Pendidikan IPS SD 1 TEMA KONTEN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Dosen Pengampu : Drs. Fadhli Kamil, S.Pd

Disusun Oleh Kelas 2C Kelompok 3 1.

Lukman A1E310049

Hakim

2. 3.

Ridha Rifky A1E310346 Hari Azhari Rizki A1E310385 Suci A1E310392 M. Majidi A1E310374 Ermalina Nurhikmah A1E310394

4.
5.

6.

PROGRAM STUDY S1 PGSD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2010 / 2011

Konsep dapat berupa sejumlah fakta yang memiliki keterkaitan dengan makna atau definisi yang ditentukan. 1. Konsep dapat dinyatakan dalam sejumlah bentuk konkrit atau abstrak. Karakteristik atau ciri-ciri konsep disebut atribut. satu atau frase. rumah. karena ia sedang memikirkan tentang contoh-contoh konsep. Digerakkan dengan mesin. Fakta membantu membentuk konsep dan generalisasi. misalnya konsep tentang “sepeda motor” dapat dijelaskan dengan atribut berikut. . konsep dan generalisasi. Beberapa fakta khusus yang saling berkaitan akan membentuk suatu konsep atau pengertian. . pabrik. luar atau sempit. sistem hukum dan sebagainya. Akan tetapi fakta ini memiliki kekuatan menjelaskan yang terbatas. Suatu struktur ilmu pengetahuan. Beberapa konsep yang bersifat konkrit. Konsep mempunyai hubungan yang erat dengan generalisasi. Sementara konsep yang bersifat abstrak misalnya: demokrasi. yaitu suatu yang terus menerus yang berlangsung apabila seseorang sedang memikirkan contohcontoh baru dari suatu konsep. suatu ide atau suatu gagasan. Konsep adalah kesepakatan bersama untuk penamaan sesuatu dan merupakan alat intelektual yang membantu kegiatan berpikir dan memecahkan masalah. Dari pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang harus terlibat dalam proses berpikir. Generalisasi mengungkapkan sejumlah besar informasi.Konten Ilmu Pengetahuan Sosial A. pertimbangan. sehingga mempunyai kedudukan sangat yang penting dalam struktur ilmu pengetahuhuan. Proses berpikir itu sering disebut dengan istilah “konseptualisasi”. misalnya: manusia. kebebasan. dsb. Kebenaran generalisasi dibuktikan oleh rujukan pembuktian. mengerti dan memahami sesuatu tersebut. Berbahan bakar bensin. Generalisasi merupakan sejumlah konsep yang memiliki karakteristik dan makna. 2. pakaian. hak. Konsep dan Generalisasi Ilmu-ilmu sosial mempelajari tindakan-tindakan manusia yang berlangsung dalam proses kehidupan dalam upaya menjelaskan mengapa manusia berprilaku seperti yang mereka lakukan. Fakta. kejujuran. tersusun paling tidak terdiri dari fakta. manakala pendidik masyarakat meningkat sejalan dengan perkembangan informasi dan teknologi. keadilan. tanggung jawab. 3. 1) Angka kelahiran akan menurun. gunung. seperti dibawah ini. Kendaraan beroda dua.Ikrar Sumpah Pemuda terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. kesetiaan. . daratan.Jawa Barat mempunyai penduduk lebih banyak dari pada Irian Jaya. negara. termasuk ilmu sosial. Generalisasi adalah pernyataan tentang hubungan antara konsep.Gunung Galunggung meletus tahun 1982. lautan. . Konsep adalah sesuatu yang tersimpan dalam pikiran-pikiran. Fakta adalah informasi atau data yang ada/terjadi dalam kehidupan dan dikumpulkan oleh para ahli ilmu sosial yang terjamin kebenarannya. Konsep secara sederhana adalahan penamaan (pemberian label) untuk sesuatu yang membantu seseorang mengenal. Beberapa contoh fakta. Contoh generalisasi adalah sebagai berikut.

konflik. Generalisasi Dalam IPS Jelas dikatakan bahwa pada Ilmu Pengetahuan tidak akan dapat terbentuk secara teoritis apabila tidak didukung oleh generalisasi. nilai. posisi. Dengan fakta-fakta yang ada kita dapat menyimpulkan sesuatu atau beberapa peristiwa yang pernah terjadi. Pada ilmu sosiologi konsep yang dikaji didalamnya adalah konsep keanggotaan dalam kelompok seperti perilaku. Dari fakta-fakta yang ada dan saling berkaitan maka kita dapat membentuk sutu konsep atau pengertian yang membantu kita untuk berpikir. peran dan lain-lain. perilaku. keluwesan. Untuk menyelesaikan masalah kita harus menggunkan berbagai konsep ilmu sosial yang telah dipaparkan diatas. dan konsep kebijaksanaan umum (public policy). C. DAN GENERALISASI DALAM IPS A. Sedangkan adat istiadat. konsep. B. seperti konsep kelompok. sikap. Keterkaitan dan kedudukan atau peranan generalisasi dalam IPS sudah diawali sejak pengumpulan fakta atau data. kebijaksanaan. norma. dan Negara Indonesia. Sedangkan fungsinya adalah untuk mengembangkan pengetahuan. . yaitu: konsep kelangkaan (scancity). Dalam ilmu psikologi sosial konsep-konsep yang terkandung adalah kemandirian. tempat. Fakta sangat penting dalam struktur ilmu atau susunan ilmu karena dari fakta yang ada dapat membentuk suatu konsep dan generalisasi. tradisi. Untuk menarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu maka kita tidak akan terlepas dari proses generalisasi. Geografi terdiri dari konsep beberapa konsep. norma kelompok.2) Untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya masnusia berinteraksi dengan sesamanya. motif. peran. distribusi. Dan pada ilmu politik terkandung pula. Konsep dalam IPS IPS sebagai bidang kajian terdiri dari konsep dasar sejarah. seperti konsep peristiwa/kejadian waktu dan tempat. hokum dan keyakinan. oleh sebab itu dibawah ini akan diarahkan bagaimana kedudukan atau peran generalisasi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial dan kewarganegaraan. sikap. fakta. pengambilan keputusan. kelompok. FAKTA. membentuk suatu konsep dan akhirnya membuat suatu generalisasi. konflik dan lain sebagainya. pasar (market). dan lain sebagainya. nilai. dan lokasi. situasi. tujuan. spesialisasi (specialization). 3) Perubahan teknologi sering mengakibatkan peningkatan produktivitas dan perubahan dalam jenis barang yang dihasilkan. persepsi interpersonal. Fakta dalam IPS Dalam kurikulum Sekolah Dasar tahun 2004 dikemukakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu mata pelajaran yang mengkaji serangkaian peristiwa. pembagian kekuasaan. Tanpa menggunakan konsep itu akan sulit untuk memberikan solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi. etika. dan perancangan. demokrasi. konsep negara. kekuasaan. apabila ditarik suatu kesimpulan terhadap informasi harus didukung dengan fakta-fakta yang ada untuk memberikan pembuktian terhadap kebenaran suatu informasi. KONSEP. yaitu lokasi. saling ketergantungan (interdependence). Selanjutnya didalam ilmu ekonomi tediri dari konsep seperti berikut.

maka makin tinggi tingkat kesejahteraan masyarakat tersebut”. Nilai merupakan konsep dalam ekonomi. dapat disimpulkan bahwa nilai menyebabkan sikap. tujuan yang dianut aspirasi yang dinyatakan. nilai juga dirumuskan secara beragam. Personal. Orang mendapatkan nilai dari orang lain dalam lingkungannya. mempengaruhi seseorang terhadap sejumlah objek dan terhadap orang. sikap yang ditampilkan atau nampak. C. Sedangkan konsep pendidikan dan konsep kesejahteraan merupakan suatu bahan kajian yang sangat penting dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Meliputi penggunaan dan . Tetapi harus diketahui bahwa tidak ada hubungan “one to one” antara nilai dengan sikap. Nilai yang dianut seseorang tercermin dari sikapnya. yang mempengaruhi bagaimana seseorang atau kelompok memilih cara. Suatu nilai adalah ukuran untuk menentukan apakah itu baik atau buruk. Yang selalu terjadi adalah satu sikap disebabkan oleh banyak nilai. sistem di mana semua jenis nilai terpadu saling mempengaruhi kuat sebagai satu kesatuan yang utuh. Nilai berkenaan dengan sesuatu yang umum. “Makin tinggi” tingkat pendidikan suatu masyarakat. filosofi. Dalam pendidikan kita meyakini bahwa nilai yang menyangkut ranah afektif ini perlu diajarkan kepada siswa. Dapat dijadikan suatu dalil atau teori bahwa: “Tingkat pendidikan berkolerasi positif terhadap tingkat kesejahteraan”. Nilai bersifat utuh. landasan berbeda-beda serta tujuan dan disiplin yang berbeda-beda. dan Sosial 1. sikap setiap orang berbeda baik dari segi kualitas maupun jenisnya. Oleh karena itu. lembaga. Untuk lebih menegaskan pemahaman kita seperti dikemukakan di atas dapat dinyatakan bahwa nilai itu merupakan konsep tentang kelayakan yang dimiliki seseorang atau kelompok. Sikap memiliki pengertian yang rumit. nilai juga melakuan seseorang. Sikap merupakan salah satu aspek psikologis individu yang sangat penting. B. yang diutarakan perbuatan yang dilakukan serta kekuatiran. Keterampilan Intelektual Keterampilan intelektual berkaitan dengan kemampuan untuk mewujudkan pengetahuan dan pengertiannya ke dalam perbuatan. Sikap dan Nilai Nilai berbeda dengan sikap. Sikap biasanya berkenaan dengan yang khusus. Seperti juga halnya dengan sikap. pendidikan dan bimbingan juga dalam sosiologi dan antropologi. tujuan dan perbuatan yang dikehendakinya sesuai dengan anggapannya bahwa pilihannya adalah yang terbaik. Nilai juga bersifat abstrak oleh karena itu yang dapat dikaji hanya indikatornya saja yang meliputi: cita-cita. mantap dan dengan nalar yang sehat. Inilah yang membedakan sikap. objek. Nilai itu bersifat umum.Untuk lebih jelasnya tentang kedudukan generalisasi dalam IPS dapat kita simak pada ilustrasi dibawah ini. Nilai yang dimiliki seseorang dapat mengekspresikan mana yang lebih disukai mana yang tidak. Keterampilan Intelektual. demikianlah. Nilai merupakan determinan bagi pembentukan sikap. Diharapkan agar para siswa dalam mengembangkan kepribadiannya menuju jenjang kedewasaan memiliki kemampuan untuk memilih (dengan bebas) dan menentukan apa yang menjadi anutannya. Agar siswa mampu menerima nilai dengan sadar. atau persoalan tertentu. Sikap adalah kecenderungan yang relatif stabil dan berlangsung terus-menerus untuk bereaksi dengan cara tertentu terhadap orang lain.

membuat kesimpulan dan lain-lain. dapat menunjukkan mana informasi yang faktual dan mana yang tidak. menggunakan reference material. kunjungan ke lapangan dan sebagainya. membentuk konsep. e. 2. f. memperkirakan hal-hal yang bisa/akan terjadi di masa depan. Kemampuan ini memerlukan perkembangan pemikiran yang kritis pada subjek didik. Namun dalam pemahamannya ditekankan kepada keterampilan yang sifatnya mandiri. a. menafsirkan dan mengorganisasikan informasi yang dipilih dari berbagai sumber. mengumpulkan data. grafik. Keterampilan ini berkenaan dengan kemampuan seseorang di dalam kelompok seperti: menyusun rencana. mendengarkan penjelasan dari narasumber (guru dan lain-lain) melalui antisipasi aktif dalam diskusi. menerapkan hasil temuan dalam sistem baru. Keterampilan studi dan kebiasaan kerja. memimpin diskusi. tidak asal menyamaratakan saja. menilai pekerjaan secara bersama. seperti keterampilan berbuat. Keterampilan bekerja dalam kelompok. Termasuk di dalamnya kemampuan memprediksi. menggunakan peta. Keterampilan memecahkan masalah. melakukan wawancara dan mengadakan penelitian sederhana. Keterampilan berpikir. d.aplikasi pendekatan yang rasional. mengadakan observasi. Keterampilan ini ada yang bersifat praktis disebut juga keterampilan psikomotor. Keterampilan menggunakan media: globe. merangkumnya kembali dan membentuk generalisasi sesuai dengan jenjang kemampuan berpikir siswa. Dengan mengembangkan belajar-mengajar yang fungsional seperti dikemukakan di muka misalnya dengan metode memecahkan masalah (problem solving) atau melalui model-model program lainnya misalnya program terpadu (multidiciplinary model) yang mengacu kepada topik-topik yang ditentukan dalam kurikulum sasaran pencapaian keterampilan itu dapat dicapai. Keterampilan membuat keputusan berdasarkan mereka mampu mengambil keputusan dengan profesional. c. Misalnya keterampilan menentukan lokasi kerja. sehingga dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Keterampilan ini mengantarkan siswa kepada penyelesaian tugas-tugas kegiatan belajar dan kesiapan dalam menghadapi masalah-masalah (termasuk masalah sosial) yang ada dihadapannya. Kemampuan mengkritik informasi dan membedakan mana fakta yang opini. bacaan. label. Keterampilan menyusun laporan. berlatih serta mengkoordinasi indera dengan anggota badan. g. Dengan latihan yang benar siswa diberi peluang untuk memiliki percakapan belajar mandiri dan bekerja mandiri c. Oleh sebab itu . b. Dengan keterampilan ini siswa dapat berpikir kritis. Keterampilan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi melalui pengumpulan fakta. Keterampilan ini sangat diperlukan dalam rangka penafsiran atas fakta-fakta dalam memperoleh pengetahuan tentang sesuatu. Keterampilan ini meliputi: a. peta. membuat peta. Keterampilan Personal Keterampilan personal ini sebetulnya tidak dapat dipisahkan dari keterampilan intelektual. dan sebagainya sesuai dengan kemampuan berpikirnya. Keterampilan ini sangat penting dimiliki seseorang dalam mengembangkan pengalamannya. Keterampilan praktis ini nampak dalam hal kemampuan siswa menggambar. b. membuat model dan sebagainya.

hal ini merupakan realisasi dari penerapan IPS dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan dimilikinya keterampilan ini maka siswa mampu berkomunikasi dengan sesama manusia. 3. Tentu saja untuk tingkat pendidikan dasar sasarannya adalah baru dalam tahapan mengembangkan segenap potensi dirinya di kemudian hari. bertanya kepada siapapun. Keterampilan ini sangat esensial dimiliki oleh setiap orang dalam konsep belajar seumur hidup. kemampuan dan kepercayaan diri yang sehat. Keterampilan pengembangan emosional (emotional growth) sebagai saran utama dalam rangka kemampuan untuk mengendalikan diri. Keterampilan Sosial Keterampilan ini meliputi kehidupan dan kerjasama. mencari dan mengolah informasi sesuai dengan kemampuannya. menghormati hak-hak orang lain. mengerti peristilahan-peristilahan yang sulit/baru. Di samping dilatih kemampuannya dalam berbagai kemampuan tersebut. . siswa memiliki semangat. membuat laporan. ada satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan guru adalah bagaimana guru mendorong siswa untuk lebih gemar membaca. Oleh karena materi studi sosial sangat luas bahan kupasannya. dan seterusnya. maka upaya guru untuk membantu siswa-siswa mengembangkan keterampilan/kemampuan memahami masalah-masalah yang terkandung di dalamnya lurus diintegrasikan sebagai bagian dari bahan pengajaran IPS. Keterampilan akademik atau keterampilan belajar (Continuing Learning Skills). Sesungguhnya dalam keterampilan belajar inilah terletak sendisendi kemampuan belajar mandiri. membina kesadaran sosial. memerankan sesuatu. Keterampilan ini memungkinkan seseorang terampil belajar sepanjang hayat. Bersikap kritis terhadap bahan kajian dan mampu mengevaluasi terhadap apa yang sudah dipelajarinya sehingga dia merasa memiliki kemampuan untuk memberikan kesimpulan dan keputusan. lingkungannya di masayarakat secara baik. Diharapkan akan tumbuh kesadaran dari mereka tujuan mereka membaca/mempelajari materi kajian. mengikuti perkembangan zaman dan sebagainya. Keterampilan lainnya. Latihan dan pembinaan yang tampak dalam proses belajar-mengajar antara lain: mampu melaksanakan dengan baik berdiskusi dengan teman. belajar memberi dan menerima tanggung jawab.keterampilan ini hanya dapat diraih melalui serangkaian pengalaman dan berkembang secara bertahap. menjelaskan kepada orang lain. antara lain: keterampilan fisik. e. keterampilan politik agar melek politik sesuai dengan perkembangan usia dan kemampuan berpikirnya). Yang terpenting adalah bahwa dalam diri siswa tertanam semangat untuk belajar terus sepanjang hayatnya. d. menjawab pertanyaan orang lain. Siswa agar memiliki kebiasaan untuk memahami latar belakang informasi memahami struktur bahan pengajaran.

com/2009/04/25/nilai-dan-sikap-serta-keterampilanintelektual-personal-dan-sosial-dalam-kurikulum-ips-sd.com/2010/02/pengertian-fakta-konsep-dan.html Tim Penyusun.wordpress. 2005. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. .Daftar Pustaka http://heroesmart.blogspot. Materi Pelatihan Terintegrasi Ilmu Pengetahuan Sosial. Buku 4.html http://massofa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful