi kebudayaan. apabila kebudayaan dipandang sebagai sekolah umat manusia. penulis dapat mengilustrasikan . . Dengan demikian. Budaya tinggi dibuktikan dari how survival is the nation. pendidikan yang tidak ada tamatnya. bahwa tinggi-rendahnya suatu budaya diletakanpada konteks yang berubah. sepanjang sejarah hubungan manusia dengan berbagai kekuasaan yang berkembang akan selalu membutuhkan rencana-rencana baru.Sebagai analisis setelah membaca bukunya Van Peursen. Budaya dikatakan tinggi nilainya tidak selalu berada dalam bentuk kesenian yang rumit seperti epos-epos kuno dan seni tari yang adiluhung. Itu artinya dalam sebuah pemaknaan budaya sebagai strategi ( ). Dan dalam rencana baru itulah menurut Peursen sebuah strategi kebudayaan diperlukan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful