Tugas Besar Rekayasa Beton

1

PEMODELAN, PEMBEBANAN DAN ANALISIS STRUKTUR DENGAN SAP 2000 1. PEMODELAN (MODELLING) a. GRID Struktur yang direncanakan pada Tugas Besar Rekayasa Beton ini adalah gedung bertingkat dua seperti yang dimunculkan pada Gambar 1.

Gambar 1 Struktur gedung (tampak depan)

Gambar 2 Struktur gedung (tampak atas)

Penentuan panjang dan jumlah grid yang akan digunakan pada SAP 2000 disesuaikan dengan struktur yang akan direncanakan. Pada awal pemodelan,

Fiona Diserty Sebayang (15007117)

Tugas Besar Rekayasa Beton

2

digunakan template Grid Only dan kemudian satuannya diubah menjadi KN, m, C karena gaya-gaya yang akan dimasukkan dalam satuan KN.

Gambar 3 Tampilan awal pemodelan (new model)

Setelah itu, akan muncul tampilan seperti Gambar 4

Fiona Diserty Sebayang (15007117)

Tugas Besar Rekayasa Beton

3

Gambar 4 Tampilan untuk mengubah jumlah Grid

Jumlah Grid untuk X direction berjumlah 9 yaitu, 3 untuk grid balok utama dan 6 untuk grid balok anak. Jumlah Grid untuk Y direction adalah 4, sedangkan Grid untuk Z direction berjumlah 3 yaitu, 1 untuk grid lantai dasar, 1 untuk grid lantai kedua, dan 1 untuk grid lantai atap. Untuk mengubah besar panjangnya grid, maka dapat diubah dengan cara : Klik kanan- Klik Edit Grid Data (akan keluar tampilan seperti Gambar 5) ± Klik Modify/Show System (akan keluar tampilan seperti gambar 6). Panjang Grid diubah sesuai dengan desain struktur yang direncanakan, pada pemodelan SAP ini digunakan Display Grid as spacing untuk mempermudah pengerjaan.

Fiona Diserty Sebayang (15007117)

Tugas Besar Rekayasa Beton 4 Gambar 5 Tampilan Edit Grid Data Gambar 6 Tampilan Edit Grid Data Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Tugas Besar Rekayasa Beton 5 b. karena beban lantai 1 diasumsikan ditanggung oleh tanah seluruhnya. Gambar 7 Toolbar draw frame kemudian gambar frame pada grid yang telah kita buat sebelumnya. FRAME Menggambar frame dengan cara klik pada toolbar draw frame. Frame yang digambar di Lantai 2 akan terlihat sebagai berikut: Fiona Diserty Sebayang (15007117) . Frame yang digambar diletakkan di Lantai 2 (pada Z = 3.5 m).

Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 6 Gambar 8 Tampilan lantai 2 setelah diberikan frame Setelah itu pilih plane X-Z untuk menggambarkan frame yang mewakili kolom.

Gambar 10 Toolbar quick draw area Fiona Diserty Sebayang (15007117) . AREA Setelah menggambar Frame. Untuk area digunakan quick draw area element yang terletak pada toolbar. dilanjutkan dengan menggambar area untuk pelat yang akan diassign.Tugas Besar Rekayasa Beton 7 Gambar 9 Tampilan plane X-Z setelah diberikan frame c.

kemudian klik Ctrl+A pada bidang gambar. Setelah area tergambar. edit area. divide area. lalu klik pada masing-masing area rencana. dilanjutkan dengan divide area. Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 8 Klik quick draw area. Area yang telah digambar dan didivide akan tampak sebagai berikut: Gambar 11 Tampilan setelah lantai dua diberikan area Setelah pelat didivide. Klik edit. dan pilih menu assign ± joint ± constraint sehingga tampil seperti gambar 12.

Gambar 13 Tampilan Diaphragm Constraint Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 9 Gambar 12 Tampilan Assign Constraint Kemudian pilih Add New Constraint dan pilih Constraint Type : Diaphragm. dan akan muncul tampilan seperti gambar 13.

replicate ½ bagian Lantai 2 ke atas (karena pada pada restoran lantai 2 tidak menggunakan atap). dan tampilan yang akan keluar seperti gambar Fiona Diserty Sebayang (15007117) .75. d. Replicate yang digunakan adalah jenis linear dengan jumlah increment =1 dan dz = 4 (karena akan dicopy ke atas dengan jarak 4 m) Menu Replicate akan tampak sebagai berikut: Gambar 14 Tampilan Replicate untuk plane X-Y Kemudian pilih plane X-Z .75 m. Hal ini dilakukan karena frame akan direplicate sebanyak 3 kali dengan jarak y = 5. REPLICATE Setelah frame dan area pada lantai 2 dipastikan selesai digambar semua.Tugas Besar Rekayasa Beton 10 Langkah ini dilakukan untuk mengassign pelat menjadi diafragma agar balok dan pelat bergerak bersama karena pada pelaksanaannya di lapangan. balol dan pelat dicor secara monolit. replicate yang digunakan adalah jenis linier dengan jumlah increment = 3 dan dy = 5.

untuk mengaassign joint klik titik-titik pada bidang gambar yang merupakan pertemuan kolom dan balok induk (Gambar ) Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 11 Gambar 15 Tampilan Replicate untuk plane X-Z e. JOINT Pada lantai dasar terdapat joint.

Tugas Besar Rekayasa Beton 12 Gambar 16 Joint pada lantai dasar Kemudian pilih assign ± joint ± restraint. dan akan muncul tampilan seperti gambar Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Materials ± Add New Material Material yang digunakan pada struktur rencana adalah : i.Tugas Besar Rekayasa Beton 13 Gambar 17 Tampilan pilihan joint restraint 2. Fiona Diserty Sebayang (15007117) . DEFINING a. Nilai-nilai yang dimasukkan berdasarkan nilai yang telah ditetapkan pada soal. MATERIAL Pada langkah defining ini akan didefinisikan material-material yang akan digunakan pada struktur yang direncanakan. Beton (Concrete) Tampilan define material untuk beton dapat dilihat pada Gambar 18. Untuk melakukan defining : Klik Define.

Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 14 Gambar 18 Tampilan Add New Material untuk beton ii. Nilai-nilai yang dimasukkan berdasarkan nilai yang ditetapkan pada soal. Tulangan (Rebar) Tampilan define material untuk tulangan dapat dilihat pada Gambar 19.

SECTION PROPERTIES Setelah define material. berikutnya adalah define section properties (jenis properties yang digunakan pada struktur. section properties. Mendefinisikan section properties dilakukan dengan klik menu define. Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 15 Gambar 19 Tampilan Add New Material untuk tulangan b. misal: balok dan kolom). frame section dan add new properties.

Tugas Besar Rekayasa Beton 16 i. Balok Induk Pada design balok induk akan digunakan dimensi balok induk arah X (dimensi balok terbesar). sehingga semua dimensi balok induk saya asumsikan sama seperti balok induk arah X pada perhitungan prelim balok. Menu-menu dalam define balok induk ditampilkan sebagai berikut: Gambar 20 Tampilan Add New Properties Kemudian klik Set Modifiers Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Gambar 22 Tampilan Concrete Reinforcement ii. Balok Anak Pada define balok anak digunakan dimensi sesuai dengan prelim balok anak (dimensi ¾ dari balok induk). Asumsikan selimut beton (concrete cover) adalah 60 mm. Menu-menu dalam define balok anak ditampilkan sebagai berikut: Fiona Diserty Sebayang (15007117) . pilih Design Type Beam.Tugas Besar Rekayasa Beton 17 Gambar 21 Tampilan Set Modifiers Kemudian klik Concrete Reinforcement.

pilih Design Type Beam. Asumsikan selimut beton (concrete cover) adalah 60 mm. Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 18 Gambar 23 Tampilan Add New Properties Kemudian klik Set Modifiers Gambar 24 Tampilan Set Modifiers Kemudian klik Concrete Reinforcement.

dengan pengubahan nilai moment inertia pada Set Modifiers. Kolom Kolom yang digunakan dibedakan menjadi kolom lantai 1 dan kolom lantai 2. Fiona Diserty Sebayang (15007117) . Untuk kolom dilakukan juga sama seperti balok.Tugas Besar Rekayasa Beton 19 Gambar 25 Tampilan Concrete Reinforcement iii. perbedaan terletak pada dimensinya sesuai dengan perhitungan prelim kolom.

Tugas Besar Rekayasa Beton 20 Kolom lantai 1 Gambar 26 Tampilan section properties untuk kolom lantai 1 Kolom lantai 2 Gambar 27 Tampilan section properties untuk kolom lantai 2 Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Tugas Besar Rekayasa Beton 21 Sedangkan perbedaan define balok dan kolom terletak pada menu concrete reinforcement berikut: Gambar 28 Tampilan Concrete Reinforcement untuk kolom Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

dipilih material name : beton. Define area section terlihat pada gambar berikut: Gambar 29 Tampilan define are section d.Tugas Besar Rekayasa Beton 22 c. thickness = 120 mm (sesuai dengan prelim pelat). LOAD PATTERN Untuk define load. AREA SECTION Define area section digunakan untuk pelat. type load self weight multiplier dan auto lateral load. load pattern dan masukkan jenis-jenis load . Type load bergantung dari jenis beban yang didefine Fiona Diserty Sebayang (15007117) . jenis rebar: tulangan. klik define.

terdapat kombinasi gempax (scale factor 1) dan gempay (scale factor 0. sedangkan pada ACASE2. terdapat kombinasi gempax (scale factor 0. Untuk auto lateral load jenis beban quake. Fiona Diserty Sebayang (15007117) . LOAD CASE Pada load case ditambahkan ACASE1 dan ACASE2. Pada ACASE1. Untuk MEPdanPLAFON dan SPESIdanKERAMIK dipisahkan untuk memudahkan ketika penambahan beban pada lantai 2 dan lantai atap. digunakan None. Gambar 30 Tampilan Load Pattern e. live dan load = 0.3).Tugas Besar Rekayasa Beton 23 Asumsi: Self wight multiplier untuk beban jenis quake.3) dan gempay (scale factor 1). karena nilai beban akan kita assign sendiri.

Tugas Besar Rekayasa Beton 24 Gambar 31 Tampilan Load Case untuk ACASE1 Gambar 32 Tampilan Load Case untuk ACASE2 Sehingga Load Case dapat dilihat pada Gambar 33 Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

5 R : 1.4 DL : 1.9 DL + 1.0 LL + 1.2 DL + 1.0 gempa2 : kombinasi dari semua combinasi yang ada (gabungan) Define combination yang telah dimasukkan terlihat sebagai berikut: Fiona Diserty Sebayang (15007117) .0 gempa1 : 0. LOAD COMBINATION Load combination diperlukan untuk melihat hasil analisis terhadap kombinasikombinasi beban yang telah kita define pada load pattern.2 DL + 1.Tugas Besar Rekayasa Beton 25 Gambar 33 Tampilan Load Cases f.6 LL : 1.0 gempa2 : 0. Sesuai dengan soal yang telah disesuaikan dengan SNI. load combination yang digunakan adalah sebagai berikut: COMB 1 COMB 2 COMB 3 COMB 4 COMB 5 COMB 6 COMB 7 COMB 8 : 1.2 DL + 1.6 LL + 0.2 DL + 1.0 gempa1 : 1.0 LL + 1.9 DL + 1.

Fiona Diserty Sebayang (15007117) .Tugas Besar Rekayasa Beton 26 Gambar 34 Tampilan Load Combinations Contoh define load combination (misalnya untuk COMB 5) terlihat pada Gambar 35.

pilih menu assign. Maka akan muncul menu berikut: Fiona Diserty Sebayang (15007117) . frame dan frame section. ASSIGNING a. proses assigning dilakukan dengan klik frame yang akan di-assign.Tugas Besar Rekayasa Beton 27 Gambar 35 Tampilan define Load Combination (COMB 5) 3. BALOK DAN KOLOM Untuk balok dan kolom.

Tugas Besar Rekayasa Beton 28 Gambar 36 Tampilan Frame Properties Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

PELAT Sedikit berbeda dengan assign balok dan kolom.Tugas Besar Rekayasa Beton 29 Gambar 37 Tampilan frame yang telah diassign (plane X-Y) Gambar 38 Tampilan frame yang telah diassign (plane X-Z) b. area section. pilih menu assign. akan tampil menu sebagai berikut: Fiona Diserty Sebayang (15007117) . assign pelat dilakukan dengan klik area yang akan di assign.

Tugas Besar Rekayasa Beton 30 Gambar 39 Tampilan assign area sections Gambar 40 Tampilan area yang telah diassign c. PEMBEBANAN Live Load (LL) Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Pada Lantai 2 untuk sisi restoran diassign LL=250 kg/m2. Klik area yang merupakan pelat dari lantai 2 dan atap. kemudian assign ± area loads ± uniform (shells) dan akan keluar tampilan seperti gambar 42 Gambar 42 Tampilan area uniform loads Fiona Diserty Sebayang (15007117) . Pada atap.Tugas Besar Rekayasa Beton 31 Pada struktur. Live load diassign pada lantai 2 dan atap (Asumsi: beban pada lantai 1 ditanggung tanah seluruhnya). terletak di atap dan restoran (restoran tidak beratap) Gambar 41 Tampilan Area Uniform Loads untuk rain Mep dan Plafon Pada struktur terdapat beban tambahan yaitu dari MEP dan PLAFON yang terdapat pada lantai 2 dan atap. oleh karena itu perlu assign beban tambahan. diassign LL= 250 kg/m2 Rain Load (R) Rain Load diassign sebesar 20 kg/m2. sedangkan untuk sisi auditorium LL=400 kg/m2.

Assign beban gempa dilakukan pada struktur terluar. sehingga pelat yang dipilih hanya pelat pada lantai 2. dengan nilai yang berbeda (sesuai dengan perhitungan static ekuivalen). terlihat sebagai berikut: Gambar 44 Tampilan joint forces untuk gempa x pada lantai 2 Fiona Diserty Sebayang (15007117) . Langkah selanjutnya sama dengan MEP dan PLAFON. kemudian akan muncul tampilan seperti gambar 43 Gambar 43 Tampilan area uniform loads Beban Gempa (quake) Beban gempa terdiri dari gempa x dan gempa y.Tugas Besar Rekayasa Beton 32 SPESI dan KERAMIK Untuk bagian spesi dan keramik hanya terdapat pada lantai 2 saja.

Tugas Besar Rekayasa Beton 33 Gambar 45 Tampilan joint forces untuk gempa y pada lantai 2 Gambar 45 Tampilan joint forces untuk gempa x pada lantai atap Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Tugas Besar Rekayasa Beton 34 Gambar 46 Tampilan joint forces untuk gempa y pada lantai atap Setelah beban gempa diassign maka akan terlihat tampilan seperti gambar 47 Gambar 47 Tampilan struktur yang menerima beban gempa x dan y Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Tugas Besar Rekayasa Beton 35 Gambar 48 Tampilan struktur yang menerima beban gempa (plane X-Z) Fiona Diserty Sebayang (15007117) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful